Rasa-rasanya banyak pertanyaan di kepalaku terjawab sudah. Sejak aku pulang ke Jogja pertengahan 2009 lalu. Mengalami kejadian menyenangkan, menyakitkan tapi semua adalah pelajaran berharga.
Tahun 2008 aku ingat sekali di Bogor saat pengajian aku dengan bengong bertanya pada ustad "maksud ridho Allah itu apa". Lalu tahun 2010 aku dikasih tau guru ngajiku supaya sabar, tawakal dan bertakwa. Aku ngebatin tawakal itu apa ya, yang membuatku mendefinisikannya di blog ini. Aku taruh di label ISLAM MENGAJARKAN.
Aku pernah bilang pada teman-temanku saat reuni SD, mungkin kalian heran kok aku bisa santai jauh dari anak-anakku. Bukannya apa-apa, mereka sekarang berada di tempat yang aman, sekolah dan tercukupi. Salahku soalnya aku ingin mencari jati diri sampai depresi bertahun-tahun. Jadi sekarang aku belajar untuk mengerti hidup, sementara sampai Allah memberiku amanah, aku titipkan mereka pada ayahnya.
Dan sekarang aku sudah mulai mengerti tentang hidup itu apa. Salah satu hal paling menarik yang pernah kutulis adalah tentang surga. Waktu aku menulis tentang surga, pipiku memerah dan aku tersipu-sipu. Hanya karena membayangkan berada dekat dengan pasanganku di surga. Senyumannya yang ditujukan padaku serasa membuat jantungku rontok. Hanya dengan membayangkan saja, dan itu salah satu motivasi utamaku untuk berusaha menjadi muslim yang lebih baik. Supaya aku bisa ke surga menemuinya.
Tidak perlu dibahas jiwaku yang telah mati bertahun-tahun. Itu cerita usang, gak penting. Masa depan lebih penting. Walaupun aku masih merasa banyak dosa, bersyukur banyak orang dengan suka rela memfitnah aku, mencaci maki, menyakiti hatiku, memutus hubungan pertemanan, menipuku, tidak mau memaafkanku walau aku berusaha minta maaf. Karena menurut Islam, bila ada orang menyakiti hati orang lain pahalanya diserahkan pada yang disakiti hatinya. Banyak ibadah ternyata akhirnya tidak akan membawanya ke surga bila masih sering menyakiti hati orang lain. Itu hal yang berkaitan dengan akhlak, gak peduli penampilannya sangat Islami dengan bersurban atau bergamis longgar kerudung lebar sekalipun, kalo sombong merasa lebih baik dari orang lain apalagi menyakiti hati, tempatnya di neraka.
Proyek baru aku lakukan dengan beberapa sahabat baikku. Mereka selalu ada untukku dan aku selalu ada untuknya, karena kita sama-sama berusaha menjalankan Islam dengan benar, saling mendukung penuh. Seumur hidupku, barangkali baru 2 tahun terakhir aku bisa merasakan suatu persahabatan. Sahabat yang selalu muncul saat dibutuhkan, saat kita sedang gundah. Tapi aku sudah tidak gundah lagi, aku terlalu bahagia. Bahkan aku berpikir aku belum pernah sebahagia seperti ini. Rasanya tidak mungkin aku lebih bahagia lagi. Aku sampe mikir, wah aku belum siap untuk perubahan besar, yang kuterima sekarang lebih dari cukup.
Kebetulan aku membaca blog beberapa teman yang dia sedang berurai air mata. Rasanya aku ingat aku juga pernah dalam posisi yang sama. Tidak ada yang mau mendengarku, tidak ada yang mau menemaniku, orang banyak di sekitarku tidak ada artinya semua. Aku dulu pernah dihina habis-habisan, tidak boleh ikutan makan berbuka puasa oleh mertua alasannya tidak menyumbang belanja di rumah yang sama. Sedangkan mantan bisanya cuman ngoceh, terima saja tanpa memberi solusi. Sama halnya saat dia mengirimiku SMS bertuliskan mau menyiram mukaku dengan air keras tanpa merasa bersalah. Campur aduk, uangku minus, terhina, dicampakkan, diteror, ketakutan, marah, dan seperti dianggap sampah tidak berguna. Serasa langit runtuh menimpa kepalaku.
Akhirnya ngotot, berusaha istiqomah berpegang teguh pada ajaran Islam. Aku membayangkan seperti memeluk keyakinanku berpegangan pada pohon dan badai melanda menghantamku bertubi-tubi. Lalu akhirnya aku bisa menyanyikan lagu BADAI PASTI BERLALU...
Banyak syukur kupanjatkan pada Allah setelah badai berlalu. Aku bisa ketawa lebar lagi setelah dulu saat akhir Mei 2009 di ultahku aku bilang ke kakakku ketawaku palsu. Ketawa juga bisa palsu gak cuman alamat, hihihi...
Sekarang aku bikin proyek baru dengan sahabat-sahabatku yang cara berpikirnya sejalan, agar bisa membantu orang lain lebih banyak lagi. Apa ya... kita lihat saja nanti deh... I'm really very happy... thank God... dan semua kisah pembelajaran yang membuatku jadi mengerti makna hidup...
Jumat, 30 Maret 2012
Rabu, 28 Maret 2012
Lebih cantik dari bidadari
Ada temenku mengomentari status wanita yang ingin menjadi bidadari untuk suaminya di jannah. Aku baca sambil nyengir doang, weits, nanggung amat kalo cuman pengen bisa secantik bidadari. Wanita sholehah saat di surga lebih cantik daripada bidadari.
Bidadari surga diciptakan langsung dewasa, sedangkan wanita sholehah dari amal ibadahnya selama di dunia memiliki cahaya memancar yang tidak dimiliki bidadari. Dan suami di surga akan selalu mencintainya, tidak ada manusia jomblo di surga.
Meneladani dari Siti Khadijah ra dan Siti Aisyah ra, mereka adalah istri-istri Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan mereka adalah wanita berakhlak mulia. Siti Khadijah ra pandai berdagang, sedangkan Siti Aisyah ra adalah ahli fiqh banyak yang belajar pada beliau.
Wanita sholehah itu punya akhlak yang baik, dan boleh mengaktualisasi kemampuannya seperti berdagang dan mengajar. Istilah wanita tempatnya hanya di dapur, sumur, kasur itu kurang benar sebetulnya menurut Islam.
Wanita sholehah adalah perhiasan terbaik bagi laki-laki untuk dunia dan akhirat, kalo mau menyadari tentu saja. Banyak wanita disia-siakan laki-laki gara-gara laki-laki punya fisik lebih kuat dan konon tugasnya jadi imam mesti dituruti sepenuhnya. Padahal laki-laki sholeh adalah laki-laki yang tidak mau menyakiti hati orang lain apalagi istri pendamping hidupnya karena selalu berusaha menjalankan ajaran Islam dengan benar.
Banyak salah kaprah soal menjadi wanita yah, karena ternyata Islam sangat menjunjung wanita boleh mengaktualisasikan kemampuannya asal tidak melupakan kodratnya...
Bidadari surga diciptakan langsung dewasa, sedangkan wanita sholehah dari amal ibadahnya selama di dunia memiliki cahaya memancar yang tidak dimiliki bidadari. Dan suami di surga akan selalu mencintainya, tidak ada manusia jomblo di surga.
Meneladani dari Siti Khadijah ra dan Siti Aisyah ra, mereka adalah istri-istri Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan mereka adalah wanita berakhlak mulia. Siti Khadijah ra pandai berdagang, sedangkan Siti Aisyah ra adalah ahli fiqh banyak yang belajar pada beliau.
Wanita sholehah itu punya akhlak yang baik, dan boleh mengaktualisasi kemampuannya seperti berdagang dan mengajar. Istilah wanita tempatnya hanya di dapur, sumur, kasur itu kurang benar sebetulnya menurut Islam.
Wanita sholehah adalah perhiasan terbaik bagi laki-laki untuk dunia dan akhirat, kalo mau menyadari tentu saja. Banyak wanita disia-siakan laki-laki gara-gara laki-laki punya fisik lebih kuat dan konon tugasnya jadi imam mesti dituruti sepenuhnya. Padahal laki-laki sholeh adalah laki-laki yang tidak mau menyakiti hati orang lain apalagi istri pendamping hidupnya karena selalu berusaha menjalankan ajaran Islam dengan benar.
Banyak salah kaprah soal menjadi wanita yah, karena ternyata Islam sangat menjunjung wanita boleh mengaktualisasikan kemampuannya asal tidak melupakan kodratnya...
Mendapatkan keajaiban dari Allah
Buku-buku yang menurutku sangat inspiratif adalah dari Yusuf Mansyur, tentang The Miracle of Giving, atau Kun Fayakun. Tapi menurut Yusuf Mansyur, banyak cerita yang hanya berlalu begitu saja tidak menjadi pembelajaran oleh yang lain. Hanya orang tertentu yang mau melaksanakannya.
Dari pengalamanku pribadi, bertemu dengan banyak orang yang mengaku ingin berubah, taubat adalah sebuah wacana. Taubat adalah rencana ke depan nanti kalo sudah pensiun, hati tertata, lebih tenang. Soalnya kalo masih muda kan boleh dong masih ingin bersenang-senang. Tapi masak iya sih temen-temenku seangkatan sampe kepala 4 masih merasa muda terus. Hihihi... jadi pengen ketawa.
Aku juga merasa masih muda, tapi berusaha tau diri. Aku masih suka olahraga, suka ngobrol dengan teman, jalan-jalan. Tapi berusaha tidak meninggalkan kewajiban shalat 5 waktu. Walau kehilangan banyak teman yang tidak sepaham, dan karena aku sekarang pulang sampe sore, sehingga juga dengan berat hati mengundurkan diri dari kelompok makan siang teman-teman baikku, tapi aku juga bertemu dengan teman-teman baru. Ada yang kelompok pengajian, spiritualis, dan paling sangat tertantang adalah indigo.
Bagaimana tidak, dengan teman-teman indigo aku bisa bicara tentang makhluk kayak kuntilanak tanpa merasa takut. Siluman ini, siluman itu. Portal alam gaib yang ditutup oleh Iskandar Dzulkarnain. Borobudur dengan misteri di baliknya, atau Prambanan. Karakter berbagai macam manusia. Kemana manusia yang melakukan pesugihan berada bila dia sudah meninggal. Dan banyak lagi. Akhirnya ditutup dengan kalimat wallahu a'lam bishowab, hanya Allah yang tahu, dan manusia terbaik adalah manusia yang bertaqwa.
Tentang keajaiban dari Allah, maka boleh dong menyinggung gelombang frekuensi rendah dimana indigo berkomunikasi lewat jalur telepati, yaitu gelombang alpha. Gelombang alpha adalah gelombang yang dibahas di buku Quantum Ikhlas. Saat kita begitu tenang, menyerahkan diri pada Allah, saat itulah keajaiban dimulai. Shalat dengan khusyuk di malam hari saat tahajud sangat mendukung tubuh memasuki ketenangan di gelombang alpha.
Banyak orang merasa putus asa kenapa do'anya kok sepertinya tidak dikabulkan Allah. Karena terfokus pada keinginan pribadi, padahal bisa saja ada ganti yang lebih baik tapi tidak disadari. Banyak hal yang perlu dipelajari dalam kehidupan ini untuk bisa merasakan keajaiban dari Allah, adalah membiasakan bersyukur. Bukankah doa bangun tidur adalah ada kalimat Alhamdulillah? Tawakkal yaitu berserah diri sepenuhnya pada Allah, bersyukur agar hidup tetap bahagia adalah rahasia untuk mendapatkan keajaiban. Ditambah sedekah maka keajaiban itu akan lebih cepat lagi. Karena membantu orang lain secara ikhlas, maka urusan kita akan dimudahkan oleh Allah.
Banyak buku yang sudah menjabarkan tentang cara mendapatkan keajaiban agar bahagia. Misalnya buku the Secret, walau menurutku dari segi Islam hanya mendapatkan kebahagiaan di dunia, belum di akhirat. Sebagai muslim yang baik tentunya berusaha mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat juga. Siapa bilang bahwa untuk mendapatkan kebaikan di akhirat hidup kita mesti sengsara di dunia ini. Caranya hanya dengan merubah perspektif tentang hidup saja.
Kalo difitnah tetap tersenyum, bersyukur dosanya banyak dihapus diambil oleh yang memfitnah. Dijauhi teman, asal tetap lurus di jalan Allah, maka yakin akan dapat ganti teman yang lebih baik lagi. Aku pernah loh diomongin bakal susah dapat teman baru oleh seseorang, tapi definisi teman buatku dan dia berbeda. Kalo buat dia teman itu banyak dikomentari di blog, buatku teman adalah diskusi pencerahan di dunia nyata. Kehilangan materi karena ditipu, wah, banyak keuntungan dari situ bila tetap bersyukur dan mengambil hikmah, selain dosa kita diambil oleh penipu, Insya Allah dapat ganti lebih banyak dari Allah bila benar-benar diikhlaskan.
Mendapatkan keajaiban dari Allah sudah banyak cerita dimana-mana, aku sendiri sudah sering mengalami. Mau jadi jomblo, memangnya gak bisa menikmati hidup, toh banyak hal yang bisa dilakukan, banyak yang bisa disyukuri, tidak terlalu terobsesi punya pasangan. Lain halnya bila diberi amanat oleh Allah, tapi aku pasti jadi kaget... soalnya Aku Tak Biasa... sudah terbiasa membolang sendirian, perlu perubahan besar. Gak mau mikirin sekarang ah...
Doaku agar semua manusia mendapat kebahagiaan, dan bagi umat muslim, semoga mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat. Robbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhiroti hasanah, waqina adzabannar...
Dari pengalamanku pribadi, bertemu dengan banyak orang yang mengaku ingin berubah, taubat adalah sebuah wacana. Taubat adalah rencana ke depan nanti kalo sudah pensiun, hati tertata, lebih tenang. Soalnya kalo masih muda kan boleh dong masih ingin bersenang-senang. Tapi masak iya sih temen-temenku seangkatan sampe kepala 4 masih merasa muda terus. Hihihi... jadi pengen ketawa.
Aku juga merasa masih muda, tapi berusaha tau diri. Aku masih suka olahraga, suka ngobrol dengan teman, jalan-jalan. Tapi berusaha tidak meninggalkan kewajiban shalat 5 waktu. Walau kehilangan banyak teman yang tidak sepaham, dan karena aku sekarang pulang sampe sore, sehingga juga dengan berat hati mengundurkan diri dari kelompok makan siang teman-teman baikku, tapi aku juga bertemu dengan teman-teman baru. Ada yang kelompok pengajian, spiritualis, dan paling sangat tertantang adalah indigo.
Bagaimana tidak, dengan teman-teman indigo aku bisa bicara tentang makhluk kayak kuntilanak tanpa merasa takut. Siluman ini, siluman itu. Portal alam gaib yang ditutup oleh Iskandar Dzulkarnain. Borobudur dengan misteri di baliknya, atau Prambanan. Karakter berbagai macam manusia. Kemana manusia yang melakukan pesugihan berada bila dia sudah meninggal. Dan banyak lagi. Akhirnya ditutup dengan kalimat wallahu a'lam bishowab, hanya Allah yang tahu, dan manusia terbaik adalah manusia yang bertaqwa.
Tentang keajaiban dari Allah, maka boleh dong menyinggung gelombang frekuensi rendah dimana indigo berkomunikasi lewat jalur telepati, yaitu gelombang alpha. Gelombang alpha adalah gelombang yang dibahas di buku Quantum Ikhlas. Saat kita begitu tenang, menyerahkan diri pada Allah, saat itulah keajaiban dimulai. Shalat dengan khusyuk di malam hari saat tahajud sangat mendukung tubuh memasuki ketenangan di gelombang alpha.
Banyak orang merasa putus asa kenapa do'anya kok sepertinya tidak dikabulkan Allah. Karena terfokus pada keinginan pribadi, padahal bisa saja ada ganti yang lebih baik tapi tidak disadari. Banyak hal yang perlu dipelajari dalam kehidupan ini untuk bisa merasakan keajaiban dari Allah, adalah membiasakan bersyukur. Bukankah doa bangun tidur adalah ada kalimat Alhamdulillah? Tawakkal yaitu berserah diri sepenuhnya pada Allah, bersyukur agar hidup tetap bahagia adalah rahasia untuk mendapatkan keajaiban. Ditambah sedekah maka keajaiban itu akan lebih cepat lagi. Karena membantu orang lain secara ikhlas, maka urusan kita akan dimudahkan oleh Allah.
Banyak buku yang sudah menjabarkan tentang cara mendapatkan keajaiban agar bahagia. Misalnya buku the Secret, walau menurutku dari segi Islam hanya mendapatkan kebahagiaan di dunia, belum di akhirat. Sebagai muslim yang baik tentunya berusaha mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat juga. Siapa bilang bahwa untuk mendapatkan kebaikan di akhirat hidup kita mesti sengsara di dunia ini. Caranya hanya dengan merubah perspektif tentang hidup saja.
Kalo difitnah tetap tersenyum, bersyukur dosanya banyak dihapus diambil oleh yang memfitnah. Dijauhi teman, asal tetap lurus di jalan Allah, maka yakin akan dapat ganti teman yang lebih baik lagi. Aku pernah loh diomongin bakal susah dapat teman baru oleh seseorang, tapi definisi teman buatku dan dia berbeda. Kalo buat dia teman itu banyak dikomentari di blog, buatku teman adalah diskusi pencerahan di dunia nyata. Kehilangan materi karena ditipu, wah, banyak keuntungan dari situ bila tetap bersyukur dan mengambil hikmah, selain dosa kita diambil oleh penipu, Insya Allah dapat ganti lebih banyak dari Allah bila benar-benar diikhlaskan.
Mendapatkan keajaiban dari Allah sudah banyak cerita dimana-mana, aku sendiri sudah sering mengalami. Mau jadi jomblo, memangnya gak bisa menikmati hidup, toh banyak hal yang bisa dilakukan, banyak yang bisa disyukuri, tidak terlalu terobsesi punya pasangan. Lain halnya bila diberi amanat oleh Allah, tapi aku pasti jadi kaget... soalnya Aku Tak Biasa... sudah terbiasa membolang sendirian, perlu perubahan besar. Gak mau mikirin sekarang ah...
Doaku agar semua manusia mendapat kebahagiaan, dan bagi umat muslim, semoga mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat. Robbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhiroti hasanah, waqina adzabannar...
Senin, 26 Maret 2012
Lebih penting mana ibadah sunnah atau menjaga perasaan orang lain?
Sebagai contoh adalah ibadah haji. Aku pernah menulis, sebelum ibadah haji bersihkan hati dan sucikan jiwa. Lalu, bagaimana caranya mensucikan hati dan bersihkan jiwa caranya? Ditulis secara ringkas, dirikan shalat dan tunaikan zakat. Lakukan shalat untuk hubungan horizontal dan membagikan sebagian harta miliknya untuk orang lain.
Sebetulnya mendirikan shalat dan membayar zakat hanya masih penjelasan ringkas. Bila dijabarkan akan menjadi panjang sekali. Bila ingin berangkat haji tentunya perlu belajar tentang pemahaman Islam yang sesuai dengan Al Qur'an dan hadits. Perbaiki shalatnya selain shalat wajib juga ditambah shalat sunat lebih baik. Lalu membayar zakat dan banyak sedekah. Sedekah itu tidak hanya berbentuk barang, tapi juga dalam perbuatan.
Ibadah haji itu salah satu syaratnya adalah mampu. Dimaksud dengan mampu adalah uangnya berasal dari rejeki halal, lalu keluarga dan tetangganya tidak ada yang dalam keadaan kesulitan.
Insya Allah bila ibadah sudah rajin melakukan, zakat dan sedekah sudah selalu ditunaikan, hati sudah tertata dengan wajah cerah karena rahmat Allah sampai padanya, akan menjadi haji mabrur. Ciri-ciri haji mabrur adalah menjadi lebih baik Islamnya daripada sebelum berangkat, dalam pemahaman maupun pengamalan.
Tulisan di atas adalah contoh, bahwa sebelum melakukan ibadah haji, maka hati sudah cerah dan selain taat beribadah, perbuatannya sudah bisa menjadi tauladan, menerangi keluarga dan lingkungan keluarganya.
Banyak orang melakukan ibadah tanpa memikirkan perasaan orang di sekitarnya. Misalnya sedekah barang tapi yang diberikan sudah tidak layak atau setelah itu malah mencaci maki orang yang dibantunya. Karena sedekah itu seharusnya diikhlaskan, tanpa berpikir apa yang terjadi selanjutnya diserahkan pada Allah.
Bila melakukan ibadah, terutama ibadah sunnah, sebaiknya menyelesaikan pekerjaan yang berkaitan dengan kewajiban pada orang lain. Berbeda dengan ibadah wajib, apapun yang terjadi, pekerjaan bisa ditinggalkan, tapi sebaiknya jangan dalam keadaan sangat lapar, lebih baik makan dulu.
Seandainya berniat puasa Syawal 6 hari, tentunya memilih saat tidak ada jamuan makan siang dari sahabat. Lalu kemudian bila hendak shalat Dhuha ada tamu berkunjung lebih baik diterima tamunya baru diberi tau hendak melakukan shalat Dhuha.
Jadi sebetulnya ibadah itu lebih penting mana dibanding menjaga perasaan? Ibadah dilakukan dalam situasi tidak ada orang lain di sekitarnya dalam keadaan tidak nyaman. Tentunya terkecuali orang lain yang tidak tau diri, mau ibadah kok dilarang, namanya pendzaliman mesti dilawan.
Menjaga perasaan orang lain itu penting, tapi tentunya semampunya kita dan bertahap. Aku sendiri kadang masih merasa gagal menjaga perasaan orang lain. Tapi usaha mesti kita lakukan. Banyak orang yang tidak nyaman padaku tanpa alasan. Dan supaya tidak dianggap aneh, karena setiap saat minta maaf ke siapa-siapa, aku berusaha menyampaikan permintaan maaf di semua komunitas saat Lebaran. Terserah yang aku tuju tidak mau memaafkan, yang penting aku berusaha menyampaikan sajalah. TERLALU BESAR RESIKONYA ORANG YANG TIDAK MAU MINTA MAAF ATAU MEMAAFKAN. Resikonya adalah pahala yang tidak mau memaafkan diberikan pada orang meminta maaf. Belum lagi yang tidak mau memaafkan sudah membuat kapling di neraka, kecuali mau bertaubat dan segera saling memaafkan.
Semoga kita diberi kebaikan dunia dan akhirat... sedih banget aku nulis ini, ingat dengan banyak teman-temanku yang tiba-tiba menghilang risih dengan tulisanku yang akhir-akhir berbau Islami. Banyak komentar, soalnya mereka masih ingin bersenang-senang karena dalam kondisi berlebih secara materi dan taubat hanya baru dalam sekedar wacana belaka...
Sebetulnya mendirikan shalat dan membayar zakat hanya masih penjelasan ringkas. Bila dijabarkan akan menjadi panjang sekali. Bila ingin berangkat haji tentunya perlu belajar tentang pemahaman Islam yang sesuai dengan Al Qur'an dan hadits. Perbaiki shalatnya selain shalat wajib juga ditambah shalat sunat lebih baik. Lalu membayar zakat dan banyak sedekah. Sedekah itu tidak hanya berbentuk barang, tapi juga dalam perbuatan.
Ibadah haji itu salah satu syaratnya adalah mampu. Dimaksud dengan mampu adalah uangnya berasal dari rejeki halal, lalu keluarga dan tetangganya tidak ada yang dalam keadaan kesulitan.
Insya Allah bila ibadah sudah rajin melakukan, zakat dan sedekah sudah selalu ditunaikan, hati sudah tertata dengan wajah cerah karena rahmat Allah sampai padanya, akan menjadi haji mabrur. Ciri-ciri haji mabrur adalah menjadi lebih baik Islamnya daripada sebelum berangkat, dalam pemahaman maupun pengamalan.
Tulisan di atas adalah contoh, bahwa sebelum melakukan ibadah haji, maka hati sudah cerah dan selain taat beribadah, perbuatannya sudah bisa menjadi tauladan, menerangi keluarga dan lingkungan keluarganya.
Banyak orang melakukan ibadah tanpa memikirkan perasaan orang di sekitarnya. Misalnya sedekah barang tapi yang diberikan sudah tidak layak atau setelah itu malah mencaci maki orang yang dibantunya. Karena sedekah itu seharusnya diikhlaskan, tanpa berpikir apa yang terjadi selanjutnya diserahkan pada Allah.
Bila melakukan ibadah, terutama ibadah sunnah, sebaiknya menyelesaikan pekerjaan yang berkaitan dengan kewajiban pada orang lain. Berbeda dengan ibadah wajib, apapun yang terjadi, pekerjaan bisa ditinggalkan, tapi sebaiknya jangan dalam keadaan sangat lapar, lebih baik makan dulu.
Seandainya berniat puasa Syawal 6 hari, tentunya memilih saat tidak ada jamuan makan siang dari sahabat. Lalu kemudian bila hendak shalat Dhuha ada tamu berkunjung lebih baik diterima tamunya baru diberi tau hendak melakukan shalat Dhuha.
Jadi sebetulnya ibadah itu lebih penting mana dibanding menjaga perasaan? Ibadah dilakukan dalam situasi tidak ada orang lain di sekitarnya dalam keadaan tidak nyaman. Tentunya terkecuali orang lain yang tidak tau diri, mau ibadah kok dilarang, namanya pendzaliman mesti dilawan.
Menjaga perasaan orang lain itu penting, tapi tentunya semampunya kita dan bertahap. Aku sendiri kadang masih merasa gagal menjaga perasaan orang lain. Tapi usaha mesti kita lakukan. Banyak orang yang tidak nyaman padaku tanpa alasan. Dan supaya tidak dianggap aneh, karena setiap saat minta maaf ke siapa-siapa, aku berusaha menyampaikan permintaan maaf di semua komunitas saat Lebaran. Terserah yang aku tuju tidak mau memaafkan, yang penting aku berusaha menyampaikan sajalah. TERLALU BESAR RESIKONYA ORANG YANG TIDAK MAU MINTA MAAF ATAU MEMAAFKAN. Resikonya adalah pahala yang tidak mau memaafkan diberikan pada orang meminta maaf. Belum lagi yang tidak mau memaafkan sudah membuat kapling di neraka, kecuali mau bertaubat dan segera saling memaafkan.
Semoga kita diberi kebaikan dunia dan akhirat... sedih banget aku nulis ini, ingat dengan banyak teman-temanku yang tiba-tiba menghilang risih dengan tulisanku yang akhir-akhir berbau Islami. Banyak komentar, soalnya mereka masih ingin bersenang-senang karena dalam kondisi berlebih secara materi dan taubat hanya baru dalam sekedar wacana belaka...
Jumat, 23 Maret 2012
Sok jadi pahlawan
Cerita ajaib di awal aku pindah Jogja. Aku pengen jadi pahlawan... hihihi... Entah gak tau ide dari mana. Tapi saat ada yang deketin aku terus bilang dia mau memperbaiki agamanya langsung deh aku tersentuh banget. Jangan tanya endingnya, bikin sesek banget, malah difitnah gak jelas.
Terjadi beberapa kali... aku sampe mikir, goblog amat yah aku gak ngerti apa-apa. Gak punya firasat apa-apa. Tapi semua itu berlangsung sebelum gunung Merapi meletus. Setelah aku bikin blog, banyak hal berubah total. Hapeku sepi dari SMS, isinya cuman pengajian doang.
Eh, sempet SMSan sih lagi... hihihi, cuman gak lama. Langsung ketauan deh aslinya. Ketemu dua orang mirip penganut Liberal, suka ngomongin agama tapi ayat hanya untuk diplintir-plintir.
Sekarang di hapeku SMS cuman ngajak pengajian dari sahabatku. Tapi aku merasa nyaman banget. Setelah ngerasain sok pengen jadi pahlawan membantu cowok-cowok gaje yang ngakunya pengen taubat. Ide pengen taubat hanya ingin menarik perhatianku doang.
Kuserahkan semua pada Allah sajalah. Untuk menyemangati diriku sendiri di surga tidak ada yang jomblo. Semua punya pasangan dan saling menyayangi. Surga adalah tempat yang tidak bisa dibayangkan manusia.
Walau sempat berdarah-darah difitnah, diteror, dilecehkan, dianggap rendah karena menjadi single fighter. Sebetulnya single parent, tapi ketemu anak dipersulit oleh mantan. Itu karena kesalahanku juga, pernah depresi belasan tahun lamanya. Sampai kehilangan memori, kehilangan rasa, dan memulai hidup lagi pelan-pelan seperti bayi baru berjalan.
Hal yang paling aku syukuri adalah, aku bisa memahami sedikit-sedikit tentang Islam padahal dulu aku ngantuk kalo pengajian. Kayaknya gak perlu jadi pahlawan lagi. Gak mau ambil resiko. Bermaksud baik malah dianggap meneror itu kata orang-orang, berbagai versi ceritanya, pokoknya kalo diambil hati nyakitin banget, tapi aku sekarang udah gak ambil pusing. Soalnya kalo ingin nolongin orang ya tidak berharap apa-apa. Semua diserahkan pada Allah, itulah arti ikhlas, melakukan perbuatan yang ditujukan pada Allah.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw seraya berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki kerabat yang terus kusambung hubungan dengan mereka sedangkan mereka memutuskannya, aku berbuat baik kepada mereka dan mereka berbuat jahat kepadaku, serta mereka bersikap bodoh kepadaku sedangkan aku selalu bersikap santun kepada mereka", Beliau bersabda:
Terjadi beberapa kali... aku sampe mikir, goblog amat yah aku gak ngerti apa-apa. Gak punya firasat apa-apa. Tapi semua itu berlangsung sebelum gunung Merapi meletus. Setelah aku bikin blog, banyak hal berubah total. Hapeku sepi dari SMS, isinya cuman pengajian doang.
Eh, sempet SMSan sih lagi... hihihi, cuman gak lama. Langsung ketauan deh aslinya. Ketemu dua orang mirip penganut Liberal, suka ngomongin agama tapi ayat hanya untuk diplintir-plintir.
Sekarang di hapeku SMS cuman ngajak pengajian dari sahabatku. Tapi aku merasa nyaman banget. Setelah ngerasain sok pengen jadi pahlawan membantu cowok-cowok gaje yang ngakunya pengen taubat. Ide pengen taubat hanya ingin menarik perhatianku doang.
Kuserahkan semua pada Allah sajalah. Untuk menyemangati diriku sendiri di surga tidak ada yang jomblo. Semua punya pasangan dan saling menyayangi. Surga adalah tempat yang tidak bisa dibayangkan manusia.
Walau sempat berdarah-darah difitnah, diteror, dilecehkan, dianggap rendah karena menjadi single fighter. Sebetulnya single parent, tapi ketemu anak dipersulit oleh mantan. Itu karena kesalahanku juga, pernah depresi belasan tahun lamanya. Sampai kehilangan memori, kehilangan rasa, dan memulai hidup lagi pelan-pelan seperti bayi baru berjalan.
Hal yang paling aku syukuri adalah, aku bisa memahami sedikit-sedikit tentang Islam padahal dulu aku ngantuk kalo pengajian. Kayaknya gak perlu jadi pahlawan lagi. Gak mau ambil resiko. Bermaksud baik malah dianggap meneror itu kata orang-orang, berbagai versi ceritanya, pokoknya kalo diambil hati nyakitin banget, tapi aku sekarang udah gak ambil pusing. Soalnya kalo ingin nolongin orang ya tidak berharap apa-apa. Semua diserahkan pada Allah, itulah arti ikhlas, melakukan perbuatan yang ditujukan pada Allah.
Soal dijahatin, diputus hubungan pertemenan, balik lagi balik lagi aku perlu menjelaskan berulang-ulang menambah pahala untukku dan mengurangi dosaku. Sebelum berbaikan dan saling memaafkan akan berlangsung terus. Kalo aku udah minta maaf yah, yang penting sudah berusaha. Yang tidak mau menyambung pertemanan dan ibarat sudah menyimpan kapling di neraka, dan mereka belum menjadi muslim sejati. Soalnya muslim sejati mau melakukan hal apapun sesuai ajaran agama walau berat dan sulit, setidaknya sudah mencoba...
مَا مِنْ ذَنْبٍ أَحْرَى أَنْ يُعَجِّلَ اللهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوْبَةَ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يُدَّخَرُ لَهُ فِي اْلآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ
"Tidak ada dosa yang Allah swt lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi" (HR Tirmidzi)Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ
"Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan (silaturahmi)" (HR Bukhari dan Muslim)Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
لاَ تَنْزِلُ الرَّحْمَةُ عَلَى قَوْمٍ فِيْهِمْ قَاطِعُ رَحِمٍ
"Rahmat tidak akan turun kepada kaum yang padanya terdapat orang yang memutuskan tali silaturahmi (HR Muslim)dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw seraya berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki kerabat yang terus kusambung hubungan dengan mereka sedangkan mereka memutuskannya, aku berbuat baik kepada mereka dan mereka berbuat jahat kepadaku, serta mereka bersikap bodoh kepadaku sedangkan aku selalu bersikap santun kepada mereka", Beliau bersabda:
لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ, فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمُ الْمَلَّ, وَلاَيَزَالُ مَعَكَ مِنَ اللهِ ظَهِيْرٌ عَلَيْهِمْ مَادُمْتَ عَلَى ذلِكَ
"Jika engkau benar-benar seperti yang engkau katakan, maka seolah-olah engkau menaburkan bara panas di wajah mereka, dan senantiasa kemenangan dari Allah swt menyertaimu terhadap mereka, selama engkau tetap seperti itu." (HR Muslim)
Islam mengajarkan untuk tawakkal
Tawakal ( توكُل) atau tawakkul berarti mewakilkan atau menyerahkan. Dalam agama Islam, tawakal atau tawakkal berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu hasil suatu pekerjaan, atau menanti akibat dari suatu keadaan. Jadi tawakal juga bisa diartikan berserah diri setelah ikhtiar.
Orang yang bertawakal sungguh-sungguh pada Allah adalah orang yang membulatkan tekad dan berpegang teguh untuk selalu berserah diri pada Allah. Orang yang bertawakal selalu berusaha bersikap tenang, yang dimaksud bersikap lemah lembut adalah dengan berusaha menyampaikan dengan sebaik-baiknya tanpa menyakiti hati tapi tetap tegas. Juga selalu memaafkan orang yang menjahati, bila perlu mendoakan untuk kebaikan mereka. Orang yang bertawakal pada Allah akan dicukupkan keperluan-keperluannya dan akan mendapatkan rejeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Orang beriman yang bertawakal pada Allah salah satu ciri-cirinya adalah bila mendengar alunan ayat-ayat Al Qur'an maka akan bergetar hatinya.
Allah berfirman
Allah berfirman
Allah berfirman
Allah berfirman
Orang yang bertawakal sungguh-sungguh pada Allah adalah orang yang membulatkan tekad dan berpegang teguh untuk selalu berserah diri pada Allah. Orang yang bertawakal selalu berusaha bersikap tenang, yang dimaksud bersikap lemah lembut adalah dengan berusaha menyampaikan dengan sebaik-baiknya tanpa menyakiti hati tapi tetap tegas. Juga selalu memaafkan orang yang menjahati, bila perlu mendoakan untuk kebaikan mereka. Orang yang bertawakal pada Allah akan dicukupkan keperluan-keperluannya dan akan mendapatkan rejeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Orang beriman yang bertawakal pada Allah salah satu ciri-cirinya adalah bila mendengar alunan ayat-ayat Al Qur'an maka akan bergetar hatinya.
Allah berfirman
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya". (QS. Ali Imran[3] : 159)Allah berfirman
وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
"Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah ke pada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan. " (QS. Huud[11]: 123)Allah berfirman
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
"Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. " (QS. Ath Thalaaq[65]:3)Allah berfirman
نَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal." (QS. Al Anfaal[8] : 2)
Kamis, 22 Maret 2012
Wawancara dengan indigo
Ini postingan iseng, do not take it personally yah.
A (aku) , I (indigo)
A : Enak yah jadi indigo, katanya bisa ngebaca pikiran orang
I : Enak apanya, malah jadi parno. Apalagi sudah terkoneksi dengan yang galau, bawaannya pengen nangis
A : Tapi kan tau mesti ngapain. Mudah melihat gelagat orang lain
I : Sebetulnya tidak seperti itu. Semua butuh proses yang tidak mengenakkan. Kadang suka drop tanpa kita harapkan
A : Dengan kemampuan melebihi orang yang "normal" mestinya lebih mudah mengatasi masalah
I : Maunya begitu, kenyataannya setan banyak membisiki orang sekitar untuk menekan lebih keras agar sampai pada titik rasanya ingin bisa ketawa kayak yang gak punya kemampuan
A : Emang indigo gak bisa ketawa?
I : Tau lagunya Ada Band, Wanita Ingin Dimengerti. Indigo itu tugasnya ngertiin orang lain tapi gak ada yang mau ngerti cara berpikir orang indigo. Kayak orang yang disia-siain. Jadi cuman bisa ketawa kalo gabung dengan sesama indigo juga.
A : Jadi indigo bisa bahagia gak
I : Menghadapi orang yang gak paham itu cuman sekedar basa-basi doang. Otaknya sih mikir, duh kok gak ngerti-ngerti sih orang ini.
A : Ada indigo yang bisa bahagia gak
I : Butuh proses untuk mengatasi emosi, ego, sampai di suatu titik bisa tersenyum walau dilecehkan orang lain. Dan tetap tersenyum walau ngeliat ada setan di belakang orang yang lagi bohong. Juga tersenyum ngeliat hawa nafsu sedang dikipasin setan saat ngeliat laki-laki mempelototi cewek seksi dan ngomong jorok
A : Seberapa susahnya sih tersenyum walau ngeliat setan
I : Kadang awalnya setan muncul dengan kabut tidak langsung jelas. Kalo ada orang yang ingin menyakiti hati orang lain, terutama menyerang indigo terus muncul taringnya. Orang biasa aja diceritain kuntilanak, sundel bolong aja gak bisa bobok. Gimana kalo ngeliat cowok model keong racun, otaknya ngeres melulu di belakangnya ada setan dengan taring, bisa tenang gak.
A : Jelas gak sih ngeliat setannya
I : Tergantung kekuatan mata batin indigo, ada yang melihat jelas, hanya melihat asap, ada yang gak bisa ngeliat tapi bawaannya gemeteran melulu
A : Apa jadi indigo mesti gemeteran melulu
I : Tergantung dengan proses ketenangan yang bisa dicapainya. Bagi yang muslim, menjernihkan pikiran di tempat sepi sambil berdzikir banyak membantu
A : Apa gak capek bisa ngeliat makhluk serem dan ngerasain energi negatif
I : Pada akhirnya akan turun bantuan tak terduga, dan itu karena dari Allah. Bisa teman lama yang kasih support, bahkan kasih materi juga.
A : Ada yang bilang kemampuan indigo itu sebaiknya dihilangkan, menurutmu gimana
I : Indigo itu ada yang transdimensional. Banyak manusia yang manggil makhluk alam lain untuk pesugihan biasanya, atau untuk kepentingan lain. Tentunya perlu ada orang yang membantu bila ada manusia yang diganggu makhluk alam lain. Bila kemampuan itu untuk membantu orang lain, tentunya jadi bermanfaat. Ada white indigo, ada black indigo.
A : Apa sebetulnya tujuan indigo
I : Indigo hanyalah label, diberi kelebihan agar manusia itu kembali untuk mengingat pada Allah. Hidup di dunia untuk saling membantu pada sesama, menselaraskan kembali keseimbangan alam. Kalo masih muda wajar kadang show off, tapi kalo yang dewasa cenderung ingin menutupi kemampuannya. Toh semua hanya titipan dari Allah
A : Pengalaman menarik sebagai seorang indigo
I : Semua indigo punya pengalaman menarik masing-masing... jadi itu personal banget. Gak usah dibahas yah... tapi kalo aku sih, setelah siangnya capek banget fokus pada kerjaan, malem kalo bobok walau sendiri merasa ada yang nemenin sambil tersenyum. Kalo tanya pada indigo lain mereka cuman bilang, gak mau bilang sekarang, ntar juga ngerti sendiri. Ya sudahlah... senyuman itu walau belum yakin itu apa paling tidak bikin aku boboknya enak... hihihi... ah, sudahlah, gak usah diterusin ya, jadi malu...
Walau sudah menggunakan kerudung aku tidak merasa lebih baik daripada yang belum menggunakan kerudung
Menggunakan kerudung adalah proses mengamalkan sebagai muslimah yang baik. Berusaha melakukan yang terbaik, tapi juga berpikir bahwa kita belum tentu lebih baik daripada orang lain. Kesalahan yang dilakukan oleh iblis adalah sombong, merasa lebih baik daripada manusia. Jadi bila manusia sudah terkena rasa 'ujub, bisikan setan akan mudah masuk. Kebiasaan mengucap wallahu a'lam bisshowab adalah untuk menyatakan manusia sebetulnya tidak mengerti apa-apa, hanya Allah yang mengetahui yang benar.
Kemampuan yang manusia miliki, termasuk kejeniusan berpikir, semua adalah karena Allah. Laa haula wala quwwata illa billah. Bila beranggapan kemampuan bisa berpikir jenius adalah dari dirinya sendiri maka dilaknat oleh Allah. Kasus Qarun yang beranggapan hasil kekayaan yang dimilikinya karena pemikiran sendiri sehingga diberi hukuman oleh Allah ditenggelamkan ke dalam tanah.
Musuh Nabi banyak yang sombong, mereka mendewakan akal pikiran termasuk Namrudz dan Fir'aun. Bahkan Fir'aun saking liciknya, saat menjelang kematian berusaha mengucapkan syahadat. Fir'aun itu sudah tau tentang ajaran Nabi Musa 'alaihi sallam, hanya gak mau reputasinya jatuh di depan rakyatnya. Gengsi banget ngakuin bahwa Nabi Musa 'alaihi sallam yang benar, padahal mikir juga, ngerti sebetulnya. Rencananya sudah disiapkan dia tau saat-saat terakhir adalah sebelum ajal dicabut dari tenggorokan dia akan mengucap syahadat. Tapi malaikat tidak kalah sigap, saat laut Merah menenggelamkan Fir'aun, Fir'aun tidak diberi kesempatan untuk mengucap syahadat. Itulah tipikal kaum Yahudi ekstrimis, pandai, cerdas, tapi gengsi abis. Mereka tau dan mengakui kebenaran Islam, cuman gak mau ngakuin aja.
Jadi lebih baik manusia tidak merasa lebih baik daripada yang lain. Tetap selalu merendah, menyerahkan semua pada Allah. Gak enak kan mati dalam keadaan ujub, sombong. Karena takdir juga Allah yang menentukan, itu karena bagaimana perjuangan kita membersihkan hati kita. Biarpun wanita yang bajunya tertutup rapat menggunakan cadar, tidak pernah melakukan maksiat, rajin beribadah tapi bila ada kesombongan di hatinya itu adalah celah setan untuk menggoda hatinya. Pas meninggal pas dalam keadaan sombong, semoga kita dijauhkan dari hal seperti itu.
Sedangkan mertua kakakku orangnya sangat sabar, sibuk mencari nafkah karena suaminya sakit. Walaupun jarang menggunakan kerudung meninggal di tanah suci dengan menggunakan kerudung.
Aku menggunakan baju yang tidak mencolok di lingkungan. Barangkali ada yang beranggapan bahwa tidak masuk surga muslimah yang menggunakan celana panjang. Katanya baju dengan celana panjang menyerupai laki-laki dan itu gak boleh. Dari semua pendapat tentang baju muslimah aku cenderung sepaham dengan Quraish Shihab yang menyatakan bahwa baju itu yang penting tidak ketat, tipis dan transparan yang membangkitkan syahwat, ditambah sikap yang sopan juga, tidak kecentilan cari perhatian berlebihan. Dan menurut Quraish Shihab, selama lingkungan bisa menerima maka muslimah itu tidak dianggap melakukan maksiat. Kerudung yang jambulnya masih kelihatan, maka Quraish Shihab masih bertoleransi. Setiap bulan Ramadhan aku berusaha mendengarkan renungan tafsir Al Qur'an saat sahur yang disampaikan oleh Quraish Shihab.
Semua kebenaran datangnya dari Allah, kesalahan dari aku. Wallahu a'lam bisshowab...
Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud r.a, dia berkata, “Rasulullah SAW menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan,’sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaanya di dalam perur ibunya sebagai setetes mani selama 40 hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama 40 hari, kemudian menjadi segumpal daging selama 40 hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan kepadanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : rezeki, ajal, amal, dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Illah selainNya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surgA hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta, akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka, maka masuklah dia ke dalam neraka. Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta, akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga, maka masuklah dia ke dalam surga’”(HR. Bukhari dan Muslim)
Kemampuan yang manusia miliki, termasuk kejeniusan berpikir, semua adalah karena Allah. Laa haula wala quwwata illa billah. Bila beranggapan kemampuan bisa berpikir jenius adalah dari dirinya sendiri maka dilaknat oleh Allah. Kasus Qarun yang beranggapan hasil kekayaan yang dimilikinya karena pemikiran sendiri sehingga diberi hukuman oleh Allah ditenggelamkan ke dalam tanah.
Musuh Nabi banyak yang sombong, mereka mendewakan akal pikiran termasuk Namrudz dan Fir'aun. Bahkan Fir'aun saking liciknya, saat menjelang kematian berusaha mengucapkan syahadat. Fir'aun itu sudah tau tentang ajaran Nabi Musa 'alaihi sallam, hanya gak mau reputasinya jatuh di depan rakyatnya. Gengsi banget ngakuin bahwa Nabi Musa 'alaihi sallam yang benar, padahal mikir juga, ngerti sebetulnya. Rencananya sudah disiapkan dia tau saat-saat terakhir adalah sebelum ajal dicabut dari tenggorokan dia akan mengucap syahadat. Tapi malaikat tidak kalah sigap, saat laut Merah menenggelamkan Fir'aun, Fir'aun tidak diberi kesempatan untuk mengucap syahadat. Itulah tipikal kaum Yahudi ekstrimis, pandai, cerdas, tapi gengsi abis. Mereka tau dan mengakui kebenaran Islam, cuman gak mau ngakuin aja.
Jadi lebih baik manusia tidak merasa lebih baik daripada yang lain. Tetap selalu merendah, menyerahkan semua pada Allah. Gak enak kan mati dalam keadaan ujub, sombong. Karena takdir juga Allah yang menentukan, itu karena bagaimana perjuangan kita membersihkan hati kita. Biarpun wanita yang bajunya tertutup rapat menggunakan cadar, tidak pernah melakukan maksiat, rajin beribadah tapi bila ada kesombongan di hatinya itu adalah celah setan untuk menggoda hatinya. Pas meninggal pas dalam keadaan sombong, semoga kita dijauhkan dari hal seperti itu.
Sedangkan mertua kakakku orangnya sangat sabar, sibuk mencari nafkah karena suaminya sakit. Walaupun jarang menggunakan kerudung meninggal di tanah suci dengan menggunakan kerudung.
Aku menggunakan baju yang tidak mencolok di lingkungan. Barangkali ada yang beranggapan bahwa tidak masuk surga muslimah yang menggunakan celana panjang. Katanya baju dengan celana panjang menyerupai laki-laki dan itu gak boleh. Dari semua pendapat tentang baju muslimah aku cenderung sepaham dengan Quraish Shihab yang menyatakan bahwa baju itu yang penting tidak ketat, tipis dan transparan yang membangkitkan syahwat, ditambah sikap yang sopan juga, tidak kecentilan cari perhatian berlebihan. Dan menurut Quraish Shihab, selama lingkungan bisa menerima maka muslimah itu tidak dianggap melakukan maksiat. Kerudung yang jambulnya masih kelihatan, maka Quraish Shihab masih bertoleransi. Setiap bulan Ramadhan aku berusaha mendengarkan renungan tafsir Al Qur'an saat sahur yang disampaikan oleh Quraish Shihab.
Semua kebenaran datangnya dari Allah, kesalahan dari aku. Wallahu a'lam bisshowab...
Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud r.a, dia berkata, “Rasulullah SAW menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan,’sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaanya di dalam perur ibunya sebagai setetes mani selama 40 hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama 40 hari, kemudian menjadi segumpal daging selama 40 hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan kepadanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : rezeki, ajal, amal, dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Illah selainNya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surgA hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta, akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka, maka masuklah dia ke dalam neraka. Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta, akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga, maka masuklah dia ke dalam surga’”(HR. Bukhari dan Muslim)
Selasa, 20 Maret 2012
Banyak masalah tapi tetap tenang bisa gak ya?
Tiga hari ini aku bener-bener lagi ngedrop. Kepalaku muter kayak vertigo. Bawaaannya marah-marah melulu. Sensitif. Ribut dengan beberapa orang. Hal-hal yang nyebelin muncul di benakku. Jadi ingat dulu di Bogor gak boleh ikutan pas buka bersama bareng. Berbulan-bulan setelah itu gak boleh ambil makanan yang dimasak mertua saat itu. Dan itu nyata. Eh, kemarin ada yang jajan di rumah aku gak disisain langsung muntab ingat kejadian di Bogor. Padahal selama ini aku selalu dapet, cuman kemarin doang. Langsung deh, udah drop, kepala muter, bawaannya pengen ngamuk banting-banting barang. Untung tidak ada yang teraniaya, hehehe...
Alhamdulillah sekarang sudah mendingan. Lalu kayak ada yang nampar aku, sadar Mi, sadar. Kalo kamu hepi setan gak mau mendekat. Kalo kamu mau bersyukur maka hidup terasa nikmat. Kalo gak percaya tanya aja sama dukun-dukun santet. Susah nyantet orang yang banyak ketawa, karena auranya memancar terang. Sedangkan orang galau auranya gelap, mudah disantet. Emang bener tuh kalo ngelamun gak jelas setan gampang masuk mempengaruhi jadi pengen bunuh diri.
Menurut Al Qur'an hidup adalah senda gurau belaka. Dan orang yang bersyukur sungguh-sungguh, tidak hanya teori belaka maka hidupnya akan lebih ni'mat.
Allah berfirman
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS. Al An'am : 32)
Allah berfirman
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim : 7)
Jadi maksudnya apa tuh? Allah memberi kita nikmat begitu banyak, kenapa yang dipikirkan malah bagian sedihnya. Masih bisa makan enak, masih bisa pake baju bagus.
Bayangkan seandainya kita memposisikan diri menjadi orang yang sulit untuk membeli makanan, atau mau beli baju saja susah. Karena itu seandainya kita mau meluangkan waktu memberi makan kepada yang lebih membutuhkan, maka rasa syukur itu pasti akan muncul. Atau memberi baju pada orang yang tidak mampu beli baju, pasti kerasa banget rasanya. Lebih baik lagi baju yang kita berikan itu masih bagus, dan orang lain yang kita beri senang memakainya. Rasanya jauh lebih nikmat dibandingkan orang yang sibuk shopping, gak bisa tidur mikirin besok pake baju apa biar keliatan keren. Atau ngeliat baju di mall, ngincer setengah mati, lagi-lagi gak bisa tidur. Harga berapapun diusahain, yang penting puas beli. Dan biasanya untuk cewek nih, baju satu gak cukup, ntar nyari bawahan yang cocok, tas dan sepatu yang serasi.
Padahal di belahan dunia lain banyak yang susah beli baju layak. Andai semua orang di pemerintah itu semua punya empati, maka sebetulnya tidak ada masyarakat miskin di Indonesia, soalnya pejabat fokus mensejahterakan rakyat. Bukannya sibuk nyari komisi sana sini untuk ngumpulin duit agar bisa hidup bermewah-mewah gak karuan.
Okelah... saat aku menulis ini Alhamdulillah vertigoku sudah mulai menghilang. Mau ngumpulin bajuku yang masih bagus yang jarang aku pake untuk aku hibahkan. Ngapain juga punya baju banyak-banyak... aku bukan tipe kayak gitu. Koleksi baju gak dibawa mati kok, semahal apapun juga...
Allah berfirman
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (Al Baqarah : 267)
Alhamdulillah sekarang sudah mendingan. Lalu kayak ada yang nampar aku, sadar Mi, sadar. Kalo kamu hepi setan gak mau mendekat. Kalo kamu mau bersyukur maka hidup terasa nikmat. Kalo gak percaya tanya aja sama dukun-dukun santet. Susah nyantet orang yang banyak ketawa, karena auranya memancar terang. Sedangkan orang galau auranya gelap, mudah disantet. Emang bener tuh kalo ngelamun gak jelas setan gampang masuk mempengaruhi jadi pengen bunuh diri.
Menurut Al Qur'an hidup adalah senda gurau belaka. Dan orang yang bersyukur sungguh-sungguh, tidak hanya teori belaka maka hidupnya akan lebih ni'mat.
Allah berfirman
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS. Al An'am : 32)
Allah berfirman
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim : 7)
Jadi maksudnya apa tuh? Allah memberi kita nikmat begitu banyak, kenapa yang dipikirkan malah bagian sedihnya. Masih bisa makan enak, masih bisa pake baju bagus.
Bayangkan seandainya kita memposisikan diri menjadi orang yang sulit untuk membeli makanan, atau mau beli baju saja susah. Karena itu seandainya kita mau meluangkan waktu memberi makan kepada yang lebih membutuhkan, maka rasa syukur itu pasti akan muncul. Atau memberi baju pada orang yang tidak mampu beli baju, pasti kerasa banget rasanya. Lebih baik lagi baju yang kita berikan itu masih bagus, dan orang lain yang kita beri senang memakainya. Rasanya jauh lebih nikmat dibandingkan orang yang sibuk shopping, gak bisa tidur mikirin besok pake baju apa biar keliatan keren. Atau ngeliat baju di mall, ngincer setengah mati, lagi-lagi gak bisa tidur. Harga berapapun diusahain, yang penting puas beli. Dan biasanya untuk cewek nih, baju satu gak cukup, ntar nyari bawahan yang cocok, tas dan sepatu yang serasi.
Padahal di belahan dunia lain banyak yang susah beli baju layak. Andai semua orang di pemerintah itu semua punya empati, maka sebetulnya tidak ada masyarakat miskin di Indonesia, soalnya pejabat fokus mensejahterakan rakyat. Bukannya sibuk nyari komisi sana sini untuk ngumpulin duit agar bisa hidup bermewah-mewah gak karuan.
Okelah... saat aku menulis ini Alhamdulillah vertigoku sudah mulai menghilang. Mau ngumpulin bajuku yang masih bagus yang jarang aku pake untuk aku hibahkan. Ngapain juga punya baju banyak-banyak... aku bukan tipe kayak gitu. Koleksi baju gak dibawa mati kok, semahal apapun juga...
Allah berfirman
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (Al Baqarah : 267)
Senin, 19 Maret 2012
Masih berjuang untuk hidup
Ada hal yang membuat kita dipandang sebelah mata. Bahkan sebetulnya saat kita sudah berusaha jadi orang baik, tetap saja perbuatan kita tidak ada artinya.
Bukannya aku ingin mengingat-ingat kejadian yang menyakitkan hati, tapi bagaimana bila seumur-umur aku belum pernah dibahagiakan orang lain. Jadinya ya aku membahagiakan diri sendiri sajalah.
Hanya ada almarhum Bapak, kakak yang pengertian. Atau justru malah teman untuk diskusi. Sisanya hanya memandangku sebelah mata. Blog ini total hanya untuk uneg-uneg, kenyataannya walau aku sangat menghargai komentar yang masuk, karena walau silent reader sekalipun bermanfaat untuk memudahkan memunculkan ke google. Jadi aku menghargai pembaca walau akhirnya berkomentar "semoga kamu dimakan belatung". Atau "mampus lu". Berkali-kali aku bilang bahwa komentar caci maki membersihkan dosaku, cuman aku gak muat soalnya masak menyebut anatomi segala, terutama nyebut alat vital. Hihihi... OOT kan. Aku nunggu komentar aneh-aneh, kapan-kapan aku muat dan aku tau itu siapa, seseorang yang tinggal di Surabaya.
Harapanku untuk ketemu anak-anakku memang tidak mudah. Faktor gaib, ayah anak-anakku yang punya kemampuan indra ke-6, melarangku ketemu anak-anakku sendiri. Membuat orang-orang di sekitarku mundur. Setelah itu aku dianggap sebagai orang aneh. Kalo pulang kerja suka mengurung diri di kamar.
Keluar kamar isinya cuman nasehat, gak usah pikirin anak-anakmu. Membayangkan untuk mengunjungi mereka ke Bogor saja, sungguh menyeramkan. Bagaimana tidak seram, ada ancaman mau menyiram aku dengan air keras, padahal rumahnya bergabung dengan bengkel, perusahaan keluarga. Bila lagi khilaf, tentunya mudah ambil air keras lalu karena emosi yang memuncak ingin membalas dendam akhirnya disiramlah aku supaya wajahku rusak dan tersiksa seumur hidup. Gak ada hubungannya dia itu rajin shalat, ibunya pake kerudung, kalo hati mereka penuh kebencian dan dendam tentunya sangat beresiko untuk ditemui.
Pernah aku ditanya, kenapa kamu gak balik aja ke dia. Aku jawab, gila apa. Tubuhnya dijadikan portal makhluk gaib. Dari makhluk gaib yang keluar masuk ke tubuhnya itu dia bisa bicara tentang rahasia orang lain. Mantan menyebut dirinya google manusia, ditanya apa-apa bisa jawab. Percuma juga jadi "manusia bijak" dalam tanda petik kalo ucapannya hanya sekedar menjadikan dia boneka jin jahat. Bahkan jin jahat juga paham tentang tata cara beribadah, tapi ilmu itu untuk mereka plesetkan. Jin jahat juga paham tentang kebijaksanaan, tapi hanya untuk dibelok-belokkan. Aku pernah baca ada mursyid tasawuf mengaku punya karomah mengajarkan anak didiknya shalat sunat setelah shalat shubuh. Katanya memang tidak ada di hadits, tapi bila mau melakukan maka akan mempermudah ilmu Allah meresap, penjelasannya begitu. Sebetulnya bukan ilmu Allah, tapi ilmu iblis. Yang melakukan ritual ibadah menyimpang dari Al Qur'an dan hadits, ayat Al Qur'an sepotong-sepotong sebetulnya penyembah Iblis. Makanya banyak manusia tampak dari luar rajin shalat, bicara bijak, mengaku bisa menyembuhkan orang lain, ternyata hanya memasukkan energi negatif ke orang yang disembuhkannya. Kenapa bisa begitu, karena kita tidak tau ritual yang dilakukannya sebagai penyembah iblis yang ditutup-tutupi. Bahkan orangnya berpikir dia menyembah Tuhan, padahal bukan.
Karena itu orang yang beribadah di luar cara ahlus sunnah wal jamaah yang mengedepankan Al Qur'an dan hadits, maka sebetulnya mereka adalah pemuja setan. Tapi tidak perlu mengatakan mereka ini musyrik atau kafir, karena mereka ini terbawa oleh gurunya. Aliran macam-macam dalam Islam, berbagai jenis bid'ah adalah permainan setan.
Bagaimana bila ada orang dari dusun terpencil naik haji, lalu diajari temannya untuk menyimpan batu jumroh yang seharusnya dilempar malah dijadikan kenang-kenangan. Atau membawa gunting saat thawaf untuk memotong kiswah agar merasa selamat bila dijadikan jimat. Mengunjungi makam orang sakti jaman dulu lalu diambil tanahnya sebagian, dibawa kemana-mana agar selamat dan bisa dapat ilham petunjuk dari orang sakti. Aku yakin bahwa para Wali yang banyak digembar gemborkan bisa berjalan di atas air, sanggup berendam di sungai sampai bertahun-tahun, lebih suka dikenang tentang materi dakwah, bukan dari kesaktian.
Ritual ibadahpun bisa diplesetkan, itu permainan setan. Kebijaksanaan ahli ibadah tanpa ilmu juga bisa keliru, saat seorang pembunuh yang telah membunuh 99 jiwa bertanya pada ahli ibadah masih bisakah dia bertaubat lalu dijawab tidak bisa.
Orang di pulau Jawa itu paling suka hal-hal berkaitan dengan gaib. Tadinya aku tidak tau apa-apa tentang gaib, tapi sekarang aku mesti banyak belajar karena anak-anakku dirawat oleh keluarga yang punya "pegangan" atau jimat. Katanya sih agar selamat dunia akhirat, aku rasa pandangan mereka salah, justru mereka yang merasa kuat dan nyaman dengan jimat, mesti siap setelah meninggal tidak ke alam barzakh tapi alam lain lagi menjadi budak setan, sangat dihinakan.
Aku sendirian belum sanggup untuk menemui anak-anakku, karena teror akan menyiram wajahku dengan air keras itu. Jadinya tentang anak-anakku aku serahkan pada Allah saja. Soal ketemu atau bisa ketemu, seandainya aku bisa masuk surga, aku yakin akhirnya bisa ketemu mereka. Tiap hari aku masih melakukan banyak dosa, walau sudah diambil oleh deretan orang-orang yang memfitnah aku, mencaci maki aku, mendzalimi aku, aku masih berupaya melakukan hal-hal yang Allah ridho, dengan banyak membantu orang semampu aku.
Jadi saat ini aku lakukan hal-hal yang bisa aku jalani dulu. Gagal move on hanya untuk berurusan dengan lawan jenis, karena aku sudah tidak mau terlibat hubungan mendalam lagi. Bukan berarti aku tidak mau hidup lagi kok, masih berjuang terus untuk hidup...
Bukannya aku ingin mengingat-ingat kejadian yang menyakitkan hati, tapi bagaimana bila seumur-umur aku belum pernah dibahagiakan orang lain. Jadinya ya aku membahagiakan diri sendiri sajalah.
Hanya ada almarhum Bapak, kakak yang pengertian. Atau justru malah teman untuk diskusi. Sisanya hanya memandangku sebelah mata. Blog ini total hanya untuk uneg-uneg, kenyataannya walau aku sangat menghargai komentar yang masuk, karena walau silent reader sekalipun bermanfaat untuk memudahkan memunculkan ke google. Jadi aku menghargai pembaca walau akhirnya berkomentar "semoga kamu dimakan belatung". Atau "mampus lu". Berkali-kali aku bilang bahwa komentar caci maki membersihkan dosaku, cuman aku gak muat soalnya masak menyebut anatomi segala, terutama nyebut alat vital. Hihihi... OOT kan. Aku nunggu komentar aneh-aneh, kapan-kapan aku muat dan aku tau itu siapa, seseorang yang tinggal di Surabaya.
Harapanku untuk ketemu anak-anakku memang tidak mudah. Faktor gaib, ayah anak-anakku yang punya kemampuan indra ke-6, melarangku ketemu anak-anakku sendiri. Membuat orang-orang di sekitarku mundur. Setelah itu aku dianggap sebagai orang aneh. Kalo pulang kerja suka mengurung diri di kamar.
Keluar kamar isinya cuman nasehat, gak usah pikirin anak-anakmu. Membayangkan untuk mengunjungi mereka ke Bogor saja, sungguh menyeramkan. Bagaimana tidak seram, ada ancaman mau menyiram aku dengan air keras, padahal rumahnya bergabung dengan bengkel, perusahaan keluarga. Bila lagi khilaf, tentunya mudah ambil air keras lalu karena emosi yang memuncak ingin membalas dendam akhirnya disiramlah aku supaya wajahku rusak dan tersiksa seumur hidup. Gak ada hubungannya dia itu rajin shalat, ibunya pake kerudung, kalo hati mereka penuh kebencian dan dendam tentunya sangat beresiko untuk ditemui.
Pernah aku ditanya, kenapa kamu gak balik aja ke dia. Aku jawab, gila apa. Tubuhnya dijadikan portal makhluk gaib. Dari makhluk gaib yang keluar masuk ke tubuhnya itu dia bisa bicara tentang rahasia orang lain. Mantan menyebut dirinya google manusia, ditanya apa-apa bisa jawab. Percuma juga jadi "manusia bijak" dalam tanda petik kalo ucapannya hanya sekedar menjadikan dia boneka jin jahat. Bahkan jin jahat juga paham tentang tata cara beribadah, tapi ilmu itu untuk mereka plesetkan. Jin jahat juga paham tentang kebijaksanaan, tapi hanya untuk dibelok-belokkan. Aku pernah baca ada mursyid tasawuf mengaku punya karomah mengajarkan anak didiknya shalat sunat setelah shalat shubuh. Katanya memang tidak ada di hadits, tapi bila mau melakukan maka akan mempermudah ilmu Allah meresap, penjelasannya begitu. Sebetulnya bukan ilmu Allah, tapi ilmu iblis. Yang melakukan ritual ibadah menyimpang dari Al Qur'an dan hadits, ayat Al Qur'an sepotong-sepotong sebetulnya penyembah Iblis. Makanya banyak manusia tampak dari luar rajin shalat, bicara bijak, mengaku bisa menyembuhkan orang lain, ternyata hanya memasukkan energi negatif ke orang yang disembuhkannya. Kenapa bisa begitu, karena kita tidak tau ritual yang dilakukannya sebagai penyembah iblis yang ditutup-tutupi. Bahkan orangnya berpikir dia menyembah Tuhan, padahal bukan.
Karena itu orang yang beribadah di luar cara ahlus sunnah wal jamaah yang mengedepankan Al Qur'an dan hadits, maka sebetulnya mereka adalah pemuja setan. Tapi tidak perlu mengatakan mereka ini musyrik atau kafir, karena mereka ini terbawa oleh gurunya. Aliran macam-macam dalam Islam, berbagai jenis bid'ah adalah permainan setan.
Bagaimana bila ada orang dari dusun terpencil naik haji, lalu diajari temannya untuk menyimpan batu jumroh yang seharusnya dilempar malah dijadikan kenang-kenangan. Atau membawa gunting saat thawaf untuk memotong kiswah agar merasa selamat bila dijadikan jimat. Mengunjungi makam orang sakti jaman dulu lalu diambil tanahnya sebagian, dibawa kemana-mana agar selamat dan bisa dapat ilham petunjuk dari orang sakti. Aku yakin bahwa para Wali yang banyak digembar gemborkan bisa berjalan di atas air, sanggup berendam di sungai sampai bertahun-tahun, lebih suka dikenang tentang materi dakwah, bukan dari kesaktian.
Ritual ibadahpun bisa diplesetkan, itu permainan setan. Kebijaksanaan ahli ibadah tanpa ilmu juga bisa keliru, saat seorang pembunuh yang telah membunuh 99 jiwa bertanya pada ahli ibadah masih bisakah dia bertaubat lalu dijawab tidak bisa.
Orang di pulau Jawa itu paling suka hal-hal berkaitan dengan gaib. Tadinya aku tidak tau apa-apa tentang gaib, tapi sekarang aku mesti banyak belajar karena anak-anakku dirawat oleh keluarga yang punya "pegangan" atau jimat. Katanya sih agar selamat dunia akhirat, aku rasa pandangan mereka salah, justru mereka yang merasa kuat dan nyaman dengan jimat, mesti siap setelah meninggal tidak ke alam barzakh tapi alam lain lagi menjadi budak setan, sangat dihinakan.
Aku sendirian belum sanggup untuk menemui anak-anakku, karena teror akan menyiram wajahku dengan air keras itu. Jadinya tentang anak-anakku aku serahkan pada Allah saja. Soal ketemu atau bisa ketemu, seandainya aku bisa masuk surga, aku yakin akhirnya bisa ketemu mereka. Tiap hari aku masih melakukan banyak dosa, walau sudah diambil oleh deretan orang-orang yang memfitnah aku, mencaci maki aku, mendzalimi aku, aku masih berupaya melakukan hal-hal yang Allah ridho, dengan banyak membantu orang semampu aku.
Jadi saat ini aku lakukan hal-hal yang bisa aku jalani dulu. Gagal move on hanya untuk berurusan dengan lawan jenis, karena aku sudah tidak mau terlibat hubungan mendalam lagi. Bukan berarti aku tidak mau hidup lagi kok, masih berjuang terus untuk hidup...
Termasuk kelompok gagal move on
Aku sudah tau persis apa keinginanku saat dewasa nanti. Kira-kira sejak SMP. Aku akan tinggal di rumah, mengurus anak-anak. Tidak ada bayangan sama sekali soal pengen cowok model apa.
Sekarang kesampaian, tapi anak-anaknya orang, bukan anakku sendiri. Kadang urus anak orang suka mikir, wah seumur mereka anakku lebih cerdas. Atau mikir lain lagi, aku idealis banget, biar anak kembar juga aku kasih ASI eksklusif sampai 5 bulan lebih. Ribut besar dengan mantan mertua yang diem-diem gendong anakku dikasih bubur saat mereka 3 bulan. Sampe aku ngumpet di kamar, gak bolehin anakku dipegang oleh orang lain lama-lama.
Sekarang ributnya lebih heboh lagi, merasa berhak mengasuh anakku. Bahkan saat aku ke Bogor, kalo aku gak teriak-teriak di Al Qur'an dinyatakan memutuskan hubungan anak dengan ibu kandung akan masuk neraka baru mereka keluar, gak sampai setengah jam. Abis pulang dari Jogja aku kirimin hape sepasang, eh, baru seminggu udah diamankan disimpen nunggu mereka besar. Keburu hapenya out of date dong, aku kirim surat kirim balik aja hapenya ke Jogja gak ada respon.
Heboh banget ya dimusuhi satu keluarga besar yang tidak mau mengakui kalo salah satu anggota keluarganya banyak jin jahatnya di tubuhnya. Aku ngomong gak asal ngomong, setelah aku bergaul dengan banyak teman indigo yang bisa nerawang, mereka mengiyakan analisaku. Lebih dari 5 orang indigo. Aku sendiri gak bisa nerawang soal makhluk gaib, tapi aku bisa merasakan energi negatif yang dimiliki seseorang terutama bila sudah pernah kontak secara akrab. Hanya perlu proses dan akhirnya terbukti saat mereka memaki-maki atau memfitnah aku begini begitu. Gak usah ditulis, gak penting, daftarnya terlalu panjang, dan kebanyakan mereka ini laki-laki.
Beneran, aku mencoba berprasangka baik pada makhluk Allah yang berjenis kelamin laki-laki itu, gagal terus. Ada yang baik, tapi hanya sekedar temen doang, lebih banyak ngobrol karena menghargai saja. Yang benar-benar nyambung ngobrolnya jarang banget.
Kalo aku sekarang suka mimpiin seseorang blogger, itu karena aku kena imbas energi negatifnya. Gara-gara pernah curhat ke aku, dari masa kecilnya begini, hingga berderet kekalutan lain. Aku pernah juga menjelang lebaran 2009 pernah kebawa energi negatif cowok, yang dianggap teman-temannya aneh. Kaya, keren, tapi kalo deket cewek gak berani maju, kayak ada energi negatif yang memagari. Setelah ditelusuri masa lalunya yang dia pernah cerita sendiri, yah... kesimpulannya ayahnya pernah punya ilmu yang berhubungan dengan gaib. Sampe aku sering gemetar, ngeliat bayangan gelap mirip dia membuntuti aku. Butuh waktu setahun, akhirnya aku denger kabar dia menikah. Kadang aku membacakan al Fatehah untuknya, mengatasi rasa gemetarku kalo ingat dia. Kakak iparnya teman pengajianku, aku rasa pelan-pelan rumahnya auranya berubah dari suasana sekuler menjadi Islami karena sering diadakan pengajian. Aku juga dengar kabar ibunya akhirnya naik haji, padahal tadinya beranggapan Islam tidak penting, lebih penting melaksanakan tradisi, karena ibunya berdarah biru (kalo aku berdarah pink, hehehehe).
Blogger yang sering masuk mimpiku ini, tulisannya banyak menulis tentang Islam. Tapi Islam yang dianutnya, dia mengidolakan pejuang jihad di medan perang. Dia juga suka dengan samurai, beranggapan bahwa perjuangan untuk membela Islam dengan digital bisa setajam samurai. Sejauh ini sih analisaku tentang dia gak jauh dengan temanku yang menganut aliran tradisi itu. Aku sedang menunggu kabarnya akhirnya menikah, moga-moga saja, lagi-lagi mirip dengan temanku. Aku tau persis dia pengen banget menikah, tapi belum bisa terlaksana karena alasan tertentu, dia lebih tau tentu saja, aku hanya bisa meraba-raba sih kenapa, ada trauma.... hihihi, iya, kan pernah cerita waktu dulu chat ma aku, kali dia lupa yah tapi aku masih ingat. Yah, gagal move on gitu deh...
Aku sendiri gimana. Boleh saja temen-temenku indigo itu punya gambaran tentang masa depan, tapi masa depan itu bisa diubah dengan ikhtiar kita. Allah tidak akan merubah satu kaum kecuali kaum itu merubah nasibnya sendiri. Bila Allah menghendaki keburukan suatu kaum maka tidak ada yang bisa merubahnya (QS. Ar Ra'du : 11). Manusia tidak bisa menolak takdir karena sudah ditetapkan sejak jaman azali 50 ribu tahun yang lalu, tertulis di kitab Lauh Mahfudz. Saat bayi berumur 3 x 40 hari dalam kandungan, ditetapkan rejeki, amal, ajal, bahagia atau sengsara. Tapi Allah bisa merubah kitab Lauh Mahfud bila Allah menghendaki (QS. Ar Ra'du : 39).
Walau ada indigo yang mengatakan melihat aku punya pasangan lagi, bahkan ngasih ciri-cirinya orangnya kayak apa, tapi aku tidak mempercayainya. Aku terlalu muak melihat laki-laki saat ini, aku termasuk kelompok gagal move on juga, hehehe... Malah aku berpikir lebih enak single fighter, bisa jalan kemana-mana gak ada tanggungan. Uang dipake untuk diri sendiri. Aku tau banyak pahala bila mengurus suami dan anak dengan penuh keikhlasan, tapi bagaimana apabila sudah berusaha mengenal jomblo-jomblo malah banyak difitnah. Sudah mengunjungi anak kandung, mencoba memberi hape, masih juga dihalang-halangi.
Sekarang ini uangku untukku sendiri, jalan-jalan keluar kota yang selama belasan tahun aku jarang lakukan. Aku juga mendaftar haji, yang kemungkinan bila masih menikah sangat kecil bila bisa berangkat. Gimana bisa berangkat haji suami istri, dulu aku masih disubsidi oleh keluargaku padahal aku pihak perempuan. Sedangkan pihak suami yang bekerja di perusahaan keluarga cukup besar di jalan protokol kota Bogor tapi usaha ini tidak mempedulikan kesejahteraan anggota keluarga sendiri. Dari luar sih kayak toko besar, aslinya sih cuman sekedar jalan aja gali lubang tutup lubang, banyak hutangnya.Mengherankan, banyak hutang tetap nyantai, gak sadar kalo hutang itu menghambat jiwa menuju ke alam barzakh dengan kalo meninggal. Siksa kubur sangat menyakitkan akan diterima orang yang berhutang dan belum lagi siksa di akhirat.
Takdir memang tidak bisa ditolak, jadi dijalani saja diambil hikmahnya. Kalo gagal move on... yah, aku lebih suka berkonsentrasi di hal yang lain. Tidak bisa mengasuh anak sendiri, masih diberi kesempatan mengurus anak orang lain. Ada beberapa rencana kegiatan yang akan aku lakukan ke depan untuk menyibukkan diri dengan beberapa sahabatku. Yah, walau banyak yang dendam sama aku, memblokir aku di social media, memfitnah aku, Alhamdulillah masih ada yang mau sahabatan sama aku, dan Insya Allah mereka orang-orang yang hatinya sangat baik...
Sekarang kesampaian, tapi anak-anaknya orang, bukan anakku sendiri. Kadang urus anak orang suka mikir, wah seumur mereka anakku lebih cerdas. Atau mikir lain lagi, aku idealis banget, biar anak kembar juga aku kasih ASI eksklusif sampai 5 bulan lebih. Ribut besar dengan mantan mertua yang diem-diem gendong anakku dikasih bubur saat mereka 3 bulan. Sampe aku ngumpet di kamar, gak bolehin anakku dipegang oleh orang lain lama-lama.
Sekarang ributnya lebih heboh lagi, merasa berhak mengasuh anakku. Bahkan saat aku ke Bogor, kalo aku gak teriak-teriak di Al Qur'an dinyatakan memutuskan hubungan anak dengan ibu kandung akan masuk neraka baru mereka keluar, gak sampai setengah jam. Abis pulang dari Jogja aku kirimin hape sepasang, eh, baru seminggu udah diamankan disimpen nunggu mereka besar. Keburu hapenya out of date dong, aku kirim surat kirim balik aja hapenya ke Jogja gak ada respon.
Heboh banget ya dimusuhi satu keluarga besar yang tidak mau mengakui kalo salah satu anggota keluarganya banyak jin jahatnya di tubuhnya. Aku ngomong gak asal ngomong, setelah aku bergaul dengan banyak teman indigo yang bisa nerawang, mereka mengiyakan analisaku. Lebih dari 5 orang indigo. Aku sendiri gak bisa nerawang soal makhluk gaib, tapi aku bisa merasakan energi negatif yang dimiliki seseorang terutama bila sudah pernah kontak secara akrab. Hanya perlu proses dan akhirnya terbukti saat mereka memaki-maki atau memfitnah aku begini begitu. Gak usah ditulis, gak penting, daftarnya terlalu panjang, dan kebanyakan mereka ini laki-laki.
Beneran, aku mencoba berprasangka baik pada makhluk Allah yang berjenis kelamin laki-laki itu, gagal terus. Ada yang baik, tapi hanya sekedar temen doang, lebih banyak ngobrol karena menghargai saja. Yang benar-benar nyambung ngobrolnya jarang banget.
Kalo aku sekarang suka mimpiin seseorang blogger, itu karena aku kena imbas energi negatifnya. Gara-gara pernah curhat ke aku, dari masa kecilnya begini, hingga berderet kekalutan lain. Aku pernah juga menjelang lebaran 2009 pernah kebawa energi negatif cowok, yang dianggap teman-temannya aneh. Kaya, keren, tapi kalo deket cewek gak berani maju, kayak ada energi negatif yang memagari. Setelah ditelusuri masa lalunya yang dia pernah cerita sendiri, yah... kesimpulannya ayahnya pernah punya ilmu yang berhubungan dengan gaib. Sampe aku sering gemetar, ngeliat bayangan gelap mirip dia membuntuti aku. Butuh waktu setahun, akhirnya aku denger kabar dia menikah. Kadang aku membacakan al Fatehah untuknya, mengatasi rasa gemetarku kalo ingat dia. Kakak iparnya teman pengajianku, aku rasa pelan-pelan rumahnya auranya berubah dari suasana sekuler menjadi Islami karena sering diadakan pengajian. Aku juga dengar kabar ibunya akhirnya naik haji, padahal tadinya beranggapan Islam tidak penting, lebih penting melaksanakan tradisi, karena ibunya berdarah biru (kalo aku berdarah pink, hehehehe).
Blogger yang sering masuk mimpiku ini, tulisannya banyak menulis tentang Islam. Tapi Islam yang dianutnya, dia mengidolakan pejuang jihad di medan perang. Dia juga suka dengan samurai, beranggapan bahwa perjuangan untuk membela Islam dengan digital bisa setajam samurai. Sejauh ini sih analisaku tentang dia gak jauh dengan temanku yang menganut aliran tradisi itu. Aku sedang menunggu kabarnya akhirnya menikah, moga-moga saja, lagi-lagi mirip dengan temanku. Aku tau persis dia pengen banget menikah, tapi belum bisa terlaksana karena alasan tertentu, dia lebih tau tentu saja, aku hanya bisa meraba-raba sih kenapa, ada trauma.... hihihi, iya, kan pernah cerita waktu dulu chat ma aku, kali dia lupa yah tapi aku masih ingat. Yah, gagal move on gitu deh...
Aku sendiri gimana. Boleh saja temen-temenku indigo itu punya gambaran tentang masa depan, tapi masa depan itu bisa diubah dengan ikhtiar kita. Allah tidak akan merubah satu kaum kecuali kaum itu merubah nasibnya sendiri. Bila Allah menghendaki keburukan suatu kaum maka tidak ada yang bisa merubahnya (QS. Ar Ra'du : 11). Manusia tidak bisa menolak takdir karena sudah ditetapkan sejak jaman azali 50 ribu tahun yang lalu, tertulis di kitab Lauh Mahfudz. Saat bayi berumur 3 x 40 hari dalam kandungan, ditetapkan rejeki, amal, ajal, bahagia atau sengsara. Tapi Allah bisa merubah kitab Lauh Mahfud bila Allah menghendaki (QS. Ar Ra'du : 39).
Walau ada indigo yang mengatakan melihat aku punya pasangan lagi, bahkan ngasih ciri-cirinya orangnya kayak apa, tapi aku tidak mempercayainya. Aku terlalu muak melihat laki-laki saat ini, aku termasuk kelompok gagal move on juga, hehehe... Malah aku berpikir lebih enak single fighter, bisa jalan kemana-mana gak ada tanggungan. Uang dipake untuk diri sendiri. Aku tau banyak pahala bila mengurus suami dan anak dengan penuh keikhlasan, tapi bagaimana apabila sudah berusaha mengenal jomblo-jomblo malah banyak difitnah. Sudah mengunjungi anak kandung, mencoba memberi hape, masih juga dihalang-halangi.
Sekarang ini uangku untukku sendiri, jalan-jalan keluar kota yang selama belasan tahun aku jarang lakukan. Aku juga mendaftar haji, yang kemungkinan bila masih menikah sangat kecil bila bisa berangkat. Gimana bisa berangkat haji suami istri, dulu aku masih disubsidi oleh keluargaku padahal aku pihak perempuan. Sedangkan pihak suami yang bekerja di perusahaan keluarga cukup besar di jalan protokol kota Bogor tapi usaha ini tidak mempedulikan kesejahteraan anggota keluarga sendiri. Dari luar sih kayak toko besar, aslinya sih cuman sekedar jalan aja gali lubang tutup lubang, banyak hutangnya.Mengherankan, banyak hutang tetap nyantai, gak sadar kalo hutang itu menghambat jiwa menuju ke alam barzakh dengan kalo meninggal. Siksa kubur sangat menyakitkan akan diterima orang yang berhutang dan belum lagi siksa di akhirat.
Takdir memang tidak bisa ditolak, jadi dijalani saja diambil hikmahnya. Kalo gagal move on... yah, aku lebih suka berkonsentrasi di hal yang lain. Tidak bisa mengasuh anak sendiri, masih diberi kesempatan mengurus anak orang lain. Ada beberapa rencana kegiatan yang akan aku lakukan ke depan untuk menyibukkan diri dengan beberapa sahabatku. Yah, walau banyak yang dendam sama aku, memblokir aku di social media, memfitnah aku, Alhamdulillah masih ada yang mau sahabatan sama aku, dan Insya Allah mereka orang-orang yang hatinya sangat baik...
Minggu, 18 Maret 2012
Kepala muter
Yah, namanya manusia. kadang fisik bisa drop juga. Tiga hari terakhir ini kepalaku muter. Udah gitu pas Sabtu mesti latihan nari, mmm... nari lucu-lucuan sih, untuk pentas ultah Yayasan bulan April. Latihan narinya lumayan dari jam 1 siang sampe jam 4 sore. Bener-bener gak fokus blas.
Udah tau sih ngatasin kayak vertigo gitu, creambath sendiri di kepala, trus titik refleksinya pelan-pelan ditekan supaya tidak tegang. Ini lagi masa pemulihan. Sudah berusaha self healing.
Tapi hari Minggu kemarin maksain ke lapangan sofbol biarpun fisiknya lagi kurang enak, tapi gak latihan cuman nonton doang. Minggu depan kalo latihan mesti pagi-pagi datengnya biar pemanasannya cukup. Cukup joggingnya dan stretchingnya. Pernah lama gak latihan, gak pake pemanasan langsung lempar bola lengannya jadi cedera. Sukses sih mijitin sendiri juga, lagi-lagi dengan gosokin pelan-pelan, tapi kan butuh recovery.
Abis dari lapangan sepedaan ke Amplaz, nonton film Negeri 5 Menara. Memang beda banget ya kalo ke Amplaz dibanding ke pasar tradisional. Orang-orang di mall dandannya keren, wangi dan cantik. Aku sendiri orangnya suka panik kalo di tengah kerumunan orang banyak. Jadi bukannya gak suka ke pasar tradisional, tapi mesti ada yang nemenin. Misalnya ke pasar Kranggan dekat rumahku, yah sebelumnya mesti nanya-nanya beli ayam yang direkomendasikan dimana. Sayuran di mana. Daging sebelah mana. Gak nyaman banget datengin penjual terus pegang-pegang sambil nawar. Soalnya paling gak bisa nawar. Ya itu tadi mudah panik dengan orang yang belum dikenal.
Pengen ngeliat aku panik... hahahaha... napasnya tersengal-sengal, pengen nangis terus kepalanya gak fokus dengan orang-orang sekitarnya, blur gitu. Udah pengen pingsan aja. Untuk mengatasi kadang aku nelpon siapa saja yang aku ingat supaya masih bisa terkoneksi dengan orang yang aku kenal. Waktusebelum ke Bandung beberapa minggu lalu aku sempet panik pol waktu abis nyampe di bandara Soeta trus makan siang di rumah makan. Entah kenapa aku merasa dikerumunin energi negatif. Mencoba nelpon beberapa orang yang aku kenal... juga SMS temenku, nulis aku lagi pengen nangis banyak energi negatif.
Soal energi negatif itu memang sesuatu yang tidak keliatan. Kadang aku merasa ah, itu hanya perasaanku saja. Kalo energi negatif dipancarkan orang yang belum dikenal sih gak ngefek, tapi kalo yang memancarkan energi negatif dari orang yang sudah terkoneksi secara batin memang bisa nyakitin banget. Emang gak mudah kalo ngeliat dari luar, tapi lama-lama keliatan bila orangnya, terutama kaum laki-laki di dekatku ngomong jorok, ngeres, trus ada yang belakangan kok jadi memaki-maki, atau ngomongin jelek di belakangku.
Temen sendiri apalagi yang dekat bila nyakitin ati emang jauh lebih menyakitkan, seperti menghunjamkan pisau ke batin lalu dikorek-korek. Lucunya mereka yang nyakitin ati ngotot bilang aku yang nyerang mereka, nah tuh kan, jadinya sulit dicari titik temu. Perang batin antara sesama teman, itu sama-sama saling menyakitkan, gak jelas mana yang salah. Dan menurut Islam yang menang adalah yang sabar dan mau memaafkan serta minta maaf duluan. Kalo tidak sepaham terus gimana, yah, saling memaafkan itu wajib SEBETULNYA, tapi kalo gak nyambung ngomongnya ya udah, jalan sendiri-sendiri aja gak usah ngobrol akrab lagi.
Kadang masalah peningkatan spiritual memang bisa membuat pertemenan jadi gak nyambung lagi. Satunya sudah memperbaiki diri, rajin shalat, datangnya ke pengajian untuk menimba ilmu agama. Baju mulai cari yang longgar dirangkap dengan daleman lengan panjang dan menggunakan kerudung. Tentunya gak nyambung lagi dengan teman cewek yang masih berkutat dengan shopping hunting baju mahal model terbaru, nongkrong di cafe sampe pagi, dan bajunya transparan emang sengaja samar-samar pamerin beha mahal merk terkenal.
Barangkali ada yang masih bisa bertoleransi, tapi aku sulit. Apalagi bila teman itu ngobrolnya gak jauh-jauh dari shopping, shopping dan shopping. Sementara dengan teman pengajian ngobrolnya tentang sedekah. Dari beberapa teman yang akhirnya gak nyambung reaksi macam-macam. Ada yang waktu aku mengundurkan diri masih bersikap baik, tapi ada juga nitipin pesen kalo gak mau berteman sama aku soalnya versinya aku yang menfitnah duluan.
Wew, kepala muter nulisnya juga muter-muter gak karuan. Kok kangen ya dengan komentator yang suka doain supaya aku "sehat" (dalam tanda petik tentu saja), terutama nyebut bagian alat vital supaya dimakan belatung segala. Menurutku sih, mending doain yang baik-baik saja, soalnya kalo doain orang lain supaya sakit, maka malaikat mengamini doa itu berbalik padanya lagi...
Udah tau sih ngatasin kayak vertigo gitu, creambath sendiri di kepala, trus titik refleksinya pelan-pelan ditekan supaya tidak tegang. Ini lagi masa pemulihan. Sudah berusaha self healing.
Tapi hari Minggu kemarin maksain ke lapangan sofbol biarpun fisiknya lagi kurang enak, tapi gak latihan cuman nonton doang. Minggu depan kalo latihan mesti pagi-pagi datengnya biar pemanasannya cukup. Cukup joggingnya dan stretchingnya. Pernah lama gak latihan, gak pake pemanasan langsung lempar bola lengannya jadi cedera. Sukses sih mijitin sendiri juga, lagi-lagi dengan gosokin pelan-pelan, tapi kan butuh recovery.
Abis dari lapangan sepedaan ke Amplaz, nonton film Negeri 5 Menara. Memang beda banget ya kalo ke Amplaz dibanding ke pasar tradisional. Orang-orang di mall dandannya keren, wangi dan cantik. Aku sendiri orangnya suka panik kalo di tengah kerumunan orang banyak. Jadi bukannya gak suka ke pasar tradisional, tapi mesti ada yang nemenin. Misalnya ke pasar Kranggan dekat rumahku, yah sebelumnya mesti nanya-nanya beli ayam yang direkomendasikan dimana. Sayuran di mana. Daging sebelah mana. Gak nyaman banget datengin penjual terus pegang-pegang sambil nawar. Soalnya paling gak bisa nawar. Ya itu tadi mudah panik dengan orang yang belum dikenal.
Pengen ngeliat aku panik... hahahaha... napasnya tersengal-sengal, pengen nangis terus kepalanya gak fokus dengan orang-orang sekitarnya, blur gitu. Udah pengen pingsan aja. Untuk mengatasi kadang aku nelpon siapa saja yang aku ingat supaya masih bisa terkoneksi dengan orang yang aku kenal. Waktusebelum ke Bandung beberapa minggu lalu aku sempet panik pol waktu abis nyampe di bandara Soeta trus makan siang di rumah makan. Entah kenapa aku merasa dikerumunin energi negatif. Mencoba nelpon beberapa orang yang aku kenal... juga SMS temenku, nulis aku lagi pengen nangis banyak energi negatif.
Soal energi negatif itu memang sesuatu yang tidak keliatan. Kadang aku merasa ah, itu hanya perasaanku saja. Kalo energi negatif dipancarkan orang yang belum dikenal sih gak ngefek, tapi kalo yang memancarkan energi negatif dari orang yang sudah terkoneksi secara batin memang bisa nyakitin banget. Emang gak mudah kalo ngeliat dari luar, tapi lama-lama keliatan bila orangnya, terutama kaum laki-laki di dekatku ngomong jorok, ngeres, trus ada yang belakangan kok jadi memaki-maki, atau ngomongin jelek di belakangku.
Temen sendiri apalagi yang dekat bila nyakitin ati emang jauh lebih menyakitkan, seperti menghunjamkan pisau ke batin lalu dikorek-korek. Lucunya mereka yang nyakitin ati ngotot bilang aku yang nyerang mereka, nah tuh kan, jadinya sulit dicari titik temu. Perang batin antara sesama teman, itu sama-sama saling menyakitkan, gak jelas mana yang salah. Dan menurut Islam yang menang adalah yang sabar dan mau memaafkan serta minta maaf duluan. Kalo tidak sepaham terus gimana, yah, saling memaafkan itu wajib SEBETULNYA, tapi kalo gak nyambung ngomongnya ya udah, jalan sendiri-sendiri aja gak usah ngobrol akrab lagi.
Kadang masalah peningkatan spiritual memang bisa membuat pertemenan jadi gak nyambung lagi. Satunya sudah memperbaiki diri, rajin shalat, datangnya ke pengajian untuk menimba ilmu agama. Baju mulai cari yang longgar dirangkap dengan daleman lengan panjang dan menggunakan kerudung. Tentunya gak nyambung lagi dengan teman cewek yang masih berkutat dengan shopping hunting baju mahal model terbaru, nongkrong di cafe sampe pagi, dan bajunya transparan emang sengaja samar-samar pamerin beha mahal merk terkenal.
Barangkali ada yang masih bisa bertoleransi, tapi aku sulit. Apalagi bila teman itu ngobrolnya gak jauh-jauh dari shopping, shopping dan shopping. Sementara dengan teman pengajian ngobrolnya tentang sedekah. Dari beberapa teman yang akhirnya gak nyambung reaksi macam-macam. Ada yang waktu aku mengundurkan diri masih bersikap baik, tapi ada juga nitipin pesen kalo gak mau berteman sama aku soalnya versinya aku yang menfitnah duluan.
Wew, kepala muter nulisnya juga muter-muter gak karuan. Kok kangen ya dengan komentator yang suka doain supaya aku "sehat" (dalam tanda petik tentu saja), terutama nyebut bagian alat vital supaya dimakan belatung segala. Menurutku sih, mending doain yang baik-baik saja, soalnya kalo doain orang lain supaya sakit, maka malaikat mengamini doa itu berbalik padanya lagi...
Nangis nonton film Negeri 5 Menara
Yah, walau gak seheboh tangisan waktu nonton film Sang Pencerah, nangis juga nonton film Negeri 5 Menara. Aku datang duluan sambil ngeliatin baju penonton di mall, yang heboh banget. Ada yang bajunya benar-benar kayak telanjang, tipis ketat sampai bentuk pusernya keliatan tapi rambutnya dikasih kerudung. Celana jinsnya hipster sepinggul, gak kalah tipis dan ketatnya.
Ada lagi yang make jaket tebal, begitu dekat ternyata pake legging tipis, padahal jaketnya sepinggul. Dan yang ini badannya gemuk jadi tonjolan lemak dimana-mana. Konon gak boleh mikir gitu yah, belum tentu aku lebih baik dari dia. Siapa tau besoknya dia dapat hidayah kan gak tau, sementara aku malah terjebak dalam kegalauan hati sampe lupa bersyukur.
Menurutku filmnya ... gimana yah, ekspresi dari pergolakan emosi kerasa juga. Cuman menurutku berlebihan saat pentas seni. Dengan suasana pesantren yang sederhana kostum yang digunakan Alif dkk terlalu mewah, ada barongsai segala.
Santri muda dan tua masih kurang mirip. Tapi soal detil aku abaikan sajalah, yang penting ada kebangkitan film dengan nuansa Islam. Novel Negeri 5 Menara adalah novel terlaris yang dijual Gramedia oleh penulis lokal. Jadi betapa novel ini sangat menginspirasi orang-orang. Dulu Laskar Pelangi novelnya sempet mewabah, sekarang ganti menjadi Negeri 5 Menara. Produsernya Kompas Gramedia, jadi sentuhannya tidak seindah film buatan Mira Lesmana.
Moga-moga ada film lain tentang Islam yang inspiratif lagi. Jadi Film Indonesia tidak dibanjiri Kuntilanak yang super duper seksinya naudzubillah.... gabungan pemilihan kata yang absurd, biarin deh.
Pengen teriak-teriak aja sih tadi... mbak mbak yang bajunya tipis dan ketat sampe bentuk pusernya keliatan, copot aja kerudungnya buat nutupin dada dan puser...
Ada lagi yang make jaket tebal, begitu dekat ternyata pake legging tipis, padahal jaketnya sepinggul. Dan yang ini badannya gemuk jadi tonjolan lemak dimana-mana. Konon gak boleh mikir gitu yah, belum tentu aku lebih baik dari dia. Siapa tau besoknya dia dapat hidayah kan gak tau, sementara aku malah terjebak dalam kegalauan hati sampe lupa bersyukur.
Menurutku filmnya ... gimana yah, ekspresi dari pergolakan emosi kerasa juga. Cuman menurutku berlebihan saat pentas seni. Dengan suasana pesantren yang sederhana kostum yang digunakan Alif dkk terlalu mewah, ada barongsai segala.
Santri muda dan tua masih kurang mirip. Tapi soal detil aku abaikan sajalah, yang penting ada kebangkitan film dengan nuansa Islam. Novel Negeri 5 Menara adalah novel terlaris yang dijual Gramedia oleh penulis lokal. Jadi betapa novel ini sangat menginspirasi orang-orang. Dulu Laskar Pelangi novelnya sempet mewabah, sekarang ganti menjadi Negeri 5 Menara. Produsernya Kompas Gramedia, jadi sentuhannya tidak seindah film buatan Mira Lesmana.
Moga-moga ada film lain tentang Islam yang inspiratif lagi. Jadi Film Indonesia tidak dibanjiri Kuntilanak yang super duper seksinya naudzubillah.... gabungan pemilihan kata yang absurd, biarin deh.
Pengen teriak-teriak aja sih tadi... mbak mbak yang bajunya tipis dan ketat sampe bentuk pusernya keliatan, copot aja kerudungnya buat nutupin dada dan puser...
Sabtu, 17 Maret 2012
Guyonan soal maqom
Sesuatu yang abstrak itu sulit dipahami. Orang cenderung lebih suka dengan sesuatu yang nyata. Misalnya bicara dengan teman soal IMAN, aku ngomong gini "aku gak punya harta benda tapi aku punya iman". Dibales "iman itu kan artinya percaya, belum cukup untuk masuk surga". Padahal bila memahami Al Qur'an manusia beriman itu berhak masuk surga, karena iman yang sebenar-benarnya adalah mengucap dengan lisan, meyakini dalam hati, dan mengamalkan dengan perbuatan. Jadi kadang dalam suatu diskusi memang lebih baik diam daripada mencoba menjelaskan pada orang keras kepala, tidak mau memahami, mau menang sendiri, ngotot dengan ucapannya padahal dia salah.
Waktu aku dikata-katain kalo aku ini orang brengsek dan bermasalah (walau sudah banyak memperbaiki diri dengan berusaha bertaubat sungguh-sungguh) aku jelaskan padanya bahwa menurut Islam orang bertaubat itu ibarat lahir kembali. Masih saja aku diejek, takdirmu memang jadi orang gak bener. Padahal aku banyak belajar mengkaji Al Qur'an, berusaha mengamalkan, sedangkan dia masih berat menggunakan jilbab dan di otaknya hanya terobsesi dengan gadget terbaru. Iya sih, teman dan fansnya banyak soalnya dia pintar ngomong, tapi aku memilih melakukan yang terbaik di hadapan Allah.
Akhirnya karena berusaha memahami firman Allah, kisah Nabi, kisah Wali yang menyebarkan Islam di pulau Jawa, sedikit banget tentang sejarah perkembangan agama dari sejak Nabi Adam 'alaihi sallam sampai Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sulit ngobrol dengan yang gak paham. Serba salah. Mau mencoba menjelaskan orangnya gak mau ngerti, jadinya milih diam. Begitu ketemu dengan orang yang nyambung... dhaaaaar... mau semalaman ngobrol juga gak berhenti-berhenti.
Hukumnya apa sih belajar Islam. Yah, kalo mengaku muslim mestinya memang belajar agar selamat dunia akhirat. Bila nyangkut di duniawi ya bahagianya di duniawi saja di akhirat belum tentu selamat. Tapi ada loh kenalanku seorang ibu-ibu pensiunan rajin banget ikut pengajian. Tapi diajak ngomong juga gak nyambung. Sebetulnya masalah kapasitas otak atau gimana sih. Menurutku sih, orang yang cara berpikiran sederhana tapi gak neko-neko malah lebih mudah untuk masuk surga. Asal mau mengamalkan ajaran Islam dengan benar. Tapi bila aslinya pintar, kenapa akal itu sibuk dipakai untuk cari uang, ide untuk menyenangkan diri sendiri, malas menggunakannya untuk memahami Islam.
Ada guyonan dua blogger cowok yang keduanya sempat sering chat denganku, tapi secara terpisah. Intinya keduanya sama-sama insomnialah. Guyonannya adalah masalah MAQOM. Kalo belum maqomnya gak akan ngeh. Waktu salah satu blogger ini mnghilang, penuh pertentangan batin. Setan dan malaikat di hatinya bertarung itu salah satu di tulisannya, aku mencoba ngobrol dengan teman chatnya. Aku tanya kok ngilang kamu tau kenapa, trus temennya ini bilang, ah dia gak tau tentang maqom.
Kata maqom itu terngiang-ngiang di benakku, apa sih artinya. Maklum di Muhammadiyah gak banyak dibicarakan tentang maqom ini. Setelah baca banyak referensi dan berdiskusi dengan temenku spiritualis, akhirnya aku tau maqom itu derajat di mata Allah. Para aulia Allah itu kekasih Allah jadi mendapat karomah karena tingkat spiritualnya yang begitu tinggi dibanding manusia biasa. Tapi aku yakin, manusia biasa tidak perlu jenius untuk menjadi kekasih Allah, dengan bertakwa dan mempunyai akhlak yang baik juga disayang Allah.
Para aulia Allah ini mempunyai kedekatan dengan Allah sehingga perintah Allah semuanya dilakukan dengan penuh keikhlasan, bukan menjadi beban. Barangkali yang membedakan tingkat spiritual seseorang dengan lainnya apabila mau melaksanakan perintah Allah dengan senang hati, dan merasakan kepuasan karena kedekatan dengan Allah. Itulah yang disebut keimanan, dan keimanan kadang bisa naik dan bisa turun. Kadang manusia bisa begitu tegar, kadang membutuhkan bantuan orang lain bila sedang drop. Karena itu surat Al Ashr dinyatakan supaya manusia saling menasehati untuk menetapi kebenaran dan kesabaran. Manusia beriman itu siap dikritik demi memperbaiki diri agar lebih baik di hadapan Allah.
Seorang spiritualis akan dengan senang hati mengamalkan ajaran Allah, senang dikritik, haus ilmu agama, dan membuka hati saat berbincang dengan orang-orang shaleh yang taat beragama. Sedangkan orang yang tertutup mata hatinya, mau dikasih tau sampe berbusa-busa juga gak akan ngerti. Dikasih tau bahwa mencaci maki itu akhlak yang buruk dan akan memperberat dosa, mengurangi pahala karena akan diberikan pada yang didzalimi juga gak ngerti-ngerti. Soalnya orang yang tertutup mata hatinya berat untuk menjalankan perintah agama dan mendapat kepuasan bila melaksanakan bisikan setan.
Masak aku pernah nulis ada orang marah-marah sama aku itu karena kena bisikan setan gak terima. Langsung marah di twitter, marah di facebook ngatain gak pantes blog seorang wanita yang berbau Islami kok nyerang. Lah, aku benar-benar dimaki-maki kok... katanya "kamu ngapain nanya aku shalat apa enggak"... Aku gak merasa nyerang, aku nulis orang kalo marah-marah itu berarti kena hasutan setan. Dan begitulah... orang yang candaannya membahas maqom tidak tau bahwa dalam manusia itu selalu penuh dengan perang malaikat dan setan.
Bila malaikat menang, maka hatinya tenang, tetap sabar, mendekatkan kepada Allah dengan senang hati. Aku gak merasa nyerang loh, cuman aku mau kasih tau ke dia yang sudah blokir aku di Facebook. Tau gak kamu itu nyakitin aku banget dengan maki-maki aku. Padahal aku sudah mencoba bicara baik-baik, tapi bahasamu ke aku kasar banget.
Blogger temennya yang ngilang juga nyakitin aku banget. Dengan versi berbeda. Soalnya dia gak terima aku kritik, katanya mending intropeksi diri aja gak usah ngurusin orang. Tanpa disadari energi negatifnya nyambung ke aku, sampe aku ikutan sakit. Bingung aku, sampe nanya-nanya ke temenku yang indigo maksudnya apa ini. Masih mengambang jawabannya. Kalo ini ujian buatku supaya aku mendoakannya agar dia bisa menghilangkan energi negatif, trauma, aku akan mendoakan. Semoga dia bahagia supaya aku bisa merasakan energi positif yang terpancar dari batinnya. Please yah, jangan nulis dengan sisi setan lagi, aku ikutan sakit karena kita telanjur terkoneksi saat kamu curhat sama aku di gelombang alpha...
Ahhhh... tulisan curhat gak jelas. Mohon maaf nih, lagi vertigo, berharap uneg-unegku mengurangi vertigoku hari ini...
Waktu aku dikata-katain kalo aku ini orang brengsek dan bermasalah (walau sudah banyak memperbaiki diri dengan berusaha bertaubat sungguh-sungguh) aku jelaskan padanya bahwa menurut Islam orang bertaubat itu ibarat lahir kembali. Masih saja aku diejek, takdirmu memang jadi orang gak bener. Padahal aku banyak belajar mengkaji Al Qur'an, berusaha mengamalkan, sedangkan dia masih berat menggunakan jilbab dan di otaknya hanya terobsesi dengan gadget terbaru. Iya sih, teman dan fansnya banyak soalnya dia pintar ngomong, tapi aku memilih melakukan yang terbaik di hadapan Allah.
Akhirnya karena berusaha memahami firman Allah, kisah Nabi, kisah Wali yang menyebarkan Islam di pulau Jawa, sedikit banget tentang sejarah perkembangan agama dari sejak Nabi Adam 'alaihi sallam sampai Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sulit ngobrol dengan yang gak paham. Serba salah. Mau mencoba menjelaskan orangnya gak mau ngerti, jadinya milih diam. Begitu ketemu dengan orang yang nyambung... dhaaaaar... mau semalaman ngobrol juga gak berhenti-berhenti.
Hukumnya apa sih belajar Islam. Yah, kalo mengaku muslim mestinya memang belajar agar selamat dunia akhirat. Bila nyangkut di duniawi ya bahagianya di duniawi saja di akhirat belum tentu selamat. Tapi ada loh kenalanku seorang ibu-ibu pensiunan rajin banget ikut pengajian. Tapi diajak ngomong juga gak nyambung. Sebetulnya masalah kapasitas otak atau gimana sih. Menurutku sih, orang yang cara berpikiran sederhana tapi gak neko-neko malah lebih mudah untuk masuk surga. Asal mau mengamalkan ajaran Islam dengan benar. Tapi bila aslinya pintar, kenapa akal itu sibuk dipakai untuk cari uang, ide untuk menyenangkan diri sendiri, malas menggunakannya untuk memahami Islam.
Ada guyonan dua blogger cowok yang keduanya sempat sering chat denganku, tapi secara terpisah. Intinya keduanya sama-sama insomnialah. Guyonannya adalah masalah MAQOM. Kalo belum maqomnya gak akan ngeh. Waktu salah satu blogger ini mnghilang, penuh pertentangan batin. Setan dan malaikat di hatinya bertarung itu salah satu di tulisannya, aku mencoba ngobrol dengan teman chatnya. Aku tanya kok ngilang kamu tau kenapa, trus temennya ini bilang, ah dia gak tau tentang maqom.
Kata maqom itu terngiang-ngiang di benakku, apa sih artinya. Maklum di Muhammadiyah gak banyak dibicarakan tentang maqom ini. Setelah baca banyak referensi dan berdiskusi dengan temenku spiritualis, akhirnya aku tau maqom itu derajat di mata Allah. Para aulia Allah itu kekasih Allah jadi mendapat karomah karena tingkat spiritualnya yang begitu tinggi dibanding manusia biasa. Tapi aku yakin, manusia biasa tidak perlu jenius untuk menjadi kekasih Allah, dengan bertakwa dan mempunyai akhlak yang baik juga disayang Allah.
Para aulia Allah ini mempunyai kedekatan dengan Allah sehingga perintah Allah semuanya dilakukan dengan penuh keikhlasan, bukan menjadi beban. Barangkali yang membedakan tingkat spiritual seseorang dengan lainnya apabila mau melaksanakan perintah Allah dengan senang hati, dan merasakan kepuasan karena kedekatan dengan Allah. Itulah yang disebut keimanan, dan keimanan kadang bisa naik dan bisa turun. Kadang manusia bisa begitu tegar, kadang membutuhkan bantuan orang lain bila sedang drop. Karena itu surat Al Ashr dinyatakan supaya manusia saling menasehati untuk menetapi kebenaran dan kesabaran. Manusia beriman itu siap dikritik demi memperbaiki diri agar lebih baik di hadapan Allah.
Seorang spiritualis akan dengan senang hati mengamalkan ajaran Allah, senang dikritik, haus ilmu agama, dan membuka hati saat berbincang dengan orang-orang shaleh yang taat beragama. Sedangkan orang yang tertutup mata hatinya, mau dikasih tau sampe berbusa-busa juga gak akan ngerti. Dikasih tau bahwa mencaci maki itu akhlak yang buruk dan akan memperberat dosa, mengurangi pahala karena akan diberikan pada yang didzalimi juga gak ngerti-ngerti. Soalnya orang yang tertutup mata hatinya berat untuk menjalankan perintah agama dan mendapat kepuasan bila melaksanakan bisikan setan.
Masak aku pernah nulis ada orang marah-marah sama aku itu karena kena bisikan setan gak terima. Langsung marah di twitter, marah di facebook ngatain gak pantes blog seorang wanita yang berbau Islami kok nyerang. Lah, aku benar-benar dimaki-maki kok... katanya "kamu ngapain nanya aku shalat apa enggak"... Aku gak merasa nyerang, aku nulis orang kalo marah-marah itu berarti kena hasutan setan. Dan begitulah... orang yang candaannya membahas maqom tidak tau bahwa dalam manusia itu selalu penuh dengan perang malaikat dan setan.
Bila malaikat menang, maka hatinya tenang, tetap sabar, mendekatkan kepada Allah dengan senang hati. Aku gak merasa nyerang loh, cuman aku mau kasih tau ke dia yang sudah blokir aku di Facebook. Tau gak kamu itu nyakitin aku banget dengan maki-maki aku. Padahal aku sudah mencoba bicara baik-baik, tapi bahasamu ke aku kasar banget.
Blogger temennya yang ngilang juga nyakitin aku banget. Dengan versi berbeda. Soalnya dia gak terima aku kritik, katanya mending intropeksi diri aja gak usah ngurusin orang. Tanpa disadari energi negatifnya nyambung ke aku, sampe aku ikutan sakit. Bingung aku, sampe nanya-nanya ke temenku yang indigo maksudnya apa ini. Masih mengambang jawabannya. Kalo ini ujian buatku supaya aku mendoakannya agar dia bisa menghilangkan energi negatif, trauma, aku akan mendoakan. Semoga dia bahagia supaya aku bisa merasakan energi positif yang terpancar dari batinnya. Please yah, jangan nulis dengan sisi setan lagi, aku ikutan sakit karena kita telanjur terkoneksi saat kamu curhat sama aku di gelombang alpha...
Ahhhh... tulisan curhat gak jelas. Mohon maaf nih, lagi vertigo, berharap uneg-unegku mengurangi vertigoku hari ini...
Jumat, 16 Maret 2012
Bekal akhirat
Pernah aku membaca tulisan di majalah Intisari tentang seorang non muslim yang bercerita bahwa beliau ingin menghadap Tuhan dalam keadaan membawa banyak bekal. Akhirnya beliau membuat yayasan untuk membantu orang-orang dalam kesulitan. Tidak memandang suku dan agama. Bahkan orang yang beragama Islampun dibantu. Membaca kisah ini tentunya akan menginspirasi kita sebagai muslim, Islam mengajarkan berhati lembut, mudah untuk menolong orang yang sudah kesusahan, kok kalah dengan kegiatan non muslim.
Sebuah situs yang menyatakan beliau adalah MANTAN KYAI NU dengan inisial MA (tapi mencurigakan pernah jadi kyai) menulis hadits pelacur masuk surga karena memberi minum anjing sepertinya tidak pas. Seorang pelacur tidak mungkin masuk surga hanya karena memberi minum pada anjing, demikian pendapat mantan kyai dalam tanda petik ini.
Tapi menurut ustadz Yusuf Mansyur, ada tulisan beliau menyatakan bahwa ada cerita di balik hadits itu. Seorang pelacur yang karena ketidak tauan dan kemiskinan memutuskan bertaubat. Setelah pertaubatannya itu hatinya mudah tersentuh bila melihat makhluk hidup yang kesusahan. Salah satu tindakannya adalah dengan memberi minum anjing. Bahkan makhluk yang najis air liurnya bila diselamatkan nyawanya adalah perbuatan yang membuat Allah ridho sehingga membuatnya masuk surga. Ada hadits menyatakan bahwa jangan membiarkan anjing masuk ke dalam rumah, karena malaikat pembawa rahmat tidak akan masuk ke rumah tersebut. Boleh saja memelihara anjing bila digunakan sebagai anjing penjaga.
Setiap manusia punya obsesi dalam hidupnya, dan Alhamdulillah aku merasa sangat beruntung mempunyai bapak yang sering mengajarkan tentang bekal akhirat. Rumahku sekarang digunakan untuk pengajian, Taman Pengajian Al Qur'an dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Islami.
Tentunya masih jauh aku bisa seperti almarhum Bapakku, yang menolak saat ditawari menjadi anggota salah satu partai yang pendirinya sahabat beliau pak Amien Rais. Aku hanya bisa meneruskan saja sekarang menjadi pendidik di PAUD ini. Emosiku masih sering kacau balau, belum bisa seperti almarhum Bapak yang sedemikian sabar. Bapak tetap tenang, selalu membantuku mentransfer uang walau aku sempat kabur dari rumah 2003 dan pertengahan Juni 2009 aku kembali lagi ke rumah dalam kondisi minus. Kabur karena ada seorang laki-laki mengaku akan mengajariku untuk meraih surga. Tidak taunya surganya adalah surga palsu. Tubuhnya dirasuki jin jahat yang mengajari bicara bijak, mengetahui rahasia dunia, masa lalu dan masa yang akan datang. Bahkan dia sering membongkar masa laluku waktu aku masih bandel, katanya seperti nonton film saja. Aku dulu memang sering bicara ceplas ceplos tanpa mikir karena aku yakin itu benar, gak peduli situasi, biarpun itu menyakiti hati. Sekarang walau aku mulai bertambah kepekaan dan merasakan ini salah itu salah aku lebih suka diam dan bicara lebih hati-hati.
Saat ini gaji sebagai pendidik tidak terlalu banyak dibanding penghasilan yang didapat kakak-kakakku dan adikku. Rekeningku di bank sering tidak lebih dari 100 ribu rupiah. Tapi entah ada saja uang untukku saat aku membutuhkan. Misalnya waktu aku mau ke Bali, ada subsidi dari senior softball untuk penginapan sehingga aku hanya membayar transport. Lalu kakakku mentransfer uang untuk membeli oleh-oleh. Waktu aku ke Bandung, tiba-tiba ada kamar di hotel Horison yang kosong, soalnya ada penghuni kamar cek out ke Jakarta. Lalu ada senior softball yang hatinya lagi senang, ngasih tambahan untuk uang saku. Waktu ke Bandung dulu 2010, aku memutuskan menginap di rumah teman sebangkuku waktu SMA, aku full ditraktir sampai dibeliin tiket pulang. Disediain mobil dengan supir untuk ke Bogor menjenguk anak-anakku yang diambil mantan tanpa ijin saat aku balik ke Jogja dengan anak-anakku.
Tidak mudah untuk memulai hidup baru, dari tadinya hidup cukup mapan, beli baju bermerk di mall, punya mobil, akhirnya memutuskan naik sepeda kemana-mana. Tapi naik sepeda bukan hal memberatkan karena aku cinta sepeda. Paling berat adalah dilecehkan sana sini dan difitnah. Aku beberapa kali mendengar kisah orang difitnah akhirnya ada yang meluruskan. Sampai sekarang fitnah ini belum diluruskan, dan ada komunitas yang pentolan-pentolannya memblokir aku di FB.
Dengan membaca hadits aku baru paham bahwa caci maki, fitnah malah menguntungkan orang yang sedang melakukan pertaubatan dengan sungguh-sungguh. Karena pahala orang yang mencaci maki dan memfitnah akan berpindah ke orang yang didzalimi. Bila orang itu sudah habis pahalanya, dosa orang yang didzalimi diambil. Aku kasihan dengan orang-orang yang suka mencaci maki dan memfitnah itu, mereka tidak sadar bahwa mereka minus bekal akhirat. Saat menghadap Allah, dan mereka sadar pahala kebaikan mereka berpindah ke orang yang didzalimi, mengangkat derajat musuhnya, menjatuhkan mereka sendiri ke neraka jahannam, itu namanya penyesalan yang terlambat. Jangan sampai menyesal saat di akhirat, duuuuh... mulut sudah tidak bisa bicara lagi, anggota tubuh kita yang akan bicara.
Berusaha mencari bekal akhirat, karena uangku tidak banyak, masih sering mendapat bantuan tak terduga saat membutuhkan, aku mulai dengan senyuman. Senyuman tulus itu juga ibadah, bahkan senyuman yang mencerahkan orang lain juga sedekah. Mengajari anak-anak orang lain... (kadang aku ingin mengajari anak-anakku sendiri, keinginan yang belum terwujud, masih membutuhkan kesabaran) dengan mengucap kalimat thoyyibah, membaca Iqro', surat-surat pendek aku harap bisa menambah bekal akhiratku. Walau aku masih kadang menangis, masih belum cukup sabar bila kaget dengan sikap orang yang kasar terhadapku. Aku tau arti sabar dari almarhum Bapak, sabar itu tetap tenang, berikhtiar, tawakkal, karena meyakini ujian hidup itu karena disayang Allah. Hanya saja ada yang bisa mengambil hikmah dari ujian hidup untuk intropeksi diri, ada yang memilih untuk menceburkan ke kesyirikan dengan minta bantuan dukun. Atau lebih parah lagi, dapat ujian malah jadi provokator, mencari orang untuk mendukung kejahatannya.
Dengan segenap kelemahanku dan kekuatanku, tangisanku yang kata sahabatku air mata adalah untuk mengeluarkan energi negatif, aku berusaha menjalankan hidup ini untuk mencari bekal akhirat, melakukan hal-hal yang Allah ridhoi...
Sebuah situs yang menyatakan beliau adalah MANTAN KYAI NU dengan inisial MA (tapi mencurigakan pernah jadi kyai) menulis hadits pelacur masuk surga karena memberi minum anjing sepertinya tidak pas. Seorang pelacur tidak mungkin masuk surga hanya karena memberi minum pada anjing, demikian pendapat mantan kyai dalam tanda petik ini.
Tapi menurut ustadz Yusuf Mansyur, ada tulisan beliau menyatakan bahwa ada cerita di balik hadits itu. Seorang pelacur yang karena ketidak tauan dan kemiskinan memutuskan bertaubat. Setelah pertaubatannya itu hatinya mudah tersentuh bila melihat makhluk hidup yang kesusahan. Salah satu tindakannya adalah dengan memberi minum anjing. Bahkan makhluk yang najis air liurnya bila diselamatkan nyawanya adalah perbuatan yang membuat Allah ridho sehingga membuatnya masuk surga. Ada hadits menyatakan bahwa jangan membiarkan anjing masuk ke dalam rumah, karena malaikat pembawa rahmat tidak akan masuk ke rumah tersebut. Boleh saja memelihara anjing bila digunakan sebagai anjing penjaga.
Setiap manusia punya obsesi dalam hidupnya, dan Alhamdulillah aku merasa sangat beruntung mempunyai bapak yang sering mengajarkan tentang bekal akhirat. Rumahku sekarang digunakan untuk pengajian, Taman Pengajian Al Qur'an dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Islami.
Tentunya masih jauh aku bisa seperti almarhum Bapakku, yang menolak saat ditawari menjadi anggota salah satu partai yang pendirinya sahabat beliau pak Amien Rais. Aku hanya bisa meneruskan saja sekarang menjadi pendidik di PAUD ini. Emosiku masih sering kacau balau, belum bisa seperti almarhum Bapak yang sedemikian sabar. Bapak tetap tenang, selalu membantuku mentransfer uang walau aku sempat kabur dari rumah 2003 dan pertengahan Juni 2009 aku kembali lagi ke rumah dalam kondisi minus. Kabur karena ada seorang laki-laki mengaku akan mengajariku untuk meraih surga. Tidak taunya surganya adalah surga palsu. Tubuhnya dirasuki jin jahat yang mengajari bicara bijak, mengetahui rahasia dunia, masa lalu dan masa yang akan datang. Bahkan dia sering membongkar masa laluku waktu aku masih bandel, katanya seperti nonton film saja. Aku dulu memang sering bicara ceplas ceplos tanpa mikir karena aku yakin itu benar, gak peduli situasi, biarpun itu menyakiti hati. Sekarang walau aku mulai bertambah kepekaan dan merasakan ini salah itu salah aku lebih suka diam dan bicara lebih hati-hati.
Saat ini gaji sebagai pendidik tidak terlalu banyak dibanding penghasilan yang didapat kakak-kakakku dan adikku. Rekeningku di bank sering tidak lebih dari 100 ribu rupiah. Tapi entah ada saja uang untukku saat aku membutuhkan. Misalnya waktu aku mau ke Bali, ada subsidi dari senior softball untuk penginapan sehingga aku hanya membayar transport. Lalu kakakku mentransfer uang untuk membeli oleh-oleh. Waktu aku ke Bandung, tiba-tiba ada kamar di hotel Horison yang kosong, soalnya ada penghuni kamar cek out ke Jakarta. Lalu ada senior softball yang hatinya lagi senang, ngasih tambahan untuk uang saku. Waktu ke Bandung dulu 2010, aku memutuskan menginap di rumah teman sebangkuku waktu SMA, aku full ditraktir sampai dibeliin tiket pulang. Disediain mobil dengan supir untuk ke Bogor menjenguk anak-anakku yang diambil mantan tanpa ijin saat aku balik ke Jogja dengan anak-anakku.
Tidak mudah untuk memulai hidup baru, dari tadinya hidup cukup mapan, beli baju bermerk di mall, punya mobil, akhirnya memutuskan naik sepeda kemana-mana. Tapi naik sepeda bukan hal memberatkan karena aku cinta sepeda. Paling berat adalah dilecehkan sana sini dan difitnah. Aku beberapa kali mendengar kisah orang difitnah akhirnya ada yang meluruskan. Sampai sekarang fitnah ini belum diluruskan, dan ada komunitas yang pentolan-pentolannya memblokir aku di FB.
Dengan membaca hadits aku baru paham bahwa caci maki, fitnah malah menguntungkan orang yang sedang melakukan pertaubatan dengan sungguh-sungguh. Karena pahala orang yang mencaci maki dan memfitnah akan berpindah ke orang yang didzalimi. Bila orang itu sudah habis pahalanya, dosa orang yang didzalimi diambil. Aku kasihan dengan orang-orang yang suka mencaci maki dan memfitnah itu, mereka tidak sadar bahwa mereka minus bekal akhirat. Saat menghadap Allah, dan mereka sadar pahala kebaikan mereka berpindah ke orang yang didzalimi, mengangkat derajat musuhnya, menjatuhkan mereka sendiri ke neraka jahannam, itu namanya penyesalan yang terlambat. Jangan sampai menyesal saat di akhirat, duuuuh... mulut sudah tidak bisa bicara lagi, anggota tubuh kita yang akan bicara.
Berusaha mencari bekal akhirat, karena uangku tidak banyak, masih sering mendapat bantuan tak terduga saat membutuhkan, aku mulai dengan senyuman. Senyuman tulus itu juga ibadah, bahkan senyuman yang mencerahkan orang lain juga sedekah. Mengajari anak-anak orang lain... (kadang aku ingin mengajari anak-anakku sendiri, keinginan yang belum terwujud, masih membutuhkan kesabaran) dengan mengucap kalimat thoyyibah, membaca Iqro', surat-surat pendek aku harap bisa menambah bekal akhiratku. Walau aku masih kadang menangis, masih belum cukup sabar bila kaget dengan sikap orang yang kasar terhadapku. Aku tau arti sabar dari almarhum Bapak, sabar itu tetap tenang, berikhtiar, tawakkal, karena meyakini ujian hidup itu karena disayang Allah. Hanya saja ada yang bisa mengambil hikmah dari ujian hidup untuk intropeksi diri, ada yang memilih untuk menceburkan ke kesyirikan dengan minta bantuan dukun. Atau lebih parah lagi, dapat ujian malah jadi provokator, mencari orang untuk mendukung kejahatannya.
Dengan segenap kelemahanku dan kekuatanku, tangisanku yang kata sahabatku air mata adalah untuk mengeluarkan energi negatif, aku berusaha menjalankan hidup ini untuk mencari bekal akhirat, melakukan hal-hal yang Allah ridhoi...
Rabu, 14 Maret 2012
Tentang Bid'ah
Aku beruntung lahir dalam keluarga yang orang tuaku bersahabat dengan beberapa ketua Muhammadiyah. Seperti pak Amien Rais dan pak AR Fakhruddin. Dan sekarang salah satu guruku adalah pak Munichi yang merupakan cucu dari KH Ahmad Dahlan.
Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan. Untung ada filmnya, jadi memudahkan untuk memahami perjuangan beliau. Aku sampe nangis bercucuran air mata saat menonton filmnya. Kejadian yang aneh, uangku yang aku siapin 20 ribu ketinggalan di rumah. Aku bayar dengan uang recehan sampe menuangkan isi dompet di atas meja penjualan tiket. Persis ada 20 ribu. Karena berangkatnya pake angkot pulangnya aku jalan kaki sambil menangis dan mukaku kututup dengan kerudung. Dari studio XXI sampe rumah sekitar 3 km. Ahhhh... aku tidak bisa seperti blogger-blogger lain yang bisa bercerita dengan pemilihan kata unik, kalimat indah yang menghanyutkan. Tulisanku ala kadarnya saja...
Kenapa mesti ada bid'ah. Waktu aku belajar Islam di mesjid salah satu aliran yang terkenal eksklusif, konon bukan penganut aliran ini lantai masjid akan dipel lagi karena dianggap kafir, aku merasa nyaman di situ. Diajari dengan sabar oleh guruku seorang wanita. Dan aku menangis saat disarankan jangan kesana lagi. Oleh pak Munichi, kesalahan aliran ini seharusnya sesama muslim tidak boleh mengkafirkan sesama muslim juga karena beda aliran atau pemahaman.
Bagaimana dengan NU? Aku pernah menyumbang pesantren berbasis NU, karena aku sering tukar pikiran dengan salah satu santrinya. Walaupun menurut Muhammadiyah ada tradisi di NU yang merupakan bid'ah misalnya tahlilan, mitoni, selametan, ziarah kubur ke Wali dan seterusnya. Di keluargaku yang kental Muhammadiyah, tidak menyelenggarakan tahlilan untuk almarhum bapakku. Tapi menurut orang NU, tanpa melakukan tradisi rasanya gak mantep menjalankan Islam. Yah, kayak ultah gitu, kalo ada uang ya dirayakan, kalo gak ada masak ngutang-ngutang hanya demi sebuah penghormatan dari orang-orang sekitar. Menurutku sih ibadah itu ditujukan pada Allah, bukan mengharapkan pujian orang lain, malah jadi riya'.
Bukan masalah bid'ahnya, atau menurut Muhammadiyah bid'ah adalah ibadah yang tidak diajarkan oleh nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Hukum bid'ah itu tertolak, jadi ibadahnya tidak diterima Allah. Aku tidak memasalahkan berkumpul dengan tetangga, mengucap tahlil bareng-bareng, makan bareng. Tapi aku yakin tidak banyak yang paham apa itu bid'ah, orang-orang hanya sekedar ikut-ikutaan melakukan tahlilan saja. Gak enak kalo tidak melakukan nanti diomongin tetangga. Jadi sebetulnya ibadah ditujukan pada Allah atau untuk tetangga dan orang lain? Aku rasa mereka ini tidak paham tentang hukum-hukum Islam yang benar. Kalo punya uang berlebih, boleh mengadakan tahlilan dengan niat silaturahmi dan mengucap tahlil untuk mendekatkan diri pada Allah. Tapi bila gak ada uangnya, masak maksain juga siiiih?
Seorang artis penyanyi yang dulu sempet manggung di Jogja gak mau di hotel milih tinggal di rumahku dengan teman-temannya ikutan Hizbut Tahrir. Tentunya ada pro kontra dakwah versi ini. Toh aku masih menyapa juga di twitter.
Seorang temenku blogger ikutan khuruj dari kelompok Jama'ah Tabligh. Menurutnya banyak pahala bila memakmurkan masjid, dan menyiarkan tentang Islam ke masjid-masjid di pelosok. Lagi-lagi baca pro kontra tentang kegiatan ini. Sebuah situs menyebutkan, sebetulnya ibadahnya untuk Allah atau untuk penggagas awal Jama'ah ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa ada peningkatan spiritual bila melakukan khuruj. Nah inilah. Sama-sama mengaku Islam tapi dia tidak mau membalas bila kusapa. Perbedaan pemahaman pengamalan ajaran Islam. Aku merasa dia sudah memutuskan tali ukhuwah dengan sesama muslim. Tapi mungkin salahku juga... kebanyakan nulis e-mail untuknya... jadi yah maklum deh. Soal peningkatan spiritual memang bagus, tapi bila kusebut yang dilakukannya bid'ah atau ibadah yang tertolak pasti dia bakal ngambeg lagi. Soalnya kita tidak bisa mengharamkan hal yang tidak haram, dan tentunya tidak perlu mewajibkan yang sebetulnya sunnah. Memakmurkan masjid itu bagus, tapi apa follow upnya. Pembahasanku dengan teman dekatku juga gitu, lebih bermanfaat membangun suatu pesantren yang memberikan ilmu secara kontinyu, bukan insidentil belaka.
Yaaaah... aku memang masih cethek banget bicara tentang Islam. Apa sih aku, cuman seorang guru playgrup yang mengajarkan muridku untuk berdoa sebelum dan sesudah makan. Mengajarkan mengucapkan kalimat thoyibbah seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Astaghfirullah. Juga mengajarkan ayat-ayat pendek seperti Al Fatihah, Al Kautsar, An Nas, Al Ashr, dan beberapa lagi. Juga mengajarkan iqro. Mengajarkan tentang kasih sayang, saling menghargai sesama teman, dan mirip teletubbies... berpelukaaaaan....
Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan. Untung ada filmnya, jadi memudahkan untuk memahami perjuangan beliau. Aku sampe nangis bercucuran air mata saat menonton filmnya. Kejadian yang aneh, uangku yang aku siapin 20 ribu ketinggalan di rumah. Aku bayar dengan uang recehan sampe menuangkan isi dompet di atas meja penjualan tiket. Persis ada 20 ribu. Karena berangkatnya pake angkot pulangnya aku jalan kaki sambil menangis dan mukaku kututup dengan kerudung. Dari studio XXI sampe rumah sekitar 3 km. Ahhhh... aku tidak bisa seperti blogger-blogger lain yang bisa bercerita dengan pemilihan kata unik, kalimat indah yang menghanyutkan. Tulisanku ala kadarnya saja...
Kenapa mesti ada bid'ah. Waktu aku belajar Islam di mesjid salah satu aliran yang terkenal eksklusif, konon bukan penganut aliran ini lantai masjid akan dipel lagi karena dianggap kafir, aku merasa nyaman di situ. Diajari dengan sabar oleh guruku seorang wanita. Dan aku menangis saat disarankan jangan kesana lagi. Oleh pak Munichi, kesalahan aliran ini seharusnya sesama muslim tidak boleh mengkafirkan sesama muslim juga karena beda aliran atau pemahaman.
Bagaimana dengan NU? Aku pernah menyumbang pesantren berbasis NU, karena aku sering tukar pikiran dengan salah satu santrinya. Walaupun menurut Muhammadiyah ada tradisi di NU yang merupakan bid'ah misalnya tahlilan, mitoni, selametan, ziarah kubur ke Wali dan seterusnya. Di keluargaku yang kental Muhammadiyah, tidak menyelenggarakan tahlilan untuk almarhum bapakku. Tapi menurut orang NU, tanpa melakukan tradisi rasanya gak mantep menjalankan Islam. Yah, kayak ultah gitu, kalo ada uang ya dirayakan, kalo gak ada masak ngutang-ngutang hanya demi sebuah penghormatan dari orang-orang sekitar. Menurutku sih ibadah itu ditujukan pada Allah, bukan mengharapkan pujian orang lain, malah jadi riya'.
Bukan masalah bid'ahnya, atau menurut Muhammadiyah bid'ah adalah ibadah yang tidak diajarkan oleh nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Hukum bid'ah itu tertolak, jadi ibadahnya tidak diterima Allah. Aku tidak memasalahkan berkumpul dengan tetangga, mengucap tahlil bareng-bareng, makan bareng. Tapi aku yakin tidak banyak yang paham apa itu bid'ah, orang-orang hanya sekedar ikut-ikutaan melakukan tahlilan saja. Gak enak kalo tidak melakukan nanti diomongin tetangga. Jadi sebetulnya ibadah ditujukan pada Allah atau untuk tetangga dan orang lain? Aku rasa mereka ini tidak paham tentang hukum-hukum Islam yang benar. Kalo punya uang berlebih, boleh mengadakan tahlilan dengan niat silaturahmi dan mengucap tahlil untuk mendekatkan diri pada Allah. Tapi bila gak ada uangnya, masak maksain juga siiiih?
Seorang artis penyanyi yang dulu sempet manggung di Jogja gak mau di hotel milih tinggal di rumahku dengan teman-temannya ikutan Hizbut Tahrir. Tentunya ada pro kontra dakwah versi ini. Toh aku masih menyapa juga di twitter.
Seorang temenku blogger ikutan khuruj dari kelompok Jama'ah Tabligh. Menurutnya banyak pahala bila memakmurkan masjid, dan menyiarkan tentang Islam ke masjid-masjid di pelosok. Lagi-lagi baca pro kontra tentang kegiatan ini. Sebuah situs menyebutkan, sebetulnya ibadahnya untuk Allah atau untuk penggagas awal Jama'ah ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa ada peningkatan spiritual bila melakukan khuruj. Nah inilah. Sama-sama mengaku Islam tapi dia tidak mau membalas bila kusapa. Perbedaan pemahaman pengamalan ajaran Islam. Aku merasa dia sudah memutuskan tali ukhuwah dengan sesama muslim. Tapi mungkin salahku juga... kebanyakan nulis e-mail untuknya... jadi yah maklum deh. Soal peningkatan spiritual memang bagus, tapi bila kusebut yang dilakukannya bid'ah atau ibadah yang tertolak pasti dia bakal ngambeg lagi. Soalnya kita tidak bisa mengharamkan hal yang tidak haram, dan tentunya tidak perlu mewajibkan yang sebetulnya sunnah. Memakmurkan masjid itu bagus, tapi apa follow upnya. Pembahasanku dengan teman dekatku juga gitu, lebih bermanfaat membangun suatu pesantren yang memberikan ilmu secara kontinyu, bukan insidentil belaka.
Yaaaah... aku memang masih cethek banget bicara tentang Islam. Apa sih aku, cuman seorang guru playgrup yang mengajarkan muridku untuk berdoa sebelum dan sesudah makan. Mengajarkan mengucapkan kalimat thoyibbah seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Astaghfirullah. Juga mengajarkan ayat-ayat pendek seperti Al Fatihah, Al Kautsar, An Nas, Al Ashr, dan beberapa lagi. Juga mengajarkan iqro. Mengajarkan tentang kasih sayang, saling menghargai sesama teman, dan mirip teletubbies... berpelukaaaaan....
Sabtu, 10 Maret 2012
Komentar dan jawabannya di postinganku tentang demo #IndonesiaTanpaJIL
Tulisan tentang demo #IndonesiaTanpaJIL di postingan sebelum ini menembus angka 500 page viewers dalam waktu 2 hari. Dengan keyword "demo indonesia tanpa jil" masuk ke Google halaman ke 4. Salut pada sahabat bloggerku R10 yang dengan keyword "indonesia tanpa jil" masuk ke Google halaman 1.
Aku juga menambahkan postingan di blogku yang khusus copas (ada link sumbernya tentu saja) tentang BAHAYA ISLAM LIBERAL. Karena barangkali ada beberapa belum paham apa sih itu Islam Liberal. Widget MY BLOG LIST kutambahkan di blog ini walau hanya satu blog saja. Biar pembaca baru gak ngintip blogku lain yang narsis banget suka nyanyi trus kuupload di Youtube, hehehe...
Dari sekian banyak pembaca, toh yang kasih komentar hanya sahabat-sahabat bloggerku yang sudah kukenal baik. Tapi lebih penting mana, banyak komentar atau banyak pembaca hayo... Barusan kukasih jawabannya soalnya #soksibuk. Menurutku cukup menarik jadi aku jadiin postingan sendiri.
Aku juga menambahkan postingan di blogku yang khusus copas (ada link sumbernya tentu saja) tentang BAHAYA ISLAM LIBERAL. Karena barangkali ada beberapa belum paham apa sih itu Islam Liberal. Widget MY BLOG LIST kutambahkan di blog ini walau hanya satu blog saja. Biar pembaca baru gak ngintip blogku lain yang narsis banget suka nyanyi trus kuupload di Youtube, hehehe...
Dari sekian banyak pembaca, toh yang kasih komentar hanya sahabat-sahabat bloggerku yang sudah kukenal baik. Tapi lebih penting mana, banyak komentar atau banyak pembaca hayo... Barusan kukasih jawabannya soalnya #soksibuk. Menurutku cukup menarik jadi aku jadiin postingan sendiri.
Jumat, 09 Maret 2012
Demo #IndonesiaTanpaJIL beritanya kurang berimbang
Mencoba mengikuti berita demo damai #IndonesiaTanpaJIL sepertinya sama sekali tidak berimbang. Media takut untuk menulis sebetulnya ada berapa yang demo. Ada yang menulis pesertanya anggota FPI 150 orang, tapi ada yang menulis pesertanya 700 orang.
Dari DETIK.COM
Jakarta. 150 Orang yang memprotes liberalisme di Bundaran HI memarkir sekitar 70 motor yang mereka tumpangi di jantung Ibukota itu. Akibatnya lalu lintas dari Jl MH Thamrin menuju Bundaran HI macet sekitar 3 km.
Pantauan detikcom, Jumat (9/3/2012), akibat pendemo yang memarkir motor sembarangan, membuat bus TransJakarta tersendat. Namun tidak beberapa lama kemudian, bus sempat melaju kembali. Sekitar 30 polisi mengatur lalu lintas di sekitar kawasan itu. Hujan yang sempat mengguyur kawasan itu, membuat jalanan sekitar bertambah macet. Pengendara yang lewat Bundaran HI juga harus berhati-hati.
Dalam aksinya, FPI, FUI dan Indonesia Tanpa JIL, menuntut Indonesia bersih dari pemikiran liberal. Mereka juga menuding sejumlah tokoh yang berpikiran mengganggu.
Mereka harus dimusnahkan karena mereka mengajarkan akidah yang tidak ada di Islam. Mereka tuh orang-orang yang berpikir liberal jadi sudah selayaknya dimusnahkan," orasi pendemo dari FUI.
Pendemo juga mengitari Bundaran HI sambil membawa poster antara lain bertuliskan 'Indonesia Damai Tanpa Liberal' dan spanduk bertuliskan 'Perusak Akhlak, Akidah, Agama, Moral, Bangsa dan Penghancur NKRI'. Pendemo mengenakan koko putih dan peci, serta sorban.
Sedangkan sumber lain menyatakan bahwa peserta demo ada 700 orang
Sumber www.tempo.co
TEMPO.CO, Jakarta - Aktor Fauzi Baadila ikut terlihat di sela-sela aksi Indonesia Tanpa Liberal yang digelar di Bunderan Hotel Indonesia, Jumat, 9 Maret 2012. Meski demikian, ia menolak dikaitkan dengan salah satu organisasi massa Islam penggelar aksi tersebut. "Ini pandangan pribadi saya," kata aktor yang pernah bermain di film Mengejar Matahari ini.
Fauzi mengatakan dia hanya ingin melindungi Islam. "Beberapa tokoh jaringan liberal sering menyudutkan Islam," dia mengatakan. Dia mengaku menolak aksi-aksi anarkis.
Nama Fauzi muncul dalam kampanye Indonesia Tanpa Liberal setelah dia mengunduh videonya dalam situs berbagi video YouTube!. Dalam video berdurasi sekitar empat menit tersebut, Fauzi menolak adanya salah satu organisasi massa yang menurut dia beraliran liberal.
Sementara itu, sekitar 700-an orang yang terdiri dari gabungan organisasi massa Islam yang menamakan Forum Umat Islam beraksi di Bundaran HI. Mereka menuntut Indonesia tanpa Jaringan Islam Liberal.
Guntur Romli memberi pernyataan ini adalah demo yang menggelikan.
Sumber www.tempo.co
TEMPO.CO, Jakarta - Aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) Muhammad Guntur Romli mengatakan unjuk rasa organisasi kemasyarakatan di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, hari ini, Jumat 9 Maret 2012, sebagai aksi yang menggelikan.
Mereka menyoroti Islam Liberal. Itu (liberal) kan cara pandang, mana mungkin dihilangkan,” katanya kepada Tempo. Menurut Guntur, apabila mereka ingin protes seharusnya dilihat dulu konteksnya. Ia meminta organisasi kemasyarakatan yang sering dirugikan pelaku unjuk rasa agar tak bereaksi.
Ribuan orang dari organisasi kemasyarakatan Islam hari ini diagendakan turun ke jalan dari Bundaran HI hingga Monumen Nasional setelah salat Jumat, sekitar pukul 13.30 WIB. Aksi ini digagas Forum Umat Islam (FUI) dan diikui sejumlah ormas, salah satunya Front Pembela Islam (FPI).
Mereka akan menyoroti kiprah JIL, rencana kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi, dan kehidupan kelompok Ahmadiyah di Indonesia. Juru bicara FPI, Munarman, kemarin mengklaim demonstrasi akan diikuti 5.000 orang.
Kesimpulanku saat ini, berita tentang FPI atau #IndonesiaTanpaJIL memang kurang berimbang. Tapi semua perjuangan pasti ada artinya. Pada akhir jaman, akan ada pemimpin besar umat Islam bernama Imam Mahdi. Bumi ini akan kembali menjadi bangsa beradab yang menjunjung nilai-nilai beragama. Karena saat ini banyak fitnah terhadap Islam menjelang turunnya dajjal. Bahkan orang-orang yang mengaku Islam sendiri juga menyebarkan aliran yang menyesatkan.
Dajjal akan menunjukkan surga, padahal neraka. Yang dikatakan neraka adalah surga. Dan hanya orang beriman yang tau kebenaran surga dan neraka.
Aku berusaha menjadi muslimah yang beriman dan lurus-lurus sajalah, agar bisa mengerti mana surga yang benar tidak tertipu dengan surga yang palsu...
sumber dari Google
Dari DETIK.COM
Jakarta. 150 Orang yang memprotes liberalisme di Bundaran HI memarkir sekitar 70 motor yang mereka tumpangi di jantung Ibukota itu. Akibatnya lalu lintas dari Jl MH Thamrin menuju Bundaran HI macet sekitar 3 km.
Pantauan detikcom, Jumat (9/3/2012), akibat pendemo yang memarkir motor sembarangan, membuat bus TransJakarta tersendat. Namun tidak beberapa lama kemudian, bus sempat melaju kembali. Sekitar 30 polisi mengatur lalu lintas di sekitar kawasan itu. Hujan yang sempat mengguyur kawasan itu, membuat jalanan sekitar bertambah macet. Pengendara yang lewat Bundaran HI juga harus berhati-hati.
Dalam aksinya, FPI, FUI dan Indonesia Tanpa JIL, menuntut Indonesia bersih dari pemikiran liberal. Mereka juga menuding sejumlah tokoh yang berpikiran mengganggu.
Mereka harus dimusnahkan karena mereka mengajarkan akidah yang tidak ada di Islam. Mereka tuh orang-orang yang berpikir liberal jadi sudah selayaknya dimusnahkan," orasi pendemo dari FUI.
Pendemo juga mengitari Bundaran HI sambil membawa poster antara lain bertuliskan 'Indonesia Damai Tanpa Liberal' dan spanduk bertuliskan 'Perusak Akhlak, Akidah, Agama, Moral, Bangsa dan Penghancur NKRI'. Pendemo mengenakan koko putih dan peci, serta sorban.
Sedangkan sumber lain menyatakan bahwa peserta demo ada 700 orang
Sumber www.tempo.co
TEMPO.CO, Jakarta - Aktor Fauzi Baadila ikut terlihat di sela-sela aksi Indonesia Tanpa Liberal yang digelar di Bunderan Hotel Indonesia, Jumat, 9 Maret 2012. Meski demikian, ia menolak dikaitkan dengan salah satu organisasi massa Islam penggelar aksi tersebut. "Ini pandangan pribadi saya," kata aktor yang pernah bermain di film Mengejar Matahari ini.
Fauzi mengatakan dia hanya ingin melindungi Islam. "Beberapa tokoh jaringan liberal sering menyudutkan Islam," dia mengatakan. Dia mengaku menolak aksi-aksi anarkis.
Nama Fauzi muncul dalam kampanye Indonesia Tanpa Liberal setelah dia mengunduh videonya dalam situs berbagi video YouTube!. Dalam video berdurasi sekitar empat menit tersebut, Fauzi menolak adanya salah satu organisasi massa yang menurut dia beraliran liberal.
Sementara itu, sekitar 700-an orang yang terdiri dari gabungan organisasi massa Islam yang menamakan Forum Umat Islam beraksi di Bundaran HI. Mereka menuntut Indonesia tanpa Jaringan Islam Liberal.
Guntur Romli memberi pernyataan ini adalah demo yang menggelikan.
Sumber www.tempo.co
TEMPO.CO, Jakarta - Aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) Muhammad Guntur Romli mengatakan unjuk rasa organisasi kemasyarakatan di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, hari ini, Jumat 9 Maret 2012, sebagai aksi yang menggelikan.
Mereka menyoroti Islam Liberal. Itu (liberal) kan cara pandang, mana mungkin dihilangkan,” katanya kepada Tempo. Menurut Guntur, apabila mereka ingin protes seharusnya dilihat dulu konteksnya. Ia meminta organisasi kemasyarakatan yang sering dirugikan pelaku unjuk rasa agar tak bereaksi.
Ribuan orang dari organisasi kemasyarakatan Islam hari ini diagendakan turun ke jalan dari Bundaran HI hingga Monumen Nasional setelah salat Jumat, sekitar pukul 13.30 WIB. Aksi ini digagas Forum Umat Islam (FUI) dan diikui sejumlah ormas, salah satunya Front Pembela Islam (FPI).
Mereka akan menyoroti kiprah JIL, rencana kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi, dan kehidupan kelompok Ahmadiyah di Indonesia. Juru bicara FPI, Munarman, kemarin mengklaim demonstrasi akan diikuti 5.000 orang.
Kesimpulanku saat ini, berita tentang FPI atau #IndonesiaTanpaJIL memang kurang berimbang. Tapi semua perjuangan pasti ada artinya. Pada akhir jaman, akan ada pemimpin besar umat Islam bernama Imam Mahdi. Bumi ini akan kembali menjadi bangsa beradab yang menjunjung nilai-nilai beragama. Karena saat ini banyak fitnah terhadap Islam menjelang turunnya dajjal. Bahkan orang-orang yang mengaku Islam sendiri juga menyebarkan aliran yang menyesatkan.
Dajjal akan menunjukkan surga, padahal neraka. Yang dikatakan neraka adalah surga. Dan hanya orang beriman yang tau kebenaran surga dan neraka.
Aku berusaha menjadi muslimah yang beriman dan lurus-lurus sajalah, agar bisa mengerti mana surga yang benar tidak tertipu dengan surga yang palsu...
Senin, 05 Maret 2012
Mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan cerdas
Kalimat ini terngiang-ngiang di kepalaku. Ucapan dari pak Munichi. Mirip kayak aku habis nonton film Sang Pencerah, supaya kita melakukan hal terbaik untuk Allah, begitulah ucapan KH Ahmad Dahlan. Kebetulan pak Munichi cucu dari pendiri Muhammadiyah ini.
Waktu aku belum belajar Islam seperti sekarang, aku gak terlalu peduli dengan yang aku lakukan. Bohong tidak merasa berdosa, biar kelihatan hebat. Berontak menentang orang tua juga selama aku pikir itu benar, ya aku lakukan. Aku pernah kabur dari rumah... tahun 2003. Kalo aku balik lagi ke Jogja 2009 lalu mencoba memperbaiki diri, aku paling tidak suka diungkit-ungkit alasanku kabur dulu.
Masa lalu itu gak penting. Apa mau kehilangan rumah, tanah, mobil, harta benda, dan itu benar-benar terjadi padaku. Harta benda tidak akan dibawa mati. Yang akan dibawa mati hanyalah amal ibadah kita selama di dunia.
Pernah Allah berfirman dalam ayat Al Qur'an bahwa hidup hanya senda gurau belaka. Orang Jawa bilang hidup itu hanya mampir ngombe, hanya sebentar, tidak usah dimasukkan ke hati banget-banget. Dibandingkan waktu di akhirat, waktu di bumi sangatlah singkat. Semua orang akan mati, jadi hidup dibikin enteng sajalah. Penuh dengan senyum, banyak berbuat kebaikan, kalo ada yang menjahati, ambil hikmahnya.
Yang duitnya banyak, hisabnya lama. Semua harta miliknya dipertanggungjawabkan dari mana dan untuk apa. Sedangkan yang duitnya sedikit hisabnya sebentar, lebih mudah untuk masuk surga.
Soal penampilan. Mau gak pake kerudung, pake jilbab panjang, jilbab pendek, yang menentukan surga itu Allah, bukan manusia. Semua kebaikan akan mendapatkan balasan pahala, dan kejahatan akan mendapatkan dosa.
Mau ikut NU, Muhammadiyah, atau ormas yang lain, itu kan masalah panggilan jiwa masing-masing. Ada yang karena memang dari orang tua, kayak aku dan tidak berminat pindah. Atau ada karena ikut pasangan, sehingga ikut ormas Islam berbeda dengan orang tuanya. Sebetulnya semua itu boleh dilakukan selama tidak menentang Al Qur'an dan hadits. Kenapa ada yang mikir kelompoknya benar sendiri. Aku masih mau bersalaman dengan bukan mahram, tapi tidak mau lebih dari itu. Kayak dipeluk-peluk, waaah... sampai pernah ribut sama temenku waktu foto reuni dipeluk-peluk gitu.
Kalo ada yang suka pake gamis longgar, ya itu kan pilihan. Milih pake rok dan jaket tebal untuk sehari-hari bila nyamannya seperti itu gak papa. Atau tidak pake kerudung asal tidak kecentilan dan seksi, aku masih menghargai orang itu. Kalo seksi dan centil otomatis orang seperti itu menjauh dari aku... pengalaman sih.
Soal jenggot, masya Allah. Itu juga hanya pilihan. Kalo punya kelompok pengajian berjenggot dan nyaman begitu ya silakan saja. Tapi kalo dianggap aneh jangan tersinggung, sedih, marah. Yang namanya sunnah boleh dilakukan semampunya.
Hidup itu semua pilihan. Mau jadi alien, paranormal, penjahat bersurban, bisa membaur ke masyarakat dengan tetap bisa menampakkan wajah cerah, atau paranoid juga pilihan. Yang sulit adalah terobsesi untuk menjadi kaya raya, tapi tidak mau berusaha. Atau aslinya tampangnya kurang menarik pengen bisa mendadak ganteng atau cantik. Allah memandang seseorang dari hati ada amal ibadahnya.
Kemarin aku ngobrol dengan teman yang sama-sama pencari ilmu. Misalnya gini, laki-laki nyari kerja tapi jenggotnya mesti dicukur. Pendapatku sih, punya pekerjaan tapi tanpa jenggot lebih mulia dibandingkan menganggur tapi dengan jenggot. Tentunya beda dengan kerudung, kalo sudah diniatkan menggunakan kerudung terus disuruh copot itu lain ceritanya, mending cari pekerjaan lain. Ada satu hal yang aku yakini, bahwa manusia bertakwa dan tawakkal akan dicukupi keperluan oleh Allah dan diberi jalan keluar dari masalahnya. Karena manusia bertakwa adalah manusia yang berusaha punya akhlak baik dan hatinya mudah tergerak untuk memberikan sedekah.
Memelihara jenggot hanyalah pilihan, jangan sampai malah membuat resah. Lakukan hal yang membuat nyaman untuk melaksanakan Islam asal jangan menyimpang dari Al Qur'an dan hadits. Tidak semua sunnah yang dilakukan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam kita lakukan begitu saja, lebih baik kita memprioritaskan untuk mempunyai akhlak yang baik mengikuti beliau.Itu saja sudah tidak mudah. Pake kerudung tapi suka bohong? Pake jenggot tapi suka marah-marah? Berarti belum mempunyai akhlak yang baik.
Salah satu akhlak yang bisa kita contoh dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah tersenyum. Mudah kan, tidak usah banyak berkeluh-kesah, marah-marah, gelisah, bohong, apalagi sampai yang dosa lebih berat seperti mendzalimi orang lain dan memutus silaturahmi. Penampilan model apapun juga percuma, tetap saja berdosa. Lebih parah lagi orang dzalim akan mengambil dosa yang didzaliminya...
Waktu aku belum belajar Islam seperti sekarang, aku gak terlalu peduli dengan yang aku lakukan. Bohong tidak merasa berdosa, biar kelihatan hebat. Berontak menentang orang tua juga selama aku pikir itu benar, ya aku lakukan. Aku pernah kabur dari rumah... tahun 2003. Kalo aku balik lagi ke Jogja 2009 lalu mencoba memperbaiki diri, aku paling tidak suka diungkit-ungkit alasanku kabur dulu.
Masa lalu itu gak penting. Apa mau kehilangan rumah, tanah, mobil, harta benda, dan itu benar-benar terjadi padaku. Harta benda tidak akan dibawa mati. Yang akan dibawa mati hanyalah amal ibadah kita selama di dunia.
Pernah Allah berfirman dalam ayat Al Qur'an bahwa hidup hanya senda gurau belaka. Orang Jawa bilang hidup itu hanya mampir ngombe, hanya sebentar, tidak usah dimasukkan ke hati banget-banget. Dibandingkan waktu di akhirat, waktu di bumi sangatlah singkat. Semua orang akan mati, jadi hidup dibikin enteng sajalah. Penuh dengan senyum, banyak berbuat kebaikan, kalo ada yang menjahati, ambil hikmahnya.
Yang duitnya banyak, hisabnya lama. Semua harta miliknya dipertanggungjawabkan dari mana dan untuk apa. Sedangkan yang duitnya sedikit hisabnya sebentar, lebih mudah untuk masuk surga.
Soal penampilan. Mau gak pake kerudung, pake jilbab panjang, jilbab pendek, yang menentukan surga itu Allah, bukan manusia. Semua kebaikan akan mendapatkan balasan pahala, dan kejahatan akan mendapatkan dosa.
Mau ikut NU, Muhammadiyah, atau ormas yang lain, itu kan masalah panggilan jiwa masing-masing. Ada yang karena memang dari orang tua, kayak aku dan tidak berminat pindah. Atau ada karena ikut pasangan, sehingga ikut ormas Islam berbeda dengan orang tuanya. Sebetulnya semua itu boleh dilakukan selama tidak menentang Al Qur'an dan hadits. Kenapa ada yang mikir kelompoknya benar sendiri. Aku masih mau bersalaman dengan bukan mahram, tapi tidak mau lebih dari itu. Kayak dipeluk-peluk, waaah... sampai pernah ribut sama temenku waktu foto reuni dipeluk-peluk gitu.
Kalo ada yang suka pake gamis longgar, ya itu kan pilihan. Milih pake rok dan jaket tebal untuk sehari-hari bila nyamannya seperti itu gak papa. Atau tidak pake kerudung asal tidak kecentilan dan seksi, aku masih menghargai orang itu. Kalo seksi dan centil otomatis orang seperti itu menjauh dari aku... pengalaman sih.
Soal jenggot, masya Allah. Itu juga hanya pilihan. Kalo punya kelompok pengajian berjenggot dan nyaman begitu ya silakan saja. Tapi kalo dianggap aneh jangan tersinggung, sedih, marah. Yang namanya sunnah boleh dilakukan semampunya.
Hidup itu semua pilihan. Mau jadi alien, paranormal, penjahat bersurban, bisa membaur ke masyarakat dengan tetap bisa menampakkan wajah cerah, atau paranoid juga pilihan. Yang sulit adalah terobsesi untuk menjadi kaya raya, tapi tidak mau berusaha. Atau aslinya tampangnya kurang menarik pengen bisa mendadak ganteng atau cantik. Allah memandang seseorang dari hati ada amal ibadahnya.
Kemarin aku ngobrol dengan teman yang sama-sama pencari ilmu. Misalnya gini, laki-laki nyari kerja tapi jenggotnya mesti dicukur. Pendapatku sih, punya pekerjaan tapi tanpa jenggot lebih mulia dibandingkan menganggur tapi dengan jenggot. Tentunya beda dengan kerudung, kalo sudah diniatkan menggunakan kerudung terus disuruh copot itu lain ceritanya, mending cari pekerjaan lain. Ada satu hal yang aku yakini, bahwa manusia bertakwa dan tawakkal akan dicukupi keperluan oleh Allah dan diberi jalan keluar dari masalahnya. Karena manusia bertakwa adalah manusia yang berusaha punya akhlak baik dan hatinya mudah tergerak untuk memberikan sedekah.
Memelihara jenggot hanyalah pilihan, jangan sampai malah membuat resah. Lakukan hal yang membuat nyaman untuk melaksanakan Islam asal jangan menyimpang dari Al Qur'an dan hadits. Tidak semua sunnah yang dilakukan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam kita lakukan begitu saja, lebih baik kita memprioritaskan untuk mempunyai akhlak yang baik mengikuti beliau.Itu saja sudah tidak mudah. Pake kerudung tapi suka bohong? Pake jenggot tapi suka marah-marah? Berarti belum mempunyai akhlak yang baik.
Salah satu akhlak yang bisa kita contoh dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah tersenyum. Mudah kan, tidak usah banyak berkeluh-kesah, marah-marah, gelisah, bohong, apalagi sampai yang dosa lebih berat seperti mendzalimi orang lain dan memutus silaturahmi. Penampilan model apapun juga percuma, tetap saja berdosa. Lebih parah lagi orang dzalim akan mengambil dosa yang didzaliminya...
Islam agama yang mengajarkan cinta setiap saat
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh...
Bila seorang muslim senang hati dan tulus menebarkan salam, maka sesama manusia akan saling mencintai. Bukan cinta orang pacaran yang mengumbar nafsu, tapi cinta untuk bisa merasakan kasih sayang atau rahmat dari Allah. Cinta pada kehidupan bermartabat sesuai ajaran Islam yang benar...
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
“Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian kerjakan niscaya kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)
Silaturahmi sendiri bisa diartikan sebagai hubungan penuh cinta yang dimulai dari hubungan keluarga. Kemudian selanjutnya hubungan dengan orang terdekat seperti sahabat atau tetangga. Bagi orang yang shaleh, para sahabat-sahabat terdekatnya pasti juga orang-orang shaleh juga.
Bila Allah memberi teguran bagi yang memutuskan hubungan silaturahmi, maka itu agar manusia saling intropeksi. Menahan diri tidak meluapkan amarah pada keluarga atau sahabat. Bila ada perbedaan supaya dilakukan dengan cara musyawarah, bicara baik-baik, dan saling bertoleransi. Manusia berakhlak baik akan berusaha sedapat mungkin tidak menyakiti hati orang lain, tidak berbohong, selalu menepati janji, menjalankan amanat penuh dengan tanggung jawab, mudah memaafkan, dan seterusnya seperti halnya akhlak mulia yang ditunjukkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Pembicaraanku dengan teman-teman spiritualis kemarin, kenapa muslim banyak yang ngeyelan. Ada yang taubat kalo sedang punya masalah, bila lagi banyak uang maksiat lagi istilahnya TOMAT (tobat maksiat). Jelas mengulangi maksiat setelah taubat, taubat tidak diterima Allah. Atau istilah lain STMJ, merasa sudah shalat masih tega melakukan maksiat, karena pikirnya shalat menghapus dosa, padahal orang yang melakukan maksiat shalatnya tidak diterima Allah. Tentang sedekah, yang materi berlebih uangnya sibuk dipakai untuk makan enak dan bersenang-senang, dan merasa bangga dengan pencapaiannya, tapi pelit untuk sedekah. Racun dari sinetron-sinetron dimana orang sukses adalah identik dengan orang kaya berbaju bagus makanannya enak-enak.
Yang memprihatinkan lagi perbedaan-perbedaan di Islam sendiri. Hidup adalah proses. Surga adalah hak prerogatif dari Allah. Yang hatinya mudah tersentuh untuk menolong makhluk yang bernyawa akan mendapat ridho Allah, itu yang aku pahami. Soal baju, kadang membaca pendapat tentang baju muslimah kaffah bisa berbeda-beda. Menurutku baju hanyalah proses saja. Bila Allah memberi ridho pada seseorang, siapapun bisa masuk surga. Pembunuh, penzina, bisa masuk surga bila benar-benar mau bertaubat. Syarat masuk surga adalah dengan meninggal khusnul khotimah, menyebut syahadat saat meninggal. Tapi itulah yang sulit, perlu terus-menerus berjuang membersihkan hati dan mensucikan jiwa agar bisa menyebut syahadat di saat ajal menjemput.
Tahun 2008 aku belum memakai kerudung. Pertengahan 2009 aku pindah ke Jogja baru saja menggunakan kerudung. Waktu aku pindah ke Jogja dari keadaan minus, tabunganku habis dipakai untuk merenovasi rumah seseorang di Bogor, aku tertatih-tatih memulai hidup baru lagi. Dimulai dari sekardus baju bekas kakakku yang tinggal di Jakarta. Hapeku pemberian almarhum Bapak dan isinya SMS teror orang dari Bogor yang mau membunuhku. Anak-anakku kembar diambil tanpa pamit, baru saja berulang tahun 2 Maret sekarang umurnya 10 tahun.
Selamat ulang tahun untuk Safira dan Safitri yang ke 8, 2 Maret 2012 ini. Ibu selalu mencintai kalian walau kita dipisahkan oleh jarak, dan itu bukan kemauan Ibu. Ibu masih perlu belajar Islam, belajar tentang kesabaran, belajar tentang bersyukur, belajar tentang sedekah. Maaf bagi yang membaca kalo tulisannya ngelantur... bicara tentang cinta malah terbawa emosi teringat dengan Safira dan Safitri...
Bila seorang muslim senang hati dan tulus menebarkan salam, maka sesama manusia akan saling mencintai. Bukan cinta orang pacaran yang mengumbar nafsu, tapi cinta untuk bisa merasakan kasih sayang atau rahmat dari Allah. Cinta pada kehidupan bermartabat sesuai ajaran Islam yang benar...
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
“Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian kerjakan niscaya kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)
Silaturahmi sendiri bisa diartikan sebagai hubungan penuh cinta yang dimulai dari hubungan keluarga. Kemudian selanjutnya hubungan dengan orang terdekat seperti sahabat atau tetangga. Bagi orang yang shaleh, para sahabat-sahabat terdekatnya pasti juga orang-orang shaleh juga.
Bila Allah memberi teguran bagi yang memutuskan hubungan silaturahmi, maka itu agar manusia saling intropeksi. Menahan diri tidak meluapkan amarah pada keluarga atau sahabat. Bila ada perbedaan supaya dilakukan dengan cara musyawarah, bicara baik-baik, dan saling bertoleransi. Manusia berakhlak baik akan berusaha sedapat mungkin tidak menyakiti hati orang lain, tidak berbohong, selalu menepati janji, menjalankan amanat penuh dengan tanggung jawab, mudah memaafkan, dan seterusnya seperti halnya akhlak mulia yang ditunjukkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Pembicaraanku dengan teman-teman spiritualis kemarin, kenapa muslim banyak yang ngeyelan. Ada yang taubat kalo sedang punya masalah, bila lagi banyak uang maksiat lagi istilahnya TOMAT (tobat maksiat). Jelas mengulangi maksiat setelah taubat, taubat tidak diterima Allah. Atau istilah lain STMJ, merasa sudah shalat masih tega melakukan maksiat, karena pikirnya shalat menghapus dosa, padahal orang yang melakukan maksiat shalatnya tidak diterima Allah. Tentang sedekah, yang materi berlebih uangnya sibuk dipakai untuk makan enak dan bersenang-senang, dan merasa bangga dengan pencapaiannya, tapi pelit untuk sedekah. Racun dari sinetron-sinetron dimana orang sukses adalah identik dengan orang kaya berbaju bagus makanannya enak-enak.
Yang memprihatinkan lagi perbedaan-perbedaan di Islam sendiri. Hidup adalah proses. Surga adalah hak prerogatif dari Allah. Yang hatinya mudah tersentuh untuk menolong makhluk yang bernyawa akan mendapat ridho Allah, itu yang aku pahami. Soal baju, kadang membaca pendapat tentang baju muslimah kaffah bisa berbeda-beda. Menurutku baju hanyalah proses saja. Bila Allah memberi ridho pada seseorang, siapapun bisa masuk surga. Pembunuh, penzina, bisa masuk surga bila benar-benar mau bertaubat. Syarat masuk surga adalah dengan meninggal khusnul khotimah, menyebut syahadat saat meninggal. Tapi itulah yang sulit, perlu terus-menerus berjuang membersihkan hati dan mensucikan jiwa agar bisa menyebut syahadat di saat ajal menjemput.
Tahun 2008 aku belum memakai kerudung. Pertengahan 2009 aku pindah ke Jogja baru saja menggunakan kerudung. Waktu aku pindah ke Jogja dari keadaan minus, tabunganku habis dipakai untuk merenovasi rumah seseorang di Bogor, aku tertatih-tatih memulai hidup baru lagi. Dimulai dari sekardus baju bekas kakakku yang tinggal di Jakarta. Hapeku pemberian almarhum Bapak dan isinya SMS teror orang dari Bogor yang mau membunuhku. Anak-anakku kembar diambil tanpa pamit, baru saja berulang tahun 2 Maret sekarang umurnya 10 tahun.
Selamat ulang tahun untuk Safira dan Safitri yang ke 8, 2 Maret 2012 ini. Ibu selalu mencintai kalian walau kita dipisahkan oleh jarak, dan itu bukan kemauan Ibu. Ibu masih perlu belajar Islam, belajar tentang kesabaran, belajar tentang bersyukur, belajar tentang sedekah. Maaf bagi yang membaca kalo tulisannya ngelantur... bicara tentang cinta malah terbawa emosi teringat dengan Safira dan Safitri...
Lebaran 2008
Minggu, 04 Maret 2012
Islam mengajarkan untuk sedekah
Sedekah itu berasal dari bahasa Arab yaitu shodaqoh yang berarti pemberian seorang muslim pada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sedekah tidak selalu berupa uang atau harta. Bahkan perbuatan baik seperti membahagiakan orang lain dengan memberikan senyuman juga merupakan sedekah.
Orang-orang yang bertakwa, selain selalu memohon ampun pada Allah, memaafkan orang lain, menahan amarah juga akan selalu berusaha melakukan sedekah dalam keadaan lapang atau sempit.
Sedekah lebih diutamakan pada kerabat terlebih dahulu, lalu pada orang-orang terdekat seperti sahabat atau tetangga. Bila sedekah dalam berupa barang sebaiknya masih dalam kondisi baik. Pahala sedekah akan hilang bila sedekah itu disebut-sebut atau pemberi sedekah menyakiti hati pada penerima sedekah.
Manfaat sedekah bila dilakukan dengan ikhlas, semata-mata hanya pada Allah, bukan karena hal lain seperti ingin mendapat pujian, maka akan dibalas oleh Allah. Balasan sedekah dari Allah bukan hanya pahala, tapi juga banyak rezeki.
Sedekah boleh ditunjukkan pada orang lain, agar menjadi contoh yang baik. Tapi bila ada kesempatan, rajin memberikan sedekah tanpa diketahui orang lain akan dibalas oleh Allah yaitu diberi naungan saat setelah hari kiamat.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah." (HR Tirmizi dan Abu Dzar).
Allah berfirman
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS. Ali Imran : 133-134)
Allah berfirman
Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan". Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. (QS. Al Baqarah : 215)
Allah berfirman
"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. " (Al Baqarah : 267)
Allah berfirman
"Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. " (Al Baqarah : 271)
Allah berfirman
"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. " (QS. Al Baqarah : 263)
Allah berfirman
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (QS. Al Baqarah : 245)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.(1)Pemimpin yang adil, (2) Seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ibadah kepada Rabbnya, (3) Seorang yang hatinya selalu terikat pada masjid, (4) Dua orang yang saling mencintai karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, berkumpul dan berpisah karena Allah pula, (5) Seorang lelaki yang di ajak zina oleh wanita yang kaya dan cantik tapi ia menolaknya seraya berkata ‘Aku takut kepada Allah’, (6) Seseorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dinfaqkan oleh tangan kanannya, serta (7) Seorang yang berzikir kepada Allah di kala sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis." (Shohih Bukhari)
Orang-orang yang bertakwa, selain selalu memohon ampun pada Allah, memaafkan orang lain, menahan amarah juga akan selalu berusaha melakukan sedekah dalam keadaan lapang atau sempit.
Sedekah lebih diutamakan pada kerabat terlebih dahulu, lalu pada orang-orang terdekat seperti sahabat atau tetangga. Bila sedekah dalam berupa barang sebaiknya masih dalam kondisi baik. Pahala sedekah akan hilang bila sedekah itu disebut-sebut atau pemberi sedekah menyakiti hati pada penerima sedekah.
Manfaat sedekah bila dilakukan dengan ikhlas, semata-mata hanya pada Allah, bukan karena hal lain seperti ingin mendapat pujian, maka akan dibalas oleh Allah. Balasan sedekah dari Allah bukan hanya pahala, tapi juga banyak rezeki.
Sedekah boleh ditunjukkan pada orang lain, agar menjadi contoh yang baik. Tapi bila ada kesempatan, rajin memberikan sedekah tanpa diketahui orang lain akan dibalas oleh Allah yaitu diberi naungan saat setelah hari kiamat.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah." (HR Tirmizi dan Abu Dzar).
Allah berfirman
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS. Ali Imran : 133-134)
Allah berfirman
Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan". Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. (QS. Al Baqarah : 215)
Allah berfirman
"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. " (Al Baqarah : 267)
Allah berfirman
"Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. " (Al Baqarah : 271)
Allah berfirman
"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. " (QS. Al Baqarah : 263)
Allah berfirman
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (QS. Al Baqarah : 245)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.(1)Pemimpin yang adil, (2) Seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ibadah kepada Rabbnya, (3) Seorang yang hatinya selalu terikat pada masjid, (4) Dua orang yang saling mencintai karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, berkumpul dan berpisah karena Allah pula, (5) Seorang lelaki yang di ajak zina oleh wanita yang kaya dan cantik tapi ia menolaknya seraya berkata ‘Aku takut kepada Allah’, (6) Seseorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dinfaqkan oleh tangan kanannya, serta (7) Seorang yang berzikir kepada Allah di kala sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis." (Shohih Bukhari)
Langganan:
Komentar (Atom)













