Sebelum lebaran ini aku dikontak seorang teman kakak kelas waktu aku masih sekolah dulu. Dia masih menyimpan fotoku waktu aku konser piano awal tahun 80an. Hanya berani memandangku dari jauh karena dengkulnya rontok, gak sanggup digerakkan. Katanya sih gitu. Beberapa tahun lalu dia berpisah dengan istrinya karena keributan yang sulit dijelaskan.
Aku juga pernah merasakan begitu saat SMA, di lapangan sofbol Cemara Tiga Senayan hanya berani memandang seorang catcher DKI di kejauhan. Aku datangi messnya ajak kenalan, dan dia sempat aku ajak makan malam. Hubungan dilanjut surat-suratan dan dia janji mau mampir Jogja suatu saat, ternyata berubah jadi kabar saat dia dapat pekerjaan di suatu perusahaan minyak, memutuskan menikah dengan seorang wanita asli Kalimantan. Aku sempat ketemu dengannya lagi akhir tahun 2010 dan perasaanku dengannya sama sekali sudah berubah. Hanya basa-basi, menanyakan kabar lalu tenggelam dalam kesibukan masing-masing.
Cinta itu bisa menyesatkan, banyak orang yang menikah karena atas nama cinta, dibela-belain kabur dari keluarganya. Ada yang karena cinta pada seseorang sampai berubah agama. Barangkali masih mengaku Islam dengan suami atau istri non Islam. Masih puasa, shalat, zakat, tapi apa yang menikah dengan non muslim menjalankan ajaran Islam dengan penuh ketaatan atau hanya sekedar Islam tercantum di KTP?
Cinta itu bisa menipu. Sebetulnya jatuh cinta itu hanya semacam getaran karena faktor hormonal. Bagi manusia beriman, yang berusaha membersihkan hati dari perbuatan munkar dan menjalankan ajaran Islam dengan taat, akan berusaha mengontrol diri dari keinginan PIKTOR istilahnya ustad Abu Sangkan alias PIKIRAN KOTOR.
Yang punya banyak uang, terobsesi dengan kesenangan dunia, tidak peduli dengan aturan agama barangkali akan membeli wanita yang cantik bertubuh seksi untuk memuaskan syahwat. Bila istrinya sudah tidak menggetarkan hatinya lagi, sehingga matanya ditujukan pada perempuan yang lebih muda, lebih cantik, menggemaskan. Ngakunya sih masih cinta dengan istrinya, tapi nyatanya matanya lebih suka memandang yang lain.
Kalo membaca Al Quran, disebutkan bahwa bidadari surga jauh lebih cantik daripada wanita manapun di dunia ini. Tapi wanita bumi yang banyak ibadah saat di dunia, akan lebih cantik dibandingkan bidadari surga. Getaran itu akan ada terus selama di surga didukung fisik yang memadai. Tidak seperti di bumi, ada kalanya sampai ada istilah nafsu besar tenaga kurang.
Wanita dan laki-laki yang dipersatukan oleh Allah, yang berusaha menjaga ketaatan pada ajaran Islam, membersihkan hati, Insya Allah hubungannya akan lebih langgeng. Saling menentramkan, mendoakan, bicara dengan penuh kasih sayang, dan berusaha menjaga perasaan masing-masing. Masalah fisik jadi bukan faktor utama lagi, saat wanita menua, toh laki-laki juga menua.
Semoga kita semua bisa menjalin hubungan dengan lawan jenis karena dipersatukan Allah. Selalu diberi rahmat oleh Allah sehingga getaran itu selalu ada. Bila sempet tergoda hati dengan orang lain, bisa diluruskan lagi...
(Nulis ini sambil deg-degan...)
Selasa, 30 Agustus 2011
Senin, 29 Agustus 2011
Maaf artinya menghapus tanpa bekas
Menurut Quraish Shihab, di Al Quran kata maaf berarti menghapus tanpa bekas. Bukan seperti bahasa Inggris kata sorry yang artinya menyesal, lebih tepat kalimat apologize yang artinya permintaan maaf atau forgive yang artinya maafkan. Bila sudah memaafkan, berarti kejadian lama sudah tidak ada lagi. Bukan hanya ditutup, tapi sudah menghilang. Seperti iklan obat sakit kepala jadul "sudah lupa tuh". Setelah hilang kesalahan yang lalu, maka membuka lembaran baru, untuk memperbaiki diri bersikap yang lebih baik.
Orang yang sulit memaafkan biasanya karena ego saja, tidak mau disalahkan. Bila aku memutuskan tidak menghadiri acara di suatu komunitas karena selama ini mereka menyampaikan pesan ke aku bahwa "kalo ada Ami suasananya jadi gak enak". Jadi aku memilih mengundurkan diri agar sampai suatu saat mereka benar-benar mau membuka hati untuk bisa memaafkan dengan tulus bukan basa-basi. Menurutku kalo tidak mau berteman Facebook denganku sudah menunjukkan tanda bahwa tulisanku telah membuat mereka tidak nyaman, apalagi kehadiranku.
Maaf dengan sebenar-benarnya menghapus tanpa bekas dan membuka lembaran baru adalah perintah Allah untuk umat Islam, termuat di Al Quran. Semoga kita bisa lebih mudah minta maaf dan memaafkan. Menghapus kesalahan tanpa ada luka lagi, membuka lembaran baru dengan bersikap lebih baik. Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini diterima Allah, mohon maaf lahir dan batin...
Orang yang sulit memaafkan biasanya karena ego saja, tidak mau disalahkan. Bila aku memutuskan tidak menghadiri acara di suatu komunitas karena selama ini mereka menyampaikan pesan ke aku bahwa "kalo ada Ami suasananya jadi gak enak". Jadi aku memilih mengundurkan diri agar sampai suatu saat mereka benar-benar mau membuka hati untuk bisa memaafkan dengan tulus bukan basa-basi. Menurutku kalo tidak mau berteman Facebook denganku sudah menunjukkan tanda bahwa tulisanku telah membuat mereka tidak nyaman, apalagi kehadiranku.
Maaf dengan sebenar-benarnya menghapus tanpa bekas dan membuka lembaran baru adalah perintah Allah untuk umat Islam, termuat di Al Quran. Semoga kita bisa lebih mudah minta maaf dan memaafkan. Menghapus kesalahan tanpa ada luka lagi, membuka lembaran baru dengan bersikap lebih baik. Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini diterima Allah, mohon maaf lahir dan batin...
Minggu, 28 Agustus 2011
Tujuh tingkat neraka beserta penghuninya
Tujuh tingkat neraka
Tingkat paling bawah adalah neraka tempat menyiksa orang munafik. Tempat orang-orang yang tidak mempunyai iman sedikitpun dalam hatinya, dan menentang segala bentuk keimanan pada Tuhan.
Tingkat kedua dari bawah adalah tempat untuk menyiksa kaum musyrikin. Tempat orang yang menyembah berhala atau meminta bantuan pada selain Allah dan belum bartaubat.
Tingkat ketiga dari bawah adalah tempat untuk menyiksa kaum Majusi (penyembah api). Di sini juga akan disiksa iblis laknatullah bersama pengikutnya.
Tingkat keempat dari bawah adalah untuk menyiksa kaum Shabi'in (beragama di luar umat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, Musa 'alaihi sallam, dan Isa 'alaihi sallam.
Tingkat kelima dari bawah adalah tempat untuk menyiksa kaum Nasrani.
Tingkat keenam dari bawah adalah tempat untuk menyiksa kaum Yahudi.
Tingkat paling atas adalah tempat untuk menyiksa umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Bagi umat Islam yang melakukan dosa kecil dan dosa besar tapi belum bertaubat hingga saat kematiannya.
Macam-macam neraka (tidak berurutan)
Neraka Hawiyah
Merupakan tingkat neraka yang paling dalam dan paling dasar serta paling pedih siksanya, menjadi tempat bagi orang-orang munafik.
"Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. " (QS. Al Qaari'ah : 8 - 11)
"Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka." (QS. An Nisaa :145)
Neraka Jahim
Penghuninya adalah orang kafir, yang mendustakan ayat Al Qur'an, serta penyembah berhala.
"Dan orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka (Jahim)."
(QS. Al Maidah : 86)
"dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat", dan dikatakan kepada mereka: "Dimanakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah(nya)
selain dari Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?"." (QS. Asy-Syu'ara : 91 - 93)
Neraka Saqar
Penghuni di neraka ini adalah orang yang tidak shalat, tidak memberi makan orang miskin, membicarakan yang bukan-bukan, serta mendustakan hari akhir.
"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian". (QS. Al Muddastir : 40 - 47)
Neraka Ladza
Penghuninya adalah orang yang kikir dan berpaling dari perintah agama.
"Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak, yang mengelupas kulit kepala, yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama), serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya." (QS. Al Ma'aarij : 15 - 18)
Neraka Huthamah
Penghuninya adalah orang yang sibuk mengumpulkan uang sehingga lalai mengerjakan perintah agama.
"Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah." (QS. Al Humazah : 1- 4)
Neraka Sair
Penghuninya adalah orang kafir yang memakan harta anak yatim
"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka Sair)." (QS. An Nisaa : 10)
"Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka Sair)"(QS. Al Ahzab : 64)
"Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka (Sair) yang bernyala-nyala." (QS. Al Fath : 13)
Neraka Jahannam
Neraka jahannam mempunyai pintu yang terletak paling atas. Neraka jahannam merupakan sebutan dari semua siksa api neraka.
Cerita Jibril kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam
Neraka itu mempunyai 7 pintu dan masing-masing pintu dibagi 2 untuk laki-laki dan perempuan.
Pintu itu selalu terbuka dan pintu yang satu berada dibawah pintu yang lain. Jarak pintu yang satu dengan pintu yang lain sejauh perjalan 70 tahun. Pintu yang dibawahnya lebih panas 70 x lipat dari pintu yg diatasnya. Musuh-musuh Allah diseret kesana dan jika mereka sampai di pintu itu malaikat Zabaniyah menyambut mereka dengan membawa rantai dan belenggu.
Rantai itu dimasukkan ke dalam mulutnya dan keluar dari duburnya, sedangkan tangan kirinya dibelenggu dengan lehernya, dan tangan kanannya dimasukkan ke dalam dada hingga tembus ke bahu.
Setiap orang yang durhaka itu dirantai bersama setan dalam belenggu yang sama, lantas diseret wajahnya tersungkur dan dipukul oleh malaikat dengan palu. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalam neraka."
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Api kamu ini hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian api di neraka jahanam." Para sahabat mengatakan, "Yang ini pun sudah cukup berat panasnya." Nabi berkata lagi, "Bahkan api neraka itu melebihi sebanyak enam puluh sembilan kali lipat panasnya api dunia." "Api neraka jahanam telah dinyalakan seribu tahun hingga menjadi merah. Kemudian dibakar lagi selama seribu tahun hingga menjadi putih. Kemudian dibakar lagi selama seribu tahun hingga menjadi legam, seperti malam yang gelap gulita. Jahannam memiliki 7 buah pintu dan pada setiap pintu itu terdapat 70.000 gunung, pada setiap gunung itu pula terdapat 70.000 lereng api dan pada setiap lereng itu terdapat 70.000 belahan tanah yang terdiri dari api, pada setiap belahannya pula terdapat 70.000 lembah dari api. Disetiap lembah itu terdapat 70.000 gudang dari api, dan pada setiap gudang itu pula terdapat 70.000 kamar dari api, pada setiap kamar itu pula terdapat 70.000 ular dan kala, dan setiap kala itu mempunyai 70.000 ekor dan setiap ekor pula memiliki 70.000 ruas. Pada setiap ruas kala tersebut mempunyai 70.000 qullah bisa."
Tingkat paling bawah adalah neraka tempat menyiksa orang munafik. Tempat orang-orang yang tidak mempunyai iman sedikitpun dalam hatinya, dan menentang segala bentuk keimanan pada Tuhan.
Tingkat kedua dari bawah adalah tempat untuk menyiksa kaum musyrikin. Tempat orang yang menyembah berhala atau meminta bantuan pada selain Allah dan belum bartaubat.
Tingkat ketiga dari bawah adalah tempat untuk menyiksa kaum Majusi (penyembah api). Di sini juga akan disiksa iblis laknatullah bersama pengikutnya.
Tingkat keempat dari bawah adalah untuk menyiksa kaum Shabi'in (beragama di luar umat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, Musa 'alaihi sallam, dan Isa 'alaihi sallam.
Tingkat kelima dari bawah adalah tempat untuk menyiksa kaum Nasrani.
Tingkat keenam dari bawah adalah tempat untuk menyiksa kaum Yahudi.
Tingkat paling atas adalah tempat untuk menyiksa umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Bagi umat Islam yang melakukan dosa kecil dan dosa besar tapi belum bertaubat hingga saat kematiannya.
Macam-macam neraka (tidak berurutan)
Neraka Hawiyah
Merupakan tingkat neraka yang paling dalam dan paling dasar serta paling pedih siksanya, menjadi tempat bagi orang-orang munafik.
"Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. " (QS. Al Qaari'ah : 8 - 11)
"Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka." (QS. An Nisaa :145)
Neraka Jahim
Penghuninya adalah orang kafir, yang mendustakan ayat Al Qur'an, serta penyembah berhala.
"Dan orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka (Jahim)."
(QS. Al Maidah : 86)
"dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat", dan dikatakan kepada mereka: "Dimanakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah(nya)
selain dari Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?"." (QS. Asy-Syu'ara : 91 - 93)
Neraka Saqar
Penghuni di neraka ini adalah orang yang tidak shalat, tidak memberi makan orang miskin, membicarakan yang bukan-bukan, serta mendustakan hari akhir.
"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian". (QS. Al Muddastir : 40 - 47)
Neraka Ladza
Penghuninya adalah orang yang kikir dan berpaling dari perintah agama.
"Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak, yang mengelupas kulit kepala, yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama), serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya." (QS. Al Ma'aarij : 15 - 18)
Neraka Huthamah
Penghuninya adalah orang yang sibuk mengumpulkan uang sehingga lalai mengerjakan perintah agama.
"Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah." (QS. Al Humazah : 1- 4)
Neraka Sair
Penghuninya adalah orang kafir yang memakan harta anak yatim
"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka Sair)." (QS. An Nisaa : 10)
"Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka Sair)"(QS. Al Ahzab : 64)
"Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka (Sair) yang bernyala-nyala." (QS. Al Fath : 13)
Neraka Jahannam
Neraka jahannam mempunyai pintu yang terletak paling atas. Neraka jahannam merupakan sebutan dari semua siksa api neraka.
Cerita Jibril kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam
Neraka itu mempunyai 7 pintu dan masing-masing pintu dibagi 2 untuk laki-laki dan perempuan.
Pintu itu selalu terbuka dan pintu yang satu berada dibawah pintu yang lain. Jarak pintu yang satu dengan pintu yang lain sejauh perjalan 70 tahun. Pintu yang dibawahnya lebih panas 70 x lipat dari pintu yg diatasnya. Musuh-musuh Allah diseret kesana dan jika mereka sampai di pintu itu malaikat Zabaniyah menyambut mereka dengan membawa rantai dan belenggu.
Rantai itu dimasukkan ke dalam mulutnya dan keluar dari duburnya, sedangkan tangan kirinya dibelenggu dengan lehernya, dan tangan kanannya dimasukkan ke dalam dada hingga tembus ke bahu.
Setiap orang yang durhaka itu dirantai bersama setan dalam belenggu yang sama, lantas diseret wajahnya tersungkur dan dipukul oleh malaikat dengan palu. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalam neraka."
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Api kamu ini hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian api di neraka jahanam." Para sahabat mengatakan, "Yang ini pun sudah cukup berat panasnya." Nabi berkata lagi, "Bahkan api neraka itu melebihi sebanyak enam puluh sembilan kali lipat panasnya api dunia." "Api neraka jahanam telah dinyalakan seribu tahun hingga menjadi merah. Kemudian dibakar lagi selama seribu tahun hingga menjadi putih. Kemudian dibakar lagi selama seribu tahun hingga menjadi legam, seperti malam yang gelap gulita. Jahannam memiliki 7 buah pintu dan pada setiap pintu itu terdapat 70.000 gunung, pada setiap gunung itu pula terdapat 70.000 lereng api dan pada setiap lereng itu terdapat 70.000 belahan tanah yang terdiri dari api, pada setiap belahannya pula terdapat 70.000 lembah dari api. Disetiap lembah itu terdapat 70.000 gudang dari api, dan pada setiap gudang itu pula terdapat 70.000 kamar dari api, pada setiap kamar itu pula terdapat 70.000 ular dan kala, dan setiap kala itu mempunyai 70.000 ekor dan setiap ekor pula memiliki 70.000 ruas. Pada setiap ruas kala tersebut mempunyai 70.000 qullah bisa."
Hidup itu ujian untuk menuju akhirat
(Speedy lagi ngadat dua hari ini, jadi nulisnya pake hape, mohon maaf gak bisa mengutip ayat al Quran secara lengkap)
Pemahaman bahwa hidup adalah ujian untuk ke akhirat sulit diterima oleh banyak orang. Karena membayangkan ujian tentunya seperti sekolah, mengurung diri untuk belajar, tidak kemana-mana, lalu nanti ada ujian dengan pengawas. Pokoknya ujian adalah sesuatu yang menguras mental, tenaga, mendebarkan dan tidak menyenangkan.
Tahun lalu waktu aku masih aktif di facebook, sukanya nulis di NOTES, ngebahas ini ada komentar antara lain "mosok ujian terus, emang gak ada istirahat", ada lagi komentar "di al Qashash ayat 77 firman Allah kejarlah akhirat tapi jangan lupakan dunia". Ada lagi blogger yang nulis tentang kisah temennya yang anaknya autis dengan kalimat "anak autis bukan ujian, itu tetap anugerah". Temen lain lagi ngetweet, dunia 50 persen akhirat 50 persen kayaknya masih kurang dirubah jadi 80 persen akhirat 20 persen dunia.
Sebegitu menakutkannya istilah ujian sampe banyak orang bersikap "ntar ah mikirin ujian hidup, mau bersenang-senang dulu". Bahkan yang suka mengutip al Qur'an pun membuat pembenaran dari ayat al Qashash ayat 77 ini.
Alkisah ada orang yang sakit parah tidak sembuh-sembuh. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam menengok terus menanyakan kabarnya. Orang sakit ini mengatakan bahwa dia minta azab di dunia agar saat di akhirat bisa masuk surga. Terus dijelaskan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, doanya keliru, seharusnya minta kebaikan dunia dan akhirat.
Kebaikan di dunia adalah antara lain supaya sehat, rejeki yang cukup dan memuaskan (apa yang diharapkan tercukupi), dan segala hal dimudahkan Allah. Dalam segala hal dalam kehidupan selalu ditujukan untuk akhirat, bahkan laki-laki yang mencium istrinya dengan penuh kasih sayang itu juga ibadah, dosa-dosanya berguguran. Yang gak punya suami... Hmmmm (jadi sensi)... Iri juga sih ngeliat ada laki-laki begitu sayang pada istrinya. Seumur hidup aku belum pernah disayang suami secara tulus. Ada yang ngaku sayang sama aku tapi caranya keliru. Tapi itulah hidup, kejadian yang membuatku sedih membuat aku tambah giat belajar tentang Islam.
Back to topic, dari bangun tidur, sampai tidur lagi semua ditujukan untuk akhirat. Ujian tidak selalu menyeramkan, saat menyenangkan kayak jatuh cinta atau dapat rejeki juga ujian, ujian untuk bersyukur. Bahkan ada ayat al Quran menyatakan tidak usah berpikir terlalu serius tentang dunia, dunia itu hanya senda gurau saja (QS. Al Ankabut : 64), di akhiratlah kehidupan yang hakiki. Jadi kalo patah hati gak usah terlalu sedih, jatuh cinta lagi gak usah selalu senang. Tanggapi semua kehidupan adalah proses pendewasaan untuk lebih bijak. Selalu tenang, seperti air bergolaknya tidak berlebihan, cepat mudah untuk tenang lagi. Selalu mensyukuri ni'mat Allah, menghadapi orang lain dengan berseri-seri karena itu juga ibadah.
Semoga kita semua mendapat kebaikan dunia dan akhirat. Amin...
Pemahaman bahwa hidup adalah ujian untuk ke akhirat sulit diterima oleh banyak orang. Karena membayangkan ujian tentunya seperti sekolah, mengurung diri untuk belajar, tidak kemana-mana, lalu nanti ada ujian dengan pengawas. Pokoknya ujian adalah sesuatu yang menguras mental, tenaga, mendebarkan dan tidak menyenangkan.
Tahun lalu waktu aku masih aktif di facebook, sukanya nulis di NOTES, ngebahas ini ada komentar antara lain "mosok ujian terus, emang gak ada istirahat", ada lagi komentar "di al Qashash ayat 77 firman Allah kejarlah akhirat tapi jangan lupakan dunia". Ada lagi blogger yang nulis tentang kisah temennya yang anaknya autis dengan kalimat "anak autis bukan ujian, itu tetap anugerah". Temen lain lagi ngetweet, dunia 50 persen akhirat 50 persen kayaknya masih kurang dirubah jadi 80 persen akhirat 20 persen dunia.
Sebegitu menakutkannya istilah ujian sampe banyak orang bersikap "ntar ah mikirin ujian hidup, mau bersenang-senang dulu". Bahkan yang suka mengutip al Qur'an pun membuat pembenaran dari ayat al Qashash ayat 77 ini.
Alkisah ada orang yang sakit parah tidak sembuh-sembuh. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam menengok terus menanyakan kabarnya. Orang sakit ini mengatakan bahwa dia minta azab di dunia agar saat di akhirat bisa masuk surga. Terus dijelaskan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, doanya keliru, seharusnya minta kebaikan dunia dan akhirat.
Kebaikan di dunia adalah antara lain supaya sehat, rejeki yang cukup dan memuaskan (apa yang diharapkan tercukupi), dan segala hal dimudahkan Allah. Dalam segala hal dalam kehidupan selalu ditujukan untuk akhirat, bahkan laki-laki yang mencium istrinya dengan penuh kasih sayang itu juga ibadah, dosa-dosanya berguguran. Yang gak punya suami... Hmmmm (jadi sensi)... Iri juga sih ngeliat ada laki-laki begitu sayang pada istrinya. Seumur hidup aku belum pernah disayang suami secara tulus. Ada yang ngaku sayang sama aku tapi caranya keliru. Tapi itulah hidup, kejadian yang membuatku sedih membuat aku tambah giat belajar tentang Islam.
Back to topic, dari bangun tidur, sampai tidur lagi semua ditujukan untuk akhirat. Ujian tidak selalu menyeramkan, saat menyenangkan kayak jatuh cinta atau dapat rejeki juga ujian, ujian untuk bersyukur. Bahkan ada ayat al Quran menyatakan tidak usah berpikir terlalu serius tentang dunia, dunia itu hanya senda gurau saja (QS. Al Ankabut : 64), di akhiratlah kehidupan yang hakiki. Jadi kalo patah hati gak usah terlalu sedih, jatuh cinta lagi gak usah selalu senang. Tanggapi semua kehidupan adalah proses pendewasaan untuk lebih bijak. Selalu tenang, seperti air bergolaknya tidak berlebihan, cepat mudah untuk tenang lagi. Selalu mensyukuri ni'mat Allah, menghadapi orang lain dengan berseri-seri karena itu juga ibadah.
Semoga kita semua mendapat kebaikan dunia dan akhirat. Amin...
Sabtu, 27 Agustus 2011
Bila sudah bertaubat, lupakan perbuatan dosa itu
Bila sudah memutuskan bertaubat, maka percayalah bahwa Allah telah mengampuni dosa kita. Kesalahan yang telah kita lakukan tidak usah diingat-ingat lagi. Aku sendiri kadang suka menyesal, kebayang-bayang waktu melakukan perbuatan yang tidak direstui orang tua. Terus aku membaca durhaka pada orang tua termasuk dosa besar, rasanya ngeri sekali dengan penjelasan hukuman bagi anak yang durhaka pada orang tua, sekalipun hanya bilang "ah".
Pertaubatan tidak hanya mengucapkan istighfar, tapi juga melakukan sesuatu. Minta maaf pada orang yang kita sakiti hatinya. Karena saat kita menyakiti hati orang lain bisa jadi kita menyedot dosa orang itu kke kita. Memindahkan dosa lain dengan menanggung dosa. Di Islam tidak ada istilah menanggung dosa orang lain, semua orang bertanggung jawab atas kesalahannya sendiri.
Gak cuman sekali, tapi berkali-kali aku diceritain orang yang menganggap orang lain salah semua, dia bener sendiri. Dan tak terhitung kalimat yang ditujukan padaku "gara-gara kamu, aku jadi gak bener". Masak iya sih ada orang batal puasa di bulan Ramadhan karena aku marah sama dia. Seharusnya aku menanggung dosa karena marah, dan dia menanggung dosa karena tidak puasa. Noraknya lagi katanya karena puasanya bolong aku menanggung semua dosa tidak penuh puasanya di bulan Ramadhan.
Aku juga banyak digoblog-goblogin orang. Kok mau sih diomingin macem-macem, bales dong. Kalo dulu sebelum belajar Islam aku diem soalnya otakku konslet. Kegelisahan luar biasa untuk mencari kebenaran.
Sekarang setelah mulai paham sedikit, aku ngomong kebenaran orang juga gak mau denger, hehehe. Biarin aja. Bagaimanapun juga orang yang paham ilmu mesti berani menyampaikan ilmunya ke orang lain biarpun dicaci. Perlu latihan agar penyampaiannya bijak. Ada sekelompok kecil manusia yang menjadi pembawa kebenaran untuk mengingatkan tentang akhirat. Orang yang punya ilmu agama tapi memilih diam karena tidak mau mengambil resiko dimusuhi orang lain berarti tidak mengamalkan amar ma'ruf nahi munkar.
Bertaubatlah sebenar-benarnya. Menyesal dengan sungguh-sungguh, tinggalkan perbuatan dosa itu. Kembalikan barang bukan hak kita pada orang lain. Perbanyak ibadah dan sedekah. Insya Allah, maka rahmat dari Allah akan meringankan hidup kita, penyesalan itu tidak menyakitkan lagi biar disinggung orang lain yang suka mengungkit-ungkit. Ajaran Islam juga mengajarkan agar selalu menutupi aib, apalagi bila sudah bertaubat...
Pertaubatan tidak hanya mengucapkan istighfar, tapi juga melakukan sesuatu. Minta maaf pada orang yang kita sakiti hatinya. Karena saat kita menyakiti hati orang lain bisa jadi kita menyedot dosa orang itu kke kita. Memindahkan dosa lain dengan menanggung dosa. Di Islam tidak ada istilah menanggung dosa orang lain, semua orang bertanggung jawab atas kesalahannya sendiri.
Gak cuman sekali, tapi berkali-kali aku diceritain orang yang menganggap orang lain salah semua, dia bener sendiri. Dan tak terhitung kalimat yang ditujukan padaku "gara-gara kamu, aku jadi gak bener". Masak iya sih ada orang batal puasa di bulan Ramadhan karena aku marah sama dia. Seharusnya aku menanggung dosa karena marah, dan dia menanggung dosa karena tidak puasa. Noraknya lagi katanya karena puasanya bolong aku menanggung semua dosa tidak penuh puasanya di bulan Ramadhan.
Aku juga banyak digoblog-goblogin orang. Kok mau sih diomingin macem-macem, bales dong. Kalo dulu sebelum belajar Islam aku diem soalnya otakku konslet. Kegelisahan luar biasa untuk mencari kebenaran.
Sekarang setelah mulai paham sedikit, aku ngomong kebenaran orang juga gak mau denger, hehehe. Biarin aja. Bagaimanapun juga orang yang paham ilmu mesti berani menyampaikan ilmunya ke orang lain biarpun dicaci. Perlu latihan agar penyampaiannya bijak. Ada sekelompok kecil manusia yang menjadi pembawa kebenaran untuk mengingatkan tentang akhirat. Orang yang punya ilmu agama tapi memilih diam karena tidak mau mengambil resiko dimusuhi orang lain berarti tidak mengamalkan amar ma'ruf nahi munkar.
Bertaubatlah sebenar-benarnya. Menyesal dengan sungguh-sungguh, tinggalkan perbuatan dosa itu. Kembalikan barang bukan hak kita pada orang lain. Perbanyak ibadah dan sedekah. Insya Allah, maka rahmat dari Allah akan meringankan hidup kita, penyesalan itu tidak menyakitkan lagi biar disinggung orang lain yang suka mengungkit-ungkit. Ajaran Islam juga mengajarkan agar selalu menutupi aib, apalagi bila sudah bertaubat...
Jumat, 26 Agustus 2011
Semua orang sudah tau yang benar, tapi berat melakukan
Ada seorang teman yang jarang shalat bilang padaku "aku tau bahwa orang Islam itu mesti shalat lima waktu, tapi berat melakukan". Ustad Abu Sangkan juga bilang begitu di tivi "semua orang udah tau mencuri, zina, korupsi, judi itu dosa, tapi kenapa mereka tetap melakukan itu". Karena mereka-mereka ini tidak merasa bersalah sedikitpun, sibuk dengan bercanda, urusan perut, menyenangkan diri sendiri, itulah yang disebut dengan hati yang tertutup.
Dan itu juga kenapa orang yang diberi kekayaan lebih mudah tersesat dibandingkan yang kekurangan harta. Orang yang terpojok karena mendapat kesulitan baru akan mencoba lebih sungguh-sungguh berdo'a pada Tuhan. Ada firman Allah yang menyatakan "di balik kesulitan ada kemudahan". Tapi setelah kesulitan itu dilewati, malah mereka ingkar pada Allah, seperti halnya Qarun. Awalnya dia miskin, banyak berdoa, setelah kaya raya jadi sombong menganggap bahwa kekayaannya dari kemampuannya sendiri. Namanya diabadikan menjadi harta karun, supaya orang tau tentang sejarahnya, janganlah sombong, sesungguhnya tiada daya upaya selain dari Allah semata (laa haula wala quwwata illa billah).
Ada semacam kesan bahwa orang bahagia itu yang mobilnya bagus, rumah mewah, uang banyak. Hal ini terpatri di sebagian besar orang. Sampai-sampai anak kecil diajarin supaya punya cita-cita sekolah tinggi agar punya uang banyak. Ada juga yang keIslamannya ikut-ikutan, anaknya diikutkan belajar ngaji soalnya tetangganya semua anaknya belajar ngaji juga, padahal orangtuanya tidak pernah mencontohkan mengaji Al Qur'an. Beli Al Qur'an hanya untuk dipajang, berat untuk dibaca.
Intinya dunia itu penuh dengan manusia yang berusaha menyenangkan diri sendiri. Bikin pembenaran-pembenaran dengan slogan yang aneh-aneh seperti "muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga", atau "biar miskin yang penting sombong", atau "jadilah diri sendiri". Saat bulan Ramadhan seperti ini banyak orang menjadi Islam ikut-ikutan. Trend memakai baju muslim, yang muslimah menggunakan kerudung, ikut-ikutan. Saat lebaran, menggunakan baju baru, memakai kerudung. Setelah trend lewat, kerudung dibuka lagi, celana pendek dipakai lagi.
Tulisanku memang berdasarkan curhat orang lain padaku, dulu, anehnya sekarang mereka ini malah mencoba menjauhkan aku dari temen-temenku yang temennya dia juga. Waktu curhat tahap awal mereka mau dengerin omonganku, masih ringan pembahasannya soalnya. Begitu mencoba mengingatkan hal yang lebih berat, mereka gak mau denger lagi omonganku. Jadi ya begitulah, karena segelintir oknum namaku diblacklist di beberapa komunitas, dan oknum-oknum ini awalnya curhat habis-habisan sama aku.
Sahabatku bilang janganlah ngumpul-ngumpul dengan komunitas ini dijadikan prioritas hidup. Lebih penting memikirkan untuk belajar Islam dan beribadah lebih baik. Karena teman yang baik akan mengingatkan kebenaran, sedang teman yang kurang baik malah menyesatkan, mengajak untuk nyemplung ke neraka. Temenku lain lagi bilang bahwa semua yang beragama Islam akan masuk surga, hanya saja perlu dibersihkan di neraka dosa-dosanya. Tidak semua orang yang mengaku Islam itu benar-benar Islam, karena meninggalkan shalat, menggunakan jimat dengan bantuan jin, ilmunya dipakai untuk menyelewengkan ajaran agama, sudah bukan Islam lagi. Dan nyemplung di neraka itu menyakitkan, azab yang luar biasa pedihnya, tidak hanya sehari dua hari, sampai ratusan tahun hitungannya.
Kutipan dari harian Republika beberapa hari yang lalu
Sebagai makhluk sosial, manusia perlu berkomunikasi dengan orang lain. Namun, dalam berkomunikasi manusia memerlukan ketrampilan tersendiri agar terhindar dari akibat buruk.
Ingat, dalam komunikasi itu timbul saling pengaruh mempengaruhi. Emosi negatif bisa memancarkan emosi dan energi negatif pula melalui apa yang desebut "vibrasi emosi". itu sebabnya Islam menyuruh agar kita bergaul dengan orang-orang baik (shuhbat al-shalihin). Bahkan, sufi terkemuka, Ibnu 'Athailah al sakandari, dalam bukunya yang sangan tersohor, al-Hikam melarang kita berteman dengan orang-orang yang tidak inspiratif (Laa tashhah man la yunhidhuka qauluh-u es fi'luh-u).
Akhirnya aku hanya bisa berdoa "Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabannar"...
Dan itu juga kenapa orang yang diberi kekayaan lebih mudah tersesat dibandingkan yang kekurangan harta. Orang yang terpojok karena mendapat kesulitan baru akan mencoba lebih sungguh-sungguh berdo'a pada Tuhan. Ada firman Allah yang menyatakan "di balik kesulitan ada kemudahan". Tapi setelah kesulitan itu dilewati, malah mereka ingkar pada Allah, seperti halnya Qarun. Awalnya dia miskin, banyak berdoa, setelah kaya raya jadi sombong menganggap bahwa kekayaannya dari kemampuannya sendiri. Namanya diabadikan menjadi harta karun, supaya orang tau tentang sejarahnya, janganlah sombong, sesungguhnya tiada daya upaya selain dari Allah semata (laa haula wala quwwata illa billah).
Ada semacam kesan bahwa orang bahagia itu yang mobilnya bagus, rumah mewah, uang banyak. Hal ini terpatri di sebagian besar orang. Sampai-sampai anak kecil diajarin supaya punya cita-cita sekolah tinggi agar punya uang banyak. Ada juga yang keIslamannya ikut-ikutan, anaknya diikutkan belajar ngaji soalnya tetangganya semua anaknya belajar ngaji juga, padahal orangtuanya tidak pernah mencontohkan mengaji Al Qur'an. Beli Al Qur'an hanya untuk dipajang, berat untuk dibaca.
Intinya dunia itu penuh dengan manusia yang berusaha menyenangkan diri sendiri. Bikin pembenaran-pembenaran dengan slogan yang aneh-aneh seperti "muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga", atau "biar miskin yang penting sombong", atau "jadilah diri sendiri". Saat bulan Ramadhan seperti ini banyak orang menjadi Islam ikut-ikutan. Trend memakai baju muslim, yang muslimah menggunakan kerudung, ikut-ikutan. Saat lebaran, menggunakan baju baru, memakai kerudung. Setelah trend lewat, kerudung dibuka lagi, celana pendek dipakai lagi.
Tulisanku memang berdasarkan curhat orang lain padaku, dulu, anehnya sekarang mereka ini malah mencoba menjauhkan aku dari temen-temenku yang temennya dia juga. Waktu curhat tahap awal mereka mau dengerin omonganku, masih ringan pembahasannya soalnya. Begitu mencoba mengingatkan hal yang lebih berat, mereka gak mau denger lagi omonganku. Jadi ya begitulah, karena segelintir oknum namaku diblacklist di beberapa komunitas, dan oknum-oknum ini awalnya curhat habis-habisan sama aku.
Sahabatku bilang janganlah ngumpul-ngumpul dengan komunitas ini dijadikan prioritas hidup. Lebih penting memikirkan untuk belajar Islam dan beribadah lebih baik. Karena teman yang baik akan mengingatkan kebenaran, sedang teman yang kurang baik malah menyesatkan, mengajak untuk nyemplung ke neraka. Temenku lain lagi bilang bahwa semua yang beragama Islam akan masuk surga, hanya saja perlu dibersihkan di neraka dosa-dosanya. Tidak semua orang yang mengaku Islam itu benar-benar Islam, karena meninggalkan shalat, menggunakan jimat dengan bantuan jin, ilmunya dipakai untuk menyelewengkan ajaran agama, sudah bukan Islam lagi. Dan nyemplung di neraka itu menyakitkan, azab yang luar biasa pedihnya, tidak hanya sehari dua hari, sampai ratusan tahun hitungannya.
Kutipan dari harian Republika beberapa hari yang lalu
Sebagai makhluk sosial, manusia perlu berkomunikasi dengan orang lain. Namun, dalam berkomunikasi manusia memerlukan ketrampilan tersendiri agar terhindar dari akibat buruk.
Ingat, dalam komunikasi itu timbul saling pengaruh mempengaruhi. Emosi negatif bisa memancarkan emosi dan energi negatif pula melalui apa yang desebut "vibrasi emosi". itu sebabnya Islam menyuruh agar kita bergaul dengan orang-orang baik (shuhbat al-shalihin). Bahkan, sufi terkemuka, Ibnu 'Athailah al sakandari, dalam bukunya yang sangan tersohor, al-Hikam melarang kita berteman dengan orang-orang yang tidak inspiratif (Laa tashhah man la yunhidhuka qauluh-u es fi'luh-u).
Akhirnya aku hanya bisa berdoa "Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabannar"...
Kamis, 25 Agustus 2011
Beda Haji dan Umroh
Pengertian umroh adalah berkunjung ke Baitullah pada waktu yang tidak ditentukan. Ibadah umroh adalah ibadah yang dilakukan dengan berihram dan miqat, kemudian tawaf, sa'i dan diakhiri dengan menggunting rambut/bercukur, dan dilaksanakan dengan tertib.
Sedangkan ibadah haji adalah ibadah umroh ditambah wukuf di Arafah, singgah di Muzdalifah, serta melempar jumroh di Mina. Ibadah haji hanya dikerjakan pada bulan Dzulhijjah.
KETERANGAN:
BAITULLAH
Baitullah adalah rumah Allah yang berada di Mekkah, yaitu sebagai pusat pengabdian manusia kepada Allah SWT (baca notes sebelumnya yang berjudul Ka'bah)
IHRAM
Ihram adalah niat haji atau umroh, yaitu ikatan hati untuk masuk dalam ibadah haji atau umroh. Bila seseorang telah masuk dalam ibadah haji atau umroh, maka dia terlarang melakukan hal-hal yang dilarang bagi orang yang sedang ihram.
Di antara larangan-larangan ihram itu adalah berhubungan intim, bercumbu rayu, mencukur rambut dan memotong kuku, akad nikah, meminang wanita, membunuh binatang buruan, memakai wangi-wangian, memakai pakaian berjahit yang membentuk tubuh, menutup kepala dengan sesuatu yang menempel langsung, khusus wanita dilarang memakai penutup wajah dan sarung tangan, mendekati perbuatan maksiat, permusuhan dan berbantah-bantahan dalam kebatilan, makan sebagian dari daging binatang buruan yang ia ikut andil dalam perburuannya
MIQAT
Miqat zamani adalah batasan waktu dilakukannya ibadah haji. Miqat makani adalah tempat dilakukan syariat untuk memulai niat ibadah haji dan umroh.
TAWAF
Tawaf adalah ritual mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali.
SA'I
Sa'i adalah berlari kecil bolak-balik tujuh kali antara bukit Shafa dan bukit Marwa
WUKUF DI ARAFAH
wukuf secara harafiah berarti berdiam diri. Arafah berjarak sekitar 25 km di sebelah tenggara Makkah dan merupakan padang pasir sangat luas. Pada saat wukuf disarankan untuk memperbanyak do'a sambil menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan.
MELEMPAR JUMRAH
melempar kerikil sebanyak tujuh kali lemparan di Mina
Sedangkan ibadah haji adalah ibadah umroh ditambah wukuf di Arafah, singgah di Muzdalifah, serta melempar jumroh di Mina. Ibadah haji hanya dikerjakan pada bulan Dzulhijjah.
KETERANGAN:
BAITULLAH
Baitullah adalah rumah Allah yang berada di Mekkah, yaitu sebagai pusat pengabdian manusia kepada Allah SWT (baca notes sebelumnya yang berjudul Ka'bah)
IHRAM
Ihram adalah niat haji atau umroh, yaitu ikatan hati untuk masuk dalam ibadah haji atau umroh. Bila seseorang telah masuk dalam ibadah haji atau umroh, maka dia terlarang melakukan hal-hal yang dilarang bagi orang yang sedang ihram.
Di antara larangan-larangan ihram itu adalah berhubungan intim, bercumbu rayu, mencukur rambut dan memotong kuku, akad nikah, meminang wanita, membunuh binatang buruan, memakai wangi-wangian, memakai pakaian berjahit yang membentuk tubuh, menutup kepala dengan sesuatu yang menempel langsung, khusus wanita dilarang memakai penutup wajah dan sarung tangan, mendekati perbuatan maksiat, permusuhan dan berbantah-bantahan dalam kebatilan, makan sebagian dari daging binatang buruan yang ia ikut andil dalam perburuannya
MIQAT
Miqat zamani adalah batasan waktu dilakukannya ibadah haji. Miqat makani adalah tempat dilakukan syariat untuk memulai niat ibadah haji dan umroh.
TAWAF
Tawaf adalah ritual mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali.
SA'I
Sa'i adalah berlari kecil bolak-balik tujuh kali antara bukit Shafa dan bukit Marwa
WUKUF DI ARAFAH
wukuf secara harafiah berarti berdiam diri. Arafah berjarak sekitar 25 km di sebelah tenggara Makkah dan merupakan padang pasir sangat luas. Pada saat wukuf disarankan untuk memperbanyak do'a sambil menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan.
MELEMPAR JUMRAH
melempar kerikil sebanyak tujuh kali lemparan di Mina
Jilbab menurut Quraish Shihab
Ada temenku perempuan yang sudah naik haji tidak pake jilbab, alasannya menurut Quraish Shihab wanita tidak wajib pake jilbab, jilbab hanya sekedar anjuran saja. Sebetulnya ada tambahan penjelasan dari pak Quraish Shihab yaitu memakai baju sopan. Baju sopan menurutku lengan panjang, celana panjang, dada tertutup dan tidak ketat, tidak tipis, tidak transparan. Tambahan lain dari hadits yaitu rambutnya tidak dicat dengan warna hitam, tidak ditambahin rambut palsu (wig atau hair extension).
Yang aku tangkap dari pemahaman ini adalah jangan menghakimi bahwa perempuan tanpa jilbab itu bukan muslimah yang baik. Ada loh perempuan gak pake jilbab rajin shalat lima waktu, pendiam, ramah, tidak mudah marah, sabar, suka menolong orang lain dan seterusnya yang baik-baik. Malah perempuan pake jilbab belum nikah peluk-pelukan dengan pacarnya di depan atau di belakang umum itu gak bener. Ada yang pake jilbab hanya agar mendapat predikat alim, soalnya aslinya masih suka menurutkan hawa nafsu.
Sedangkan bila sudah ingin mencapai taraf wanita shalehah (saat di akhirat lebih cantik daripada bidadari surga) maka wanita ini adalah tipe yang suka belajar dan berusaha mengamalkan ajaran Islam yang benar. Sering berada di pengajian, sering membaca Al Qur'an dengan artinya, shalat wajib ditambah shalat sunat, puasa sunat di luar bulan Ramadhan, yang jelas merasa tidak cukup hanya dengan menjalankan yang wajib saja. Karena sering membaca Al Quran, datang ke pengajian, maka wanita shalehah akan nyaman memakai kerudung. Berusaha menggunakan baju yang tidak tipis, tidak ketat, tidak tembus pandang, kerudungnya ditutupkan ke dada. Merasa risih dengan baju yang terbuka-buka. Ini disebabkan oleh keimanan wanita shalehah, karena malu adalah bagian dari iman.
Menurut Quraish Shihab lagi, hati perlu dibuka dengan tulus untuk menerima pemahaman Islam. Biarpun berat tetap dicoba, semua ditujukan untuk Allah atau ikhlas. Kalo pake pembenaran kayak nanti setelah pensiun belajar Islamnya, masih sibuk cari uang untuk anak-anaknya agar bisa belajar di sekolah Islam termahal, yah... Menurutku hati semakin hitam pekat, semakin sulit untuk membuka hati secara tulus. Penyesalan selalu datang terlambat, jangan sampai menyesal saat nyawa sudah di kerongkongan. Karena hati yang kotor tertutup dosa akan kena azab kubur, belum lagi azab akherat. Dan anak-anak yang dititipkan di sekolah Islam mahal, doanya tidak diterima karena selama ini tidak diberi contoh bagaimana agar menjadi shaleh dan shalehah dari orangtuanya sendiri.
Semoga kita semua berusaha menjadi muslim yang sebaik-baiknya, yang tergetar hatinya karena takut pada Allah. Mau belajar dan mengamalkan ajaran Islam yang benar...
Artikel terkait:
Soal jilbab wajib atau tidak
Jawaban email soal jilbab tidak wajib
Yang aku tangkap dari pemahaman ini adalah jangan menghakimi bahwa perempuan tanpa jilbab itu bukan muslimah yang baik. Ada loh perempuan gak pake jilbab rajin shalat lima waktu, pendiam, ramah, tidak mudah marah, sabar, suka menolong orang lain dan seterusnya yang baik-baik. Malah perempuan pake jilbab belum nikah peluk-pelukan dengan pacarnya di depan atau di belakang umum itu gak bener. Ada yang pake jilbab hanya agar mendapat predikat alim, soalnya aslinya masih suka menurutkan hawa nafsu.
Sedangkan bila sudah ingin mencapai taraf wanita shalehah (saat di akhirat lebih cantik daripada bidadari surga) maka wanita ini adalah tipe yang suka belajar dan berusaha mengamalkan ajaran Islam yang benar. Sering berada di pengajian, sering membaca Al Qur'an dengan artinya, shalat wajib ditambah shalat sunat, puasa sunat di luar bulan Ramadhan, yang jelas merasa tidak cukup hanya dengan menjalankan yang wajib saja. Karena sering membaca Al Quran, datang ke pengajian, maka wanita shalehah akan nyaman memakai kerudung. Berusaha menggunakan baju yang tidak tipis, tidak ketat, tidak tembus pandang, kerudungnya ditutupkan ke dada. Merasa risih dengan baju yang terbuka-buka. Ini disebabkan oleh keimanan wanita shalehah, karena malu adalah bagian dari iman.
Menurut Quraish Shihab lagi, hati perlu dibuka dengan tulus untuk menerima pemahaman Islam. Biarpun berat tetap dicoba, semua ditujukan untuk Allah atau ikhlas. Kalo pake pembenaran kayak nanti setelah pensiun belajar Islamnya, masih sibuk cari uang untuk anak-anaknya agar bisa belajar di sekolah Islam termahal, yah... Menurutku hati semakin hitam pekat, semakin sulit untuk membuka hati secara tulus. Penyesalan selalu datang terlambat, jangan sampai menyesal saat nyawa sudah di kerongkongan. Karena hati yang kotor tertutup dosa akan kena azab kubur, belum lagi azab akherat. Dan anak-anak yang dititipkan di sekolah Islam mahal, doanya tidak diterima karena selama ini tidak diberi contoh bagaimana agar menjadi shaleh dan shalehah dari orangtuanya sendiri.
Semoga kita semua berusaha menjadi muslim yang sebaik-baiknya, yang tergetar hatinya karena takut pada Allah. Mau belajar dan mengamalkan ajaran Islam yang benar...
Artikel terkait:
Soal jilbab wajib atau tidak
Jawaban email soal jilbab tidak wajib
Rabu, 24 Agustus 2011
Hati bergetar bila membayangkan berada di depan Ka'bah
Banyak tipe orang yang aku kenal semenjak aku merasa diberi kesempatan hidup lagi yang kedua oleh Allah, Juni 2009 lalu. Sepertinya aku melihat tubuh mereka transparan, tampak hatinya gimana. Keliatan mana yang tubuhnya penuh energi positif dan tidak. Awalnya sih aku gak tau, tapi akhirnya mereka sendiri yang menyatakan sikap. Lama-lama kerasa banget, dan sempat membuatku kebingungan ngoceh gak jelas, bahkan sakit karena ketularan energi negatif. Jadi aku mesti belajar untuk selalu menghilangkan energi negatif itu dengan rileks dan berdzikir mengingat Allah. Kalo saking sibuknya sampai jarang berdzikir, badanku bisa sakit, karena buatku dzikir memasukkan energi positif dalam tubuh.
Kalo baca tulisan dan komentar di komunitas Indigo, adik-adik yang masih muda-muda ini sedikit di atas 20 tahun atau di bawahnya lebih peka lagi. Mereka bisa melihat warna aura dari tubuh orang lain. Ada yang bisa menyerap energi matahari, bulan... wah, kayak Sailormoon saja. Sering ngikik aja membaca celotehan mereka. Pada dasarnya reaksi mereka kayak aku, bisa merasakan betapa gelapnya dunia ini, hanya ada beberapa orang yang bener-benar cemerlang. Mereka ngobrolin masalah telepati, mempengaruhi orang lain dengan vibrasi emosi, menggerakkan air dengan pikiran, dan membaca pikiran. Yang aku maksud dengan membaca pikiran bukan bisa tau kata perdetil yang orang lain pikirkan, tapi bisa merasakan niat dia baik atau tidak, jujur atau tidak. Andai sedang tidak fokus untuk merasakan kejujuran, nanti muncul suatu sinyal atau insting yang menyatakan orang ini tidak jujur.
Aku pernah menulis postingan yang berjudul "Apakah aku indigo?" karena aku kebingungan dengan semua yang muncul di benakku. Tentang UFO, reinkarnasi, aura, telepati, masuk ke dimensi alam lain, bertemu dengan sosok orang yang sudah meninggal, apa sebetulnya penjelasan dari semua itu. Ada yang kasih pendapat, jangan kasih tau ke orang lain, nanti mereka takut padaku. Tapi peduli apa, toh teman-temanku di dunia nyata banyak yang ilfil sama aku, istilah seorang komentar anonim di blogku yang bilang "semua orang ilfil sama kamu, kalo ketemu temen yang kamu omongin itu-itu aja. Tanya aja ke teman-teman blogmu, mereka juga ilfil sama kamu". Kayaknya orang ini tau persis soal aku, teman di dunia nyata, nyatanya dia bilang kalo ketemu temen-temen ngomongnya itu-itu aja.
Kalo sedang berada di mall ngeliat orang banyak gak masalah karena tidak kenal. Tapi paling sulit adalah berkumpul dengan teman-teman, ngomongin kekurangan orang lain serasa langsung ditampar, hei itu dosa ngejelekin orang lain. Ngomongin orang lain bisa kebaikannya, bisa kekurangannya. Cara ngomongin orang lain juga bisa berbeda bentuknya, misalnya gini, kita belajar untuk selalu banyak menolong orang lain dan sedekah, ingat gak si A susah untuk dimintain sumbangan, sebaiknya jangan dicontoh. Maka hawanya lain dengan kalimat, si A kok pelit amat ya padahal duitnya banyak, kayaknya dapet dari korupsi. Barangkali si A memang korupsi dan pelit, tapi ngomongin begitu disebut "ghibah". Mendengar cerita seperti itu akan ada hawa panas menampar mukaku, kayak hembusan dari neraka, dan aku sulit tersenyum dan enjoy kalo berada di kelompok yang sukanya ngejatohin orang dan ngetawain. Kata ustad Yusuf Mansyur, dosa yang ditimbulkan hanya bisa hilang kalo sudah menyampaikan permintaan maaf, terserah mereka mau menerima maafnya atau tidak.
Hawa paling adem adalah berkumpul di kelompok pengajian, ada bacaan ayat-ayat Al Qur'an yang dibacakan. Ada hawa sejuk yang menenangkan, seperti tiupan angin surga. Hawa inilah yang bisa membuatku melepaskan energi negatif dan memasukkan energi tubuh ke tubuh. Aku pernah nulis postingan tentang menghilangkan energi negatif dari tubuh. TERTULIS : Rileks, berdzikir, seakan-akan ada di gunung yang banyak pohon, mensyukuri semua ni'mat Allah. DRAFT : Rileks, berdzikir, seakan-akan ada di depan Ka'bah. Bila adik-adik indigo lain merasa nyaman dengan pohon, matahari, berbeda-beda ternyata, aku merasa nyaman membayangkan berada di depan Ka'bah. Getaran yang bisa dirasakan di dekat Ka'bah menurutku luar biasa, itulah kenapa banyak orang lain menangis saat berada di sana. Maunya bisa sering-sering ke Mekah ngeliat Ka'bah, tapi karena keterbatasan biaya ya sudahlah, bisa berangkat tahun 2019 sudah sangat Alhamdulillah.
Dengan ngeblog, aku merasa tidak sendiri lagi, banyak blogger yang peka terhadap kondisi kehidupan ini. Agak sensi kalo menjelang lebaran ini mulai ada undangan reuni. Sulit untuk tertawa saat reuni, soalnya orang-orang ini kebanyakan ngeliat kesuksesan dari kerja dimana, gelar, jabatan, rumah, mobil, bukan dari pendalaman spiritual. Minta petunjuk pada Allah sajalah, apa aku perlu datang ke sana atau tidak. Kalo situasi memungkinkan dan ada sahabat baik di sana, diusahakan datang. Tapi acara malem-malem milih gak dateng aja deeeh...
Kalo baca tulisan dan komentar di komunitas Indigo, adik-adik yang masih muda-muda ini sedikit di atas 20 tahun atau di bawahnya lebih peka lagi. Mereka bisa melihat warna aura dari tubuh orang lain. Ada yang bisa menyerap energi matahari, bulan... wah, kayak Sailormoon saja. Sering ngikik aja membaca celotehan mereka. Pada dasarnya reaksi mereka kayak aku, bisa merasakan betapa gelapnya dunia ini, hanya ada beberapa orang yang bener-benar cemerlang. Mereka ngobrolin masalah telepati, mempengaruhi orang lain dengan vibrasi emosi, menggerakkan air dengan pikiran, dan membaca pikiran. Yang aku maksud dengan membaca pikiran bukan bisa tau kata perdetil yang orang lain pikirkan, tapi bisa merasakan niat dia baik atau tidak, jujur atau tidak. Andai sedang tidak fokus untuk merasakan kejujuran, nanti muncul suatu sinyal atau insting yang menyatakan orang ini tidak jujur.
Aku pernah menulis postingan yang berjudul "Apakah aku indigo?" karena aku kebingungan dengan semua yang muncul di benakku. Tentang UFO, reinkarnasi, aura, telepati, masuk ke dimensi alam lain, bertemu dengan sosok orang yang sudah meninggal, apa sebetulnya penjelasan dari semua itu. Ada yang kasih pendapat, jangan kasih tau ke orang lain, nanti mereka takut padaku. Tapi peduli apa, toh teman-temanku di dunia nyata banyak yang ilfil sama aku, istilah seorang komentar anonim di blogku yang bilang "semua orang ilfil sama kamu, kalo ketemu temen yang kamu omongin itu-itu aja. Tanya aja ke teman-teman blogmu, mereka juga ilfil sama kamu". Kayaknya orang ini tau persis soal aku, teman di dunia nyata, nyatanya dia bilang kalo ketemu temen-temen ngomongnya itu-itu aja.
Kalo sedang berada di mall ngeliat orang banyak gak masalah karena tidak kenal. Tapi paling sulit adalah berkumpul dengan teman-teman, ngomongin kekurangan orang lain serasa langsung ditampar, hei itu dosa ngejelekin orang lain. Ngomongin orang lain bisa kebaikannya, bisa kekurangannya. Cara ngomongin orang lain juga bisa berbeda bentuknya, misalnya gini, kita belajar untuk selalu banyak menolong orang lain dan sedekah, ingat gak si A susah untuk dimintain sumbangan, sebaiknya jangan dicontoh. Maka hawanya lain dengan kalimat, si A kok pelit amat ya padahal duitnya banyak, kayaknya dapet dari korupsi. Barangkali si A memang korupsi dan pelit, tapi ngomongin begitu disebut "ghibah". Mendengar cerita seperti itu akan ada hawa panas menampar mukaku, kayak hembusan dari neraka, dan aku sulit tersenyum dan enjoy kalo berada di kelompok yang sukanya ngejatohin orang dan ngetawain. Kata ustad Yusuf Mansyur, dosa yang ditimbulkan hanya bisa hilang kalo sudah menyampaikan permintaan maaf, terserah mereka mau menerima maafnya atau tidak.
Hawa paling adem adalah berkumpul di kelompok pengajian, ada bacaan ayat-ayat Al Qur'an yang dibacakan. Ada hawa sejuk yang menenangkan, seperti tiupan angin surga. Hawa inilah yang bisa membuatku melepaskan energi negatif dan memasukkan energi tubuh ke tubuh. Aku pernah nulis postingan tentang menghilangkan energi negatif dari tubuh. TERTULIS : Rileks, berdzikir, seakan-akan ada di gunung yang banyak pohon, mensyukuri semua ni'mat Allah. DRAFT : Rileks, berdzikir, seakan-akan ada di depan Ka'bah. Bila adik-adik indigo lain merasa nyaman dengan pohon, matahari, berbeda-beda ternyata, aku merasa nyaman membayangkan berada di depan Ka'bah. Getaran yang bisa dirasakan di dekat Ka'bah menurutku luar biasa, itulah kenapa banyak orang lain menangis saat berada di sana. Maunya bisa sering-sering ke Mekah ngeliat Ka'bah, tapi karena keterbatasan biaya ya sudahlah, bisa berangkat tahun 2019 sudah sangat Alhamdulillah.
Dengan ngeblog, aku merasa tidak sendiri lagi, banyak blogger yang peka terhadap kondisi kehidupan ini. Agak sensi kalo menjelang lebaran ini mulai ada undangan reuni. Sulit untuk tertawa saat reuni, soalnya orang-orang ini kebanyakan ngeliat kesuksesan dari kerja dimana, gelar, jabatan, rumah, mobil, bukan dari pendalaman spiritual. Minta petunjuk pada Allah sajalah, apa aku perlu datang ke sana atau tidak. Kalo situasi memungkinkan dan ada sahabat baik di sana, diusahakan datang. Tapi acara malem-malem milih gak dateng aja deeeh...
Jumat, 19 Agustus 2011
Situs yang ingin menghancurkan Islam (mengajak muslim agar murtad)
Semalaman aku membaca situs dari seorang mengaku bernama Ali Sina, seorang keturunan Iran. Dia mengaku telah mempelajari Al Qur'an dan sejarahnya lalu mengambil kesimpulan bahwa Al Qur'an hanya mengajarkan kekerasan dan kebencian.Karena itu dia membuat situs yang berniat untuk memusnahkan pemahaman tentang Islam. Katanya Islam hanya karangan Nabi palsu. Dan beberapa blognya menuliskan ajakan untuk murtad dari Islam.
Barangkali memang perlu ada orang seperti dia ya, yang mengingatkanku tentang fitnah dajjal di akhir jaman. Seseorang yang bertuliskan KAFIR di dahinya dan hanya bisa dibaca oleh orang beriman. Sehingga muslim yang paham tentang ajaran Islam perlu menulis tentang kebenaran agar yang Islamnya hanya Islam karena keturunan tapi tidak mau belajar Islam jadi lebih ngerti. Sepertinya kok terkotak-kotak, tugas belajar Islam hanyalah tugas ustadz dan ustadzah, sedangkan muslim pada umumnya tugasnya cari uang dan mengamalkan ilmu dunia saja. Sampai ada istilah Islam moderat, Islam liberal, dan entah Islam apalagi. Kalo mau masuk surga ya mesti mau belajar, memahami dan mengamalkan Al Quran, serta mencontoh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Mengamalkan ilmu dunia hanya akan mandeg di dunia, dipuja-puja di dunia tapi tidak mendapat kebaikan di akherat. Ilmu dunia harusnya digunakan untuk kebaikan akhirat juga, dan dalam kehidupan sehari-harinya sesuai ajaran Islam yang benar.
Sudah tertulis di Al Qur'an semuanya, tentang manusia pertama yaitu Nabi Adam 'alaihi sallam yang sudah sempurna setinggi 60 hasta, jadi teori evolusi Charles Darwin itu tidak benar. Seharusnya seorang muslim malu kalo ke kebun binatang terus bilang binatang primata adalah nenek moyang manusia. Kalo ada kafir bilang nenek moyangnya adalah monyet silakan saja, kalo aku akan dengan bangga menyatakan merupakan keturunan Nabi Adam 'alaihi sallam. Lalu ada cerita tentang para Nabi, kitab-kitab yang telah diterima oleh para Nabi. Semua kitab telah diselewengkan, berubah, kecuali Al Quran yang setebal itu bisa dihapalkan sehingga terjamin keasliannya. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah Nabi terakhir. Ada penjelasan tentang Nabi Isa 'alaihi sallam yang bukan Tuhan, melainkan juga manusia. Yang disiksa di salib bukanlah Nabi Isa 'alaihi sallam, tapi pengkhianat bernama Yudas. Nabi Isa 'alaihi sallam telah diselamatkan oleh Allah, diangkat ke surga.
Sebetulnya banyak hal yang menjadi kebesaran Allah di dunia ini yang bisa kita lihat. Seperti mata air zam-zam yang mengalir tanpa berhenti. Orang-orang shaleh yang meninggal begitu tenang dan cepat, sedangkan yang hidupnya banyak kejahatan meninggal dengan sangat menderita. Semua ini sudah menunjukkan sesuatu, kalopun ada orang jahat tidak bisa diadili, lihatlah saat kematiannya. Di kuburan maka liangnya akan menyempit, tubuhnya remuk, malaikat Munkar dan Nakir akan muncul dengan mengerikan. Orang yang punya hutang dan tidak mau membayar padahal dia mampu maka jiwanya akan digantung sulit untuk menuju ke alam barzakh.Semua orang mempertanggungjawabkan semua perbuatannya, yang jahat akan disiksa setelah masuk liang kubur.
Belajar Islam itu sepertinya susah banget, ini dosa itu dosa. Itu karena Allah ingin menguji siapa yang benar-benar beriman. Kebaikan sebesar biji dzarrah akan bisa membuatnya masuk surga, kejahatan sebesar biji dzarrah akan akan membuatnya masuk neraka. Kejahatan di sini misalnya adalah masalah pembunuhan, pencurian (mengambil bukan haknya), juga termasuk menyakiti hati orang lain. Heran gak, ada orang terbukti nyolong masih ngotot merasa tidak salah. Apakah akhirnya masuk penjara atau tidak akhirnya semua kejahatannya akan dipertanggungjawabkan sekecil apapun itu. Tapi Allah maha Pengampun, bila mau bertaubat secara benar maka dosa-dosanya akan diampuni. Bukan tobat maksiat (TOMAT), sudah berniat taubat tapi mengulangi lagi. Dosa orang yang bersikap TOMAT secara logika saja udah keliatan, bahwa dosanya yang numpuk-numpuk tidak akan diampuni Allah.
Soal situs yang ingin menghancurkan Islam ini, mengajak murtad, abaikan saja. Ada perintah Allah untuk mendiamkan saja orang mengaku jenius, menggunakan logika, mengacaukan sejarah, mengutip ajaran Islam secara sepotong-sepotong lalu diinterpretasikan secara ngawur, dan banyak yang geje lainnya. Tapi tidak ada salahnya lebih sering menulis tulisan tentang pemahaman Islam. Biarpun tema sama, cara penulisan tiap orang bisa lain-lain. Toh nanti fitnah terhadap Islam, yang menjatuhkan Islam akan dibalas Allah, sampai aku tidak berani membayangkan, yang memfitnah Islam bakal jadi bahan bakar untuk neraka dan ditempatkan di neraka paling bawah...
Barangkali memang perlu ada orang seperti dia ya, yang mengingatkanku tentang fitnah dajjal di akhir jaman. Seseorang yang bertuliskan KAFIR di dahinya dan hanya bisa dibaca oleh orang beriman. Sehingga muslim yang paham tentang ajaran Islam perlu menulis tentang kebenaran agar yang Islamnya hanya Islam karena keturunan tapi tidak mau belajar Islam jadi lebih ngerti. Sepertinya kok terkotak-kotak, tugas belajar Islam hanyalah tugas ustadz dan ustadzah, sedangkan muslim pada umumnya tugasnya cari uang dan mengamalkan ilmu dunia saja. Sampai ada istilah Islam moderat, Islam liberal, dan entah Islam apalagi. Kalo mau masuk surga ya mesti mau belajar, memahami dan mengamalkan Al Quran, serta mencontoh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Mengamalkan ilmu dunia hanya akan mandeg di dunia, dipuja-puja di dunia tapi tidak mendapat kebaikan di akherat. Ilmu dunia harusnya digunakan untuk kebaikan akhirat juga, dan dalam kehidupan sehari-harinya sesuai ajaran Islam yang benar.
Sudah tertulis di Al Qur'an semuanya, tentang manusia pertama yaitu Nabi Adam 'alaihi sallam yang sudah sempurna setinggi 60 hasta, jadi teori evolusi Charles Darwin itu tidak benar. Seharusnya seorang muslim malu kalo ke kebun binatang terus bilang binatang primata adalah nenek moyang manusia. Kalo ada kafir bilang nenek moyangnya adalah monyet silakan saja, kalo aku akan dengan bangga menyatakan merupakan keturunan Nabi Adam 'alaihi sallam. Lalu ada cerita tentang para Nabi, kitab-kitab yang telah diterima oleh para Nabi. Semua kitab telah diselewengkan, berubah, kecuali Al Quran yang setebal itu bisa dihapalkan sehingga terjamin keasliannya. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah Nabi terakhir. Ada penjelasan tentang Nabi Isa 'alaihi sallam yang bukan Tuhan, melainkan juga manusia. Yang disiksa di salib bukanlah Nabi Isa 'alaihi sallam, tapi pengkhianat bernama Yudas. Nabi Isa 'alaihi sallam telah diselamatkan oleh Allah, diangkat ke surga.
Sebetulnya banyak hal yang menjadi kebesaran Allah di dunia ini yang bisa kita lihat. Seperti mata air zam-zam yang mengalir tanpa berhenti. Orang-orang shaleh yang meninggal begitu tenang dan cepat, sedangkan yang hidupnya banyak kejahatan meninggal dengan sangat menderita. Semua ini sudah menunjukkan sesuatu, kalopun ada orang jahat tidak bisa diadili, lihatlah saat kematiannya. Di kuburan maka liangnya akan menyempit, tubuhnya remuk, malaikat Munkar dan Nakir akan muncul dengan mengerikan. Orang yang punya hutang dan tidak mau membayar padahal dia mampu maka jiwanya akan digantung sulit untuk menuju ke alam barzakh.Semua orang mempertanggungjawabkan semua perbuatannya, yang jahat akan disiksa setelah masuk liang kubur.
Belajar Islam itu sepertinya susah banget, ini dosa itu dosa. Itu karena Allah ingin menguji siapa yang benar-benar beriman. Kebaikan sebesar biji dzarrah akan bisa membuatnya masuk surga, kejahatan sebesar biji dzarrah akan akan membuatnya masuk neraka. Kejahatan di sini misalnya adalah masalah pembunuhan, pencurian (mengambil bukan haknya), juga termasuk menyakiti hati orang lain. Heran gak, ada orang terbukti nyolong masih ngotot merasa tidak salah. Apakah akhirnya masuk penjara atau tidak akhirnya semua kejahatannya akan dipertanggungjawabkan sekecil apapun itu. Tapi Allah maha Pengampun, bila mau bertaubat secara benar maka dosa-dosanya akan diampuni. Bukan tobat maksiat (TOMAT), sudah berniat taubat tapi mengulangi lagi. Dosa orang yang bersikap TOMAT secara logika saja udah keliatan, bahwa dosanya yang numpuk-numpuk tidak akan diampuni Allah.
Soal situs yang ingin menghancurkan Islam ini, mengajak murtad, abaikan saja. Ada perintah Allah untuk mendiamkan saja orang mengaku jenius, menggunakan logika, mengacaukan sejarah, mengutip ajaran Islam secara sepotong-sepotong lalu diinterpretasikan secara ngawur, dan banyak yang geje lainnya. Tapi tidak ada salahnya lebih sering menulis tulisan tentang pemahaman Islam. Biarpun tema sama, cara penulisan tiap orang bisa lain-lain. Toh nanti fitnah terhadap Islam, yang menjatuhkan Islam akan dibalas Allah, sampai aku tidak berani membayangkan, yang memfitnah Islam bakal jadi bahan bakar untuk neraka dan ditempatkan di neraka paling bawah...
Kamis, 18 Agustus 2011
Surga yang harum, damai, dan penuh dengan cinta
Surga itu tidak bisa dibayangkan dengan logika manusia yang masih hidup. Saat menulis postingan ini aku sedang tersenyum-senyum sendiri, kalo membayangkan tentang surga. Bila benar aku bisa mencapai surga, maka tubuhku akan seperti tubuh Nabi Adam 'alaihi sallam setinggi 60 hasta. Kembali muda, bergairah, penuh cinta, dan punya pasangan, karena di surga tidak ada yang jomblo. Tidak memikirkan tentang banyaknya selulit yang nemplok di tubuh, hahaha...
Setiap hari di surga adalah seperti honeymoon setiap saat. Bagi laki-laki yang shaleh, dia akan punya 70 bidadari untuk dinikahinya, dan 2 wanita bumi yang shalehah. Wanita yang shalehah akan bercahaya wajahnya, sehingga suaminya akan selalu rindu untuk mencari dirinya. Bidadari-bidadari adalah untuk melayani laki-laki shaleh, mereka luar biasa cantik dan dinikahi oleh laki-laki shaleh ini. Karena sudah menjadi istri, maka bidadari-bidadari ini halal untuk dipandang, disayang dan diapa-apakan (susah ya ngomongnya, hahaha). Tidak ada rasa dengki di surga, karena rasa dengki sudah dicabut oleh Allah saat di surga. Bidadari surga dan wanita shalehah tidak akan saling dengki, semua memahami posisi masing-masing. Walaupun laki-laki shaleh ini bersayang-sayangan dengan bidadari-bidadari di tempat tertutup, seperti kemah-kemah yang luar biasa indah begitu, tapi akhirnya dia akan kembali pada istrinya, wanita bumi yang shalehah.
Tidak ada kecemasan tentang pejabat yang korupsi, kelaparan, perusakan alam, karena surga adalah taman yang indah dan luar biasa subur. Semua kehidupan di dunia masih diingatnya, jadi bila rindu dengan apel misalnya, setelah mendapat bibit buah apel ditabur ke tanah langsung tumbuh dan berbuah. Bila dulu suka dengan musik dari grup band Ungu misalnya, ada pohon yang bisa membunyikan lagu kesukaannya, jadi akan ada pohon yang bisa memberikan request lagu apapun, hiburan apapun, bahkan tari Saman dari Aceh misalnya.
Ingatan tentang kehidupan di dunia juga masih tajam, jadi misalnya ada teman yang dulu menyakiti hati dengan sangat, maka dia bisa menengok neraka tanpa merasakan panasnya. Sambil berkata pada temannya, dulu dia sangat menyakiti hatiku, hampir-hampir saja aku terpengaruh untuk dibawa ke neraka olehnya.
Surga adalah tempat bagi siapapun yang beriman pada Allah, taat beribadah dan beramal shaleh. Walaupun dijahati dia berusaha untuk memaafkan tidak membalas, karena tetap fokus untuk mendekatkan diri pada Allah. Tidak ada orang yang dikucilkan di surga, karena di surga semua saling menyayangi dan berjiwa besar. Bila ada seseorang kangen dengan sahabat baiknya saat di dunia, maka sahabatnya akan muncul, saling menebar salam, ngobrol dengan penuh rasa saling menyayangi. Tidak ada kata-kata yang sia-sia di surga, semua hanya tentang kebaikan, tentang rasa syukur pada Allah.
Sebetulnya masih banyak yang ingin aku ceritakan tentang surga, tentang istananya yang terbuat dari batu-batuan mulia. Bunga-bunga indah yang harum, udara yang nyaman dan tubuh yang tidak pernah sakit. Tidak ada rasa kenyang, tidak perlu ke kamar mandi untuk buang hajat. Semua bisa didapat apabila saat di dunia bisa menahan diri untuk tidak mengumbar amarah, hawa nafsu dan mengukir nama Allah dalam hati (bukan mengukir nama kekasih manusia).
Hmmmmm.... wajahku rasanya panas, tersipu-sipu membayangkan akan honeymoon lagi, walau butuh kesabaran untuk menanti saat ke sana. Dan tulisanku ini untuk mengingatkan aku sendiri bila suatu saat semangatku beribadah sedang kendor...
Setiap hari di surga adalah seperti honeymoon setiap saat. Bagi laki-laki yang shaleh, dia akan punya 70 bidadari untuk dinikahinya, dan 2 wanita bumi yang shalehah. Wanita yang shalehah akan bercahaya wajahnya, sehingga suaminya akan selalu rindu untuk mencari dirinya. Bidadari-bidadari adalah untuk melayani laki-laki shaleh, mereka luar biasa cantik dan dinikahi oleh laki-laki shaleh ini. Karena sudah menjadi istri, maka bidadari-bidadari ini halal untuk dipandang, disayang dan diapa-apakan (susah ya ngomongnya, hahaha). Tidak ada rasa dengki di surga, karena rasa dengki sudah dicabut oleh Allah saat di surga. Bidadari surga dan wanita shalehah tidak akan saling dengki, semua memahami posisi masing-masing. Walaupun laki-laki shaleh ini bersayang-sayangan dengan bidadari-bidadari di tempat tertutup, seperti kemah-kemah yang luar biasa indah begitu, tapi akhirnya dia akan kembali pada istrinya, wanita bumi yang shalehah.
Tidak ada kecemasan tentang pejabat yang korupsi, kelaparan, perusakan alam, karena surga adalah taman yang indah dan luar biasa subur. Semua kehidupan di dunia masih diingatnya, jadi bila rindu dengan apel misalnya, setelah mendapat bibit buah apel ditabur ke tanah langsung tumbuh dan berbuah. Bila dulu suka dengan musik dari grup band Ungu misalnya, ada pohon yang bisa membunyikan lagu kesukaannya, jadi akan ada pohon yang bisa memberikan request lagu apapun, hiburan apapun, bahkan tari Saman dari Aceh misalnya.
Ingatan tentang kehidupan di dunia juga masih tajam, jadi misalnya ada teman yang dulu menyakiti hati dengan sangat, maka dia bisa menengok neraka tanpa merasakan panasnya. Sambil berkata pada temannya, dulu dia sangat menyakiti hatiku, hampir-hampir saja aku terpengaruh untuk dibawa ke neraka olehnya.
Surga adalah tempat bagi siapapun yang beriman pada Allah, taat beribadah dan beramal shaleh. Walaupun dijahati dia berusaha untuk memaafkan tidak membalas, karena tetap fokus untuk mendekatkan diri pada Allah. Tidak ada orang yang dikucilkan di surga, karena di surga semua saling menyayangi dan berjiwa besar. Bila ada seseorang kangen dengan sahabat baiknya saat di dunia, maka sahabatnya akan muncul, saling menebar salam, ngobrol dengan penuh rasa saling menyayangi. Tidak ada kata-kata yang sia-sia di surga, semua hanya tentang kebaikan, tentang rasa syukur pada Allah.
Sebetulnya masih banyak yang ingin aku ceritakan tentang surga, tentang istananya yang terbuat dari batu-batuan mulia. Bunga-bunga indah yang harum, udara yang nyaman dan tubuh yang tidak pernah sakit. Tidak ada rasa kenyang, tidak perlu ke kamar mandi untuk buang hajat. Semua bisa didapat apabila saat di dunia bisa menahan diri untuk tidak mengumbar amarah, hawa nafsu dan mengukir nama Allah dalam hati (bukan mengukir nama kekasih manusia).
Hmmmmm.... wajahku rasanya panas, tersipu-sipu membayangkan akan honeymoon lagi, walau butuh kesabaran untuk menanti saat ke sana. Dan tulisanku ini untuk mengingatkan aku sendiri bila suatu saat semangatku beribadah sedang kendor...
Hidayah, bagaimana mendapatkannya?
Ada temenku mengatakan aku dapat hidayah dari Allah. Aku sampai sekarang masih sulit menjelaskan apa itu hidayah. Aku hanya bisa menjelaskan tiba-tiba aku begitu tertarik untuk memahami firman Allah untuk dijadikan referensi dari topik-topik tulisanku.Masih perlu banyak bertanya pada yang lebih paham, juga dengan mendengarkan banyak ceramah ustad di tivi, membaca tulisan tentang pemahaman Islam di internet. Masih dalam tahap belajar untuk memahami, dan semua aku tuliskan di blog.
Melihat ekspresi beberapa teman saat kuceritakan yang aku rasakan, bahwa mereka belum bisa merasakan yang aku rasakan, aku juga bisa merasakan aku pernah berada di posisi mereka. Aku membuat blog dengan judul Mengharap ridho Allah, tadinya aku tidak tahu apa maksudnya ridho Allah itu apa, aku hanya ikut-ikutan dengan kalimat ustad di Bogor saat aku belajar Islam tahun 2008. Jadi kata yang aku search untuk memulai tulisanku di Google adalah ridho, aku tulis begitu saja walau masih belum paham. Ternyata setelah kata ridho ada kata ikhlas, lalu kebalikannya adalah riya' dan 'ujub. Lalu semuanya berjalan begitu saja.
Seorang temenku yang dididik oleh orang tuanya secara kental dengan kejawen, bertanya apa iya kalo shalat bisa menangis, soalnya sejak lahir sampai dia pernah jadi teman baikku (sekarang tidak lagi), dia hampir tidak pernah shalat karena tidak pernah dididik orang tuanya untuk shalat. Tadinya temenku ini mengatakan padaku bahwa dia akan berusaha shalat, berhubungan cukup intens denganku, sering telpon-telponan lewat YM semalaman lalu hubungan ini berakhir dengan tragis (buatku). Dia tidak mau menerima telpon dari aku lalu menyampaikan pesan lewat temenku yang lain kalo dia sudah ilfil padaku. Lebih parah lagi, dia mundur dari suatu komunitas temen SMP seangkatan saat aku aktif di situ, lalu setelah banyak orang di komunitas ini ilfil denganku lalu aku tidak mau datang ke komunitas ini lagi dia jadi aktif di sana.
Temenku yang lain berkomentar tentang ceritaku mengatakan, kok sulit membayangkan betapa indahnya rasa beribadah. Walaupun berbeda pandangan tentang ibadah, dia tetap berusaha bersikap baik denganku, masih berjiwa besar.
Menurut Quraish Shihab, untuk memahami firman Allah adalah membuka hati dengan tulus, itu saja. Untuk membuka hati dengan tulus mudah diucapkan tentu saja, tapi proses yang menyertainya bisa berbeda-beda.
Menurut Quraish Shihab, untuk memahami firman Allah adalah membuka hati dengan tulus, itu saja. Untuk membuka hati dengan tulus mudah diucapkan tentu saja, tapi proses yang menyertainya bisa berbeda-beda.
Aku sendiri masih jauuuuh dari paham, baru tahap belajar. Aku hanya bisa mengatakan, mencoba cari tau walau awalnya tidak mengerti, tidak paham, dan tidak bisa merasakan. Bila bisa merasa iri dengan manusia yang shaleh, bukan penganut hedonisme itu adalah tahap awal yang baik. Begitu seringnya aku dijauhi orang, sampai-sampai ada beberapa blogger (tidak hanya satu loh) yang aku mencoba kontak tidak mau menjawab, aku sampai berpikir, ternyata proses untuk memahami firman Allah aku mesti merasakan bagaimana rasanya dijauhi orang-orang agar aku lebih fokus mengharap ridho Allah bukan mengharap ridho dari orang lain. Walau aku sekarang begitu sensinya sampai bila ada orang yang tadinya akrab lalu menjauh bikin aku menangis sesaat, hanya sesaat saja untuk mengatur kembali langkahku. Jangan sampai kegalauan menyurutkan keinginanku untuk mendapat posisi lebih baik saat di akhirat kelak...
Pejantan tangguh
Manusia itu memang kadang sulit ditebak di luarnya. Ada satu temenku mengaku rajin shalat, dan hidup berorientasi akhirat. Hanya saja akhirnya dia keceplosan kalo imannya kuat tapi aminnya gak kuat. Walau belum menikah, dia kecanduan untuk melakukan hubungan seks luar nikah, alasannya dia itu pejantan tangguh. Tidak ada penyesalan dengan kehidupannya. Dia beranggapan bahwa selama hubungan itu saling cinta tanpa melukai maka hubungan seks di luar nikah boleh-boleh saja.
Ada temenku yang lain mengaku muslim banget, sukanya baca buku tentang Islam, dan kalo ngobrol dengan dia memang aku mengakui pemahaman tentang Islamnya cukup baik. Hanya saja dia bercerita bahwa nonton tivi membuatnya gelisah. Acara yang dia sebut adalah Bukan Empat Mata, kalo nonton acara ini bukan talkshownya yang diperhatiin tapi paha dan dada hostnya yang dilihat. Dan dia menyembunyikan yang dia rasakan dari istrinya malah dicritain ke aku. Kalo main golf, dia sangat menikmati tubuh-tubuh seksi para caddy, katanya sih ada bisa diajak ngamar oleh bos-bos penggemar olahraga golf. Gak semua katanya sih, ada yang menurutnya mengaku gadis baik-baik hanya saja kebetulan mencari nafkah sebagai caddy. Padahal kalo seragamnya celana pendek banget, gak akan bisa mencium bau surga, yang harumnya tercium dari jarak yang sangat jauh, sekian ratus tahun perjalanan.
Pembenaran-pembenaran dibuat oleh orang-orang yang mengaku muslim taat ini. Aku sendiri juga tidak tau bagaimana caranya bila laki-laki kecanduan dengan sex, otaknya selalu mengarah kesana. Yang jelas, segala sesuatu yang berlebihan tidak baik, apapun itu. Semoga Allah menunjukkan jalan benar untuk mereka, karena hanya Allah yang bisa membolak-balikkan hati...
Allah berfirman:
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al A’raf ayat 31).
Allah berfirman:
cahaya di atas cahaya, Allah membimbing siapa saja yang dikehendaki-Nya pada cahaya-Nya (QS. an-Nur: 35)
Aisyah ra., berkata, “Nabi SAW sering berdoa dengan mengatakan, ‘Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku untuk selalu taat kepada-Mu.’ Aku pernah bertanya, ‘Ya Rasulullah, kenapa Anda sering berdoa dengan emnggunakan doa seperti itu? Apakah Anda sedang marasa ketakutan?’ Beliau menjawab, ‘Tidak ada yang membuatku merasa aman, hai Aisyah. Hati seluruh hamba ini berada di antara dua jari Allah Yang Maha Memaksa. Jika mau membalikkan hati seorang hamba-Nya, Allah tinggal membalikkannya begitu saja.’” (HR. Ahmad dan Ibnu Abu Syaibah)
Rabu, 17 Agustus 2011
Berusaha memaafkan orang yang menyakiti hati
Mencoba belajar lebih mendalam tentang Islam ternyata membuat kepekaan jadi berubah. Istilahnya jadi sensi banget. Perbuatan ini akan membuat masuk surga, perbuatan itu akan menjadikan masuk neraka. Dan itu rasa yang hanya dirasakan sendiri, aku mencoba berubah, tapi lingkungan tidak berubah. Makanya saat-saat mencoba berubah menjadi lebih baik adalah saat yang kadang kurang menyenangkan, itu menurutku, tidak tahu menurut orang lain.
Bila datang ke suatu pertemuan, dan tiba saat shalat rasanya gelisah mesti menyempatkan shalat dulu, tetapi yang lain dengan entengnya tidak merasakan kegelisahan itu. Dengan santainya mereka tetap menikmati makan sambil bergurau. Saat guru ngajiku aku tanya tentang kegelisahan yang muncul kalo aku bergabung di kelompok ini, sarannya adalah dikurangi saja pertemuan dengan mereka, dihindari lebih baik. Lebih banyak mudharatnya daripada kebaikannya. Tapi memang akhirnya aku disingkirkan dengan cara yang menyakitkan menurutku. Sudah sering aku tulis, bahwa mendadak sebagian besar orang-orang aktivis alumni SMP angkatanku ini memblokir aku di Facebook. Alasannya gak jelas, tapi yang nyampe di telingaku adalah, "jangan sebut Ami lagi", "Ami berbahaya, mengejar-ngejar suami orang", "berdosa kalo ngobrol sama Ami", "kalo Ami jadi admin alumni SMP aku mau mengundurkan diri", "aku mau menuntut Ami ke pengadilan soalnya mengabarkan ke istriku kalo aku selingkuh". Kata mereka, kalo ngumpul-ngumpul gak masalah aku dateng, tapi apa gunanya aku datang kalo mereka tidak menerima aku sepenuhnya, bukannya mereka berarti hanya basa-basi aja berteman dengan aku. Guruku bilang, tidak usah mengeluhkan kejadian ini, terima saja, karena orang yang mencari ridho Allah akan ridho dengan kejadian yang diterima. Seorang temenku yang jadi praktisi hipnoterapi mengatakan padaku, jangan izinkan rasa sakit masuk ke dalam hati,lebih baik fokus ke hal lain yang lebih positif.
Sepintas memang lebih enak jadi orang yang tanpa beban ya, tidak shalat masih bisa tertawa, menzalimi orang lain juga tidak merasa bersalah sama sekali. Atau barangkali aku yang mengada-ada saja, mereka sebetulnya tidak bermasalah tapi akunya yang bermasalah jadi terus saja tertekan sendiri. Siapa sebetulnya yang bermasalah? Masalah dalam hal apa? Apa mereka tidak tahu saat pemblokiran itu terjadi aku sampai gemetaran berhari-hari. Awal aku pindah di Jogja Juni 2009, tidak punya temen, dan teman-teman ini sangat mebuatku bahagia. Ternyata tiba-tiba mereka menyatakan bahwa aku orang bermasalah, jangan diajak berteman saja, dibuktikan dengan pemblokiran massal di Facebook. Padahal aku sedang diteror mantan suami di SMS mau dibunuh, jadinya seperti sudah jatuh tertimpa tangga.
Apakah dengan menulis uneg-uneg di sini juga merupakan tanda aku belum memaafkan mereka, entahlah. Barangkali memaafkan adalah suatu usaha, dan aku tidak perlu mengatakan pada mereka betapa sedihnya hatiku bila melihat mereka sering sekali berkumpul dengan tertawa-tawa lebar. Kadang ada teman yang tidak memblokir aku mengupload foto-foto pertemuan itu, dan aku tidak bisa membaca semua komentarnya, karena yang memblokir aku tidak bisa aku baca komentarnya.
Akhir-akhir ini aku sudah tidak gemetaran lagi melihat mereka berkumpul dan tertawa-tawa, walau kadang masih ada rasa sedikit tidak nyaman. Aku hanya berpikir, biarkanlah mereka mencari surga mereka di dunia, aku mencoba mencari surgaku di akhirat. Nanti saat lebaran akan ada acara Syawalan, dan aku rasa bila ada sinyal dari Allah, aku akan mengusahakan datang, bila situasi tidak mendukung aku tidak akan datang. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa untuk berteman kita juga perlu pilih-pilih.
Ada hal yang lucu, saat aku menulis permohonan maaf lahir batin sebelum Ramadhan di milis SMP ini dengan url nama blogku, mendadak banyak keyword dari search di Google menuliskan namaku. Aku berharap suatu saat aku bisa menemui mereka tanpa sakit hati lagi bila ada kesempatan, saat ini aku hanya bisa mendoakan semoga Allah menunjukkan mereka ke jalan yang benar...
Bila datang ke suatu pertemuan, dan tiba saat shalat rasanya gelisah mesti menyempatkan shalat dulu, tetapi yang lain dengan entengnya tidak merasakan kegelisahan itu. Dengan santainya mereka tetap menikmati makan sambil bergurau. Saat guru ngajiku aku tanya tentang kegelisahan yang muncul kalo aku bergabung di kelompok ini, sarannya adalah dikurangi saja pertemuan dengan mereka, dihindari lebih baik. Lebih banyak mudharatnya daripada kebaikannya. Tapi memang akhirnya aku disingkirkan dengan cara yang menyakitkan menurutku. Sudah sering aku tulis, bahwa mendadak sebagian besar orang-orang aktivis alumni SMP angkatanku ini memblokir aku di Facebook. Alasannya gak jelas, tapi yang nyampe di telingaku adalah, "jangan sebut Ami lagi", "Ami berbahaya, mengejar-ngejar suami orang", "berdosa kalo ngobrol sama Ami", "kalo Ami jadi admin alumni SMP aku mau mengundurkan diri", "aku mau menuntut Ami ke pengadilan soalnya mengabarkan ke istriku kalo aku selingkuh". Kata mereka, kalo ngumpul-ngumpul gak masalah aku dateng, tapi apa gunanya aku datang kalo mereka tidak menerima aku sepenuhnya, bukannya mereka berarti hanya basa-basi aja berteman dengan aku. Guruku bilang, tidak usah mengeluhkan kejadian ini, terima saja, karena orang yang mencari ridho Allah akan ridho dengan kejadian yang diterima. Seorang temenku yang jadi praktisi hipnoterapi mengatakan padaku, jangan izinkan rasa sakit masuk ke dalam hati,lebih baik fokus ke hal lain yang lebih positif.
Sepintas memang lebih enak jadi orang yang tanpa beban ya, tidak shalat masih bisa tertawa, menzalimi orang lain juga tidak merasa bersalah sama sekali. Atau barangkali aku yang mengada-ada saja, mereka sebetulnya tidak bermasalah tapi akunya yang bermasalah jadi terus saja tertekan sendiri. Siapa sebetulnya yang bermasalah? Masalah dalam hal apa? Apa mereka tidak tahu saat pemblokiran itu terjadi aku sampai gemetaran berhari-hari. Awal aku pindah di Jogja Juni 2009, tidak punya temen, dan teman-teman ini sangat mebuatku bahagia. Ternyata tiba-tiba mereka menyatakan bahwa aku orang bermasalah, jangan diajak berteman saja, dibuktikan dengan pemblokiran massal di Facebook. Padahal aku sedang diteror mantan suami di SMS mau dibunuh, jadinya seperti sudah jatuh tertimpa tangga.
Apakah dengan menulis uneg-uneg di sini juga merupakan tanda aku belum memaafkan mereka, entahlah. Barangkali memaafkan adalah suatu usaha, dan aku tidak perlu mengatakan pada mereka betapa sedihnya hatiku bila melihat mereka sering sekali berkumpul dengan tertawa-tawa lebar. Kadang ada teman yang tidak memblokir aku mengupload foto-foto pertemuan itu, dan aku tidak bisa membaca semua komentarnya, karena yang memblokir aku tidak bisa aku baca komentarnya.
Akhir-akhir ini aku sudah tidak gemetaran lagi melihat mereka berkumpul dan tertawa-tawa, walau kadang masih ada rasa sedikit tidak nyaman. Aku hanya berpikir, biarkanlah mereka mencari surga mereka di dunia, aku mencoba mencari surgaku di akhirat. Nanti saat lebaran akan ada acara Syawalan, dan aku rasa bila ada sinyal dari Allah, aku akan mengusahakan datang, bila situasi tidak mendukung aku tidak akan datang. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa untuk berteman kita juga perlu pilih-pilih.
Ada hal yang lucu, saat aku menulis permohonan maaf lahir batin sebelum Ramadhan di milis SMP ini dengan url nama blogku, mendadak banyak keyword dari search di Google menuliskan namaku. Aku berharap suatu saat aku bisa menemui mereka tanpa sakit hati lagi bila ada kesempatan, saat ini aku hanya bisa mendoakan semoga Allah menunjukkan mereka ke jalan yang benar...
Selasa, 16 Agustus 2011
Berilmu tapi tersesat (orang munafik)
Ada hal mengherankan aku, ada orang yang berilmu tinggi, ilmu agama tapi masih bisa tersesat. Bagaimana mungkin, bukannya mereka paling paham dengan ajaran Islam yang mengajarkan tentang kebaikan. Mereka sering mengutip ayat Al Quran, mengutip hadis, tapi hidupnya digunakan untuk menjerumuskan orang lain. Seharusnya orang yang mengamalkan kandungan ayat Al Qur'an selalu berusaha menyebarkan kebaikan pada orang lain, takut menyakiti hati orang lain, dan berusaha membagikan sebagian penghasilannya di jalan Allah, diberikan pada orang yang lebih membutuhkan.
Ustad Arifin Ilham pernah kasih trik untuk membedakan seorang ahli agama yang istiqomah dan tersesat. Caranya adalah dengan menunggu di depan rumahnya saat Shubuh. Kalo ahli agama ini keluar rumah, menuju masjid untuk shalat Shubuh berarti benar istiqomah. Sebaliknya bila tetap tidur, berarti dia ini seorang yang ilmu agamanya hanya dipake untuk riya', disombongkan saja. Atau bisa jadi ahli agama ini menggunakan ilmunya untuk meyakinkan orang lain agar memberikan uangnya. Ngakunya saking tinggi ilmunya, mereka batinnya saja yang shalat. Padahal Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam rajin mlakukan shalat sampai kakinya bengkak-bengkak.
Sulit diterima logika, bagaimana mungkin seorang yang sepertinya memahami Al Quran bisa tersesat, bahkan aku juga. Orang awam pasti mengatakan tidak mungkin dia menipu, soalnya menggunakan ayat-ayat Al Qur'an. Bukannya Al Qur'an adalah panduan agar manusia bisa ke jalan yang lurus. Tapi belakangan aku mulai mengerti, bahwa mereka yang memanfaatkan Al Quran tapi tersesat itu mencari jalan pintas. Misalnya ada NII (Negara Islam Indonesia), yang mencuci otak korbannya dan menanamkan nilai dari Al Qur'an dengan versi mereka. Bahwa kalo ingin masuk surga uang keluarganya halal untuk dicuri, baru bermanfaat bila digunakan untuk kepentingan NII. Ada LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang mengkafirkan muslim non anggota LDII, JIL (Jamaah Islam Liberal) yang menganggap sama kedudukan semua agama.
Menurut Al Qur'an, orang yang punya ilmu, mengetahui tentang ajaran Al Qur'an tapi dibelokkan untuk kepentingan golongan, bahkan tega menzalimi kelompok lain adalah termasuk golongan munafik. Saat di dunia mereka sangat meyakini bahwa merekalah yang akan masuk surga, dan kelompok lain masuk neraka. Tapi setelah menjelang kematian barulah mereka dibukakan kebenaran, dan mereka mengalami ajal yang sulit, tersiksa dan menyatakan bahwa mereka ingin hidup lagi untuk memperbaiki kesalahan mereka. Tapi waktu mereka sudah habis, dan mereka akan berada di neraka paling dasar.
Allah berfirman:
Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti. (Al Munafiqun : 3)
Allah berfirman:
(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam". (QS. Al Hasyr : 16)
Allah berfirman:
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" (QS. Al Munafiqun : 10)
Allah berfirman:
(keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyrikin) adalah seperti keadaan orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya dari kamu. Maka mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah menikmati bagian kamu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi. (QS. At Taubah : 69)
Allah berfirman:
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (QS. An Nisaa : 145)
Ustad Arifin Ilham pernah kasih trik untuk membedakan seorang ahli agama yang istiqomah dan tersesat. Caranya adalah dengan menunggu di depan rumahnya saat Shubuh. Kalo ahli agama ini keluar rumah, menuju masjid untuk shalat Shubuh berarti benar istiqomah. Sebaliknya bila tetap tidur, berarti dia ini seorang yang ilmu agamanya hanya dipake untuk riya', disombongkan saja. Atau bisa jadi ahli agama ini menggunakan ilmunya untuk meyakinkan orang lain agar memberikan uangnya. Ngakunya saking tinggi ilmunya, mereka batinnya saja yang shalat. Padahal Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam rajin mlakukan shalat sampai kakinya bengkak-bengkak.
Sulit diterima logika, bagaimana mungkin seorang yang sepertinya memahami Al Quran bisa tersesat, bahkan aku juga. Orang awam pasti mengatakan tidak mungkin dia menipu, soalnya menggunakan ayat-ayat Al Qur'an. Bukannya Al Qur'an adalah panduan agar manusia bisa ke jalan yang lurus. Tapi belakangan aku mulai mengerti, bahwa mereka yang memanfaatkan Al Quran tapi tersesat itu mencari jalan pintas. Misalnya ada NII (Negara Islam Indonesia), yang mencuci otak korbannya dan menanamkan nilai dari Al Qur'an dengan versi mereka. Bahwa kalo ingin masuk surga uang keluarganya halal untuk dicuri, baru bermanfaat bila digunakan untuk kepentingan NII. Ada LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang mengkafirkan muslim non anggota LDII, JIL (Jamaah Islam Liberal) yang menganggap sama kedudukan semua agama.
Menurut Al Qur'an, orang yang punya ilmu, mengetahui tentang ajaran Al Qur'an tapi dibelokkan untuk kepentingan golongan, bahkan tega menzalimi kelompok lain adalah termasuk golongan munafik. Saat di dunia mereka sangat meyakini bahwa merekalah yang akan masuk surga, dan kelompok lain masuk neraka. Tapi setelah menjelang kematian barulah mereka dibukakan kebenaran, dan mereka mengalami ajal yang sulit, tersiksa dan menyatakan bahwa mereka ingin hidup lagi untuk memperbaiki kesalahan mereka. Tapi waktu mereka sudah habis, dan mereka akan berada di neraka paling dasar.
Allah berfirman:
Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti. (Al Munafiqun : 3)
Allah berfirman:
(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam". (QS. Al Hasyr : 16)
Allah berfirman:
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" (QS. Al Munafiqun : 10)
Allah berfirman:
(keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyrikin) adalah seperti keadaan orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya dari kamu. Maka mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah menikmati bagian kamu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi. (QS. At Taubah : 69)
Allah berfirman:
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (QS. An Nisaa : 145)
Memohon hanya pada Allah, sabar, dan optimis
Ketiga poin di atas aku petik dari Quraish Shihab di acara tafsir Al Misbah bulan Ramadhan ini. Seorang muslim, janganlah sampai berputus asa, meski banyak rintangan sekalipun. Tidak sekali dua kali aku mendengar ada orang bener-bener kebingungan karena halangan yang ini, itu, sepertinya tidak ada jalan keluar.
Apalagi kalo membaca konsultasi psikologi di tabloid. Misalnya gini, bu, saya jatuh cinta dengan lelaki beristri. Karena saya terlalu cinta padanya akhirnya kami menjalin hubungan terlarang. Apalagi katanya dia sudah tidak cocok dengan istrinya. Saya dikontrakkan rumah dan sesekali diberi uang bulanan. Tapi akhir-akhir ini dia mulai kasar pada saya, padahal saya sedang hamil. Saya bingung karena tidak mampu membayar kontrakan, ayahnya bayi saya tidak pernah datang lagi. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi, bila saya melahirkanpun saya tidak tahu membayar darimana karena saya terlalu malu untuk memberitahukan pada keluarga saya. Bayangkan, surat untuk tabloid wanita ini lama sekali baru dimuat bisa sampe berbulan-bulan, bisa saja saat dimuat dia sudah melahirkan bayi.
Kenapa ada yang hidupnya enak, kenapa ada yang hidupnya jadi susah. Biasanya faktor uang dan cinta. Apa iya bila sudah punya keduanya, uang dan cinta hidup jadi terpenuhi semuanya? Serasa dunia milik berdua dan yang lain ngontrak. Apa iya kesuksesan dilihat dari gaji besar, rumah bagus, kendaraan roda empat yang keren, istri cantik dan anak-anak yang pintar dan lucu-lucu? Temen lama kalo ketemu pasti nanyanya gitu, kerja dimana, tinggal dimana, anaknya berapa. Wah, sudah sukses kamu ya...
Aku pernah dalam posisi seperti itu. Rumah real estate biarpun ukurannya tidak terlalu besar, mobil, anak-anak yang cerdas. Tapi sama sekali tidak merasa sukses dan tidak merasa bahagia. Jadi dalam kesedihanku aku berkonsultasi dengan psikolog. Bu, saya punya suami penghasilan cukup, punya rumah, punya kendaraan, anak-anak yang cerdas, tapi dia tidak mau diajak bicara. Setiap ketemu saya wajahnya selalu merengut, bersungut-sungut dan menumpahkan kekesalannya di kantor pada saya, saya tidak pernah mendapat sisi ramahnya, sudah habis untuk kantor. Susahnya lagi keluarga saya menganggap saya yang salah, karena di mata mereka dia laki-laki yang baik dan bertanggungjawab, sayalah yang disalahkan. Sampai-sampai saya beranggapan seluruh dunia menyalahkan saya. Saya merasa begitu jahatnya dunia pada saya, sampai saya depresi. Saya tidak ada nafsu makan malah hampir setiap hari muntah-muntah. Bila dipanggil oleh teman saya tidak mendengar, malah melewatkan begitu saja dengan pandangan kosong. Beberapa kali konsultasi tidak berhasil, jadilah aku sekarang ini, sendirian tanpa ditemani anak-anak, hidup sendiri mencoba belajar tentang hidup, dan aku dapatkan semua petunjuknya dari Al Qur'an.
Tapi semuanya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dihina banyak orang, difitnah, dikucilkan. Titik baliknya adalah saat terpojok, sendirian, merasa tidak punya siapa-siapa, bahkan keluarga sendiri menyalahkan. Saat terpojok itulah aku memohon pada Allah, aku tidak tau mesti minta bantuan pada siapa lagi. Terserah orang lain mau bilang apa...
Kesabaran juga tidak langsung didapat. Karena begitu belajar Islam yang benar baru paham, betapa besar dosanya orang yang menyakiti hati orang lain. Mengambil hak orang lain membuat hidup tidak barokah, shalat dan ibadah lainnya tidak diterima oleh Allah. Dan aku terheran-heran, heiiii, dimana otak orang-orang apa kalian tidak tau sebagian besar dari kalian akan masuk neraka. Ngomongin orang akan disayat-sayat mukanya dengan kukunya sendiri yang terbuat dari tembaga. Yang melakukan korupsi, hartanya hanya akan membuat siksaan lebih berat di neraka. Shalat seharusnya ikhlas, yang ditujukan pada Allah, bukan untuk pamer atau sekedar bisa membuat diri seperti jadi muslim taat, padahal shalatnya belum tentu diterima pada Allah. Belum lagi orang yang sibuk memuaskan hawa nafsu belanja, makan enak, memuaskan syahwat, hanya akan jadi penghuni neraka.
Dalam kondisi yang sulit, ternyata manusia perlu menyelamatkan dirinya sendiri. Tidak berarti mesti sedih terus, karena doa yang kita panjatkan yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah memohon kebaikan dunia akhirat dan menghindarkan diri dari api neraka. Jadi selain kita berusaha untuk bahagia di dunia dan akherat, juga berusaha menghindarkan diri sendiri supaya tidak terjerumus ke api neraka. Sesulit apapun, manusia mesti sabar dan optimis. Memohon jalan keluar, petunjuk, adalah hanya pada Allah. Ada syaratnya agar mendapat petunjuk, yang mendapat petunjuk adalah manusia yang beriman dengan sebenar-benarnya iman. Semoga kita bisa selalu mengingat Allah, memohon petunjuk hanya pada Allah, selalu sabar dan optimis...
Apalagi kalo membaca konsultasi psikologi di tabloid. Misalnya gini, bu, saya jatuh cinta dengan lelaki beristri. Karena saya terlalu cinta padanya akhirnya kami menjalin hubungan terlarang. Apalagi katanya dia sudah tidak cocok dengan istrinya. Saya dikontrakkan rumah dan sesekali diberi uang bulanan. Tapi akhir-akhir ini dia mulai kasar pada saya, padahal saya sedang hamil. Saya bingung karena tidak mampu membayar kontrakan, ayahnya bayi saya tidak pernah datang lagi. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi, bila saya melahirkanpun saya tidak tahu membayar darimana karena saya terlalu malu untuk memberitahukan pada keluarga saya. Bayangkan, surat untuk tabloid wanita ini lama sekali baru dimuat bisa sampe berbulan-bulan, bisa saja saat dimuat dia sudah melahirkan bayi.
Kenapa ada yang hidupnya enak, kenapa ada yang hidupnya jadi susah. Biasanya faktor uang dan cinta. Apa iya bila sudah punya keduanya, uang dan cinta hidup jadi terpenuhi semuanya? Serasa dunia milik berdua dan yang lain ngontrak. Apa iya kesuksesan dilihat dari gaji besar, rumah bagus, kendaraan roda empat yang keren, istri cantik dan anak-anak yang pintar dan lucu-lucu? Temen lama kalo ketemu pasti nanyanya gitu, kerja dimana, tinggal dimana, anaknya berapa. Wah, sudah sukses kamu ya...
Aku pernah dalam posisi seperti itu. Rumah real estate biarpun ukurannya tidak terlalu besar, mobil, anak-anak yang cerdas. Tapi sama sekali tidak merasa sukses dan tidak merasa bahagia. Jadi dalam kesedihanku aku berkonsultasi dengan psikolog. Bu, saya punya suami penghasilan cukup, punya rumah, punya kendaraan, anak-anak yang cerdas, tapi dia tidak mau diajak bicara. Setiap ketemu saya wajahnya selalu merengut, bersungut-sungut dan menumpahkan kekesalannya di kantor pada saya, saya tidak pernah mendapat sisi ramahnya, sudah habis untuk kantor. Susahnya lagi keluarga saya menganggap saya yang salah, karena di mata mereka dia laki-laki yang baik dan bertanggungjawab, sayalah yang disalahkan. Sampai-sampai saya beranggapan seluruh dunia menyalahkan saya. Saya merasa begitu jahatnya dunia pada saya, sampai saya depresi. Saya tidak ada nafsu makan malah hampir setiap hari muntah-muntah. Bila dipanggil oleh teman saya tidak mendengar, malah melewatkan begitu saja dengan pandangan kosong. Beberapa kali konsultasi tidak berhasil, jadilah aku sekarang ini, sendirian tanpa ditemani anak-anak, hidup sendiri mencoba belajar tentang hidup, dan aku dapatkan semua petunjuknya dari Al Qur'an.
Tapi semuanya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dihina banyak orang, difitnah, dikucilkan. Titik baliknya adalah saat terpojok, sendirian, merasa tidak punya siapa-siapa, bahkan keluarga sendiri menyalahkan. Saat terpojok itulah aku memohon pada Allah, aku tidak tau mesti minta bantuan pada siapa lagi. Terserah orang lain mau bilang apa...
Kesabaran juga tidak langsung didapat. Karena begitu belajar Islam yang benar baru paham, betapa besar dosanya orang yang menyakiti hati orang lain. Mengambil hak orang lain membuat hidup tidak barokah, shalat dan ibadah lainnya tidak diterima oleh Allah. Dan aku terheran-heran, heiiii, dimana otak orang-orang apa kalian tidak tau sebagian besar dari kalian akan masuk neraka. Ngomongin orang akan disayat-sayat mukanya dengan kukunya sendiri yang terbuat dari tembaga. Yang melakukan korupsi, hartanya hanya akan membuat siksaan lebih berat di neraka. Shalat seharusnya ikhlas, yang ditujukan pada Allah, bukan untuk pamer atau sekedar bisa membuat diri seperti jadi muslim taat, padahal shalatnya belum tentu diterima pada Allah. Belum lagi orang yang sibuk memuaskan hawa nafsu belanja, makan enak, memuaskan syahwat, hanya akan jadi penghuni neraka.
Dalam kondisi yang sulit, ternyata manusia perlu menyelamatkan dirinya sendiri. Tidak berarti mesti sedih terus, karena doa yang kita panjatkan yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah memohon kebaikan dunia akhirat dan menghindarkan diri dari api neraka. Jadi selain kita berusaha untuk bahagia di dunia dan akherat, juga berusaha menghindarkan diri sendiri supaya tidak terjerumus ke api neraka. Sesulit apapun, manusia mesti sabar dan optimis. Memohon jalan keluar, petunjuk, adalah hanya pada Allah. Ada syaratnya agar mendapat petunjuk, yang mendapat petunjuk adalah manusia yang beriman dengan sebenar-benarnya iman. Semoga kita bisa selalu mengingat Allah, memohon petunjuk hanya pada Allah, selalu sabar dan optimis...
Senin, 15 Agustus 2011
Keluar dari lingkaran setan
Barangkali ada yang merasakan lingkaran setan adalah sebuah kemalasan. Misalnya, udah tau bahwa sebetulnya baju kotor langsung dicuci, tapi milih ditumpuk sampe banyak. Begitu sudah numpuk banyak bingung mau nyuci yang mana. Tapi ada orang yang gak begitu peduli dengan baju kotor di sekitarnya, jadi hidup dengan tumpukan baju kotor dimana-mana, bahkan mungkin ada piring kotor bekas makanan ada di bawah tumpukan baju.
Masalah baju kotor hanya sekedar barang, walaupun sebetulnya mengundang jin jahat untuk berkunjung, karena jin suka lingkungan yang kotor. Tapi lebih menyedihkan lagi bila sampe ada perasaan amat sangat tidak nyaman pada diri sendiri dan kita tidak tau mesti berbuat apa.
Boleh dibilang aku sendiri pernah dalam kondisi seperti itu. Lingkungan tidak ada yang mendukung. Sulit menceritakan detilnya, tapi intinya begini. Aku pernah dalam kondisi ekonomi cukup baik, tinggal di real estate, dan punya mobil sendiri. Karena kesalahan berbisnis tiba-tiba semuanya hilang, mobil dijual untuk membayar hutang. Karena kondisi nyaman menjadi tidak nyaman sempet depresi, pikiran kosong, bangun tidur serasa berat beban di punggung. Boleh dibilang seperti pepatah HIDUP SEGAN MATI TAK MAU.
Ada juga seseorang yang patah hati, ditinggal kekasihnya bisa jadi merasa hidupnya kosong. Hidup jadi tidak ada indah-indahnya, sepertinya ada yang kurang dalam hidupnya. Kadang terus memutuskan menikah dengan orang lain, tapi hati masih kebayang-bayang oleh kekasih lama.
Berdasarkan pengalaman, ternyata untuk keluar dari lingkaran setan adalah dengn minta pada Allah, selalu menyebut nama Allah, sabar dan selalu optimis. Orang yang bersikap pesimis dilarng oleh ajaran Islam. Memang tidak langsung sembuh, butuh perjuangan, tetapi usaha untuk mengarah ke perubahan walaupun sakit mesti dihadapi. Menurunkan ego dengan bertaubat, mau mengakui kesalahan pada Allah. Belajar untuk lebih memahami apa saja yang Allah perintahkan pada manusia dan apa yang Allah larang.
Inilah kadang situasi yang berat saat ingin memulai perubahan. Kesibukan kadang membuat orang lupa untuk belajar tentang ajaran agama, kesenangan yaitu banyak rejeki membuat uang yang diterima dipakai untuk menyenangkan hati. Memnyenangkan hati kadang dengan hal yang dilarang ajaran agama, misalnya berzina. Kalo wanita, menyenangkan hati adalah dengan membeli baju bagus, atau perhiasan.
Untuk kasusku, aku memutuskan untuk memperdalam belajar ajaran Islam, dan tidak mempedulikan walau teman-teman jadi memusuhi tanpa alasan jelas. Sebetulnya jelas sih, mereka ini belum siap bertaubat, jadi kalo melihat ada yang berusaha mengamalkan ajaran Islam dengan benar, mereka akan merasa risi dengan pembenaran biasanya kalimatnya "aku gak suka Islam yang ekstrimis, nanti aku kehilangan teman-temanku". Bagi yang belajar Islam dengan benar akan menyatakan, "biarlah dicap Islam ekstrimis, yang penting berjuang untuk mencapai kehidupan akhirat yang lebih baik"...
Masalah baju kotor hanya sekedar barang, walaupun sebetulnya mengundang jin jahat untuk berkunjung, karena jin suka lingkungan yang kotor. Tapi lebih menyedihkan lagi bila sampe ada perasaan amat sangat tidak nyaman pada diri sendiri dan kita tidak tau mesti berbuat apa.
Boleh dibilang aku sendiri pernah dalam kondisi seperti itu. Lingkungan tidak ada yang mendukung. Sulit menceritakan detilnya, tapi intinya begini. Aku pernah dalam kondisi ekonomi cukup baik, tinggal di real estate, dan punya mobil sendiri. Karena kesalahan berbisnis tiba-tiba semuanya hilang, mobil dijual untuk membayar hutang. Karena kondisi nyaman menjadi tidak nyaman sempet depresi, pikiran kosong, bangun tidur serasa berat beban di punggung. Boleh dibilang seperti pepatah HIDUP SEGAN MATI TAK MAU.
Ada juga seseorang yang patah hati, ditinggal kekasihnya bisa jadi merasa hidupnya kosong. Hidup jadi tidak ada indah-indahnya, sepertinya ada yang kurang dalam hidupnya. Kadang terus memutuskan menikah dengan orang lain, tapi hati masih kebayang-bayang oleh kekasih lama.
Berdasarkan pengalaman, ternyata untuk keluar dari lingkaran setan adalah dengn minta pada Allah, selalu menyebut nama Allah, sabar dan selalu optimis. Orang yang bersikap pesimis dilarng oleh ajaran Islam. Memang tidak langsung sembuh, butuh perjuangan, tetapi usaha untuk mengarah ke perubahan walaupun sakit mesti dihadapi. Menurunkan ego dengan bertaubat, mau mengakui kesalahan pada Allah. Belajar untuk lebih memahami apa saja yang Allah perintahkan pada manusia dan apa yang Allah larang.
Inilah kadang situasi yang berat saat ingin memulai perubahan. Kesibukan kadang membuat orang lupa untuk belajar tentang ajaran agama, kesenangan yaitu banyak rejeki membuat uang yang diterima dipakai untuk menyenangkan hati. Memnyenangkan hati kadang dengan hal yang dilarang ajaran agama, misalnya berzina. Kalo wanita, menyenangkan hati adalah dengan membeli baju bagus, atau perhiasan.
Untuk kasusku, aku memutuskan untuk memperdalam belajar ajaran Islam, dan tidak mempedulikan walau teman-teman jadi memusuhi tanpa alasan jelas. Sebetulnya jelas sih, mereka ini belum siap bertaubat, jadi kalo melihat ada yang berusaha mengamalkan ajaran Islam dengan benar, mereka akan merasa risi dengan pembenaran biasanya kalimatnya "aku gak suka Islam yang ekstrimis, nanti aku kehilangan teman-temanku". Bagi yang belajar Islam dengan benar akan menyatakan, "biarlah dicap Islam ekstrimis, yang penting berjuang untuk mencapai kehidupan akhirat yang lebih baik"...
Sabtu, 13 Agustus 2011
Bidadari dan wanita sholehah saling menghormati di surga (tidak ada saling cemburu)
Ada buku cukup populer berjudul "Agar bidadari cemburu padamu". Buku ini banyak menginspirasi wanita agar lebih sholehah dan pria lebih menghargai wanita. Sekarang bayangkan saja, dengan keterbatasan fisik wanita yang hidup di bumi, membayangkan dicemburuin bidadari yang cuantik banget tentunya rasanya jadi bangga. Kebanggaan itu memotivasi untuk bersikap lebih menata diri jadi wanita sholehah. Suatu perumpamaan yang dahsyat, dan memang kadang di dalam Al Qur'an untuk menjelaskan sesuatu digunakan perumpamaan. Termasuk untuk menggambarkan surga, hanyalah perumpamaan, karena di luar logika manusia.
Allah berfirman:
Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran. (QS. Az-Zumar : 27)
Wanita cantik yang masih hidup di dunia, yang suka memamerkan kecantikan dengan baju yang seksi, saat di akhirat mereka akan iri dengan wanita sholehah. Sedangkan bidadari tidak akan iri dengan wanita sholehah saat di surga, karena di surga rasa dendam, iri, dengki, sudah dicabut oelah Allah.
Allah berfirman:
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman" Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya. (QS. Al Hijr : 45 - 48)
Di surga, semua orang saling menghormati, tidak ada pandangan liar, tidak ada saling menyerobot. Pandangan istri hanya akan tertuju pada suaminya. Wanita sholehah akan menjadi muda lagi, perawan, cantik, dan penuh cinta pada suaminya.
Allah berfirman:
dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. penuh cinta lagi sebaya umurnya.(Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu. dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian. (QS. Al Waaqi'ah : 36 - 40)
Allah berfirman:
Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya, (QS. Ash-Shaaff : 48)
Allah berfirman:
Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran. (QS. Az-Zumar : 27)
Wanita cantik yang masih hidup di dunia, yang suka memamerkan kecantikan dengan baju yang seksi, saat di akhirat mereka akan iri dengan wanita sholehah. Sedangkan bidadari tidak akan iri dengan wanita sholehah saat di surga, karena di surga rasa dendam, iri, dengki, sudah dicabut oelah Allah.
Allah berfirman:
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman" Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya. (QS. Al Hijr : 45 - 48)
Di surga, semua orang saling menghormati, tidak ada pandangan liar, tidak ada saling menyerobot. Pandangan istri hanya akan tertuju pada suaminya. Wanita sholehah akan menjadi muda lagi, perawan, cantik, dan penuh cinta pada suaminya.
Allah berfirman:
dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. penuh cinta lagi sebaya umurnya.(Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu. dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian. (QS. Al Waaqi'ah : 36 - 40)
Allah berfirman:
Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya, (QS. Ash-Shaaff : 48)
Hikmah di balik musibah
Status Facebook seorang teman kadang bisa membuat inspirasi tulisan. Misalnya status seperti ini "Hari yang kacau, makalah ilang, ini gak bener, yang itu gak bener, ya Allah, apa sih salahku sampai dikasih ujian kayak gini". Aku sendiri kadang suka menulis hal yang mengagetkan aku sendiri setelah aku sudah tenang lalu membacanya.
Sebetulnya musibah yang menimpa manusia adalah kesalahannya sendiri. Kita sering melakukan kesalahan tanpa kita menyadari, misalnya menyakiti hati orang lain secara langsung tanpa kita sadari. Bisa jadi ngejatuhin orang di belakangnya atau nambah-nambahin supaya seru. Atau bersikap sombong ingin dipuji oleh orang lain. Dan masih banyak yang lain. Hanya saja karena kesibukan kita sendiri kita malas untuk intropeksi, menggampangkannya dengan beranggapan "Allah Maha Pengampun". Allah akan mengampuni seseorang apabila yang bersangkutan sudah mengembalikan hak orang lain, atau minta maaf pada yang disakiti hatinya, bertaubat sungguh-sungguh dengan tidak mengulangi kesalahannya. Jadi yang beranggapan bahwa Allah Maha Pengampun itu semua kesalahan dengan mudah dimaafkan oleh Allah tidak sepenuhnya benar, mesti ada usaha intropeksi dengan sungguh-sungguh.
Orang yang sedang kena musibah apapun, tidak harus ada yang orang yang meninggal, supaya mengucapkan innalillah wa inna ilaihi roji'un. Orang beriman dan sabar yang akan diberi petunjuk oleh Allah. Meminta pertolongan hanya kepada Allah, Insya Allah akan diberikan kemudahan dibalik kesulitan.
Biasanya ujian yang merupakan musibah akan mudah menjadikan seseorang lebih taat beribadah. Tetapi bila diberi ujian keni'matan akan membuat seseorang berpaling dari Allah karena sibuk bersenang-senang.
Semoga kita semua bisa menjadi manusia beriman yang bisa selalu bersabar dan bersyukur saat mendapat kemudahan...
Allah berfirman:
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. Asy Syuura : 30)
Allah berfirman:
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al Baqarah : 155-157)
Allah berfirman:
Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Ath Taghabun : 11)
Allah berfirman:
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (QS. Alam Nasyr : 1-8)
Allah berfirman:
Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, maka ia banyak berdoa. (QS. Al Fushilat : 51)
Sebetulnya musibah yang menimpa manusia adalah kesalahannya sendiri. Kita sering melakukan kesalahan tanpa kita menyadari, misalnya menyakiti hati orang lain secara langsung tanpa kita sadari. Bisa jadi ngejatuhin orang di belakangnya atau nambah-nambahin supaya seru. Atau bersikap sombong ingin dipuji oleh orang lain. Dan masih banyak yang lain. Hanya saja karena kesibukan kita sendiri kita malas untuk intropeksi, menggampangkannya dengan beranggapan "Allah Maha Pengampun". Allah akan mengampuni seseorang apabila yang bersangkutan sudah mengembalikan hak orang lain, atau minta maaf pada yang disakiti hatinya, bertaubat sungguh-sungguh dengan tidak mengulangi kesalahannya. Jadi yang beranggapan bahwa Allah Maha Pengampun itu semua kesalahan dengan mudah dimaafkan oleh Allah tidak sepenuhnya benar, mesti ada usaha intropeksi dengan sungguh-sungguh.
Orang yang sedang kena musibah apapun, tidak harus ada yang orang yang meninggal, supaya mengucapkan innalillah wa inna ilaihi roji'un. Orang beriman dan sabar yang akan diberi petunjuk oleh Allah. Meminta pertolongan hanya kepada Allah, Insya Allah akan diberikan kemudahan dibalik kesulitan.
Biasanya ujian yang merupakan musibah akan mudah menjadikan seseorang lebih taat beribadah. Tetapi bila diberi ujian keni'matan akan membuat seseorang berpaling dari Allah karena sibuk bersenang-senang.
Semoga kita semua bisa menjadi manusia beriman yang bisa selalu bersabar dan bersyukur saat mendapat kemudahan...
Allah berfirman:
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. Asy Syuura : 30)
Allah berfirman:
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al Baqarah : 155-157)
Allah berfirman:
Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Ath Taghabun : 11)
Allah berfirman:
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (QS. Alam Nasyr : 1-8)
Allah berfirman:
Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, maka ia banyak berdoa. (QS. Al Fushilat : 51)
Kamis, 11 Agustus 2011
Dianggap gila
Dianggap gila adalah judul album ke empat grup musik Debu. Menceritakan karena sering berdzikir mereka dianggap gila. Aku jadi ingat seorang temenku yang belajar Islam dengan sungguh-sungguh (padahal dulu saat satu sekolah dengan aku di SMP dia bandel) ngasih cerita agar istiqomah dia sampai seperti keliatan sinting. Temenku ini FBnya dikasih nama Wong Edan (tidak persis, tapi maknanya begitu). Orang yang berusaha istiqomah menurut Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam akan merasa terasing, golongan minoritas, dan dianggap aneh oleh banyak teman-temannya. Ekstrimnya, dianggap gila oleh temen-temennya bilatetap bertahan di jalan yang diyakini, yaitu ajaran Islam yang benar.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhya Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing, maka beruntunglah orang-orang yang dianggap asing.” (HR. Muslim)
Akan banyak sekali ujian bagi orang yang meningkatkan keimanan, dan yang bisa lolos dari ujian ini, bahkan mensyukuri ujian yang telah didapatnya, inilah orang-orang yang benar-benar beriman pada Allah.
Allah berfirman
“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan ‘Arsy-Nya diatas air untuk menguji kalian siapa yang terbaik amalnya”. (QS. Hud: 7)
Allah berfirman
‘Apakah manusia menyangka mereka dibiarkan saja untuk berkata “kami telah beriman”. Padahal mereka belum diuji. Kami telah uji orang-orang sebelum mereka, supaya Allah mengetahui siapa yang benar keimanannya dan siapa yang dusta dalam keimanannya”. (QS. al-Ankabut: 2-3)
Ujian keimanan ini tentu saja akan membuat kaget, tapi yang benar-benar beriman akan berusaha sabar dan tetap mensyukuri ni'mat karena mendapat anugerah dari Allah, nasih banyak orang lain dalam keadaan kurang beruntung.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhya Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing, maka beruntunglah orang-orang yang dianggap asing.” (HR. Muslim)
Akan banyak sekali ujian bagi orang yang meningkatkan keimanan, dan yang bisa lolos dari ujian ini, bahkan mensyukuri ujian yang telah didapatnya, inilah orang-orang yang benar-benar beriman pada Allah.
Allah berfirman
“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan ‘Arsy-Nya diatas air untuk menguji kalian siapa yang terbaik amalnya”. (QS. Hud: 7)
Allah berfirman
‘Apakah manusia menyangka mereka dibiarkan saja untuk berkata “kami telah beriman”. Padahal mereka belum diuji. Kami telah uji orang-orang sebelum mereka, supaya Allah mengetahui siapa yang benar keimanannya dan siapa yang dusta dalam keimanannya”. (QS. al-Ankabut: 2-3)
Ujian keimanan ini tentu saja akan membuat kaget, tapi yang benar-benar beriman akan berusaha sabar dan tetap mensyukuri ni'mat karena mendapat anugerah dari Allah, nasih banyak orang lain dalam keadaan kurang beruntung.
Langganan:
Komentar (Atom)