Aku bilang ke sahabatku yang sepemikiran "sulit ya nemu orang yang mengorbankan diri demi kebahagiaan orang lain". Adanya hanya orang menyenangkan diri sendiri.
Di Facebook orang mengupload foto makanan enak, jalan-jalan ke tempat wisata, atau berdandan sekeren mungkin. Bukan berarti aku gak pernah upload makanan enak, cuman, ternyata di mata Allah, makanan yang diberikan pada orang yang membutuhkan itulah yang mendapat pahala. Juga baju layak pakai lebih bermanfaat bagi yang sulit membeli baju.
Terus terang aku ill feel banget saat aku coba chat dengan orang Indonesia nanya "kamu nyari profil real muslimah, maksudnya apa". Lalu bertebaranlah kalimat selain Assalamualaikum, ada Afwan, Syukron, Jazakillah. Katanya "saya masih belajar, fakir ilmu, dhoif", dan seterusnya.
Aku jawab "aku ini orangnya ceplas ceplos apa adanya... rasanya bicaranya jadi gak to the point, aku belajar Islam, mencoba menjalankan sesuai Qur'an dan hadits". Dijawab "sudah baca kitab apa saja". Jawabku lagi "aku lulusan komputer, gak bisa baca Arab, taunya ya Al Qur'an dan hadits diberi penjelasan guruku. Cocoknya ngobrolnya ma lulusan pesantren aja. Kayaknya gak punya sense of humour deh. " jawabnya "saya sibuk mencari sesuap nasi".
Yah, mungkin ada yang suka ngobrol dengan orang gitu, kalo menurutku sih lebih langsung "oh saya di Jakarta, kerja di sini, hobinya ini, kegiatannya ini itu". Tuh kan kesabaranku suka dipermainkan oleh orang yang berusaha merendah sampai mengaku dhoif, banyak menyisipkan kata-kata lulusan pesantren, dan menggunakan bahasa metafora. Apa iya kalo ngobrol terus muteeeer aja ngomongnya, gajiku cuman cukup beli sejumput beras atau rumahku buat selonjor gak cukup.
Kembali ke topik berkorban karena Allah. Misalnya ada cerita Imam Al Ghazali masuk surga karena menyelamatkan lalat yang nyemplung di botol tinta. Maksudnya bukan gak boleh bunuh lalat, intinya menyelamatkan jiwa karena Allah. Atau kisah-kisah lain dimana ada orang kaya meninggal dengan tenang, di punggungnya ada bekas guratan bekas memanggul bahan makanan tiap malam supaya tidak diketahui orang lain.
Ke temanku yang lain, aku cerita soal sedekah ikhlas sudah begitu populer, tapi kok masih banyak yang korupsi mengambil harta yang seharusnya untuk rakyat kecil untuk memperkaya diri sendiri. Yah, mereka yang sudah dikuasai hawa nafsu memang sudah buta matanya, disindir di semua media juga gak akan ngerasa.
Semoga kita semua kalau melakukan sesuatu karena Allah, semua, hidup, mati, dan ibadah...
Sabtu, 30 Maret 2013
Jumat, 29 Maret 2013
Pengalaman di dating site khusus muslim
Beberapa temenku bilang, kalo dating site itu untuk orang yang putus asa. Ada yang yang bilang di dating site itu pembohong semua. Dan memang, pernah ditipu sama scammers di Malaysia membuatku lebih waspada sama yang namanya scammers. Aku bergabung di mailing list romancescams.yahoogroups untuk lebih ngerti cara kerja scammers.
Ciri-ciri scammers : Kirim pesan langsung minta e-mail. Biasanya majang foto bule ganteng banget,. Soalnya aku bergabung di dating site khusus muslim ada yang ngaku akan pindah ke Islam. Atau ada juga ngaku beragama Islam. Bahasanya sopan banget, soalnya memang dilatih untuk itu. Berani bersumpah demi Allah bahwa mereka orang jujur, baik hati, mencari pasangan, tidak pernah bohong dan mempunyai kepribadian yang mengagumkan. Kalo diajak cam to cam menolak, atau berani tapi hanya seperti film senyam senyum ngeliatin kamera.
Akhir-akhir ini banyak scammers yang pindah dari Nigeria ke Malaysia dengan visa student. Di sana mereka tidak belajar malah cari mangsa. Dan sasarannya banyak orang Indonesia sekarang. Kasus paling tragis yang aku dengar dari orang Indonesia, dia bercerai dengan suaminya, ambil pinjaman di bank sebesar 133k $ (sebesar 1 M rupiah kali ya). Soalnya nanti gantinya nyampe T kalo dirupiahkan. Tapi bukan di Malaysia, tapi United Kingdom (UK). Dia cerita banyak yang jadi pemeran tambahan. Si orang Inggris ini koma, dokternya nelpon ke Indonesia. Anaknya juga nelpon, siapa lagi pokoknya batinnya tersayat-sayat sampai dibela-belain pinjam uang, entah agunannya apa.
Cerita lain banyak dari orang Amerika. Banyak yang dengan mudahnya transfer uang ke scammers. Please jangan diketawain, mereka itu korban. Kenyataan memang mereka sudah berumur, kesepian, dan sukses diporotin scammers.
Pengalamanku sendiri, aku sampe nangis-nangis galau banget pas telpon-telponan ma scammers. Kangen banget ma dia, dan disembunyiin supaya gak ketauan keluarga. Dalam kegalauan yang amat sangat aku ikutan ikutan sholat berjamaah Maghrib dan Isya; dengan imam ustad Yusuf Mansyur di masjid UIN. Soalnya temenku gak ikutan sholat Isya, pulang aku sendirian memutuskan jalan kaki ke rumah sekitar 3 km. Sepanjang jalan pulang aku nangiiiis terus, banyak gambaran diketawain orang-orang.
Kejadian itu September 2012, beberapa hari abis sholat, aku ikutan reuni SMA. Masih ditelpon, kalo ditanya "do you love me" aku jawab "I love God more than you" gitu terus-terusan, sampai dia bosan. Oh ya aku ketemu scammers di twoo. Aku ikutan twoo soalnya ada invitasi e-mail.
Di twoo banyak yang ajak kenalan, cuman aku rasa orang iseng semua. Terus twoo aku tutup, dapat invitasi ke badoo, ikutan bentar ditutup lagi. Ngeliat iklan indonesiancupid.com iseng ikutan. Di situ di bawah pasti ada warning dari team admin tentang ciri-ciri scammers. Cuman tiap kali kirim message gak ada yang bales. Aku perhatiin, cewek di situ banyakan bajunya sexy banget, trus di profil banyak bule nulis... "hello aku mau ke Bali, mau kenalan ma cewek Indonesia". Aku yang pake kerudung fotonya gak dianggap.
Terus dapat pemberitahuan dari team admin, bergabung di muslima.com. Account di indonesiancupid.com kututup pindah ke muslima.com. Profile tentang aku yang kutulis gonta-ganti. Setelah beberapa minggu ada kejadian account di suspended gak bisa dibuka. Masih gak hunting atau searching, nunggu pesan datang. Ah... banyak muslim di luar negri iseng cuman cari kepuasan seksual lewat internet ternyata. Biasanya langsung aku block. Dan walau banyak warning tentang scammers, message dari scammers tetep ada.
Tapi ada yang nyelip juga orang-orang baik dan serius cari pasangan. Cuman butuh kesabaran, soalnya bisa jadi awalnya tertarik, terus ada sesuatu, gak jadi. Misalnya ada laki-laki Srilangka duda, manajer bank di California, US. Masalahnya dia meninggalkan sholat, dan aku liat di Facebooknya dia merayakan Natal tukar-tukaran kado. Masih pengen menikah dengan wanita muslim yang satu pemahaman, agama Islam tapi beranggapan semua agama sama baik. Sempet bilang mau ke Indonesia, cuman akhirnya gak jadi, soalnya beda dalam menjalankan agama Islam.
Lalu ada laki-laki Malaysia, yang di Facebooknya anak-anaknya 3 perempuan pakai kerudung, banyak foto-fotonya. Kerja di bank juga. Entahlah, orang ini kok gak fokus amat kalo dikontak, jawabnya gak jelas. Kalo malem banget dia kirim pesan... "aku kesepian tapi belum siap menikah, banyak masalah".
Ada lagi orang Syria di US. Sempet YMan, tapi dia bilang, "duh aku suka banget sama kamu cuman aku gak mampu membiayai kamu ke sini". Aku liat di profilnya emang dia menulis mencari hanya wanita muslim di US.
Atau orang bule, yang kirim e-mail dan aku sempat check IP Addressnya. Seru chatnya tadinya, cuman akhirnya ngilang tanpa pesan, aku rasa dia dapetin teman chat lain dan gak peduli lagi ma aku.
Sama seorang temenku dikasih tau ada dating site lain singlemuslim.com . Ini pusatnya di Inggris, dan kebanyakan membernya memang orang Inggris. Tapi bukan bule, banyakan Pakistan atau India. Ada sih yang bule tapi jarang. Soalnya muslima pusatnya di Australia, gak terlalu Islami banget, kalo di singlemuslim e-mailnya pake di doa-doain loh... baguslah. Tapi lebih menarik di muslima sih situsnya, ini pendapatku pribadi aja. Di singlemuslim ada petunjuk fotonya mesti sopan begini begitu.
Di singlemuslim dapat message jaraaang banget, soalnya aku gak searching. Dapat message, sepintas juga udah tau itu scammer. Akhirnya ada yang serius, seorang Pakistan yang tinggal di Kanada. Katanya dia cocok dengan Islam model salafy. Sempet sebulan video call intensif, dia ngajarin wanita bajunya mesti begini begitu pake abaya, gak bergaul dengan laki-laki dan seterusnya. Akhirnya dia bilang "aku gak akan ngilang seperti orang yang kamu kenal di dating site, soalnya aku berusaha jadi muslim yang baik gak mutusin silaturahmi". Tapi apa yang terjadi, dia ngilang juga. Aku liat di Facebooknya banyak temannya aku add semua, beberapa approve. Aku kontak tanyain, "kamu tau ***, apa dia masih hidup?", jawabnya "aku saudara laki-lakinya yang tinggal di pakistan, dia baik-baik aja kok", terus abis itu aku yang request friend di account facebooknya malah di block.
Ada orang Indonesia ngontak aku di singlemuslim. Katanya dibela-belain bayar keanggotaan biar bisa baca message dari aku. Begitu ngobrol, dia cerita nikah demi anak-anaknya, kasian, katanya anak-anaknya yang ABG sendirian di rumah. Tadinya mau ketemuan, cuman bentar-bentar cerita soal almarhum istrinya begini begitu. Foto-foto di G Plus, atau BB masih ada almarhum istrinya yang di pic profil. Akhirnya aku posting nulis harusnya dia memulai hidup baru tanpa bayang-banyang istrinya, aku kasih tau ke dia soal postinganku, eh... dia tersinggung ngilang juga.
Beberapa orang Arab yang ngontak aku malah ajaib banget ceritanya. Ada yang ngajak nikah di hari pertama chat, tapi terus ngilang padahal udah sumpah dia serius, sampai aku jadi stalker membuktikan dia beneran atau enggak, eh beneran. Aku tanya, "kamu relijius" jawabnya "I pray five times, fast in Ramadhan, I don't lie". Ah ngaco.
Atau Arab lain nelpon aku, awalnya nanyain panti asuhan di dekat tempatku. Belakangan nyuruh aku nyiapin pernikahan aku sama dia, jadi "secret life". Aku ngomong, kalo ngikutin sunnah, ya antara istri pertama dan istri kedua mesti adil. Dia bilang di Arab gak gitu, terus ngilang. Ngawur aja, lah aku baca juga di Qur'an laki-laki sulit untuk adil dengan semua istrinya. Dari hadits, kalo gak adil jalannya pincang di padang mahsyar, emang enak, manusia beriman lain berjalan dengan ringan beristirahat di mata air dari surga untuk peristirahatan. Yang gak adil dengan istri-istrinya bakal jalan terseok-seok, kapan nyampenya.
Ada orang Pakistan 60 tahun di Australia otaknya ngeres banget, walau sholat lima waktu hobinya nonton film sexy, favoritnya dari Norwegia, habis nonton begituan dia banyak bersyukur pada Allah katanya. Waktu aku bilang bapakku belajar Islam intensif semenjak pensiun, eh dia bilang spiritualnya menguat sejak 35 tahun. Tapi ya gitu deh, spiritual kuat tapi hobby nonton film porno terus banyak bersyukur, gak jelas spiritual model apa.
Ada juga 2 orang Mesir, yang keduanya tadinya semangat chat ma aku. Yang satu mau ke Indonesia, aku bilang, wah ketemu di kotaku aja tempat rame. Gak jadi datang, ngilang gak jelas. Satunya bilang dia sangat percaya dan takut pada Allah. Tapi idenya ajak seminggu piknik di Mesir untuk kencan aku tolak, dia ngilang lagi akhirnya.
Yang terakhir ketemu orang India di UK, sudah warga negara Inggris. Soalnya kalo baru sebentar di Inggris masih warga negara India sulit untuk kasih visa ke sana. Tapi cenderung workaholik. Hatinya pengen nikah, di kehidupan nyata disibukkan dengan pekerjaannya di bidang IT.
Ada lagi orang di Reunion Island, dia bilang minta bantuanku untuk bikin site untuk memajukan pariwisata di sana. Masih bincang-bincang sih... belum tau jadinya gimana.
Aku anggap semuanya pengalaman unik, lucu, mengesalkan, dan terakhir malah jadi bisnis. Gak tau apa cerita ini menarik, berlebihan, ngaco atau apa. Tapi ini pengalamanku di dating site... masih berlanjut loh...
Ciri-ciri scammers : Kirim pesan langsung minta e-mail. Biasanya majang foto bule ganteng banget,. Soalnya aku bergabung di dating site khusus muslim ada yang ngaku akan pindah ke Islam. Atau ada juga ngaku beragama Islam. Bahasanya sopan banget, soalnya memang dilatih untuk itu. Berani bersumpah demi Allah bahwa mereka orang jujur, baik hati, mencari pasangan, tidak pernah bohong dan mempunyai kepribadian yang mengagumkan. Kalo diajak cam to cam menolak, atau berani tapi hanya seperti film senyam senyum ngeliatin kamera.
Akhir-akhir ini banyak scammers yang pindah dari Nigeria ke Malaysia dengan visa student. Di sana mereka tidak belajar malah cari mangsa. Dan sasarannya banyak orang Indonesia sekarang. Kasus paling tragis yang aku dengar dari orang Indonesia, dia bercerai dengan suaminya, ambil pinjaman di bank sebesar 133k $ (sebesar 1 M rupiah kali ya). Soalnya nanti gantinya nyampe T kalo dirupiahkan. Tapi bukan di Malaysia, tapi United Kingdom (UK). Dia cerita banyak yang jadi pemeran tambahan. Si orang Inggris ini koma, dokternya nelpon ke Indonesia. Anaknya juga nelpon, siapa lagi pokoknya batinnya tersayat-sayat sampai dibela-belain pinjam uang, entah agunannya apa.
Cerita lain banyak dari orang Amerika. Banyak yang dengan mudahnya transfer uang ke scammers. Please jangan diketawain, mereka itu korban. Kenyataan memang mereka sudah berumur, kesepian, dan sukses diporotin scammers.
Pengalamanku sendiri, aku sampe nangis-nangis galau banget pas telpon-telponan ma scammers. Kangen banget ma dia, dan disembunyiin supaya gak ketauan keluarga. Dalam kegalauan yang amat sangat aku ikutan ikutan sholat berjamaah Maghrib dan Isya; dengan imam ustad Yusuf Mansyur di masjid UIN. Soalnya temenku gak ikutan sholat Isya, pulang aku sendirian memutuskan jalan kaki ke rumah sekitar 3 km. Sepanjang jalan pulang aku nangiiiis terus, banyak gambaran diketawain orang-orang.
Kejadian itu September 2012, beberapa hari abis sholat, aku ikutan reuni SMA. Masih ditelpon, kalo ditanya "do you love me" aku jawab "I love God more than you" gitu terus-terusan, sampai dia bosan. Oh ya aku ketemu scammers di twoo. Aku ikutan twoo soalnya ada invitasi e-mail.
Di twoo banyak yang ajak kenalan, cuman aku rasa orang iseng semua. Terus twoo aku tutup, dapat invitasi ke badoo, ikutan bentar ditutup lagi. Ngeliat iklan indonesiancupid.com iseng ikutan. Di situ di bawah pasti ada warning dari team admin tentang ciri-ciri scammers. Cuman tiap kali kirim message gak ada yang bales. Aku perhatiin, cewek di situ banyakan bajunya sexy banget, trus di profil banyak bule nulis... "hello aku mau ke Bali, mau kenalan ma cewek Indonesia". Aku yang pake kerudung fotonya gak dianggap.
Terus dapat pemberitahuan dari team admin, bergabung di muslima.com. Account di indonesiancupid.com kututup pindah ke muslima.com. Profile tentang aku yang kutulis gonta-ganti. Setelah beberapa minggu ada kejadian account di suspended gak bisa dibuka. Masih gak hunting atau searching, nunggu pesan datang. Ah... banyak muslim di luar negri iseng cuman cari kepuasan seksual lewat internet ternyata. Biasanya langsung aku block. Dan walau banyak warning tentang scammers, message dari scammers tetep ada.
Tapi ada yang nyelip juga orang-orang baik dan serius cari pasangan. Cuman butuh kesabaran, soalnya bisa jadi awalnya tertarik, terus ada sesuatu, gak jadi. Misalnya ada laki-laki Srilangka duda, manajer bank di California, US. Masalahnya dia meninggalkan sholat, dan aku liat di Facebooknya dia merayakan Natal tukar-tukaran kado. Masih pengen menikah dengan wanita muslim yang satu pemahaman, agama Islam tapi beranggapan semua agama sama baik. Sempet bilang mau ke Indonesia, cuman akhirnya gak jadi, soalnya beda dalam menjalankan agama Islam.
Lalu ada laki-laki Malaysia, yang di Facebooknya anak-anaknya 3 perempuan pakai kerudung, banyak foto-fotonya. Kerja di bank juga. Entahlah, orang ini kok gak fokus amat kalo dikontak, jawabnya gak jelas. Kalo malem banget dia kirim pesan... "aku kesepian tapi belum siap menikah, banyak masalah".
Ada lagi orang Syria di US. Sempet YMan, tapi dia bilang, "duh aku suka banget sama kamu cuman aku gak mampu membiayai kamu ke sini". Aku liat di profilnya emang dia menulis mencari hanya wanita muslim di US.
Atau orang bule, yang kirim e-mail dan aku sempat check IP Addressnya. Seru chatnya tadinya, cuman akhirnya ngilang tanpa pesan, aku rasa dia dapetin teman chat lain dan gak peduli lagi ma aku.
Sama seorang temenku dikasih tau ada dating site lain singlemuslim.com . Ini pusatnya di Inggris, dan kebanyakan membernya memang orang Inggris. Tapi bukan bule, banyakan Pakistan atau India. Ada sih yang bule tapi jarang. Soalnya muslima pusatnya di Australia, gak terlalu Islami banget, kalo di singlemuslim e-mailnya pake di doa-doain loh... baguslah. Tapi lebih menarik di muslima sih situsnya, ini pendapatku pribadi aja. Di singlemuslim ada petunjuk fotonya mesti sopan begini begitu.
Di singlemuslim dapat message jaraaang banget, soalnya aku gak searching. Dapat message, sepintas juga udah tau itu scammer. Akhirnya ada yang serius, seorang Pakistan yang tinggal di Kanada. Katanya dia cocok dengan Islam model salafy. Sempet sebulan video call intensif, dia ngajarin wanita bajunya mesti begini begitu pake abaya, gak bergaul dengan laki-laki dan seterusnya. Akhirnya dia bilang "aku gak akan ngilang seperti orang yang kamu kenal di dating site, soalnya aku berusaha jadi muslim yang baik gak mutusin silaturahmi". Tapi apa yang terjadi, dia ngilang juga. Aku liat di Facebooknya banyak temannya aku add semua, beberapa approve. Aku kontak tanyain, "kamu tau ***, apa dia masih hidup?", jawabnya "aku saudara laki-lakinya yang tinggal di pakistan, dia baik-baik aja kok", terus abis itu aku yang request friend di account facebooknya malah di block.
Ada orang Indonesia ngontak aku di singlemuslim. Katanya dibela-belain bayar keanggotaan biar bisa baca message dari aku. Begitu ngobrol, dia cerita nikah demi anak-anaknya, kasian, katanya anak-anaknya yang ABG sendirian di rumah. Tadinya mau ketemuan, cuman bentar-bentar cerita soal almarhum istrinya begini begitu. Foto-foto di G Plus, atau BB masih ada almarhum istrinya yang di pic profil. Akhirnya aku posting nulis harusnya dia memulai hidup baru tanpa bayang-banyang istrinya, aku kasih tau ke dia soal postinganku, eh... dia tersinggung ngilang juga.
Beberapa orang Arab yang ngontak aku malah ajaib banget ceritanya. Ada yang ngajak nikah di hari pertama chat, tapi terus ngilang padahal udah sumpah dia serius, sampai aku jadi stalker membuktikan dia beneran atau enggak, eh beneran. Aku tanya, "kamu relijius" jawabnya "I pray five times, fast in Ramadhan, I don't lie". Ah ngaco.
Atau Arab lain nelpon aku, awalnya nanyain panti asuhan di dekat tempatku. Belakangan nyuruh aku nyiapin pernikahan aku sama dia, jadi "secret life". Aku ngomong, kalo ngikutin sunnah, ya antara istri pertama dan istri kedua mesti adil. Dia bilang di Arab gak gitu, terus ngilang. Ngawur aja, lah aku baca juga di Qur'an laki-laki sulit untuk adil dengan semua istrinya. Dari hadits, kalo gak adil jalannya pincang di padang mahsyar, emang enak, manusia beriman lain berjalan dengan ringan beristirahat di mata air dari surga untuk peristirahatan. Yang gak adil dengan istri-istrinya bakal jalan terseok-seok, kapan nyampenya.
Ada orang Pakistan 60 tahun di Australia otaknya ngeres banget, walau sholat lima waktu hobinya nonton film sexy, favoritnya dari Norwegia, habis nonton begituan dia banyak bersyukur pada Allah katanya. Waktu aku bilang bapakku belajar Islam intensif semenjak pensiun, eh dia bilang spiritualnya menguat sejak 35 tahun. Tapi ya gitu deh, spiritual kuat tapi hobby nonton film porno terus banyak bersyukur, gak jelas spiritual model apa.
Ada juga 2 orang Mesir, yang keduanya tadinya semangat chat ma aku. Yang satu mau ke Indonesia, aku bilang, wah ketemu di kotaku aja tempat rame. Gak jadi datang, ngilang gak jelas. Satunya bilang dia sangat percaya dan takut pada Allah. Tapi idenya ajak seminggu piknik di Mesir untuk kencan aku tolak, dia ngilang lagi akhirnya.
Yang terakhir ketemu orang India di UK, sudah warga negara Inggris. Soalnya kalo baru sebentar di Inggris masih warga negara India sulit untuk kasih visa ke sana. Tapi cenderung workaholik. Hatinya pengen nikah, di kehidupan nyata disibukkan dengan pekerjaannya di bidang IT.
Ada lagi orang di Reunion Island, dia bilang minta bantuanku untuk bikin site untuk memajukan pariwisata di sana. Masih bincang-bincang sih... belum tau jadinya gimana.
Aku anggap semuanya pengalaman unik, lucu, mengesalkan, dan terakhir malah jadi bisnis. Gak tau apa cerita ini menarik, berlebihan, ngaco atau apa. Tapi ini pengalamanku di dating site... masih berlanjut loh...
Rabu, 27 Maret 2013
Kisah cinta di dunia maya
Ini bukan tentang aku. Ini tentang sobatku laki-laki keturunan India yang tinggal di Jeddah, tapi kurang bisa berbahasa Arab. Sebagai anak expatriat dia sekolah di sekolah internasional sampai dia berkerja di kantor akuntan.
Jauh lebih muda dari aku, dan aku cuman tukar pikiran sama dia. Dia punya banyak pikiran tentang adik-adiknya perempuan di India yang belum menikah. Galau tingkat dewa dan sangat naif.
Suatu ketika di kasih kabar ke aku, kalo dia jatuh cinta dengan perempuan Indonesia dari dating site, tapi perempuan itu minta uang sebesar 250 SAR (sekitar 650 ribu rupiah) untuk pengobatan kakinya, gak jelas apa kena panu atau koreng gak ada penjelasan. Lalu ditambah kepalanya suka sakit kepala hebat.
Dia kirim no hape dan namanya ke aku, lalu aku kirim pesan dengan sopan "mbak, saya temannya *** mau bantu kirim uang, mbak sakit apa." Jawabnya "bilang ke dia gak usah repot-repot kirim uang".
Eh, temanku jadi galau tingkat super dewa, dimaki-maki sama perempuan yang mengaku sholehah. Dikirim tuh catatan whatsappnya ke aku "Aku kaget ada perempuan sms aku". "Siapa tuh, uang yang dikirim ke aku uangnya atau uangmu". "Tega banget kamu melakukan hal itu padaku".
Sebetulnya aku pengen ketawa, cuman kasian. Foto ceweknya wajahnya kabur, gak ada seluruh tubuh. Cuman pinter banget ngomongnya ngaku sholehah, rajin shalat 5 waktu, tahajud, dhuha, dan tidak pernah disentuh laki-laki. Berjanji akan menyayangi temenku sepenuh hati.
Aku tanya ke temanku yang sempet galau tingkat super dewa. "Emang kamu tau wajahnya, tubuhnya". "Dia bilang sakit, banyak penyakitnya, apa kamu mau yang sehat atau yang sakit. Kalo sakit-sakitan kamu yang mesti urus dia, bukan dia urus kamu". "Dia ngamuk-ngamuk dan bikin kamu tambah galau gara-gara sms dari aku. Ntar kalo jadi istrimu sebentar-sebentar ngamuk gimana".
Kadang penolakan, dimaki-maki itu memang menyakitkan. Lucunya bukan kita yang salah, kita berusaha lurus, digodain, menolak jadinya dimaki-maki. Kayak pengamen ngerayu minta uang, dikasih kurang kita dimaki-maki. Tapi percaya deh, orang yang maki-maki kita ambilin dosa kita, jadi seharusnya tenang aja. Kaget sedikit itu biasa, lalu bisa kembali tenang menghadapi orang yang bicara bahasa setan itu...
Jauh lebih muda dari aku, dan aku cuman tukar pikiran sama dia. Dia punya banyak pikiran tentang adik-adiknya perempuan di India yang belum menikah. Galau tingkat dewa dan sangat naif.
Suatu ketika di kasih kabar ke aku, kalo dia jatuh cinta dengan perempuan Indonesia dari dating site, tapi perempuan itu minta uang sebesar 250 SAR (sekitar 650 ribu rupiah) untuk pengobatan kakinya, gak jelas apa kena panu atau koreng gak ada penjelasan. Lalu ditambah kepalanya suka sakit kepala hebat.
Dia kirim no hape dan namanya ke aku, lalu aku kirim pesan dengan sopan "mbak, saya temannya *** mau bantu kirim uang, mbak sakit apa." Jawabnya "bilang ke dia gak usah repot-repot kirim uang".
Eh, temanku jadi galau tingkat super dewa, dimaki-maki sama perempuan yang mengaku sholehah. Dikirim tuh catatan whatsappnya ke aku "Aku kaget ada perempuan sms aku". "Siapa tuh, uang yang dikirim ke aku uangnya atau uangmu". "Tega banget kamu melakukan hal itu padaku".
Sebetulnya aku pengen ketawa, cuman kasian. Foto ceweknya wajahnya kabur, gak ada seluruh tubuh. Cuman pinter banget ngomongnya ngaku sholehah, rajin shalat 5 waktu, tahajud, dhuha, dan tidak pernah disentuh laki-laki. Berjanji akan menyayangi temenku sepenuh hati.
Aku tanya ke temanku yang sempet galau tingkat super dewa. "Emang kamu tau wajahnya, tubuhnya". "Dia bilang sakit, banyak penyakitnya, apa kamu mau yang sehat atau yang sakit. Kalo sakit-sakitan kamu yang mesti urus dia, bukan dia urus kamu". "Dia ngamuk-ngamuk dan bikin kamu tambah galau gara-gara sms dari aku. Ntar kalo jadi istrimu sebentar-sebentar ngamuk gimana".
Kadang penolakan, dimaki-maki itu memang menyakitkan. Lucunya bukan kita yang salah, kita berusaha lurus, digodain, menolak jadinya dimaki-maki. Kayak pengamen ngerayu minta uang, dikasih kurang kita dimaki-maki. Tapi percaya deh, orang yang maki-maki kita ambilin dosa kita, jadi seharusnya tenang aja. Kaget sedikit itu biasa, lalu bisa kembali tenang menghadapi orang yang bicara bahasa setan itu...
Jumat, 22 Maret 2013
Pake logika jangan bawa-bawa agama
Ini kalimat yang sering aku dengar. Selaluuuu saja di awal ceritanya begitu, baik, sopan, ramah, tapi begitu terdesak akhirnya bilang "pake logika, jangan bawa-bawa agama".
Ada hal yang kita memang tidak bisa pakai logika, seperti mempercayai Isro' Mi'roj. Waktu itu dengan cemas Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyatakan baru saja melakukan perjalanan yang tidak masuk akal. Tapi beberapa sahabat percaya. Karena itu perintah Allah, mesti disampaikan, walau reaksinya tidak menyenangkan.
Kejadian yang boleh disebut ajaib adalah keajaiban sedekah. Bila rajin membantu orang lain, Insya Allah semua urusan dimudahkan. Karena memang manusia cenderung untuk kikir, kalau untuk beli perhiasan, makanan enak, mudah keluar uang, tapi membantu orang lain, beraaat.
Ada seorang laki-laki yang berumur 60 tahun, di Australia, bilang ke aku bahwa sekali-sekali dosa gak papa, ngakunya dia itu spiritualnya kuat dan paham Islam. Tapi ajaran untuk dipelintir, bukan diamalkan. Takutnya model seperti itu, mengerti ajaran Islam tapi dipelintir tempatnya di neraka paling bawah, tempat orang munafik di bawahnya level neraka kafir. Tapi tentunya masih Wallahu 'alam bisshowab. Soalnya ribut sama istrinya dia melakukan selingkuh, tanpa komitmen.
Ada cerita hafidz (penghapal Al Qur'an) yang ternyata di dalam tubuhnya ada jinnya, sehingga mesti di ru'yah. Kok bisa, soalnya penjelasan dari yang meru'yah tauhidnya masih berantakan, dan masih suka emosional ngamuk sana ngamuk sini. Bahkan jin tidak takut berada di tubuh penghapal Qur'an, sesuatu yang mungkin sulit dijelaskan. Orang yang berusaha ikhlas itu semua ditujukan pada Allah, bukan mencari kebanggaan dari orang lain.
Aku pernah posting di blog, seorang mati syahid, penuntut ilmu agama, dermawan tapi masuk neraka linknya di sini.
Dari Abi Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
“Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya.
Allah bertanya kepadanya : 'Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?' Ia menjawab : 'Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.' Allah berfirman : 'Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).'
Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka. Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Qur`an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya.
Kemudian Allah menanyakannya: 'Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?' Ia menjawab: 'Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta aku membaca al Qur`an hanyalah karena engkau.' Allah berkata : 'Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim (yang berilmu) dan engkau membaca al Qur`an supaya dikatakan (sebagai) seorang qari' (pembaca al Qur`an yang baik).
Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).' Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka. Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya).
Allah bertanya : 'Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?' Dia menjawab : 'Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau.' Allah berfirman : 'Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).' Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.’”
Ada hal yang kita memang tidak bisa pakai logika, seperti mempercayai Isro' Mi'roj. Waktu itu dengan cemas Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyatakan baru saja melakukan perjalanan yang tidak masuk akal. Tapi beberapa sahabat percaya. Karena itu perintah Allah, mesti disampaikan, walau reaksinya tidak menyenangkan.
Kejadian yang boleh disebut ajaib adalah keajaiban sedekah. Bila rajin membantu orang lain, Insya Allah semua urusan dimudahkan. Karena memang manusia cenderung untuk kikir, kalau untuk beli perhiasan, makanan enak, mudah keluar uang, tapi membantu orang lain, beraaat.
Ada seorang laki-laki yang berumur 60 tahun, di Australia, bilang ke aku bahwa sekali-sekali dosa gak papa, ngakunya dia itu spiritualnya kuat dan paham Islam. Tapi ajaran untuk dipelintir, bukan diamalkan. Takutnya model seperti itu, mengerti ajaran Islam tapi dipelintir tempatnya di neraka paling bawah, tempat orang munafik di bawahnya level neraka kafir. Tapi tentunya masih Wallahu 'alam bisshowab. Soalnya ribut sama istrinya dia melakukan selingkuh, tanpa komitmen.
Ada cerita hafidz (penghapal Al Qur'an) yang ternyata di dalam tubuhnya ada jinnya, sehingga mesti di ru'yah. Kok bisa, soalnya penjelasan dari yang meru'yah tauhidnya masih berantakan, dan masih suka emosional ngamuk sana ngamuk sini. Bahkan jin tidak takut berada di tubuh penghapal Qur'an, sesuatu yang mungkin sulit dijelaskan. Orang yang berusaha ikhlas itu semua ditujukan pada Allah, bukan mencari kebanggaan dari orang lain.
Aku pernah posting di blog, seorang mati syahid, penuntut ilmu agama, dermawan tapi masuk neraka linknya di sini.
Dari Abi Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
“Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya.
Allah bertanya kepadanya : 'Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?' Ia menjawab : 'Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.' Allah berfirman : 'Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).'
Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka. Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Qur`an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya.
Kemudian Allah menanyakannya: 'Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?' Ia menjawab: 'Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta aku membaca al Qur`an hanyalah karena engkau.' Allah berkata : 'Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim (yang berilmu) dan engkau membaca al Qur`an supaya dikatakan (sebagai) seorang qari' (pembaca al Qur`an yang baik).
Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).' Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka. Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya).
Allah bertanya : 'Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?' Dia menjawab : 'Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau.' Allah berfirman : 'Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).' Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.’”
Kamis, 21 Maret 2013
Kesepian
Menurutku di dunia ini banyak orang kesepian, pengen punya pasangan. Yang jadi masalah adalah cara mensikapinya berbeda-beda.
Ada yang bilang, cewek-cewek itu banyak yang sakit mental, masak soalnya aku orang Emirati tinggal di Dubai ada yang mau bayar supaya bisa pindah ke sini. Gak taunya dia sendiri juga norak, soalnya di United Arab Emirate pertemanan antara laki-laki dan wanita dilarang, langsung ngajak nikah pas chat pertama. Kaget, aku nanya "ciyus?", "iya katanya". Terus aku iseng bikin YM baru ajak kenalan, eh diajakin nikah juga. Sebetulnya yang sakit itu siapa. Abis ajakin nikah, serius, terus bilang terlalu sibuk kerja gak ada waktu... Hmppppf...
Yang norak lagi laki-laki Emirati nawarin aku sebulan pengen dikasih berapa. Lagi-lagi nanya "ciyus", katanya pengen nikah lagi (oalaaah) tapi dikunjungi setahun sekali soalnya dia punya istri. Katanya sholeh, rajin ibadah, takut pada Allah. Tapi bagian hadits yang menyatakan laki-laki poligami itu jalannya miring sebelah (sampe sengkleh, gak bisa jalan normal lama gak sampai tujuan) di padang mashar pasti tidak dibaca.
Atau laki-laki Australia 60 tahun yang rajin banget sholat 5 waktu dan tepat waktu tapi bilang ke aku "frustrasi" dan hobinya nonton film porno. Dia akuntan, istrinya pergi ke kampung halaman di Pakistan soalnya ribut melulu, belum dicerai. Katanya aku sudah single, toh istriku sudah gak di sampingku.
Seorang laki-laki keturunan Mesir di US juga rajin sholat 5 waktu. Tapi sama juga cerita sama aku sambil marah-marah, biarpun ngakunya orang yang loving, caring, understanding, tapi kok kalo ngomong ke aku misuh ya, penuh dengan f word.
Masih berderet lainnya yang mengaku rajin sholat, menjalankan agama dengan benar. Ada laki-laki yang katanya sangat sholeh tinggal di Amerika, aku keliru nulis dia langsung bilang "aku tidak suka dibohongi, bye", yah kadang salah persepsi dalam bahasa Inggris.
Dunia emang udah banyak orang sinting, banyak orang frustrasi. Salah sedikit dimaki-maki, berusaha baik malah dimanfaatkan. Dan itu yang mengaku muslim sangat sholeh sekalipun.
Menurutku definisi sholeh tidak hanya sekedar hapal aturan Islam, rajin sholat 5 waktu, rajin membaca Al Qur'an. Tapi juga punya hati lembut, mudah tersentuh oleh orang yang butuh pertolongan. Mudah memaafkan, selalu sabar, bersyukur. Banyak yang ngaku-ngaku sholeh dan kepribadian baik, gak taunya begitu ngobrol ma aku setannya keluar, aku dipisuh-pisuhin melulu, dikata-katain tanpa merasa bersalah...
Ada yang bilang, cewek-cewek itu banyak yang sakit mental, masak soalnya aku orang Emirati tinggal di Dubai ada yang mau bayar supaya bisa pindah ke sini. Gak taunya dia sendiri juga norak, soalnya di United Arab Emirate pertemanan antara laki-laki dan wanita dilarang, langsung ngajak nikah pas chat pertama. Kaget, aku nanya "ciyus?", "iya katanya". Terus aku iseng bikin YM baru ajak kenalan, eh diajakin nikah juga. Sebetulnya yang sakit itu siapa. Abis ajakin nikah, serius, terus bilang terlalu sibuk kerja gak ada waktu... Hmppppf...
Yang norak lagi laki-laki Emirati nawarin aku sebulan pengen dikasih berapa. Lagi-lagi nanya "ciyus", katanya pengen nikah lagi (oalaaah) tapi dikunjungi setahun sekali soalnya dia punya istri. Katanya sholeh, rajin ibadah, takut pada Allah. Tapi bagian hadits yang menyatakan laki-laki poligami itu jalannya miring sebelah (sampe sengkleh, gak bisa jalan normal lama gak sampai tujuan) di padang mashar pasti tidak dibaca.
Atau laki-laki Australia 60 tahun yang rajin banget sholat 5 waktu dan tepat waktu tapi bilang ke aku "frustrasi" dan hobinya nonton film porno. Dia akuntan, istrinya pergi ke kampung halaman di Pakistan soalnya ribut melulu, belum dicerai. Katanya aku sudah single, toh istriku sudah gak di sampingku.
Seorang laki-laki keturunan Mesir di US juga rajin sholat 5 waktu. Tapi sama juga cerita sama aku sambil marah-marah, biarpun ngakunya orang yang loving, caring, understanding, tapi kok kalo ngomong ke aku misuh ya, penuh dengan f word.
Masih berderet lainnya yang mengaku rajin sholat, menjalankan agama dengan benar. Ada laki-laki yang katanya sangat sholeh tinggal di Amerika, aku keliru nulis dia langsung bilang "aku tidak suka dibohongi, bye", yah kadang salah persepsi dalam bahasa Inggris.
Dunia emang udah banyak orang sinting, banyak orang frustrasi. Salah sedikit dimaki-maki, berusaha baik malah dimanfaatkan. Dan itu yang mengaku muslim sangat sholeh sekalipun.
Menurutku definisi sholeh tidak hanya sekedar hapal aturan Islam, rajin sholat 5 waktu, rajin membaca Al Qur'an. Tapi juga punya hati lembut, mudah tersentuh oleh orang yang butuh pertolongan. Mudah memaafkan, selalu sabar, bersyukur. Banyak yang ngaku-ngaku sholeh dan kepribadian baik, gak taunya begitu ngobrol ma aku setannya keluar, aku dipisuh-pisuhin melulu, dikata-katain tanpa merasa bersalah...
Selasa, 19 Maret 2013
Aku tidak relijius dan aku bangga
Ngobrol dengan muslim di berbagai belahan dunia membuatku sadar, bahwa keturunan Arab yang bisa berbahasa Arab ternyata banyak yang hatinya mati. Islam bukan untuk diamalkan, tapi hanya sekedar tradisi, dan jiwanya memberontak untuk menyimpang dari ajaran Islam.
Terakhir ketemu orang India yang bisa membaca latar belakang seseorang dari melihat matanya. Aku pernah tulis, dan ini pendapatnya tentang aku
Dear, Amazing personality. You have a very rough past but you enjoyed many things that you may not do now. You were in love maybe twice. When you were growing up something happened that is impacting you even now. You are highly expressive person in public as well as in private. Lately, it is becoming hard for people to change your views on certain things.
You have been struggling emotionally in the past and now physically in last few years. Great heart but unfortunately people do not see it and they have tough time understanding you. You do not have a third eye but you have learn so much in life to know who is fake and whose intentions are pure. However, in this process you go very extreme and sometime miss the real person behind the scene. How did i do?
Pada pembicaraan seterusnya, dia menyatakan bahwa dia tidak relijius dan dia bangga dengan hal itu. Kalimat itu diucapkan terus, aku sampe kesel dan aku remove, ignore di YM.
Kenapa bisa tidak relijius tapi bangga, karena HATI yang MATI. Dia merasa kuat dengan kekuatannya sendiri, kemungkinan besar berasal dari setan, dan melecehkan orang yang relijius. Sedangkan HATI yang SAKIT punya dua sisi kehidupan, kadang menonjolkan duniawi, kadang relijius. Barangkali merasa sisi relijiusnya menyelamatkan sisi duniawinya, seperti berpakaian seksi, atau bermaksiat. Tapi yang selamat di akherat adalah HATI yang SEHAT. Berusaha untuk menjalankan perintah ajaran Islam dalam semua sendi kehidupannya.
Orang dengan hati yang sehat berusaha tidak menyakiti hati orang lain, karena itu walau bertemu dengan yang berbeda pendapat tetap bersikap tenang dan tidak memaksakan kehendak.
Seandainya ada yang bertubi-tubi menyakiti hatiku, berjanji tapi tidak menepati, paling tidak mereka mengambili dosa-dosaku. Aku manusia biasa, tidak luput dari kesalahan. walau sudah berusaha pasti juga masih sering menyakiti hati orang lain.
Ada kelompok tertentu menyatakan spiritual lebih penting dari relijius. Konon kata mereka orang dengan spiritual tinggi hatinya tenang, dengan meditasi atau apalah, tanpa melakukan ritual ajaran agama. Tentunya aku tidak setuju dengan hal itu.
Yah, sejauh ini aku berusaha menjadi manusia relijius, dan aku bangga dengan itu...
Terakhir ketemu orang India yang bisa membaca latar belakang seseorang dari melihat matanya. Aku pernah tulis, dan ini pendapatnya tentang aku
Dear, Amazing personality. You have a very rough past but you enjoyed many things that you may not do now. You were in love maybe twice. When you were growing up something happened that is impacting you even now. You are highly expressive person in public as well as in private. Lately, it is becoming hard for people to change your views on certain things.
You have been struggling emotionally in the past and now physically in last few years. Great heart but unfortunately people do not see it and they have tough time understanding you. You do not have a third eye but you have learn so much in life to know who is fake and whose intentions are pure. However, in this process you go very extreme and sometime miss the real person behind the scene. How did i do?
Pada pembicaraan seterusnya, dia menyatakan bahwa dia tidak relijius dan dia bangga dengan hal itu. Kalimat itu diucapkan terus, aku sampe kesel dan aku remove, ignore di YM.
Kenapa bisa tidak relijius tapi bangga, karena HATI yang MATI. Dia merasa kuat dengan kekuatannya sendiri, kemungkinan besar berasal dari setan, dan melecehkan orang yang relijius. Sedangkan HATI yang SAKIT punya dua sisi kehidupan, kadang menonjolkan duniawi, kadang relijius. Barangkali merasa sisi relijiusnya menyelamatkan sisi duniawinya, seperti berpakaian seksi, atau bermaksiat. Tapi yang selamat di akherat adalah HATI yang SEHAT. Berusaha untuk menjalankan perintah ajaran Islam dalam semua sendi kehidupannya.
Orang dengan hati yang sehat berusaha tidak menyakiti hati orang lain, karena itu walau bertemu dengan yang berbeda pendapat tetap bersikap tenang dan tidak memaksakan kehendak.
Seandainya ada yang bertubi-tubi menyakiti hatiku, berjanji tapi tidak menepati, paling tidak mereka mengambili dosa-dosaku. Aku manusia biasa, tidak luput dari kesalahan. walau sudah berusaha pasti juga masih sering menyakiti hati orang lain.
Ada kelompok tertentu menyatakan spiritual lebih penting dari relijius. Konon kata mereka orang dengan spiritual tinggi hatinya tenang, dengan meditasi atau apalah, tanpa melakukan ritual ajaran agama. Tentunya aku tidak setuju dengan hal itu.
Yah, sejauh ini aku berusaha menjadi manusia relijius, dan aku bangga dengan itu...
Senin, 18 Maret 2013
Pipiet Senja, perceraian, dan perjuangan melawan penyakit
Aku baca tulisan tentang Pipiet Senja dari timeline Bang Aswi dan Itik Bali (dua blogger ngetop gak usah dilink). Mereka menulisk, atau meneruskan tulisan tentang seorang penulis yang sedang berjuang dalam kondisinya melawan penyakitnya. Setelah perceraian, menjual rumah, sekarang perjuangan melawan penyakit.
Aku juga punya cerita sendiri. Aku sering dinasehati, sudah, gak usah nyebar ceritamu kemana-mana curhat sama Allah saja. Beberapa teman dekat aku ceritain kondisiku, ada yang bilang, dijadiin novel gimana, cukup heboh katanya tapi pake nama samaran.
Aku sampai komen di artikel tentang Pipiet Senja di blog Itik Bali. "Soal perceraian memang menyakitkan. Rumahku sempat dijadikan kantor oleh Rifka Annisa, LSM yang memperjuangkan wanita korban KDRT. Tapi saat aku kena KDRT ortuku melarang perceraian. Akhirnya aku dibantu psikolog dan pengacara dari Rifka Annisa untuk perceraianku."
Sudahlah... cerita itu sudah lewat. Masa depresi sudah kulalui. Sekarang saatnya membenahi diri dan membersihkan hati, semampu aku.
Tapi beneran... kalo mau didata, kisah menyedihkan itu banyak sekali. Salah satu paling shock bapaknya anakku muncul dan mengambil anak-anakku saat aku bobok siang. Aku sempet main ke Bogor, lalu mengirimkan 2 pasang handphone untuk anakku, diamankan neneknya.
Gak peduli nenek anakku itu pake kerudung, sholat 5 waktu di mataku di balik kerudungnya itu ada tanduknya, pengikut setan. Jimat-jimat tulisan Arab untuk pelindung gaib disimpannya. Waktu bulan Ramadhan, masak banyak, dan aku dilarang makan.
Aku dilarang keluargaku ke sana, ada bertubi-tubi sms dari bapak anakku menuliskan mau memenggal leherkulah, atau menyiram mukaku dengan air keras. Itu bukan tulisan seorang manusia yang punya hati, itu tulisan setan... dan seluruh keluarga besarnya yang menutupi kelakuannya.
Sedikit belok. Sekarang aku mau menulis tulisan Pipiet Senja tentang beliau sendiri...

Orang Jual Ginjal: Aku Jual Rumah Demi Pengobatan
Cibubur, 14 Maret 2013
Memasuki bulan kedua sejak mendengar diagnosa dokter, mengenai kondisi kesehatanku; kelainan darah, hepatitis, kardiomegali dan DM alias diabetes melitus.
Sejak itulah aku memutuskan untuk menjaga ketat asupan makanan dan minuman. Saking ketatnya, dan kepingin sekali menurunkan kadar gula dalam darah, aku tak pernah lagi sarapan lengkap, selain semangkuk kecil havermut dan segelas susu diabetes.
Sementara itu, sejak memutuskan gugat cerai, aku harus pergi dari rumah yang selama ini kami, aku dan putriku tempati. Terhitung sejak Agustus 2012, aku numpang di rumah anak-anak, hanya dua anak.
Anak sulung sudah punya rumah cicilan di Citayam. Adiknya, perempuan baru menikah dan masih numpang di rumah dinas mertua di Halim. Karena harus bolak-balik ke RSCM, untuk menghemat enerji dan dana, kuputuskan numpang di rumah dinas besan.
Apabila ingin nyaman menulis dan beribadah, biasanya aku akan pergi ke Mesjid At-Tin, di sanalah bersama para nomaden lainnya; aku menulis, menulis sambil bermunajat. Memohon kesembuhan langsung dari Sang Khalik.
Dan dari serangkaian terapi, tiada kata lain kecuali; harus menebus obat! Jika selama ini masih bisa memanfaatkan Askes, maka sejak menjadi janda, fasilitas Askes pun dicabut. Demi Kartu Sehat, terpaksa aku harus memilih pindah menjadi warga DKI Jakarta.
Selamat tinggal Depok, selamat tinggal Jawa Barat dengan segala keindahannya, kampung halaman tercinta.
Ternyata mengurus Kartu Sehat pun belum bisa kulaksanakan. Begitu banyak waktu tersita, mengobati lever dan jantung, berseberangan dengan antidiabetes.
Dokter sudah menggambarkan prognosa, kemungkinan terburuk di kemudian hari dengan mengkonsumsi semua obat-obatan yang segambrengan. Ginjal bisa kena, pancreas bisa saja tidak berfungsi dan itu berarti menghilangkan produksi albumin.
“Dokter, sudah, ya, jangan dibahas lagi. Semuanya sudah saya tahu, saya baca dari browsingan,” tukasku satu kali, rasanya bikin sakit kepala dan bisa struk mendadak mendengar kemungkinan-kemungkinan terburuk itu.
Inilah obat-obatan yang harus aku telan setiap harinya; Xjade, 6 butir gede-gede diminum sekaligus, dicairkan, ini khusus untuk menormalisasi zat besi ferritin pasca ditransfusi. Isosorbide Dinitrate, Scantipid, Captropil, Metformin, Lansoprazole, Merzasol, Vitamin E, B12, Asam Folat dan transfusi darah yang semakin sering.
Padahal sebelumnya, selama berpuluh tahun, dokter hanya memberiku Asam Folat dan Xjade atau Desferal saja. Obat yang satu ini jika harus beli harganya satu kapolet berisi 7 butir adalah; 1 juta 367 ribu. Aku membutuhkan 180 butir per bulannya.
Ya Allah, aku ingin sembuh, tetapi begitu mahal kesehatan itu, ya Robb!
"Jual sajalah, Ma, rumah kontrakan yang dihibahkan Papa ke Butet itu,” usul putriku satu kali. Dia tentu bisa merasakan bagaimana ibunya ini semakin sering wara-wiri ke rumah sakit, artinya semakin banyak saja dana yang harus dikeluarkan. “Serius? Itu kan rumah kenangan, banyak peristiwa terjadi selama 25 tahun kita menempatinya.”
“Kebanyakannya juga peristiwa menyakitkan, Mama. Lihat Mama dijadikan samsak, dipukuli, ditendangi, mata Mama bocor dan berdarah-darah. Tulang lutut Mama retak, jalan pincang sampai berbulan-bulan….”
“Pssst, lupakan semuanya, Nak,” tukasku mendadak ngeri lagi jika mengingat semua kekerasan yang pernah kami peroleh dari lelaki itu.
“Makanya, jual sajalah! Lagian kita memang membutuhkannya. Terutama buat berobat Mama. Katanya kan Mama mau berobat ke Melaka?”
“Iya sih, eh, kalau ada dananya. Bagaimana dengan rumah yang harus kita miliki juga?”
Butet tercenung. Tentu saja kami harus menyadari bahwa saat ini yang terpenting adalah rumah tinggal sendiri. Ini rumah dinas, besan dalam masa persiapan pensiun. Kabarnya, mereka hanya diberi waktu sampai September, dan itu tinggal beberapa saat lagi!
“Begini saja, fokuskan dulu untuk cari rumah yang bisa dicicil dengan KPR. Ingat, jangan yang mahal, ya, yang penting kita bisa tinggal nyaman dan rumah sendiri,” pesanku memutuskan matarantai kegamangan.
“Hmm, DP-nya dari mana, Ma? Tabungan kami gak seberapa banyak.”
Butet tertunduk di samping suaminya yang tak berkata-kata. ”Mama akan berusaha cari solusi untuk DP-nya. Selanjutnya kalianlah yang mencicil. Kelak, kalau kalian sudah ada, DP-nya harap dikembalikan ke Mama. Bagaimana setuju?” cerocosku menyemangati pasustri yang belum lama menikah ini.
“Waaah, seriuuus, Ma? Kita boleh pinjam? Eh, memang Mama sudah ada duitnya?”
“Tenanglah, nanti Mama minta bantuan para sahabat yang bisa diandalkan.” Dalam dua bulan itu, aku bergerak terus antara rumah sakit dengan beberapa pertemuan. Sedikit demi sedikit dana terkumpul. Ada sumbangan dari jamaahnya Ustad Bobby Herwibowo dan Ratih Sang, Pinjaman dari Kang Abik dan Pak Remon, bos penerbit Zikrul Hakim, sebelum aku memutuskan untuk resign.
“Buat DP rumah apa sudah ada, Mama? Pengajuan pinjaman ke Bank sudah disetujui,” lapor Butet, memerlihatkan dokumen KPR.
“Iya, siang ini ada yang transfer.” Setelah diperoleh sebuah rumah tinggal di kawasan Kota Wisata, Cibubur, barulah aku menyadari kembali; tak ada lagi uang untuk dana pengobatan. Jangankan untuk menebus obat atau bayar laboratorium, bahkan untuk sekadar ongkos ke rumah sakit pun kosong!
“Sudah dipasang iklan gratis di berniaga.com bahkan tokobagus.com. Tapi belum ada yang berjodoh beli rumah kontrakan kita,” laporku pula kepada putriku.
“Sabar terus, ya Mama sayang. Semoga Mama disehatkan dan dikuatkan,” putriku memelukku erat-erat. Acapkali begitu pulang kerja malam-malam, dia langsung menengokku ke kamar. Dipeluk, dikecupnya pipi-pipiku, sambil memeriksa tangan dan kaki-kakiku.
“Mama, aduuuh, rasanya badan Mama jadi mengecil begini ya. Lihat, kaki-kaki Mama mengerucut seperti kakinya Omah,” komentarnya sambil memijiti kaki-kakiku, tak jarang kurasakan air bening menetes dari sudut-sudut matanya.
“Pssst, Mama masih kuat, ah!” elakku seraya balik mengusap-usap permukaan perutnya.
”Nah, bagaimana kabarnya si Utun Inji hari ini?”
“Makin lincah gerakannya, Manini. Semoga si Dede ini menjadi perempuan tangguh, perempuan hebat seperti Manini,” celotehnya pula dengan mata berbinar-binar penuh semangat dan harapan calon ibu muda.
Akhirnya, aku memang harus menjual; rumah kontrakan 12 pintu di Jalan Raden Saleh 4 No 31 Rt.03/Rw 05, kelurahan Sukmajaya, Depok. SHM, IMB, harga 275 juta, sudah termasuk pajak pembeli, balik nama dan Notaris.
Aku tidak ingin mengemis, sungguh, hanya minta bantuan sahabat, agar ikut menyebar permintaanku ini. Ya, semoga tidak termasuk iklan, sehingga tak perlu ihapus dari akunku di sini.
Maafkan lahir batin dan mohon selain doa juga keikhlasannya membantu perjuanganku ini. Terimakasih, semoga Sang Maha Penyembuh masih memberiku waktu untuk berkarya, dan bermanfaat bagi orang banyak.
Aku juga punya cerita sendiri. Aku sering dinasehati, sudah, gak usah nyebar ceritamu kemana-mana curhat sama Allah saja. Beberapa teman dekat aku ceritain kondisiku, ada yang bilang, dijadiin novel gimana, cukup heboh katanya tapi pake nama samaran.
Aku sampai komen di artikel tentang Pipiet Senja di blog Itik Bali. "Soal perceraian memang menyakitkan. Rumahku sempat dijadikan kantor oleh Rifka Annisa, LSM yang memperjuangkan wanita korban KDRT. Tapi saat aku kena KDRT ortuku melarang perceraian. Akhirnya aku dibantu psikolog dan pengacara dari Rifka Annisa untuk perceraianku."
Sudahlah... cerita itu sudah lewat. Masa depresi sudah kulalui. Sekarang saatnya membenahi diri dan membersihkan hati, semampu aku.
Tapi beneran... kalo mau didata, kisah menyedihkan itu banyak sekali. Salah satu paling shock bapaknya anakku muncul dan mengambil anak-anakku saat aku bobok siang. Aku sempet main ke Bogor, lalu mengirimkan 2 pasang handphone untuk anakku, diamankan neneknya.
Gak peduli nenek anakku itu pake kerudung, sholat 5 waktu di mataku di balik kerudungnya itu ada tanduknya, pengikut setan. Jimat-jimat tulisan Arab untuk pelindung gaib disimpannya. Waktu bulan Ramadhan, masak banyak, dan aku dilarang makan.
Aku dilarang keluargaku ke sana, ada bertubi-tubi sms dari bapak anakku menuliskan mau memenggal leherkulah, atau menyiram mukaku dengan air keras. Itu bukan tulisan seorang manusia yang punya hati, itu tulisan setan... dan seluruh keluarga besarnya yang menutupi kelakuannya.
Sedikit belok. Sekarang aku mau menulis tulisan Pipiet Senja tentang beliau sendiri...

Orang Jual Ginjal: Aku Jual Rumah Demi Pengobatan
Cibubur, 14 Maret 2013
Memasuki bulan kedua sejak mendengar diagnosa dokter, mengenai kondisi kesehatanku; kelainan darah, hepatitis, kardiomegali dan DM alias diabetes melitus.
Sejak itulah aku memutuskan untuk menjaga ketat asupan makanan dan minuman. Saking ketatnya, dan kepingin sekali menurunkan kadar gula dalam darah, aku tak pernah lagi sarapan lengkap, selain semangkuk kecil havermut dan segelas susu diabetes.
Sementara itu, sejak memutuskan gugat cerai, aku harus pergi dari rumah yang selama ini kami, aku dan putriku tempati. Terhitung sejak Agustus 2012, aku numpang di rumah anak-anak, hanya dua anak.
Anak sulung sudah punya rumah cicilan di Citayam. Adiknya, perempuan baru menikah dan masih numpang di rumah dinas mertua di Halim. Karena harus bolak-balik ke RSCM, untuk menghemat enerji dan dana, kuputuskan numpang di rumah dinas besan.
Apabila ingin nyaman menulis dan beribadah, biasanya aku akan pergi ke Mesjid At-Tin, di sanalah bersama para nomaden lainnya; aku menulis, menulis sambil bermunajat. Memohon kesembuhan langsung dari Sang Khalik.
Dan dari serangkaian terapi, tiada kata lain kecuali; harus menebus obat! Jika selama ini masih bisa memanfaatkan Askes, maka sejak menjadi janda, fasilitas Askes pun dicabut. Demi Kartu Sehat, terpaksa aku harus memilih pindah menjadi warga DKI Jakarta.
Selamat tinggal Depok, selamat tinggal Jawa Barat dengan segala keindahannya, kampung halaman tercinta.
Ternyata mengurus Kartu Sehat pun belum bisa kulaksanakan. Begitu banyak waktu tersita, mengobati lever dan jantung, berseberangan dengan antidiabetes.
Dokter sudah menggambarkan prognosa, kemungkinan terburuk di kemudian hari dengan mengkonsumsi semua obat-obatan yang segambrengan. Ginjal bisa kena, pancreas bisa saja tidak berfungsi dan itu berarti menghilangkan produksi albumin.
“Dokter, sudah, ya, jangan dibahas lagi. Semuanya sudah saya tahu, saya baca dari browsingan,” tukasku satu kali, rasanya bikin sakit kepala dan bisa struk mendadak mendengar kemungkinan-kemungkinan terburuk itu.
Inilah obat-obatan yang harus aku telan setiap harinya; Xjade, 6 butir gede-gede diminum sekaligus, dicairkan, ini khusus untuk menormalisasi zat besi ferritin pasca ditransfusi. Isosorbide Dinitrate, Scantipid, Captropil, Metformin, Lansoprazole, Merzasol, Vitamin E, B12, Asam Folat dan transfusi darah yang semakin sering.
Padahal sebelumnya, selama berpuluh tahun, dokter hanya memberiku Asam Folat dan Xjade atau Desferal saja. Obat yang satu ini jika harus beli harganya satu kapolet berisi 7 butir adalah; 1 juta 367 ribu. Aku membutuhkan 180 butir per bulannya.
Ya Allah, aku ingin sembuh, tetapi begitu mahal kesehatan itu, ya Robb!
"Jual sajalah, Ma, rumah kontrakan yang dihibahkan Papa ke Butet itu,” usul putriku satu kali. Dia tentu bisa merasakan bagaimana ibunya ini semakin sering wara-wiri ke rumah sakit, artinya semakin banyak saja dana yang harus dikeluarkan. “Serius? Itu kan rumah kenangan, banyak peristiwa terjadi selama 25 tahun kita menempatinya.”
“Kebanyakannya juga peristiwa menyakitkan, Mama. Lihat Mama dijadikan samsak, dipukuli, ditendangi, mata Mama bocor dan berdarah-darah. Tulang lutut Mama retak, jalan pincang sampai berbulan-bulan….”
“Pssst, lupakan semuanya, Nak,” tukasku mendadak ngeri lagi jika mengingat semua kekerasan yang pernah kami peroleh dari lelaki itu.
“Makanya, jual sajalah! Lagian kita memang membutuhkannya. Terutama buat berobat Mama. Katanya kan Mama mau berobat ke Melaka?”
“Iya sih, eh, kalau ada dananya. Bagaimana dengan rumah yang harus kita miliki juga?”
Butet tercenung. Tentu saja kami harus menyadari bahwa saat ini yang terpenting adalah rumah tinggal sendiri. Ini rumah dinas, besan dalam masa persiapan pensiun. Kabarnya, mereka hanya diberi waktu sampai September, dan itu tinggal beberapa saat lagi!
“Begini saja, fokuskan dulu untuk cari rumah yang bisa dicicil dengan KPR. Ingat, jangan yang mahal, ya, yang penting kita bisa tinggal nyaman dan rumah sendiri,” pesanku memutuskan matarantai kegamangan.
“Hmm, DP-nya dari mana, Ma? Tabungan kami gak seberapa banyak.”
Butet tertunduk di samping suaminya yang tak berkata-kata. ”Mama akan berusaha cari solusi untuk DP-nya. Selanjutnya kalianlah yang mencicil. Kelak, kalau kalian sudah ada, DP-nya harap dikembalikan ke Mama. Bagaimana setuju?” cerocosku menyemangati pasustri yang belum lama menikah ini.
“Waaah, seriuuus, Ma? Kita boleh pinjam? Eh, memang Mama sudah ada duitnya?”
“Tenanglah, nanti Mama minta bantuan para sahabat yang bisa diandalkan.” Dalam dua bulan itu, aku bergerak terus antara rumah sakit dengan beberapa pertemuan. Sedikit demi sedikit dana terkumpul. Ada sumbangan dari jamaahnya Ustad Bobby Herwibowo dan Ratih Sang, Pinjaman dari Kang Abik dan Pak Remon, bos penerbit Zikrul Hakim, sebelum aku memutuskan untuk resign.
“Buat DP rumah apa sudah ada, Mama? Pengajuan pinjaman ke Bank sudah disetujui,” lapor Butet, memerlihatkan dokumen KPR.
“Iya, siang ini ada yang transfer.” Setelah diperoleh sebuah rumah tinggal di kawasan Kota Wisata, Cibubur, barulah aku menyadari kembali; tak ada lagi uang untuk dana pengobatan. Jangankan untuk menebus obat atau bayar laboratorium, bahkan untuk sekadar ongkos ke rumah sakit pun kosong!
“Sudah dipasang iklan gratis di berniaga.com bahkan tokobagus.com. Tapi belum ada yang berjodoh beli rumah kontrakan kita,” laporku pula kepada putriku.
“Sabar terus, ya Mama sayang. Semoga Mama disehatkan dan dikuatkan,” putriku memelukku erat-erat. Acapkali begitu pulang kerja malam-malam, dia langsung menengokku ke kamar. Dipeluk, dikecupnya pipi-pipiku, sambil memeriksa tangan dan kaki-kakiku.
“Mama, aduuuh, rasanya badan Mama jadi mengecil begini ya. Lihat, kaki-kaki Mama mengerucut seperti kakinya Omah,” komentarnya sambil memijiti kaki-kakiku, tak jarang kurasakan air bening menetes dari sudut-sudut matanya.
“Pssst, Mama masih kuat, ah!” elakku seraya balik mengusap-usap permukaan perutnya.
”Nah, bagaimana kabarnya si Utun Inji hari ini?”
“Makin lincah gerakannya, Manini. Semoga si Dede ini menjadi perempuan tangguh, perempuan hebat seperti Manini,” celotehnya pula dengan mata berbinar-binar penuh semangat dan harapan calon ibu muda.
Akhirnya, aku memang harus menjual; rumah kontrakan 12 pintu di Jalan Raden Saleh 4 No 31 Rt.03/Rw 05, kelurahan Sukmajaya, Depok. SHM, IMB, harga 275 juta, sudah termasuk pajak pembeli, balik nama dan Notaris.
Aku tidak ingin mengemis, sungguh, hanya minta bantuan sahabat, agar ikut menyebar permintaanku ini. Ya, semoga tidak termasuk iklan, sehingga tak perlu ihapus dari akunku di sini.
Maafkan lahir batin dan mohon selain doa juga keikhlasannya membantu perjuanganku ini. Terimakasih, semoga Sang Maha Penyembuh masih memberiku waktu untuk berkarya, dan bermanfaat bagi orang banyak.
Jumat, 15 Maret 2013
Penyesalan selalu datang terlambat
Aku pernah cukup akrab dengan seorang laki-laki seumurku, dia di kepala 4 masih jomblo. Ceritanya banyak, biarpun gak punya anak katanya keponakan-keponakannya sangat sayang padanya.
Dia mengaku kalo tidak pernah sholat, alasannya ortunya. Ortunya berdarah biru, keturunan bangsawan dan menjalani ilmu Kejawen. Aku juga orang Jawa juga, cuman aku malah gak tau apa itu Kejawen sebetulnya. Setelah aku ketemu dia, kira-kira akhir 2009, aku mempelajari sepintas tentang Kejawen. Dari sejarah pengIslaman di Jawa, Wali Songo adalah para hamba Allah yang sholeh. Tapi ada namanya Syeh Siti Jenar yang mempunyai konsep keTuhanan yang berbeda. Menyembah dan percaya pada Tuhan iya, tapi dengan cara yang berbeda dari Sunnah. Dari Syeh Siti Jenar inilah konsep Kejawen jadi mengakar kuat di sebagian orang Jawa. Ada semacam rasa percaya diri yang kuat, pemahaman alam semesta, kemampuan untuk berhubungan dengan leluhur, semua hal yang membuat seseorang jadi merasa kuat dan cerdas untuk memahami kehidupan ini.
Yang jadi masalahnya, akhirnya temanku ini cerita saat meninggal almarhum bapaknya proses sakratul mautnya sangat lama. Beberapa hari seperti kesakitan tapi tidak bisa meninggal. Akhirnya dipanggil guru spiritual, oleh guru ini anaknya disuruh sholat dekat ayahnya semampunya. Kata temanku dia tidak bisa sholat, jadi cuman asal-asalan sholatnya. Sejak kecil sekolah di sekolah non muslim. Akhirnya bapaknya meninggal juga. Dan anehnya ada dua kakaknya murtad, pindah agama. Mungkin trauma dengan proses kematian versi Kejawen tapi di KTP beragama Islam. Temanku sempet curhat ke aku kalo dia pengen jadi muslim yang taat. Aku bilang mau ngedukung. Apa yang terjadi... katanya setelah janjinya itu dia merasa pusing luar biasa saat teringat padaku. Dia memutuskan mendiamkan telponku dan smsku.
Banyak kejadian yang menyakitkan hatiku semenjak kejadian itu. Di komunitas temen sekolah, tiba-tiba ada gosip tidak sedap soal aku. Tiba-tiba dia aktif di komunitas dan aku tidak diberi undangan lagi kalo ada acara. Cukup shock, bermasalah dengan satu orang, efeknya sampai satu komunitas teman sekolah. Benar-benar latihan kesabaran waktu itu. Cukup membutuhkan waktu lama beberapa bulan sampai aku bisa tenang, dan memutuskan untuk tidak terlibat di acara reuni.
Banyak sudah isyarat di sekitar kita. Tentang orang yang sulit meninggal, sakit parah di hari tua, tapi gemerlap dunia membuat kita lupa. Apalagi cinta-cintaan, sudah lupa dengan dunia yang kita pijak dan pertanggung jawabannya. Aku dapat pesan dari seorang teman muslim berasal dari Mesir yang tinggal di Norwegia yang tadinya begitu antusias mau mengunjungi Indonesia. Terakhir sebelum hilang pesannya ke aku gini "kamu orang baik banget, aku gak merasa nyaman, aku bukan orang baik." Aku soalnya sempat bilang padanya, kamu bisa bahasa Arab kan, kenapa tidak membaca Al Qur'an.
Dugaanku dia juga pusing berat tiap kali mau menjawab pesanku, batinnya bergejolak. Proses untuk bisa kembali kepada Islam, memahami makna ayat Al Qur'an butuh pengorbanan yang luar biasa bagi beberapa orang. Beruntunglah yang bisa lurus tanpa kehilangan barang titipan dari Allah, seperti pasangan yang dicintai, anak, harta benda. Kita mati hanya membawa hati yang bersih dan amal ibadah kita. Tapi bukan berarti mesti menderita saat hidup di dunia ini.
Mendapatkan kestabilan emosi, ketenangan walau dijahati banyak orang memang tidak mudah. Mesti mulai lagi dari mensyukuri apa yang kita miliki. Dan mau berikhtiar untuk survive dalam kehidupan ini. Optimis ke depan, tidak mudah putus asa. Mudah ya ngomongnya, melakukan memang tidak mudah. Kadang ada acara jatuh bangun juga, hehehehe... Tapi akhirnya kita berusaha memperbaiki keimanan, ketakwaan kita agar tidak terlambat saat meninggal nantinya nanti. Karena penyesalan selalu datang terlambat...
Dia mengaku kalo tidak pernah sholat, alasannya ortunya. Ortunya berdarah biru, keturunan bangsawan dan menjalani ilmu Kejawen. Aku juga orang Jawa juga, cuman aku malah gak tau apa itu Kejawen sebetulnya. Setelah aku ketemu dia, kira-kira akhir 2009, aku mempelajari sepintas tentang Kejawen. Dari sejarah pengIslaman di Jawa, Wali Songo adalah para hamba Allah yang sholeh. Tapi ada namanya Syeh Siti Jenar yang mempunyai konsep keTuhanan yang berbeda. Menyembah dan percaya pada Tuhan iya, tapi dengan cara yang berbeda dari Sunnah. Dari Syeh Siti Jenar inilah konsep Kejawen jadi mengakar kuat di sebagian orang Jawa. Ada semacam rasa percaya diri yang kuat, pemahaman alam semesta, kemampuan untuk berhubungan dengan leluhur, semua hal yang membuat seseorang jadi merasa kuat dan cerdas untuk memahami kehidupan ini.
Yang jadi masalahnya, akhirnya temanku ini cerita saat meninggal almarhum bapaknya proses sakratul mautnya sangat lama. Beberapa hari seperti kesakitan tapi tidak bisa meninggal. Akhirnya dipanggil guru spiritual, oleh guru ini anaknya disuruh sholat dekat ayahnya semampunya. Kata temanku dia tidak bisa sholat, jadi cuman asal-asalan sholatnya. Sejak kecil sekolah di sekolah non muslim. Akhirnya bapaknya meninggal juga. Dan anehnya ada dua kakaknya murtad, pindah agama. Mungkin trauma dengan proses kematian versi Kejawen tapi di KTP beragama Islam. Temanku sempet curhat ke aku kalo dia pengen jadi muslim yang taat. Aku bilang mau ngedukung. Apa yang terjadi... katanya setelah janjinya itu dia merasa pusing luar biasa saat teringat padaku. Dia memutuskan mendiamkan telponku dan smsku.
Banyak kejadian yang menyakitkan hatiku semenjak kejadian itu. Di komunitas temen sekolah, tiba-tiba ada gosip tidak sedap soal aku. Tiba-tiba dia aktif di komunitas dan aku tidak diberi undangan lagi kalo ada acara. Cukup shock, bermasalah dengan satu orang, efeknya sampai satu komunitas teman sekolah. Benar-benar latihan kesabaran waktu itu. Cukup membutuhkan waktu lama beberapa bulan sampai aku bisa tenang, dan memutuskan untuk tidak terlibat di acara reuni.
Banyak sudah isyarat di sekitar kita. Tentang orang yang sulit meninggal, sakit parah di hari tua, tapi gemerlap dunia membuat kita lupa. Apalagi cinta-cintaan, sudah lupa dengan dunia yang kita pijak dan pertanggung jawabannya. Aku dapat pesan dari seorang teman muslim berasal dari Mesir yang tinggal di Norwegia yang tadinya begitu antusias mau mengunjungi Indonesia. Terakhir sebelum hilang pesannya ke aku gini "kamu orang baik banget, aku gak merasa nyaman, aku bukan orang baik." Aku soalnya sempat bilang padanya, kamu bisa bahasa Arab kan, kenapa tidak membaca Al Qur'an.
Dugaanku dia juga pusing berat tiap kali mau menjawab pesanku, batinnya bergejolak. Proses untuk bisa kembali kepada Islam, memahami makna ayat Al Qur'an butuh pengorbanan yang luar biasa bagi beberapa orang. Beruntunglah yang bisa lurus tanpa kehilangan barang titipan dari Allah, seperti pasangan yang dicintai, anak, harta benda. Kita mati hanya membawa hati yang bersih dan amal ibadah kita. Tapi bukan berarti mesti menderita saat hidup di dunia ini.
Mendapatkan kestabilan emosi, ketenangan walau dijahati banyak orang memang tidak mudah. Mesti mulai lagi dari mensyukuri apa yang kita miliki. Dan mau berikhtiar untuk survive dalam kehidupan ini. Optimis ke depan, tidak mudah putus asa. Mudah ya ngomongnya, melakukan memang tidak mudah. Kadang ada acara jatuh bangun juga, hehehehe... Tapi akhirnya kita berusaha memperbaiki keimanan, ketakwaan kita agar tidak terlambat saat meninggal nantinya nanti. Karena penyesalan selalu datang terlambat...
Minggu, 10 Maret 2013
E-mail from USA
I got e-mail from USA. Very amazing, I sent him my pic only my eyes, he could understand my character. I was blushed when read it.
Well... this is my pic and the e-mail...
Dear, Amazing personality. You have a very rough past but you enjoyed many things that you may not do now. You were in love maybe twice. When you were growing up something happened that is impacting you even now. You are highly expressive person in public as well as in private. Lately, it is becoming hard for people to change your views on certain things.
You have been struggling emotionally in the past and now physically in last few years. Great heart but unfortunately people do not see it and they have tough time understanding you. You do not have a third eye but you have learn so much in life to know who is fake and whose intentions are pure. However, in this process you go very extreme and sometime miss the real person behind the scene. How did i do?
Then this man said that I would not like him because he was flirt... hmmmm....
Well... this is my pic and the e-mail...
Dear, Amazing personality. You have a very rough past but you enjoyed many things that you may not do now. You were in love maybe twice. When you were growing up something happened that is impacting you even now. You are highly expressive person in public as well as in private. Lately, it is becoming hard for people to change your views on certain things.
You have been struggling emotionally in the past and now physically in last few years. Great heart but unfortunately people do not see it and they have tough time understanding you. You do not have a third eye but you have learn so much in life to know who is fake and whose intentions are pure. However, in this process you go very extreme and sometime miss the real person behind the scene. How did i do?
Then this man said that I would not like him because he was flirt... hmmmm....
Jumat, 08 Maret 2013
Aku masih hargai yang belum gunakan kerudung
Menggunakan kerudung itu pilihan hidupku. Kenapa tidak menggunakan rok dan kerudung lebar? Ini penjelasan dari tempat aku bekerja, bahwa sebaiknya blus agak panjang, kerudung pendek tidak masalah asal blus tidak ketat, dan guru PAUD itu sebaiknya menggunakan celana panjang agar mudah mengejar anak balita yang berlarian. Gak ada jaim-jaiman mesti pakai rok, soalnya perlu bergerak cepat.
Memang ada ulama besar jaman dulu yang menuliskan bahwa baju mesti kerudung lebar, baju abaya lebar bahan tebal. Tapi tentunya Islam berkembang dan mendunia.
Jaman Soekarno, Indonesia menolak budaya barat. Tapi bajunya mengadopsi budaya barat. Budaya kita, dari berbagai suku menggunakan baju berwarna-warni. Awalnya memang masih canggung menggunakan kerudung, tapi akhirnya dipopulerkan oleh designer yang memperkenalkan baju muslimah a la Indonesia yang trendy dan berwarna-warni.
Sekarang di pesta pernikahan, baju pengantin wanita yang digunakan sebetulnya masih menampilkan bentuk tubuh, menggunakan baju adat hanya ditambahkan penutup kepala. Kalau di Jawa, biasanya rambut ditutup penutup kepala berwarna hitam lalu ditambahkan rangkaian melati.
Indonesia itu begitu indahnya, punya banyak budaya, dan berbagai suku. Apa iya baju muslimah yang mencirikan dia wanita sholehah adalah yang bahan lebar, warna gelap dan tebal. Soal keimanan, bagaimana menggunakan baju muslimah yang syar'i, tentunya pilihan hidup.
Aku masih menghargai yang belum gunakan kerudung, masih berteman dengan mereka. Dan beranggapan, siapa tau mereka ini lebih sabar dari aku, lebih banyak beramal sholeh, lebih banyak bermanfaat bagi orang lain.
Memang sih, sering melihat yang roknya kependekan, pakai high pants, tank top. Kalau tidak kenal masak iya sih ngomongin ke mereka, "hei, dosa tau kelihatan pahanya". Sebagai penggemar olahraga softball, ada beberapa atlit perempuan menggunakan celana pendek. Tapi ini kan di lapangan, tempatnya kita bicara teknik permainan, bukan bicara soal Islam. Jadi ya, aku tetap berteman baik dengan mereka.
Salah satu yang aku berusaha menghindari adalah merasa diri sendiri lebih baik dari orang lain. Nanti kalau merasa lebih baik jadi sombong, dan sombong itu membuat seseorang masuk neraka. Sikap iblis merasa dirinya lebih baik dari manusia dilaknat Allah, menimbulkan kebencian pada manusia.
Jadi walau menggunakan kerudung, yang masih pantas digunakan di Indonesia, tidak memancing perhatian berlebih, toh secara genetik laki-laki di Indonesia memang tidak separah memandang aurat wanita dibanding orang Arab.
Kerudung itu pilihan hidup, semua orang pasti menggunakan baju sesuai dengan kenyamanan dirinya. Dan seorang muslim sebaiknya menghindari sikap sombong, merasa lebih baik daripada orang lain. Jadi biarkan saja masalah pilihan hidup ini, tugas kita hanya untuk mengingatkan kebaikan. Lebih baik bila kita banyak membantu dan bermanfaat bagi orang lain. Daripada membahas orang lain yang kita anggap buruk karena kita anggap penampilannya yang membuat dosa, lebih baik intropeksi diri, apakah kita sudah bermanfaat bagi orang lain?
Allah berfirman
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
Memang ada ulama besar jaman dulu yang menuliskan bahwa baju mesti kerudung lebar, baju abaya lebar bahan tebal. Tapi tentunya Islam berkembang dan mendunia.
Jaman Soekarno, Indonesia menolak budaya barat. Tapi bajunya mengadopsi budaya barat. Budaya kita, dari berbagai suku menggunakan baju berwarna-warni. Awalnya memang masih canggung menggunakan kerudung, tapi akhirnya dipopulerkan oleh designer yang memperkenalkan baju muslimah a la Indonesia yang trendy dan berwarna-warni.
Sekarang di pesta pernikahan, baju pengantin wanita yang digunakan sebetulnya masih menampilkan bentuk tubuh, menggunakan baju adat hanya ditambahkan penutup kepala. Kalau di Jawa, biasanya rambut ditutup penutup kepala berwarna hitam lalu ditambahkan rangkaian melati.
Indonesia itu begitu indahnya, punya banyak budaya, dan berbagai suku. Apa iya baju muslimah yang mencirikan dia wanita sholehah adalah yang bahan lebar, warna gelap dan tebal. Soal keimanan, bagaimana menggunakan baju muslimah yang syar'i, tentunya pilihan hidup.
Aku masih menghargai yang belum gunakan kerudung, masih berteman dengan mereka. Dan beranggapan, siapa tau mereka ini lebih sabar dari aku, lebih banyak beramal sholeh, lebih banyak bermanfaat bagi orang lain.
Memang sih, sering melihat yang roknya kependekan, pakai high pants, tank top. Kalau tidak kenal masak iya sih ngomongin ke mereka, "hei, dosa tau kelihatan pahanya". Sebagai penggemar olahraga softball, ada beberapa atlit perempuan menggunakan celana pendek. Tapi ini kan di lapangan, tempatnya kita bicara teknik permainan, bukan bicara soal Islam. Jadi ya, aku tetap berteman baik dengan mereka.
Salah satu yang aku berusaha menghindari adalah merasa diri sendiri lebih baik dari orang lain. Nanti kalau merasa lebih baik jadi sombong, dan sombong itu membuat seseorang masuk neraka. Sikap iblis merasa dirinya lebih baik dari manusia dilaknat Allah, menimbulkan kebencian pada manusia.
Jadi walau menggunakan kerudung, yang masih pantas digunakan di Indonesia, tidak memancing perhatian berlebih, toh secara genetik laki-laki di Indonesia memang tidak separah memandang aurat wanita dibanding orang Arab.
Kerudung itu pilihan hidup, semua orang pasti menggunakan baju sesuai dengan kenyamanan dirinya. Dan seorang muslim sebaiknya menghindari sikap sombong, merasa lebih baik daripada orang lain. Jadi biarkan saja masalah pilihan hidup ini, tugas kita hanya untuk mengingatkan kebaikan. Lebih baik bila kita banyak membantu dan bermanfaat bagi orang lain. Daripada membahas orang lain yang kita anggap buruk karena kita anggap penampilannya yang membuat dosa, lebih baik intropeksi diri, apakah kita sudah bermanfaat bagi orang lain?
Allah berfirman
يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّـهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ اللَّـهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
خير الناس أنفعهم للناس
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah) Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
Tidak akan masuk surga seorang yang dalam hatinya ada sebiji dzarrah dari kesombongan. (HR. Muslim)
Kamis, 07 Maret 2013
Komentar di WACANA POLYGAMI
Nih ada komentar yang gak aku muat di komentar tapi aku mau tulis di sini
Alhamdu ya lillah, Berarti bidadari sedekar pajangan aja ya dijanjikan Allah, hmm saya musti berpikir Ulang tentang meyakini janji Allah.
Atau Allah Berdusta Soal bidadari kah??? Yakin masuk Surga?? ahai... pasti dong, Smua Muslim masuk surga, atau skrg surga sudah dipetak2in sama org2 dengan pemahaman tanpa amalan??? Atau sedekar Anda saja masuk Surga??
penyakit para ustad slalu begini.... Surga milik mrk aja smua, tuhan model baru, dan terlalu banyak riwayat membuktikan dimana tempat mrk akhirnya...
Belajarlah yg rajin lagi, baca kembali yg saya tulis, bagian mana canda yg tak terdapat dalam ayat?? Saya membayangkan apa yg Allah dan Rasulnya janjikan, silahkan anda cemooh Allah dan Rasulnya yg bicara ttg Bidadarinya... atau anda mau bilang ALLAH dan Rasulnya berpikiran Kotor??? hahaha ... saya gak ikut2an deh kalau lawan Allah dan Rasulnya, tapi kalau lawan alim ulama dan alim ubaru yg merasa bakalan punya surga, itu sangat menarik tuk saya buktikan dilapangan seberapa bermanfaat dia buat manusia, atau cuma memanfaatkan manusia tuk kepentingannya sendiri saja...
Males ngurus orang yang berpikirnya mutar-muter...
Alhamdu ya lillah, Berarti bidadari sedekar pajangan aja ya dijanjikan Allah, hmm saya musti berpikir Ulang tentang meyakini janji Allah.
Atau Allah Berdusta Soal bidadari kah??? Yakin masuk Surga?? ahai... pasti dong, Smua Muslim masuk surga, atau skrg surga sudah dipetak2in sama org2 dengan pemahaman tanpa amalan??? Atau sedekar Anda saja masuk Surga??
penyakit para ustad slalu begini.... Surga milik mrk aja smua, tuhan model baru, dan terlalu banyak riwayat membuktikan dimana tempat mrk akhirnya...
Belajarlah yg rajin lagi, baca kembali yg saya tulis, bagian mana canda yg tak terdapat dalam ayat?? Saya membayangkan apa yg Allah dan Rasulnya janjikan, silahkan anda cemooh Allah dan Rasulnya yg bicara ttg Bidadarinya... atau anda mau bilang ALLAH dan Rasulnya berpikiran Kotor??? hahaha ... saya gak ikut2an deh kalau lawan Allah dan Rasulnya, tapi kalau lawan alim ulama dan alim ubaru yg merasa bakalan punya surga, itu sangat menarik tuk saya buktikan dilapangan seberapa bermanfaat dia buat manusia, atau cuma memanfaatkan manusia tuk kepentingannya sendiri saja...
Males ngurus orang yang berpikirnya mutar-muter...
Rabu, 06 Maret 2013
Gak laku-laku, susah cari jodoh
Pernah aku ditanya soal jodoh. Aku sih jawabnya gini "sejak aku balik Jogja 2009 dan mulai nulis, dan lebih peka terhadap sesuatu hal. Jadi masih sibuk dengan diri sendiri, rasanya butuh waktu untuk bisa berbagi lagi sama orang lain". Peka gimana maksudnya, yah... kata beberapa temenku sekarang kesadaranku meningkat, otak kanan aktif sehingga mudah untuk menulis dengan intuisi dibanding sebelum 2009.
Aku mencoba baca cara-cara mencari jodoh. Ada yang nulis mesti mengatasi mental blocking, seperti egois, sulit berbagi, standar terlalu tinggi. Atau ada yang nulis, tidak perlu cinta untuk menikah. Ada lagi bergaullah di tempat yang sesuai dengan standar wanita yang diinginkan.
Menurutku paling sulit adalah CHEMISTRY. Rasa deg-degan gak karuan, gemeteran, pengen terus ketemu, kebayang-bayang terus. Susahnya yang disukai gak mau. Idealnya memang punya chemistry dari dua belah pihak dan bisa bertahan. Soalnya chemistry juga bisa redup seiring dengan waktu.
Aku belum pernah merasakan lagi chemistry itu. Mungkin boleh dibilang rasanya deg-degan luar biasa waktu pas Merapi meletus, aku terkurung di rumah beberapa minggu karena hujan debu. Lalu aku sering menangis serasa masuk lorong waktu ke jaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Tidak melihat langsung, tapi setiap kali membaca hadits serasa mendengar langsung dari beliau dan membuatku menangis tersedu-sedu.
Aku memutuskan gak gaul lagi, gabung kelompok yang sukanya makan enak, karaokean sampe malem atau nongkrong gak jelas sampai dini hari. Aku lebih suka membaca referensi dan menulis. Memperbaiki semuanya, aku merasa banyak sekali kesalahan yang kulakukan selama ini.
Terus aku banyak nulis, beberapa kali dapat tanggapan lewat e-mail, kebanyakan ngajak kenalan umurnya dua puluhan atau tiga puluhan. Begitu aku bilang umurku forty something, ada yang ngilang gitu aja, ada yang pakai basa-basi sebelum memutuskan gak kontak lewat e-mail.
Kemana coba laki-laki seumurku yang ngakunya mereka berniat cari istri. Kebanyakan mereka ini kurang merawat penampilan, di umur 40 sudah keliatan tuaaa. Fisik menurun drastis, perut gendut atau kurus dan keriput, botak, kacamata plus. Tapi maunya standarnya sama wanita muda banget dan cantik banget. Kalo duitnya banyak masih memungkinkan punya cita-cita kayak gitu, tapi yang kelihatan tua gak pernah merawat diri, ngerokok melulu, makan sembarangan, tidak pernah olahraga, maunya juga wanita cantik banget, bisa masak, bisa memuaskan suami, standar yang ketinggian.
Paling parah itu banyak laki-laki yang menyadari kekurangan fisik dan keuangan memutuskan untuk memuaskan imajinasi lewat internet. Ngobrol yang menjurus untuk mencari kepuasan sesaat.
Aku pernah nanya ke sobatku "kenapa di usia 40an laki-laki malah semakin tidak dewasa". Jawabnya sambil bercanda "puber ke 4", hehehe... pengen menikmati dunia lagi, ngerasain suasana hati yang menyenangkan tanpa tanggung jawab.
Tapi mungkin gak nemu pasangan yang ideal dengan kita. Semua mungkin, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Sama halnya seperti dengan kejahatan, kalau tidak terbongkar di dunia, balasannya di akhirat. Kalau ternyata di dunia ini dizalimi suami dan tetap sabar, di akhirat akan mendapat surga dan istri seorang laki-laki yang mati syahid.
Kebahagiaan di dunia dan akhirat itu maksudnya tidak selalu ideal seperti gambaran orang. Fisik menarik, uang banyak, anak-anak pintar, rumah mewah, mobil keren. Kebahagiaan tidak hanya dunia, tapi dunia dan akhirat, adalah hati tenang walau menghadapi banyak masalah, dan berusaha menjalankan ajaran Islam sesuai perintah Allah dan menjauhi larangan Allah.
Dunia itu hanya sesaat, terima saja qodha dan qodar dan terus optimis untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik. Sudah jelas seorang mukmin harusnya percaya pada hari akhir, nyatanya nekad melakukan maksiat dengan berbagai pembenaran. Itu namanya tidak percaya hari akhir. Bersenang-senang di dunia boleh, tergantung caranya. Banyak membantu orang secara ikhlas dan merasa bahagia, itulah bahagia yang positif.
Jadi kita nikmati hidup ini secara positif dengan atau tanpa pasangan. Soalnya dalam banyak kasus punya istri/suami malah hidupnya sengsara tak berkesudahan. Atau pengen ideal, punya pasangan dan bahagia? Yang penting ikhtiar dan berusaha istiqomah. Tidak ada jomblo di surga...
Aku mencoba baca cara-cara mencari jodoh. Ada yang nulis mesti mengatasi mental blocking, seperti egois, sulit berbagi, standar terlalu tinggi. Atau ada yang nulis, tidak perlu cinta untuk menikah. Ada lagi bergaullah di tempat yang sesuai dengan standar wanita yang diinginkan.
Menurutku paling sulit adalah CHEMISTRY. Rasa deg-degan gak karuan, gemeteran, pengen terus ketemu, kebayang-bayang terus. Susahnya yang disukai gak mau. Idealnya memang punya chemistry dari dua belah pihak dan bisa bertahan. Soalnya chemistry juga bisa redup seiring dengan waktu.
Aku belum pernah merasakan lagi chemistry itu. Mungkin boleh dibilang rasanya deg-degan luar biasa waktu pas Merapi meletus, aku terkurung di rumah beberapa minggu karena hujan debu. Lalu aku sering menangis serasa masuk lorong waktu ke jaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Tidak melihat langsung, tapi setiap kali membaca hadits serasa mendengar langsung dari beliau dan membuatku menangis tersedu-sedu.
Aku memutuskan gak gaul lagi, gabung kelompok yang sukanya makan enak, karaokean sampe malem atau nongkrong gak jelas sampai dini hari. Aku lebih suka membaca referensi dan menulis. Memperbaiki semuanya, aku merasa banyak sekali kesalahan yang kulakukan selama ini.
Terus aku banyak nulis, beberapa kali dapat tanggapan lewat e-mail, kebanyakan ngajak kenalan umurnya dua puluhan atau tiga puluhan. Begitu aku bilang umurku forty something, ada yang ngilang gitu aja, ada yang pakai basa-basi sebelum memutuskan gak kontak lewat e-mail.
Kemana coba laki-laki seumurku yang ngakunya mereka berniat cari istri. Kebanyakan mereka ini kurang merawat penampilan, di umur 40 sudah keliatan tuaaa. Fisik menurun drastis, perut gendut atau kurus dan keriput, botak, kacamata plus. Tapi maunya standarnya sama wanita muda banget dan cantik banget. Kalo duitnya banyak masih memungkinkan punya cita-cita kayak gitu, tapi yang kelihatan tua gak pernah merawat diri, ngerokok melulu, makan sembarangan, tidak pernah olahraga, maunya juga wanita cantik banget, bisa masak, bisa memuaskan suami, standar yang ketinggian.
Paling parah itu banyak laki-laki yang menyadari kekurangan fisik dan keuangan memutuskan untuk memuaskan imajinasi lewat internet. Ngobrol yang menjurus untuk mencari kepuasan sesaat.
Aku pernah nanya ke sobatku "kenapa di usia 40an laki-laki malah semakin tidak dewasa". Jawabnya sambil bercanda "puber ke 4", hehehe... pengen menikmati dunia lagi, ngerasain suasana hati yang menyenangkan tanpa tanggung jawab.
Tapi mungkin gak nemu pasangan yang ideal dengan kita. Semua mungkin, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Sama halnya seperti dengan kejahatan, kalau tidak terbongkar di dunia, balasannya di akhirat. Kalau ternyata di dunia ini dizalimi suami dan tetap sabar, di akhirat akan mendapat surga dan istri seorang laki-laki yang mati syahid.
Kebahagiaan di dunia dan akhirat itu maksudnya tidak selalu ideal seperti gambaran orang. Fisik menarik, uang banyak, anak-anak pintar, rumah mewah, mobil keren. Kebahagiaan tidak hanya dunia, tapi dunia dan akhirat, adalah hati tenang walau menghadapi banyak masalah, dan berusaha menjalankan ajaran Islam sesuai perintah Allah dan menjauhi larangan Allah.
Dunia itu hanya sesaat, terima saja qodha dan qodar dan terus optimis untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik. Sudah jelas seorang mukmin harusnya percaya pada hari akhir, nyatanya nekad melakukan maksiat dengan berbagai pembenaran. Itu namanya tidak percaya hari akhir. Bersenang-senang di dunia boleh, tergantung caranya. Banyak membantu orang secara ikhlas dan merasa bahagia, itulah bahagia yang positif.
Jadi kita nikmati hidup ini secara positif dengan atau tanpa pasangan. Soalnya dalam banyak kasus punya istri/suami malah hidupnya sengsara tak berkesudahan. Atau pengen ideal, punya pasangan dan bahagia? Yang penting ikhtiar dan berusaha istiqomah. Tidak ada jomblo di surga...
Sabtu, 02 Maret 2013
Jaman jahilliyah era modernisasi
Menurutku memang sekarang ini jaman jahilliyah. Cuman yah, sudah ditutupi dengan ini itu, sepintas bagus padahal cuman kedok aja.
Salah satu orang Arab yang ngobrol sama aku cerita dia mampir ke KOTA BUNGA di puncak. Cuman dia gak suka macet di Jakarta. Dia gak cerita aja, kalo dekat kota bunga ada kampung yang wanita-wanitanya dinikahin orang Arab, dikunjungi suami pas musim liburan.
Gilanya tuh orang, dengan pedhenya tawar-tawaran sama aku. Alasannya dia nyari istri yang dikunjungi saat liburan aja. Hanya saja nyarinya orang yang Islamnya bagus. Kalo nikah di dekat daerah puncak itu ada kemungkinan istrinya jual diri. Katanya niatnya karena Allah, nanti kita sama-sama ke jannah.
Mungkin curiousityku kegedhean juga kali, kutanggapi semua omongannya. Sebulan butuh berapa berapa. Tapi terus endingnya aku bilang, kalo istrimu naik mercedes, aku juga mau punya mercedes dong. Eh, langsung hilang deh. Padahal tadinya sempet janji mau kirim uang buat bekal umroh, hehehe... ternyata ya begitu kesel janjinya dilupain gitu aja. Ngapain juga nerima uang dari orang yang punya pamrih, niatnya jelek.
Banyak orang mengaku ustad padahal menawarkan kesyirikan. Banyak yang saking berusaha meluruskan agama jadinya merusak sana-sini. Banyak yang menutup diri, gak mau disentuh dunia yang jahat menutup diri dari bersosialisi. Atau pengobatan dengan hypnotherapy, holistik, tenaga dalam, sebetulnya perlu diwaspadai, soalnya walau mereka fasih membacakan ayat-ayat Al Qur'an bisa jadi ditunggangi setan berwujud jin. Tentunya ada yang lurus, memang lurus membantu mengobati orang lain, biasanya yang tidak komersial.
Yah, beginilah jaman jahilliyah di era modernisasi ini....
Salah satu orang Arab yang ngobrol sama aku cerita dia mampir ke KOTA BUNGA di puncak. Cuman dia gak suka macet di Jakarta. Dia gak cerita aja, kalo dekat kota bunga ada kampung yang wanita-wanitanya dinikahin orang Arab, dikunjungi suami pas musim liburan.
Gilanya tuh orang, dengan pedhenya tawar-tawaran sama aku. Alasannya dia nyari istri yang dikunjungi saat liburan aja. Hanya saja nyarinya orang yang Islamnya bagus. Kalo nikah di dekat daerah puncak itu ada kemungkinan istrinya jual diri. Katanya niatnya karena Allah, nanti kita sama-sama ke jannah.
Mungkin curiousityku kegedhean juga kali, kutanggapi semua omongannya. Sebulan butuh berapa berapa. Tapi terus endingnya aku bilang, kalo istrimu naik mercedes, aku juga mau punya mercedes dong. Eh, langsung hilang deh. Padahal tadinya sempet janji mau kirim uang buat bekal umroh, hehehe... ternyata ya begitu kesel janjinya dilupain gitu aja. Ngapain juga nerima uang dari orang yang punya pamrih, niatnya jelek.
Banyak orang mengaku ustad padahal menawarkan kesyirikan. Banyak yang saking berusaha meluruskan agama jadinya merusak sana-sini. Banyak yang menutup diri, gak mau disentuh dunia yang jahat menutup diri dari bersosialisi. Atau pengobatan dengan hypnotherapy, holistik, tenaga dalam, sebetulnya perlu diwaspadai, soalnya walau mereka fasih membacakan ayat-ayat Al Qur'an bisa jadi ditunggangi setan berwujud jin. Tentunya ada yang lurus, memang lurus membantu mengobati orang lain, biasanya yang tidak komersial.
Yah, beginilah jaman jahilliyah di era modernisasi ini....
Jumat, 01 Maret 2013
Dicurhati laki-laki Arab
Jangan bayangkan bahwa laki-laki yang tinggal di Arab itu semua beriman. Mentang-mentang mereka bisa berbahasa Arab, apa iya terus memahami makna ayat-ayat Al Qur'an dan mengamalkan.
Setidaknya itu yang aku pahami setelah ngobrol beberapa kali dengan orang Arab laki-laki. Setelah chat beberapa hari dan aku mengatakan pendapatku tentang Islam, mereka hilang sendiri. Ada persamaan dari mereka ini, berhubung aku perempuan kalimatnya "I'm turning on when I'am talking to you".
Secara genetik mereka memang punya libido tinggi. Kalo sudah nafsu, gak peduli perempuan model apapun juga diembat. Yang beriman dan berusaha menahan diri, dan melatih diri memang ada juga. Beruntunglah laki-laki Indonesia yang tidak mempunyai libido setinggi seperti laki-laki Arab. Tidak tersiksa... hehehe... kata mereka loh. Emang enak punya libido tinggi, kata mereka gak enak. Soalnya keinginan melampiaskan nafsu syahwat bisa muncul kapan saja dimana saja, bahkan saat sedang bekerja. Dan kalau sedang turning on, rasanya mereka bisa melakukan pada wanita bentuk apa saja yang sedang lewat di depan mereka.
Aku juga sempat diceritain kelakuan TKW-TKW dari Indonesia yang kerja di Arab. Ternyata banyak dari mereka tidak bekerja sebagai pembantu, tapi kabur dari majikan, lalu jadi pelacur Bayangkan saja, negara Arab yang hukumnya ketat, mencuri potong tangan, berzina dirajam, banyak pelacuran di sana. Dan banyak TKW berangkat dengan visa kerja, malah pilih melacur bukan sebagai pembantu rumah tangga. Ada juga yang tidak melacur, tapi pacaran dengan pekerja kasar orang Pakistan, India atau Bangladesh.
Aku memilih menggunakan kerudung, tapi aku akhirnya berpendapat bahwa memang wanita di Arab seharusnya tertutup, karena laki-laki di sana emang kalo melihat wanita kebuka sedikit langsung turning on. Aku menghargai budaya Indonesia, jadi wanita Indonesia yang tidak menggunakan kerudungpun bisa jadi dia wanita baik, sabar, suka menolong, tidak suka merepotkan orang lain, seperti di kebijaksanaan pada Al Qur'an. Makanya di postinganku wajibkah wanita menggunakan kerudung, jawabanku lebih wajib mempelajari Islam dan mengamalkan. Karena yang namanya wajib itu bila tidak dilakukan berdosa.
Kalau ada yang belajar Islam, suka mengutip kalimat hikmah dari Islam, seharusnya memang diingatkan untuk menggunakan kerudung. Kalau belum belajar Islam, tidak pakai kerudung diajak belajar tentang Islam dulu.
Tadinya yang curhat ke aku laki-laki Indonesia, belakangan ada Pakistan, India dan Arab. Banyak yang yang tidak setuju pendapatku, ya sudahlah biarin. Islam sendiri multitafsir. Yang masuk surga bisa lewat jalan sedekah, berjihad, sabar atau lainnya.
Ada yang nanya ke aku kenapa kamu gak bisa selesaikan masalahmu sendiri berani-beraninya menjawab curhatan orang. Begini loh, semakin tinggi keimanan, semakin berat cobaannya. Manusia beriman itu memang banyak cobaan, tapi tetap tenang dan bersyukur menghadapi semuanya. Semakin lama ujiannya tambah berat, sesuai keimanannya. Semua pasti dapat ujian hidup, bagi orang beriman, seberapapun beratnya ujian hidup itu tetap optimis, ikhtiar dan selalu mendekatkan diri pada Allah...
Setidaknya itu yang aku pahami setelah ngobrol beberapa kali dengan orang Arab laki-laki. Setelah chat beberapa hari dan aku mengatakan pendapatku tentang Islam, mereka hilang sendiri. Ada persamaan dari mereka ini, berhubung aku perempuan kalimatnya "I'm turning on when I'am talking to you".
Secara genetik mereka memang punya libido tinggi. Kalo sudah nafsu, gak peduli perempuan model apapun juga diembat. Yang beriman dan berusaha menahan diri, dan melatih diri memang ada juga. Beruntunglah laki-laki Indonesia yang tidak mempunyai libido setinggi seperti laki-laki Arab. Tidak tersiksa... hehehe... kata mereka loh. Emang enak punya libido tinggi, kata mereka gak enak. Soalnya keinginan melampiaskan nafsu syahwat bisa muncul kapan saja dimana saja, bahkan saat sedang bekerja. Dan kalau sedang turning on, rasanya mereka bisa melakukan pada wanita bentuk apa saja yang sedang lewat di depan mereka.
Aku juga sempat diceritain kelakuan TKW-TKW dari Indonesia yang kerja di Arab. Ternyata banyak dari mereka tidak bekerja sebagai pembantu, tapi kabur dari majikan, lalu jadi pelacur Bayangkan saja, negara Arab yang hukumnya ketat, mencuri potong tangan, berzina dirajam, banyak pelacuran di sana. Dan banyak TKW berangkat dengan visa kerja, malah pilih melacur bukan sebagai pembantu rumah tangga. Ada juga yang tidak melacur, tapi pacaran dengan pekerja kasar orang Pakistan, India atau Bangladesh.
Aku memilih menggunakan kerudung, tapi aku akhirnya berpendapat bahwa memang wanita di Arab seharusnya tertutup, karena laki-laki di sana emang kalo melihat wanita kebuka sedikit langsung turning on. Aku menghargai budaya Indonesia, jadi wanita Indonesia yang tidak menggunakan kerudungpun bisa jadi dia wanita baik, sabar, suka menolong, tidak suka merepotkan orang lain, seperti di kebijaksanaan pada Al Qur'an. Makanya di postinganku wajibkah wanita menggunakan kerudung, jawabanku lebih wajib mempelajari Islam dan mengamalkan. Karena yang namanya wajib itu bila tidak dilakukan berdosa.
Kalau ada yang belajar Islam, suka mengutip kalimat hikmah dari Islam, seharusnya memang diingatkan untuk menggunakan kerudung. Kalau belum belajar Islam, tidak pakai kerudung diajak belajar tentang Islam dulu.
Tadinya yang curhat ke aku laki-laki Indonesia, belakangan ada Pakistan, India dan Arab. Banyak yang yang tidak setuju pendapatku, ya sudahlah biarin. Islam sendiri multitafsir. Yang masuk surga bisa lewat jalan sedekah, berjihad, sabar atau lainnya.
Ada yang nanya ke aku kenapa kamu gak bisa selesaikan masalahmu sendiri berani-beraninya menjawab curhatan orang. Begini loh, semakin tinggi keimanan, semakin berat cobaannya. Manusia beriman itu memang banyak cobaan, tapi tetap tenang dan bersyukur menghadapi semuanya. Semakin lama ujiannya tambah berat, sesuai keimanannya. Semua pasti dapat ujian hidup, bagi orang beriman, seberapapun beratnya ujian hidup itu tetap optimis, ikhtiar dan selalu mendekatkan diri pada Allah...
Polygami in Islam
"I heard Allah's Apostle who was on the pulpit, saying, 'Banu Hisham bin Al-Mughira have requested me to allow them to marry their daughter to Ali bin Abu Talib, but I don't give permission, and will not give permission unless 'Ali bin Abi Talib divorces my daughter in order to marry their daughter, because Fatima is a part of my body, and I hate what she hates to see, and what hurts her, hurts me.'" [Saheeh al-Bukhaari, Vol. 7, Book 62 (Book of Marriage), Hadeeth No. 4887]
Al Qur'an surat An-Nisa'[4:3]And if you fear that you will not deal justly with the orphan girls, then marry those that please you of [other] women, two or three or four. But if you fear that you will not be just, then [marry only] one or those your right hand possesses. That is more suitable that you may not incline [to injustice].
Al Qur'an surat An-Nisa'[4:3]And you will never be able to be equal [in feeling] between wives, even if you should strive [to do so]. So do not incline completely [toward one] and leave another hanging. And if you amend [your affairs] and fear Allah - then indeed, Allah is ever Forgiving and Merciful.
Al Qur'an surat An-Nisa'[4:3]And if you fear that you will not deal justly with the orphan girls, then marry those that please you of [other] women, two or three or four. But if you fear that you will not be just, then [marry only] one or those your right hand possesses. That is more suitable that you may not incline [to injustice].
Al Qur'an surat An-Nisa'[4:3]And you will never be able to be equal [in feeling] between wives, even if you should strive [to do so]. So do not incline completely [toward one] and leave another hanging. And if you amend [your affairs] and fear Allah - then indeed, Allah is ever Forgiving and Merciful.
Langganan:
Komentar (Atom)
