Kemarin ada pengajian kelompok Haji tahun 2004 yang kebetulan kakakku jadi tuan rumah. Ada ide kelompok ini menabung untuk bersama-sama berangkat umroh di bulan Ramadhan tahun 2015. Waaah, pengen bangetz ikut, aku juga mau nabung juga ah.
Dulu tahun 2004 aku sudah hampir berangkat haji, ikut manasik segala, ditemenin kakakku. Karena kebandelanku, aku malah kabur ke Bogor. Pencarian jati diri. Sekarang aku balik ke Jogja lagi, dan mencoba memperbaiki semua kesalahanku, banyak mengucapkan istighfar.
Emang aku bandel banget. Balik ke Jogja Juni 2009 malah awalnya sibuk makan-makan ngumpul dengan teman-teman lama di alumni trus dilanjutin karaokean sampe malem. Banyak fotonya di Facebook, sampe malu aku upload di sini... yah, sekarang aku gak nikmatin pulang malem lagi.
Kadang mikir, apa iya hidup hura-hura itu menyenangkan. Hmmmm... sulit ya ngomongnya, dulu aku ikutan juga sih. Dan kalo udah nyemplung begitu, semuanya jadi dihalalkan. Minum minuman keras halal. Bikin affair dengan yang bukan pasangan sahnya juga halal. Gak ada ucapan-ucapan istighfar, tasbih, tahmid, tahlil dan seterusnya di sana. Dan lucunya, para pelaku hura-hura ini menganggap orang alim itu rugi, tidak menikmati hidup katanya. Eeeeeh... belum tau aja ya, di akhirat orang alim itu dimuliakan oleh Allah, yang di dunia suka hura-hura dilaknat oleh Allah.
Oh ya, ada juga yang suka melakukan hura-hura juga, ibadah dan pengajian juga. Nah... gimana tuh. Katanya mesti menyeimbangkan dunia dan akhirat. Menurutku sih, tergantung dari hura-huranya sejauh apa. Niatnya apa. Hanya saja seimbang dunia akhirat versi, shalat yes, dugem yes, atau istilahnya STMJ shalat terus maksiat jalan malah ibarat shalat dengan hati yang kotor. Apa ibadah dan shalatnya diterima Allah, wallahu a'lam. Semoga Allah menunjukkan jalan yang benar bagi mereka yang STMJ.
Oke... diniati menabung untuk umroh tahun 2015, dan Insya Allah berangkat haji tahun 2019. Cerita mendaftarkan haji ada di link ini Mendaftarkan haji reguler 2011 berangkat 2019 . Semoga masih diberi umur oleh Allah untuk berangkat ke sana. Pengennya sih ada rejeki tambahan biar bisa berangkat cepet ikutan yang plus... hehehe #ngarep. Tapi semua disyukuri sajalah, apa yang aku miliki semuanya adalah anugerah dari Allah yang tidak terhingga. Hidup di dunia bagai sekedipan mata saja. Bayangkan, rasanya baru kemarin pindah ke Jogja taun 2009, sekarang sudah 2011. Apalagi ada warning (sekedar dugaan, jangan percaya begitu saja) akan ada kiamat kecil di akhir tahun 2012. Yang sudah punya pacar segera nikah sana....
#initulisankokbelokkemana-mana #iiiiiih
Senin, 31 Oktober 2011
Sabtu, 29 Oktober 2011
Mengatasi trauma
Bicara trauma, dari pengalamanku sendiri adalah trauma jalan-jalan di mall... kalo inget lucu banget. Waktu itu aku sempet jalan dengan cowok jomblo, setua ini dimana temen lain rata-rata anaknya udah duduk di bangkuu SMP, dia gak mau nyamperin aku, janjian ketemu dimana gitu. Trus makan di suatu rumah makan ngobrolnya lamaaaa banget. Kursi lain udah ganti orang beberapa kali kita masih duduk, nambah minum.
Beberapa kali pertemuan yang kekanak-kanakan, sama sekali tidak dewasa berakhir dengan perpisahan tidak dewasa juga. Orangnya ngilang, gak mau dikontak blas. Akhirnya aku dengar dari orang lain, bahwa dia merasa terteror oleh aku... #hah.
Waktu itu aku trauma ke Galeria Jogja, trauma ke Ambarrukmo Plaza. Aku nyobain ke sana sendirian dengan gamang. Aku melihat ke sekitar dengan hampa, pandangan buyar. Waktu di Galeria aku tidak tahan untuk melihat Wendy's memilih memutar jauh dari pintu masuk, soalnya ada kursi yang dulu kita duduki berdua dan tiap kali kulihat kursi itu dadaku serasa ditusuk-tusuk, kepalaku berputar, ingin pingsan. Dada rasanya sesak dan menyakitkan, air mata berkaca-kaca, dan sampai duduk di air mancur menutup mukaku dengan tangan. Kalo di Ambarrukmo Plaza seakan melihat dia dimana-mana sedang berjalan mendatangiku. Sambil berdzikir aku mencoba mengatasi traumaku berjalan-jalan di pertokoan besar di Jogja ini.
Sekarang sih sudah cuek banget. Ngeliat bangku dipojokan Wendy's nyantai saja. Ke Ambarrukmo Plaza juga lingkungannya sudah bersahabat denganku. Aku belajar relaksasi, sambil mendengarkan gelombang alpha (sisipan dari buku Quantum Ikhlas karanga Erbe Sentanu) membayangkan bersimpuh di pelataran Ka'bah. Kuserahkan jiwaku pada Allah. Konon petunjuknya adalah aku mesti membayangkan kejadian yang aku harapkan terjadi sedetil-detilnya, bersyukur secara mendalam lalu menyerahkan semua pada Allah.
Temenku yang bijak tempat aku berkonsultasi, mengatakan padaku bahwa di dunia ini juga ada neraka dan surga. Surga adalah tempat orang yang merasa hidup, berjiwa besar, mampu mentertawai hal buruk yang menimpa dirinya. Sedangkan neraka adalah tempat orang yang memelihara sisi gelap dalam hidupnya. Punya trauma akan sesuatu tapi memilih menghindar untuk mengatasinya. Salah satu cara adalah dengan hipnoterapi, tapi relaksasi dengan mendengar gelombang alpha adalah cara untuk menghipnoterapi diri sendiri. Ustad Abu Sangkan sendiri pernah bercerita ada testimoni seorang penderita psychophrenia yang Subhanallah sembuh dengan rutin shalat khusuk. Ustad Abu Sangkan menjelaskan bahwa menangis saat shalat bukanlan tangisan sedih, tapi tangisan keharuan.
Aku juga sempat trauma untuk ke Bogor, terakhir menjelang puasa bulan ini aku diantar oleh kakakku sulung datang ke Bogor. Orang yang pernah mengirimi aku SMS dengan kata-kata teror. Aku gak berani ke sana sebetulnya, trauma banget, tapi memaksakan diri ke sana soalnya mesti ada yang diurus. Aku hanya di luar rumah, kulihat kakakku ngobrol dengannya, dia pake kain sarung, seakan akan sudah berubah, padahal belum pernah aku mendapatkan ucapan penyesalan dan permintaan maafnya. Gak nyadar apa ya kalo aku trauma dengannya gara-gara semua kelakuannya yang menurutku menyakitkan hatiku dan keluargaku. Atau dia sama sekali gak menyadari perbuatan menyakiti hati itu dosa jadi enteng saja melakukan semuanya.
Kata orang kita mesti berprasangka baik pada orang, tapi gimana dong, orang ini sama sekali tidak pernah menunjukkan penyesalan. Aku belum sanggup berhadapan langsung dengannya, aku hanya bisa mendoakan semoga Allah menunjukkan jalan yang benar padanya dan seluruh keluarga besarnya. Eeeeehhh... ternyata aku masih punya trauma juga, hahaha... Tapi sejauh ini aku merasa bahagia sekali, belum pernah bahagia seperti ini di kehidupanku. Karena aku sedang belajar agar bisa masuk ke surga, dan bisa membayangkan betapa indahnya surga itu. Wanita sholehah dapat pria sholeh, tidak ada yang jomblo. Saling menyayangi, saling menghargai, bicara hanya yang baik-baik saja, selalu menebarkan salam kasih sayang. Hanya membayangkan suami yang penuh cinta di surga saja aku sudah merasa jatuh cinta. Soal apakah di dunia dapat pasangan lagi, kuserahkan sepenuhnya pada Allah, paling tidak aku tau ternyata masih ada cinta di akhirat...
Beberapa kali pertemuan yang kekanak-kanakan, sama sekali tidak dewasa berakhir dengan perpisahan tidak dewasa juga. Orangnya ngilang, gak mau dikontak blas. Akhirnya aku dengar dari orang lain, bahwa dia merasa terteror oleh aku... #hah.
Waktu itu aku trauma ke Galeria Jogja, trauma ke Ambarrukmo Plaza. Aku nyobain ke sana sendirian dengan gamang. Aku melihat ke sekitar dengan hampa, pandangan buyar. Waktu di Galeria aku tidak tahan untuk melihat Wendy's memilih memutar jauh dari pintu masuk, soalnya ada kursi yang dulu kita duduki berdua dan tiap kali kulihat kursi itu dadaku serasa ditusuk-tusuk, kepalaku berputar, ingin pingsan. Dada rasanya sesak dan menyakitkan, air mata berkaca-kaca, dan sampai duduk di air mancur menutup mukaku dengan tangan. Kalo di Ambarrukmo Plaza seakan melihat dia dimana-mana sedang berjalan mendatangiku. Sambil berdzikir aku mencoba mengatasi traumaku berjalan-jalan di pertokoan besar di Jogja ini.
Sekarang sih sudah cuek banget. Ngeliat bangku dipojokan Wendy's nyantai saja. Ke Ambarrukmo Plaza juga lingkungannya sudah bersahabat denganku. Aku belajar relaksasi, sambil mendengarkan gelombang alpha (sisipan dari buku Quantum Ikhlas karanga Erbe Sentanu) membayangkan bersimpuh di pelataran Ka'bah. Kuserahkan jiwaku pada Allah. Konon petunjuknya adalah aku mesti membayangkan kejadian yang aku harapkan terjadi sedetil-detilnya, bersyukur secara mendalam lalu menyerahkan semua pada Allah.
Temenku yang bijak tempat aku berkonsultasi, mengatakan padaku bahwa di dunia ini juga ada neraka dan surga. Surga adalah tempat orang yang merasa hidup, berjiwa besar, mampu mentertawai hal buruk yang menimpa dirinya. Sedangkan neraka adalah tempat orang yang memelihara sisi gelap dalam hidupnya. Punya trauma akan sesuatu tapi memilih menghindar untuk mengatasinya. Salah satu cara adalah dengan hipnoterapi, tapi relaksasi dengan mendengar gelombang alpha adalah cara untuk menghipnoterapi diri sendiri. Ustad Abu Sangkan sendiri pernah bercerita ada testimoni seorang penderita psychophrenia yang Subhanallah sembuh dengan rutin shalat khusuk. Ustad Abu Sangkan menjelaskan bahwa menangis saat shalat bukanlan tangisan sedih, tapi tangisan keharuan.
Aku juga sempat trauma untuk ke Bogor, terakhir menjelang puasa bulan ini aku diantar oleh kakakku sulung datang ke Bogor. Orang yang pernah mengirimi aku SMS dengan kata-kata teror. Aku gak berani ke sana sebetulnya, trauma banget, tapi memaksakan diri ke sana soalnya mesti ada yang diurus. Aku hanya di luar rumah, kulihat kakakku ngobrol dengannya, dia pake kain sarung, seakan akan sudah berubah, padahal belum pernah aku mendapatkan ucapan penyesalan dan permintaan maafnya. Gak nyadar apa ya kalo aku trauma dengannya gara-gara semua kelakuannya yang menurutku menyakitkan hatiku dan keluargaku. Atau dia sama sekali gak menyadari perbuatan menyakiti hati itu dosa jadi enteng saja melakukan semuanya.
Kata orang kita mesti berprasangka baik pada orang, tapi gimana dong, orang ini sama sekali tidak pernah menunjukkan penyesalan. Aku belum sanggup berhadapan langsung dengannya, aku hanya bisa mendoakan semoga Allah menunjukkan jalan yang benar padanya dan seluruh keluarga besarnya. Eeeeehhh... ternyata aku masih punya trauma juga, hahaha... Tapi sejauh ini aku merasa bahagia sekali, belum pernah bahagia seperti ini di kehidupanku. Karena aku sedang belajar agar bisa masuk ke surga, dan bisa membayangkan betapa indahnya surga itu. Wanita sholehah dapat pria sholeh, tidak ada yang jomblo. Saling menyayangi, saling menghargai, bicara hanya yang baik-baik saja, selalu menebarkan salam kasih sayang. Hanya membayangkan suami yang penuh cinta di surga saja aku sudah merasa jatuh cinta. Soal apakah di dunia dapat pasangan lagi, kuserahkan sepenuhnya pada Allah, paling tidak aku tau ternyata masih ada cinta di akhirat...
Jumat, 28 Oktober 2011
Memahami cara belajar Islam
Cuplikan dari tulisan Memahami cara belajar : pengantar, harian Republika Jum'at 28 Oktober 2011 halaman 8
Hal-hal yang perlu dilakukan seorang murid dalam perspektif tasawuf, antara lain, keyakinan penuh terhadap mursyid/syekh/kiai bahwa yang bersangkutan memiliki kemampuan untuk mengubah jalan hidupnya yang lebih dekat pada Allah SWT. Murid atau di dalam tradisi pesantren lebih kental disebut santri, memiliki respek sangat besar kepada kiainya karena kiai adalah pintu berkah dan pintu ilmu pengetahuan. Ini tidak bisa diartikan sakralisasi kiai di pondok pesantren tradisional, karena hal tersebut merupakan sugesti bagi sang murid/santri ntuk memperoleh suasana batin/mood yang kondusif untuk mengakses pengetahuan agung ('irfan).
'Irfan adalah pengetahuan yang supernatural (tapi bukan magic) yang dimiliki seseorang yang telah mencapai maqam tingkat khusus. 'Irfan biasa juga disebut dengan ilmu marifah, ilmu mukasyafah atau ilmu ladunni. Tergantung madzhab sufi atau tarekat mana yang menjadi ikutan seseorang. Namun, yang jelas ialah ada ilmu-ilmu khusus di atas ilmu-ilmu biasa, yang memiliki kualitas hati yang jernih dan bersih. Jiwa dan pikiran yang berlumuran dosa sulit dibayangkan dapat mengakses ilmu pengetahuan ini karena bagi mereka al-'ilm nur wa nu Allah la yuhda li 'ashi (ilmu laksana cahaya dan cahaya Tuhan tidak akan masuk dalam lubuk hati yang kotor).
Kebersihan jiwa, keluhuran pemikiran, kelembutan perilaku, kekuatan iman, dan keagungan niat menjadi prasyarat bagi mereka yang ingin mendapatkan ilmu-ilmu agung tersebut. Peran mursyid, syekh, atau kiai sangat penting untuk dalam hal ini untuk membantu meluruskan jalan pikiran, menyucikan batin, melembutkan perilaku, dan membantu melicinkan jalan menuju Tuhan. Syekh atau mursyid berperan besar untuk memberikan sugesti dan legitimasi psikologis terhadap santri atau murid. Kiai di depan santrinya mampu meyakinkan mereka bahwa keselamatan dan kesejahteraan hidup bergantung pada jalan-jalan spiritual yang sedang ditempuh. Para syekh atau kiai mampu meyakinkan santri untuk meyakini ajaran Alquran dan hadis melampaui ajakan hedonistik di sekitar keluarga santri.
Hal-hal yang perlu dilakukan seorang murid dalam perspektif tasawuf, antara lain, keyakinan penuh terhadap mursyid/syekh/kiai bahwa yang bersangkutan memiliki kemampuan untuk mengubah jalan hidupnya yang lebih dekat pada Allah SWT. Murid atau di dalam tradisi pesantren lebih kental disebut santri, memiliki respek sangat besar kepada kiainya karena kiai adalah pintu berkah dan pintu ilmu pengetahuan. Ini tidak bisa diartikan sakralisasi kiai di pondok pesantren tradisional, karena hal tersebut merupakan sugesti bagi sang murid/santri ntuk memperoleh suasana batin/mood yang kondusif untuk mengakses pengetahuan agung ('irfan).
'Irfan adalah pengetahuan yang supernatural (tapi bukan magic) yang dimiliki seseorang yang telah mencapai maqam tingkat khusus. 'Irfan biasa juga disebut dengan ilmu marifah, ilmu mukasyafah atau ilmu ladunni. Tergantung madzhab sufi atau tarekat mana yang menjadi ikutan seseorang. Namun, yang jelas ialah ada ilmu-ilmu khusus di atas ilmu-ilmu biasa, yang memiliki kualitas hati yang jernih dan bersih. Jiwa dan pikiran yang berlumuran dosa sulit dibayangkan dapat mengakses ilmu pengetahuan ini karena bagi mereka al-'ilm nur wa nu Allah la yuhda li 'ashi (ilmu laksana cahaya dan cahaya Tuhan tidak akan masuk dalam lubuk hati yang kotor).
Kebersihan jiwa, keluhuran pemikiran, kelembutan perilaku, kekuatan iman, dan keagungan niat menjadi prasyarat bagi mereka yang ingin mendapatkan ilmu-ilmu agung tersebut. Peran mursyid, syekh, atau kiai sangat penting untuk dalam hal ini untuk membantu meluruskan jalan pikiran, menyucikan batin, melembutkan perilaku, dan membantu melicinkan jalan menuju Tuhan. Syekh atau mursyid berperan besar untuk memberikan sugesti dan legitimasi psikologis terhadap santri atau murid. Kiai di depan santrinya mampu meyakinkan mereka bahwa keselamatan dan kesejahteraan hidup bergantung pada jalan-jalan spiritual yang sedang ditempuh. Para syekh atau kiai mampu meyakinkan santri untuk meyakini ajaran Alquran dan hadis melampaui ajakan hedonistik di sekitar keluarga santri.
Kamis, 27 Oktober 2011
Bila amar ma'ruf nahi munkar gunakan hati
Orang-orang yang suka menghujat Islam, biasanya menyatakan bahwa Islam adalah agama yang penuh dengan kekerasan. Perang dimana-mana, kelompok santri yang berkeliaran membawa pentungan saat bulan puasa merazia hiburan malam yang masih buka.
Sebetulnya semua itu hanyalah salah kaprah saja. Bukankan Islam mengajarkan agar JANGAN MARAH saat puasa. Malahan ada semacam kalimat untuk menakut-nakuti orang marah saat puasa "kalo marah ntar puasanya batal". Sebetulnya sih, orang puasa kalo marah puasanya gak batal, cuman rugi dari segi tujuan puasa. Sudah pake lemes, nahan gak makan gak minum, merasakan haus dan lapar, gara-gara marah dosanya tidak dihapuskan dan tidak mendapat pahala. Kemungkinan besar orang yang suka marah-marah saat puasa di hari Idul Fitri tidak akan terlahir kembali suci tanpa dosa. Jadi orang yang marah saat puasa tetap mempunyai banyak dosa di hari Idul Fitri, sedangkan banyak orang beriman yang terhapuskan dosanya.
Amar ma'ruf nahi munkar adalah menyebarkan kebaikan dan melawan kejahatan. Dibutuhkan kelembutan untuk menyebarkan kebaikan, misalnya dengan menyayangi anak yatim, membantu fakir miskin yang diprioritaskan mau berjuang untuk bekerja.
Sedangkan melawan kejahatan, sebetulnya Islam mengajarkan untuk dengan musyawarah. Kadang memang rasanya gemaaaas banget kalo kita ada masalah dengan orang lain, dan gak ngerti-ngerti. Kalo jaman sekarang (lagi, lagi) penggalauan massal para jomblo di malam minggu. Akhir-akhir ini kata GALAU jadi komoditi di twitter, di acara TRANSTV suruh nyari kalimat paling lebay dengan galau. Trus nanti bareng-bareng cekikikan dengan kata lebay galau itu. Kayaknya di acara THE HITS roknya kurang bahan semua ya. Cewek-ceweknya pake rok mini, dan sibuk cari bantal buat nutupin kalo duduk. Begitulah, kalo mencari kepopuleran di dunia, ingin dibilang cantiklah, seksilah, padahal kalo mau menahan diri jadi wanita sholehah di dunia ini, saat di akhirat akan menjadi wanita cantik lebih cantik dari bidadari surga malah.
Melawan kejahatan memang tidak mudah. Memangnya bisa membuat penyanyi dan artis di pake baju yang sopan alias cukup bahannya lebih banyak bagian tubuhnya ketutup dibanding yang kebuka. Bisanya hanya di bulan puasa saja. Nanti saat bulan non Ramadhan, paha dan dada bertebaran dimana-mana lagi. Kesimpulan, semua sudah tau yang baik menurut ajaran Islam gimana, tapi gak peduli, menganggap ajaran Islam itu gak penting.
Mengingatkan tentang kebaikan, memang seharusnya sesuai kemampuan dan profesi. Yang tukang sapu jalanan ingatkan jangan membuang sampah sembarangan misalnya. Karena Allah tidak memandang ibadah dari kuantitasnya tapi lebih dilihat kualitas keikhlasannya dan caranya sesuai ajaran Islam yang tidak memaksa dan saling hargai.
Semoga sebagai orang mukmin kita semua bisa menjalankan amar ma'ruf nahi munkar sebaik-baiknya sesuai ajaran Islam yang benar...
Sebetulnya semua itu hanyalah salah kaprah saja. Bukankan Islam mengajarkan agar JANGAN MARAH saat puasa. Malahan ada semacam kalimat untuk menakut-nakuti orang marah saat puasa "kalo marah ntar puasanya batal". Sebetulnya sih, orang puasa kalo marah puasanya gak batal, cuman rugi dari segi tujuan puasa. Sudah pake lemes, nahan gak makan gak minum, merasakan haus dan lapar, gara-gara marah dosanya tidak dihapuskan dan tidak mendapat pahala. Kemungkinan besar orang yang suka marah-marah saat puasa di hari Idul Fitri tidak akan terlahir kembali suci tanpa dosa. Jadi orang yang marah saat puasa tetap mempunyai banyak dosa di hari Idul Fitri, sedangkan banyak orang beriman yang terhapuskan dosanya.
Amar ma'ruf nahi munkar adalah menyebarkan kebaikan dan melawan kejahatan. Dibutuhkan kelembutan untuk menyebarkan kebaikan, misalnya dengan menyayangi anak yatim, membantu fakir miskin yang diprioritaskan mau berjuang untuk bekerja.
Sedangkan melawan kejahatan, sebetulnya Islam mengajarkan untuk dengan musyawarah. Kadang memang rasanya gemaaaas banget kalo kita ada masalah dengan orang lain, dan gak ngerti-ngerti. Kalo jaman sekarang (lagi, lagi) penggalauan massal para jomblo di malam minggu. Akhir-akhir ini kata GALAU jadi komoditi di twitter, di acara TRANSTV suruh nyari kalimat paling lebay dengan galau. Trus nanti bareng-bareng cekikikan dengan kata lebay galau itu. Kayaknya di acara THE HITS roknya kurang bahan semua ya. Cewek-ceweknya pake rok mini, dan sibuk cari bantal buat nutupin kalo duduk. Begitulah, kalo mencari kepopuleran di dunia, ingin dibilang cantiklah, seksilah, padahal kalo mau menahan diri jadi wanita sholehah di dunia ini, saat di akhirat akan menjadi wanita cantik lebih cantik dari bidadari surga malah.
Melawan kejahatan memang tidak mudah. Memangnya bisa membuat penyanyi dan artis di pake baju yang sopan alias cukup bahannya lebih banyak bagian tubuhnya ketutup dibanding yang kebuka. Bisanya hanya di bulan puasa saja. Nanti saat bulan non Ramadhan, paha dan dada bertebaran dimana-mana lagi. Kesimpulan, semua sudah tau yang baik menurut ajaran Islam gimana, tapi gak peduli, menganggap ajaran Islam itu gak penting.
Mengingatkan tentang kebaikan, memang seharusnya sesuai kemampuan dan profesi. Yang tukang sapu jalanan ingatkan jangan membuang sampah sembarangan misalnya. Karena Allah tidak memandang ibadah dari kuantitasnya tapi lebih dilihat kualitas keikhlasannya dan caranya sesuai ajaran Islam yang tidak memaksa dan saling hargai.
Semoga sebagai orang mukmin kita semua bisa menjalankan amar ma'ruf nahi munkar sebaik-baiknya sesuai ajaran Islam yang benar...
Selamat hari blogger #tetapbertahanwalaudikritikdimusuhinjuga
Tulisan di sini memang seperti kejadiannya banyak sentilan untuk diriku. Misalnya, ada teguran, halo, jangan menulis amarah di blogmu, oke aku hapus postingan tentang amarah. Kali ini adalah tentang kritikan. Aku belajar untuk menerima kritikan. Ada yang ekstrim ngatain aku munafik segala, dia bikin blog sendiri khusus buatku.
Tapi tidak semua orang mau menerima kritikan. Malah kadang yang tersinggung temannya. Mirip gang itulah, hanya karena masalah sepele, gontok-gontokan dengan apa yang disebut toleransi. Ada blogger suka menulis pedas tentang orang terkenal, tapi begitu dikritik ngambeg. Langsung menulis, harusnya orang mesti intropeksi pada dirinya sendiri. Di sisi lain juga ada kalimat indahnya tentang pertemanan "pertemanan adalah bila teman ini mau meluruskan, bukan membiarkan tersesat". Kira-kira begitulah. Atau pendapat lain tentang kritikan uruslah dirimu sendiri, yang penting aku tidak merepotkan orang lain.
Kebijaksanaan kadang datang karena batu sandungan. Dan manusia mesti mau intropeksi demi kebaikan dirinya sendiri. Seorang mukmin malah harusnya selalu mencari nasehat kemana-mana, tidak akan pernah kenyang dengan nasehat. Menyamarkan ceritapun ternyata tidak mudah. Ada yang ngerasa ditohok dan langsung bereaksi.
Ada temenku kuliah komentar tentang aku dimusuhi oleh orang yang aku kritik "hanya orang yang hatinya damai sanggup dikritik". Dia bekerja di lingkaran dalam Mario Teguh, jadi aku langsung komentar "salam super". Aku tetap pada komitmenku untuk menulis hikmah, biarpun yang memusuhiku pemimpin gang di blogger sekalipun. Tapi aku berusaha mesti lebih bijaksana lagi tentang menggambarkan ceritanya.
Dan aku yakin semua yang terjadi padaku adalah demi kebaikanku dari Allah, tetap berprasangka baik atau husnudzon. Dimusuhi tetap bisa menemukan kedamaian, karena hidupku bukan mencari keridhoan orang lain tapi mencari keridhoan Allah...
Tapi tidak semua orang mau menerima kritikan. Malah kadang yang tersinggung temannya. Mirip gang itulah, hanya karena masalah sepele, gontok-gontokan dengan apa yang disebut toleransi. Ada blogger suka menulis pedas tentang orang terkenal, tapi begitu dikritik ngambeg. Langsung menulis, harusnya orang mesti intropeksi pada dirinya sendiri. Di sisi lain juga ada kalimat indahnya tentang pertemanan "pertemanan adalah bila teman ini mau meluruskan, bukan membiarkan tersesat". Kira-kira begitulah. Atau pendapat lain tentang kritikan uruslah dirimu sendiri, yang penting aku tidak merepotkan orang lain.
Kebijaksanaan kadang datang karena batu sandungan. Dan manusia mesti mau intropeksi demi kebaikan dirinya sendiri. Seorang mukmin malah harusnya selalu mencari nasehat kemana-mana, tidak akan pernah kenyang dengan nasehat. Menyamarkan ceritapun ternyata tidak mudah. Ada yang ngerasa ditohok dan langsung bereaksi.
Ada temenku kuliah komentar tentang aku dimusuhi oleh orang yang aku kritik "hanya orang yang hatinya damai sanggup dikritik". Dia bekerja di lingkaran dalam Mario Teguh, jadi aku langsung komentar "salam super". Aku tetap pada komitmenku untuk menulis hikmah, biarpun yang memusuhiku pemimpin gang di blogger sekalipun. Tapi aku berusaha mesti lebih bijaksana lagi tentang menggambarkan ceritanya.
Dan aku yakin semua yang terjadi padaku adalah demi kebaikanku dari Allah, tetap berprasangka baik atau husnudzon. Dimusuhi tetap bisa menemukan kedamaian, karena hidupku bukan mencari keridhoan orang lain tapi mencari keridhoan Allah...
Rabu, 26 Oktober 2011
Berapa persen untuk mengamalkan ajaran Islam
Ada orang berpendapat bahwa antara dunia dan akhirat itu mesti seimbang, jadi 50 persen dunia dan 50 persen akhirat. Tapi aku pernah baca tweet sobatku yang setauku sedang memantapkan keIslamannya "Akhirat 50 persen dunia 50 persen dikurangi jadi 80 akhirat 20 persen dunia"
Terjemahan orang-orang dari firman Allah yang ini juga berbeda-beda
Allah berfirman
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Al Qashasah : 77)
Seorang teman menterjemahkan itu dengan kita boleh berpesta pora, dan sekali-kali menyumbang untuk fakir miskin. Tapi aku pernah mendengarkan pendapat seorang tafsir Al Qur'an yang menyatakan agar seluruh perbuatan kita, napas kita adalah untuk ibadah. Saat makan, saat minum, menyayangi pasangan yang sudah sah secara agama, semuanya adalah ibadah.
Aku sendiri mengamalkan hal seperti itu masih berusaha. Oleh karena itu aku selalu belajar. Belajar tentang Islam, merasa selalu haus. 24 jam saja rasanya masih kurang. Dengan semua keterbatasanku, aku belajar semampuku, karena Allah memberi ridho pada siapapun yang menyerahkan shalatnya, hidupnya, matinya pada Allah.
Allah berfirman
Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al An'am : 162)
Apakah boleh kita berpesta pora dengan makanan enak-enak, tentunya semuanya sesuai kemampuan, lingkungan, posisi jabatan dan seterusnya. Tidak ada larangan untuk menikmati makanan enak, hanya saja menurutku asal sesuai porsinya. Tapi Allah akan memberi imbalan khusus spesial bagi hambaNya yang mau berpuasa. Puasa juga saran paling ampuh bagi laki-laki jomblo yang sering melakukan penggalauan massal #maklumsukangetweet di malam minggu. Imbalan tidak selalu uang jatuh dari langit gitu saja loh, tapi semua dimudahkan oleh Allah. Mudah menangkis rayuan wanita cantik kayak Nabi Yusuf 'alaihi sallam, atau mendapat rejeki yang barokah halal dan memuaskan.
Hadits Qudsi
Disampaikan Nabi melalui penuturan Imam Ahmad:” Semua amal ibadah anak cucu Adam adalah untuk dirinya sendiri, kecuali ibadah puasa. Sesungguhnya puasa itu untukKu dan Aku sendiri yang akan memberikan imbalannya”.
Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam bersabda
“Wahai sekalian para pemuda barang siapa diantara kalian telah mampu baah (menikah dgn berbagai macam persiapannya) hendak menikah krn menikah lbh menundukan pandangan dan lbh menjaga kehormatan. Barang siapa yg belum mampu menikah hendaklah puasa krn puasa merupakan wijaa (pemutus syahwat) baginya.” (HR. Bukhori Muslim)
Semoga setiap apa yang kita lakukan dalam hidup kita adalah untuk ibadah, dan semoga Allah selalu memberi ridho. Amin...
Terjemahan orang-orang dari firman Allah yang ini juga berbeda-beda
Allah berfirman
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Al Qashasah : 77)
Seorang teman menterjemahkan itu dengan kita boleh berpesta pora, dan sekali-kali menyumbang untuk fakir miskin. Tapi aku pernah mendengarkan pendapat seorang tafsir Al Qur'an yang menyatakan agar seluruh perbuatan kita, napas kita adalah untuk ibadah. Saat makan, saat minum, menyayangi pasangan yang sudah sah secara agama, semuanya adalah ibadah.
Aku sendiri mengamalkan hal seperti itu masih berusaha. Oleh karena itu aku selalu belajar. Belajar tentang Islam, merasa selalu haus. 24 jam saja rasanya masih kurang. Dengan semua keterbatasanku, aku belajar semampuku, karena Allah memberi ridho pada siapapun yang menyerahkan shalatnya, hidupnya, matinya pada Allah.
Allah berfirman
Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al An'am : 162)
Apakah boleh kita berpesta pora dengan makanan enak-enak, tentunya semuanya sesuai kemampuan, lingkungan, posisi jabatan dan seterusnya. Tidak ada larangan untuk menikmati makanan enak, hanya saja menurutku asal sesuai porsinya. Tapi Allah akan memberi imbalan khusus spesial bagi hambaNya yang mau berpuasa. Puasa juga saran paling ampuh bagi laki-laki jomblo yang sering melakukan penggalauan massal #maklumsukangetweet di malam minggu. Imbalan tidak selalu uang jatuh dari langit gitu saja loh, tapi semua dimudahkan oleh Allah. Mudah menangkis rayuan wanita cantik kayak Nabi Yusuf 'alaihi sallam, atau mendapat rejeki yang barokah halal dan memuaskan.
Hadits Qudsi
Disampaikan Nabi melalui penuturan Imam Ahmad:” Semua amal ibadah anak cucu Adam adalah untuk dirinya sendiri, kecuali ibadah puasa. Sesungguhnya puasa itu untukKu dan Aku sendiri yang akan memberikan imbalannya”.
Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam bersabda
“Wahai sekalian para pemuda barang siapa diantara kalian telah mampu baah (menikah dgn berbagai macam persiapannya) hendak menikah krn menikah lbh menundukan pandangan dan lbh menjaga kehormatan. Barang siapa yg belum mampu menikah hendaklah puasa krn puasa merupakan wijaa (pemutus syahwat) baginya.” (HR. Bukhori Muslim)
Semoga setiap apa yang kita lakukan dalam hidup kita adalah untuk ibadah, dan semoga Allah selalu memberi ridho. Amin...
Senin, 24 Oktober 2011
Hampir setahun ngeblog
Hampir setaun ini aku ngeblog. Tepatnya pertama kali aku publish tanggal 15 November 2010. Sedikit napak tilas, aku membuat blog ini karena sakit hati begitu banyak yang meremove bahkan memblokir aku di Facebook. Kata mereka aku orangnya aneh. Bahkan ada yang ngatain ngomong sama aku bikin dosa saja. Padahal sejauh ini kebanyakan di Facebook aku nulis tentang pemahaman hidup bahkan Notesnya tentang kutipan-kutipan tentang ajaran Islam. Pokoknya yang aku baca aku tulis.
Kemudian aku sadar... bahwa walau aku sudah banyak nulis tentang bersabar dan bersyukur, prakteknya aku belum benar-benar bersabar dan bersyukur. Ada banyak kejadian yang membuatku mesti berjuang, iya berjuang sampai berminggu-minggu gemetaran mengucap istighfar kebingungan dengan apa yang terjadi denganku. Kerja di tempat Ibuku sendiri membuat orang-orang sungkan denganku. Bayangkan satu jam mencoba konsentrasi mendadak aku kayak orang pingsan aja, sampe diketawain murid-murid berumur sekitar 4 tahun soalnya kata mereka aku ketiduran. Fisikku begitu lemah saat aku bekerja di beberapa bulan pertama.
Terlalu banyak keajaiban buatku tentu saja, kebingunganku begitu banyak kalimat bersliweran, maksudnya apa, aku mesti belajar memahami semuanya. Kemarahanku pada sosok kegelapan yang tidak jelas selalu mengurungku akhirnya sirna karena sebuah cahaya muncul menerangi kabut hitam di sekitarku.
Pertemuan dengan orang-orang aku anggap semua ada maknanya. Pada titik tertentu aku meyakini bahwa semua yang terjadi tidak ada yang tidak bermakna. Bahkan sehelai daun yang jatuh sekalipun. Seandainya manusia tidak serakah, maka sebetulnya dunia itu indah, alam penuh dengan makanan yang bisa kita nikmati, tidak ada yang kekurangan makanan. Bagaimana dengan nasib orang yang menderita di dunia, busung lapar misalnya, tidak bisa makan, pada akhirnya mereka akan mendapat kemudahan hidup setelah di akhirat nanti.
Sedangkan orang-orang yang berlebihan, malah serakah tidak mau menolong yang kekurangan akan mendapat kesulitan saat di akhirat nanti. Aku sangat salut dengan orang dengan materi melimpah tapi punya jiwa sosial yang tinggi. Dan kasihan dengan orang kekurangan materi tapi panjang angan-angan dan sombong.
Itulah sebagian pemahamanku setelah hampir setahun ngeblog ini dan bertemu dengan banyak sekali tipe karakter manusia. Semua hal pahit manis aku rasakan penuh dengan syukur, aku mencoba selalu mencari sisi baik dari kejadian menyakitkan sekalipun, pasti Allah bermaksud baik untukku.
Tidak ada giveaway, tidak ada perayaan, aku ingin mengorbankan hewan qurban di ulang tahun blogku ini. Tadi siang sudah kutitipkan uang hasil jerih payahku bekerja. Semoga membawa berkah. Amin...
Minggu, 23 Oktober 2011
Cape deh dengerin nasehat
Paling gak enak itu emang dengerin nasehat. Apalagi kalo nasehatnya itu histeris dan historis. Maksudnya adalah misalnya ibu dipamitin mau keluar rumah dan jawabannya kayak orang histeris "pergi lagi, pergi lagi, jadi orang kok gak betah di rumah". Trus nanti keluar segi historisnya "ingat gak dulu itu waktu kamu pergi pulang kakimu luka". Pokoknya mau keluar rumah mesti dengerin nasehat secara histeris dan historis, daftar dosa kita muncul semua. Rasanya pengen kabur gak pake pamit, tapi nanti dikatain anak durhaka dan gak bisa masuk surga #dilema...
Untuk menjadi seorang Ibu memang tidak mudah, pengennya itu anaknya aman, nurut, gak banyak tingkah, nilai bagus, dan seterusnya. Tapi dengan nasehat yang caranya kurang pas malah membuat anaknya pemberontak. Ibunya berharap anaknya kalo punya pacar yang alim, ternyata kalo cowok ngenalinnya dengan yang pake rok mini, ngerokok, dan gak fokus kalo diajak ngobrol, lebih fokus ke BB. Atau kalo cewek ngenalinnya ke cowok anak band yang pake anting dan bertato. Entahlah buat anak pemberontak, cewek pake rok mini keliatan keren, ato cowok anak band keliatannya cool. Jelek-jelek gini dulu aku juga anak band lho, betah banget nongkrong di studio musik, hehehe...
Sayang memang gak ada kursus untuk jadi anak sholehah dan Ibu yang bijaksana. Yang ada adalah kursus jadi peragawati, dan untuk Ibu adalah kursus memasak. Oleh karena itu kebijaksanaan memang mesti didapat dari pemahaman agama. Ibu yang bijak tidak hanya menyalahkan, tapi juga mengajak. Yuk shalat, mengaji, dan bersama-sama mempelajari nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Islam. Tidak hanya diserahkan begitu saja ke sekolah atau guru privat, karena orang tua adalah panutan. Peran ayah juga tidak kalah pentingnya, walau seharian capek mencari nafkah, tapi seharusnya menyempatkan diri jadi Imam bila shalat berjamaah. Bukannya pulang malah ribut soalnya istrinya langsung nyodorin masalah inilah itulah...
Nasehat bila disampaikan dengan baik Insya Allah akan didengarkan oleh anak. Tidak perlu mengungkit-ungkit kesalahan masa lalu karena itu hanya akan memperkeruh suasana. Dan perlunya sebuah pujian bila anak sudah mau memperbaiki tingkah lakunya. Pengalamanku sendiri apa ya... aku memang anak pemberontak yang gak betah di rumah. Pengalaman jadi Ibu, itulah yang sulit, memoriku bagian itu banyak yang hilang, dan tulisan ini adalah untuk aku belajar lagi bila diberi kesempatan oleh Allah untuk menjadi Ibu lagi.
Ibu yang sholehah dan bapak yang sholeh akan berusaha menasihati anak-anaknya dengan cara yang baik dan memberi contoh. Anak sholeh adalah investasi penting untuk akhirat, karena saat meninggal semua amalan akan terputus kecuali 3 hal yaitu, amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak sholeh. Semoga kita bisa selalu bijak dalam menerima dan menyampaikan nasihat agar mendapat kebaikan dari Allah dunia dan akhirat. Amin...
Mantan anak band...
Untuk menjadi seorang Ibu memang tidak mudah, pengennya itu anaknya aman, nurut, gak banyak tingkah, nilai bagus, dan seterusnya. Tapi dengan nasehat yang caranya kurang pas malah membuat anaknya pemberontak. Ibunya berharap anaknya kalo punya pacar yang alim, ternyata kalo cowok ngenalinnya dengan yang pake rok mini, ngerokok, dan gak fokus kalo diajak ngobrol, lebih fokus ke BB. Atau kalo cewek ngenalinnya ke cowok anak band yang pake anting dan bertato. Entahlah buat anak pemberontak, cewek pake rok mini keliatan keren, ato cowok anak band keliatannya cool. Jelek-jelek gini dulu aku juga anak band lho, betah banget nongkrong di studio musik, hehehe...
Sayang memang gak ada kursus untuk jadi anak sholehah dan Ibu yang bijaksana. Yang ada adalah kursus jadi peragawati, dan untuk Ibu adalah kursus memasak. Oleh karena itu kebijaksanaan memang mesti didapat dari pemahaman agama. Ibu yang bijak tidak hanya menyalahkan, tapi juga mengajak. Yuk shalat, mengaji, dan bersama-sama mempelajari nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Islam. Tidak hanya diserahkan begitu saja ke sekolah atau guru privat, karena orang tua adalah panutan. Peran ayah juga tidak kalah pentingnya, walau seharian capek mencari nafkah, tapi seharusnya menyempatkan diri jadi Imam bila shalat berjamaah. Bukannya pulang malah ribut soalnya istrinya langsung nyodorin masalah inilah itulah...
Nasehat bila disampaikan dengan baik Insya Allah akan didengarkan oleh anak. Tidak perlu mengungkit-ungkit kesalahan masa lalu karena itu hanya akan memperkeruh suasana. Dan perlunya sebuah pujian bila anak sudah mau memperbaiki tingkah lakunya. Pengalamanku sendiri apa ya... aku memang anak pemberontak yang gak betah di rumah. Pengalaman jadi Ibu, itulah yang sulit, memoriku bagian itu banyak yang hilang, dan tulisan ini adalah untuk aku belajar lagi bila diberi kesempatan oleh Allah untuk menjadi Ibu lagi.
Ibu yang sholehah dan bapak yang sholeh akan berusaha menasihati anak-anaknya dengan cara yang baik dan memberi contoh. Anak sholeh adalah investasi penting untuk akhirat, karena saat meninggal semua amalan akan terputus kecuali 3 hal yaitu, amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak sholeh. Semoga kita bisa selalu bijak dalam menerima dan menyampaikan nasihat agar mendapat kebaikan dari Allah dunia dan akhirat. Amin...
Mantan anak band...
Sabtu, 22 Oktober 2011
Hari yang seru
Pagi ini aku menemukan banyak kejutan membahagiakan di blogku dan di twitter. Kadang untuk bertemu blogger yang sepaham pemahamannya tapi mau terbuka memang perlu waktu. Kebanyakan referensiku dengan tulisan ustadz yang tentunya sibuk untuk berdiskusi. Tapi kali ini aku ketemu orang dengan tulisan tajam masalah tauhid. Ini blognya muxlimo.blogspot.com . Sampe aku obok-obok semua tulisannya, seru banget. Boleh dong kalo sekedar mengaguni cara berpikirnya seseorang sebagai teman, tidak lebih.
Ada yang menggelitik nih, masalah POLIGAMI, ini linknya Poligami menuju keesaan . Sebagai seorang wanita... hmmm... pengennya sih punya suami yang sayang betul dengan satu istri. Lagian, tiap malem minggu isinya di twitter penggalauan massal para jomblo. Tapi ada yang tega-teganya punya lebih dari satu istri. Salahnya dimana, kemana... #ayutingtingmodeon. Karena ada tipe laki-laki shaleh yang benar-benar mau mengayomi istrinya, taat ibadahnya, jujur, bertanggungjawab, yang membuat banyak wanita beriman akan sangat mengaguminya. Mau menyerahkan hidup padanya. Dipoligami gak papa, asal bisa mendapatkan sebagian dari kemampuan memberikan cinta dan ketentraman yang kamu miliki #lebay. Soalnya di dunia ini emang banyak laki-laki tapi sebagian besar cenderung mudah selingkuh, matanya jelalatan, waktu pacaran buaiknya minta ampun begitu nikah berapa lama istrinya sudah gak ada rasanya lagi (pengalaman pribadi dari omongan para pria beristri yang pembosan, dari yang bangga karena ngaku rusak sampai yang mengaku Islam militan).
Abis itu juga kenalan dengan beberapa orang dengan kemampuan lebih karena talkshow di TRANSTV pagi ini membahas tentang anak muda yang bisa menulis novel berbahasa Inggris padahal gak pernah les bahasa Inggris. Ada komentar di postingan lama, namanya Hans... halo-halo mas Hans... boleh minta kontaknya gak? Ada juga kenalan baru orang Tegal, nyambung deh twitternya. Matanya emang sipit kayak orang Cina (katanya loh), tapi mata batinnya kuat. Ini link blognya mencarikupu.wordpress.com . Ke Tegal yuk katanya,ada aku dan 1001 wartegnya #bayarintiketnyadong #hahaha...
Hari ini memang sangat membahagiakan. Punya banyak kenalan baru, banyak masukan, dan ingin sedikit cerita, kemarin aku di Gondang yang kedua kalinya, nganter anak playgrup, minggu lalu kesana nganter anak TK, untuk pertama kalinya ngelakuin flying fox ngecek apa aku takut ketinggian dan keseimbangan. Sejauh ini fine-fine aja. Bahkan kalo ada yang ngajakin aku perosotan tinggi di waterboom, yuuuk... Ternyata merosot sambil teriak-teriak di flying fox itu sangat melegakan banget yah... Sayang gak ada fotonya, hapeku low batt, camdigku lowbatt juga.
Insya Allah semua kejadian yang menyedihkan dan membahagiakan bisa diambil hikmahnya. Juga untuk kita semua. Semoga Allah memberikan kita semua kebaikan dunia dan akhirat....
Ada yang menggelitik nih, masalah POLIGAMI, ini linknya Poligami menuju keesaan . Sebagai seorang wanita... hmmm... pengennya sih punya suami yang sayang betul dengan satu istri. Lagian, tiap malem minggu isinya di twitter penggalauan massal para jomblo. Tapi ada yang tega-teganya punya lebih dari satu istri. Salahnya dimana, kemana... #ayutingtingmodeon. Karena ada tipe laki-laki shaleh yang benar-benar mau mengayomi istrinya, taat ibadahnya, jujur, bertanggungjawab, yang membuat banyak wanita beriman akan sangat mengaguminya. Mau menyerahkan hidup padanya. Dipoligami gak papa, asal bisa mendapatkan sebagian dari kemampuan memberikan cinta dan ketentraman yang kamu miliki #lebay. Soalnya di dunia ini emang banyak laki-laki tapi sebagian besar cenderung mudah selingkuh, matanya jelalatan, waktu pacaran buaiknya minta ampun begitu nikah berapa lama istrinya sudah gak ada rasanya lagi (pengalaman pribadi dari omongan para pria beristri yang pembosan, dari yang bangga karena ngaku rusak sampai yang mengaku Islam militan).
Abis itu juga kenalan dengan beberapa orang dengan kemampuan lebih karena talkshow di TRANSTV pagi ini membahas tentang anak muda yang bisa menulis novel berbahasa Inggris padahal gak pernah les bahasa Inggris. Ada komentar di postingan lama, namanya Hans... halo-halo mas Hans... boleh minta kontaknya gak? Ada juga kenalan baru orang Tegal, nyambung deh twitternya. Matanya emang sipit kayak orang Cina (katanya loh), tapi mata batinnya kuat. Ini link blognya mencarikupu.wordpress.com . Ke Tegal yuk katanya,ada aku dan 1001 wartegnya #bayarintiketnyadong #hahaha...
Hari ini memang sangat membahagiakan. Punya banyak kenalan baru, banyak masukan, dan ingin sedikit cerita, kemarin aku di Gondang yang kedua kalinya, nganter anak playgrup, minggu lalu kesana nganter anak TK, untuk pertama kalinya ngelakuin flying fox ngecek apa aku takut ketinggian dan keseimbangan. Sejauh ini fine-fine aja. Bahkan kalo ada yang ngajakin aku perosotan tinggi di waterboom, yuuuk... Ternyata merosot sambil teriak-teriak di flying fox itu sangat melegakan banget yah... Sayang gak ada fotonya, hapeku low batt, camdigku lowbatt juga.
Insya Allah semua kejadian yang menyedihkan dan membahagiakan bisa diambil hikmahnya. Juga untuk kita semua. Semoga Allah memberikan kita semua kebaikan dunia dan akhirat....
Berat melakukan shalat
Saat di awal belajar Islam, ada kecenderungan ingin protes dengan keadaan sekelilingnya. Mudah tidak nyaman bila ada sesuatu berbeda. Tapi lama-kelamaan, akhirnya bisa nyaman juga berada di tempat dengan berbagai macam gaya orang, tapi tentunya butuh proses. Pada suatu ketika aku berada di acara suatu komunitas, aku ngobrol dengan orang yang sepemikiran denganku, sering membaca tulisanku diblog ini dan kasih LIKE bila aku link ke Facebook. Di seberang sana ada meja dengan bir dan wanita yang merokok dengan baju seksi. Terus terang mual melihat keadaan itu, dan akhirnya aku mencoba menenangkan diri di pojok sambil mendengarkan lagu-lagu reliji dari hapeku.
Selain itu juga tidak nyaman banget berhadapan dengan orang yang berbeda pendapat dengan kita. Bila kita ingin menyampaikan sesuatu, orang cenderung akan meradang bila dikritik, lalu ngajak debat hanya untuk meluapkan emosi tanpa peduli omongannya itu benar atau salah. Jangan ditanya deh, berapa kali aku bertemu dengan orang yang tidak sepaham. Butuh waktu agar akhirnya bisa tanpa emosi, bahkan tetap riang berada di kerumunan banyak orang dengan berbeda pemikiran.
Bahkan di Islam, perbedaan cara ibadah, bisa membuat rasa gak nyaman banget. Pernah akrab ngobrol dengan teman, baru sadar ternyata ormasnya yang aku anut berbeda dengannya, dan aku sempet mendengar pendapat ibadah di luar seperti ajaran Al Qur'an dan hadits adalah sia-sia belaka. Tapi ada juga pendapat lain yang lebih bijak, asal ibadah itu dengan niat dan keyakinan tidak mewajibkan hal yang sebetulnya bukan hal yang wajib menurut Islam. Pernah punya guru wanita yang baiiiik hati, jadi tempat curhatanku tapi menganut paham cara belajar bahwa ilmu yang diterima dari kelompok lain tidak sah. Padahal aku belajar darimana saja termasuk dari om Google. Udah kayak sahabat baik, aku selalu menantikan hari pertemuan dengan guruku ini. Sekarang aku memutuskan untuk berhenti menemuinya, rasanya kayak patah hati. Kangen tapi memutuskan tidak ketemu demi kebaikan.
Setahun lebih aku mencoba menghilangkan bayang-bayang seorang laki-laki jomblo yang sempat membuka hati, ingin belajar Islam dan shalat, tau-tau menghilang begitu saja. Aku dianggap bersikap aneh oleh temen-temenku, kenapa ngomongin dia terus. Aku merasa gagal untuk mengajak dia ke jalan Islam yang benar. Rasa gagal itu gak enak banget, bisa dalem gitu ya. Entahlah, proses meninggalnya Bapaknya yang sudah sakratul maut sampai berhari-hari karena menganut Kejawen tidak cukup untuk membuatnya bertaubat. Kata terakhirnya adalah "aku minta maaf, aku pusing banget kalo ingat kamu". Sampai sekarang aku masih mencoba menebak apa maknanya, barangkali kalo ingat aku, dia ingat aku shalat di masjid waktu dulu pernah jalan-jalan, sementara dia nunggu di luar. Dan untuk memulai shalat memang berat bagi yang hatinya masih tertutup.
Sedikit ingat masa lalu sebelum aku pindah ke Jogja Juni 2009, ada seseorang mengatakan akan menunjukkan jalan untuk ke surga padaku. Surga versinya adalah versi tradisi, hanya dengan mempunyai keyakinan kuat akan adanya Allah dan berbuat bijak, tanpa melakukan shalat. Keyakinan yang begitu dalam, sampai dia pernah cerita bahwa dia pernah melewati dimensi alam lain bukan dimensi manusia biasa, dimana banyak aulia Allah di suatu padang sedang berdzikir. Dia punya kemampuan indra ke-6, tapi sekarang aku baru ngerti bahwa kemampuan indra ke-6 tidak sepenuhnya pemberian Allah, bisa jadi diberi ilmu oleh dukun, dengan memasukkan gaib di dalam tubuhnya. Penyesatan oleh jin jahat bisa membuatnya seakan-akan dia yakin merasa dekat dengan Allah. Bisa bicara kalimat-kalimat yang bijak, itu ternyata bukan jaminan dia adalah orang yang lurus menjalankan ajaran Islam. Karena bila kalimat bijaknya sampai menyatakan bahwa untuk masuk surga tidak perlu shalat, cukup dengan mengingat Allah saja, maka dia termasuk yang mengingkari ayat Al Qur-an dan termasuk golongan kafir. Jadi surga mana yang dia gambarkan padaku, kalimat bijak seperti surga ternyata menjerumuskan ke neraka? Seperti gambaran omongan fitnah dajjal saja. Naudzubillah min dzalik.
Semoga kita termasuk golongan orang Islam yang beriman di jalan yang benar sesuai ajaran agama. Semoga Allah memberikan petunjuk dan hidayahnya bagi orang-orang Islam yang mengingkari ayat-ayat Al Qur'an dan hadits. Amin...
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat, karenanya barangsiapa yang meninggalkannya maka sungguh dia telah kafir.” (HR. At-Tirmizi, An-Nasai, Ibnu Majah)
Allah berfirman
Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (QS. Ath Taghabun : 10)
Allah berfirman
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. Lukman : 17)
Allah berfirman
Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (Ar Ra'du : 22)
Selain itu juga tidak nyaman banget berhadapan dengan orang yang berbeda pendapat dengan kita. Bila kita ingin menyampaikan sesuatu, orang cenderung akan meradang bila dikritik, lalu ngajak debat hanya untuk meluapkan emosi tanpa peduli omongannya itu benar atau salah. Jangan ditanya deh, berapa kali aku bertemu dengan orang yang tidak sepaham. Butuh waktu agar akhirnya bisa tanpa emosi, bahkan tetap riang berada di kerumunan banyak orang dengan berbeda pemikiran.
Bahkan di Islam, perbedaan cara ibadah, bisa membuat rasa gak nyaman banget. Pernah akrab ngobrol dengan teman, baru sadar ternyata ormasnya yang aku anut berbeda dengannya, dan aku sempet mendengar pendapat ibadah di luar seperti ajaran Al Qur'an dan hadits adalah sia-sia belaka. Tapi ada juga pendapat lain yang lebih bijak, asal ibadah itu dengan niat dan keyakinan tidak mewajibkan hal yang sebetulnya bukan hal yang wajib menurut Islam. Pernah punya guru wanita yang baiiiik hati, jadi tempat curhatanku tapi menganut paham cara belajar bahwa ilmu yang diterima dari kelompok lain tidak sah. Padahal aku belajar darimana saja termasuk dari om Google. Udah kayak sahabat baik, aku selalu menantikan hari pertemuan dengan guruku ini. Sekarang aku memutuskan untuk berhenti menemuinya, rasanya kayak patah hati. Kangen tapi memutuskan tidak ketemu demi kebaikan.
Setahun lebih aku mencoba menghilangkan bayang-bayang seorang laki-laki jomblo yang sempat membuka hati, ingin belajar Islam dan shalat, tau-tau menghilang begitu saja. Aku dianggap bersikap aneh oleh temen-temenku, kenapa ngomongin dia terus. Aku merasa gagal untuk mengajak dia ke jalan Islam yang benar. Rasa gagal itu gak enak banget, bisa dalem gitu ya. Entahlah, proses meninggalnya Bapaknya yang sudah sakratul maut sampai berhari-hari karena menganut Kejawen tidak cukup untuk membuatnya bertaubat. Kata terakhirnya adalah "aku minta maaf, aku pusing banget kalo ingat kamu". Sampai sekarang aku masih mencoba menebak apa maknanya, barangkali kalo ingat aku, dia ingat aku shalat di masjid waktu dulu pernah jalan-jalan, sementara dia nunggu di luar. Dan untuk memulai shalat memang berat bagi yang hatinya masih tertutup.
Sedikit ingat masa lalu sebelum aku pindah ke Jogja Juni 2009, ada seseorang mengatakan akan menunjukkan jalan untuk ke surga padaku. Surga versinya adalah versi tradisi, hanya dengan mempunyai keyakinan kuat akan adanya Allah dan berbuat bijak, tanpa melakukan shalat. Keyakinan yang begitu dalam, sampai dia pernah cerita bahwa dia pernah melewati dimensi alam lain bukan dimensi manusia biasa, dimana banyak aulia Allah di suatu padang sedang berdzikir. Dia punya kemampuan indra ke-6, tapi sekarang aku baru ngerti bahwa kemampuan indra ke-6 tidak sepenuhnya pemberian Allah, bisa jadi diberi ilmu oleh dukun, dengan memasukkan gaib di dalam tubuhnya. Penyesatan oleh jin jahat bisa membuatnya seakan-akan dia yakin merasa dekat dengan Allah. Bisa bicara kalimat-kalimat yang bijak, itu ternyata bukan jaminan dia adalah orang yang lurus menjalankan ajaran Islam. Karena bila kalimat bijaknya sampai menyatakan bahwa untuk masuk surga tidak perlu shalat, cukup dengan mengingat Allah saja, maka dia termasuk yang mengingkari ayat Al Qur-an dan termasuk golongan kafir. Jadi surga mana yang dia gambarkan padaku, kalimat bijak seperti surga ternyata menjerumuskan ke neraka? Seperti gambaran omongan fitnah dajjal saja. Naudzubillah min dzalik.
Semoga kita termasuk golongan orang Islam yang beriman di jalan yang benar sesuai ajaran agama. Semoga Allah memberikan petunjuk dan hidayahnya bagi orang-orang Islam yang mengingkari ayat-ayat Al Qur'an dan hadits. Amin...
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat, karenanya barangsiapa yang meninggalkannya maka sungguh dia telah kafir.” (HR. At-Tirmizi, An-Nasai, Ibnu Majah)
Allah berfirman
Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (QS. Ath Taghabun : 10)
Allah berfirman
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. Lukman : 17)
Allah berfirman
Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (Ar Ra'du : 22)
Jumat, 21 Oktober 2011
Bagaimana mensikapi ramalan?
Aku pernah punya teman yang mempunyai indra ke-6, sudah lama sekali ketemunya sekitar pertengahan tahun 90an. Dia pacarnya temenku KKN, konon ceritanya dia bisa menemukan barang hilang, bisa membaca pikiran orang, dan banyak kejadian gaib lain. Dulu aku pernah iseng nanya garis tanganku ke depannya gimana. Dia banyak ngeliat kayak banyak visi di tangan temen-temenku yang lain, khusus tanganku gelap, dia gak bisa liat.
Sekarang aku sudah males dengan ramalan. Bahkan ramalan bintang aja aku anggap gak penting. Ternyata kalo bertanya pada tukang ramal shalat kita tidak diterima Allah selama 40 hari. Apalagi membenarkan ucapan seorang tukang ramal, bisa termasuk golongan kafir.
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Barangsiapa yang mendatangi paranormal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima sholatnya selama 40 malam. (HR. Muslim)
Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Barangsiapa yang mendatangi paranormal lalu membenarkan ucapannya, maka ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad –shallallahu’alaihi wa sallam-. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Tentang masa depan, menurut Al Qur'an rahasia masa depan sering dicoba dilihat oleh jin, tapi akan ada panah api yang akan melempar mereka. Jin jahat akan berusaha mendekati manusia dengan memberikan informasi tentang rahasia kehidupan, karena manusia yang sudah terpengaruh akan jadi budak jin. Manusia yang menjadi budak jin sudah ketahuan saat di akhirat akan berada dimana, yaitu di neraka.
Semoga kita bisa bijak untuk menghindari segala ramalan-ramalan, karena orang beriman tidak akan tertarik akan ramalan dan percaya begitu saja. Tapi bila ada yang mendapat visi begitu jelas tentang masa depan tanpa menggunakan ritual pemanggilan jin, maka anggap hanya sebagai dugaan bukan kepastian, tepatnya agar selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Allah...
Allah berfirman
dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). (QS. Al Jin : 9)
Allah berfirman
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya). Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat. Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. (QS. Al Hijr : 39-43)
Sekarang aku sudah males dengan ramalan. Bahkan ramalan bintang aja aku anggap gak penting. Ternyata kalo bertanya pada tukang ramal shalat kita tidak diterima Allah selama 40 hari. Apalagi membenarkan ucapan seorang tukang ramal, bisa termasuk golongan kafir.
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Barangsiapa yang mendatangi paranormal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima sholatnya selama 40 malam. (HR. Muslim)
Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Barangsiapa yang mendatangi paranormal lalu membenarkan ucapannya, maka ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad –shallallahu’alaihi wa sallam-. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Tentang masa depan, menurut Al Qur'an rahasia masa depan sering dicoba dilihat oleh jin, tapi akan ada panah api yang akan melempar mereka. Jin jahat akan berusaha mendekati manusia dengan memberikan informasi tentang rahasia kehidupan, karena manusia yang sudah terpengaruh akan jadi budak jin. Manusia yang menjadi budak jin sudah ketahuan saat di akhirat akan berada dimana, yaitu di neraka.
Semoga kita bisa bijak untuk menghindari segala ramalan-ramalan, karena orang beriman tidak akan tertarik akan ramalan dan percaya begitu saja. Tapi bila ada yang mendapat visi begitu jelas tentang masa depan tanpa menggunakan ritual pemanggilan jin, maka anggap hanya sebagai dugaan bukan kepastian, tepatnya agar selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Allah...
Allah berfirman
dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). (QS. Al Jin : 9)
Allah berfirman
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya). Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat. Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. (QS. Al Hijr : 39-43)
Kamis, 20 Oktober 2011
Kebenaran vs pembenaran untuk definisi Islam taat
Selama 2 tahun lebih aku belajar Islam di Jogja ini, aku ketemu banyak orang yang mengaku Islam taat versi masing-masing. Misalnya ada teman lama yang sempet chat sama aku, mengaku dia Islam taat dan dibesarkan dalam keluarga yang taat agamanya. Tapi ternyata aku terlibat dalam suatu perdebatan dengannya gara-gara dia nulis status di Facebok "dapat uang 500 ribu dari pasien, katanya nadzar. Aku gak mau nerima tapi dipaksa, kusimpan kapan-kapan kukembalikan". Beberapa komentar dari status ini rata-rata gini "uangnya untuk aku aja, hehehe". Hanya aku sendiri yang lain komentarnya "uang nadzar diterima saja, berikan pada orang lain yang lebih membutuhkan". Biarpun orang ini dokter yang mengaku berjiwa sosial, bahkan menggambarkan dirinya sebagai Islam taat, penjelasanku tidak bisa diterimanya. Buntutnya... biasa, kalimat indah muncul "aku muak sama kata-katamu". Sekarang sudah tidak berteman di Facebook lagi.
Aku sendiri masih dalam taraf berusaha untuk menjadi Islam yang taat. Dalam pemahamanku, seorang Islam yang taat adalah yang mau belajar ajaran Islam yang benar dari Al Quran dan hadits lalu mengamalkannya. Kebanyakan orang merasa puas hanya disebut jadi orang baik. Setauku sih, orang yang disebut baik biasanya yang suka traktir temen-temennya, suka ngelucu hingga membuat teman-temannya tertawa. Atau kalo tidak suka mentraktir minimal omongannya suka ngebanyol sehingga teman-temannya jadi senang.
Bagaimana menurut ajaran Islam yang benar, traktiran yang bermanfaat untuk akhirat adalah mentraktir orang yang tidak punya uang untuk makan. Bicara yang bermanfaat adalah bicara tentang kebaikan untuk dunia akhirat. Jadi orang yang baik di kalangan teman-temannya, belum tentu dia orang baik menurut ajaran Islam. Sahabatku yang sering mengajakku untuk mengunjungi ke pengajian mengakui, bahwa bila dia menyebarkan SMS untuk makan-makan, cepet banget reaksinya dan kebanyakan menyanggupi untuk berangkat. Sedangkan bila menyebarkan SMS untuk acara pengajian, mendadak semua jadi sibuk.
Ada keluarga yang aku kenal baik di Jawa Barat bikin versi pribadi tentang Islam taat ini. Punya suami dari Sumatera yang berusaha mengajari istrinya Islam yang benar dengan belajar Al Qur'an dan membantu keluarga kesusahan. Setelah menikah beberapa belas tahun suaminya meninggal, muncullah jiwa aslinya. Membuat aturan Islam taat versi dirinya sendiri, banyak belanja baju, saat bulan Ramadhan sibuk membuat kue bertoples-toples siang malam. Hari raya Idul Adha hampir tidak pernah memotong hewan qurban, padahal menghabiskan puluhan juta untuk lebaran Idul Fitri. Sama saja seperti cerita di awal, pernah iseng mengatakan akan bernadzar menyembelih sapi kalo diberi umur sampai Idul Adha tahun berikutnya, ternyata tidak dilaksanakan padahal membeli furnitur baru untuk ruang tamu dari kayu jati senilai beberapa juta rupiah. Sudah jelas-jelas almarhum suami ini berusaha mengajari Islam yang benar, tapi setelah suami meninggal, Ibu ini sibuk berpesta dengan baju-baju baru dan makanan enak. Dulu aku pernah jadi anggota keluarganya, sekarang enggak lagi, karena berpisah dengan anaknya. Banyak tekanan, tidak hanya dari anaknya, tapi seluruh keluarga besar ini. Termasuk ide Ibu ini yang membuat aturan saat Ramadhan aku tidak boleh ikut berbuka untuk menikmati masakannya karena tidak menyumbang uang belanja. Inilah Islam taat versi seorang Ibu yang mampu secara materi, tapi salah kaprah karena uangnya banyak dipakai untuk membeli bajunya sendiri dan makanan enak untuk keluarganya sendiri, cape deh katanya mengikuti ajaran almarhum suaminya.
Karena tidak mau belajar Islam secara benar, banyak orang bikin versi sendiri menjadi orang Islam taat. Pengennya menjadikan dunia yang fana ini surga, memakai baju bagus, makan enak setiap saat. Fitnah terhadap agama seperti pengeboman oleh oknum Islam dijadikan alasan, gak mau jadi Islam fanatik, mending jadi Islam biasa-biasa saja #haduuuh. Sebetulnya orang Islam taat yang benar hidupnya akan dicukupkan oleh Allah, tapi janji Allah itu ternyata masih belum cukup bagi orang-orang yang mengaku sudah Islam taat tapi tidak mau belajar Islam yang benar sesuai Al Qur'an dan hadits.
Semoga kita bisa menjadi orang Islam taat yang benar, yang bertakwa, dicintai Allah, dan mendapat kebaikan di dunia dan akhirat...
Allah berfirman
Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. (QS. Al Baqarah : 212)
Allah berfirman
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali Imran : 185)
Allah berfirman
Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk (membela) mereka pada hari kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka (terhadap siksa Allah)? (QS. An Nisaa : 109)
Allah berfirman
(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka". Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. (QS. Al A'raf : 51)
Allah berfirman
Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit). (QS. Ar Ra'du : 26)
Allah berfirman
Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka). (QS. Al Hijr : 3)
Aku sendiri masih dalam taraf berusaha untuk menjadi Islam yang taat. Dalam pemahamanku, seorang Islam yang taat adalah yang mau belajar ajaran Islam yang benar dari Al Quran dan hadits lalu mengamalkannya. Kebanyakan orang merasa puas hanya disebut jadi orang baik. Setauku sih, orang yang disebut baik biasanya yang suka traktir temen-temennya, suka ngelucu hingga membuat teman-temannya tertawa. Atau kalo tidak suka mentraktir minimal omongannya suka ngebanyol sehingga teman-temannya jadi senang.
Bagaimana menurut ajaran Islam yang benar, traktiran yang bermanfaat untuk akhirat adalah mentraktir orang yang tidak punya uang untuk makan. Bicara yang bermanfaat adalah bicara tentang kebaikan untuk dunia akhirat. Jadi orang yang baik di kalangan teman-temannya, belum tentu dia orang baik menurut ajaran Islam. Sahabatku yang sering mengajakku untuk mengunjungi ke pengajian mengakui, bahwa bila dia menyebarkan SMS untuk makan-makan, cepet banget reaksinya dan kebanyakan menyanggupi untuk berangkat. Sedangkan bila menyebarkan SMS untuk acara pengajian, mendadak semua jadi sibuk.
Ada keluarga yang aku kenal baik di Jawa Barat bikin versi pribadi tentang Islam taat ini. Punya suami dari Sumatera yang berusaha mengajari istrinya Islam yang benar dengan belajar Al Qur'an dan membantu keluarga kesusahan. Setelah menikah beberapa belas tahun suaminya meninggal, muncullah jiwa aslinya. Membuat aturan Islam taat versi dirinya sendiri, banyak belanja baju, saat bulan Ramadhan sibuk membuat kue bertoples-toples siang malam. Hari raya Idul Adha hampir tidak pernah memotong hewan qurban, padahal menghabiskan puluhan juta untuk lebaran Idul Fitri. Sama saja seperti cerita di awal, pernah iseng mengatakan akan bernadzar menyembelih sapi kalo diberi umur sampai Idul Adha tahun berikutnya, ternyata tidak dilaksanakan padahal membeli furnitur baru untuk ruang tamu dari kayu jati senilai beberapa juta rupiah. Sudah jelas-jelas almarhum suami ini berusaha mengajari Islam yang benar, tapi setelah suami meninggal, Ibu ini sibuk berpesta dengan baju-baju baru dan makanan enak. Dulu aku pernah jadi anggota keluarganya, sekarang enggak lagi, karena berpisah dengan anaknya. Banyak tekanan, tidak hanya dari anaknya, tapi seluruh keluarga besar ini. Termasuk ide Ibu ini yang membuat aturan saat Ramadhan aku tidak boleh ikut berbuka untuk menikmati masakannya karena tidak menyumbang uang belanja. Inilah Islam taat versi seorang Ibu yang mampu secara materi, tapi salah kaprah karena uangnya banyak dipakai untuk membeli bajunya sendiri dan makanan enak untuk keluarganya sendiri, cape deh katanya mengikuti ajaran almarhum suaminya.
Karena tidak mau belajar Islam secara benar, banyak orang bikin versi sendiri menjadi orang Islam taat. Pengennya menjadikan dunia yang fana ini surga, memakai baju bagus, makan enak setiap saat. Fitnah terhadap agama seperti pengeboman oleh oknum Islam dijadikan alasan, gak mau jadi Islam fanatik, mending jadi Islam biasa-biasa saja #haduuuh. Sebetulnya orang Islam taat yang benar hidupnya akan dicukupkan oleh Allah, tapi janji Allah itu ternyata masih belum cukup bagi orang-orang yang mengaku sudah Islam taat tapi tidak mau belajar Islam yang benar sesuai Al Qur'an dan hadits.
Semoga kita bisa menjadi orang Islam taat yang benar, yang bertakwa, dicintai Allah, dan mendapat kebaikan di dunia dan akhirat...
Allah berfirman
Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. (QS. Al Baqarah : 212)
Allah berfirman
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. Ali Imran : 185)
Allah berfirman
Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk (membela) mereka pada hari kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka (terhadap siksa Allah)? (QS. An Nisaa : 109)
Allah berfirman
(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka". Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. (QS. Al A'raf : 51)
Allah berfirman
Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit). (QS. Ar Ra'du : 26)
Allah berfirman
Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka). (QS. Al Hijr : 3)
Bagaimana rasanya amnesia
Aku merasa seperti amnesia sejak pindah ke Jogja, Juni 2009 yang lalu. Kemudian Juli 2009 aku diteror habis-habisan oleh seseorang di masa lalu. Katanya sih mau menggal leher aku, nyiram aku pake air keras segala. Entahlah, soalnya sibuk reunian, makan bareng, karaokean sampe malem jadinya aku sepertinya malah sibuk bersenang-senang. Setelah euphoria reuni sudah selesai, aku kerja jadi pendidik di PAUD terpadu.
Ada enaknya kena amnesia, soalnya aku lupa kejadian sebelum Juni 2009, ingat setelah muncul di tulisan. Tulisan itu aku jadikan draft sajalah. Sekarang aku memutuskan belajar hidup lagi, memperdalam masalah spiritual. Tapi ternyata tidak banyak yang mengerti, jadi kupisah saja di blog tersendiri. Aku juga punya sisi kehidupan untuk bergaul dengan teman-teman lama dengan kegiatan positif, bukan hura-hura lagi loh. Kayak jalan-jalan, nyicipin makanan, olahraga dan sekarang ditambah kopdar dengan teman sesama blogger.
Ternyata memperdalam spiritual yang pemahamannya adalah mengamalkan nilai-nilai luhur menolong sesama, ibadah, mendapat ketenangan batin, dan kekuatan jiwa, banyak ujiannya. Misalnya ada pebisnis online yang membuat blog khusus untukku dengan judul blog MENGUNGKAP KEBUSUKAN RATNAWATI UTAMI. Mau diajak diskusi sampai kering ludahnya juga dia gak akan ngerti, karena bahasa spiritualis itu halus, sedangkan bahasa penghujat itu kasar. Bahasa kasar, caci maki adalah bahasa setan yang masih bodoh, sampai ada hadits menyatakan orang yang mencaci maki mengambil dosa orang yang dihujatnya. Bahasa setan yang pintar adalah mencoba menyesatkan dengan kalimat yang halus. Barangkali aku juga pernah ngomong keras, itulah aku selalu belajar untuk memperbaikinya. Kayaknya orang ini mengontak orang yang tau latar belakangku.
Bisnis dari pebisnis online ini sudah dikasih gambaran teman blogger lain adalah moneygame. Moneygame adalah multilevel marketing tanpa barang. Uang perekrutan dari member baru dibagikan ke upline di atasnya. Ada saatnya nanti, uang member baru tidak akan cukup dibagikan ke upline, saat itulah pembuat sistem moneygame ini menghilang setelah mendapat untung banyak. Dan yang kelimpungan adalah bawah-bawahannya sudah menyetor uang pendaftaran tapi tidak mendapat untung apa-apa.
Amnesia juga lupa rasanya jatuh cinta. Tapi ada untungnya lupa jatuh cinta pada lawan jenis, hatiku sepenuhnya kuserahkan pada Allah. Berserah diri terhadap semua kejadian dan berusaha menjaga amanat yang diberikan padaku untuk kujaga baik-baik. Lupa rasanya jatuh cinta adalah tulisan seorang blogger yang dulu aku sering tukar pikiran. Karena suatu kejadian, blogger ini yang tadinya sudah mencoba membuka diri dengan memasang foto memutuskan menulis konspirasi kejahatan dan menjadi anonim. Dalam kondisi anonim saat ini dia pilih-pilih teman dan menutup diri, tidak ramah seperti dulu. Aku ingatkan bahwa Islam tidak mengajarkan memutuskan hubungan, baik keluarga atau pertemenan, ternyata semakin menarik diri. Yah, sudahlah, kita tidak bisa memaksa orang, walau sayang banget dia rugi karena menyambung silaturahmi akan banyak rejekinya, dan hidup akan dimudahkan oleh Allah.
Oh ya, blogger yang sudah tidak mau bicara denganku ini akhirnya menulis kalo dia dulu pecandu narkoba. Dan entah kenapa kemarin aku merasakan sakaw. Apa benar sih rasanya seperti badan tidak terkontrol, menggigil, jantung ditusuk-tusuk dan berhalusinasi rasanya ingin mati saja. Soalnya aku belum pernah cicipin narkoba, ngeliat juga belum. Bisa kuatasi dengan mangga ranum yang lagi musim, maklum aku pecinta buah.
Jadi amnesia itu tidak selalu merugikan. Malah seperti mereset kehidupan yang lama dan merubah jadi lebih baik. Walau masih terseok-seok tapi selalu berusaha menjadi lebih baik, baik bicaranya, baik bersikap pada orang lain, mempunyai ketenangan hati, serta selalu mendekatkan diri pada Allah. Karena surga itu untuk manusia yang mendapat ridho dari Allah. Maka kita berusaha memahami apa saja yang membuat Allah ridho dengan mengamalkan sesuai firman Allah dan hadits...
Ada enaknya kena amnesia, soalnya aku lupa kejadian sebelum Juni 2009, ingat setelah muncul di tulisan. Tulisan itu aku jadikan draft sajalah. Sekarang aku memutuskan belajar hidup lagi, memperdalam masalah spiritual. Tapi ternyata tidak banyak yang mengerti, jadi kupisah saja di blog tersendiri. Aku juga punya sisi kehidupan untuk bergaul dengan teman-teman lama dengan kegiatan positif, bukan hura-hura lagi loh. Kayak jalan-jalan, nyicipin makanan, olahraga dan sekarang ditambah kopdar dengan teman sesama blogger.
Ternyata memperdalam spiritual yang pemahamannya adalah mengamalkan nilai-nilai luhur menolong sesama, ibadah, mendapat ketenangan batin, dan kekuatan jiwa, banyak ujiannya. Misalnya ada pebisnis online yang membuat blog khusus untukku dengan judul blog MENGUNGKAP KEBUSUKAN RATNAWATI UTAMI. Mau diajak diskusi sampai kering ludahnya juga dia gak akan ngerti, karena bahasa spiritualis itu halus, sedangkan bahasa penghujat itu kasar. Bahasa kasar, caci maki adalah bahasa setan yang masih bodoh, sampai ada hadits menyatakan orang yang mencaci maki mengambil dosa orang yang dihujatnya. Bahasa setan yang pintar adalah mencoba menyesatkan dengan kalimat yang halus. Barangkali aku juga pernah ngomong keras, itulah aku selalu belajar untuk memperbaikinya. Kayaknya orang ini mengontak orang yang tau latar belakangku.
Bisnis dari pebisnis online ini sudah dikasih gambaran teman blogger lain adalah moneygame. Moneygame adalah multilevel marketing tanpa barang. Uang perekrutan dari member baru dibagikan ke upline di atasnya. Ada saatnya nanti, uang member baru tidak akan cukup dibagikan ke upline, saat itulah pembuat sistem moneygame ini menghilang setelah mendapat untung banyak. Dan yang kelimpungan adalah bawah-bawahannya sudah menyetor uang pendaftaran tapi tidak mendapat untung apa-apa.
Amnesia juga lupa rasanya jatuh cinta. Tapi ada untungnya lupa jatuh cinta pada lawan jenis, hatiku sepenuhnya kuserahkan pada Allah. Berserah diri terhadap semua kejadian dan berusaha menjaga amanat yang diberikan padaku untuk kujaga baik-baik. Lupa rasanya jatuh cinta adalah tulisan seorang blogger yang dulu aku sering tukar pikiran. Karena suatu kejadian, blogger ini yang tadinya sudah mencoba membuka diri dengan memasang foto memutuskan menulis konspirasi kejahatan dan menjadi anonim. Dalam kondisi anonim saat ini dia pilih-pilih teman dan menutup diri, tidak ramah seperti dulu. Aku ingatkan bahwa Islam tidak mengajarkan memutuskan hubungan, baik keluarga atau pertemenan, ternyata semakin menarik diri. Yah, sudahlah, kita tidak bisa memaksa orang, walau sayang banget dia rugi karena menyambung silaturahmi akan banyak rejekinya, dan hidup akan dimudahkan oleh Allah.
Oh ya, blogger yang sudah tidak mau bicara denganku ini akhirnya menulis kalo dia dulu pecandu narkoba. Dan entah kenapa kemarin aku merasakan sakaw. Apa benar sih rasanya seperti badan tidak terkontrol, menggigil, jantung ditusuk-tusuk dan berhalusinasi rasanya ingin mati saja. Soalnya aku belum pernah cicipin narkoba, ngeliat juga belum. Bisa kuatasi dengan mangga ranum yang lagi musim, maklum aku pecinta buah.
Jadi amnesia itu tidak selalu merugikan. Malah seperti mereset kehidupan yang lama dan merubah jadi lebih baik. Walau masih terseok-seok tapi selalu berusaha menjadi lebih baik, baik bicaranya, baik bersikap pada orang lain, mempunyai ketenangan hati, serta selalu mendekatkan diri pada Allah. Karena surga itu untuk manusia yang mendapat ridho dari Allah. Maka kita berusaha memahami apa saja yang membuat Allah ridho dengan mengamalkan sesuai firman Allah dan hadits...
Proses sakratul maut yang lama dan menyakitkan, naudzubillah min dzalik
Salah satu kejadian yang gak akan aku lupakan adalah pertama kali aku pindah di Jogja pertengahan tahun 2009, aku sempet dijodohin oleh temenku. Hehehe... jadi malu. Temenku cowok ini masih jomblo dan super duper pemalu. Gak ada yang kurang dari dirinya agar wanita tertarik padanya. Punya usaha mapan, baju mahal-mahal dan keluarga kaya raya.
Sempet sebulan aku jalan sama dia, aku dalam keadaan canggung, dia juga #jadimalu. Kebetulan pas itu bulan puasa, jadi cuman muter-muter aja gak jelas. Dia nunjukin rumahnya yang dikontrakkan, cerita bahwa dia sayang anak-anak, sayangnya dia gak pernah shalat selama ini, boleh dibilang setahun hanya beberapa kali bahkan Jum'atan saja enggak. Alasannya, dia dididik secara Kejawen oleh orangtuanya.
Aku pikir dia benar-benar mau bertaubat, mau belajar Islam dan akan rajin menjalankan shalat. Apalagi dia cerita almarhum Bapaknya kena stroke dalam jangka waktu lama. Dan paling menyedihkan adalah proses sakratul maut yang lama sampai berhari-hari, hingga akhirnya memanggil guru spiritual. Anak-anaknya disuruh guru spiritual ini shalat, dengan aturan begini begitu. Akhirnya Bapaknya meninggal juga.
Ternyata setelah bulan Ramadhan, saat Idul Fitri bukannya minta maaf menemui aku malah menghilang. Aku sampai kebingungan. Banyak melakukan hal yang bodoh. Aku telpon sana sini ke temen-temenku yang aku anggap mengenalnya. Ternyata aslinya dia sangat introvert, menutup diri.
Dulu memang aku sangat kalut saat dia menghilang, butuh waktu lama untuk menenangkan diri, hampir setaun lamanya. Padahal tidak ada komitmen dan baru sekedar ngobrol dari hati ke hati. Aku sampai dijauhi banyak temanku karena sikapku yang "aneh". Tapi sekarang, aku jadi paham, bahwa mengenal dia adalah suatu pembelajaran. Supaya aku selalu memurnikan tauhid, tidak terpengaruh dengan ilmu spiritual versi ini versi itu. Biarlah dia menemukan jalannya sendiri.
Aku rasa temenku yang ini masih beruntung karena keluarganya masih berada, ada temenku lain bapaknya kena stroke, hartanya habis dijual untuk biaya pengobatan, padahal tadinya kaya raya, hidup berlebihan. Hidup memang seperti roda, bisa di atas bisa di bawah. Uang tidak bisa membeli kematian yang tenang, hanya uang yang banyak disedekahkan akan membawa manusia meninggal dengan tenang agar akhirnya berada di sisi Allah...
Baca juga Sunan Kalijaga vs Kejawen
Sempet sebulan aku jalan sama dia, aku dalam keadaan canggung, dia juga #jadimalu. Kebetulan pas itu bulan puasa, jadi cuman muter-muter aja gak jelas. Dia nunjukin rumahnya yang dikontrakkan, cerita bahwa dia sayang anak-anak, sayangnya dia gak pernah shalat selama ini, boleh dibilang setahun hanya beberapa kali bahkan Jum'atan saja enggak. Alasannya, dia dididik secara Kejawen oleh orangtuanya.
Aku pikir dia benar-benar mau bertaubat, mau belajar Islam dan akan rajin menjalankan shalat. Apalagi dia cerita almarhum Bapaknya kena stroke dalam jangka waktu lama. Dan paling menyedihkan adalah proses sakratul maut yang lama sampai berhari-hari, hingga akhirnya memanggil guru spiritual. Anak-anaknya disuruh guru spiritual ini shalat, dengan aturan begini begitu. Akhirnya Bapaknya meninggal juga.
Ternyata setelah bulan Ramadhan, saat Idul Fitri bukannya minta maaf menemui aku malah menghilang. Aku sampai kebingungan. Banyak melakukan hal yang bodoh. Aku telpon sana sini ke temen-temenku yang aku anggap mengenalnya. Ternyata aslinya dia sangat introvert, menutup diri.
Dulu memang aku sangat kalut saat dia menghilang, butuh waktu lama untuk menenangkan diri, hampir setaun lamanya. Padahal tidak ada komitmen dan baru sekedar ngobrol dari hati ke hati. Aku sampai dijauhi banyak temanku karena sikapku yang "aneh". Tapi sekarang, aku jadi paham, bahwa mengenal dia adalah suatu pembelajaran. Supaya aku selalu memurnikan tauhid, tidak terpengaruh dengan ilmu spiritual versi ini versi itu. Biarlah dia menemukan jalannya sendiri.
Aku rasa temenku yang ini masih beruntung karena keluarganya masih berada, ada temenku lain bapaknya kena stroke, hartanya habis dijual untuk biaya pengobatan, padahal tadinya kaya raya, hidup berlebihan. Hidup memang seperti roda, bisa di atas bisa di bawah. Uang tidak bisa membeli kematian yang tenang, hanya uang yang banyak disedekahkan akan membawa manusia meninggal dengan tenang agar akhirnya berada di sisi Allah...
Baca juga Sunan Kalijaga vs Kejawen
Rabu, 19 Oktober 2011
Belajar Islam akan membuat hati tenteram
Seharusnya, seharusnya, saat kita memutuskan untuk belajar Islam maka bila sudah menghayati ajaran Islam hati kita akan tenteram. Dengan hati yang tenteram, kita bisa menyebarkan pesan kedamaian pada sesama. Kadang memang terusik karena ada kejahatan atau konflik tapi jangan lama-lama tentu saja.
Manusia boleh saja sedih bila kehilangan orang yang dicintainya, bahkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menangis saat kehilangan anggota keluarganya. Tapi tentu saja tidak untuk berlama-lama. Dan menurutku sedih itu bukan galau. Galau itu semacam keresahan yang tidak ada pangkal ujungnya. Galau karena jomblo, mupeng melihat orang lain pacaran. Galau karena skripsi yang tidak kelar-kelar. Oleh beberapa orang kata galau dijadikan lelucon, sampai ada istilah kalo malam minggu adalah malam penggalauan massal bagi yang jomblo.
Pada bulan Ramadhan tahun ini aku selalu berusaha menyempatkan mendengarkan tafsir Al Misbah oleh Quraish Shihab. Salah satunya beliau menyinggung kelompok dzikir yang anggotanya histeris sampai menggeleng-gelengkan kepala. Menurut beliau, seharusnya dzikir itu membuat damai, bukan membuat histeris.
Ustad Abu Sangkan juga menyinggung tentang hal ini, menangis saat shalat, adalah menangis terharu, bukan menangis karena resah dengan masalah pribadi. Bila masih saja terus menangis karena sibuk dengan masalah, berarti sikap tawakkalnya masih kurang. Belum sepenuhnya berserah diri pada Allah, belum mempercayai bahwa semua kejadian baik yang membahagiakan atau menyakitkan adalah bagi kebaikan dirinya, atau husnudzon (berprasangka baik) pada Allah.
Masih jomblo, berarti Allah belum memberi amanat diberi jodoh yang sesuai. Sebetulnya mudah saja, Islam mengajarkan agar pria mencari perempuan yang sholehah. Bila bergabung di kelompok pengajian masjid, di sana banyak wanita yang menimba ilmu ajaran Islam. Terus masih memilih apalagi? Mencari yang menarik hati dan nyambung tentu saja. Bila Allah belum mengizinkan, maka sampai kapanpun hati tidak akan tertarik pada siapa-siapa, dan wanita yang menarik hatinya tidak akan merespon seperti yang diharapkan.
Allah akan mempermudah hidup seseorang bila rajin sedekah dan silaturahmi. Karena hanya hati tenteram yang mampu bertemu dengan banyak orang sehingga bisa bersikap ramah pada orang lain. Hati yang gelisah bawaannya curiga melulu, kok kayaknya seluruh dunia memusuhiku melihatku kayak bukan siapa-siapa. Tidak perlu jadi populer untuk jadi orang beriman, minimal punya banyak sahabat yang beriman juga. Karena sesama orang beriman akan saling membuka hati dan saling mengingatkan tentang kebaikan. Apapun demi kebaikan, walaupun berat maka seorang yang beriman akan berusaha menjalani.
Hidup ini adalah untuk mengharap keridhoan Allah, bukan jadi populer di mata manusia lain. Lebih baik jadi pendiam, banyak mendengarkan masukan dari orang lain yang sekiranya bermanfaat. Atau kalo bicara, bicaralah tentang kebaikan, atau diam. Tapi bergaul tetap perlu, bergaul dengan orang shaleh agar saling mengingatkan tentang kesabaran. Dan orang sabar itu hatinya tenteram, tidak banyak gejolak, bila ada gejolak bisa segera mengatasi. Semoga kita termasuk sebagai orang-orang yang semakin belajar Islam semakin sabar sehingga tenteram hati kita...
Allah berfirman
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar Ra'du : 28)
Allah berfirman
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al 'Ashr : 1-3)
Manusia boleh saja sedih bila kehilangan orang yang dicintainya, bahkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menangis saat kehilangan anggota keluarganya. Tapi tentu saja tidak untuk berlama-lama. Dan menurutku sedih itu bukan galau. Galau itu semacam keresahan yang tidak ada pangkal ujungnya. Galau karena jomblo, mupeng melihat orang lain pacaran. Galau karena skripsi yang tidak kelar-kelar. Oleh beberapa orang kata galau dijadikan lelucon, sampai ada istilah kalo malam minggu adalah malam penggalauan massal bagi yang jomblo.
Pada bulan Ramadhan tahun ini aku selalu berusaha menyempatkan mendengarkan tafsir Al Misbah oleh Quraish Shihab. Salah satunya beliau menyinggung kelompok dzikir yang anggotanya histeris sampai menggeleng-gelengkan kepala. Menurut beliau, seharusnya dzikir itu membuat damai, bukan membuat histeris.
Ustad Abu Sangkan juga menyinggung tentang hal ini, menangis saat shalat, adalah menangis terharu, bukan menangis karena resah dengan masalah pribadi. Bila masih saja terus menangis karena sibuk dengan masalah, berarti sikap tawakkalnya masih kurang. Belum sepenuhnya berserah diri pada Allah, belum mempercayai bahwa semua kejadian baik yang membahagiakan atau menyakitkan adalah bagi kebaikan dirinya, atau husnudzon (berprasangka baik) pada Allah.
Masih jomblo, berarti Allah belum memberi amanat diberi jodoh yang sesuai. Sebetulnya mudah saja, Islam mengajarkan agar pria mencari perempuan yang sholehah. Bila bergabung di kelompok pengajian masjid, di sana banyak wanita yang menimba ilmu ajaran Islam. Terus masih memilih apalagi? Mencari yang menarik hati dan nyambung tentu saja. Bila Allah belum mengizinkan, maka sampai kapanpun hati tidak akan tertarik pada siapa-siapa, dan wanita yang menarik hatinya tidak akan merespon seperti yang diharapkan.
Allah akan mempermudah hidup seseorang bila rajin sedekah dan silaturahmi. Karena hanya hati tenteram yang mampu bertemu dengan banyak orang sehingga bisa bersikap ramah pada orang lain. Hati yang gelisah bawaannya curiga melulu, kok kayaknya seluruh dunia memusuhiku melihatku kayak bukan siapa-siapa. Tidak perlu jadi populer untuk jadi orang beriman, minimal punya banyak sahabat yang beriman juga. Karena sesama orang beriman akan saling membuka hati dan saling mengingatkan tentang kebaikan. Apapun demi kebaikan, walaupun berat maka seorang yang beriman akan berusaha menjalani.
Hidup ini adalah untuk mengharap keridhoan Allah, bukan jadi populer di mata manusia lain. Lebih baik jadi pendiam, banyak mendengarkan masukan dari orang lain yang sekiranya bermanfaat. Atau kalo bicara, bicaralah tentang kebaikan, atau diam. Tapi bergaul tetap perlu, bergaul dengan orang shaleh agar saling mengingatkan tentang kesabaran. Dan orang sabar itu hatinya tenteram, tidak banyak gejolak, bila ada gejolak bisa segera mengatasi. Semoga kita termasuk sebagai orang-orang yang semakin belajar Islam semakin sabar sehingga tenteram hati kita...
Allah berfirman
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Ar Ra'du : 28)
Allah berfirman
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al 'Ashr : 1-3)
Selasa, 18 Oktober 2011
Hindari marah, sekalipun dalam hati
Bicara soal marah, beberapa hari ini aku marah-marah. Dan beneran, kalo marah-marah tulisan kita jadi gak terkontrol, dan membuat kita menyesal dengan apa yang kita tulis. Dampaknya ada blogger marah-marah sama aku, aku disemprot habis-habisan, minta maaf sepertinya juga percuma, dia gak terima.
Dulu malah aku pernah bikin blog khusus marahin satu keluarga yang menurutku memperlakukan aku gak bener. Kira-kira yaaah... aku pernah tinggal di situ tapi soalnya aku gak nyumbang belanja gak boleh ikutan buka puasa pas Ramadhan, padahal mereka keluarga mampu dan uang belanjaku pas-pasan. Sekarang aku berubah pikiran, aku kasian deh sama mereka. Apalagi barusan aku dicritain ada adik dari almarhum suami ibu pemilik rumah, tinggal ke sana malah disia-siain. Aku bantu orang yang sudah tidak ada hubungan keluarga ini, gak banyak sih beberapa ribu rupiah beberapa kali dalam bentuk pulsa, soalnya aku sendiri yang nawarin. Kasian banget, keluarga dekat, sedang kesusahan, malah disemprot dikata-katain nyusahin di keluarga ini.
Aku juga menyesal sampai komen di blog temenku (pake moderasi) berhalaman-halaman. Mungkin lebih panjang dari postingannya, hehehe... Soalnya dulu aku sering chat dengannya, sempet liat fotonya, eh sekarang memutuskan anonim dengan foto wajah tanpa ekspresi. Beberapa tulisan di blog ini terinspirasi dari masalahnya, masa lalu yang kelam, taubat, patah hati, mencari ketenangan batin, berusaha mengikhlaskan, memaafkan... banyak juga ya, sepertinya rekor seorang blogger yang menginspirasi aku banyak tulisan.
Aku sendiri merasa jauh lebih beruntung dari dia, karena aku sempet mengalami amnesia, gara-gara tekanan begitu berat dari suatu keluarga yang demi memperjuangkan nama baik, sayang dengan uangnya, tega menyakiti hati orang lain. Walaupun aku sempet nulis postingan tentang keluarga ini, tapi aku tidak marah, aku cuman kaget aja soalnya aku baru sadar betapa aku telah dijahati sedemikian rupa. Ini ada cuplikan postinganku, linknya di sini dan komentar di blog Keven Keppi dia nulis tentang pacaran
Di postinganku tentang memaafkan, ini linknya Islam mengajarkan agar memaafkan seberat apapun, di sini aku menulis Islam mengajarkan agar kita selalu bisa memaafkan, mendoakan demi kebaikan, lalu tawakkal. Kalo orangnya jahat ya pokoknya doakan demi kebaikan, tidak usah berhubungan lagi daripada berabe. Kecuali pihak sana menunjukkan iktikad baik, itupun juga mesti berhati-hati. Ketauan kok mana yang bener-bener menyesal atau hanya lip service, kalopun masih sulit untuk melihat orangnya beriktikad baik atau tidak, bertawakkal, serahkan semua pada Allah.
Sudah watak manusia punya kemarahan, tapi menurut Nabi Muhammad shallallah 'alaihi wa sallam, orang kuat adalah orang yangsanggup untuk tidak melampiaskan kemarahan. Selain itu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda bahwa ilmu untuk mendekatkan ke surga adalah jangan marah. Dan karena kalo bisa tidak hanya perbuatan kita bisa meredam amarah, tapi juga hati kita supaya selalu mendoakan kebaikan bagi orang lain. Karena Allah yang akan mengatur segala sesuatunya, orang yang jahat pasti diberi kejahatan setimpal, sebaliknya kita akan mendapat pahala besar bila memaafkan dan mendoakan demi kebaikan walau orangnya tidak berubah sekalipun. Bicara masalah hati, apapun yang terjadi, saat kita meninggal nanti, Allah akan melihat manusia bukan dari wajah dan harta tapi dari HATI dan AMAL PERBUATAN.
Allah berfirman
“Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang menafkahkan (harta mereka) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS Ali ‘Imran:134).
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Bukanlah orang kuat (yang sebenarnya) dengan (selalu mengalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian), tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah" (HR Bukhari Muslim)
Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan, “Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka.” Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan.” (HR. Thobrani)
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian”. (HR. Muslim)
Dulu malah aku pernah bikin blog khusus marahin satu keluarga yang menurutku memperlakukan aku gak bener. Kira-kira yaaah... aku pernah tinggal di situ tapi soalnya aku gak nyumbang belanja gak boleh ikutan buka puasa pas Ramadhan, padahal mereka keluarga mampu dan uang belanjaku pas-pasan. Sekarang aku berubah pikiran, aku kasian deh sama mereka. Apalagi barusan aku dicritain ada adik dari almarhum suami ibu pemilik rumah, tinggal ke sana malah disia-siain. Aku bantu orang yang sudah tidak ada hubungan keluarga ini, gak banyak sih beberapa ribu rupiah beberapa kali dalam bentuk pulsa, soalnya aku sendiri yang nawarin. Kasian banget, keluarga dekat, sedang kesusahan, malah disemprot dikata-katain nyusahin di keluarga ini.
Aku juga menyesal sampai komen di blog temenku (pake moderasi) berhalaman-halaman. Mungkin lebih panjang dari postingannya, hehehe... Soalnya dulu aku sering chat dengannya, sempet liat fotonya, eh sekarang memutuskan anonim dengan foto wajah tanpa ekspresi. Beberapa tulisan di blog ini terinspirasi dari masalahnya, masa lalu yang kelam, taubat, patah hati, mencari ketenangan batin, berusaha mengikhlaskan, memaafkan... banyak juga ya, sepertinya rekor seorang blogger yang menginspirasi aku banyak tulisan.
Aku sendiri merasa jauh lebih beruntung dari dia, karena aku sempet mengalami amnesia, gara-gara tekanan begitu berat dari suatu keluarga yang demi memperjuangkan nama baik, sayang dengan uangnya, tega menyakiti hati orang lain. Walaupun aku sempet nulis postingan tentang keluarga ini, tapi aku tidak marah, aku cuman kaget aja soalnya aku baru sadar betapa aku telah dijahati sedemikian rupa. Ini ada cuplikan postinganku, linknya di sini dan komentar di blog Keven Keppi dia nulis tentang pacaran
Di postinganku tentang memaafkan, ini linknya Islam mengajarkan agar memaafkan seberat apapun, di sini aku menulis Islam mengajarkan agar kita selalu bisa memaafkan, mendoakan demi kebaikan, lalu tawakkal. Kalo orangnya jahat ya pokoknya doakan demi kebaikan, tidak usah berhubungan lagi daripada berabe. Kecuali pihak sana menunjukkan iktikad baik, itupun juga mesti berhati-hati. Ketauan kok mana yang bener-bener menyesal atau hanya lip service, kalopun masih sulit untuk melihat orangnya beriktikad baik atau tidak, bertawakkal, serahkan semua pada Allah.
Sudah watak manusia punya kemarahan, tapi menurut Nabi Muhammad shallallah 'alaihi wa sallam, orang kuat adalah orang yangsanggup untuk tidak melampiaskan kemarahan. Selain itu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda bahwa ilmu untuk mendekatkan ke surga adalah jangan marah. Dan karena kalo bisa tidak hanya perbuatan kita bisa meredam amarah, tapi juga hati kita supaya selalu mendoakan kebaikan bagi orang lain. Karena Allah yang akan mengatur segala sesuatunya, orang yang jahat pasti diberi kejahatan setimpal, sebaliknya kita akan mendapat pahala besar bila memaafkan dan mendoakan demi kebaikan walau orangnya tidak berubah sekalipun. Bicara masalah hati, apapun yang terjadi, saat kita meninggal nanti, Allah akan melihat manusia bukan dari wajah dan harta tapi dari HATI dan AMAL PERBUATAN.
Allah berfirman
“Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang menafkahkan (harta mereka) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS Ali ‘Imran:134).
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Bukanlah orang kuat (yang sebenarnya) dengan (selalu mengalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian), tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah" (HR Bukhari Muslim)
Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan, “Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka.” Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan.” (HR. Thobrani)
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian”. (HR. Muslim)
Senin, 17 Oktober 2011
Ormas Islam yang aku ikuti
Tiap Selasa sore di rumahku ada pengajian Bapak-Bapak, salah satu pembicaranya adalah Pak Munichi, dosen UII Yogyakarta yang keturunan KH Ahmad Dahlan. Memang lingkunganku kental dengan nuansa Muhammadiyah, dulu Ibuku bersahabat dengan ibu AR. Fachruddin, sekarang sudah seperti saudara dengan Ibu Amien Rais yang keduanya adalah istri dari mantan ketua Muhammadiyah.
Aku sendiri gak terlalu mempermasalahkan label Muhammadiyah atau tidak, aku tidak punya kartu anggota Muhammadiyah. Dengan sahabat baikku, aku sering diajak ke Pengajian Srengenge dengan ustadz Anant, dulu penyanyi rock di kafe dengan kemampuan vokal mengagumkan, sekarang lagu-lagunya sangat relijius. Aku dan sahabatku sepakat kita di jalur Islam saja deh. Menjalankan Islam sesuai hadits dan Al Qur'an saja sudah banyak keteteran.
Barangkali ada ormas Islam yang punya tradisi konon melakukan hal di luar yang dilakukan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam di jamannya. Aku dulu pernah mengenal dekat dengan keluarga seperti itu di Jawa Barat, Ibu di sana semangat banget melakukan selametan (bahasa Jawa) atau bahasa Sundanya hadiahan. Begitu hari Raya Qurban, tidak ada uangnya. Walau hidup berkecukupan, tidak merasa bersalah menerima pembagian daging dari kampungnya. Ibu ini tidak sadar telah melewatkan pahala begitu besarnya kalau berqurban, bahkan setiap tetesan darah dan bulu dari hewan yang diqurbankan untuk Allah, ada pahalanya. Dan pendapat beliau merasa berhak merawat sepasang anak kembar yang merupakan cucu beliau dibanding Ibu kandung anak kembar itu, yang berarti telah menyakiti hati Ibu kandungnya, menunjukkan bahwa beliau lebih mengutamakan ego mencari pembenaran dibanding kebenaran sesuai ajaran Islam. Itulah yang damaksud dari makna fitnah lebih kejam dari pembunuhan, fitnah dalam hal ajaran Islam. Mengarang aturan sendiri seenaknya tanpa mau berpijak pada Al Qur'an dan hadits, dengan mengorbankan hati orang lain yang berusaha mengamalkan ajaran Islam yang benar.
Konon ada ormas non Muhammadiyah yang cenderung bisa kontak dengan gaib. Sekarang begini deh, aku berada di lingkungan Muhammadiyah tapi bila membaca profil Sunan Kalijaga aku bisa membayangkan kehidupan beliau, cara berpikir beliau. Bila aku berada di masjidnya barangkali getaran itu lebih kuat lagi. Bila aku punya kesempatan berkunjung ke masjid beliau, hanya untuk belajar dari perjuangan beliau bukan terus minta ini itu, kalo gitu dimarahin malah. Minta hanya pada Allah kayak ada peringatan seperti itu. Seorang Wali, mendapat keajaiban dari Allah berupa karomah, bila seorang Nabi berupa mukjizat, selain dari Nabi dan Wali adalah ilham.
Kalo aku sedang emosi, muncul kisah Nabi Yunus 'alaihi sallam yang bertaubat di perut ikan karena marah adalah perbuatan menzalimi diri sendiri. Pesan dari kisah ini adalah jangan marah, tidak hanya di perbuatan tapi juga di hati. Bila aku merasa sedih kehilangan barang, atau jauh dari anggota keluarga, maka muncul kisah Nabi Ayyub 'alaihi sallam yang tetap beribadah walau hartanya habis. Dan banyak kisah-kisah Nabi yang lain. Tapi paling dominan adalah Nabi Muhammad shalallallhu 'alaihi wa sallam. Hidup beliau dalam tekanan kaum musyrik, berperang untuk pembelaan diri. Jadi kalo ada yang menekan aku ngatain aku yang gak bener, terakhir dikatain seneng dikelilingi laki-laki yang lebih muda (padahal hanya di blog), atau dijudesin blogger yang tadinya akrab karena tidak sepaham (terutama berkaitan dengan masalah Islam) aku belajar dari kehidupan Nabi Muhammad 'alaihi sallam yang keras, tapi hati beliau tetap lembut dan suci, telah dicuci oleh malaikat Jibril saat beliau masih kecil dan menjelang Isra' Mi'raj.
Dengan adanya beberapa ormas Islam di Indonesia, semoga saling menghargai. Janganlah sesama Muslim saling terpecah belah. Lakukan tradisi hanya bila mampu, bila tidak lakukan sesuai ajaran Islam. Semoga kaum Muslim di Indonesia dan dunia bisa saling menghargai, ya Allah...
Aku sendiri gak terlalu mempermasalahkan label Muhammadiyah atau tidak, aku tidak punya kartu anggota Muhammadiyah. Dengan sahabat baikku, aku sering diajak ke Pengajian Srengenge dengan ustadz Anant, dulu penyanyi rock di kafe dengan kemampuan vokal mengagumkan, sekarang lagu-lagunya sangat relijius. Aku dan sahabatku sepakat kita di jalur Islam saja deh. Menjalankan Islam sesuai hadits dan Al Qur'an saja sudah banyak keteteran.
Barangkali ada ormas Islam yang punya tradisi konon melakukan hal di luar yang dilakukan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam di jamannya. Aku dulu pernah mengenal dekat dengan keluarga seperti itu di Jawa Barat, Ibu di sana semangat banget melakukan selametan (bahasa Jawa) atau bahasa Sundanya hadiahan. Begitu hari Raya Qurban, tidak ada uangnya. Walau hidup berkecukupan, tidak merasa bersalah menerima pembagian daging dari kampungnya. Ibu ini tidak sadar telah melewatkan pahala begitu besarnya kalau berqurban, bahkan setiap tetesan darah dan bulu dari hewan yang diqurbankan untuk Allah, ada pahalanya. Dan pendapat beliau merasa berhak merawat sepasang anak kembar yang merupakan cucu beliau dibanding Ibu kandung anak kembar itu, yang berarti telah menyakiti hati Ibu kandungnya, menunjukkan bahwa beliau lebih mengutamakan ego mencari pembenaran dibanding kebenaran sesuai ajaran Islam. Itulah yang damaksud dari makna fitnah lebih kejam dari pembunuhan, fitnah dalam hal ajaran Islam. Mengarang aturan sendiri seenaknya tanpa mau berpijak pada Al Qur'an dan hadits, dengan mengorbankan hati orang lain yang berusaha mengamalkan ajaran Islam yang benar.
Konon ada ormas non Muhammadiyah yang cenderung bisa kontak dengan gaib. Sekarang begini deh, aku berada di lingkungan Muhammadiyah tapi bila membaca profil Sunan Kalijaga aku bisa membayangkan kehidupan beliau, cara berpikir beliau. Bila aku berada di masjidnya barangkali getaran itu lebih kuat lagi. Bila aku punya kesempatan berkunjung ke masjid beliau, hanya untuk belajar dari perjuangan beliau bukan terus minta ini itu, kalo gitu dimarahin malah. Minta hanya pada Allah kayak ada peringatan seperti itu. Seorang Wali, mendapat keajaiban dari Allah berupa karomah, bila seorang Nabi berupa mukjizat, selain dari Nabi dan Wali adalah ilham.
Kalo aku sedang emosi, muncul kisah Nabi Yunus 'alaihi sallam yang bertaubat di perut ikan karena marah adalah perbuatan menzalimi diri sendiri. Pesan dari kisah ini adalah jangan marah, tidak hanya di perbuatan tapi juga di hati. Bila aku merasa sedih kehilangan barang, atau jauh dari anggota keluarga, maka muncul kisah Nabi Ayyub 'alaihi sallam yang tetap beribadah walau hartanya habis. Dan banyak kisah-kisah Nabi yang lain. Tapi paling dominan adalah Nabi Muhammad shalallallhu 'alaihi wa sallam. Hidup beliau dalam tekanan kaum musyrik, berperang untuk pembelaan diri. Jadi kalo ada yang menekan aku ngatain aku yang gak bener, terakhir dikatain seneng dikelilingi laki-laki yang lebih muda (padahal hanya di blog), atau dijudesin blogger yang tadinya akrab karena tidak sepaham (terutama berkaitan dengan masalah Islam) aku belajar dari kehidupan Nabi Muhammad 'alaihi sallam yang keras, tapi hati beliau tetap lembut dan suci, telah dicuci oleh malaikat Jibril saat beliau masih kecil dan menjelang Isra' Mi'raj.
Dengan adanya beberapa ormas Islam di Indonesia, semoga saling menghargai. Janganlah sesama Muslim saling terpecah belah. Lakukan tradisi hanya bila mampu, bila tidak lakukan sesuai ajaran Islam. Semoga kaum Muslim di Indonesia dan dunia bisa saling menghargai, ya Allah...
Minggu, 16 Oktober 2011
Islam mengajarkan agar memaafkan seberat apapun
Dendam adalah sesuatu hal yang negatif, bila kita memeliharanya terlalu lama, maka lama-lama hati kita akan mati karena diliputi kebencian. Kejahatan apa yang paling menyakitkan kira-kira? Apakah sekeluarga dibunuh lalu hidup mengasah kemampuan bela diri untuk membalas dendam seperti film silat?
Untuk hidup dengan mencari keridhoan Allah, maka hati selalu dibersihkan, termasuk membersihkan dari dendam dan kebencian. Bila orang yang melakukan kejahatan sudah demikian jahatnya sehingga tidak ada gunanya untuk berunding, maka paling tidak berdoalah, berdoalah agar mereka kembali ke jalan yang benar. Kalo tetap jahat juga tidak ada perubahan sampai kematiannya berarti di mata Allah hati orang jahat itu sudah mati dan akan diberi hukuman sangat berat dengan kematian yang menyakitkan, azab kubur yang perih, padang mahsyar penuh penderitaan, dan diseret untuk dilempar ke neraka dengan kasar oleh malaikat Malik. Dosa orang yang dijahati akan dilimpahkan ke pelaku kejahatan saat dihisab.
Kita sendiri tanpa kita sadari sering melakukan kesalahan, misalnya makan lupa berdoa, menyakiti hati orang lain padahal tidak bermaksud seperti itu dan tidak menyadari, membicarakan keburukan orang lain apalagi bila orang itu sebetulnya beriman dosanya lebih berat lagi, dan seterusnya. Dosa-dosa antara sesama manusia tidak akan dihapuskan oleh Allah sebelum kita sanggup meminta maaf terhadap orang yang bersangkutan. Coba diingat-ingat, pernahkan saking keselnya kita malas untuk meminta maaf pada seseorang? Paling tidak kita berusaha untuk meminta maaf untuk memutus dosa kita terhadapnya, berharap Allah mengampuni dosa kita terhadap seseorang itu. Dalam seminggu ini aku sudah meminta maaf pada beberapa blogger yang aku kritik, bahkan yang sebetulnya tidak aku kritik, dia salah persepsi terhadap ucapanku. Dan apa reaksinya? Diam saja, soalnya berat untuk menghubungiku lagi. Bagi orang beriman, kalo kesel dan tidak sepaham pada orang minimal minta maaf lalu tidak usah ketemu lagi gak papalah...
Belajar berbesar hati untuk minta maaf, belajar memaafkan, dan lebih baik menyambung hubungan. Menyambung hubungan pertemanan atau persaudaraan dari yang tadinya bermusuhan karena perbedaan pendapat akan mendapat rahmat dari Allah, banyak rejeki. Hanya saja karena ego yang kuat, rahmat dari Allah, memperlancar rejeki disia-siakan begitu saja...
Allah berfirman
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. Ali Imran : 159)
Untuk hidup dengan mencari keridhoan Allah, maka hati selalu dibersihkan, termasuk membersihkan dari dendam dan kebencian. Bila orang yang melakukan kejahatan sudah demikian jahatnya sehingga tidak ada gunanya untuk berunding, maka paling tidak berdoalah, berdoalah agar mereka kembali ke jalan yang benar. Kalo tetap jahat juga tidak ada perubahan sampai kematiannya berarti di mata Allah hati orang jahat itu sudah mati dan akan diberi hukuman sangat berat dengan kematian yang menyakitkan, azab kubur yang perih, padang mahsyar penuh penderitaan, dan diseret untuk dilempar ke neraka dengan kasar oleh malaikat Malik. Dosa orang yang dijahati akan dilimpahkan ke pelaku kejahatan saat dihisab.
Kita sendiri tanpa kita sadari sering melakukan kesalahan, misalnya makan lupa berdoa, menyakiti hati orang lain padahal tidak bermaksud seperti itu dan tidak menyadari, membicarakan keburukan orang lain apalagi bila orang itu sebetulnya beriman dosanya lebih berat lagi, dan seterusnya. Dosa-dosa antara sesama manusia tidak akan dihapuskan oleh Allah sebelum kita sanggup meminta maaf terhadap orang yang bersangkutan. Coba diingat-ingat, pernahkan saking keselnya kita malas untuk meminta maaf pada seseorang? Paling tidak kita berusaha untuk meminta maaf untuk memutus dosa kita terhadapnya, berharap Allah mengampuni dosa kita terhadap seseorang itu. Dalam seminggu ini aku sudah meminta maaf pada beberapa blogger yang aku kritik, bahkan yang sebetulnya tidak aku kritik, dia salah persepsi terhadap ucapanku. Dan apa reaksinya? Diam saja, soalnya berat untuk menghubungiku lagi. Bagi orang beriman, kalo kesel dan tidak sepaham pada orang minimal minta maaf lalu tidak usah ketemu lagi gak papalah...
Belajar berbesar hati untuk minta maaf, belajar memaafkan, dan lebih baik menyambung hubungan. Menyambung hubungan pertemanan atau persaudaraan dari yang tadinya bermusuhan karena perbedaan pendapat akan mendapat rahmat dari Allah, banyak rejeki. Hanya saja karena ego yang kuat, rahmat dari Allah, memperlancar rejeki disia-siakan begitu saja...
Allah berfirman
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. Ali Imran : 159)
Sabtu, 15 Oktober 2011
Apakah jihad berarti melakukan bom bunuh diri?
Aku pernah menulis sekilas tentang jihad, ini linknya Jihad tidak selalu ke medan perang . Ini sedikit cuplikannya
Jihad itu artinya dalam bahasa adalah "berjuang" atau "berusaha keras". Sedang dalam konteks Islam berarti "berjuang keras menegakkan syariat Islam". Kalo ada orang Barat punya persepsi jihad artinya adalah bunuh diri di medan peperangan tidak sepenuhnya benar. Peperangan dalam Islam adalah bila orang-orang Islam dizalimi kaum kafir atau diusir.
Allah berfirman:
Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al Mumtahanah :9)
Allah berfirman:
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. (QS. Al Hajj : 78)
Barangkali karena akhir-akhir ini aku melihat sobat bloggerku dulu yang rajin menulis tentang Islam sering membahas kekerasan dan ketidakadilan, mulailah aku terusik dan aku bicarakan dengan keponakanku seorang blogger yang suka menulis dengan bahasa Inggris, ini linknya Aku ingin hidup.
Ini diskusinya Aku (A), Keponakan (K), sedikit diedit dengan tidak merubah substansi
A : kata pak Munichi, pembicara pengajian Selasa sore di rumah yang juga narasumber film Sang Pencerah, jihad itu bukan melakukan bom bunuh diri
K : ideolognya sendiri tidak mau mati konyol, mengorbankan orang lain yang mau dipengaruhi
A : mereka kayak orang terhipnotis, fokus ke surga, eh, kalo ternyata nyasar ke jurang neraka gimana ya, berulang-ulang mengebom dirinya sendiri di neraka karena melakukan bunuh diri dan kerusakan
K : gimana kalo kita intropeksi sendiri gak usah ngebahas orang lain
A : kadang-kadang kita kan perlu tau juga bagaimana pendapat ahli tafsir Al Qur'an seperti pak Munichi tentang jihad
K : aku belum kepikiran ngebahas itu di blogku
A : aku sendiri kebanyakan ide tulisan, soalnya satu postingan, tiap kalimatnya bisa dijelaskan panjang lebar. Kadang mesti menahan diri gak nulis, mesti nyuci baju segala, hahaha... Ilmu itu sangat luas, terjemahan Al Qur'an aja sampai berderet-deret. Kalo ada yang beli untuk pajangan atau benar-benar dibaca yah. Makanya dibikin ringan belajar dari yang lebih ngerti
K : yah, aku jadi dapat ide tulisan, nanti aku tulis lagi. Senengnya nulis pake bahasa Inggris pembacanya dari berbagai negara...
A : nulis itu nuangin uneg-uneg gak usah jadi beban. Mau dibaca orang, dikomentari orang terserah aja. Cuman memang kode etiknya adalah jangan menyebut nama, menyamarkan kejadian, dan seterusnya. Aku sebelum paham kode etik suka kesandung duluan, hehehe...
K : okelah, emang ilmu sangat luas, kapan-kapan sambung lagi ya...
Begitulah... aku dan keponakanku sepakat bahwa bom bunuh diri bukanlah berjihad yang benar, siapa tau mereka malah kesasar tidak ketemu malaikat Ridwan yang ramah malah ketemu malaikat Malik yang serem...
Jihad itu artinya dalam bahasa adalah "berjuang" atau "berusaha keras". Sedang dalam konteks Islam berarti "berjuang keras menegakkan syariat Islam". Kalo ada orang Barat punya persepsi jihad artinya adalah bunuh diri di medan peperangan tidak sepenuhnya benar. Peperangan dalam Islam adalah bila orang-orang Islam dizalimi kaum kafir atau diusir.
Allah berfirman:
Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al Mumtahanah :9)
Allah berfirman:
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. (QS. Al Hajj : 78)
Barangkali karena akhir-akhir ini aku melihat sobat bloggerku dulu yang rajin menulis tentang Islam sering membahas kekerasan dan ketidakadilan, mulailah aku terusik dan aku bicarakan dengan keponakanku seorang blogger yang suka menulis dengan bahasa Inggris, ini linknya Aku ingin hidup.
Ini diskusinya Aku (A), Keponakan (K), sedikit diedit dengan tidak merubah substansi
A : kata pak Munichi, pembicara pengajian Selasa sore di rumah yang juga narasumber film Sang Pencerah, jihad itu bukan melakukan bom bunuh diri
K : ideolognya sendiri tidak mau mati konyol, mengorbankan orang lain yang mau dipengaruhi
A : mereka kayak orang terhipnotis, fokus ke surga, eh, kalo ternyata nyasar ke jurang neraka gimana ya, berulang-ulang mengebom dirinya sendiri di neraka karena melakukan bunuh diri dan kerusakan
K : gimana kalo kita intropeksi sendiri gak usah ngebahas orang lain
A : kadang-kadang kita kan perlu tau juga bagaimana pendapat ahli tafsir Al Qur'an seperti pak Munichi tentang jihad
K : aku belum kepikiran ngebahas itu di blogku
A : aku sendiri kebanyakan ide tulisan, soalnya satu postingan, tiap kalimatnya bisa dijelaskan panjang lebar. Kadang mesti menahan diri gak nulis, mesti nyuci baju segala, hahaha... Ilmu itu sangat luas, terjemahan Al Qur'an aja sampai berderet-deret. Kalo ada yang beli untuk pajangan atau benar-benar dibaca yah. Makanya dibikin ringan belajar dari yang lebih ngerti
K : yah, aku jadi dapat ide tulisan, nanti aku tulis lagi. Senengnya nulis pake bahasa Inggris pembacanya dari berbagai negara...
A : nulis itu nuangin uneg-uneg gak usah jadi beban. Mau dibaca orang, dikomentari orang terserah aja. Cuman memang kode etiknya adalah jangan menyebut nama, menyamarkan kejadian, dan seterusnya. Aku sebelum paham kode etik suka kesandung duluan, hehehe...
K : okelah, emang ilmu sangat luas, kapan-kapan sambung lagi ya...
Begitulah... aku dan keponakanku sepakat bahwa bom bunuh diri bukanlah berjihad yang benar, siapa tau mereka malah kesasar tidak ketemu malaikat Ridwan yang ramah malah ketemu malaikat Malik yang serem...
Fitnah yang semakin bertebaran
Aku menganggap sepi bila ada fitnah, karena aku meyakini sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, orang yang suka memfitnah akan mengalami kebangkrutan pahala saat di neraka. Bahkan dia mengambil dosa orang-orang yang difitnahnya
Dari Abu Hurairah
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya : Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut ( pailit ) itu ? Maka mereka ( para sahabat ) menjawab : orang yang pailit di antara kita adalah orang yang tidak mempunyai uang dan harta. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menerangkan : orang yang pailit dari ummatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakatnya, namun dia datang dan (dahulu di dunianya) dia telah mencela si ini, menuduh (berzina) si itu, memakan harta si ini, menumpahkan darah si itu dan telah memukul orang lain ( dengan tidak hak ), maka si ini diberikan kepadanya kebaikan orang yang membawa banyak pahala ini, dan si itu diberikan sedemikian juga, maka apabila kebaikannya sudah habis sebelum dia melunasi segala dosanya ( kepada orang lain ), maka kesalahan orang yang didzalimi di dunia itu dibebankan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke api neraka. (HR. Muslim)
Fitnah paling nyata adalah seseorang membuatkanku blog khusus berjudul namaku dan mengatakan aku munafik (search Google dengan keyword RATNAWATI UTAMI MUNAFIK). Aku cuman mikir, orang ini gak sadar apa ya, selama blog ini dipasang, maka dosa-dosaku akan diambil olehnya. Dan kasus blog penghujat ini sering dijadikan tekanan oleh orang yang marah padaku. Ada temennya kukritik, dia marah lalu membahas tentang blog penghujat itu. Pendapat tentang blog penghujat itu terpecah jadi beberapa pendapat, yang marah padaku mendukung tulisan itu, ada yang gak peduli, ada yang menganggap penulis blog penghujat tidak sadar tulisannya akan menyebabkan terjungkal di neraka.
Ada orang lain yang marah karena salah persepsi waktu aku cerita ke temennya bahwa tulisannya negatif misalnya begini "gajiku yang kecil menjadikan aku susah nyari pasangan" supaya dijadikan positif "aku akan berusaha meningkatkan taraf hidupku". Cerita tulisan yang negatif itu ditanggapi negatif dengan mengatakan ke aku "kamu cerita tulisanku tidak sesuai ajaran Islam ya", terus dia tidak mau ngobrol lagi denganku setelah sebelumnya ngatain aku kira-kira begini, kamu udah tua kok doyannya ama brondong. Entahlah, sebetulnya aku pengen ketawa waktu dia bilang gitu cuman sungkan aja karena membayangkan brondong jagung yang aku emang suka banget. Di blogku banyak komentar dari laki-laki yang jauh lebih muda dariku, dan aku balas blogwalking ke mereka. Toh ini dunia maya, di dunia nyata aku lebih banyak bergaul dengan guru PAUD yang wanita dan anak-anak.
Aku selalu teringat bahwa akan ada fitnah dajjal, fitnah paling kejam yang ada dalam sejarah kehidupan manusia. Tapi manusia beriman tidak akan tertipu, manusia beriman akan tetap taat beribadah dan menjalankan ajaran Islam secara benar.
Ada status sahabat bloggerku di FB yang menulis "diajak jihad dengan ngebom, apa mereka tau yang dihina malah lebih baik darinya". Memang menjadi munafik itu tipis sekali dengan keimanan. Karena orang munafik adalah orang yang belajar Islam, tinggi ilmunya, tapi digunakan untuk kejahatan tanpa mereka menyadarinya. Islam mengajarkan untuk menolong kaum yang kekurangan, tapi kok fokusnya pada kemarahan karena ketidak adilan. Kalo memang ada ketidakadilan memang mesti disikapi dengan bijaksana, seperti agar lebih memperbanyak doa dan mendekatkan diri pada Allah. Yang lebih menyedihkan adalah, orang munafik akan berada di tingkatan paling rendah di neraka, lebih rendah dari orang kafir, ini linknya Tujuh tingkat neraka bersama penghuninya . Bila mengaku sebagai muslim, apalagi yang belajar Islam, jangan sampai terjebak untuk memfitnah, pelajari apa betul informasi datang dari sumber yang benar.
Allah berfirman
“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa” (QS. Al Qalam:10-12).
Allah berfirman
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujarat : 6)
Dari Abu Hurairah
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya : Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut ( pailit ) itu ? Maka mereka ( para sahabat ) menjawab : orang yang pailit di antara kita adalah orang yang tidak mempunyai uang dan harta. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menerangkan : orang yang pailit dari ummatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakatnya, namun dia datang dan (dahulu di dunianya) dia telah mencela si ini, menuduh (berzina) si itu, memakan harta si ini, menumpahkan darah si itu dan telah memukul orang lain ( dengan tidak hak ), maka si ini diberikan kepadanya kebaikan orang yang membawa banyak pahala ini, dan si itu diberikan sedemikian juga, maka apabila kebaikannya sudah habis sebelum dia melunasi segala dosanya ( kepada orang lain ), maka kesalahan orang yang didzalimi di dunia itu dibebankan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke api neraka. (HR. Muslim)
Fitnah paling nyata adalah seseorang membuatkanku blog khusus berjudul namaku dan mengatakan aku munafik (search Google dengan keyword RATNAWATI UTAMI MUNAFIK). Aku cuman mikir, orang ini gak sadar apa ya, selama blog ini dipasang, maka dosa-dosaku akan diambil olehnya. Dan kasus blog penghujat ini sering dijadikan tekanan oleh orang yang marah padaku. Ada temennya kukritik, dia marah lalu membahas tentang blog penghujat itu. Pendapat tentang blog penghujat itu terpecah jadi beberapa pendapat, yang marah padaku mendukung tulisan itu, ada yang gak peduli, ada yang menganggap penulis blog penghujat tidak sadar tulisannya akan menyebabkan terjungkal di neraka.
Ada orang lain yang marah karena salah persepsi waktu aku cerita ke temennya bahwa tulisannya negatif misalnya begini "gajiku yang kecil menjadikan aku susah nyari pasangan" supaya dijadikan positif "aku akan berusaha meningkatkan taraf hidupku". Cerita tulisan yang negatif itu ditanggapi negatif dengan mengatakan ke aku "kamu cerita tulisanku tidak sesuai ajaran Islam ya", terus dia tidak mau ngobrol lagi denganku setelah sebelumnya ngatain aku kira-kira begini, kamu udah tua kok doyannya ama brondong. Entahlah, sebetulnya aku pengen ketawa waktu dia bilang gitu cuman sungkan aja karena membayangkan brondong jagung yang aku emang suka banget. Di blogku banyak komentar dari laki-laki yang jauh lebih muda dariku, dan aku balas blogwalking ke mereka. Toh ini dunia maya, di dunia nyata aku lebih banyak bergaul dengan guru PAUD yang wanita dan anak-anak.
brondong dan es tebu di pasar sunday morning (sunmor) UGM
Aku selalu teringat bahwa akan ada fitnah dajjal, fitnah paling kejam yang ada dalam sejarah kehidupan manusia. Tapi manusia beriman tidak akan tertipu, manusia beriman akan tetap taat beribadah dan menjalankan ajaran Islam secara benar.
Ada status sahabat bloggerku di FB yang menulis "diajak jihad dengan ngebom, apa mereka tau yang dihina malah lebih baik darinya". Memang menjadi munafik itu tipis sekali dengan keimanan. Karena orang munafik adalah orang yang belajar Islam, tinggi ilmunya, tapi digunakan untuk kejahatan tanpa mereka menyadarinya. Islam mengajarkan untuk menolong kaum yang kekurangan, tapi kok fokusnya pada kemarahan karena ketidak adilan. Kalo memang ada ketidakadilan memang mesti disikapi dengan bijaksana, seperti agar lebih memperbanyak doa dan mendekatkan diri pada Allah. Yang lebih menyedihkan adalah, orang munafik akan berada di tingkatan paling rendah di neraka, lebih rendah dari orang kafir, ini linknya Tujuh tingkat neraka bersama penghuninya . Bila mengaku sebagai muslim, apalagi yang belajar Islam, jangan sampai terjebak untuk memfitnah, pelajari apa betul informasi datang dari sumber yang benar.
Allah berfirman
“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa” (QS. Al Qalam:10-12).
Allah berfirman
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujarat : 6)
Jumat, 14 Oktober 2011
Mupeng melihat orang pacaran?
Orang yang meraih kemenangan di mata Allah adalah orang yang bisa memerangi hawa nafsu. Tidak hanya sekedar bisa menahan, tapi bisa memalingkan hatinya bila tidak sengaja melihat hal berbau maksiat. Hati itu seharusnya diisi dengan berdzikir setiap saat dan tidak mudah tergoda oleh maksiat. Saat roh akan dicabut oleh malaikat, maka akhir yang baik adalah bagi yang bisa mengucap kalimat syahadat. Apakah semudah itu mengucapkan kalimat syahadat, hanya hati yang sering berdzikir dan lembut akan mudah mengucapkan kalimat syahadat saat menjelang ajal. Hati yang keras, sering marah, penuh dendam, suka bermusuhan, sering membayangkan hal-hal yang porno akan sulit mengucap kalimat syahadat di akhir hidupnya.
Manusia suka menawar, sudah tau tidak boleh berzina tetap saja melakukan pacaran. Nyerempet-nyerempet, berpelukan, berciuman, mojok entah dimana. Yang penting kan tidak berzina, alesannya. Yang hatinya mati santai saja melakukan zina tanpa merasa bersalah. Kebetulan sih rumahku deket kampus, jadi banyak rumah kost sekitar sini. Tiap malam minggu, sering melewati yang lagi pacaran di teras yang cewek dipangku yang cowok. Belum lagi suatu ketika pernah melewati jembatan dekat fakultas Teknik UGM, kebetulan gelap dan sepanjang jembatan banyak pasangan berpelukan. Wajah mereka menunjukkan ekspresi sangat menikmati, barangkali bila pake stetoskop suaranya bergemuruh, ahhhh...
Masalahnya bila sudah pacaran, nyerempet ke zina, walaupun ni'mat akan membuat hati semakin keras dan mengeras. Tadinya pegangan tangan, lalu merambah ke tempat lain. Susah berhentinya. Makanya ajaran Islam mengajarkan agar bila nafsu mulai menyergap, berpuasalah. Berpuasalah karena Allah, dan Allah akan memberikan ketenangan, kekuatan agar bisa menahan diri dari perbuatan maksiat.
Perlu untuk saling mengenal tapi dengan cara yang Islami, bertemu di tempat yang ramai dan terang. Malah ada yang menikah tanpa mengenal dulu. Dijodohkan dengan latar belakang kekuatan iman karena ingin menjadikan pernikahan ini ibadah. Biasanya yang menikah tanpa sebelumnya saling mengenal karena yakin pasangannya adalah orang yang beriman jadi tidak akan menyakiti hati. Yakin bahwa rejeki akan ada bagi manusia yang bertaqwa, Allah akan selalu mencukupkan keperluannya. Yakin pihak laki-laki yang beriman akan berjuang mencari nafkah dengan halal, dan sang wanita akan mengabdi pada suami dengan sepenuh hati.
Perlu melatih diri untuk menjadi manusia beriman, karena pada dasarnya manusia lebih mudah untuk marah dibanding bersabar, mudah mupeng bila melihat pornografi dibanding menjaga pandangan, lebih mudah untuk memuaskan hawa nafsu dibanding menahan diri. Dan Allah akan mengganti semua pengorbanan itu dengan pahala di akhirat dan ketenangan hidup di dunia. Sederhana saja, kebaikan melawan kejahatan. Bila yang menang kebaikan dia akan berhak masuk surga, itu saja. Biarpun ilmu tentang Islam tinggi, tanpa menjalankan kebaikan dan menghindari maksiat malah percuma, termasuk golongan munafik, bersama para kafir masuk ke neraka saat di akhirat nanti...
Manusia suka menawar, sudah tau tidak boleh berzina tetap saja melakukan pacaran. Nyerempet-nyerempet, berpelukan, berciuman, mojok entah dimana. Yang penting kan tidak berzina, alesannya. Yang hatinya mati santai saja melakukan zina tanpa merasa bersalah. Kebetulan sih rumahku deket kampus, jadi banyak rumah kost sekitar sini. Tiap malam minggu, sering melewati yang lagi pacaran di teras yang cewek dipangku yang cowok. Belum lagi suatu ketika pernah melewati jembatan dekat fakultas Teknik UGM, kebetulan gelap dan sepanjang jembatan banyak pasangan berpelukan. Wajah mereka menunjukkan ekspresi sangat menikmati, barangkali bila pake stetoskop suaranya bergemuruh, ahhhh...
Masalahnya bila sudah pacaran, nyerempet ke zina, walaupun ni'mat akan membuat hati semakin keras dan mengeras. Tadinya pegangan tangan, lalu merambah ke tempat lain. Susah berhentinya. Makanya ajaran Islam mengajarkan agar bila nafsu mulai menyergap, berpuasalah. Berpuasalah karena Allah, dan Allah akan memberikan ketenangan, kekuatan agar bisa menahan diri dari perbuatan maksiat.
Perlu untuk saling mengenal tapi dengan cara yang Islami, bertemu di tempat yang ramai dan terang. Malah ada yang menikah tanpa mengenal dulu. Dijodohkan dengan latar belakang kekuatan iman karena ingin menjadikan pernikahan ini ibadah. Biasanya yang menikah tanpa sebelumnya saling mengenal karena yakin pasangannya adalah orang yang beriman jadi tidak akan menyakiti hati. Yakin bahwa rejeki akan ada bagi manusia yang bertaqwa, Allah akan selalu mencukupkan keperluannya. Yakin pihak laki-laki yang beriman akan berjuang mencari nafkah dengan halal, dan sang wanita akan mengabdi pada suami dengan sepenuh hati.
Perlu melatih diri untuk menjadi manusia beriman, karena pada dasarnya manusia lebih mudah untuk marah dibanding bersabar, mudah mupeng bila melihat pornografi dibanding menjaga pandangan, lebih mudah untuk memuaskan hawa nafsu dibanding menahan diri. Dan Allah akan mengganti semua pengorbanan itu dengan pahala di akhirat dan ketenangan hidup di dunia. Sederhana saja, kebaikan melawan kejahatan. Bila yang menang kebaikan dia akan berhak masuk surga, itu saja. Biarpun ilmu tentang Islam tinggi, tanpa menjalankan kebaikan dan menghindari maksiat malah percuma, termasuk golongan munafik, bersama para kafir masuk ke neraka saat di akhirat nanti...
Begitu banyak energi negatif di dunia ini
Di page ABOUT THIS BLOG, aku menulis bahwa energi negatif adalah kebencian, marah, dendam, dan seterusnya. Oleh Allah, manusia diperintahkan untuk menghilangkan hawa nafsu. Bila hawa nafsu itu sudah diatasi, baru bisa ditangkap pemahaman firman-firman dari Allah. Siapa sih aku ini, aku bukan siapa-siapa di hadapan Allah. Semua hanyalah titipan. Dan ternyata oleh Allah aku diuji satu demi satu kehilangan hal yang aku sayangi. Apakah benar hatiku tetap tertaut pada Allah walau semua menghindariku.
Berkali-kali aku dimarahi oleh orang-orang, yang kadang aneh misalnya aku digosipin begini dan begitu. Walau aku tidak merasa mengatakan seperti itu. Tapi yang aku takutkan adalah beberapa dari mereka yang memarahiku masuk rumah sakit, walau aku tidak menghendaki seperti itu. Aku sampai menyebutnya, terlalu banyak kebetulan. Benar-benar tidak mudah menjadi manusia yang berjiwa besar, yang selalu berprasangka baik akan sesuatu hal. Berusaha tidak menyakiti hati orang lain, bermaksud baik tapi ditangkap dengan sudut pandang yang berbeda oleh orang lain.
Hal yang menyakitkan selalu aku terima sajalah, omongan orang tentangku juga aku gak permasalahkan. Bila mereka berghibah, walaupun itu benar tapi berupa celaan maka mereka akan mengambil dosaku. Bila mereka memfitnahku, dosanya jauh lebih besar lagi. Ada lagi yang lebih parah, mengadu domba, bila seseorang mengatakan pada yang lain mengakibatkan rusaknya hubungan, maka orang yang mengadu domba mendapatkan siksa perih di azab kubur berkepanjangan.
Ada seseorang baru saja mengatakan kepadaku bahwa banyak orang ngomongin di belakangku. Emang sepenting apa sih aku diomongin. Tau gak mereka itu betapa besar dosa yang dilakukan, belum lagi dosa yang mereka ambil dariku. Jadi aku gak terlalu pikirin. Emang orang yang bilang bahwa banyak orang ngomongin aku di belakang bisa kasih solusi dari semua permasalahan, bukannya malah tambah membuat rumit, menjatuhkan aku. Aku hidup mencari Ridho Allah, kalo ada orang bilang ini itu, dan hadits menyatakan bahwa orang yang membicarakan orang lain mengambil dosa orang yang diomongin, berarti aku lebih percaya hadits dibandingin omongan orang yang ingin menekan aku. Omongan orang "kamu banyak diomongin orang di belakang", jawabannya "terima kasih sudah mengambil dosa-dosaku".
Begitu banyak energi negatif di dunia ini, begitu sulit menjadi manusia berjiwa besar yang menerima kritik, sanggup memaafkan, selalu menyambung silaturahmi. Karena sulit itulah Allah akan memberi imbalan yang besar yaitu kenikmatan di surga. Terima kasih untuk orang-orang yang kata seseorang suka ngomongin di belakangku. Dosaku berkurang, hidupku semakin ringan, lebih mudah menerima pemahaman dari firman Allah dan semakin banyak tulisan tentang pemahaman hidup yang kutulis...
Berkali-kali aku dimarahi oleh orang-orang, yang kadang aneh misalnya aku digosipin begini dan begitu. Walau aku tidak merasa mengatakan seperti itu. Tapi yang aku takutkan adalah beberapa dari mereka yang memarahiku masuk rumah sakit, walau aku tidak menghendaki seperti itu. Aku sampai menyebutnya, terlalu banyak kebetulan. Benar-benar tidak mudah menjadi manusia yang berjiwa besar, yang selalu berprasangka baik akan sesuatu hal. Berusaha tidak menyakiti hati orang lain, bermaksud baik tapi ditangkap dengan sudut pandang yang berbeda oleh orang lain.
Hal yang menyakitkan selalu aku terima sajalah, omongan orang tentangku juga aku gak permasalahkan. Bila mereka berghibah, walaupun itu benar tapi berupa celaan maka mereka akan mengambil dosaku. Bila mereka memfitnahku, dosanya jauh lebih besar lagi. Ada lagi yang lebih parah, mengadu domba, bila seseorang mengatakan pada yang lain mengakibatkan rusaknya hubungan, maka orang yang mengadu domba mendapatkan siksa perih di azab kubur berkepanjangan.
Ada seseorang baru saja mengatakan kepadaku bahwa banyak orang ngomongin di belakangku. Emang sepenting apa sih aku diomongin. Tau gak mereka itu betapa besar dosa yang dilakukan, belum lagi dosa yang mereka ambil dariku. Jadi aku gak terlalu pikirin. Emang orang yang bilang bahwa banyak orang ngomongin aku di belakang bisa kasih solusi dari semua permasalahan, bukannya malah tambah membuat rumit, menjatuhkan aku. Aku hidup mencari Ridho Allah, kalo ada orang bilang ini itu, dan hadits menyatakan bahwa orang yang membicarakan orang lain mengambil dosa orang yang diomongin, berarti aku lebih percaya hadits dibandingin omongan orang yang ingin menekan aku. Omongan orang "kamu banyak diomongin orang di belakang", jawabannya "terima kasih sudah mengambil dosa-dosaku".
Begitu banyak energi negatif di dunia ini, begitu sulit menjadi manusia berjiwa besar yang menerima kritik, sanggup memaafkan, selalu menyambung silaturahmi. Karena sulit itulah Allah akan memberi imbalan yang besar yaitu kenikmatan di surga. Terima kasih untuk orang-orang yang kata seseorang suka ngomongin di belakangku. Dosaku berkurang, hidupku semakin ringan, lebih mudah menerima pemahaman dari firman Allah dan semakin banyak tulisan tentang pemahaman hidup yang kutulis...
Ujian adalah dari hal paling dicintai
Ada temenku yang orangnya suka menolong orang lain pernah mencari kebenaran kemana-mana. Mencoba mencari ustad yang bisa menjawab pertanyaan kenapa aku sering dibohongi orang padahal aku suka menolong orang. Dibohongi orang yang kita percayai sangat menyakitkan katanya. Dia berharap andai dia punya kemampuan bisa tau mana yang perlu ditolong mana yang tidak. Tapi semua kejadian itu ada hikmahnya, dia jadi lebih tekun belajar Islam. Andai dia hidupnya mulus, tidak sering ditipu lawan bisnis sampai milyaran rupiah barangkali dia malah mengarah ke kufur ni'mat.
Pernah ada cerita seorang hamba Allah yang shaleh, walaupun kaya raya rajin sedekah dan beribadah pada Allah dialah Nabi Ayyub 'alaihi sallam. Iblis merasa tidak nyaman dengan keadaan ini, akhirnya minta ijin pada Allah untuk menguji Nabi Ayyub 'alaihi sallam, dan diijinkan oleh Allah. Lalu mulailah penderitaan luar biasa yang diterima oleh Nabi Ayyub 'alaihi sallam. Hartanya habis, anak-anaknya meninggal, tubuhnya digerogoti penyakit yang membuatnya berbau busuk. Karena kesabaran luar biasa tidak pernah mengeluh tetap taat beribadah akhirnya semua harta miliknya, kesehatannya dikembalikan oleh Allah padanya.
Semua yang kita miliki adalah titipan dari Allah, dan kita diberi amanah oleh Allah untuk menjaganya. Kadang kita lupa, kecintaan yang dititipkan pada kita membuat kita begitu terpana, jatuh cinta yang berlebihan melebihi cinta kita pada Allah. Aku pernah merasakan diuji dari kehilangan semua barang milikku, mulai dari minus saat balik ke Jogja, Juni 2009. Saat ini aku sangat menyayangi teman-teman bloggerku, semuanya terutama yang pernah chatting bertukar pikiran padaku. Dan mulailah ujian demi ujian timbul di dunia maya.
Bila aku mengkritik seorang blogger, itu karena blogger ini aku anggap membawa pengaruh buruk berenergi negatif dan berharap dia lebih banyak menulis untuk menebarkan perdamaian bukan permusuhan, kebencian. Lucunya kebencian itu malah dilakukan sesama muslim, membenci sesuatu berarti ada celah maksiat dan itu mudah dirasuki setan untuk menyetirnya. Bila ingin mengajak ke arah kebaikan, lakukan dengan lembut. Misalnya bukannya melarang membaca buku ini itu, tapi diajak membaca buku yang bermanfaat. Larangan malah kadang membuat orang tertarik dan penasaran untuk mencobanya.
Dan bukankan masih ada topik yang lebih baik seperti menyantuni anak yatim, ritual ibadah haji, atau qurban yang sebentar lagi akan dirayakan? Dari sekian banyak topik kenapa memilih kebencian bukan perdamaian? Akhirnya beberapa temen bloggerku mulai terlibat konflik menjauh dariku karena perbedaan pendapat. Itu aku anggap ujian untukku yang sangat menyayangi sobat-sobat bloggerku. Memang membuatku terpukul, tapi ya sudahlah. Toh mereka memilih jalan masing-masing.
Tapi aku yakin, tiap kali ada sobat yang ada konflik lalu menjauh, pasti ada ganti yang lebih baik, ngapain mikirin yang lama. Yang lebih istiqomah dan menyejukkan, mengajak untuk saling menyayangi sesama...
Pernah ada cerita seorang hamba Allah yang shaleh, walaupun kaya raya rajin sedekah dan beribadah pada Allah dialah Nabi Ayyub 'alaihi sallam. Iblis merasa tidak nyaman dengan keadaan ini, akhirnya minta ijin pada Allah untuk menguji Nabi Ayyub 'alaihi sallam, dan diijinkan oleh Allah. Lalu mulailah penderitaan luar biasa yang diterima oleh Nabi Ayyub 'alaihi sallam. Hartanya habis, anak-anaknya meninggal, tubuhnya digerogoti penyakit yang membuatnya berbau busuk. Karena kesabaran luar biasa tidak pernah mengeluh tetap taat beribadah akhirnya semua harta miliknya, kesehatannya dikembalikan oleh Allah padanya.
Semua yang kita miliki adalah titipan dari Allah, dan kita diberi amanah oleh Allah untuk menjaganya. Kadang kita lupa, kecintaan yang dititipkan pada kita membuat kita begitu terpana, jatuh cinta yang berlebihan melebihi cinta kita pada Allah. Aku pernah merasakan diuji dari kehilangan semua barang milikku, mulai dari minus saat balik ke Jogja, Juni 2009. Saat ini aku sangat menyayangi teman-teman bloggerku, semuanya terutama yang pernah chatting bertukar pikiran padaku. Dan mulailah ujian demi ujian timbul di dunia maya.
Bila aku mengkritik seorang blogger, itu karena blogger ini aku anggap membawa pengaruh buruk berenergi negatif dan berharap dia lebih banyak menulis untuk menebarkan perdamaian bukan permusuhan, kebencian. Lucunya kebencian itu malah dilakukan sesama muslim, membenci sesuatu berarti ada celah maksiat dan itu mudah dirasuki setan untuk menyetirnya. Bila ingin mengajak ke arah kebaikan, lakukan dengan lembut. Misalnya bukannya melarang membaca buku ini itu, tapi diajak membaca buku yang bermanfaat. Larangan malah kadang membuat orang tertarik dan penasaran untuk mencobanya.
Dan bukankan masih ada topik yang lebih baik seperti menyantuni anak yatim, ritual ibadah haji, atau qurban yang sebentar lagi akan dirayakan? Dari sekian banyak topik kenapa memilih kebencian bukan perdamaian? Akhirnya beberapa temen bloggerku mulai terlibat konflik menjauh dariku karena perbedaan pendapat. Itu aku anggap ujian untukku yang sangat menyayangi sobat-sobat bloggerku. Memang membuatku terpukul, tapi ya sudahlah. Toh mereka memilih jalan masing-masing.
Tapi aku yakin, tiap kali ada sobat yang ada konflik lalu menjauh, pasti ada ganti yang lebih baik, ngapain mikirin yang lama. Yang lebih istiqomah dan menyejukkan, mengajak untuk saling menyayangi sesama...
Kamis, 13 Oktober 2011
Inspirasi tulisan karena under pressure
Sebetulnya aku sedih kalo mesti menyinggung seseorang di blog. Blog ini renunganku sendiri dan aku mencoba untuk tiap kali memperbaiki cara menulis, berusaha tidak sebut nama lagi. Tapi selalu saja bila ada tekanan malah inspirasi tulisan yang muncul banyak banget. Waktu ada yang ngatain aku munafik, aku nulis topik tentang pertaubatan. Tentang keikhlasan dengan senyuman. Baru saja ada yang ngatain aku tidak punya adab kasih nasehat, eh... ujung-ujungnya menekan aku ngatain aku naksir sama blogger yang aku kritik, padahal dia belum tentu mikirin aku. Hehehe... jelas-jelas aku bilang bahwa tadinya aku terkesan dengan niat hidupnya yang istiqomah, tapi sekarang enggak lagi.
Belakangan aku mengkritik blogger yang tulisannya cenderung ke arah konflik konspirasi, bersikap misterius, anonim. Blogger ini pernah bilang di blognya bahwa komentar ke tempatnya hanyalah basa-basi saja jadi kolom komentar ditutup. Juga pernah nulis di blognya bahwa dia sudah malas blogwalking ke blog yang tidak ada ilmunya. Dari emailnya aja diberi nama serem kira-kira berarti menyanyikan lagu kematian, sepertinya hidupnya sudah gelap dan tidak ada rasanya lagi.
Ada tulisan blogger ini tentang makanan di suatu resto cepat saji mengandung racun (nama resto yang terkenal ini jelas-jelas disebut), terus kiai-kiai yang tidak sepaham dengannya disebut namanya dengan judul yang menurutku kasar. Sebetulnya masalah makanan di resto cepat saji harusnya pihak berwenang yang patut menuliskan hal ini, apalagi MUI sudah menetapkan halal. Bila ada keresahan berkaitan dengan tulisannya, bisa jadi dia dituntut. Tapi yang aku tangkap, menurutnya dia ingin menyebarkan informasi bermanfaat padahal itu bisa jadi malah meresahkan. Entahlah, aku sampai berpikir apa ini termasuk mengadu domba karena menulis hal yang bukan bidangnya dengan topik yang bisa meresahkan pembacanya. Dan mengadu domba bisa membuatnya mendapatkan azab kubur yang perih.
Perubahahan watak yang tadinya ramah, jadi hampir tidak pernah blogwalking, apalagi menyapa teman-temannya yang tadinya sering dikunjunginya memang mengherankan. Biasa, banyak yang merasakan itu sedangkan yang bersangkutan tidak menyadari sama sekali. Aku liat dia sekarang pilih-pilih teman hanya berkunjung ke blogger yang dianggapnya tulisannya berkualitas, terutama pengarang buku atau puisi dengan bahasa berbobot.
Yang mengherankan lagi adalah temannya malah menekan aku begini begitu, menyuruh aku menghapus postingan kritikan itu, padahal aku mengkritik temannya bukan dia. Katanya netral, ingin mendamaikan, tapi sangat kentara kalo dia berpihak pada blogger yang aku kritik. Tekanan untukku, tapi malah membuatku menemukan beberapa pemahaman baru dan inspirasi tulisan, seperti postingan sebelum ini.
Dan sekarang aku berdoa, aku berharap, ya Allah, semoga lain kali bila ada inspirasi tulisan karena kejadian yang membahagiakan, bukan karena ada kejadian orang ditekan hingga bisa membuat luka. Semoga...
Belakangan aku mengkritik blogger yang tulisannya cenderung ke arah konflik konspirasi, bersikap misterius, anonim. Blogger ini pernah bilang di blognya bahwa komentar ke tempatnya hanyalah basa-basi saja jadi kolom komentar ditutup. Juga pernah nulis di blognya bahwa dia sudah malas blogwalking ke blog yang tidak ada ilmunya. Dari emailnya aja diberi nama serem kira-kira berarti menyanyikan lagu kematian, sepertinya hidupnya sudah gelap dan tidak ada rasanya lagi.
Ada tulisan blogger ini tentang makanan di suatu resto cepat saji mengandung racun (nama resto yang terkenal ini jelas-jelas disebut), terus kiai-kiai yang tidak sepaham dengannya disebut namanya dengan judul yang menurutku kasar. Sebetulnya masalah makanan di resto cepat saji harusnya pihak berwenang yang patut menuliskan hal ini, apalagi MUI sudah menetapkan halal. Bila ada keresahan berkaitan dengan tulisannya, bisa jadi dia dituntut. Tapi yang aku tangkap, menurutnya dia ingin menyebarkan informasi bermanfaat padahal itu bisa jadi malah meresahkan. Entahlah, aku sampai berpikir apa ini termasuk mengadu domba karena menulis hal yang bukan bidangnya dengan topik yang bisa meresahkan pembacanya. Dan mengadu domba bisa membuatnya mendapatkan azab kubur yang perih.
Perubahahan watak yang tadinya ramah, jadi hampir tidak pernah blogwalking, apalagi menyapa teman-temannya yang tadinya sering dikunjunginya memang mengherankan. Biasa, banyak yang merasakan itu sedangkan yang bersangkutan tidak menyadari sama sekali. Aku liat dia sekarang pilih-pilih teman hanya berkunjung ke blogger yang dianggapnya tulisannya berkualitas, terutama pengarang buku atau puisi dengan bahasa berbobot.
Yang mengherankan lagi adalah temannya malah menekan aku begini begitu, menyuruh aku menghapus postingan kritikan itu, padahal aku mengkritik temannya bukan dia. Katanya netral, ingin mendamaikan, tapi sangat kentara kalo dia berpihak pada blogger yang aku kritik. Tekanan untukku, tapi malah membuatku menemukan beberapa pemahaman baru dan inspirasi tulisan, seperti postingan sebelum ini.
Dan sekarang aku berdoa, aku berharap, ya Allah, semoga lain kali bila ada inspirasi tulisan karena kejadian yang membahagiakan, bukan karena ada kejadian orang ditekan hingga bisa membuat luka. Semoga...
Rabu, 12 Oktober 2011
Cinta itu ditujukan pada Allah, cinta pada manusia itu amanah
Kita semua tahu bahwasanya manusia hidup di dunia hanya sekedar menjalani ujian untuk menuju ke akhirat saja. Semua yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah. Harta dan anak-anak adalah milik Allah jadi manusia seharusnya mampu menyerahkan semuanya pada Allah hal yang dimilikinya, karena sesungguhnya manusia tidak punya apa-apa.
Allah berfirman
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (QS. Al Anfaal : 28)
Bila kita sudah memahami akan makna kehidupan sesuai Al Qur'an dan hadits, semestinya hati kita ditujukan pada Allah. Dengan berdzikir setiap saat. Tangisan yang ditujukan pada Allah bukan tangisan kepedihan atau kegalauan karena masalah kehidupan, tapi tangisan keharuan merasakan kebesaran Allah.
Betapa banyak istilah cinta dalam bahasa Arab
Pandangan mata atau berita yang didengar bisa melahirkan rasa senang disebut ‘Aliqa
Apabila melebihinya sehingga terbetik untuk mendekat maka dinamai Mail
Dan bila keinginan itu mencapai tingkat kehendak untuk menguasainya maka dinamai Mawaddah
bila seseorang bersedia berkorban atau membahayakan dirinya demi kekaksihnya dinamakan Al ‘Isyq
Sedangkan jika cinta telah memenuhi hati seseorang sehingga tidak ada lagi tempat bagi yang lain maka dinamakan at tatayum
Jika ia tidak lagi dapat menguasai dirinya atau tidak mampu lagi berpikir membedakan sesuatu akibat cinta maka keadaan ini dinamai Walih
Selanjutnya ada tingkat Mahabbah , menurut Imam Al-Hujwiri dalam kitabnya Kasyful Mahjub menjelaskan makna al-hubb (mahabbah). Mahabbah berasal dari kata “habbah” yang berarti benih-benih/biji yang jatuh ke bumi di padang pasir. Mahabbah dikatakan berasal dari kata itu karena dia merupakan sumber kehidupan. Sebagaimana benih itu tersebar di gurun pasir, tersembunyi di dalam tanah, dihujani oleh terpaan angin, hujan dan sengatan matahari, disapu oleh cuaca panas dan dingin, benih-benih itu tidak rusak oleh perubahan musim, namun justru tumbuh berakar, berbunga dan berbuah. Demikian halnya cinta sejati, tak lapuk dengan sengatan mentari dan guyuran hujan, tak lekang oleh perubahan musim dan tak hancur berantakan oleh terpaan angin. Imam al Qusyairi, pengarang Risâlah al Qusyairiyyah mendefinisikan cinta (mahabbah) Allah kepada hamba sebagai kehendak untuk memberikan nikmat khusus kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Apabila kehendak tersebut tidak diperuntukkan khusus melainkan umum untuk semua hambaNya dinamakan Rahmat.
Terakhir ada Khullah (persahabatan) adalah kecintaan yang paling tinggi. Para ‘ulama menyatakan bahwa derajat khullah lebih tinggi dari tingkatan Cinta (mahabbah). Oleh karena itu seorang yang disebut sebagai khalil, lebih tinggi kedudukannya daripada habib.
Di antara dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah bahwa Allah’azza wa jalla hanya mengambil dua orang manusia sebagai khalil, yaitu Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW, tentu kekasih yang dimaksudkan dalam hal tersebut bukan kekasih layaknya suami istri namun lebih mengarah kepada Hamba yang begitu dicintai berdasarkan integritas ibadahnya dan kredibilitas akhlaknya yang tak diragukan lagi. Sedangkan masalah Cinta (mahabbah) Allah ‘azza wa jalla sering menyebutkan dalam al-Qur’an, Allah mencintai orang-orang yang beriman, sabar, berjihad di jalan-Nya dan lain-lain.
Hilangkan kesombongan yang menganggap apabila kita memiliki harta itu adalah hasil dari pemikiran sendiri, semua harta adalah rejeki pemberian dari Allah. Kecintaan pada manusia, baik pada pasangan atau anak-anak hanyalah sekedar amanah yang diberikan oleh Allah untuk dijaga dengan sebaik-baiknya.
Tidak bisa dipungkiri kehilangan pasangan dan anak-anak akan membuat seseorang bisa terjatuh pada lembah kedukaan begitu dalam, kepedihan, atau istilah sekarang kegalauan. Tapi bagi hamba yang beriman semua hal yang dimiliki di dunia, yang begitu dicintai adalah milik Allah. Dan bagi hamba Allah yang ikhlas menyerahkan hatinya dengan selalu berdzikir kepada Allah, dan bila diberi amanah dijaga dengan sepenuh hati, maka Allah akan memberi ketenangan pada hatinya. Betapa nikmatnya bila Allah sudah mencintai hambaNya, karena hamba Allah yang selalu menyerahkan hati pada Allah akan selalu bisa merasakan syukur yang begitu mendalam. Menangis bila teringat pada Allah karena terharu merasakan kebesaran Allah...
Allah berfirman
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (QS. Al Anfaal : 28)
Bila kita sudah memahami akan makna kehidupan sesuai Al Qur'an dan hadits, semestinya hati kita ditujukan pada Allah. Dengan berdzikir setiap saat. Tangisan yang ditujukan pada Allah bukan tangisan kepedihan atau kegalauan karena masalah kehidupan, tapi tangisan keharuan merasakan kebesaran Allah.
Betapa banyak istilah cinta dalam bahasa Arab
Pandangan mata atau berita yang didengar bisa melahirkan rasa senang disebut ‘Aliqa
Apabila melebihinya sehingga terbetik untuk mendekat maka dinamai Mail
Dan bila keinginan itu mencapai tingkat kehendak untuk menguasainya maka dinamai Mawaddah
bila seseorang bersedia berkorban atau membahayakan dirinya demi kekaksihnya dinamakan Al ‘Isyq
Sedangkan jika cinta telah memenuhi hati seseorang sehingga tidak ada lagi tempat bagi yang lain maka dinamakan at tatayum
Jika ia tidak lagi dapat menguasai dirinya atau tidak mampu lagi berpikir membedakan sesuatu akibat cinta maka keadaan ini dinamai Walih
Selanjutnya ada tingkat Mahabbah , menurut Imam Al-Hujwiri dalam kitabnya Kasyful Mahjub menjelaskan makna al-hubb (mahabbah). Mahabbah berasal dari kata “habbah” yang berarti benih-benih/biji yang jatuh ke bumi di padang pasir. Mahabbah dikatakan berasal dari kata itu karena dia merupakan sumber kehidupan. Sebagaimana benih itu tersebar di gurun pasir, tersembunyi di dalam tanah, dihujani oleh terpaan angin, hujan dan sengatan matahari, disapu oleh cuaca panas dan dingin, benih-benih itu tidak rusak oleh perubahan musim, namun justru tumbuh berakar, berbunga dan berbuah. Demikian halnya cinta sejati, tak lapuk dengan sengatan mentari dan guyuran hujan, tak lekang oleh perubahan musim dan tak hancur berantakan oleh terpaan angin. Imam al Qusyairi, pengarang Risâlah al Qusyairiyyah mendefinisikan cinta (mahabbah) Allah kepada hamba sebagai kehendak untuk memberikan nikmat khusus kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Apabila kehendak tersebut tidak diperuntukkan khusus melainkan umum untuk semua hambaNya dinamakan Rahmat.
Terakhir ada Khullah (persahabatan) adalah kecintaan yang paling tinggi. Para ‘ulama menyatakan bahwa derajat khullah lebih tinggi dari tingkatan Cinta (mahabbah). Oleh karena itu seorang yang disebut sebagai khalil, lebih tinggi kedudukannya daripada habib.
Di antara dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah bahwa Allah’azza wa jalla hanya mengambil dua orang manusia sebagai khalil, yaitu Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW, tentu kekasih yang dimaksudkan dalam hal tersebut bukan kekasih layaknya suami istri namun lebih mengarah kepada Hamba yang begitu dicintai berdasarkan integritas ibadahnya dan kredibilitas akhlaknya yang tak diragukan lagi. Sedangkan masalah Cinta (mahabbah) Allah ‘azza wa jalla sering menyebutkan dalam al-Qur’an, Allah mencintai orang-orang yang beriman, sabar, berjihad di jalan-Nya dan lain-lain.
Hilangkan kesombongan yang menganggap apabila kita memiliki harta itu adalah hasil dari pemikiran sendiri, semua harta adalah rejeki pemberian dari Allah. Kecintaan pada manusia, baik pada pasangan atau anak-anak hanyalah sekedar amanah yang diberikan oleh Allah untuk dijaga dengan sebaik-baiknya.
Tidak bisa dipungkiri kehilangan pasangan dan anak-anak akan membuat seseorang bisa terjatuh pada lembah kedukaan begitu dalam, kepedihan, atau istilah sekarang kegalauan. Tapi bagi hamba yang beriman semua hal yang dimiliki di dunia, yang begitu dicintai adalah milik Allah. Dan bagi hamba Allah yang ikhlas menyerahkan hatinya dengan selalu berdzikir kepada Allah, dan bila diberi amanah dijaga dengan sepenuh hati, maka Allah akan memberi ketenangan pada hatinya. Betapa nikmatnya bila Allah sudah mencintai hambaNya, karena hamba Allah yang selalu menyerahkan hati pada Allah akan selalu bisa merasakan syukur yang begitu mendalam. Menangis bila teringat pada Allah karena terharu merasakan kebesaran Allah...
Menjalani takdir
Salah satu percakapanku yang aneh dengan seseorang karena dia berpikir negatif terhadapku saat aku bilang bahwa aku hanya menjalani takdirku. Dijawab olehnya, takdirmu jadi orang gak bener. Memang susah berhadapan dengan orang yang under estimate, ngomong apa-apa dianggap gak bener.
Membahas masalah takdir memang tidak mudah bagi orang yang tidak mau paham tentang ajaran Islam. Menjalani takdir yang perih bagi banyak orang bisa menjadikannya kesedihan yang berlarut-larut. Keluhan bermunculan, seperti kehilangan pekerjaan, istri minta berpisah, atau rumah terbakar habis selalu dijadiin alasan untuk meratap dalam kesedihan berkepanjangan.
Saat manusia masih berada di rahim ibu berumur 120 hari ruh ditiupkan oleh Allah yang mengutus Malaikat untuk mencatatkan rejeki, saat kematian, amal perbuatan, bahagia dan sedihnya. Masalah takdir tentang kesedihan hati bisa dirubah dengan beberapa cara antara lain yaitu dengan berdoa dan sedekah.
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
“Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdo’a, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya do’a bermanfa’at bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak taqdir kecuali do’a, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada do’a”. (HR Turmudzi dan Hakim)
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
“Silaturrahmi dapat memperpanjang umur dan sedekah dapat merubah taqdir yang mubram” (HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Imam Ahmad)
Karena sebetulnya orang beriman selalu berprasangka baik pada Allah. Jadi orang beriman tidak akan merasakan kesedihan berlebihan saat mendapat musibah, kaget sedikit iya, tapi tidak lama kemudian rasa kesedihan itu bisa diatasi.Dengan mudah untuk tenang kembali dan bisa menikmati anugerah Allah dengan penuh syukur. Semua karena keyakinan yang kuat bahwa apa yang diberikan oleh Allah adalah baik baginya.
Allah berfirman
"Tidak ada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul-Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Q.s. al-Hadid: 22-3).
Membahas masalah takdir memang tidak mudah bagi orang yang tidak mau paham tentang ajaran Islam. Menjalani takdir yang perih bagi banyak orang bisa menjadikannya kesedihan yang berlarut-larut. Keluhan bermunculan, seperti kehilangan pekerjaan, istri minta berpisah, atau rumah terbakar habis selalu dijadiin alasan untuk meratap dalam kesedihan berkepanjangan.
Saat manusia masih berada di rahim ibu berumur 120 hari ruh ditiupkan oleh Allah yang mengutus Malaikat untuk mencatatkan rejeki, saat kematian, amal perbuatan, bahagia dan sedihnya. Masalah takdir tentang kesedihan hati bisa dirubah dengan beberapa cara antara lain yaitu dengan berdoa dan sedekah.
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
“Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdo’a, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya do’a bermanfa’at bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak taqdir kecuali do’a, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada do’a”. (HR Turmudzi dan Hakim)
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
“Silaturrahmi dapat memperpanjang umur dan sedekah dapat merubah taqdir yang mubram” (HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Imam Ahmad)
Karena sebetulnya orang beriman selalu berprasangka baik pada Allah. Jadi orang beriman tidak akan merasakan kesedihan berlebihan saat mendapat musibah, kaget sedikit iya, tapi tidak lama kemudian rasa kesedihan itu bisa diatasi.Dengan mudah untuk tenang kembali dan bisa menikmati anugerah Allah dengan penuh syukur. Semua karena keyakinan yang kuat bahwa apa yang diberikan oleh Allah adalah baik baginya.
Allah berfirman
"Tidak ada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul-Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Q.s. al-Hadid: 22-3).
Selasa, 11 Oktober 2011
Kenapa banyak golongan di Islam?
Islam sendiri terdiri dari banyak golongan. Ada beberapa pemahaman bagaimana caranya untuk beribadah. Tentu saja masing-masing merasa benar, dan merasa hanya golongannyalah yang berhak masuk surga.
Bahkan dengan sangat bersedih hati aku meninggalkan guruku di suatu masjid daerah jalan Magelang. Hanya karena ada label masjid ini milik Lembaga tertentu yang aku baca di internet mengkafirkan yang bukan golongannya. Sudah setahun lebih ini aku bersahabat dengan guruku dengan segala curhatanku. Membuka hadits shahih dan diskusi tentang pemahaman ayat-ayat di Al Qur'an. Ini karena saran seorang temenku satu profesi yang bercerita bahwa suaminya pernah belajar di satu kelompok, saat dia mau meninggalkan kelompok ini teman-teman lamanya memakinya dengan kata "kamu kafir". Astaghfirullah hal adzim.
Ada gantinya tentu saja, aku menimba ilmu di rumahku sendiri, mendengar pengajian untuk bapak-bapak pensiunan teman almarhum Bapakku dulu. Aku mendengarkan di ruangan yang berbeda tapi masih kedengaran.
Aku merindukan guruku yang lama, tapi saran temanku aku tidak usah berpamitan saja, bahkantidak perlu meninggalkan pesan lewat SMS. Aku jadi ingat Quraish Shihab pernah mengatakan, bahwa banyak hal yang bisa membuat kita ke surga. Apakah dengan berjihad, perang di jalan Allah. Atau rajin sedekah dan merawat anak yatim piatu. Atau menjadi istri yang menurut pada suami, walaupun disakiti hati tetap rajin untuk mendoakan dan mengingatkan suaminya agar menjadi manusia lebih baik dalam hal agama. Bahkan ada cerita pembunuh yang sudah membunuh banyak orang memutuskan bertaubat bisa masuk surga. Atau pelacur yang memberi minum anjing yang hampir mati kehausan akhirnya dia masuk surga. Malah seorang wanita yang tadinya taat beragama ceroboh membiarkan kucingnya mati di rumahnya kelaparan masuk neraka.
Surga adalah misteri, siapa yang berhak kesana, semua tergantung pada keridhoan Allah. Sejauh mana hati kita selalu tertaut pada Allah, mengorbankan jiwa kita dan hati kita untuk Allah. Istilahnya surga adalah hak prerogatif dari Allah, tapi kita mesti mau menjalankan ajaran Islam sesuai yang terkandung di Al Qur'an dan hadits...
Bahkan dengan sangat bersedih hati aku meninggalkan guruku di suatu masjid daerah jalan Magelang. Hanya karena ada label masjid ini milik Lembaga tertentu yang aku baca di internet mengkafirkan yang bukan golongannya. Sudah setahun lebih ini aku bersahabat dengan guruku dengan segala curhatanku. Membuka hadits shahih dan diskusi tentang pemahaman ayat-ayat di Al Qur'an. Ini karena saran seorang temenku satu profesi yang bercerita bahwa suaminya pernah belajar di satu kelompok, saat dia mau meninggalkan kelompok ini teman-teman lamanya memakinya dengan kata "kamu kafir". Astaghfirullah hal adzim.
Ada gantinya tentu saja, aku menimba ilmu di rumahku sendiri, mendengar pengajian untuk bapak-bapak pensiunan teman almarhum Bapakku dulu. Aku mendengarkan di ruangan yang berbeda tapi masih kedengaran.
Aku merindukan guruku yang lama, tapi saran temanku aku tidak usah berpamitan saja, bahkantidak perlu meninggalkan pesan lewat SMS. Aku jadi ingat Quraish Shihab pernah mengatakan, bahwa banyak hal yang bisa membuat kita ke surga. Apakah dengan berjihad, perang di jalan Allah. Atau rajin sedekah dan merawat anak yatim piatu. Atau menjadi istri yang menurut pada suami, walaupun disakiti hati tetap rajin untuk mendoakan dan mengingatkan suaminya agar menjadi manusia lebih baik dalam hal agama. Bahkan ada cerita pembunuh yang sudah membunuh banyak orang memutuskan bertaubat bisa masuk surga. Atau pelacur yang memberi minum anjing yang hampir mati kehausan akhirnya dia masuk surga. Malah seorang wanita yang tadinya taat beragama ceroboh membiarkan kucingnya mati di rumahnya kelaparan masuk neraka.
Surga adalah misteri, siapa yang berhak kesana, semua tergantung pada keridhoan Allah. Sejauh mana hati kita selalu tertaut pada Allah, mengorbankan jiwa kita dan hati kita untuk Allah. Istilahnya surga adalah hak prerogatif dari Allah, tapi kita mesti mau menjalankan ajaran Islam sesuai yang terkandung di Al Qur'an dan hadits...
Masih jauh
Kita sebagai manusia bila mendapatkan kesenangan, rejeki yang banyak sering melupakan Allah. Sedangkan bila sedang mendapat kesusahan baru ingat pada Allah, sibuk berdoa.
Sebagai wanita, aku juga mengakui, bila sedang berada di toko pakaian, kalau membawa uang banyak mau diturutin beli apa saja pasti uang itu akan dihabiskan. Dimulai dari beli blus, nanti cari bawahan yang cocok, terus tas, sepatu, belum lagi asesori yang macam-macam.
Islam mengajarkan agar berbelanja sesuai kebutuhan. Tapi bagi yang uangnya banyak akan mengatakan, kalo punya uang banyak mestinya boleh kan punya baju bagus yang banyak. Orang yang mempunyai uang banyak justru semakin banyak pertanggungjawabannya. Di akhirat lama hisabnya, dari mana saja uangnya, dan untuk apa saja uangnya. Bila uang lebih banyak untuk keperluan duniawi maka timbangan pahala akan sedikit.
Konon saat Isra' Mi'raj Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam melihat di surga banyak orang miskin, tentunya orang miskin yang beriman. Karena lebih banyak orang kaya yang lupa untuk beribadah dan sedekah, semakin punya uang semakin rakus ingin mendapatkan lagi. Ada sebagian kecil memang orang kaya yang beriman dan banyak sedekah.
Masih terlalu bodoh aku untuk memahami ini semua. Apakah aku bisa mencontoh Nabi Muhammad shallallhu 'alaihi wa sallam dan para sahabat yang bersikap sangat sederhana. Yang lebih mementingkan orang lain dibandingkan dirinya sendiri? Terlalu banyak godaan.
Oh Tuhan, ampuni aku bila masih mementingkan hal duniawi. Semoga bila hatiku dibuka selalu menyebut nama Allah. Aku masih jauh dari sebutan sholehah, ampuni aku ya Allah...
Sebagai wanita, aku juga mengakui, bila sedang berada di toko pakaian, kalau membawa uang banyak mau diturutin beli apa saja pasti uang itu akan dihabiskan. Dimulai dari beli blus, nanti cari bawahan yang cocok, terus tas, sepatu, belum lagi asesori yang macam-macam.
Islam mengajarkan agar berbelanja sesuai kebutuhan. Tapi bagi yang uangnya banyak akan mengatakan, kalo punya uang banyak mestinya boleh kan punya baju bagus yang banyak. Orang yang mempunyai uang banyak justru semakin banyak pertanggungjawabannya. Di akhirat lama hisabnya, dari mana saja uangnya, dan untuk apa saja uangnya. Bila uang lebih banyak untuk keperluan duniawi maka timbangan pahala akan sedikit.
Konon saat Isra' Mi'raj Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam melihat di surga banyak orang miskin, tentunya orang miskin yang beriman. Karena lebih banyak orang kaya yang lupa untuk beribadah dan sedekah, semakin punya uang semakin rakus ingin mendapatkan lagi. Ada sebagian kecil memang orang kaya yang beriman dan banyak sedekah.
Masih terlalu bodoh aku untuk memahami ini semua. Apakah aku bisa mencontoh Nabi Muhammad shallallhu 'alaihi wa sallam dan para sahabat yang bersikap sangat sederhana. Yang lebih mementingkan orang lain dibandingkan dirinya sendiri? Terlalu banyak godaan.
Oh Tuhan, ampuni aku bila masih mementingkan hal duniawi. Semoga bila hatiku dibuka selalu menyebut nama Allah. Aku masih jauh dari sebutan sholehah, ampuni aku ya Allah...
Senin, 10 Oktober 2011
Sebarkan kedamaian
Sungguh, aku kecewa dengan sobat bloggerku yang satu ini. Dulu di awal Februari aku memfollownya terkesan dengan niat hidupnya ingin istiqomah dalam hal Islam. Sekarang entah apa yang dipikirkannya. Menggunakan kata Pelacur di judul postingannya.
Percakapanku dengan seorang blogger lain yang dulu pernah menjadi sahabatnya, teman curhatnya tambah membuatku prihatin. Sekarang pembicaraan jadi kering, hanya basa-basi saja. Sepertinya dia sudah tidak membuka hati lagi untuk orang lain, lebih banyak menutup diri. Senyum dan candaannya di twitter terasa kering dan kasar, tidak lagi membuatku tersenyum.
Mana kelembutan hati sobat bloggerku yang dulu. Yang dulu bila sama-sama online di Facebook saling menyapa. Dan aku sudah menempatkan YMnya di daftar teman chatku. Aku menyapanya di Twitter dia enggan memfollow aku, padahal aku jarang tweet, tidak akan sering muncul membanjiri twitternya.
Islam mengajarkan kelembutan hati, walau membawa pedang sekalipun. Islam mengajarkan ukhuwah Islamiyah, agar sesama Muslim terutama yang beriman selalu bersatu. Muslim yang beriman sudah seperti saudara, yang rajin mempererat tali persaudaraan akan diberi banyak rejeki oleh Allah, bahkan konon dipanjangkan umurnya dengan selalu dikenang kebaikannya.
Aku tidak memungkiri pernah marah-marah di blogku. Dan aku dibalas dibuatkan blog oleh seseorang yang khusus memarahiku. Aku terima, aku memang banyak salah. Aku berusaha tidak marah lagi dan menghapus semua tulisanku yang penuh kemarahan. Walau tidak mudah apabila seakan-akan, ya aku ulangi seakan-akan sekeliling kita seperti berkonspirasi menjatuhkanku dan duniaku. Bukankah Allah akan menyelamatkan orang beriman yang selalu bertaubat. Bahkan Nabi Yunus 'alaihi sallam pergi meninggalkan umatnya dalam keadaan marah akhirnya bertaubat di perut ikan karena merasa sebagai orang zalim.
Siapapun dia, dimanapun dia aku berdoa untuknya, diriku sendiri, dan semua orang muslim. Ya Allah, berilah kami kekuatan dan kelembutan hati untuk mengatasi semua masalah. Allah yang Maha membolak-balikkan hati, semoga hati ini selalu penuh syukur, menyebut nama Allah, bersikap lembut dan selalu merendahkan diri di hadapan Allah.
Sedang berkabung...
Percakapanku dengan seorang blogger lain yang dulu pernah menjadi sahabatnya, teman curhatnya tambah membuatku prihatin. Sekarang pembicaraan jadi kering, hanya basa-basi saja. Sepertinya dia sudah tidak membuka hati lagi untuk orang lain, lebih banyak menutup diri. Senyum dan candaannya di twitter terasa kering dan kasar, tidak lagi membuatku tersenyum.
Mana kelembutan hati sobat bloggerku yang dulu. Yang dulu bila sama-sama online di Facebook saling menyapa. Dan aku sudah menempatkan YMnya di daftar teman chatku. Aku menyapanya di Twitter dia enggan memfollow aku, padahal aku jarang tweet, tidak akan sering muncul membanjiri twitternya.
Islam mengajarkan kelembutan hati, walau membawa pedang sekalipun. Islam mengajarkan ukhuwah Islamiyah, agar sesama Muslim terutama yang beriman selalu bersatu. Muslim yang beriman sudah seperti saudara, yang rajin mempererat tali persaudaraan akan diberi banyak rejeki oleh Allah, bahkan konon dipanjangkan umurnya dengan selalu dikenang kebaikannya.
Aku tidak memungkiri pernah marah-marah di blogku. Dan aku dibalas dibuatkan blog oleh seseorang yang khusus memarahiku. Aku terima, aku memang banyak salah. Aku berusaha tidak marah lagi dan menghapus semua tulisanku yang penuh kemarahan. Walau tidak mudah apabila seakan-akan, ya aku ulangi seakan-akan sekeliling kita seperti berkonspirasi menjatuhkanku dan duniaku. Bukankah Allah akan menyelamatkan orang beriman yang selalu bertaubat. Bahkan Nabi Yunus 'alaihi sallam pergi meninggalkan umatnya dalam keadaan marah akhirnya bertaubat di perut ikan karena merasa sebagai orang zalim.
Siapapun dia, dimanapun dia aku berdoa untuknya, diriku sendiri, dan semua orang muslim. Ya Allah, berilah kami kekuatan dan kelembutan hati untuk mengatasi semua masalah. Allah yang Maha membolak-balikkan hati, semoga hati ini selalu penuh syukur, menyebut nama Allah, bersikap lembut dan selalu merendahkan diri di hadapan Allah.
Sedang berkabung...
Langganan:
Komentar (Atom)



