Sebetulnya aku masih punya banyak foto juga ada video yang tersimpan di camera digitalku. Tapi entahlah, di kepala ini numpuk foto yang pengen di upload, Blogspot lagi down. Sampe mikir apa perlu nulisnya di Wordpress? Aku punya beberapa blog di wordpress tapi isinya tentang perkembangan anak, atau catatan di awal aku ngeblog.
Pengalaman spiritual orang itu macem-macem. Kalo dengerin pengajian pak Munichi (cucu KH Ahmad Dahlan) beliau cerita bahwa ada orang menangis saat di masjid sampai tersedu-sedu tapi sampai di kantornya korupsi. Seharusnya kalo percaya Allah melihat yang kita lakukan kita gak akan berani korupsi. penjelasan pak Munichi, keimanan dan ketakwaan pada Allah ditinggal di masjid.
Dari salah satu catatanku, aku menulis ada hati yang mati, hati yang sakit, dan hati yang sehat (selamat). Hati yang mati itu tidak percaya adanya Tuhan, bangga dengan itu dan meremehkan yang percaya pada Tuhan sepenuhnya menggunakan logika. Hati yang sakit, di sisi lain percaya sepenuhnya pada Tuhan, di sisi lain melakukan maksiat. Kadang melakukan maksiat dengan melakukan pembenaran pada ajaran agama. Sedang hati yang sehat selalu menjaga perbuatannya agar tidak menyakiti hati orang lain, mudah memaafkan, suka menolong yang membutuhkan, dan lainnya seperti di Al Qur'an dan hadits.
Saat umroh aku banyak diam, tidak banyak omong bahkan mungkin dipikir oleh jamaah lain aku sombong. Tapi di kepalaku banyak sekali yang kupikirkan, dan aku hanya katakan kepada yang mau mendengarkan aku. Banyak kasus aku baru bicara sebentar lalu diberondong "mbak gak boleh gini, gak boleh gitu, di Islam gak boleh ini itu". Makanya aku nulis di blog ini, ini blogku dan aku merasa bebas menyampaikan semuanya. Dibilangin masang foto itu haram, punya akun facebook haram, pakai celana panjang haram.
Saat aku umrah ada yang komentar kalo aku mudah tertidur. Sebetulnya aku sedang merenungi semuanya. Aku ingat anak-anakku, pemberontakanku, kekecewaanku, kesedihanku. Percakapan dengan nuraniku setelah thawaf wada' di Masjidil Haram "ambil hikmahnya dari semua kejadian, kalau kamu dimudahkan kamu tidak akan berusaha mengerti tentang firman Allah, membaca hadits dan belajar Islam lebih dalam".
Waktu di Raudhah setelah keluar duduk di karpet menunggu jamaah lain yang belum keluar, aku juga melihat gambaran agar aku selalu melakukan perbuatan karena Allah, bukan mengharap pujian orang lain. Kesombongan, kelihatan hebat di mata orang lain akan menghanguskan pahala ibadah kita seperti kayu kering terbakar.
Masalah rejeki memang tak disangka-sangka. Cuman membuatkan blog tentang REUNION ISLAND, aku dikirimi oleh seseorang yang tinggal di sana 200 euro untuk bekal aku umroh. Dia minta aku doakan, hampir mirip kasusnya sama aku, mantan istrinya tidak membolehkan dia ketemu anak-anaknya. Sayang untuk kesana terlalu jauh, tiket ke sana aja 900 euro. Ini blog yang aku bikin di BLOGSPOT dan WORDPRESS. Linknya www.reunionislandtravel.blogspot.com dan www.reunionislandtravel.wordpress.com .
Atau klik gambar di bawah ini
Baca juga:
Tidak perlu belajar Islam (kalo malah jadi sombong dan menjauh dari lingkungan)
Gegap gempita di Palestina (emangnya nyanyi itu haram)
Cinta dan pacaran (pacaran haram gak?)
Break up (putus aja sama Islam ktp doang)
Sabtu, 27 April 2013
Selasa, 23 April 2013
Cerita tentang umroh
Kemarin sore aku barusan pulang umroh. Sebetulnya pengen cerita banyak sekaligus detil-detilnya, cuman masih capek banget. Banyak sisi-sisi lain yang tidak nampak dari kisah umroh ini.
Misalnya yang memalukan bagiku sebagai orang Indonesia banyak calo orang Indonesia di sekitar Ka'bah untuk mencium Hajar Aswad. Mereka menyulitkan jamaah seluruh dunia yang ingin mencium Hajar Aswad karena bergerombol menutupi akses ke Hajar Aswad. Kalo ingin mencium Hajar Aswad mereka bantu tapi meminta upah. Bukan meminta upah sebetulnya tapi merampok, soalnya dengan alasan perut (mereka illegal tinggal di Mekah) ada jamaah umroh yang satu rombongan denganku memberikan semua uang yang dibawanya, yang nilainya besar diambil disisakan nilai kecil-kecil.
Atau wanita Indonesia yang saat umroh dandannya kayak di catwalk aja kalo mau ke masjid. Dengan make up lengkap, kerudung warna-warni dengan warna mencolok dengan desain rumit jarum pentul sana sini. Tidak mau menggunakan tas resmi dari travel tapi memakai tas branded yang super mahal.
Wanita memang akan banyak di neraka seperti hadits Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam. Seorang jamaah wanita dari Jawa Timur, petani ngakunya cerita dia memborong emas sampai 50 juta rupiah. Selama di Arab Saudi cerita kemana-mana bukan ibadahnya tapi perhiasan emas 50 jutanya itu.
Selain itu waktu naik lift ada wanita yang nyelonong masuk, lalu nekat gak mau keluar nyuruh laki-laki yang ngantri lama sama aku keluar. Jangan tanya ketidak sopanan orang Indonesia di pesawat yang seharusnya penerbangan tanpa rokok nekat merokok di kamar mandi. Atau menaruh kotak makanan selesai makan di pesawat di lantai. Atau mengambil buah yang banyak di tempat makan masuk di tas sampai-sampai yang datang belakangan gak kebagian. Banyak yang mengambil makanan di piring, dibawa ke kamar lalu seenaknya ditaruh di depan kamar padahal disediakan piring plastik.
Atau aku menemui wanita sedang ngesot di pagar masjid Nabawi saat mau sholat Dhuhur. Dia dari Indonesia dengan mata kosong dan bibir perot ke samping dikerumunin banyak orang. Penjaga di sana menyuruh seseorang memanggil petugas untuk mengambil kursi dorong, diangkat dengan susah payah 3-5 orang wanita merosot lagi. Ada 2 wanita Indonesia cerita sudah jagain sejak sesudah sholat Shubuh, tapi wanita yang sedang ngesot ini mendekap tas dan meronta-ronta sulit untuk dilihat ID Cardnya. Akhirnya dengan susah payah pembimbingku minta bantuan yang lain memegangi wanita ini, diambil ID Card dari dalam tas lalu ditelpon pembimbingnya. Tak berapa lama pembimbingnya datang, mencoba menyadarkan lalu baru bisa didudukkan dengan tenang didorong ke hotel. Waktu aku sampai ke pintu masjid, tukang bersih-bersih masjid yang orang Indonesia bilang dia ngompol di teras masjid sampai dua kali, makanya disuruh keluar dari masjid.
Cerita belum selesai, aku berpikir gimana kabarnya wanita itu. Tanpa sengaja waktu ngantri di Raudah, ke makam Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam aku bersebelahan dengan teman sekamar wanita ini, soalnya pembimbingku ingat tali ID Cardnya warna hijau, rombongan dari salah satu kota di Sumatra. Dia cerita wanita ini dimasukkan ke rumah sakit, dari segi medis menderita tekanan darah tinggi. Tapi menurutku pribadi lebih dari itu, cenderung kerasukan karena sikap, pandangan mata dan kekuatannya yang tidak wajar.
Banyak ujian memang selama menjalankan ibadah umrah ini buatku juga. Aku kangen sama netbook pengen nulis setiap kali dapat pengalaman baru. Kuputuskan kutinggal netbookku. Facebookku sempat diblokir soalnya di hape aku gak bisa akses lewat opera mini, buka pake browser bawaan Nokia malah diblokir dengan peringatan "Facebook anda dicoba diakses dari tempat asing karena itu diblokir". Akses internet dengan hape untuk membuka Facebook gagal terus.
Sempet kopdar dengan kenalan dari internet seseorang yang tinggal di Jeddah, ke Mekah ketemuan di Clock Tower. Kita banyak berdiskusi soal kehidupan dan ngobrolnya nyambung. Keturunan India, tinggi banget 190 cm agak gemuk bicaranya bahasa Inggris dan cenderung lirih. Bahkan saat memesan makanan juga berbahasa Inggris. Sepuluh tahun lebih muda dari aku. Dia banyak cerita soal kehidupan di Arab Saudi. Aku nanya, wanita Arab waktu mudanya cantik banget, putih, hidung mancung, pipi kemerahan natural, tapi setelah punya anak overweight sampe banyak yang sholat gak bisa di karpet mesti duduk di kursi lipat. Iya, katanya soalnya wanita Arab waktu masih muda menjaga berat badan dan kecantikan, tapi setelah menikah gak peduli lagi, karena banyak yang tidak bekerja sibuk urus anak dan ngumpul dengan teman makan-makan dengan porsi luar biasa banyak. Tidak mudah untuk menikahi wanita Arab karena mahar yang mahal, bahkan mesti pinjam uang di bank bagi yang tidak terlalu kaya. Beda dengan di India, wanitanya mesti membayar mahal untuk mahar bagi pihak laki-laki.
Nanti kalo udah fresh mau disusun ceritanya dengan foto-fotonya, walau foto-fotonya ala kadarnya, karena beberapa pakai hape, pemotretan sesempatnya...
Misalnya yang memalukan bagiku sebagai orang Indonesia banyak calo orang Indonesia di sekitar Ka'bah untuk mencium Hajar Aswad. Mereka menyulitkan jamaah seluruh dunia yang ingin mencium Hajar Aswad karena bergerombol menutupi akses ke Hajar Aswad. Kalo ingin mencium Hajar Aswad mereka bantu tapi meminta upah. Bukan meminta upah sebetulnya tapi merampok, soalnya dengan alasan perut (mereka illegal tinggal di Mekah) ada jamaah umroh yang satu rombongan denganku memberikan semua uang yang dibawanya, yang nilainya besar diambil disisakan nilai kecil-kecil.
Atau wanita Indonesia yang saat umroh dandannya kayak di catwalk aja kalo mau ke masjid. Dengan make up lengkap, kerudung warna-warni dengan warna mencolok dengan desain rumit jarum pentul sana sini. Tidak mau menggunakan tas resmi dari travel tapi memakai tas branded yang super mahal.
Wanita memang akan banyak di neraka seperti hadits Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam. Seorang jamaah wanita dari Jawa Timur, petani ngakunya cerita dia memborong emas sampai 50 juta rupiah. Selama di Arab Saudi cerita kemana-mana bukan ibadahnya tapi perhiasan emas 50 jutanya itu.
Selain itu waktu naik lift ada wanita yang nyelonong masuk, lalu nekat gak mau keluar nyuruh laki-laki yang ngantri lama sama aku keluar. Jangan tanya ketidak sopanan orang Indonesia di pesawat yang seharusnya penerbangan tanpa rokok nekat merokok di kamar mandi. Atau menaruh kotak makanan selesai makan di pesawat di lantai. Atau mengambil buah yang banyak di tempat makan masuk di tas sampai-sampai yang datang belakangan gak kebagian. Banyak yang mengambil makanan di piring, dibawa ke kamar lalu seenaknya ditaruh di depan kamar padahal disediakan piring plastik.
Atau aku menemui wanita sedang ngesot di pagar masjid Nabawi saat mau sholat Dhuhur. Dia dari Indonesia dengan mata kosong dan bibir perot ke samping dikerumunin banyak orang. Penjaga di sana menyuruh seseorang memanggil petugas untuk mengambil kursi dorong, diangkat dengan susah payah 3-5 orang wanita merosot lagi. Ada 2 wanita Indonesia cerita sudah jagain sejak sesudah sholat Shubuh, tapi wanita yang sedang ngesot ini mendekap tas dan meronta-ronta sulit untuk dilihat ID Cardnya. Akhirnya dengan susah payah pembimbingku minta bantuan yang lain memegangi wanita ini, diambil ID Card dari dalam tas lalu ditelpon pembimbingnya. Tak berapa lama pembimbingnya datang, mencoba menyadarkan lalu baru bisa didudukkan dengan tenang didorong ke hotel. Waktu aku sampai ke pintu masjid, tukang bersih-bersih masjid yang orang Indonesia bilang dia ngompol di teras masjid sampai dua kali, makanya disuruh keluar dari masjid.
Cerita belum selesai, aku berpikir gimana kabarnya wanita itu. Tanpa sengaja waktu ngantri di Raudah, ke makam Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam aku bersebelahan dengan teman sekamar wanita ini, soalnya pembimbingku ingat tali ID Cardnya warna hijau, rombongan dari salah satu kota di Sumatra. Dia cerita wanita ini dimasukkan ke rumah sakit, dari segi medis menderita tekanan darah tinggi. Tapi menurutku pribadi lebih dari itu, cenderung kerasukan karena sikap, pandangan mata dan kekuatannya yang tidak wajar.
Banyak ujian memang selama menjalankan ibadah umrah ini buatku juga. Aku kangen sama netbook pengen nulis setiap kali dapat pengalaman baru. Kuputuskan kutinggal netbookku. Facebookku sempat diblokir soalnya di hape aku gak bisa akses lewat opera mini, buka pake browser bawaan Nokia malah diblokir dengan peringatan "Facebook anda dicoba diakses dari tempat asing karena itu diblokir". Akses internet dengan hape untuk membuka Facebook gagal terus.
Sempet kopdar dengan kenalan dari internet seseorang yang tinggal di Jeddah, ke Mekah ketemuan di Clock Tower. Kita banyak berdiskusi soal kehidupan dan ngobrolnya nyambung. Keturunan India, tinggi banget 190 cm agak gemuk bicaranya bahasa Inggris dan cenderung lirih. Bahkan saat memesan makanan juga berbahasa Inggris. Sepuluh tahun lebih muda dari aku. Dia banyak cerita soal kehidupan di Arab Saudi. Aku nanya, wanita Arab waktu mudanya cantik banget, putih, hidung mancung, pipi kemerahan natural, tapi setelah punya anak overweight sampe banyak yang sholat gak bisa di karpet mesti duduk di kursi lipat. Iya, katanya soalnya wanita Arab waktu masih muda menjaga berat badan dan kecantikan, tapi setelah menikah gak peduli lagi, karena banyak yang tidak bekerja sibuk urus anak dan ngumpul dengan teman makan-makan dengan porsi luar biasa banyak. Tidak mudah untuk menikahi wanita Arab karena mahar yang mahal, bahkan mesti pinjam uang di bank bagi yang tidak terlalu kaya. Beda dengan di India, wanitanya mesti membayar mahal untuk mahar bagi pihak laki-laki.
Nanti kalo udah fresh mau disusun ceritanya dengan foto-fotonya, walau foto-fotonya ala kadarnya, karena beberapa pakai hape, pemotretan sesempatnya...
Senin, 08 April 2013
Melepaskan diri dari ikatan gaib
Kasus eyang subur mengingatkan aku akan kejadian yang menimpaku. Waktu tahun 2003, aku dalam kondisi depresi. Kenapa... ada sesuatu, tapi gak usah ditulis di sini ya. Aku memutuskan untuk pindah pergi ke luar kota, tanpa seizin orang tuaku.
Mirip kayak kasus pertikaian eyang subur yang sekarang lagi rame itu, ada seseorang yang mengaku mau menyembuhkan depresiku. Dia bilang mau menunjukkan jalan ke surga, kalo aku mau nurut sama dia. Waktu itu dia banyak nyebut istilah-istilah yang aku gak paham, sekarang udah mulai ngerti dari guru yang bener, dosen-dosen yang mengisi pengajian bapak-bapak di tempatku.
Kalo lagi blank, bingung, mencari pegangan, memang saat-saat yang berat. Walau bicaranya tinggi sepertinya paham dengan kitab-kitab tanpa membaca. Tadinya aku gak tau model gaib-gaib gitu. Tapi mendengar kasus eyang subur yang mengatakan eyang gaib di dalam dirinya minta menikah terus, aku jadi ingat alasan aku balik lagi ke Jogja. Aku pindah karena aku jadi saksi orang yang mau mengajariku tubuhnya seperti dilempar ke tembok, dan itu terjadi semalaman.
Semenjak pindah ke Jogja 2009, aku banyak mendapat gambaran-gambaran aneh, tapi semua aku abaikan karena aku lebih suka hidup di dunia nyata. Biasanya kalo muncul gambaran aneh, aku keluar rumah naik sepeda yang jauh sambil berdzikir. Walau gambaran itu muncul seperti manusia yang alim dan memberi wejangan-wejangan. Aku lebih suka membaca Al Qur'an.
Bagi orang-orang tertentu memang lebih suka untuk mendengarkan dan menuruti bisikan gaib. Aku berusaha semampuku untuk menghindar dari itu semua lebih baik membaca di kitab yang nyata, menelaah dengan yang lebih paham. Setauku, bila kita membiarkan terikat dengan gaib, sulit untuk lepas. Dalam kasusku, untuk lepas dari ikatan gaib butuh waktu berminggu-minggu, gemeteran, gak punya suami lagi yang nemenin aku, aku bener-bener sendirian. Ada bantuan, tapi sulit dijelaskan, bantuan doa sangat banyak dan sangat bermanfaat, tapi tetap diri sendiri yang mesti berusaha keras untuk berubah.
Sepintas saja, mendengar penjelasan murid eyang subur yang mengatakan ada eyang gaib di tubuhnya, aku sudah tau eyang subur sudah dipengaruhi gaib. Gak peduli dia kaya, mudah untuk memperistri wanita cantik sampai istrinya berderet-deret, tapi itu adalah jalan yang tersesat. Memang aneh, banyak manusia memilih jalan sesat untuk memuaskan hawa nafsunya, sebetulnya tidak aneh sih, memang begitulah ditulis di Al Qur'an, godaan setan ada di mana-mana. Sepertinya menyenangkan, punya uang banyak mengalir tak henti-henti, tapi itu hartanya panas, dan akan menyeret ke neraka lebih dalam. Sekarang gak peduli, yang penting kaya, menyesalnya nanti, saat menjelang kematian akan nampak jelas, ketemu malaikat pencabut nyawa dalam keadaan baik atau mengerikan.
Semoga kita bisa menghindari jalan tersesat, memilih jalan lurus yang diridhoi Allah...
Mirip kayak kasus pertikaian eyang subur yang sekarang lagi rame itu, ada seseorang yang mengaku mau menyembuhkan depresiku. Dia bilang mau menunjukkan jalan ke surga, kalo aku mau nurut sama dia. Waktu itu dia banyak nyebut istilah-istilah yang aku gak paham, sekarang udah mulai ngerti dari guru yang bener, dosen-dosen yang mengisi pengajian bapak-bapak di tempatku.
Kalo lagi blank, bingung, mencari pegangan, memang saat-saat yang berat. Walau bicaranya tinggi sepertinya paham dengan kitab-kitab tanpa membaca. Tadinya aku gak tau model gaib-gaib gitu. Tapi mendengar kasus eyang subur yang mengatakan eyang gaib di dalam dirinya minta menikah terus, aku jadi ingat alasan aku balik lagi ke Jogja. Aku pindah karena aku jadi saksi orang yang mau mengajariku tubuhnya seperti dilempar ke tembok, dan itu terjadi semalaman.
Semenjak pindah ke Jogja 2009, aku banyak mendapat gambaran-gambaran aneh, tapi semua aku abaikan karena aku lebih suka hidup di dunia nyata. Biasanya kalo muncul gambaran aneh, aku keluar rumah naik sepeda yang jauh sambil berdzikir. Walau gambaran itu muncul seperti manusia yang alim dan memberi wejangan-wejangan. Aku lebih suka membaca Al Qur'an.
Bagi orang-orang tertentu memang lebih suka untuk mendengarkan dan menuruti bisikan gaib. Aku berusaha semampuku untuk menghindar dari itu semua lebih baik membaca di kitab yang nyata, menelaah dengan yang lebih paham. Setauku, bila kita membiarkan terikat dengan gaib, sulit untuk lepas. Dalam kasusku, untuk lepas dari ikatan gaib butuh waktu berminggu-minggu, gemeteran, gak punya suami lagi yang nemenin aku, aku bener-bener sendirian. Ada bantuan, tapi sulit dijelaskan, bantuan doa sangat banyak dan sangat bermanfaat, tapi tetap diri sendiri yang mesti berusaha keras untuk berubah.
Sepintas saja, mendengar penjelasan murid eyang subur yang mengatakan ada eyang gaib di tubuhnya, aku sudah tau eyang subur sudah dipengaruhi gaib. Gak peduli dia kaya, mudah untuk memperistri wanita cantik sampai istrinya berderet-deret, tapi itu adalah jalan yang tersesat. Memang aneh, banyak manusia memilih jalan sesat untuk memuaskan hawa nafsunya, sebetulnya tidak aneh sih, memang begitulah ditulis di Al Qur'an, godaan setan ada di mana-mana. Sepertinya menyenangkan, punya uang banyak mengalir tak henti-henti, tapi itu hartanya panas, dan akan menyeret ke neraka lebih dalam. Sekarang gak peduli, yang penting kaya, menyesalnya nanti, saat menjelang kematian akan nampak jelas, ketemu malaikat pencabut nyawa dalam keadaan baik atau mengerikan.
Semoga kita bisa menghindari jalan tersesat, memilih jalan lurus yang diridhoi Allah...
Langganan:
Komentar (Atom)

