Sabtu, 25 Agustus 2012

Mengatasi rambut kusut dan rontok dengan Virgin Coconut Oil (VCO)

Cara mengatasi rambut kusut adalah dengan menggunakan conditioner sesudah keramas sudah pasti. Tapi bila kusutnya berlebihan, cobalah menggunakan hair mask sebelum keramas, atau krim untuk creambath. 

Tapi aku menggunakan cara yang berbeda. Aku cenderung menggunakan minyak alami untuk mengatasi rambut kusut. Tadinya aku pakai cem-ceman dalam jumlah banyak sebelum keramas, lalu dicuci bersih dan itu membutuhkan shampo cukup banyak, Lalu aku mencoba menggunakan minyak zaitun, cukup membuat rambut cukup lembut dan sehat. Tapi bila ingin lebih lembut lagi tetap gunakan conditioner.

Setelah mencoba menggunakan virgin coconut oil, ternyata efeknya beda. VCO lebih bereaksi pada kulit kepala dibanding cemceman atau minyak zaitun. Bahkan aku membaca referensi bahwa kulit kepala jadi memerah, sayang aku tidak bisa melihatnya. Semua karena partikel VCO yang kecil dan menembus hingga ke dalam kulit kepala dan kemampuannya memperbaiki jaringan yang rusak.

Tapi menurutku efek paling bagus adalah bila batang rambut diolesi VCO, lalu kulit kepala diberi VCO ditambahin propolis. Efek mengatasi kerontokan rambut lebih cepat. Mengatasi rambut rontok memang sedang kuperjuangkan bertahun-tahun ini. Kadang berhenti rontoknya, kadang rontok lagi sampai taraf yang menurutku mengerikan, kalo nyapu lantai dimana-mana ada rambutku. Setelah memijatkan SCALP dari Virgin Natural Cosmetics ditambah 2-3 tetes propolis nampak cepat sekali pengurangan rontok rambutnya.

Masih menggunakan VCO untuk dioleskan di rambut, tapi hanya sekali-sekali. Lebih sering menggunakan sampho dan conditioner dari produk kosmetik herbal

Jadi untuk mengatasi rambut kusut dan rontok adalah dengan mengoleskan batang rambut dengan VCO, memijat kulit kepala dengan VCO dan propolis. Lalu keramas dengan shampo dan conditioner dari produk kosmetik herbal.



Baca juga:

Lagi lagi menjawab e-mail soal jilbab tidak wajib

Sebetulnya aku sudah tidak ingin membahas tentang tulisanku yang berjudul kurang lebih seputar JILBAB TIDAK WAJIB. Komentar yang masuk ke sana sudah aku tutup. Tapi ada saja yang mengirimiku e-mail tentang topik itu.

Pertama seorang wanita yang menyatakan tentang kerelaan hatinya menggunakan jilbab untuk mendapatka surga di e-mail pertama. Lalu aku jawab, terus terang aku lebih melihat seseorang dari akhlak, kebaikan hati, jiwa sosial bukan dari jilbabnya. Soalnya orang berjiwa sosial yang tidak pakai jilbab itu lebih mudah diajak untuk bekerja sama dibandingkan yang pakai jilbab super longgar, mengurung diri, gak bisa ambil keputusan dengan cepat. Apalagi yang kerudungnya lebar itu biasanya anaknya banyak jadi cuman sibuk ngurusin anak yang lahir hampir tiap tahun.

Menurutku lagi kelompok hijabers itu punya banyak nilai positif. Menggunakan hijab secara trendy, banyak melakukan pengajian, dan berjiwa sosial. Cuman gak kuatnya kalo aku ikutan hijabers, bajuku yang minimalis, tidak punya semua warna. Kelompok hijabers yang pecinta mode itu bahkan pengajian ada dress code, warna ungu, pink, merah atau apalah. Terus kalo pas kondangan pake baju tertutup dengan payet-payetan heboh. Mungkin aku diketawain soalnya aku kalo kondangan pake baju minimalis tanpa payet, gak sanggup aku ngikutin selera mode kelompok hijabers. Selain selera bajuku yang minimalis, juga gak bisa pake kerudung aneh-aneh. Tapi toh aku perlu acungkan jempol pada kelompok hijabers yang bisa membuat wanita pecinta mode jadi tertarik menggunakan baju tertutup. Kalo aku sih, jangan cari aku di peragaan busana, cari aku di lapangan softball.

Tapi e-mail kedua dari wanita ini cerita, bahwa pacarnya menyuruh untuk tidak boleh menggunakan jilbab. Ya aku langsung jawab sebaiknya shalat istikharah saja karena seharusnya kalo orang beriman melihat yang dicintai berubah ke arah kebaikan didukung. Kita mencari calon suami adalah keimanannya diprioritaskan bukan dari yang lain.

Lalu ada e-mail seorang laki-laki yang menyatakan bahwa dia bernapas lega membaca tulisanku. Soalnya semua pengajian di lingkungannya menyatakan yang gak pake jilbab, gak pake jenggot, gak pake celana congklang masuk neraka. Kayaknya aku jauh lebih beruntung, karena di lingkunganku pengajian tidak pernah membahas kostum. Siapapun berhak belajar Islam. Termasuk wanita yang pakai kerudung pendek, atau memakai selendang kayak Afriyani. Tidak ada penghakiman kostum adalah syarat utama untuk masuk surga.

Pertama kali belajar Islam, yang diceritakan guruku adalah kisah pembunuh yang masuk ke surga karena bertaubat. Padahal terakhir kali yang dilakukan adalah membunuh seseorang yang menyatakan dia akan masuk neraka karena sudah membunuh orang 99 orang. Dalam perjalanan malaikat Ridwan dan Malik memperebutkan laki-laki ini apa mau dimasukkan ke surga atau neraka. Ternyata karena jarak menuju desa orang yang beriman lebih dekat akhirnya masuk surga.

Lalu aku juga membaca kisah seorang pelacur karena ketidak tahuannya sehingga melacur. Sikapnya memutuskan untuk membantu anjing yang hampir mati membuatnya masuk surga.

Atau cerita lain tentang mimpi seorang bertemu Al Ghazali yang bercerita bahwa beliau masuk surga bukan karena buku-bukunya tapi karena menyelamatkan lalat yang kecemplung di tintanya.

Kita tahu bahwa Allah melihat seseorang bukan dari wajah atau harta tapi dari hati. Para ahli ibadah berpendapat bahwa hanya dengan rajin beribadah membuat hati jadi bersih. Tapi yang aku tangkap bukan itu. Hati yang bersih adalah selain taat beribadah juga hati yang sibuk membantu orang lain, menyelamatkan jiwa orang lain, membahagiakan orang lain. Masalah kostum itu menyusul. Perbaikan hati dahulu lebih penting daripada perbaikan kostum apakah itu jilbab atau jenggot. Guruku cucu pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan menyatakan, dulu ada perang karena bajunya sama makanya orang Islam menggunakan jenggot tanpa kumis untuk membedakan dengan orang kafir yang jahat (yang jahat lho, bukan kafir yang menghargai muslim). Jaman sekarang tidak ada perang di Indonesia secara fisik, malah perang teknologi. Jadi kita mesti juga menguasai teknologi dan tentunya sambil mengasah kepekaan dan kebersihan hati. Orang-orang yang bercelana congklang kebanyakan akhirnya berdagang, terus nanti yang menguasai teknologi siapa. Tapi tidak semua orang dengan celana congklang, soalnya ada seorang praktisi fisioterapi yang aku kenal mempunyai jenggot dan bercelana congklang menguasai profesinya sibuk mengajarkan gerakan shalat yang benar untuk kesehatan ditinjau dari segi medis.

Semakin belajar Islam dipersulit, semakin orang menjauh dari Islam. Lagi-lagi aku beruntung tempat aku kerja sangat mendukung teknologi. Aku mengajar di bidang PAUD, dan untuk SMP dan SMA ada sekolah internasional yang mendukung menguasai teknologi, juga mengasah bakat, dan ada belajar akhlak Islami serta membaca Al Qur'an.


Belajar Islam dimulai dari saling menghargai, saling menyayangi, mengingatkan tentang kebaikan, menolong sesama yang kekurangan, bukan dari kostum ini menurutku. Lingkunganku sangat mendukung pemikiranku ini, teman-temanku, guru tempat aku belajar Islam. Jadi yang ingin belajar Islam tanpa dimulai dari penekanan kostum aku perkenankan datang ke rumahku untuk berdiskusi. Rumah keluargaku sekalian tempat kerjaku. Ada Pendidikan Anak Usia Dini, ada sekolah belajar Al Qur'an sore hari, pengajian bapak-bapak, sekolah bagi yang berusia di atas 50 tahun. Dimulai dari ide bapakku almarhum yang membuat garasi kecil di rumah lama seukuran satu mobil untuk tarawih. Lalu bapak memberi amanat pada putri-putrinya (tidak ada putranya soalnya) yang menyatakan agar rumah peninggalan beliau ini dijadikan ladang, tabungan untuk bekal di akhirat.

Sedikit mengenang almarhum bapakku, beliau berhati lembut, sabar, suka menolong orang lain. Meninggal dengan sangat tenang saat shalat Shubuh padahal beliau menggunakan celana panjang menyentuh tanah mempunyai kumis dan tidak mempunyai jenggot. Juga mengenang almarhum mertua kakak kandungku seorang wanita yang sabar, sibuk mencari nafkah karena suaminya sakit, bersikap santun pada orang lain meninggal saat melakukan ibadah haji, padahal beliau selama ini menggunakan baju yang wajar dipandang orang Indonesia dan jarang menggunakan jilbab sehari-harinya...

Baca juga
Menurut Quraish Shihab jilbab tidak wajib benarkah
Cara agar bidadari surga cemburu pada wanita bumi
Apa dan bagaimanakah orang munafik
Terenyuh

Permainan matematika dan logika

Dapat inbox dari sahabat baik banget nih. Suka SMS kalo Subuh dan tiap buka puasa (soalnya aku puasa Syawal dan mengqodho sebelumnya). Sejauh ini belum nyari jawaban di Google. Ini jawabanku sendiri.

Pertanyaan

aku ada soal :

aku beli mobil, tapi belum punya duit :
aku utang kepada si A = 50 juta & si B = 50 juta
jadi total utang 100 juta

aku beli mobil harga 97 juta, sisa 3 juta
utk mengurangi hutang, aku balikin 1 juta ke A, 1 juta ke B, & 1 juta aku kantongi

jadi hutang aku dengan si A = 49 juta & B = 49 juta

tapi kalo dijumlah : 49 juta + 49 juta = 98 juta + 1 juta ( di kantong ) = 99 juta

padahal tadi ada 100 juta

kemana yang 1 juta?

Jawabku

Kamu itu kok nanya sama lulusan matematika fmipa ugm. Itu kan permainan kalimat.

Pinjam 100 juta. Beli mobil 97 juta. Sisa 3 juta. 97 + 3 = 100

1 juta (A) + 1 juta (B) + 1 juta (kantong) + 97 (mobil) = 100 juta

Yang mesti dibayar
49 juta (A) + 49 juta (B) - 1 juta (kantong) = 97 juta (harga mobil)

Jadi kemana angka 100 juta
100 juta = 97 juta (harga mobil) + 3 juta (sisa) = 49 juta (50-1) + 49 (50-1) - 1 juta (di kantong) + 3 juta (sisa)

Niat banget ya jawabnya... mau cari di Google contekannya ah, ada gak ya...

Ketemu di sini http://ekonomgila.blogspot.com/2011/08/teka-teki-akuntansi.html

Baca juga http://ratnawatiutami.blogspot.com/2011/01/fmipa-ugm-mendadak-tenar-sesaat-gara.html

Rabu, 22 Agustus 2012

Kapan nikah? (Jangan tanyakan itu saat lebaran)

Di detik.com ada artikel jangan tanyakan kapan nikah. Wew, itu masih mending. Coba kalo ada yang tanya ke aku, anak-anakmu di mana. Mencoba menjawab dengan kalem, oh besok mereka dateng kok ke Jogja.

Sulit untuk menggambarkan perasaan, melihat keluarga lain berkumpul dengan anak dan pasangannya. Dan aku sendirian. Anak-anakku sekolah di luar kota. Kenapa... ceritanya terlalu panjang dan ada di postingan jauh sebelum ini.

Tapi di Indonesia ini memang aneh. Hidup itu selalu ditanya terus. Kalo masih sekolah ditanya kapan lulus. Nanti udah lulus ditanya kerja dimana. Abis kerja ditanya kapan nikah. Abis nikah ditanya kapan punya anak. Abis punya anak ditanya kapan punya adik. Kenapa gak ditanya kapan mati gitu...

Kok kayaknya hidup kayak robot aja. Sekolah, kerja, nikah, punya anak, mati. Dan aku boleh dibilang melawan arus. Kalo ditanya kok hidup sendiri. Jawabku, aku diberi kesempatan Allah untuk belajar tentang hidup. Ditanya lagi, apa gak kangen sama anak-anakmu. Jawabku, kangen sih, tapi kalo belum waktunya ketemu terus gimana, aku pernah sakit, pernah depresi sehingga dulu aku tidak maksimal mengurus mereka. Kalo ditanya lagi, pengen menikah enggak. Tadinya bilang enggak ah, males. Perasaan nikah gak ada enak-enaknya. Nah lhoooo... itu sebelum ketemu seseorang. Bikin kebingungan kayak ababil galau. Tanya sana-sini sambil cerita duh nalarku gak jalan.

Diskusi dengan temenku soal cinta. Jatuh cinta itu hormon yang bisa bikin awet muda. Dijodohkan bisa aja asal punya kemauan kuat untuk menjalin hubungan yang sehat. Tapi kalo jatuh cinta sebelum nikah lalu dilanjutkan ke pernikahan, tentunya berusaha menjalin hubungan yang sehat juga.

Diskusi dengan temenku yang lain. Cinta karena wajah itu nafsu. Cinta karena kagum itu semu. Cinta karena kasihan itu capek deh (sedikit ngarang akunya udah agak lupa). Trus cinta beneran itu karena tidak tau kenapa bisa jatuh cinta.

Membaca situs tentang cinta sejati. Cinta karena syarat, aku cinta padamu kalo dibeliin baju, atau kalo mau tidur sama aku itu termasuk cinta nafsu, dangkal. Cinta karena ganteng, pintar atau kagum tidak akan bertahan lama seiring lunturnya penampilan dan kemampuan. Tapi cinta sejati dan selalu dipupuk itu karena suka dan duka, tetap bertahan di tengah badai kehidupan. Butuh kedewasaan dan cinta yang mendalam dari dua pihak.

Tapi guyonan aku dan seorang temenku cewek, wah kalo ada yang jenius rasanya pengen punya anak dari dia yah.... Eh, gak taunya seorang temen cowok yang pintar membuat puisi yang bikin cewek terkagum-kagum sempet cerita,  kok ya ada yang menawarkan diri diperkosa atau pengen punya anak dari aku ya... Ah kegilaan sesaat... Alhamdulillah masih waras. Tapi di luar negeri memang ada wanita tidak mau menikah dan memutuskan punya anak dari sperma beku tentunya memilih bapak yang punya kecerdasan di atas rata-rata.

Ternyata laki-laki berjiwa besar memang masih ada walau langka. Yang mau terima apa adanya tidak melihat ke belakang. Yang selalu optimis dan semua kejadian disikapi dengan positif. Dan otaknya dipenuhi dengan keinginan membantu orang lain, sampai lupa dengan bokep gak jelas. Kebanyakan ilmu tentang kehidupan atau ilmu agama memang belum cukup, mesti mempunyai hati yang lembut, mudah tersentuh dengan masalah orang lain dan siap membantu bila mampu. Tetap optimis, tenang, dan positif. Uh, rasanya laki-laki model gini pengen aku laminating dan jadiin gantungan kunci, kugantung di hatiku... hahahah...

Pertanyaan kapan nikah disikapi dengan tenang, itu hanya basa-basi semata. Oh nanti bulan Mei, gak tau tahunnya kapan. Gak usah terngiang lagunya Wali dengan paniknya liriknya seperti ini "Bapak bapak ibu ibu siapa yang punya anak bilang aku yang sedang malu sama teman temanku karena diriku yang tak laku laku". Udah... optimis, positif, berjiwa besar sajalah toh itu juga pertanyaan kapan nikah cuman basa-basi aja...

Minggu, 19 Agustus 2012

Hari terakhir Ramadhan 1433 H di panti asuhan

Mendadak dapat SMS pada dua hari menjelang lebaran untuk ikut membagikan bingkisan ke panti asuhan. Ikut aja deh, lumayan capek soalnya dari Kulon Progo, Imogiri, terus Kalasan.

Entahlah, akhir-akhir ini suka menulis yang ringkas-ringkas, gak cerita mendetail. Padahal banyak kejadian yang terjadi. Foto juga tidak komplit, biasanya semangat banget semuanya difoto.

Tapi aku sempet merasa seneng soalnya pernah chat lewat Skype dengan penulis buku Rehab Hati, yang bernama Nuruddin al Indunissy, linknya di sini . Juga chat dengan Nurdinillah Ade Katari yang juga sudah menerbitkan beberapa buku, linknya di sini. Ditanya sama mas Ade ini apa aku berminat menerbitkan buku aku jawab tidak. Barangkali aku akan ngeprint beberapa tulisan lalu aku bagikan pada siapapun yang mau.

Takbiran senyum-senyum melihat ada barisan lampion berbentuk angry bird yang bikin jalanan di Jogja macet. Beberapa kelompok menabuh dengan perlengkapan untuk marching band, banyak anak-anak kecil semangat ikutan takbir.

Aku sudah berniat untuk tidak membicarakan tentang anakku yang lama tidak aku temui, Safira dan Safitri. Tapi lebaran kali ini rasanya sulit untuk tidak mengenang mereka lagi. Selama Ramadhan aku berdo'a agar suatu saat bisa menemui mereka lagi. Situasi yang sulit memang, tidak ada yang mau mengalah dan saling merasa benar.

Dan masih sulit melupakan seseorang teman chatku yang mesti berkeliling dunia untuk mendapatkan pencerahan tentang makna hidup, Glenn. Aku pernah menangis selama hampir tiga hari saat chat dengannya dan bercerita saat-saat anakku diambil. Aku ditipu, dia muncul bilang hanya menemui anak-anak, bahkan berjanji tidak akan membawanya. Aku tinggal sebentar lalu anak-anakku hilang. Glenn yang bukan seorang muslim mengatakan, pernah hidup selama dua tahun di Afrika membuatnya paham tentang Islam itu apa. Seharusnya Islam mengajarkan kebaikan dan kasih sayang, bukan memaksakan kehendak dan ego. Pengorbanan untuk membahagiakan orang lain itu adalah nilai timbangan terberat untuk meraih surga, yang ini dari penjelasan Quraish Shihab.

Sebetulnya tidak hanya di akhirat saja manusia mendapat kebaikan, tapi sedekah dengan ikhlas, memberikan hal terbaik untuk kebahagiaan orang lain, tidak menyebut-nyebut lagi tentang pemberian itu, akan mendapat ganjaran di dunia juga. Itulah yang disebut oleh ustad Yusuf Mansyur dengan Miracle of Giving.

Tidak mesti hidup sedih untuk mendapat kebahagiaan di akhirat. Hanya membiasakan tulus ikhlas suka membantu orang lain semampu kita Insya Allah akan dimudahkan hidup di dunia dan akhirat...


Kamis, 16 Agustus 2012

Cara agar bidadari surga cemburu pada wanita bumi

Ada suatu novel yang berjudul "Agar bidadari surga cemburu padamu". Aku ngobrolin topik ini dengan seorang teman wanita sambil cekikikan. Kadang suatu judul memang dramatis agar menarik perhatian. Kasus hangat Foke-Jokowi membuat banyak penulis menulis dan judul dramatis, misalnya "Yang memilih Jokowi orang gila". Ternyata judul hanya sekedar judul karena penulisnya pro Jokowi. Katanya bagaimana orang yang memilih Jokowi tidak gila, Jokowi menolak pembangunan mall di Solo malah memilih mempertahankan pasar tradisional  karena benar-benar pro rakyat katanya begitu.

Aku cerita pada temenku, masak ada khatib yang ceritanya ngeres banget. Waktu di masjid ceramah sebelum  shalat tarawih bicara begini "Jadi ibu-ibu jangan cemburu ya, karena saat di surga nanti bapak-bapak akan memperawani sederetan bidadari cantik". Ibu-ibu yang lain manggut-manggut dan aku nyengir karena aku pernah posting tulisan itu.

Di surga kelak, manusia hanya bicara hal yang bermanfaat, saling menebar salam, saling membagikan kasih sayang, tidak ada dendam dan dengki di surga, sepertinya juga tidak ada rasa cemburu di surga. Rasanya bidadari di surga tidak akan punya rasa cemburu pada wanita sholehah.

Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran". Dan diserukan kepada mereka: "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan". (QS. Al A'raf : 43)

Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam surga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezekinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang. (QS. Maryam : 62)

Di postingan yang membahas 72 bidadari akan digilir seorang laki-laki itu ada yang komen, "Mbak, kalo nulis hadits sebaiknya yang shahih saja. Coba diteliti lagi tentang hadits yang membahas tentang 72 bidadari". Memang, di Al Qur'an dinyatakan bahwa seorang laki-laki akan menikah dan mempunyai istri-istri. Istri mereka akan selalu perawan.

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman. (QS. An Nisaa : 57)

Tapi jangan samakan bumi dengan surga. Karena surga adalah sesuatu yang tidak bisa dibayangkan. Di bumi, seorang laki-laki tentunya diharamkan selingkuh atau berzina. Laki-laki selingkuh karena tidak bisa menahan hawa nafsu akan dihukum di neraka. Tapi bila seorang laki-laki melakukan poligami dan dia bersikap tidak adil maka jalannya akan miring sebelah saat hari kiamat. Semua tindakan penzaliman mesti dipertanggungjawabkan.

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An Nisaa : 129)

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya (QS. An Nisaa : 3)

Kamu lihat orang-orang yang zalim sangat ketakutan karena kejahatan-kejahatan yang telah mereka kerjakan, sedang siksaan menimpa mereka. Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar. (QS. Asy Syuraa : 22)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Barangsiapa yang mempunyai dua isteri, kemudian lebih mencintai kepada salah satu di antara keduanya maka ia datang pada hari kiamat sedangkan tubuhnya miring sebelah. " (HR. Al Khamsah)

Jadi, tidak ada cara untuk membuat seorang bidadari surga cemburu pada wanita bumi. Karena di surga tidak ada rasa cemburu. Menjadi wanita sholehah di bumi, akan membuat wanita itu saat di surga menjadi muda lagi, cantik, wajahnya bercahaya dan mempunyai suami yang selalu mencintai, menyayangi dengan sepenuh hati...

Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya’.” (Al-Waqi’ah : 37)

Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.”

Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”

Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”

Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.”

Rabu, 15 Agustus 2012

Sebaiknya tidak menggugat keimanan orang lain

Akhir-akhir ini timeline twitter tambah panas aja. Kasus pencalonan Gubernur DKI banyak yang memihak sana memihak sini. Ada kelompok beranggapan, kita ini Indonesia, pertimbangkan supaya bisa menerima cawagub non Muslim berdasarkan prestasi bukan karena agamanya. Kelompok lain beranggapan pokoknya cagub dan cawagub DKI mesti muslim apapun alasannya. Karena panas begitu aku pilih unfollow yang SARA. Aku sampai ganti profil twitterku...




Bukannya apa-apa. Karena orang yang beragama Islam ada tingkatannya. Ada muslim, lalu mukmin. Bulan Ramadhan ini kita berusaha meningkatkan dari tingkat mukmin menjadi muttaqin. Seorang yang yang berilmu tinggi dalam Islam belum tentu dia seorang mukmin kalo hobinya main semprot sana semprot sini. Sibuk nyalahin orang ini orang itu sampai lupa untuk sedekah atau berbuat kebaikan. Menurutku sih tujuan baik adalah dengan cara baik. Seperti nasehat Sunan Bonang kepada Raden Said sebelum menjadi Sunan Kalijaga "membantu orang lain dari hasil tidak halal adalah seperti berwudhu dengan air kencing". Lakukan hal yang tujuannya baik dengan cara yang baik.

Kita itu tinggal di Indonesia. Bebas kalo mau pake surjan dan blangkon. Apa iya sih laki-laki beriman itu mesti pake jenggot? Siapa yang meragukan bahwa Para Wali itu manusia pilihan yang diutus oleh Allah mengIslamkan pulau Jawa. Siapa yang meragukan keimanan mereka, padahal Sunan Kalijogo tidak mempunyai jenggot malah memelihara kumis dan menciptakan baju takwa (baju koko yang banyak dibeli saat menjelang lebaran untuk shalat Ied). Aku tetap menghargai orang yang mempunyai kumis dan tidak memelihara jenggot (seperti almarhum bapakku). Aku juga sempet jatuh hati pada orang yang mempunyai kumis tanpa jenggot (ohhh... sayang aku terpaksa menutup lembaran kisahku dengannya), karena dia orang yang sangat support dan baik padaku. Selain itu aku sering disakiti hati oleh orang yang mengaku-aku muslim taat. Kalo mau pake jenggot boleh, tapi juga perbaiki akhlak. Menurut guruku memperbaiki akhlak itu wajib tapi memelihara jenggot itu sunnah.

Ini ada cuplikan postinganku di blog lain Apa dan bagaimanakah orang munafik

Sehingga Allah memperingatkan kepada manusia dalam Surat Al-Baqarah [2:12] "Waspadalah! Sesungguhnya merekalah (orang-orang munafik) orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadarinya". Oleh sebab itu jangan terlalu mudah mengatakan atau menuduh orang diluar Islam kita katakan kafir, karena belum tentu kita lebih baik dari orang kafir. Dan masalah urusan tentang keimanan dan agama itu adalah hak dan wewenang Allah yang menentukan siapa yang termasuk orang kafir dan bukan kafir. Kadang-kadang hak yang yang menyangkut keimanan itu sering dicampuri oleh yang mengaku baru sebagai Ustad, Kyai, Ulama sudah memasuki Hak Kewenangan Allah. Kalau ini disadari tidak sepantasnya manusia mengkafirkan orang lain, sedangkan Nabi Muhammad saja sebagai Rasul tidak pernah memvonis orang lain sebagai kafir.

Dan Allah telah memutuskan bahwa " Tidak ada paksaan dalam menganut Agama karena sudah jelas jalan yang benar dari jalan yang salah.[Al-Baqarah 2:256]" Dan ditegaskan lagi dalam ayat lain dalam surat Al-Anam [6:108] "Janganlah kamu mencela berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah. Demikianlah sunnah Kami yang berlaku bagi setiap umat yaitu memandang baik setiap pekerjaan yang dilakukannya " Kalau petunjuk Allah yang ada dalam Al-Qur'an dilaksanakan dengan benar tidak perlu orang yang mengaku agama Islam atau organisasi atau pimpinan agama, ulama, ustad tidak akan memusuhi agama lain apalagi mengkafirkan orang lain. Karena hal tersebut bukan merupakan tanggung jawab kelompok,organisasi atau orang per orang yang namanya menyangkut orang mau beriman atau tidak kepada Islam itu adalah urusan Allah bukan urusan manusia. Sebab semua pertanggung jawaban masalah keimanan adalah urusan masing-masing secara perorangan. Demikian mudah-mudahan ada manfaatnya kepada kita semua.

Jumat, 10 Agustus 2012

Mensikapi takdir

Ada email masuk yang menanyakan soal takdir yang buruk. Dia nanya apakah doa bisa merubah takdir buruk menjadi baik. Penjelasan takdir tentunya berkaitan dengan qadha dan qadhar. Qadha dan qadar adalah termasuk rukun iman yang ke-enam, dan seorang muslim mesti mempercayainya. Qadha adalah ketetapan Allah sejak zaman azali, dan qadar adalah kejadian yang terjadi. Qadha dan qadar merupakan takdir, jadi karena sudah terjadi, tidak mungkin manusia merubah takdir.

Jawabanku sederhana saja, tanpa penjelasan tentang qadha dan qadar. Seperti ini

Mukmin sejati tidak pernah protes dan mengeluh dengan semua yang menimpanya. Semua ada sebab akibat yang di Hindu disebut karma. Aku sendiri gak pernah mikir takdirku menyedihkan atau tidak. Mukmin selalu husnuzon berprasangka baik bahwa semua yang diberikan Allah adalah kebaikan bagi dirinya.

Jadi gak usah mikirin kok takdirku muka jelek, miskin lagi. Kita terima semua dengan penuh syukur. Kalo mengeluh namanya kufur nikmat dan itu tidak disukai Allah. Sedangkan banyak bersyukur dan banyak sedekah hidup akan bahagia dan dimudahkan.

Gak usah mikir soal takdir, itu urusan Allah dengan kitab Lauh Mahfudz. Tugas kita hanyalah ikhtiar dan banyak berbuat kebaikan. Karena itulah tugas manusia di dunia ini...

(Mohon dikoreksi bila ada kesalahan pemahaman, atau ditambah. Terima kasih)

Selasa, 07 Agustus 2012

Jihad kok jahat

Kalimat ini muncul dari Sys NS saat kajian Al Qur'an bersama Quraish Shihab. Memahami Islam memang dibutuhkan hati yang lembut. Terlalu sibuk dengan aturan, beranggapan dirinya sudah melakukan hal terbaik sedangkan kelompok lain salah itu bukan merupakan ajaran Islam.

Islam mengajarkan untuk berbuat baik pada sesama. Pengorbanan yang dimaksud tentang jihad dalam Islam adalah pengorbanan diri untuk membahagiakan orang lain. Bisa dengan materi atau perbuatan kita.

Oleh sekelompok orang Islam, jihad ternyata bisa diartikan memberantas kejahatan. Untuk memberantas kejahatan boleh membom kaum kafir, sebetulnya itu gak bener. Atau kasus WTC yang dibom ternyata banyak orang Islam yang memuji kejadian itu.

Memurnikan agama sampai bersikap dan bergaya seperti orang Arab. Bila memang keturunan Arab dan nyaman dengan budaya itu perlu dimaklumi. Tapi Islam mengajarkan untuk berhubungan baik dengan tetangga dan saling membantu. Jadi sikap eksklusif tidak mau bergaul dengan lingkungan bukanlah ajaran Islam yang benar.

Terlalu sibuk dengan aturan-aturan, terlalu sibuk dengan pendapat sendiri dan kelompok, lupa menjaga perasaan orang lain bukanlah ajaran Islam yang benar. Boleh saja seseorang melakukan hal-hal maksimal sesuai ajaran Islam yang dipahaminya, tapi kesombongan dengan menganggap orang lain salah sampai bermusuhan lagi-lagi bukanlah ajaran Islam.

Pada akhir zaman akan banyak pemuka agama Islam yang sebetulnya tidak paham Islam. Walaupun hapal banyak teks, aturan tentang Islam, semuanya bisa jadi penuh kemarahan, saling menyalahkan, tidak punya toleransi pada sesama termasuk non Islam bahkan sesama Islam sendiri sebetulnya juga bukan ajaran Islam yang benar.

Tapi itulah dunia, dimana iblis dan setan akan menyesatkan siapapun sehingga maksiat kelihatannya baik. Bahkan orang yang keimanannya kuat juga tidak luput dari godaan setan yang sudah tingkat tinggi kecerdasannya penuh penyesatan. Di akhir zaman, orang-orang beriman yang berhati lembut, penuh toleransi, saling menyayangi sesama akan berkumpul melawan serangan dajjal. Orang yang mengaku beriman padahal hatinya keras tidak akan bergabung di sana.

Allah yang akan menyelamatkan manusia bertakwa yang juga berarti beriman, karena Allah berjanji manusia yang bertakwa akan selalu mendapat jalan keluar dari masalahnya...

Kamis, 02 Agustus 2012

Glenn

Pertemuanku dengannya sangat spesial. Sempat membuat dunia serasa berhenti di bulan Ramadhan ini. Setiap aku chatting dengannya lewat YM aku hanya bisa tiduran sambil mendengarkan jantungku berdegup kencang. Perasaan ini terakhir kurasakan saat SMA di lapangan softball Cemara Tiga Senayan, Jakarta sambil memandangi atlit nasional favoritku.

Namanya Glenn, umurnya 5 tahun di atasku dan dia seorang duda. Katanya sih, dia seorang gentleman yang sangat menghargai wanita. Dia juga bilang kalo hatinya seluas negara bagian Texas. Tinggal di Florida, di sebuah farm milik keluarganya secara turun temurun.

Profesinya sebagai insinyur mekanik dan desainer. Waktu aku bilang "oh kamu insinyur mekanik ya". Jawabnya "Iya, juga sebagai desainer". Ceritanya di depannya ada tiga monitor komputer sekaligus dan beberapa junior programer.

Percakapan dengannya sangat menggetarkan hatiku. Kenapa dia? Bahkan aku belum bertatap muka dengannya hanya memandangi foto-fotonya. Karena dia bercerita tentang kisahnya berkeliling dunia. Bertemu dengan sheik pemuka agama di suatu daerah Afrika dan diajari tentang Islam. Bahkan dia rutin mengirim uang untuk membiayai anak yatim asuhan sheik itu. Ceritanya dia banyak belajar tentang Islam dan nilai-nilai yang terkandung dalam ajarannya. Tentang kasih sayang, kebesaran jiwa dan kebaikan hati.

Blogku resmi hiatus saat aku sering chat dengannya. Blog tentang VCO untuk perawatan wajah, nomor teleponku kuhapus. Aku tidak bisa konsen lagi ngurusinnya. Antara rasa melayang tinggi, ragu karena dia orang asing membuatku menuangkan uneg-uneg pada sahabatku yang sama-sama belajar tentang kehidupan.

Dan setelah kupelajari, dia pekerja keras yang hampir tidak pernah libur. Libur hanya enam bulan sekali selama 2 minggu dan itu dihabiskan waktunya untuk di Florida. Aku tanya padanya "aku tidak bisa membayangkan bekerja keras hampir tanpa libur seperti kamu". Jawabnya "aku sudah keliling dunia dengan pekerjaanku ini, itu sangat membuka pandanganku tentang hidup". Apa pendapatnya tentang aku cukup membuatku tersipu-sipu "you have a warm heart, pretty and smart. You are beautiful, I am not blind". Sudah cukup ah pujiannya, aku bukan siapa-siapa. Hanya seseorang yang sedang belajar tentang makna kehidupan.

Chatting cukup intensif dari Shubuh sampe Maghrib (kayak waktu puasa aja ya). Setelah Maghrib urusan tambah rumit, kadang berada di tempat yang tidak ada hape atau komputer. Walau terpotong-potong, kadang agak lama jawabnya karena dia bekerja, aku juga. Tapi dia selalu berusaha menjawab pertanyaanku.

Akhirnya perpisahan terjadi karena kubilang padanya "menurutku sebaiknya kamu dapat pasangan seiman". Jawabnya "aku percaya Tuhan dan aku menjalankan nilai-nilai kebaikan yang terkandung di dalamnya. Kamu tau, sheik di Afrika membiarkan pasangan satu muslim satunya yahudi." Aku jawab "bilang ke sheik temenmu itu kamu bertemu orang Jawa yang keras kepala hanya hanya mau berpasangan dengan sesama muslim". Dia bilang lagi "bukannya yang menyakiti hatimu semuanya muslim? Mereka tidak paham Islam itu apa. Masih percaya dengan muslim?". Aku jawab "aku berusaha menjalan agama Islam yang benar. Bahkan getaran cinta pada manusia itu tidak lebih penting dibanding getaran pada Allah".

Setelah percakapan itu Glenn tidak mau membalas salamku lagi. Seorang pria yang mengaku paham nilai-nilai kebaikan ajaran semua agama termasuk Islam, mengaku sebagai gentleman yang menghargai wanita, dan punya hati seluas negara bagian Texas memilih tidak mau berbincang denganku lagi. Aku tau dia ada di mana, kantornya yang mana, dan apartemennya daerah mana. Biarlah dia dengan kehidupannya yang menurutnya luar biasa tapi masih kurang menurutku. Dia belum paham makna setiap ibadah yang dilakukan oleh umat Islam sedunia. Kenapa kita harus shalat, melakukan zakat, melakukan qurban, dan lainnya. Perjalanan ke seluruh dunia tidak ada artinya dibandingkan kehidupan akhirat dimana kita akan hidup selamanya. Di surga hidup hanyalah kesenangan semata, hidup tanpa rasa dengki. Semua keinginan akan dikabulkan Allah. Wanita semua cantik dan muda, bergairah. Demikian juga para pria, akan sangat menyayangi pasangannya.

Ridho Allah yang akan membawa manusia ke surga, bukan hanya dari banyaknya pahala. Keikhlasan dengan selalu menjalin ukhuwah, silaturahmi, zakat, sedekah dan mendirikan shalat itulah yang akan membuat Allah ridho.

Sedikit merasa kehilangan Glenn, lalu aku bangkit lagi teringat niatku menabung untuk umroh tahun depan. Sambil menunggu antrian haji di tahun 2019...