Banyak ulama di Islam, bila berbeda pemahaman, maka akan mengatakan ulama beda aliran sesat. Hanya ulama yang berilmu tinggi akan menghaluskan kalimat, tidak mudah menyatakan kafir atau sesat. Lebih fokus pada penguatan keimanan daripada menyalahkan kelompok lain, mencari solusi atau pendekatan kemanusiaan.
Ulama, ustadz, guru agama Islam, tentunya mengerti tentang Islam, hafal banyak ayat Qur'an, hadits dan do'a do'a. Berdakwah ke sana-sini, dan ujiannya adalah ghurur, riya', menjual ayat Qur'an, atau lainnya.
Walau banyak mengerti ilmu di Islam, beberapa tidak sanggup menahan diri dari godaan ingin pujian, uang, popularitas, bahkan syrik. Masalah Tauhid jadi rusak bila yang kita lakukan bukan karena Allah.
Ini pengalamanku pribadi, Aku mengenal ustadzah yang pembimbing sekaligus mengelola travel umrah/haji/ Katanya sih, bisa berangkat umrah tiap tahun akan menghapuskan dosa dan itu adalah puncak pencapaian spiritual seorang muslim. Bila tiap tahun bisa berangkat umrah di bulan Ramadhan berarti disayang Allah.
Seorang muslim, bisa masuk surga bukan karena ibadahnya, tapi karena ridho Allah. Allah akan memberi ridho apabila kita melakukan amalan yang paling dicintai Allah yaitu membahagiakan orang lain.
Umrah bahkan haji bisa tidak membawa berkah apabila tahun orang sekitarnya masih ada yang kesusahan masih saja memutuskan untuk berangkat.
Sekedar mengingatkan lagi, tentang hadits qudzi berikut ini
Allah 'Azza wajalla berfirman (hadits Qudsi): "Tidak semua orang yang shalat itu bershalat. Aku hanya menerima shalatnya orang yang merendahkan diri kepada keagunganKu, menahan syahwatnya dari perbuatan haram laranganKu dan tidak terus-menerus (ngotot) bermaksiat terhadapKu, memberi makan kepada yang lapar dan memberi pakaian orang yang telanjang, mengasihi orang yang terkena musibah dan menampung orang asing. Semua itu dilakukan karena Aku." "Demi keagungan dan kebesaranKu, sesungguhnya bagiKu cahaya wajahnya lebih bersinar dari matahari dan Aku menjadikan kejahilannya kesabaran (kebijaksanaan) dan menjadikan kegelapan terang, dia berdoa kepada-Ku dan Aku mengabulkannya, dia mohon dan Aku memberikannya dan dia mengikat janji dengan-Ku dan Aku tepati (perkokoh) janjinya. Aku lindungi dia dengan pendekatan kepadanya dan Aku menyuruh para Malaikat menjaganya. BagiKu dia sebagai surga Firdaus yang belum tersentuh buahnya dan tidak berobah keadaannya." (HR. Ad-Dailami)
Kamis, 29 Agustus 2013
Senin, 26 Agustus 2013
Pesta
Minggu kemarin, gak ada hujan, gak ada petir, aku dapat kiriman pesan bertubi-tubi di G Talk. Waduh, apa-apaan nih. Katanya "I miss you, I love you, I want to marry you". Aku bilang "You make me shocked, I thought you forgot about me, never replied my messages".
Akhirnya dia cerita. Oh ya, dia keturunan Pakistan, PhD, 56 tahun, kerja sebagai konsultan di Australia, tapi gak akan aku sebut nama. Dia bilang kalo dia mimpi terbang ke Indonesia ketemu aku. Dia pikir, aku adalah jawaban dari do'a-do'anya. Begitu...
Dulu (ya, dulu katanya), dia adalah seorang muslim yang baik. Dia menikah dengan wanita yang jauh lebih muda yang memberinya 6 orang anak. Dia tidak segan-segan membantu istrinya mencuci baju, beresin rumah, padahal dia juga bekerja mencari nafkah. Tapi beberapa tahun yang lalu istrinya meninggal karena kecelakaan tabrakan mobil.
Dia cerita ke aku kalo dia punya indra ke-6, punya 2 teman jin, yang dia mesti banyak membaca banyak ayat Qur'an agar mereka bisa berhenti tidak bergerak kemana-mana. Cerita agak berbeda dengan yang kupahami tentang makhluk alam lain. Jin akan menampakkan diri pada orang yang dikehendaki. Jin yang lari-lari itu bukan temannya, suka godain aja.
Selain itu dia juga punya kemampuan lain, sebagai laki-laki "perkasa". Karena terdorong ingin tau seberapa jauh keperkasaannya, dia sering mendatangi pesta sex. Di Australia itu gak sulit untuk menemukan pesta gila-gilaan kayak gitu. Beberapa wanita dan beberapa pria berhubungan bergantian dalam satu ruangan.
Dia sempat cerita sama aku kalo finally "I am fed up". Mau taubat, jadi muslim yang baik. Yang jadi masalah itu, dia kesakitan kalo tidak mengunjungi pesta sex. Spermanya tidak bisa keluar dengan masturbasi, bisanya kalo hubungan dengan wanita, kalo bisa lebih dari satu. Dalam kondisi sperma menumpuk, dia kesakitan, sulit berjalan dan beraktifitas secara normal.
Dia juga sudah ke dokter. Saran dokter salah satunya adalah vasektomi. Tapi dia masih pikir-pikir. Saran yang lain juga masih berat dilakukan. Aku sempet bilang supaya ke kelas yoga, siapa tau dia lebih bisa relaksasi dan mengontrol tubuhnya. Aku dulu memulai hidupku saat tertekan karena masalah bertubi-tubi dengan relaksasi dan berzikir.
Tidak ada jalan keluar, dia menghilang begitu saja. G Talk offline terus. E-mailku tidak dibalas, sms dariku juga. Aku cuman bisa mendo'akan semoga dia bisa bahagia, mengatasi masalahnya, dan kembali menjadi muslim yang baik...
Akhirnya dia cerita. Oh ya, dia keturunan Pakistan, PhD, 56 tahun, kerja sebagai konsultan di Australia, tapi gak akan aku sebut nama. Dia bilang kalo dia mimpi terbang ke Indonesia ketemu aku. Dia pikir, aku adalah jawaban dari do'a-do'anya. Begitu...
Dulu (ya, dulu katanya), dia adalah seorang muslim yang baik. Dia menikah dengan wanita yang jauh lebih muda yang memberinya 6 orang anak. Dia tidak segan-segan membantu istrinya mencuci baju, beresin rumah, padahal dia juga bekerja mencari nafkah. Tapi beberapa tahun yang lalu istrinya meninggal karena kecelakaan tabrakan mobil.
Dia cerita ke aku kalo dia punya indra ke-6, punya 2 teman jin, yang dia mesti banyak membaca banyak ayat Qur'an agar mereka bisa berhenti tidak bergerak kemana-mana. Cerita agak berbeda dengan yang kupahami tentang makhluk alam lain. Jin akan menampakkan diri pada orang yang dikehendaki. Jin yang lari-lari itu bukan temannya, suka godain aja.
Selain itu dia juga punya kemampuan lain, sebagai laki-laki "perkasa". Karena terdorong ingin tau seberapa jauh keperkasaannya, dia sering mendatangi pesta sex. Di Australia itu gak sulit untuk menemukan pesta gila-gilaan kayak gitu. Beberapa wanita dan beberapa pria berhubungan bergantian dalam satu ruangan.
Dia sempat cerita sama aku kalo finally "I am fed up". Mau taubat, jadi muslim yang baik. Yang jadi masalah itu, dia kesakitan kalo tidak mengunjungi pesta sex. Spermanya tidak bisa keluar dengan masturbasi, bisanya kalo hubungan dengan wanita, kalo bisa lebih dari satu. Dalam kondisi sperma menumpuk, dia kesakitan, sulit berjalan dan beraktifitas secara normal.
Dia juga sudah ke dokter. Saran dokter salah satunya adalah vasektomi. Tapi dia masih pikir-pikir. Saran yang lain juga masih berat dilakukan. Aku sempet bilang supaya ke kelas yoga, siapa tau dia lebih bisa relaksasi dan mengontrol tubuhnya. Aku dulu memulai hidupku saat tertekan karena masalah bertubi-tubi dengan relaksasi dan berzikir.
Tidak ada jalan keluar, dia menghilang begitu saja. G Talk offline terus. E-mailku tidak dibalas, sms dariku juga. Aku cuman bisa mendo'akan semoga dia bisa bahagia, mengatasi masalahnya, dan kembali menjadi muslim yang baik...
Jumat, 16 Agustus 2013
Orang baik masuk surga, orang jahat masuk neraka
Orang baik masuk surga, orang jahat masuk neraka. Itu semua juga sudah tahu. Ada temanku bilang, kenapa kamu sukanya membahas surga terus, bukannya surga adalah milik Allah dan yang penting keikhlasan berbuat baik. Dan guruku juga pernah membahas bahwa yang penting adalah mengharap Ridho Allah bukan takut neraka dan ingin surga. Bagaimanapun juga banyak hadits dan ayat Qur'an yang memberikan petunjuk bagaimana caranya agar menjadi penghuni surga kelak.
Aku ingat dulu aku pernah teriak-teriak di depan rumah seorang wanita yang tidak memperbolehkan aku ketemu anak-anak kandungku di daerah jalan Sudirman Bogor "yang memutuskan hubungan anak dengan ibunya akan masuk neraka !!!". Waktu itu aku histeris, tahun 2010 masih awal aku belajar Islam (sekarang juga masih belajar). Ibu yang menggunakan kerudung itu nampak panik, terus mengeluarkan anak-anak kandungku yang berumur 6 tahun. Waktu mereka keluar mereka bilang "kita gak punya ibu". Terus aku bilang "sini ibu foto supaya bisa masuk blognya Ibu". Pertemuan yang aneh, hanya sekitar setengah jam saja.
Dari aku belajar Islam akhirnya aku tahu bahwa Allah akan mempercepat siksa dunia dan menyimpan di akhirat bagi yang memutuskan hubungan silaturahmi dan menzalimi orang lain. Selain itu bagi yang menzalimi orang lain, dia memberikan pahala yang dimilikinya pada yang dizalimi, sampai pahalanya terkuras habis lalu akhirnya dia mengambil dosa milik yang dizalimi. Itu keuntungan orang yang dizalimi dan berusaha sabar.
Selain itu bagi yang punya hutang di dunia ini, sama saja. Kalau tidak mau melunasi di dunia maka dia akan membayar dengan pahalanya di akhirat, kalau tidak punya pahala maka mengambil dosa orang di dia berhutang. Itu berlaku bagi semuanya, tidak terkecuali pejabat yang tidak amanah, mengeruk uang yang seharusnya untuk rakyat. Boleh jadi saat di dunia hidupnya foya-foya, tapi saat di akhirat pertanggungan jawab korupsi pada rakyat banyak membuatnya terjun bebas ke neraka sangat dalam.
Perang batin dalam tubuh kita, aku sering mengalami hal itu, pengennya itu mengutuk pelaku kejahatan masuk neraka. Boleh saja mengutuk masuk neraka, tapi mendo'akan kebaikan untuk pelaku kejahatan akan mendatangkan pahala buat kita. Toh mereka akan mempertanggungjawabkan semua perbuatan mereka.
Pembunuhan dan penyiksaan di Mesir, Palestina dan Suriah, membuka mata dunia tentang siapa sebetulnya pelaku kejahatan di akhir jaman ini. Orang-orang yang mati syahid, mereka menjadi penghuni surga. Mereka tidak menikah dengan bidadari di surga, tapi menikah dengan wanita sholehah di bumi yang di surga menjelma menjadi lebih cantik daripada bidadari. Semakin banyak yang berdoa, maka tinggal menunggu waktu saja para penjahat akan mendapat azab di dunia dan akhirat.
Islam sedang diuji, seperti halnya dulu pengeboman menara WTC di Amerika. Sekarang sesama Islam berperang. Terutama di Mesir dan Suriah. Mesir yang banyak sekali masjid-masjid dan institusi pendidikan Islam sangat terkenal kenapa bisa dipimpin orang yang menerapkan tangan besi. Karena konspirasi tidak pernah berhenti menjatuhkan Islam, dan kenapa Islam. Karena memang iblis ingin menggoda manusia beriman agar masuk neraka, dan orang beriman sesuai keyakinan Islam adalah muslim.
Tentang jihad, kita di negara lain lebih baik untuk memberi bantuan dan misi perdamaian. Karena dengan memasang badan bukannya militer semakin reda, tambah banyak manusia dibunuh dan wanita diperkosa. Sedapat mungkin menyelamatkan jiwa yang terancam. Misi-misi diplomatik untuk perdamaian dan mencegah pertumpahan darah.
Kita sudah tahu bahwa ya'juj ma'juj yang haus darah akan memojokkan orang-orang beriman. Tapi ya'juj dan ma'juj akan menjadi bangkai. Kita tahu setelah dajjal akan muncul Imam Mahdi. Selalu akan ada kemudahan dibalik kesulitan. Tinggal menunggu waktunya saja.
Tetap berusaha untuk tetap hidup dengan optimis dan mengisi hari-hari dengan kegiatan positif. Membuka mata bahwa ujian dalam kehidupan itu akan selalu ada dan mesti tambah kuat untuk mengatasinya...
Aku ingat dulu aku pernah teriak-teriak di depan rumah seorang wanita yang tidak memperbolehkan aku ketemu anak-anak kandungku di daerah jalan Sudirman Bogor "yang memutuskan hubungan anak dengan ibunya akan masuk neraka !!!". Waktu itu aku histeris, tahun 2010 masih awal aku belajar Islam (sekarang juga masih belajar). Ibu yang menggunakan kerudung itu nampak panik, terus mengeluarkan anak-anak kandungku yang berumur 6 tahun. Waktu mereka keluar mereka bilang "kita gak punya ibu". Terus aku bilang "sini ibu foto supaya bisa masuk blognya Ibu". Pertemuan yang aneh, hanya sekitar setengah jam saja.
Dari aku belajar Islam akhirnya aku tahu bahwa Allah akan mempercepat siksa dunia dan menyimpan di akhirat bagi yang memutuskan hubungan silaturahmi dan menzalimi orang lain. Selain itu bagi yang menzalimi orang lain, dia memberikan pahala yang dimilikinya pada yang dizalimi, sampai pahalanya terkuras habis lalu akhirnya dia mengambil dosa milik yang dizalimi. Itu keuntungan orang yang dizalimi dan berusaha sabar.
Selain itu bagi yang punya hutang di dunia ini, sama saja. Kalau tidak mau melunasi di dunia maka dia akan membayar dengan pahalanya di akhirat, kalau tidak punya pahala maka mengambil dosa orang di dia berhutang. Itu berlaku bagi semuanya, tidak terkecuali pejabat yang tidak amanah, mengeruk uang yang seharusnya untuk rakyat. Boleh jadi saat di dunia hidupnya foya-foya, tapi saat di akhirat pertanggungan jawab korupsi pada rakyat banyak membuatnya terjun bebas ke neraka sangat dalam.
Perang batin dalam tubuh kita, aku sering mengalami hal itu, pengennya itu mengutuk pelaku kejahatan masuk neraka. Boleh saja mengutuk masuk neraka, tapi mendo'akan kebaikan untuk pelaku kejahatan akan mendatangkan pahala buat kita. Toh mereka akan mempertanggungjawabkan semua perbuatan mereka.
Pembunuhan dan penyiksaan di Mesir, Palestina dan Suriah, membuka mata dunia tentang siapa sebetulnya pelaku kejahatan di akhir jaman ini. Orang-orang yang mati syahid, mereka menjadi penghuni surga. Mereka tidak menikah dengan bidadari di surga, tapi menikah dengan wanita sholehah di bumi yang di surga menjelma menjadi lebih cantik daripada bidadari. Semakin banyak yang berdoa, maka tinggal menunggu waktu saja para penjahat akan mendapat azab di dunia dan akhirat.
Islam sedang diuji, seperti halnya dulu pengeboman menara WTC di Amerika. Sekarang sesama Islam berperang. Terutama di Mesir dan Suriah. Mesir yang banyak sekali masjid-masjid dan institusi pendidikan Islam sangat terkenal kenapa bisa dipimpin orang yang menerapkan tangan besi. Karena konspirasi tidak pernah berhenti menjatuhkan Islam, dan kenapa Islam. Karena memang iblis ingin menggoda manusia beriman agar masuk neraka, dan orang beriman sesuai keyakinan Islam adalah muslim.
Tentang jihad, kita di negara lain lebih baik untuk memberi bantuan dan misi perdamaian. Karena dengan memasang badan bukannya militer semakin reda, tambah banyak manusia dibunuh dan wanita diperkosa. Sedapat mungkin menyelamatkan jiwa yang terancam. Misi-misi diplomatik untuk perdamaian dan mencegah pertumpahan darah.
Kita sudah tahu bahwa ya'juj ma'juj yang haus darah akan memojokkan orang-orang beriman. Tapi ya'juj dan ma'juj akan menjadi bangkai. Kita tahu setelah dajjal akan muncul Imam Mahdi. Selalu akan ada kemudahan dibalik kesulitan. Tinggal menunggu waktunya saja.
Tetap berusaha untuk tetap hidup dengan optimis dan mengisi hari-hari dengan kegiatan positif. Membuka mata bahwa ujian dalam kehidupan itu akan selalu ada dan mesti tambah kuat untuk mengatasinya...
Rabu, 14 Agustus 2013
Beda spiritual dan relijius
Kali ini aku mengutip tulisan resensi suatu buku berjudul ORANG RELIJIUS ATAU ORANG SPIRITUAL? Karangan Arvan Pradiansyah.
Linknya dari sini http://ilm.co.id/smart/13/02/orang-religius-atau-orang-spiritual
“Masyarakat kita sering dikatakan masyarakat yang religius, tetapi masih banyak hal yang tidak menggambarkan sikap orang religius seperti halnya, kasus korupsi yang marak terjadi. Ini yang membedakan orang religius dan orang spiritual.” Demikian yang diungkapkan oleh Arvan Pradiansyah, Happiness Inspirer Indonesia di awal talkshow Smart Happiness yang berjudul “Orang Religius atau Orang Spiritual?” pada tanggal 8 Februari 2013 di Smart FM Network.
Managing Director Institute for Leadership and Life Management (ILM) ini juga mengungkapkan, “Ada 5 perbedaan antara orang religius dengan orang spiritual, yaitu Pertama, orang religius mengangap Tuhan itu ada, sedangkan orang spiritual menganggap Tuhan itu hadir. Kedua, orang religius merasa lebih suci daripada orang lain, sedangkan orang spiritual menganggap semua orang setara, serta mengakui kelebihan & kekurangan orang lain. Ketiga, orang yang religius mudah melihat perbedaan, sedangkan orang spiritual mudah melihat persamaan. Keempat, orang yang religius hanya mementingkan simbol-simbol, pakaian, dan lain sebagainya, sedangkan orang yang spiritual mementingkan esensi, hakekat dan makna. Kelima, orang religius baik dalam urusan ibadah saja, sedangkan orang spiritual baik dalam semua urusan.”
Penulis buku You Are Not Alone ini menambahkan, “Pada dasarnya semua agama mengajarkan kebaikan. Kalau ada ajaran agama mengajarkan ketidakbaikan, itu adalah agama palsu. Orang yang spiritual sadar bahwa diutus Tuhan di dunia ini karena sebuah maksud. Apakah Anda sudah menjadi orang yang spiritual?, karena dengan menjadi orang yang spiritual akan membuat kita menjadi bahagia.”
Beruntunglah orang-orang yang bisa merasakan spiritual itu, karena berarti hubungan manusia dan Allah sudah terkoneksi. Sebagai muslim, terus bagaimana kita mensikapi Tuhan orang yang bukan beragama Islam? Selama mereka berbuat baik, kita tidak perlu melawan mereka, mereka makhluk spiritual dengan Tuhan mereka sendiri, dan semua agama mengajarkan berbuat kebaikan. Seorang muslim harusnya meyakini bahwa hari akhir dan pembalasan itu ada. Toh semua akan mendapat ganjaran masing-masing dari perbuatannya.
Ada komentar di postinganku yang lama, waktu itu aku membahas UFO. Abis gimana ya, waktu ada 2 crop circle di Jogja aku merasa pesannya buatku, untuk nengok 2 anak di Bogor... lucunya banyak yang merasa itu pesan buat mereka juga. Kesimpulan tanpa bukti, UFO itu ada, teknologi canggih, bisa jadi saat Nabi Sulaiman dulu ada yang sempat terbang ke luar angkasa. Tapi ini sekedar teori ngasal dariku, tanpa bukti soalnya :D. Ini linknya http://amiratnawatiutami.blogspot.com/2011/05/pertanyaan-yang-belum-terjawab.html
Kiamat kecil : apabila ingatan sudah trganggu (mis : hilang ingatan, depresi dll) Kiamat Besar : Meninggal Dunia (diri kita sndiri). Bukan bumi, langit, bulan bintang scara lahiriah. Mustahil smua itu kan hancur krn itu tdk dketahui awal & akhirnya. Beda dengan manusia, krn manusi dketahui awalx tpi tdk dtketahui akhirx. Maaf klu penjelasan kurang... Tpi sy dan paham Al Kalam di Sulawesi memiliki dasar tersebut.
Kan sudah dijelaskan nanti matahari terbit dari barat, lalu gunung tercabut. Anehnya penjelasan sudah jelas kayak gitu masih aja ada yang bikin teori baru. Idenya darimana coba, kalo bukan ada makhluk lain kasih penampakan untuk menyesatkan pemahaman Al Qur'an.
Beberapa kali aku didekati orang untuk membuat pemahamanku tentang Al Qur'an berubah. Seperti misalnya, orang di Bogor yang mengajakku percaya dengan mursyidnya yang gak keliatan atau gaib. Lalu ada orang di India yang kirim e-mail ke pelatihan yoga supaya aku pindah ke Bali dan belajar yoga di sana, untuk menguatkan spiritualku katanya. Atau juga ada orang yang ikut Jamaah Tabligh di India, ngajakin aku pindah dan mau aku ikutan itu.
Aku hanya akan mengatakan bahwa cara meraih spiritual itu berbeda-beda. Tapi aku gak mau kalo mursyidnya gak keliatan atau gaib, belakangan orangnya kesurupan ampe kayak dibanting-banting ke tembok. Aku juga gak akan ikut yoga yang ada acara berdoa menghadap figur seseorang. Kalo mau ikutan Jamaah Tabligh silakan, tapi aku tidak tertarik semalaman membaca Fadail Amal bukannya Al Qur'an. Apalagi syiah, yang mengaku dapat spiritual kuat setelah kawin mut'ah berkali-kali.
Kita pertanggungjawabkan cara meraih peningkatan spiritual kita masing-masing, dan aku sudah cukup dengan aliran Sunni, Muhammadiyah....
Linknya dari sini http://ilm.co.id/smart/13/02/orang-religius-atau-orang-spiritual
“Masyarakat kita sering dikatakan masyarakat yang religius, tetapi masih banyak hal yang tidak menggambarkan sikap orang religius seperti halnya, kasus korupsi yang marak terjadi. Ini yang membedakan orang religius dan orang spiritual.” Demikian yang diungkapkan oleh Arvan Pradiansyah, Happiness Inspirer Indonesia di awal talkshow Smart Happiness yang berjudul “Orang Religius atau Orang Spiritual?” pada tanggal 8 Februari 2013 di Smart FM Network.
Managing Director Institute for Leadership and Life Management (ILM) ini juga mengungkapkan, “Ada 5 perbedaan antara orang religius dengan orang spiritual, yaitu Pertama, orang religius mengangap Tuhan itu ada, sedangkan orang spiritual menganggap Tuhan itu hadir. Kedua, orang religius merasa lebih suci daripada orang lain, sedangkan orang spiritual menganggap semua orang setara, serta mengakui kelebihan & kekurangan orang lain. Ketiga, orang yang religius mudah melihat perbedaan, sedangkan orang spiritual mudah melihat persamaan. Keempat, orang yang religius hanya mementingkan simbol-simbol, pakaian, dan lain sebagainya, sedangkan orang yang spiritual mementingkan esensi, hakekat dan makna. Kelima, orang religius baik dalam urusan ibadah saja, sedangkan orang spiritual baik dalam semua urusan.”
Penulis buku You Are Not Alone ini menambahkan, “Pada dasarnya semua agama mengajarkan kebaikan. Kalau ada ajaran agama mengajarkan ketidakbaikan, itu adalah agama palsu. Orang yang spiritual sadar bahwa diutus Tuhan di dunia ini karena sebuah maksud. Apakah Anda sudah menjadi orang yang spiritual?, karena dengan menjadi orang yang spiritual akan membuat kita menjadi bahagia.”
Beruntunglah orang-orang yang bisa merasakan spiritual itu, karena berarti hubungan manusia dan Allah sudah terkoneksi. Sebagai muslim, terus bagaimana kita mensikapi Tuhan orang yang bukan beragama Islam? Selama mereka berbuat baik, kita tidak perlu melawan mereka, mereka makhluk spiritual dengan Tuhan mereka sendiri, dan semua agama mengajarkan berbuat kebaikan. Seorang muslim harusnya meyakini bahwa hari akhir dan pembalasan itu ada. Toh semua akan mendapat ganjaran masing-masing dari perbuatannya.
Ada komentar di postinganku yang lama, waktu itu aku membahas UFO. Abis gimana ya, waktu ada 2 crop circle di Jogja aku merasa pesannya buatku, untuk nengok 2 anak di Bogor... lucunya banyak yang merasa itu pesan buat mereka juga. Kesimpulan tanpa bukti, UFO itu ada, teknologi canggih, bisa jadi saat Nabi Sulaiman dulu ada yang sempat terbang ke luar angkasa. Tapi ini sekedar teori ngasal dariku, tanpa bukti soalnya :D. Ini linknya http://amiratnawatiutami.blogspot.com/2011/05/pertanyaan-yang-belum-terjawab.html
Kiamat kecil : apabila ingatan sudah trganggu (mis : hilang ingatan, depresi dll) Kiamat Besar : Meninggal Dunia (diri kita sndiri). Bukan bumi, langit, bulan bintang scara lahiriah. Mustahil smua itu kan hancur krn itu tdk dketahui awal & akhirnya. Beda dengan manusia, krn manusi dketahui awalx tpi tdk dtketahui akhirx. Maaf klu penjelasan kurang... Tpi sy dan paham Al Kalam di Sulawesi memiliki dasar tersebut.
Kan sudah dijelaskan nanti matahari terbit dari barat, lalu gunung tercabut. Anehnya penjelasan sudah jelas kayak gitu masih aja ada yang bikin teori baru. Idenya darimana coba, kalo bukan ada makhluk lain kasih penampakan untuk menyesatkan pemahaman Al Qur'an.
Beberapa kali aku didekati orang untuk membuat pemahamanku tentang Al Qur'an berubah. Seperti misalnya, orang di Bogor yang mengajakku percaya dengan mursyidnya yang gak keliatan atau gaib. Lalu ada orang di India yang kirim e-mail ke pelatihan yoga supaya aku pindah ke Bali dan belajar yoga di sana, untuk menguatkan spiritualku katanya. Atau juga ada orang yang ikut Jamaah Tabligh di India, ngajakin aku pindah dan mau aku ikutan itu.
Aku hanya akan mengatakan bahwa cara meraih spiritual itu berbeda-beda. Tapi aku gak mau kalo mursyidnya gak keliatan atau gaib, belakangan orangnya kesurupan ampe kayak dibanting-banting ke tembok. Aku juga gak akan ikut yoga yang ada acara berdoa menghadap figur seseorang. Kalo mau ikutan Jamaah Tabligh silakan, tapi aku tidak tertarik semalaman membaca Fadail Amal bukannya Al Qur'an. Apalagi syiah, yang mengaku dapat spiritual kuat setelah kawin mut'ah berkali-kali.
Kita pertanggungjawabkan cara meraih peningkatan spiritual kita masing-masing, dan aku sudah cukup dengan aliran Sunni, Muhammadiyah....
Minggu, 11 Agustus 2013
Tentang syiah
Soalnya ramai pemberitaan Suriah yang mengabarkan Syiah membantai Sunni, aku mencoba mencari lebih tahu lagi tentang Syiah.
Pernah kenalan sama orang Syiah, komentarnya sih "apa gunanya meneladani Umar, Abu Bakar dan Usman?". Awalnya dia bercerita begitu banyak keajaiban dalam hidupnya setelah mengabdikan diri untuk menjadi orang tua asuh. Ah, aku seorang sunni juga banyak melihat keajaiban. Bahkan non muslim banyak mengaku mendapat keajaiban juga...
Tetanggaku sempet panik, karena mengundang Usman Shihab untuk jadi pembicara pengajian, terus berhembus kabar kalau Usman Shihab itu orang Syiah. Akhirnya aku juga ikut mendengarkan ceramah Usman Shihab, sama sekali tidak ada ajakan kawin mut'ah, kejadian Karbala, atau pembantaian Husein. Yang diajarkan Usman Shihab sangat sunni. Bahkan pendapat beliau soal polygami, orang beriman akan berpikir panjang sebelum polygami. Tanggungan satu istri sudah sangat berat, apalagi, lebih dari satu istri. Ini hanya berlaku bagi manusia yang berusaha beriman dan bertakwa.
Tapi situs yang tulisannya mengajak perang dengan senjata beralasan jihad, dan beranggapan yang tidak sesuai dengan alirannya dianggap sesat, ada yang menulis bahwa Usman Shihab seorang Syiah.
Menurut pendapatku pribadi sih, Syiah kurang cocok buatnaku. Ada semacam dendam di sini, karena kisah Karbala, pembantaian Husein. Melaknat sahabat-sahabat Rasulullah SAW walau sebetulnya akhlak mereka mulia.
Pendapat dari ahli agama di keluarga Shihab yang beranggapan tidak boleh sembarangan menuduh sesat aliran lain dalam Islam, apalagi mengkafirkan. Pemikiran seperti itu memang sulit diterima oleh yang dengan mudah beranggapan yang tidak sesuai dengan ajaran alirannya dianggap sesat. Perbedaan sebaiknya ditoleransi, kekerasan seharusnya dinegoisasi secara damai.
Perang di Mesir, Irak, Suriah, dan negara Arab lain sepertinya memang sudah disusupi pihak lain. Kisah tanda-tanda akhir jaman seperti munculnya dajjal yaitu fitnah terbesar bagi umat Islam, turunnya Ya'juj dan Ma'juj yang haus darah sudah terasa. Walau orang beriman tetap tidak terpengaruh fitnah dajjal.
Apapun yang kita pahami dari Islam atau agama lain, sebaiknya kita berusaha untuk mengingatkan secara baik, bukan dengan berperang. Dan biarkan orang memilih cara beribadah masing-masing, toh di akhirat semua mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri-sendiri...
Pernah kenalan sama orang Syiah, komentarnya sih "apa gunanya meneladani Umar, Abu Bakar dan Usman?". Awalnya dia bercerita begitu banyak keajaiban dalam hidupnya setelah mengabdikan diri untuk menjadi orang tua asuh. Ah, aku seorang sunni juga banyak melihat keajaiban. Bahkan non muslim banyak mengaku mendapat keajaiban juga...
Tetanggaku sempet panik, karena mengundang Usman Shihab untuk jadi pembicara pengajian, terus berhembus kabar kalau Usman Shihab itu orang Syiah. Akhirnya aku juga ikut mendengarkan ceramah Usman Shihab, sama sekali tidak ada ajakan kawin mut'ah, kejadian Karbala, atau pembantaian Husein. Yang diajarkan Usman Shihab sangat sunni. Bahkan pendapat beliau soal polygami, orang beriman akan berpikir panjang sebelum polygami. Tanggungan satu istri sudah sangat berat, apalagi, lebih dari satu istri. Ini hanya berlaku bagi manusia yang berusaha beriman dan bertakwa.
Tapi situs yang tulisannya mengajak perang dengan senjata beralasan jihad, dan beranggapan yang tidak sesuai dengan alirannya dianggap sesat, ada yang menulis bahwa Usman Shihab seorang Syiah.
Menurut pendapatku pribadi sih, Syiah kurang cocok buatnaku. Ada semacam dendam di sini, karena kisah Karbala, pembantaian Husein. Melaknat sahabat-sahabat Rasulullah SAW walau sebetulnya akhlak mereka mulia.
Pendapat dari ahli agama di keluarga Shihab yang beranggapan tidak boleh sembarangan menuduh sesat aliran lain dalam Islam, apalagi mengkafirkan. Pemikiran seperti itu memang sulit diterima oleh yang dengan mudah beranggapan yang tidak sesuai dengan ajaran alirannya dianggap sesat. Perbedaan sebaiknya ditoleransi, kekerasan seharusnya dinegoisasi secara damai.
Perang di Mesir, Irak, Suriah, dan negara Arab lain sepertinya memang sudah disusupi pihak lain. Kisah tanda-tanda akhir jaman seperti munculnya dajjal yaitu fitnah terbesar bagi umat Islam, turunnya Ya'juj dan Ma'juj yang haus darah sudah terasa. Walau orang beriman tetap tidak terpengaruh fitnah dajjal.
Apapun yang kita pahami dari Islam atau agama lain, sebaiknya kita berusaha untuk mengingatkan secara baik, bukan dengan berperang. Dan biarkan orang memilih cara beribadah masing-masing, toh di akhirat semua mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri-sendiri...
Jumat, 09 Agustus 2013
Positif, optimis
Punya blog gini beresiko dapat e-mail nanya ini itu. Yah, emang sengaja sih, pasang nama e-mailku di profile, siapa tau bisa bantu kasih informasi ini itu. Setelah ada yang kirim e-mail, trus minta no hp. Kadang ada yang gak mau tau, aku lagi sibuk diberondong sms minta cepet dibales, padahal tau tampangnya juga enggak. Tapi kalo aku balesin, nunggu dia mau bales kadang bisa lamaaaa...
Misalnya ada e-mail yang nanya ngatasin galau soalnya mobilnya dibongkar, laptopnya dicuri. Terus ngajak telpon cerita ini itu. Ada yang ajak smsan terus-terusan, soalnya ngejomblo pengan sharing. Sedang ngerjain usaha kecil-kecilan peternakan ayam. Yang ajak bbm an juga ada, kisahnya panjaaaaang, bisa dijadikan novel. Ada yang memberondong sms, berkeluh kesah dia pemulung dan gelandangan, ceritanya ngalor ngidul kayak orang stres.
Kadang bisa berlanjut ngobrolnya sampai lama, ada juga yang setelah dijawab gak kontak-kontakan lagi. Tapi sama si pemulung ini memang agak aneh. Dia memberondong aku dengan sms, aku juga gak yakin dengan kebenaran ceritanya
"Aku pemulung, aku tidur di jalanan"
"Enaknya zakat fitrah gak aku cuman punya 30 ribu hari ini"
"Enaknya mudik gak, tapi aku malu gak punya apa-apa"
"Baiknya nikah gak ya aku udah 32 tahun"
"Tapi kamu umurnya jauh di atasku"
Gara-gara sms terakhir itu aku balas "emang aku mau sama kamu, bicara gak sopan banget, gak perlu smsan lagi". Aku rasa dia orang stres umur 32 tahun gak bisa mikir dan ambil keputusan sendiri.
Yang ajak bbm an juga ceritanya gak jauh beda dengan orang yang aku kenal dari Mauritius. Hidup sendiri, istri ninggalin, pengaruhin anak-anak gak ketemu bapaknya, dan rumah waktu perkawinan dikuasai istri.
Ceritanya panjang dan kejadiannya tambah parah setiap waktu, gak ada jalan. Akhirnya aku mencoba kasih saran begini. Tetap optimis, minta pada Allah, bersabar, dan sebelum yang diharapkan itu terjadi cobalah untuk selalu melakukan hal positif. Seperti memperbaiki ibadah, menambah shalat sunah, banyak-banyak sedekah. Toh walau sekarang ngekost, dijauhi keluarga masih sehat, punya pekerjaan dan bisa makan 3 kali sehari sewajarnya.
Sebetulnya apa yang aku kasih tau ke dia juga untuk mengingatkan diriku sendiri. Tapi sharing mencoba membantu orang lain itu membuat merasa tidak sendirian di dunia ini juga, bahwa yang punya masalah tidak hanya aku saja...
Misalnya ada e-mail yang nanya ngatasin galau soalnya mobilnya dibongkar, laptopnya dicuri. Terus ngajak telpon cerita ini itu. Ada yang ajak smsan terus-terusan, soalnya ngejomblo pengan sharing. Sedang ngerjain usaha kecil-kecilan peternakan ayam. Yang ajak bbm an juga ada, kisahnya panjaaaaang, bisa dijadikan novel. Ada yang memberondong sms, berkeluh kesah dia pemulung dan gelandangan, ceritanya ngalor ngidul kayak orang stres.
Kadang bisa berlanjut ngobrolnya sampai lama, ada juga yang setelah dijawab gak kontak-kontakan lagi. Tapi sama si pemulung ini memang agak aneh. Dia memberondong aku dengan sms, aku juga gak yakin dengan kebenaran ceritanya
"Aku pemulung, aku tidur di jalanan"
"Enaknya zakat fitrah gak aku cuman punya 30 ribu hari ini"
"Enaknya mudik gak, tapi aku malu gak punya apa-apa"
"Baiknya nikah gak ya aku udah 32 tahun"
"Tapi kamu umurnya jauh di atasku"
Gara-gara sms terakhir itu aku balas "emang aku mau sama kamu, bicara gak sopan banget, gak perlu smsan lagi". Aku rasa dia orang stres umur 32 tahun gak bisa mikir dan ambil keputusan sendiri.
Yang ajak bbm an juga ceritanya gak jauh beda dengan orang yang aku kenal dari Mauritius. Hidup sendiri, istri ninggalin, pengaruhin anak-anak gak ketemu bapaknya, dan rumah waktu perkawinan dikuasai istri.
Ceritanya panjang dan kejadiannya tambah parah setiap waktu, gak ada jalan. Akhirnya aku mencoba kasih saran begini. Tetap optimis, minta pada Allah, bersabar, dan sebelum yang diharapkan itu terjadi cobalah untuk selalu melakukan hal positif. Seperti memperbaiki ibadah, menambah shalat sunah, banyak-banyak sedekah. Toh walau sekarang ngekost, dijauhi keluarga masih sehat, punya pekerjaan dan bisa makan 3 kali sehari sewajarnya.
Sebetulnya apa yang aku kasih tau ke dia juga untuk mengingatkan diriku sendiri. Tapi sharing mencoba membantu orang lain itu membuat merasa tidak sendirian di dunia ini juga, bahwa yang punya masalah tidak hanya aku saja...
Kamis, 08 Agustus 2013
Karma
Karma bukanlah ajaran Islam itu adalah ajaran Hindu. Tapi banyak muslim bilang, ah aku takut karma ah, kalo berbuat jahat nanti ngebalik ke aku. Tapi di Islam seharusnya karena takut pada Allah. Seperti kisah Nabi Yusuf as saat digoda Siti Zulaikha...
Allah berfirman
Walau begitu yang takut pada karma, itu karena sudah jadi kebiasaan bicara orang-orang Indonesia, yang penting ngerti maksudnya apa. Karena memang perbuatan jahat akan mendapat ganjaran yang setimpal, dan perbuatan baik akan mendapat ganti yang baik.
Di Islam itu, sebetulnya bukan disarankan ribut-ribut untuk pembenaran pemahaman dari suatu aliran. Misalnya ada kelompok yang beranggapan bahwa awal puasa hari tertentu, kelompok lain bisa berbeda harinya. Atau sibuk memberantas maksiat dengan alasan "Amar ma'ruf nahi munkar". Karena terlalu sibuk melawan kemunkaran dengan tangan besi, malah akhirnya keenakan mendapatkan upeti dari yang ketakutan terancam mata pencaharian untuk melakukan maksiat.
Sekelompok orang yang berlebihan mengagungkan kelompoknya bisa beranggapan, boleh loh morotin pelaku kejahatan supaya kelompok yang berjuang "Amar ma'ruf nahi munkar" bisa tetap berjalan, kan butuh uang juga.
Islam itu mengajarkan untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan, tapi dengan dalih ayat ini dan itu, hadits ini dan itu mereka melakukan pembenaran perbuatan kejahatan terselubung atas nama agama, terutama Islam.
Seorang Ahok, yang berpikiran ke depan, sebelum diangkat jadi wakil gubernur pernah menyatakan "jangan menggunakan atas nama agama untuk pembenaranmenentang perbaikan suatu pemerintahan" (kira-kira begitu, aku lupa kalimat tepatnya. Ada yang mau bantu?). Dulu banyak situs Islam menyatakan untuk menentang, karena beranggapan bahwa ajaran Islam yang terbaik, Indonesia harusnya berada di bawah aturan ajaran Islam karena mayoritas penduduknya muslim. Sekarang terbukti, banyak penjahat menggunakan kedok Islam, mereka yang mencari nafkah dengan berlindung di balik nama Islam, padahal dengan pemahaman yang keliru.
Islam itu agama damai, mengajarkan cinta, perdamaian, mempererat silaturahmi dan ukhuwah, dan banyak berbuat baik pada orang lain. Bukan sibuk menyalahkan, mencurigai non muslim yang baik untuk memperbaiki negara ini.
Ambil ajarannya tentang kebaikan dalam Islam. Dan aku benar-benar malu sebagai muslim melihat ada sekelompok orang yang berlindung di balik tameng Islam akan membuat Ahok hidupnya tidak tenang dengan menduduki kantornya. Itu bukan Islam, itu hanya tentara bayaran yang tidak paham Islam, seorang muslim yang baik tidak akan tega menyakiti hati apalagi fisik orang lain, bahkan non muslim sekalipun.
Dan Islam sesungguhnya mengajarkan untuk berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan...
Allah berfirman
Allah berfirman
وَرٰوَدَتْهُ الَّتِى هُوَ فِى بَيْتِهَا عَن نَّفْسِهِۦ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوٰبَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ اللّٰـهِ ۖ إِنَّهُۥ رَبِّىٓ أَحْسَنَ مَثْوَاىَ ۖ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ الظّٰلِمُونَ وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِۦ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَآ أَن رَّءَا بُرْهٰنَ رَبِّهِۦ ۚ كَذٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوٓءَ وَالْفَحْشَآءَ ۚ إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: "Marilah ke sini". Yusuf berkata: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik". Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih. (QS. Yusuf : 23-24)Walau begitu yang takut pada karma, itu karena sudah jadi kebiasaan bicara orang-orang Indonesia, yang penting ngerti maksudnya apa. Karena memang perbuatan jahat akan mendapat ganjaran yang setimpal, dan perbuatan baik akan mendapat ganti yang baik.
Di Islam itu, sebetulnya bukan disarankan ribut-ribut untuk pembenaran pemahaman dari suatu aliran. Misalnya ada kelompok yang beranggapan bahwa awal puasa hari tertentu, kelompok lain bisa berbeda harinya. Atau sibuk memberantas maksiat dengan alasan "Amar ma'ruf nahi munkar". Karena terlalu sibuk melawan kemunkaran dengan tangan besi, malah akhirnya keenakan mendapatkan upeti dari yang ketakutan terancam mata pencaharian untuk melakukan maksiat.
Sekelompok orang yang berlebihan mengagungkan kelompoknya bisa beranggapan, boleh loh morotin pelaku kejahatan supaya kelompok yang berjuang "Amar ma'ruf nahi munkar" bisa tetap berjalan, kan butuh uang juga.
Islam itu mengajarkan untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan, tapi dengan dalih ayat ini dan itu, hadits ini dan itu mereka melakukan pembenaran perbuatan kejahatan terselubung atas nama agama, terutama Islam.
Seorang Ahok, yang berpikiran ke depan, sebelum diangkat jadi wakil gubernur pernah menyatakan "jangan menggunakan atas nama agama untuk pembenaranmenentang perbaikan suatu pemerintahan" (kira-kira begitu, aku lupa kalimat tepatnya. Ada yang mau bantu?). Dulu banyak situs Islam menyatakan untuk menentang, karena beranggapan bahwa ajaran Islam yang terbaik, Indonesia harusnya berada di bawah aturan ajaran Islam karena mayoritas penduduknya muslim. Sekarang terbukti, banyak penjahat menggunakan kedok Islam, mereka yang mencari nafkah dengan berlindung di balik nama Islam, padahal dengan pemahaman yang keliru.
Islam itu agama damai, mengajarkan cinta, perdamaian, mempererat silaturahmi dan ukhuwah, dan banyak berbuat baik pada orang lain. Bukan sibuk menyalahkan, mencurigai non muslim yang baik untuk memperbaiki negara ini.
Ambil ajarannya tentang kebaikan dalam Islam. Dan aku benar-benar malu sebagai muslim melihat ada sekelompok orang yang berlindung di balik tameng Islam akan membuat Ahok hidupnya tidak tenang dengan menduduki kantornya. Itu bukan Islam, itu hanya tentara bayaran yang tidak paham Islam, seorang muslim yang baik tidak akan tega menyakiti hati apalagi fisik orang lain, bahkan non muslim sekalipun.
Dan Islam sesungguhnya mengajarkan untuk berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan...
Allah berfirman
وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَاسْتَبِقُوا۟ الْخَيْرٰتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا۟ يَأْتِ بِكُمُ اللّٰـهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللّٰـهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al Baqarah : 148)
Which jannah?
I don't write everything what is in my mind on Facebook. Everytime I meet someone new, they will always ask whether I'm married or not. I always said I'm single. Then I need to tell the whole story of why I'm single. It is a very long story and can make become like a very thick novel (lol) to start wit. My ex husband claimed himself being a holy saint (can you believe it?). I was stupid, the fact that I believed him at that time. He could read my mind and see my future at that time. He even promised that he could bring me to jannah.
Many weird things happened during my marriage day. He wasn't holy at all, he didn't want to go to mosque every friday. He had someone teach him about Islam in a wrong way...many muslims are taught in a wrong way, some muslims enjoy killing or torturing people.
Indonesia has the biggest muslim population in the world. Mostly men in Indonesia only like to date, they don't want to get married. Some men who already married offer me to be their girlfriend. I am an Indonesian, Javanese, but I'm afraid of Allah. So I choose to be single instead of going out with a man who is belong to someone else. In Indonesia its common for people to date each other. There are many couples on the street, but they doesn't really show affection openly in the public.
Even I'm still single, I believe Allah always give the best thing for me. I am grateful with just simple things. As long as I can eat and breathe, my life already is sooo wonderful. In Facebook you can set up the status to show whether you are single or not. In Facebook you can explain on status "single" or not.
Actually this is my problem, why men always get angry every time I discuss about Islam. Why muslim men always search for a sexy Ukraine woman to be their wife. Doesn't they know the Ukraine woman are only use as a translator and get money out of them? What if I say the best muslim women, is someone who practice Islam, doesn't wear sexy clothes and going to accompany their husband to jannah. Do I want to search as my partner? Yes... but its not easy to have relationship even only as friend. Even when discussing Islam make muslim men avoid me, I still have Allah. I believe that akhirah is a better place than in dunya...
Many weird things happened during my marriage day. He wasn't holy at all, he didn't want to go to mosque every friday. He had someone teach him about Islam in a wrong way...many muslims are taught in a wrong way, some muslims enjoy killing or torturing people.
Indonesia has the biggest muslim population in the world. Mostly men in Indonesia only like to date, they don't want to get married. Some men who already married offer me to be their girlfriend. I am an Indonesian, Javanese, but I'm afraid of Allah. So I choose to be single instead of going out with a man who is belong to someone else. In Indonesia its common for people to date each other. There are many couples on the street, but they doesn't really show affection openly in the public.
Even I'm still single, I believe Allah always give the best thing for me. I am grateful with just simple things. As long as I can eat and breathe, my life already is sooo wonderful. In Facebook you can set up the status to show whether you are single or not. In Facebook you can explain on status "single" or not.
Actually this is my problem, why men always get angry every time I discuss about Islam. Why muslim men always search for a sexy Ukraine woman to be their wife. Doesn't they know the Ukraine woman are only use as a translator and get money out of them? What if I say the best muslim women, is someone who practice Islam, doesn't wear sexy clothes and going to accompany their husband to jannah. Do I want to search as my partner? Yes... but its not easy to have relationship even only as friend. Even when discussing Islam make muslim men avoid me, I still have Allah. I believe that akhirah is a better place than in dunya...
Langganan:
Komentar (Atom)