Rabu, 30 November 2011

Belajar tentang Metafisika

Sebetulnya aku sama sekali gak ngerti soal metafisika. Gara-gara aku bergabung dengan grup Facebook yang membahas Metafisika, jadilah aku mencoba mencari tau soal apa sih Metafisika itu. Terlalu rumit ternyata definisi ilmu metafisika ini. Ada tulisan yang menyatakan metafisika adalah bagian dari filsafat. Begini begitulah, panjaaang. Tapi ujung-ujungnya ternyata ke arah gaib.

Apakah aku sudah masuk ke ranah gaib? Lucunya sama sekali gak ngerasa. Biasa-biasa aja, masih menapak dengan tanah. Hanya saja mencoba memahami, menggabungkan dengan yang pernah kubaca lalu kukonsultasikan dengan teman dekat yang kupercayai lebih paham itu.

Mungkin sedikit bingung adalah, misalnya kalo nulis, tulisannya mengalir sendiri begini begitu. Konon kata orang semua itu adalah intuisi, otak kanan. Dari mana munculnya kemampuan otak kanan itu, ternyata waktu aku lagi sedih banget, pertengahan tahun 2009 adikku mengirimi aku buku Quantum Ikhlas, dan ada sisipan compact disc yang memperdengarkan gelombang alpha. Saat itulah petualanganku tentang metafisika dimulai.

Macam-macam sih orang mendapatkan pencerahan, ada yang melalui ESQ misalnya. Aku... hmmm... yang paling seru seperti mendapatkan gambaran cerita Nabi. Misalnya, banyak diceritakan bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam itu keluar rumah lalu orang-orang di sekitar rumah beliau kayak disirep. Atau ada pembunuh mengejar tapi kudanya terus-menerus terperosok. Atau ada lagi sarang laba-laba ada di depan gua. Sepertinya mistik banget kisah hijrah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam itu. Tapi yang muncul dibenakku, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam berbincang membuat strategi dengan sahabat-sahabat beliau. Yang beliau lakukan bukan spontan, seperti Harry Potter dengan tongkat ajaib, tapi salah satu sifat beliau yaitu fathonah, berusaha berpikir secara logika dan mencari solusi. Saat ada sarang laba-laba muncul beliau bersembunyi di suatu gua, bila musuh menengok sedikit saja ke bawah gua, akan tampak Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Memang jadi sulit bila bercerita dengan seorang teman yang gak paham. Misalnya aku bilang begini, ada temenku mencoba kontak denganku tapi dibungkam sisi gelap dari pikirannya. Dikatain beberapa orang temen ngapain aku  ngurusin orang, susah mencoba ngasih tau ke orang lain bahwa wajahnya muncul di depanku dalam ekspresi minta tolong. Lalu kemudian setelah muncul blognya yang ada kalimat di about me "ingin menjadi bijak tapi gagal". Ya sudah, aku mikir dia sudah memilih jalan hidupnya memberi kesempatan sisi gelapnya menang. Walaupun diskusiku dengan seorang temanku yang mengikuti tulisannya bilang, ada tulisannya yang keliru tentang mati syahid. Di blog temenku yang konon gagal jadi bijak ini dikatakan bahwa ada seseorang yang sangat terkenal mati syahid, sementara di blog sobatku tempat aku bertukar pikiran menyatakan orang ini tidak lebih adalah antek konspirasi. Mana yang benar coba, wallahu a'lam.

Sebetulnya banyak membaca Al Qur'an dan hadits serta berusaha membersihkan hati akan membuat otak kanan aktif. Kayak Uje menggambarkan, kalo kita bisa hapal banyak lagu yang dinyanyiin penyanyi terkenal, kenapa gak nyoba menghapalkan ayat Al Qur'an dan tafsir, atau hadits. Tanda-tanda alam akan lebih mudah kita baca, walau tidak selalu menyenangkan.

Seorang temenku cowok yang sudah aku remove di Facebook, kalo kirim inbox gak aku bales, sama saja SMS juga aku diamin, masih aja nekat datang ke rumah dan bilang bahwa aku menjudge dia orang jahat padahal dia orang baik. Dia mencoba menekan aku bahwa banyak tindakanku yang salah. Kenapa aku banyak dijauhi teman, itu jadi senjatanya. Terus terang aku mau jelasin mencari ridho Allah juga dia gak akan paham. Jadi aku sudah gak peduliian soal ridho teman-temanku. Kalo mereka menjauh karena dianggap Islam ekstrimis ya berarti mereka yang putusin hubungan pertemanan ngapain aku bikin pusing. Toh Islam mengajarkan untuk berteman hanya pada yang shaleh saja.

Dan akhirnya dari temen gaje ini muncul statemen mirip orang atheis yang nanya "kalo orang bercerai berarti Allah yang memisahkan mereka, terus apa maksud cinta yang dipersatukan Allah". Atau "bagaimana ada maling yang membaca al Fatehah agar nyolongnya lancar". Atau ini lagi "tidak usah nulis tentang Islam di status Facebook, mending di forum tertentu saja". Atau adalagi nih "tidak terikat duniawi berarti gak butuh duit gitu ya". Menurutku ini orang gak tau diri banget, jelas-jelas aku sudah menyatakan sikap gak terima telpon, SMS, remove di Facebook masih ngotot ngacak-ngacak logika dari ajaran Islam yang aku pahami.

Ada lagi seorang kenalan yang nulis di about me blognya ingin meninggal khusnul khotimah, ngotot bilang ke aku bahwa dia menderita jadi ingin katakanlah berobat ke dukun. Masak gak boleh kalo udah darurat katanya. Aku mencoba nelpon dia, SMS dia berkali-kali jangan lakukan itu. Tapi gak ada jawaban ya sudahlah... kayaknya dia nekat mau cari pengobatan ke dukun, yang sulit dipertanggungjawabkan bila nyemplung bisa batal syahadatnya. Sudah tau ajaran Islam yang benar, dilanggar karena menderita, sama saja mempermainkan, dan ada ayat Al Qur'an menyatakan, tidak usah minta maaf, karena Allah tidak akan mengampuni.

Kepekaan tentang ajaran Islam muncul karena aku mencoba menuliskan tentang nilai-nilai yang terkandung dalam Al Qur'an dan hadits. Semakin banyak tulisan, akan semakin peka, jadi ngapain takut dengan omongan orang supaya membahas tentang Islam di forum khusus. Kan kita mempertanggungjawabkan hidup kita pada Allah, biarin teman sibuk makan enak, pake baju bagus, jalan-jalan keluar negri untuk shopping, semua hal yang tidak akan kita bawa ke akhirat. Aku menulis tentang Islam dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya agar bisa dibaca yang membutuhkan.

Metafisika itu memang cenderung membahas sesuatu yang tidak nampak, kasat mata. Pembicaraan dengan teman-temanku yang sudah jauh lebih pintar memang underground, tidak akan dibahas di forum umum. Misalnya bagaimana menjelaskan bahwa ada seseorang mempunyai kemampuan interdimensional, bisa membayangkan apa yang terjadi puluhan ribu tahun yang lalu. Bahwa tidak ada evolusi, malah jaman dulu itu peradabannya sudah maju. Perang Ramayana dan Mahabarata itu para jagoannya sudah naik kendaraan yang bisa terbang dan menembakkan peluru nuklir yang sisa radioaktifnya masih tersisa di India. Atau piramida yang lebih tua dari di Mesir ada di Indonesia, belum lagi kerajaan Atlantis yang berada di samudera. Sebelum ada ahli arkeologi mendapatkan reruntuhan, orang yang punya kemampuan interdimensional sudah jauh-jauh hari bercerita tentang hal itu. Dengan metafisika, mata pelajaran tentang sejarah, biologi, IPA yang kita pahami selama ini bisa berubah total.

Mempelajari Metafisika memang bisa menjadikan kecanduan bila merasuk terlalu dalam. Bisa menjadikan seseorang jadi sombong, melupakan kalimat untuk ke surga Laa haula wala quwwata illah billah. Dipikirnya kekuatan otaknya bisa membongkar misteri, padahal semua hal itu karena Allah. Kemampuan interdimensional harusnya dibarengi dengan kecerdasan spiritual, dan menjalani syariat agama. Banyak yang karena kemampuan lebih ini jadi malas melakukan syariat, ada kepercayaan tertanam di otaknya bahwa mereka sudah paham tanpa harus berdoa, jadi merasa gak perlu berdoa lagi. Jadi mesti hati-hati sajalah dengan metafisika ini...

Selasa, 29 November 2011

Konspirasi menyambut fitnah dajjal

Ada blog khusus yang hanya membahas tentang dajjal. Aku pernah membaca semua postingannya. Tentunya dengan ayat Al Qur'an dan hadits yang membahas itu semua. Ini linknya Dajjal al Masih

Lalu kemarin aku nonton serangkaian video tentang konspirasi. Ini berkaitan dengan kitab suci Taurat, Injil dan Al Qur'an. Linknya di sini  Peluncuran Videoblog Wake Up Project Indonesia.  Sebetulnya ketiga kitab suci ini berkaitan, hanya saja mana yang kita yakini bahwa yang sampai ke jaman sekarang masih tidak berubah seperti saat firman Allah ini diturunkan dalam bentuk wahyu kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Semua penganut agama merasa yakin bahwa kitab sucinya benar adanya. Menurutku sih, semua agama mengajarkan kebaikan, bukan permusuhan, jadi nilai-nilai kebaikan itu bila diserap dan diamalkan saat di akhirat mereka berhak berbaris di belakang Nabi mereka masing-masing.

Tapi banyak kitab suci yang pemahamannya diselewengkan. Termasuk Al Qur'an sendiri. Misalnya Muhammadiyah mencoba menghindari bid'ah, sedangkan NU menjalankan bid'ah yang disebutnya bid'ah hasanah demi kebaikan. Jadi sebetulnya siapa yang benar? Selama aturan dari hadits dan Al Qur'an lebih diutamakan, itulah yang benar. Yang lainnya hanyalah sekedar tradisi, atau ilmu dari manusia ya diturunkan. Selama tidak menyimpang dari Al Qur'an dan hadits tentu saja bisa diterima, tapi bila petunjuk dari Al Qur'an dan hadits tidak diprioritaskan maka beresiko yang dilakukan itu malah membatalkan syahadat.

Selama nilai kebaikan ajaran agama diserap dan diamalkan pasti Allah akan memberi pahala untuk timbangan kebaikan di akhirat. Masalahnya dunia sekarang ini kebanyakan orang muter-muter saja, cari uang lalu bersenang-senang. Kata mereka memangnya tidak boleh menikmati hidup. Mendekatkan diri pada Allah akan mendapatkan kebahagiaan yang jauh lebih nikmat, ditambah akan mendapat kebaikan di akhirat.

Pada menjelang akhir jaman, fitnah dajjal akan muncul, tapi akan diturunkan Nabi Isa 'alaihi sallam yang akan membunuh dajjal dan mematahkan salib. Kemudian tiba masa kejayaan Islam. Setelah itu semua manusia beriman meninggal dunia, bumi hanya ditinggali manusia yang biadab, saat itulah terjadi kiamat.

Konspirasi tentang menyambut fitnah dajjal sudah mulai terkuak, dan hanya lewat internet atau selebaran. Bila ditulis secara nyata di majalah atau surat kabar dianggap meresahkan masyarakat.

Tapi kita sebagai manusia beriman harusnya tidak terpengaruh hati kita dengan kondisi dunia. Tetap membagikan kebaikan, tanpa rasa takut, paling tidak bisa mengatasi, karena yakin bahwa Allah akan melindungi hamba-Nya yang beriman.

Dajjal akan muncul lagi. Bisa saja mirip seperti ciri-ciri yang disebutkan di hadits, atau hanya sebagai simbol konspirasi. Wallahu a'lam bishowab

Sabtu, 26 November 2011

Kecanduan ngeblog

Namanya kecanduan, apapun tetap kurang baik kata teman sesama guru. Memang akhir-akhir aku terlalu banyak tulisan lewat di kepalaku. Bahkan banyak judul yang belum tertulis, tertunda karena ada tulisan yang ingin kutulis. Kemarin aku nulis tiga, tentang mengenang almarhum mertua kakakku, lalu jangan mengusik indahnya hidup, terus tentang proyeksi astral.

Pikiran yang terus berjalan, keinginan untuk memahami sesuatu memang sulit distop, sampai membuatku sedikit kacau. Terus merasa gelisah pas netbookku dengan Windows 7 tidak bisa nangkep sinyal wi fi reuter di rumahku. Duuh, padahal pengen banget update tulisan kok kayaknya gak ada yang pas.

Ada sih jalan keluarnya, pake kabel USB ternyata bisa. Dan masih bisa nangkep wi fi di mall, kemarin aku coba sekalian nyari makan siang. Dan seperti kata kakakku, kalo udah nulis gak nyambung. Kata ibuku, ngapain ngebleng di kamar. Ah, kalo di rumah emang di kamar, tapi seharian juga sering keluar belanja ke toko atau cari makan di mall sekalian ngeblog. Eh makan di Galeria gak mahal loh, cuman 15 ribu udah kenyang, itu juga kalo lagi libur. Kadang aku juga cuman beli Aqua, itu aja belinya di supermarket. Tapi gak enak bangetlah, duduk 3 jam masak gak beli apa-apa di lantai paling atas Galeria ini.

Manajemen waktuku memang sedikit kacau gara-gara pikiran liar yang ingin disalurkan. Sampe kadang aku bobok dengan netbook menyala. Kalo terbangun sempet matiin, tapi abis itu bobok lagi di sofa  ruang tengah depan tivi.

Masak iya aku mesti nyalahin pikiranku yang terus berjalan mengeksplorasi tentang sekelilingku. Kadang di malam hari aku sekedar melihat bulan, bintang, betapa luar biasanya alam semesta ini. Terus membaca tentang penciptaan alam semesta oleh Allah. Belakangan lagi tentang sejarah rahasia alam semesta, ada grup yang membahas tentang metafisika aku bergabung di situ. Kalo diturutin diikutin semuanya ya amplop, Astaghfirullah hal adzim, kapan aku makan, kapan aku minum, kapan aku keramas (apa hubungannya).  Lah di Galeria Jogja aja aku nulis, nasiku abisnya kira-kira 3 jam, sesendok makan, trus seperempat jam baru suapan berikutnya.

Ilmu itu gak ada habis-habisnya. Dan aku mesti bisa menahan diri ah... entahlah pokoknya mesti bisa. Bantalku udah jarang aku taruhin kepalaku lebih sering di sofa ruang tengah.

Ya Allah, beri aku kekuatan mengatur semua pikiran liar yang ingin kutulis di kepalaku. Biarkan aku tetap menapak lantai. Gak usah jalan-jalan ke proyeksi astral kayak jaman kuliah dulu yang balik ke tubuh susah dan menyakitkan (buatku sih, tapi orang lain kayaknya mudah saja). Semoga ya... (salah satu tulisan pikiran liarku, abis ini mau naik sepedaan dan meredam semua pikiran liar ini)...

Hidup itu indah, jangan biarkan orang lain mengusik rasa itu

Judul di atas aku sampaikan pada seorang temenku yang di status FBnya lagi bingung, pengen nangis. Usut punya usut dia lagi patah hati. Ada cowok yang sempet bilang suka padanya, terus kontak-kontakan mendadak mengundurkan diri. Belum siap komit katanya. Padahal yang tadinya dia gak ada rasa, semenjak diomongin gitu jadi perhatian pada cowok ini. Rasa emang gak pernah bohong, hehehe...

Duuuh, gak jelas siapa yang salah. Apa rasa itu yang salah, atau cowoknya. Seandainya ada cowok tertarik dengan seorang cewek terus mencoba deketin, tau-tau berubah pikiran padahal ceweknya udah telanjur menyisihkan hati gimana tuh?

Ada temenku perempuan seorang psikolog, suaminya tiba-tiba dengan santainya bicara padanya bahwa dia mendadak jatuh cinta pada wanita lain. Mereka kemudian bercerai, ya, sesederhana itu alasan perceraiannya. Tapi menyangkut perasaan tentu saja itu bukan masalah sederhana. Saat kita menyisihkan hati pada seseorang, mendadak dia mengabaikan hati kita, rasanya kayak dipatah-patahin hati kita karena dicabut dengan paksa rasa yang sudah kita miliki itu.

Setelah perenungan hidup yang panjang... getaran hatiku sudah berubah. Aku bergetar bila membayangkan Ka'bah. Tadinya aku mikir, betapa bahagianya bila aku punya pasangan yang bisa menemaniku ke tanah suci. Tadinya sih mikir gitu, sampai ada laki-laki beristri bilang, kalo kamu jadi istri keduaku soal naik haji aku temeni bisa diatur (hihihi...). Tapi masalahnya gak ada rasa tuh aku sama dia. Ada temennya kakakku yang juga punya istri suka nanyain nomor hapeku ke kakakku, waktu aku ketemu dia cerita bahwa dia punya beberapa rumah. Dan agak gimana gitu, kesannya mau nawarin aku berangkat umroh asal... (begitulah).

Pertama emang aku gak ada rasa dengan mereka-mereka ini, yang kedua aku gak pengen ada hati yang patah gara-gara aku mengiyakan tawaran mereka. Jadi aku memutuskan berangkat sendiri aja. Toh nanti di padang mahsyar kita berjalan sendiri-sendiri sambil mencemaskan tentang kelakuan kita selama di dunia ini.

Getaran hatiku sekarang menuju ke Ka'bah. Saat kita merenung sendiri shalat malam-malam, terasa sekali getaran itu. Dan aku tidak akan membiarkan orang lain merusak rasa itu. Jatuh cinta, pada rasa yang begitu indah karena mendekatkan diri pada Allah. Menangis tersedu-sedu karena semua getaran itu.

Hidup itu indah, kenapa terpaku pada satu laki-laki yang tidak menghargai kita. Dan hidup akan semakin lengkap bila laki-laki itu juga punya getaran yang sama, bergetar bila mengingat Allah. Segala perintah Allah dijalani, dan larangan dijauhi. Tidak ada keterpaksaan, tapi karena dengan melakukan itu semua rasa nikmat itu akan menjadi semakin nyata.

Tidak sabar menunggu berangkat haji nanti 2019, semoga bisa lebih cepat. Sambil menunggu aku akan melakukan hal yang bermanfaat dengan menulis tentang Islam. Semoga bisa bermanfaat bagi yang membacanya...

Jumat, 25 November 2011

Gesekan antar blogger (semoga bisa menjalankan amar ma'ruf nahi munkar dengan bijak)

Tidak hanya di dunia nyata orang-orang saling menghentikan persahabatan. Di dunia maya juga. Aku sempet ngobrol dengan seorang sobat bloggerku di google plus, dia cerita tentang gesekannya dengan seseorang blogger, tidak hanya di situ, beberapa temannya memutuskan untuk menghindari dia dan mengikuti teman lama yang dulu sempat bersitegang itu.

Sayang banget aku gak bisa kopdar dengannya di acara ON|OFF awal Desember 2011 ini, karena hari Sabtu aku kerja. Mungkin tahun depan atau kapan-kapan kalo kebetulan aku ada acara di Jakarta. Liburan sekolah tahun ini, sebagai guru aku juga ikutan libur panjang, aku ada rencana ke Bali beberapa hari bersama temen klub sofbolku. Sebagai mantan atlit sofbol, apa yang tidak lebih menarik nonton pertandingan di pulau dewata? Sampai aku ngirit abis-abisan bulan ini gak banyak belanja.

Aku katakan ke temenku yang di Jakarta itu, kalo kita tau suatu kemungkaran terjadi, terutama pada seseorang  yang tadinya adalah sahabat kita, maka tidak ada salahnya kita berusaha mengingatkan. Bahkan aku bilang padanya BILA KITA BISA MENCEGAH KEMUNGKARAN TAPI DIAM SAJA MAKA BERARTI KITA MERESTUI DAN KITA IKUT BERDOSA. Gesekan temenku dengan blogger yang aku maksud adalah blogger yang meresahkan umat muslim, yang memasang banyak foto porno lalu dikasih penjelasan "gambar yang banyak dilihat ustad dan kyai". Memang ada yang mengikuti jejak blogger ini, tapi sebagian sebel banget, ada yang aku baca pernah marah-marah di komentar seorang blog teman. Lucunya aku membaca review bahwa blogger ini hanya dimengerti oleh orang dengan pemahaman filosofi tinggi tentang Islam. Aku kan jadi pengen ketawa, kalo tega memasang foto porno dan merendahkan martabat kyai atau ustad tentu saja itu semua adalah bisikan setan. Hanya orang-orang yang keimanannya belum kuat akan mengikuti gaya blogger seperti ini.

Temenku ini beberapa kali menuliskan tentang blogger ini, dan setelah itu tidak lagi. Tapi bila diajak ngobrol tentang kejadian dulu itu akan keluar panjang lebar ceritanya. Aku sendiri yang beberapa kali mengalami gesekan dengan beberapa blogger dan diakhiri dengan blogger itu tidak mau saling chat lagi denganku (apalagi mau diajak kopdar) sangat memaklumi kejadian temenku itu.

Sesama muslim yang beriman itu seharusnya saling bersaudara, saling mensupport tentang kebenaran. Jadi memang suatu keanehan bila ternyata tidak mau saling memaafkan dan bersahabat malah memutuskan silaturahmi. Yang penting aku sudah berusaha meminta maaf dan mengingatkan, selebihnya biarlah semua kuserahkan pada Allah. Padahal ngeri juga nih hukuman bagi orang yang memutuskan silaturahmi

Allah berfirman
Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan dimuka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan Mereka itulah orang-orang yang dila'nati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka (QS. Muhammad :22-23)

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal." Para sahabat lantas mengatakan, "Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a." Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata," Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do'a-do'a kalian" (HR. Ahmad)

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Tidak ada dosa yang Allah swt lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi (HR Tirmidzi)

Untuk menyebarkan kebaikan itu mudah, tapi bila mencoba mengingatkan tidak gampang. Apalagi bila orang-orang itu menutup akses, di SMS tidak menjawab, di buzz YM tidak menyahut, apalagi di Twitter mendadak dikunci atau FBnya diremove. Jadinya maklumi saja kadang kita bicara kebaikan, kadang menyindir seseorang telah begini begitu. Untuk menginformasikan yang lain, dan tentunya blogger yang bisa berpikir bisa memilah mana yang dia sukai dari suatu blog. Kadang komentar di blog kenyataannya hanya basa-basi atau orangnya sebetulnya tidak paham dengan maksud kita. Tapi setiap pengunjung, baik komen atau tidak telah berjasa memperbesar kemungkinan kita mudah ditemukan di mbah Google, jadi jangan remehkan setiap pengunjung.

Allah berfirman
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Ali Imran : 110)

Tentang amar ma'ruf nahi munkar, sumber dari DarusSalaf
  1. Amar ma'ruf nahi munkar termasuk bagian dari iman. Oleh sebab itu Imam Muslim memasukkan dalam kitabul iman.
  2. Siapa yang sanggup untuk melaksanakan bagian-bagian itu, lebih baik dari yang meninggalkannya karena lemah, walau diberi udzur.
  3. Siapa yang khawatir terhadap dirinya akan dipukul, dibunuh atau dirampas hartanya, maka gugur kewajiban darinya dengan tangan dan lisan, tapi wajib mengingkari dengan hati. Barangsiapa yang hatinya tidak mengingkari yang mungkar berarti telah lenyap keimanan darinya.
  4. Sangat perlunya kita melihat contoh dari para salaf dalam memahami hadits ini agar tidak salah paham.
  5. Harus berilmu hingga tahu mana yang harus disikapi dengan keras dan lembut agar jangan terbalik. Hal ini menunjukkan pentingnya ilmu dan bimbingan para ulama.
Semua tulisan ini adalah tempat aku belajar memahami tentang Islam. Semoga bisa memperbaiki semua kesalahanku yang telah aku perbuat. Semoga, aku dan kita semua selalu ditunjukkan Allah ke jalan yang benar...

Kamis, 24 November 2011

Semoga bisa hijrah menjadi manusia yang lebih baik di 1 Muharram 1433 H

Membaca kisah shitlicious yang aku baca dari link seorang teman membuatku menangis. Sungguh. Aku teringat anak-anakku. Apakah aku belum cukup berjuang agar bisa mendapatkan mereka kembali? Semua di luar kemampuanku. Si Alitt yang sudah jadi selebbloger ini menceritakan mamanya yang seorang penjual jamu keliling ini linknya Mamaku seorang penjual jamu .

Aku mencoba membaca kisahku yang kutulis saat inspirasi tentang mereka muncul jelas, ini linknya Aku berdo'a bisa berkumpul lagi dengan anak-anakku Safira dan Safitri (mereka sekarang berada di Sudirman 56 Bogor) . Waktu liburan 1 Muharram 1430H  atau  2009 M aku mengunjungi mereka di Bogor. Saat itu aku berteriak-teriak di teras rumahnya, saat mantan suamiku mendekat "Aaaaaaaaaaaaa!!!!". Terus teriak lagi "Ini orang yang meneror di hapeku mau memenggal leherku aku gak mau dekat-dekat".

Butuh berbulan-bulan untuk menenangkan diri. Ditambah lagi teman-temanku menjauhi aku. Tapi aku dapat banyak penampakan, salah satunya aku menangis karena seperti melihat dan mendengar Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sedang bicara di suatu majlis dan aku mendengarkan di belakang. Saat itu gunung Merapi sedang meletus. Menurut pandanganku, ucapan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam getarannya menembus alam semesta ini. Semua malaikat sangat menghormati beliau, hanya saja masih saja ada iblis atau suruhannya setan yang mencoba menyusup lewat orang-orang terdekat beliau. Salah satu yang menegangkan saat beliau hanya sebentar saja bicara karena wajahnya yang biasanya teduh agak cemas, sambil bersabda "aku baru saja melihat surga dan neraka di belakang tembok ini".

Semenjak itu aku sering membaca hadits dalam keadaan menangis. Setelah itu aku sering mendapatkan penampakan Nabi yang lain, dan aku tidak berani bicara apa-apa hanya bisa menundukkan kepala saja sambil menganggukkan kepala. Misalnya Nabi Ayyub 'alaihi sallam yang mengajarkan untuk sabar. Atau Nabi Yusuf 'alaihi wa sallam yang membuat wajahku memerah karena begitu gantengnya, beliau pernah terpisahkan dengan ayah tercinta sejak kecil. Walau ganteng sedemikian rupa, kebijaksanaan beliau ternyata lebih luar biasa, bisa mengartikan mimpi dan bisa menahan diri dari rayuan wanita cantik. Karena Nabi Yusuf 'alaihi sallam lebih takut pada Allah sehingga bisa menahan diri, dan Allah memberi kekuatan itu.

Nabi lain yang pernah muncul adalah Nabi Yunus 'alaihi sallam. Beliau mengajarkan supaya bisa menahan amarah dan tidak ngambeg. Kisah-kisah Nabi yang lain juga sangat merasuk di hatiku, walau tidak langsung paham, dari merekalah hatiku diajarkan untuk selalu mendekat pada Allah. Tidak ada yang lebih menentramkan dekat dengan para penghuni surga, dan aku kadang-kadang merasa berada di dekat mereka, surga yang lebih dari sekedar damai, tapi membuat hati serasa berbunga-bunga.

Serasa bertemu dengan para Nabi membuatku menganggap bahwa hidup di dunia tidak ada artinya lagi, lebih penting berusaha untuk menggapai akhirat. Ayat-ayat Al Qur'an kucoba pahami, dan kutulis pemahamannya di blog ini. Banyak sekali kesalahan yang telah aku lakukan di dunia ini.

Sekarang ini sudah terbayang persiapan Nabi Muhammad 'alaihi sallam untuk hijrah dari Mekah ke Madinah. Tahun baru Islam adalah saat Nabi Muhammad 'alaihi wa sallam hijrah bukan hari saat kelahiran Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam, agar beliau tidak dikultuskan. Manusia memang perlu sering bershalawat karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah yang jadikan kita contoh untuk beribadah dan pengamalan kehidupan sehari-hari. Tapi pada Allah kita menyembah dan memohon pertolongan. Mencoba menulis lagi tulisanku yang lama tentang Hijrah yang aku kutip dari harian Republika

Secara bahasa, hijrah berarti berpindah, meninggalkan, berpaling, dan tak mempedulikan lagi. Hijrah mempunyai beberapa pengertian. Pertama, kaum Muslim meninggalkan negerinya yang berada di bawah kekuasaan pemerintahan kafir. Kedua, menjauhkan diri dari dosa. Ketiga, permulaan tarikh Islam.

Hijrah dalam sejarah Islam biasanya dihubungkan dengan kepindahan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dari Makkah ke Madinah. Dalam hubungan ini, hijrah berarti berkorban demi Allah, yaitu memutuskan hubungan dengan yang paling dekat dan dicintai demi tegaknya kebenaran, dengan jalan berpindah dari kampung halaman ke negeri orang lain.

Hijrah seperti ini seperti ini telah menjadi pusaka para rasul sebelum Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dan terbukti telah menjadi babak pendahuluan bagi kebangkitan perjuangan. Dalam menjalankan tugas kerasulannya di Makkah, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam berhadapan dengan masyarakat jahiliah, yakni masyarakat pemeluk nilai-nilai warisan Nabi Ibrahim 'alaihi sallam, yang telah mereka selewengkan dari bentuk yang sebenarnya. Inti warisan itu adalah pengesaan terhadap Allah. Pada saat itu, penyembahan terhadap berhala dan perbuata syirik lainnya telah merusak ajaran tauhid.

Nama Allah, meskipun masih ada dalam kepercayaan mereka, telah tenggelam dalam nama-nama dan sesembahan lainnya. Kepercayaan semacam ini telah mengundang banyak pemeluknya untuk datang ke Ka'bh, demi menunaikan ibadah haji sambil berdagang. Sehingga, Makkah menjadi pusat perdagangan yang ramai dikunjungi para pengunjung.

Akibatnya, suku Quraisy, terutama para penguasa dan pemukanya, menjadi kaya. Ka'bah dan kepercayaan dipandang sebagai sumber utama kekayaan mereka pada akhirnya.Ketika Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam memulai tugasnya dengan menekankan aspek keesaan Allah (tauhid), mereka segera membangkitkan sikap permusuhan terhadap Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersama para sahabatnya mendapat perlakuan buruk dan kasar dari orang-orang Quraisy yag masih kafir. Umat muslim dikejar-kejar dan dianiaya. Ketika melihat kondisi Makkah tak lagi aman bagi umatnya, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam mengizinkan sebagian pengikutnya untuk mencari keamanan di negeri Abessinia (Ethiopia), yang penduduknya beragama Nasrani, dan rajanya yag bernama Najasyi (Negus), yang dikenal adil dan bijaksana.

Pasca wafatnya Siti Khadijah dan Abu Thalib, ruang gerak Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam untuk berdakwah di Makkah semakin sempit. Saat itu sudah sudah memasuki tahun ke-10 kenabian. Untuk menyelamatkan diri dari kekerasan dan kekejaman kafir Quraisy, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam Tha'if (sekitar 65 km dari Makkah). Namun, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam justru mendapatkan perakuan yang lebih buruk dan dilempari hingga terluka.

Setelah Perjanjian Aqabah, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam menyiapkan Hijrah ke Yatsrib secara matang. Sebab, target utama kaum musyrik Makkah adalh menggagalkan hijrah kaum muslim. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam menyiapkan bekal, kendaraan, penunjuk jalan, strategi, dan rute yang akan ditempuh. Beliau juga meminta Abu Bakar ash-Siddiq dan seorang pemandu jalan yang bernama Abdullah bin Uraiqit untuk menemaninya

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam meninggalkan rumah pada malam hari di 27 Shafar tahun ke-13 kenabian, atau bertepatan dengan 12 atau 13 September tahun 622 Masehi. Perjalanan awal keluar Makkah justru menempuh jalan yang berlawanan dengan jalan menuju Madinah. Hal ini dimaksudkan untuk mengecoh para pengejar. Gua Tsur adalah tempat tujuan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.Di gua ini, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bermalam selama tiga hari. Kaum musyrik Quraisy sempat mengejar, tetapi keberadaan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan Abu Bakar di dalam gua tidak diketahui mereka.

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam akhirnya tiba di Yatsrib pada Jum'at 12 Rabiul Awal di tahun yang sama. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam disambut penduduk Madinah dengan meriah.

Selasa, 22 November 2011

Bantuan dari Allah bagi orang bertakwa adalah pada saat terdesak

Allah berfirman
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya
(QS. Ath Thalaaq : 2-3)

Manusia yang beriman dan bertakwa sebetulnya tidak perlu was-was dengan hidupnya. Tidak perlu galau dalam kondisi hidupnya. Memang tidak sesederhana itu, karena kadang hidup tidak selalu mulus, kadang kita menahan sakit, menahan nyeri, tapi justru rasa nyeri itu yang akan menggugurkan dosanya bila mau bersikap sabar. Bila rasa nyeri itu tidak dihadapi dengan sabar, malah sepertinya menganggap bahwa hidup itu sepertinya tidak adil, kenapa orang lain hidupnya senang, aku dipersulit. Atau misalnya terlalu sibuk membahas ketidak adilan di dunia, itu juga berarti menganggap Allah telah bersikap tidak adil. Bagi manusia yang beriman yang bertakwa, semua kejadian di dunia adalah karena kasih sayang Allah. Semua adalah karena Allah bermaksud baik pada manusia yang beriman.

Ada pendapat yang sedikit tidak nyaman didengar memang. Beruntunglah orang yang mendapat ujian kesulitan dari Allah, karena akan cenderung mendekatkan diri pada Allah. Sedangkan orang yang mendapat kesenangan malah rugi, karena akan menjauh dari Allah sibuk bersenang-senang tanpa mengingat Allah. Tapi ingat, bahwa nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengajarkan do'a yang artinya minta kebaikan dunia dan akhirat. Jadi dalam kondisi yang dianggap orang lain tidak menyenangkan dia tetap merasa nyaman, kecukupan, tetap bersyukur pada Allah.

Para ahli sihir itu rajin menggoda manusia, dengan menawarkan kekuatan gaib, biasanya berupa jimat. Kalo baca di internet iklannya, aku sampai terheran-heran membaca iklan yang aku samarkan seperti ini "mustika gombal-gombalan dari bisikan jin muslim yang sesuai ridho Allah bisa membuat anda bijak, mudah mengambil keputusan dari masalah sulit, disegani, dan bila memberi proposal proyek akan mudah disetujui, mahar sekian sekian". Atau "bedak ajaib yang bila dioleskan di muka wajah akan tampak bercahaya membuat laki-laki tertarik diganti dengan mahar sekian sekian".

Orang yang tadinya gak percaya diri, selalu dipandang sebelah mata, setelah mengambil jimat dengan mengganti mahar sekian-sekian itu mendadak jadi pedhe banget. Melamar kerja sana sini, diterima, mengajukan proposal gol terus. Sedangkan perempuan beli bedak ajaib mendadak dikagumi laki-laki, dikejar-kejar tinggal pilih maunya yang mana, biasanya yang tajir. Aaaah... itu hanya kesaktian sesaat. Gak akan lama, dan setelah kesaktian habis dia lebih terpuruk dari sebelumnya. Belum lagi membayangkan saat kematian, azab kubur, di padang mahsyar terus dihisab... hiii ngeri.

Manusia yang beriman, walau dalam situasi tidak menyenangkan tetap optimis, beranggapan kejadian itu terbaik bagi dirinya. Dan tidak tinggal diam, selalu berikhtiar untuk menjadi lebih baik. Biasanya bantuan dari Allah adalah saat terdesak. Aku jadi teringat saat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memasuki gua untuk menyelamatkan diri mendadak ada bantuan dari Allah berupa sarang laba-laba yang tebal. Jadi gak kayak Harry Potter gitu, yang mengayunkan tongkat ajaib lalu ada keajaiban muncul. Walaupun Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah kekasih Allah, tapi Allah selalu memberi situasi yang perlu diatasi Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam berusaha mengatur strategi, lalu strategi itu diterapkan, dan kemudian pada saat terdesak, barulah mukjizat itu muncul.

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam selalu berikhtiar sebaik mungkin, bahkan kadang tidak tau tentang ke depannya bagaimana. Bila Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bisa bercerita tentang akhir zaman akan adanya dajjal, bangkitnya Nabi Isa 'alaihi sallam, karena pada bagian tersebut Allah memberi gambaran yang jelas. Tapi tentang kiamat, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sama sekali tidak tahu menahu dan tidak ingin tahu.

Orang beriman dan bertakwa yang selalu berprasangka baik pada Allah, menganggap kejadian yang nyaman dan tidak nyaman tetap membuatnya tenang, bahkan tidak hanya menyangkut dirinya sendiri tapi juga pada orang lain. Berusaha memperbaiki diri dengan ikhtiar, dan wajar tekanan akan muncul dimana-mana, tapi Insya Allah akan ada bantuan dari Allah saat terdesak. Dan bantuan dari Allah akan semakin meningkatkan keimanannya. Lalu bersiap-siap akan ada kejadian lain lagi yang akan menusuk hatinya. Memang untuk kembali tenang butuh waktu, tapi akhirnya semua bisa diatasi.

Dunia itu hanya permainan, gak beda kayak catur, monopoli, ular tangga, mainnya gak usah dibawa serius sampe berantem kalo dikalahkan lawan. Kepada lawan-lawannya senyum aja kalah atau menang dalam permainan itu. Manusia yang sanggup meraih kemenangan adalah manusia yang bertakwa, mendirikan shalat, beramal shaleh. Doa setelah shalat dan amal shaleh dengan banyak membantu orang itulah yang akan membantu muncul bantuan dari Allah saat terdesak. Jadi walau SEPERTINYA kalah dengan orang yang tidak beriman, akhirnya nanti waktu akan menjawab, siapa yang belakangan menyesal dan siapa yang belakangan tesenyum bahagia, damai, berbunga-bunga berada di sisi Allah.

Allah berfirman
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS. Al An'am : 32)

Allah berfirman
Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. (QS. An Nuur : 52)

Minggu, 20 November 2011

Kebaikan dan kejahatan akan berperang sampai kiamat

Aku membaca komentar seorang Blogger yang menyatakan bahwa dia ngeri dengan ceritaku. Bagaimana bisa aku dimusuhi banyak blogger dan tetap menulis. Sebegitu kuatnya tekanannya, ini menurutnya sih. Barangkali mbak ini belum pernah ngerasain diteror ya. Diperlakukan secara tidak adil. Kalo aku sih menganggap itu bagian kehidupan, drama, gak gitu ngaruh. Sempet kaget tapi terus biasa-biasa aja...

Islam adalah agama damai sebetulnya. Tapi oleh para penghujat Islam, Islam itu katanya agama penuh kekerasan. Ada yang menyalahkan Al Qur'an, katanya Al Qur'an mengajarkan peperangan. Dengan menunjuk ayat ini ayat itu. Dan aku sendiri malah berperang dengan sesama muslim. Yang memusuhi aku adalah muslim juga, ada beberapa yang mencolok. Karena banyak pemahaman yang berbeda-beda tentang Al Qur'an di Islam.

Ini contoh kutulis terus, soalnya ada blogger yang membuat blog tentang aku dan menuliskan latar belakangku sambil mengatakan aku gila. Dari segi ajaran Islam yang benar bagaimana ya, tentunya orang dengan akhlak yang baik tidak akan tega menulis orang lain gila. Bila dia mau paham tentang kerugian menghujat orang lain, bahwa akhlak yang buruk akan membuatnya menjauh dari surga pasti dia tidak berani menuliskan ini.

Ada lagi blogger yang tidak mau menyahut bila kusapa padahal tadinya bersahabat, seorang muallaf yang sedang belajar Islam dan mengkaji Al Qur'an. Ajaran Islam yang benar itu sesama orang beriman adalah bersaudara, saling menjaga silaturahmi saling memaafkan. Memutuskan silaturahmi termasuk tindakan pendzoliman, menyakiti hati orang lain. Lebih menyedihkan lagi memutuskan silaturamhi tidak akan masuk surga, dan janji Allah bahwa yang menyambung silaturahmi akan diluaskan rejeki. Orang yang belajar Islam secara benar akan berusaha menyambung silaturahmi. Alasan memutus silaturahmi pasti karena perbedaan pendapat yang mendasar, padahal sama-sama belajar Al Qur'an.

Sulit menyatukan perbedaan di Islam, sesama muslim kok saling memusuhi. Jadi siapa saja yang berhak masuk surga. Tentunya mereka yang berpegang teguh pada ajarannya, mengorbankan jiwa dan hartanya pada Allah. Masalah duniawi jadi tidak penting lagi. Masalah hidup hanyalah sekedar perjalanan yang perlu dilalui untuk bekal akhirat. Hati selalu mengingat Allah, menyebut nama Allah dalam batinnya. Bergetar bila mendengar nama Allah, dan memilih teman shaleh yang mau mengingatkan tentang kebaikan.

Tidak semua orang yang mengaku Islam bisa masuk surga, hanya yang beriman, bertakwa, mau menjalankan perintah Allah walaupun tidak mudah. Tapi bagi orang beriman, semua itu akan dimudahkan. Menjalankan puasa jadi tidak berat, ringan-ringan saja. Mengikuti pengajian membuatnya tenteram. Dan walau temannya sedikit, tapi pastilah teman yang berkualitas, yang shaleh dan berjiwa besar. Mampu memaafkan, saling menyapa dengan penuh kasih sayang.

Sedangkan yang masuk neraka adalah orang kafir, termasuk orang Islam yang tidak beriman. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sudah menggambarkan hanya sedikit sekali yang bisa masuk surga. Karena dunia adalah masa penggemblengan, untuk dilihat siapa yang lulus ujian untuk bersabar bila mendapat musibah dan bersyukur bila mendapat kesenangan.

Sekelompok kecil yang bertahan untuk istiqomah ini walau mendapat banyak kejadian tidak menyenangkan, tetap tenang hatinya, tetap bersahabat dengan banyak orang, mendoakan kebaikan bagi orang yang menyakiti hatinya. Barangkali ada yang berpendapat jadi istiqomah itu tidak menyenangkan, kok diserang sana diserang sini, dan membatasi hidupnya untuk menolong orang lain dan ibadah. Tapi justru bagi yang istiqomah, ada kenikmatan yang sulit diceritakan dengan kata-kata. Kenikmatan merasa dekat dengan Tuhan.

Setan sangat tidak suka dengan manusia beriman, karena itu dengan berbagai cara mereka menyusup ke orang-orang terdekatnya. Mempengaruhi agar orang beriman ini mengalami penderitaan, putus asa lalu berhenti beribadah kepada Allah. Jangan kaget kalo orang beriman ini dikhianati sahabatnya sendiri, istri atau suaminya, juga bermasalah dengan anak-anaknya. Tapi ujian baru sebatas ujian, konon orang mendapat ujian digugurkan dosanya, itu tergantung cara dia menyikapi ujiannya itu.

Sesama orang beriman akan lebih peka dan nyambung bicaranya. Bila ada manusia yang penampilannya shaleh padahal hatinya kotor dan ingin menyesatkan akan mudah diketahui. Makanya ada istilah dajjal yang hanya dilihat oleh orang beriman. Dajjal ini masih misteri, apa benar dia ini sosok nyata atau simbol. Sejauh ini dari pembicaraan teman-temanku, dajjal ini sosok nyata muncul di akhir jaman, dan para pemfitnah yang dibisiki iblis adalah mempersiapkan diri untuk mnyambut kedatangan dajjal. Akhirnya akan ada Imam Mahdi sebagai pemimpin yang adil dan Nabi Isa 'alaihi sallam yang akan membunuh dajjal.

Manusia beriman akan selalu membuka tangannya, jujur, siap berteman dengan siapa saja, mudah untuk menolong sahabatnya yang kesulitan. Ada yang banyak dikunjungi orang, tapi juga ada yang dijauhi banyak orang. Apapun kondisinya, populer atau hanya berteman dengan sedikit orang tidak menjadi masalah baginya. Hatinya tertaut pada Allah dan ketentuan Allah dijalaninya dengan ridho dan ikhlas.

Kejahatan akan selalu mencari celah untuk menghentikan langkah manusia beriman. Tapi dia tetap tenang, keteguhan hatinya membuat dia tidak takut pada apapun. Berusaha mengingatkan orang lain ke jalan yang benar walaupun itu membuatnya dimusuhi banyak orang. Tentu saja tidak mudah, dunia ini penuh dengan manusia yang sibuk bersenang-senang, yang wanita menggunakan baju seksi dan yang laki-laki mempelototi. Orang yang mengajak ibadah di lingkungan sekitar tentu saja tidak disukai, beda dengan yang sudah ngetop seperti ustadz atau ustadzah yang sering muncul di tivi.

Kedamaian yang ada di hatinya akan terpancar keluar, bila dia penulis berusaha menulis hal yang menyejukkan orang lain. Seandainya mengungkap suatu masalah, pasti memberikan solusi, tidak hanya mengambang sibuk menggugat sana sini tanpa solusi membuat orang lain jadi geram, kacau emosinya karena marah dengan kondisi kehidupan dunia ini yang memang penuh dengan ketidakadilan.

Manusia akan menyelamatkan dirinya sendiri di padang mahsyar. Semua tindakannya di dunia akan tercermin bagaimana dengan kondisinya di alam mahsyar. Bila dia banyak beribadah, menolong orang lain, membuat kesejukan saat di dunia, maka hidupnya akan disejukkan di padang mahsyar. Akan ada mata air mengalir dari surga yang bisa diminumnya saat yang manusia tidak beriman menderita kepanasan.

Dalam diri kita juga ada sisi kebaikan dan kejahatan yang saling bertarung. Bila yang menang sisi kebaikan, maka saat kiamat kecil atau kematian proses meninggalnya akan dimudahkan. Setelah itu akan ada lagi kiamat besar, yang konon saat itu manusia beriman tidak ada lagi.

Semoga kita bisa menang saat melawan kejahatan, baik dari lingkungan, orang terdekat kita, ataupun dari diri kita sendiri...

Sabtu, 19 November 2011

Kuasa gelap mencari pengikut dengan kalimat indah

Barangkali kita bayangkan bahwa kelompok yang dikuasai sisi gelap itu bicaranya kasar, kotor, jorok. Tapi tidak seperti itu, justru malah kuasa gelap ini paling pawai menggunakan kata-kata indah dan menyesatkan. Orang yang menggunakan kata kasar hanya kelas bawahan.

Orang yang sering menulis quote-quote bijak, hadits, ataupun ayat Al Qur'an (aku malah gak pernah tertarik dengan quote-quote orang terkenal untuk ditulis di blogku, kalo ada ayat Al Qur'an yang bisa digunakan sebagai referensi, aku gunakan itu) ada yang benar-benar menggunakan hatinya saat menuliskan, tapi ada juga yang menyesatkan.

Jadi teringat dengan cerita seorang ustad di TV, bila ingin berobat alternatif, dan ragu apakah dia ini aliran terang atau kuasa gelap, perhatikan cara hidupnya, siapa teman-temannya. Kalo penyembuh alternatif yang aliran terang, dia tidak akan komersial. Tetapi penyembuh alternatif dengan aliran gelap menyebut sejumlah uang pengobatannya.

Seorang penyembuh alternatif kuasa gelap bila dia mengaku Muslim pasti akan menggunakan tulisan Arab, bahkan ayat-ayat Al Qur'an sambil menjelaskan, ini dari Tuhan, gak mungkin saya pake Al Qur'an kalo saya aliran sesat. Padahal kalo dicermati Al Qur'an ini hanya dipotong-potong ayatnya, atau diselipkan kata pemanggilan setan. Benar bahwa Al Qur'an itu merupakan mukjizat yang diturunkan oleh Allah pada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Jadi Al Qur'an memang pembuka alam dunia ini ke alam dimensi lain, bisa dimanfaatkan untuk aliran gelap dan terang.

Bila kita rajin membaca Al Qur'an, memahami maknanya dan mengamalkan maka Allah akan memberikan petunjuk.

Allah berfirman
Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (QS. Al Baqarah : 213)

Di dunia sekarang ini, kuasa gelap akan membuat manusia jadi galau, kecewa, sehingga mereka mencari penyejuk. Tapi ada yang galau malah tambah nyemplung ke dunia sesat seperti mencuri, membunuh, meneror, dan seterusnya. Pencuri kelas bawah hanya sanggup mencuri jemuran, pencuri kelas kakap menggunakan dasi, mobil mewah, proposal dan iming-iming komisi menggiurkan.

Salah satu kelemahanku adalah, aku sulit menyetop bila sudah gemas melihat ada orang menyakiti hati banyak orang atau menzalimi diri sendiri. Para blogger yang menulis kata indah padahal bermaksud menyesatkan. Aku merasa perlu mewarning yang lain, ini ada blogger dikuasai kegelapan ingin menyesatkan dengan kalimat indah.

Biasa kalo banyak yang bersikap keras padaku, justru malah orang-orang sekitarnya mengancam aku, orangnya sendiri diam karena menyusun strategi baru. Mereka, penulis yang dikuasai kegelapan menulis dengan dibimbing oleh kuasa gelap, membuat orang lain seperti terhipnotis. Indah sekali kata-katanya.

Aku juga pernah dituduh menulis dengan bantuan kuasa gelap loh, jangan salah. Makanya aku selalu konsultasi agar aku bisa menulis sesuai cahaya yang dituntun Allah. Dan berdoa agar Allah meluruskan langkahku, soalnya kecemasan, kegalauan akan lebih mudah menyesatkanku. Aku banyak belajar mentertawakan orang-orang yang sibuk memaki-maki aku karena gak nyaman dengan tulisanku. Gak mau galau lagi biarpun ditekan sedemikian kerasnya.

Aku yakin bahwa orang yang berusaha lurus menulis di jalan Allah, akhirnya akan ditunjukkan jalan. Walau dijauhi banyak orang sekalipun tidak membuatku takut, aku hanya takut pada Allah. Tapi aku akan berusaha memperbaiki tulisanku, walau ditekan, dicaci, diteror, aku berusaha mendoakan kebaikan untuk mereka, karena itulah yang dilakukan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Dunia semakin kelam, setan mencari pengikut dengan berbagai cara. Tapi orang beriman Insya Allah tidak tertipu. Kalaupun sempet dekat dengan si pembawa kuasa kegelapan akhirnya Allah akan menjauhkan dengan cara yang misterius.

Aku bukan siapa-siapa, aku hanyalah hamba Allah yang sedang belajar mencari kebenaran sesuai Islam. Jiwaku sudah kuserahkan pada Allah, orang-orang yang kucintai direnggut kuasa gelap aku tetap bertahan untuk mendekatkan diri pada Allah. Semoga Allah selalu meluruskan langkahku, aaamiiin...

Allah berfirman
Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Ali Imran : 126)

Kamis, 17 November 2011

Menghilangkan kegelisahan, kegalauan, kekecewaan, kecemasan, dan semuanya yang membuat sedih

Didapat dari materi pengajian yang kuikuti minggu ini

Allah berfirman
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dsn mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka (QS. Ali Imran : 190-191)


Pernah terjadi peristiwa pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Waktu itu Bilal sudah selesai azan subuh di masjid Nabawi, Bilal menebarkan pandangannya ke seluruh ruangan masjid, tapi belum melihat kehadiran Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Ini tidak seperti biasanya, karena biasanya, sebelum azan subuh, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam udah berada di dalam masjid. Oleh karena itu Bilal mengambil inisiatif untuk menjenguk Nabi shalllallahu 'alaihi wa sallam ke sebelah masjid, ke rumah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.


Setelah mengetuk pintu, dan mengucapkan salam, Bilal dipersilahkan Rasulullallah shallallahu 'alaihi wa sallam masuk ke dalam rumah. Dan Bilal terheran-heran serta kaget melihat kondisi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Ditemukan Bilal, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berada di atas sajadahnya. Pada tempat sujudnya penuh bekas air mata. bahkan jenggot beliau masih basah oleh air mata.


Melihat kondisi seperti itu, Bilal langsung bertanya, "Ya Rasulullah, apa yang terjadi? Kenapa engkau sampai menangis seperti ini?" Dengan penuh kasih sayang Nabi menceritakan bahwa tadi malam turun wahyu, yang sangat luar biasa. Banyak umatku nanti yang hapal ayat tersebut, tetapi bagi mereka yang tidak paham kandungan makna ayat ini, maka hidupnya akan penuh dengan kecemasan, kekhawatiran, ketidak tentraman dan tidak bahagia sampai akhir hayatnya. Sebaliknya mereka yang memahami makna yang dikandung ayat ini, hidupnya akan tenang, tentram dan bahagia.


Bilal lalu meminta agar Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam membacakan wahyu yang turun malam itu, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membacakan surat Ali Imran ayat 190-191 seperti yang sudah dikutip pada awal tulisan ini.


Ada makna dari setiap kejadian


Mereka yang selalu merasakan kehadiran dan peranan Allah dalam setiap kejadian, mereka akan tentram dan tenang apapun yang terjadi. Karena mereka yakin sekali, bahwa Allah Maha Pengasih dn Maha Penyayang.


Sehingga apapun yang Allah takdirkan untk mereka, pasti dalam kerangka kasih sayang Allah, walaupun ujian itu kejadian tidak menyenangkan, tidak enak, bahkan mungkin menyakitkan. Tapi bagi mereka tetap membahagiakan, karena itu datang dari Tuhannya, yang mereka yakini pasti tidak ada yang percuma dari takdir Allah, karena Allah sangat sayang kepada hamba- Nya.


Sebaliknya, bagi mereka yang tidak meyakini bahwa dibalik semua peristiwa itu ada kandungan makna da hikmahnya. Bahwa semuanya demi kebaikan dirinya, tapi tetap tidak dipahaminya. Maka hidupnya akan merasa resah, cemas dan khawatir dengan peristiwa yang tidak disenanginya itu.


Akhirnya, hidupnya tidak akan orang bahagia sampai akhr hayatnya, dan inilah yang ditangiskan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Kalau sampai ada kelompok umatnya yang tidak bisa menerima takdir Allah dengan perasaan senang, baik takdir itu menyenangkan atau tidak maka sengsaralah hidupnya.

Sejujurnya aku juga pernah mengalami kegalauan akut, butuh waktu sampai berminggu-minggu untuk menyembuhkan. Walau aku sering menulis tentang syukur, tetap saja kejadian bertubi-tubi berturutan membuatku gemeteran kebingungan. Pernah ada kejadian salah satu mall di Jogja terbakar, aku menulis postingan berjudul "Amplaz kebakaran seperti hatiku". Tadinya aku sempet lupa dengan hatiku yang dulu pernah kebakaran, baru ingat setelah membuat tulisan ini. Waktu itu tindakan yang aku lakukan adalah membelokkan kendaraanku dan mengosongkan dompetku ke kotak amal suatu masjid, uangnya gak nyampe 100rb sih di dompet. Aku berharap ada hawa segar agar aku bisa bernapas lega lagi, tapi memang semuanya butuh proses, sampai berbulan-bulan lamanya untuk memahami agar bisa mengatasai kegalauan berlarut-larut.

Benarkah keikhlasan itu ditujukan sepenuhnya hanya pada Allah, bolehkah kita memberi sedekah dengan sedikit harapan agar dimudahkan urusan kita? Tentunya melakukan kebaikan, dan berdoa tentunya boleh. Bukankah kita boleh meminta pada Allah. Dan sebetulnya ikhlas itu mudah saja, asal tidak memamerkan ke orang lain secara berlebihan atau riya' lalu serahkan pada Allah. Aku kadang suka aneh dengan tulisan yang ragu apakah dia ikhlas atau tidak. Bila kita bercerita pada orang untuk menyemangati orang lain agar banyak sedekah, maka bukan riya'. Kebijaksanaan adalah bila kita bisa memilah, tidak menyamaratakan semua kasus, semua akhirnya dilihat dari niatnya.

Salah satu warisan dari Wali Songo adalah lagu Tombo Ati karangan Sunan Bonang. Menghilangkan kegalauan adalah dengan shalat malam, dzikir, puasa, bergaul dengan orang sholeh, membaca Qur'an dan maknanya. Jadi aku gak percaya dengan suatu ajaran yang menyatakan untuk mendapatkan ketenangan dengan berendam di sungai. Seperti nama Sunan Kalijogo yang diartikan menjaga kali atau sungai. Lagu Tombo Ati dan ritual berendam di sungai sampai bertahun-tahun sangat bertentangan.

Kehilangan barang akan membuat kecewa, itu bisa diatasi dengan membeli barang lebih bagus lagi lalu dirawat dengan lebih hati-hati. Bagaimana bila ada sekelompok orang meneror hati kita. Mengancam ini itu, mengambil anak kita supaya hati kita patah, atau banyak sahabat yang tidak mau diajak bicara lagi sudah mencoba minta maaf tidak mau menjawab.

Bila terfokus pada kehilangan maka kita akan lupa dengan yang sudah kita miliki. Kenapa sibuk dengan seorang yang dicintai yang meninggalkan kita, rasanya hati kita tertaut padanya dan tidak bisa hidup pada dirinya. Padahal masih bisa makan tiga kali, masih punya badan sehat. Orang yang galau padahal masih banyak yang dimilikinya termasuk orang yang mendzalimi dirinya sendiri. Hati itu ditautkan pada Allah, semua yang kita miliki hanyalah titipan. Termasuk fisik, kecerdasan, kesehatan, harta, anak, pasangan, semua tidak abadi. Yang abadi hanyalah di surga kelak, dan hidup di dunia hanyalah mencari bekal untuk akhirat.

Butuh proses untuk melangkah yang tadinya muslim, menjadi mukmin kemudian muttaqin. Goncangan hidup mesti diatasi dengan kesabaran tanpa batas. Menautkan hati kita pada Allah setiap saat, napas kita adalah untuk berdzikir. Dan ketenangan adalah hadiah dari Allah bila kita mau terus bersabar. Insya Allah hidup akan menjadi dimudahkan dalam urusan dunia dan akhirat. Semoga kita semua ridho atas semua ketentuan Allah, sehingga Allah ridho dengan kita, sehingga kita di beri ketenangan di hati, dimudahkan dalam kehidupan kita ini baik dunia dan akhirat....

Selasa, 15 November 2011

Mukmin sejati memiliki akhlak yang mulia

Benarkah tulisan itu mencerminkan kepribadian seseorang? Kalo tulisannya agamis, pasti orangnya juga begitu. Kalo tulisannya bahasa preman, orangnya preman jugakah? Suka malak gitu... Kenapa bahasa kasar identik dengan bahasa preman yah... apa karena para preman itu kerjaannya cenderung jadi centeng, bersikap garang, kuat, bicaranya paling keras, paling kotor dialah yang menang.

Tulisan kan bisa saja merupakan copy paste. Tulisan menarik di blog lain dipajang di blognya untuk pencitraan diri. Atau banyak baca buku tentang kebijaksanaan misalnya, terus dari tulisan itu bisa menginspirasi tulisan yang sepertinya bijaksana. Tapi akhir-akhir ini aku menemukan banyak tulisan yang gak nyambung dengan kepribadian aslinya. Beberapa penulis blog yang memikat tulisannya ternyata suka mengeluarkan kata-kata kasar di social media. Sisi bijak untuk menulis, dan kadang mereka capek untuk jadi bijak, akhirnya sesekali ingin mengeluarkan sisi setannya entah di twitter atau facebook. Kadang manusia memang khilaf, tapi beberapa orang ini tidak merasa bersalah. Nyaman dengan sisi kasar mereka.

Mengutip sedikit dari tulisan di blog Syafi'i Akrom

“Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Mahaindah dan mencintai keindahan. Dia mencintai akhlak yang tinggi dan membenci akhlak yang rendah.” (HR Ath-Thabrani dan Ibnu Asakir)

Dengan kemuliaan akhlak seorang mukmin mampu mencapai derajat yang tinggi Ia akan mendapat derajat sama dengan derajat para mujahid fi sabilillah, para ahli ibadah, orang-orang yang senantiasa berpuasa, orang-orang yang shalat di malam hari dan orang-orang yang beristighfar di sore hari. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya seorang muslim musaddid (ibadahnya sedang-sedang saja) akan mampu mencapai derajat orang-orang ahli puasa yang mendirikan ayat-ayat Allah, disebabkan oleh keindahan akhlaknya dan kemuliaan prilakunya.”(HR Ahmad dan Ath-Thabrani)

Nabi saw juga menjelaskan bahwasanya orang mukmin yang imannya paling sempurna adalah orang yang paling mulia akhlaknya. Dan dengan kemulian akhlak seorang mukmin dapat mencapai derajat orang-orang yang berpuasa dan menunaikan zakat.

Orang-orang yang berakhlak luhur, berwatak mulia dan berperilaku bersih adalah manusia yang paling dicintai oleh Baginda Nabi dan akan mendapat tempat terdekat dengan beliau kelak pada Hari Kiamat. Dalam sebuah hadits, beliau menyatakan bahwasanya orang yang paling beliau cintai dan akan mendapat tempat terdekat dengan beliau pada Hari Kiamat adalah yang paling mulia akhlaknya. Sedangkan orang yang paliang beliau benci dan yang paling jauh tempatnya dengan beliau pada Hari Kiamat kelak adalah orang yang buruk akhlaknya, yaitu Ats-Tsartsarun (orang-orang yang banyak bicara), Al-Mutasyadidiqun (orang-orang-orang yang suka memanjangkan pembicaraan) dan Al-Mutafayhiqun (orang-orang yang congkak.).

Akhlak yang mulia juga akan menjadikan timbangan kebaikan seseorang bertambah berat pada Hari Kiamat kelak. Hitungan amal baiknya akan meningkat sedangkan timbangan amal buruknya akan berkurang. Rasulullah saw bersabda, “Tiada sesuatu yang lebih bisa memberatkan timbangan (kebaikan) orang mukmin pada hari kiamat, daripada akhlak yang baik. Sesungguhnya Allah membenci orang yang berkata kotor dan hina.(HR At-Tirmidzi)


Orang yang mempunyai akhlak mulia akan merasa tidak nyaman dan bersalah bila mengeluarkan kata-kata kasar dan menyakiti hati orang lain. Akhirnya berpulang pada manusia itu sendiri, mau disegani di mata orang lain tapi dilaknat oleh Allah, atau memilih berusaha  menyampaikan kebenaran dengan kata-kata yang baik walau tidak populer. Karena untuk selalu berusaha mulia di mata Allah, sering dianggap tidak gaul. Bila bergabung dengan teman-teman yang suka menggosip, tidak merasa nyaman. Teman-teman lain bicara soal gonta-ganti baju mahal, yang dibayangin, wah ini bisa untuk bantu orang yang sedang kesulitan.

Beberapa orang memang tulisannya sesuai dengan kepribadian, yang konon sering disebut menulis dari hati. Hati itu sendiri ternyata bagi beberapa orang bisa bikin capek untuk fokus jadi orang baik. Banyak orang yang ternyata ada terselip sifat kasar yang ingin ditumpahkan, menjadi diri sendiri katanya. Sebetulnya fitrah manusia itu dilahirkan suci, jadi sifat kasar yang mengotori hati adalah efek lingkungan buruk yang diserap.

Aku sendiri masih belajar tentang akhlak mulia ini, merasa begitu banyaknya kesalahanku di sana sini. Belajar dari semua yang aku tulis, dan semoga juga bermanfaat bagi yang membacanya...

Senin, 14 November 2011

Berdoa saat rileks dan bersyukur akan lebih mustajab (relaksasi versi Quantum Ikhlas)

Banyak buku yang aku baca, dan salah satu yang menginspirasi aku adalah Quantum Ikhlas. Buku lain misalnya The Secret, Eat Pray Love, 7 Keajaiban Rejeki, sejauh ini belum nemu buku lain lagi yang menarik. Mungkin ada tapi aku sudah cukup puas dengan referensi dari Google untuk tulisan-tulisanku. Sekarang ini aku lagi ada proyek tulisan, dan baru dicicil, pengen nyelesaiin tapi pelan-pelan. Kan hidup di dunia nyata lebih penting.

The Secret misalnya, membahas tentang The Law of Attraction. Bila ingin sukses, harus fokus dan mau merubah diri. Yang sulit adalah merubah kebiasaan dari mengeluh jadi bersyukur akan kejadian sepahit apapun, intinya pasti ada hikmah di balik itu. Tentunya buku The Secret kental dengan testimoni orang beragama Nasrani, karena pengarangnya orang Amerika. Sedangkan Eat Pray Love mendapatkan pemahaman spiritual dengan meditasi versi Hindu menghadap ke foto seorang guru. Menurut Islam tentunya perbuatan syirik bila meminta ketenangan hidup pada seorang manusia.

Sedangkan 7 Keajaiban Rejeki bukunya sangat Islami. Motivasi untuk menggunakan otak kanan agar banyak rejeki  yang didasarkan dari ajaran Islam. Untuk Quantum Ikhlas, pengarangnya orang Islam, tapi testimoni keberhasilan tentang metodenya dari banyak orang berbagai agama. Sebetulnya makna ikhlas sendiri ditujukan pada Allah sepenuhnya, tapi ternyata bisa diartikan berserah diri pada Tuhan menurut kepercayaan masing-masing.

Sebagai orang Islam, setelah mencoba belajar, ah masih sedikit sekali, aku akhirnya memahami bahwa ada beberapa kondisi yang membuat doa itu mustajab. Misalnya orang yang dizalimi mustajab (sekalipun dia kafir), tapi tentunya dizalimi itu gak enak banget kan. Emangnya mau jadi istri yang waktu pendarahan saat hamil nangis-nangis minta diantar ke rumah sakit malah suaminya nutupin telinga pake bantal ingin istirahat, baru nganter besok sore dan janinnya sudah keguguran. Ada cerita temenku kayak gitu. Abis kejadian itu temenku sempet blank bertahun-tahun karena jiwanya goncang, melihat suaminya bawaannya mual ingin muntah. Kalo diajak hubungan mukanya ditutupin bantal karena merasa diperkosa. Sudah bisa ditebak akhirnya mereka bercerai.

Itu contoh orang dizalimi, bener-bener gak enak banget kan. Kasus TKW yang dizalimi majikannya juga banyak. Sampe-sampe dikurung, diperkosa, malah ada yang jadi pelampiasan penganiayaan majikan. Ternyata Allah malah memberi hak istimewa, orang dizalimi dosanya diambil oleh yang menzalimi dan doanya mustajab.

Selain itu doa mustajab lain adalah doa orang sedang puasa. Juga doa orang yang rajin shalat malam atau tahajud. Ada hal lain yang aku pahami, ternyata doa orang yang bersyukur juga mustajab, lebih mustajab dibanding doa orang galau. Dalam keadaan bersyukur, maka doanya akan disimpan saat ada musibah datang. Masalah kemampuan untuk bisa bersyukur memang mesti dilatih. Orang yang mudah putus asa sebentar-sebentar ngeluh, sebentar-sebentar galau. Dan sebagian besar orang berdoa saat punya masalah, saat mereka banyak mendapat kenikmatan hidup lupa berdoa lagi, seperti Qarun, legenda orang super kaya saat miskin banyak berdoa saat melimpah hartanya melupakan berdoa. Oleh Allah Qarun dilaknat akhirnya masuk ke tanah beserta hartanya, oleh karena itu harta yang kita temukan di tanah disebut harta karun.

Saat shalat malam adalah saat rileks, suasana tenang, dan kita telah terbangun setelah tidur sebantar. Pikiran kita kosong, lebih mudah untuk khusyuk tidak mudah terganggu pikiran lain. Tapi sebetulnya kita mesti berusaha shalat selain shalat malam juga mesti rileks. Istilahnya hindari shalat hanya sekedar menggugurkan kewajiban. Shalat adalah upaya untuk mendekatkan diri pada Allah, dan bila hati kita tenang, walau ada sedikit cobaan sana sini tetap bisa ambil hikmah, tetap bisa bersyukur karena katakanlah masih sehat, bisa makan, maka doa setelah shalat Insya Allah akan lebih mustajab.

Buku Quantum Ikhlas yang ada sisipan compact disc gelombang alpha akan membantu mencapai relaksasi itu. Petunjuk di bukunya, rilekskan tubuh, bayangkan hal yang kita harapkan, bersyukur mendalam, lalu serahkan pada Tuhan. Memang butuh latihan untuk melakukan itu, karena aku mencoba meminjamkan buku dan CD Quantum Ikhlas ke beberapa temenku mereka masih kurang paham. Malah ada yang hanya menerima bukunya waktu mengembalikan ke aku mengatakan tidak sempat membacanya karena sibuk. Dia tidak tau gelombang alpha manfaatnya untuk apa. Akhirnya mulai sekarang aku hanya menawarkan pada yang mau membuka pikiran tentang manfaat gelompang alfa saja.

Tentu saja CD gelombang alpha hanyalah sarana, jangan sampai melupakan shalat, terutama meminta pada Allah setelah shalat. Karena doa yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah meminta kebaikan dunia akhirat, makanya kita hidup untuk mencapai bekal akhirat. Walau kadang berat menjalani, tetap bisa  mensyukuri hal yang kita miliki. Insya Allah akan ada jalan (jadi ingat lagunya Maher Zain).

Semoga informasi ini bermanfaat (postingan ini kutujukan pada sobat-sobat bloggerku di daerah Jawa Timur, semoga Allah memberi kesempatan kita untuk bertemu langsung dan silaturrahim. Aaamiiin).

Sabtu, 12 November 2011

Pernahkan Gus Dur mengatakan Al Qur'an kitab suci paling porno

Aku pernah membaca tulisan di blog temenku yang menyebutkan Gus Dur menyebutkan bahwa Al Qur'an adalah kitab suci paling porno di dunia. Dari mencari suatu referensi, akhirnya aku melihat suatu pembahasan panjang tentang cerita kejadian tersebut. Seorang yang mengaku pembawa acara tersebut menuliskan seperti ini

Sumber dari : sini

Saat ini, kisah yang menimpa Gus Dur mirip cerita Abu Nawas. Tersiar desas-desus, Gus Dur mengatakan Al Quran adalah kitab suci porno. Menurut kabar angin itu pula, pernyataan Gus Dur tersebut diucapkan sewaktu acara “Kongkow Bareng Gus Dur” di Kantor Berita Radio (KBR) 68H Jakarta, yang mengudara saban Sabtu pukul 10.00 sampai 12.00 WIB. Kebetulan saya salah seorang pembawa dari acara tersebut. Karena tuduhan itu, Gus Dur diteror oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam di Purwakarta (23/5). Seperti nasib Abu Nawas, pernyataan Gus Dur tersebut sengaja diplintir, dan dilepaskan dari konteksnya karena ada motif dan untuk tujuan tertentu. Padahal dalam acara kongkow tersebut, berkali-kali Gus Dur menegaskan bahwa konsepi porno ada dalam otak seseorang. Kita sering bilang, orang yang otaknya lagi ngeres, atau lagi “piktor” (pikiran kotor). Penyataan Gus Dur yang lengkap begini, “Porno itu letaknya ada dalam persepsi seseorang. Kalau orang kepalanya ngeres, dia akan curiga bahwa Al-Quran itu kitab suci porno, karena ada ayat tentang menyusui (al-Baqarah: 233) dan ada roman-romanan antara Zulaikha dengan Yusuf (Yusuf: 24).” Liciknya, mereka yang pernah juga menyebarkan fitnah bahwa Gus Dur telah dibaptis, menyebarkan bahwa Gus Dur telah berkata bahwa Al-Quran itu kitab suci porno.

Soal Gus Dur, beliau banyak berbuat kontroversi. Banyak orang yang kebingungan dengan sikap beliau. Walaupun juga ada sekelompok yang beranggapan beliau ini jenius melebihi manusia biasa bahkan dikategorikan wali yang telah mendapatkan karomah. Sedikit cuplikannya, sumber dari sini

Tak seperti biasanya, orang Mesir terkenal dengan keramahannya, biasanya langsung ahlan wa sahlan ketika menerima tamu, tetapi yang satu ini bersikap agak ketus ketika ditanya. Kang Said menyampaikan niat dari Gus Dur untuk meminta sekedar doa selamat dari orang tersebut.
Setelah berdoa ia langsung lari, dan menarik sajadahnya sambil berkata “Dosa apa aku ya robbi sampai engkau buka rahasiaku dengan orang ini”.

Kang Said berkesimpulan bahwa orang tersebut merupakan wali yang sedang bersembunyi, jangan sampai orang lain tahu bahwa ia adalah wali, tetapi ternyata kewaliannya diketahui oleh Gus Dur, yang derajat kewaliannya lebih tinggi, dan ia merasa rahasianya terungkap karena ia memiliki dosa


Tapi ada yang berpendapat bahwa Gus Dur sudah melampaui batas dengan menghina Al Qur'an, sumber dari sini

Kontroversi ”Al-Qur’an porno” ini bermula ketika dalam sebuah wawancara yang direlease dalam situs Islam Liberal, dengan beraninya Gus Dur menghina Al-Qur‘an sebagai kitab suci terporno di dunia. “Sebaliknya menurut saya. Kitab suci yang paling porno di dunia adalah Al-Qur’an, ha-ha-ha...” katanya sambil tertawa terkekeh-kekeh.

Menurutnya, kesimpulan ini didukung oleh adanya ayat Al-Qur‘an tentang perintah menyusui bayi hingga berusia 2 tahun. Gus Dur mengomentari ayat yang dimaksud sebagai berikut: “Loh, jelas kelihatan sekali. Di Al-Qur‘an itu ada ayat tentang menyusui anak dua tahun berturut-turut. Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu. Namanya menyusui, ya mengeluarkan tetek kan?! Cabul dong ini. Banyaklah contoh lain, ha-ha-ha...”


:

Belum puas menghina Al-Qur‘an sebagai Kitab Suci paling cabul di dunia, kemudian Gus Dur menyanjung Injil, kitab suci Kristiani. “Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu,” tantangnya.

Tantangan ini perlu disambut dengan bijak. Mari kita penuhi tantangan Gus Dur, dengan mencari ayat-ayat porno dalam kitab suci Kristiani. Dalam Bibel, sedikitnya terdapat 13 kata “menyusui” baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Dua ayat di antaranya:

“Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: “Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu.” Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya” (Keluaran 2:9).

“Berbahagialah ibu yang telah mengandung engkau (Yesus) dan susu yang telah menyusui engkau” (Lukas 11:27).

Kalau adanya kata “menyusui” dalam Al-Qur`an, lalu ditertawakan sebagai kitab suci porno, lantas bagaimana dengan nasib Bibel yang mengoleksi belasan kata “menyusui?”

..Belum puas menyebut Al-Qur‘an sebagai Kitab Suci paling cabul di dunia, kemudian Gus Dur menyanjung Injil, kitab suci Kristiani. “Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu,” tantangnya...

Mungkin Gus Dur belum membaca ayat-ayat Bibel ini. Padahal, masih banyak kalimat yang benar-benar porno dan vulgar dalam Bibel. Berikut beberapa ayat contohnya:

“Orang yang hancur buah pelirnya atau yang terpotong kemaluannya, janganlah masuk jemaah Tuhan” (Ulangan 23:1).

“Di sana susunya dijamah-jamah dan dada keperawanannya dipegang-pegang” (Yehezkiel 23:3).

“Dan Ohola berzinah, sedang ia Aku punya. Ia sangat berahi kepada kekasih-kekasihnya” (Yehezkiel 23:5).

“Pada masa mudanya orang sudah menidurinya, dan mereka memegang-megang dada keperawanannya dan mencurahkan persundalan mereka kepadanya” (Yehezkiel 23:8).

“Oleh karena ia melakukan persundalannya dengan terang-terangan dan memperlihatkan sendiri auratnya” (Yehezkiel 23:18).

“Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda” (Yehezkiel 23:20).

“Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu” (Yehezkiel 23:21).

“Engkau bersundal dengan orang Mesir, tetanggamu, si aurat besar itu” (Yehezkiel 16:26).

“Betapa besar hawa nafsumu itu, demikianlah firman Tuhan Allah” (Yehezkiel 16:30).

“Aku akan menyingkapkan auratmu di hadapan mereka, sehingga mereka melihat seluruh kemaluanmu” (Yehezkiel 16:37).

“Dan melampiaskan hasratnya dengan pencinta mereka, yang pelirnya seperti pelir keledai...” (Yehezkiel 23:20, Bibel tahun 1970).

“...dan orang Etiopia sebagai buangan, tua dan muda, telanjang dan tidak berkasut dengan pantatnya kelihatan, suatu penghinaan bagi Mesir” (Yesaya 20:4).


Wallahu a'lam bisshowab...

Jumat, 11 November 2011

Pahlawan di mataku

Kemarin adalah hari pahlawan, banyak postingan membahas tentang pahlawan. Pendapatku tentang pahlawan, bila dia seorang muslim, maka seorang pahlawan adalah yang mau menunjukkan kemuslimannya. Tidak hanya dari penampilan, dari ucapan, tapi dari semua tindak-tanduknya. Karena Islam mengajarkan bahwa sedekah terbaik adalah yang diberikan tangan kanan tanpa tangan kiri mengetahui, maka dia bukan orang yang suka menggembar-gemborkan sedekahnya, apalagi mengungkitnya.

Ada hadits yang menjadi kontroversi apakah ini shahih atau tidak "manusia yang terbaik adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain". Di Al Qur'an sendiri dituliskan manusia terbaik adalah muttaqin, yang mendirikan shalat, memberikan zakat, pada pokoknya adalah ada hubungan vertikal pada Allah dan hubungan horizontal pada sesama manusia. Bila seorang muslim hanya sibuk berdoa tanpa membantu sesama maka belum sempurna. Sedangkan bila sibuk membantu orang lain tanpa keikhlasan, tanpa ditujukan pada Allah, maka amalannya juga tidak menjadikannya pahala.

Para pahlawan yang telah meninggal di taman makam pahlawan, kenyataannya hanya segelintir yang bisa masuk surga. Hanya pahlawan yang istiqomah diberi kesempatan oleh Allah bisa berada di sisiNya. Pahlawan yang tidak istiqomah sama saja saat di akhirat nanti saat dihisab, pahalanya yang dihitung hanya mana amalannya yang ikhlas. Saat menghembuskan nafas terakhir, siapa yang disebut olehnya, apakah untuk negara atau untuk Allah?

Pahlawan pejuang Islam buatku adalah yang memberikan harta dan jiwanya demi Islam, baik sebagai politikus, pengajar, ilmuwan, penulis, pengusaha, atau profesi apapun. Yang hanya takut pada Allah, tidak takut dihujat, difitnah, bila memperjuangkan Islam. Dengan selalu belajar untuk lebih baik dalam menyampaikan segala sesuatunya, karena Islam adalah agama perdamaian, bahkan bicara dalam kemarahanpun sebaiknya dihindari, semua dianggap sahabat walau tetap waspada. Tapi toh akhirnya ketauan juga bila ada yang menawarkan persahabatan ternyata hanya penjahat serigala berbulu domba.

Semoga kita semua bisa jadi pahlawan dalam memperjuangkan Islam dalam setiap sendi-sendi kehidupan kita...

Rabu, 09 November 2011

Islam mengajarkan untuk berdo'a dengan berprasangka baik pada Allah

Berprasangka baik atau husnudhon biasanya diterapkan pada sesama manusia. Konon kalo kita sering berprasangka buruk, dan itu memang sulit dihindari bila menghadapi orang yang fisiknya serem, maka kita akan mengalami gangguan jiwa yang disebut paranoid. Sebentar-bentar takut akan ada perampok, penculik, pemerkosa atau apalah. Jadi orang paranoid sama sekali tidak menyenangkan, tapi kenyataan ada orang seperti itu. Orang yang normal (dalam arti tidak bersikap paranoid) akan heran dengan sikap orang yang curiga berlebihan ini. Anehnya, dikasih tahu dengan cara apapun sulit menerima masukan. Biasanya memang mesti diterapi oleh pakar seperti psikolog, psikiater atau dengan cara hipnoterapi.

Berprasangka buruk pada sesama manusia dampaknya sudah begitu dahsyat, mengganggu kejiwaan, apalagi berprasangka buruk pada Allah. Sesungguhnya Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Banyak orang yang gagal untuk bisa berprasangka baik pada Allah, merasa doanya tidak dikabulkan akhirnya mereka berpaling ke dukun yang bisa mengabulkan keinginan secara instan. Walaupun keinginan orang yang minta pada dukun ini memang terkabul, tapi dia telah melakukan dosa paling besar yang disebut syirik atau menyekutukan Allah. Setiap muslim pasti tahu surat Al Fatehah, bahwa hanya pada Allah seharusnya manusia menyembah, dan hanya pada Allah manusia memohon pertolongan, apakah bila sudah meminta bantuan pada selain Allah masih berani menyebut dirinya muslim? Wallahu a'lam.

Karena itu selain berprasangka baik bahwa semua kejadian baik atau buruk yang menimpa kita adalah terbaik untuk kita, saat berdoa kita juga mesti berprasangka baik. Do'a akan didengar oleh Allah bila berprasangka baik pada Allah, bila kita tidak yakin Allah akan mendengar do'a kita, maka bisa jadi do'a kita juga tidak didengar oleh Allah. Bila sudah yakin do'a kita didengar oleh Allah, maka perlu kesabaran menunggu, tetap tenang dan mensyukuri karunia Allah yang kita dapatkan. Ada kemungkinan do'a itu akan langsung dikabulkan, diganti menjadi lebih baik, atau diberikan saat di akhirat. Walau dalam keadaan banyak ni'mat dan selalu bersyukur, tetaplah selalu berdo'a, karena do'a saat penuh syukur akan diberikan untuk menyelamatkan saat mendapat musibah. Tapi bagi manusia beriman, dalam keadaan dapat musibah ataupun mendapat kesenangan akan selalu berprasangka baik pada Allah. Karena tanpa Allah sebetulnya manusia bukan siapa-siapa, semua yang kita miliki semua karena kebaikan dari Allah. Laa haula walaa quwwaata illa billah, tidak ada daya upaya selain dari Allah semata.

Semoga kita termasuk golongan yang selalu berprasangka baik pada Allah, baik saat menerima kejadian baik atau buruk, juga berprasangka baik saat berdo'a. Karena prasangka baik pada Allah akan memberikan ketenangan pada hidup kita, dan kebahagiaan karena hati yang tenang itu tidak bisa dibeli dengan apapun. Tetap rajin berdo'a, tetap bersabar menanti hasilnya, dan siap menanti kejutan dari Allah karena walaupun do'a tidak dikabulkan sesuai harapan tapi tetap meyakini inilah ganti yang lebih baik dari Allah...

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Allah 'azza wajalla berfirman: "Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku, Aku akan bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku".(HR. Muslim)

Allah berfirman
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah : 186)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal." Para sahabat lantas mengatakan, "Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a." Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata," Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do'a-do'a kalian". (HR. Ahmad)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Jika salah seorang dari kalian berdoa hendaklah benar-benar mantap dalam mengharap, dan janganlah mengatakan; 'ALLAHUMMA IN SYI'TA FA'THINI (Ya Allah jika Engkau menghendaki maka berikanlah untukku), karena sesungguhnya Allah 'azza wajalla tidak ada yang bisa memaksa. (HR. Muslim)

Allah berfirman
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. (QS. Al Fatehah : 5)

Allah berfirman
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(QS. At Taubah : 103)

Selasa, 08 November 2011

Berharap kebaikan bagi yang lain

Belajar Islam dengan lebih mendalam memang tidak mudah. Entah bagaimana, banyak yang mencoba menyakiti hati. Atau paling tidak mematahkan hati. Sudah kadung bersahabat dengan si A misalnya, mendadak mereka menjauh tanpa alasan. Bahkan aku sendiri sulit menyebutkan satu-satu karena begitu banyaknya. Apakah ini yang dimakasud, akhirnya orang baik (menurut Islam) akan berkumpul sendiri di tempat yang dimuliakan Allah? Dosaku sedemikian banyaknya, aku sendiri masih berusaha memperbaiki semua kesalahan yang pernah aku lakukan.

Apa yang kelihatan di luar, tidak seperti dalam hati. Pernah rajin chatting dengan seseorang misalnya, tiba-tiba marah padaku katanya "kamu nanyain ke temenku apa aku shalat apa enggak ya". Kalo seandainya dia shalat, tentu saja dia tidak akan marah seperti itu. Tulisannya yang sepertinya mencari pahala yang halal biarpun sedikit ternyata secara frekuensi batin gak nyambung sama aku. Tulisan bijaknya ternyata tidak mencerminkan hatinya bijak. Kemampuan menulis yang membuat orang lain terbawa arus banyak yang terhanyut, sepertinya begitu bijaknya ternyata diragukan ilhamnya dari mana. Aku pernah nanya, pernah ngeliat gaib? Katanya sih enggak, tapi tanpa sadar ternyata dia komen di tulisan salah satu blogger bahwa dia pernah mimpi mistis. Ya Allah, biarpun dia sekarang sudah tidak mau menyapa aku lagi, aku berharap tunjukkan jalan yang benar padanya, amin.

Bila sudah belajar Islam mendalam, merambah ke batin, maka semua hubungan emosi baik kekeluargaan atau pertemanan saling terkoneksi. Sahabatku misalnya, kalau ada undangan pengajian pertama kali yang terbayang pasti aku dan langsung SMS mengundang aku ikut pengajian. Nanti dia cerita, aku sudah nyoba kirim undangan pengajian ke banyak orang, tapi selalu begitu hanya sedikit yang mau ikut. Walau aku masih seperti kebiasaanku yang lama, ketiduran di pengajian, hehehe... tapi merasa nyaman dengan suasana pengajian. Konon di majlis Ilmu belajar Islam banyak malaikat di situ. Apalagi bila dibacakan ayat Al Qur'an, setan malas mendekat. Lain dengan suasana di diskotik, seandainya kita bisa melihat setan, maka setan sedang berpesta pora di situ. Dengan mudahnya masuk keluar tubuh manusia yang menggila sedang ajojing. Semoga mereka yang suka dugem berputar-putar gak jelas kayak kesetanan ditunjukkan jalan yang benar oleh Allah.

Sulit mencari sahabat muslim yang benar-benar bisa sepaham. Alhamdulillah aku beruntung bekerja di Pendidikan Anak Usia Dini Islami, semua rekan kerjaku berusaha istiqomah. Sebelum mengajar banyak yang shalat Dhuha, baju muslim juga ditentukan yang kerudungnya panjang, celana longgar dan blus sampai paha. Tapi tetap bersahabat, dengan model yang cerah dan bahan berkualitas. Karena kebanyakan guru adalah wanita, jadi gambarannya adalah biarpun baju sopan tapi tetap bisa cantik.

Apapun yang terjadi, disakiti hati seperti apapun, aku tetap berusaha mendo'akan kebaikan untuk sahabat-sahabatku yang dulu pernah akrab bangets tapi sekarang malas ketemu denganku lagi. Kehilangan sahabat buatku bisa mematahkan hati seperti kehilangan pasangan juga, bayangkan itu terjadi berkali-kali. Andai sekarang aku belum punya pasangan, aku dulu kabur karena mantan suami mengaku sudah taraf ma'rifat tapi malah meninggalkan shalat sampai tiba-tiba aku sakit berhari-hari gak jelas, Alhamdulillah dia sudah menyatakan perpisahan, aku malah merasa nyaman. Bukan trauma, tapi kuanggap ini prosesku diberi kesempatan untuk mendekatkan diri pada Allah. Percuma juga punya pasangan memaksakan diri tapi gak nyambung, seperti ada seorang sahabatku, ingin pergi ke pengajian malah dilarang suaminya. Mantan suamiku tidak mau mengontak aku sedikitpun, padahal dia mengambil anak kembarku lahir 2-3-04 tanpa ijin. Setelah aku belajar Islam, tadinya gak gitu ngerti, aku meragukan ma'rifat model mantanku ini sebetulnya mengarah ke Tuhan yang mana tidak jelas. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam aja shalat sampai kakinya bengkak-bengkak, masak ada manusia mengaku mulia sampai tidak perlu shalat lagi karena kedekatannya dengan "Tuhan" (tentu saja Tuhan tanda petik, soalnya gak jelas Tuhan yang mana).

Untuk semua sahabat-sahabatku, baik yang pernah dekat, atau hanya sekedar mengenal, semoga Allah memberikan petunjuk bagi kita semua. Aku sendiri masih jauh dari istilah istiqomah, tapi selalu berusaha untuk ke arah sana. Semoga Allah menunjukkan jalan yang benar bagi kita semua, amin...

Senin, 07 November 2011

Islam mengajarkan untuk bersabar

Banyak orang yang berpendapat bahwa kesabaran itu ada batasnya. Sudah mencoba bicara baik-baik berkali-kali, disindir, dibicarakan langsung secara telak, tetap saja yang diajak bicara tidak mengerti. Karena sudah sangat kesal, akhirnya kesabaran itu dianggap sudah habis lalu ditonjoklah orang itu.

Sebetulnya Islam mengajarkan kesabaran itu tanpa batas. Selain itu Islam juga mengajarkan agar lembut dalam menyampaikan pesan dan diutamakan bermusyawarah. Bagi yang masih dalam kesulitan supaya bersabar. Sabar sendiri bukan berarti pesimis, tapi tetap optimis dengan berikhtiar dan berdoa. Allah sudah menyatakan dalam firman-Nya bahwa Allah akan mendampingi orang dalam kesulitan yang menjadikan shalat dan sabar sebagai penolong.

Sabar berasal dari bahasa Arab shabr (صْبِرْ ‎). Arti dari sabar adalah "menahan", jadi kesabaran bisa diartikan menuntut ketabahan dalam keadaan sulit, berat, pahit yang harus diterima dengan tanggungjawab untuk mencapai sesuatu yang lebih baik.

Bila sedang dalam kondisi kesulitan, maka selalulah berusaha menahan diri untuk tetap tenang, melakukan ikhtiar, banyak berdoa memohon pada Allah maka Allah akan menambah kemampuan lebih untuk bersabar. Islam mengajarkan untuk berkumpul dengan orang-orang shalih agar bisa saling mengingatkan tentang kesabaran. Kesulitan sendiri adalah bentuk ujian dari Allah untuk menentukan siapa yang bisa sabar dalam menghadapi cobaan hidup, beratnya ujian juga tergantung dari kekuatan iman seseorang. Orang yang sabar pada akhirnya akan ditunjukkan jalan keluar yang baik oleh Allah dan akan mendapat banyak pahala.

Semoga kita termasuk orang beriman yang sabar dan mendirikan shalat bila sedang dalam kesulitan, sehingga akan ada jalan keluar yang baik yang ditunjukkan oleh Allah...

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Jika kami memiliki kebaikan, maka kami tidak akan menyimpannya dari kalian semua, namun barangsiapa merasa cukup maka Allah akan mencukupkan baginya, barangsiapa berusaha sabar maka Allah akan menjadikannya sabar dan barangsiapa merasa (berusaha) kaya maka Allah akan mengayakannya. Dan sungguh, tidaklah kalian diberi sesuatu yang lebik baik dan lebih lapang dari kesabaran. (HR. Bukhari)

Allah berfirman
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. Ali Imran : 159)

Allah berfirman
Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.(QS. Muhammad : 31)

Allah berfirman
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (QS. Al Baqarah : 286)

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Ujian yang paling berat adalah bagi para nabi, kemudian berikutnya dan berikutnya, seseorang diuji (oleh Allah) sesuai kadar agamanya. Maka tidaklah musibah menimpa seseorang sehingga ia berjalan di atas bumi dan tidak ada dosa padanya. (HR Bukhari)

Allah berfirman
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al Baqarah : 153)

Allah berfirman
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al Ashr : 3)

Allah berfirman
Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An Nahl : 96)

Islam mengajarkan untuk bersyukur

Kata untuk bersyukur sekarang sedang mewabah, ada artis penyanyi wanita cantik yang identik dengan ucapannya "Alhamdulillah, yah". Tapi tentunya syukur tidak hanya sekedar diucapkan di mulut saja, tapi juga diresapi dalam hati, dan diamalkan dalam perbuatan. Selain itu, hal yang tidak mudah adalah tetap bersyukur saat mendapat musibah. Misalnya kehilangan dompet yang ada uangnya, tetap bisa mengambil hikmah, dan bisa tetap bersyukur karena fisiknya tidak terluka saat kehilangan dompet. Wajar awalnya kaget bila mendapat musibah, tapi segera bisa segera mengontrol diri untuk mengambil hikmah dari musibah ini.

Manusia diciptakan mempunyai mata, telinga, dan hati agar bisa melihat, mendengar dan memahami akan tanda-tanda kekuasaan Allah. Manusia agar mencari rejeki yang halal dari karunia yang diberikan oleh Allah. Menyembahlah pada Allah, dan mintalah rezeki pada Allah, lalu syukurilah atas semua yang diterima. Manusia diperintahkan oleh Allah untuk selalu mensyukuri segala nikmat yang diberikan Allah, tetapi ternyata tidak banyak manusia yang bersyukur, dan itu karena janji Iblis yang akan menyesatkan manusia agar tidak bersyukur. Orang beriman yang ikhlas tidak akan mudah tertipu oleh rayuan setan yang merupakan anak buah Iblis. Sehingga orang beriman akan selalu berusaha bersyukur dalam keadaan apapun.

Syukur (شُكُوْر) adalah pujian pada Allah sebagai ungkapan terima kasih, dari hati, lisan dan perbuatan. Janji Allah adalah, bagi yang selalu bersyukur atas segala pemberian Allah akan ditambah nikmat hidup ini, dan bagi yang mengingkari nikmat Allah akan mendapat azab yang perih.

Semoga kita semua termasuk orang beriman yang selalu bersyukur akan karunia yang diberikan Allah, sehingga Allah akan memberikan nikmat lebih pada hidup kita...

Allah berfirman
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An Nahl : 78)

Allah berfirman
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)." Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya". (QS. Al Araf : 16 -18)

Allah berfirman
Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. (Al Ghaafir : 61)

Allah berfirman
Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. (QS. An Nahl : 114)

Allah berfirman
Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan. (QS. Al 'Ankabut : 17)

Allah berfirman
Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur. (QS. Luqman : 31)

Allah berfirman
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim : 7)

Minggu, 06 November 2011

Islam mengajarkan untuk hidup mengharap ridho Allah

Ridho(رِضً) berarti suka, rela, senang, yang berhubungan dengan takdir dari Allah. Ridho adalah mempercayai sesungguh-sungguhnya bahwa apa yang menimpa kepada kita, baik suka maupun duka adalah terbaik menurut Allah. Dan apapun yang digariskan oleh Allah kepada hamba-Nya pastilah akan berdampak baik pula bagi hamba-Nya. Orang yang mengharap ridho Allah tidak akan membenci kejadian yang terjadi pada dirinya, ia akan percaya apa yang menimpanya adalah yang terbaik bagi dirinya. Orang yang mencari ridho orang lain yang membawa kemurkaan Allah akan dimurkai Allah, tapi yang mencari ridho Allah walaupun awalnya dicela orang lain, bila mau bersabar akhirnya orang lain juga akan ridho padanya.

Semoga kita termasuk golongan manusia beriman, bertakwa dan tawakkal. Yang hidup untuk mengharap ridho Allah sehingga dicukupkan hidupnya oleh Allah di dunia ini dan diberi kebaikan dunia dan akhirat...

Allah berfirman
Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya). (QS. Al Fath : 18)

Allah berfirman
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. (QS. An Nisaa : 114)

Allah berfirman
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". (QS. Al Baqarah : 201)

Allah berfirman
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. Ath Thalaaq : 2-3)

Islam mengajarkan untuk ikhlas

Ikhlas (إِخْلاص) berarti berarti, murni, bersih, jernih, tanpa campuran. Ikhlas bisa diartikan memurnikan tujuan amal hanya pada Allah, tanpa berharap imbalan dari orang lain dalam bentuk apapun termasuk pujian, serta tidak ada keinginan menarik kembali yang telah dilakukan. Di dalam ajaran Islam, ikhlas adalah salah satu syarat untuk mendapatkan pahala dari Allah. Tentunya ikhlas dalam melakukan ibadah dan perbuatan sesuai ajaran Islam yang benar.

Apabila manusia sudah berusaha ikhlas, (banyak yang ragu belum tahu sudah ikhlas atau belum, paling tidak berusahalah) maka Insya Allah hidupnya akan dimudahkan oleh Allah. Dimudahkan tidak selalu mempunyai uang banyak, tapi merasa kecukupan dengan hal yang dimilikinya dan hatinya tenang. Dan Allah akan memberi rejeki dan ketenangan pada siapapun yang Allah kehendaki, salah satunya pada yang selalu berusaha untuk ikhlas dalam mengerjakan perbuatan baik, beribadah dan menyedekahkan sebagian hartanya pada yang membutuhkan.

Orang yang beriman pasti akan berusaha selalu ikhlas dalam seluruh perbuatannya. Semoga kita termasuk golongan orang beriman yang ikhlas dalam mendirikan shalat dan melakukan sedekah...

Allah berfirman
Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al An'am : 162)

Allah berfirman
Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.(QS. An-Nisaa : 146)

Allah berfirman
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS. Al Bayyinah : 5)

Allah berfirman
Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, (QS. Al Fath : 4)

Allah berfirman
Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit). (QS. Ar Ra'du : 26)