Sabtu, 31 Desember 2011

Mendoakan kebaikan bagi yang lain

Ini sebuah proses. Awalnya aku marah banget pada banyak orang. Kesel juga... uh, orang-orang ini gak tegaan sih, jahat amat sih, gak punya perasaan banget. Lumayan banyak, hehehe... kadang perbedaan kecil saja, orang udah menghindar. Mending menghindari pake diam, banyak yang mengajak teman-temannya, memprovokasi supaya menjauhi aku semua.

Tapi itulah hidup, tulisanku barangkali menusuk banyak orang. Sikapku juga, walau sudah berhati-hati tetap membuat orang gak nyaman, kadang alasannya subyektif banget, gak suka ajah, gitu kata mereka. Tapi persahabatan tentu saja ada, beberapa masih nyambung ngobrolnya, untuk diajak bertukar pikiran. Waktu aku sedang berada di antara kewarasan dan kegilaan, setelah gema suara Nabi Muhammad shallallhu 'alaihi wa sallam yang terus mengingatkan untuk meminta pada Allah supaya kita mendapat kebaikan dunia dan akhirat, akhirnya aku terbawa pada cerita Nabi Ayyub 'alaihi sallam. 

Orang-orang terdekat Nabi Ayyub 'alaihi sallam menjauhi beliau, putra-putrinya meninggal, kekayaan habis, hanya tinggal seorang istri yang setia. Walau tubuh sudah habis digerogoti penyakit, tetap taat beribadah. Lalu aku seperti mendengar wejangan beliau, bahwa aku mesti berusaha sabar, karena di dunia ini hanyalah titipan. Allah akan selalu bersama manusia yang sabar. Saat istri yang beliau cintai sempat membuat marah, lalu Nabi Ayyub 'alaihi sallam mengatakan akan memukulnya, ternyata Nabi Ayyub 'alaihi sallam tidak sanggup memukul. Tapi janji mesti dilaksanakan, akhirnya istri beliau dipukul dengan seikat jerami. Formalitas, sekedar menepati janji, karena betapa lembut hati Nabi Ayyub 'alaihi sallam tidak ingin menyakiti istri yang telah sangat setia mendampingi saat dalam ujian hidup yang begitu beratnya. 

Para Nabi begitu lembut hatinya walaupun banyak disakiti hati orang yang dicintainya. Nabi Ibrahim 'alaihi sallam sangat mencintai bapaknya yang penyembah berhala, tetap berusaha mengingatkan agar bapaknya menyembah Allah dengan lembut. Istri Nabi Luth 'alaihi sallam mengkhianati suaminya lalu ditinggalkan saat azab Allah turun pada kaum Nabi Luth 'alaihi sallam. Istri dan putra Nabi Nuh 'alaihi sallam, paman Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, semua termasuk golongan kafir. Tapi apapun  yang terjadi, para Nabi selalu mendoakan kebaikan pada orang yang dicintai walau mereka telah menyakiti hati. 

Saat kita dijahati seseorang, bencilah pada perbuatannya, bukan pada orangnya. Karena fitrah manusia sesungguhnya bersih, suci tanpa dosa, setanlah yang berhasil menggodanya dengan provokasi. Apabila kita dijahati orang, doakan kebaikan pada yang menjahati. Lebih baik lagi bila bisa mengingatkan, soal mau mendengar atau tidak itu urusan belakangan. Mengingatkan orang lain agar lurus itu beresiko tinggi loh, beresiko dimusuhin bila orangnya tidak terima, walaupun sudah kita tunjukkan kebenaran. Apalagi bila orang ini punya gang, satu gang akan bertoleransi untuk memusuhi kita juga. 

Bila kita tahu tentang suatu tindakan pendzaliman, baik mendzalimi orang lain maupun mendzalimi diri sendiri (misalnya mengkonsumsi obat terlarang atau ingin bunuh diri), dan kita bisa melakukan sesuatu, maka ada kewajiban kita menegur, dengan perbuatan akan lebih baik. Dengan catatan punya kemampuan untuk itu, tidak malah mencelakakan diri sendiri. Minimal mendoakan kebaikan bagi yang yang dzalim. Saat kita sudah mengingatkan, maka gugurlah kewajiban kita. Awalnya memang tidak enak, dijauhi banyak orang. Tapi itu resiko yang mesti dihadapi bila kita mengharap ridho Allah. Lebih baik mendekatkan diri pada Allah walau dijauhi orang banyak sekalipun.

Hukum sebab akibat pasti terjadi, bahwa tindakan pendzaliman akan mendapat siksa dunia dan akhirat. Mendoakan kebaikan bagi orang lain, bahkan sekalipun dia jahat banget sekalipun, itu menunjukkan kelembutan hati kita, mencontoh para Nabi yang walau dijahati tetap mengharap kebaikan bagi yang lain. Keuntungan paling dahsyat dari mendoakan kebaikan bagi orang lain adalah malaikat juga akan mendoakan kebaikan bagi kita. Andai kita mendoakan kebaikan bagi umat muslim seluruh dunia, sebanyak umat muslim di dunia itulah malaikat akan mendoakan untuk kita kebaikan juga.

Hidup ini hanyalah titipan belaka. Fitrah manusia sebetulnya adalah bersih dan suci. Membenci bukan pada orangnya tapi perbuatannya karena semua adalah bisikan setan. Mari kita berusaha, aku juga selalu berusaha,  untuk mendoakan kebaikan bagi orang lain, karena itulah yang dicontohkan para Nabi.  Dan malaikat akan mendoakan kebaikan bagi kita juga...

Jumat, 30 Desember 2011

Cahaya yang menenteramkan saat hidup dan mati

Barusan aku membaca postingan di blognya R10, ini linknya Video Horror: Saat-Saat Terakhir Ben Breedlove Sebelum Meninggal . Sangat mengena. Mencoba membayangkan cahaya yang dilihat seseorang yang bermasalah dengan jantungnya. Seumur hidupnya dia sangat ketakutan, dan setelah melihat cahaya dia merasa sangat damai dan tenang, tidak takut lagi menghadapi kematian yang mengancam sewaktu-waktu.

Kedamaian itu didapat oleh remaja ini setelah melihat cahaya. Semua orang mempunyai cara masing-masing untuk mendapatkan kedamaian. Banyak yang mengaku "bahagia" dengan ajojing di diskotik. Kadang untuk pencapaian kebahagiaan itu dibantu pil "ectasy". Cahaya lampu berwarna-warni dengan hentakan musik, asap rokok dimana-mana, baju paling seksi yang bisa dipakai. Lebih parah lagi bisa flirt pada lawan jenis yang dilanjutkan one night stand, menyewa kamar, tidur sekali dengan lawan jenis yang kemudian tidak mau mengenal lagi. Naudzubillah min dzalik. Walaupun aku pernah ke diskotik waktu kuliah tapi cuman ingin tau, aku sama sekali tidak menikmatinya.

Lampu dunia dan cahaya Illahi sangatlah berbeda. Lampu dunia semakin menutup hati kita, sedangkan cahaya Illahi akan menguatkan hati kita menempuh jalan sesuai ajaran agama Islam. Jalan yang mendaki dan berliku. Setan akan menyusup ke orang-orang di sekitar manusia yang berusaha meningkatkan keimanan, agar merusak keimanan yang tadinya menuju surga berbelok menjadi temannya setan. Makanya aku dimusuhi blogger yang tidak terima aku menulis dia terkena bisikan setan, saat itu dia marah-marah gak jelas padaku, aku dituduh telah cerita ke blogger lain blognya menyimpang dari ajaran Islam. Semua orang berpotensi dibisiki setan sekalipun ulama terkenal sekalipun. Okelah, never mind, semoga Allah menunjukkan jalan yang benar padanya.

Di Al Qur'an dinyatakan bahwa manusia beruntung adalah manusia yang mau saling menetapkan kebenaran dan kesabaran. Manusia shaleh akan merasa nyaman dengan manusia yang shaleh juga, dengan saling mengingatkan kebenaran sesuai ajaran Islam. Memilih tidak sombong, merendahkan diri, berusaha hanya bicara yang baik-baik saja.

Dan sungguh, aku sendiri pernah melihat beberapa temanku yang tadinya benar-benar lurus menjalankan syariat agama Islam, berubah jadi temannya setan. Sebetulnya tidak aneh lagi, karena setan adalah penjual jasa, dengan sistem marketing paling hebat untuk menjual neraka, 24 jam tanpa lelah. Mereka ini masih merasa istiqomah, padahal sudah sudah menyerempet maksiat, itulah kehebatan setan yang bisa menanamkan pembenaran pada manusia punya ilmu agama tinggi.

Tentang cahaya, aku tidak melihat saat hidup dan mati, tapi saat di antara kewarasan dan kegilaan. Sudah tipis untuk masuk rumah sakit jiwa karena tekanan hidup, hidup dalam kegelapan bertahun-tahun. Aku ceritakan sedikit pada komentarku di blognya R10 ini...

Masih ada cinta

Tadinya aku bingung membedakan antara cinta dan amanah. Aku sempat beranggapan bahwa cinta sesama manusia hanyalah amanah, titipan saja. Barangkali kata cinta memang rancu. Temenku yang bijak, tempat aku diskusi mengatakan bahwa pernikahan menurut Islam adalah karena akan membuat saling tenteram, bukan melulu karena cinta.

Ada orang baik cowok maupun cewek, yang bisa aja tadinya ngaku cintaaaa banget dengan lawan jenis mendadak pindah ke lain hati. Dengan berbagai macam alasan. Beberapa kasus karena ada yang memperhatikan lebih dibanding dengan yang dicintai. Aku rasa jawabannya adalah rasa cinta boleh saja, asal jangan melebihi cinta pada Allah dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Perjalanan hidupku memang cukup unik, tapi bila aku tidak melewati semuanya barangkali aku akan berputar-putar dengan masalah duniawi, tidak mau berpikir lebih tentang Islam. Sekarang juga masih, ada hal yang belum mendapat jawabannya, dan mati-matian berusaha menyerahkan semuanya pada Allah.

Kasus aku dihindari teman, ada yang bilang sudah sunatullah, hanya yang bicaranya nyambung akhirnya yang cocok tetap berteman denganku. Entah dorongan apa, kok bisa-bisanya yang gak suka sama aku membawa serta teman-temannya agar gak suka denganku juga. Ada pembicara di pengajian mengatakan bahwa orang yang memutuskan hubungan baik pertemanan, apalagi kekeluargaan maka rahmat Allah akan tidak sampai padanya. Ada satu saat akan ada teguran Allah, apalagi bila yang dimusuhi sebetulnya bermaksud baik. Suatu kejadian salah paham, yang memusuhi tetap tidak mau mendengarkan penjelasan yang dimusuhi, termasuk kelompok penghuni neraka. Ini linknya Tidak masuk surga, orang yang tidak memaafkan peminta maaf 

Aku beranggapan, karena manusia berat ujian sesuai keimanan maka orang yang sedang berusaha meningkatkan keimanan akan diperlakukan tidak menyenangkan oleh orang-orang sekitarnya. Dan anehnya orang-orang yang mendzalimi sama sekali tidak merasa. Tapi manusia beriman akan tetap teguh, tetap mendekatkan diri pada Allah dan mendoakan kebaikan bagi yang mendzalimi.

Walau ada sekelompok yang menjauhi, pasti akan ada ganti, dan gantinya adalah manusia yang lebih baik, lebih shaleh dan shalehah. Manusia shaleh dan shalehah adalah manusia yang berusaha menjalankan hidup lurus, mentaati perintah Allah dan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Manusia yang berusaha lurus pasti akan berusaha melihat permasalahan dengan otak jernih dan hati bersih, sehingga tidak mudah terprovokasi.

Masih banyak pekerjaan rumah dalam hidupku, seperti, anak-anakku yang ingin sekolah di Jogja tapi dihalang-halangi bapaknya. Aku berusaha menyerahkan semua pada Allah. Atau kenapa ada bayang-bayang seseorang di mimpiku yang tidak nampak wajahnya, aku menyebutnya Mr. X. Siapakah dia? Itu pertanyaanku sudah sejak 10 tahun yang lalu. Dulu aku berpikir dia orang yang di Bogor, tapi setelah orang yang di Bogor menterorku dengan SMS ingin memenggal leherku aku jadi yakin bukan dia. Karena Mr. X ini sangat penyayang. Lagi-lagi mimpi... aku kadang mencoba mengenal seseorang untuk memastikan apa dia Mr. X atau tidak. Tapi mimpi hanyalah bunga tidur, barangkali tidak bermakna apa-apa. Aku hanya bisa berusaha menyerahkan semuanya pada Allah, minta yang terbaik sajalah.

Tapi walaupun aku dihindari banyak teman-temanku, tetap saja ada yang baik padaku. Tetap "cinta" sebagai sahabat, mau memahami keadaanku. Alhamdulillah ya Allah, masih ada cinta di dunia ini...

Kamis, 29 Desember 2011

Walau jarak memisahkan kita

Aku terpisah dengan anak-anakku semua ada kisahnya. Bukan sesuatu yang aku harapkan. Pernah ada satu waktu aku sibuk mengantar anak-anakku sekolah. Anakku yang sekarang SMA, dulu aku mengantar sekolah waktu SD bebarengan dengan adiknya yang TK, kebetulan lokasinya sama. Untuk anakku laki-laki yang sulung ditambah berenang intensif sorenya 2 kali seminggu karena dia punya bakat berenang, mewakili sekolah ke kejuaraan antar pelajar.

Latihan intensif berenang sendiri membuat keajaiban. Anakku sulung yang tadinya sempet membuat khawatir eyang kakungnya masalah kecerdasan, karena terlambat bicara, terlambat membaca dan menulis, sampai beliau mengatakan "jangan kecewa kalo Genta sering tidak naik kelas, terima apa adanya". Setelah latihan berenang seminggu beberapa kali, puluhan kali bolak-balik bukan hanya nyemplung tentu saja, kecerdasannya meningkat drastis. Waktu kelas 6 SD di Pamulang, Genta mempunyai nilai NEM terbaik di kelasnya, bahkan nilai matematikanya 10. Jadi Genta bukan menjadi anak yang sering tidak naik kelas, malah menjadi anak dengan nilai terbaik di kelasnya.

Ikutan kompetisi rubik di Jogja 2010   

Anak laki-lakiku satu-satunya dengan 4 adik perempuan

Adiknya Lintang, barangkali karena kecerdasannya begitu menonjol membuat kakak sulungnya tenggelam. Waktu Lintang sudah lancar membaca di TK A, Genta masih tertatih-tatih belajar membaca di kelas 1 SD. Bila aku menjemput pulang sekolah, aku mesti menunggu sekitar 10-15 menit karena Genta belum selesai menulis. Lintang yang selalu dibilang orang-orang secara fisik mirip dengan ibunya, aku, berkulit terang sedangkan kakaknya laki-laki lebih gelap, waktu masih TK A sering disuruh membaca kalimat-kalimat panjang di surat kabar kalo sedang berkumpul dengan saudara-saudara waktu lebaran. Lintang bisa membaca lancar padahal dia juga belum tau artinya, duh kalo ingat... lucunya...






Anakku no tiga, Ifa adalah anak paling disiplin. Kalo perjalanan keluar kota, kopernya paling rapi, mandi dan shalat duluan tidak pernah disuruh. Pecinta anak kecil, sukanya bemain ke tempat tetangga yang ada anak kecilnya, gak ribut minta hape atau dibeliin mainan. Bahkan aku berpikir dia ini seperti manusia bijak dalam tubuh mungil.



Biarpun jarak memisahkan, aku masih ada di hati mereka. Dengan doa-doaku, pelukanku jarak jauh. Bahkan kata temanku yang bijak, hubungan batin antara ibu dan anak tetap tersambung walaupun terpisahkan oleh jarak...

Rabu, 28 Desember 2011

Blogku BLUE SKY sudah balik setelah kirim surat cinta ke Google

Tadinya kaget banget, soalnya blog Blue Sky sempet disabled oleh Google. Setelah kirim surat cinta berkali-kali akhirnya Google mengaktifkan blogku BLUE SKY. Wahahaha... kapan ya aku bisa kirim surat cinta pada manusia, gara-gara sedikit galau aku ngetweet beberapa kasus keong racun yang menimpaku. Hehehe...

Postingan tentang Kuta aku draft lagi, ma kasih buat yang komen ya... Blog ini memang gak pake follower, soalnya isinya pikiran terdalamku. Walau gak dalem-dalem banget sihhh... masih ada yang ditutupi. Tapi ngetweetnya barusan lumayan dalem, hahahaha...

Soal aku amnesia, trauma, biarin aja deh asal hidupku jadi lurus. Males berurusan dengan keong racun. Toh aku punya anak-anak yang akan menemaniku di masa tua nanti, ada 5 malah. Biarpun yang kembar terakhir masih dipersulit ketemunya, Insya Allah mereka masih ingat bahwa aku ibunya.

Aku bukan orang yang pandai bikin surat cinta, sukanya nyanyi lagu cinta aja deeeh... tapi sekarang lebih suka lagu cintanya buat Allah. Lagu cinta yang kunyanyiin kebetulan temanya aja pas. Tunggu aja deh, bulan Januari aku akan nyanyi lagu Januari. Aku soalnya mau mengupgrade bawah sadarku supaya gak ngimpiin blogger-blogger lagi, capeeeek. Kecuali memang penting dan bisa jadi bahan postingan.

Lagu Januari... "sampai di sini, kisah kita, jangan tangisi keadaannya, bukan karna kita berbeda..."

Trauma disebabkan oleh energi negatif

Iseng banget aku mencoba search Google "melewati dimensi alam lain". Aku sama sekali tidak tertarik melewati dimensi lain, apalagi setelah punya pengalaman seseorang yang aku kenal di Bogor omongannya ngelantur, suka kesurupan. Pengennya aku hidup menapak tanah aja deh, gak usah pake Astral Projection segala.

Aku memang pernah menulis postingan berjudul Melewati dimensi alam lain, tapi semua berdasar dari tulisan di harian Republika tiap Jum'at, ada pembahasan ulama jaman dulu yang menggambarkan tentang lapisan-lapisan dimensi alam lain.

Dan alam lain itu, memang menyesatkan, ada tulisan linknya di sini

Apabila kita tidak memahami secara mendetil tentang ritual untuk menembus ke alam mereka, golongan bangsa Jin Hitam atau Jin Kafir-lah yang akan berperan untuk menemui kita dengan seribu tipu daya yang menyesatkan. Misalnya saja, kita akan diming-imingi kekayaan, harta karun, bisa menarik pusaka dan lain-lain perkara musykil yang tidak bisa diterima akal.

Intinya, pikiran kita akan terus dicecoki oleh bermacam hayalan yang menggiurkan. Ucapan kita jadi ngelantur, mudah emosi, mudah tersinggung, senang menutup diri dalam kamar, suka melamun dan tidak menerima akan nasehat apapun dari orang lain.


Kenapa ya aku selalu ketemu dengan yang model beginian, tipe yang sulit dinasehati. Anehnya malah selalu kepikiran. Waktu abis lulus terus nikah, suamiku benar-benar keras kepala, ke psikolog sudah berkali-kali tetap saja menganggap dia gak punya salah. Bahkan ada kejadian aku keguguran sampai pendarahan hebat, dia malah milih tidur menutup kepalanya pakai bantal soalnya gak mau dengar aku semalaman menangis di telpon menghubungi ibuku. Ibuku tidak bisa berbuat apa-apa karena di luar kota.

Perjalananku mencari pasangan yang baik selalu saja rasanya salah tempat. Setelah pindah Jogja, ketemu seseorang hanya bertahan sebulan terus ngilang tanpa alasan. Sampai aku sempat trauma kalo lewat Wendy's di Galeria, hahaha... sekarang udah gak trauma kalo ingat rasanya lucu saja.

Tulisan Melewati dimensi alam lain, sama saja, postingan yang kutujukan pada sobat bloggerku ini malah membuatnya keras kepala. Tidak mau dikontak. Kalo aku pernah mimpiin dia (walau ada blogger lain yang kumimpiin juga) itu bukan mauku, aku pengen berhenti sebetulnya. Emang gak capek berurusan dengan orang yang tidak menghargai kita.

Ada perbedaan seorang gaul dan pemikir, pemikir itu memang cenderung tidak gaul. Aku liat teman-teman di komunitas spiritual juga banyak seperti itu. Misalnya di grup Blackberry, pemikir akan menganggap ngapain orang bales-balesan ngomongin hal yang gak penting. Kira-kira guyonan BB itu apa akan membawa kebaikan dunia dan akhirat kalo hidup kita lebih banyak sibuk ngurusin candaan di BB. Pemikir akan lebih suka mendapat pencerahan ilmu. Kadang juga bercanda, tapi kan secukupnya, seperti halnya makan kalo kebanyakan jadi obesitas.

Walau begitu aku mencoba tetap memaksa diri untuk lebih membumi, membaur dengan komunitas sebelum aku suka mikir dalem... kayak gali sumur aja ya, hahaha... Masih menikmati naik sepeda, nyanyi (walau lagunya banyak yang lupa), beli baju baru setelah yang lama diberikan pada orang lain yang lebih membutuhkan. Kerja sampai sore juga menguntungkan aku sibuk dengan pekerjaan. Walau gaji tidak berlebihan tapi sering dapat bonus tak terduga. Aku tetap merasa menjadi manusia yang sangat beruntung (walau gak punya BB, qiqiqiqi). Bisa makan, bisa beli baju, bisa bantu sahabat saat membutuhkan. Sedikit kelemahan, yaitu mudah kepikiran kalo ketemu orang keras kepala, hehehe... Tapi gimana ya, orang-orang keras kepala yang aku temui ini justru yang banyak ngasih inspirasi tulisan. Jadi gak papa juga kenal, asal bisa ambil inspirasi tulisan dan gak ketularan galau berlarut-larut.

Energi negatif cara menghilangkan salah satunya dengan hipnoterapi, tapi kalo aku sejauh ini lebih suka bersepeda yang jauuuuh sambil berdzikir. Sambil terkena angin mengingat-ingat anugerah yang telah dimiliki. Malemnya nonton film biar gak mikirin hal-hal negatif.

Semoga kita semua yang pernah ada energi negatif dalam tubuh dan pikiran bisa mengatasi, dengan ibadah khusuk, sedekah dan berdzikir...

Selasa, 27 Desember 2011

Bicara cinta, speechless...

Aku kalo nulis atau bicara tentang macem-macem barangkali bisa panjang lebar. Tapi soal cinta... uuuuuh, jadinya speechless. Setelah sekian lama ketemu dan jadian dengan laki-laki yang bener-bener "unbelievable". Kata temen-temenku sih belum nemu. Emang mesti nemu, kalo ditakdirkan gak nemu ya aku terima dong, toh aku masih bisa banyak bersyukur dan merasa bahagia biarpun kayak cheese slice (kra*t single maksudnya, haha...).

Bagaimana cinta menurut Islam, mengutip dari sumber di sini

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Tidak akan mendapat manisnya iman kecuali orang yang pada dirinya terdapat tiga perkara yaitu: Hendaklah Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada cintanya kepada selain keduanya, hendaklah seseorang mencintai orang yang lain tidak lain hanya semata-mata untuk Allah, dan dia tidak suka dikembalikan kepada kekufuran setelah Allah telah menyelamatkannya daripada kekufuran itu, sebagaimana dia tidak suka untuk dilemparkan ke dalam api neraka."

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Pilihlah yang mantap agamanya, semoga akan mengikat tanganmu” (HR.Bukhari Muslim)


Pernikahan harus dijalin dengan tali temali rohaniah yang kuat, yaitu mahabbah, mawaddah, rahmah dan amanah.

(1) Mahabbah (cinta)
Kata “mahabbah” sebagaimana yang diriwayatkan Al Hujwiri dalam kitab “Kasyful Mahjuub”, berasal dari kata “habbah” yang berarti benih-benih/biji yang jatuh ke bumi di padang pasir. Mahabbah dikatakan berasal dari kata itu karena dia merupakan sumber kehidupan. Sebagaimana benih itu tersebar di gurun pasir, tersembunyi didalam tanah, dihujani oleh terpaan angin, hujan dan sengatan matahari, disapu oleh cuaca panas dan dingin, benih-benih itu tidak rusak oleh perubahan musim, namun justru tumbuh berakar, berbunga dan berbuah. Demikian halnya cinta sejati, tak lapuk dengan sengatan mentari dan guyuran hujan, tak lekang oleh perubahan musim dan tak hancur berantakan oleh terpaan angin.

(2) Mawaddah (cinta yang mendalam)
Tingkatan yang kedua adalah “mawaddah”, berasal dari kata “wuud” yang berarti al-hubb al-katsir (cinta yang banyak/mendalam). Pakar leksikografi al-Quran, Ar-Raghib Al Isfahani mengatakan bahwa mahabbah adalah hanya terbatas yang tersembunyi dalam relung hati, sedangkan mawaddah adalah yang meninggalkan bekas nyata (atsar) dalam kehidupan. Yaitu terjalinnya hubungan mesra (tahaabbu) antara suami dan isteri. Salah satu asma Allah “al-Waduud”, karena nama itu merealisasikan cinta Tuhan pada segenap alam dalam pemeliharaanNya”

(3) Rahmah (kasih)
Kata “rahmah” berasal dari kata “rahm”, yang berarti “riqqatun taqtadhi al-ihsaana ilal marhuum”,”rasa kasih yang menuntut munculnya perbuatan baik terhadap yang dikasihi”. Jadi rahmah adalah rasa kasih yang membuahkan perbuatan baik dari yang mengasihi kepada yang dikasihi,tanpa mengharap balasan”.

(4) Amanah (percaya)
“Amanah” berasal dari kata “aamana-yu’minu” yang berarti “amn” (memberi rasa aman) dan “iman” (percaya). Sehingga amanah adalah sesuatu yang diserahkan kepada pihak lain disertai dengan rasa aman, dari pihak yang memberikan karena kepercayaannya bahwa apa yang diamanatkan itu akan terpelihara dengan baik, serta aman keberadaannya ditangan yang diberi amanat. Orang tua tidak akan merestui anaknya tanpa adanya jaminan kepercayaan.


Karena aku belum pernah merasakan seperti penjelasan di atas, malah selama 15 tahun terakhir bolak-balik mencari LSM untuk kasus KDRT atau Lembaga Perlindungan Anak, maka tulisan di atas hanyalah sebagai referensi. Apapun yang terjadi aku tetap mensyukuri hidupku di dunia ini. Masih ada kehidupan di akhirat, dimana tidak ada jomblo di surga, semua punya pasangan yang yang sangat menyayangi, bahkan bidadari di surga yang luar biasa cantiknya hanya bertugas untuk melayani...

Ceritaku tentang berharap ketemu anakku linknya di sini, my story

Senin, 26 Desember 2011

Tulisan tentang sakratul maut yang membuatku menangis

Mbak Erwin memposting tulisan tentang sakratul maut, ini linknya Dahsyatnya proses sakratul maut . Aku juga pernah menulis tentang roh yang harum bila dia seorang yang shaleh, dan berbau busuk bila dia zalim. Tulisan tentang roh ini mengilhami aku untuk menuliskan ada seseorang yang menyebar bau busuk kemana-mana dengan mencaci-maki, menyepelekan teman-teman bloggerku. Dampaknya dia membuatkan aku blog khusus berjudul namaku ditambah kata munafik.

Sampai kemarin orang ini masih rajin bertandang di blog ini, atau blogku yang lain sekedar mengeluarkan kata-kata menyakitkan hati (maksudnya), tapi aku tidak sakit hati padanya. Aku kasiaaaaan pada ROH****** aka M***** ini. Tidak hanya hukuman di akhirat, tapi juga siksa dunia dipercepat oleh Allah. terserah dia percaya padaku atau enggak. Dia mau bikin 10 blog tentangku pun, rasanya malah mempercepat penderitaannya di dunia ini.

Orang-orang tidak tau, bahwa aku kadang menangis bila ada teman bloggerku yang sedih, aku berharap mereka ceria lagi. Tidak hanya zalim, memutus silaturahmi juga dipercepat siksa dunia oleh Allah. Saat ada orang marah kepadaku, menyindir agar aku tidak menitip link di komunitas blogger yang dibuatnya, gambaran kejadian menyedihkan menimpa padanya melintas di kepalaku. Aku membuat postingan betapa pentingnya saling memaafkan menurut Islam. Sahabatnya telah membacanya dan berkomentar, aku harap telah menyampaikan padanya. Hanya itu yang aku sanggup lakukan karena, toh aku tidak bisa memaksa orang seperti mauku. Allah yang akan memberi teguran bila ada yang memutuskan tali silaturahmi, sebagai bentuk kasih sayang Allah untuk mengurangi dahsyatnya sakratul maut, siksa kubur dan siksa akhirat.

Lalu ada blogger lain yang paling sering masuk mimpiku, semoga Allah menunjukkan yang terbaik baginya, seperti harapan-harapannya. Agar bisa memotivasi orang lain bahagia, berani mewujudkan mimpi-mimpinya, pastilah dia telah berhasil mengatasi rintangan mensyukuri setiap kejadian yang menimpa dirinya. Selalu menyambung silaturahmi karena akan meluaskan rejeki, dan berani ambil resiko untuk menolong orang lain.

Aku ternyata masih belum cukup sabar untuk menghadapi semuanya, masih kasihan pada orang yang tega menzalimi orang lain, sudah berusaha menyerahkan semuanya pada Allah masih teringat lagi. Sehingga tulisan ini benar-benar subyektif.

Hidup ini hanya sebentar, kenapa ambil resiko untuk memuaskan hawa nafsu sesaat, apalagi tega menyakiti hati orang lain. Kenapa tidak ambil resiko untuk membahagiakan orang lain, mudah memaafkan, mudah meminta maaf. Berusaha melakukan hal yang baik dengan cara yang baik. Belajar untuk sabar sehingga Allah menemani kita agar jalan kita dimudahkan walau melewati jalan berliku dan bukit terjal. Jalan pintas untuk mendapatkan keinginan adalah dengan memaksa, mencaci maki bila tidak suka dengan seseorang. Sedang jalan yang lebih sulit adalah dengan menahan diri, sabar, mendoakan kebaikan pada yang menjahati kita, dan Insya Allah, jalan terang dari Allah akan muncul.

Tulisan penuh dengan emosi jiwa lagi, sepertinya aku masih harus belajar untuk lebih sabar lagi ya...

Minggu, 25 Desember 2011

Di Bali mimpiin seorang blogger

Setelah sekian lama gak mimpiin blogger, waktu di Bali mimpiin juga. Halaaaah... tapi gak mau cerita detil ah, gak enak. Ntar dikirain yang enggak-enggak...

Tapi intinya begini, aku sempet kopdaran dengan seorang blogger di Bali, aku cerita selama 2 tahun terakhir ini aku banyak mendapat keberuntungan. Do'a seorang yang terdzalimi itu mustajab. Tapi benarkah aku terdzalimi? Sekarang sih aku tidak merasa terdzalimi lagi. Saat itu yang jelas di hapeku ada sms seseorang yang mengancam aku mau menyiram mukaku dengan air keras, ada penjelasan biar kayak kasus yang di Surabaya katanya. Ada juga kalimat mau memenggal leherku segala. Pas itu dalam keadaan bingung penuh tangis, ada temenku yang barusan naik pangkat menyuruhku untuk mengumpulkan temen-temen alumni angkatanku. Karena kebaikan hatinya aku diberi modal untuk hidup baru lagi, lumayanlah. Tapi walau pegang uang, dalam kondisi hati remuk redam bukanlah hal yang menyenangkan saat itu. Aku pakai untuk membeli baju kerja, soalnya bajuku saat itu cuman punya kaos dan celana jins.

Masih ada beberapa cerita keberuntungan, misalnya saat ingin mendatangi suatu tempat untuk mengurus sesuatu, menjelang liburan 1 Muharram setahun lalu ada yang kasih amplop, beberapa ratus dolar. Atau ke Jakarta ingin menghubungi LSM ada yang beliin tiket pesawat. Beberapa kali kejadian seperti itu. Tapi sekarang setelah aku bekerja, aku ingin lebih banyak membantu orang semampu aku tentu saja.

Aku cerita pada temen bloggerku di Bali, rumus matematika memang 1+1=2 tapi bila ikhlas karena Allah bisa menjadi 1+1=2 milyar, itulah maksud dari Miracle of Giving. Membantu orang lain akan banyak membawa manfaat bagi kehidupan kita, kepuasan yang sulit diterjemahkan dengan kata-kata, dan bonus dari Allah di saat-saat genting. Ada buku berjudul The Power of Kepepet, menjelaskan keajaiban pada saat kritis, saat kita sudah berikhtiar semaksimal mungkin secara jujur dan bertanggungjawab, bagus lagi ditambah banyak membantu orang lain dan berdoa.

Kok ceritanya muter-muter ya, belok ke The Power of Kepepet dan Miracle of Giving. Balik ke soal mimpi lagi, aku mimpi seorang blogger sedang menghapus gambar. Gambar ini adalah kenang-kenangan buruk di masa lalu yang menyebabkan trauma. Setelah itu blogger ini membawaku berjalan-jalan menunjukkan bahwa dia bergabung dengan organisasi yang merehabilitasi anak jalanan. Aku melihat dia sangat bahagia dan begitu damai karena bisa banyak membantu orang lain walaupun punya trauma di masa lalu. Tapi mimpi ini aku gak aku ceritakan ke sobat bloggerku di Bali soalnya mimpinya setelah pulang pertemuanku dengannya.

Semoga mimpi ini jadi kenyataan, aku sendiri juga gak ngerti kenapa sampai bisa mimpiin blogger ini, semua hanya spontan muncul begitu saja. Kalo aku bisa ketemu dengan pembuat mimpi aku akan nanya, kenapa aku mesti mimpiin dia, maksudnya apa. Tapi ya sudahlah, mimpi hanya sekedar mimpi, kalo kebetulan orangnya baca dan ngerasa syukurlah. Aku malu mau cerita langsung ke dia, gak enak aja...

Selasa, 20 Desember 2011

Mendidik anak perempuan, kerudung atau akhlak dulu

Melanjutkan pembicaraan sebelumnya tentang akhlak atau kerudung dulu. Karena aku punya anak ABG, maka sebetulnya diutamakan mendidik agar gimana? akhlak dulu atau kerudung dulu? Aku dulu sebelum memakai kerudung aku belajar tentang akhlak yang baik menurut Islam. Semua kembali kepada kebersihan hati kita. Allah tidak melihat seseorang dari wajah atau kekayaan tapi dari hati dan perbuatan. Dari pengalamanku sih, aku akan mengajarkan anakku tentang akhlak, dan tentang kerudung aku hanya menganjurkan, tidak dengan paksaan. Allah yang membolak-balikkan hati, bila memang hatinya terbuka untuk menggunakan kerudung, sudah didukung dengan akhlak yang baik.

Untuk wanita dewasa itu tanggung jawabnya sendiri, apakah dia memakai kerudung atau tidak, punya akhlak yang baik atau tidak. Tapi yang selalu belajar Islam dengan sungguh-sungguh akan berkumpul dengan teman-teman yang juga suka belajar Islam, karena bicaranya nyambung, tentu saja. Banyak teman-temanku yang belum memakai kerudung, dan akhirnya pelan-pelan gak cocok lagi, karena ada perbedaan pendapat karena sulit menerima pendapat satu dan yang lain. Berbeda bila di kelompok paduan suara atau klub olahraga, sama sekali tidak membicarakan perbedaan prinsip, karena membicarakan hobi.

Almarhum bapakku meninggal saat shalat shubuh. Padahal Bapakku tidak memelihara jenggot, malah punya kumis, dan celananya normal panjang tidak congklang. Ibu mertua kakak kandungku meninggal dengan tenang saat naik haji padahal sehari-harinya tidak memakai kerudung. Tentunya Ibu mertua kakakku meninggal dalam keadaan menggunakan kerudung di akhir hidupnya. Sebetulnya masalah penampilan itu hatilah yang bicara. Bila hatinya bersih maka tidak akan menggunakan baju ketat yang mencolok dan bersikap genit, dan hati akan menggiring kita menggunakan baju apa serta bersikap bagaimana.

Aku berpendapat bahwa pakaian dan sikap kita adalah cermin hati kita. Aku beberapa kali ketemu laki-laki model keong racun padahal bicaranya suka membahas ayat Al Quran dan hadits. Mereka memang tidak mau melakukan zina, tapi mereka cerita bahwa mereka suka yang nyrempet-nyrempet juga, alasannya tidak tahan dan mereka ini laki-laki normal. Aku nanya, kenapa gak nikah lagi (mereka ini sudah mapan) kata mereka demi nama baik keluarganya. Memang gaje banget sih mereka takut nama baiknya tercemar, keluarga berantakan tapi tidak takut sikap mereka ini dilaknat Allah.

Yang perempuan juga sama saja, pakai baju menggoda, seksi, ingin menarik perhatian tapi bila digoda katanya mereka bukan cewek murahan. Wanita eksklusif itu tubuhnya disimpan rapat, tidak diumbar begitu saja. Kalo ngumbar tubuh dipamerkan baik pake kerudung atau tidak sama saja... maaf... surga yang begitu harumnya, bisa tercium dari ratusan tahun perjalanan, mereka mencium saja tidak bisa.

Perbaiki akhlak, bersihkan hati, tunjukkan penampilan kita sesuai dengan cerminan hati kita. Tidak usah menganggap diri lebih baik dari yang lain, aku juga berusaha terus memperbaiki diri karena masih banyak merasa punya kesalahan dan dosa. Semoga bagi yang sudah memakai kerudung tetap istiqomah menjaga hati dan penampilan, dan yang belum menggunakan kerudung memperbaiki akhlak dan terbuka hatinya sehingga mau menggunakan baju yang sesuai ajaran Islam...

Lebih penting mana akhlak atau kerudung?

Setiap kehidupan ada proses tahapannya. Saat aku memutuskan memakai kerudung, aku sedang belajar Islam di Bogor, pengajian seminggu sekali dari pagi hingga sore. Membahas tasawuf. Barangkalo ada yang mengaitkan tasawuf dengan ritual tarekat tertentu, tapi tasawuf yang aku pelajari adalah tentang kebersihan hati, tidak ada ritual-ritual tertentu di luar ibadah sesuai Al Qur'an dan hadits.

Saat pengajian aku menggunakan kerudung, tapi saat mampir di toko aku buka kerudungnya. Lama-lama aku merasa nyaman dengan kerudung, bahkan pernah aku buru-buru ke toko pake helm tanpa kerudung, rasanya gelisah.

Aku tetap menghargai muslimah yang tidak memakai kerudung, karena aku anggap masih proses. Apalagi bila aku lihat orangnya sabar, respek pada orang lain, suka membantu, aku yakin cepat atau lambat hatinya akan dibukakan untuk memakai kerudung.

Tetapi bila ada yang menggunakan kerudung tanpa memahami ajaran Islam tentang bagaimana menjadi wanita sholehah, maka sia-sialah penggunaan kerudung ini, bahkan boleh disebut Islam KTP versi memakai kerudung.

Hanya Allah yang mengetahui isi hati manusia paling dalam, tapi bisa kita melihat ciri-cirinya, tanpa menghakimi, apakah baju muslim di bawah kerudung ini ketat? Tipis? Transparan? Bersikap genit? Suka menyakiti hati orang lain? Malas shalat lima waktu? Segan mengikuti majelis ilmu?

Nanti akhirnya yang rajin belajar tentang Islam akan lebih nyaman dengan teman yang juga suka belajar. Bila ingin tau tentang seseorang lihatlah teman-teman akrabnya.

Memakai kerudung tanpa memperbaiki akhlak menurutku bukanlah suatu pencapaian. Lebih baik dimulai dari memperbaiki akhlak dulu, hingga timbul kesadaran menggunakan kerudung.

Janganlah berpendapat bahwa yang menggunakan kerudung pasti lebih baik dari yang tidak menggunakan, bisa jadi yang belum menggunakan sedang memperbaiki akhlak. Wanita tanpa kerudung yang sedang memperbaiki akhlak lebih baik daripada wanita menggunakan kerudung tanpa memahami apalagi mengamalkan akhlak yang baik itu apa.

Do not judge book from its cover... Berprasangka baik pada semua orang, tapi tetap waspada pada kejahatan apalagi sekarang banyak serigala berbulu domba. Pinter bicara agama tidak taunya hanya untuk pembenaran pelampiasan hawa nafsu baik kemarahan, keserakahan, birahi atau lainnya...

Minggu, 18 Desember 2011

Visiku ke depan (bukan ramalan tapi harapan)


Bila pak Amien Rais punya misi menentang kebijakan pemerintah sebelum era reformasi, barangkali visiku tidak setinggi beliau. Aku hanya ingin belajar, dan mengungkapkan apa yang yang aku pahami. Apapun resikonya. Kalo ada orang emosi, biarpun dia punya massa, aku akan bilang dia emosional. Kalo ada yang ilmunya tinggi sekalipun tapi bergabung dengan kelompok jihad yang menganggap bunuh diri dengan bom akan membuatnya masuk surga aku akan bilang itu salah. Walau dalam hatiku aku sebetulnya amat sangat ingin berteman dengan mereka, tapi bila hati kecilku bilang mereka telah bersikap berlebihan dalam menanggapi sesuatu hal, aku tetap akan bilang begitu.

Ilmu yang tinggi, punya massa, bukan jaminan seseorang sanggup selalu lurus. Kerendahan hati, bisa menekan emosi, sabar, selalu menyambung silaturahmi semua itu adalah ciri-ciri orang yang istiqomah, dan aku terus terang masih mencoba berjuang untuk jadi istiqomah.

Hal yang aku rindukan adalah berkumpul dengan anak-anakku. Tapi aku menerima saja bila aku jauh dari mereka. Aku pikir semua karena kesalahanku sendiri karena tidak mau belajar Islam dari dulu. Buatku anak adalah investasi dunia akhirat. Terserah mau dikatain punya anak banyak.

Sampai kapanpun aku akan menunggu sampai saatnya tiba, soal jodoh bukan prioritas lagi. Bukan trauma bukan, tapi aku meyakini bila Allah berkehendak maka semua akan dimudahkan. Lagian aku sekarang bukan orang yang mudah respek dengan laki-laki. Mungkin standarku sudah berbeda, kalo bisa dia punya ilmu dan kebersihan hati lebih dariku.

Aku menuliskan ini saat raker, waah, ternyata capek ya 2 hari berturut-turut belajar materi tentang kurikulum. Tapi foto anak-anakku selalu membuatku merasa dicharge lagi...

Sabtu, 17 Desember 2011

Akhir-akhir ini sering ketemu keong racun

Aku pernah kenalan dengan seseorang di facebook, terus dia ajak chat. Tadinya aku pikir dia tertarik dengan tulisanku, aku ingin ajak diskusi. Belakangan malah dia bilang terus terang dia pusing membaca renungan dengan ayat-ayat dan hadits. Dia hanya ingin ngajak aku gombal-gombalan di chat dan sudah merencanakan kopdar, tapi akhirnya aku tidak mau.

Kalo cuman yang cari gombal-gombalan di chat banyak. Ada beberapa bule yang ngajak perbuatan gak senonoh lewat chat. Sebetulnya aku hanya sekedar ingin melatih bahasa Inggrisku. Tapi karena para bule itu menganggap sex kebutuhan kayak makan minum akhirnya mengarah ke sana. Bahkan sekedar lewat chat atau telpon juga, sampe aku heran apa gak ada manusia berjenis kelamin wanita di sekitarnya yang ada bentuknya, bisa-bisanya idenya lewat dunia maya.

Tentang perbuatan zina, menurutku sebaiknya hindari yang mengarah ke sana. Kesulitannya apa, setauku kalo udah kepengen bisa brutal. Bisa laki-laki maupun perempuan. Kalo sulit mengontrol, terutama bagi yang dewasa, berpuasalah.

Waktu aku nulis di blogku satunya dengan kalimat “apa aku gak pengen punya someone special” aku jawab kayak iklan Panadol “sudah lupa tuh, aku gak bohong. Big bang pada hidupku membuatku lupa dengan rasa-rasa itu. Tapi aku malah beruntung, merasa dimudahkan. Jadi ingat, kencan setelah pertengahan tahun 2009 janjian ketemuan di mall. Cowoknya tidak punya keberanian lewat di depan rumahku, hahaha…

Lagu Keong racun awalnya terngiang-ngiang di kepalaku bikin aku marah. Tapi lama-lama bikin aku ketawa soalnya kalimatnya alay banget. Kalo ketemu keong racun lagi, ketawaain dalam hati trus tinggalin aja ahhh…

Jumat, 16 Desember 2011

Ngeblog, nyantai aja deh...

Akhir-akhir ini aku suka cekikikan ngeliat orang ngeblog dengan berbagai tulisan, kata, dan saling menyerang. Ada tulisan yang aku tulis berjudul AKU NGEBLOG UNTUK BELAJAR ISLAM BUKAN CARI MUSUH tapi aku jadiin draft, soalnya sampe ada seseorang mengatakan padaku supaya aku tidak usah bergabung dengan suatu komunitas blogger, alasannya ada postingan menulis "di komunitas ini hanya suka ngobrolin yang ringan-ringan saja, gak suka ngebahas yang berat".

Mau dirunut ceritanya? Gak perlu ah. Cuman aku risih dengan seseorang yang berteriak-teriak "para blogger supaya bersatu!!!"... itu sekedar slogan saja, nyatanya aku sendiri dikucilkan secara aneh.

Kemarin aku ketemuan dengan seorang teman blogger, sama-sama di Jogja. Dia suka banget nulis tapi jarang blogwalking. Gara-gara aku dihubungi sekelompok mahasiswa dari universitas Atmajaya membahas ingin membuat tugas tentang sekelompok manusia yang disingkirkan yaitu indigo, nyari di Google nyangkutnya ke tulisanku. Soalnya nyari temen indigo di Jogja gak mudah, tapi aku yakin pasti banyak sebetulnya. Nah, ketemu nih dengan anak muda berumur 20 tahun yang bertanya-tanya apa dirinya indigo, dengan kejadian aneh-aneh yang diterimanya.

Tapi aku ingin cerita, suatu ketika aku dapat tugas dari seorang blogger yang memberiku tugas 10 hal tentangku. Di salah satu poin itu aku nulis bahwa aku bergabung dengan komunitas indigo. Akhirnya blogger ini nanya bahwa dia sering melihat makhluk tidak kasat mata melintas di frekuensi tinggi, dan hatinya selalu dag dig dug karena sering dapat firasat yang akhirnya terbukti.

Sejak kejadian itu aku memutuskan ingin bertemu dengannya. Karena apa, karena aku juga mengalami kejadian-kejadian dalam bentuk berbeda, yang jelas aku mimpiin dia. Saat aku memutuskan untuk bertemu dengannya, karena kadang-kadang aku ke Jakarta, dia bersikap aneh. Ada komentarnya terakhir menyatakan "aku menonaktifkan facebookku, tapi bisa kontak aku lewat e-mail atau YM". Nyatanya aku kontak di e-mail atau YM tidak dijawab sama sekali, lebih parah lagi waktu dia online, aku mention di Twitter berkali-kali dibaca banyak orang dia sama sekali tidak mau menjawab, tapi menjawab mention dari blogger lain. Waktu dia di Jogja karena ada urusan, dia sempet online aku coba mention di Twitter lagi-lagi diacuhin.Semuanya saling berkaitan, aku mencoba mengontak temen chatnya, sama saja ternyata saat bulan puasa ngilang ngeblog mencoba ngontak lewat e-mail gak dibalas.

Aku mencoba gak baca blognya lagi, gak ngontak dia lagi. Tapi terus waktu aku ngebahas seorang teman luar pulau yang upload video tentang konspirasi memfitnah Islam, aku dikasih tau, temenmu itu kayaknya mengagumi Osama ya, padahal di videoku Osama hanyalah nama yang dimanfaatkan oleh konspirasi itu.

Terus aku mencoba nyari info di internet, BBC menyatakan bahwa Osama dan Al Qaeda hanyalah fiktif. Serangan WTC dulu itu bisa jadi hanya permainan animasi komputer. Foto-foto tentara Amerika yang memangku Osama hanyalah permainan photoshop dari film Black Hawk Dawn.

Semuanya begitu aneh, aku gak boleh gabung di suatu komunitas blogger karena tulisanku berat? Aku cenderung bilang, adminnya emosional banget, ada blog namanya Dakwah Islam ditantang berdebat di Faith Freedom Indonesia. Firasatku mengatakan abis ini aku yang ditendang, dan memang iya dengan cara disindir.

Dan blogger yang cerita ke aku tentang lalu lalangnya makhluk frekuensi tinggi, masuk ke mimpiku, terus dia nulis masa lalunya saat dia sempet jadi anak bandel banget, pokoknya begitulah. Kalo aku bisa ketemu dengannya, dengan begitu banyak perbedaan pandangan tentang kehidupan, aku ingin berterima kasih dengannya. Ada belasan postinganku di blog ini terinspirasi dari cara berpikirnya. Walau sekarang aku sudah mulai mencoba berhenti gak mikirin dia lagi.

Ternyata aku sering berimajinasi yang liar kali ya, sampai didepak dari suatu komunitas blogger, hehehe... Biarin aja. Kalopun ada yang ngatain aku memfitnah seorang blogger dengan membahas tulisannya yang menurut pandanganku aliran ekstrim kayak mau bunuh diri, terus dia bilang, biasa-biasa deh... aku jawab nyantai saja deh... Aku mau tanya siapa yang berteriak-teriak agar blogger saling bersilaturahmi saling bersatu (tapi ternyata dia menunjukkan dengan jelas gak mau berteman denganku lagi).

Bagaimanapun juga, kembali pada ajaran Islam, Islam mengajarkan agar selalu menjalin ukhuwah. Memelihara perdamaian. Menyambung silaturahmi maknanya bukan sekedar kumpul keluarga, tapi lebih dari itu yaitu menyambung  hubungan yang terputus. Kalo ada silang pendapat, itu wajar, manusia kepalanya berbeda, kita gak bisa memaksakan, tapi ingat, Allah yang disembah hanya satu. Separah apapun perbedaan pendapat pasti ada hal yang sama, shalat wajib 5 waktu sama, puasa di bulan Ramadhan sama. Kenapa yang dibahas adalah yang menyangkut konspirasi, menurut dia Osama itu pahlawan, menurutku Osama itu boneka konspirasi. Masing-masing punya argumen sendiri.

Oke bung pengagum Osama, selamat ngeblog, selamat membuat project majalah untuk mereview blog, selamat kopdar dengan blogger-blogger yang kamu sukai. Selamat nulis hal-hal yang diinginkan. Aku hanyalah blogger tidak penting yang ditendang, dikucilkan, dimusuhi, gak dianggap. Alhamdulillah, masih punya temen yang mau ngertiin maksud dari tulisanku, sekali lagi, AKU NGEBLOG UNTUK BELAJAR ISLAM BUKAN CARI MUSUH...

Kamis, 15 Desember 2011

Ikut giveaway Gaphe : WARISAN OLEH-OLEH

Bismillahirrahmanirrahim. Sebelum hiatus karena akan ada raker 3 hari tugas dari sekolahan, lalu dilanjut ke Bali sekitar seminggu, setelah itu mau tahun baruan dengan komunitas ALPHA BRAFO plus Facebooker Nusantara. Akhir tahun yang sibuk ya... Masih menyempatkan diri untuk ikutan Giveaway, ngetik juga cepet-cepetan.

Mencoba memahami maksud giveawaynya Gaphe, apa ENDORSEMENT? Atau menjawab pertanyaan ini

Mengapa cerita perjalanan Gaphe menuju Melaka dan Penang layak dibikin free e-booknya?
Untuk endorsement aku akan nulis begini

"Kisah yang menarik untuk perjalanan di Malaysia sebagai backpacker, semoga bermanfaat bagi yang suka melakukan travelling dengan biaya pas-pasan..."

Untuk jawaban pertanyaannya Gaphe kenapa layak dibikin e-book

"Tulisan mengenai perjalanan Gaphe ke Malaysia banyak didukung dengan foto, cerita detil, suka dan duka, sehingga bila dijadiikan e-book bisa dijadikan bahan bacaan bila merencanakan kunjungan ke Malaysia sebagai backpacker".

Tulisan yang aku suka semuanya, tapi paling mencolok adalah EAT, PRAY AND DO... semoga lain kali ada LOVEnya ya Phe.

Semoga bener nih ikutan giveawaynya, nulisnya pake buru-buru. Sukses ya...

Rabu, 14 Desember 2011

Ghibah (membicarakan orang lain) yang dibolehkan

Kata GHIBAH aku baru mengetahuinya sekitar 4-5 tahun yang lalu. Waktu itu aku marah-marah pada seseorang yang aku anggap berbeda dalam hal pengamalan Islam. Pendapatnya yang sangat dia yakini bahwa manusia tidak perlu bershalawat pada Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam. Gurunya yang mengajarkan seperti itu. Ceritanya cukup panjang, tidak perlu diungkap di sini.

Aku pernah mencoba mengingatkan, terus aku bicarakan dengan temanku, lalu katanya itu ghibah. Akhirnya aku mencoba mencari tahu apa itu ghibah. Ghibah adalah perbuatan maksiat yang dosanya malah para ulama berpendapat dosanya lebih besar dibandingkan zina ataupun minum khamr. Karena zina itu berkaitan dengan diri sendiri, sedangkan ghibah berkaitan dengan orang lain jadi mesti minta maaf pada yang bersangkutan. Tidak mungkin bila kita tidak membicarakan orang lain, apalagi bila orang itu mengacaukan pemahaman kita. Setidaknya berusaha membicarakan pada orang yang lebih memahami hal itu lalu, berusaha meminta maaf pada yang bersangkutan.

Sekarang aku sudah tidak marah-marah lagi. Karena aku akhirnya menyadari bahwa manusia bertanggungjawab atas hal yang dilakukannya sendiri. Walaupun sebagai manusia yang berusaha lebih baik dalam mengamalkan ajaran Islam akan terus saling mengingatkan kesabaran, kebaikan dan kebenaran.

Setiap saat manusia sebaiknya saling meminta maaf dan memaafkan. Tapi ada saat tertentu dimana umat muslim saling menebar permintaan maaf yaitu saat menjelang Ramadhan dan di hari Idul Fitri. Yang penting meminta maaf, kalau orang tidak mau memaafkan dan mendengarkan alasannya, maka dia termasuk penghuni neraka, ini linknya Tidak masuk surga orang yang tidak mau memaafkan si peminta maaf .

Sumber dari sini

Namun, ada 6 kondisi ghibah yang dibolehkan, yaitu sebagai berikut :

Pertama, at tadhollum, mengadukan kedzaliman orang lain kepada kita, kepada pihak yang bisa menghentikan, misalnya raja, hakim, penguasa.

Kedua, dalam rangka meminta bantuan untuk mengubah kemungkaran yang terjadi, kepada pihak yang memiliki kewenangan dan kekuatan untuk melakukan perubahan.

Hukum dasar yang digunakan adalah bahwa tidak dibolehkan membiarkan kemungkaran.

Ketiga, al istifta, yaitu meminta fatwa atau menanyakan hukum yang menyangkut kekurangan orang lain, kepada ustadz yang memiliki pemahaman tentang hukum. Sebaiknya tidak dilakukan di depan umum, dan lebih baik jika disamarkan, tidak perlu menyebutkan identitas pelaku.

Keempat, tahdirul muslimin minal syahr, yaitu memberi nasihat tentang keburukan yang bisa menimpa seseorang. Misalnya kita mengetahui keburukan seseorang yang tersembunyi, dan ada orang yang kita khawatirkan akan terjebak dengan orang tersebut. Yang harus diwaspadai adalah tidak boleh ditumpangi niat hasad. Atau misalnya ada rekan kita yang kurang amanah menjalankan tugas, maka kita dapat menyampaikan informasi tersebut ke atasannya.

Kelima, untuk orang yang melakukan kemaksiatan terbuka. Jika seseorang khilaf melakukan kemaksiatan lalu bertaubat, maka kita wajib menutupi aib tersebut.

Namun jika ada orang yang bermaksiat, sudah diperingatkan tidak juga berubah, dan bangga dengan kemaksiatan tersebut, maka membicarakannya termasuk hal yang dibolehkan.

Keenam, dalam rangka ta'rif, ketika ada seseorang memiliki ciri-ciri fisik yang merupakan kekurangan, dan dengan itulah dia dikenali, kita dapat menyebutkan kekurangan tersebut tanpa maksud merendahkan.

Dalam memuji pun kita harus berhati-hati, jangan sampai menggelincirkan orang yang dipuji.


Semuanya bergantung niat, sehingga tidak bisa disamaratakan per kasus, bahwa membicarakan orang lain itu sudah pasti berdosa. Niat apa sehingga membicarakan orang itu, apakah sekedar ada kepuasan karena menghina, itu memang tidak diperbolehkan dalam Islam. Tetapi orangnya melakukan kemaksiatan secara terbuka, ingin mencegah kemunkaran dan memberi teguran maka dibolehkan dalam Islam. Bila yang ditegur sudah bertaubat, maka sebaiknya hal itu tidak dibicarakan lagi.

Senin, 12 Desember 2011

Islam mengajarkan agar bertaubat secara benar

Kata dari “Taubat” dalam bahasa Arab berarti “kembali”. Dalam konteks Islam, Taubat adalah menjauhi apa yang Allah larang kemudian kembali melakukan apa yang Allah perintahkan.

Taubat itu ditujukan Allah, Allah akan mengembalikan kepada hamba-Nya dalam bentuk ampunan. Kembali kepada jiwa yang bersih seperti saat dilahirkan yang karena pengaruh lingkungan telah banyak dikotori sehingga menumpuk banyak dosa. Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam kitab tafsirnya: "artinya adalah, taubat yang sebenarnya dan sepenuh hati, akan menghapus keburukan-keburukan yang dilakukan sebelumnya, mengembalikan keaslian jiwa orang yang bertaubat, serta menghapus keburukan-keburukan yang dilakukannya." Orang yang tidak mau bertaubat termasuk orang yang zalim, dan bila mau bertaubat sungguh-sungguh maka Allah akan mengganti keburukan akan menjadi kebajikan.

Taubat yang benar adalah dengan
  • penyesalan mendalam
  • menghentikan perbuatan dosa
  • bertekad kuat tidak mengulangi
Berkaitan dengan hubungan sesama manusia maka hendaknya melakukan
  • mengembalikan barang yang bukan haknya
  • meminta maaf pada orang yang telah disakiti hati
Apabila barang yang diambil telah diikhlaskan maka berarti tidak perlu mengembalikan lagi. Bila sekiranya menghubungi orang yang telah disakiti hati membuat masalah tambah sulit, bisa memohon ampun pada Allah juga mendoakan yang bersangkutan mendapat kebaikan serta ampunan Allah. Dengan sering bertaubat maka Allah akan mengganti keburukan kita menjadi kebaikan.

Banyak hal yang kita tidak sadari merupakan perbuatan dosa, oleh karena itu sering-seringlah bertaubat pada Allah dan menambah amal ibadah kita. Selalu belajar tentang ajaran Islam yang benar agar kita bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Allah. Semoga kita termasuk golongan orang yang selalu bertaubat sehingga kita bisa meninggal dengan tenang, dan saat di akhirat mendapat tempat terbaik yaitu di surga...

Allah berfirman
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui.
(QS Ali Imran : 135)

Allah berfirman
"Katakanlah: "Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar: 53)

Allah berfirman
"Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat setelah itu, dan memperbaiki ( dirinya) sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nahl: 119)

Sabtu, 10 Desember 2011

Menjadi narasumber mahasiswa untuk tugas bertemakan kelompok marjinal

Kemarin sore memang unik banget. Aku ketemu beberapa mahasiswa yang mau nanyain suatu komunitas unik. Tema tugas yang diberikan dosennya adalah kelompok marjinal. Kelompok yang tersisihkan kira-kira begitulah. Akhirnya mereka memutuskan membahas tentang indigo, yang kebetulan tayang di Trans TV tiap Sabtu tengah malam.

Aku bilang, anggap aku pengamat, jangan nanya aku bisa apa. Aku selain bergabung dengan komunitas indigo, juga gabung dengan komunitas metafisika, membaca situs penghujat Islam, situs atheis, situs aliran kebatinan. Tapi paling sering membaca tulisan tentang pemahaman Islam. Walau tulisannya gak sesuai dengan cara berpikir kita, tetap dingin saja gak usah emosi. Pokoknya mesti meyakini apa yang kita yakini, gak usah terbawa arus pemikiran orang lain. Kalo ingin tau sesuatu, tanyakan pada yang lebih paham tentang spiritual.

Aku cerita bahwa seorang indigo sejati, bukanlah sekedar orang yang bisa melihat gaib, bisa berbahasa asing padahal tidak kursus, tapi mereka yang sudah pada titik kesadaran bahwa mereka menyampaikan pesan dari Sang Maha Pencipta agar manusia berlomba-lomba berbuat kebaikan.

Seorang indigo akan sangat cinta alam, karena dari matahari pagi, air terjun, laut, gunung, mereka akan merasa sangat kuat dan tenang. Indigo bahkan bisa menyerap energi dari alam.

Kenapa seorang indigo tersisihkan dari orang di sekelilingnya, karena orang sekitarnya gak ngerti dia ngomong apa. Indigo bicara dengan pemahaman yang sangat dalam. Misalnya menyarankan untuk sering berdzikir dalam keadaan tenang. Kenyataannya manusia yang tingkat spiritualnya belum tinggi merasa sangat tidak nyaman untuk berdzikir, pasti pikirannya ke arah macam-macam. Liat aja status di Facebook, isinya banyak tulisan "duh laper, belum makan". Jarang ada tulisan "bersihkan hati kita dengan menghilangkan hawa nafsu". Atau "hilangkan kemarahan, kesombongan, permusuhan, kegalauan, karena sesungguhnya apa yang diberikan oleh Allah karena untuk kebaikan sendiri, agar kita intropeksi diri".

Mario Teguh sering memberikan kalimat bijak, tapi masih sebatas universal saja. Karena memang tujuannya memotivasi untuk banyak orang tidak terikat satu agama. Sedangkan seorang yang belajar spiritual kayak aku tidak puas untuk menulis hanya kebijaksanaan universal, belum cukup untuk masuk surga. Di Al Qur'an dinyatakan, mau mencari kebahagiaan di dunia, maka hanya kebahagiaan di dunia yang di dapat, belum dapat tempat di surga. Jadi berusaha menulis untuk mengingatkan dari segi Islam agar dapat kebaikan dunia dan akhirat.

Barangkali seorang Mario Teguh bisa sangat populer, banyak rejekinya. Tapi para indigo bicaranya lebih mendalam lagi. Kadang suka keceplosan sesuatu rahasia yang dia ketahui dari seseorang, tapi itu biasanya kalo dia ditekan. Indigo yang jahil, bisa jadi sakit hati pada seseorang akan mengontak jin agar ngerjain seseorang jadi sakit. Atau bila ditolak cintanya membuat pengaruh agar yang ditaksir mau dengannya. Tapi tanpa sadar, bila terbawa nafsu melakukan hal ini, akan masuk neraka terbawah, karena punya ilmu tapi digunakan untuk hal jahat. Punya potensi masuk surga dengan mengamalkan pengetahuannya tentang spiritual, tapi bila digunakan untuk kejahatan melorot ke neraka terbawah.

Tidak mudah untuk jadi indigo, kadang sakit kepala berhari-hari karena sesuatu yang berkaitan dengan pergerakan susunan alam semesta ini. Orang non indigo suka bingung dengan ucapannya tentang hal yang sulit dimengerti misalnya membahas tentang alam gaib dimensi sekian. Apalagi bicara tentang pemisahan tubuh yang jadi dua, bahkan konon ada yang lebih. Orang yang tidak paham akan menganggapnya berkhayal, makanya dia lebih suka bicara dengan orang yang punya kemampuan sama, tidak terbuka, di komunitas khusus.

Perlu dibedakan indigo yang di jalan lurus, dan yang menyebarkan kesesatan, kemampuan lebih karena dibantu jin. Indigo bisa dicek warna aura dengan cara difoto secara khusus. Karena ada cara instan untuk mendapatkan "kesaktian" dengan minta bantuan jin.

Indigo adalah anugerah dari Allah, dan banyak yang kebingungan sendiri dengan kemampuannya. Terutama pemikiran agar bijak, selalu menolong orang, tidak boleh marah, kadang bertentangan dengan keinginannya. Kadang mereka bilang, kamu pikir enak punya kemampuan lebih. Sudah orang sekelilingnya gak ngerti dengan yang diomongin, juga berpotensi setan membisikkan kalimat pada orang-orang di sekitarnya agar dia putus asa, pengen jadi orang yang gak punya kemampuan itu.

Terus terang, walau aku hanya pengamat, tapi ternyata terpengaruh di suatu komunitas umum tidak disukai. Karena yang jelas di komunitas umum ada kecenderungan mereka menjauhi dengan berbagai alasan. Tapi sudah sunatullah, orang yang belajar spiritual dan nyaman dengan kelompoknya. Kelompok yang tidak sepaham hanyalah untuk basa-basi aja, sungkan kalo sudah diundang tapi tidak gabung.

Para indigo adalah PEMBAWA PESAN dari Allah. Indigo yang tingkat kesadaran tinggi paham betul dan ingin mengamalkan walau tidak mudah. Sedangkan indigo yang berilmu tapi masih suka kebingungan dengan pemahaman, mereka inilah yang sering galau, sehingga suka dianggap aneh. Semua memang butuh proses untuk menjadi DEWASA. Manusiapun yang bijak, banyak berbuat baik, itu disebut matang/dewasa/mature.

Kenyataannya di dunia ini banyak orang dewasa yang masih suka bermain-main, tidak mau belajar ajaran Islam yang benar. Termasuk membaca dan memahami tafsir Al Qur'an. Lucunya mereka tidak mau dikritik, sudah merasa cukup baik untuk masuk surga. Tapi seorang indigo akan tahu kesalahan mereka, berusaha menahan diri tidak bicara, dan akhirnya pecah bila ditekan. Itu juga faktor kenapa indigo banyak dijauhi, bikin acara gak asyik, kok sepertinya gak enjoy dengan sosialisasi. Tapi indigo yang sudah mencapai tingkat ketenangan cukup baik, masih bisa bersosialisasi. Kadang kagetnya karena orang sekitarnya yang dipercayai jahatin dia, seperti tulisanku di atas, setan menyusup ke orang-orang sekitar indigo agar mereka kemampuannya berkurang atau hilang.

(Insya Allah bersambung bila sudah ada pertemuan lagi)

Kamis, 08 Desember 2011

Menyambung silaturahmi (berbaikan setelah bermusuhan)

Ada sedikit salah kaprah dalam pemahaman di Indonesia tentang silaturahmi. Waktu aku ikut pengajian kebetulan pembicaranya dari keturunan Arab menjelaskan, bahwa silaturahmi adalah hubungan keluarga, berdasarkan darah atau perkawinan. Hubungan bukan keluarga namanya ukhuwah. Tapi di Indonesia silaturahmi dianggap seperti berteman.

Aku sendiri menganggap sesama orang beriman sudah ibarat saudara. Jadi mau menggunakan istilah silaturahmi atau ukhuwah tidaklah masalah, yang penting ngerti gitu aja. Masalahnya tidak semua beriman, jadi tidak semuanya mau belajar dan mengamalkan ajaran Islam. Di Islam diajarkan untuk lebih baik berteman  yang beriman dan shaleh, karena mereka pasti berusaha mengamalkan ajaran Islam yang dipelajarinya, walaupun awalnya berat memulai.

Menyambung silaturahmi tidak hanya sekedar berteman ngumpul dengan teman-teman, tapi arti sebenarnya menyambung silaturahmi adalah memperbaiki hubungan kekeluargaan yang retak. Hal yang sulit dilakukan, karena menguatkan hati untuk berbaikan lagi setelah bermusuhan. Dan diutamakan keluarga dulu. Orang yang besar jiwanya mau menyambung silaturahmi akan mendapat rahmat dari Allah, tidak hanya itu orang yang selalu berusaha menyambung silaturahmi akan banyak rejekinya.

Orang yang menguatkan hati, besar jiwanya, mau memperbaiki permusuhan akan mendapat rahmat dari Allah. Minimal berusaha untuk minta maaf, bagi yang dimintain maaf gak mau nerima, maka orang yang tidak mau memaafkan dan suka bermusuhan ini sebetulnya sudah menjadi manusia golongan tidak masuk surga. Padahal hidup hanya sebentar, kita itu tidak punya apa-apa kecuali hanya titipan dari Allah. Tapi berat ya, memaafkan orang yang berbeda pendapat walau maksudnya sebetulnya baik mengingatkan akan kebenaran...

Sumber dari sini

Ibnu Abas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Ada sepuluh golongan dari umatku yang tidak akan masuk surga, kecuali bagi yang bertobat. Mereka itu adalah al-qalla’, al-jayyuf, al-qattat, ad-daibub, ad-dayyus, shahibul arthabah, shahibul qubah, al-’utul, az-zanim, dan al-’aq li walidaih.

Selanjutnya Rasulullah saw. ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah al-qalla’ itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mondar-mandir kepada penguasa untuk memberikan laporan batil dan palsu.”

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-jayyuf itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka menggali kuburan untuk mencuri kain kafan dan sebagainya.”

Beliau ditanya lagi, “Siapakah al-qattat itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mengadu domba

Beliau ditanya, “Siapakah ad-daibub itu?” Beliau menjawab, “Germo.”

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah ad-dayyus itu?” Beliau menjawab, “Dayyus adalah laki-laki yang tidak punya rasa cemburu terhadap istrinya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.”

Rasulullah saw. ditanya lagi, “Siapakah shahibul arthabah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang besar.”

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah shahibul qubah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang kecil.”


Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-’utul itu?” Beliau menjawab, “Orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf atas dosa yang dilakukannya, dan tidak mau menerima alasan orang lain.”

Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah az-zanim itu?” Beliau menjawab, “Orang yang dilahirkan dari hasil perzinaan yang suka duduk-duduk di tepi jalan guna menggunjing orang lain. Adapun al-’aq, kalian sudah tahu semua maksudnya (yakni orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya).”

Rabu, 07 Desember 2011

Ke kafe mendengarkan lagu reliji ustad Anant

Dua hari yang lalu aku mengunjungi acara unik. Ke kafe, untuk mendengarkan lagu-lagu reliji di album ustad Anant.

Nama panjangnya ustad Anant adalah Ananta Wibowo. Dulu beliau ini adalah penyanyi kafe. Akrab dengan berbagai merek minuman keras. Dan beliau tidak malu untuk bercerita masa lalunya, toh sekarang hidup di masa sekarang. Pulang dari kafe Subuh, saat orang lain memulai aktifitas, beliau malah merebahkan diri ke kasur, tidur untuk mengganti acara melek semalaman di kafe. Tapi itu dulu tentu saja.

Acara ini juga dihadiri beberapa teman musisi lain, walau tidak banyak. Mereka ngobrol dengan asyiknya. Aku dan teman-teman di pengajian, beberapa ibu-ibu, yang kemudian disusul oleh suami, juga sangat menikmati acara ini.

Ternyata ustad Anant hanya menyanyikan 3 lagu saja. Ada yang lain nyanyi juga. Aku juga ditodong nyanyi. Duh, sempet nervous. Tapi cuek deh, cuman kalangan terbatas yang nonton. Nyanyi lagu Mencintaimu, Antara Anyer dan Jakarta, Kaulah segalanya.

Waktu aku di pesantren kilat Ramadhan, kyai di sana mengharamkan nyanyian. Memang pemahaman Islam bisa berlainan.

Di kafe ini aku nyanyi dengan celana jins longgar, kemeja jins sepaha, kerudung panjang, tanpa make up lagi. Rasanya bukan penampilan yang menggiurkan bagi yang lain untuk berpikir macem-macem, hehehehe...

Sebetulnya aku paling enjoy nyanyi lagu religi kayak Akhirnya, Surgamu, Alhamdulillah, Dengan Menyebut Nama Allah, Damai BersamaMu. Terakhir lagi melatih untuk nyanyi Insha Allah Maher Zain. Pengen upload kapan-kapan.

Semoga dengan berdzikir, mengingat Allah, ataupun mendengarkan lagu reliji hati kita jadi tenang. Dan kita mendapat kekuatan untuk menjalani hidup dengan mengharap ridho Allah...

Anakku ada 5 pintar-pintar semua (reborn sejak Juni 2009)

Selama ini aku hanya membahas tentang Safira dan Safitri, padahal anakku ada 5. Mereka semuanya pintar-pintar Subhanallah, betapa Allah telah memberi aku anugerah mereka yang kecerdasannya di atas rata-rata ini.

Walaupun banyak ejekan yang ditujukan kepada seorang single dengan anak 5, misalnya pantun "kirain perawan ternyata punya anak 5" tapi di Al Qur'an tidaklah begitu. Anak banyak adalah sesuatu yang sangat membanggakan.

Allah berfirman
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. Al Hadiid : 20)

Ada kondisi yang membuat aku tidak bisa bersama mereka. Waktu itu aku pernah depresi berat. Aku sempat merawat mereka di Jogja. Terus aku pindah ke Bogor katanya ada seseorang yang mau menjagaku, menyembuhkanku, ternyata belakangan menerorku. Anak-anakku yang besar ikut bapaknya ke Jakarta, dan anak-anak bungsuku yang kembar diambil tanpa izin dan dipersulit ketemu dengan mereka. Bukan cerita yang penting bagi orang lain, jadi aku tidak menuliskan di blog selama ini, baru sekarang ini.

Ini sekedar catatanku saja. Di sekolah tempat aku kerja, aku mengasuh anak ABK, Anak Berkebutuhan Khusus. Menyedihkan sekali, karena otaknya tidak berkembang, maka dia seperti anak berumur 1 tahun padahal umur aslinya 4 tahun. Setiap kali aku mengenang anak-anakku, aku merasa sangat bersyukur punya anak-anak dengan kecerdasan di atas rata-rata. Anak sulungku pernah mendapat nilai 10 untuk matematika untuk NEMnya. Adik-adiknya juga menonjol, walaupun nilainya kadang tidak stabil karena mereka banyak bergaul. Aku tidak menyalahkan, dulu aku juga suka kegiatan ekstra kurikuler. Anak bungsuku yang kembar waktu sebelum masuk SD sudah bisa membaca dan menulis lancar. Mereka jadi kebanggaan keluarga yang mengasuhnya sekarang, makanya berat kalo diberikan kepengasuhan pada ibu kandungnya.

Saat ini, terus terang saja aku merasa di reset oleh Allah sejak Juni 2009. Aku pernah diceritain seorang saudara jauh dari teman seprofesi karena dipisahkan anaknya, kepikiran jadinya sakit-sakitan kena kanker sampe kurus kering. Sedangkan aku, malah merasa hidup lagi, setelah sekitar 15 tahun merasa hampa. Aku pernah cerita sahabat-sahabatku, barangkali kalian sulit membayangkan jauh dari anak, tapi bagi aku yang 15 tahun tidak pernah merasa hidup, sekarang ingin rasanya merasakan hidup lagi. Sendirian. Melakukan hal-hal yang aku sukai. Membeli baju baru yang cantik, sepatu keds yang nyaman kupakai, latihan softball serta ngumpul-ngumpulnya, nyanyi, main keyboard, dan terutama menikmati rasa yang luar biasa indah saat menimba ilmu agama Islam.

Aku pernah ngerasain kencan lagi dengan beberapa cowok, hahaha, untungnya karena belajar Islam, aku bisa melakukan hal-hal yang lurus-lurus saja. Merasakan debar-debar, patah hati. Tapi akhirnya patah hati itu dikalahkan dengan rasa getaran luar biasa pada Allah. Aku menghamba pada Allah. Apapun akan kulakukan agar selalu dekat dengan Allah.

Aku juga ketemu beberapa cowok yang penuh dengan hawa nafsu. Dan itulah, setiap kali aku menghindar ujung-ujungnya tidak mau kontak lagi denganku. Sampai berpikir, apa ada yang bisa ngobrol dengan aku tanpa mengarah ke sana. Ada sih, beberapa, tapi sedikit, hanya beberapa gelintir saja. Yang jelas lebih banyak yang hawa nafsunya cenderung tidak terkontrol. Makanya aku sih nyantai aja dimusuhin, ada yang memprovokasi aku begini begitu, karena kasus hawa nafsu mereka yang tertolak. Kehilangan teman cowok penuh hawa nafsu, bila diikhlaskan akan bertemu lagi dengan yang lebih baik.

Banyak hal yang sangat mengejutkan buatku, aku anggap semua pe-er dari Allah karena ujian keimanan. Aku masih ingin meningkatkan keimanan. Yang jelas buatku ALLAH TIDAK AKAN PERNAH INGKAR JANJI. Aku tidak pernah meragukan Allah sedikitpun. Apalagi aku melihat sendiri, almarhum Bapakku meninggal begitu tenangnya karena beliau sangat sabar. Sedangkan cerita cowok yang pernah kencan denganku yang menganut Kejawen meninggal dalam sakratul maut lama dan menyakitkan. Anak-anaknya ada 2 yang murtad karena kejadian itu pindah ke Nasrani. Dan temanku yang hampir tidak pernah shalat terpaksa shalat di menghadap bapaknya yang saat itu dalam sakratul maut tapi tidak bisa meninggal dengan tenang. Adalagi ibu mertua kakakku yang meninggal dengan sangat tenang saat naik haji di Mekkah.

Apa sih yang tidak lebih indah daripada meninggal dengan tenang, kuburan dilapangkan, saat di akhirat mendapat tempat indah di surga? Bahagia di dunia dan bahagia di akhirat dengan selalu berprasangka baik pada Allah. Orang-orang yang menghindariku bukan manusia berjiwa besar. Diajak belajar Islam gak mau. Ujian keimanan dari sahabat-sahabatku sendiri yang tadinya begitu akrab denganku. Dan pasti ada gantinya yang lebih baik. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar... Terima kasih ya Allah karena aku telah diberi kesempatan untuk merasakan rahmat-Mu yang begitu luar biasa. Bergetar tiap kali membaca firman-firman Allah, dan kupelajari semua untuk memahaminya...

Allah berfirman
Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (QS. Az Zukhruf : 36)

Allah berfirman
Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu", dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus. Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka apakah kamu tidak memikirkan?. Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya). Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya. (QS. Yaa Siin : 59 - 64)

Selasa, 06 Desember 2011

Orang yang memutus silaturahmi tidak akan mendapat rahmat dari Allah

Salah satu cerita waktu aku ikut pengajian, dikatakan bahwa Islam mengajarkan untuk mempunyai jiwa yang besar. Sanggup meredam kemarahan, mau memaafkan orang lain, selalu meminta maaf, menghindari permusuhan dan seterusnya.

Ada hal yang aku ingin sampaikan, bahwa kisah Nabi Ayyub 'alaihi sallam mempunyai hikmah bahwa, manusia itu diuji sesuai keimanannya. Dan ujian paling berat adalah melalui orang terdekatnya. Setan akan berusaha menggoda manusia beriman, godaan itu termasuk melalui orang-orang terdekatnya. Gak heran kan, seorang ustad mantan istrinya membongkar cerita yang aneh-aneh. Atau kyai dikabarkan melarikan istri orang. Seorang yang beriman tidak akan luput dari ujian Allah malah makin berat ujiannya. Semakin sabar menghadapinya, semakin banyak pahalanya.

Aku sebetulnya sudah gak heran, teman-temanku suka dapet gosip gak jelas tentang aku. Ami gini, Ami gitu. Setelah aku menghindari acara dengan teman-temanku di dunia nyata karena acaranya sering malam hari, mulailah ujian ada pada teman-teman bloggerku. Gak usah disebut deh.... barusan juga ribut, hehehe... Bukannya aku merasa sudah beriman, aku hanya sedang berusaha meningkatkan keimananku dan selalu menambah ilmuku.

Bila ada yang memusuhi aku, sebetulnya aku kasihan padanya. Apalagi kalo sudah membawa teman-temannya, musuhan berjamaah istilahnya. Karena orang yang tidak mau diajak berdamai, dimintain maaf gak mau memaafkan, maka rahmat Allah tidak akan sampai padanya. Awalnya sepertinya dia menang, ngomong sana ngomong sini kalo si A itu begini begitu. Belakangan bila tidak segera diperbaiki, maka dia yang akan dijauhi teman-temannya. Hidupnya semakin sulit, apa-apa kok gagal.

Sejauh mungkin kita menyambung silaturahmi, berbaikan dengan siapa saja. Bila tidak cocok, tidak usah bawa-bawa teman untuk memusuhi. Tapi dalam kehidupan semua berproses, semoga semua menjadi lebih baik sajalah...

Senin, 05 Desember 2011

Tanda-tanda kiamat yang semakin jelas

Sebagai muslim, seharusnya kita semakin waspada dengan tanda-tanda kiamat. Barangkali ada yang tidak mempedulikan, itu wajar, karena jaman dahulu para Nabi juga mengalami kesulitan saat ingin mengingatkan kaumnya. Saat Nabi Nuh 'alaihi sallam membuat bahtera, banyak yang malah mentertawakan. Atau saat jaman begitu biadabnya di jaman Nabi Luth 'alaihi sallam, tetap saja kaumnya mengingkari. Nabi Musa 'alaihi sallam kaum di jamannya adalah kaum yang sangat keras kepala. Ditinggal sebentar mereka sudah menyembah berhala lagi. Jaman sekarang? Banyak yang sibuk dengan hedonisme. Agama dianggap hal yang tidak penting lagi, malah dijadikan olok-olok, lebih penting mikirin untuk mengisi perut katanya.

Mengetahui tanda-tanda kiamat bukan untuk menakut-nakuti, tapi semua adalah untuk lebih meningkatkan keimanan pada Allah. Saling mengingatkan tentang kebenaran dan kesabaran. Tapi banyak orang yang tidak mau diingatkan, itu wajar, karena Islam muncul dalam keadaan asing, lalu dengan berlalunya waktu menjadi asing lagi seperti saat muncul. Jadi tidak usah dipikirkan orang yang menjelek-jelekan pada yang berusaha mengingatkan kebenaran. Sekelompok kecil manusia yang taat pada Allah akan diselamatkan oleh Allah.

Sumber dari sini

Tanda tanda hari kiamat digolongkan menjadi 3 bagian.

1.TANDA TANDA KIAMAT YANG SUDAH TERJADI DAN TELAH BERLALU

Tanda yang sudah terjadi dan telah berlalu adalah seperti :

Diutusnya Nabi Muhammad SAW. Sabda Nabi : “Aku di utus dan hari kiamat itu bagaikan dua jari (sambil menunjukkan dua jari, telunjuk dan tengahnya”

Terbukanya Baitul Makdis

Terbunuhnya Utsman bin Affan. Berkata Hudzaifah :”Fitnah pertama adalah terbunuhnya Utsman”

Munculnya firqah-firqah yang menyesatkan

Banyaknya orang-orang yang mengaku menjadi nabi

Berlimpahnya harta kekayaan.

2. TANDA YANG SEDANG TERJADI DAN SEMAKIN BERTAMBAH

Kepemimpinan orang-orang bodoh yang hanya menyembah dunia. Sabda Nabi : “Tidak datang hari kiamat sehingga terjadi orang yang paling bahagia adalah Luka’ ibn Luka” HR Ahmad.

Istiqomah beragama bagaikan memegang bara. Sabda Nabi : “Akan datang suatu masa, orang yang memegang teguh agamanya bagaikan orang yang memegang bara” HR At Tirmidziy.

Berbangga-banggaan membangun masjid. Sabda Nabi :”Tidak datang hari kiamat sehingga orang berbangga-bangga dengan masjid” HR Ahmad.

Banyaknya para qari’ (pembaca Al Qur’an ) yang fasik, dan ahli ibadah yang bodoh. Sabda Nabi : “Akan ada di akhir zaman, para ahli ibadah yang bodoh, dan para qari yang fasik” HR Abu Nu’aim.


Terhapusnya ilmu agama, banyaknya perbuatan zina, minuman keras, sedikit laki-laki dan banyaknya wanita, sampai perbandingannya 1:50.

Perang antara Yahudi dan Umat Islam. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon, ‘Wahai muslim, wahai hamba Allah, ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia.’ Kecuali pohon Gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” (HR Muslim).

3. TANDA-TANDA BESAR YANG SEGERA DISUSUL DENGAN KIAMAT

Datangnya imam Mahdi.

Munculnya Dajjal

Turunnya Nabi Isa ibn Maryam

Munculnya Ya’juj Ma’juj. QS 18 :92-100

Munculnya Ad Daabbah. QS An Naml : 82

Terbitnya matahari dari barat. QS 6: 158

Digiringnya manusia ke negri Syam

Ditiupnya sangka kala.

Hidup itu hanyalah senda gurau belaka tapi jangan mempermainkan ajaran Islam

Hari ini aku bahagia sekali, karena banyak dapat inspirasi tulisan. Banyak belajar pemahaman. Terutama bila ada orang yang mau membaca tulisanku. Padahal ini tulisan adalah renungan diriku sendiri, jadi ya, kalo ada yang mau baca tentunya seneng karena satu pemahaman.

Tadi siang aku cerita ke teman seprofesiku, bahwa 2 tahun terakhir ini aku merasa hidup lagi, setelah sebelum pertengahan 2009 aku merasa kebingungan tentang pemahaman hidup yang aku anut. Dulu aku hanya sekedar menjalani hidup, kupikir sukses dunia adalah kerja dengan gaji besar, baju bagus-bagus dan banyak teman. Ternyata baru aku pahami, lebih baik punya teman sedikit tapi berkualitas. Hindari teman yang membawa pengaruh buruk, apalagi bila tipe orang yang selalu mengajak untuk fokus ke kehidupan duniawi dan melupakan akhirat. Orang model begini adalah orang yang terkena bisikan setan, yang dikerjakan hanya sekedar riya' saja, untuk mendapatkan pujian orang. Bila ingin mendapatkan kebaikan dunia akhirat melakukan sesuatu mesti ikhlas lilahi ta'ala. Orang yang hanya memikirkan duniawi akan selalu memprovokasi teman-temannya untuk ketawa-ketawa sambil menyatakan, ngapain mikirin ibadah, capek, ntar kalo sudah tua aja insafnya.

Okelah, tapi nanti siapa yang tersenyum belakangan, karena Islam mengajarkan boleh bercanda, tapi tidak usah berlebihan. Menurut Islam, orang selalu merugi kecuali berkumpul dengan orang shaleh saling menetapkan kesabaran dan kebenaran. Jadi bercanda secukupnya sajalah, tetap mencari ilmu agama. Karena ilmu agamalah yang akan melapangkan jalan menuju ke tempat terbaik di sisi Allah yaitu surga. Sudah jelas tertera di Al Qur'an bahwa yang masuk surga adalah manusia yang bertakwa, yang bergetar hatinya karena mengingat Allah, dan menautkan hati pada Allah.

Hidup hanya sesaat, kita bisa mati kapan aja, siapa menjamin bahwa umur kita bisa di atas 60 tahun atau 70 tahuan? Dan menurut Al Qur'an, hidup hanyalah permainan, senda gurau belaka, gak usah terlalu dipikirin terlalu mendalam. Fokus ke belajar Islam, mengamalkan, mendekatkan diri pada Allah. Banyak orang mengaku Islam tapi tidak begitu dipentingkan pemahaman Islam itu. Semua karena Allah memberi pemahaman pada yang Allah kehendaki. Bisa jadi orang mengaku Islam tapi tidak mau mengamalkan ajaran Islam hatinya tertutup jadinya mau dikasih tau sampe sepanjang jalan kenangan juga gak ngerti-ngerti, kasian banget orang model gitu. Tapi itu karena sikapnya sendiri, sombong, keras kepala, sulit dikritik atau diingatkan.

Aku sudah komit akan terus nulis tentang Islam, mau ditekan juga gak akan menyurutkan langkahku. Memang inspirasi malah muncul kalo penuh tekanan, mengalir deras seperti air bah. Kuserahkan hatiku pada Allah, dan mendoakan mereka yang masih sibuk dengan duniawi dan aku sendiri juga agar bisa ke jalan yang benar. Makin banyak tekanan malah baguslah... Semoga Alllah selalu menunjukkan jalan yang benar padaku...

Allah berfirman
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. An Nuur : 35)

Allah berfirman
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS. Al An'am : 32)

Allah berfirman
Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa'at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu. (QS. Al An'am : 70)

Bisikan malaikat penjaga dan bisikan setan

Sumber dari sini

Seperti kita ketahui,
Iman kepada Takdir Allah adalah salah satu dari enam Pilar Pilar Iman,
Rasulullah saw, seperti diriwayatkan Abu Hurairah - dalam Sahih Muslim No. 10 tentang Iman, Islam dan Ihsan - yang kemudian dengan Ijtihad para Ulama ditetapkan sebagai Rukum Islam dan Rukun Iman, mereka meletakan Iman kepada Qadha dan Qadar ini di urutan ke-6 sebagai penyempurna.

Insya Allah,
Dengan menyempurnakan Iman hingga tahapan 6 ini, pohon Iman dihati kita akan menjadi tegap. Jiwa kita kokoh, pribadi kita tangguh dan tidak mudah mengeluh dengan hal hal remeh seperti Dunia ini.

Sebelum menjawab pertanyaan diatas,
Mari kita terlebih dahulu menjenguk hati kita, disana ada suara hati. Ia menyerupai "bisikan" yang terdengar sayup sayup didalam nuansa istana hati kita. Ia menyerupai aktifitas obrolan, sesaat tenang kemudian gaduh. Kadang kadang menenangkan jiwa kadang kadang membuat kita merasa terbakar menahan dua pertentangan yang saling mengalahkan.

Pernahkah bertanya,
Darimana sumber bisikan bisikan itu?.

Hal ini penting untuk diketahui, karena dari hati inilah awal mula aktifitas berfikir manusia diarahkan. Pengaruh dari hati ini mendominasi kinerja fikiran kita, dari otak ini kemudian berbagai komando diperintahkan kepada Indra Indra tubuh yang menghasilkan reaksi reaksi tubuh dalam menyikapi masalah.

Tubuhlah yang kemudian menanggung resikonya,
Indra indra tubuh tidak bisa membantah perintah otak dari otak. Bahkan, tak jarang tubuh itu menjadi sengsara dan kelelahan. Ini karena reaksi reaksi yang dihasilkan itu tidak direstui fitrahnya manusia yang tertanam didalam Hati.

Dalam setiap hati Manusia terdapat dua kekuatan, keberadaannya seperti kontrol konstan yang mempengaruhi keseluruhan aktifitas tubuh Manusia. Biar saya sederhanakan, kedua hal tersebut adalah pengaruh baik dan pengaruh jahat.

Pengaruh baik yang menjadi sumber kebaikan itu, terdiri dari fitrah dan keberadaan Malaikat Malaikat pendamping yang Allah anugerahkan kepada setiap Hamba Nya, Manusia.

Didalam tubuh kita ada malaikat malaikat penjaga,
Al Qur'an menyebutnya Qarin. Qarin ini terdiri dari dua jenis, dari Malaikat penjaga dan Jin. Jenis Jin yang dimaksud adalah Jin Kuffar yang merupakan cucu cucu Iblis Laknatullah, mereka terlahir kedunia bersamaan dengan kelahiran seorang Manusia.

Agar mudah dipahami,
Selanjutnya Iblis diatas saya sebut dengan Qarin Jahat dan Malaikat Penjaga ini sebagai Qarin baik.

Qarin jahat inilah yang harus kita waspadai.
Karena ia mulai hidup sedari manusia itu masih bayi, hingga manusia itu dewasa. Iblis itu tetap hidup ketika Manusia itu meninggal. Bayangkanlah ketika uasia manusia itu mencapai 70 tahun, anak Adam itu meninggal sementara Iblis-nya tetap hidup, bukankah ia berpotensi besar dan berpengalaman untuk menjerumuskan Manusia lain?

Hingga tidak heran jika Iblis memiliki manajemen marketing yang suksesnya luar biasa, dagangannya yang berupa Neraka terjual laris kepada manusia. Bahkan, banyak dari manusia yang membelinya dengan sukarela. Nauzubillah.

Lihat saja sepak terjang musuh manusia terbesar yang sering kita manjakan ini.
Mereka tak segan segan menggiring satu Kampung kepada kemuyrikan sekaligus, termasuk Kyainya sekalipun. Contoh keci saja, dalam peristiwa "tahlilan" kadang si Iblis ini juga membuat onar. Ia merasuk ke dalam jiwa salah satu Manusia yang imannya paling lemah dan mengendalikannya, lalu orang menyebutnya kesurupan roh yang meninggal.

Ketika Manusia menaruh perhatian, Iblis semakin semangat. Ia lalu berpura pura bertingkah laku persis seperti prilaku orang yang telah meninggal. Manusia yang kesurupan itu meminta Coffe Hitam kesukaan manusia yang telah meninggal itu, atau berwasiat dusta kepada yang ditinggalnya. Si Iblis cerdik ini telah menghafal dengan baik suara, cara bicara, bahasa dan mengetahui dengan baik nama nama orang disekitarnya. Karena dia telah hidup bersamaan dengan orang yang telah meninggal tadi.

Lalu masyarakat tersebut percaya, bahwa roh si A masuk dan mebuat cucunya bernama si B sakit. Lalu fitnah teresebar, dan masyarakat awam Percaya bahwa roh yang mati bisa mengendalikan yang hidup. Ujung ujungnya mereka ramai ramai meminta do'a ke kuburan. Naudzubillah.

Inilah, salah satu kesuksesan marketing Iblis.
Nah, selama manusia itu hidup si Iblis ditugasi oleh kakek moyang Iblis untuk menjerat Manusia dengan berbagai cara. Allah telah memberi tangguh usia kepada Jin jenis Iblis ini, Allah ta'la juga memberi mereka kewenangan untuk masuk kedalam aliran darah Manusia dan berdiam dihati Manusia.

Dari hati inilah Iblis membisikan kejahatan.
Bagi orang yang beriman, pengetahuan sederhana ini bisa menambah keimanan dan memberinya kesimpulan besar. Diantaranya menjawab pertanyaan batil yang memfitnah ke Maha Suci-an Allah aza wajalla, pemikiran batil tersebut adalah berupa pertanyaan; "Apakah Allah juga menciptakan kejahatan?"

Seorang scientist Atheis, mengatakan bahwa Kejahatan itu seperti Kegelapan.
Kegelapan itu muncul karena ketiadaan "Cahaya". Dengan demikian, Tuhan tidak menciptakan Kejahatan, namun ketiadaan cahaya Tuhan dihati Manusia menyebabkan kegelapan/kejahatan itu muncul.

Subhanallah!
Bukankah Al Qur'an dalam surah Azzukruf ayat 36 telah menginformasikan hal ini jauh jauh agar Musimin Muslimah berhati hati dengan Iblis yang menyertai Manusia dan mebisikan kegelapan dihatinya?

Allah Subhana Huwwa Ta'ala berfirman:
“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya". (Az Zukhruf 43:36)

Ayat ini telah dibaca oleh Milyaran Ummat Islam dari masa kemasa.
Syaitan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah Iblis pendamping. Dalam bahasa Arab kata قَرِينٌ (baca=Qarin) adalah pendamping/teman. Inilah dalil yang menjadi fakta tidak terbantahkan mengenai keberadaan si Jahat ini.

Keberadaan si Qarin ini dikuatkan juga oleh sebuah Hadts,
Dari Abdullah bin Mas’ud r.a, beliau meriwayatkan dahwa Rasulullah saw bersadba: ”Tidak seorangpun di antara kamu melainkan telah ada jin yang ditugaskan pemimpinnya untuk selalu menggodanya". Para sahabat bertanya: ”Anda juga ya Rasulullah?” Jawab baginda: ”Ya. Aku juga. Tetapi Allah selalu melindungiku dari godaan mereka sehingga mereka yang menggodaku akhirnya Islam (menyerah). Karena itu mereka tidak berani menyuruhku melainkan untuk kebaikan.” (HR Muslim)

Qarin jahat itu ikut mengalir dalam darah Manusia bersama Syahwat dan Nafsu. Ia juga ikut mempengaruhi bahkan sering mendominasi bisikan di hati Manusia, berupaya mengalahkan bisikan Qarin baik dari malaikat malaikat penjaga manusia dan Fitrah manusia itu sendiri.

Orang shaleh berharap kebaikan pada orang lain tapi tetap waspada

Sudah sunatullah bahwa orang shaleh akan berkumpul dengan orang shaleh. Sesama orang shaleh akan menikmati mengikuti pengajian, mendengarkan pembacaan ayat-ayat Al Qur'an dan pengkajian tafsir karena di tempat itulah tempat menempa diri menjadi manusia yang lebih baik di mata Allah.

Dalam lingkungan sekitar kita, tidak bisa dihindari godaan manusia yang mengajak ke arah maksiat. Kelompok pemuja hedonisme yang konsumtif, sex bebas, melanggar ajaran agama semaunya. Tidak hanya orang kaya pemuja hedonisme, orang miskin yang panjang angan-angan juga termasuk melanggar ajaran Islam. Karena pembicaraan dan kebesaran jiwa yang berbeda, penikmat hedonisme dan orang panjang angan-angan tidak akan bisa nyambung dengan orang shaleh, kecuali mereka ini akhirnya memutuskan bertaubat total.

Berteman tidak selalu berarti akrab, bersikap ramah dan lembut pada semua orang itu memang perlu, tapi tetap perlu waspada. Barangkali untuk pemahamanku saat ini adalah, kepada orang shaleh kita memang selalu berprasangka baik. Tapi sebelum kita tau orang ini baik atau tidak kita perlu waspada. Bila akhirnya ketahuan orang ini menjahati kita berharap kebaikan padanya, walau kita lebih baik menghindari dia.

Orang shaleh yang berjiwa besar akan memaafkan orang lain, bersikap lembut, segera intropeksi diri. Menghadapi orang yang suka marah-marah tetap tegas, bahasa santun, tidak menghakimi walau tau betul orang itu melakukan kesalahan. Toh Allah yang akan melakukan pembalasan seadil-adilnya pada semua orang atas kebaikan dan kejahatan.

Semoga, aku bisa banyak belajar agar lebih baik dari yang aku lihat dari kejadian di sekitarku...

Minggu, 04 Desember 2011

Blog ini awalnya adalah surat terbuka untuk seseorang

Aku pernah bilang ke seorang blogger, bahwa tulisanku hanyalah uneg-uneg spontan. Kejadian-kejadian yang kualami semua adalah pembelajaran. Kadang aku menulis dengan setengah ngantuk. Apa yang ada di benakku kutulis gitu aja. Dulu malah sebelum aku beli netbook, aku ngeblog pake hape. Sudah ada konsep di kepala, tinggal nuangin aja.

Abis aku publish, kadang aku sendiri merenungi apa yang aku tulis. Misalnya ada seseorang yang sempet bikin aku kaget dari tulisanku aku jadi mulai ngerti kenapa dia melakukan itu. Gambaran-gambaran yang muncul, puzzle-puzzle dari memori masa lalu saling melengkapi.

Dalam kekagetanku akan munculnya memori dari yang aku lupakan di masa lalu, aku terus menulis, duh jahat banget sih dia ini. Tau gak yang dilakukan itu dosa besar, dalam pengaruh setan. Misalnya, gini, ada seseorang yang aku kenal, katanya mau nolong aku dari depresi, kemudian aku ingat dia cerita dia dapetin ilmunya dari dipocong dukun lalu dimantra-mantrai. Dia bangga cerita itu padaku, karena dukunnya membujuknya dia punya ilmu warisan yang akan dibuka bila mau melakukan ritual. Semua muncul dalam tulisan spontan. Setelah dia beberapa kali kesurupan dan meninggalkan shalat Jum'at malah sembunyi ngerokok di dapur, aku baru sadar, aku dulu berhadapan dengan seseorang yang dalam tubuhnya ada setannya. Pernah dikasih tau temenku yang punya ilmu di luar negeri tapi saat itu aku gak percaya.

Orangnya sesekali baca blogku juga. Aku dulu bahkan nulis dengan jelas alamatnya dimana. Aku berurusan dengan sekelompok pemuja setan, dan aku sudah  mendapatkan bukti-buktinya. Hal yang sulit dipahami tentu saja, muncul ayah kandungnya dalam keadaan prihatin padahal sudah meninggal dan berusaha menyampaikan itu padaku. Terus aku ingat tetangga-tetangga yang cerita padaku, bahwa ayahnya ini benar-benar lurus menjalankan Islam, mengadakan pengajian tafsir Al Qur'an tiap minggu, mencoba mengarahkan istrinya dan anak-anaknya di ajaran Islam yang benar.

Katakan soal ayahnya ini hanya imajinasiku saja. Tapi setelah aku recheck, ternyata yang apa yang muncul di kepalaku dan aku tulis benar adanya. Apakah membahas sekelompok manusia pemuja setan itu ghibah? Di salah satu bukunya ustad Yusuf Mansyur yang berjudul Hikmah dari langit, ghibah adalah membicarakan orang beriman hal tidak disukai bila dia mendengarnya, membicarakan yang berakhlak buruk bukan termasuk ghibah.

Setelah itu aku jadi peka dengan manusia-manusia yang masih terbawa bisikan setan. Mereka sendiri yang menunjukkan sikap padaku begitu jelasnya, aku kadang sampai kehabisan napas, kebingungan, kadang suka nelpon ke seseorang blogger yang bijak kalo gesekan sudah begitu kerasnya. Alhamdulillah akhirnya ada napas lagi, saat itu sudah tersengal-sengal. Kepekaan yang bisa membuatku hampir pingsan.

Bukan mohon pemakluman, tapi sekedar kasih tau, dengan menulis sikap mereka yang menyedot energiku, dibaca orang lain, kadang ada yang mengontak aku, aku jadi bernapas lagi. Yang tidak tau barangkali hanya komentar kok ngomongin orang lain sih. Tekanannya berat, dan aku belajar untuk lebih obyektif, lebih menyerahkan diri pada Allah.

Aku bergabung dengan komunitas spiritual, sering konsultasi dengan yang paham Islam, untuk diingatkan bila aku melakukan kesalahan. Aku juga berdoa semoga Allah selalu menunjukkan aku di jalan yang benar...