Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, kalian tidak akan masuk surga sebelum kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sebelum kalian saling mencintai. Tidakkah aku tunjukkan kepada kalian mengenai sesuatu yang ketika kalian melakukannya, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian. "(HR. Muslim)
Selasa, 31 Juli 2012
Senin, 30 Juli 2012
OMG
Tersesat di situs kencan TWOO mengenalkanku pada seorang bule, yang katanya belajar Islam. Masih taraf belajar sejak sekitar sepuluh tahun yang lalu. Sudah berkeliling dunia. Beneran.. aku sampe melongo sampai sekarang.
Tipe kamu cewek gimana aku tanya. Jawabnya.. The one with warm heart. I think you are. (Terpusi pusi deh, tapi sok cool gitu).
Pokoknya gitu deeeeh... sampe bingung ceritanya gimana... katanya aku ditunggu di Jakarta. Aku memang sering ke Jakarta, kakak-kakakku tinggal di Jakarta. Dia punya beberapa anak asuh di panti asuhan. He has a good heart.
OMG, OMG... speechless banget... I am looking for a moslem to be my partner. Period. Jawabnya, I understand.
Entahlah.... tunggu ceritanya deh, bisa jadi endingnya gak enak. Tapi paling tidak acara terpusi pusinya lagi gawat-gawatnya sekarang... dijadiin cerita aja, kacau balau banget kayaknya nih...
Tipe kamu cewek gimana aku tanya. Jawabnya.. The one with warm heart. I think you are. (Terpusi pusi deh, tapi sok cool gitu).
Pokoknya gitu deeeeh... sampe bingung ceritanya gimana... katanya aku ditunggu di Jakarta. Aku memang sering ke Jakarta, kakak-kakakku tinggal di Jakarta. Dia punya beberapa anak asuh di panti asuhan. He has a good heart.
OMG, OMG... speechless banget... I am looking for a moslem to be my partner. Period. Jawabnya, I understand.
Entahlah.... tunggu ceritanya deh, bisa jadi endingnya gak enak. Tapi paling tidak acara terpusi pusinya lagi gawat-gawatnya sekarang... dijadiin cerita aja, kacau balau banget kayaknya nih...
Minggu, 29 Juli 2012
Tersesat di TWOO
Huaaaaah... dapat e-mail seseorang mengundangku di TWOO. Gak paham TWOO itu apa. Ikutin aja deh klak klik begitu. Ternyata situs dating.
Disuruh pasang foto profil oke, dipasang. Trus tau-tau banyak yang ngajak kenalan. Wah, apapula ini. Ada rayuan gombal standar gak taunya ngiklanin travel biro, langsung diblokir. Ada yang mengaku tukang becak dekat rumahku. Semua aku jawab, lah wong masih bingung maksudnya apa.
Akhirnya pindah ke YM, ada 5 orang. Foto profil picnya ternyata pada palsu semua. Tapi ketemu seorang yang ngurusin blog Persatuan Pengacara Semarang. Dia bilang udah nikah, jujur, dan kasih tau supaya hati-hati dengan perkenalan di dunia maya. Aku nunjukin blogku, dan blogku ditaruh sebagai salah satu link di blognya. Persatuan Pengacara kok masih pake gratisan blogspot ya, wkwkwkwk...
Ketemu satu yang unik nih, nemenin sahur sambil webcaman. Waktu aku suruh baca blogku disitu aku tulis aku suka berenang ngajakin snorkeling. O-o... Tapi seneng juga kenal sama yang satu ini, ide-idenya bikin jleb. Walau gak tau deeeh... hahahaha... be careful...
Akhirnya foto profilku di TWOO aku ganti yang samar-samar, waktu di Kuta sedikit ketutup bayang-bayang bukan yang pake make up. Dan tentang aku kutulis "suka makanan sehat, olahraga, meditasi, anti rokok". Sssstttt... sebetulnya aku gak pernah meditasi loh. Cuman biar keliatan dalem aja hahahaha... Langsung deh, yang ajak kenalan gak banyak. Soalnya ada tips sebaiknya hindari orang yang suka meditasi, termasuk kelompok yang sulit dimengerti dan dianggap aneh. Ini postinganku tentang itu Gaya berkencan favoritku...
Disuruh pasang foto profil oke, dipasang. Trus tau-tau banyak yang ngajak kenalan. Wah, apapula ini. Ada rayuan gombal standar gak taunya ngiklanin travel biro, langsung diblokir. Ada yang mengaku tukang becak dekat rumahku. Semua aku jawab, lah wong masih bingung maksudnya apa.
Akhirnya pindah ke YM, ada 5 orang. Foto profil picnya ternyata pada palsu semua. Tapi ketemu seorang yang ngurusin blog Persatuan Pengacara Semarang. Dia bilang udah nikah, jujur, dan kasih tau supaya hati-hati dengan perkenalan di dunia maya. Aku nunjukin blogku, dan blogku ditaruh sebagai salah satu link di blognya. Persatuan Pengacara kok masih pake gratisan blogspot ya, wkwkwkwk...
Ketemu satu yang unik nih, nemenin sahur sambil webcaman. Waktu aku suruh baca blogku disitu aku tulis aku suka berenang ngajakin snorkeling. O-o... Tapi seneng juga kenal sama yang satu ini, ide-idenya bikin jleb. Walau gak tau deeeh... hahahaha... be careful...
Akhirnya foto profilku di TWOO aku ganti yang samar-samar, waktu di Kuta sedikit ketutup bayang-bayang bukan yang pake make up. Dan tentang aku kutulis "suka makanan sehat, olahraga, meditasi, anti rokok". Sssstttt... sebetulnya aku gak pernah meditasi loh. Cuman biar keliatan dalem aja hahahaha... Langsung deh, yang ajak kenalan gak banyak. Soalnya ada tips sebaiknya hindari orang yang suka meditasi, termasuk kelompok yang sulit dimengerti dan dianggap aneh. Ini postinganku tentang itu Gaya berkencan favoritku...
Sabtu, 28 Juli 2012
Terenyuh
Terus terang aku merasa terenyuh dengan komentar dari pendapat tentang jilbab di blog ini. Dimulai dari e-mail seorang wanita yang menyatakan kegelisahannya saat berhadapan dengan sekelompok orang yang berpendapat orang tanpa jilbab masuk neraka. Wanita ini sedang berjuang menjadi wanita yang baik, menjaga diri untuk bersikap sopan, ramah, menjaga diri. Kesannya kok Islam bikin illfeel gitu, orang pake jilbab bebas mengatakan aku sudah pake jilbab masuk surga, dan yang tidak pake jilbab masuk neraka. Ada sebagian merasa tidak nyaman atas tatapan merendahkan orang menggunakan jilbab pada yang belum. Tapi banyak yang tidak peduli dengan semua pendapat itu, karena memang merasa nyaman tanpa jilbab, berkeliaran tanpa jilbab di Indonesia aman kok.
Seorang mukmin yang baik tentunya berusaha untuk menghindari 'ujub. Beranggapan amalannya sudah banyak, penampilannya sudah syar'i, dan tega beranggapan orang lain lebih buruk darinya. Aku cuman bisa bilang ini saja, jadi walau bajunya tertutup rapat bahan tebal sangat longgar, hindari dirinya sudah suci berhak masuk surga dan orang lain masuk neraka. Menyayangi orang lain walau berbeda pendapat itu penting. Tersenyum itu ibadah, jadi tetaplah tersenyum dan berusaha membuat orang lain nyaman berdekatan dengannya. Saat diri merasa sombong dan membuat orang lain sakit hati, pahalanya atas shalat, puasa, zakat akan diberikan pada orang yang disakiti hatinya. Berhati-hati bersikap dan berusaha merendahkan diri agar pahala kita tidak berkurang karena akhlak yang kurang baik.
Niat yang baik dengan cara yang baik, Insya Allah akan dimudahkan Allah semuanya. Mendapat pekerjaan yang sesuai, mendapat suami yang sholeh, jadi tentunya Islam itu tidak hanya masalah penampilan, tapi juga masalah pemahaman. Hapal konteks secara tekstual tentang Islam begitu banyak, tapi bila belum sanggup merendahkan diri selain di hadapan Allah juga di hadapan manusia yang lain, berarti belum paham seutuhnya.
Memang tidak mudah untuk merendahkan hati. Ada kecenderungan manusia ingin diakui, entah dibilang cantik, pintar, atau berkedudukan. Hanya orang-orang pilihan yang selalu berusaha merendahkan diri.
Jilbab sendiri bisa berbeda-beda pendapatnya. Ada yang bilang mesti pake cadar, ada yang bilang tidak usah pake cadar gak papa asal kerudung panjang menutupi dada. tapi di tempat kerjaku membolehkan menggunakan kerudung pendek adal bajunya tidak tebal dan tipis, juga membolehkan menggunakan celana panjang.
Aku setuju dengan aturan baju muslimah di sekolahku, boleh menggunakan kerudung pendek dan celana panjang. Semua guru sepakat, tapi lalu saat aku mengungkapkan pendapatku nulis blog, waah... ramainya saling komentar tentang perintah menggunakan jilbab. Sambil menunjukkan dalil-dalilnya semua di komentar postingan di blogku. Islam bukan sekedar dalil tapi pemahaman. Ilmu Allah akan turun pada yang hatinya bersih dan selalu merendahkan diri pada Allah.
Kita semua sebaiknya belajar tentang Islam dan memperbaiki diri. Yang merugi adalah yang tidak mau memperbaiki diri, itu saja deh pendapatku...
Terlalu kecil ya, ini aku besarkan
Anonymous said...
Jilbab itu budaya Arab. Tidak ada dalam Quran yang menjelaskan bahwa kepala wanita harus ditutup. Pada jaman Rasulullah, jilbab dipakai karena budaya mereka seperti itu. Hanya saja, mereka memakainya tidak benar karena dada kelihatan terbuka. Sehingga muncullah ayat-ayat yang menyuruh agar mereka MENGULURKAN JILBAB mereka ke atas dada mereka. Intisari dari pernyataan Quran yang ditafsirkan oleh Quraish Shihab adalah berpakaian secara sopan, tidak harus menutup kepala. Untuk apa menutup kepala tapi baju dan celananya ketat? sama saja menutup kepala tapi dadanya terbuka. Lebih parah lagi, pakai kepalanya dijilbabi,tapi hatinya tidak. Yang penting bukan apa yang ada di luar kepala, melainkan apa yang ada di dalam kepala.
July 25, 2012 8:42 AM
Anonymous said...
Saya sudah mengalami berbagai hal saat saya berhijab. Komunitas orang berhijab tidak lebih baik daripada mereka yang tidak berhijab. Bayangkan, mereka hanya mau memberi salam kepada orang2 yang berhijab saja. Apakah ini disebut Islam? Dan saya banyak didekati oleh orang2 berjenggot yang bercelana cingkrang yang jauh dari harapan saya. Mengapa kita tidak memikirkan lebih jauh tentang masalah iptek daripada sekedar jilbab? Islam banyak memiliki cendikiawan masa lalu. Hanya setelah masa jenghis Khan datang yang diakhiri dengan tumbangnya kekhalifahan di Turki maka jaman keemasan cendekiawan Islam mulai luntur, dan umat Islam lebih suka meratapi dengan hal-hal yang tidak rasional termasuk urusan hijab pro dan kontra daripada mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
July 25, 2012 8:50 AM
Seorang mukmin yang baik tentunya berusaha untuk menghindari 'ujub. Beranggapan amalannya sudah banyak, penampilannya sudah syar'i, dan tega beranggapan orang lain lebih buruk darinya. Aku cuman bisa bilang ini saja, jadi walau bajunya tertutup rapat bahan tebal sangat longgar, hindari dirinya sudah suci berhak masuk surga dan orang lain masuk neraka. Menyayangi orang lain walau berbeda pendapat itu penting. Tersenyum itu ibadah, jadi tetaplah tersenyum dan berusaha membuat orang lain nyaman berdekatan dengannya. Saat diri merasa sombong dan membuat orang lain sakit hati, pahalanya atas shalat, puasa, zakat akan diberikan pada orang yang disakiti hatinya. Berhati-hati bersikap dan berusaha merendahkan diri agar pahala kita tidak berkurang karena akhlak yang kurang baik.
Niat yang baik dengan cara yang baik, Insya Allah akan dimudahkan Allah semuanya. Mendapat pekerjaan yang sesuai, mendapat suami yang sholeh, jadi tentunya Islam itu tidak hanya masalah penampilan, tapi juga masalah pemahaman. Hapal konteks secara tekstual tentang Islam begitu banyak, tapi bila belum sanggup merendahkan diri selain di hadapan Allah juga di hadapan manusia yang lain, berarti belum paham seutuhnya.
Memang tidak mudah untuk merendahkan hati. Ada kecenderungan manusia ingin diakui, entah dibilang cantik, pintar, atau berkedudukan. Hanya orang-orang pilihan yang selalu berusaha merendahkan diri.
Jilbab sendiri bisa berbeda-beda pendapatnya. Ada yang bilang mesti pake cadar, ada yang bilang tidak usah pake cadar gak papa asal kerudung panjang menutupi dada. tapi di tempat kerjaku membolehkan menggunakan kerudung pendek adal bajunya tidak tebal dan tipis, juga membolehkan menggunakan celana panjang.
Aku setuju dengan aturan baju muslimah di sekolahku, boleh menggunakan kerudung pendek dan celana panjang. Semua guru sepakat, tapi lalu saat aku mengungkapkan pendapatku nulis blog, waah... ramainya saling komentar tentang perintah menggunakan jilbab. Sambil menunjukkan dalil-dalilnya semua di komentar postingan di blogku. Islam bukan sekedar dalil tapi pemahaman. Ilmu Allah akan turun pada yang hatinya bersih dan selalu merendahkan diri pada Allah.
Kita semua sebaiknya belajar tentang Islam dan memperbaiki diri. Yang merugi adalah yang tidak mau memperbaiki diri, itu saja deh pendapatku...
Terlalu kecil ya, ini aku besarkan
Anonymous said...
Jilbab itu budaya Arab. Tidak ada dalam Quran yang menjelaskan bahwa kepala wanita harus ditutup. Pada jaman Rasulullah, jilbab dipakai karena budaya mereka seperti itu. Hanya saja, mereka memakainya tidak benar karena dada kelihatan terbuka. Sehingga muncullah ayat-ayat yang menyuruh agar mereka MENGULURKAN JILBAB mereka ke atas dada mereka. Intisari dari pernyataan Quran yang ditafsirkan oleh Quraish Shihab adalah berpakaian secara sopan, tidak harus menutup kepala. Untuk apa menutup kepala tapi baju dan celananya ketat? sama saja menutup kepala tapi dadanya terbuka. Lebih parah lagi, pakai kepalanya dijilbabi,tapi hatinya tidak. Yang penting bukan apa yang ada di luar kepala, melainkan apa yang ada di dalam kepala.
July 25, 2012 8:42 AM
Anonymous said...
Saya sudah mengalami berbagai hal saat saya berhijab. Komunitas orang berhijab tidak lebih baik daripada mereka yang tidak berhijab. Bayangkan, mereka hanya mau memberi salam kepada orang2 yang berhijab saja. Apakah ini disebut Islam? Dan saya banyak didekati oleh orang2 berjenggot yang bercelana cingkrang yang jauh dari harapan saya. Mengapa kita tidak memikirkan lebih jauh tentang masalah iptek daripada sekedar jilbab? Islam banyak memiliki cendikiawan masa lalu. Hanya setelah masa jenghis Khan datang yang diakhiri dengan tumbangnya kekhalifahan di Turki maka jaman keemasan cendekiawan Islam mulai luntur, dan umat Islam lebih suka meratapi dengan hal-hal yang tidak rasional termasuk urusan hijab pro dan kontra daripada mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
July 25, 2012 8:50 AM
Jumat, 27 Juli 2012
Mengatasi rambut rontok dengan Virgin Coconut Oil (VCO)
Sebetulnya sih aku sudah mendengar hingar bingar VCO di Jogja sejak bertahun-tahun yang lalu. Maklum kan, aku lulusan FMIPA UGM dan salah seorang yang mempopulerkan VCO adalah doktor FMIPA jurusan Kimia UGM, pak Bambang Setyaji. Tapi manfaat VCO aku pelajari baru-baru ini. Saat tulisan ini ditulis, belum seminggu blogku yang menulis manfaat VCO, sudah dikunjungi lebih dari 100 pembaca tiap harinya dan terus bertambah. Padahal postingan di blog ini paling banter rata-rata mentok di angkan 20-50 pembaca. Link blogku yang membahas manfaat VCO di sini, dari alam untuk lebih sehat
Beberapa tahun yang lalu rambutku pernah rontok parah. Aku sudah mencoba bermacam-macam cara untuk mengatasi. Saran dari pakar kosmetik tradisional menggunakan sisir tanduk dan minyak kemiri, sudah aku coba membeli sisir tanduk kerbau di trotoar jalan Malioboro. Lalu mencoba minyak cem-ceman. Pernah juga mencoba menggunakan minyak zaitun dan minyak habbatussauda untuk kulit kepala. Tulisan tentang minyak zaitun dan habbatussauda di blog ini sehat dengan herbal.
Masih cinta dengan herbal, tapi karena keterbatasanku aku mesti memilih satu di antara banyak herbal. Dan sekarang lebih fokus ke susu kambing bubuk dan VCO. Soalnya aku menjual produk sabun yang mengandung VCO dan susu kambing. Bahkan sabun susu kambing dan VCO aku bagikan pada siapa saja yang mau memberikan foto masalah kulitnya lewat e-mail, ini linknya Yuk bersyukur.
Sekarang ini langsung kerasa banget kalo malem-malem aku mengoleskan VCO di wajah dan kulit kepala. Efeknya di wajah ada keluar bintik merah yang sedikit gatal. Tapi aku masih teruskan karena proses pencerahan kulit memang awalnya pengeluaran toksin di kulit atau detoksifikasi. Sedangkan untuk kulit kepala juga efeknya sedikit gatal. Dari blog yang aku baca kulit kepala akan memerah, lalu rambut akan menjadi tumbuh lebih sehat. Ada cerita di Filipina seorang bapak yang rambutnya memutih semua setelah rutin dioleskan VCO tiba-tiba muncul rambut hitamnya. Ini linknya the wonders of virgin coconut oil on hair growth. Selain menggunakan VCO aku menggunakan sisir dari kayu, aku menemukan di salah satu mall di Depok, harganya Rp 18.000,- aku pernah melihat di stand Body Shop cuman lebih mahal sekitar Rp 40.000,- gak tau kalo sudah naik.
Alhamdulillah sekarang kalo aku keramas tidak banyak yang rontok lagi. Dan aku berharap yang sempat rontok bisa tumbuh lagi. Aku bagi-bagikan VCO ini kepada rekan kerja yang cerita rambutnya rontok. Kata orang sih aku buka toko online, tapi aku malah suka ngasih-ngasih ke orang. Soalnya aku berharap banyak orang bisa mengatasi masalahnya dengan baik. Baik secara fisik dan mental.
Belajar tentang herbal, walau menghabiskan uang relatif banyak di awalnya karena banyak mencoba-coba dan membagikan pada yang membutuhkan memberi kepuasan sendiri. Masih amatiran tentu saja. Sahur pagi ini aku memutuskan untuk minum susu kambing bubuk, semenjak puasa aku meninggalkan mengkonsumsinya karena suhu di Jogja yang dingin aku lebih suka jahe merah serbuk. Selain jahe merah serbuk juga susu kambing. Padahal aku sudah terbiasa puasa Senin Kamis, perubahan cuaca membuat jadi tidak bertenaga di sore hari. Semoga mengkonsumsi susu kambing saat sahur membuatku lebih fit.
Selamat berpuasa ya, semoga puasa kali ini banyak memberikan kebaikan bagi semuanya...
Beberapa tahun yang lalu rambutku pernah rontok parah. Aku sudah mencoba bermacam-macam cara untuk mengatasi. Saran dari pakar kosmetik tradisional menggunakan sisir tanduk dan minyak kemiri, sudah aku coba membeli sisir tanduk kerbau di trotoar jalan Malioboro. Lalu mencoba minyak cem-ceman. Pernah juga mencoba menggunakan minyak zaitun dan minyak habbatussauda untuk kulit kepala. Tulisan tentang minyak zaitun dan habbatussauda di blog ini sehat dengan herbal.
Masih cinta dengan herbal, tapi karena keterbatasanku aku mesti memilih satu di antara banyak herbal. Dan sekarang lebih fokus ke susu kambing bubuk dan VCO. Soalnya aku menjual produk sabun yang mengandung VCO dan susu kambing. Bahkan sabun susu kambing dan VCO aku bagikan pada siapa saja yang mau memberikan foto masalah kulitnya lewat e-mail, ini linknya Yuk bersyukur.
Sekarang ini langsung kerasa banget kalo malem-malem aku mengoleskan VCO di wajah dan kulit kepala. Efeknya di wajah ada keluar bintik merah yang sedikit gatal. Tapi aku masih teruskan karena proses pencerahan kulit memang awalnya pengeluaran toksin di kulit atau detoksifikasi. Sedangkan untuk kulit kepala juga efeknya sedikit gatal. Dari blog yang aku baca kulit kepala akan memerah, lalu rambut akan menjadi tumbuh lebih sehat. Ada cerita di Filipina seorang bapak yang rambutnya memutih semua setelah rutin dioleskan VCO tiba-tiba muncul rambut hitamnya. Ini linknya the wonders of virgin coconut oil on hair growth. Selain menggunakan VCO aku menggunakan sisir dari kayu, aku menemukan di salah satu mall di Depok, harganya Rp 18.000,- aku pernah melihat di stand Body Shop cuman lebih mahal sekitar Rp 40.000,- gak tau kalo sudah naik.
Alhamdulillah sekarang kalo aku keramas tidak banyak yang rontok lagi. Dan aku berharap yang sempat rontok bisa tumbuh lagi. Aku bagi-bagikan VCO ini kepada rekan kerja yang cerita rambutnya rontok. Kata orang sih aku buka toko online, tapi aku malah suka ngasih-ngasih ke orang. Soalnya aku berharap banyak orang bisa mengatasi masalahnya dengan baik. Baik secara fisik dan mental.
Belajar tentang herbal, walau menghabiskan uang relatif banyak di awalnya karena banyak mencoba-coba dan membagikan pada yang membutuhkan memberi kepuasan sendiri. Masih amatiran tentu saja. Sahur pagi ini aku memutuskan untuk minum susu kambing bubuk, semenjak puasa aku meninggalkan mengkonsumsinya karena suhu di Jogja yang dingin aku lebih suka jahe merah serbuk. Selain jahe merah serbuk juga susu kambing. Padahal aku sudah terbiasa puasa Senin Kamis, perubahan cuaca membuat jadi tidak bertenaga di sore hari. Semoga mengkonsumsi susu kambing saat sahur membuatku lebih fit.
Selamat berpuasa ya, semoga puasa kali ini banyak memberikan kebaikan bagi semuanya...
Kamis, 26 Juli 2012
Orang yang tidak mau memaafkan termasuk golongan teralmasuk neraka
Orang yang selalu berusaha minta maaf posisinya lebih mulia dibandingkan yang tidak mau memaafkan. Bahkan orang yang gengsinya terlalu tinggi tidak mau memaafkan orang lain maka termasuk kelompok ahli neraka. Orang sabar dan tawakkal akan lebih mulia di hadapan Allah, dan Insya Allah akan mendapat ganti yang lebih banyak lagi baik di dunia maupun di akhirat...
Ibnu Abas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Ada sepuluh golongan dari umatku yang tidak akan masuk surga, kecuali bagi yang bertobat. Mereka itu adalah al-qalla’, al-jayyuf, al-qattat, ad-daibub, ad-dayyus, shahibul arthabah, shahibul qubah, al-’utul, az-zanim, dan al-’aq li walidaih.
Selanjutnya Rasulullah saw. ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah al-qalla’ itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mondar-mandir kepada penguasa untuk memberikan laporan batil dan palsu.
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-jayyuf itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka menggali kuburan untuk mencuri kain kafan dan sebagainya.”
Beliau ditanya lagi, “Siapakah al-qattat itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mengadu domba
Beliau ditanya, “Siapakah ad-daibub itu?” Beliau menjawab, “Germo.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah ad-dayyus itu?” Beliau menjawab, “Dayyus adalah laki-laki yang tidak punya rasa cemburu terhadap istrinya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.”
Rasulullah saw. ditanya lagi, “Siapakah shahibul arthabah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang besar.
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah shahibul qubah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang kecil.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-’utul itu?” Beliau menjawab, “Orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf atas dosa yang dilakukannya, dan tidak mau menerima alasan orang lain.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah az-zanim itu?” Beliau menjawab, “Orang yang dilahirkan dari hasil perzinaan yang suka duduk-duduk di tepi jalan guna menggunjing orang lain. Adapun al-’aq, kalian sudah tahu semua maksudnya (yakni orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya).”
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bertanya kepada para sahabat: "Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut itu? " Para sahabat menjawab "Menurut kami, orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta kekayaan." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain. Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka." (HR Muslim)
Ibnu Abas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Ada sepuluh golongan dari umatku yang tidak akan masuk surga, kecuali bagi yang bertobat. Mereka itu adalah al-qalla’, al-jayyuf, al-qattat, ad-daibub, ad-dayyus, shahibul arthabah, shahibul qubah, al-’utul, az-zanim, dan al-’aq li walidaih.
Selanjutnya Rasulullah saw. ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah al-qalla’ itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mondar-mandir kepada penguasa untuk memberikan laporan batil dan palsu.
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-jayyuf itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka menggali kuburan untuk mencuri kain kafan dan sebagainya.”
Beliau ditanya lagi, “Siapakah al-qattat itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mengadu domba
Beliau ditanya, “Siapakah ad-daibub itu?” Beliau menjawab, “Germo.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah ad-dayyus itu?” Beliau menjawab, “Dayyus adalah laki-laki yang tidak punya rasa cemburu terhadap istrinya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.”
Rasulullah saw. ditanya lagi, “Siapakah shahibul arthabah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang besar.
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah shahibul qubah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang kecil.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-’utul itu?” Beliau menjawab, “Orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf atas dosa yang dilakukannya, dan tidak mau menerima alasan orang lain.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah az-zanim itu?” Beliau menjawab, “Orang yang dilahirkan dari hasil perzinaan yang suka duduk-duduk di tepi jalan guna menggunjing orang lain. Adapun al-’aq, kalian sudah tahu semua maksudnya (yakni orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya).”
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bertanya kepada para sahabat: "Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut itu? " Para sahabat menjawab "Menurut kami, orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta kekayaan." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain. Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka." (HR Muslim)
Rabu, 25 Juli 2012
Berhati-hati
Aku bukan orang yang cerewet di twitter. Entahlah, kadang kalo ngetweet muncul lubuk hati terdalam, marah-marah jadinya sedikit agak takut kalo keluarnya marah dan lagi ngaco gimana.
Yang namanya hidup itu kan gak selalu mulus. Entah kenapa sudah berusaha jadi orang baik, tetap aja yang fitnah. Aku cerita gitu ke sahabatku, komentarnya "Ahhh... para Nabi juga banyak yang fitnah, padahal akhlaknya mulia tak tercela".
Gak mungkin kita berharap dunia ini seperti yang kita mau. Sehingga akhirnya kita yang berusaha bersahabat dengan takdir. Harta, anak, pasangan adalah titipan belaka. Tapi nyatanya banyak orang kehilangan hal dicintainya bisa sampai histeris gak bisa nerima. Itu memang manusiawi, tapi jangan kelamaan, fokus sajalah untuk mencari bekal akhirat.
Minggu lalu aku diajak temenku ikut pengajian di masjid belakang Malioboro Mall. Pembicaranya Ibu Sitoresmi. Beliau ini keturunan bangsawan, pernah jadi artis, aktivis, membuka butik, pokoknya sangat kaya pengalaman. Sekarang beliau hijrah menjadi ustadzah, memberikan tausyiah dimana-mana. Aku sempet nanya tentang muslim ekstrimis, soalnya waktu aku diklat PAUD ngeliat ada yang pake cadar diam saja gak ikutan diskusi ataupun acara outbond. Menurut bu Sitoresmi karena mereka ini menyerap Islam mentah-mentah kurang luwes. Aku setuju, seperti halnya Para Wali Songo yang berdakwah lewat kesenian, membuat orang lain senang dan menikmati bukan tambah illfeel terhadap Islam.
Didukung Senin pagi kuliah Shubuh pembicara cerita supaya meninggalkan ritual yang tidak sesuai AL Qur'an dan Hadits. Cerita beliau sih di dekat rumah ada pesantren yang mengajarkan puasa untuk kesaktian dengan mantra tertentu ditambah ayat Kursi. Santrinya jadi kebal dengan senjata tajam, tapi menurut pembicara bisa jadi kekuatannya dari jin. Yah, sebaiknya berhati-hati dengan guru spiritual yang mengajarkan ritual tidak sesuai Al Qur'an dan Hadits. Al Qur'an yang gaib bila dibaca sepotong-sepotong memang bisa jadi mantra.
Aku juga pernah berdiskusi dengan pengarang buku Rehab Hati yang melakukan ruqyah syariah. Kata beliau mesti hati-hati bila belajar dengan guru spiritual yang ajarkan hal aneh-aneh termasuk kitab yang meragukan isinya. Nama beliau ini kalo disingkat adalah NAI, aku kontak lewat Skype.
Ini tweetku yang terinspirasi dari pengajian dengan pembicara Ibu Sitoresmi dan tanya jawab dengan Kang NAI.
Yang namanya hidup itu kan gak selalu mulus. Entah kenapa sudah berusaha jadi orang baik, tetap aja yang fitnah. Aku cerita gitu ke sahabatku, komentarnya "Ahhh... para Nabi juga banyak yang fitnah, padahal akhlaknya mulia tak tercela".
Gak mungkin kita berharap dunia ini seperti yang kita mau. Sehingga akhirnya kita yang berusaha bersahabat dengan takdir. Harta, anak, pasangan adalah titipan belaka. Tapi nyatanya banyak orang kehilangan hal dicintainya bisa sampai histeris gak bisa nerima. Itu memang manusiawi, tapi jangan kelamaan, fokus sajalah untuk mencari bekal akhirat.
Minggu lalu aku diajak temenku ikut pengajian di masjid belakang Malioboro Mall. Pembicaranya Ibu Sitoresmi. Beliau ini keturunan bangsawan, pernah jadi artis, aktivis, membuka butik, pokoknya sangat kaya pengalaman. Sekarang beliau hijrah menjadi ustadzah, memberikan tausyiah dimana-mana. Aku sempet nanya tentang muslim ekstrimis, soalnya waktu aku diklat PAUD ngeliat ada yang pake cadar diam saja gak ikutan diskusi ataupun acara outbond. Menurut bu Sitoresmi karena mereka ini menyerap Islam mentah-mentah kurang luwes. Aku setuju, seperti halnya Para Wali Songo yang berdakwah lewat kesenian, membuat orang lain senang dan menikmati bukan tambah illfeel terhadap Islam.
Didukung Senin pagi kuliah Shubuh pembicara cerita supaya meninggalkan ritual yang tidak sesuai AL Qur'an dan Hadits. Cerita beliau sih di dekat rumah ada pesantren yang mengajarkan puasa untuk kesaktian dengan mantra tertentu ditambah ayat Kursi. Santrinya jadi kebal dengan senjata tajam, tapi menurut pembicara bisa jadi kekuatannya dari jin. Yah, sebaiknya berhati-hati dengan guru spiritual yang mengajarkan ritual tidak sesuai Al Qur'an dan Hadits. Al Qur'an yang gaib bila dibaca sepotong-sepotong memang bisa jadi mantra.
Aku juga pernah berdiskusi dengan pengarang buku Rehab Hati yang melakukan ruqyah syariah. Kata beliau mesti hati-hati bila belajar dengan guru spiritual yang ajarkan hal aneh-aneh termasuk kitab yang meragukan isinya. Nama beliau ini kalo disingkat adalah NAI, aku kontak lewat Skype.
Ini tweetku yang terinspirasi dari pengajian dengan pembicara Ibu Sitoresmi dan tanya jawab dengan Kang NAI.
Senin, 23 Juli 2012
Soal jilbab wajib atau tidak
Aku sebetulnya sudah berusaha menjelaskan panjang lebar. Bahwa manusia beriman itu bicara yang baik, sekalipun pada orang yang bersikap jahat padanya. Manusia beriman juga mau memaafkan orang yang menjahatinya. Manusia beriman meninggalkan pembicaraan yang tidak berfaedah, bila orangnya gak mau ngerti-ngerti mending ditinggalkan saja. Aku masih berusaha menjadi beriman, soal apakah di bulan Ramadhan ini menjadi muttaqin tentunya bukan aku sendiri yang berhak menentukan. Yang bicaranya kasar, tidak bisa memaafkan orang lain, pendendam, masih kategori Islam KTP, karena semua tau orang beriman akan berusaha melakukan apapun agar Allah ridho.
Orang yang mengaku paham Islam kok senang banget memutuskan, yang pake jilbab masuk surga, yang belum pake jilbab masuk neraka. Pertaubatan itu masih bisa diterima Allah, kecuali bila nyawa ada di tenggorokan. Aku mengenal sendiri, ada wanita berjilbab yang menggunakan jimat untuk keselamatan agar tidak diserang dukun. Aku juga mengenal wanita yang tidak berjilbab semasa hidupnya meninggal dunia dalam keadaan berjilbab di Makkah.
Tidak ada yang bisa menilai apakah seseorang berhak masuk surga atau tidak, tapi kita bisa melihat ciri-cirinya saat meninggal, apakah dengan tenang, mengucap syahadat, atau dalam keadaan tersiksa.
Aku juga banyak mengenal pria yang bicara tentang Islam panjang lebar, tapi ternyata kesukaannya mencela orang yang tidak sepaham dengannya. Apakah mengenai bid'ah, atau ibadah yang dirasanya membuatnya lebih mendekatkan diri dengan Allah. Sekelompok mengatakan ibadah di luar sunnah adalah bid'ah, sekelompok lain mengatakan tanpa ibadah itu tidak akan bisa mendekatkan diri dengan Allah. Apa yang sudah paham Islam, rajin beribadah terbebas dari neraka jahanam? Masih ada riya', ghurur, 'ujub, syrik, menjual ayat-ayat sulit memaafkan orang lain, dan lainnya yang menyebabkan orang berilmu bisa terjun ke jurang neraka. Bahkan aku masih merasa bukan siapa-siapa, masih bisa saja terpeleset ke jurang neraka. Karena itu selalu berusaha memperbaiki diri semampuku dalam hal hubungan horizontal dan vertikal menurut ajaran Islam.
Komentarku terakhir di postingan Menurut Quraish Shihab jilbab tidak wajib, benarkah


Orang yang mengaku paham Islam kok senang banget memutuskan, yang pake jilbab masuk surga, yang belum pake jilbab masuk neraka. Pertaubatan itu masih bisa diterima Allah, kecuali bila nyawa ada di tenggorokan. Aku mengenal sendiri, ada wanita berjilbab yang menggunakan jimat untuk keselamatan agar tidak diserang dukun. Aku juga mengenal wanita yang tidak berjilbab semasa hidupnya meninggal dunia dalam keadaan berjilbab di Makkah.
Tidak ada yang bisa menilai apakah seseorang berhak masuk surga atau tidak, tapi kita bisa melihat ciri-cirinya saat meninggal, apakah dengan tenang, mengucap syahadat, atau dalam keadaan tersiksa.
Aku juga banyak mengenal pria yang bicara tentang Islam panjang lebar, tapi ternyata kesukaannya mencela orang yang tidak sepaham dengannya. Apakah mengenai bid'ah, atau ibadah yang dirasanya membuatnya lebih mendekatkan diri dengan Allah. Sekelompok mengatakan ibadah di luar sunnah adalah bid'ah, sekelompok lain mengatakan tanpa ibadah itu tidak akan bisa mendekatkan diri dengan Allah. Apa yang sudah paham Islam, rajin beribadah terbebas dari neraka jahanam? Masih ada riya', ghurur, 'ujub, syrik, menjual ayat-ayat sulit memaafkan orang lain, dan lainnya yang menyebabkan orang berilmu bisa terjun ke jurang neraka. Bahkan aku masih merasa bukan siapa-siapa, masih bisa saja terpeleset ke jurang neraka. Karena itu selalu berusaha memperbaiki diri semampuku dalam hal hubungan horizontal dan vertikal menurut ajaran Islam.
Komentarku terakhir di postingan Menurut Quraish Shihab jilbab tidak wajib, benarkah


Minggu, 22 Juli 2012
Minyak goreng yang sehat
Aku sedikit terobsesi ingin makan yang sehat tapi enak. Mumpung aku belum terkena penyakit tertentu kayak diabet, lambung, dan seterusnya. Beberapa orang rutin membeli herbal di aku karena ada yang asma, darah tinggi, maag kronis, jerawatan, lumpuh (tapi orangnya di pedalaman Kalimantan), lama tidak punya anak, kegemukan, terkena kista, terakhir ingin membesarkan payudara... (maaf, tapi begitulah kenyataannya).
Kalo mereka beli hanya sekali lalu beli di dekat rumahnya ya tidak apa-apa. Yang penting bermanfaat. Sekarang ini memang lebih fokus untuk jualan kosmetik perawatan. Herbalnya hanya untuk kalangan sendiri saja, kakak, tetangga dan rekan sejawat. Promo herbal nya berhenti, cukup berat sih, mesti belanja sekian ratus ribu dan tidak boleh dikembalikan kalo tidak ada yang beli. Kalo dengan kosmetiknya bisa reseller, ada yang pesan dialihkan ke distributor utama.
Tapi kesulitannya toko onlinenya mesti bisa kedeteksi Google supaya ada yang baca dan tertarik membeli. Sesuatu yang baru, ditawarkan memang tidak mudah. Apalagi bersaing dengan produk ajaib kosmetik dari Cina yang tawarannya heboh banget. Kalo tidak ada sertifikasi halal dan BP POM, ngeri sebetulnya. Apalagi walau ditulis bahan alami tapi bisa aja ditambahin merkuri atau hidroquinon kan serem. Metode pengelupasan juga membuat kulit cepet kinclong tapi tidak cocok buatku yang suka sepedaan dan latihan softball dari pagi sampe siang. Penipisan kulit membuat kulit jadi rentan terbakar matahari, lebih besar resikonya untuk terkena kanker kulit
Minyak goreng yang sehat itu antara lain minyak jagung, minyak kedele, minyak zaitun. Untuk menggoreng disarankan bukan yang extra virgin tapi extra light. Mahal juga, di supermarket minyak zaitun harganya sekitar mulai 25 ribu per 250 ml. Kalo minyak kelapa sawit sih kata produsennya sehat, namanya iklan, kecap semua juga nomor satu. Tapi soalnya kita berada di negara tropis, aku tertarik dengan minyak kelapa. Minyak kelapa yang didapat dengan hasil pemanasan termasuk minyak jenuh, kolesterol tinggi. Tapi bila minyak kelapa diproses tanpa pemanasan tinggi akan didapatkan Virgin Coconut Oil atau VCO.
Bisa saja kita membuat sendiri VCO dengan memanaskan krim santan di bawah 70 derajat Celcius, tetapi kualitasnya di bawah VCO dengan metode tanpa pemanasan sama sekali. Bisa dilihat dari kandungan asam lauratnya. Sisa dari VCO yang asam laurat tinggi masih bisa dijadikan VCO dengan pemanasan di bawah 70 derajat celsius untuk minyak goreng.
Jadi karena kebetulan saat posting ini sedang bulan puasa, aku kalo memasak yang praktis seperti nugget, ayam goreng beku, sarden, mackerel untuk menghangatkan menggunakan minyak goreng sehat, seperti VCO atau minyak zaitun. Minyak goreng yang sehat sebaiknya juga untuk menumis, bukan menggoreng. Alat masaknya supaya nugget bisa menggunakan sedikit minyak adalah alat penggorengan anti lengket yang ada tutupnya.
Program detoksifikasi wajah dengan VCO bening sedang berlangsung, aku foto wajahku jarak dekat setiap harinya. Untuk membuktikan apa iya seminggu dimassage VCO kulit keluar semua toksin dan lemaknya. Setelah ini aku akan membiasakan menggunakan sarung tangan, kaos kaki, masker dan kacamata hitam, ceileee... kecentilan ya. Kakakku janji mau membelikan aku kacamata hitam yang bagus. Aku juga mau beli sandal Fitflop, bukan yang asli ah... yang KW aja dulu, duitku belum mampu beli yang asli. Mosok cuman beli sendal asli sekalian membayar pajak mesti bayar sejuta sih. Buatku sejuta bisa hidup untuk beberapa bulan. Maklum hidup masih numpang, makan siang dapat jatah. Katanya sih sandal Fitflop bikin postur tubuh lebih baik, jalan jauh tidak mudah capek, maklum aku suka jalan-jalan atau sepedaan sampai jauh gitu.
Masih ribet bikin info di online. Motret produk, bikin tulisan khasiat dan manfaat, artikel pendukung, lama juga bikinnya. Belum lagi baca banyak referensi dan tutorial. Memang suka mengganjal kalo belum ketemu jawaban, tapi kalo ketemu puasnya bukan main.
Selamat berpuasa semuanya, menikmati Ramadhan dengan meningkatkan ibadah, tidak hanya mikir makanan enak, baju baru ya. Yang jelas Alhamdulillah gajiku nambah, THRku naik, semuanya perlu disyukuri...
Kalo mereka beli hanya sekali lalu beli di dekat rumahnya ya tidak apa-apa. Yang penting bermanfaat. Sekarang ini memang lebih fokus untuk jualan kosmetik perawatan. Herbalnya hanya untuk kalangan sendiri saja, kakak, tetangga dan rekan sejawat. Promo herbal nya berhenti, cukup berat sih, mesti belanja sekian ratus ribu dan tidak boleh dikembalikan kalo tidak ada yang beli. Kalo dengan kosmetiknya bisa reseller, ada yang pesan dialihkan ke distributor utama.
Tapi kesulitannya toko onlinenya mesti bisa kedeteksi Google supaya ada yang baca dan tertarik membeli. Sesuatu yang baru, ditawarkan memang tidak mudah. Apalagi bersaing dengan produk ajaib kosmetik dari Cina yang tawarannya heboh banget. Kalo tidak ada sertifikasi halal dan BP POM, ngeri sebetulnya. Apalagi walau ditulis bahan alami tapi bisa aja ditambahin merkuri atau hidroquinon kan serem. Metode pengelupasan juga membuat kulit cepet kinclong tapi tidak cocok buatku yang suka sepedaan dan latihan softball dari pagi sampe siang. Penipisan kulit membuat kulit jadi rentan terbakar matahari, lebih besar resikonya untuk terkena kanker kulit
Minyak goreng yang sehat itu antara lain minyak jagung, minyak kedele, minyak zaitun. Untuk menggoreng disarankan bukan yang extra virgin tapi extra light. Mahal juga, di supermarket minyak zaitun harganya sekitar mulai 25 ribu per 250 ml. Kalo minyak kelapa sawit sih kata produsennya sehat, namanya iklan, kecap semua juga nomor satu. Tapi soalnya kita berada di negara tropis, aku tertarik dengan minyak kelapa. Minyak kelapa yang didapat dengan hasil pemanasan termasuk minyak jenuh, kolesterol tinggi. Tapi bila minyak kelapa diproses tanpa pemanasan tinggi akan didapatkan Virgin Coconut Oil atau VCO.
Bisa saja kita membuat sendiri VCO dengan memanaskan krim santan di bawah 70 derajat Celcius, tetapi kualitasnya di bawah VCO dengan metode tanpa pemanasan sama sekali. Bisa dilihat dari kandungan asam lauratnya. Sisa dari VCO yang asam laurat tinggi masih bisa dijadikan VCO dengan pemanasan di bawah 70 derajat celsius untuk minyak goreng.
Jadi karena kebetulan saat posting ini sedang bulan puasa, aku kalo memasak yang praktis seperti nugget, ayam goreng beku, sarden, mackerel untuk menghangatkan menggunakan minyak goreng sehat, seperti VCO atau minyak zaitun. Minyak goreng yang sehat sebaiknya juga untuk menumis, bukan menggoreng. Alat masaknya supaya nugget bisa menggunakan sedikit minyak adalah alat penggorengan anti lengket yang ada tutupnya.
Program detoksifikasi wajah dengan VCO bening sedang berlangsung, aku foto wajahku jarak dekat setiap harinya. Untuk membuktikan apa iya seminggu dimassage VCO kulit keluar semua toksin dan lemaknya. Setelah ini aku akan membiasakan menggunakan sarung tangan, kaos kaki, masker dan kacamata hitam, ceileee... kecentilan ya. Kakakku janji mau membelikan aku kacamata hitam yang bagus. Aku juga mau beli sandal Fitflop, bukan yang asli ah... yang KW aja dulu, duitku belum mampu beli yang asli. Mosok cuman beli sendal asli sekalian membayar pajak mesti bayar sejuta sih. Buatku sejuta bisa hidup untuk beberapa bulan. Maklum hidup masih numpang, makan siang dapat jatah. Katanya sih sandal Fitflop bikin postur tubuh lebih baik, jalan jauh tidak mudah capek, maklum aku suka jalan-jalan atau sepedaan sampai jauh gitu.
Masih ribet bikin info di online. Motret produk, bikin tulisan khasiat dan manfaat, artikel pendukung, lama juga bikinnya. Belum lagi baca banyak referensi dan tutorial. Memang suka mengganjal kalo belum ketemu jawaban, tapi kalo ketemu puasnya bukan main.
Selamat berpuasa semuanya, menikmati Ramadhan dengan meningkatkan ibadah, tidak hanya mikir makanan enak, baju baru ya. Yang jelas Alhamdulillah gajiku nambah, THRku naik, semuanya perlu disyukuri...
Jumat, 20 Juli 2012
Mencerahkan kulit dan menghilangkan jerawat dengan VCO.
VCO adalah Virgin Coconut Oil, minyak kelapa yang didapat bukan dengan hasil pemanasan. Karena tidak dipanaskan, maka zat-zat yang berkhasiat masih ada serta bukan merupakan minyak dengan lemak jenuh. Molekul VCO yang kecil, bisa meresap ke kulit sampai ke dalam dan bisa memperbaiki sel kulit yang rusak.
Sekarang banyak orang ingin mencerahkan kulit, membuat wajahnya kinclong, hal ini menjadi industri besar. Perlu diketahui bahwa industri besar itu hanya menggunakan bahan alami sangat sedikit sekali, berbeda dengan skala home industri. Industri besar menang di iklan, menggunakan artis ternama sebagai icon, tapi sebetulnya kadangkala hasilnya tidak sebaik buatan home industri.
Bahan-bahan kimia beredar di internet, bahkan ada ampul suntikan vitamin C + kolagen yang bisa mencerahkan secara instan. Bila tertarik ingin cantik secara instan, cobalah dipelajari efek jangka panjangnya bagaimana, yang patut menjelaskan ini tentunya dokter, bukan aku, karena aku hanya pengamat.
Setelah mencoba berbagai macam produk dari skala besar yang dijual di supermarket, MLM, di kios herbal, spirulina, habbatussauda, krem gamat, akhirnya aku memutuskan mempelajari VCO. Waaaah... banyak kelebihan VCO ini. Molekulnya kecil akan menyerap ke jaringan kulit yang dalam, dan kemampuannya memperbaiki sel-sel kulit yang rusak.
Rutin menggunakan VCO untuk membersihkan muka, sehari 1-3 kali, maka awalnya akan terjadi detoksifikasi. Jerawat dan toksin pada kulit akan keluar, kira-kira beberapa hari, lalu setelah itu mereda lalu jerawat menghilang. Siap-siap untuk mempunyai kulit yang sehat tanpa jerawat. Asal dibarengi mengkonsumsi makanan yang sehat dan rajin membersihkan muka.
Ada produk unik lainnya yang aku ingin coba, yaitu handuk yang terbuat dari bahan serat bambu. Bila rajin menggunakan handuk ini maka kulit akan lebih sehat, tapi aku gak jual, temanku. Ada yang berbentuk handuk, masker, saputangan dan banyak lainnya.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi yang ingin mempunyai kulit sehat, dengan bahan yang aman untuk jangka panjang...
Artikel terkait:
Cara mencerahkan wajah dan mengatasi jerawat dengan VCO
Virgin Coconut Oil mengecilkan pori, mencerahkan pori dan menghilangkan stretch mark
Virgin Coconut Oil mengeluarkan toksin pada kulit
Virgin Coconut Oil untuk mengobati jerawat
Cara membuat VCO sendiri
Khasiat virgin coconut oil untuk kulit dan rambut
Sekarang banyak orang ingin mencerahkan kulit, membuat wajahnya kinclong, hal ini menjadi industri besar. Perlu diketahui bahwa industri besar itu hanya menggunakan bahan alami sangat sedikit sekali, berbeda dengan skala home industri. Industri besar menang di iklan, menggunakan artis ternama sebagai icon, tapi sebetulnya kadangkala hasilnya tidak sebaik buatan home industri.
Bahan-bahan kimia beredar di internet, bahkan ada ampul suntikan vitamin C + kolagen yang bisa mencerahkan secara instan. Bila tertarik ingin cantik secara instan, cobalah dipelajari efek jangka panjangnya bagaimana, yang patut menjelaskan ini tentunya dokter, bukan aku, karena aku hanya pengamat.
Setelah mencoba berbagai macam produk dari skala besar yang dijual di supermarket, MLM, di kios herbal, spirulina, habbatussauda, krem gamat, akhirnya aku memutuskan mempelajari VCO. Waaaah... banyak kelebihan VCO ini. Molekulnya kecil akan menyerap ke jaringan kulit yang dalam, dan kemampuannya memperbaiki sel-sel kulit yang rusak.
Rutin menggunakan VCO untuk membersihkan muka, sehari 1-3 kali, maka awalnya akan terjadi detoksifikasi. Jerawat dan toksin pada kulit akan keluar, kira-kira beberapa hari, lalu setelah itu mereda lalu jerawat menghilang. Siap-siap untuk mempunyai kulit yang sehat tanpa jerawat. Asal dibarengi mengkonsumsi makanan yang sehat dan rajin membersihkan muka.
Ada produk unik lainnya yang aku ingin coba, yaitu handuk yang terbuat dari bahan serat bambu. Bila rajin menggunakan handuk ini maka kulit akan lebih sehat, tapi aku gak jual, temanku. Ada yang berbentuk handuk, masker, saputangan dan banyak lainnya.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi yang ingin mempunyai kulit sehat, dengan bahan yang aman untuk jangka panjang...
Artikel terkait:
Cara mencerahkan wajah dan mengatasi jerawat dengan VCO
Virgin Coconut Oil mengecilkan pori, mencerahkan pori dan menghilangkan stretch mark
Virgin Coconut Oil mengeluarkan toksin pada kulit
Virgin Coconut Oil untuk mengobati jerawat
Cara membuat VCO sendiri
Khasiat virgin coconut oil untuk kulit dan rambut
Kamis, 19 Juli 2012
Aku bukan anak gaul
Barusan aku kontak temenku di YM, profesinya sebagai hipnoterapis. Dulu aku nanya gini
"Apa sih yang kamu kerjain"
"Aku cuman mendengarkan saja" jawabnya
"Mosok dengerin saja sudah bisa selesaikan masalah?" tanyaku lagi.
"Tugasku mensupport agar orang lain bisa memunculkan potensi besar dalam dirinya"
"Terus terang aku mikirin anak kembarku, aku gak boleh ketemu mereka oleh ayahnya, didukung keluarga besarnya"
"Berpikirlah positif, ada saatnya nanti kamu bisa ketemu anak kembarmu lagi"
"Belum lagi aku pergi dari sana, uang peninggalan almarhum Bapakku aku pake untuk merenovasi rumahnya, itu juga bukan rumahnya, rumah kakaknya yang dipinjamkan ke dia untuk direnovasi. Keluarga besar yang gak tau diri banget"
"Nanti akan diganti uangnya, anakmu akan kembali. Semua harapan bisa terkabul"
"Aku juga diremehkan teman-temanku, dalam kondisi susah, malah dianggap manusia gagal".
"Biarkan saja mereka. Mereka itu tidak punya hati".
Masih panjang obrolannya, aku keluarkan uneg-unegku yang jarang orang lain mau dengerin. Menurutku orang lain itu maunya dengerin yang enak-enak. Makan enak, jalan-jalan, pamer keluarganya yang bahagia.
Dan dilecehkan orang terus saja berlanjut. Dulu pertengahan 2009 aku banyak menangis. Bekerja sebagai guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) membuatku tidak tahan melihat anak-anak. Kadang aku melihat anak kembarku berlarian main-main sambil tertawa-tawa. Sering gak fokus pada kerjaan dan malah mataku berkaca-kaca.
Kata orang aku tidak boleh cerita tentang aib. Apa ini aib. Bahwa aku memutuskan menikah dengan orang yang mengaku paham Islam dan akan mengajariku tentang Islam itu apa. Tapi berakhir dengan diambilnya anak-anakku dan aku tidak boleh bertemu dengan mereka. Keluarga suatu kota di Jawa Barat yang mengaku taat beragama.
Saat aku cerita ke ibunya bahwa di hapeku ada kalimat jahat "kamu pantas disiram air aki supaya menderita" atau "aku berhak memenggal lehermu" malah dikomentari santai "itu hanya emosi sesaat". Malah mereka memutus akses untuk anakku termasuk saat aku mengirim mereka sepasang hape Nokia. Entah apa yang mereka pikirkan, aku mencoba mengingatkan bahwa salah satu keluarga mereka belajar Islam dari guru yang salah malah sampai kesurupan, takut ke masjid, setiap Jum'at siang bukannya Jum'atan malah nongkrong di dapur rumah.
Kasus yang rumit, keluargaku tidak tau mesti gimana untuk menghadapi keluarga yang mengasuh anak-anakku itu. Ancaman teror berkali-kali lewat SMS sudah membuat keluargaku bergidik dan menyuruhku untuk menjauh dari ayah anak-anakku dan keluarga besarnya.
Akhirnya aku memutuskan untuk belajar Islam lebih mendalam lagi. Banyak hal yang menyakitkan tentu saja. Dijauhi oleh temenku yang gaul, yang banyak bercanda dan ketawa-ketawa itu. Dianggap aneh.
Tiba-tiba aku jadi suka nulis. Dan kisahku membuat beberapa orang kirim e-mail "mbak kok kuat ya menghadapi kejadian seperti itu". Ada yang di Surabaya, Jakarta, Padang, yah, masih dihitung dengan jari sih. Kebanyakan kirim e-mail sekali setelah dijawab gak dibalas lagi.
Guru tempat aku belajar Islam di Jogja mengatakan "Minta pada Allah karena tidak akan membuat kecewa. Berharap dari manusia akan membuat kecewa". Memang sih, tidak langsung aku bisa ketemu anak-anakku karena aku memutuskan ingin belajar tentang tentang Islam, sesuatu yang tadinya aku pikir hanya urusan orang yang belajar di pesantren. Ternyata baru aku pahami masalah kehidupan di dunia ini terpecahkan dengan menjalankan ajaran Islam dengan benar.
Jadi aku ngapain aja. Latihan softball, sepedaan kemana-mana, beli baju yang aku sukai, main keyboard, nyanyi diupload di youtube, jalan-jalan dengan teman-teman di klub softball keluar kota. Eh... belakangan jadi suka kopdar dengan teman-teman blogger.
Diteror, difitnah, dilecehkan, dimusuhi, dikhianati, semua sudah aku rasakan. Aku sekarang beranggapan begini... kehidupan di dunia itu hanya batu loncatan sebelum ke akhirat. Perlunya berhati-hati melakukan apapun agar saat di akhirat tidak terpeleset terlalu jauh kedalam jurang neraka. Tapi lakukan semua di dunia ini dengan hati damai, berserah diri, banyak bersyukur, memaafkan orang lain, dan kecintaan untuk melaksanakan ibadah baik saat lapang atau sempit. Bukannya berdoa pada Allah hanya saat butuh saja, atau saat sedih. Kebanyakan manusia sibuk bersenang-senang saat hidupnya kecukupan dan baru berdo'a saat susah. Manusia diciptakan semestinya adalah untuk membantu orang lain, semampunya tentu saja. Bukan sibuk berpesta dan merasa bangga bila menjadi kelompok sosialita, makan enak, dan punya baju bagus.
Yang aneh lagi dengan istilah munafik. Orang yang berusaha jadi baik malah dikatain munafik, misalnya begini "Dasar kamu munafik, sebetulnya kamu pengen tapi malah sok alim". Justru pengen tapi bisa menahan diri itu mencontoh Nabi Yusuf 'alaihi sallam waktu digoda oleh wanita cantik ditarik bajunya sampai sobek di belakang. Nabi Yusuf 'alaihi sallam menolak ajakan bermesraan karena ingat pada Allah SWT. Sebetulnya ciri-ciri orang munafik adalah bila berkata dusta, bila berjanji mengingkari, bila diberi amanah berkhianat. Jadi para suami yang seharusnya mendapat amanat untuk menjadi imam anak dan istrinya bila malah selingkuh atau berbuat zalim dialah seorang munafik.
Banyak hal yang masih bisa aku lakukan selain jadi anak gaul yang suka berpesta-pesta. Mereka pikir yang suka pesta levelnya di atas level pekerja kelas bawah, ah kata siapa. Menurut Allah, orang yang mulia adalah yang mau membantu kesulitan orang lain. Dengan membantu kesulitan orang lain maka kesulitan hidupnya di dunia dan akhirat akan dibantu oleh Allah.
Semoga kita selalu mendapat kebaikan dunia dan akhirat...
"Apa sih yang kamu kerjain"
"Aku cuman mendengarkan saja" jawabnya
"Mosok dengerin saja sudah bisa selesaikan masalah?" tanyaku lagi.
"Tugasku mensupport agar orang lain bisa memunculkan potensi besar dalam dirinya"
"Terus terang aku mikirin anak kembarku, aku gak boleh ketemu mereka oleh ayahnya, didukung keluarga besarnya"
"Berpikirlah positif, ada saatnya nanti kamu bisa ketemu anak kembarmu lagi"
"Belum lagi aku pergi dari sana, uang peninggalan almarhum Bapakku aku pake untuk merenovasi rumahnya, itu juga bukan rumahnya, rumah kakaknya yang dipinjamkan ke dia untuk direnovasi. Keluarga besar yang gak tau diri banget"
"Nanti akan diganti uangnya, anakmu akan kembali. Semua harapan bisa terkabul"
"Aku juga diremehkan teman-temanku, dalam kondisi susah, malah dianggap manusia gagal".
"Biarkan saja mereka. Mereka itu tidak punya hati".
Masih panjang obrolannya, aku keluarkan uneg-unegku yang jarang orang lain mau dengerin. Menurutku orang lain itu maunya dengerin yang enak-enak. Makan enak, jalan-jalan, pamer keluarganya yang bahagia.
Dan dilecehkan orang terus saja berlanjut. Dulu pertengahan 2009 aku banyak menangis. Bekerja sebagai guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) membuatku tidak tahan melihat anak-anak. Kadang aku melihat anak kembarku berlarian main-main sambil tertawa-tawa. Sering gak fokus pada kerjaan dan malah mataku berkaca-kaca.
Kata orang aku tidak boleh cerita tentang aib. Apa ini aib. Bahwa aku memutuskan menikah dengan orang yang mengaku paham Islam dan akan mengajariku tentang Islam itu apa. Tapi berakhir dengan diambilnya anak-anakku dan aku tidak boleh bertemu dengan mereka. Keluarga suatu kota di Jawa Barat yang mengaku taat beragama.
Saat aku cerita ke ibunya bahwa di hapeku ada kalimat jahat "kamu pantas disiram air aki supaya menderita" atau "aku berhak memenggal lehermu" malah dikomentari santai "itu hanya emosi sesaat". Malah mereka memutus akses untuk anakku termasuk saat aku mengirim mereka sepasang hape Nokia. Entah apa yang mereka pikirkan, aku mencoba mengingatkan bahwa salah satu keluarga mereka belajar Islam dari guru yang salah malah sampai kesurupan, takut ke masjid, setiap Jum'at siang bukannya Jum'atan malah nongkrong di dapur rumah.
Kasus yang rumit, keluargaku tidak tau mesti gimana untuk menghadapi keluarga yang mengasuh anak-anakku itu. Ancaman teror berkali-kali lewat SMS sudah membuat keluargaku bergidik dan menyuruhku untuk menjauh dari ayah anak-anakku dan keluarga besarnya.
Akhirnya aku memutuskan untuk belajar Islam lebih mendalam lagi. Banyak hal yang menyakitkan tentu saja. Dijauhi oleh temenku yang gaul, yang banyak bercanda dan ketawa-ketawa itu. Dianggap aneh.
Tiba-tiba aku jadi suka nulis. Dan kisahku membuat beberapa orang kirim e-mail "mbak kok kuat ya menghadapi kejadian seperti itu". Ada yang di Surabaya, Jakarta, Padang, yah, masih dihitung dengan jari sih. Kebanyakan kirim e-mail sekali setelah dijawab gak dibalas lagi.
Guru tempat aku belajar Islam di Jogja mengatakan "Minta pada Allah karena tidak akan membuat kecewa. Berharap dari manusia akan membuat kecewa". Memang sih, tidak langsung aku bisa ketemu anak-anakku karena aku memutuskan ingin belajar tentang tentang Islam, sesuatu yang tadinya aku pikir hanya urusan orang yang belajar di pesantren. Ternyata baru aku pahami masalah kehidupan di dunia ini terpecahkan dengan menjalankan ajaran Islam dengan benar.
Jadi aku ngapain aja. Latihan softball, sepedaan kemana-mana, beli baju yang aku sukai, main keyboard, nyanyi diupload di youtube, jalan-jalan dengan teman-teman di klub softball keluar kota. Eh... belakangan jadi suka kopdar dengan teman-teman blogger.
Diteror, difitnah, dilecehkan, dimusuhi, dikhianati, semua sudah aku rasakan. Aku sekarang beranggapan begini... kehidupan di dunia itu hanya batu loncatan sebelum ke akhirat. Perlunya berhati-hati melakukan apapun agar saat di akhirat tidak terpeleset terlalu jauh kedalam jurang neraka. Tapi lakukan semua di dunia ini dengan hati damai, berserah diri, banyak bersyukur, memaafkan orang lain, dan kecintaan untuk melaksanakan ibadah baik saat lapang atau sempit. Bukannya berdoa pada Allah hanya saat butuh saja, atau saat sedih. Kebanyakan manusia sibuk bersenang-senang saat hidupnya kecukupan dan baru berdo'a saat susah. Manusia diciptakan semestinya adalah untuk membantu orang lain, semampunya tentu saja. Bukan sibuk berpesta dan merasa bangga bila menjadi kelompok sosialita, makan enak, dan punya baju bagus.
Yang aneh lagi dengan istilah munafik. Orang yang berusaha jadi baik malah dikatain munafik, misalnya begini "Dasar kamu munafik, sebetulnya kamu pengen tapi malah sok alim". Justru pengen tapi bisa menahan diri itu mencontoh Nabi Yusuf 'alaihi sallam waktu digoda oleh wanita cantik ditarik bajunya sampai sobek di belakang. Nabi Yusuf 'alaihi sallam menolak ajakan bermesraan karena ingat pada Allah SWT. Sebetulnya ciri-ciri orang munafik adalah bila berkata dusta, bila berjanji mengingkari, bila diberi amanah berkhianat. Jadi para suami yang seharusnya mendapat amanat untuk menjadi imam anak dan istrinya bila malah selingkuh atau berbuat zalim dialah seorang munafik.
Banyak hal yang masih bisa aku lakukan selain jadi anak gaul yang suka berpesta-pesta. Mereka pikir yang suka pesta levelnya di atas level pekerja kelas bawah, ah kata siapa. Menurut Allah, orang yang mulia adalah yang mau membantu kesulitan orang lain. Dengan membantu kesulitan orang lain maka kesulitan hidupnya di dunia dan akhirat akan dibantu oleh Allah.
Semoga kita selalu mendapat kebaikan dunia dan akhirat...
Rabu, 18 Juli 2012
Jawaban email tentang jilbab tidak wajib
Ada e-mail yang menanyakan kenapa aku berpendapat bahwa jilbab itu tidak wajib, yang aku pelajari dari Quraish Shihab. Ini jawabanku. Tentunya mengundang pro kontra, ingat loh, manusia beriman selalu bicara dengan baik walau berbeda pendapat. Jadi apapun komentar tentang ini yang kata-katanya kasar menunjukkan bukan manusia beriman, hanya mengaku muslim saja di KTP. Ini jawabanku atas pertanyaannya...
Mbak, tentang berjilbab itu sangat disarankan. Kadang kita berat untuk menggunakan, tapi pada dasarnya, hidup adalah pencarian. Jiwa kita bisa merasa nyaman dengan jilbab atau tidak. Perintah Allah tentang jilbab adalah masih ambigu, masih ada latar belakang budaya. Bila kita menguatkan iman, sering membaca Al Quran ada saatnya kita dengan kesadaran sendiri menggunakan jilbab tanpa paksaan. Pada dasarnya jilbab adalah lebih baik karena kesadaran.
Di Muhammadiyah, NU, sangat menjunjung budaya. Sedangkan ada kelompok menerapkan sunnah semuanya sampai jenggot, cadar dan gamis bahan tebal yang longgar dan semua yang dilakukan jaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
Bahkan ulama besar yang sangat memahami tafsir serta sejarah Islam bisa berbeda pendapat. Menurut saya pribadi semua benar, asal tidak syrik, tidak maksiat, tidak zalim, dan mestinya saling menghargai hubungan manusia dengan Tuhan sesuai dengan latar belakang budaya.
Saya malah prihatin dengan kelompok fanatik yang mengurung diri membatasi dengan dunia luar menganggap dirinya suci, berarti sombong, beranggapan dirinya lebih baik dari orang lain itu 'ujub tidak disukai Allah. Sudah capek-capek menahan diri dari pergaulan, hanya fokus ibadah serta menahan sakit hati dari komentar miring lingkungan, ternyata saat di akhirat baru sadar pemutusan ukhuwah dengan lingkungan membuatnya masuk neraka, kasian kan.
Allah Maha Pengampun. Semoga pencarian jiwa berakhir dengan kerudung yang wajar dan tetap bisa diterima lingkungan. Tetap cantik dipandang, wajah tetap ceria. Tapi tetap berdandan pada suami mesti lebih spesial dibanding pada orang umum. Kayak baju seksi... Hahaha... Dan rajin senam atau paling tidak sering jalan cepat supaya bisa melayani suami dengan baik di tempat tidur. Kepuasan seksual bisa menentramkan suami. Jadi siapa bilang yang sholehah mesti mengurung di rumah, malah lemah dan sakit-sakitan, stres lagi.
Semoga bermanfaat tulisan saya ini ya Mbak...
Artikel terkait:
Meningkatkan keperkasaan pria
Mengatasi keputihan pada wanita
Spektrum Iman
Mbak, tentang berjilbab itu sangat disarankan. Kadang kita berat untuk menggunakan, tapi pada dasarnya, hidup adalah pencarian. Jiwa kita bisa merasa nyaman dengan jilbab atau tidak. Perintah Allah tentang jilbab adalah masih ambigu, masih ada latar belakang budaya. Bila kita menguatkan iman, sering membaca Al Quran ada saatnya kita dengan kesadaran sendiri menggunakan jilbab tanpa paksaan. Pada dasarnya jilbab adalah lebih baik karena kesadaran.
Di Muhammadiyah, NU, sangat menjunjung budaya. Sedangkan ada kelompok menerapkan sunnah semuanya sampai jenggot, cadar dan gamis bahan tebal yang longgar dan semua yang dilakukan jaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
Bahkan ulama besar yang sangat memahami tafsir serta sejarah Islam bisa berbeda pendapat. Menurut saya pribadi semua benar, asal tidak syrik, tidak maksiat, tidak zalim, dan mestinya saling menghargai hubungan manusia dengan Tuhan sesuai dengan latar belakang budaya.
Saya malah prihatin dengan kelompok fanatik yang mengurung diri membatasi dengan dunia luar menganggap dirinya suci, berarti sombong, beranggapan dirinya lebih baik dari orang lain itu 'ujub tidak disukai Allah. Sudah capek-capek menahan diri dari pergaulan, hanya fokus ibadah serta menahan sakit hati dari komentar miring lingkungan, ternyata saat di akhirat baru sadar pemutusan ukhuwah dengan lingkungan membuatnya masuk neraka, kasian kan.
Allah Maha Pengampun. Semoga pencarian jiwa berakhir dengan kerudung yang wajar dan tetap bisa diterima lingkungan. Tetap cantik dipandang, wajah tetap ceria. Tapi tetap berdandan pada suami mesti lebih spesial dibanding pada orang umum. Kayak baju seksi... Hahaha... Dan rajin senam atau paling tidak sering jalan cepat supaya bisa melayani suami dengan baik di tempat tidur. Kepuasan seksual bisa menentramkan suami. Jadi siapa bilang yang sholehah mesti mengurung di rumah, malah lemah dan sakit-sakitan, stres lagi.
Semoga bermanfaat tulisan saya ini ya Mbak...
Artikel terkait:
Meningkatkan keperkasaan pria
Mengatasi keputihan pada wanita
Spektrum Iman
Senin, 16 Juli 2012
Gaya berkencan favoritku
Aku ketawa dan nyengir seharian baca tulisan ini waktu buka Yahoo. Ada beberapa kriteria yang aku banget dan termasuk golongan orang yang mesti dihindari. Sumber dari sini. Tertawa buatku adalah hal yang mahal, dulu aku pernah curhat ke kakakku kalo selama bertahun-tahun aku tertawanya palsu, gak cuman alamat aja yang palsu. Akhirnya aku memutuskan hijrah, pindah ke Jogja pada Juni 2009.
Ghiboo.com - Ini adalah kencan pertama Anda, dan Anda berusaha tampil dengan sangat baik. Apalagi teman kencan Anda ini belum Anda kenal dengan baik.
Anda tentunya tetap harus waspada dengan jenis dan karakter orang yang Anda kencani, karena cukup banyak orang yang aneh perilakunya. So, berikut ada beberapa tipe orang aneh yang sebaiknya tidak Anda kencani yang dikutip dari Boldsky, Rabu (11/7).
Spiritual
Saat ini, hal-hal yang berbau spiritual menjadi sebuah trend. Setiap jiwa yang tidak puas mencari penghiburan dalam "guru" spiritual. Jika Anda berkencan dengan orang yang spiritual, Anda akan berakhir di kelas meditasi dan bukan bioskop. Waspadalah dengan kata-kata "Saya telah menemukan kedamaian dan "Aku Cinta seluruh Semesta".
Gila kebugaran
Ini adalah kategori orang aneh yang akan memaksakan Anda untuk menjalankan gaya hidup sehat seperti yang dia lakukan. Akibatnya, Anda merasa bersalah setiap kali memesan burger dan kentang goreng. Jika Anda tidak bisa menikmati makanan saat berkencan, percuma saja bukan?
Pekerja sukarelawan
Ini adalah orang-orang yang bekerja di non-pemerintah, dan melakukan pekerjaan untuk kepentingan masyarakat kecil. Itu bagus, tapi bagaimana rasanya kalau setiap kencan Anda hanya diskusi soal anak-anak terlantar, kemiskinan dan lainnya.
Anda berminat berkencan dengan mereka?
Kenapa sekalian tidak ditulis KUTUBUKU, PEMIKIR, BLOGGER? Okelah kalo aku dianggap orang aneh dan tidak ada yang mau berkencan denganku lagi. Soalnya aku adalah aku, dan cukup keras kepala aku akan tetap melakukan hal yang aku sukai.
Berkencan yang aku sukai adalah:
1. Lari-lari di pantai, kemarin waktu aku ke pantai di daerah Bantul aku lari-lari kecil dari ujung ke ujung pantai. Waktu di Kuta Bali juga, aku berjalan dari ujung ke ujung. Sambil ngeliatin gaya orang-orang berpakaian dari yang pake bikini sampai kerudung lebar atau memakai sandal hak tinggi yang dijinjing. Ke pantai bawa sandal hak tinggi... ada-ada saja. Belum lagi ngeliatin orang bermesraan gak malu-malu berpelukan. Bikin galau gak soalnya aku jomblo, enggak tuh biasa-biasa aja. Aku memandang ke langit biru dan aku merasa nyaman dengan misteri di lapisan 7 langit. Mensyukuri semua hal yang aku miliki jauh lebih menyenangkan daripada bermesraan dengan orang gak jelas, gak nyambung, otoriter, egois, gak sabaran, petualang cinta, pengkhianat, tukang selingkuh dan seterusnya.
2. Berenang beneran. Tentunya berenang beneran itu bolak-balik. Bukannya berendam saja terus ngobrol. Apalagi waktu aku di Bandung awal tahun ini pas menginap di hotel Horizon diajarin cara berenang yang baik oleh pengawas berenang.
3. Sepedaan. Kalo gak hujan aku suka sepedaan ke mall untuk belanja. Atau kemana aja deh. Ada tempat yang aku sedang bersiap-siap untuk sepedaan ke sana yaitu tempat aku belanja produk perawatan kulit yaitu di jalan Bantul km 8 sekitar ya... 15 km dari rumahku. Oh ya, agen susu kambing juga di jalan Bantul. Aku beli susu kambing bubuk sekalian 10 soalnya harganya lebih murah.
4. Makan sayur dan buah. Pasti dong jajanku gak jauh dari lotek, gado-gado, pecel, rujak cingur. Atau juga beli yoghurt dan salad buah atau sayuran favoritku di daerah Kranggan, Jogja.
5. Ngobrol tentang agama. Konon, membahas tentang Islam, atau sejarahnya itu berat. Tapi aku sangat menikmati. Tiap hari Selasa ada pengajian di rumahku untuk bapak-bapak, dan tidak seperti pengajian Ibu-Ibu, pengajian ini pembahasannya lebih berat, ada tulisan yang dibagikan dan kadang aku posting di blogku.
6. Iktikaf di masjid. Bila bulan Ramadhan, sepuluh hari terakhir aku menikmati iktikaf di masjid. Sedangkan saat sahur aku suka mendengarkan tentang penjabaran Al Qur'an oleh Quraish Shihab. Walau banyak yang menentang pendapat Quraish Shihab yang menyatakan jilbab itu tidak wajib, tapi itu kan masih ada penjelasan latar belakangnya. Bahkan yang pakai jilbab masih bisa saja masuk neraka kalau akhlaknya kurang baik dan yang belum menggunakan jilbab masih berkesempatan masuk surga bila memang hatinya baik, akhlaknya terjaga dan suka membantu orang lain. Semua orang berkesempatan untuk masuk surga kok, asal mau terus-menerus memperbaiki diri. Bisa jadi yang pake jibab malah karena sombong, 'ujub (merasa lebih baik), riya', malah masuk neraka dan yang tidak pake jilbab malah masuk surga karena suka menolong orang lain dan punya akhlak yang baik. Surga itu hak prerogatif Allah, dan rahmat turun pada semua makhluk. Beruntunglah yang cinta pada alam, cinta pada sesama, suka membantu orang lain, selalu bersyukur, karena dialah kekasih Allah.
Itu gaya berkencan favoritku, jadi kalo oleh orang-orang dianggap aneh biarkan saja. Dan aku akan tetap berteriak "AKU CINTA DENGAN ALAM SEMESTA !!!!!".
Ghiboo.com - Ini adalah kencan pertama Anda, dan Anda berusaha tampil dengan sangat baik. Apalagi teman kencan Anda ini belum Anda kenal dengan baik.
Anda tentunya tetap harus waspada dengan jenis dan karakter orang yang Anda kencani, karena cukup banyak orang yang aneh perilakunya. So, berikut ada beberapa tipe orang aneh yang sebaiknya tidak Anda kencani yang dikutip dari Boldsky, Rabu (11/7).
Spiritual
Saat ini, hal-hal yang berbau spiritual menjadi sebuah trend. Setiap jiwa yang tidak puas mencari penghiburan dalam "guru" spiritual. Jika Anda berkencan dengan orang yang spiritual, Anda akan berakhir di kelas meditasi dan bukan bioskop. Waspadalah dengan kata-kata "Saya telah menemukan kedamaian dan "Aku Cinta seluruh Semesta".
Gila kebugaran
Ini adalah kategori orang aneh yang akan memaksakan Anda untuk menjalankan gaya hidup sehat seperti yang dia lakukan. Akibatnya, Anda merasa bersalah setiap kali memesan burger dan kentang goreng. Jika Anda tidak bisa menikmati makanan saat berkencan, percuma saja bukan?
Pekerja sukarelawan
Ini adalah orang-orang yang bekerja di non-pemerintah, dan melakukan pekerjaan untuk kepentingan masyarakat kecil. Itu bagus, tapi bagaimana rasanya kalau setiap kencan Anda hanya diskusi soal anak-anak terlantar, kemiskinan dan lainnya.
Anda berminat berkencan dengan mereka?
Kenapa sekalian tidak ditulis KUTUBUKU, PEMIKIR, BLOGGER? Okelah kalo aku dianggap orang aneh dan tidak ada yang mau berkencan denganku lagi. Soalnya aku adalah aku, dan cukup keras kepala aku akan tetap melakukan hal yang aku sukai.
Berkencan yang aku sukai adalah:
1. Lari-lari di pantai, kemarin waktu aku ke pantai di daerah Bantul aku lari-lari kecil dari ujung ke ujung pantai. Waktu di Kuta Bali juga, aku berjalan dari ujung ke ujung. Sambil ngeliatin gaya orang-orang berpakaian dari yang pake bikini sampai kerudung lebar atau memakai sandal hak tinggi yang dijinjing. Ke pantai bawa sandal hak tinggi... ada-ada saja. Belum lagi ngeliatin orang bermesraan gak malu-malu berpelukan. Bikin galau gak soalnya aku jomblo, enggak tuh biasa-biasa aja. Aku memandang ke langit biru dan aku merasa nyaman dengan misteri di lapisan 7 langit. Mensyukuri semua hal yang aku miliki jauh lebih menyenangkan daripada bermesraan dengan orang gak jelas, gak nyambung, otoriter, egois, gak sabaran, petualang cinta, pengkhianat, tukang selingkuh dan seterusnya.
2. Berenang beneran. Tentunya berenang beneran itu bolak-balik. Bukannya berendam saja terus ngobrol. Apalagi waktu aku di Bandung awal tahun ini pas menginap di hotel Horizon diajarin cara berenang yang baik oleh pengawas berenang.
3. Sepedaan. Kalo gak hujan aku suka sepedaan ke mall untuk belanja. Atau kemana aja deh. Ada tempat yang aku sedang bersiap-siap untuk sepedaan ke sana yaitu tempat aku belanja produk perawatan kulit yaitu di jalan Bantul km 8 sekitar ya... 15 km dari rumahku. Oh ya, agen susu kambing juga di jalan Bantul. Aku beli susu kambing bubuk sekalian 10 soalnya harganya lebih murah.
4. Makan sayur dan buah. Pasti dong jajanku gak jauh dari lotek, gado-gado, pecel, rujak cingur. Atau juga beli yoghurt dan salad buah atau sayuran favoritku di daerah Kranggan, Jogja.
5. Ngobrol tentang agama. Konon, membahas tentang Islam, atau sejarahnya itu berat. Tapi aku sangat menikmati. Tiap hari Selasa ada pengajian di rumahku untuk bapak-bapak, dan tidak seperti pengajian Ibu-Ibu, pengajian ini pembahasannya lebih berat, ada tulisan yang dibagikan dan kadang aku posting di blogku.
6. Iktikaf di masjid. Bila bulan Ramadhan, sepuluh hari terakhir aku menikmati iktikaf di masjid. Sedangkan saat sahur aku suka mendengarkan tentang penjabaran Al Qur'an oleh Quraish Shihab. Walau banyak yang menentang pendapat Quraish Shihab yang menyatakan jilbab itu tidak wajib, tapi itu kan masih ada penjelasan latar belakangnya. Bahkan yang pakai jilbab masih bisa saja masuk neraka kalau akhlaknya kurang baik dan yang belum menggunakan jilbab masih berkesempatan masuk surga bila memang hatinya baik, akhlaknya terjaga dan suka membantu orang lain. Semua orang berkesempatan untuk masuk surga kok, asal mau terus-menerus memperbaiki diri. Bisa jadi yang pake jibab malah karena sombong, 'ujub (merasa lebih baik), riya', malah masuk neraka dan yang tidak pake jilbab malah masuk surga karena suka menolong orang lain dan punya akhlak yang baik. Surga itu hak prerogatif Allah, dan rahmat turun pada semua makhluk. Beruntunglah yang cinta pada alam, cinta pada sesama, suka membantu orang lain, selalu bersyukur, karena dialah kekasih Allah.
Itu gaya berkencan favoritku, jadi kalo oleh orang-orang dianggap aneh biarkan saja. Dan aku akan tetap berteriak "AKU CINTA DENGAN ALAM SEMESTA !!!!!".
Membuatku tertawa
Senangnya punya banyak teman blogger di Facebook, statusnya banyak yang unik dan kreatif. Aku sendiri sudah jarang nulis status. Banyak nulis status kalo di luar kota. Kadang mikir kok aku canggung ya nulis status atau ngetweet itu. Orang lain mudah banget nulis sesuatu kalimat nyeleneh bikin ketawa.
Gambar-gambar di Facebook juga lucu-lucu. Waktu ada komentar di blogku Mengharap Ridho Allah Semata tentang maqom, ada yang nulis panjang lebar tanpa spasi tentang lepel-lepel. Singkat saja kujawab "maqom saya di bawah lepel anda, soalnya saya gak tau anda nulis apa :)". Sunda banget itu mah... Lagian aku juga males ngebaca penjelasannya yang rumit dan tidak berstruktur. Ada tulisan lucu begini "Siapa bilang urang sunda tidak bisa ngomong F. ITU PITNAH". Hahaha... Ternyata gak cuman F, V juga loh... untungnya aku gak pake bedak Pipa deh...

Beberapa hari lagi menjelang puasa menghitung mundur. Semoga lebih banyak hikmah lagi yang bisa aku dapatkan dari bulan Ramadhan besok...
Gambar-gambar di Facebook juga lucu-lucu. Waktu ada komentar di blogku Mengharap Ridho Allah Semata tentang maqom, ada yang nulis panjang lebar tanpa spasi tentang lepel-lepel. Singkat saja kujawab "maqom saya di bawah lepel anda, soalnya saya gak tau anda nulis apa :)". Sunda banget itu mah... Lagian aku juga males ngebaca penjelasannya yang rumit dan tidak berstruktur. Ada tulisan lucu begini "Siapa bilang urang sunda tidak bisa ngomong F. ITU PITNAH". Hahaha... Ternyata gak cuman F, V juga loh... untungnya aku gak pake bedak Pipa deh...

Beberapa hari lagi menjelang puasa menghitung mundur. Semoga lebih banyak hikmah lagi yang bisa aku dapatkan dari bulan Ramadhan besok...
Jumat, 13 Juli 2012
Renungan gila
Renungan "gila". Itulah yang mendefinisikan blog ini, blog tanpa follower. Aku gak peduli ada yang baca atau enggak, atau ada yang komen atau enggak. Pokoknya cuman sekedar mengeluarkan uneg-uneg. Tapi tentunya berusaha membalas kunjungan dari pengunjung blog ini. Tadinya untuk melihat sejauh mana perkembangan spiritualku. Pemahaman apa saja yang aku dapatkan selama tiga tahun ini setelah aku balik ke Jogja 2009 yang menjadi turning point dalam hidupku.
Oke... blogku ada 6 dan mau tambah lagi satu menjadi 7 masih under construction. Kalo mau tau ini linknya, berkaitan dengan aku mencoba menjual sabun dengan kandungan VCO dan susu kambing.
Menjelang Ramadhan ini ada beberapa perubahan dari rutinitas Ramadhan. Yang biasanya ada shalat tarawih di rumahku (tepatnya masih numpang di rumah ibuku) sekarang pindah ke masjid yang sudah selesai dibangun tidak jauh dari rumahku.
Dan tentang peningkatan spiritual, apa sih spiritual itu, kira-kira aku menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhannya. Oh ya, ada sedikit tweet yang menuliskan tentang spiritual.
Banyak sudah yang kudapatkan dari ngeblog ini. Banyak postingan justru kutulis karena aku disakiti hati oleh orang-orang, termasuk yang bicaranya sepertinya bijak dan banyak temennya. Toh akhirnya aku berpendapat aku ingin jadi manusia yang baik sesuai dengan Al Qur'an bukan standar yang lain.
Jadi kalo firman Allah menyatakan supaya menyambung silaturahmi, mau memaafkan, menyampaikan pendapat dengan cara yang baik, mendirikan shalat, melakukan sedekah, dan seterusnya ya coba dilakukan.
Aku perhatiin sih kenapa orang-orang bijak itu masih tega menyakiti hati bisa jadi karena tidak merasa, kedua karena dendam, ketiga tidak terima dikritik, ke empat kalimat bijak hanya diucapkan bukan diamalkan, dan seterusnya. Yang aku pelajari di Islam, bahwa menyakiti hati itu termasuk menzalimi, tidak hanya berdosa tapi juga mengambil dosa dari yang dizalimi. Cara memutuskan pemindahan dosa adalah dengan saling memaafkan.
Tahun ajaran kemarin aku pulang dari kerja jam 1 siang, sedangkan tahun ajaran ini pulang jam 4 sore. Lebih cape, jadi berkurang aktivitas ngeblog. Selain itu mencoba menjual barang-barang yang kusukai lewat blog. Waaah... butuh proses panjang ternyata bikin blognya. Dari mencari template yang cocok, banyak baca tutorial, baca banyak referensi, nanti kalo ada yang pesen mesti ngepak, ditimbang beratnya dicari ongkir, dikirim. Tapi soalnya barang-barang yang aku pajang aku suka, aku berharap orang-orang banyak mendapat manfaat dari produk ini.
Jadi inilah postingan di blogku yang kuanggap renungan "gila". Aku sempet cerita sama temenku kalo ngobrol yang topiknya mikir cowok-cowok biasanya ngerokok dan ngopi, aku sih tetap minum jus. Sampai sempet mikir, apa iya aku sekarang jadi tukang pikir, sehingga ada kecenderungan bersahabat dengan pemikir-pemikir juga. Toh aku tetap menyempatkan diri naik sepeda, latihan softball, kopdar, ke mall bongkar-bongkar baju diskonan, berusaha makan yang sehat, bukan tipe pemikir kutubuku yang sukanya mengurung diri aja. Aku gak punya banyak koleksi buku, semua dari kisah suka dan duka yang kurasakan lalu kucari referensinya bagaimana menurut Islam.
Tidak sabar untuk segera memasuki bulan Ramadhan. Bulan dimana semua orang berusaha menjadi lebih baik dari biasanya. Walaupun seharusnya setelah Ramadhan lewat sikap itu dipertahankan. Soal ditakut-takuti marah bikin puasa batal itu tidak benar. Hanya saja percuma, puasanya tidak berpahala. Kalo orang puasa karena cuman ikut-ikutan tidak memahami makna dan hikmah puasa, pasti tidak peduli apa yang seharusnya dilakukan saat puasa yaitu memperbanyak ibadah. Lebih banyak orang puasa malah jadinya sibuk cari makan enak, belanja baju baru, sibuk membungkus bingkisan lebaran, sampe lupa dengan ibadahnya.
Semoga bulan Ramadhan ini membawa kebaikan bagi semuanya...
Oke... blogku ada 6 dan mau tambah lagi satu menjadi 7 masih under construction. Kalo mau tau ini linknya, berkaitan dengan aku mencoba menjual sabun dengan kandungan VCO dan susu kambing.
Menjelang Ramadhan ini ada beberapa perubahan dari rutinitas Ramadhan. Yang biasanya ada shalat tarawih di rumahku (tepatnya masih numpang di rumah ibuku) sekarang pindah ke masjid yang sudah selesai dibangun tidak jauh dari rumahku.
Dan tentang peningkatan spiritual, apa sih spiritual itu, kira-kira aku menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhannya. Oh ya, ada sedikit tweet yang menuliskan tentang spiritual.
Banyak sudah yang kudapatkan dari ngeblog ini. Banyak postingan justru kutulis karena aku disakiti hati oleh orang-orang, termasuk yang bicaranya sepertinya bijak dan banyak temennya. Toh akhirnya aku berpendapat aku ingin jadi manusia yang baik sesuai dengan Al Qur'an bukan standar yang lain.
Jadi kalo firman Allah menyatakan supaya menyambung silaturahmi, mau memaafkan, menyampaikan pendapat dengan cara yang baik, mendirikan shalat, melakukan sedekah, dan seterusnya ya coba dilakukan.
Aku perhatiin sih kenapa orang-orang bijak itu masih tega menyakiti hati bisa jadi karena tidak merasa, kedua karena dendam, ketiga tidak terima dikritik, ke empat kalimat bijak hanya diucapkan bukan diamalkan, dan seterusnya. Yang aku pelajari di Islam, bahwa menyakiti hati itu termasuk menzalimi, tidak hanya berdosa tapi juga mengambil dosa dari yang dizalimi. Cara memutuskan pemindahan dosa adalah dengan saling memaafkan.
Tahun ajaran kemarin aku pulang dari kerja jam 1 siang, sedangkan tahun ajaran ini pulang jam 4 sore. Lebih cape, jadi berkurang aktivitas ngeblog. Selain itu mencoba menjual barang-barang yang kusukai lewat blog. Waaah... butuh proses panjang ternyata bikin blognya. Dari mencari template yang cocok, banyak baca tutorial, baca banyak referensi, nanti kalo ada yang pesen mesti ngepak, ditimbang beratnya dicari ongkir, dikirim. Tapi soalnya barang-barang yang aku pajang aku suka, aku berharap orang-orang banyak mendapat manfaat dari produk ini.
Jadi inilah postingan di blogku yang kuanggap renungan "gila". Aku sempet cerita sama temenku kalo ngobrol yang topiknya mikir cowok-cowok biasanya ngerokok dan ngopi, aku sih tetap minum jus. Sampai sempet mikir, apa iya aku sekarang jadi tukang pikir, sehingga ada kecenderungan bersahabat dengan pemikir-pemikir juga. Toh aku tetap menyempatkan diri naik sepeda, latihan softball, kopdar, ke mall bongkar-bongkar baju diskonan, berusaha makan yang sehat, bukan tipe pemikir kutubuku yang sukanya mengurung diri aja. Aku gak punya banyak koleksi buku, semua dari kisah suka dan duka yang kurasakan lalu kucari referensinya bagaimana menurut Islam.
Tidak sabar untuk segera memasuki bulan Ramadhan. Bulan dimana semua orang berusaha menjadi lebih baik dari biasanya. Walaupun seharusnya setelah Ramadhan lewat sikap itu dipertahankan. Soal ditakut-takuti marah bikin puasa batal itu tidak benar. Hanya saja percuma, puasanya tidak berpahala. Kalo orang puasa karena cuman ikut-ikutan tidak memahami makna dan hikmah puasa, pasti tidak peduli apa yang seharusnya dilakukan saat puasa yaitu memperbanyak ibadah. Lebih banyak orang puasa malah jadinya sibuk cari makan enak, belanja baju baru, sibuk membungkus bingkisan lebaran, sampe lupa dengan ibadahnya.
Semoga bulan Ramadhan ini membawa kebaikan bagi semuanya...
Rabu, 11 Juli 2012
Menjelang Ramadhan
Hari ini aku belanja kosmetik perawatan, yah itung-itung mencoba hal baru. Tadinya belanja herbal, sekarang belanja kosmetik. Sebetulnya alasannya karena postingan tentang susu kambing dengan keyword manfaat susu kambing masuk halaman awal google. Selain aku make sabunnya sekalian pengen tau apa bener penjualan sabun susu kambing ngaruh dengan munculnya di halaman google atau tidak.
Sempat belajar bikin blog dari tutorial yang loadingnya ringan, membuat gambar berjalan dengan marquee, tapi soal jurus SEO aku gak gitu pedulikan. Cuman ngerubah judul dibalik jadi di depan nama blog doang. Katanya sih foto mesti dicompress dikecilin ukuran atau pixel dan foto bisa ditaruh di Picasa.
Ada tutorial blog yang memberi tau kalo widget-widget yang rumit bisa bikin loading blog jadi berat. Kayak judul postingan yang bisa jalan. Terus Link Within supaya hanya di blog, tapi aku perhatiin link ini random, beda dengan artikel terkait. Padahal untuk toko online artikel terkait itu penting, menurutku sih...
Kayaknya mesti banyak lagi membaca tutorial blog. Bisa aja beli dan pesen di webhosting, tapi rasanya kok beda ya kalo bisa bikin sendiri, lebih puas gitu.
Masih ada beberapa cerita tentang kopdar di Jakarta. Ada yang cuman ketawa-ketawa, ada yang bicara serius ngebahas beberapa aliran. Yang jelas aku tidak mau taklid buta, fanatik sampe menyusahkan keluargaku. Berbusana Muslimah di tempat kerjaku digambarkan begini, rapi, sopan, pake kerudung pendek tidak apa-apa, baju bukan yang ketat. Soalnya sih, ada blog menggambarkan baju muslimah mesti kerudung lebar menutup sampe perut. Sudahlah, soal penampilan urusan masing-masing dengan Allah, banyak yang aku sendiri perlu perbaiki kayak akhlak, berusaha selalu jujur, berjiwa besar, mudah memaafkan, bertanggung jawab pada amanah.
Soalnya kalo teringat ciri-ciri manusia munafik, seperti bicara bohong, berjanji mengingkari, diberi amanah berkhianat semoga aku terhindar dari semua itu. Sekalipun hanya untuk candaan... apa gak bisa bercanda yang lain gak usah pake bohong siiih...
Dan juga pembicaraanku dengan seorang pengusaha kosmetik, ternyata walau klien penampilannya dan bicara Islami banget, belum tentu mereka itu mudah membayar tagihan. Mengaku beriman tapi sulit memaafkan dan suka bermusuhan juga banyak. Aku sendiri sudah banyak mengalami hal itu, aku milih berusaha meluruskan diri aja. Terserah mereka beranggapan orang baik dan aku dianggap jahat, Allah juga tau semuanya. Siapa yang berusaha punya hati tidak hanya sekedar baik tapi juga bersih dengan selalu memaafkan orang lain dan berjiwa besar mau minta maaf, suka menolong orang lain. Memang semua kadang bikin menyesakkan, tapi itulah hidup, yang disayang Allah adalah yang sabar bukan yang suka meluapkan amarah, berkata atau bersikap hal yang menyakiti orang lain. Sudah mencoba mengingatkan juga mereka gak ngerti-ngerti deh. Rasanya belajar sabar memang seumur hidup sampai mati.
Menjelang Ramadhan... berusaha minta maaf pada semuanya, berusaha menepati janji pada yang dijanjiin, berusaha lebih banyak sedekah, dan berusaha berbuat kebaikan yang lain...
Sempat belajar bikin blog dari tutorial yang loadingnya ringan, membuat gambar berjalan dengan marquee, tapi soal jurus SEO aku gak gitu pedulikan. Cuman ngerubah judul dibalik jadi di depan nama blog doang. Katanya sih foto mesti dicompress dikecilin ukuran atau pixel dan foto bisa ditaruh di Picasa.
Ada tutorial blog yang memberi tau kalo widget-widget yang rumit bisa bikin loading blog jadi berat. Kayak judul postingan yang bisa jalan. Terus Link Within supaya hanya di blog, tapi aku perhatiin link ini random, beda dengan artikel terkait. Padahal untuk toko online artikel terkait itu penting, menurutku sih...
Kayaknya mesti banyak lagi membaca tutorial blog. Bisa aja beli dan pesen di webhosting, tapi rasanya kok beda ya kalo bisa bikin sendiri, lebih puas gitu.
Masih ada beberapa cerita tentang kopdar di Jakarta. Ada yang cuman ketawa-ketawa, ada yang bicara serius ngebahas beberapa aliran. Yang jelas aku tidak mau taklid buta, fanatik sampe menyusahkan keluargaku. Berbusana Muslimah di tempat kerjaku digambarkan begini, rapi, sopan, pake kerudung pendek tidak apa-apa, baju bukan yang ketat. Soalnya sih, ada blog menggambarkan baju muslimah mesti kerudung lebar menutup sampe perut. Sudahlah, soal penampilan urusan masing-masing dengan Allah, banyak yang aku sendiri perlu perbaiki kayak akhlak, berusaha selalu jujur, berjiwa besar, mudah memaafkan, bertanggung jawab pada amanah.
Soalnya kalo teringat ciri-ciri manusia munafik, seperti bicara bohong, berjanji mengingkari, diberi amanah berkhianat semoga aku terhindar dari semua itu. Sekalipun hanya untuk candaan... apa gak bisa bercanda yang lain gak usah pake bohong siiih...
Dan juga pembicaraanku dengan seorang pengusaha kosmetik, ternyata walau klien penampilannya dan bicara Islami banget, belum tentu mereka itu mudah membayar tagihan. Mengaku beriman tapi sulit memaafkan dan suka bermusuhan juga banyak. Aku sendiri sudah banyak mengalami hal itu, aku milih berusaha meluruskan diri aja. Terserah mereka beranggapan orang baik dan aku dianggap jahat, Allah juga tau semuanya. Siapa yang berusaha punya hati tidak hanya sekedar baik tapi juga bersih dengan selalu memaafkan orang lain dan berjiwa besar mau minta maaf, suka menolong orang lain. Memang semua kadang bikin menyesakkan, tapi itulah hidup, yang disayang Allah adalah yang sabar bukan yang suka meluapkan amarah, berkata atau bersikap hal yang menyakiti orang lain. Sudah mencoba mengingatkan juga mereka gak ngerti-ngerti deh. Rasanya belajar sabar memang seumur hidup sampai mati.
Menjelang Ramadhan... berusaha minta maaf pada semuanya, berusaha menepati janji pada yang dijanjiin, berusaha lebih banyak sedekah, dan berusaha berbuat kebaikan yang lain...
Jumat, 06 Juli 2012
Keajaiban keajaiban dalam hidupku
Mendefinisikan keajaiban memang bisa berbeda-beda. Tapi salah satu keajaiban yang benar-benar jlab jleb dalam hidupku adalah saat bapakku meninggal. Meninggal dunia dengan begitu tenang, walau terkena komplikasi diabetes, liver, ginjal, jantung, tapi fisiknya nampak begitu sehat. Saat meninggal dunia kakakku sedang di Jogja, mobil sedang dipanaskan mesinnyan, gerbang sudah dibuka, ternyata mobil itu digunakan untuk mengantar ke UGD RS Sardjito UGM. Bapak meninggal saat akan masuk rokaat dua shalat Shubuh menjadi imam berjamaah dengan ibuku. Almarhum bapakku memelihara kumis tanpa mempunyai jenggot, jadi kalo ada yang menulis panjang lebar bahwa laki-laki istiqomah harus punya jenggot aku tidak mempercayainya. _Untuk istiqomah, hidup tenang, dimudahkan Allah tidak harus punya jenggot. Aku memutuskan menggunakan kerudung seminggu sebelum almarhum bapak meninggal, Desember 2012. Account facebook aku menjadi saksi.
Keajaiaban yang menimpa diriku? Sudah kutulis berulang-ulang di blog ini semoga yang membaca tidak bosan. Tiba-tiba keponakanku pindah Jogja memasang perangkat wi-fi di rumah. Tiba-tiba Macbook kakakku yang kufoto di foto profil blogku Blue Sky yang tadinya mati mendadak hidup (selama Merapi meletus). Saat itu aku sedih banget dinasehatin temen-temen supaya kalo mau gaul jangan nulis status kayak ayat Al Qur'an atau hadits di Facebook. Akhirnya aku memutuskan ngeblog lalu Merapi meletus, aku terkurung di rumah karena tempat kerjaku libur dan aku sibuk ngeblog.
Belum selesai, debu dari Merapi sampai ke Bogor, dan ada dua crop circle yang gosipnya dibuat mahasiswa matematika FMIPA UGM, dan aku lulusan dari sana. Pokoknya saat Merapi meletus jlab jleb teruuuus.
Lalu waktu aku nunggu mau pengajian di rumah tetanggaku, anaknya sedang diterapi chiropractic yang aku sudah cari-cari untuk punggungku yang scoliosis ringan. Keajaiban lain... Ada saja yang bantuin aku, dan saat ini aku memutuskan mau bantu orang lain semampuku. Aku pindah ke Jogja dalam keadaan hatiku berdarah-darah, fisik dan jiwaku gak nyatu di bulan Juni 2009.
Aku sangat percaya dengan istilah Miracle of Giving. Butuh keyakinan kuat dan berprasangka baik pada Allah untuk mendapat semua keajaiban itu. Rasanya kisah Nabi dan Wali sudah menjadi bagian hidupku, betapa tenang dan senangnya melihat wajah yang sejuk dan bijaksana. Dari kisah mereka aku belajar, dalam setiap langkah hidupku. Yang membuatku senang melihat langit biru dengan semua misteri 7 langit. Akankah aku saat meninggal dunia bisa menembus 7 langit dengan tenang. Juga mendapat kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat? Semoga aku bisa selalu meluruskan langkahku dan menemui wajah-wajah sejuk yang kisahnya kubaca dari Al Qur'an dan begitu merasuk dalam seluruh sendi kehidupanku...
Keajaiaban yang menimpa diriku? Sudah kutulis berulang-ulang di blog ini semoga yang membaca tidak bosan. Tiba-tiba keponakanku pindah Jogja memasang perangkat wi-fi di rumah. Tiba-tiba Macbook kakakku yang kufoto di foto profil blogku Blue Sky yang tadinya mati mendadak hidup (selama Merapi meletus). Saat itu aku sedih banget dinasehatin temen-temen supaya kalo mau gaul jangan nulis status kayak ayat Al Qur'an atau hadits di Facebook. Akhirnya aku memutuskan ngeblog lalu Merapi meletus, aku terkurung di rumah karena tempat kerjaku libur dan aku sibuk ngeblog.
Belum selesai, debu dari Merapi sampai ke Bogor, dan ada dua crop circle yang gosipnya dibuat mahasiswa matematika FMIPA UGM, dan aku lulusan dari sana. Pokoknya saat Merapi meletus jlab jleb teruuuus.
Lalu waktu aku nunggu mau pengajian di rumah tetanggaku, anaknya sedang diterapi chiropractic yang aku sudah cari-cari untuk punggungku yang scoliosis ringan. Keajaiban lain... Ada saja yang bantuin aku, dan saat ini aku memutuskan mau bantu orang lain semampuku. Aku pindah ke Jogja dalam keadaan hatiku berdarah-darah, fisik dan jiwaku gak nyatu di bulan Juni 2009.
Aku sangat percaya dengan istilah Miracle of Giving. Butuh keyakinan kuat dan berprasangka baik pada Allah untuk mendapat semua keajaiban itu. Rasanya kisah Nabi dan Wali sudah menjadi bagian hidupku, betapa tenang dan senangnya melihat wajah yang sejuk dan bijaksana. Dari kisah mereka aku belajar, dalam setiap langkah hidupku. Yang membuatku senang melihat langit biru dengan semua misteri 7 langit. Akankah aku saat meninggal dunia bisa menembus 7 langit dengan tenang. Juga mendapat kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat? Semoga aku bisa selalu meluruskan langkahku dan menemui wajah-wajah sejuk yang kisahnya kubaca dari Al Qur'an dan begitu merasuk dalam seluruh sendi kehidupanku...
Kamis, 05 Juli 2012
Hidup bahagia dan kecukupan
Salah satu komentar dari tanteku adalah "kamu ini kok berbeda dengan saudara-saudaramu yang sukses". Oke, kakak-kakak dan adikku memang sukses secara materi. Punya rumah sendiri, mobil, anak-anak disekolahkan di sekolah favorit. Lalu apa semua itu menjamin kebahagiaan?
Tadinya aku juga berpikir begitu, menikah dengan dengan seorang yang mapan akan membuatku bahagia. Tapi pencarianku pada kehidupan membuatku memilih hidup sendiri dan belajar tentang kehidupan.
Tadinya kenalanku terbatas, hanya itu itu saja. Tapi setelah aku ngeblog jadi sadar begitu banyak tipe karakter manusia di dunia. Yang berumur 20an sudah berniat banget untuk lurus sudah ada.
Bagaimana dengan orang-orang kaya itu, dari teman yang aku kenal, kebanyakan wanitanya terobsesi dengan yang namanya baju bagus, berdandan cantik, dan shopping. Sedang laki-lakinya sulit aku menggambarkannya. Di blogku Blue Sky, postingan berjudul "video dangdut koplo wanita berlenggak-lenggok telanjang" sehari dibaca ratusan viewers menurut statistik. Padahal isinya hadits wanita yang begini begini tidak akan mencium bau surga walau bau surga sudah bisa dicium sekian ratus tahun perjalanan. Istilahnya berpakaian tapi telanjang.
Di tempat kerjaku didefinisikan baju rapi dan sopan adalah menggunakan kerudung, walau kerudung pendek tidak apa-apa asalkan longgar dan bahannya agak tepal. Blus atasan Cukup panjang sehingga paling tidak sampai ke paha.
Ternyata di blog banyak sekali penterjamahan definisi baju sopan untuk muslimah. Ada yang menulis perudung mesti panjang menutupi dada, leher tidak kelihatan bentuknya dan celana harus seperti kulot.
Aku beberapa kali mimpi, bahkan tadi malam juga mimpi, perbaiki akhlakmu, tidak menggunakan kerudung tidak apa-apa. Karena di Indonesia kelihatan rambutnya tidak mengundang syahwat. Yang mengundang syahwat adalah baju ketat atau rok terlalu mini. Tapi toh aku memutuskan tetap menggunakan kerudung.
Ok, tadi mimpi yang gak penting. Jujur saja aku masih suka marah-marah. Orang yang berhutang padaku, mengambil hakku aku ingat-ingat terus. Sementara aku sering melupakan hutangku sendiri. Aku rasa mereka ini yang berhutang padaku tidak paham karena di akhirat tidak ada dinar, hutang dibayar dengan pahala yang dimiliknya. Ada hadits yang menyatakan begitu.
Awal dari pembersihan hati adalah pertaubatan. Bertaubat haruslah ada penyesalan, niat kuat tidak mengulangi lagi, mengembalikan barang bukan haknya kepada pemilik, minta maaf pada orang yang disakiti hati bahkan termasuk ghibah.
Di Jakarta selama liburan ini, aku lebih banyak di rumah kakakku, menonton tivi film parabola, dan hanya bisa pergi kalo ada yang antar. Minimal dikasih tau kalo naik angkutan umum yang ini yang itu. Mencoba menikmati liburan, walau di pikiranku sudah ada gambaran pengen belanja sabun dengan basis VCO. Pengen membagikan sampel pada sahabat-sahabat supaya mereka tau manfaat sabun dari bahan alami. Jarak distributor sekitar 20 km dari rumahku pernah iseng kutempuh naik sepeda walau di kilometer 15 aku memutuskan balik karena nabrak maghrib. Tadinya alamatnya di jalan parangtritis pindah ke jalan bantul km 8. Khusus untuk ambil barang pilih naik motor aja deh, nyerah aku kalo naik sepeda ke sana.
Aku bukan tipe yang betah di rumah kelamaan. Aku suka dengan cahaya matahari. Aku suka berolahraga, aku juga suka dengan langit biru. Di sanalah ada misteri tentang 7 langit yang akan membawa amalan kita sampai ke atas. Dan rasanya aku belum banyak melakukan sesuatu untuk dunia. Semampuku sajalah dengan mensuport orang sekitarku agar mereke yang gelisah bisa tenang kembali.
Kalo baca traffic source di statistik blogku ini memang banyak tersirat kegelisahan. Bagaimana cara mengatasi disakiti hati, itu mendominasi dibanding keyword yang lain.
Seringnya aku menghadapi kejadian yang berat, seperti tidak boleh menemui anak kandungku, uang pemberian almarhum !
bapak digunakan untuk merenovasi rumah mantan yang aku tinggal semuanya. Aku balik ke Jogja dalam keadaan minus. Disikapi buruk oleh laki-laki seumurku yang banyak puber lagi padahal sudah beristri. Atau e-mail bernada putus asa butuh support dan jalan keluar. Sayang e-mail mereka terputus, aku jawab lalu tidak ada kabar lagi.
Sekarang ini aku tidak menganggap masalahku berat, justru aku sangat bersyukur akhirnya aku tujuan hidupku. Bukan masalah apakah aku punya pasangan atau jomblo, buatku itu gak penting lagi aku tidak ada obsesi ke sana. Kebahagiaanku terbesar bisa mensupport sahabat-sahabatku yang mempercayaiku. Kalo aku drop aku sendiri juga sesekali kontak minta bantuan support temanku.
Dorongan jiwa, kepuasan batin memang sulit dibandingkan dengan segepok uang.
Kalo ada yang berpendapat pake cadar adalah wajib untuk masuk surga, itu pemahaman sendiri, bukan pemahamanku tentang hidup. Sama-sama belajar memahami Islam dan membaca tafsir Al Qur'an yang sama kalo beda paham sebaiknya jangan menghakimi dan beranggapan dirinya lebih baik. Aku lebih suka membaur dengan lingkungan dan tidak tampak mencolok.
Mendapat kebahagiaan buatku adalah selalu bisa mensyukuri apa yang aku miliki, membuat sekitarku merasa nyaman, bisa mensupport dan membantu orang semampuku, bisa tetap tenang walau dihina, difitnah (beberapa kali gagal mensikapinya tapi mencoba memperbaiki diri), hidup sesuai kebutuhan tidak berlebihan... Dan masih banyak lagi.
Letupan-letupan asmara dari kisah blogger yang kubaca sudah aku lewati. Kebahagiaan kudapat dengan bahagia melihat orang lain bahagia. Menghilangkan dengki, tidak tertarik dengan mobil mewah baru yang dibeli teman, karena rejeki orang masing-masing. Orang kaya punya kelebihan bisa masuk surga kalo menyadari mesti banyak sedekah. Orang tidak kaya mempunyai kesempatan masuk surga lebih cepat dari orang kaya karena hanya sedikit yang dihisab. Baik menjadi orang kaya mau miskin punya kesempatan masuk surga asal mensikapinya dengan bijaksana.
Banyak waktu luang di Jakarta liburan ini banyak membuatku merenung kembali. Apapun yang terjadi padaku dan yang aku miliki sekarang aku mesti bisa mensyukurinya...
Tadinya aku juga berpikir begitu, menikah dengan dengan seorang yang mapan akan membuatku bahagia. Tapi pencarianku pada kehidupan membuatku memilih hidup sendiri dan belajar tentang kehidupan.
Tadinya kenalanku terbatas, hanya itu itu saja. Tapi setelah aku ngeblog jadi sadar begitu banyak tipe karakter manusia di dunia. Yang berumur 20an sudah berniat banget untuk lurus sudah ada.
Bagaimana dengan orang-orang kaya itu, dari teman yang aku kenal, kebanyakan wanitanya terobsesi dengan yang namanya baju bagus, berdandan cantik, dan shopping. Sedang laki-lakinya sulit aku menggambarkannya. Di blogku Blue Sky, postingan berjudul "video dangdut koplo wanita berlenggak-lenggok telanjang" sehari dibaca ratusan viewers menurut statistik. Padahal isinya hadits wanita yang begini begini tidak akan mencium bau surga walau bau surga sudah bisa dicium sekian ratus tahun perjalanan. Istilahnya berpakaian tapi telanjang.
Di tempat kerjaku didefinisikan baju rapi dan sopan adalah menggunakan kerudung, walau kerudung pendek tidak apa-apa asalkan longgar dan bahannya agak tepal. Blus atasan Cukup panjang sehingga paling tidak sampai ke paha.
Ternyata di blog banyak sekali penterjamahan definisi baju sopan untuk muslimah. Ada yang menulis perudung mesti panjang menutupi dada, leher tidak kelihatan bentuknya dan celana harus seperti kulot.
Aku beberapa kali mimpi, bahkan tadi malam juga mimpi, perbaiki akhlakmu, tidak menggunakan kerudung tidak apa-apa. Karena di Indonesia kelihatan rambutnya tidak mengundang syahwat. Yang mengundang syahwat adalah baju ketat atau rok terlalu mini. Tapi toh aku memutuskan tetap menggunakan kerudung.
Ok, tadi mimpi yang gak penting. Jujur saja aku masih suka marah-marah. Orang yang berhutang padaku, mengambil hakku aku ingat-ingat terus. Sementara aku sering melupakan hutangku sendiri. Aku rasa mereka ini yang berhutang padaku tidak paham karena di akhirat tidak ada dinar, hutang dibayar dengan pahala yang dimiliknya. Ada hadits yang menyatakan begitu.
Awal dari pembersihan hati adalah pertaubatan. Bertaubat haruslah ada penyesalan, niat kuat tidak mengulangi lagi, mengembalikan barang bukan haknya kepada pemilik, minta maaf pada orang yang disakiti hati bahkan termasuk ghibah.
Di Jakarta selama liburan ini, aku lebih banyak di rumah kakakku, menonton tivi film parabola, dan hanya bisa pergi kalo ada yang antar. Minimal dikasih tau kalo naik angkutan umum yang ini yang itu. Mencoba menikmati liburan, walau di pikiranku sudah ada gambaran pengen belanja sabun dengan basis VCO. Pengen membagikan sampel pada sahabat-sahabat supaya mereka tau manfaat sabun dari bahan alami. Jarak distributor sekitar 20 km dari rumahku pernah iseng kutempuh naik sepeda walau di kilometer 15 aku memutuskan balik karena nabrak maghrib. Tadinya alamatnya di jalan parangtritis pindah ke jalan bantul km 8. Khusus untuk ambil barang pilih naik motor aja deh, nyerah aku kalo naik sepeda ke sana.
Aku bukan tipe yang betah di rumah kelamaan. Aku suka dengan cahaya matahari. Aku suka berolahraga, aku juga suka dengan langit biru. Di sanalah ada misteri tentang 7 langit yang akan membawa amalan kita sampai ke atas. Dan rasanya aku belum banyak melakukan sesuatu untuk dunia. Semampuku sajalah dengan mensuport orang sekitarku agar mereke yang gelisah bisa tenang kembali.
Kalo baca traffic source di statistik blogku ini memang banyak tersirat kegelisahan. Bagaimana cara mengatasi disakiti hati, itu mendominasi dibanding keyword yang lain.
Seringnya aku menghadapi kejadian yang berat, seperti tidak boleh menemui anak kandungku, uang pemberian almarhum !
bapak digunakan untuk merenovasi rumah mantan yang aku tinggal semuanya. Aku balik ke Jogja dalam keadaan minus. Disikapi buruk oleh laki-laki seumurku yang banyak puber lagi padahal sudah beristri. Atau e-mail bernada putus asa butuh support dan jalan keluar. Sayang e-mail mereka terputus, aku jawab lalu tidak ada kabar lagi.
Sekarang ini aku tidak menganggap masalahku berat, justru aku sangat bersyukur akhirnya aku tujuan hidupku. Bukan masalah apakah aku punya pasangan atau jomblo, buatku itu gak penting lagi aku tidak ada obsesi ke sana. Kebahagiaanku terbesar bisa mensupport sahabat-sahabatku yang mempercayaiku. Kalo aku drop aku sendiri juga sesekali kontak minta bantuan support temanku.
Dorongan jiwa, kepuasan batin memang sulit dibandingkan dengan segepok uang.
Kalo ada yang berpendapat pake cadar adalah wajib untuk masuk surga, itu pemahaman sendiri, bukan pemahamanku tentang hidup. Sama-sama belajar memahami Islam dan membaca tafsir Al Qur'an yang sama kalo beda paham sebaiknya jangan menghakimi dan beranggapan dirinya lebih baik. Aku lebih suka membaur dengan lingkungan dan tidak tampak mencolok.
Mendapat kebahagiaan buatku adalah selalu bisa mensyukuri apa yang aku miliki, membuat sekitarku merasa nyaman, bisa mensupport dan membantu orang semampuku, bisa tetap tenang walau dihina, difitnah (beberapa kali gagal mensikapinya tapi mencoba memperbaiki diri), hidup sesuai kebutuhan tidak berlebihan... Dan masih banyak lagi.
Letupan-letupan asmara dari kisah blogger yang kubaca sudah aku lewati. Kebahagiaan kudapat dengan bahagia melihat orang lain bahagia. Menghilangkan dengki, tidak tertarik dengan mobil mewah baru yang dibeli teman, karena rejeki orang masing-masing. Orang kaya punya kelebihan bisa masuk surga kalo menyadari mesti banyak sedekah. Orang tidak kaya mempunyai kesempatan masuk surga lebih cepat dari orang kaya karena hanya sedikit yang dihisab. Baik menjadi orang kaya mau miskin punya kesempatan masuk surga asal mensikapinya dengan bijaksana.
Banyak waktu luang di Jakarta liburan ini banyak membuatku merenung kembali. Apapun yang terjadi padaku dan yang aku miliki sekarang aku mesti bisa mensyukurinya...
Rabu, 04 Juli 2012
Postingan iseng
Dulu aku suka posting dengan Nokia C3, tapi sekarang gagal keluar tulisannya karena tampilan baru dari dashboard blogspot. Dua postingan terakhir gak ada tulisannya. Mau postingan apa nih, kopdar, marah-marah, protes atau cerita ngapain aja di Jakarta...
Aku nungguin temenku hari ini di Citos, dan dia kejebak macet dari kantornya sampe aku mesti nunggu dua jam. Selama nunggu itu aku ngetweet. Ada tweetku tulisannya "Jakarta di mall, penuh bulu mata palsu, rok mini, high heels dan rambut keluaran salon". Maklum akunya yang katrok, pake bulu mata palsu cuman kalo acara khusus kayak tutup tahun, gak setiap kalo ke mall. Rambut juga jarang disalonin. Apalagi yang namanya sendal bisanya make yang datar, pake hak tinggi bawaannya mau jatoh aja.
Siang makan di bakmi GM Pondok Indah Mall, malem makan di rumah makan Thailand Citos. Tiga hari di Jakarta tambah endut ajah. Jadi mikir mau jogging pagi hari atau senam di sore hari abis kerja. Akhirnya mutusin keluarin alat fitnes yang di gudang semacam treadmill gitu. Dan perbaiki pola makan lagi. Alasan gak mau endut adalah, gak mau beli baju banyak-banyak lagi. Dulu awal kerja pusing banget mesti belanja setengah lusin celana, selusin blus... haduuuh. Daripada kesempitan bajunya mending dikurusin badannya.
Pokoknya seneng di Jakarta. Tapi tetep udah punya rencana kalo ke Jogja ngapain, beresin toko online... mau meningkatkan ibadah. Oh iya, sudah mau puasa. Siap mendengarkan Tafsir Al Misbah oleh Quraish Shihab saat sahur. Beli baju lebaran gak ya. Biasanya huntingnya jauh-jauh hari pas banyak diskonan. Aku sih nyantai banget sih, baju buat lebaran juga bukan yang banyak renda, tapi tetep nyari blus nyaman bisa untuk sepedaan dengan harga spesial...Kalo gak sempet beli juga gak pa-pa baju baru gak gitu penting.
Ma kasih buat yang komen ya biarpun tadinya postingan ini kosong... :)
Aku nungguin temenku hari ini di Citos, dan dia kejebak macet dari kantornya sampe aku mesti nunggu dua jam. Selama nunggu itu aku ngetweet. Ada tweetku tulisannya "Jakarta di mall, penuh bulu mata palsu, rok mini, high heels dan rambut keluaran salon". Maklum akunya yang katrok, pake bulu mata palsu cuman kalo acara khusus kayak tutup tahun, gak setiap kalo ke mall. Rambut juga jarang disalonin. Apalagi yang namanya sendal bisanya make yang datar, pake hak tinggi bawaannya mau jatoh aja.
Siang makan di bakmi GM Pondok Indah Mall, malem makan di rumah makan Thailand Citos. Tiga hari di Jakarta tambah endut ajah. Jadi mikir mau jogging pagi hari atau senam di sore hari abis kerja. Akhirnya mutusin keluarin alat fitnes yang di gudang semacam treadmill gitu. Dan perbaiki pola makan lagi. Alasan gak mau endut adalah, gak mau beli baju banyak-banyak lagi. Dulu awal kerja pusing banget mesti belanja setengah lusin celana, selusin blus... haduuuh. Daripada kesempitan bajunya mending dikurusin badannya.
Pokoknya seneng di Jakarta. Tapi tetep udah punya rencana kalo ke Jogja ngapain, beresin toko online... mau meningkatkan ibadah. Oh iya, sudah mau puasa. Siap mendengarkan Tafsir Al Misbah oleh Quraish Shihab saat sahur. Beli baju lebaran gak ya. Biasanya huntingnya jauh-jauh hari pas banyak diskonan. Aku sih nyantai banget sih, baju buat lebaran juga bukan yang banyak renda, tapi tetep nyari blus nyaman bisa untuk sepedaan dengan harga spesial...Kalo gak sempet beli juga gak pa-pa baju baru gak gitu penting.
Ma kasih buat yang komen ya biarpun tadinya postingan ini kosong... :)
Selasa, 03 Juli 2012
Belajar untuk berjiwa besar
Aku belajar untuk berjiwa besar bukan dari buku-buku terjemahan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Misalnya THINK BIG, DON'T SAY YES IF YOU WANT TO SAY NO, dan semacamnya itulah. Malah kemarin aku sempet baca resensi buku yang menyatakan manusia gak butuh refreshing, kalo mau memotivasi diri maka energi akan teru
Aku belajar semuanya hanya dengan selalu mengingat kisah Nabi. Lalu belakangan kisah Wali. Dari mereka semua aku belajar meneladani tentang sikap mereka yang istiqomah dan berjiwa besar. Padahal mereka semua laki-laki yakssss...
Bayangkan saja, Nabi itu hampir tidak pernah berbohong. Nabi Ibrahim 'alaihi sallam berbohong hanya saat mengatakan beliau sakit sehingga punya waktu untuk memenggal berhala. Lalu berbohong lagi mengatakan yang memenggal berhala kecil adalah patung paling besar. Kebohongan ketiga saat istrinya mesti ketemu raja lalim, dan demi keselamatan mengaku bukan suami hanyalah saudaranya.
Sementara jaman sekarang berbohong dengan mudah dilakukan tanpa rasa bersalah. Berkhianat juga banyak tanpa merasa bersalah. Masak pengadaan Al Qur'an saja tega korupsi. Jaman sudah edan tapi gak mau ikutan edan.
Pagi ini di Jakarta aku baca novel keponakanku tentang anak abg cewek jenius yang belajar untuk jadi mata-mata. Digambarkan bahwa mata-mata itu mesti jenius bisa menyelamatkan dunia dengan memetikan bom... Ahhh James Bond banget. Orang barat adalah penyelamat dan orang timur tengah adalah teroris. Aku suka banget nonton film tapi suka sebel kalo ada skenario orang barat adalah pahlawan dan orang timteng teroris.
Menjelang tujuhbelas Agustus ini, yang tiga hari sesudahnya lebaran banyak tulisan berbau cinta Indonesia dengan segala nilai budaya. Ada sedikit pikiran mengganjal tentang istilah Arabisasi. Apa iya orang yang istiqomah mesti berbaju gaya Arab, menghindari tontonan tarian tradisional dan cuman milih musik gambus.
Menuruku itu pilihan hidup, tapi aku tidak setuju kalo istiqomah harus dengan berbaju gaya Arab, kecuali mereka memang keturunan Arab dan nyaman dengan model begitu. Tapi kalo ada yang bilang yang berhak masuk surga hanya yang pake baju gaya jaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam persis pleg kok aku kurang setuju.
Bagaimana dengan para Wali yang mengIslamkan pulau Jawa, merubah secara pelan-pelan kebiasaan masyarakat Jawa yang tadinya suka banget dengan mistik. Sebetulnya sih sampe sekarang cuman lebih tersamar rapi.
Itu pilihan hidup tapi sebaiknya tidak beranggapan bahwa surga hanya bisa diraih oleh manusia yang saking pengen istiqomah mengucilkan diri tidak mau tercemar oleh dunia yang menurutnya rusak. Yang bersosialisasi sewajarnya, punya sopan santun sesuai adat budaya menurutku juga berhak masuk surga.
Manusia yang meninggal khusnul khotimah bisa dilihat dari ciri-cirinya meninggal dengan sangat tenang. Dan seingatku walau menggunakan baju sopan versi Indonesia banyak yang saat meninggal dunia punya ciri-ciri meninggal dunia dengan khusnul khotimah. Di surat Al Hujurat ayat 13 Allah berfirman manusia diciptakan berbangsa-bangsa. Allah tidak suka dengan sesuatu yang berlebih-lebihan.
Orang jujur itu gak akan takut kebuka latar belakangnya. Toh memang tidak suka bohong. Tapi kalo kasus difitnah lain lagi. Biarlah Allah yang membalas semua, tidak hanya di akhirat loh, di dunia juga.
Dan bila ditanya apa jalan hidupku yang cukup unik mau dijadiin novel, ah enggak tertarik ah. Banyak hal yang sulit diceritakan malah bisa jadi salah persepsi. Yah, salah satunya ada blogger sampe tega ngatain aku dukun.
Orang rajin berolahraga juga berjiwa sportif, mau menerima kekalahab, tetap bersahabat walau saat pertandingan sempet ledek-ledekan. Aku lebih suka belajar berjiwa besar dengan berolahraga tidak hanya dengan baca buku tok. Pengagum para atlit yang punya pemikiran dalam tentang hidup dan diamalkan gak cuman teori doang.
Semoga bisa terus belajar untuk berjiwa besar dan mengamalkan deh... Gitu aja, cukup sekian dari uneg-unegku saat ini...
Aku belajar semuanya hanya dengan selalu mengingat kisah Nabi. Lalu belakangan kisah Wali. Dari mereka semua aku belajar meneladani tentang sikap mereka yang istiqomah dan berjiwa besar. Padahal mereka semua laki-laki yakssss...
Bayangkan saja, Nabi itu hampir tidak pernah berbohong. Nabi Ibrahim 'alaihi sallam berbohong hanya saat mengatakan beliau sakit sehingga punya waktu untuk memenggal berhala. Lalu berbohong lagi mengatakan yang memenggal berhala kecil adalah patung paling besar. Kebohongan ketiga saat istrinya mesti ketemu raja lalim, dan demi keselamatan mengaku bukan suami hanyalah saudaranya.
Sementara jaman sekarang berbohong dengan mudah dilakukan tanpa rasa bersalah. Berkhianat juga banyak tanpa merasa bersalah. Masak pengadaan Al Qur'an saja tega korupsi. Jaman sudah edan tapi gak mau ikutan edan.
Pagi ini di Jakarta aku baca novel keponakanku tentang anak abg cewek jenius yang belajar untuk jadi mata-mata. Digambarkan bahwa mata-mata itu mesti jenius bisa menyelamatkan dunia dengan memetikan bom... Ahhh James Bond banget. Orang barat adalah penyelamat dan orang timur tengah adalah teroris. Aku suka banget nonton film tapi suka sebel kalo ada skenario orang barat adalah pahlawan dan orang timteng teroris.
Menjelang tujuhbelas Agustus ini, yang tiga hari sesudahnya lebaran banyak tulisan berbau cinta Indonesia dengan segala nilai budaya. Ada sedikit pikiran mengganjal tentang istilah Arabisasi. Apa iya orang yang istiqomah mesti berbaju gaya Arab, menghindari tontonan tarian tradisional dan cuman milih musik gambus.
Menuruku itu pilihan hidup, tapi aku tidak setuju kalo istiqomah harus dengan berbaju gaya Arab, kecuali mereka memang keturunan Arab dan nyaman dengan model begitu. Tapi kalo ada yang bilang yang berhak masuk surga hanya yang pake baju gaya jaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam persis pleg kok aku kurang setuju.
Bagaimana dengan para Wali yang mengIslamkan pulau Jawa, merubah secara pelan-pelan kebiasaan masyarakat Jawa yang tadinya suka banget dengan mistik. Sebetulnya sih sampe sekarang cuman lebih tersamar rapi.
Itu pilihan hidup tapi sebaiknya tidak beranggapan bahwa surga hanya bisa diraih oleh manusia yang saking pengen istiqomah mengucilkan diri tidak mau tercemar oleh dunia yang menurutnya rusak. Yang bersosialisasi sewajarnya, punya sopan santun sesuai adat budaya menurutku juga berhak masuk surga.
Manusia yang meninggal khusnul khotimah bisa dilihat dari ciri-cirinya meninggal dengan sangat tenang. Dan seingatku walau menggunakan baju sopan versi Indonesia banyak yang saat meninggal dunia punya ciri-ciri meninggal dunia dengan khusnul khotimah. Di surat Al Hujurat ayat 13 Allah berfirman manusia diciptakan berbangsa-bangsa. Allah tidak suka dengan sesuatu yang berlebih-lebihan.
Orang jujur itu gak akan takut kebuka latar belakangnya. Toh memang tidak suka bohong. Tapi kalo kasus difitnah lain lagi. Biarlah Allah yang membalas semua, tidak hanya di akhirat loh, di dunia juga.
Dan bila ditanya apa jalan hidupku yang cukup unik mau dijadiin novel, ah enggak tertarik ah. Banyak hal yang sulit diceritakan malah bisa jadi salah persepsi. Yah, salah satunya ada blogger sampe tega ngatain aku dukun.
Orang rajin berolahraga juga berjiwa sportif, mau menerima kekalahab, tetap bersahabat walau saat pertandingan sempet ledek-ledekan. Aku lebih suka belajar berjiwa besar dengan berolahraga tidak hanya dengan baca buku tok. Pengagum para atlit yang punya pemikiran dalam tentang hidup dan diamalkan gak cuman teori doang.
Semoga bisa terus belajar untuk berjiwa besar dan mengamalkan deh... Gitu aja, cukup sekian dari uneg-unegku saat ini...
Senin, 02 Juli 2012
Vacuum cleaner dosa
Kalo ada yang pernah sakit hati atau sedih karena difitnah atau dimaki-maki orang, gak usah risau karena dosa kita disedot oleh orang yang menyakiti hati kita.
Pembicaraanku dengan seorang sahabatku, aku cerita bahwa seorang yang beriman sungguh-sungguh, tidak hanya mengaku-aku, maka akan berusaha tidak menyakiti hati orang lain. Berusaha tidak berbohong sekalipun cuman lebay, dan berusaha menepati janji.
Janji adalah hutang, bila tidak ditepati janji itu akan menghambat perjalanan menuju alam barzakh. Kalo lupa gimana, selama yang dihutangi sudah mengikhlaskan itu akan mempermudah perjalanan ke alam barzakh. Orang yang banyak hutangnya kuburannya akan sempit dan yang banyak membantu orang lain kuburannya akan lapang.
Sebetulnya menjalani hidup sesuai teori itu mudah saja. Jadi orang baik, banyak membantu orang lain, berteman dengan siapa saja, tapi itu hanya sebatas teori. Misalnya aku cuman mengkritik blogger yang tanpa sadar menuliskan putus asa dengan pendapatannya langsung diblokir di Facebook. Atau mengingatkan seorang blogger yang terobsesi dengan pernikahan beranggapan akan membuatnya langsung bahagia diunfollow di Twitter. Atau mengingatkan seorang blogger untuk tidak mengamalkan kitab yang ada amalan syirik malah difitnah aku seorang dukun. Gak sadar ceplosan asal dan sikap spontan untuk memusuhi itu panjang sekali pertanggungjawabannya di akhirat. Dukun itu adalah manusia yang berkolaborasi dengan setan, jadi bila ucapannya itu salah berarti memfitnah. Dan bagaimana dosa memfitnah, sampai aku takut membayangkan, sudah kategori menzalimi yang berarti dipercepat siksa dunia dan tersimpan di neraka. Cuman menghina secara fisik aja sudah berdosa apalagi menuduh berkolaborasi dengan setan. Biasalah dunia suka kebolak-balik banyak maling teriak maling. Dan seorang maling itu bahkan tidak sadar dirinya maling, ada yang sibuk bekoar-koar dirinya orang suci padahal banyak melakukan ritual aneh makanya dijauhi banyak orang. Eh, masih gak sadar juga malah sibuk bikin pembenaran.
Orang yang difitnah, dituduh, disakiti hati, diambil haknya, termasuk dizalimi. Keuntungan orang yang dizalimi itu apa, do'a orang dizalimi dikabulkan Allah, dosanya ibarat disedot oleh yang menzalimi. Jadi orang-orang yang suka menyakiti hati, menuduh, memfitnah, berkata kasar, memutuskan hubungan entah pertemanan atau persaudaraan, tanpa sadar mereka adalah vacuum cleaner dosa. Gak peduli gayanya mirip orang alim, bicaranya super bijak dan pengetahuannya kayak ensiklopedia. Keliatan banget kok orang-orang gitu, melakukan ritual aneh, tidak mau dikritik, dan kalo berdiskusi lebih banyak menyerocos mengungkapkan teori berjibun tapi lupa dengan hati yang bersih. Karena bila memang bersungguh-sungguh membersihkan hati, alarm di batin ini akan sensitif, sadar bila melakukan kesalahan. Lalu banyak beristighfar dan berusaha minta maaf semampunya. Minta maaf itu perbuatan orang berjiwa besar tapi gimana rasanya kalo sudah berusaha minta maaf orangnya malah cari dukungan untuk memusuhi, ah orang model gitu banyak, aku sering digituin.
Bila takut berbuat dosa barangkali milih untuk mengurung diri sajalah di rumah. Sibuk berdoa minta surga pada Allah. Apa iya sih wanita sholehah adalah yang total mengurung diri di rumah. Itu pilihan hidup, kalo aku milih untuk bersosialisasi selama budaya di Indonesia tidak menganggap berlebihan. Katanya firman Allah mutlak untuk seluruh umat manusia. Wooooy, kalo baca Al Qur'an baca juga latar belakang cerita turunnya ayat atau asbabun nuzul. Setiap hadits juga ada latar belakang ceritanya, bukan asal dijalankan mentah-mentah, akhirnya itu kembali pada pilihan hidup. Manusia bertakwa adalah yang mendirikan shalat dan memberikan sedekah, jadi bersosialisasi juga penting. Menurutku sih, manusia terbaik adalah yang bermanfaat bagi orang lain, dan itu untuk laki-laki dan perempuan tanpa kecuali.
Mau milih bergaya Rasulullah jaman dulu boleh, resikonya pergaulan jadi terbatas. Mau modern kayak gaya orang barat lebih berbahaya lagi, bisa jadi pake bikini kalo berenang atau berjalan di sepanjang pantai, atau difoto untuk keperluan kalender atau majalah pria dewasa. Tapi aku milih bersosialisasi sesuai kultur budaya Indonesia yang konon ramah-tamah, tidak banyak kasus perkosaan TKW kayak di Arab walau wanita di Indonesia banyak pake baju yang trendy, modis, baik berkerudung atau tidak. Perkosaan hanyalah oknum atau kasus tertentu.
Memilih gaya hidup seperti apa itu semua mendapat resikonya masing-masing. Kalo berbaju muslimah tapi ketat bentuk tubuh kelihatan kalo ada laki-laki mempelototi sampe berpikiran gak senonoh ya itu resiko sendiri, kan udah ngaca dan beli baju ketat emang sengaja kan biar bentuk tubuh kelihatan jelas.Tepatnya yang berbaju muslimah tapi ketat memang sengaja pamer tubuh dan kerudung adalah hanya asesori pemanis saja.
Banyak sekali salah kaprah di kehidupan ini, termasuk aku masih belajar terus. Belajar hidup menyesuaikan lingkungan, belajar agar punya profesi yang bermanfaat bagi orang lain, belajar untuk meluruskan hidup, belajar untuk berjiwa besar, belajar sabar, belajar untuk hidup semata mengharap ridho Allah.
Apa gunanya mempertahankan ego, apa gunanya hidup untuk mempertahankan harga diri, apa gunanya hidup kalo muter-muter dalam suatu masalah tidak mau keluar untuk menjadi lebih baik. Difokuskan untuk bermanfaat bagi orang sekelilingku sajalah mengurangi perbuatan yang bisa membuatku jadi vacuum cleaner dosanya orang lain. Kalo ada yang menzalimi, yah itung-itung dosaku disedot teruuuuus, disyukuri sajalah. Apalagi sudah berusaha minta maaf gak ada respon...
Pembicaraanku dengan seorang sahabatku, aku cerita bahwa seorang yang beriman sungguh-sungguh, tidak hanya mengaku-aku, maka akan berusaha tidak menyakiti hati orang lain. Berusaha tidak berbohong sekalipun cuman lebay, dan berusaha menepati janji.
Janji adalah hutang, bila tidak ditepati janji itu akan menghambat perjalanan menuju alam barzakh. Kalo lupa gimana, selama yang dihutangi sudah mengikhlaskan itu akan mempermudah perjalanan ke alam barzakh. Orang yang banyak hutangnya kuburannya akan sempit dan yang banyak membantu orang lain kuburannya akan lapang.
Sebetulnya menjalani hidup sesuai teori itu mudah saja. Jadi orang baik, banyak membantu orang lain, berteman dengan siapa saja, tapi itu hanya sebatas teori. Misalnya aku cuman mengkritik blogger yang tanpa sadar menuliskan putus asa dengan pendapatannya langsung diblokir di Facebook. Atau mengingatkan seorang blogger yang terobsesi dengan pernikahan beranggapan akan membuatnya langsung bahagia diunfollow di Twitter. Atau mengingatkan seorang blogger untuk tidak mengamalkan kitab yang ada amalan syirik malah difitnah aku seorang dukun. Gak sadar ceplosan asal dan sikap spontan untuk memusuhi itu panjang sekali pertanggungjawabannya di akhirat. Dukun itu adalah manusia yang berkolaborasi dengan setan, jadi bila ucapannya itu salah berarti memfitnah. Dan bagaimana dosa memfitnah, sampai aku takut membayangkan, sudah kategori menzalimi yang berarti dipercepat siksa dunia dan tersimpan di neraka. Cuman menghina secara fisik aja sudah berdosa apalagi menuduh berkolaborasi dengan setan. Biasalah dunia suka kebolak-balik banyak maling teriak maling. Dan seorang maling itu bahkan tidak sadar dirinya maling, ada yang sibuk bekoar-koar dirinya orang suci padahal banyak melakukan ritual aneh makanya dijauhi banyak orang. Eh, masih gak sadar juga malah sibuk bikin pembenaran.
Orang yang difitnah, dituduh, disakiti hati, diambil haknya, termasuk dizalimi. Keuntungan orang yang dizalimi itu apa, do'a orang dizalimi dikabulkan Allah, dosanya ibarat disedot oleh yang menzalimi. Jadi orang-orang yang suka menyakiti hati, menuduh, memfitnah, berkata kasar, memutuskan hubungan entah pertemanan atau persaudaraan, tanpa sadar mereka adalah vacuum cleaner dosa. Gak peduli gayanya mirip orang alim, bicaranya super bijak dan pengetahuannya kayak ensiklopedia. Keliatan banget kok orang-orang gitu, melakukan ritual aneh, tidak mau dikritik, dan kalo berdiskusi lebih banyak menyerocos mengungkapkan teori berjibun tapi lupa dengan hati yang bersih. Karena bila memang bersungguh-sungguh membersihkan hati, alarm di batin ini akan sensitif, sadar bila melakukan kesalahan. Lalu banyak beristighfar dan berusaha minta maaf semampunya. Minta maaf itu perbuatan orang berjiwa besar tapi gimana rasanya kalo sudah berusaha minta maaf orangnya malah cari dukungan untuk memusuhi, ah orang model gitu banyak, aku sering digituin.
Bila takut berbuat dosa barangkali milih untuk mengurung diri sajalah di rumah. Sibuk berdoa minta surga pada Allah. Apa iya sih wanita sholehah adalah yang total mengurung diri di rumah. Itu pilihan hidup, kalo aku milih untuk bersosialisasi selama budaya di Indonesia tidak menganggap berlebihan. Katanya firman Allah mutlak untuk seluruh umat manusia. Wooooy, kalo baca Al Qur'an baca juga latar belakang cerita turunnya ayat atau asbabun nuzul. Setiap hadits juga ada latar belakang ceritanya, bukan asal dijalankan mentah-mentah, akhirnya itu kembali pada pilihan hidup. Manusia bertakwa adalah yang mendirikan shalat dan memberikan sedekah, jadi bersosialisasi juga penting. Menurutku sih, manusia terbaik adalah yang bermanfaat bagi orang lain, dan itu untuk laki-laki dan perempuan tanpa kecuali.
Mau milih bergaya Rasulullah jaman dulu boleh, resikonya pergaulan jadi terbatas. Mau modern kayak gaya orang barat lebih berbahaya lagi, bisa jadi pake bikini kalo berenang atau berjalan di sepanjang pantai, atau difoto untuk keperluan kalender atau majalah pria dewasa. Tapi aku milih bersosialisasi sesuai kultur budaya Indonesia yang konon ramah-tamah, tidak banyak kasus perkosaan TKW kayak di Arab walau wanita di Indonesia banyak pake baju yang trendy, modis, baik berkerudung atau tidak. Perkosaan hanyalah oknum atau kasus tertentu.
Memilih gaya hidup seperti apa itu semua mendapat resikonya masing-masing. Kalo berbaju muslimah tapi ketat bentuk tubuh kelihatan kalo ada laki-laki mempelototi sampe berpikiran gak senonoh ya itu resiko sendiri, kan udah ngaca dan beli baju ketat emang sengaja kan biar bentuk tubuh kelihatan jelas.Tepatnya yang berbaju muslimah tapi ketat memang sengaja pamer tubuh dan kerudung adalah hanya asesori pemanis saja.
Banyak sekali salah kaprah di kehidupan ini, termasuk aku masih belajar terus. Belajar hidup menyesuaikan lingkungan, belajar agar punya profesi yang bermanfaat bagi orang lain, belajar untuk meluruskan hidup, belajar untuk berjiwa besar, belajar sabar, belajar untuk hidup semata mengharap ridho Allah.
Apa gunanya mempertahankan ego, apa gunanya hidup untuk mempertahankan harga diri, apa gunanya hidup kalo muter-muter dalam suatu masalah tidak mau keluar untuk menjadi lebih baik. Difokuskan untuk bermanfaat bagi orang sekelilingku sajalah mengurangi perbuatan yang bisa membuatku jadi vacuum cleaner dosanya orang lain. Kalo ada yang menzalimi, yah itung-itung dosaku disedot teruuuuus, disyukuri sajalah. Apalagi sudah berusaha minta maaf gak ada respon...
Minggu, 01 Juli 2012
Yang lurus-lurus saja
Perbincanganku dengan teman baruku yang kenalan lewat e-mail memang heboh banget. Dari abis Maghrib nyampe toko ampir tutup setengah sepuluh.
Sepakat sih kalo pengen menjalankan Islam yang lurus-lurus saja gak aneh-aneh. Emang ada yang aneh-aneh... Yah, yang ibadah tapi tidak ada aturannya di Al Qur'an dan hadits. Jadi ingat perbincanganku dengan sahabatku temenku diskusi dari abis Maghrib sampe jan 2 malem. Waaah, heboh banget ceritanya. Banyak pemahaman baru tentang hidup.
Aku sih hanya berusaha meluruskan hidupku, di jalan yang lurus. Seperti di surat Al Fatehah, ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus yaitu jalan bagi mereka yang kau beri nikmat bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan pula yang tersesat. Lah, terus kalo banyak pemahaman Islam lalu yang bener mana? Selama mengikuti Al Qur'an dan hadits semua benar. Paling berbahaya kalo sudah mengarah ke arah syirik akan menimbulkan kekuatan besar tapi salah jalan.
Bersyukur aku berada di lingkungan Islami, dan tidak banyak ritual aneh-aneh. Shalat sendiri juga perlu dilatih gerakannya yang benar akan membuat kita sehat.
Pengalaman hidupku sih lebih baik kena teguran sekarang untuk meluruskan daripada lalai terus-menerus, dan akhirnya sakit atau mati secara mengenaskan. Soalnya setelah aku pelajari ada yang bersikap eksklusif.
Tadi percakapan dengan temenku ngebrolnya gini"Kenapa gak semua dapat hidayah". Yah, menurutku hidayah adalah yang mau berusaha meluruskan hatinya. Yang suka cari jalan pintas tidak hanya dibisikin setan tapi juga teken kontrak dengan setan. Kadang orang yang teken kontrak dengan setan wujudnya seperti manusia alim padahal setelah dicermati adalah setan berwujud manusia. Itulah makan kenapa tulisan kafir di dajjal hanya bisa dibaca orang beriman sekalipun tidak bisa baca sekalipunM
Tadi aku bilang, kadang mendapat teguran dari Allah malah lebih baik dibanding dimudahkan Allah tapi saking semuanya mudah saat meninggal lalai... Makanya masalah agama lebih baik siap menerima kritikan dari sahabat yang kita percayai supaya tetap lurus, atau guru yang istiqomah bukan yang ajarin hal yang aneh-aneh.
Semoga selalu ditunjukkan jalan yang lurus oleh Allah. Aamiin...
Sepakat sih kalo pengen menjalankan Islam yang lurus-lurus saja gak aneh-aneh. Emang ada yang aneh-aneh... Yah, yang ibadah tapi tidak ada aturannya di Al Qur'an dan hadits. Jadi ingat perbincanganku dengan sahabatku temenku diskusi dari abis Maghrib sampe jan 2 malem. Waaah, heboh banget ceritanya. Banyak pemahaman baru tentang hidup.
Aku sih hanya berusaha meluruskan hidupku, di jalan yang lurus. Seperti di surat Al Fatehah, ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus yaitu jalan bagi mereka yang kau beri nikmat bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan pula yang tersesat. Lah, terus kalo banyak pemahaman Islam lalu yang bener mana? Selama mengikuti Al Qur'an dan hadits semua benar. Paling berbahaya kalo sudah mengarah ke arah syirik akan menimbulkan kekuatan besar tapi salah jalan.
Bersyukur aku berada di lingkungan Islami, dan tidak banyak ritual aneh-aneh. Shalat sendiri juga perlu dilatih gerakannya yang benar akan membuat kita sehat.
Pengalaman hidupku sih lebih baik kena teguran sekarang untuk meluruskan daripada lalai terus-menerus, dan akhirnya sakit atau mati secara mengenaskan. Soalnya setelah aku pelajari ada yang bersikap eksklusif.
Tadi percakapan dengan temenku ngebrolnya gini"Kenapa gak semua dapat hidayah". Yah, menurutku hidayah adalah yang mau berusaha meluruskan hatinya. Yang suka cari jalan pintas tidak hanya dibisikin setan tapi juga teken kontrak dengan setan. Kadang orang yang teken kontrak dengan setan wujudnya seperti manusia alim padahal setelah dicermati adalah setan berwujud manusia. Itulah makan kenapa tulisan kafir di dajjal hanya bisa dibaca orang beriman sekalipun tidak bisa baca sekalipunM
Tadi aku bilang, kadang mendapat teguran dari Allah malah lebih baik dibanding dimudahkan Allah tapi saking semuanya mudah saat meninggal lalai... Makanya masalah agama lebih baik siap menerima kritikan dari sahabat yang kita percayai supaya tetap lurus, atau guru yang istiqomah bukan yang ajarin hal yang aneh-aneh.
Semoga selalu ditunjukkan jalan yang lurus oleh Allah. Aamiin...
Di Jakarta
Sampe Jakarta ngapain? Nanya kolam renang terdekat soalnya di Jogja gak ada waktu buat berenang. Telpon ke beberapa orang, dan SMS janjian ketemuan dengan temen baru kenal di email, penulis Kompasianan yang rumahnya di Depok.
Alhamdulillah, perjalanan lancar biarpun di tivi ada tayangan kalo di Puncak macet banget. Sudah nyiapain kaos kaki dan jaket bertudung mau shalat di mobil kalo supirnya gak mau brenti buat shalat Shubuh. Alhamdulillah sebelahku 2 ibu yang ngedukung untuk minta pak supir brenti untuk shalat Shubuh. Ada penumpang lain juga minta berhenti kebelet pipis. Jadi sekitar jam 5 shubuh mobil travel brenti di pom bensin ada yang shalat ada yang pipis.
Sempet baca tulisan di Kompas Minggu berjudul Keluar dari zona nyaman. Disebut kakak kelasku di situ yang tadinya gajinya tahun 90an 20 juta sebulan milih jadi pengajar yoga dan baca kartu tarot trus tinggal di Bali.
Biasanya sih aku baca Republika, adanya Kompas ya udah, itu yang kubaca. Trus juga ada kisah orang yang memilih jadi pengusaha dibanding karyawan.
Pendapatku ya... Semua orang punya dorongan jiwa masing-masing. Menjadi gurupun adalah dorongan jiwa, jadi tidak memasalahkan gaji tapi kepuasan batin. Mirip almarhum Bapakku yang dosen. Rejeki bisa jadi manaaaa aja. Sebaiknya jangan menolak rejeki deh. Dan lebih penting lagi merasa cukup atau qona'ah.
Semoga semua lancar sampe tanggal 8 kopdar dengan teman-teman blogger. Dibelain beli baju baru #halah. Soalnya #alesan hehehe... Sudah lama gak beli baju beneran. Berhubung sebelum berangkat dapet arisan, yah beli baju yang harganya miring di mall deket rumah. Lagi mikiiiiir, pake dandan gak ya, lupa caranya dandan tuh, cuman punya lipstik satu beli juga taun lalu, hahahaha... Mohon maklum ya ini bener-bener ketidakpedhean dan kegalauan cewek tomboy. Kalo disuruh pake rok masih nyerah, suka kesrimpet-srimpet.
Pokoknya ntar dicritain deh plus fotonya, kecuali yang request gak pake foto...
Alhamdulillah, perjalanan lancar biarpun di tivi ada tayangan kalo di Puncak macet banget. Sudah nyiapain kaos kaki dan jaket bertudung mau shalat di mobil kalo supirnya gak mau brenti buat shalat Shubuh. Alhamdulillah sebelahku 2 ibu yang ngedukung untuk minta pak supir brenti untuk shalat Shubuh. Ada penumpang lain juga minta berhenti kebelet pipis. Jadi sekitar jam 5 shubuh mobil travel brenti di pom bensin ada yang shalat ada yang pipis.
Sempet baca tulisan di Kompas Minggu berjudul Keluar dari zona nyaman. Disebut kakak kelasku di situ yang tadinya gajinya tahun 90an 20 juta sebulan milih jadi pengajar yoga dan baca kartu tarot trus tinggal di Bali.
Biasanya sih aku baca Republika, adanya Kompas ya udah, itu yang kubaca. Trus juga ada kisah orang yang memilih jadi pengusaha dibanding karyawan.
Pendapatku ya... Semua orang punya dorongan jiwa masing-masing. Menjadi gurupun adalah dorongan jiwa, jadi tidak memasalahkan gaji tapi kepuasan batin. Mirip almarhum Bapakku yang dosen. Rejeki bisa jadi manaaaa aja. Sebaiknya jangan menolak rejeki deh. Dan lebih penting lagi merasa cukup atau qona'ah.
Semoga semua lancar sampe tanggal 8 kopdar dengan teman-teman blogger. Dibelain beli baju baru #halah. Soalnya #alesan hehehe... Sudah lama gak beli baju beneran. Berhubung sebelum berangkat dapet arisan, yah beli baju yang harganya miring di mall deket rumah. Lagi mikiiiiir, pake dandan gak ya, lupa caranya dandan tuh, cuman punya lipstik satu beli juga taun lalu, hahahaha... Mohon maklum ya ini bener-bener ketidakpedhean dan kegalauan cewek tomboy. Kalo disuruh pake rok masih nyerah, suka kesrimpet-srimpet.
Pokoknya ntar dicritain deh plus fotonya, kecuali yang request gak pake foto...
Langganan:
Komentar (Atom)











