Pulang dari tempat kerja, membaca harian Republika yang sering aku kutip untuk penulisan blog aku membuat emosiku tumpah.Berita tentang pemberangkatan haji telah membuatku menangis tersedu-sedu...
Proses kehidupanku tiga tahun terakhir ini memang mengejutkan. Rasanya seperti tidak ada hari tanpa kejutan. Dan proses kehidupanku aku tulis di blog ini. Blog ini memang kebetulan bikinnya, tadinya aku bikin penggandaandari blogku yang lama gara-gara ada berita blog dari Blogger akan ditutup bila tidak menggunakan account Gmail.
Bermacam-macam jenis orang aku temui, dan kelemahanku adalah aku selalu ingin tau, apakah maksud Allah aku dipertemukan dengan orang ini. Apakah itu teman lama, teman baru, orang tidak dikenal semua adalah proses pembelajaran. Tidak ada yang percaya bahwa aku seperti amnesia sebelum Juni 2009. Aku merasa tidak merasa mengenal orang-orang di sekitarku, seperti alien saja yang diturunkan ke bumi. Setiap kali aku mengungkapkan pendapatku ternyata orang-orang jadi ribut. Andai ada yang menyalahkanku karena aku pernah pergi ke suatu kota karena rasa ingin tau yang besar, aku susah mau menjelaskan, aku lupa rasanya, aku lupa kejadiannya, semuanya hanya muncul di tulisan-tulisanku.
Kejadian menegangkan (menurutku) selalu muncul. Setiap kali ingin berteriak "tau gak... bahwa yang dibawa mati adalah amal ibadah kita, bukan uang, jabatan, pangkat. Kenapa yang diributin selalu baju bagus, makan enak, rekreasi !!!!!". Walau tidak banyak bicara, ternyata ekspresiku yang seperti itu membuatku memutuskan menghindari pertemuan-pertemuan yang membuatku merasa sangat tidak nyaman. Belakangan aku memutuskan lebih membaur, soalnya si alien ini sudah belajar dikit-dikit dari alien lain #bercanda. Bergabung dengan teman-teman lama lagi dengan perasaan yang lebih baik, bila melihat yang kurang pas didoakan saja.
Kenapa melihat pemberangkatan haji menangis, soalnya aku sering relaksasi sambil mendengarkan gelombang alpha sisipan dari buku Quantum Ikhlas pemberian adikku (ma kasih sis). Sambil relaksasi aku membayangkan berada di pelataran Ka'bah, teringat kisah Nabi Ibrahim 'alaihi sallam dibantu putranya Ismail (yang masih remaja) membangun Ka'bah. Kadang membayangkan menyentuh batu-batu besar dan Hajar Aswad yang menempel di Ka'bah.
Tulisanku di blog ini lebih banyak menceritakan proses kehidupanku secara spiritual, walau masih jauh dari sempurna. Manusia punya banyak salah, tempatnya salah, mudah dirayu Iblis atau pengikutnya setan dan manusia berhati jahat. Tapi bukan berarti salah itu dijadikan pembenaran untuk sekalian aja salah, tapi dengan mengikuti bagaimana Nabi Adam 'alaihi sallam menjalani hidupnya di bumi setelah turun dari surga dengan menjalani pertaubatan yang panjang.
Aku serasa dibimbing oleh cerita Nabi-Nabi untuk menuju ke surga, dan aku ingin mengajak semuanya yang aku kenal ke surga. Tetapi ternyata malah membuat banyak orang risih. Ya sudahlah, tetap saja menjalani semua hidupku seperti yang aku pahami, dan selalu memperbaiki diri agar yang tadinya serasa alien ini akhirnya bisa membaur dengan baik. Semoga...
Jumat, 30 September 2011
Selasa, 27 September 2011
Blog pengingat untuk bertaubat dan bersyukur
Aku memutuskan untuk memasang link sebuah blog di blogku BLUE SKY yang membuat kakakku komentar "ada blog yang komentar tentang kamu sadis banget". Jadi ingat lagu SADISnya Afghan, yang menceritakan ceweknya sadis banget, dan dia berharap cewek itu balik padanya karena cinta banget, pokoknya begitulah.
Penulis blog ini, aku jadi ingin begitu berterimakasih padanya, saat dia menulis blog tentang aku ini aku jadi banyaaaaaaak banget mendapat inspirasi tulisan. Saking "cinta"nya sama aku, sampai survey segala, tulisanku semuanya dibaca, keluargaku dikontak, dan dia bela-belain mencari komunitas yang aku tertarik dengan topik disana untuk menyampaikan pesan padaku. Sayang banget komunitas ini gak kasih link atau kontak yang bisa dihubungi, kan nanti bisa ajak aku gabung sekalian di komunitasku. Kayaknya yang belum dilakukan adalah datang ke rumahku dan kasih coklat... #lebay
Saat dia memutuskan untuk menyebut namaku (serasa anugerah buatku), berapa topik yang aku tulis. Tentang misteri 2012, tentang taubat, tentang bersyukur. Memang Allah banyak mengirimkan hikmah kadang melalui seseorang. Dan aku sampai tersungkur dan bersyukur pagi tadi, telah banyak menyia-nyiakan waktuku melupakan bersyukur pada Allah. Topik apa ke depannya dalam waktu dekat ini. Berhubung aku sudah mendaftar haji (salah satu keinginanku dari tahun kemarin yang akhirnya dikabulkan Allah), aku akan menulis tentang haji dan makna-makna yang terkandung dalam setiap perjalanannya.
Aku juga banyak mendapat hikmah, dari seorang blogger, yang tadinya aku kesel banget soalnya dulu sering diskusi kok sekarang gak nyambung lagi (lebih banyak mikirin dia dibanding penulis blog pengingat), aku belajar untuk lebih ikhlas lagi. Semua takdir dijalani saja, kalo dianggap belum berhak diberi amanat oleh Allah ya sudahlah, berarti belum cukup baik. Tugasku belajar dulu tentang kehidupan. Dan deg-degan bener gak ya dengan visi tentang 2012, tinggal 40 persen manusia hidup, pembersihan dari manusia yang akhlaknya buruk. kayak jaman Nabi Nuh 'alaihi sallam dan Nabi Luth 'alaihi sallam. Mendapat visi yang muncul di benakku banyak diberi petuah Nabi-Nabi karena keseringan membaca buku tentang Nabi. Dan itu memang unik, kalau ada masalah, serasa didatangi Nabi dan diberi petuah ini itu #daleeeem.
Jadi semua aku serahkan pada Allah, yang berkenan memberi peringatan padaku lewat seseorang. Bila bahasanya menurut orang lain sadis, di mataku tidak begitu. Kalo ada kata-kata yang benar atau tidak tentang aku itu kan urusannya dengan Allah. Kalo tidak benar berarti hidupku lebih enteng lagi karena dosa-dosaku diambil oleh penulis ini. Perspektif ini diingatkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang bersabda "orang bangkrut adalah orang yang suka mencaci maki, saat di akhirat pahalanya akan diberikan pada orang yang dizalimi, bila pahalanya habis dosa yang dizalimi akan diambil". Jadi orang yang suka mencaci maki akan bangkrut kehabisan pahala dan menumpuk dosa di akhirat, kasian bangetz. Siapa sih yang gak mau pahala gratisan, padahal kita gak ngapa-ngapain?
Terima kasih pada Allah, terima kasih pada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, terima kasih pada Nabi Nuh 'alaihi sallam, terima kasih pada Nabi Luth 'alaihi sallam yang banyak memberikan inspirasi beberapa hari terakhir ini. Tentu saja akhirnya untuk penulis blog yang mengingatkan aku untuk bertaubat dan bersyukur serta telah memberiku hadiah pahala-pahalanya untukku... Life is so sweet...
Penulis blog ini, aku jadi ingin begitu berterimakasih padanya, saat dia menulis blog tentang aku ini aku jadi banyaaaaaaak banget mendapat inspirasi tulisan. Saking "cinta"nya sama aku, sampai survey segala, tulisanku semuanya dibaca, keluargaku dikontak, dan dia bela-belain mencari komunitas yang aku tertarik dengan topik disana untuk menyampaikan pesan padaku. Sayang banget komunitas ini gak kasih link atau kontak yang bisa dihubungi, kan nanti bisa ajak aku gabung sekalian di komunitasku. Kayaknya yang belum dilakukan adalah datang ke rumahku dan kasih coklat... #lebay
Saat dia memutuskan untuk menyebut namaku (serasa anugerah buatku), berapa topik yang aku tulis. Tentang misteri 2012, tentang taubat, tentang bersyukur. Memang Allah banyak mengirimkan hikmah kadang melalui seseorang. Dan aku sampai tersungkur dan bersyukur pagi tadi, telah banyak menyia-nyiakan waktuku melupakan bersyukur pada Allah. Topik apa ke depannya dalam waktu dekat ini. Berhubung aku sudah mendaftar haji (salah satu keinginanku dari tahun kemarin yang akhirnya dikabulkan Allah), aku akan menulis tentang haji dan makna-makna yang terkandung dalam setiap perjalanannya.
Aku juga banyak mendapat hikmah, dari seorang blogger, yang tadinya aku kesel banget soalnya dulu sering diskusi kok sekarang gak nyambung lagi (lebih banyak mikirin dia dibanding penulis blog pengingat), aku belajar untuk lebih ikhlas lagi. Semua takdir dijalani saja, kalo dianggap belum berhak diberi amanat oleh Allah ya sudahlah, berarti belum cukup baik. Tugasku belajar dulu tentang kehidupan. Dan deg-degan bener gak ya dengan visi tentang 2012, tinggal 40 persen manusia hidup, pembersihan dari manusia yang akhlaknya buruk. kayak jaman Nabi Nuh 'alaihi sallam dan Nabi Luth 'alaihi sallam. Mendapat visi yang muncul di benakku banyak diberi petuah Nabi-Nabi karena keseringan membaca buku tentang Nabi. Dan itu memang unik, kalau ada masalah, serasa didatangi Nabi dan diberi petuah ini itu #daleeeem.
Jadi semua aku serahkan pada Allah, yang berkenan memberi peringatan padaku lewat seseorang. Bila bahasanya menurut orang lain sadis, di mataku tidak begitu. Kalo ada kata-kata yang benar atau tidak tentang aku itu kan urusannya dengan Allah. Kalo tidak benar berarti hidupku lebih enteng lagi karena dosa-dosaku diambil oleh penulis ini. Perspektif ini diingatkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang bersabda "orang bangkrut adalah orang yang suka mencaci maki, saat di akhirat pahalanya akan diberikan pada orang yang dizalimi, bila pahalanya habis dosa yang dizalimi akan diambil". Jadi orang yang suka mencaci maki akan bangkrut kehabisan pahala dan menumpuk dosa di akhirat, kasian bangetz. Siapa sih yang gak mau pahala gratisan, padahal kita gak ngapa-ngapain?
Terima kasih pada Allah, terima kasih pada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, terima kasih pada Nabi Nuh 'alaihi sallam, terima kasih pada Nabi Luth 'alaihi sallam yang banyak memberikan inspirasi beberapa hari terakhir ini. Tentu saja akhirnya untuk penulis blog yang mengingatkan aku untuk bertaubat dan bersyukur serta telah memberiku hadiah pahala-pahalanya untukku... Life is so sweet...
Life is simple (belajar bersyukur lagi)
Tadi sore aku berbincang-bincang dengan guru tempat aku belajar untuk memperdalam Islam. Aku bilang bahwa, aku belum pernah sebahagia seperti akhir-akhir ini. Walau masih tertatih-tatih, aku sudah mulai mengerti tentang tujuan hidupku.
Dan semua yang aku inginkan, dimudahkan oleh Allah. Entah rejeki dari mana saja, tidak harus selalu dari gaji. Kalo dihitung-hitung, gak mungkin aku memiliki banyak barang seperti sekarang ini dari gajiku. Tentu saja tidak masuk akal, di awal kerja hitungannya masih magang, tidak banyak. Setelah hampir dua tahun ini mulai menunjukkan peningkatan yang cukup berarti. Di awal kerja mesti beli selusin baju, padahal gak pegang uang, ada yang bantuin. Beli hape, kendaraan, pas pengen tau-tau ada yang bantu juga.
Setelah belajar Islam, keinginan itu jadi gak macam-macam. Hidup jadi jauh lebih sederhana karena keinginan duniawi sudah jauh berkurang. Lebih menikmati puasa, puas hanya menikmati keindahan alam tanpa banyak belanja. Yang jelas lebih mudah untuk bersyukur.
Aku juga bilang ke guruku, dalam kondisi seperti sekarang ini, sendirian lebih sering hanya dengan komputer sangat aku nikmati, makanya Allah memberiku kesempatan untuk sendirian tidak ada yang perlu aku urusin. Semua yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah, jadi kalo belum saat diberi amanat lagi, ya diikhlaskan saja. Tapi aku terus berdoa semoga suatu saat diberi kesempatan untuk diberi amanat dapat merawat orang-orang yang aku sayangi.
Toh pada akhirnya nanti ke padang mahsyar orang sibuk mengurus dirinya sendiri. Semua orang sibuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya masing-masing. Orang beriman Insya Allah dapat naungan dari Allah, dapat sumber air dari surga yang menyejukkan saat diminum. Sedangkan orang yang mengingkari ajaran agama, senengnya melakukan pembenaran akan kebingungan kepanasan. Saat berhaji, di padang Arofah adalah simbol untuk mengingatkan tentang padang mahsyar di setelah hari akhir nanti.
Allah yang membolak-balikkan hati. Belum tentu setiap hari bertemu seseorang bisa memaksakan kehendak pada orang lain. Justru saat jauh malah bisa berubah pikiran, dan semua karena Allah. Karena itu kutitipkan orang-orang yang kusayangi pada Allah.
Terima kasih Allah, atas segala ni'mat yang telah diberikan. Semoga ada saatnya aku bisa mendapat amanat lagi untuk dekat dan menjaga orang-orang yang aku sayangi...
Dan semua yang aku inginkan, dimudahkan oleh Allah. Entah rejeki dari mana saja, tidak harus selalu dari gaji. Kalo dihitung-hitung, gak mungkin aku memiliki banyak barang seperti sekarang ini dari gajiku. Tentu saja tidak masuk akal, di awal kerja hitungannya masih magang, tidak banyak. Setelah hampir dua tahun ini mulai menunjukkan peningkatan yang cukup berarti. Di awal kerja mesti beli selusin baju, padahal gak pegang uang, ada yang bantuin. Beli hape, kendaraan, pas pengen tau-tau ada yang bantu juga.
Setelah belajar Islam, keinginan itu jadi gak macam-macam. Hidup jadi jauh lebih sederhana karena keinginan duniawi sudah jauh berkurang. Lebih menikmati puasa, puas hanya menikmati keindahan alam tanpa banyak belanja. Yang jelas lebih mudah untuk bersyukur.
Aku juga bilang ke guruku, dalam kondisi seperti sekarang ini, sendirian lebih sering hanya dengan komputer sangat aku nikmati, makanya Allah memberiku kesempatan untuk sendirian tidak ada yang perlu aku urusin. Semua yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah, jadi kalo belum saat diberi amanat lagi, ya diikhlaskan saja. Tapi aku terus berdoa semoga suatu saat diberi kesempatan untuk diberi amanat dapat merawat orang-orang yang aku sayangi.
Toh pada akhirnya nanti ke padang mahsyar orang sibuk mengurus dirinya sendiri. Semua orang sibuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya masing-masing. Orang beriman Insya Allah dapat naungan dari Allah, dapat sumber air dari surga yang menyejukkan saat diminum. Sedangkan orang yang mengingkari ajaran agama, senengnya melakukan pembenaran akan kebingungan kepanasan. Saat berhaji, di padang Arofah adalah simbol untuk mengingatkan tentang padang mahsyar di setelah hari akhir nanti.
Allah yang membolak-balikkan hati. Belum tentu setiap hari bertemu seseorang bisa memaksakan kehendak pada orang lain. Justru saat jauh malah bisa berubah pikiran, dan semua karena Allah. Karena itu kutitipkan orang-orang yang kusayangi pada Allah.
Terima kasih Allah, atas segala ni'mat yang telah diberikan. Semoga ada saatnya aku bisa mendapat amanat lagi untuk dekat dan menjaga orang-orang yang aku sayangi...
Minggu, 25 September 2011
Kiamat kecil atau fitnah dajjal di tahun 2012?
Ada suatu masa menjelang akhir jaman manusia beriman akan mendapatkan cobaan berat. Karena saat itu ada fitnah dajjal. Fitnah dajjal ibarat begini, apa yang dikatakan seperti surga, padahal neraka. Sedangkan apa yang dikatakan sebagai neraka sebetulnya adalah surga. Keimanan manusia beriman akan diuji disini, dan yang bisa sabar berarti akan selamat.
Tahun 2012 sebentar lagi, konon, banyak yang meramalkan akan ada semacam kiamat kecil. Musibah di banyak negara, wabah penyakit. Dan manusia yang tinggal hanyalah sekitar 40 persen saja, sisanya meninggal dunia.
Banyak orang pro kontra dengan pendapat kiamat kecil di tahun 2012, ada yang berpendapat saat itu hanyalah sekedar badai matahari. Ada teori saat itu ada semacam pengaruh yang sangat kuat, keinginan sekelompok manusia ingin berkuasa dan mendirikan New World Order. Semacam penyatuan agama, agar di saat kiamat kecil manusia seluruh dunia disatukan dalam satu kepemimpinan. Jangan kaget, karena fitnah dajjal sudah mulai disusun, akan banyak fitnah bertebaran dimana-mana. Kalo yang bicara memfitnahnya kasar, berarti masih kelas bawahan. Fitnah kelas yang tinggi bicaranya halus.
Bila sudah banyak orang terpengaruh dengan setan, manusia muncul taringnya di mana-mana. Banyak blog di hack, atau dikomentari jorok itu karena hawa panas setan yang meningkatkan pekerjaannya, untuk persiapan mendukung fitnah dajjal.Aku sendiri sudah merasakan hawa panas itu, sobat-sobat bloggerku mulai cerita tentang hackers, komentator yang sadis, blog penghujat seseorang tanpa alasan jelas.
Orang normal akan berpikir ngapain ya para hackers, dan komentator sadis ini. Mereka-mereka ini bukti bahwa setan sudah meningkatkan kerja kerasnya. Mau dikasih tau sampai berbusa-busa agar merubah caranya lebih santun, lebih manusiawi, tetap saja mereka sulit mengerti. Mata mereka buta, telinga pekak, dan batin tertutup.
Daripada memikirkan tentang Dajjal di tahun 2012 dan kroco-kroconya, baik yang kelas bawahan yang kasar sampai kelas tinggi yang halus, lebih baik meningkatkan kualitas hidup kita. Sayangi orang-orang sekitar kita, lindungi dan selalu diingatkat tentang ajaran agama yang benar agar tidak mudah terpengaruh fitnah dajjal.
Orang beriman Insya Allah tidak akan terpengaruh para pendukung dari fitnah dajjal. Kalo ada yang difitnah saat ini, hitung-hitung persiapan mental menjelang kejadian menggemparkan di akhir tahun 2012...
Tahun 2012 sebentar lagi, konon, banyak yang meramalkan akan ada semacam kiamat kecil. Musibah di banyak negara, wabah penyakit. Dan manusia yang tinggal hanyalah sekitar 40 persen saja, sisanya meninggal dunia.
Banyak orang pro kontra dengan pendapat kiamat kecil di tahun 2012, ada yang berpendapat saat itu hanyalah sekedar badai matahari. Ada teori saat itu ada semacam pengaruh yang sangat kuat, keinginan sekelompok manusia ingin berkuasa dan mendirikan New World Order. Semacam penyatuan agama, agar di saat kiamat kecil manusia seluruh dunia disatukan dalam satu kepemimpinan. Jangan kaget, karena fitnah dajjal sudah mulai disusun, akan banyak fitnah bertebaran dimana-mana. Kalo yang bicara memfitnahnya kasar, berarti masih kelas bawahan. Fitnah kelas yang tinggi bicaranya halus.
Bila sudah banyak orang terpengaruh dengan setan, manusia muncul taringnya di mana-mana. Banyak blog di hack, atau dikomentari jorok itu karena hawa panas setan yang meningkatkan pekerjaannya, untuk persiapan mendukung fitnah dajjal.Aku sendiri sudah merasakan hawa panas itu, sobat-sobat bloggerku mulai cerita tentang hackers, komentator yang sadis, blog penghujat seseorang tanpa alasan jelas.
Orang normal akan berpikir ngapain ya para hackers, dan komentator sadis ini. Mereka-mereka ini bukti bahwa setan sudah meningkatkan kerja kerasnya. Mau dikasih tau sampai berbusa-busa agar merubah caranya lebih santun, lebih manusiawi, tetap saja mereka sulit mengerti. Mata mereka buta, telinga pekak, dan batin tertutup.
Daripada memikirkan tentang Dajjal di tahun 2012 dan kroco-kroconya, baik yang kelas bawahan yang kasar sampai kelas tinggi yang halus, lebih baik meningkatkan kualitas hidup kita. Sayangi orang-orang sekitar kita, lindungi dan selalu diingatkat tentang ajaran agama yang benar agar tidak mudah terpengaruh fitnah dajjal.
Orang beriman Insya Allah tidak akan terpengaruh para pendukung dari fitnah dajjal. Kalo ada yang difitnah saat ini, hitung-hitung persiapan mental menjelang kejadian menggemparkan di akhir tahun 2012...
Sabtu, 24 September 2011
Bincang-bincang tentang pertaubatan
Kemarin ada teman lama yang ngontak aku entah maksudnya katakan dia B, dan aku A (ini kejadian nyata, telah diedit seperlunya)
B : tambah lama kamu tambah ngaco
A : ngaco gimana
B : kasian kamu, cara berpikirmu tidak sehat
A : siapa yang perlu dikasiani, kamu pikir, dengan shalat 5 waktu cukup masuk surga?
B : emang kamu yakin bakal masuk surga?
A : ikhtiar dengan belajar, mengamalkan Al Quran dengan tafsirnya
B : aku juga sedang belajar, menurut hadits belajarlah sampai ke negeri Cina
A : kamu belajar hal duniawi, untuk akhirat belajar dari Al Qur'an
B : kamu dulu pernah hidupnya gak bener
A : Ramadhan artinya pelebur, sesudah melebur dosa, kembali ke fitrah jiwa suci tanpa dosa
B : peleburan dosa kok kayak versi penebusan dosa agama lain
A : Allah mengampuni dosa-dosa hamba Allah yang bila bertaubat sungguh-sungguh, lebih cepat lebih baik, dan terutama di bulan Ramadhan
B : hidup itu terkait masa lalu sebab akibat seperti untaian DNA
A : Kalo bertaubat kita bisa seperti tanpa dosa lagi
B : emangnya kamu yakin diampuni dosa
A : kan ada petunjuknya di hadits dan Al Qur'an, kamu yakin masuk surga?
B : yang penting kan berbuat baik
A : yang menurut manusia baik belum tentu baik menurut Allah
B : aku juga baca Al Quran kok, tapi gak usah bilang-bilang kan
A : baca Al Qur'an dengan tafsir, pemahaman tentang taubat aja gak tau
B : kalo gak baca Al Qur'an memang kenapa
A : Al Qur'an diturunkan untuk petunjuk bagi orang bertakwa, orang bertakwa akan masuk surga
B : kamu kayak FPI aja, ngotot
A : aku memang membela Islam kok
B : udah aku off dulu
Allah berfirman
kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. Al Baqarah : 160)
Allah berfirman
Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. An Nisaa : 16-17)
Allah berfirman
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah : 216)
Allah berfirman
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,(QS. Al Baqarah : 2)
Allah berfirman
Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. (QS. Ar Ra'du : 35)
B : tambah lama kamu tambah ngaco
A : ngaco gimana
B : kasian kamu, cara berpikirmu tidak sehat
A : siapa yang perlu dikasiani, kamu pikir, dengan shalat 5 waktu cukup masuk surga?
B : emang kamu yakin bakal masuk surga?
A : ikhtiar dengan belajar, mengamalkan Al Quran dengan tafsirnya
B : aku juga sedang belajar, menurut hadits belajarlah sampai ke negeri Cina
A : kamu belajar hal duniawi, untuk akhirat belajar dari Al Qur'an
B : kamu dulu pernah hidupnya gak bener
A : Ramadhan artinya pelebur, sesudah melebur dosa, kembali ke fitrah jiwa suci tanpa dosa
B : peleburan dosa kok kayak versi penebusan dosa agama lain
A : Allah mengampuni dosa-dosa hamba Allah yang bila bertaubat sungguh-sungguh, lebih cepat lebih baik, dan terutama di bulan Ramadhan
B : hidup itu terkait masa lalu sebab akibat seperti untaian DNA
A : Kalo bertaubat kita bisa seperti tanpa dosa lagi
B : emangnya kamu yakin diampuni dosa
A : kan ada petunjuknya di hadits dan Al Qur'an, kamu yakin masuk surga?
B : yang penting kan berbuat baik
A : yang menurut manusia baik belum tentu baik menurut Allah
B : aku juga baca Al Quran kok, tapi gak usah bilang-bilang kan
A : baca Al Qur'an dengan tafsir, pemahaman tentang taubat aja gak tau
B : kalo gak baca Al Qur'an memang kenapa
A : Al Qur'an diturunkan untuk petunjuk bagi orang bertakwa, orang bertakwa akan masuk surga
B : kamu kayak FPI aja, ngotot
A : aku memang membela Islam kok
B : udah aku off dulu
Allah berfirman
kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. Al Baqarah : 160)
Allah berfirman
Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. An Nisaa : 16-17)
Allah berfirman
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah : 216)
Allah berfirman
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,(QS. Al Baqarah : 2)
Allah berfirman
Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. (QS. Ar Ra'du : 35)
Jumat, 23 September 2011
Nikmatnya ibadah
Dulu aku ngeliat orang yang berusaha lurus di jalan Allah bingung. Emang enak, bela-belain terus belajar ilmu agama, khususnya Islam. Soalnya kalo pengajian aku bawaannya ngantuk melulu. Mikirin yang lain. Ada suatu tulisan di blog menuliskan bahwa kadang suatu hidayah turun saat kita berada di hidup dan mati. Sepertinya itulah penjelasan dari firman Allah "sesudah kesulitan ada kemudahan". Saat terpojok, tidak ada manusia yang bisa dimintain bantuan, hanya bisa minta bantuan pada Allah.
Tapi proses pemahaman tidak langsung muncul, masih banyak sekali yang menyakiti hati. Siapa bilang orang baik itu bebas fitnah. Memangnya kalo sudah rajin shalat, sedekah, hidup mulus begitu saja, justru malah banyak ujian hidup. Ujian kesabaran berupa musibah dan ujian untuk bersyukur bagi manusia yang diberi kesenangan yang banyak.
Semua perbuatan manusia itu akan dipertanggungjawabkan di akhirat, orang Islam yang berani bilang bahwa hari akhir, akhirat itu tidak ada berari hanya sekedar mengaku Islam tapi tidak beriman. Dan sama saja seperti orang kafir, orang Islam yang tidak beriman berarti tidak berhak menikmati indahnya surga di akhirat.
Ternyata proses hidupku yang sempat bikin shock malah membuatku ngotot untuk mempelajari Islam lebih dalam. Sekarang kalo pengajian tidak ngantuk lagi, malah aku bikin catatannya supaya tidak lupa, barangkali suatu saat perlu dibaca lagi. Ciri-ciri orang Islam yang beriman hatinya bergetar karena Allah. Jadi kalo ada orang lebih cinta pada uangnya dibandingkan pada Allah, perlu dipertanyakan keimanannya. Allah sudah memberi janji bahwa orang sedekah karena Allah (ikhlas) akan dibalas oleh Allah, yaitu kebaikan dunia dan akhirat. Rejeki bertambah dan mendapat pahala, rekening kebaikan untuk mendekati surga, karena surga hanya untuk orang baik.
Hal ini sulit diterima, karena slogan hemat pangkal kaya bila diterapkan hemat dalam hal sedekah, maka rejeki akan sulit didapat. Bagi orang yang paham ajaran Islam yang benar, sedekah itu nikmat, ibadah juga nikmat. Hal yang sulit dipahami orang-orang yang berpikir nikmat adalah banyak uang, makan enak, punya pacar cantik ato ganteng.
Allah akan menjanjikan kebaikan dunia akhirat bagi yang mau berjuang di jalan Allah. Orang yang berpuasa, meninggalkan nikmatnya makan akan dibalas dengan kebaikan oleh Allah. Kebaikan tidak selalu uang, bisa jadi kesehatan, ketenangan, kebahagiaan, dan kecukupan untuk membeli keperluan sehari-harinya. Mendekatkan diri dan mengamalkan ajaran Islam tidak ada ruginya. Kalo ada yang masih terbuai kenikmatan duniawi, ada saatnya dia merasakan kehampaan hidup, seperti minum air laut, bukan jadi lega malah tambah tersiksa.
Jadi bila sudah paham dengan ajaran Islam dan mengamalkan, nikmatnya hidup itu akan bisa dirasakan...
Tapi proses pemahaman tidak langsung muncul, masih banyak sekali yang menyakiti hati. Siapa bilang orang baik itu bebas fitnah. Memangnya kalo sudah rajin shalat, sedekah, hidup mulus begitu saja, justru malah banyak ujian hidup. Ujian kesabaran berupa musibah dan ujian untuk bersyukur bagi manusia yang diberi kesenangan yang banyak.
Semua perbuatan manusia itu akan dipertanggungjawabkan di akhirat, orang Islam yang berani bilang bahwa hari akhir, akhirat itu tidak ada berari hanya sekedar mengaku Islam tapi tidak beriman. Dan sama saja seperti orang kafir, orang Islam yang tidak beriman berarti tidak berhak menikmati indahnya surga di akhirat.
Ternyata proses hidupku yang sempat bikin shock malah membuatku ngotot untuk mempelajari Islam lebih dalam. Sekarang kalo pengajian tidak ngantuk lagi, malah aku bikin catatannya supaya tidak lupa, barangkali suatu saat perlu dibaca lagi. Ciri-ciri orang Islam yang beriman hatinya bergetar karena Allah. Jadi kalo ada orang lebih cinta pada uangnya dibandingkan pada Allah, perlu dipertanyakan keimanannya. Allah sudah memberi janji bahwa orang sedekah karena Allah (ikhlas) akan dibalas oleh Allah, yaitu kebaikan dunia dan akhirat. Rejeki bertambah dan mendapat pahala, rekening kebaikan untuk mendekati surga, karena surga hanya untuk orang baik.
Hal ini sulit diterima, karena slogan hemat pangkal kaya bila diterapkan hemat dalam hal sedekah, maka rejeki akan sulit didapat. Bagi orang yang paham ajaran Islam yang benar, sedekah itu nikmat, ibadah juga nikmat. Hal yang sulit dipahami orang-orang yang berpikir nikmat adalah banyak uang, makan enak, punya pacar cantik ato ganteng.
Allah akan menjanjikan kebaikan dunia akhirat bagi yang mau berjuang di jalan Allah. Orang yang berpuasa, meninggalkan nikmatnya makan akan dibalas dengan kebaikan oleh Allah. Kebaikan tidak selalu uang, bisa jadi kesehatan, ketenangan, kebahagiaan, dan kecukupan untuk membeli keperluan sehari-harinya. Mendekatkan diri dan mengamalkan ajaran Islam tidak ada ruginya. Kalo ada yang masih terbuai kenikmatan duniawi, ada saatnya dia merasakan kehampaan hidup, seperti minum air laut, bukan jadi lega malah tambah tersiksa.
Jadi bila sudah paham dengan ajaran Islam dan mengamalkan, nikmatnya hidup itu akan bisa dirasakan...
Misteri tahun 2012 (hubungannya dengan indigo)
Misteri apa di tahun 2012? Bukan aku yang menyimpulkan tapi beberapa orang yang mendapat gambaran tahun 2012 akan ada bencana, di banyak negara. Banyak indigo yang powernya masih tertutup akan diaktifkan. Peperangan antara indigo jahat dan baik akan semakin menjadi. Memang sudah hukum alam (Sunatullah), seperti di cerita X-Men, akan ada perang batin, karena fitnah tidak menggunakan peluru atau rudal saja tapi juga mempengaruhi pikiran orang.
Ada situs yang mengungkap gambaran tentang tahun 2012, ini linknya ADA APA DI TAHUN 2012 DENGAN INDIGO . Sedikit cuplikannya
Rumor tahun 2012 – tepatnya tanggal 21-12-2012 – akan terjadi kiamat di bumi mulai merebak dalam sepuluh tahun terakhir ini, dan semakin marak sekitar tahun 2008 hingga sekarang.
Maksud dan tujuan dari kehadiran orang Indigo adalah tugas yang diembannya di muka bumi ini. Orang-orang Indigo (orang ungu, indigo dan kristal) secara umum mempunyai tugas-tugas:
1. Menjaga harmonisasi alam nyata dan alam supranatural beserta penghuninya, serta manusia dalam hubungan dengan Tuhan.
2. Membantu penumbuhan kesadaran pada manusia akan kebenaran yang mulai ditinggalkan.
3. Membantu pengeliminasian penyebab ketidakseimbangan harmonisasi dan penumbuhan kesadaran, terutama manusia yang jahat dan buruk akhlaknya dan mahkluk lain yang berusaha menggagalkan misi ini.
4. Saling berkoneksasi dan berinteraksi antar Indigo dan makhluk di dimensi lain, dalam rangka tugas-tugas di atas.
5. Membantu pengembalian kekuasaan di bumi kepada manusia yang berhak memegangnya.
6. Membantu pelaksanaan kekuasaan tersebut sampai tiba masanya berakhir.
Setelah itu boleh jadi kiamat akan segera tiba, karena orang kristal adalah generasi terakhir dari warna-warna yang pernah muncul. Warna ini tidak pernah muncul di masa-masa sebelumnya, dan muncul hanya di bagian akhir dari semua generasi Indigo. Kristal yang berwarna bening menurut teori spektrum cahaya adalah perpaduan semua warna cahaya yang sudah menyatu dalam satu frekuensi yang sama, yakni cahaya tunggal tidak berwarna. Suatu lambang kesempurnaan, tujuan akhir penyatuan kepada Yang Tertinggi dan Sumber Utama. Wallahu a’lam.
Kadang aku memang bertanya-tanya, banyak buku menuliskan akan ada sesuatu di akhir tahun 2012, tapi orang-orang tetap sibuk menyenangkan diri sendiri, agama tidak dijadikan hal penting. Aku sebetulnya dulu juga gitu sih, sebelum tahun 2009 aku mikirnya cuman makan apa, pake baju apa. Setelah tahun 2009 mulai terbuka sedikit pemahaman dari Al Qur'an mencoba teriak-teriak, halooo halooo, sebentar lagi akan banyak bencana, tingkatkan ibadah, tetap saja suaraku tidak didengar.
Aku sejauh ini tidak bisa melihat aura orang lain, sukma keluar dari tubuh berjalan-jalan, menembus alam dimensi lain, tapi hanya ada dorongan untuk membaca tulisan di internet situs ini situs itu. Dan pemahaman tentang kehidupan akan semakin muncul bila sanggup menekan hawa nafsu, sering berpuasa, bisa menahan amarah (masih diperjuangkan).
Menurutku sih, menghadapi akhir 2012, 21-12-2012, sebaiknya lebih banyak mempertebal keimanan dengan memperbaiki ibadah dan pemahaman ajaran Islam. Insya Allah kita akan diselamatkan, karena Allah akan melindungi orang-orang beriman seperti di kisah-kisah Nabi yang termuat di Al Qur'an...
Ada situs yang mengungkap gambaran tentang tahun 2012, ini linknya ADA APA DI TAHUN 2012 DENGAN INDIGO . Sedikit cuplikannya
Rumor tahun 2012 – tepatnya tanggal 21-12-2012 – akan terjadi kiamat di bumi mulai merebak dalam sepuluh tahun terakhir ini, dan semakin marak sekitar tahun 2008 hingga sekarang.
Maksud dan tujuan dari kehadiran orang Indigo adalah tugas yang diembannya di muka bumi ini. Orang-orang Indigo (orang ungu, indigo dan kristal) secara umum mempunyai tugas-tugas:
1. Menjaga harmonisasi alam nyata dan alam supranatural beserta penghuninya, serta manusia dalam hubungan dengan Tuhan.
2. Membantu penumbuhan kesadaran pada manusia akan kebenaran yang mulai ditinggalkan.
3. Membantu pengeliminasian penyebab ketidakseimbangan harmonisasi dan penumbuhan kesadaran, terutama manusia yang jahat dan buruk akhlaknya dan mahkluk lain yang berusaha menggagalkan misi ini.
4. Saling berkoneksasi dan berinteraksi antar Indigo dan makhluk di dimensi lain, dalam rangka tugas-tugas di atas.
5. Membantu pengembalian kekuasaan di bumi kepada manusia yang berhak memegangnya.
6. Membantu pelaksanaan kekuasaan tersebut sampai tiba masanya berakhir.
Setelah itu boleh jadi kiamat akan segera tiba, karena orang kristal adalah generasi terakhir dari warna-warna yang pernah muncul. Warna ini tidak pernah muncul di masa-masa sebelumnya, dan muncul hanya di bagian akhir dari semua generasi Indigo. Kristal yang berwarna bening menurut teori spektrum cahaya adalah perpaduan semua warna cahaya yang sudah menyatu dalam satu frekuensi yang sama, yakni cahaya tunggal tidak berwarna. Suatu lambang kesempurnaan, tujuan akhir penyatuan kepada Yang Tertinggi dan Sumber Utama. Wallahu a’lam.
Kadang aku memang bertanya-tanya, banyak buku menuliskan akan ada sesuatu di akhir tahun 2012, tapi orang-orang tetap sibuk menyenangkan diri sendiri, agama tidak dijadikan hal penting. Aku sebetulnya dulu juga gitu sih, sebelum tahun 2009 aku mikirnya cuman makan apa, pake baju apa. Setelah tahun 2009 mulai terbuka sedikit pemahaman dari Al Qur'an mencoba teriak-teriak, halooo halooo, sebentar lagi akan banyak bencana, tingkatkan ibadah, tetap saja suaraku tidak didengar.
Aku sejauh ini tidak bisa melihat aura orang lain, sukma keluar dari tubuh berjalan-jalan, menembus alam dimensi lain, tapi hanya ada dorongan untuk membaca tulisan di internet situs ini situs itu. Dan pemahaman tentang kehidupan akan semakin muncul bila sanggup menekan hawa nafsu, sering berpuasa, bisa menahan amarah (masih diperjuangkan).
Menurutku sih, menghadapi akhir 2012, 21-12-2012, sebaiknya lebih banyak mempertebal keimanan dengan memperbaiki ibadah dan pemahaman ajaran Islam. Insya Allah kita akan diselamatkan, karena Allah akan melindungi orang-orang beriman seperti di kisah-kisah Nabi yang termuat di Al Qur'an...
Rabu, 21 September 2011
Sihir dari white/black magic membatalkan syahadat
Ada beberapa kisah tentang sihir ini. Aku sendiri ada pengalaman tentang orang yang mengakui telah memagariku dengan sihir dengan tujuan baik, tapi aku gak akan cerita detil, toh semua sudah berlalu karena pagar itu sudah putus. Prosesnya gak gitu jelas aku bukan orang yang bisa ngeliat pagar itu. Tapi yang bisa ngeliat adalah temen chatku di luar negri, dia ikut salah satu aliran bela diri. Cuman sering chat denganku, tiba-tiba dia cerita diserang sesuatu yang gak keliatan trus monitor laptopnya pecah. Karena dia kerja di bidang IT, dia punya beberapa laptop, jadi dia masih bisa mengamankan internal hardisknya untuk data-data penting.
Ada temanku cerita, bahwa kenalannya laki-laki jatuh cinta pada perempuan, terus perempuan itu dipelet. Anehnya kok sampai ke arah perkawinan dan perkawinan itu langgeng. Menurutku itu bukan sihir putih, itu orang tidak percaya diri terus minta bantuan dukun. Tapi karena setelah itu bertaubat, diberi kesempatan Allah untuk hidup lebih baik.
Temenku yang lain seorang blogger bercerita bisa sering dapat visi gambaran ke depan. Dan jadi shock bila kejadian itu jadi nyata. Butuh waktu aku untuk memahami, tapi sekarang aku berpendapat pandanga ke depan itu tidak usah digubris, itu hanya bentuk penyesatan dari jin jahat. Supaya merasa punya kelebihan, sombong, dan terjebak ke alur melihat ke masa depan. Masa depan adalah rahasia, tersimpan di langit dan bagi jin yang ingin tau dilempar api. Kadang ada jin mengaku bisa punya akses ke masa depan, sebetulnya itu hanyalah tipu dayanya saja, agar manusia yang ditipunya menjadi budak saat kematiannya. Manusia yang memanfaatkan jin setelah kematiannya bisa jadi tidak ke alam barzakh, tapi pindah ke dimensi lebih rendah di alam jin untuk dijadikan budak, diinjak-injak benar-benar dihina. Banyak tulisan tentang ini di internet. Blogger ini dalam keadaan galau, tidak blogwalking lagi tapi sayang aku tidak bisa mensupportnya karena tiap kali aku mengkontak, pertama aku menulis di chatboxnya dia hapus. Aku follow di tweet, dia ganti account. Dia memutuskan untuk menjauh dari komunitas blogger yang tadinya akrab dengannya. Hanya bisa mendoakan mungkin kalimatku masih banyak keliru.
Masih ada kemungkinan kemampuan melihat masa depan adalah anugerah dari Allah semacam warning. Tapi mesti bijak dan punya iman yang kuat untuk mensikapinya agar tidak terpengaruh penyesatan yang dilakukan oleh setan.
Firman Allah di Al Qur'an menyatakan bahwa orang yang menggunakan sihir adalah orang kafir. Penggunaan istilah white magic atau black magic hanyalah penyesatan. Orang yang melakukan black magic sifatnya kasar, mistis, rumahnya bau kemenyan. Biasanya didatangi orang putus asa yang dendam dan ingin mencelakai orang lain (jadi teringat seseorang yang rajin komentar di blog ini, mereview namaku di blognya dengan kalimat paling jahat yang bisa dipikirkannya).
Sedang white magic, menggunakan baju putih, barangkali bawa tasbih kemana-mana. Mengaku bisa membantu dengan perlindungan diri, menyembuhkan orang sakit, membantu menyelesaikan masalah bisnis (jadi ingat seseorang yang suka bicara bijak tentang tarekat, tasawuf, ma'rifatullah belakangan menterorku lewat SMS mengklaim berhak memenggal leherku).
Di acara tivi bersama ustad Arifin Ilham pernah bersama ditemani seseorang yang mengobati pasiennya yang sakit adalah dengan cara bekam dan diperbaiki susunan tulang belakangnya. Pengobatannya di daerah Tebet, Jakarta. Teman ustad Arifin Ilham ini juga membantu ruqyah bagi orang kerasukan jin, tapi untuk kasus pelet, atau guna-guna sedikit lain caranya. Dikeluarkan dengan orang yang tepat, bukan dukun palsu. Tapi yang terbaik adalah meruqyah sendiri, karena diruqyah orang lain di akhirat tidak bisa termasuk golongan yang mendapat kesempatan tanpa hisab.
Sedang bila ingin usaha maju, kenapa tidak membaca bukunya Ippho berjudul 7 KEAJAIBAN REJEKI. Disarankan untuk banyak sedekah, berdagang, shalat dhuha, dan seterusnya. Tentunya supaya bersikap santun saat berdagang.
Bila punya masalah yang sangat mengganggu, kenapa tidak mencoba membaca buku Quantum Ikhlas. Buku ini banyak membantuku, beberapa sobatku aku pinjami malah ada yang aku kasih. Alhamdulillah beberapa dari mereka jadi lebih ceria dan optimis. Tapi ada yang tambah terpuruk karena berprinsip shalat tidak membuatmu kaya dan hanya dengan marah-marah masalah bisa diatasi.
Tidak perlu menggunakan sihir untuk mengatasi hidup kita, baik itu klaim sihir putih atau hitam. Sihir putih malah berpotensi bermuka dua, sepertinya orang alim padahal jahat, itulah ciri-ciri orang munafik yang akan ditempatkan Allah di neraka paling bawah.
Untuk menghindari sihir adalah dengan menguatkan keimanan. Orang ikhlas dan beriman sulit diganggu setan.
Semoga kita bisa selalu ikhlas dan imannya terjaga agar terhindar dari godaan setan...
Ada temanku cerita, bahwa kenalannya laki-laki jatuh cinta pada perempuan, terus perempuan itu dipelet. Anehnya kok sampai ke arah perkawinan dan perkawinan itu langgeng. Menurutku itu bukan sihir putih, itu orang tidak percaya diri terus minta bantuan dukun. Tapi karena setelah itu bertaubat, diberi kesempatan Allah untuk hidup lebih baik.
Temenku yang lain seorang blogger bercerita bisa sering dapat visi gambaran ke depan. Dan jadi shock bila kejadian itu jadi nyata. Butuh waktu aku untuk memahami, tapi sekarang aku berpendapat pandanga ke depan itu tidak usah digubris, itu hanya bentuk penyesatan dari jin jahat. Supaya merasa punya kelebihan, sombong, dan terjebak ke alur melihat ke masa depan. Masa depan adalah rahasia, tersimpan di langit dan bagi jin yang ingin tau dilempar api. Kadang ada jin mengaku bisa punya akses ke masa depan, sebetulnya itu hanyalah tipu dayanya saja, agar manusia yang ditipunya menjadi budak saat kematiannya. Manusia yang memanfaatkan jin setelah kematiannya bisa jadi tidak ke alam barzakh, tapi pindah ke dimensi lebih rendah di alam jin untuk dijadikan budak, diinjak-injak benar-benar dihina. Banyak tulisan tentang ini di internet. Blogger ini dalam keadaan galau, tidak blogwalking lagi tapi sayang aku tidak bisa mensupportnya karena tiap kali aku mengkontak, pertama aku menulis di chatboxnya dia hapus. Aku follow di tweet, dia ganti account. Dia memutuskan untuk menjauh dari komunitas blogger yang tadinya akrab dengannya. Hanya bisa mendoakan mungkin kalimatku masih banyak keliru.
Masih ada kemungkinan kemampuan melihat masa depan adalah anugerah dari Allah semacam warning. Tapi mesti bijak dan punya iman yang kuat untuk mensikapinya agar tidak terpengaruh penyesatan yang dilakukan oleh setan.
Firman Allah di Al Qur'an menyatakan bahwa orang yang menggunakan sihir adalah orang kafir. Penggunaan istilah white magic atau black magic hanyalah penyesatan. Orang yang melakukan black magic sifatnya kasar, mistis, rumahnya bau kemenyan. Biasanya didatangi orang putus asa yang dendam dan ingin mencelakai orang lain (jadi teringat seseorang yang rajin komentar di blog ini, mereview namaku di blognya dengan kalimat paling jahat yang bisa dipikirkannya).
Sedang white magic, menggunakan baju putih, barangkali bawa tasbih kemana-mana. Mengaku bisa membantu dengan perlindungan diri, menyembuhkan orang sakit, membantu menyelesaikan masalah bisnis (jadi ingat seseorang yang suka bicara bijak tentang tarekat, tasawuf, ma'rifatullah belakangan menterorku lewat SMS mengklaim berhak memenggal leherku).
Di acara tivi bersama ustad Arifin Ilham pernah bersama ditemani seseorang yang mengobati pasiennya yang sakit adalah dengan cara bekam dan diperbaiki susunan tulang belakangnya. Pengobatannya di daerah Tebet, Jakarta. Teman ustad Arifin Ilham ini juga membantu ruqyah bagi orang kerasukan jin, tapi untuk kasus pelet, atau guna-guna sedikit lain caranya. Dikeluarkan dengan orang yang tepat, bukan dukun palsu. Tapi yang terbaik adalah meruqyah sendiri, karena diruqyah orang lain di akhirat tidak bisa termasuk golongan yang mendapat kesempatan tanpa hisab.
Sedang bila ingin usaha maju, kenapa tidak membaca bukunya Ippho berjudul 7 KEAJAIBAN REJEKI. Disarankan untuk banyak sedekah, berdagang, shalat dhuha, dan seterusnya. Tentunya supaya bersikap santun saat berdagang.
Bila punya masalah yang sangat mengganggu, kenapa tidak mencoba membaca buku Quantum Ikhlas. Buku ini banyak membantuku, beberapa sobatku aku pinjami malah ada yang aku kasih. Alhamdulillah beberapa dari mereka jadi lebih ceria dan optimis. Tapi ada yang tambah terpuruk karena berprinsip shalat tidak membuatmu kaya dan hanya dengan marah-marah masalah bisa diatasi.
Tidak perlu menggunakan sihir untuk mengatasi hidup kita, baik itu klaim sihir putih atau hitam. Sihir putih malah berpotensi bermuka dua, sepertinya orang alim padahal jahat, itulah ciri-ciri orang munafik yang akan ditempatkan Allah di neraka paling bawah.
Untuk menghindari sihir adalah dengan menguatkan keimanan. Orang ikhlas dan beriman sulit diganggu setan.
Semoga kita bisa selalu ikhlas dan imannya terjaga agar terhindar dari godaan setan...
Orang yang memendam amarah dan putus asa termasuk orang zalim
Entah kenapa beberapa hari ini aku terbayang-bayang dengan kisah Nabi Yunus 'alaihi sallam. Beliau hamba Allah yang shaleh, tapi memutuskan berhenti berdakwah di suatu tempat dan ingin pindah ke tempat lain dalam keadaan marah. Marah karena ditolak dakwahnya untuk menyembah pada Allah.
Kisah Nabi-Nabi sangat menyentuh hatiku, efeknya buatku sangat dalam. Mereka adalah penghuni surga, tingkah lakunya sangat sopan. Kadang kalo aku sedih seperti melihat Nabi Ayyub berkata padaku supaya aku sabar. Aku hanya tertunduk dan kadang mengucurkan air mata.
Dan sekarang aku terbayang-bayang kisah Nabi Yunus 'alaihi sallam. Doa beliau yang dianjurkan bagi orang terkena musibah "Tidak ada Tuhan selain Engkau, maha suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zalim".
Hikmah dari kisah Nabi Yunus 'alaihi sallam yang ditelan ikan besar adalah agar tidak putus asa untuk menyampaikan kebenaran. Selain itu juga agar tidak memendam kemarahan. Orang yang putus asa dan memendam kemarahan termasuk orang zalim yang dilaknat Allah, akan diberi siksa sangat pedih di dunia dan akhirat.
Kadang ada orang yang diam saja padahal hatinya penuh kemarahan, memutuskan untuk mencari kompensasi negatif akan membuat pembenaran, terus ngomong yang penting aku kan gak ngerugiin orang lain. Okelah dia tidak merugikan orang lain, hanya menumpuk dosa untuk dirinya sendiri, tapi itu juga termasuk orang zalim.
Proses untuk menjadi orang beriman memang tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Jangan dikira berusaha jadi orang baik sesuai ajaran Islam akan mudah jalannya, disukai orang lain karena berusaha sering membantu semampunya. Kadang terjegal dengan orang dengan gaya hidup berbeda, yang merasa dirinya orang baik karena gaul, banyak teman, banyak uang, suka traktir. Percuma saja traktir teman-teman yang punya uang, karena di mata Allah uang baru bermanfaat untuk memberi makan fakir miskin dan anak yatim.
Mmmmm...
(sulit membuat kalimat penutup, hatiku sedang terharu biru...)
Kisah Nabi-Nabi sangat menyentuh hatiku, efeknya buatku sangat dalam. Mereka adalah penghuni surga, tingkah lakunya sangat sopan. Kadang kalo aku sedih seperti melihat Nabi Ayyub berkata padaku supaya aku sabar. Aku hanya tertunduk dan kadang mengucurkan air mata.
Dan sekarang aku terbayang-bayang kisah Nabi Yunus 'alaihi sallam. Doa beliau yang dianjurkan bagi orang terkena musibah "Tidak ada Tuhan selain Engkau, maha suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zalim".
Hikmah dari kisah Nabi Yunus 'alaihi sallam yang ditelan ikan besar adalah agar tidak putus asa untuk menyampaikan kebenaran. Selain itu juga agar tidak memendam kemarahan. Orang yang putus asa dan memendam kemarahan termasuk orang zalim yang dilaknat Allah, akan diberi siksa sangat pedih di dunia dan akhirat.
Kadang ada orang yang diam saja padahal hatinya penuh kemarahan, memutuskan untuk mencari kompensasi negatif akan membuat pembenaran, terus ngomong yang penting aku kan gak ngerugiin orang lain. Okelah dia tidak merugikan orang lain, hanya menumpuk dosa untuk dirinya sendiri, tapi itu juga termasuk orang zalim.
Proses untuk menjadi orang beriman memang tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Jangan dikira berusaha jadi orang baik sesuai ajaran Islam akan mudah jalannya, disukai orang lain karena berusaha sering membantu semampunya. Kadang terjegal dengan orang dengan gaya hidup berbeda, yang merasa dirinya orang baik karena gaul, banyak teman, banyak uang, suka traktir. Percuma saja traktir teman-teman yang punya uang, karena di mata Allah uang baru bermanfaat untuk memberi makan fakir miskin dan anak yatim.
Mmmmm...
(sulit membuat kalimat penutup, hatiku sedang terharu biru...)
Selasa, 20 September 2011
Kenapa indigo merasa tersesat dalam cahaya?
Tersesat dalam cahaya adalah penggambaran kondisi orang indigo (orang dengan bakat indra ke 6).
Tentunya bakat indigo lain-lain, ada yang bisa melihat aura berbentuk grafik, lurus atau kusut. Ada yang bisa melihat dalam bentuk warna. Tapi yang melihat warna juga ada yang hanya luarnya, ada yang bisa melihat aura lebih ke dalam lagi paduan warna yang lebih rumit.
Indigo sendiri ada yang bakat dari lahir, ada yang karena ditempeli setan. Jin yang jahat ini akan memberi kemampuan black indigo gambaran ke dimensi lain. Black indigo ini melupakan kalimat surga "Laa haula wala quwwata illa billah", tidak ada daya upaya selain dari Allah semata. Bila kemampuan membaca batin digunakan untuk menyombongkan diri, memanfaatkan untuk menekan orang lain, bukan untuk membantu orang lain sudah nampak black indigo ini tersesat.
Indigo bijak walau punya kemampuan untuk membongkar kejahatan orang lain secara keji, tapi itu tidak akan dilakukan, akan berusaha melakukannya dengan cara halus dan sopan. Karena tahu semua hanya tipu muslihat setan, orang yang melakukan kejahatan mata hatiknya tertutup, gak akan ngerti-ngerti kecuali Allah yang membukakan kebenaran. Ada hukum sebab akibat yang dijanjikan Allah, siksa di dunia dan akhirat bagi pelaku kejahatan.
Orang indigo selalu berproses, di awal mereka punya tingkat emosi yang tinggi. Bagaimana tidak, bisa melihat makhluk alam lain yang wajahnya tidak enak dilihat, kadang diikuti segala. Kalo indigo jahat, makhluk alam lain malah dimanfaatkan untuk mencuri, kayak tuyul misalnya. Uang lebih penting daripada pemahaman memanfaatkan tuyul itu akan membuatnya saat mati tidak akan ke alam barzakh, tapi ke alam jin yang dimensinya lebih rendah dari alam manusia jadi budak yang sangat dihinakan.
Ada hal lain yang perlu dimiliki oleh indigo yaitu penetralan emosi, karena para indigo punya empati sangat tinggi. Jadi bila ditempatkan di ruang gawat darurat rumah sakit mereka akan menangis karena bisa merasakan kegundahan para pengunjung dan kesakitan para pasien. Perlu latihan penguatan mental dan ketabahan.
Bila ada yang ingin punya kelebihan khusus seperti indigo yang bisa melihat aura, makhluk alam lain, semua tidak mudah dijalani. Kalo tidak sanggup akan sering pingsan, dan aku dengar sampai ada yang mengamalkan amalan tertentu malah jadi gila.
Tersesat dalam cahaya, terlalu banyak cahaya dimensi lain malah banyak tekanan yang harus diatasi. Cara mengatasinya, minta kekuatan lebih pada Allah, karena Allah yang memberi kemampuan ini...
(ditulis dalam rangka pembelajaran diri sendiri)
Tentunya bakat indigo lain-lain, ada yang bisa melihat aura berbentuk grafik, lurus atau kusut. Ada yang bisa melihat dalam bentuk warna. Tapi yang melihat warna juga ada yang hanya luarnya, ada yang bisa melihat aura lebih ke dalam lagi paduan warna yang lebih rumit.
Indigo sendiri ada yang bakat dari lahir, ada yang karena ditempeli setan. Jin yang jahat ini akan memberi kemampuan black indigo gambaran ke dimensi lain. Black indigo ini melupakan kalimat surga "Laa haula wala quwwata illa billah", tidak ada daya upaya selain dari Allah semata. Bila kemampuan membaca batin digunakan untuk menyombongkan diri, memanfaatkan untuk menekan orang lain, bukan untuk membantu orang lain sudah nampak black indigo ini tersesat.
Indigo bijak walau punya kemampuan untuk membongkar kejahatan orang lain secara keji, tapi itu tidak akan dilakukan, akan berusaha melakukannya dengan cara halus dan sopan. Karena tahu semua hanya tipu muslihat setan, orang yang melakukan kejahatan mata hatiknya tertutup, gak akan ngerti-ngerti kecuali Allah yang membukakan kebenaran. Ada hukum sebab akibat yang dijanjikan Allah, siksa di dunia dan akhirat bagi pelaku kejahatan.
Orang indigo selalu berproses, di awal mereka punya tingkat emosi yang tinggi. Bagaimana tidak, bisa melihat makhluk alam lain yang wajahnya tidak enak dilihat, kadang diikuti segala. Kalo indigo jahat, makhluk alam lain malah dimanfaatkan untuk mencuri, kayak tuyul misalnya. Uang lebih penting daripada pemahaman memanfaatkan tuyul itu akan membuatnya saat mati tidak akan ke alam barzakh, tapi ke alam jin yang dimensinya lebih rendah dari alam manusia jadi budak yang sangat dihinakan.
Ada hal lain yang perlu dimiliki oleh indigo yaitu penetralan emosi, karena para indigo punya empati sangat tinggi. Jadi bila ditempatkan di ruang gawat darurat rumah sakit mereka akan menangis karena bisa merasakan kegundahan para pengunjung dan kesakitan para pasien. Perlu latihan penguatan mental dan ketabahan.
Bila ada yang ingin punya kelebihan khusus seperti indigo yang bisa melihat aura, makhluk alam lain, semua tidak mudah dijalani. Kalo tidak sanggup akan sering pingsan, dan aku dengar sampai ada yang mengamalkan amalan tertentu malah jadi gila.
Tersesat dalam cahaya, terlalu banyak cahaya dimensi lain malah banyak tekanan yang harus diatasi. Cara mengatasinya, minta kekuatan lebih pada Allah, karena Allah yang memberi kemampuan ini...
(ditulis dalam rangka pembelajaran diri sendiri)
Sabar itu indah
Tidak sekali dua kali aku membaca luapan kekesalan temen-temenku di status Facebook "kesabaranku sudah habis", atau "rasanya pengen marah-marah terus, susah amat sih jadi orang sabar".
Sabar dimiliki oleh orang beriman, bukan orang Islam jadi-jadian (mengaku Islam tapi tidak mau menjalankan ajaran Islam yang benar). Orang yang beriman tidak akan sampai kepikiran untuk marah, begitu punya masalah, hatinya yang lembut akan merasa kasihan pada orang lain. Lebih suka mengorbankan kepentingan orang lain dibandingkan kepentingan diri sendiri.
Barangkali ini satu step tambahan pemahaman dalam hidupku, kemarin setelah selesai mengqodho hutang puasa, dan aku teruskan dengan puasa Syawal hari ini sampai 6 hari ke depan.
Tadinya aku ingin marah, lalu temenku bijak kirim SMS ke aku, caci maki itu hanyalah bisikan setan. Lalu apa yang aku lihat, ternyata orang yang telah memperlakukan kurang baik padaku telinganya dikasih corong dibisiki kata-kata versi setan. Jadi percuma saja aku teriak-teriak mengingatkan mereka tentang kebenaran.
Lalu aku bersimpuh di hadapan Allah, memohon ampun atas semua kesalahanku. Lalu pemahaman barupun muncul, sabar itu sebetulnya mudah saja dijalani oleh orang beriman. Kadang karena faktor fisik, kecapekan, atau pukulan tak terduga dari belakang, ada timbul kemarahan muncul, tapi bisa diredam lagi.
Orang beriman diberi kesempatan Allah untuk masuk surga, sedang orang Islam yang suka bersumpah serapah, berkeluh kesah, mengamuk, semprot sana semprot sini berarti mengikuti bisikan setan dan ditutup mata hatinya untuk bisa memahami kebenaran.
Sabar itu tenang, bisa meredam emosi. Seperti hadits yang menyatakan "orang kuat adalah orang yang bisa menahan untuk tidak meluapkan amarahnya". Selain tenang dan tidak banyak gejolak, juga paham, orang yang suka melakukan aniaya telah ditutupi mata hatinya oleh setan. Bila punya kekuasaan, gunakan dengan kekuasaannya, bila mampu menggunakan tangannya, hentikan dengan tangannya, bila mampu menggunakan tulisan, hentikan dengan tulisan.
Hanya Allah yang bisa membolak-balikkan hati manusia. Jadi bila ada hadits "tidak ada siksa dunia dipercepat kecuali bagi yang melakukan perbuatan zalim dan memutus silaturahmi, dan masih tersimpan siksa di akhirat", Allah pasti akan menepati janji. Teguran pedih bagi yang melanggar firman Allah dengan semena-mena berbuat zalim dan menyakiti hati orang lain.
Sabar itu indah karena dimiliki oleh orang yang jiwanya tenang. Allah bersama orang-orang yang sabar...
Sabar dimiliki oleh orang beriman, bukan orang Islam jadi-jadian (mengaku Islam tapi tidak mau menjalankan ajaran Islam yang benar). Orang yang beriman tidak akan sampai kepikiran untuk marah, begitu punya masalah, hatinya yang lembut akan merasa kasihan pada orang lain. Lebih suka mengorbankan kepentingan orang lain dibandingkan kepentingan diri sendiri.
Barangkali ini satu step tambahan pemahaman dalam hidupku, kemarin setelah selesai mengqodho hutang puasa, dan aku teruskan dengan puasa Syawal hari ini sampai 6 hari ke depan.
Tadinya aku ingin marah, lalu temenku bijak kirim SMS ke aku, caci maki itu hanyalah bisikan setan. Lalu apa yang aku lihat, ternyata orang yang telah memperlakukan kurang baik padaku telinganya dikasih corong dibisiki kata-kata versi setan. Jadi percuma saja aku teriak-teriak mengingatkan mereka tentang kebenaran.
Lalu aku bersimpuh di hadapan Allah, memohon ampun atas semua kesalahanku. Lalu pemahaman barupun muncul, sabar itu sebetulnya mudah saja dijalani oleh orang beriman. Kadang karena faktor fisik, kecapekan, atau pukulan tak terduga dari belakang, ada timbul kemarahan muncul, tapi bisa diredam lagi.
Orang beriman diberi kesempatan Allah untuk masuk surga, sedang orang Islam yang suka bersumpah serapah, berkeluh kesah, mengamuk, semprot sana semprot sini berarti mengikuti bisikan setan dan ditutup mata hatinya untuk bisa memahami kebenaran.
Sabar itu tenang, bisa meredam emosi. Seperti hadits yang menyatakan "orang kuat adalah orang yang bisa menahan untuk tidak meluapkan amarahnya". Selain tenang dan tidak banyak gejolak, juga paham, orang yang suka melakukan aniaya telah ditutupi mata hatinya oleh setan. Bila punya kekuasaan, gunakan dengan kekuasaannya, bila mampu menggunakan tangannya, hentikan dengan tangannya, bila mampu menggunakan tulisan, hentikan dengan tulisan.
Hanya Allah yang bisa membolak-balikkan hati manusia. Jadi bila ada hadits "tidak ada siksa dunia dipercepat kecuali bagi yang melakukan perbuatan zalim dan memutus silaturahmi, dan masih tersimpan siksa di akhirat", Allah pasti akan menepati janji. Teguran pedih bagi yang melanggar firman Allah dengan semena-mena berbuat zalim dan menyakiti hati orang lain.
Sabar itu indah karena dimiliki oleh orang yang jiwanya tenang. Allah bersama orang-orang yang sabar...
Senin, 19 September 2011
Nabung untuk hewan qurban dan beli netbook
Sudah dari tahun kemarin aku berniat untuk beli hewan qurban. Tahun kemarin ada uang lebih, cuman aku pake untuk jalan ke Bogor. Tahun ini aku berniat untuk menabung untuk hewan qurban, sampe dibela-belain gak beli baju untuk lebaran.
Terus ada kejadian lagi, waktu bulan puasa aku sempet dipinjemi saudaraku netbook soalnya dia umroh sebulan. Wah, abis-abisan deh ngeblog baca referensi ini itu, nulis di lima blogku.
Di bulan syawal ini agak sedih gak ada netbook lagi. Sempet kepikiran untuk menunda beli hewan qurban uangnya dipake untuk beli netbook dulu, netbook sekarang udah ada harga 2 jutaan.
Alhamdulillah akhirnya ada tawaran pinjaman yang tidak mengikat, dari kakakku sendiri sih. Tentu saja aku akan berusaha membayarnya. Lagian taun ajaran baru ini gajiku naik, soalnya kerjaanku sampe sore.
Kesampaian semua, untuk beli netbook dan hewan qurban. Jadi ingat lagunya Maher Zain "Insya Allah". Kemarin pas acara Syawalan aku nyanyi beberapa lagu dan salah satunya lagu ini.
"Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah, You'll find your way..."
Terus ada kejadian lagi, waktu bulan puasa aku sempet dipinjemi saudaraku netbook soalnya dia umroh sebulan. Wah, abis-abisan deh ngeblog baca referensi ini itu, nulis di lima blogku.
Di bulan syawal ini agak sedih gak ada netbook lagi. Sempet kepikiran untuk menunda beli hewan qurban uangnya dipake untuk beli netbook dulu, netbook sekarang udah ada harga 2 jutaan.
Alhamdulillah akhirnya ada tawaran pinjaman yang tidak mengikat, dari kakakku sendiri sih. Tentu saja aku akan berusaha membayarnya. Lagian taun ajaran baru ini gajiku naik, soalnya kerjaanku sampe sore.
Kesampaian semua, untuk beli netbook dan hewan qurban. Jadi ingat lagunya Maher Zain "Insya Allah". Kemarin pas acara Syawalan aku nyanyi beberapa lagu dan salah satunya lagu ini.
"Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah, You'll find your way..."
Yang menurutmu baik, belum tentu baik menurut Allah
Tahun 2008 aku masih terbengong-bengong dengan penjelasan ustadz di Bogor tentang hidup hanya untuk mengharap ridho Allah. Saat itu aku belum tau ridho Allah itu apa. Selama ini aku hanya sibuk mikirin makan apa, pake baju apa.
Di pengajian yang membahas tafsir Al Qur'an ini, pak ustad mencoba menjelaskan bahwa mengharap ridho Allah itu manusia berusaha melakukan hal yang dianggap baik menurut Allah. Dan semua petunjuknya ada di Al Qur'an.
Aku punya sepupu yang anaknya banyak, soalnya mereka tidak melakukan keluarga berencana. Di Al Qur'an memang dinyatakan di jaman Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dulu, banyak anak adalah kebanggaan. Ada petinggi-petinggi suatu partai, yang anaknya banyak, di atas 5. Soalnya ajaran Islam menyatakan jangan takut miskin karena anak banyak, anak ada rejekinya masing-masing.
Tapi jaman sekarang sudah berbeda dengan jaman dulu, sekarang banyak komplikasi penyakit. Ada CMV, down syndrome, atau saat hamil mengalami placenta previa (beresiko pendarahan), dan lain-lain. Ada ibu yang santai aja hamil, bisa makan banyak dan jalan-jalan kemana-mana. Ada ibu hamil mesti bed rest karena capek sedikit ada pendarahan. Belum lagi masalah menyusui, ada yang sampai dibuang ASInya karena tersisa banyak setelah menyusui dan dada masih bengkak. Tapi ada yang ASI sedikit sampai mesti diberi susu botol. Jaman sekarang banyak komplikasi dalam hal punya anak, sehingga kalo ingin punya anak banyak mikir-mikir. Selain masalah kesehatan, juga pendidikan yang semakin mahal dan usaha pemerintah mengurangi meledaknya jumlah penduduk.
Ini baru curhat masalah punya anak. Belum lagi masalah mencari uang. Orang dengan uang banyak dipuja-puja banyak yang deketin. Kalo laki-laki dengan banyak uang mudah cari pacar, konon. Masalahnya kan uang itu halal apa enggak, kalo dia dapetinnya dengan tipu sana tipu sini ya uang itu uang panas, tidak barokah. Uang tidak barokah hanya membuat hidup tidak tenteram, cepat habis untuk keperluan gak jelas.
Masalah penampilan juga, cewek dengan baju seksi disukai, dipelototin. Sedangkan Allah berfirman agar wanita menggunakan kerudung.
Masih banyak hal lain yang manusia tidak sadar tentang hal ini. Inilah yang membedakan orang Islam mana yang beriman dan tidak beriman (Islam hanya di KTP saja).
Mencari keridhoan Allah adalah berusaha melakukan hal-hal sesuai firman Allah. Aku sendiri masih belajar untuk mencari tau, dan masih sering keliru. Aku berusaha melakukan intropeksi, tidak keberatan untuk menghapus tulisan yang ternyata keliru. Mengedit kalimat yang yang salah tulis. Soalnya pengen sih marah-marah di blogku ini, tapi akhirnya diingatkan temenku yang bijak, jangan membalas cacian dengan cacian juga. Karena saat kita mencaci orang, setan sedang berada di samping kita berbisik kalimat negatif...
(beruntungnya aku dipertemukan dengan orang-orang bijak lewat media internet ini. Setelah sekian lama aku buta pemahaman dipengaruhi gaya hidup Islam tradisi Sunda kental yang tidak sesuai Al Quran dan hadits. Sudah aku ingatkan, tetep aja ngotot keluarga ini. Saat ini aku tidak akan mengingatkan lagi, aku mau belajar hal tentang ajaran Islam yang lebih banyak lagi...)
Di pengajian yang membahas tafsir Al Qur'an ini, pak ustad mencoba menjelaskan bahwa mengharap ridho Allah itu manusia berusaha melakukan hal yang dianggap baik menurut Allah. Dan semua petunjuknya ada di Al Qur'an.
Aku punya sepupu yang anaknya banyak, soalnya mereka tidak melakukan keluarga berencana. Di Al Qur'an memang dinyatakan di jaman Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dulu, banyak anak adalah kebanggaan. Ada petinggi-petinggi suatu partai, yang anaknya banyak, di atas 5. Soalnya ajaran Islam menyatakan jangan takut miskin karena anak banyak, anak ada rejekinya masing-masing.
Tapi jaman sekarang sudah berbeda dengan jaman dulu, sekarang banyak komplikasi penyakit. Ada CMV, down syndrome, atau saat hamil mengalami placenta previa (beresiko pendarahan), dan lain-lain. Ada ibu yang santai aja hamil, bisa makan banyak dan jalan-jalan kemana-mana. Ada ibu hamil mesti bed rest karena capek sedikit ada pendarahan. Belum lagi masalah menyusui, ada yang sampai dibuang ASInya karena tersisa banyak setelah menyusui dan dada masih bengkak. Tapi ada yang ASI sedikit sampai mesti diberi susu botol. Jaman sekarang banyak komplikasi dalam hal punya anak, sehingga kalo ingin punya anak banyak mikir-mikir. Selain masalah kesehatan, juga pendidikan yang semakin mahal dan usaha pemerintah mengurangi meledaknya jumlah penduduk.
Ini baru curhat masalah punya anak. Belum lagi masalah mencari uang. Orang dengan uang banyak dipuja-puja banyak yang deketin. Kalo laki-laki dengan banyak uang mudah cari pacar, konon. Masalahnya kan uang itu halal apa enggak, kalo dia dapetinnya dengan tipu sana tipu sini ya uang itu uang panas, tidak barokah. Uang tidak barokah hanya membuat hidup tidak tenteram, cepat habis untuk keperluan gak jelas.
Masalah penampilan juga, cewek dengan baju seksi disukai, dipelototin. Sedangkan Allah berfirman agar wanita menggunakan kerudung.
Masih banyak hal lain yang manusia tidak sadar tentang hal ini. Inilah yang membedakan orang Islam mana yang beriman dan tidak beriman (Islam hanya di KTP saja).
Mencari keridhoan Allah adalah berusaha melakukan hal-hal sesuai firman Allah. Aku sendiri masih belajar untuk mencari tau, dan masih sering keliru. Aku berusaha melakukan intropeksi, tidak keberatan untuk menghapus tulisan yang ternyata keliru. Mengedit kalimat yang yang salah tulis. Soalnya pengen sih marah-marah di blogku ini, tapi akhirnya diingatkan temenku yang bijak, jangan membalas cacian dengan cacian juga. Karena saat kita mencaci orang, setan sedang berada di samping kita berbisik kalimat negatif...
(beruntungnya aku dipertemukan dengan orang-orang bijak lewat media internet ini. Setelah sekian lama aku buta pemahaman dipengaruhi gaya hidup Islam tradisi Sunda kental yang tidak sesuai Al Quran dan hadits. Sudah aku ingatkan, tetep aja ngotot keluarga ini. Saat ini aku tidak akan mengingatkan lagi, aku mau belajar hal tentang ajaran Islam yang lebih banyak lagi...)
Menunda somasi (lebih percaya hukum Allah)
Barangkali mencoba memahami hukum di negara kita memang tidak mudah. Di jaman Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam menerapkan hukum Islam yang terkesan ngeri. Ada hukuman potong tangan bagi pencuri. Entah apa jadinya bila hukum Islam diterapkan di Indonesia yang begitu banyak koruptor,
Kita banyak melihat bahwa orang yang begitu berkuasa di masa jayanya sangat lemah di masa tuanya.
Banyak sudah cerita di Islam tentang pencabutan nyawa oleh malaikat secara menyakitkan bagi orang jahat dan lembut bagi orang baik. Masih ditambah azab kubur, orang jahat disempitkan kuburannya, orang baik dilapangkan kuburannya.
Orang yang punya hutang, rohnya akan sengsara saat di alam kubur. Dan itu masih diteruskan saat dihisab, kebaikannya diberikan pada yang dihutangi.
Ada banyak orang Islam di dunia ini, tapi hanya sedikit yang beriman. Orang Islam yang sedikit beriman masih ada kemungkinan masuk neraka, hanya saja api tidak akan membakar kulit tubuhnya yang sering dibasahi air wudhu.
Sedang orang Islam yang menjalankan agama hanya ikut-ikutan saja, ajaran Islam di Al Qur'an dan hadits, bisa jadi masuk neraka di level lebih rendah dari orang Islam yang beriman. Bila jarang berwudhu dan shalat, maka tubuhnya akan tersiksa oleh api neraka.
Tadinya aku berniat melakukan somasi pada suatu keluarga, yang pernah memperlakukan aku tidak menyenangkan. Akhirnya aku tunda, karena aku sangat percaya pada hukum Allah.
Azab Allah sangat keras, tidak hanya di akhirat tapi juga di dunia. Orang yang sakit-sakitan di masa tua, depresi, yang bukan merupakan ujian keimanan buat mereka tapi azab karena saat sehat tidak peduli dengan ajaran Islam yang benar.
Jadi untuk keluarga di salah satu kota di Jawa Barat ini, aku akan menunggu saja. Bila memang pemahamanku tentang Islam keliru, pasti aku ditegur Allah. Tapi bila sebaliknya, kalian yang keliru, kalianlah yang akan ditegur Allah. Heboh ya, aku seorang wanita berhadapan dengan satu keluarga besar yang mempunyai usaha di jalan protokol ini.
Waktu akan menjawab, dan sementara itu, aku akan belajar tentang hidup sesuai ajaran Islam dari Al Quran dan hadits dan berusaha mengamalkannya...
Kita banyak melihat bahwa orang yang begitu berkuasa di masa jayanya sangat lemah di masa tuanya.
Banyak sudah cerita di Islam tentang pencabutan nyawa oleh malaikat secara menyakitkan bagi orang jahat dan lembut bagi orang baik. Masih ditambah azab kubur, orang jahat disempitkan kuburannya, orang baik dilapangkan kuburannya.
Orang yang punya hutang, rohnya akan sengsara saat di alam kubur. Dan itu masih diteruskan saat dihisab, kebaikannya diberikan pada yang dihutangi.
Ada banyak orang Islam di dunia ini, tapi hanya sedikit yang beriman. Orang Islam yang sedikit beriman masih ada kemungkinan masuk neraka, hanya saja api tidak akan membakar kulit tubuhnya yang sering dibasahi air wudhu.
Sedang orang Islam yang menjalankan agama hanya ikut-ikutan saja, ajaran Islam di Al Qur'an dan hadits, bisa jadi masuk neraka di level lebih rendah dari orang Islam yang beriman. Bila jarang berwudhu dan shalat, maka tubuhnya akan tersiksa oleh api neraka.
Tadinya aku berniat melakukan somasi pada suatu keluarga, yang pernah memperlakukan aku tidak menyenangkan. Akhirnya aku tunda, karena aku sangat percaya pada hukum Allah.
Azab Allah sangat keras, tidak hanya di akhirat tapi juga di dunia. Orang yang sakit-sakitan di masa tua, depresi, yang bukan merupakan ujian keimanan buat mereka tapi azab karena saat sehat tidak peduli dengan ajaran Islam yang benar.
Jadi untuk keluarga di salah satu kota di Jawa Barat ini, aku akan menunggu saja. Bila memang pemahamanku tentang Islam keliru, pasti aku ditegur Allah. Tapi bila sebaliknya, kalian yang keliru, kalianlah yang akan ditegur Allah. Heboh ya, aku seorang wanita berhadapan dengan satu keluarga besar yang mempunyai usaha di jalan protokol ini.
Waktu akan menjawab, dan sementara itu, aku akan belajar tentang hidup sesuai ajaran Islam dari Al Quran dan hadits dan berusaha mengamalkannya...
Penyusup di FBku, serasa jadi selebritis
Walaupun aku bukan seleb, tapi kok ya ada yang iseng nyusup ke FBku nyamar jadi blogger. Sejak aku jadi blogger dan memutuskan banyak confirm banyak blogger untuk jadi teman di FBku.
Aku sudah banyak cerita tentang aku di blogku. Rumahku juga tempat aku bekerja. Pagi untuk PAUD Terpadu, terdiri dari playgrup, taman kanak-kanak dan tempat penitipan bayi. Sore hari untuk belajar Al Quran dan pengajian rutin tafsir Al Quran. Rumahku sangat terbuka untuk siapa saja, dari bayi sampai pensiunan.
Begitu aku memutuskan untuk membuat FB, dan mengadd teman sekolahku, tentu saja mudah untuk tahu latar belakangku. Eh, ada komentar ngatain aku SOK IMUT KAYAK ABG, wkwkwkwk...
Hari ini aku banyak ketawa gara-gara dagelan itu. Sayangnya postingannya termasuk postingan yang memuat nama keluarga yang penuh energi negatif, jadi aku hapus.
Lagi bersihin energi-energi gelap di blogku. Sedang menguatkan persahabatan dengan kasih sayang, kejujuran, rejeki yang barokah, saling menghargai seperti firman Allah yang ada di Al Qur'an...
Aku sudah banyak cerita tentang aku di blogku. Rumahku juga tempat aku bekerja. Pagi untuk PAUD Terpadu, terdiri dari playgrup, taman kanak-kanak dan tempat penitipan bayi. Sore hari untuk belajar Al Quran dan pengajian rutin tafsir Al Quran. Rumahku sangat terbuka untuk siapa saja, dari bayi sampai pensiunan.
Begitu aku memutuskan untuk membuat FB, dan mengadd teman sekolahku, tentu saja mudah untuk tahu latar belakangku. Eh, ada komentar ngatain aku SOK IMUT KAYAK ABG, wkwkwkwk...
Hari ini aku banyak ketawa gara-gara dagelan itu. Sayangnya postingannya termasuk postingan yang memuat nama keluarga yang penuh energi negatif, jadi aku hapus.
Lagi bersihin energi-energi gelap di blogku. Sedang menguatkan persahabatan dengan kasih sayang, kejujuran, rejeki yang barokah, saling menghargai seperti firman Allah yang ada di Al Qur'an...
Minggu, 18 September 2011
Seberapa penting ngeblog buatku
Sepertinya ada beberapa kejadian ke diriku sepenting apakah ngeblog itu buatku. Ngeblog adalah tempat aku belajar dan sharing, tapi bukan segala-galanya.
Ditekan beberapa orang dengan kalimat senada "ngeblog tidak ada manfaat", "ngeblog hanya untuk orang berpandangan keliru", "menulis di blog hanya akan membuat masalah".
Aku perlu mengulang kembali cerita masa di awal aku ngeblog. Waktu itu gunung Merapi meletus. Aku terkurung di rumah yang ada fasilitas wi fi dan sebuah macbook berumur 10 tahun.
Aku memutuskan menulis tentang apa itu ridho Allah, ikhlas, syukur, sabar, iman, takwa, neraka, surga dan pandangan Islam tentang puasa, sedekah dan seterusnya.
Ngobrol dengan seorang blogger, kasih saran coba cerita aja, biar mudah diterima orang tidak dengan yang bahasa baku.
Setelah Merapi meletus mulailah aku menceritakan petualanganku mengunjungi beberapa posko Merapi dan menyumbang di sana. Ada juga acara jalan-jalan ke Lava Tour Merapi. Ke Jakarta, ke Bogor, ke Bandung.
Setelah aku mulai mengerti sedikit-sedikit tentang firman Allah, ada banyak hal yang membuatku kaget. Yang pertama, memori saat sebelum balik ke Jogja 2009 terbuka. Kedua, banyak sekali kesalahan penganut Islam tentang cara menjalani hidup dan ibadah. Ketiga, ternyata aku pernah dalam pemikiran yang sangat keliru yang membuat aku menyesal. Keempat, menyadari ada orang-orang yang mengaku orang baik dan muslim taat di suatu kota daerah Jawa Barat telah memperlakukan aku serta mempengaruhiku hal yang bertentangan dengan firman Allah di Al Quran. Kelima, Islam mengajarkan dalam kondisi apapun tetap bersyukur dan membantu orang lain. Keenam, sepedih apapun masalalu mesti diambil hikmahnya, hal baiknya dan tidak diingat lagi lukanya, dan seterusnya.
Banyak hal yang kupelajari dengan ngeblog. Aku mempelajari suatu topik lalu dijadikan suatu ringkasan pembahasan.
Hal yang unik aku jalani selama ngeblog adalah, bila ada blogger yang berkeluh kesah dalam tulisannya aku ajak chat, tanyain apa masalahnya. Sampai ada yang aku doain setelah shalat. Ternyata aku jadi ikutan sedih bila ada yang menggalau.
Seorang temen bijak menyarankan bila membantu mensupport orang lain jangan ikut terjebak dalam kesedihan. Merasakan kesedihan boleh untuk sesaat, tapi jangan sampai larut.
Tidak semua mau menerima pendapatku, ada yang malah muak denganku. Apakah muak, ilfil seperti salah satu komentar di blog ini. Dan perilaku negatif dari orang lain adalah respon wajar untuk seseorang yang sedang belajar meningkatkan keimanan.
Mereka yang bersikap negatif padaku bukan orang yang tidak paham Islam, malah penulis kisah inspiratif, ada juga yang mengaku orang baik, atau yang rajin ikutan acara berkeliling masjid. Orang Islam sendiri saling bertikai masalah pemahaman, ilfil denganku, padahal seharusnya orang beriman itu bersaudara dan saling mengingatkan kebaikan. Ada yang tidak bisa terima dikritik.
Ternyata menjalankan hidup seperti yang terkandung di Al Quran tidak mudah, bahkan dijauhi orang Islam sendiri. Menunjukkan bahwa di dalam persaudaraan muslim yang beriman saling bertikai, padahal seharusnya sanggup menerima kritikan dan saling mengingatkan.
Jadi sadar, hanya sedikit sekali manusia untuk bisa langsung masuk surga. Bahkan aku yang berusaha terus belajar tentang Islam, mengamalkan merasa masih jauh dari benar.
Ngeblog adalah tempat pembelajaran buatku untuk memahami firman Allah, tapi tentu saja dunia nyata adalah tempat pengamalan dan itu lebih penting...
Ditekan beberapa orang dengan kalimat senada "ngeblog tidak ada manfaat", "ngeblog hanya untuk orang berpandangan keliru", "menulis di blog hanya akan membuat masalah".
Aku perlu mengulang kembali cerita masa di awal aku ngeblog. Waktu itu gunung Merapi meletus. Aku terkurung di rumah yang ada fasilitas wi fi dan sebuah macbook berumur 10 tahun.
Aku memutuskan menulis tentang apa itu ridho Allah, ikhlas, syukur, sabar, iman, takwa, neraka, surga dan pandangan Islam tentang puasa, sedekah dan seterusnya.
Ngobrol dengan seorang blogger, kasih saran coba cerita aja, biar mudah diterima orang tidak dengan yang bahasa baku.
Setelah Merapi meletus mulailah aku menceritakan petualanganku mengunjungi beberapa posko Merapi dan menyumbang di sana. Ada juga acara jalan-jalan ke Lava Tour Merapi. Ke Jakarta, ke Bogor, ke Bandung.
Setelah aku mulai mengerti sedikit-sedikit tentang firman Allah, ada banyak hal yang membuatku kaget. Yang pertama, memori saat sebelum balik ke Jogja 2009 terbuka. Kedua, banyak sekali kesalahan penganut Islam tentang cara menjalani hidup dan ibadah. Ketiga, ternyata aku pernah dalam pemikiran yang sangat keliru yang membuat aku menyesal. Keempat, menyadari ada orang-orang yang mengaku orang baik dan muslim taat di suatu kota daerah Jawa Barat telah memperlakukan aku serta mempengaruhiku hal yang bertentangan dengan firman Allah di Al Quran. Kelima, Islam mengajarkan dalam kondisi apapun tetap bersyukur dan membantu orang lain. Keenam, sepedih apapun masalalu mesti diambil hikmahnya, hal baiknya dan tidak diingat lagi lukanya, dan seterusnya.
Banyak hal yang kupelajari dengan ngeblog. Aku mempelajari suatu topik lalu dijadikan suatu ringkasan pembahasan.
Hal yang unik aku jalani selama ngeblog adalah, bila ada blogger yang berkeluh kesah dalam tulisannya aku ajak chat, tanyain apa masalahnya. Sampai ada yang aku doain setelah shalat. Ternyata aku jadi ikutan sedih bila ada yang menggalau.
Seorang temen bijak menyarankan bila membantu mensupport orang lain jangan ikut terjebak dalam kesedihan. Merasakan kesedihan boleh untuk sesaat, tapi jangan sampai larut.
Tidak semua mau menerima pendapatku, ada yang malah muak denganku. Apakah muak, ilfil seperti salah satu komentar di blog ini. Dan perilaku negatif dari orang lain adalah respon wajar untuk seseorang yang sedang belajar meningkatkan keimanan.
Mereka yang bersikap negatif padaku bukan orang yang tidak paham Islam, malah penulis kisah inspiratif, ada juga yang mengaku orang baik, atau yang rajin ikutan acara berkeliling masjid. Orang Islam sendiri saling bertikai masalah pemahaman, ilfil denganku, padahal seharusnya orang beriman itu bersaudara dan saling mengingatkan kebaikan. Ada yang tidak bisa terima dikritik.
Ternyata menjalankan hidup seperti yang terkandung di Al Quran tidak mudah, bahkan dijauhi orang Islam sendiri. Menunjukkan bahwa di dalam persaudaraan muslim yang beriman saling bertikai, padahal seharusnya sanggup menerima kritikan dan saling mengingatkan.
Jadi sadar, hanya sedikit sekali manusia untuk bisa langsung masuk surga. Bahkan aku yang berusaha terus belajar tentang Islam, mengamalkan merasa masih jauh dari benar.
Ngeblog adalah tempat pembelajaran buatku untuk memahami firman Allah, tapi tentu saja dunia nyata adalah tempat pengamalan dan itu lebih penting...
Sabtu, 17 September 2011
Refreshing
Refreshing itu biasanya untuk menyegarkan pikiran yang suntuk dari rutinitas sehari-hari.
Cara refreshing memang berbeda-beda, barangkali yang duitnya pas-pasan gak bisa ke Trans Studio misalnya. Ada juga yang suka jalan-jalan keluar negeri, ini bagi yang duitnya banyak. Dan aku, kadang merasa nyaman banget hanya dengan nulis di blog. Kalo iseng sih ya jalan ke mall bawa netbook, ngeblognya di mall yang dingin sambil jajan. Paling suka belajar tentang sesuatu trus mencoba menuliskan di blog.
Cerita favoritku adalah tentang surga. Ternyata butuh proses panjaaang untuk bisa ke surga. Apa iya shalat rutin 5 waktu sudah bisa membawa kita ke surga. Ternyata masih banyak rentetan hal lain lagi.
Allah menghargai manusia yang mau berjuang di jalan Allah. Bila ada orang yang mengorbankan makanan dengan puasa karena Allah, Allah akan memberikan kebaikan yang besar. Ada yang mau mengorbankan hidup dengan berperang di jalan Allah, maka Allah akan memberi kesempatan untuk mati syahid.
Tentunya butuh proses untuk memahami semua itu, dan aku suka menulis di blog karena teman-teman seumurku lebih suka refreshing dengan ngumpul-ngumpul makan enak sambil ketawa-ketawa. Bukannya aku gak suka ngumpul dengan teman-teman, suka juga, tapi karena di pikiranku suka muncul ide mendadak kadang malah suka nulis sesuatu saat ngumpul dengan teman. Kecuali temenku punya obrolan menarik, inspiratif, bisa aku tulis di blog.
Itulah, kegemaranku menulis banyak merubah cara berpikirku, cara hidupku. Aku berusaha mengamalkan yang aku tulis sendiri memang tidak mudah. Misal jangan marah, tetep aja sering marah...
Beruntung pekerjaanku lingkungannya baik, Alhamdulillah. Jadi suasanany selalu adem tidak ada teman yang suka ngejatohin temennya yang lain.
Begitulah kalo punya hobi ngeblog, ngeblog bisa untuk refreshing, ditambah dengan nongkrong sambil ngeblog di mall. Masih belajar lagi agar bisa lebih bijaksana pada orang lain. Ngurangi ngamuk-ngamuk karena ditekan. Semoga kita selalu ditunjukkan Allah di jalan yang benar...
Cara refreshing memang berbeda-beda, barangkali yang duitnya pas-pasan gak bisa ke Trans Studio misalnya. Ada juga yang suka jalan-jalan keluar negeri, ini bagi yang duitnya banyak. Dan aku, kadang merasa nyaman banget hanya dengan nulis di blog. Kalo iseng sih ya jalan ke mall bawa netbook, ngeblognya di mall yang dingin sambil jajan. Paling suka belajar tentang sesuatu trus mencoba menuliskan di blog.
Cerita favoritku adalah tentang surga. Ternyata butuh proses panjaaang untuk bisa ke surga. Apa iya shalat rutin 5 waktu sudah bisa membawa kita ke surga. Ternyata masih banyak rentetan hal lain lagi.
Allah menghargai manusia yang mau berjuang di jalan Allah. Bila ada orang yang mengorbankan makanan dengan puasa karena Allah, Allah akan memberikan kebaikan yang besar. Ada yang mau mengorbankan hidup dengan berperang di jalan Allah, maka Allah akan memberi kesempatan untuk mati syahid.
Tentunya butuh proses untuk memahami semua itu, dan aku suka menulis di blog karena teman-teman seumurku lebih suka refreshing dengan ngumpul-ngumpul makan enak sambil ketawa-ketawa. Bukannya aku gak suka ngumpul dengan teman-teman, suka juga, tapi karena di pikiranku suka muncul ide mendadak kadang malah suka nulis sesuatu saat ngumpul dengan teman. Kecuali temenku punya obrolan menarik, inspiratif, bisa aku tulis di blog.
Itulah, kegemaranku menulis banyak merubah cara berpikirku, cara hidupku. Aku berusaha mengamalkan yang aku tulis sendiri memang tidak mudah. Misal jangan marah, tetep aja sering marah...
Beruntung pekerjaanku lingkungannya baik, Alhamdulillah. Jadi suasanany selalu adem tidak ada teman yang suka ngejatohin temennya yang lain.
Begitulah kalo punya hobi ngeblog, ngeblog bisa untuk refreshing, ditambah dengan nongkrong sambil ngeblog di mall. Masih belajar lagi agar bisa lebih bijaksana pada orang lain. Ngurangi ngamuk-ngamuk karena ditekan. Semoga kita selalu ditunjukkan Allah di jalan yang benar...
Bisnis online, halal atau haram?
Dulu aku pernah iseng ikutan temen untuk ikutan bisnis MLM. Ada beberapa orang di grup ini pake kerudung, rajin shalat, juga laki-lakinya. Tapi rajin shalat belum tentu dia mau memperhatikan masalah halal dan haramnya. Waktu itu aku belum pernah ikutan MLM sebelumnya, dan begitu gabung langsung diajakin ke kelompok orang-orang yang membuat sistem MLM sendiri.
Dari MLM yang menjual produk barang, resmi terdaftar di pemerintah sampai yang moneygame. Moneygame tidak ada barangnya, cuman membagi uang dari perekrutan disetor ke atas. Ada saatnya uang perekrutan tidak cukup dibagi ke atas akhirnya ditutuplah MLM moneygame ini. Pendirinya kemana? Udah sibuk membuat MLM moneygame yang lain.
Aku juga punya beberapa kenalan yang pasang adsense di blognya, jual produk, PPC (Pay Per Click), suka mengamati aja sih, belum melibatkan diri. Yang baru aku pelajari sekarang PPL (Pay Per Lead). Di PPL tiap ada yang kirim data nama dan e-mail akan ditransfer sejumlah uang, yang aku baca sih infonya beberapa ratus rupiah saja. Tapi membaca penawaran PPL yang berani membayar tiap data cukup besar hingga mencapai puluhan ribu rupiah, itung-itungannya kurang faham, uang dari mana, dan kemana, apakah nantinya berbentuk piramida sehingga yang atas untung, yang bawah akhirnya sudah bekerja keras tapi tidak mendapat bayaran lagi.
Bisnis online yang lain banyak menawarkan rumus ajaib. Ada yang sampai berani ngaku jadi milyuner segala. Cuman kerja beberapa jam sehari, duit mengalir di rekening. Terus menjual eBook tentang rahasia agar uang mengucur di rekening lewat bisnis online. Tawarannya memang heboh, sampai menyatakan sehari bisa jutaan rupiah, benarkah? Kalo bisnis online memang mudah dan gampang dapetinya, gak ada orang paham internet yang miskin sekarang ini.
Kenalan lain ada yang fulltime penulis tentang motivasi dan pebisnis online juga ada. Memang ada yang sudah menikmati hasilnya. Uang dari PAYPAL dibayar dari masang iklan di blog, kadang punya banyak sekali blog yang dipasangi iklan.
Sejauh ini sih kesimpulanku yang pasang iklan masih wajar, karena mesti rajin menulis. Tapi eBook bisnis online hasilkan uang banyak memang aneh, katanya kayak nyedot harta karun aja. Soal halal haram aku belum bisa menyebutkan, hanya saja aku memilih tidak berbisnis sesuatu yang masih meragukan. Sejauh ini belum ada bisnis online yang berani menyatakan syariah.
Berhati-hatilah berbisnis, cari yang aman, langgeng, bisa dipercaya dan halal. Tanggung jawab terbesar pada Allah SWT tentu saja bila sampai merugikan orang lain...
Dari MLM yang menjual produk barang, resmi terdaftar di pemerintah sampai yang moneygame. Moneygame tidak ada barangnya, cuman membagi uang dari perekrutan disetor ke atas. Ada saatnya uang perekrutan tidak cukup dibagi ke atas akhirnya ditutuplah MLM moneygame ini. Pendirinya kemana? Udah sibuk membuat MLM moneygame yang lain.
Aku juga punya beberapa kenalan yang pasang adsense di blognya, jual produk, PPC (Pay Per Click), suka mengamati aja sih, belum melibatkan diri. Yang baru aku pelajari sekarang PPL (Pay Per Lead). Di PPL tiap ada yang kirim data nama dan e-mail akan ditransfer sejumlah uang, yang aku baca sih infonya beberapa ratus rupiah saja. Tapi membaca penawaran PPL yang berani membayar tiap data cukup besar hingga mencapai puluhan ribu rupiah, itung-itungannya kurang faham, uang dari mana, dan kemana, apakah nantinya berbentuk piramida sehingga yang atas untung, yang bawah akhirnya sudah bekerja keras tapi tidak mendapat bayaran lagi.
Bisnis online yang lain banyak menawarkan rumus ajaib. Ada yang sampai berani ngaku jadi milyuner segala. Cuman kerja beberapa jam sehari, duit mengalir di rekening. Terus menjual eBook tentang rahasia agar uang mengucur di rekening lewat bisnis online. Tawarannya memang heboh, sampai menyatakan sehari bisa jutaan rupiah, benarkah? Kalo bisnis online memang mudah dan gampang dapetinya, gak ada orang paham internet yang miskin sekarang ini.
Kenalan lain ada yang fulltime penulis tentang motivasi dan pebisnis online juga ada. Memang ada yang sudah menikmati hasilnya. Uang dari PAYPAL dibayar dari masang iklan di blog, kadang punya banyak sekali blog yang dipasangi iklan.
Sejauh ini sih kesimpulanku yang pasang iklan masih wajar, karena mesti rajin menulis. Tapi eBook bisnis online hasilkan uang banyak memang aneh, katanya kayak nyedot harta karun aja. Soal halal haram aku belum bisa menyebutkan, hanya saja aku memilih tidak berbisnis sesuatu yang masih meragukan. Sejauh ini belum ada bisnis online yang berani menyatakan syariah.
Berhati-hatilah berbisnis, cari yang aman, langgeng, bisa dipercaya dan halal. Tanggung jawab terbesar pada Allah SWT tentu saja bila sampai merugikan orang lain...
Minggu, 11 September 2011
Kenapa buta karena cinta?
Cinta itu buta. Dan ada orang yang buta karena cinta. Biasanya pada lawan jenis. Kenapa ya kalo aku aku ngeliat dia, mikiran dia hatiku deg-degan. Tapi kenapa yang kita sukai malah tidak mau pada kita. Ngeliat kita dianggap sepi. Lebih tertarik pada lawan jenis yang lain.
Masalah cinta juga bikin bingung. Kadang merasa kesepian akut, trus suka rasanya gak enak banget, jaman sekarang istilahnya galau. Apakah aku sekarang galau? Kalo aku masih bisa nulis seperti sekarang ini berarti aku sedang nyaman dengan diri sendiri. Merasa nyaman masih bisa bernapas, makan enak. Barusan dibeliin bakso dan ronde oleh kakakku, yummy, Alhamdulillah...
Ada seorang blogger cowok yang dulu sering chat denganku, bahkan aku bikinin postingan khusus buat dia, dan akhir-akhir ini bener-bener deh... tulisan terakhirnya tentang kesepian akut. Dia tertarik dengan seorang gadis, tapi melihat dari kejauhan dia tidak berani mendekat. Sepertinya pergaulan gadis ini berbeda dengan kondisi dirinya.
Jangan pikir sobat bloggerku ini orang yang gak sekolah tinggi. Dia pernah sekolah di luar negeri, menguasai dua bahasa asing aktif. Tulisannya tajam, dari humor, agama, politik, dan curhatannya ke aku topik yang dibahas para sufi yaitu dimensi gaib.
Kalo dia mau, aku mau nemenin dia, dengerin ceritanya, bilang bahwa dia punya teman. Orang-orang yang paham dimensi gaib bergabung dalam komunitas tertutup karena suka dianggap aneh kalo bicara hal yang tidak bisa dilihat orang lain. Siapa tau dia bisa nemuin orang di komunitas ini yang bisa memahami jalan pikirannya. Masalahnya blogger satu ini mengejar cinta dan tidak mau lagi bergaul dengan temen-temen blogger lamanya. Aku beberapa kali mencoba kontak di email sama sekali tidak dibalas.
Aku pernah diceritain temanku bahwa keponakannya perempuan anak orang kaya dapat laki-laki sederhana, karena laki-laki ini berpotensi jadinya dimodalin oleh kakaknya. Sebetulnya kalo Allah sudah menunjukkan jalan rejeki, Insya Allah semua dimudahkan.
Cinta membuat seseorang jadi buta, kalo udah jadian ditinggalin, bikin sengsara. Kalo masih tertarik, tapi gak ditanggapin bikin merana. Ada blogger yang sampe iseng nulis, aku jomblo, siapa mau sama aku nih, begitu ada orang deketin dijawab, wah kamu kurang ini kurang itu.
Bisa gak sih manusia mengurangi ketergantungan dengan cinta, mencoba menyerahkan jiwa pada Allah, bukan pada orang yang dicintai bahkan belum tentu yang membalas cintanya.
Menurut Islam, dan ini tidak mudah untuk dijalani, bagi laki-laki, pilihlah budak wanita bila dia beriman pada Allah dibanding wanita kafir yang menarik hatimu. Karena wanita budak tapi beriman ini akan membawa kita ke surga.
Penyerahan jiwa pada Allah akan mengurangi kegalauan tentang cinta, tapi memang sulit karena lebih mudah untuk hati berdebar karena lawan jenis dibanding hati bergetar karena Allah. Bayangkan saja, Nabi Yusuf 'alaihi sallam memilih memalingkan muka saat dirayu wanita cantik yang membuat beliau sempat berhasrat. Karena jiwa, hidup, mati, sudah diserahkan pada Allah.
Cinta memang membuat buta. Manusia buta karena cinta. Tapi keimanan pada Allah bisa mengalahkan jerat cinta, dan menapak hidup lebih tenang untuk mencari ridho Allah...
Masalah cinta juga bikin bingung. Kadang merasa kesepian akut, trus suka rasanya gak enak banget, jaman sekarang istilahnya galau. Apakah aku sekarang galau? Kalo aku masih bisa nulis seperti sekarang ini berarti aku sedang nyaman dengan diri sendiri. Merasa nyaman masih bisa bernapas, makan enak. Barusan dibeliin bakso dan ronde oleh kakakku, yummy, Alhamdulillah...
Ada seorang blogger cowok yang dulu sering chat denganku, bahkan aku bikinin postingan khusus buat dia, dan akhir-akhir ini bener-bener deh... tulisan terakhirnya tentang kesepian akut. Dia tertarik dengan seorang gadis, tapi melihat dari kejauhan dia tidak berani mendekat. Sepertinya pergaulan gadis ini berbeda dengan kondisi dirinya.
Jangan pikir sobat bloggerku ini orang yang gak sekolah tinggi. Dia pernah sekolah di luar negeri, menguasai dua bahasa asing aktif. Tulisannya tajam, dari humor, agama, politik, dan curhatannya ke aku topik yang dibahas para sufi yaitu dimensi gaib.
Kalo dia mau, aku mau nemenin dia, dengerin ceritanya, bilang bahwa dia punya teman. Orang-orang yang paham dimensi gaib bergabung dalam komunitas tertutup karena suka dianggap aneh kalo bicara hal yang tidak bisa dilihat orang lain. Siapa tau dia bisa nemuin orang di komunitas ini yang bisa memahami jalan pikirannya. Masalahnya blogger satu ini mengejar cinta dan tidak mau lagi bergaul dengan temen-temen blogger lamanya. Aku beberapa kali mencoba kontak di email sama sekali tidak dibalas.
Aku pernah diceritain temanku bahwa keponakannya perempuan anak orang kaya dapat laki-laki sederhana, karena laki-laki ini berpotensi jadinya dimodalin oleh kakaknya. Sebetulnya kalo Allah sudah menunjukkan jalan rejeki, Insya Allah semua dimudahkan.
Cinta membuat seseorang jadi buta, kalo udah jadian ditinggalin, bikin sengsara. Kalo masih tertarik, tapi gak ditanggapin bikin merana. Ada blogger yang sampe iseng nulis, aku jomblo, siapa mau sama aku nih, begitu ada orang deketin dijawab, wah kamu kurang ini kurang itu.
Bisa gak sih manusia mengurangi ketergantungan dengan cinta, mencoba menyerahkan jiwa pada Allah, bukan pada orang yang dicintai bahkan belum tentu yang membalas cintanya.
Menurut Islam, dan ini tidak mudah untuk dijalani, bagi laki-laki, pilihlah budak wanita bila dia beriman pada Allah dibanding wanita kafir yang menarik hatimu. Karena wanita budak tapi beriman ini akan membawa kita ke surga.
Penyerahan jiwa pada Allah akan mengurangi kegalauan tentang cinta, tapi memang sulit karena lebih mudah untuk hati berdebar karena lawan jenis dibanding hati bergetar karena Allah. Bayangkan saja, Nabi Yusuf 'alaihi sallam memilih memalingkan muka saat dirayu wanita cantik yang membuat beliau sempat berhasrat. Karena jiwa, hidup, mati, sudah diserahkan pada Allah.
Cinta memang membuat buta. Manusia buta karena cinta. Tapi keimanan pada Allah bisa mengalahkan jerat cinta, dan menapak hidup lebih tenang untuk mencari ridho Allah...
Kenapa ada orang suka meneror?
Islam di mata dunia dicap sebagai teroris, suka dengan kekerasan Seakan-akan ingin menguasai dunia dengan kekerasan.
Padahal, para ulama-ulama yang menguasai tafsir Al Qur'an, jelas-jelas menyatakan firman Allah di Al Qur'an menyatakan agar manusia berbuat baik pada sesama. Memaafkan, bicara yang baik, menahan nafsu, menjalin persahabatan, dan seterusnya yang baik-baik. Kalo ada yang menterjemahkan firman Allah adalah untuk menjahati atau mendzolimi orang lain berarti telah memenggal ayat tanpa ada sambungan ayat lain. Makanya ada ayat yang beberapa kali mengulang beberapa kali penjelasan tentang kebaikan itu. Siapa yang lebih tahu tentang manusia kecuali Allah yang telah menciptakan.
Malaikat pernah bertanya pada Allah, kenapa menciptakan manusia yang suka berbuat kerusakan. Dan Allah berfirman karena sebetulnya manusia adalah makhluk sempurna, punya otak, punya hati nurani. Manusia yang lebih suka menurutkan hawa nafsu akan mudah sekali disesatkan oleh setan. Dan bila sudah tersesat, maka sulit untuk memahami makna dari firman Allah.
Ibarat anak kecil yang suka main di tanah becek yang kotor, dikasih tau ibunya jangan main di situ nanti sakit. Sudah dimandiin, eh lari lagi ke tanah becek ini. Gak peduli dengan pandangan orang lain yang menatap kasian karena main di tanah becek hanya akan menyebabkan cacingan, dan penyakit kulit. Alasannya anak kecil kenapa main di tanah becek ini ringan saja "abis enak sih main di kotoran", padahal orang lain pada jijik. Tanah becek yang barangkali ada kotoran hewan ini di mata anak kecil ini lebih indah daripada pasir putih di pantai.
Manusia yang di hatinya penuh dengan kekerasan, dendam, suka menyakiti hati orang lain sulit untuk memahami tentang kebaikan. Seperti anak kecil yang suka main di tanah kotor, alasan berbuat kejahatan ringan saja "yang penting aku puas".
Jelas-jelas saja kepuasan yang didapatkan dari menyakiti hati orang lain hanyalah sesaat saja, kepuasan semua. Persis ngedrugs, memasukkan narkoba ke tubuhnya untuk bisa berhalusinasi padahal merusak tubuh. Atau laki-laki yang suka main dengan pelacur hanya untuk mencari ejakulasi pokoknya muasin rasa kebelet tanpa mikirin bisa ketularan HIV dan penyakit kelamin.
Para tukang teror yang cara kerjanya kasar ini, suka petantang petenteng mengajak ribut (persis ada komentator seorang pebisnis online di blog ini yang mengatakan aku pengecut tidak berani diskusi). Wah, males dah ngurusin orang gak penting banget. Mulutnya kotor, pikirnya dengan cara ngejatohin orang lain bikin orang lain takut. Seandainya dia berani nongol di Pesta Blogger, atau suatu seminar SEO udah habis dikeroyok. Ganggu ketenteraman warga Blogger.
Aku juga pernah diteror mau dibunuh, bener-bener hatinya panas sampe ada kalimat "aku ingin sekali membunuhmu, aku tanggung nerakanya, yang penting aku puas". Pas aku ketemu orangnya, tau gak, dia pake sarung, seakan-akan abis shalat, terus dengan memelas bilang hidup gak artinya tanpa aku. Benar-benar jiwa yang sangat tidak stabil. Sesaat ingin membunuh, sesaat ingin bunuh diri karena merasa hidupnya sangat merana. Beneran tuh, orang yang suka meneror hidupnya sama sekali tidak bahagia dan sangat tertekan. Tipe orang yang hidup segan mati tak mau dan ingin mengajak orang lain sengsara semua.
Aku muak ngeliat model orang-orang kayak gini. Hatinya panas, kotor, dan ingin mengajak orang lain ikutan main kotor. Tapi katanya hati boleh panas, kepala mesti tetap dingin. Jadi soalnya ada malaikat yang mendoakan dan turut mengamini apa omongan kita, aku milih berucap yang baik, semoga kita ditunjukkan jalan yang benar. Soal masih tersesat sih urusanmu, aku gak mau ikutan ke neraka...
Padahal, para ulama-ulama yang menguasai tafsir Al Qur'an, jelas-jelas menyatakan firman Allah di Al Qur'an menyatakan agar manusia berbuat baik pada sesama. Memaafkan, bicara yang baik, menahan nafsu, menjalin persahabatan, dan seterusnya yang baik-baik. Kalo ada yang menterjemahkan firman Allah adalah untuk menjahati atau mendzolimi orang lain berarti telah memenggal ayat tanpa ada sambungan ayat lain. Makanya ada ayat yang beberapa kali mengulang beberapa kali penjelasan tentang kebaikan itu. Siapa yang lebih tahu tentang manusia kecuali Allah yang telah menciptakan.
Malaikat pernah bertanya pada Allah, kenapa menciptakan manusia yang suka berbuat kerusakan. Dan Allah berfirman karena sebetulnya manusia adalah makhluk sempurna, punya otak, punya hati nurani. Manusia yang lebih suka menurutkan hawa nafsu akan mudah sekali disesatkan oleh setan. Dan bila sudah tersesat, maka sulit untuk memahami makna dari firman Allah.
Ibarat anak kecil yang suka main di tanah becek yang kotor, dikasih tau ibunya jangan main di situ nanti sakit. Sudah dimandiin, eh lari lagi ke tanah becek ini. Gak peduli dengan pandangan orang lain yang menatap kasian karena main di tanah becek hanya akan menyebabkan cacingan, dan penyakit kulit. Alasannya anak kecil kenapa main di tanah becek ini ringan saja "abis enak sih main di kotoran", padahal orang lain pada jijik. Tanah becek yang barangkali ada kotoran hewan ini di mata anak kecil ini lebih indah daripada pasir putih di pantai.
Manusia yang di hatinya penuh dengan kekerasan, dendam, suka menyakiti hati orang lain sulit untuk memahami tentang kebaikan. Seperti anak kecil yang suka main di tanah kotor, alasan berbuat kejahatan ringan saja "yang penting aku puas".
Jelas-jelas saja kepuasan yang didapatkan dari menyakiti hati orang lain hanyalah sesaat saja, kepuasan semua. Persis ngedrugs, memasukkan narkoba ke tubuhnya untuk bisa berhalusinasi padahal merusak tubuh. Atau laki-laki yang suka main dengan pelacur hanya untuk mencari ejakulasi pokoknya muasin rasa kebelet tanpa mikirin bisa ketularan HIV dan penyakit kelamin.
Para tukang teror yang cara kerjanya kasar ini, suka petantang petenteng mengajak ribut (persis ada komentator seorang pebisnis online di blog ini yang mengatakan aku pengecut tidak berani diskusi). Wah, males dah ngurusin orang gak penting banget. Mulutnya kotor, pikirnya dengan cara ngejatohin orang lain bikin orang lain takut. Seandainya dia berani nongol di Pesta Blogger, atau suatu seminar SEO udah habis dikeroyok. Ganggu ketenteraman warga Blogger.
Aku juga pernah diteror mau dibunuh, bener-bener hatinya panas sampe ada kalimat "aku ingin sekali membunuhmu, aku tanggung nerakanya, yang penting aku puas". Pas aku ketemu orangnya, tau gak, dia pake sarung, seakan-akan abis shalat, terus dengan memelas bilang hidup gak artinya tanpa aku. Benar-benar jiwa yang sangat tidak stabil. Sesaat ingin membunuh, sesaat ingin bunuh diri karena merasa hidupnya sangat merana. Beneran tuh, orang yang suka meneror hidupnya sama sekali tidak bahagia dan sangat tertekan. Tipe orang yang hidup segan mati tak mau dan ingin mengajak orang lain sengsara semua.
Aku muak ngeliat model orang-orang kayak gini. Hatinya panas, kotor, dan ingin mengajak orang lain ikutan main kotor. Tapi katanya hati boleh panas, kepala mesti tetap dingin. Jadi soalnya ada malaikat yang mendoakan dan turut mengamini apa omongan kita, aku milih berucap yang baik, semoga kita ditunjukkan jalan yang benar. Soal masih tersesat sih urusanmu, aku gak mau ikutan ke neraka...
Sabtu, 10 September 2011
Kenapa capek jadi orang baik?
Tiap orang itu masing-masing punya bakat. Katanya orang kaya karena bertangan dingin, orang miskin karena males. Itu baru dilihat di luar, nyatanya banyak orang kaya karena main dukun dan orang miskin terus padahal rajin bekerja.
Ada bakat jadi orang baik gak? Orang yang ngotot ingin hidup lurus padahal banyak godaan di sekitarnya tetap gak tertarik. Jadi orang baik itu bukan bakat, tapi diasah.
Ada firman Allah menggambarkan seperti ini, ada orang kafir, lalu beriman, lalu lebih kafir lagi. Aku ingin menceritakan aku mengenal seorang seperti ini. Ada kenalanku yang pecandu narkoba, ingin bunuh diri, lalu taubat, selama dua tahun dia banyak beribadah sudah kehilangan kecanduannya. Tahun ketiga dia capek beribadah, memutuskan meninggalkan shalat tapi masih beranggapan dirinya orang baik, toh sudah tidak kecanduan lagi. Kesalahannya dia, dia menetapkan standar yang rendah untuk menjadi orang baik. Sekarang hidupnya miskin, tidak punya yang dibanggakan. Ditagih utang malah meneror yang nagih utangnya.
Syarat agar menjadi penghuni surga adalah rajin bertaubat. Mengasah diri dengan ibadah wajib dan sunat yang ada di Al Qur'an dan hadits. Begitu menjadi orang ingkar yang tidak mau menuruti firman Allah di Al Qur'an, maka dia sudah termasuk orang ingkar, atau kafir. Apalagi sudah diingatkan tapi tetap ngotot dengan keinginannya sendiri, tidak mau menuruti firman Allah. Allah menyebut orang yang ingkar terhadap ajaran Islam yang ada di Al Qur'an sebagai lebih buruk daripada binatang ternak yang lalai.
Ada juga orang yang mengutip Al Qur'an sepotong-sepotong lalu menterjemahkan untuk kepenting baik diri sendiri ataupun kelompok. Pemaknaan Al Qur'an sepotong-sepotong yang disalahgunakan itu kelihatan kok dari esensi Al Quran yang seharusnya mengajarkan kebaikan, mensucikan hati, penyerahan jiwa pada Allah, dan pertaubatan. Pemaknaan Al Qur'an sepotong-sepotong itu malah diplesetkan agar bisa menekan orang lain atau menyenangkan diri sendiri.
Yang suka mengasah diri bagai mengasah berlian maka hatinya terus cemerlang. Sementara yang suka menempelkan ibadah hanya sekedar tempelan, akhirnya lepas lagi lalu muncul kotoran itu. Hati yang sudah telanjur kotor sulit dibersihkan kecuali pembersihan yang lama dan berulang-ulang.
Jadi orang baik, siapa takut... Ada Allah yang menyertai. Semoga kita jadi orang baik yang murni dari dalam diri kita sendiri bukan sekedar tempelan belaka...
Ada bakat jadi orang baik gak? Orang yang ngotot ingin hidup lurus padahal banyak godaan di sekitarnya tetap gak tertarik. Jadi orang baik itu bukan bakat, tapi diasah.
Ada firman Allah menggambarkan seperti ini, ada orang kafir, lalu beriman, lalu lebih kafir lagi. Aku ingin menceritakan aku mengenal seorang seperti ini. Ada kenalanku yang pecandu narkoba, ingin bunuh diri, lalu taubat, selama dua tahun dia banyak beribadah sudah kehilangan kecanduannya. Tahun ketiga dia capek beribadah, memutuskan meninggalkan shalat tapi masih beranggapan dirinya orang baik, toh sudah tidak kecanduan lagi. Kesalahannya dia, dia menetapkan standar yang rendah untuk menjadi orang baik. Sekarang hidupnya miskin, tidak punya yang dibanggakan. Ditagih utang malah meneror yang nagih utangnya.
Syarat agar menjadi penghuni surga adalah rajin bertaubat. Mengasah diri dengan ibadah wajib dan sunat yang ada di Al Qur'an dan hadits. Begitu menjadi orang ingkar yang tidak mau menuruti firman Allah di Al Qur'an, maka dia sudah termasuk orang ingkar, atau kafir. Apalagi sudah diingatkan tapi tetap ngotot dengan keinginannya sendiri, tidak mau menuruti firman Allah. Allah menyebut orang yang ingkar terhadap ajaran Islam yang ada di Al Qur'an sebagai lebih buruk daripada binatang ternak yang lalai.
Ada juga orang yang mengutip Al Qur'an sepotong-sepotong lalu menterjemahkan untuk kepenting baik diri sendiri ataupun kelompok. Pemaknaan Al Qur'an sepotong-sepotong yang disalahgunakan itu kelihatan kok dari esensi Al Quran yang seharusnya mengajarkan kebaikan, mensucikan hati, penyerahan jiwa pada Allah, dan pertaubatan. Pemaknaan Al Qur'an sepotong-sepotong itu malah diplesetkan agar bisa menekan orang lain atau menyenangkan diri sendiri.
Yang suka mengasah diri bagai mengasah berlian maka hatinya terus cemerlang. Sementara yang suka menempelkan ibadah hanya sekedar tempelan, akhirnya lepas lagi lalu muncul kotoran itu. Hati yang sudah telanjur kotor sulit dibersihkan kecuali pembersihan yang lama dan berulang-ulang.
Jadi orang baik, siapa takut... Ada Allah yang menyertai. Semoga kita jadi orang baik yang murni dari dalam diri kita sendiri bukan sekedar tempelan belaka...
Bolehkah membalas kejahatan?
Menurut Al Qur'an, manusia boleh membalas kejahatan sesuai yang diterimanya. Nyawa dibalas nyawa misalnya, tapi yang terbaik adalah memaafkan. Marah bukan berarti tidak boleh, boleh asal dalam konteks melawan kejahatan. Tapi yang terbaik adalah melunakkan hati pelaku kejahatan yaitu kejahatan dibalas dengan kebaikan.
Tetapi untuk kaum tertentu yang sangat ingkar terhadap ajaran Islam, dan melakukan penyerangan, pembelaan diri perlu dilakukan tidak hanya diam saja. Seperti dahulu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersikap keras pada kaum musyrik untuk membela diri, mengadakan peperangan dan membunuh mereka.
Tidak bisa dipungkiri bahwa kita sekarang hidup di jaman yang penuh dengan ketidak adilan. Pemimpin banyak yang korupsi, pejabat memperkaya diri, pengusaha mengeruk harta dengan keserakahan, orang-orang partai membuat proyek yang dilambungkan nilainya untuk mempertahankan kekuasaan dan menambah kekayaan pribadi. Rakyat miskin banyak diabaikan.
Sedih rasanya dengan semua keserakahan oleh orang yang seharusnya mengayomi rakyat kecil. Tapi Islam mengajarkan untuk selalu optimis. Jadi seorang yang berlebih maupun kekurangan tetap berusaha untuk menolong orang lain. Berani melawan arus di tengah kejahatan dengan tetap melakukan kebaikan.
Mensikapi kejahatan yang menimpa kita, serahkan pada Allah, cepat atau lambat semua akan terungkap. Syaratnya adalah sabar, karena Allah akan bersama orang yang sabar...
Tetapi untuk kaum tertentu yang sangat ingkar terhadap ajaran Islam, dan melakukan penyerangan, pembelaan diri perlu dilakukan tidak hanya diam saja. Seperti dahulu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersikap keras pada kaum musyrik untuk membela diri, mengadakan peperangan dan membunuh mereka.
Tidak bisa dipungkiri bahwa kita sekarang hidup di jaman yang penuh dengan ketidak adilan. Pemimpin banyak yang korupsi, pejabat memperkaya diri, pengusaha mengeruk harta dengan keserakahan, orang-orang partai membuat proyek yang dilambungkan nilainya untuk mempertahankan kekuasaan dan menambah kekayaan pribadi. Rakyat miskin banyak diabaikan.
Sedih rasanya dengan semua keserakahan oleh orang yang seharusnya mengayomi rakyat kecil. Tapi Islam mengajarkan untuk selalu optimis. Jadi seorang yang berlebih maupun kekurangan tetap berusaha untuk menolong orang lain. Berani melawan arus di tengah kejahatan dengan tetap melakukan kebaikan.
Mensikapi kejahatan yang menimpa kita, serahkan pada Allah, cepat atau lambat semua akan terungkap. Syaratnya adalah sabar, karena Allah akan bersama orang yang sabar...
Label itu bernama INDIGO
Dari sebuah tulisan di Komunitas Indigo
Pernahkah engkau mencari tahu eksistensi dan esensi tentang siapa engkau, kenapa engkau ada disini, dan untuk apa engkau disini? Dan ketika semua telah terjawab, dan kau memahami jalan yang harus kau tempuh, kemudian engkau malah menangisi hidup dan takdir yang harus engkau jalani? Pernahkah engkau tak dapat lagi memilih, karena satu-satunya pilihan adalah menjalani hal-hal tersebut?
Bertahun-tahun saya berkutat mencari dan mencari tentang eksistensi saya sebagai manusia, dan esensi mengapa saya diciptakan. Semua hal yang saya alami, semua hal yang saya jalani, saya mencoba menggali semakin dalam. Terus bertanya, Kenapa dan kenapa.
Sampai pada saat saya menemukan sebuah bentuk, yang merujuk pada satu label. Satu label yang mengacu pada purposes, missions, dan takdir yang harus saya jalani. Namun, siapa bilang itu menyenangkan?
Saya mencoba lari dari jawaban atas pencarian saya. Mencoba melawan kenyataan. Namun sia-sia. Semakin saya melawan, semakin saya menderita dan tersiksa. Yang saya inginkan cuma menjadi normal. Namun siapa sangka tidak ada parameter yang bisa dijadikan acuan normal atau tidak nya seseorang. Saya tetap kalah.
Saya dipaksa untuk terus menjalankan purposes, missions, dan takdir tersebut, tanpa bisa mengelak sedikit pun. Entah siapa yang menetapkan. Entah mengapa orang-orang seperti saya tetap tunduk. Sementara itu saya mulai terganggu oleh berbagai macam pertanyaan mengenai hal-hal tersebut. Apakah memang Tuhan yang menentukan semua, atau memang ada suatu kelompok dengan tujuan tertentu yang melegitimasi hal tersebut. Namun bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin saya dapat menjalankan apa yang saya tidak tahu, dan berasal dari mana?
Saya berjalan semakin jauh, merengkuh semakin dalam, dalam kepasrahan. Saya tetap saja kalah. Saya tersesat di jalan yang menjadi pilihan saya sendiri. Saya tersesat dalam label yang saya punya, yang saya sendiri tidak menginginkan nya.
Lalu siapa lagi yang dapat menolong? Saya tersesat didalam cahaya.
Berbagai macam label pernah diberikan kepada saya, merujuk kepada sifat-sifat dan sikap-sikap keseharian saya. Dari mulai yang negatif, sampai yang positif. Dari mulai label aneh, label hiperaktif, label pengkhayal, dan lain-lain. Saya sendiri, lebih suka menjadi diri saya sendiri. Pribadi seutuhnya. Tidak perduli apa yang mereka katakan.
Terkadang saya merasa terganggu oleh label-label yang mereka berikan terhadap saya. Membuat saya merasa ter-alienisasi. Terasingkan oleh lingkungan saya pada umumnya. Namun, siapa sangka diluar sana banyak yang seperti saya.
Sekuat mungkin saya berupaya untuk menjadi seperti mereka yang normal. Sekuat mungkin saya berusaha menyingkirkan label-label yang mereka berikan. Tapi tak lain, saat itu saya sebenarnya sedang membunuh karakter saya sendiri. Berusaha menjadi yang lain, mengikuti ideal nya lingkungan yang mereka ciptakan.
Bertahun-tahun saya berkelahi dengan diri saya sendiri, mencari tau siapa saya sebenarnya. Sampai pada akhirnya, mereka mulai mengklaim kembali, bahwa orang-orang seperti saya bernama Indigo.
Saya sama sekali tidak merasa senang atas label terakhir yang mereka berikan kepada saya. Kenapa orang-orang seperti saya harus dilabelkan? Bukankah kita semua sama? Hanya seongok daging yang berjalan, beraktifitas, dan menamakan diri sebagai manusia? Lalu apa bedanya? Sifat dan karakter? Lalu kenapa harus berlabel? Memang nya label tersebut akan dibawa mati?
Dan lucunya, diluar sana justru ada banyak orang-orang yang menginginkan label ini. Berandai-andai dan menerka-nerka dengan harap, kalau-kalau mereka adalah orang seperti saya. Hah... Seandainya mereka tau. Beban berat seperti apa yang saya tanggung dan rasakan.
Banyak dari mereka menganggap saya aneh dan berbeda. Saya memang aneh. Tapi sejatinya, saya sama seperti manusia lain. Banyak dari mereka menganggap saya sakit. Ya, saya memang sakit. Namun saya merasa lebih sakit dengan label yang telah mereka berikan kepada saya.
Akhirnya, saya memaksa diri untuk menerima label ini. Sekian lama. Menebal-nebalkan kuping dan perasaan ketika ada selentingan-selentingan negatif karena lebel yang saya punya. Menyaman-nyamankan diri saya ketika satu-persatu mulai mengasingkan diri saya. Sekian lama.
Namun, sampai kapankah semua akan berakhir? Kapankah kami dapat menjadi sama dengan kalian? Menikmati semesta dan segala anugrah hidup yang DIA berikan. Mungkinkah?
Penulis : Dimas Respati
Pernahkah engkau mencari tahu eksistensi dan esensi tentang siapa engkau, kenapa engkau ada disini, dan untuk apa engkau disini? Dan ketika semua telah terjawab, dan kau memahami jalan yang harus kau tempuh, kemudian engkau malah menangisi hidup dan takdir yang harus engkau jalani? Pernahkah engkau tak dapat lagi memilih, karena satu-satunya pilihan adalah menjalani hal-hal tersebut?
Bertahun-tahun saya berkutat mencari dan mencari tentang eksistensi saya sebagai manusia, dan esensi mengapa saya diciptakan. Semua hal yang saya alami, semua hal yang saya jalani, saya mencoba menggali semakin dalam. Terus bertanya, Kenapa dan kenapa.
Sampai pada saat saya menemukan sebuah bentuk, yang merujuk pada satu label. Satu label yang mengacu pada purposes, missions, dan takdir yang harus saya jalani. Namun, siapa bilang itu menyenangkan?
Saya mencoba lari dari jawaban atas pencarian saya. Mencoba melawan kenyataan. Namun sia-sia. Semakin saya melawan, semakin saya menderita dan tersiksa. Yang saya inginkan cuma menjadi normal. Namun siapa sangka tidak ada parameter yang bisa dijadikan acuan normal atau tidak nya seseorang. Saya tetap kalah.
Saya dipaksa untuk terus menjalankan purposes, missions, dan takdir tersebut, tanpa bisa mengelak sedikit pun. Entah siapa yang menetapkan. Entah mengapa orang-orang seperti saya tetap tunduk. Sementara itu saya mulai terganggu oleh berbagai macam pertanyaan mengenai hal-hal tersebut. Apakah memang Tuhan yang menentukan semua, atau memang ada suatu kelompok dengan tujuan tertentu yang melegitimasi hal tersebut. Namun bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin saya dapat menjalankan apa yang saya tidak tahu, dan berasal dari mana?
Saya berjalan semakin jauh, merengkuh semakin dalam, dalam kepasrahan. Saya tetap saja kalah. Saya tersesat di jalan yang menjadi pilihan saya sendiri. Saya tersesat dalam label yang saya punya, yang saya sendiri tidak menginginkan nya.
Lalu siapa lagi yang dapat menolong? Saya tersesat didalam cahaya.
Berbagai macam label pernah diberikan kepada saya, merujuk kepada sifat-sifat dan sikap-sikap keseharian saya. Dari mulai yang negatif, sampai yang positif. Dari mulai label aneh, label hiperaktif, label pengkhayal, dan lain-lain. Saya sendiri, lebih suka menjadi diri saya sendiri. Pribadi seutuhnya. Tidak perduli apa yang mereka katakan.
Terkadang saya merasa terganggu oleh label-label yang mereka berikan terhadap saya. Membuat saya merasa ter-alienisasi. Terasingkan oleh lingkungan saya pada umumnya. Namun, siapa sangka diluar sana banyak yang seperti saya.
Sekuat mungkin saya berupaya untuk menjadi seperti mereka yang normal. Sekuat mungkin saya berusaha menyingkirkan label-label yang mereka berikan. Tapi tak lain, saat itu saya sebenarnya sedang membunuh karakter saya sendiri. Berusaha menjadi yang lain, mengikuti ideal nya lingkungan yang mereka ciptakan.
Bertahun-tahun saya berkelahi dengan diri saya sendiri, mencari tau siapa saya sebenarnya. Sampai pada akhirnya, mereka mulai mengklaim kembali, bahwa orang-orang seperti saya bernama Indigo.
Saya sama sekali tidak merasa senang atas label terakhir yang mereka berikan kepada saya. Kenapa orang-orang seperti saya harus dilabelkan? Bukankah kita semua sama? Hanya seongok daging yang berjalan, beraktifitas, dan menamakan diri sebagai manusia? Lalu apa bedanya? Sifat dan karakter? Lalu kenapa harus berlabel? Memang nya label tersebut akan dibawa mati?
Dan lucunya, diluar sana justru ada banyak orang-orang yang menginginkan label ini. Berandai-andai dan menerka-nerka dengan harap, kalau-kalau mereka adalah orang seperti saya. Hah... Seandainya mereka tau. Beban berat seperti apa yang saya tanggung dan rasakan.
Banyak dari mereka menganggap saya aneh dan berbeda. Saya memang aneh. Tapi sejatinya, saya sama seperti manusia lain. Banyak dari mereka menganggap saya sakit. Ya, saya memang sakit. Namun saya merasa lebih sakit dengan label yang telah mereka berikan kepada saya.
Akhirnya, saya memaksa diri untuk menerima label ini. Sekian lama. Menebal-nebalkan kuping dan perasaan ketika ada selentingan-selentingan negatif karena lebel yang saya punya. Menyaman-nyamankan diri saya ketika satu-persatu mulai mengasingkan diri saya. Sekian lama.
Namun, sampai kapankah semua akan berakhir? Kapankah kami dapat menjadi sama dengan kalian? Menikmati semesta dan segala anugrah hidup yang DIA berikan. Mungkinkah?
Penulis : Dimas Respati
Jumat, 09 September 2011
Teror pasti berlalu
Ungkapan ini adalah omongan temenku saat aku cerita pernah diteror lewat SMS oleh seseorang. Sampai sekarang dia belum pernah menunjukkan penyesalannya. Tulisan SMSnya seperti bukan dari manusia, karena seorang manusia yang punya hati pasti tidak ingin menyakiti hati orang lain, apalagi ingin membunuh. Dan akhirnya muncul semua jawaban di benakku, dia pernah cerita bahwa untuk mendapatkan ilmu indra ke-6 dia dipocong dan dimantra-mantrai oleh paranormal. Sangat bertolak belakang karena waktu dia berkenalan denganku dia mengatakan bahwa dia hidup dengan mensucikan hati. Hidup untuk membantu orang lain.
Setelah masa-masa sulit berlalu, terornya sudah berhenti tapi masih mengaku-aku uangku yang dipake untuk merenovasi rumahnya puluhan juta rupiah haknya dia, salah satu hal yang paling menentramkan diriku adalah, tiba-tiba aku dari tidak paham mendadak jadi sedikit lebih ngerti tentang apa yang terkandung dari Al Qur'an, tentang gaib, tentang akhirat, semua aku tulis di blog ini. Mencoba memaknai firman-firman Allah, karena ulama besarpun bisa mengartikannya berbeda-beda. Asal tujuannya tetap sama, yaitu mensucikan hati agar Allah memberi ridho pada manusia hingga diberi kesempatan masuk surga.
Diteror itu malah memberi banyak hikmah, antara lain hidup jadi dimudahkan. Itu ada penjelasannya karena doa orang yang didzalimi itu makbul atau tidak ada batas antara Allah dan yang berdoa. Misalnya saat aku butuh beli baju banyak untuk memulai bekerja tau-tau ada temen lama transfer uang. Atau pengen hape yang ada fitur wi fi, ada titipan dari sahabat ibuku (sudah seperti keluarga) isinya beberapa lembar ratusan. dolar. Ingin naik haji, tau-tau ditransfer uang oleh kakak.
Hidup jadi dimudahkan, terlalu banyak kebetulan. Sampe aku mikir Allah baik betul padaku. Barangkali orang melihat aku sekarang sering di rumah, jarang keluar, padahal aku sangat menikmati itu. Aku sedang banyak membaca referensi agama di internet, uangku tidak cukup untuk membeli banyak buku. Tau-tau keponakanku kuliah di Jogja, rumah dipasang reuter sehingga ada koneksi internet 24 jam. Kurang apa sih sebetulnya hidup ini. Ingin ini dapet, ingin itu dapet, syaratnya sih cuman sabar. Sabar dalam artian aktif, banyak ikhtiar, doa, dan tawakkal.
Tadi pagi aku membaca di komentar blog ini ada seorang yang berbisnis online mau nyerang aku di blognya, mau maki-maki aku. Kejadian sama terjadi pada @Poconggg, begitu diteror, difitnah, ketauan jati dirinya fansnya tambah melonjak drastis, karena banyak yang simpati. Itulah, para peneror itu yang suka memuaskan hawa nafsu menyerang orang lain tidak sadar bahwa orang yang diteror malah banyak dapat rejeki. Sedang yang suka neror rejekinya malah jadi seret.
Orang-orang yang suka meneror, merugikan orang lain barangkali merasakan kesenangan sesaat, ya hanya sesaat saja. Mereka ini dilaknat oleh Allah karena sikapnya yang termasuk perbuatan dzalim. Orang yang berbuat dzalim rugi besar karena rejekinya seret, seandainya punya uangpun tidak barokah, cepet habis tidak jadi apa-apa. Selain itu ancaman dari Allah menyatakan orang berbuat dzalim dan suka membuat permusuhan dipercepat azab dunia dan akhirat.
Kebalikan dari orang yang didzalimi tapi bisa tetap sabar, paling tidak berusaha sabar. Maka doanya dikabulkan oleh Allah, banyak mendapat limpahan pahala dari orang yang mendzolimi. Bahkan bila yang mendzolimi sudah tidak punya pahala lagi dosa-dosanya diambil oleh yang dzolim. Orang yang didzolimi yang mau bersabar maka Allah akan selalu bersamanya, masalahnya ngerasa apa enggak. Beruntunglah orang-orang sabar yang bisa merasakan selalu dekat dengan Allah...
Setelah masa-masa sulit berlalu, terornya sudah berhenti tapi masih mengaku-aku uangku yang dipake untuk merenovasi rumahnya puluhan juta rupiah haknya dia, salah satu hal yang paling menentramkan diriku adalah, tiba-tiba aku dari tidak paham mendadak jadi sedikit lebih ngerti tentang apa yang terkandung dari Al Qur'an, tentang gaib, tentang akhirat, semua aku tulis di blog ini. Mencoba memaknai firman-firman Allah, karena ulama besarpun bisa mengartikannya berbeda-beda. Asal tujuannya tetap sama, yaitu mensucikan hati agar Allah memberi ridho pada manusia hingga diberi kesempatan masuk surga.
Diteror itu malah memberi banyak hikmah, antara lain hidup jadi dimudahkan. Itu ada penjelasannya karena doa orang yang didzalimi itu makbul atau tidak ada batas antara Allah dan yang berdoa. Misalnya saat aku butuh beli baju banyak untuk memulai bekerja tau-tau ada temen lama transfer uang. Atau pengen hape yang ada fitur wi fi, ada titipan dari sahabat ibuku (sudah seperti keluarga) isinya beberapa lembar ratusan. dolar. Ingin naik haji, tau-tau ditransfer uang oleh kakak.
Hidup jadi dimudahkan, terlalu banyak kebetulan. Sampe aku mikir Allah baik betul padaku. Barangkali orang melihat aku sekarang sering di rumah, jarang keluar, padahal aku sangat menikmati itu. Aku sedang banyak membaca referensi agama di internet, uangku tidak cukup untuk membeli banyak buku. Tau-tau keponakanku kuliah di Jogja, rumah dipasang reuter sehingga ada koneksi internet 24 jam. Kurang apa sih sebetulnya hidup ini. Ingin ini dapet, ingin itu dapet, syaratnya sih cuman sabar. Sabar dalam artian aktif, banyak ikhtiar, doa, dan tawakkal.
Tadi pagi aku membaca di komentar blog ini ada seorang yang berbisnis online mau nyerang aku di blognya, mau maki-maki aku. Kejadian sama terjadi pada @Poconggg, begitu diteror, difitnah, ketauan jati dirinya fansnya tambah melonjak drastis, karena banyak yang simpati. Itulah, para peneror itu yang suka memuaskan hawa nafsu menyerang orang lain tidak sadar bahwa orang yang diteror malah banyak dapat rejeki. Sedang yang suka neror rejekinya malah jadi seret.
Orang-orang yang suka meneror, merugikan orang lain barangkali merasakan kesenangan sesaat, ya hanya sesaat saja. Mereka ini dilaknat oleh Allah karena sikapnya yang termasuk perbuatan dzalim. Orang yang berbuat dzalim rugi besar karena rejekinya seret, seandainya punya uangpun tidak barokah, cepet habis tidak jadi apa-apa. Selain itu ancaman dari Allah menyatakan orang berbuat dzalim dan suka membuat permusuhan dipercepat azab dunia dan akhirat.
Kebalikan dari orang yang didzalimi tapi bisa tetap sabar, paling tidak berusaha sabar. Maka doanya dikabulkan oleh Allah, banyak mendapat limpahan pahala dari orang yang mendzolimi. Bahkan bila yang mendzolimi sudah tidak punya pahala lagi dosa-dosanya diambil oleh yang dzolim. Orang yang didzolimi yang mau bersabar maka Allah akan selalu bersamanya, masalahnya ngerasa apa enggak. Beruntunglah orang-orang sabar yang bisa merasakan selalu dekat dengan Allah...
Kamis, 08 September 2011
Kenapa manusia mesti optimis
Manusia diperintah oleh Allah untuk selalu optimis, tenang, mensyukuri yang dimiliki dalam hidup dan bersabar bila ada musibah. Banyak-banyak mensyukuri hidup akan membuat hidup selalu indah.
Tidak bisa dipungkiri bahwa energi negatif tersebar dimana-mana. Itu adalah kerjanya Iblis dan para setan yang bekerja untuknya. Para setan ini ada golongan jin dan manusia. Ada yang paham dengan surga dan neraka, tapi itu malah digunakan untuk penyangkalan dan pembenaran. Itulah yang disebuta dengan istilah mata hati yang tertutup. Mau diberi tau sampai berbusa-busa mereka gak akan ngerti-ngerti juga. Biasanya masa tuanya sengsara dan meninggal dalan kondisi menyedihkan. Para ulama yang belajar tentang Islam bisa menggambarkan perjalanan saat ketemu malaikat Izroil, malaikat Munkar dan Nakir, lalu azab di alam kubur.
Wajah mereka yang ingkar saat di padang mahsyar akan tertunduk lesu, sedangkan yang lurus menjalankan ajaran Islam yang benar akan berseri-seri dan dimudahkan melewati hisab dan jembatan Sirotul Mustaqim.
Jadi anggapan bahwa menjalankan ajaran Islam yang benar itu tidak menyenangkan adalah tidak benar. Ketaatan pada Allah akan membuat hati sejuk, tenteram dan tidak mudah patah semangat dalam kondisi terpuruk sekalipun.
Toh hidup hanya sekejab saja, bayangkan setahun rasanya baru kemarin. Buatku sepuluh tahun atau dua puluh tahun hanyalah sekedipan mata belaka.
Berjuanglah, selalu optimis. Ada kelapangan sesudah kesempitan, dan ada kemudahan sesudah kesusahan. Itu adalah janji Allah bagi manusia yang mau memohon hanya pada Allah, sabar dan optimis...
Tidak bisa dipungkiri bahwa energi negatif tersebar dimana-mana. Itu adalah kerjanya Iblis dan para setan yang bekerja untuknya. Para setan ini ada golongan jin dan manusia. Ada yang paham dengan surga dan neraka, tapi itu malah digunakan untuk penyangkalan dan pembenaran. Itulah yang disebuta dengan istilah mata hati yang tertutup. Mau diberi tau sampai berbusa-busa mereka gak akan ngerti-ngerti juga. Biasanya masa tuanya sengsara dan meninggal dalan kondisi menyedihkan. Para ulama yang belajar tentang Islam bisa menggambarkan perjalanan saat ketemu malaikat Izroil, malaikat Munkar dan Nakir, lalu azab di alam kubur.
Wajah mereka yang ingkar saat di padang mahsyar akan tertunduk lesu, sedangkan yang lurus menjalankan ajaran Islam yang benar akan berseri-seri dan dimudahkan melewati hisab dan jembatan Sirotul Mustaqim.
Jadi anggapan bahwa menjalankan ajaran Islam yang benar itu tidak menyenangkan adalah tidak benar. Ketaatan pada Allah akan membuat hati sejuk, tenteram dan tidak mudah patah semangat dalam kondisi terpuruk sekalipun.
Toh hidup hanya sekejab saja, bayangkan setahun rasanya baru kemarin. Buatku sepuluh tahun atau dua puluh tahun hanyalah sekedipan mata belaka.
Berjuanglah, selalu optimis. Ada kelapangan sesudah kesempitan, dan ada kemudahan sesudah kesusahan. Itu adalah janji Allah bagi manusia yang mau memohon hanya pada Allah, sabar dan optimis...
Kenapa suka menggalau
Okeee... sekali-sekali ngebahas masalah menggalau. Ya enaak dong menggalau soalnya menggalau itu bisikan hati paling dalam. Kalo ada kejadian nyebelin maka rasanya pengen teriak "sialaaaaaaan".Berhubung ada sering nonton sinetron religi maka dicoba diredam dengan kata "sabar, sabar", padahal hati masih rasanya masih nyesek aja.
Tapi sebetulnya menggalau itu gak boleh lama-lama. Menggalau itu hanyalah jebakan betmen, kalo terkurung di dalamnya kita susah keluar. Gak usah pake ego, teriak kiri kanan, "Help, help, help". Berbahaya kalo keterusan di acara menggalau. Bukan lagi masalah pencitraan diri, ini masalah perjuangan hidup.
Kalo tidak mau berjuang mending gak usah hidup aja deh. Sampe-sampe ada kelompok yang bosan hidup milih bunuh diri massal. Cuman siap gak resikonya, membunuh diri sebelum takdirnya maka nanti rohnya berbau busuk tidak diterima dimana-mana. Mau tau resiko akhirat? Kalo bunuh dirinya minum racun nanti bakal nyemplung di neraka terus racun itu dan kematian paksa yang menyakitkan itu akan diulang-ulang terus.
Sebetulnya apa sih yang kurang dari hidup ini, makan bisa tiga kali, waktu lebaran punya baju baru. Kebutuhan semua terpenuhi tapi yang dipikirin yang gak ada. Coba sekali-kali ngerasain tinggal di Palestina, terutama Galur Gaza. Umat Islam dalam tekanan tapi tetep aja mau berjuang hidup. Memperjuangkan keimanan mereka sebagai orang Islam, karena itu orang yang tinggal di sana keimanannya tinggi, tidak takut mati, apalagi cuman pusing masalah ngejomblo.
Menggalau jangan lama-lama, semangat mesti dibangun lagi. Hidup itu sangat berharga, jangan disia-siakan begitu saja. Kayaknya yang suka menggalau memang belum tau bahwa semangat hidup ditambah mendekatkan diri pada Allah akan selangkah mendekat ke surga. Sedangkan yang berputus asa ditambah mencari hiburan yang merusakdiri hanya akan membuat hati kotor, bila mati roh jadi busuk menjijikkan, sehingga nyemplung ke neraka.
Semangat lagi, ikhtiar lagi, berdoa lagi, mendekatkan diri pada Allah.Semoga dimudahkan semua urusan oleh Allah dunia dan akhirat...
Tapi sebetulnya menggalau itu gak boleh lama-lama. Menggalau itu hanyalah jebakan betmen, kalo terkurung di dalamnya kita susah keluar. Gak usah pake ego, teriak kiri kanan, "Help, help, help". Berbahaya kalo keterusan di acara menggalau. Bukan lagi masalah pencitraan diri, ini masalah perjuangan hidup.
Kalo tidak mau berjuang mending gak usah hidup aja deh. Sampe-sampe ada kelompok yang bosan hidup milih bunuh diri massal. Cuman siap gak resikonya, membunuh diri sebelum takdirnya maka nanti rohnya berbau busuk tidak diterima dimana-mana. Mau tau resiko akhirat? Kalo bunuh dirinya minum racun nanti bakal nyemplung di neraka terus racun itu dan kematian paksa yang menyakitkan itu akan diulang-ulang terus.
Sebetulnya apa sih yang kurang dari hidup ini, makan bisa tiga kali, waktu lebaran punya baju baru. Kebutuhan semua terpenuhi tapi yang dipikirin yang gak ada. Coba sekali-kali ngerasain tinggal di Palestina, terutama Galur Gaza. Umat Islam dalam tekanan tapi tetep aja mau berjuang hidup. Memperjuangkan keimanan mereka sebagai orang Islam, karena itu orang yang tinggal di sana keimanannya tinggi, tidak takut mati, apalagi cuman pusing masalah ngejomblo.
Menggalau jangan lama-lama, semangat mesti dibangun lagi. Hidup itu sangat berharga, jangan disia-siakan begitu saja. Kayaknya yang suka menggalau memang belum tau bahwa semangat hidup ditambah mendekatkan diri pada Allah akan selangkah mendekat ke surga. Sedangkan yang berputus asa ditambah mencari hiburan yang merusakdiri hanya akan membuat hati kotor, bila mati roh jadi busuk menjijikkan, sehingga nyemplung ke neraka.
Semangat lagi, ikhtiar lagi, berdoa lagi, mendekatkan diri pada Allah.Semoga dimudahkan semua urusan oleh Allah dunia dan akhirat...
Rabu, 07 September 2011
Kenapa sulit mengendalikan hawa nafsu
Hawa nafsu adalah sesuatu yang paling nikmat. Sesuatu yang memicu adrenalin dan menyenangkan. Industri hiburan adalah industri paling laris dan tiap hari yang namanya TV selalu saja ditonton orang.
Karena itu sulit untuk menghindar dari hawa nafsu ini. Sebetulnya ajaran Islam mengatur masalah hawa nafsu ini, hawa nafsu syahwat diatur dengan pernikahan. Hawa nafsu ingin marah diatur dengan melatih kesabaran, walau bisa marah tapi memilih untuk tidak dilampiaskan. Makan enak diatur, makanlah secukupnya, dan seterusnya. Bukan berarti tidak boleh menikmati hidup, hanya saja semua ada aturannya.
Ada tulisan di Kaskus yang menggelitik perhatianku, bagaimana bila tidak ada ajaran agama. Sebetulnya bumi pernah dalam kondisi tanpa agama, saat Nabi Adam 'alaihi sallam belum diciptakan. Tidak ada aturan, semua saling membunuh, bahkan ada kanibalisme.
Saat Nabi Adam 'alaihi sallam turun ke bumi, manusia sudah diarahkan untuk mempunyai jiwa kasih sayang, baik pada sesama, makhluk hidup dan lingkungan. Tapi pasti ada manusia yang kena bisikan setan yang mengacaukan semuanya.
Jaman Nabi Musa 'alaihi sallam, orang-orangnya sangat keras kepala. Minta ditunjukkan mukjizat terus-menerus, sudah sempat mengikuti ajaran Nabi Musa 'alaihi sallam, ada kejadian aneh sedikit langsung murtad.
Lebih parah lagi adalah jaman Nabi Luth 'alaihi sallam. Manusia jaman ini jadi contoh bagaimana orang-orang yang tinggal di bumi in sebelum kiamat datang.
Nabi Ibrahim 'alaihi sallam hidup pada saat lingkungan menyembah berhala. Ada semacam keyakinan bahwa menyimpan dan menyembah patung akan membuat hidup dimudahkan.
Jaman sekarang ini, banyak orang terpelajar dalam berbagai bidang ilmu. Katanya sih sudah tidak menyembah berhala, tapi jaman sekarang manusia cenderung menyembah pada hawa nafsu. Hawa nafsu diangkat di atas segala-galanya.
Paling mudah adalah survey membuktikan bahwa search di Google paling banyak adalah pencarian wanita telanjang. Itu juga terbukti di blogku satunya. Walaupun bila ada orang meninggal sesama orang Islam akan mendoakan semoga khusnul khotimah, nyatanya mereka belum paham apa itu khusnul khotimah dan bagaimana mencapainya.
Ajaran agama terpinggirkan, dan hawa nafsu jadi hal paling penting gak peduli aturan yang membatasi hawa nafsu ini. Bagaimanapun juga aku teringat salah satu tafsir Al Qur'an yang dijelaskan oleh Quraish Shihab, bahwa di antara banyak orang yang tersesat (menyembah selain Allah, termasuk pada hawa nafsu), ada sedikit yang berani ambil resiko untuk menjadi pemberi peringatan. Bukan sebagai Nabi lagi, tapi manusia yang mendapat hidayah dan berani memperjuangkan keyakinannya walau banyak ditekan orang lain. Inilah tipe manusia beriman dan ingin mengamalkan, sesuai dengan ayat Al Qur'an yang menyatakan "janganlah mengaku beriman kalau belum diuji".
Semoga kita termasuk manusia beriman yang teruji, sehingga Allah memberikan surga saat di akhirat nanti...
Karena itu sulit untuk menghindar dari hawa nafsu ini. Sebetulnya ajaran Islam mengatur masalah hawa nafsu ini, hawa nafsu syahwat diatur dengan pernikahan. Hawa nafsu ingin marah diatur dengan melatih kesabaran, walau bisa marah tapi memilih untuk tidak dilampiaskan. Makan enak diatur, makanlah secukupnya, dan seterusnya. Bukan berarti tidak boleh menikmati hidup, hanya saja semua ada aturannya.
Ada tulisan di Kaskus yang menggelitik perhatianku, bagaimana bila tidak ada ajaran agama. Sebetulnya bumi pernah dalam kondisi tanpa agama, saat Nabi Adam 'alaihi sallam belum diciptakan. Tidak ada aturan, semua saling membunuh, bahkan ada kanibalisme.
Saat Nabi Adam 'alaihi sallam turun ke bumi, manusia sudah diarahkan untuk mempunyai jiwa kasih sayang, baik pada sesama, makhluk hidup dan lingkungan. Tapi pasti ada manusia yang kena bisikan setan yang mengacaukan semuanya.
Jaman Nabi Musa 'alaihi sallam, orang-orangnya sangat keras kepala. Minta ditunjukkan mukjizat terus-menerus, sudah sempat mengikuti ajaran Nabi Musa 'alaihi sallam, ada kejadian aneh sedikit langsung murtad.
Lebih parah lagi adalah jaman Nabi Luth 'alaihi sallam. Manusia jaman ini jadi contoh bagaimana orang-orang yang tinggal di bumi in sebelum kiamat datang.
Nabi Ibrahim 'alaihi sallam hidup pada saat lingkungan menyembah berhala. Ada semacam keyakinan bahwa menyimpan dan menyembah patung akan membuat hidup dimudahkan.
Jaman sekarang ini, banyak orang terpelajar dalam berbagai bidang ilmu. Katanya sih sudah tidak menyembah berhala, tapi jaman sekarang manusia cenderung menyembah pada hawa nafsu. Hawa nafsu diangkat di atas segala-galanya.
Paling mudah adalah survey membuktikan bahwa search di Google paling banyak adalah pencarian wanita telanjang. Itu juga terbukti di blogku satunya. Walaupun bila ada orang meninggal sesama orang Islam akan mendoakan semoga khusnul khotimah, nyatanya mereka belum paham apa itu khusnul khotimah dan bagaimana mencapainya.
Ajaran agama terpinggirkan, dan hawa nafsu jadi hal paling penting gak peduli aturan yang membatasi hawa nafsu ini. Bagaimanapun juga aku teringat salah satu tafsir Al Qur'an yang dijelaskan oleh Quraish Shihab, bahwa di antara banyak orang yang tersesat (menyembah selain Allah, termasuk pada hawa nafsu), ada sedikit yang berani ambil resiko untuk menjadi pemberi peringatan. Bukan sebagai Nabi lagi, tapi manusia yang mendapat hidayah dan berani memperjuangkan keyakinannya walau banyak ditekan orang lain. Inilah tipe manusia beriman dan ingin mengamalkan, sesuai dengan ayat Al Qur'an yang menyatakan "janganlah mengaku beriman kalau belum diuji".
Semoga kita termasuk manusia beriman yang teruji, sehingga Allah memberikan surga saat di akhirat nanti...
Kenapa hati tidak sinkron dengan logika
Ini salah satu masalahku yang paling berat. Misalnya aku pengen banget bisa rajin shalat tahajud, tapi kenapa berat untuk dilakukan. Kenapa yang lain bisa shalat begitu ringannya. Mendengarkan tafsir Al Misbah di bulan Ramadhan kemarin cukup menenangkanku. Menurut pak Quraish Shihab, banyak jalan menuju ke surga. Ada yang mengabdikan diri untuk anak yatim, ada yang rajin sedekah ikhlas, ada pejabat negara yang jujur, ada tukang becak rajin ibadah, dan sebagainya. Tapi aku tetap mencari cara supaya bisa rutin tahajud, dimulai dengan rakaat yang ringan dulu.
Pembicaraanku dengan seorang teman begini "aku belajar untuk mensucikan hati, mengurangi ketergantungan pada hal duniawi". Dijawab temenku "yah, semua orang beda-beda jalannya". Masalahnya kan jalan kemana, aku jalan menuju ke surga, dan temen-temenku yang lain menuju kemana. Karena di Al Qur'an dinyatakan, bila hati tertaut dengan dunia, maka kebahagiaan dunia yang didapat, dan dia tidak mendapatkan akhirat. Memangnya tidak boleh kalo jadi orang kaya, itu juga pertanyaan dari seorang temenku. Tentu saja jawabannya boleh, tapi hati tetap tertuju pada Allah, dan menggunakan kekayaan untuk berjuang di jalan Allah.
Ada seorang sobat bloggerku yang seperti aku, giat belajar Islam, tapi akhir-akhir ini menutup diri. Bila dikontak tidak ada jawaban. Tidak seperti tulisannya yang menyatakan dia akan menjalin silaturahmi dan akan komentar di postingan yang ada ilmunya. Nyatanya dia sama sekali tidak pernah komentar di tempat lain. Yang agak memprihatinkan adalah postingannya selalu menyatakan dia sedang galau, memangnya tidak boleh, toh banyak orang menggalau akhir-akhir ini, galau sedang jadi trend. Aku sudah sering nulis, bahwa orang beriman hatinya tenang, mendekatkan diri dengan Allah akan memberikan ketentraman jiwa. Ada sobatku yang menulis sedang galau dan menutup kontak, aku bisa apa, ya bisanya mendoakan saja.
Akhirnya aku nemu teman lain yang bisa memberi jawaban pas, sobatku ini sedang tidak sinkron antara hati dan logika. Islam mengajarkan untuk menyambung silaturami, memperkuat ukhuwah, dia milih untuk menyendiri, susah dikontak. Islam mengajarkan untuk sabar, dia menulis tentang kegalauan yang sulit dihalau. Aku sendiri pernah dalam kondisi lebih dari sekedar galau, depresi malah, sama sekali gak bisa mikir. Alhamdulillah masa-masa itu sudah lewat dan aku lebih suka untuk berjuang mensyukuri apa yang kumiliki daripada menggalau yang tidak kumiliki. Tentunya semuanya masih perlu diperjuangkan.
Semoga kita semua bisa menselaraskan antara hati dan logika, sehingga menyatu dalam jiwa. Ya Allah, tunjukilah kami selalu di jalan yang lurus yang Allah ridhoi...
Pembicaraanku dengan seorang teman begini "aku belajar untuk mensucikan hati, mengurangi ketergantungan pada hal duniawi". Dijawab temenku "yah, semua orang beda-beda jalannya". Masalahnya kan jalan kemana, aku jalan menuju ke surga, dan temen-temenku yang lain menuju kemana. Karena di Al Qur'an dinyatakan, bila hati tertaut dengan dunia, maka kebahagiaan dunia yang didapat, dan dia tidak mendapatkan akhirat. Memangnya tidak boleh kalo jadi orang kaya, itu juga pertanyaan dari seorang temenku. Tentu saja jawabannya boleh, tapi hati tetap tertuju pada Allah, dan menggunakan kekayaan untuk berjuang di jalan Allah.
Ada seorang sobat bloggerku yang seperti aku, giat belajar Islam, tapi akhir-akhir ini menutup diri. Bila dikontak tidak ada jawaban. Tidak seperti tulisannya yang menyatakan dia akan menjalin silaturahmi dan akan komentar di postingan yang ada ilmunya. Nyatanya dia sama sekali tidak pernah komentar di tempat lain. Yang agak memprihatinkan adalah postingannya selalu menyatakan dia sedang galau, memangnya tidak boleh, toh banyak orang menggalau akhir-akhir ini, galau sedang jadi trend. Aku sudah sering nulis, bahwa orang beriman hatinya tenang, mendekatkan diri dengan Allah akan memberikan ketentraman jiwa. Ada sobatku yang menulis sedang galau dan menutup kontak, aku bisa apa, ya bisanya mendoakan saja.
Akhirnya aku nemu teman lain yang bisa memberi jawaban pas, sobatku ini sedang tidak sinkron antara hati dan logika. Islam mengajarkan untuk menyambung silaturami, memperkuat ukhuwah, dia milih untuk menyendiri, susah dikontak. Islam mengajarkan untuk sabar, dia menulis tentang kegalauan yang sulit dihalau. Aku sendiri pernah dalam kondisi lebih dari sekedar galau, depresi malah, sama sekali gak bisa mikir. Alhamdulillah masa-masa itu sudah lewat dan aku lebih suka untuk berjuang mensyukuri apa yang kumiliki daripada menggalau yang tidak kumiliki. Tentunya semuanya masih perlu diperjuangkan.
Semoga kita semua bisa menselaraskan antara hati dan logika, sehingga menyatu dalam jiwa. Ya Allah, tunjukilah kami selalu di jalan yang lurus yang Allah ridhoi...
Kenapa ada agama pluralisme
Penganut agama pluralisme atau menganggap semua baik, biasanya adalah adalah seorang pemikir, banyak membaca kitab dan bahkan menulis buku. Logika sangat dikedepankan dalam penguraian alasan. Bila sempat bicara langsung dengan mereka, akan kerasa banget mereka menguasai banyak ilmu, banyak buku yang dibaca dan akhirnya malah mengarah bahwa semua agama itu baik.
Ada seorang kenalan yang aku kenal baik, hobinya membaca buku. Beda dengan aku yang banyak membaca referensi di internet, beliau ini koleksi bukunya bisa dijadiin perpustakaan kecil, termasuk Al Qur'an dan terjemahan yang tebal-tebal dan berseri itu. Tapi akhirnya hatinya mengarah pada seorang guru yang bukan Islam, karena mengajarkan kedamaian. Bila aku ngobrol dengan kenalan ini bisa berjam-jam tentang pemahaman hidup, sekalipun panutannya sedikit berbeda. Pemahamannya begini, boleh tidak kita mengenal tentang kehidupan dari ajaran guru yoga, dan menerapkan meditasi. Jadi ibadah dengan ajaran Islam dan ketenangan hidup dari meditasi.
Jawaban bisa didapat dari Abu Sangkan, sebetulnya Islam tidak membutuhkan meditasi. Karena bagi orang beriman, saat shalat hatinya bergetar ditujukan pada Allah. Setiap saat bila ada kejadian apapun ditunjukkan dengan mengucap Subhanallah, Astaghfirullah, Allahu Akbar, Innalillahi wa inna 'ilaihi roji'un, dan seterusnya.
Secara logika, memang benar semua agama itu baik, karena Yahudi, Kristen, Hindu, Budha, semua mengajarkan tentang perdamaian, ketenangan jiwa. Yang jadi masalah kitab-kitabnya sudah berubah dari saat ditulis asli lalu sampai di tangan kita sekarang.
Ada penjelasan di Al Qur'an bahwa Al Qur'an tetap terjaga isinya sampai sekarang, dan tidak ada orang yang bisa membuat tandingannya.
Hatiku tertaut dengan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam karena aku merasa hanyut saat membaca kisah kehidupan beliau. Saat di akhirat kelak, orang Islam yang beriman disebut dengan umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Lalu penganut agama pluralisme akan termasuk umat siapa?
Di Al Qur'an ada penyebutan ditujukan bagi muslim dan mukmin. Kaum muslim adalah orang yang mengaku beragama Islam, kaum mukmin bagi orang Islam yang bergetar hatinya bila mengingat Allah. Setelah itu ada disebut orang yang bertakwa, yaitu yang taat pada Allah dan berhak masuk surga.
Memang semua membutuhkan proses dari seorang muslim, jadi mukmin, lalu muttaqin. Dan dinyatakan di Al Qur'an, jangan menyatakan diri sebagai mukmin kalo belum diuji.
Semua agama memang baik, tapi ajarannya sudah berubah di jaman ini. Umat Islam yang beriman mengikuti tuntunan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam karena beliau yang memberi syafaat bagi umat beliau. Dan kelak kita akan berbaris di belakang Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang menjadi junjungan kita ini...
Ada seorang kenalan yang aku kenal baik, hobinya membaca buku. Beda dengan aku yang banyak membaca referensi di internet, beliau ini koleksi bukunya bisa dijadiin perpustakaan kecil, termasuk Al Qur'an dan terjemahan yang tebal-tebal dan berseri itu. Tapi akhirnya hatinya mengarah pada seorang guru yang bukan Islam, karena mengajarkan kedamaian. Bila aku ngobrol dengan kenalan ini bisa berjam-jam tentang pemahaman hidup, sekalipun panutannya sedikit berbeda. Pemahamannya begini, boleh tidak kita mengenal tentang kehidupan dari ajaran guru yoga, dan menerapkan meditasi. Jadi ibadah dengan ajaran Islam dan ketenangan hidup dari meditasi.
Jawaban bisa didapat dari Abu Sangkan, sebetulnya Islam tidak membutuhkan meditasi. Karena bagi orang beriman, saat shalat hatinya bergetar ditujukan pada Allah. Setiap saat bila ada kejadian apapun ditunjukkan dengan mengucap Subhanallah, Astaghfirullah, Allahu Akbar, Innalillahi wa inna 'ilaihi roji'un, dan seterusnya.
Secara logika, memang benar semua agama itu baik, karena Yahudi, Kristen, Hindu, Budha, semua mengajarkan tentang perdamaian, ketenangan jiwa. Yang jadi masalah kitab-kitabnya sudah berubah dari saat ditulis asli lalu sampai di tangan kita sekarang.
Ada penjelasan di Al Qur'an bahwa Al Qur'an tetap terjaga isinya sampai sekarang, dan tidak ada orang yang bisa membuat tandingannya.
Hatiku tertaut dengan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam karena aku merasa hanyut saat membaca kisah kehidupan beliau. Saat di akhirat kelak, orang Islam yang beriman disebut dengan umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Lalu penganut agama pluralisme akan termasuk umat siapa?
Di Al Qur'an ada penyebutan ditujukan bagi muslim dan mukmin. Kaum muslim adalah orang yang mengaku beragama Islam, kaum mukmin bagi orang Islam yang bergetar hatinya bila mengingat Allah. Setelah itu ada disebut orang yang bertakwa, yaitu yang taat pada Allah dan berhak masuk surga.
Memang semua membutuhkan proses dari seorang muslim, jadi mukmin, lalu muttaqin. Dan dinyatakan di Al Qur'an, jangan menyatakan diri sebagai mukmin kalo belum diuji.
Semua agama memang baik, tapi ajarannya sudah berubah di jaman ini. Umat Islam yang beriman mengikuti tuntunan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam karena beliau yang memberi syafaat bagi umat beliau. Dan kelak kita akan berbaris di belakang Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang menjadi junjungan kita ini...
Mencuri start untuk ke surga
Kadang ada hal yang aku sesali adalah kenapa aku gak paham Islam dari dulu. Minimal pas aku kuliah, aku bergabung dengan Jamaah Shallahuddin di UGM untuk sering mendengarkan ceramah keagamaan. Kenyataannya aku memilih untuk bergabung dengan tim sofbol, paduan suara, band fakultas, dan beberapa aktivitas yang lain.
Bagaimanapun juga tidak usah ada penyesalan, karena setelah melihat banyak aktivitas, banyak macam manusia, banyak karakter cowok, semua malah jadi referensi tentang tulisanku. Suka berpikir, oh ada ya cowok model gini, model gitu, macem-macemlah. Jarang sih curhat sama cewek, banyakan pas kuliah jalan sama cowok suka makan bareng ditraktir ya gitu-gitu aja. Anehnya, begitu jauh dari aku mereka langsung dapat jodoh, cepet nikahnya. Beberapa dari mereka masih ngontak denganku secara baik-baik.
Sebagian besar temen angkatanku, sedang banyak-banyaknya penghasilannya. Duitnya banyak, mereka sibuk menikmati materi yang diraih. Sibuk bekerja dan sibuk bersenang-senang dengan keluarga. Hanya segelintir yang bener-bener mau belajar Islam. Aku minta maaf kalo aku milih mundur gak gabung dengan mereka sementara. Pertama karena aku sudah males keluar malem, lebih suka membaca referensi agama atau nulis. Kedua, aku sangat sensitif terhadap sikap marah atau mencela. Masih banyak belajar agar lebih tenang dan tersenyum walau mendengar guyonan saling mencela, yang katanya hanya sekedar guyonan jangan diambil hati. Ada hawa panas yang melingkupi mereka saat mereka saling guyon dengan mencela, seperti hawa panas dari neraka.
Aku salut dengan orang yang sejak muda sudah istiqomah dan terus bertahan hingga tua. Keponakanku yang masih kuliah diikutkan training ESQ oleh ayahnya dan sudah menikmati menjalankan Islam di jalan lurus sejak usia muda. Jadi karena pemahamanku tentang kehidupan baru muncul setelah di usia kepala 4, aku ngebut untuk banyak membaca dan menulis uneg-unegku di blog. Dibanding mahasiswa mahasiswi yang sudah lurus sejak muda, minimal aku sudah mencuri start dibanding temen-temenku seumuranku yang masih muter-muter antara kerjaan dan bersenang-senang. Ada yang bilang mereka baru mau hidup mencari ridho Allah setelah pensiun saja. Sekarang belum ada waktu dan tidak mau diusik konsentrasinya dalam hal mencari uang serta acara refreshingnya.
Masih banyak bersyukur pada Allah karena diberi kesempatan untuk mencuri start belajar dan mengamalkan hidup sesuai ajaran Islam dibandingkan kebanyakan temenku seumuran agar bisa melangkah menuju surga...
Bagaimanapun juga tidak usah ada penyesalan, karena setelah melihat banyak aktivitas, banyak macam manusia, banyak karakter cowok, semua malah jadi referensi tentang tulisanku. Suka berpikir, oh ada ya cowok model gini, model gitu, macem-macemlah. Jarang sih curhat sama cewek, banyakan pas kuliah jalan sama cowok suka makan bareng ditraktir ya gitu-gitu aja. Anehnya, begitu jauh dari aku mereka langsung dapat jodoh, cepet nikahnya. Beberapa dari mereka masih ngontak denganku secara baik-baik.
Sebagian besar temen angkatanku, sedang banyak-banyaknya penghasilannya. Duitnya banyak, mereka sibuk menikmati materi yang diraih. Sibuk bekerja dan sibuk bersenang-senang dengan keluarga. Hanya segelintir yang bener-bener mau belajar Islam. Aku minta maaf kalo aku milih mundur gak gabung dengan mereka sementara. Pertama karena aku sudah males keluar malem, lebih suka membaca referensi agama atau nulis. Kedua, aku sangat sensitif terhadap sikap marah atau mencela. Masih banyak belajar agar lebih tenang dan tersenyum walau mendengar guyonan saling mencela, yang katanya hanya sekedar guyonan jangan diambil hati. Ada hawa panas yang melingkupi mereka saat mereka saling guyon dengan mencela, seperti hawa panas dari neraka.
Aku salut dengan orang yang sejak muda sudah istiqomah dan terus bertahan hingga tua. Keponakanku yang masih kuliah diikutkan training ESQ oleh ayahnya dan sudah menikmati menjalankan Islam di jalan lurus sejak usia muda. Jadi karena pemahamanku tentang kehidupan baru muncul setelah di usia kepala 4, aku ngebut untuk banyak membaca dan menulis uneg-unegku di blog. Dibanding mahasiswa mahasiswi yang sudah lurus sejak muda, minimal aku sudah mencuri start dibanding temen-temenku seumuranku yang masih muter-muter antara kerjaan dan bersenang-senang. Ada yang bilang mereka baru mau hidup mencari ridho Allah setelah pensiun saja. Sekarang belum ada waktu dan tidak mau diusik konsentrasinya dalam hal mencari uang serta acara refreshingnya.
Masih banyak bersyukur pada Allah karena diberi kesempatan untuk mencuri start belajar dan mengamalkan hidup sesuai ajaran Islam dibandingkan kebanyakan temenku seumuran agar bisa melangkah menuju surga...
Selasa, 06 September 2011
Kenapa orang jahat menang duluan
Sebetulnya di dunia ini seneng banget ngeliat lakon kalo ada orang baik akhirnya mendapat kemenangan. Cinderella, Snow White, Sleeping Beauty, dan masih banyak lagi adalah tokoh favoritku. Orang yang baiiiiik banget biarpun dijahati dia tetep sabar, akhirnya akan mendapat kebahagiaan.
Tapi kenyataannya di dunia ini banyak orang yang bertingkah kurang baik tapi tidak merasa. Banyak ibu yang dengki pada tetangga, suka mencela, marah-marah pada suami tapi merasa dirinya orang baik. Saat di rumah dia pake daster bulukan, tapi pas keluar rumah bedaknya tebel banget sampe putih kayak topeng, alisnya bergambar kayak penggaris busur derajat. Sedangkan bapak-bapak juga aneh-aneh, mentang-mentang punya duit sukanya ngeliatin wanita-wanita yang jauh lebih muda daripada istrinya, kadang ampe dirayu diajakin ngamar segala. Padahal ibuk-ibuk dan bapak-bapak ini ngaku shalat lima waktu.
Dulu aku sempat bingung dengan penjelasan ustadz di Bogor, yang masuk surga hanyalah yang Islamnya putih, sisanya masuk neraka semua. Tidak ada Islam abu-abu atau nanggung, setengah beriman setengah maksiat. Dan kelompok putih ini hanyalah mereka yang selalu bertaubat pada Allah, taat pada perintah Allah. Hidup sewajarnya sesuai kebutuhan, banyak mengabdikan diri untuk membantu orang lain.
Terus orang-orang yang setengah beriman setengahnya suka memuaskan hawa nafsu kemarahan, kedengkian, syahwat, kemana? Mereka akan ke neraka, dan perbuatan karena hawa nafsu mereka akan dihukum tapi keimanan sedikit itu akan menyelamatkan mereka sehingga berhak untuk menikmati surga tapi setelah jutaan tahun. Sedangkan orang yang mendapat kekuatan karena kejahatan tidak hanya akan sekedar masuk neraka, mereka masuk jurang neraka. Di sana tidak hanya jutaan tahun waktu bumi, tapi jauh lebih dari itu, hanya Allah yang tahu.
Orang jahat biasanya mendapat kemenangan di awal, karena mereka mendapat kekuatan dari setan. Mirip orang yang menggunakan jimat yang ada isinya jin, kayak Aladin dan lampu ajaib, jin akan memenuhi permintaan majikannya. Misalnya aku ingin korupsi dalam jumlah besar dan tidak ketahuan, sesudah itu aku mau menghilang hidup foya-foya. Sebetulnya orang ini menaiki tangga tidak hanya menuju neraka, tapi menuju ke jurang neraka. Di matanya tangga itu begitu indah, penuh kenikmatan. Setelah sampai di ujung tangga saat menjelang kematiaannya dan dia tidak mampu bertaubat lagi muncul malaikat pencabut nyawa dengan sosok mengerikan. Saat sudah dikuburkan, pengunjung terakhir meninggalkan kuburan maka muncul sepasang malaikat yang akan menyiksa dia karena rohnya penuh kejahatan. Belum lagi saat kiamat, apa yang akan terjadi di padang mahsyar dan melewati Siratul Mustaqim. Roh yang taat pada Allah akan putih bersih, sangat dimuliakan oleh malaikat. Sedangkan roh yang ingkar pada aturan agama sangat kotor, mereka diperlakukan buruk oleh malaikat.
Seperti film aja gambaran ini melintas di benakku. Semakin aku merasa bukan siapa-siapa dan jauh dari sempurna. Ya Allah, kuatkanlah hatiku agar selalu taat dan lurus menjalankan hidup di jalan yang benar...
Tapi kenyataannya di dunia ini banyak orang yang bertingkah kurang baik tapi tidak merasa. Banyak ibu yang dengki pada tetangga, suka mencela, marah-marah pada suami tapi merasa dirinya orang baik. Saat di rumah dia pake daster bulukan, tapi pas keluar rumah bedaknya tebel banget sampe putih kayak topeng, alisnya bergambar kayak penggaris busur derajat. Sedangkan bapak-bapak juga aneh-aneh, mentang-mentang punya duit sukanya ngeliatin wanita-wanita yang jauh lebih muda daripada istrinya, kadang ampe dirayu diajakin ngamar segala. Padahal ibuk-ibuk dan bapak-bapak ini ngaku shalat lima waktu.
Dulu aku sempat bingung dengan penjelasan ustadz di Bogor, yang masuk surga hanyalah yang Islamnya putih, sisanya masuk neraka semua. Tidak ada Islam abu-abu atau nanggung, setengah beriman setengah maksiat. Dan kelompok putih ini hanyalah mereka yang selalu bertaubat pada Allah, taat pada perintah Allah. Hidup sewajarnya sesuai kebutuhan, banyak mengabdikan diri untuk membantu orang lain.
Terus orang-orang yang setengah beriman setengahnya suka memuaskan hawa nafsu kemarahan, kedengkian, syahwat, kemana? Mereka akan ke neraka, dan perbuatan karena hawa nafsu mereka akan dihukum tapi keimanan sedikit itu akan menyelamatkan mereka sehingga berhak untuk menikmati surga tapi setelah jutaan tahun. Sedangkan orang yang mendapat kekuatan karena kejahatan tidak hanya akan sekedar masuk neraka, mereka masuk jurang neraka. Di sana tidak hanya jutaan tahun waktu bumi, tapi jauh lebih dari itu, hanya Allah yang tahu.
Orang jahat biasanya mendapat kemenangan di awal, karena mereka mendapat kekuatan dari setan. Mirip orang yang menggunakan jimat yang ada isinya jin, kayak Aladin dan lampu ajaib, jin akan memenuhi permintaan majikannya. Misalnya aku ingin korupsi dalam jumlah besar dan tidak ketahuan, sesudah itu aku mau menghilang hidup foya-foya. Sebetulnya orang ini menaiki tangga tidak hanya menuju neraka, tapi menuju ke jurang neraka. Di matanya tangga itu begitu indah, penuh kenikmatan. Setelah sampai di ujung tangga saat menjelang kematiaannya dan dia tidak mampu bertaubat lagi muncul malaikat pencabut nyawa dengan sosok mengerikan. Saat sudah dikuburkan, pengunjung terakhir meninggalkan kuburan maka muncul sepasang malaikat yang akan menyiksa dia karena rohnya penuh kejahatan. Belum lagi saat kiamat, apa yang akan terjadi di padang mahsyar dan melewati Siratul Mustaqim. Roh yang taat pada Allah akan putih bersih, sangat dimuliakan oleh malaikat. Sedangkan roh yang ingkar pada aturan agama sangat kotor, mereka diperlakukan buruk oleh malaikat.
Seperti film aja gambaran ini melintas di benakku. Semakin aku merasa bukan siapa-siapa dan jauh dari sempurna. Ya Allah, kuatkanlah hatiku agar selalu taat dan lurus menjalankan hidup di jalan yang benar...
Lebih sulit mana bersyukur atau bersabar
Aku pernah membaca postingan berjudul seperti ini, tahun kemarin. Sampai ditunjukkan dalil-dalilnya dari Al Qur'an. Waktu ditanya oleh komentator, penulis blog gak bisa jawab, sepertinya dia hanya copy paste saja. Ada hadits menyatakan "orang beriman bersyukur bila mendapat kesenangan dan bersabar bila mendapat musibah".
Sederhana saja ternyata jawabannya. Seandainya seseorang dapat musibah, bisakah dia bersyukur atas musibah yang didapatnya? Jadi andai uangnya hilang, malah mensyukuri hal itu. Mengucap begini "Alhamdulilah yah, uangku hilang, ini tanda aku mesti lebih banyak sedekah" (gaya Syahrini...).
Allah memerintahkan manusia untuk bersyukur, orang bersyukur akan diberi nikmat lebih oleh Allah (QS. Ibrahim : 7). Tapi bila sedang dalam situasi yang sulit dan tetap bersabar, maka sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar (QS. Al Baqoroh : 153).
Menurut Antonio Syafii, sabar sendiri artinya adalah dinamis, bukan diam. Jadi tetap melakukan 5 T yaitu Taat, Tabah, Tawakal, Taqwa dan ikhTiar. Islam mengajarkan untuk optimis, jadi dalam kondisi sabar mesti tetap optimis menghadapi apapun. Bagi orang yang benar-benar beriman, maka goncangan antara bersabar dan bersyukur itu tipis, tidak banyak gelombang. Dan aku sendiri masih jauh dari itu, masih belajar untuk ke sana.
Bersyukur juga sesuatu yang dinamis, bukan mengumbar di depan wartawan sambil ngomong "Alhamdulilah yah", tapi bersujud di depan Allah sambil berterima kasih atas semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah. Tunjukkan terima kasih itu dengan berbagi rejeki pada yang lebih membutuhkan, karena di uang kita ada hak untuk fakir miskin. Membantu orang lain yang lebih susah daripada kita akan membuat kita merasa beruntung, dan lebih bersyukur. Apalagi ada hadits yang menyatakan bahwa membantu orang lain yang kesulitan maka kita akan dipermudah urusan oleh Allah. Bila membantu dengan ikhlas akan dipermudah urusan untuk dunia dan akhirat.
Semoga Allah selalu menguatkan hati kita untuk selalu mensyukuri hidup ini, dan menguatkan hati kita untuk tetap bersabar tidak emosi dan kehilangan semangat hidup saat mendapat musibah...
Sederhana saja ternyata jawabannya. Seandainya seseorang dapat musibah, bisakah dia bersyukur atas musibah yang didapatnya? Jadi andai uangnya hilang, malah mensyukuri hal itu. Mengucap begini "Alhamdulilah yah, uangku hilang, ini tanda aku mesti lebih banyak sedekah" (gaya Syahrini...).
Allah memerintahkan manusia untuk bersyukur, orang bersyukur akan diberi nikmat lebih oleh Allah (QS. Ibrahim : 7). Tapi bila sedang dalam situasi yang sulit dan tetap bersabar, maka sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar (QS. Al Baqoroh : 153).
Menurut Antonio Syafii, sabar sendiri artinya adalah dinamis, bukan diam. Jadi tetap melakukan 5 T yaitu Taat, Tabah, Tawakal, Taqwa dan ikhTiar. Islam mengajarkan untuk optimis, jadi dalam kondisi sabar mesti tetap optimis menghadapi apapun. Bagi orang yang benar-benar beriman, maka goncangan antara bersabar dan bersyukur itu tipis, tidak banyak gelombang. Dan aku sendiri masih jauh dari itu, masih belajar untuk ke sana.
Bersyukur juga sesuatu yang dinamis, bukan mengumbar di depan wartawan sambil ngomong "Alhamdulilah yah", tapi bersujud di depan Allah sambil berterima kasih atas semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah. Tunjukkan terima kasih itu dengan berbagi rejeki pada yang lebih membutuhkan, karena di uang kita ada hak untuk fakir miskin. Membantu orang lain yang lebih susah daripada kita akan membuat kita merasa beruntung, dan lebih bersyukur. Apalagi ada hadits yang menyatakan bahwa membantu orang lain yang kesulitan maka kita akan dipermudah urusan oleh Allah. Bila membantu dengan ikhlas akan dipermudah urusan untuk dunia dan akhirat.
Semoga Allah selalu menguatkan hati kita untuk selalu mensyukuri hidup ini, dan menguatkan hati kita untuk tetap bersabar tidak emosi dan kehilangan semangat hidup saat mendapat musibah...
Senin, 05 September 2011
Tentang pengorbanan karena cinta
Pengorbanan karena cinta paling mudah ditunjukkan oleh seorang ibu saat melahirkan anaknya. Karena perjuangan antara hidup mati itulah menurut Nabi Muhammad shallallallahu 'alaihi wa sallam seorang anak menghargai ibunya tiga kali lebih besar dibandingkan pada ayahnya. Seandainya seorang wanita tau betapa besar pahala dan keindahan istana di surga karena mengandung, melahirkan, menyusui, merawat dengan ikhlas, maka semua wanita ingin melahirkan banyak anak dan dirawat dengan penuh cinta.
Karena masalah hamil di luar pernikahan, masalah ekonomi, merasa kebebasannya terkungkung, takut badannya rusak, takut karirnya terganggu, dan lain-lain membuat wanita malas punya anak. Karena pemahamannya masih berputar-putar dengan logika kehidupan di dunia saja, belum sampai untuk pemahaman mencari ketenangan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.
Kehidupan di dunia memang sungguh-sungguh menyesatkan. Yang dipikirkan selalu saja ingin menyenangkan diri sendiri, misalnya, duh pengen makan apa ya yang enak hari ini. Kalo makanannya tidak cocok, tidak panas, jadi males makan di rumah, mending jajan di luar. Gak peduli istri atau ibu sudah bersusah payah menyiapkan makanan.
Menjadi laki-laki shaleh atau wanita shalehah memang tidak mudah (aku sendiri masih belajar). Karena mereka adalah tipe orang yang mengorbankan diri sendiri demi orang lain. Bukan berarti mereka tidak bahagia, karena kebahagiaannya adalah karena pengorbanannya itu. Dengan meninggalkan karir, hidup lebih sederhana, konsentrasi merawat anak, dan setelah anaknya besar jadi anak pintar, menurut pada orang tua, apa itu bukan kebanggaan dan kebahagiaan yang luar biasa? Bagi pasangan yang tidak punya anak, masih banyak jalan menuju ke surga. Misalnya dengan mengabdikan diri dalam hal agama, merawat orang tua, dan lain-lain.
Sikap ego, mementingkan diri sendiri akan menjauhkan manusia untuk menuju ke surga. Pengguna narkoba adalah orang yang ingin mencari kenikmatan, tidak mempedulikan lingkungan. Katanya sih membuat badan rileks, tenang, nyaman, dan lupa kepenatan hiruk pikuk dunia. Aku kenal seorang mantan pecandu, dia mencoba bunuh diri karena tidak bisa tidur selama tiga hari karena kecanduannya. Setelah itu selama dua tahun dia membersihkan dirinya dengan rajin shalat dan berdzikir. Tahun ketiga dia bosan shalat sekarang dia tidak punya apa-apa yang dibanggakan. Rejeki seret, depresi, ditinggal istri, dan masih belum tau caranya keluar dari lingkaran setan itu. Salah seorang temanku yang bijak berkata bahwa di dunia ada neraka juga. Neraka itu berlaku bagi orang yang meninggalkan shalat, egois mementingkan diri sendiri, suka mencari kenikmatan sesaat karena menganggap kehidupan dunia terlalu berat untuk dijalani.
Uneg-uneg yang panjang ya... Semoga saja kita bisa menjadi orang yang berbahagia karena mengorbankan diri pada Allah, pada orang yang kita cintai, pada sesama, pada makhluk hidup, dan terus bertahan hidup lurus di jalan Allah...
Karena masalah hamil di luar pernikahan, masalah ekonomi, merasa kebebasannya terkungkung, takut badannya rusak, takut karirnya terganggu, dan lain-lain membuat wanita malas punya anak. Karena pemahamannya masih berputar-putar dengan logika kehidupan di dunia saja, belum sampai untuk pemahaman mencari ketenangan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.
Kehidupan di dunia memang sungguh-sungguh menyesatkan. Yang dipikirkan selalu saja ingin menyenangkan diri sendiri, misalnya, duh pengen makan apa ya yang enak hari ini. Kalo makanannya tidak cocok, tidak panas, jadi males makan di rumah, mending jajan di luar. Gak peduli istri atau ibu sudah bersusah payah menyiapkan makanan.
Menjadi laki-laki shaleh atau wanita shalehah memang tidak mudah (aku sendiri masih belajar). Karena mereka adalah tipe orang yang mengorbankan diri sendiri demi orang lain. Bukan berarti mereka tidak bahagia, karena kebahagiaannya adalah karena pengorbanannya itu. Dengan meninggalkan karir, hidup lebih sederhana, konsentrasi merawat anak, dan setelah anaknya besar jadi anak pintar, menurut pada orang tua, apa itu bukan kebanggaan dan kebahagiaan yang luar biasa? Bagi pasangan yang tidak punya anak, masih banyak jalan menuju ke surga. Misalnya dengan mengabdikan diri dalam hal agama, merawat orang tua, dan lain-lain.
Sikap ego, mementingkan diri sendiri akan menjauhkan manusia untuk menuju ke surga. Pengguna narkoba adalah orang yang ingin mencari kenikmatan, tidak mempedulikan lingkungan. Katanya sih membuat badan rileks, tenang, nyaman, dan lupa kepenatan hiruk pikuk dunia. Aku kenal seorang mantan pecandu, dia mencoba bunuh diri karena tidak bisa tidur selama tiga hari karena kecanduannya. Setelah itu selama dua tahun dia membersihkan dirinya dengan rajin shalat dan berdzikir. Tahun ketiga dia bosan shalat sekarang dia tidak punya apa-apa yang dibanggakan. Rejeki seret, depresi, ditinggal istri, dan masih belum tau caranya keluar dari lingkaran setan itu. Salah seorang temanku yang bijak berkata bahwa di dunia ada neraka juga. Neraka itu berlaku bagi orang yang meninggalkan shalat, egois mementingkan diri sendiri, suka mencari kenikmatan sesaat karena menganggap kehidupan dunia terlalu berat untuk dijalani.
Uneg-uneg yang panjang ya... Semoga saja kita bisa menjadi orang yang berbahagia karena mengorbankan diri pada Allah, pada orang yang kita cintai, pada sesama, pada makhluk hidup, dan terus bertahan hidup lurus di jalan Allah...
Jumat, 02 September 2011
Umur manusia siapa yang tau
Kabar terpanas hari ini adalah istri Saipul Jamil meninggal. Masih pengantin baru, baru menikah Maret 2011 yang lalu. Masih muda, cantik, dan sedang bahagia-bahagianya. Aku jadi ingat salah seorang sahabatku yang baru saja jalan-jalan ke Singapura, mampir Batam tiba-tiba anak sulungnya tersedak kerang, umur 10 tahunan (seingatku) meninggal mendadak.
Barangkali aku juga bisa jadi meninggal besok, siapa tau. Karena umurku sudah ditulis saat umurku 40 hari di kandungan. Jadi aku cuman bisa bilang semoga diberi kesempatan hidup sampai Ramadhan tahun depan, karena bulan Ramadhan adalah bulan pelebur dosa. Aku harap saat aku meninggal, aku banyak bertaubat, banyak menyesali kesalahanku. Aku juga berharap sedang dalam menyerahkan jiwaku pada Allah, sedang tidak tergoda oleh hal duniawi.
Aku jadi ingat saran Quraish Shihab saat ada yang menanyakan bagaimana agar khusnul khotimah. Dan beliau menyarankan agar kita sering berada di masjid, atau membaca Al Qur'an, karena manusia akan meninggal di tempat dia sering berada. Tidak hanya tubuhnya, tapi juga hatinya berada dimana. Dengan ilmuku yang penuh keterbatasan, hatiku yang kadang penuh keraguan, kemarahan, kecemasan, kesedihan, semoga Allah memberiku kesempatan untuk akhir yang baik.
Aku memang banyak mengalami hal-hal menyakitkan, dijauhi orang, dianggap menyebalkan, dihina, tidak dihargai, dilecehkan, diteror, dimusuhi, diambil anak-anakku, dibohongi, dan banyak lagi biarlah, toh mereka yang menyakiti hatiku sudah mendapat imbalan mendapatkan dosa-dosaku. Dosa-dosaku banyak berkurang karena mereka-mereka ini. Aku juga banyak mendapatkan pencerahan hidup dari kejadian-kejadian ini. Pencerahan yang membuatku sadar makna hidup, bahwa ternyata hidayah lebih berarti daripada dunia dan seisinya.
Semoga kita semua mendapat kesempatan untuk meninggal dunia khusnul khotimah. Dengan selalu mensucikan hati, takut pada Allah, menyayangi sesama, mampu memaafkan orang lain, sabar, menekan ego dan kemarahan, menahan hawa nafsu, suka membantu orang lain, dan semua kebaikan yang ada dalam perintah ajaran Islam...
Barangkali aku juga bisa jadi meninggal besok, siapa tau. Karena umurku sudah ditulis saat umurku 40 hari di kandungan. Jadi aku cuman bisa bilang semoga diberi kesempatan hidup sampai Ramadhan tahun depan, karena bulan Ramadhan adalah bulan pelebur dosa. Aku harap saat aku meninggal, aku banyak bertaubat, banyak menyesali kesalahanku. Aku juga berharap sedang dalam menyerahkan jiwaku pada Allah, sedang tidak tergoda oleh hal duniawi.
Aku jadi ingat saran Quraish Shihab saat ada yang menanyakan bagaimana agar khusnul khotimah. Dan beliau menyarankan agar kita sering berada di masjid, atau membaca Al Qur'an, karena manusia akan meninggal di tempat dia sering berada. Tidak hanya tubuhnya, tapi juga hatinya berada dimana. Dengan ilmuku yang penuh keterbatasan, hatiku yang kadang penuh keraguan, kemarahan, kecemasan, kesedihan, semoga Allah memberiku kesempatan untuk akhir yang baik.
Aku memang banyak mengalami hal-hal menyakitkan, dijauhi orang, dianggap menyebalkan, dihina, tidak dihargai, dilecehkan, diteror, dimusuhi, diambil anak-anakku, dibohongi, dan banyak lagi biarlah, toh mereka yang menyakiti hatiku sudah mendapat imbalan mendapatkan dosa-dosaku. Dosa-dosaku banyak berkurang karena mereka-mereka ini. Aku juga banyak mendapatkan pencerahan hidup dari kejadian-kejadian ini. Pencerahan yang membuatku sadar makna hidup, bahwa ternyata hidayah lebih berarti daripada dunia dan seisinya.
Semoga kita semua mendapat kesempatan untuk meninggal dunia khusnul khotimah. Dengan selalu mensucikan hati, takut pada Allah, menyayangi sesama, mampu memaafkan orang lain, sabar, menekan ego dan kemarahan, menahan hawa nafsu, suka membantu orang lain, dan semua kebaikan yang ada dalam perintah ajaran Islam...
Kamis, 01 September 2011
Menjadi orang baik atau muslim yang baik
Semua orang tau bahwa kita seharusnya jadi orang baik. Istilah orang baik itu kayak di film jadul Catatan di Boy, baik hati, ramah dan tidak sombong. Kadang ditambah dengan istilah rajin menabung. Tapi istilah itu hanya guyonan belaka, ramah pada siapa, yang ditabung apa, tujuannya untuk apa.
Selama ini banyak orang yang menabung lalu uangnya dihabiskan untuk lebaran, karena itu saatnya berpesta. Makan enak, baju baru, ngumpul dengan keluarga. Semacet apapun jalanan tetap dijalani. Fenomena lain, banyak barang disekolahkan. karena rumah ditinggal, sekalian aja TV, motor, dan entah apalagi masuk Pegadaian. Rasanya menyenangkan ya jadi orang baik, ramah dan tidak sombong, banyak membagikan uang ke yang lain saat lebaran.
Menurut Islam, silaturahmi memang perintah dari Allah. Allah mengawasi hubungan antar manusia, hanya saja Islam tidak mengajarkan yang berlebih-lebihan. Baju bagus oke, tapi apa harus baru? Apa mesti kalap beli baju baru satu lusin? Lebaran tahun ini aku memutuskan tidak membeli baju baru, hanya ingin tahu rasanya, baik-baik saja tuh. Masih bisa bersalam-salaman, tanpa ada yang komentar "ini baju lama ya". Padahal kalo aku mau aku punya uang cukup untuk beli beberapa baju baru. Tapi ini bukan prinsip, barangkali tahun depan aku beli baju baru untuk lebaran, tapi kan gak usah beli banyak-banyak, secukupnya sesuai keperluan, kalo ada uangnya.
Muslim yang baik lebih dari sekedar orang baik. Karena perbuatannya ditujukan pada Allah, atau ikhlas. Ikhlas tidak hanya sekedar rela berbuat baik, tapi juga ditujukan pada Allah, sederhana saja yaitu saat melakukan perbuatan baik dengan mengucapakan basmalah atau "Bismillah". Perbuatan baik yang ikhlas akan mendapat banyak pahala, bahkan membuka pintu rejeki, jadi enteng rejekinya. Berbagi uang pada orang yang membutuhkan dengan ikhlas, akan dibalas oleh Allah, hati tenteram, dan bila membutuhkan sesuatu akan ada yang membantu. Ikhlas sendiri jadi masalah, ada orang bisa mengatakan, hatiku belum nyampe, aku belum bisa ikhlas. Ikhlas itu usaha terus menerus, tidak hanya satu kali. Jadi jangan suka protes pada Allah, aku sudah bantu orang kenapa belum diberi ketenangan batin. Aku sendiri baru memahami kata ikhlas, dan masih berusaha untuk selalu menjaga keikhlasan setelah berumur 40 tahun. Aku berharap yang lain bisa memahami kata ikhlas pada umur jauh lebih muda dariku.
Muslim yang baik juga sangat mempercayai hari akhir, bahwa manusia akan mendapat imbalan setimpal di akhirat sesuai perbuatannya di dunia ini. Siapa yang menyakiti hati orang lain, maka saat di akhirat akan disiksa di neraka. Tapi Allah Maha Pengampun, bila mau bertaubat, maka dosa itu dihapuskan. Tidak hanya sekedar istighfar, tapi juga intropeksi, menyesal, tidak mengulangi, memperbaiki ibadah, meminta maaf pada orang lain dan mau memaafkan kesalahan orang lain seberat apapun.
Muslim yang baik akan berusaha mengikuti ajaran Islam yang benar, walau sulit, hanya sulit di awal saja, lama-lama juga terbiasa. Pake kerudung misalnya awalnya gak nyaman, rambut rontok, serba salah, baju cantik gak bisa make, kalung emas gak kelihatan, rambut indah tergerai juga tidak bisa dipamerkan lagi. Datang ke pengajian juga gak nyaman, ngantuk, gak ngerti maksudnya apa, banyak kehilangan teman gaul, pokoknya rasanya gak enak banget. Nanti pembenaran yang muncul adalah "emangnya aku gak boleh pamer pahaku yang mulus, rambutku yang indah, dan gak boleh bersenang-senang, belajar agama itu bikin sumpek, lagian pake kerudung itu sama sekali gak praktis".
Ada hal yang dimiliki oleh muslim yang baik yang tidak dimiliki orang baik, yaitu ketenangan. Muslim yang baik memang tidak banyak ketawa ngakak, tapi hatinya tenang. Mendekatkan diri dengan Allah akan membuatnya percaya, bahwa semua masalah akan bisa dipecahkan, bisa keluar dari lingkaran setan. Dan itu janji Allah, karena orang beriman dan ikhlas sulit diganggu oleh setan.
Semoga kita semua tidak hanya jadi sekedar orang baik, tapi juga muslim yang baik. Muslim yang baik percaya akan adanya hari akhir, dimana semua perbuatan baik yang ikhlas berhak mendapat kenikmatan di surga, sedangkan bagi yang melakukan perbuatan jahat dan belum bertaubat akan mendapat siksa di neraka. Rahmat Allah akan membuat orang yang punya keimanan sekecil apapun bisa dinaikkan ke surga, hanya mesti menunggu jutaan tahun di neraka...
Selama ini banyak orang yang menabung lalu uangnya dihabiskan untuk lebaran, karena itu saatnya berpesta. Makan enak, baju baru, ngumpul dengan keluarga. Semacet apapun jalanan tetap dijalani. Fenomena lain, banyak barang disekolahkan. karena rumah ditinggal, sekalian aja TV, motor, dan entah apalagi masuk Pegadaian. Rasanya menyenangkan ya jadi orang baik, ramah dan tidak sombong, banyak membagikan uang ke yang lain saat lebaran.
Menurut Islam, silaturahmi memang perintah dari Allah. Allah mengawasi hubungan antar manusia, hanya saja Islam tidak mengajarkan yang berlebih-lebihan. Baju bagus oke, tapi apa harus baru? Apa mesti kalap beli baju baru satu lusin? Lebaran tahun ini aku memutuskan tidak membeli baju baru, hanya ingin tahu rasanya, baik-baik saja tuh. Masih bisa bersalam-salaman, tanpa ada yang komentar "ini baju lama ya". Padahal kalo aku mau aku punya uang cukup untuk beli beberapa baju baru. Tapi ini bukan prinsip, barangkali tahun depan aku beli baju baru untuk lebaran, tapi kan gak usah beli banyak-banyak, secukupnya sesuai keperluan, kalo ada uangnya.
Muslim yang baik lebih dari sekedar orang baik. Karena perbuatannya ditujukan pada Allah, atau ikhlas. Ikhlas tidak hanya sekedar rela berbuat baik, tapi juga ditujukan pada Allah, sederhana saja yaitu saat melakukan perbuatan baik dengan mengucapakan basmalah atau "Bismillah". Perbuatan baik yang ikhlas akan mendapat banyak pahala, bahkan membuka pintu rejeki, jadi enteng rejekinya. Berbagi uang pada orang yang membutuhkan dengan ikhlas, akan dibalas oleh Allah, hati tenteram, dan bila membutuhkan sesuatu akan ada yang membantu. Ikhlas sendiri jadi masalah, ada orang bisa mengatakan, hatiku belum nyampe, aku belum bisa ikhlas. Ikhlas itu usaha terus menerus, tidak hanya satu kali. Jadi jangan suka protes pada Allah, aku sudah bantu orang kenapa belum diberi ketenangan batin. Aku sendiri baru memahami kata ikhlas, dan masih berusaha untuk selalu menjaga keikhlasan setelah berumur 40 tahun. Aku berharap yang lain bisa memahami kata ikhlas pada umur jauh lebih muda dariku.
Muslim yang baik juga sangat mempercayai hari akhir, bahwa manusia akan mendapat imbalan setimpal di akhirat sesuai perbuatannya di dunia ini. Siapa yang menyakiti hati orang lain, maka saat di akhirat akan disiksa di neraka. Tapi Allah Maha Pengampun, bila mau bertaubat, maka dosa itu dihapuskan. Tidak hanya sekedar istighfar, tapi juga intropeksi, menyesal, tidak mengulangi, memperbaiki ibadah, meminta maaf pada orang lain dan mau memaafkan kesalahan orang lain seberat apapun.
Muslim yang baik akan berusaha mengikuti ajaran Islam yang benar, walau sulit, hanya sulit di awal saja, lama-lama juga terbiasa. Pake kerudung misalnya awalnya gak nyaman, rambut rontok, serba salah, baju cantik gak bisa make, kalung emas gak kelihatan, rambut indah tergerai juga tidak bisa dipamerkan lagi. Datang ke pengajian juga gak nyaman, ngantuk, gak ngerti maksudnya apa, banyak kehilangan teman gaul, pokoknya rasanya gak enak banget. Nanti pembenaran yang muncul adalah "emangnya aku gak boleh pamer pahaku yang mulus, rambutku yang indah, dan gak boleh bersenang-senang, belajar agama itu bikin sumpek, lagian pake kerudung itu sama sekali gak praktis".
Ada hal yang dimiliki oleh muslim yang baik yang tidak dimiliki orang baik, yaitu ketenangan. Muslim yang baik memang tidak banyak ketawa ngakak, tapi hatinya tenang. Mendekatkan diri dengan Allah akan membuatnya percaya, bahwa semua masalah akan bisa dipecahkan, bisa keluar dari lingkaran setan. Dan itu janji Allah, karena orang beriman dan ikhlas sulit diganggu oleh setan.
Semoga kita semua tidak hanya jadi sekedar orang baik, tapi juga muslim yang baik. Muslim yang baik percaya akan adanya hari akhir, dimana semua perbuatan baik yang ikhlas berhak mendapat kenikmatan di surga, sedangkan bagi yang melakukan perbuatan jahat dan belum bertaubat akan mendapat siksa di neraka. Rahmat Allah akan membuat orang yang punya keimanan sekecil apapun bisa dinaikkan ke surga, hanya mesti menunggu jutaan tahun di neraka...
Langganan:
Komentar (Atom)