Kita sering mendengar kalimat "orang sabar disayang Allah". Sabar sendiri tidak bermakna pasif, tetap berusaha. Sabar itu mesti didampingi tawakkal, menyerahkan semua pada Allah. Insya Allah akan dapat jalan keluar dari semuanya. Bila penyakit ada obatnya, maka masalah juga ada jalan keluarnya.
Bila sudah belajar mengenai pembersihan hati, pasti pernah mendengar cerita tentang sufi, orang yang mengamalkan tasawuf. Ada latar belakang ceritanya bahwa seorang sufi adalah orang zuhud, yang sudah tidak cinta dengan dunia. Pakaiannya sangat sederhana. Konon merekalah kekasih Allah, manusia yang dicintai Allah.
Tapi berbeda dengan film-film tentang para Walisongo yang menyebarkan Islam di pulau Jawa. Digambarkan para Wali yang mendapat karomah ini menggunakan jubah, tasbih, komat-kamit setiap saat untuk berdzikir. Bila ada kejahatan, bisa dilawan dengan tangan kosong. Ada pertikaian, dilerai dengan kalimat bijak.
Salah satu cerita yang terkenal adalah Sunan Bonang bisa berjalan di atas air. Andai nih, aku bisa bertanya dengan Sunan Bonang tentang kemampuannya berjalan di atas air kira-kira beliau menjawab apa ya. Aku rasa beliau akan menjawab bahwa apapun ceritanya di jaman dulu, janganlah mengurangi keimanan pada Allah. Daripada mengenang beliau berjalan di atas air, lebih baik mengenang beliau dari lagu Tombo Ati. Selain itu Sunan Bonang merasa sungkan dengan Nabi Sulaiman 'alaihi sallam yang tertulis bisa terbang dengan angin, lalu berdoa pada Allah bahwa manusia sesudah Nabi Sulaiman 'alaihi sallam manusia tidak punya kemampuan untuk menguasai bangsa jin lagi.
Di jaman sekarang memang tidak ada Nabi lagi karena Nabi terakhir adalah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Tetapi ternyata ada orang-orang dianggap Wali yang mempunyai karomah. Aku pernah beberapa kali menulis, bahwa istilah karomah telah menyesatkan manusia di jaman sekarang. Karena bisa jadi orang yang mempunyai kemampuan yang konon katanya melebihi manusia "biasa" itu spesial, kekasih Allah. Gak mungkin katanya, rajin shalat yang sepertinya khusyuk beribadah, bicara bijak masak melakukan sihir. Salah satu definisi tentang hati, atau hati yang sakit adalah walaupun dia kelihatannya khusyuk beribadah di mata orang lain, kenyataannya masih mencari pujian di mata orang lain yang disebut riya'. Semestinya semua ibadah ditujukan pada Allah bukan mencari penghargaan dari orang lain.
Orang yang disayang oleh Allah adalah manusia bertakwa. Manusia bertakwa selalu mendekatkan diri pada Allah, shalatnya, ibadahnya, hidupnya, matinya hanya pada Allah. Manusia bertakwa melakukan hubungan secara vertikal dan horizontal, selain mendekatkan diri pada Allah dengan mendirikan shalat juga beramal shalih, atau bermanfaat bagi orang lain. Tentunya sesuai kemampuannya. Yang mampu jadi pedagang, jadilah pedagang yang jujur, supaya hasilnya barokah. Yang hanya mampu jadi tukang sapu ya jadi tukang sapu yang baik, mengerjakan segala sesuatunya dengan ikhlas.
Katakanlah sebagai tukang sapu yang penghasilannya di bawah pedagang bila memang bertakwa, maka Allah akan memasukkan ke surga lebih dulu dari orang kaya karena proses hisabnya cepat. Sedangkan orang kaya, butuh hisab lebih lama karena pertanggungjawaban semua hal miliknya, bila masuk surga akan masuk belakangan, tapi bila begitu banyak amal ibadahnya, bisa jadi ditempatkan di surga yang lebih baik daripada orang miskin.
Orang yang disayang Allah jaman sekarang bukan orang yang meninggalkan kehidupan dunia, mempunyai harta benda secukupnya sesuatu status dan pekerjaannya, tidak berlebihan. Bergetar hatinya bila mendengarkan ayat-ayat Al Qur'an dan berusaha memahami dan mengamalkan dengan ikhlas, melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi laranganNya...
Selasa, 31 Januari 2012
Kenapa doa kita tertolak
Mengutip dari sumber di sini
Ada dua kemungkinan mengapa Allah mengabulkan permintaan hambanya. Pertama karena Dia cinta dan sayang terhadap hamba tersebut. Dan kedua, karena Allah murka terhadap orang tersebut. Sesungguhnya apabila Allah murka terhadap seseorang, ada kalanya Allah akan menambah rezeki seseorang, meningkatkan derajatnya dan mengabulkan permintaanya. Orang tersebut lalu akan menjadi lebih lalai dari Allah, akan terus tenggelam dengan kenikmatan dunia dan maksiat. Akhirnya Allah akan mencabut nyawanya dalam keadaan dia lalai. Sehingga dia mati dalam keadaan buruk su'ul khatimah. Inilah yang dikatakan ulama sebagai istidraj.
Ibrahim bin Adham, pernah berkata:
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu tidak menunaikan hak-hak Allah. Kamu kenal Allah tetapi tidak memenuhi hak-hakNya yaitu untuk disembah.
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu tidak mengamalkan isi Al-Quran. Kamu senantiasa membaca Al-Quran tapi tidak kamu amalkan isi-isinya.
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu tidak mengamalkan sunnah Rasulullah. Kamu selalu bilang cinta kepada Rasulullah tapi kamu meninggalkan sunnahnya.
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu patuh kepada syaitan. Kamu mengakui bahwa syetan itu musuh kamu tetapi kamu patuhi dia.
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu mencampakkan diri kamu ke jurang kebinasaan. Kamu selalu berdoa supaya terhindar dari api neraka tapi kamu lemparkan dirimu sendiri ke dalamnya.
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, kamu ingin memasuki Syurga tapi kamu tidak melakukan amal soleh.
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu sadar kamu akan mati tetapi kamu tidak bersiap-siap untuk menghadapinya.
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu melihat cacat dan kekurangan orang lain, tetapi cacat dan kekurangan dirimu kamu tidak pernah melihatnya. Kamu sibuk memikirkan kesalahan dan keburukan orang lain sedangkan keburukan dan kesalahan dirimu sendiri tidak pernah kau hiraukan.
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu merasakan kenikmatan yang diberikan Allah tetapi kamu tidak bersyukur, bersyukur dengan mematuhi segala perintah Allah.
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu menguburkan jenazah orang lain tapi tidak menginsafi diri kamu sendiri bahwa kelak kamu juga akan dikuburkan.
Marilah kita menjadi orang-orang yang sentiasa melakukan perintah Allah. Marilah kita berazam tidak mau mengulangi segala perbuatan buruk kita. Insya Allah, segala doa kita akan diterima oleh Allah s.w.t
Ada dua kemungkinan mengapa Allah mengabulkan permintaan hambanya. Pertama karena Dia cinta dan sayang terhadap hamba tersebut. Dan kedua, karena Allah murka terhadap orang tersebut. Sesungguhnya apabila Allah murka terhadap seseorang, ada kalanya Allah akan menambah rezeki seseorang, meningkatkan derajatnya dan mengabulkan permintaanya. Orang tersebut lalu akan menjadi lebih lalai dari Allah, akan terus tenggelam dengan kenikmatan dunia dan maksiat. Akhirnya Allah akan mencabut nyawanya dalam keadaan dia lalai. Sehingga dia mati dalam keadaan buruk su'ul khatimah. Inilah yang dikatakan ulama sebagai istidraj.
Ibrahim bin Adham, pernah berkata:
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu tidak menunaikan hak-hak Allah. Kamu kenal Allah tetapi tidak memenuhi hak-hakNya yaitu untuk disembah.
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu tidak mengamalkan isi Al-Quran. Kamu senantiasa membaca Al-Quran tapi tidak kamu amalkan isi-isinya.
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu tidak mengamalkan sunnah Rasulullah. Kamu selalu bilang cinta kepada Rasulullah tapi kamu meninggalkan sunnahnya.
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu patuh kepada syaitan. Kamu mengakui bahwa syetan itu musuh kamu tetapi kamu patuhi dia.
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu mencampakkan diri kamu ke jurang kebinasaan. Kamu selalu berdoa supaya terhindar dari api neraka tapi kamu lemparkan dirimu sendiri ke dalamnya.
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, kamu ingin memasuki Syurga tapi kamu tidak melakukan amal soleh.
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu sadar kamu akan mati tetapi kamu tidak bersiap-siap untuk menghadapinya.
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu melihat cacat dan kekurangan orang lain, tetapi cacat dan kekurangan dirimu kamu tidak pernah melihatnya. Kamu sibuk memikirkan kesalahan dan keburukan orang lain sedangkan keburukan dan kesalahan dirimu sendiri tidak pernah kau hiraukan.
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu merasakan kenikmatan yang diberikan Allah tetapi kamu tidak bersyukur, bersyukur dengan mematuhi segala perintah Allah.
Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu menguburkan jenazah orang lain tapi tidak menginsafi diri kamu sendiri bahwa kelak kamu juga akan dikuburkan.
Marilah kita menjadi orang-orang yang sentiasa melakukan perintah Allah. Marilah kita berazam tidak mau mengulangi segala perbuatan buruk kita. Insya Allah, segala doa kita akan diterima oleh Allah s.w.t
Senin, 30 Januari 2012
Kesadaran berkerudung lebih berarti dibanding pemaksaan
Lagi-lagi masalah kerudung. Aku heran, kenapa masalah kerudung kok suka dipersulit. Misalnya, kerudung yang benar seharusnya menutupi dada, dengan baju gamis berbahan tebal. Atau ada model kerudung yang menjulang tinggi katanya itu seperti punuk unta, menggunakan kerudung model punuk unta yang di dalamnya rambutnya disanggul atau tonjolan tambahan tidak bisa mencium bau surga.
Makanya tidak heran kalo baru dengar sepintas tentang Islam, bahkan yang lahir dari keluarga yang beragama Islam, males bawaannya untuk belajar Islam. Bahkan kayak aku dulu yang mikir, aku mau jadi penganut Islam yang bukan fanatik, soalnya yang fanatik bawaannya perang, pake baju berbahan tebal, kerudung longgar, atau malah menggunakan cadar?
Ada beberapa artis di dunia hiburan, ada penyanyi, musisi, presenter yang tadinya menggunakan baju muslim mendadak setelah bercerai menggunakan baju biasa. Bukan biasa lagi, malah model kemben atau tanktop, tidak usah aku sebut namanya.
Sebetulnya Islam itu bukan untuk menyulitkan hidup, tapi memudahkan. Kalo sejak awal punya persepsi belajar Islam itu berat, maka akan cenderung menunda-nunda. Ntar ah kalo sudah tua. Mumpung masih bisa menikmati hidup ya nikmatin aja. Makanya ujian bersyukur lebih sulit daripada ujian bersabar. Bila dalam kesulitan, baru belajar Islam, setelah masalah teratasi sibuk bersenang-senang lagi. Sudah tau yang benar dan salah tapi males dipikirin. Barangkali menjadi seperti Qarun yang akhirnya sombong merasa semua yang dimilikinya adalah hasil pemikiran dia sendiri, padahal saat masih miskin rajin berdoa pada Allah.
Jadi aku cenderung memilih untuk memberi toleransi pada wanita yang belum menggunakan kerudung. Bila menggunakan baju muslimpun, tidak usah ikut-ikutan Arab yang konon disana hawa nafsunya para lelakinya begitu tinggi. Bukankan banyak TKW yang diperkosa, bahkan ada penampungan anak-anak keturunan Arab di suatu daerah. Apa iya kita mesti mengadopsi budaya Arab secara utuh termasuk cara berpakaian?
Definisi kesopanan bisa berbeda di berbagai negara, bahkan di Indonesia, misalnya kalo ke Bali di pantai menggunakan bikini atau baju renang minim tidak akan diomongin. Kalo hati terpaksa menggunakan jilbab , bisa jadi saat liburan di tempat yang dianggapnya tidak ada kenalan yang melihat, tau-tau memilih menggunakan bikini.
Menurutku, dari suatu diskusi mana yang lebih penting antara membersihkan hati atau menggunakan jilbab, aku berpendapat hal itu tidak perlu dipermasalahkan. Lebih penting usaha mau belajar tentang Islam. Seandainya ada non muslim tertarik dengan Islam, tentunya disupport untuk belajar tentang Islam. Bila sudah mantap barulah disupport untuk mengucap syahadat. Karena masalah hidayah itu lagi-lagi hak prerogatif Allah, seperti halnya siapa saja yang berhak masuk surga.
Baru ingin mengerti tentang Islam belum-belum sudah dikasih gambaran, ini dosa, itu dosa. Mesti shalat lima waktu, pake kerudung, bayar zakat, puasa di bulan Ramadhan. Islam itu sebetulnya mengajarkan tentang toleransi, persahabatan, kasih sayang, bicara dengan bahasa sopan, menghilangkan dengki, menghindari kesombongan yang semuanya akan menjadikan hati kita tenteram.
Kata ustad saat aku belajar Islam di Bogor, hendaknya kita memiliki ilmu, iman dan amal. Bila ilmu sudah dimiliki, iman semakin kuat, maka akan tumbuh kesadaran untuk mengamalkan semuanya tanpa paksaan...
Makanya tidak heran kalo baru dengar sepintas tentang Islam, bahkan yang lahir dari keluarga yang beragama Islam, males bawaannya untuk belajar Islam. Bahkan kayak aku dulu yang mikir, aku mau jadi penganut Islam yang bukan fanatik, soalnya yang fanatik bawaannya perang, pake baju berbahan tebal, kerudung longgar, atau malah menggunakan cadar?
Ada beberapa artis di dunia hiburan, ada penyanyi, musisi, presenter yang tadinya menggunakan baju muslim mendadak setelah bercerai menggunakan baju biasa. Bukan biasa lagi, malah model kemben atau tanktop, tidak usah aku sebut namanya.
Sebetulnya Islam itu bukan untuk menyulitkan hidup, tapi memudahkan. Kalo sejak awal punya persepsi belajar Islam itu berat, maka akan cenderung menunda-nunda. Ntar ah kalo sudah tua. Mumpung masih bisa menikmati hidup ya nikmatin aja. Makanya ujian bersyukur lebih sulit daripada ujian bersabar. Bila dalam kesulitan, baru belajar Islam, setelah masalah teratasi sibuk bersenang-senang lagi. Sudah tau yang benar dan salah tapi males dipikirin. Barangkali menjadi seperti Qarun yang akhirnya sombong merasa semua yang dimilikinya adalah hasil pemikiran dia sendiri, padahal saat masih miskin rajin berdoa pada Allah.
Jadi aku cenderung memilih untuk memberi toleransi pada wanita yang belum menggunakan kerudung. Bila menggunakan baju muslimpun, tidak usah ikut-ikutan Arab yang konon disana hawa nafsunya para lelakinya begitu tinggi. Bukankan banyak TKW yang diperkosa, bahkan ada penampungan anak-anak keturunan Arab di suatu daerah. Apa iya kita mesti mengadopsi budaya Arab secara utuh termasuk cara berpakaian?
Definisi kesopanan bisa berbeda di berbagai negara, bahkan di Indonesia, misalnya kalo ke Bali di pantai menggunakan bikini atau baju renang minim tidak akan diomongin. Kalo hati terpaksa menggunakan jilbab , bisa jadi saat liburan di tempat yang dianggapnya tidak ada kenalan yang melihat, tau-tau memilih menggunakan bikini.
Menurutku, dari suatu diskusi mana yang lebih penting antara membersihkan hati atau menggunakan jilbab, aku berpendapat hal itu tidak perlu dipermasalahkan. Lebih penting usaha mau belajar tentang Islam. Seandainya ada non muslim tertarik dengan Islam, tentunya disupport untuk belajar tentang Islam. Bila sudah mantap barulah disupport untuk mengucap syahadat. Karena masalah hidayah itu lagi-lagi hak prerogatif Allah, seperti halnya siapa saja yang berhak masuk surga.
Baru ingin mengerti tentang Islam belum-belum sudah dikasih gambaran, ini dosa, itu dosa. Mesti shalat lima waktu, pake kerudung, bayar zakat, puasa di bulan Ramadhan. Islam itu sebetulnya mengajarkan tentang toleransi, persahabatan, kasih sayang, bicara dengan bahasa sopan, menghilangkan dengki, menghindari kesombongan yang semuanya akan menjadikan hati kita tenteram.
Kata ustad saat aku belajar Islam di Bogor, hendaknya kita memiliki ilmu, iman dan amal. Bila ilmu sudah dimiliki, iman semakin kuat, maka akan tumbuh kesadaran untuk mengamalkan semuanya tanpa paksaan...
Minggu, 29 Januari 2012
Apakah boleh seorang wanita sholehah belajar dan berkarir?
Membaca tulisan di suatu grup Facebook pemikir, ada yang menulis tentang wanita sholehah akan masuk surga. Terus ada komentar "wanita sholehah tempatnya hanya di dapur, tidak bermanfaat bagi orang lain". Males berdebat, gak aku komentari.
Di suatu situs Islami ada postingan yang berjudul seorang istri akan mendapatkan banyak pahala bila berada di dapur. Lagi-lagi dapur. Kayak pepatah Jawa, tugas istri hanyalah macak, masak, manak.
Aku jadi ingat Khadijah radiallahu anha beliau adalah seorang pedagang. Siapa yang meragukan bahwa Khadijah radiallahu anha yang pandai berdagang ini bukan wanita sholehah? Atau Siti Aisyah radiallahu anha, beliau cerdas dan hapalannya sangat kuat, terutama mengingat yang dilakukan dan diucapkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam saat beliau mendampingi sebagai istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Bila memang seorang wanita mendapat penghasilan yang mencukupi dari suami, dan memang lebih suka tinggal di rumah untuk merawat rumah tangga dan mengurus anak tentunya semua itu ladang pahala. Tapi aku juga sering melihat wanita sosialita yang tidak bekerja, sehari-harinya hanya sibuk jalan-jalan di mall membeli baju dan aksesori desain terbaru, anaknya digendong baby sitter, pokoknya ibu gaul banget dah. Kalo ketemu selalu wangi, bajunya ganti-ganti dengan model terbaru, make up yang halus di kulit yang mulus. Salon sekarang sudah berani memberikan perawatan suntik agar kulit lebih putih dan kenyal.
Di sisi lain ada ibu yang bersusah payah bekerja untuk menambah pemasukan karena gaji dari suami masih belum mencukupi. Sampai di rumah masih menyempatkan membersihkan rumah, mencuci baju, menyetrika, dan pekerjaan rumah lainnya.
Di desa, banyak wanita bekerja menanam padi. Di pabrik banyak wanita bekerja di usaha misalnya garmen. Atau kisah wanita yang sampai meninggalkan negeri ini menjadi TKW agar bisa mengangkat ekonomi keluarga, meninggalkan anak dan suaminya.
Menyatakan bahwa wanita karier bukan wanita sholehah bukanlah hal yang bijaksana. Di sekolah tempat aku kerja PAUD terpadu Islami ini, bekerja sama dengan psikolog anak, dokter spesialis anak, dan dokter gigi anak. Psikolog, dokter, dan dokter gigi semuanya wanita, mereka sangat Islami dan sangat perhatian pada anak dan suaminya walaupun sangat sibuk. Yang menjadi dokter spesialis anak tidak mau menerima pasien bila anaknya ujian, dan rajin berpuasa. Putra-putranya tumbuh menjadi anak yang cerdas tidak banyak masalah walaupun sering ditinggal.
Menjadi seorang ibu dari anak-anak dan istri sekaligus ingin bermanfaat bagi masyarakat tidaklah mudah. Menurut ajaran Islam, tentunya semua butuh kesabaran, keikhlasan, merasa kecukupan, selalu bersyukur, tawakkal, bertakwa, menjaga diri dari godaan laki-laki iseng, dan seterusnya sesuai ajaran Islam. Kalo milih jadi ibu rumah tangga malah jadi gaul, belanja baju terus, ke salon untuk dirawat habis-habisan, BBMan tanpa henti ujung-ujungnya guyonan jorok dengan lawan jenis, ahhh... Godaan dunia memang tanpa henti menjerumuskan kita yang dicekoki acara tivi bahwa wanita sukses adalah yang cantik, seksi, gaul, kaya raya. Allah tidak memandang seseorang dari wajah atau hartanya, tetapi dari hati dan amal ibadahnya...
Di suatu situs Islami ada postingan yang berjudul seorang istri akan mendapatkan banyak pahala bila berada di dapur. Lagi-lagi dapur. Kayak pepatah Jawa, tugas istri hanyalah macak, masak, manak.
Aku jadi ingat Khadijah radiallahu anha beliau adalah seorang pedagang. Siapa yang meragukan bahwa Khadijah radiallahu anha yang pandai berdagang ini bukan wanita sholehah? Atau Siti Aisyah radiallahu anha, beliau cerdas dan hapalannya sangat kuat, terutama mengingat yang dilakukan dan diucapkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam saat beliau mendampingi sebagai istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Bila memang seorang wanita mendapat penghasilan yang mencukupi dari suami, dan memang lebih suka tinggal di rumah untuk merawat rumah tangga dan mengurus anak tentunya semua itu ladang pahala. Tapi aku juga sering melihat wanita sosialita yang tidak bekerja, sehari-harinya hanya sibuk jalan-jalan di mall membeli baju dan aksesori desain terbaru, anaknya digendong baby sitter, pokoknya ibu gaul banget dah. Kalo ketemu selalu wangi, bajunya ganti-ganti dengan model terbaru, make up yang halus di kulit yang mulus. Salon sekarang sudah berani memberikan perawatan suntik agar kulit lebih putih dan kenyal.
Di sisi lain ada ibu yang bersusah payah bekerja untuk menambah pemasukan karena gaji dari suami masih belum mencukupi. Sampai di rumah masih menyempatkan membersihkan rumah, mencuci baju, menyetrika, dan pekerjaan rumah lainnya.
Di desa, banyak wanita bekerja menanam padi. Di pabrik banyak wanita bekerja di usaha misalnya garmen. Atau kisah wanita yang sampai meninggalkan negeri ini menjadi TKW agar bisa mengangkat ekonomi keluarga, meninggalkan anak dan suaminya.
Menyatakan bahwa wanita karier bukan wanita sholehah bukanlah hal yang bijaksana. Di sekolah tempat aku kerja PAUD terpadu Islami ini, bekerja sama dengan psikolog anak, dokter spesialis anak, dan dokter gigi anak. Psikolog, dokter, dan dokter gigi semuanya wanita, mereka sangat Islami dan sangat perhatian pada anak dan suaminya walaupun sangat sibuk. Yang menjadi dokter spesialis anak tidak mau menerima pasien bila anaknya ujian, dan rajin berpuasa. Putra-putranya tumbuh menjadi anak yang cerdas tidak banyak masalah walaupun sering ditinggal.
Menjadi seorang ibu dari anak-anak dan istri sekaligus ingin bermanfaat bagi masyarakat tidaklah mudah. Menurut ajaran Islam, tentunya semua butuh kesabaran, keikhlasan, merasa kecukupan, selalu bersyukur, tawakkal, bertakwa, menjaga diri dari godaan laki-laki iseng, dan seterusnya sesuai ajaran Islam. Kalo milih jadi ibu rumah tangga malah jadi gaul, belanja baju terus, ke salon untuk dirawat habis-habisan, BBMan tanpa henti ujung-ujungnya guyonan jorok dengan lawan jenis, ahhh... Godaan dunia memang tanpa henti menjerumuskan kita yang dicekoki acara tivi bahwa wanita sukses adalah yang cantik, seksi, gaul, kaya raya. Allah tidak memandang seseorang dari wajah atau hartanya, tetapi dari hati dan amal ibadahnya...
Sabtu, 28 Januari 2012
Semoga Afriyani mau bertaubat dengan sungguh-sungguh karena tidak mudah menjalaninya
Sudah ke sekian kalinya aku dapat ide postingan dari komentarku sendiri. Kali ini dari komentarku di blog Catatan R10. Semua karena pengalaman pribadi, banyak kesalahan yang pernah aku lakukan. Dan saat melakukan pertaubatan, kesalahan itu akan selalu membayangi kita.
Dengan membaca tentang pertaubatan bahwa Allah mengampuni semua perbuatan dosa kecuali perbuatan syirik, rasanya membuatku bergetar hebat. Bertanya-tanya, bagaimana bila syirik itu karena dipengaruhi orang lain. Menurut ustad yang aku dengar di pengajian, katakanlan percaya bahwa seorang dokter yang menyembuhkan penyakit itu juga termasuk syirik, karena yang menyembuhkan adalah Allah, dokter hanyalah perantara.
Aku pernah percaya banget pada seseorang yang mau menyembuhkan depresiku, katanya dia punya kemampuan untuk menyembuhkan orang lain. Tapi akhirnya kejadian aneh-aneh membuatku sadar, walaupun orang ini rajin shalat, rajin berdzikir, akhirnya terbongkar juga saat dia kesurupan semalaman. Muntah-muntah dari ruang tamu sampai dapur. Masih juga mencoba meyakinkan aku, bahwa itu proses pembersihan dirinya dari hal negatif. Tapi akhirnya aku ingat kalo hari Jum'at dia ngumpet di dapur gak mau shalat Jum'at. Ingatan-ingatan banyak yang muncul akhirnya aku paham bahwa kemampuan menyembuhkan orang lain (katanya sih) karena ada gaib negatif di tubuhnya.
Ada beberapa definisi tentang hati, hati yang sehat, rajin beribadah dengan berusaha khusuk dan selalu menjaga sikap sesuai ajaran Islam. Hati yang sakit, sepertinya rajin shalat tetapi sikapnya tidak seperti yang dicontohkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Masih suka bohong, menipu, berkata kasar, pikiran porno gak bisa ditahan, suka marah, dan seterusnya.
Ada orang yang aku kenal suka ngomong Islami, bahwa dia rajin baca surat ini itu dari Al Qur'an. Tapi ada hal yang gak pas, dia beranggapan bahwa shalat itu adalah pelebur dosa. Waktu dia cerita petualangan sexnya dengan wanita bukan istrinya, dan gak cuman sekali, saat itulah aku bisa merasakan hatinya sakit. Tanpa merasa bersalah, karena seperti ceritanya tadi, kalo shalat dia merasa sangat dekat dengan Tuhan, dan meyakini Tuhan akan mengampuni dosa-dosanya.
Setelah hati yang sakit ada hati yang mati. Orang model seperti ini tidak merasa bersalah bila tidak ingat Tuhan. Selain itu dia merasa bangga bisa lolos dari melakukan kejahatan. Semoga kita semua terhindar dari sikap baik menzalimi diri sendiri (emosi) ataupun menzalimi orang lain.
Taubat sendiri ada aturannya, tiga syarat taubat adalah:
Ini komentarku tentang Afriyani di blog Catatan R10
Dengan membaca tentang pertaubatan bahwa Allah mengampuni semua perbuatan dosa kecuali perbuatan syirik, rasanya membuatku bergetar hebat. Bertanya-tanya, bagaimana bila syirik itu karena dipengaruhi orang lain. Menurut ustad yang aku dengar di pengajian, katakanlan percaya bahwa seorang dokter yang menyembuhkan penyakit itu juga termasuk syirik, karena yang menyembuhkan adalah Allah, dokter hanyalah perantara.
Aku pernah percaya banget pada seseorang yang mau menyembuhkan depresiku, katanya dia punya kemampuan untuk menyembuhkan orang lain. Tapi akhirnya kejadian aneh-aneh membuatku sadar, walaupun orang ini rajin shalat, rajin berdzikir, akhirnya terbongkar juga saat dia kesurupan semalaman. Muntah-muntah dari ruang tamu sampai dapur. Masih juga mencoba meyakinkan aku, bahwa itu proses pembersihan dirinya dari hal negatif. Tapi akhirnya aku ingat kalo hari Jum'at dia ngumpet di dapur gak mau shalat Jum'at. Ingatan-ingatan banyak yang muncul akhirnya aku paham bahwa kemampuan menyembuhkan orang lain (katanya sih) karena ada gaib negatif di tubuhnya.
Ada beberapa definisi tentang hati, hati yang sehat, rajin beribadah dengan berusaha khusuk dan selalu menjaga sikap sesuai ajaran Islam. Hati yang sakit, sepertinya rajin shalat tetapi sikapnya tidak seperti yang dicontohkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Masih suka bohong, menipu, berkata kasar, pikiran porno gak bisa ditahan, suka marah, dan seterusnya.
Ada orang yang aku kenal suka ngomong Islami, bahwa dia rajin baca surat ini itu dari Al Qur'an. Tapi ada hal yang gak pas, dia beranggapan bahwa shalat itu adalah pelebur dosa. Waktu dia cerita petualangan sexnya dengan wanita bukan istrinya, dan gak cuman sekali, saat itulah aku bisa merasakan hatinya sakit. Tanpa merasa bersalah, karena seperti ceritanya tadi, kalo shalat dia merasa sangat dekat dengan Tuhan, dan meyakini Tuhan akan mengampuni dosa-dosanya.
Setelah hati yang sakit ada hati yang mati. Orang model seperti ini tidak merasa bersalah bila tidak ingat Tuhan. Selain itu dia merasa bangga bisa lolos dari melakukan kejahatan. Semoga kita semua terhindar dari sikap baik menzalimi diri sendiri (emosi) ataupun menzalimi orang lain.
Taubat sendiri ada aturannya, tiga syarat taubat adalah:
- menghentikan perbuatan dosa yang dilakukan.
- menyesal atas perbuatan dosa yang telah dilakukan.
- bertekat kuat (‘azam) untuk tidak mengulangi lagi perbuatan dosa itu di masa datang untuk selama-lamanya
Ini komentarku tentang Afriyani di blog Catatan R10
Jumat, 27 Januari 2012
Tentang diblokir dan ganti url blog
Aku baru nyadar ternyata blogku yang memfollow seorang teman diblokir. Pantesan tidak bisa melihat tulisannya di dashboard blogspot lagi. Aku sih maklum saja, soalnya waktu dia pernah gak bales mentionku di twitter dan dia jelas-jelas online, aku suka nulis panjaang lebar ke dia lewat email. Terus dia ganti blog, dengan tulisan Islami tapi pro jihad untuk perang. Waaaaa... langsung panjaaaaang lagi beberapa kali emailku padanya. Yah, begitulah, gak ada balasan.
Aku akhirnya nyadar juga, kalo aku digituin kali juga bakal ngambek, hehehe... jadi maklum saja aku diblokir. Lagian dia gak pernah kasih duit, jadi aku rasa gak ada ruginya diblokir olehnya, ya cuman ngerasa kehilangan temen chatting untuk sharing. Asal bukan aku deh yang putusin hubungan pertemenan, soalnya memutuskan hubungan dari antar keluarga, sahabat, teman adalah hal yang tidak disukai Allah dan pasti akan dapat teguran.
Sejauh ini kalo aku dikritik kalo aku salah aku akan perbaiki tulisanku. Kayak kemarin dikritik di twitter soalnya dia gak setuju bajunya Afriyani aku sebut baju muslim, tadinya aku berpendapat hanya detil kecil saja. Terus tadi malam ke pengajian, sobatku bilang memang kalo ustad yang ceramah menyarankan menggunakan gamis bahan tebal agak longgar lalu kerudungnya menutupi dada, itu baju muslimah yang bener untuk ke pengajian. Walaupun aku suka ngeliat orang datang ke pengajian pake rok panjang, blus lengan panjang, kerudung dari selendang. Banyak petinggi negri ini yang wanita, baik ibu pejabat atau istri pejabat bajunya model begitu memakai selendang yang kelihatan rambutnya. Belakangan aku curiga yang mengkritik aku pernah ingat namanya, ternyata suka nyanyi di youtube pernah duet dengan seorang selebbloger. Aku bilang ke dia bahwa aku juga suka nyanyi mau subscribe youtubenya. Abis itu udah, ketawa-tawa deh. Semalaman aku sambil ngeblog dengerin suaranya dia... keren...
Soal baju muslim, kalo memang merasa menjadi muslimah kenapa tidak menggunakan baju muslim? Emang rancu soal label baju muslim ini. Aku dengan keterbatasanku masih sering menggunakan celana, soalnya kalo di Jogja pergi keluar naik sepeda. Aku tetap meyakini, seperti halnya para Wali yang menyebarkan Islam di pulau Jawa, bahwa kebudayaan lokal tetap mesti dijunjung tinggi selama tidak melanggar aturan di Al Qur'an dan hadits. Pernikahan di Jawa sebagai pengantin tentunya boleh menggunakan kebaya, dan sekarang sanggul-sanggul cantik dari bunga sudah sering digunakan untuk menutupi rambut. Apa iya, karena alasan mengikuti sunnah Nabi, mesti total mengikutinya, sampe makan mesti bareng-bareng pake semacam tampah dengan tiga jari. Terus kendaraan mesti pake kuda atau unta, hmmm... Seperti pernah aku dengar pendapatnya Quraish Shihab saat sahur di bulan Ramadhan bahwa Islam itu indah, mendukung kebudayaan lokal, selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
Jadi karena aku beranggapan ya sudahlah mau diblokir di facebook, di blog, yang penting bukan aku yang memblokir. Kecuali orangnya bicaranya kasar, suka mengumpat menjelek-jelekkan orang lain, aku pernah blokir yang kalo nulis seperti itu.
Kasus ganti url blog pernah waktu ada isu Google mau mendelete blog yang tidak pake Gmail. Aku memutuskan bikin alamat email Gmail lalu aku eksport blogku. Tapi ada yang komentar wah sayang kenapa mesti eksport blog segala, bisa kok ganti email tanpa ganti url. Akhirnya aku punya beberapa blog dengan dua e-mail, soalnya kalo blognya banyak dengan satu email kasian bingung mau komen yang mana, aku juga sering hadapi itu.
Ruginya ganti url itu sulit nyari arsip di Google misalnya, COKLAT MONGGO BLUE SKY, nanti masuk ke blog Blue Sky yang membahas coklat Monggo. Begitu ganti url, jadi susah mau menuju ke link lama yang kita butuhkan tulisannya. Jadi aku gak akan ganti url lagi, aku rasa belum perlu dan masih pengen lebih mudah mengakses tulisanku yang lama.
Sekedar curhat doang di blog tanpa follower ini...
Aku akhirnya nyadar juga, kalo aku digituin kali juga bakal ngambek, hehehe... jadi maklum saja aku diblokir. Lagian dia gak pernah kasih duit, jadi aku rasa gak ada ruginya diblokir olehnya, ya cuman ngerasa kehilangan temen chatting untuk sharing. Asal bukan aku deh yang putusin hubungan pertemenan, soalnya memutuskan hubungan dari antar keluarga, sahabat, teman adalah hal yang tidak disukai Allah dan pasti akan dapat teguran.
Sejauh ini kalo aku dikritik kalo aku salah aku akan perbaiki tulisanku. Kayak kemarin dikritik di twitter soalnya dia gak setuju bajunya Afriyani aku sebut baju muslim, tadinya aku berpendapat hanya detil kecil saja. Terus tadi malam ke pengajian, sobatku bilang memang kalo ustad yang ceramah menyarankan menggunakan gamis bahan tebal agak longgar lalu kerudungnya menutupi dada, itu baju muslimah yang bener untuk ke pengajian. Walaupun aku suka ngeliat orang datang ke pengajian pake rok panjang, blus lengan panjang, kerudung dari selendang. Banyak petinggi negri ini yang wanita, baik ibu pejabat atau istri pejabat bajunya model begitu memakai selendang yang kelihatan rambutnya. Belakangan aku curiga yang mengkritik aku pernah ingat namanya, ternyata suka nyanyi di youtube pernah duet dengan seorang selebbloger. Aku bilang ke dia bahwa aku juga suka nyanyi mau subscribe youtubenya. Abis itu udah, ketawa-tawa deh. Semalaman aku sambil ngeblog dengerin suaranya dia... keren...
Soal baju muslim, kalo memang merasa menjadi muslimah kenapa tidak menggunakan baju muslim? Emang rancu soal label baju muslim ini. Aku dengan keterbatasanku masih sering menggunakan celana, soalnya kalo di Jogja pergi keluar naik sepeda. Aku tetap meyakini, seperti halnya para Wali yang menyebarkan Islam di pulau Jawa, bahwa kebudayaan lokal tetap mesti dijunjung tinggi selama tidak melanggar aturan di Al Qur'an dan hadits. Pernikahan di Jawa sebagai pengantin tentunya boleh menggunakan kebaya, dan sekarang sanggul-sanggul cantik dari bunga sudah sering digunakan untuk menutupi rambut. Apa iya, karena alasan mengikuti sunnah Nabi, mesti total mengikutinya, sampe makan mesti bareng-bareng pake semacam tampah dengan tiga jari. Terus kendaraan mesti pake kuda atau unta, hmmm... Seperti pernah aku dengar pendapatnya Quraish Shihab saat sahur di bulan Ramadhan bahwa Islam itu indah, mendukung kebudayaan lokal, selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
Jadi karena aku beranggapan ya sudahlah mau diblokir di facebook, di blog, yang penting bukan aku yang memblokir. Kecuali orangnya bicaranya kasar, suka mengumpat menjelek-jelekkan orang lain, aku pernah blokir yang kalo nulis seperti itu.
Kasus ganti url blog pernah waktu ada isu Google mau mendelete blog yang tidak pake Gmail. Aku memutuskan bikin alamat email Gmail lalu aku eksport blogku. Tapi ada yang komentar wah sayang kenapa mesti eksport blog segala, bisa kok ganti email tanpa ganti url. Akhirnya aku punya beberapa blog dengan dua e-mail, soalnya kalo blognya banyak dengan satu email kasian bingung mau komen yang mana, aku juga sering hadapi itu.
Ruginya ganti url itu sulit nyari arsip di Google misalnya, COKLAT MONGGO BLUE SKY, nanti masuk ke blog Blue Sky yang membahas coklat Monggo. Begitu ganti url, jadi susah mau menuju ke link lama yang kita butuhkan tulisannya. Jadi aku gak akan ganti url lagi, aku rasa belum perlu dan masih pengen lebih mudah mengakses tulisanku yang lama.
Sekedar curhat doang di blog tanpa follower ini...
Kamis, 26 Januari 2012
Cerita mistik dan horor dari dunia gaib
Biasanya kalo malem-malem lagi kemping paling nyenengin dengerin cerita serem di depan api unggun. Ada semacam magnet bila ada yang punya cerita serem diobrolin ke temen-temen yang lain. Terakhir aku ikut api unggun kapan ya, oh iya, di candi Boko malem-malem akhir tahun lalu. Tapi bukan kemping, malah makan kambing guling :D.
Ada yang pernah nonton acara Indigo Sabtu malam di Trans TV? Miriiiip banget kayak poster film-film di bioskop sekarang. Gak hapal judul-judul film itu, gak pernah nonton, jadi gak bisa nyebutin judulnya. Pasti seputar suster ngesot, kuntilanak, arwah penasaran, anehnya hantu-hantu ini didandani menyeramkan tapi sekseeeeh betul. Kostum tante kunti yang ketat, dadanya tumpah ruah, semakin menonjol semakin bagus. Memanjakan kaum lelaki tentunya, ini film sebetulnya mau nakut-nakutin atau merangsang syahwat sih? Kok gak pernah ya genderuwo jadi peran utamanya?
Nah, acara Indigo di Trans TV ternyata openingnya dhuaaar, sereeeem. Kalo Sabtu malem pantengin timeline di Twitter dengan hashtag indigo isinya gak jauh dari komentar wah nonton acara indigo serem banget takut ngeliatnya.
Saudara-saudaraku tercinta setanah air, aku punya beberapa sahabat orang indigo. Dan mereka ini kesel loh kisah indigo disamain dengan filmnya Dewi Perssik. Indigo bukan pemeran film horor yang komersial. Para indigo ini adalah manusia penyayang alam, suka membantu manusia tanpa pamrih, banyak yang kreatif.
Sedikit mengutip dari komunitasindigoindonesia
Ada 4 tipe anak indigo dengan kelebihan masing-masing. Tipe pertama adalah tipe interdimensional yakni anak indigo yang memiliki ketajaman indera keenam. Ada pula tipe artis. Anak indigo dari tipe ini amat menonjol di bidang seni dan sastra. Lalu tipe humanis yang mempunyai kelebihan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Biasanya mereka menggunakan kemampuannya untuk menolong orang lain. Tipe terakhir adalah tipe konseptual. Mereka amat menonjol dalam merancang suatu program. Misalnya dalam rangka menyelamatkan perusahaan yang akan bangkrut atau membuat usaha baru yang booming dan mandatangkan keuntungan finansial bagi banyak orang.
Hanya saja sebelum menjadi indigo yang matang, dalam arti sudah terkontrol kemampuannya, ada beberapa penderitaan yang dialami. Sama juga dari link di atas
1. Sakit kepala yang hebat
2. Susah tidur
3. Lambung yang lemah
4. Empati yang menyakitkan
5. Rasa marah yang mendesak
6. Kepribadian yang berubah-ubah
7. Dilematis
8. Cap “aneh”
9. Dijauhi teman-teman
Cara mengatasinya adalah dengan berusaha meningkatkan spiritual, ketenangan dalam diri, bisa mengontrol emosi yang berlebihan, berpikir postif, tidak mudah digoyahkan oleh godaan negatif. Yang ini setauku setelah banyak ngobrol dengan teman indigo. Yang punya saran lain boleh ditambahkan.
Apakah aku indigo... hmmm, sulit dijawab, coba saja cari di mbah Google nanti kayaknya balik ke blog ini deh, hehehe... Tapi aku sejauh ini gak bisa ngeliat tante Kunti dan teman-temannya. Waktu anakku yang paling kecil saat berumur 4 tahun cerita dia bisa ngeliat makhluk penghuni di suatu pohon, dua tahun kemudian aku mencoba memahami tentang indigo ini.
Aku juga pernah mencoba mensupport beberapa orang yang nanya apakah mereka indigo, indigo hanyalah sekedar label saja. Mereka makhluk Allah yang diberi tugas untuk menselaraskan hubungan alam yang kita tinggali ini dengan makhluk alam lain. Kalo mereka cenderung introvert wajar saja, soalnya cerita dengan yang gak bisa ngeliat alam lain susah dimengerti. Misalnya di postingan ini Melewati dimensi alam lain .
Indigo Community ini protes ke Trans TV karena acara berjudul Indigo lebay menjurus ke arah horor dan mistik, didukung KPI. Bukannya apa-apa, bila ada seseorang yang diketahui indigo oleh teman-temannya bisa jadi dicap itu... horror dan mistik. Bila indigo dijadiin film, kira-kira digambarkan sosok ramah yang suka menolong orang lain, mengingatkan untuk beribadah atau sosok yang melihat hantu seram dimana-mana coba... kayaknya produser milih yang laku dijual, maklum sekarang jaman matrek, jarang yang idealis lagi.
Tentang protesnya aku posting di blog satunya ini Komunitas Indigo memprotes acara INDIGO TRANS TV, indigo bukan horor dan mistik!!!
Semoga ada informasi yang bersahabat tentang indigo ini ya. Memang ada yang masih muda dan cenderung emosional, tapi banyak yang sudah dewasa, malah cenderung menutupi kelebihannya agar bisa berbaur, dan soal kedewasaan serta belum matangnya indigo tidak berkaitan dengan umur.
Lagi ngebayangin film di layar lebar yang menggambarkan tentang kebaikan hati, ketulusan hati, kecintaannya pada alam, perjuangannya agar teman-temannya tidak menganggapnya aneh tentang seorang indigo...
Ada yang pernah nonton acara Indigo Sabtu malam di Trans TV? Miriiiip banget kayak poster film-film di bioskop sekarang. Gak hapal judul-judul film itu, gak pernah nonton, jadi gak bisa nyebutin judulnya. Pasti seputar suster ngesot, kuntilanak, arwah penasaran, anehnya hantu-hantu ini didandani menyeramkan tapi sekseeeeh betul. Kostum tante kunti yang ketat, dadanya tumpah ruah, semakin menonjol semakin bagus. Memanjakan kaum lelaki tentunya, ini film sebetulnya mau nakut-nakutin atau merangsang syahwat sih? Kok gak pernah ya genderuwo jadi peran utamanya?
Nah, acara Indigo di Trans TV ternyata openingnya dhuaaar, sereeeem. Kalo Sabtu malem pantengin timeline di Twitter dengan hashtag indigo isinya gak jauh dari komentar wah nonton acara indigo serem banget takut ngeliatnya.
Saudara-saudaraku tercinta setanah air, aku punya beberapa sahabat orang indigo. Dan mereka ini kesel loh kisah indigo disamain dengan filmnya Dewi Perssik. Indigo bukan pemeran film horor yang komersial. Para indigo ini adalah manusia penyayang alam, suka membantu manusia tanpa pamrih, banyak yang kreatif.
Sedikit mengutip dari komunitasindigoindonesia
Ada 4 tipe anak indigo dengan kelebihan masing-masing. Tipe pertama adalah tipe interdimensional yakni anak indigo yang memiliki ketajaman indera keenam. Ada pula tipe artis. Anak indigo dari tipe ini amat menonjol di bidang seni dan sastra. Lalu tipe humanis yang mempunyai kelebihan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Biasanya mereka menggunakan kemampuannya untuk menolong orang lain. Tipe terakhir adalah tipe konseptual. Mereka amat menonjol dalam merancang suatu program. Misalnya dalam rangka menyelamatkan perusahaan yang akan bangkrut atau membuat usaha baru yang booming dan mandatangkan keuntungan finansial bagi banyak orang.
Hanya saja sebelum menjadi indigo yang matang, dalam arti sudah terkontrol kemampuannya, ada beberapa penderitaan yang dialami. Sama juga dari link di atas
1. Sakit kepala yang hebat
2. Susah tidur
3. Lambung yang lemah
4. Empati yang menyakitkan
5. Rasa marah yang mendesak
6. Kepribadian yang berubah-ubah
7. Dilematis
8. Cap “aneh”
9. Dijauhi teman-teman
Cara mengatasinya adalah dengan berusaha meningkatkan spiritual, ketenangan dalam diri, bisa mengontrol emosi yang berlebihan, berpikir postif, tidak mudah digoyahkan oleh godaan negatif. Yang ini setauku setelah banyak ngobrol dengan teman indigo. Yang punya saran lain boleh ditambahkan.
Apakah aku indigo... hmmm, sulit dijawab, coba saja cari di mbah Google nanti kayaknya balik ke blog ini deh, hehehe... Tapi aku sejauh ini gak bisa ngeliat tante Kunti dan teman-temannya. Waktu anakku yang paling kecil saat berumur 4 tahun cerita dia bisa ngeliat makhluk penghuni di suatu pohon, dua tahun kemudian aku mencoba memahami tentang indigo ini.
Aku juga pernah mencoba mensupport beberapa orang yang nanya apakah mereka indigo, indigo hanyalah sekedar label saja. Mereka makhluk Allah yang diberi tugas untuk menselaraskan hubungan alam yang kita tinggali ini dengan makhluk alam lain. Kalo mereka cenderung introvert wajar saja, soalnya cerita dengan yang gak bisa ngeliat alam lain susah dimengerti. Misalnya di postingan ini Melewati dimensi alam lain .
Indigo Community ini protes ke Trans TV karena acara berjudul Indigo lebay menjurus ke arah horor dan mistik, didukung KPI. Bukannya apa-apa, bila ada seseorang yang diketahui indigo oleh teman-temannya bisa jadi dicap itu... horror dan mistik. Bila indigo dijadiin film, kira-kira digambarkan sosok ramah yang suka menolong orang lain, mengingatkan untuk beribadah atau sosok yang melihat hantu seram dimana-mana coba... kayaknya produser milih yang laku dijual, maklum sekarang jaman matrek, jarang yang idealis lagi.
Tentang protesnya aku posting di blog satunya ini Komunitas Indigo memprotes acara INDIGO TRANS TV, indigo bukan horor dan mistik!!!
Semoga ada informasi yang bersahabat tentang indigo ini ya. Memang ada yang masih muda dan cenderung emosional, tapi banyak yang sudah dewasa, malah cenderung menutupi kelebihannya agar bisa berbaur, dan soal kedewasaan serta belum matangnya indigo tidak berkaitan dengan umur.
Lagi ngebayangin film di layar lebar yang menggambarkan tentang kebaikan hati, ketulusan hati, kecintaannya pada alam, perjuangannya agar teman-temannya tidak menganggapnya aneh tentang seorang indigo...
Manusia "sakti" di jaman sekarang
Aku pernah bilang ke seorang blogger saat kopdar, bahwa suatu saat aku gak akan intensif ngeblog lagi. Saat ini tentu saja bisa setiap hari, kadang sehari beberapa postingan mengeluarkan uneg-uneg yang mengganjal.
Saat awal ngeblog lebih parah lagi, banyak sekali informasi muncul di kepalaku, sampe aku nulis nyolong-nyolong ngeblog sambil kerja, pake hape. Udah kayak gak mikir aja. Entah ilham dari mana itu semua. Gambaran tentang anak-anakku, kakek anak-anakku almarhum yang dari Palembang, kakek anak-anakku yang dari Cariu Jawa Barat tapi kok aku gak nyaman dengan sosok ini yang konon kata bapak anak-anakku "sakti", begini begitu tiap tahun ke Mekah naik haji. Syuuuuut, muncul sosok mendiang tanteku yang punya indra ke-6 aku jadi ingat ceritanya bahwa batu jumroh bila dibawa pulang bisa untuk pesugihan, dan mesti direcharge setahun sekali saat musim haji. Memang sih peninggalan beliau ini berhektar-hektar sawah luasnya, dan cucu-cucunya sudah ngiler ingin menjual dan menikmati hasilnya. Wallahu a'lam bisshowab.
Sudah muak dengan namanya kesaktian-kesaktian. Cerita-cerita gak jelas manusia yang bisa terbang, muncul di dua tempat, berjalan di atas air, apalah itulah semua cerita dari mantan. Apalagi mengaku kalo maqomnya sudah tinggi, sudah ma'rifat, ada kedekatan dengan Allah dapat prioritas tidak usah shalat lagi. Untung aku bukan selebritis, coba kalo iya, barangkali para manusia yang "sakti" menentang aku, bisa gawat, hehehe...
Terlalu tipis yang nampak di mata manusia batasan antara sihir dan keajaiban karena bantuan dari Allah padahal sebetulnya kenyataan perbedaannya sejauh surga dan neraka. Bukankah Allah sudah menjanjikan manusia yang tawakkal akan mendapat jalan keluar dari masalahnya, dan manusia bertakwa dapat rejeki tak disangka-sangka. Keajaiban itu adalah karena sedekah, tawakkal, bertakwa, bertaubat, menyambung silaturahmi, bertaubat, dan seterusnya. Pembersihan hati, pensucian jiwa juga membuat hidup segalanya tampak mudah.
Aku pernah belajar tasawuf di Bogor, ustadnya lulusan Al Azhar Kairo. Tadinya gak ngeh banget tasawuf itu apa. Saat di Jogja ada sahabatku sendiri mengatakan sesat. Terus pembicara pengajian di rumahku bilang tergantung tawasuf model apa dulu, selama masih ada tuntunan AL Qur'an dan hadits, tentunya masih bisa diikuti. Buya Hamka sendiri juga menulis buku Tasawuf Modern. Sedangkan Quraish Shihab pernah menyatakan, berdzikir itu seharusnya dengan bahasa lembut, dan membuat tenang. Bukan berdzikir berteriak sambil menangis. Tapi itu adalah pilihan saja, aku lebih suka berdzikir dengan lembut. Karena ada tarekat yang ingin mencapai tahapan tasawuf versinya dengan berdzikir secara keras.
Ada ilmu di Islam yaitu Laduni, ini juga contoh manusia mendadak dangdut, eh mendadak berilmu. Hanya dengan beberapa hari ada bule bisa ngomong bahasa Indonesia dengan belajar Laduni. Okelah, itu sudah terbukti, tapi aku lebih suka belajar yang nyata-nyata sajalah. Belajar dari sosok yang nyata, dan tentunya tidak membuat keluargaku cemas, yang sudah sangat mensupport agar aku tetap waras sampai sejauh ini.
Tapi gak tau ya, kalo suatu saat mesti berurusan dengan manusia "sakti" lagi. Manusia yang mengaku sakti, dulu saat aku mengenalnya lewat internet dia bisa menggerakkan kursor di komputerku padahal beda kota. Setelah aku tau dia sering kesurupan, melihat sendiri, kebukalah pemahamanku bahwa kesaktian itu adalah bisa jadi karena ada setan memasuki tubuhnya.
Tapi gak tau lagi deh, kalo terpaksa berurusan dengan manusia sakti dalam tanda petik, hehehe... Sejauh ini Alhamdulillah merasa tenang dan belum ketemu hal-hal aneh lagi. Semoga Allah selalu menunjukkan aku ke jalan lurus. Aaamiiin...
Saat awal ngeblog lebih parah lagi, banyak sekali informasi muncul di kepalaku, sampe aku nulis nyolong-nyolong ngeblog sambil kerja, pake hape. Udah kayak gak mikir aja. Entah ilham dari mana itu semua. Gambaran tentang anak-anakku, kakek anak-anakku almarhum yang dari Palembang, kakek anak-anakku yang dari Cariu Jawa Barat tapi kok aku gak nyaman dengan sosok ini yang konon kata bapak anak-anakku "sakti", begini begitu tiap tahun ke Mekah naik haji. Syuuuuut, muncul sosok mendiang tanteku yang punya indra ke-6 aku jadi ingat ceritanya bahwa batu jumroh bila dibawa pulang bisa untuk pesugihan, dan mesti direcharge setahun sekali saat musim haji. Memang sih peninggalan beliau ini berhektar-hektar sawah luasnya, dan cucu-cucunya sudah ngiler ingin menjual dan menikmati hasilnya. Wallahu a'lam bisshowab.
Sudah muak dengan namanya kesaktian-kesaktian. Cerita-cerita gak jelas manusia yang bisa terbang, muncul di dua tempat, berjalan di atas air, apalah itulah semua cerita dari mantan. Apalagi mengaku kalo maqomnya sudah tinggi, sudah ma'rifat, ada kedekatan dengan Allah dapat prioritas tidak usah shalat lagi. Untung aku bukan selebritis, coba kalo iya, barangkali para manusia yang "sakti" menentang aku, bisa gawat, hehehe...
Terlalu tipis yang nampak di mata manusia batasan antara sihir dan keajaiban karena bantuan dari Allah padahal sebetulnya kenyataan perbedaannya sejauh surga dan neraka. Bukankah Allah sudah menjanjikan manusia yang tawakkal akan mendapat jalan keluar dari masalahnya, dan manusia bertakwa dapat rejeki tak disangka-sangka. Keajaiban itu adalah karena sedekah, tawakkal, bertakwa, bertaubat, menyambung silaturahmi, bertaubat, dan seterusnya. Pembersihan hati, pensucian jiwa juga membuat hidup segalanya tampak mudah.
Aku pernah belajar tasawuf di Bogor, ustadnya lulusan Al Azhar Kairo. Tadinya gak ngeh banget tasawuf itu apa. Saat di Jogja ada sahabatku sendiri mengatakan sesat. Terus pembicara pengajian di rumahku bilang tergantung tawasuf model apa dulu, selama masih ada tuntunan AL Qur'an dan hadits, tentunya masih bisa diikuti. Buya Hamka sendiri juga menulis buku Tasawuf Modern. Sedangkan Quraish Shihab pernah menyatakan, berdzikir itu seharusnya dengan bahasa lembut, dan membuat tenang. Bukan berdzikir berteriak sambil menangis. Tapi itu adalah pilihan saja, aku lebih suka berdzikir dengan lembut. Karena ada tarekat yang ingin mencapai tahapan tasawuf versinya dengan berdzikir secara keras.
Ada ilmu di Islam yaitu Laduni, ini juga contoh manusia mendadak dangdut, eh mendadak berilmu. Hanya dengan beberapa hari ada bule bisa ngomong bahasa Indonesia dengan belajar Laduni. Okelah, itu sudah terbukti, tapi aku lebih suka belajar yang nyata-nyata sajalah. Belajar dari sosok yang nyata, dan tentunya tidak membuat keluargaku cemas, yang sudah sangat mensupport agar aku tetap waras sampai sejauh ini.
Tapi gak tau ya, kalo suatu saat mesti berurusan dengan manusia "sakti" lagi. Manusia yang mengaku sakti, dulu saat aku mengenalnya lewat internet dia bisa menggerakkan kursor di komputerku padahal beda kota. Setelah aku tau dia sering kesurupan, melihat sendiri, kebukalah pemahamanku bahwa kesaktian itu adalah bisa jadi karena ada setan memasuki tubuhnya.
Tapi gak tau lagi deh, kalo terpaksa berurusan dengan manusia sakti dalam tanda petik, hehehe... Sejauh ini Alhamdulillah merasa tenang dan belum ketemu hal-hal aneh lagi. Semoga Allah selalu menunjukkan aku ke jalan lurus. Aaamiiin...
Rabu, 25 Januari 2012
Kalo sedang tidak ada ide tapi pengen nulis (gak penting gak usah dibaca, ngomongin blogger soalnya)
Kadang pengen banget nulis, tapi kalo gak ada terus gimana coba. Untungnya blog ini untuk nulis apa yang aku pikirin sesuka hati. Jadi nulis aja yang ada di kepala tanpa konsep. Mau dikomen syukur, enggak juga gpp.
Pernah abis posting ada yang nulis status facebook AKU DISERAAANG... kalo inget pengen ketawa aja. Dia nulis katanya dikatain bisikan setan. Aku coba ngecek tulisanku, soalnya gak ngerasa, ooooh nyadar itu. Aku hapus postingannya. Eh, ada di wall FBnya temennya komentar "bisikan setannya sudah ilang". Waaaa.... langsung deh aku yakin yang dimaksud aku. Tapi soal bisikan setan gak selesai, aku posting copas dari penulis yang suka nulis hal Islami. Pada dasarnya manusia itu mudah terkena bisikan setan, gak peduli tingkat ulama sekalipun.
Kalo inget jadi ketawa ngakak deh. Dan soal mimpi, aku mimpi tentang blogger gak cuman sekali dua kali, tapi berkali-kali. Aku bisa belajar banyak dari blogger yang aku mimpiin tuh. Dan memang, yang terakhir cukup lama perhatiinnya, soalnya complicated banget. Dulunya sih awalnya dimulai dengan mimpi sampai terengah-engah saat bangun. Aku mimpi ada blogger yang menjauhi aku. Sudah diwarning begitu masih error juga saat kejadian. Soalnya ternyata kejadiannya gak terduga banget.
Pernah waktu chatting diintimidasi. Heh, kamu ngomongin apa soal aku. Kamu bilang aku gini ya, aku gitu ya sampe diberondong kayak pake senapan otomatis. Jelas dong aku kaget. Jadi waktu dia dan temennya secara halus nyindir, jangan nulis di komunitas blogger kita, udah siap deh.
Kalo yang Islam beneran pasti berusaha mendamaikan, bukan sepihak. Bukannya apa-apa, soalnya kan pemutusan hubungan dan penzaliman (termasuk ketidak adilan) akan dipercepat siksa dunia akhirat. Iiiih, tatuuut.
Memang ini salahku, dalam keadaan error curhat ke temen. Pokoknya error bangetlah. Tapi alhamdulillah, bagaimanapun juga aku lebih senang tidak berurusan dengan blogger yang suka mengintimidasi dan ajak-ajak temennya musuhin aku juga. Aku serahkan semua pada Allah.
Semua kejadian pasti ada hikmahnya. Biarpun sudah mencoba mengingatkan abis-abisan, malah dicuekin seorang blogger (tapi maklum juga, ngingetinnya dalam kondisi error), tapi dari dia aku banyaaak banget inspirasi tulisan. Tentang mahabbah, patah hati, bicara kotor, menghilangkan trauma, orang yang minta maaf tapi tidak mau memaafkan, tentang hati, mengkafirkan sesama muslim, konspirasi tingkat dunia menjelang dajjal, dan berderet lagi. Jadi terserahlah, gak ditanggapin juga aku baru ngerti, ini maksud dari mimpiku, aku mesti belajar dari seorang blogger yang masuk mimpiku ini. Aku sudah memutuskan untuk tidak komen lagi di blognya, tidak kepancing lagi, biarpun dia masuk mimpiku lagi juga. Semoga Allah memudahkan urusannya.
Soal diputusin hubungan pertemenan, dizalimi, diperlakukan tidak adil semua aku serahkan pada Allah. Bila Allah memerintahkan supaya memaafkan, aku akan memaafkan. Bukan masalah benar atau salah, hanya berusaha melakukan sesuatu untuk mencari keridhoan Allah.
Just another unimportant story from me...
Pernah abis posting ada yang nulis status facebook AKU DISERAAANG... kalo inget pengen ketawa aja. Dia nulis katanya dikatain bisikan setan. Aku coba ngecek tulisanku, soalnya gak ngerasa, ooooh nyadar itu. Aku hapus postingannya. Eh, ada di wall FBnya temennya komentar "bisikan setannya sudah ilang". Waaaa.... langsung deh aku yakin yang dimaksud aku. Tapi soal bisikan setan gak selesai, aku posting copas dari penulis yang suka nulis hal Islami. Pada dasarnya manusia itu mudah terkena bisikan setan, gak peduli tingkat ulama sekalipun.
Kalo inget jadi ketawa ngakak deh. Dan soal mimpi, aku mimpi tentang blogger gak cuman sekali dua kali, tapi berkali-kali. Aku bisa belajar banyak dari blogger yang aku mimpiin tuh. Dan memang, yang terakhir cukup lama perhatiinnya, soalnya complicated banget. Dulunya sih awalnya dimulai dengan mimpi sampai terengah-engah saat bangun. Aku mimpi ada blogger yang menjauhi aku. Sudah diwarning begitu masih error juga saat kejadian. Soalnya ternyata kejadiannya gak terduga banget.
Pernah waktu chatting diintimidasi. Heh, kamu ngomongin apa soal aku. Kamu bilang aku gini ya, aku gitu ya sampe diberondong kayak pake senapan otomatis. Jelas dong aku kaget. Jadi waktu dia dan temennya secara halus nyindir, jangan nulis di komunitas blogger kita, udah siap deh.
Kalo yang Islam beneran pasti berusaha mendamaikan, bukan sepihak. Bukannya apa-apa, soalnya kan pemutusan hubungan dan penzaliman (termasuk ketidak adilan) akan dipercepat siksa dunia akhirat. Iiiih, tatuuut.
Memang ini salahku, dalam keadaan error curhat ke temen. Pokoknya error bangetlah. Tapi alhamdulillah, bagaimanapun juga aku lebih senang tidak berurusan dengan blogger yang suka mengintimidasi dan ajak-ajak temennya musuhin aku juga. Aku serahkan semua pada Allah.
Semua kejadian pasti ada hikmahnya. Biarpun sudah mencoba mengingatkan abis-abisan, malah dicuekin seorang blogger (tapi maklum juga, ngingetinnya dalam kondisi error), tapi dari dia aku banyaaak banget inspirasi tulisan. Tentang mahabbah, patah hati, bicara kotor, menghilangkan trauma, orang yang minta maaf tapi tidak mau memaafkan, tentang hati, mengkafirkan sesama muslim, konspirasi tingkat dunia menjelang dajjal, dan berderet lagi. Jadi terserahlah, gak ditanggapin juga aku baru ngerti, ini maksud dari mimpiku, aku mesti belajar dari seorang blogger yang masuk mimpiku ini. Aku sudah memutuskan untuk tidak komen lagi di blognya, tidak kepancing lagi, biarpun dia masuk mimpiku lagi juga. Semoga Allah memudahkan urusannya.
Soal diputusin hubungan pertemenan, dizalimi, diperlakukan tidak adil semua aku serahkan pada Allah. Bila Allah memerintahkan supaya memaafkan, aku akan memaafkan. Bukan masalah benar atau salah, hanya berusaha melakukan sesuatu untuk mencari keridhoan Allah.
Just another unimportant story from me...
Selasa, 24 Januari 2012
Masih adakah karomah di jaman sekarang?
Aku pernah mengenal seseorang yang sangat memuja-muja tentang karomah. Dia mengatakan kakeknya sendiri punya karomah itu. Gobloknya dulu aku percaya. Sekarang masih goblok, tapi mendinganlah... wkwkwkw, paling tidak bisa jadi blogger nulis apa saja yang ada di kepala. Syukur ada yang percaya, kalo gak percaya ya sudahlah.
Pokoknya aneh-aneh banget ceritanya, bisa membengkokkan tanduk kerbau, berjalan jarak jauh antar kota harusnya ditempuh beberapa hari hanya beberapa jam. Bisa berada di dua tempat segala. Tapi semua barulah hanya ceritanya saja. Walau yang cerita padaku dia bersumpah bukan tipe pembohong, dia orang yang selalu bicara apa adanya. Bisa jadi dia jujur, cuman aja sumber yang cerita ke dia gak jelas.
Sekarang ini ilmu melakukan hal di luar nalar seperti ini dijadikan show. Bisa dijadikan uang. Membaca pikiran orang, mempengaruhi orang lain, meramal sesuatu kejadian, bisa berpindah tempat dalam saat yang cepat, dan lainnya. Tapi aku gak begitu tertarik membahas, soalnya ilusi ini berkaitan dengan teknologi kaca, asap, bayangan, tempat sempit, ada ilmunya juga. Terserahlah mereka mau ngapain, aku gak tertarik nonton manusia dengan kostum hitam-hitam cenderung seram, mengingatkanku pada malaikat pencabut nyawa yang akan muncul dalam bentuk menakutkan pada manusia yang tidak beriman pada Allah.
Tapi, ada yang menggunakan sorban, berbaju putih-putih, membawa tasbih, mengaku mendapat karomah untuk mendapatkan pemujaan dari banyak orang. Setauku sih, manusia yang mensucikan jiwa itu zuhud atau tidak tertarik dengan hal duniawi, tapi bukan berarti tidak bekerja karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersikap membantu peminta-minta untuk bekerja. Selain qona'ah atau merasa cukup dengan hasil yang diterimanya juga berusaha tidak riya' atau sombong, ujub merasa dirinya lebih baik dari orang lain.
Bahasa kerennya memang serigala berbulu domba, dari luar tampaknya lembut dan imoetz, ternyata dalamnya bertaring siap menerkam.
Beberapa manusia yang dikenal punya karomah ini bahkan setelah meninggal banyak yang sering berziarah ke sana. Katanya bisa jadi perantara agar keinginannya lebih cepat terkabul. Kalo sekedar perantara bukan syirik loh kata mereka sih. Kalo aku milih gak tertarik cari perantara, gak terbiasa cari calo soalnya. Ingin mendekat secara langsung pada Allah sajalah.
Ada juga manusia mengaku bisa kontak dengan manusia yang sudah meninggal dengan derajat spiritual tinggi, bahkan tanpa berkunjung ke makam seseorang. Dari hasil wawancaranya dibuat buku untuk kalangan tertentu tentang kisah masa lalu, bahkan ada yang menggunakan untuk riset salah satunya misalnya untuk membongkar kisah ditemukannya piramida di Garut.
Link tentang cerita-cerita ziarah kubur, seseorang terkenal yang banyak diyakini orang mempunyai karomah ini gak akan aku kasih di sini, sensitif... hehehe... Pendapatku soal karomah. Aku memilih untuk sekedar dijadikan bahan cerita sajalah, belajar lebih dalam tentang Islam. Lebih penting memikirkan apa besok kalo aku jalan di trotoar ada yang nabrak aku apa aku sudah siap mati. Bekal apa yang sudah aku lakukan agar bisa selamat dunia akhirat. Ibadah lebih khusuk, menambah sedekah baik dalam perbuatan ataupun bantuan materi ke orang lain... Just another unimportant story from me...
Pokoknya aneh-aneh banget ceritanya, bisa membengkokkan tanduk kerbau, berjalan jarak jauh antar kota harusnya ditempuh beberapa hari hanya beberapa jam. Bisa berada di dua tempat segala. Tapi semua barulah hanya ceritanya saja. Walau yang cerita padaku dia bersumpah bukan tipe pembohong, dia orang yang selalu bicara apa adanya. Bisa jadi dia jujur, cuman aja sumber yang cerita ke dia gak jelas.
Sekarang ini ilmu melakukan hal di luar nalar seperti ini dijadikan show. Bisa dijadikan uang. Membaca pikiran orang, mempengaruhi orang lain, meramal sesuatu kejadian, bisa berpindah tempat dalam saat yang cepat, dan lainnya. Tapi aku gak begitu tertarik membahas, soalnya ilusi ini berkaitan dengan teknologi kaca, asap, bayangan, tempat sempit, ada ilmunya juga. Terserahlah mereka mau ngapain, aku gak tertarik nonton manusia dengan kostum hitam-hitam cenderung seram, mengingatkanku pada malaikat pencabut nyawa yang akan muncul dalam bentuk menakutkan pada manusia yang tidak beriman pada Allah.
Tapi, ada yang menggunakan sorban, berbaju putih-putih, membawa tasbih, mengaku mendapat karomah untuk mendapatkan pemujaan dari banyak orang. Setauku sih, manusia yang mensucikan jiwa itu zuhud atau tidak tertarik dengan hal duniawi, tapi bukan berarti tidak bekerja karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersikap membantu peminta-minta untuk bekerja. Selain qona'ah atau merasa cukup dengan hasil yang diterimanya juga berusaha tidak riya' atau sombong, ujub merasa dirinya lebih baik dari orang lain.
Bahasa kerennya memang serigala berbulu domba, dari luar tampaknya lembut dan imoetz, ternyata dalamnya bertaring siap menerkam.
Beberapa manusia yang dikenal punya karomah ini bahkan setelah meninggal banyak yang sering berziarah ke sana. Katanya bisa jadi perantara agar keinginannya lebih cepat terkabul. Kalo sekedar perantara bukan syirik loh kata mereka sih. Kalo aku milih gak tertarik cari perantara, gak terbiasa cari calo soalnya. Ingin mendekat secara langsung pada Allah sajalah.
Ada juga manusia mengaku bisa kontak dengan manusia yang sudah meninggal dengan derajat spiritual tinggi, bahkan tanpa berkunjung ke makam seseorang. Dari hasil wawancaranya dibuat buku untuk kalangan tertentu tentang kisah masa lalu, bahkan ada yang menggunakan untuk riset salah satunya misalnya untuk membongkar kisah ditemukannya piramida di Garut.
Link tentang cerita-cerita ziarah kubur, seseorang terkenal yang banyak diyakini orang mempunyai karomah ini gak akan aku kasih di sini, sensitif... hehehe... Pendapatku soal karomah. Aku memilih untuk sekedar dijadikan bahan cerita sajalah, belajar lebih dalam tentang Islam. Lebih penting memikirkan apa besok kalo aku jalan di trotoar ada yang nabrak aku apa aku sudah siap mati. Bekal apa yang sudah aku lakukan agar bisa selamat dunia akhirat. Ibadah lebih khusuk, menambah sedekah baik dalam perbuatan ataupun bantuan materi ke orang lain... Just another unimportant story from me...
Senin, 23 Januari 2012
Walisongo menyebarkan Islam di Jawa dengan kesenian
Islam itu mempunyai kebudayaan yang tinggi. Arsitektur masjid banyak menunjukkan keindahan yang sangat mempesona. Hanya saja saat ini budaya dari Barat telah banyak menutupi budaya Islam, bahkan budaya lokal. Anak-anak lebih menyukai tokoh kartun dari barat dibandingkan budaya lokal, katakanlah tokoh wayang.
Para Walisongo menyebarkan Islam di pulau Jawa melalui kesenian. Hal yang mudah dicerna dan dinikmati. Salah satunya tembang Tombo Ati, yang pernah dipopulerkan oleh Opick... (duuuh, aku juga pengen banget nyanyi lagu ini, dan diupload di youtube, liriknya begitu sarat makna).
Bila para Nabi mendapat kelebihan berupa mukjizat, maka para Wali mendapat kelebihan berupa karomah. Tapi akhir-akhir ini banyak bermunculan orang mengaku menjadi Wali dengan menunjukkan kelebihan tertentu. Barangkali ada beberapa orang kagum dengan karomah yang dimiliki seseorang, sampai setelah meninggal makamnya ramai dikunjungi, dianggap maqomnya sudah sangat tinggi. Tapi perlu juga dibaca referensi ini, sumber dari sini
Karomah, menurut Imam Al-Jurjani adalah munculnya kejadian yang luar biasa dari seseorang tanpa pengakuan kenabian, kalau disertai pengakuan kenabian maka disebut Mu’jizat. Dan kalau kejadian yang luar biasa itu tidak dibarengi keimanan yang benar, maka dikategorikan istidroj, (At-Ta’rifat:184). Ibnu Hajar Al-‘Asqolani berkata,: Kita harus memperhatikan kondisi orang yang melakukan hal yang luar biasa, jika dia berpegang teguh pada syariat Islam dan menjauhi berbagai kemaksiatan, maka dikategorikan karomah. Tapi kalau pelakunya tidak komitmen terhadap syariat Islam, maka disebut sihir”. (Fathul Bari:10/223).
Soal karomah yang dimiliki Walisongo aku masih belum dapat referensi, apa benar ada yang bisa terbang aku tidak tahu. Tapi yang jelas para Wali jenius dalam hal berkesenian.
Sunan Bonang telah memberi sentuhan gamelan yang tadinya kental dengan nuansa Hindu menjadi nuansa berdzikir. Ada tambahan alat di gamelan Jawa yang disebut bonang. Lagu TOMBO ATI termasuk ciptaan Sunan Bonang.
Sedangkan Sunan Kalijaga sebagai murid Sunan Bonang menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah. Mendesain baju takwa, perayaan sekatenan, grebeg maulud, Layang Kalimasada, lakon wayang Petruk Jadi Raja.
Para Wali yang lain juga punya ciri khas masing-masing dalam hal menyebarkan Islam di pulau Jawa, mereka sangat memperhatikan kesejahteraan rakyat jelata.
Jadi bila ada yang beranggapan bahwa Islam itu kolot, menyusahkan, membebani, tidak sepenuhnya benar. Islam itu indah, bisa dinikmati dan sangat menjunjung kebudayaan selama tidak menyimpang dari Al Qur'an dan hadits. Hal itu telah ditunjukkan oleh para Wali, dengan segala kelebihan mereka yang merupakan anugerah dari Allah subhanahu wata'ala. Barangkali saat ini budaya tinggi Jawa yang nuansanya Islami sedikit tersisihkan, tapi akan ada saat Islam menjadi besar kembali, dengan pemimpin yang adil dan istiqomah. Insya Allah...
Para Walisongo menyebarkan Islam di pulau Jawa melalui kesenian. Hal yang mudah dicerna dan dinikmati. Salah satunya tembang Tombo Ati, yang pernah dipopulerkan oleh Opick... (duuuh, aku juga pengen banget nyanyi lagu ini, dan diupload di youtube, liriknya begitu sarat makna).
Bila para Nabi mendapat kelebihan berupa mukjizat, maka para Wali mendapat kelebihan berupa karomah. Tapi akhir-akhir ini banyak bermunculan orang mengaku menjadi Wali dengan menunjukkan kelebihan tertentu. Barangkali ada beberapa orang kagum dengan karomah yang dimiliki seseorang, sampai setelah meninggal makamnya ramai dikunjungi, dianggap maqomnya sudah sangat tinggi. Tapi perlu juga dibaca referensi ini, sumber dari sini
Karomah, menurut Imam Al-Jurjani adalah munculnya kejadian yang luar biasa dari seseorang tanpa pengakuan kenabian, kalau disertai pengakuan kenabian maka disebut Mu’jizat. Dan kalau kejadian yang luar biasa itu tidak dibarengi keimanan yang benar, maka dikategorikan istidroj, (At-Ta’rifat:184). Ibnu Hajar Al-‘Asqolani berkata,: Kita harus memperhatikan kondisi orang yang melakukan hal yang luar biasa, jika dia berpegang teguh pada syariat Islam dan menjauhi berbagai kemaksiatan, maka dikategorikan karomah. Tapi kalau pelakunya tidak komitmen terhadap syariat Islam, maka disebut sihir”. (Fathul Bari:10/223).
Soal karomah yang dimiliki Walisongo aku masih belum dapat referensi, apa benar ada yang bisa terbang aku tidak tahu. Tapi yang jelas para Wali jenius dalam hal berkesenian.
Sunan Bonang telah memberi sentuhan gamelan yang tadinya kental dengan nuansa Hindu menjadi nuansa berdzikir. Ada tambahan alat di gamelan Jawa yang disebut bonang. Lagu TOMBO ATI termasuk ciptaan Sunan Bonang.
Sedangkan Sunan Kalijaga sebagai murid Sunan Bonang menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah. Mendesain baju takwa, perayaan sekatenan, grebeg maulud, Layang Kalimasada, lakon wayang Petruk Jadi Raja.
Para Wali yang lain juga punya ciri khas masing-masing dalam hal menyebarkan Islam di pulau Jawa, mereka sangat memperhatikan kesejahteraan rakyat jelata.
Jadi bila ada yang beranggapan bahwa Islam itu kolot, menyusahkan, membebani, tidak sepenuhnya benar. Islam itu indah, bisa dinikmati dan sangat menjunjung kebudayaan selama tidak menyimpang dari Al Qur'an dan hadits. Hal itu telah ditunjukkan oleh para Wali, dengan segala kelebihan mereka yang merupakan anugerah dari Allah subhanahu wata'ala. Barangkali saat ini budaya tinggi Jawa yang nuansanya Islami sedikit tersisihkan, tapi akan ada saat Islam menjadi besar kembali, dengan pemimpin yang adil dan istiqomah. Insya Allah...
Pelaku #xeniamaut di #tugutani yang menewaskan 9 orang ternyata menggunakan kerudung
Lagi-lagi trending topic di twitter muncul tokoh wanita yang berbaju muslim. Akhirnya kembali ke niat para wanita ini menggunakan baju muslim untuk apa.
Tokoh sebelum ini yang jadi trending topic di twitter berbaju muslimbergelar doktor ternyata suka mengintimidasi orang lain. Dari lawan politik diserang, mantan pacar suami, rival pencalonan menjadi kepala daerah, terakhir menyerang keluarga yang tidak ada sangkut pautnya. Melakukan twitwar dengan nada kasar merendahkan gara-gara diragukan gelarnya. Padahal yang meragukan gelar bukan dari keluarga ini, teman dari anggota keluarga yang pernah menyanyi bareng di album religi.
Lalu tokoh terbaru, seorang wanita berumur 29 tahun saat keluar dari mobil menggunakan baju lengan panjang dan rok panjang. Ada fotonya dengan selendang hitam yang ditutupkan ke kepalanya. Ternyata malamnya berpesta dengan narkoba dan minuman keras. Seorang muslimah berbaju tertutup dengan kerudung tapi hatinya sakit.
Banyak situs meluapkan caci maki. Kebetulan tubuhnya tambun, tubuhnya ini diledekin juga habis-habisan. Kalo cantik dan langsing, paling ledekannya "cantik-cantik kok mbunuh orang". Dengan fisik apapun bila orang tidak suka semua jadi caci maki.
Kejadian persis terjadi setelah kasus Perda Miras dibatalkan pertengahan bulan ini. Biarlah menohok para petinggi negara ini, kita semua juga tahu kok, larangan minuman keras hanya di permukaan. Kenyataannya yang duitnya banyak tetap mudah untuk mendapatkannya.
Enaknya narkoba dan minuman keras apa sih, semua juga tahu bahwa itu haram menurut Islam dan berbahaya. Bagi pecinta hedonisme, larangan adalah untuk dilanggar, agar adrenalin terus terpacu. Hidup kalo gak nyrempet-nyrempet bahaya gak asyik, kata mereka. Hidup lurus, gak boleh pacaran, mesti rajin ibadah itu enaknya dimana tambahnya lagi. Semakin banyak uang, katanya karena tingkat stres untuk dapat uang tinggi berhak bersenang-senang menentang bahaya, toh tidak merugikan orang lain kata mereka. Sekarang buktinya, kata siapa mabuk minuman keras dan narkoba tidak merugikan orang lain.
Menjalani hidup lurus sesuai ajaran agama, akan membuat hati damai, tenang, tenteram. Beda kesenangannya dengan kaum hedonisme yang senengnya ibarat minum air laut, bukannya tambah terobati hausnya malah setelah minum tambah tersiksa kehausan. Belum lagi hubungan yang harmonis dengan keluarga, saling menyayangi, kurangnya dimana sih kalo kita mau belajar agama dan mengamalkan? Sebetulnya para pelaku hedonis tahu bahwa yang bener adalah hidup sesuai koridor agama, tapi karena tidak sanggup mengatasi hati yang sakit, membuat alasan sana sini untuk pembenaran akan semua yang dilakukan.
Semoga Allah subhanahu wata'ala memberi kekuatan pada kita, keturunan kita, orang-orang terdekat kita menghindari hal-hal yang diharamkan oleh agama, selalu berada di jalan lurus sesuai ajaran Islam. Semoga...
Tokoh sebelum ini yang jadi trending topic di twitter berbaju muslimbergelar doktor ternyata suka mengintimidasi orang lain. Dari lawan politik diserang, mantan pacar suami, rival pencalonan menjadi kepala daerah, terakhir menyerang keluarga yang tidak ada sangkut pautnya. Melakukan twitwar dengan nada kasar merendahkan gara-gara diragukan gelarnya. Padahal yang meragukan gelar bukan dari keluarga ini, teman dari anggota keluarga yang pernah menyanyi bareng di album religi.
Lalu tokoh terbaru, seorang wanita berumur 29 tahun saat keluar dari mobil menggunakan baju lengan panjang dan rok panjang. Ada fotonya dengan selendang hitam yang ditutupkan ke kepalanya. Ternyata malamnya berpesta dengan narkoba dan minuman keras. Seorang muslimah berbaju tertutup dengan kerudung tapi hatinya sakit.
Banyak situs meluapkan caci maki. Kebetulan tubuhnya tambun, tubuhnya ini diledekin juga habis-habisan. Kalo cantik dan langsing, paling ledekannya "cantik-cantik kok mbunuh orang". Dengan fisik apapun bila orang tidak suka semua jadi caci maki.
Kejadian persis terjadi setelah kasus Perda Miras dibatalkan pertengahan bulan ini. Biarlah menohok para petinggi negara ini, kita semua juga tahu kok, larangan minuman keras hanya di permukaan. Kenyataannya yang duitnya banyak tetap mudah untuk mendapatkannya.
Enaknya narkoba dan minuman keras apa sih, semua juga tahu bahwa itu haram menurut Islam dan berbahaya. Bagi pecinta hedonisme, larangan adalah untuk dilanggar, agar adrenalin terus terpacu. Hidup kalo gak nyrempet-nyrempet bahaya gak asyik, kata mereka. Hidup lurus, gak boleh pacaran, mesti rajin ibadah itu enaknya dimana tambahnya lagi. Semakin banyak uang, katanya karena tingkat stres untuk dapat uang tinggi berhak bersenang-senang menentang bahaya, toh tidak merugikan orang lain kata mereka. Sekarang buktinya, kata siapa mabuk minuman keras dan narkoba tidak merugikan orang lain.
Menjalani hidup lurus sesuai ajaran agama, akan membuat hati damai, tenang, tenteram. Beda kesenangannya dengan kaum hedonisme yang senengnya ibarat minum air laut, bukannya tambah terobati hausnya malah setelah minum tambah tersiksa kehausan. Belum lagi hubungan yang harmonis dengan keluarga, saling menyayangi, kurangnya dimana sih kalo kita mau belajar agama dan mengamalkan? Sebetulnya para pelaku hedonis tahu bahwa yang bener adalah hidup sesuai koridor agama, tapi karena tidak sanggup mengatasi hati yang sakit, membuat alasan sana sini untuk pembenaran akan semua yang dilakukan.
Semoga Allah subhanahu wata'ala memberi kekuatan pada kita, keturunan kita, orang-orang terdekat kita menghindari hal-hal yang diharamkan oleh agama, selalu berada di jalan lurus sesuai ajaran Islam. Semoga...
Minggu, 22 Januari 2012
Pencarian spiritual
Blog ini memang gak dikasih follower, soalnya sejauh yang aku pahami tulisan pencarian spiritual jarang diminati. Survey, dari statusku di Fesbuk sekitar 2 tahun yang lalu. Karena teman-temanku adalah dari berbagai macam kalangan, pemahamanku tentang Islam baru saja kebuka belum lama, makanya responnya tentu saja negatif banget. Ditambah aku sering error, hahaha...
Aku memang pernah mimpi, suatu ketika aku akan kehilangan teman blogger, juga warning blogku akan hilang, semua yang berkaitan dengan duniawi. Itu langkah yang aku mesti jalani untuk bisa memahami tentang dunia dan akhirat. Dunia hanyalah semu, senda gurau, semua yang kita lakukan akan mendapat pertanggungjawaban ke akhirat.
Setelah melewati kehilangan hal duniawi, mencoba meraih akhirat, ketenangan itu bisa dirasakan. Seperti halnya pendapat al Ghazali, perjalanan spiritual manusia berbeda-beda karena ini berkaitan dengan rasa. Kalo ada tulisan ulama-ulama besar jaman dahulu yang diperdebatkan, tentu saja ini berkaitan dengan rasa pencapaian yang berbeda-beda.
Karena aku dalam posisi single, berpisah dengan mantan suami karena takut dulu dia sering kesurupan, ada yang bertanya, ingin menikah lagi? Ada temanku laki-laki suka menelpon aku, nanya apa aku gak kesepian. Temenku ini banyak uangnya, pernah bilang, jalan sama aku seminggu aja kamu udah rusak katanya sambil ketawa-tawa. Ada juga malem-malem abis ada acara ngumpul-ngumpul dia dengan wajah gelisah tega ngajak muter-muter di dekat hotel jam-jaman (kayak aku gak tau aja, aku juga sering dengerin cerita aneh-aneh). Beberapa cerita lain yang gak jauh-jauh dari kondisi seperti itu, Alhamdulillah akhirnya aku pulang dengan selamat.
Chatting juga pernah beberapa kali kena rayuan gombal, hahaha... kalo akhirnya aku dimusuhi, soalnya masalahnya itu, entahlah, aku gak sanggup nyimpen sendiri, curhat ke teman, buntutnya pembelaan dirinya dengan memusuhi aku. Alhamdulillah masih selamet juga, soal dimusuhi, itu kuserahkan pada Allah sajalah. Pencarianku bukan dunia lagi, tapi akhirat.
Kalo aku ngeblog aku sering mencoba baca referensi, kayak misalnya barusaja tentang tarekat itu apa sih. Di Muhammadiyah tidak ada kegiatan tarekat adanya di ormas Islam lain. Ormas lain beranggapan dengan tarekat maka akan ada kedekatan dengan Allah, lebih mudah mensucikan hati. Ada mursyid, ada ritual tertentu.
Manusia yang mencari pencerahan spiritual memang jalannya berbeda-beda. Tentunya faktor lingkungan sangat mempengaruhi, siapa yang mengajak. Konon bila dekat dengan Allah akan dapat keajaiban. Hmmmm... menurutku keajaiban itu hanyalah kekuatan untuk kesabaran, rasa syukur, ketenangan, merasa cukup, dan semuanya sesuai ajaran Islam.
Sempat membaca postingan di suatu makam banyak yang berkunjung, dan mereka merasa bahagia bisa terkabulkan harapannya seperti jodoh, pangkat, konon juru kuncinya menyarankan agar tidak terbawa musyrik, agar menjadikan Aulia Allah sebagai perantara saja. Konon para Wali dan Aulia Allah mendapat karomah. Seandainya nih, aku berpendapat, hanya dengan rajin shalat tahajud bisa tercapai cita-citanya, apa perlu perantara lagi? Aku sendiri mengagumi para Wali, tapi belajar dari perjuangan mereka, kecerdasan mereka mengIslamkan pulau Jawa, bukan berdo'a minta mereka jadi perantara ke Allah.
Perbedaan pendapat yang tentunya bisa sangat sensitif tapi tidak perlu diperdebatkan, serahkan semuanya pada Allah.
Tentang dunia ini, sudah diwarning lewat mimpi akan kehilangan banyak hal, untuk dapat pemahaman tentang akhirat. Jadi mau single, mau double, kalo jalannya seperti ini aku terima apa adanya saja. Sudah sangat bersyukur mempunyai anak-anak yang Insya Allah untuk menemani di hari tua. Bekerja di usaha keluarga sendiri.
Beberapa kali dapat e-mail, ada yang menanyakan tentang mimpi. Ada yang menanyakan pacarnya jujur atau tidak, atau nanya kok suka kepikiran dengan seseorang. Maklum, di blog postingan model begini, akhirnya pertanyaannya hanya orang-orang yang sedang mencari jawaban berkaitan dengan spiritual.
Aku sendiri masih merasa tahap awal dari suatu perjalanan spiritual, dulu blog ini aku tulis sebagai spiritual journey. Pencarian kebahagiaan sejati dengan pencapaian spiritual, merasa dekat dengan Sang Pencipta, Allah Subhanahu Wata'ala. Bukan berarti melepas total duniawi, masih bergaul, membaur, bekerja mencari nafkah. Seperti halnya dulu para Wali Songo yang membaur di masyarakat yang kental dengan Hindu. Islam dijadikan indah, menyenangkan, bisa dinikmati, bukan dengan ancaman ini itu, atau merubah kebiasaan secara drastis.
Tahun 2012 ini memang penuh perjuangan bagi para spiritualis. Manusia yang serakah semakin banyak, belum lagi yang menggunakan topeng Islami padahal mereka sibuk memperkaya diri sendiri mencari kemuliaan di mata manusia. Hiburan versi Barat semakin merajalela, anak-anakku yang diomongin Bruno Mars, Katy Perry, hanya bisa mengingatkan supaya mereka bisa menjaga diri, tetap bahagia tapi bukan bahagia yang ikut lingkungan hedonisme. Doaku selalu untuk anak-anakku tentu saja.
Curahan hati di blog ini yang barangkali sulit dicerna ya... tapi itulah dunia. Yang serakah sibuk bersenang-senang bermewah-mewah. Para spiritualis berusaha mengingatkan kembali tentang ajaran agama yang mereka lupakan. Setidaknya berusaha sajalah semampunya...
Aku memang pernah mimpi, suatu ketika aku akan kehilangan teman blogger, juga warning blogku akan hilang, semua yang berkaitan dengan duniawi. Itu langkah yang aku mesti jalani untuk bisa memahami tentang dunia dan akhirat. Dunia hanyalah semu, senda gurau, semua yang kita lakukan akan mendapat pertanggungjawaban ke akhirat.
Setelah melewati kehilangan hal duniawi, mencoba meraih akhirat, ketenangan itu bisa dirasakan. Seperti halnya pendapat al Ghazali, perjalanan spiritual manusia berbeda-beda karena ini berkaitan dengan rasa. Kalo ada tulisan ulama-ulama besar jaman dahulu yang diperdebatkan, tentu saja ini berkaitan dengan rasa pencapaian yang berbeda-beda.
Karena aku dalam posisi single, berpisah dengan mantan suami karena takut dulu dia sering kesurupan, ada yang bertanya, ingin menikah lagi? Ada temanku laki-laki suka menelpon aku, nanya apa aku gak kesepian. Temenku ini banyak uangnya, pernah bilang, jalan sama aku seminggu aja kamu udah rusak katanya sambil ketawa-tawa. Ada juga malem-malem abis ada acara ngumpul-ngumpul dia dengan wajah gelisah tega ngajak muter-muter di dekat hotel jam-jaman (kayak aku gak tau aja, aku juga sering dengerin cerita aneh-aneh). Beberapa cerita lain yang gak jauh-jauh dari kondisi seperti itu, Alhamdulillah akhirnya aku pulang dengan selamat.
Chatting juga pernah beberapa kali kena rayuan gombal, hahaha... kalo akhirnya aku dimusuhi, soalnya masalahnya itu, entahlah, aku gak sanggup nyimpen sendiri, curhat ke teman, buntutnya pembelaan dirinya dengan memusuhi aku. Alhamdulillah masih selamet juga, soal dimusuhi, itu kuserahkan pada Allah sajalah. Pencarianku bukan dunia lagi, tapi akhirat.
Kalo aku ngeblog aku sering mencoba baca referensi, kayak misalnya barusaja tentang tarekat itu apa sih. Di Muhammadiyah tidak ada kegiatan tarekat adanya di ormas Islam lain. Ormas lain beranggapan dengan tarekat maka akan ada kedekatan dengan Allah, lebih mudah mensucikan hati. Ada mursyid, ada ritual tertentu.
Manusia yang mencari pencerahan spiritual memang jalannya berbeda-beda. Tentunya faktor lingkungan sangat mempengaruhi, siapa yang mengajak. Konon bila dekat dengan Allah akan dapat keajaiban. Hmmmm... menurutku keajaiban itu hanyalah kekuatan untuk kesabaran, rasa syukur, ketenangan, merasa cukup, dan semuanya sesuai ajaran Islam.
Sempat membaca postingan di suatu makam banyak yang berkunjung, dan mereka merasa bahagia bisa terkabulkan harapannya seperti jodoh, pangkat, konon juru kuncinya menyarankan agar tidak terbawa musyrik, agar menjadikan Aulia Allah sebagai perantara saja. Konon para Wali dan Aulia Allah mendapat karomah. Seandainya nih, aku berpendapat, hanya dengan rajin shalat tahajud bisa tercapai cita-citanya, apa perlu perantara lagi? Aku sendiri mengagumi para Wali, tapi belajar dari perjuangan mereka, kecerdasan mereka mengIslamkan pulau Jawa, bukan berdo'a minta mereka jadi perantara ke Allah.
Perbedaan pendapat yang tentunya bisa sangat sensitif tapi tidak perlu diperdebatkan, serahkan semuanya pada Allah.
Tentang dunia ini, sudah diwarning lewat mimpi akan kehilangan banyak hal, untuk dapat pemahaman tentang akhirat. Jadi mau single, mau double, kalo jalannya seperti ini aku terima apa adanya saja. Sudah sangat bersyukur mempunyai anak-anak yang Insya Allah untuk menemani di hari tua. Bekerja di usaha keluarga sendiri.
Beberapa kali dapat e-mail, ada yang menanyakan tentang mimpi. Ada yang menanyakan pacarnya jujur atau tidak, atau nanya kok suka kepikiran dengan seseorang. Maklum, di blog postingan model begini, akhirnya pertanyaannya hanya orang-orang yang sedang mencari jawaban berkaitan dengan spiritual.
Aku sendiri masih merasa tahap awal dari suatu perjalanan spiritual, dulu blog ini aku tulis sebagai spiritual journey. Pencarian kebahagiaan sejati dengan pencapaian spiritual, merasa dekat dengan Sang Pencipta, Allah Subhanahu Wata'ala. Bukan berarti melepas total duniawi, masih bergaul, membaur, bekerja mencari nafkah. Seperti halnya dulu para Wali Songo yang membaur di masyarakat yang kental dengan Hindu. Islam dijadikan indah, menyenangkan, bisa dinikmati, bukan dengan ancaman ini itu, atau merubah kebiasaan secara drastis.
Tahun 2012 ini memang penuh perjuangan bagi para spiritualis. Manusia yang serakah semakin banyak, belum lagi yang menggunakan topeng Islami padahal mereka sibuk memperkaya diri sendiri mencari kemuliaan di mata manusia. Hiburan versi Barat semakin merajalela, anak-anakku yang diomongin Bruno Mars, Katy Perry, hanya bisa mengingatkan supaya mereka bisa menjaga diri, tetap bahagia tapi bukan bahagia yang ikut lingkungan hedonisme. Doaku selalu untuk anak-anakku tentu saja.
Curahan hati di blog ini yang barangkali sulit dicerna ya... tapi itulah dunia. Yang serakah sibuk bersenang-senang bermewah-mewah. Para spiritualis berusaha mengingatkan kembali tentang ajaran agama yang mereka lupakan. Setidaknya berusaha sajalah semampunya...
Sabtu, 21 Januari 2012
Islam itu memudahkan asal jangan menyimpang ke maksiat
Ini pembahasan yang sebetulnya agak rumit buatku, tapi ada dorongan untuk menulisnya. Mencoba menulis semampunyalah. Mulai dari mana ya...
Semua tahapan dalam Islam pasti ada kemudahan. Misalnya begini, anak kecil belajar puasa mulai dari puasa bedug. Lama-lama kalo sudah kuat baru puasa sampai Maghrib. Puasa yang disarankan adalah puasa Dawud, tapi puasa Senin Kemis juga cukup baik. Bila kita bepergian, ada istilah namanya dijamak. Shalatnya boleh dirangkap dan dipersingkat. Karena dalam perjalanan kadang kecapekan, kesulitan mencari air, masjid dan seterusnya. Lalu bila tidak ada air boleh tayamum, berwudhu menggunakan debu, di dalam bis duduk dengan gerakan semampunya. Kakakku yang mengajari tayamum, karena dalam perjalanan menuju tanah suci, menggunakan pesawat yang terbangnya cukup lama, shalat wudhunya dengan tayamum dan tidak perlu menghadap ke kiblat.
Tapi kenyataannya, perbedaan pendapat dalam Islam membuat semuanya jadi dipersulit. Ada yang berpendapat pacaran itu dosa, nanti masuk neraka. Sebetulnya lebih bijak mengatakan, boleh kok kalo masih remaja naksir lawan jenis, asal ketemuannya rame-rame, jangan mojok.
Soal baju misalnya, seharusnya bahannya tebal, kerudung menutupi dada. Kalo pake baju muslim yang tidak syar'i nanti masuk neraka. Beneran loh... ibu mertua kakakku begitu baik hatinya, sehari-harinya sibuk mencari nafkah karena suaminya sakit. Sampe tidak sempat belajar Islam, belum lagi banyak masalah lain, kayak ditipu sana-sini. Akhir hidupnya meninggal dengan berkerudung saat berhaji, dibiayai anaknya.
Bapakku meninggal saat shalat Shubuh, dan itu pertanda baik. Soal Khusnul Khotimah itu hak prerogatif Allah, tapi kita mesti mendoakan semoga diterima amal baik dan diampuni dosa-dosanya. Bapakku sehari-harinya menggunakan celana normal dan berkumis, tidak pakai jenggot. Siapa sih yang memutuskan laki-laki tanpa jenggot masuk neraka? Aku berharap juga bisa meninggal saat sedang beribadah, sedang mengingat Allah, mengucapkan syahadat. Semoga aku mati dalam keadaan Islam, itu saja harapanku.
Bila saat bulan Ramadhan sedang hamil atau sakit, juga ada keringanan dengan membayar fidyah atau memberi makan fakir miskin selama sebulan. Ada perbedaan pendapat walau membayar fidyah mesti mengganti puasa, ada yang tidak perlu mengganti. Lakukan apa yang diyakini, jangan perbedaan pendapat itu dibesar-besarkan.
Mengamalkan ajaran Islam itu jangan memberatkan. Ada hal wajib, sunnah, makruh, mubah, haram, dan seterusnya. Nah, masalah yang wajib dan haram ini bisa menjadikan perbedaan. Kalo pake baju tanpa kerudung di hadapan bukan mahram haram, nanti masuk neraka, ini kata kelompok garis keras. Yang lebih longgar akan mengatakan budaya di Indonesia sudah terbiasa melihat wanita tanpa kerudung, jadi kerudung bukan wajib, tapi dianjurkan. Ada petinggi ormas Islam sudah almarhum (di suatu buku tertulis termasuk mendukung Islam Liberal), istrinya dan anaknya hanya menggunakan kerudung bukan jilbab tertutup sampai ke dada. Pendukungnya banyak fanatik mendukung benar atau salah kubela dengan nyawaku, mereka yang menggunakan celana congklang dan berjenggot. Alasannya apa, orang dengan kedekatan dengan Allah melebihi orang biasa dapat prioritas. Jadi mikir... seingatku Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam malah mesti berjuang melawan kaum musyrik di medan perang, gak dapat prioritas menghindari perang. Soal shalat juga Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam rajin shalat malam, gak dapat priotitas untuk tidak shalat.
Saat ini yang dipuja-puja adalah bintang sinetron cantik ato ganteng, kaya raya, hidup mewah. Tapi menurut Islam, kaya miskin, cakep jelek bukan jadi hal penting di hadapan Allah, lebih penting amal ibadahnya. Boleh kok orang Islam jadi orang kaya, asal dari nafkah yang halal dan sebagian digunakan untuk beramal, setelah kebutuhan keluarganya dicukupi. Masalah kecukupan juga punya standar masing-masing, seorang pengusaha kakap supaya dipercaya klien wajar punya Mercy, asal sumbangan di bidang sosial juga besar dan karyawan-karyawannya diperjuangkan agar hidup layak. Kalo gak ada muslim istiqomah yang mau jadi pengusaha kaya soalnya takut nanti masuk surga belakangan terus apa kita membiarkan non muslim menguasai bidang usaha di segala bidang?
Orang-orang ini sibuk memikirkan detil-detil yang katanya bikin masuk neraka sampai melupakan hal-hal penting seperti, memutuskan silaturahmi masuk neraka, nah loh, ini lebih jelas hadits dan ayat Al Qur'annya dibandingkan muslimah pake kerudung pendek dengan sanggul mirip punuk unta masuk neraka. Saking takutnya masuk neraka mesti pake baju longgar bahan tebal, rambut diurai, kerudung sampai ke dada, tidak mau nonton televisi, ujung-ujungnya menghindari teman yang tidak mau memakai kerudung. Aku masuk surga karena pake baju muslim sesuai syariat yang tidak memakai kerudung masuk neraka semua. Tentunya pemahaman Islam tidak dipersulit seperti itu, Allah melihat seseorang dari hatinya. Hatilah yang mendorong seseorang menggunakan baju sederhana, tidak mencolok, tidak seksi. Bagi yang belum menggunakan kerudung janganlah dihakimi didoakan saja supaya hatinya terbuka. Sibuk dengan kostum surga neraka malah jadi sombong, sedangkan yang tadinya belum memakai kerudung malah dapat hidayah. Bisa kebolak-balik kan.
Waktu di dunia ini terlalu sempit untuk mengurus orang lain. Lebih baik intropeksi diri, dan bersikap baik pada semua orang. Perang hanya terjadi bila sudah ditekan, diusir, dizalimi. Makanya ada tahapan lebih dari sekedar pengen masuk surga dan neraka, yaitu tahapan mencari keridhoan Allah. Apa yang membuat Allah ridho, itulah yang kita lakukan. Tidak usah mempermasalahkan perbedaan-perbedaan dalam Islam, selama itu tidak mengajak untuk maksiat.
Hufff... selesai juga akhirnya nulisnya, sempet ragu apa bisa nulis postingan dari judul yang terngiang-ngiang di kepalaku...
Semua tahapan dalam Islam pasti ada kemudahan. Misalnya begini, anak kecil belajar puasa mulai dari puasa bedug. Lama-lama kalo sudah kuat baru puasa sampai Maghrib. Puasa yang disarankan adalah puasa Dawud, tapi puasa Senin Kemis juga cukup baik. Bila kita bepergian, ada istilah namanya dijamak. Shalatnya boleh dirangkap dan dipersingkat. Karena dalam perjalanan kadang kecapekan, kesulitan mencari air, masjid dan seterusnya. Lalu bila tidak ada air boleh tayamum, berwudhu menggunakan debu, di dalam bis duduk dengan gerakan semampunya. Kakakku yang mengajari tayamum, karena dalam perjalanan menuju tanah suci, menggunakan pesawat yang terbangnya cukup lama, shalat wudhunya dengan tayamum dan tidak perlu menghadap ke kiblat.
Tapi kenyataannya, perbedaan pendapat dalam Islam membuat semuanya jadi dipersulit. Ada yang berpendapat pacaran itu dosa, nanti masuk neraka. Sebetulnya lebih bijak mengatakan, boleh kok kalo masih remaja naksir lawan jenis, asal ketemuannya rame-rame, jangan mojok.
Soal baju misalnya, seharusnya bahannya tebal, kerudung menutupi dada. Kalo pake baju muslim yang tidak syar'i nanti masuk neraka. Beneran loh... ibu mertua kakakku begitu baik hatinya, sehari-harinya sibuk mencari nafkah karena suaminya sakit. Sampe tidak sempat belajar Islam, belum lagi banyak masalah lain, kayak ditipu sana-sini. Akhir hidupnya meninggal dengan berkerudung saat berhaji, dibiayai anaknya.
Bapakku meninggal saat shalat Shubuh, dan itu pertanda baik. Soal Khusnul Khotimah itu hak prerogatif Allah, tapi kita mesti mendoakan semoga diterima amal baik dan diampuni dosa-dosanya. Bapakku sehari-harinya menggunakan celana normal dan berkumis, tidak pakai jenggot. Siapa sih yang memutuskan laki-laki tanpa jenggot masuk neraka? Aku berharap juga bisa meninggal saat sedang beribadah, sedang mengingat Allah, mengucapkan syahadat. Semoga aku mati dalam keadaan Islam, itu saja harapanku.
Bila saat bulan Ramadhan sedang hamil atau sakit, juga ada keringanan dengan membayar fidyah atau memberi makan fakir miskin selama sebulan. Ada perbedaan pendapat walau membayar fidyah mesti mengganti puasa, ada yang tidak perlu mengganti. Lakukan apa yang diyakini, jangan perbedaan pendapat itu dibesar-besarkan.
Mengamalkan ajaran Islam itu jangan memberatkan. Ada hal wajib, sunnah, makruh, mubah, haram, dan seterusnya. Nah, masalah yang wajib dan haram ini bisa menjadikan perbedaan. Kalo pake baju tanpa kerudung di hadapan bukan mahram haram, nanti masuk neraka, ini kata kelompok garis keras. Yang lebih longgar akan mengatakan budaya di Indonesia sudah terbiasa melihat wanita tanpa kerudung, jadi kerudung bukan wajib, tapi dianjurkan. Ada petinggi ormas Islam sudah almarhum (di suatu buku tertulis termasuk mendukung Islam Liberal), istrinya dan anaknya hanya menggunakan kerudung bukan jilbab tertutup sampai ke dada. Pendukungnya banyak fanatik mendukung benar atau salah kubela dengan nyawaku, mereka yang menggunakan celana congklang dan berjenggot. Alasannya apa, orang dengan kedekatan dengan Allah melebihi orang biasa dapat prioritas. Jadi mikir... seingatku Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam malah mesti berjuang melawan kaum musyrik di medan perang, gak dapat prioritas menghindari perang. Soal shalat juga Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam rajin shalat malam, gak dapat priotitas untuk tidak shalat.
Saat ini yang dipuja-puja adalah bintang sinetron cantik ato ganteng, kaya raya, hidup mewah. Tapi menurut Islam, kaya miskin, cakep jelek bukan jadi hal penting di hadapan Allah, lebih penting amal ibadahnya. Boleh kok orang Islam jadi orang kaya, asal dari nafkah yang halal dan sebagian digunakan untuk beramal, setelah kebutuhan keluarganya dicukupi. Masalah kecukupan juga punya standar masing-masing, seorang pengusaha kakap supaya dipercaya klien wajar punya Mercy, asal sumbangan di bidang sosial juga besar dan karyawan-karyawannya diperjuangkan agar hidup layak. Kalo gak ada muslim istiqomah yang mau jadi pengusaha kaya soalnya takut nanti masuk surga belakangan terus apa kita membiarkan non muslim menguasai bidang usaha di segala bidang?
Orang-orang ini sibuk memikirkan detil-detil yang katanya bikin masuk neraka sampai melupakan hal-hal penting seperti, memutuskan silaturahmi masuk neraka, nah loh, ini lebih jelas hadits dan ayat Al Qur'annya dibandingkan muslimah pake kerudung pendek dengan sanggul mirip punuk unta masuk neraka. Saking takutnya masuk neraka mesti pake baju longgar bahan tebal, rambut diurai, kerudung sampai ke dada, tidak mau nonton televisi, ujung-ujungnya menghindari teman yang tidak mau memakai kerudung. Aku masuk surga karena pake baju muslim sesuai syariat yang tidak memakai kerudung masuk neraka semua. Tentunya pemahaman Islam tidak dipersulit seperti itu, Allah melihat seseorang dari hatinya. Hatilah yang mendorong seseorang menggunakan baju sederhana, tidak mencolok, tidak seksi. Bagi yang belum menggunakan kerudung janganlah dihakimi didoakan saja supaya hatinya terbuka. Sibuk dengan kostum surga neraka malah jadi sombong, sedangkan yang tadinya belum memakai kerudung malah dapat hidayah. Bisa kebolak-balik kan.
Waktu di dunia ini terlalu sempit untuk mengurus orang lain. Lebih baik intropeksi diri, dan bersikap baik pada semua orang. Perang hanya terjadi bila sudah ditekan, diusir, dizalimi. Makanya ada tahapan lebih dari sekedar pengen masuk surga dan neraka, yaitu tahapan mencari keridhoan Allah. Apa yang membuat Allah ridho, itulah yang kita lakukan. Tidak usah mempermasalahkan perbedaan-perbedaan dalam Islam, selama itu tidak mengajak untuk maksiat.
Hufff... selesai juga akhirnya nulisnya, sempet ragu apa bisa nulis postingan dari judul yang terngiang-ngiang di kepalaku...
Manusia yang dikuasai jin (terinspirasi dari Muxlimo's Lair)
Membaca postingan di Muxlimo's Lair, itu juga tidak ada kesengajaan. Mas Adam, penulis di blog ini, kalo lagi ada waktu, abis posting kadang chat denganku di YM. Bercerita padaku sedikit tentang saat dia belajar tentang Tauhid. Soal Tauhid, aku terlewatkan belajar ini. Soalnya waktu di Bogor, aku belajar Islam setelah Tauhid dan Fiqh terlewatkan. Aku belajar tasawuf dari buku Imam al-Ghazali.
Sepertinya semua dimudahkan Allah, setelah seorang temanku SMP menunjukkan padaku seorang wanita yang bisa dijadiin guru privat, aku belajar padanya sekitar setahun, terutama masalah fiqh. Setelah aku memutuskan tidak kesana lagi karena kerjaanku pulangnya yang tadinya siang jadi sore, ketemu dengan blog Muxlimo's Lair ini, komen di blogku yang lain. Ada semacam dorongan dari mas Adam komentar di blogku. Lalu aku nulis komen di blognya mas Adam, tak obok-obok ya blognya...
Pemahaman Islam memang lain-lain, ada yang menyebut buku al-Ghazali itu tidak pantas dibaca karena menggunakan hadits dhoif, tapi oleh harian Republika sangat direkomendasikan. Aku juga pernah mengutip kalimat panjang dari Ibnu Qoyyim el-Jauzy, ada komentar yang menyatakan sesat. Buku-buku dari Ibnu Qoyyim sangatlah banyak dan isinya benar-benar inspiratif, ada kalimat secuplik membahas tentang arsy Allah, dan itu langsung dinyatakan sesat. Padahal yang aku kutip membahas masalah mahabbah. Tasawuf oleh sekelompok orang juga dinyatakan sesat dengan alasan ini itu, tapi aku pernah menulis postingan tasawuf seperti apa dulu, selama masih menggunakan rujukan Al Qur'an dan hadits bukanlah hal yang sesat. Karena itu ustad lulusan Al Azhar Kairo yang membimbing pengajian di Bogor berusaha mengarahkan tentang pemahaman Islam, supaya tidak keliru. Kenapa ini dianggap sesat, bagaimana cara memahaminya.
Sekarang di Jogja pengajian malah di rumahku sendiri, pembicaranya dua-duanya dosen universitas swasta. Satunya lulusan salah satu universitas swasta Islam dan kadang membahas tentang rekannya sendiri yang menjadi beraliran Islam Liberal setelah sekolah di luar negeri. Karena acuannya kitab dari ulama besar jaman dulu, pembicara ini termasuk penentang Islam Liberal.
Tapi bila membahas tentang dimensi lain, aku memilih bergabung dan bertanya pada yang punya bakat melihat alam lain. Ternyata yang punya bakat tidak semuanya serta merta suka bergabung dengan kelompok ini, ada mahasiswa yang tanya padaku tentang komunitas ini, aku punya teman punya bakat tapi tidak tertarik untuk bergabung. Aku jawab, ini kan masalah dorongan hati saja, ini tipe orang yang lebih suka menjadi orang biasa, lebih suka bila tidak punya kemampuan. Jadi kemampuannya diabaikan dianggap mengganggu. Malah ada yang menganggapnya kutukan, aku jawab, soalnya awalnya punya kemampuan seperti itu memang bikin paranoid, keluarganya jadi cemas. Dengan bergabung di komunitas kan jadi punya teman senasib, dan bisa saling mengingatkan.
Tulisan di Muxlimo's Lair yang mendorongku untuk membukanya adalah di sini, CIRI MANUSIA YANG DIKUASAI JIN Dan ini komentarku
Allah berfirman
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". (QS. Al Hijr : 39-40)
Yang dimaksud dengan "mukhlis" ialah orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah s.w.t. (sumber Alquran-indonesia.com)
Sepertinya semua dimudahkan Allah, setelah seorang temanku SMP menunjukkan padaku seorang wanita yang bisa dijadiin guru privat, aku belajar padanya sekitar setahun, terutama masalah fiqh. Setelah aku memutuskan tidak kesana lagi karena kerjaanku pulangnya yang tadinya siang jadi sore, ketemu dengan blog Muxlimo's Lair ini, komen di blogku yang lain. Ada semacam dorongan dari mas Adam komentar di blogku. Lalu aku nulis komen di blognya mas Adam, tak obok-obok ya blognya...
Pemahaman Islam memang lain-lain, ada yang menyebut buku al-Ghazali itu tidak pantas dibaca karena menggunakan hadits dhoif, tapi oleh harian Republika sangat direkomendasikan. Aku juga pernah mengutip kalimat panjang dari Ibnu Qoyyim el-Jauzy, ada komentar yang menyatakan sesat. Buku-buku dari Ibnu Qoyyim sangatlah banyak dan isinya benar-benar inspiratif, ada kalimat secuplik membahas tentang arsy Allah, dan itu langsung dinyatakan sesat. Padahal yang aku kutip membahas masalah mahabbah. Tasawuf oleh sekelompok orang juga dinyatakan sesat dengan alasan ini itu, tapi aku pernah menulis postingan tasawuf seperti apa dulu, selama masih menggunakan rujukan Al Qur'an dan hadits bukanlah hal yang sesat. Karena itu ustad lulusan Al Azhar Kairo yang membimbing pengajian di Bogor berusaha mengarahkan tentang pemahaman Islam, supaya tidak keliru. Kenapa ini dianggap sesat, bagaimana cara memahaminya.
Sekarang di Jogja pengajian malah di rumahku sendiri, pembicaranya dua-duanya dosen universitas swasta. Satunya lulusan salah satu universitas swasta Islam dan kadang membahas tentang rekannya sendiri yang menjadi beraliran Islam Liberal setelah sekolah di luar negeri. Karena acuannya kitab dari ulama besar jaman dulu, pembicara ini termasuk penentang Islam Liberal.
Tapi bila membahas tentang dimensi lain, aku memilih bergabung dan bertanya pada yang punya bakat melihat alam lain. Ternyata yang punya bakat tidak semuanya serta merta suka bergabung dengan kelompok ini, ada mahasiswa yang tanya padaku tentang komunitas ini, aku punya teman punya bakat tapi tidak tertarik untuk bergabung. Aku jawab, ini kan masalah dorongan hati saja, ini tipe orang yang lebih suka menjadi orang biasa, lebih suka bila tidak punya kemampuan. Jadi kemampuannya diabaikan dianggap mengganggu. Malah ada yang menganggapnya kutukan, aku jawab, soalnya awalnya punya kemampuan seperti itu memang bikin paranoid, keluarganya jadi cemas. Dengan bergabung di komunitas kan jadi punya teman senasib, dan bisa saling mengingatkan.
Tulisan di Muxlimo's Lair yang mendorongku untuk membukanya adalah di sini, CIRI MANUSIA YANG DIKUASAI JIN Dan ini komentarku
Allah berfirman
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". (QS. Al Hijr : 39-40)
Yang dimaksud dengan "mukhlis" ialah orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah s.w.t. (sumber Alquran-indonesia.com)
Jumat, 20 Januari 2012
Setan kelas profesor
Ini adalah pendapat ustadzah yang sering mengisi pengajian di tempat aku kerja. Kalo orang dengan agama kelas profesor, maka setannya juga kelas profesor. Dan setan kelas profesor ini tidak hanya merasuki orang yang beriman, tapi juga orang-orang di sekitarnya.
Orang yang belajar Islam dan mengamalkan pasti akan dapat ujian. Ujian itu berkaitan dengan hal yang paling dicintai. Temanku yang sangat cinta pada istrinya, tiba-tiba istrinya meninggalkannya dan malah menjalin hubungan dengan laki-laki lain yang lebih muda. Istrinya ini balik ke orang tuanya, dan orang tuanya laporan bahwa sekarang istrinya tambah shalehah, rajin shalat tahajud. Cerita yang cukup aneh, karena wanita shalehah itu mestinya menurut pada suami, bukan rajin shalat tahajud dan pacaran dengan laki-laki lain padahal statusnya masih jadi istri temanku ini.
Atau ada temanku yang kontraktor, berkali-kali ditipu, sampai milyaran rupiah. Hal ini membuat dia gelisah dan mencari guru yang bisa menghilangkan kegelisahannya. Dia ingin sekali bisa punya kemampuan untuk mengetahui kliennya pembohong atau tidak. Tapi walaupun kehilangan milyaran rupiah, dapat ganti lagi. Aku rasa dia sebaiknya bikin yayasan sosial, supaya dimudahkan oleh Allah baik dalam hal ketenangan hidup dan rejekinya.
Jangan tanya soal aku, hehehe... malu. Belum apa-apa sih. Paling dulu awal ngeblog sempet mimpi kehilangan beberapa teman blogger, awalnya sempet akrab, chatting, ketawa-tawa, lalu menghilang. Walau sudah dapat gambaran sebelumnya, tetap rasanya berat saat terjadi. Sempet error dan mencoba menanyakan pada yang bersangkutan. Tambah dibahas, tambah kacau urusannya. Akhirnya menyadari ini maksud dari mimpiku yang dulu itu.
Mengenai Islam di mataku, hal yang paling menakjubkan akhir-akhir ini adalah membaca tentang Islam membuat #jleb. Padahal dulu aku memutuskan menjadi seorang muslimah yang biasa-biasa aja. Sudah tau caranya shalat dan baca Qur'an sudah cukup. Dulu pikiranku lebih banyak ke anak-anakku, yang sekarang karena aku pernah depresi tinggal dengan ayahnya setelah perceraian yang menyakitkan.
Komentar-komentar di blog yang ditujukan padaku juga macem-macem. Ada yang hobi nyebut alat kelamin, baik punya laki-laki atau perempuan. Yang ngatain gila juga ada. Nyukurin aku dijauhkan dari anak-anakku juga pernah. Tentu saja bahasa kasar tidak aku tampilin di blog, kata temenku yang paham Islam bahasa kasar adalah bahasanya setan. Para penghuni surga (dan calon) menggunakan bahasa yang penuh dengan kasih sayang. Jadi komentar manusia berbahasa setan ini tidak akan ditampilkan di blog ini, udah gak ngaruh, gak penting.
Konon setan adalah golongan sesat, baik jin ataupun manusia. Kelasnya juga macam-macam, ada yang baru kelas mencuri sendal di masjid, atau anggota dewan yang sibuk ngurusin komisi dari proyek geje. Proyek anggota dewan kok sibuk memakmurkan diri sendiri yang sudah makmur, bukannya memakmurkan rakyat, heraaaan. Para setan ini adalah orang yang bangga bisa melakukan kejahatan, tanpa merasa bersalah sedikitpun. Biarpun sudah masuk penjara, tetap ngotot merasa tidak bersalah. Malah penjaranya dijadiian salon dan spa, biar nyaman dan tetep cantik #kisahnapiperempuansuperkaya. Atau walau di penjara tetap disetor wanita cantik dan bisa mengendalikan bisnis narkoba. Bisa juga ala mahasiswa, ngakunya dipenjara, ternyata cuman nitip absen doang, orangnya sibuk jalan-jalan keluar negeri atau ke Bali nonton pertandingan tenis skala internasional.
Setan-setan yang tanpa wujud terus mencari mangsa supaya bisa merasuki manusia agar menjadi setan berwujud manusia. Hanya manusia yang ikhlas yang sulit digoda oleh setan, ini adalah janji Allah. Bagi setan berwujud manusia, peraturan adalah untuk dilanggar, ajaran agama adalah untuk dibolak-balik dengan akal. Yang paham Islam betul, membaca tulisan pembolak-balikan ajaran Islam tidak akan digubris, paling juga dikomentari sekali abis itu gak dibahas lagi. Percuma jelasin pada orang bodoh. Tugas manusia hanyalah mengingatkan, setelah itu sudah.
Aku juga mengakui, di awal belajar Islam, bawaannya geram, emosi melulu. Pertama merasa terlambat paham Islam, dari umur belasan tahun sudah belajar Islam kok mulai memahami belum lama. Kedua, menyadari bahwa di sekeliling kita, tidak sampai 10 persen yang bicaranya bisa nyambung. Katakan dari 100 temenku di Fesbuk, hanya di bawah 10 orang yang merespon positif. Sisanya cuman mikirin perut atau selangkangan. Seumurku kayaknya laki-laki lagi gawat-gawatnya pengen punya istri lagi, atau istri punya pacar juga punya.
Semakin paham Islam, semakin sadar, bila berbelok sukses disesatkan setan teguran dari Allah akan semakin berat. Untuk menghindari itu, salah satunya dengan sering mengucapkan kalimat surga "Laa haula wala quwwata illa billah" atau tiada daya upaya selain dari Allah semata. Kecerdasan, pemahaman, semua berasal dari Allah. Tambah belajar tambah merasa semakin bodoh saja, menyadari ilmu Allah begitu luasnya.
Wajar kalo ngeliat yang masih baru belajar Islam bawaannya emosi. Ini dosa, itu dosa. Aku masuk surga, kamu masuk neraka. Semakin dewasa, pasti semakin arif, tambah menyadari bahwa tugas manusia hanyalah menyebarkan kebaikan dan mendoakan. Intropeksi diri lebih penting dibandingkan sibuk ngurusin orang lain. Tidak hanya sibuk shalat dan berdoa, tapi juga dengan memperbanyak sedekah. Berbuat baik pada orang lain mendapat pahala, termasuk tersenyum yang tulus dan menebar sapa sekalipun pada orang yang beragama lain.
Pada orang beragama lain bisa tersenyum, karena prinsip lakum dinukum waliyadin. Tapi kemarahan akhirnya ditujukan pada Islam tapi pada yang tidak sepaham. Ada 4 madzab dalam Islam, sehingga penafsiran beragama bisa lain-lain. Islam mengajarkan untuk tidak mengkafirkan sesama muslim. Resiko mengkafirkan, akhirnya kafir itu akan berbalik ke dia sendiri, jadi mesti berhati-hati mengatakan kafir. Pernyataan kafir adalah hal sangat sensitif bagi seorang mukmin, dan itu salah satu senjata setan memudahkan lidah orang yang sedang belajar Islam (yang ilmunya tinggi akan hati-hati mengkafirkan) untuk geram dengan perbedaan dalam Islam lalu menyatakan kafir.
Aku memaklumi sekali dengan masalah emosi ini, aku juga begitu. Tapi tentunya belajar untuk tidak emosi, karena menurut Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam orang yang kuat adalah yang bisa menahan amarahnya. Semoga kita dimudahkan dalam dunia dan akhirat...
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Apabila ada seseorang berkata kepada saudaranya -sesama Muslimnya-: “Hai orang kafir,” maka salah seorang dari keduanya -yakni yang berkata atau dikatakan- kembali dengan membawa kekafiran itu. Jikalau yang dikatakan itu benar-benar sebagaimana yang orang itu mengucapkan, maka dalam orang itulah adanya kekafiran, tetapi jikalau tidak, maka kekafiran itu kembali kepada orang yang mengucapkannya sendiri. (Muttafaq ‘alaih)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Orang yang kuat bukanlah orang yang jago gulat, tetapi (orang yang kuat itu adalah) orang yang mampu menahan dirinya ketika marah (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Daud)
Orang yang belajar Islam dan mengamalkan pasti akan dapat ujian. Ujian itu berkaitan dengan hal yang paling dicintai. Temanku yang sangat cinta pada istrinya, tiba-tiba istrinya meninggalkannya dan malah menjalin hubungan dengan laki-laki lain yang lebih muda. Istrinya ini balik ke orang tuanya, dan orang tuanya laporan bahwa sekarang istrinya tambah shalehah, rajin shalat tahajud. Cerita yang cukup aneh, karena wanita shalehah itu mestinya menurut pada suami, bukan rajin shalat tahajud dan pacaran dengan laki-laki lain padahal statusnya masih jadi istri temanku ini.
Atau ada temanku yang kontraktor, berkali-kali ditipu, sampai milyaran rupiah. Hal ini membuat dia gelisah dan mencari guru yang bisa menghilangkan kegelisahannya. Dia ingin sekali bisa punya kemampuan untuk mengetahui kliennya pembohong atau tidak. Tapi walaupun kehilangan milyaran rupiah, dapat ganti lagi. Aku rasa dia sebaiknya bikin yayasan sosial, supaya dimudahkan oleh Allah baik dalam hal ketenangan hidup dan rejekinya.
Jangan tanya soal aku, hehehe... malu. Belum apa-apa sih. Paling dulu awal ngeblog sempet mimpi kehilangan beberapa teman blogger, awalnya sempet akrab, chatting, ketawa-tawa, lalu menghilang. Walau sudah dapat gambaran sebelumnya, tetap rasanya berat saat terjadi. Sempet error dan mencoba menanyakan pada yang bersangkutan. Tambah dibahas, tambah kacau urusannya. Akhirnya menyadari ini maksud dari mimpiku yang dulu itu.
Mengenai Islam di mataku, hal yang paling menakjubkan akhir-akhir ini adalah membaca tentang Islam membuat #jleb. Padahal dulu aku memutuskan menjadi seorang muslimah yang biasa-biasa aja. Sudah tau caranya shalat dan baca Qur'an sudah cukup. Dulu pikiranku lebih banyak ke anak-anakku, yang sekarang karena aku pernah depresi tinggal dengan ayahnya setelah perceraian yang menyakitkan.
Komentar-komentar di blog yang ditujukan padaku juga macem-macem. Ada yang hobi nyebut alat kelamin, baik punya laki-laki atau perempuan. Yang ngatain gila juga ada. Nyukurin aku dijauhkan dari anak-anakku juga pernah. Tentu saja bahasa kasar tidak aku tampilin di blog, kata temenku yang paham Islam bahasa kasar adalah bahasanya setan. Para penghuni surga (dan calon) menggunakan bahasa yang penuh dengan kasih sayang. Jadi komentar manusia berbahasa setan ini tidak akan ditampilkan di blog ini, udah gak ngaruh, gak penting.
Konon setan adalah golongan sesat, baik jin ataupun manusia. Kelasnya juga macam-macam, ada yang baru kelas mencuri sendal di masjid, atau anggota dewan yang sibuk ngurusin komisi dari proyek geje. Proyek anggota dewan kok sibuk memakmurkan diri sendiri yang sudah makmur, bukannya memakmurkan rakyat, heraaaan. Para setan ini adalah orang yang bangga bisa melakukan kejahatan, tanpa merasa bersalah sedikitpun. Biarpun sudah masuk penjara, tetap ngotot merasa tidak bersalah. Malah penjaranya dijadiian salon dan spa, biar nyaman dan tetep cantik #kisahnapiperempuansuperkaya. Atau walau di penjara tetap disetor wanita cantik dan bisa mengendalikan bisnis narkoba. Bisa juga ala mahasiswa, ngakunya dipenjara, ternyata cuman nitip absen doang, orangnya sibuk jalan-jalan keluar negeri atau ke Bali nonton pertandingan tenis skala internasional.
Setan-setan yang tanpa wujud terus mencari mangsa supaya bisa merasuki manusia agar menjadi setan berwujud manusia. Hanya manusia yang ikhlas yang sulit digoda oleh setan, ini adalah janji Allah. Bagi setan berwujud manusia, peraturan adalah untuk dilanggar, ajaran agama adalah untuk dibolak-balik dengan akal. Yang paham Islam betul, membaca tulisan pembolak-balikan ajaran Islam tidak akan digubris, paling juga dikomentari sekali abis itu gak dibahas lagi. Percuma jelasin pada orang bodoh. Tugas manusia hanyalah mengingatkan, setelah itu sudah.
Aku juga mengakui, di awal belajar Islam, bawaannya geram, emosi melulu. Pertama merasa terlambat paham Islam, dari umur belasan tahun sudah belajar Islam kok mulai memahami belum lama. Kedua, menyadari bahwa di sekeliling kita, tidak sampai 10 persen yang bicaranya bisa nyambung. Katakan dari 100 temenku di Fesbuk, hanya di bawah 10 orang yang merespon positif. Sisanya cuman mikirin perut atau selangkangan. Seumurku kayaknya laki-laki lagi gawat-gawatnya pengen punya istri lagi, atau istri punya pacar juga punya.
Semakin paham Islam, semakin sadar, bila berbelok sukses disesatkan setan teguran dari Allah akan semakin berat. Untuk menghindari itu, salah satunya dengan sering mengucapkan kalimat surga "Laa haula wala quwwata illa billah" atau tiada daya upaya selain dari Allah semata. Kecerdasan, pemahaman, semua berasal dari Allah. Tambah belajar tambah merasa semakin bodoh saja, menyadari ilmu Allah begitu luasnya.
Wajar kalo ngeliat yang masih baru belajar Islam bawaannya emosi. Ini dosa, itu dosa. Aku masuk surga, kamu masuk neraka. Semakin dewasa, pasti semakin arif, tambah menyadari bahwa tugas manusia hanyalah menyebarkan kebaikan dan mendoakan. Intropeksi diri lebih penting dibandingkan sibuk ngurusin orang lain. Tidak hanya sibuk shalat dan berdoa, tapi juga dengan memperbanyak sedekah. Berbuat baik pada orang lain mendapat pahala, termasuk tersenyum yang tulus dan menebar sapa sekalipun pada orang yang beragama lain.
Pada orang beragama lain bisa tersenyum, karena prinsip lakum dinukum waliyadin. Tapi kemarahan akhirnya ditujukan pada Islam tapi pada yang tidak sepaham. Ada 4 madzab dalam Islam, sehingga penafsiran beragama bisa lain-lain. Islam mengajarkan untuk tidak mengkafirkan sesama muslim. Resiko mengkafirkan, akhirnya kafir itu akan berbalik ke dia sendiri, jadi mesti berhati-hati mengatakan kafir. Pernyataan kafir adalah hal sangat sensitif bagi seorang mukmin, dan itu salah satu senjata setan memudahkan lidah orang yang sedang belajar Islam (yang ilmunya tinggi akan hati-hati mengkafirkan) untuk geram dengan perbedaan dalam Islam lalu menyatakan kafir.
Aku memaklumi sekali dengan masalah emosi ini, aku juga begitu. Tapi tentunya belajar untuk tidak emosi, karena menurut Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam orang yang kuat adalah yang bisa menahan amarahnya. Semoga kita dimudahkan dalam dunia dan akhirat...
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Apabila ada seseorang berkata kepada saudaranya -sesama Muslimnya-: “Hai orang kafir,” maka salah seorang dari keduanya -yakni yang berkata atau dikatakan- kembali dengan membawa kekafiran itu. Jikalau yang dikatakan itu benar-benar sebagaimana yang orang itu mengucapkan, maka dalam orang itulah adanya kekafiran, tetapi jikalau tidak, maka kekafiran itu kembali kepada orang yang mengucapkannya sendiri. (Muttafaq ‘alaih)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Orang yang kuat bukanlah orang yang jago gulat, tetapi (orang yang kuat itu adalah) orang yang mampu menahan dirinya ketika marah (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Daud)
Kamis, 19 Januari 2012
Aku dan kerudung
Aku paling suka pake kerudung warna putih. Khusus kerudung putih aku punya beberapa, dibanding warna lain. Salah satu kerudung putihku warna putih dengan KW1, kebetulan gak sengaja nemu di mal dengan harga 5 kali lipat dibanding KW2 dan lagi ada uangnya. Ciri-cirinya jelas, gak ada merek, bahan halus, pinggiran rapi. Tapi herannya di grosir pasar penjual nekat nulis bahwa kerudungnya KW1 padahal sudah jelas bukan, nekat banget, itu namanya membohongi publik, padahal penjualnya Islam.
Penganut salafy bajunya gamis lebar bahan tebal dan kerudungnya lebar sampai ke perut. Waktu kuliah pernah berteman dengan beberapa perempuan penganut salafy. Soalnya waktu bulan Ramadhan ikutan di pesantren kilat, yang kiainya ternyata penganut salafy. Terus terang pemahaman Islam waktu itu gak nyantol blas. Kalo hati belum kebuka memang kebenaran yang penuh kedamaian malah sepertinya mikir model Islam fanatik, lebih nyaman dengan versi Islam kebanyakan. Ternyata Islam banyakan malah model Islam KTP yang Islamnya sekedar bisa shalat tanpa merasa perlu belajar lagi.
Aku dengar kabar mbak-mbak yang aku kenal dulu menikah dengan laki-laki yang belum pernah dikenalnya. Cukuplah berada dalam pengajian, lalu kiainya yang mencocok-cocokkan. Karena hidup untuk benar-benar mengharap keridhoan Allah, mencoba lurus, jadinya apapun yang didapat dijalani, termasuk ditunjukkan jodohnya oleh kiainya.
Semua orang pasti punya seseorang yang jadi panutan. Sejauh ini salah satu panutanku adalah Bapakku almarhum. Beliau orang yang begitu sabar, tidak banyak bicara, dan hatinya mudah tersentuh untuk menolong orang lain. Cenderung fokus sebagai akademisi. Waktu salah satu bagian rumahku dijadikan kantor oleh pak Amien Rais, akhirnya mendirikan partai, sempat ditawari ikut berkecimpung di bidang politik, Bapakku menolak karena merasa bukan bidangnya. Nafkah dari dosen sudah cukup untuk hidup, tidak perlu bermewah-mewah. Dan akhirnya di didirikan sekolahan dari yayasan yang didirikan pak Amien Rais satu pekarangan dengan rumahku yang aku tinggali sekarang.
Bapakku bukan penganut salafy, bersahabat dengan beberapa mantan pemimpin Muhammadiyah, seperti pak AR Fakhrudin dan pak Amien Rais. Makanya aku selalu mengikuti aturan Muhammadiyah saat penetapan hari raya, tidak menyelenggarakan tahlilan setelah Bapak meninggal, dan bila pengajian acaranya adalah tafsir Al Qur'an bukan yasinan. Masih membolehkan bersalaman tangan walau bukan mahram antara laki-laki dan perempuan. Walau hanya kalo ada pertemuan yayasan lebih banyak yang tidak bersentuhan tangan antara lawan jenis.
Kayaknya soal kerudung aku masih longgar, di rumah aku gak pake, padahal banyak karyawan laki-laki. Aku masih baru pemahaman kerudung dipake bila keluar rumah. Gak tau ya ntar kalo ada pemahaman baru. Suatu ketika aku gak sengaja lupa pake kerudung langsung pake helm naik motor. Sampe di parkiran mall baru sadar aku gak pake kerudung, kadung telanjur, aku masuk ke mall. Dengan memakai celana panjang, jaket longgar, tanpa kerudung rasanya tidak ada tatapan birahi ditujukan padaku. Malah aku melihat ada wanita menggunakan kerudung tapi mencolok banget, warnanya bajunya kayak spotlight aja, dengan legging, kaos ketat, hak tinggi, make up tebal, dan wangi parfumnya hmmm... dari jauh sudah tercium. Aku rasa aku yang memakai baju warna netral tanpa kerudung lebih tidak diperhatikan dibandingkan yang berkerudung tapi warnanya spotlight, ketat, dengan make up tebal. Aku tidak ada keterpaksaan memakai kerudung, karena aku bangga memakainya sebagai identitas muslimah. Tapi aku tetap lebih menghargai wanita tanpa kerudung dengan akhlak baik dibandingkan dengan kerudung tapi caper, genit, matrek #uuups. Semoga Allah menunjukkan hidayah bagi mereka semua termasuk buatku.
Tapi kalo ada orang-orang liberal beranggapan tidak perlu menggunakan kerudung kecuali di acara pengajian, aku rasa itu gak bener. Mereka orang liberal ini beranggapan manusia itu punya kebijakan universal, kecuali dalam hal ibadah tentu saja. Penganut salafy tentunya sangat menentang Islam Liberal. Belakangan ternyata ahlus sunnah wal jamaah juga menentang Islam Liberal. Karena pentolan Islam Liberal di indonesia itu pendidikannya tinggi, bahasanya pinter, semua pake referensi. Hanya saja referensinya tentunya kaum barat, sama sekali tidak menganggap tulisan mendalam tentang Islam dari ulama besar jaman dulu.
Aku suka mikir, kenapa di Islam sendiri pemahaman bisa berbeda-beda. Tentunya karena faktor kenyamanan masing-masing. Ada yang menganggap kerudung pendek tidak sesuai syariat. Bahkan ada yang beranggapan celana panjang juga tidak sesuai syariat. Aku waktu balik ke Jogja dari Bogor pertengahan 2009 benar-benar minus. Ada bantuan tak terduga aku gunakan untuk beli banyak baju, sebagian besar celana panjang jins dengan macam-macam warna. Prioritas untuk baju kerja. Sekarang sudah males beli banyak baju lagi. Uangku aku gunakan untuk hal lain. Belum bisa drastis merubah gaya berpakaian lagi dengan banyak belanja baju.
Sejauh ini aku memakai baju yang aku punya aja, seadanya. Mosok mesti nekat ngutang sana sini agar dikatain menggunakan baju muslimah sesuai syariat. Kadang pake kerudung yang pendek juga. Bukan termasuk penggemar fashion yang kalo baju di muka umum selalu ganti-ganti.
Aku masih berpendapat memang budaya di tiap negara berpengaruh dengan cara memandang laki-laki terhadap lawan jenisnya. Seorang ustadz yang kadang bicaranya suka bercanda pernah bilang agar mahasiswi di salah satu Universitas Islam swasta di Jogja buka saja kerudungnya untuk menutupi pantat yang kelihatan kalo duduk, soalnya pake celana model hipster sepinggul kaosnya juga sepinggul. Aku juga sering ngeliat celana dalem dipamerkan cewek yang duduk tampak dari belakang. Lebih penting mana nutupin pantat yang terbuka atau nutupin rambut? #pertanyaanasaljeplakgakusahdijawab
Ada aturan di Islam rambut jangan disambung, jangan dicat warna hitam, alis jangan dikerok habis. Tapi kalo yang pake kerudung tentunya gak mikirin soal hair extension atau pengecatan rambut kan. Kecuali masalah alis, banyak yang pake kerudung alisnya dikerok trus digambarin kayak bulan sabit, menurutku kok aneh, sementara mereka merasa cantik dengan alis bulan sabit.
Kesimpulan, bagi yang sudah berjilbab jangan merasa lebih baik daripada yang belum pake jilbab. Bisa jadi karena akhlaknya yang belum pake jilbab lebih baik, di akhir hidupnya dapat hidayah dari Allah, bisa meninggal dengan akhir yang baik. Semua karena faktor hati yang merasa nyaman dengan penampilan seperti apa. Yang dilihat oleh Allah adalah hati. Hati yang baik, lembut, tulus, ikhlas, Insya Allah akan dimudahkan Allah mendapat hidayah, walau belum pake jilbab sekalipun. Asal jangan hati sok baik malah ngajak jadi Islam Liberal. Sedang yang pake kerudung masih suka emosional, kufur nikmat, berprasangka buruk, sombong, malah menjadi muslimah berkerudung dengan hati yang sakit. Karena masalah hidayah, surga dan neraka adalah hak prerogatif Allah, serahkan semua pada Allah. Semoga kita dimudahkan dalam urusan dunia dan akhirat...
Penganut salafy bajunya gamis lebar bahan tebal dan kerudungnya lebar sampai ke perut. Waktu kuliah pernah berteman dengan beberapa perempuan penganut salafy. Soalnya waktu bulan Ramadhan ikutan di pesantren kilat, yang kiainya ternyata penganut salafy. Terus terang pemahaman Islam waktu itu gak nyantol blas. Kalo hati belum kebuka memang kebenaran yang penuh kedamaian malah sepertinya mikir model Islam fanatik, lebih nyaman dengan versi Islam kebanyakan. Ternyata Islam banyakan malah model Islam KTP yang Islamnya sekedar bisa shalat tanpa merasa perlu belajar lagi.
Aku dengar kabar mbak-mbak yang aku kenal dulu menikah dengan laki-laki yang belum pernah dikenalnya. Cukuplah berada dalam pengajian, lalu kiainya yang mencocok-cocokkan. Karena hidup untuk benar-benar mengharap keridhoan Allah, mencoba lurus, jadinya apapun yang didapat dijalani, termasuk ditunjukkan jodohnya oleh kiainya.
Semua orang pasti punya seseorang yang jadi panutan. Sejauh ini salah satu panutanku adalah Bapakku almarhum. Beliau orang yang begitu sabar, tidak banyak bicara, dan hatinya mudah tersentuh untuk menolong orang lain. Cenderung fokus sebagai akademisi. Waktu salah satu bagian rumahku dijadikan kantor oleh pak Amien Rais, akhirnya mendirikan partai, sempat ditawari ikut berkecimpung di bidang politik, Bapakku menolak karena merasa bukan bidangnya. Nafkah dari dosen sudah cukup untuk hidup, tidak perlu bermewah-mewah. Dan akhirnya di didirikan sekolahan dari yayasan yang didirikan pak Amien Rais satu pekarangan dengan rumahku yang aku tinggali sekarang.
Bapakku bukan penganut salafy, bersahabat dengan beberapa mantan pemimpin Muhammadiyah, seperti pak AR Fakhrudin dan pak Amien Rais. Makanya aku selalu mengikuti aturan Muhammadiyah saat penetapan hari raya, tidak menyelenggarakan tahlilan setelah Bapak meninggal, dan bila pengajian acaranya adalah tafsir Al Qur'an bukan yasinan. Masih membolehkan bersalaman tangan walau bukan mahram antara laki-laki dan perempuan. Walau hanya kalo ada pertemuan yayasan lebih banyak yang tidak bersentuhan tangan antara lawan jenis.
Kayaknya soal kerudung aku masih longgar, di rumah aku gak pake, padahal banyak karyawan laki-laki. Aku masih baru pemahaman kerudung dipake bila keluar rumah. Gak tau ya ntar kalo ada pemahaman baru. Suatu ketika aku gak sengaja lupa pake kerudung langsung pake helm naik motor. Sampe di parkiran mall baru sadar aku gak pake kerudung, kadung telanjur, aku masuk ke mall. Dengan memakai celana panjang, jaket longgar, tanpa kerudung rasanya tidak ada tatapan birahi ditujukan padaku. Malah aku melihat ada wanita menggunakan kerudung tapi mencolok banget, warnanya bajunya kayak spotlight aja, dengan legging, kaos ketat, hak tinggi, make up tebal, dan wangi parfumnya hmmm... dari jauh sudah tercium. Aku rasa aku yang memakai baju warna netral tanpa kerudung lebih tidak diperhatikan dibandingkan yang berkerudung tapi warnanya spotlight, ketat, dengan make up tebal. Aku tidak ada keterpaksaan memakai kerudung, karena aku bangga memakainya sebagai identitas muslimah. Tapi aku tetap lebih menghargai wanita tanpa kerudung dengan akhlak baik dibandingkan dengan kerudung tapi caper, genit, matrek #uuups. Semoga Allah menunjukkan hidayah bagi mereka semua termasuk buatku.
Tapi kalo ada orang-orang liberal beranggapan tidak perlu menggunakan kerudung kecuali di acara pengajian, aku rasa itu gak bener. Mereka orang liberal ini beranggapan manusia itu punya kebijakan universal, kecuali dalam hal ibadah tentu saja. Penganut salafy tentunya sangat menentang Islam Liberal. Belakangan ternyata ahlus sunnah wal jamaah juga menentang Islam Liberal. Karena pentolan Islam Liberal di indonesia itu pendidikannya tinggi, bahasanya pinter, semua pake referensi. Hanya saja referensinya tentunya kaum barat, sama sekali tidak menganggap tulisan mendalam tentang Islam dari ulama besar jaman dulu.
Aku suka mikir, kenapa di Islam sendiri pemahaman bisa berbeda-beda. Tentunya karena faktor kenyamanan masing-masing. Ada yang menganggap kerudung pendek tidak sesuai syariat. Bahkan ada yang beranggapan celana panjang juga tidak sesuai syariat. Aku waktu balik ke Jogja dari Bogor pertengahan 2009 benar-benar minus. Ada bantuan tak terduga aku gunakan untuk beli banyak baju, sebagian besar celana panjang jins dengan macam-macam warna. Prioritas untuk baju kerja. Sekarang sudah males beli banyak baju lagi. Uangku aku gunakan untuk hal lain. Belum bisa drastis merubah gaya berpakaian lagi dengan banyak belanja baju.
Sejauh ini aku memakai baju yang aku punya aja, seadanya. Mosok mesti nekat ngutang sana sini agar dikatain menggunakan baju muslimah sesuai syariat. Kadang pake kerudung yang pendek juga. Bukan termasuk penggemar fashion yang kalo baju di muka umum selalu ganti-ganti.
Aku masih berpendapat memang budaya di tiap negara berpengaruh dengan cara memandang laki-laki terhadap lawan jenisnya. Seorang ustadz yang kadang bicaranya suka bercanda pernah bilang agar mahasiswi di salah satu Universitas Islam swasta di Jogja buka saja kerudungnya untuk menutupi pantat yang kelihatan kalo duduk, soalnya pake celana model hipster sepinggul kaosnya juga sepinggul. Aku juga sering ngeliat celana dalem dipamerkan cewek yang duduk tampak dari belakang. Lebih penting mana nutupin pantat yang terbuka atau nutupin rambut? #pertanyaanasaljeplakgakusahdijawab
Ada aturan di Islam rambut jangan disambung, jangan dicat warna hitam, alis jangan dikerok habis. Tapi kalo yang pake kerudung tentunya gak mikirin soal hair extension atau pengecatan rambut kan. Kecuali masalah alis, banyak yang pake kerudung alisnya dikerok trus digambarin kayak bulan sabit, menurutku kok aneh, sementara mereka merasa cantik dengan alis bulan sabit.
Kesimpulan, bagi yang sudah berjilbab jangan merasa lebih baik daripada yang belum pake jilbab. Bisa jadi karena akhlaknya yang belum pake jilbab lebih baik, di akhir hidupnya dapat hidayah dari Allah, bisa meninggal dengan akhir yang baik. Semua karena faktor hati yang merasa nyaman dengan penampilan seperti apa. Yang dilihat oleh Allah adalah hati. Hati yang baik, lembut, tulus, ikhlas, Insya Allah akan dimudahkan Allah mendapat hidayah, walau belum pake jilbab sekalipun. Asal jangan hati sok baik malah ngajak jadi Islam Liberal. Sedang yang pake kerudung masih suka emosional, kufur nikmat, berprasangka buruk, sombong, malah menjadi muslimah berkerudung dengan hati yang sakit. Karena masalah hidayah, surga dan neraka adalah hak prerogatif Allah, serahkan semua pada Allah. Semoga kita dimudahkan dalam urusan dunia dan akhirat...
Rabu, 18 Januari 2012
Islam mengajarkan untuk menyambung silaturahmi
Sebetulnya yang dimaksud silaturahmi adalah hubungan keluarga berdasarkan keturunan atau pernikahan. Dan yang dimaksud menyambung kembali hubungan silaturahmi yang terputus apabila ada permusuhan dalam hubungan keluarga lalu ada upaya untuk menyambung kembali. Menurut Islam, orang yang bersikap buruk pada orang yang berusaha menyambung hubungan keluarga, tidak akan masuk surga karena sikapnya ini.
Dalam ajaran Islam, sesama orang beriman juga bersaudara. Karena itu supaya saling didamaikan jangan terpecah belah. Orang yang memutuskan hubungan silaturahmi, akan dipercepat siksa dunia dan tersimpan untuknya siksa di akhirat. Sebaliknya yang mau menyambung hubungan silaturahmi akan diluaskan rejekinya.
Orang yang memutuskan hubungan, baik silaturahmi maupun dengan sesama orang beriman maka rahmat Allah tidak akan sampai padanya. Bila rahmat tidak sampai padanya berarti dia tidak bisa merasakan kasih sayang Allah sehingga hidupnya selalu gelisah.
Semoga kita selalu dalam hubungan yang baik dalam hal silaturahmi ataupan dengan sesama orang beriman. Agar Allah bisa selalu merasakan rahmat Allah dan diluaskan rejekinya...
Allah berfirman
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS. An Nisaa : 1)
Allah berfirman
Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? (QS. Muhammad : 22)
Allah berfirman
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (QS. Al Hujuraat : 10)
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Tidak ada dosa yang Allah swt lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi.(HR Tirmidzi)
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Sesungguhnya Rahmat itu tidak diturunkan kepada kaum yang di dalamnya ada seorang pemutus keluarga.(HR. Bukhari) .
Seorang sahabat berkata, "Wahai Rosulullah saya mempunyai kerabat yang selalu saya menghubungi mereka tetapi mereka memutuskan saya, saya selalu berbuat kebaikankepada mereka tetapi mereka berbuat jelek kepada saya, saya selalu sabar (santun) terhadap mereka tetapi mereka selalu berbuat bodoh terhadap saya. Maka Beliau saw bersabda, "Jika kamu benar seperti yang telah kamu katakan maka seolah-olah kamu memberi makan mereka abu yang panas, dan penolong dari Allah atas mereka selalu menyertaimu selama kamu seperti itu" (HR Muslim)
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi (HR Bukhori dan Muslim)
Dalam ajaran Islam, sesama orang beriman juga bersaudara. Karena itu supaya saling didamaikan jangan terpecah belah. Orang yang memutuskan hubungan silaturahmi, akan dipercepat siksa dunia dan tersimpan untuknya siksa di akhirat. Sebaliknya yang mau menyambung hubungan silaturahmi akan diluaskan rejekinya.
Orang yang memutuskan hubungan, baik silaturahmi maupun dengan sesama orang beriman maka rahmat Allah tidak akan sampai padanya. Bila rahmat tidak sampai padanya berarti dia tidak bisa merasakan kasih sayang Allah sehingga hidupnya selalu gelisah.
Semoga kita selalu dalam hubungan yang baik dalam hal silaturahmi ataupan dengan sesama orang beriman. Agar Allah bisa selalu merasakan rahmat Allah dan diluaskan rejekinya...
Allah berfirman
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS. An Nisaa : 1)
Allah berfirman
Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? (QS. Muhammad : 22)
Allah berfirman
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (QS. Al Hujuraat : 10)
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Tidak ada dosa yang Allah swt lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi.(HR Tirmidzi)
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Sesungguhnya Rahmat itu tidak diturunkan kepada kaum yang di dalamnya ada seorang pemutus keluarga.(HR. Bukhari) .
Seorang sahabat berkata, "Wahai Rosulullah saya mempunyai kerabat yang selalu saya menghubungi mereka tetapi mereka memutuskan saya, saya selalu berbuat kebaikankepada mereka tetapi mereka berbuat jelek kepada saya, saya selalu sabar (santun) terhadap mereka tetapi mereka selalu berbuat bodoh terhadap saya. Maka Beliau saw bersabda, "Jika kamu benar seperti yang telah kamu katakan maka seolah-olah kamu memberi makan mereka abu yang panas, dan penolong dari Allah atas mereka selalu menyertaimu selama kamu seperti itu" (HR Muslim)
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi (HR Bukhori dan Muslim)
Selasa, 17 Januari 2012
Menyambung silaturahmi meluaskan rejeki
Kalimat menyambung silaturahmi akan meluaskan rejeki sulit diamalkan oleh orang yang jiwanya sempit. Demi nama baik dirinya sendiri biasanya hal ini dilakukan. Yang aneh adalah membenci orang tanpa sebab. Membenci orang tanpa sebab biasanya abege labil yang sukanya mencari kesalahan orang lain untuk diomongin jadi bulan-bulanan, apalagi terkait fisik. Misalnya ngerasa dirinya cakep, dengan gangnya yang mereka pikir dandanannya keren-keren ngomongin yang bajunya gak matching untuk dibully. Tapi kalo udah tua masih membully orang, berarti logikanya merosot drastis di bawah ababil.
Ada seorang temanku bilang punya kakak kandung laki-laki yang dia gak mau ajak ngomong alasannya masalah prinsip. Bila orang ini benar-benar mencoba mengamalkan ajaran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pasti dia berusaha meminta maaf, walaupun akhirnya perbedaan pendapat membuat mereka tidak sering ketemu untuk ngobrol. Gimana mau ngobrol, ketemu aja males.
Paling kasihan bila gak suka pada seseorang, terus mengajak orang lain ikutan gak suka juga. Yang ini rahmat Allah akan terputus. Bila rahmat Allah terputus tidak sampai padanya, maka hidupnya akan gelisah. Lama-lama dia akan menjauh dari Allah, ibadah dirasanya tidak nyaman. Pendapat-pendapatnya akan kacau, tanpa dirasakan, tapi orang lain bisa melihat. Dan orang seperti ini pada akhirnya dijauhi orang lain tanpa dia sendiri tahu kenapa. Jalan keluar untuk banyak-banyak meminta maaf pada orang lain, bertaubat secara benar, memperbaikan ibadah adalah jalan keluar untuk bisa merasakan kembali rahmat Allah.
Setiap kejadian dari hidupnya yang mengagetkan aku, dan aku tidak tau kenapa pada awalnya, semua adalah pembelajaran. Bila aku bisa merasakan senang, jalan-jalan keluar kota, ketemu teman yang cocok, mesti banyak-banyak bersyukur. Tapi bila ada hal yang tidak menyenangkan, pasti karena itu kesalahanku sendiri. Bagaimanapun juga manusia pernah salah, pernah ngambeg, kesel pada seseorang, dan paling berbahaya adalah su'udzon pada Allah. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mendiamkan Aisyah ra, istrinya tercinta karena cemburu, waktu tertinggal di padang pasir ada laki-laki yang mengantarkan pulang. Dan akhirnya ada ayat Al Qur'an turun menjelaskan hal itu. Nabi Adam 'alaihi sallam menyesal sekali tertipu oleh rayuan iblis di surga. Sebagai hukumannya diturunkan di bumi lalu dipisahkan dengan Siti Hawa. Bahkan Nabi juga bisa salah, apalagi manusia biasa.
Perbedaan pendapat di antara manusia, besarnya ego, membuat manusia saling bermusuhan. Islam sendiri ada 4 mazhab. Ada yang membolehkan bersalaman walau bukan mahram, ada yang tidak. Ini hanya masalah kecil, saling bertoleransi sajalah. Yang tidak bersalaman dengan bukan mahram jangan mengkafirkan yang memutuskan tidak memasalahkan mau bersalaman tangan. Yang sudah menggunakan jilbab jangan menganggap masuk surga dan yang tidak menggunakan sudah pasti masuk neraka. Bagaimana bila perasaan buruk dari yang menggunakan jilbab membuatnya ditegur Allah, sedangkan yang tadinya belum memakai jilbab malah dapat hidayah meninggal dengan akhir yang baik.
Untuk dapat banyak rejeki, dimudahkan urusan, mesti mau menguatkan hati, berintropeksi terus-menerus. Intropeksi diri adalah hal yang sulit, karena manusia lebih suka merasa dirinya paling benar. Jarang yang mau menyadari bahwa manusia bukan apa-apa, semuanya hanyalah titipan dari Allah. Maunya manusia dianggap pendapatnya paling benar, diperhatikan oleh banyak orang, padahal sebetulnya teman paling baik adalah saat mau menemani di saat paling susah. Teman untuk bersenang-senang itu banyak, teman diajak mikir susah itu langka.
Semua pembelajaran, kesalahan, kejadian mengejutkan, pasti ada yang dipelajari di situ. Mimpiku dulu-dulu banget, tahun lalu memang bener. Setelah dijauhi beberapa teman dunia nyata, sekarang dijauhi beberapa teman dunia maya. Dan itu saatnya aku intropeksi diri. Pernah keceplosan dan sering error barangkali. Aku rasa tetap banyak istighfar, meminta maaf, berusaha lebih sabar. Aku pernah bilang ke blogger yang aku sangat hargai pendapatnya, "saya mimpiin beberapa blogger dan setelah akrab dijauhi adalah langkah sebelum berjuang ke hal yang lebih sulit dalam hidup saya". Tetap selalu intropeksi diri dan menyambung silaturahmi...
Ada seorang temanku bilang punya kakak kandung laki-laki yang dia gak mau ajak ngomong alasannya masalah prinsip. Bila orang ini benar-benar mencoba mengamalkan ajaran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pasti dia berusaha meminta maaf, walaupun akhirnya perbedaan pendapat membuat mereka tidak sering ketemu untuk ngobrol. Gimana mau ngobrol, ketemu aja males.
Paling kasihan bila gak suka pada seseorang, terus mengajak orang lain ikutan gak suka juga. Yang ini rahmat Allah akan terputus. Bila rahmat Allah terputus tidak sampai padanya, maka hidupnya akan gelisah. Lama-lama dia akan menjauh dari Allah, ibadah dirasanya tidak nyaman. Pendapat-pendapatnya akan kacau, tanpa dirasakan, tapi orang lain bisa melihat. Dan orang seperti ini pada akhirnya dijauhi orang lain tanpa dia sendiri tahu kenapa. Jalan keluar untuk banyak-banyak meminta maaf pada orang lain, bertaubat secara benar, memperbaikan ibadah adalah jalan keluar untuk bisa merasakan kembali rahmat Allah.
Setiap kejadian dari hidupnya yang mengagetkan aku, dan aku tidak tau kenapa pada awalnya, semua adalah pembelajaran. Bila aku bisa merasakan senang, jalan-jalan keluar kota, ketemu teman yang cocok, mesti banyak-banyak bersyukur. Tapi bila ada hal yang tidak menyenangkan, pasti karena itu kesalahanku sendiri. Bagaimanapun juga manusia pernah salah, pernah ngambeg, kesel pada seseorang, dan paling berbahaya adalah su'udzon pada Allah. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mendiamkan Aisyah ra, istrinya tercinta karena cemburu, waktu tertinggal di padang pasir ada laki-laki yang mengantarkan pulang. Dan akhirnya ada ayat Al Qur'an turun menjelaskan hal itu. Nabi Adam 'alaihi sallam menyesal sekali tertipu oleh rayuan iblis di surga. Sebagai hukumannya diturunkan di bumi lalu dipisahkan dengan Siti Hawa. Bahkan Nabi juga bisa salah, apalagi manusia biasa.
Perbedaan pendapat di antara manusia, besarnya ego, membuat manusia saling bermusuhan. Islam sendiri ada 4 mazhab. Ada yang membolehkan bersalaman walau bukan mahram, ada yang tidak. Ini hanya masalah kecil, saling bertoleransi sajalah. Yang tidak bersalaman dengan bukan mahram jangan mengkafirkan yang memutuskan tidak memasalahkan mau bersalaman tangan. Yang sudah menggunakan jilbab jangan menganggap masuk surga dan yang tidak menggunakan sudah pasti masuk neraka. Bagaimana bila perasaan buruk dari yang menggunakan jilbab membuatnya ditegur Allah, sedangkan yang tadinya belum memakai jilbab malah dapat hidayah meninggal dengan akhir yang baik.
Untuk dapat banyak rejeki, dimudahkan urusan, mesti mau menguatkan hati, berintropeksi terus-menerus. Intropeksi diri adalah hal yang sulit, karena manusia lebih suka merasa dirinya paling benar. Jarang yang mau menyadari bahwa manusia bukan apa-apa, semuanya hanyalah titipan dari Allah. Maunya manusia dianggap pendapatnya paling benar, diperhatikan oleh banyak orang, padahal sebetulnya teman paling baik adalah saat mau menemani di saat paling susah. Teman untuk bersenang-senang itu banyak, teman diajak mikir susah itu langka.
Semua pembelajaran, kesalahan, kejadian mengejutkan, pasti ada yang dipelajari di situ. Mimpiku dulu-dulu banget, tahun lalu memang bener. Setelah dijauhi beberapa teman dunia nyata, sekarang dijauhi beberapa teman dunia maya. Dan itu saatnya aku intropeksi diri. Pernah keceplosan dan sering error barangkali. Aku rasa tetap banyak istighfar, meminta maaf, berusaha lebih sabar. Aku pernah bilang ke blogger yang aku sangat hargai pendapatnya, "saya mimpiin beberapa blogger dan setelah akrab dijauhi adalah langkah sebelum berjuang ke hal yang lebih sulit dalam hidup saya". Tetap selalu intropeksi diri dan menyambung silaturahmi...
Pembahasan tentang poligami
Membahas poligami memang kalo dari sisi perempuan cenderung antipati, sedang laki-laki merasa di atas angin. Aku sendiri gak ngerti sih, yah jelas poligami sangat menyakitkan bagi istri pertama. Tapi kadangkala ada juga yang ngakunya istri pertama sudah sangat ikhlas demi kebaikan.
Gimana kalo laki-lakinya yang ikhlas beristri satu saja? Demi kebaikan dia sendiri? Soalnya begitu dia berlaku tidak adil, maka pahalanya ditransfer ke istri yang sakit hati. Konon yang paling SETIA itu supir truk, maksudnya SEtiap Tikungan Ada.
Atau suatu ide, boleh punya istri lagi asal tanpa sepengetahuan istri pertama. Barangkali orang lain tidak ada yang tahu, tapi Allah mengetahui. Ketidak adilan nanti di pembagian warisan biasanya. Tetap saja ada unsur tidak adil.
Di suatu kompleks rumah, termasuk dulu waktu aku tinggal di perumahan di Jakarta, ada rumah yang penghuninya wanita dan anak-anak. Wanita ini cenderung tidak mau bergaul, kalo belanja di tukang sayur nunggu sepi dan suaminya hanya datang antara jam 7 malam sampai jam 12 malam. Sangat rentan gosip banyak yang menduga dia istri simpanan. Ada juga tetangga temanku di rusunawa, katanya mobilnya pemilik salah satu rusunawa bagus dan ganti-ganti, kok rumahnya mojok, kecil. Temanku satu lagi cerita rumahnya dikontrakkan ke seorang wanita yang sangat tertutup, tidak bekerja tapi uangnya banyak. Karena katanya punya suami tapi tidak pernah ketemu suaminya jadinya dia sampe mikir yang mengontrak rumahnya istri simpanan. Sepertinya ini balada istri simpanan, biarin deh ngumpet, gak punya temen, asal punya uang cukup untuk membiayai dirinya dan anak-anaknya.
Faktor materi biasanya jadi alasan utama perempuan jadi istri simpanan. Sedangkan jadi istri kedua atau seterusnya? Gak taulah... belum pernah bikin riset dan belum pernah nanya ke wanita yang menjadi istri kedua atau seterusnya, tapi ada dan aku kenal. Akhirnya balik ke pribadi masing-masing, kalo bertekat kuat lebih suka jadi istri pertama dan satu-satunya, berdo'a semoga hal ini dimudahkan oleh Allah. Siti Khadijah ra, dulu menjadi istri satu-satunya Nabi Muhammad SAW.
Soalnya walau pro kontra sekalipun, banyak yang lebih suka diam-diam melakukan poligami. Seperti halnya laki-laki yang ngumpet ke lokalisasi atau berhubungan dengan PSK, ataupun HTS, ataupun punya WIL. Bagi laki-laki yang mengedepankan hawa nafsu, peraturan adalah untuk dilanggar bukan untuk ditaati.
Beberapa hadits dan ayat yang berkaitan dengan poligami
Sumber dari sini
"Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah (kerabat Abu Jahl) meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka (anak Abu Jahl) dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku terlebih dahulu, Fatimah Bagian dari diriku, apa yang meragukan dirinya meragukan diriku, dan apa yang menyakiti hatinya menyakiti hatiku, aku sangat kwatir kalau-kalau hal itu mengganggu pikirannya (Jâmi' al-Ushûl, juz XII, 162, Hadits: 9026).
Penggunaan Hadits ini untuk melarang poligami secara mutlak ternyata tidak sesuai dengan latar-belakang pelarangan tersebut. Nabi saw melarang Ali ra. menikah lagi terutama karena yang hendak dinikahkan dengan Ali ra. adalah anak musuh Allah SWT, Abu Jahl. Menurut Rasulullah saw. tidak layak menyanding putri utusan Allah dengan putri musuh Allah. Sehingga, sebab kemarahan tersebut bukan pada poligaminya, namun kepada person yang hendak dimadu dan/atau dinikahi. Beliau sendiri juga menegaskan, tidak mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram. Hal ini dapat disimpulkan dari Hadits yang sama dari riwayat lain.
Dalam riwayat al-Bukhari, Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya Fatimah adalah dari diriku dan aku khawatir agama akan terganggu." Kemudian beliau menyebutkan perkawinan Bani Abdi Syams dan beliau menyanjung pergaulannya, "Dia bicara denganku dan mempercayaiku, dia berjanji padaku dan dia penuhi. Dan sungguh aku tidak mengharamkan yang halal dan tidak pula menghalalkan yang haram, akan tetapi, demi Allah, jangan sekali-kali bersatu putri Utusan Allah dengan putri musuh Allah." (H.R. Bukhari)
Allah berfirman
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS. An Nisaa : 3)
Allah berfirman
Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An Nisaa : 129)
Gimana kalo laki-lakinya yang ikhlas beristri satu saja? Demi kebaikan dia sendiri? Soalnya begitu dia berlaku tidak adil, maka pahalanya ditransfer ke istri yang sakit hati. Konon yang paling SETIA itu supir truk, maksudnya SEtiap Tikungan Ada.
Atau suatu ide, boleh punya istri lagi asal tanpa sepengetahuan istri pertama. Barangkali orang lain tidak ada yang tahu, tapi Allah mengetahui. Ketidak adilan nanti di pembagian warisan biasanya. Tetap saja ada unsur tidak adil.
Di suatu kompleks rumah, termasuk dulu waktu aku tinggal di perumahan di Jakarta, ada rumah yang penghuninya wanita dan anak-anak. Wanita ini cenderung tidak mau bergaul, kalo belanja di tukang sayur nunggu sepi dan suaminya hanya datang antara jam 7 malam sampai jam 12 malam. Sangat rentan gosip banyak yang menduga dia istri simpanan. Ada juga tetangga temanku di rusunawa, katanya mobilnya pemilik salah satu rusunawa bagus dan ganti-ganti, kok rumahnya mojok, kecil. Temanku satu lagi cerita rumahnya dikontrakkan ke seorang wanita yang sangat tertutup, tidak bekerja tapi uangnya banyak. Karena katanya punya suami tapi tidak pernah ketemu suaminya jadinya dia sampe mikir yang mengontrak rumahnya istri simpanan. Sepertinya ini balada istri simpanan, biarin deh ngumpet, gak punya temen, asal punya uang cukup untuk membiayai dirinya dan anak-anaknya.
Faktor materi biasanya jadi alasan utama perempuan jadi istri simpanan. Sedangkan jadi istri kedua atau seterusnya? Gak taulah... belum pernah bikin riset dan belum pernah nanya ke wanita yang menjadi istri kedua atau seterusnya, tapi ada dan aku kenal. Akhirnya balik ke pribadi masing-masing, kalo bertekat kuat lebih suka jadi istri pertama dan satu-satunya, berdo'a semoga hal ini dimudahkan oleh Allah. Siti Khadijah ra, dulu menjadi istri satu-satunya Nabi Muhammad SAW.
Soalnya walau pro kontra sekalipun, banyak yang lebih suka diam-diam melakukan poligami. Seperti halnya laki-laki yang ngumpet ke lokalisasi atau berhubungan dengan PSK, ataupun HTS, ataupun punya WIL. Bagi laki-laki yang mengedepankan hawa nafsu, peraturan adalah untuk dilanggar bukan untuk ditaati.
Beberapa hadits dan ayat yang berkaitan dengan poligami
Sumber dari sini
"Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah (kerabat Abu Jahl) meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka (anak Abu Jahl) dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku terlebih dahulu, Fatimah Bagian dari diriku, apa yang meragukan dirinya meragukan diriku, dan apa yang menyakiti hatinya menyakiti hatiku, aku sangat kwatir kalau-kalau hal itu mengganggu pikirannya (Jâmi' al-Ushûl, juz XII, 162, Hadits: 9026).
Penggunaan Hadits ini untuk melarang poligami secara mutlak ternyata tidak sesuai dengan latar-belakang pelarangan tersebut. Nabi saw melarang Ali ra. menikah lagi terutama karena yang hendak dinikahkan dengan Ali ra. adalah anak musuh Allah SWT, Abu Jahl. Menurut Rasulullah saw. tidak layak menyanding putri utusan Allah dengan putri musuh Allah. Sehingga, sebab kemarahan tersebut bukan pada poligaminya, namun kepada person yang hendak dimadu dan/atau dinikahi. Beliau sendiri juga menegaskan, tidak mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram. Hal ini dapat disimpulkan dari Hadits yang sama dari riwayat lain.
Dalam riwayat al-Bukhari, Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya Fatimah adalah dari diriku dan aku khawatir agama akan terganggu." Kemudian beliau menyebutkan perkawinan Bani Abdi Syams dan beliau menyanjung pergaulannya, "Dia bicara denganku dan mempercayaiku, dia berjanji padaku dan dia penuhi. Dan sungguh aku tidak mengharamkan yang halal dan tidak pula menghalalkan yang haram, akan tetapi, demi Allah, jangan sekali-kali bersatu putri Utusan Allah dengan putri musuh Allah." (H.R. Bukhari)
Allah berfirman
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS. An Nisaa : 3)
Allah berfirman
Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An Nisaa : 129)
Diblock di FB oleh blogger
Barangkali memang blokir-blokiran di Facebook menunjukkan seseorang itu bermusuhan dengan orang lain. Wajar kalo yang diblokir itu gak dikenal, statusnya suka aneh gak ngenakin kalo dibaca. Tapi kalo tadinya temenan, suka jalan bareng, suka chatting, itu berarti angkat senjata, hahaha...
Aku udah beberapa kali cerita bahwa salah satu hal paling #jleb saat aku memulai membuat blog gara-gara aku diblock sekelompok teman yang tadinya lumayan akrab. Sedih banget waktu itu, tapi lama-lama terbiasa. Apalagi kalo teman yang memblokir sama sekali tidak ada input yang baik, tidak inspiratif sama sekali. Barangkali dia orang populer, tapi populer di mata manusia berbeda dengan baik di hadapan Allah.
Mengajak bermusuhan itu sama sekali bukan ajaran Islam. Apalagi masalah sepele. Tapi pada umumnya manusia jaman sekarang mudah banget bermusuhan. Perbedaan pendapat dikit, langsung gak kenal lagi, dijauhin. Di dunia yang fana ini, paling mudah untuk mencari teman adalah diajakin makan gratis, diajak menghibur diri, enak lagi kalo sedikit-sedikit nyerempet. Kalo cewek urusannya shopping, kalo cowok urusannya yang porno-porno langsung semangat.
Sudah tau bahwa maksiat itu haram, tetap saja bikin alesan kalo nyerempet gak papa. Atau malahan beranggapan bahwa umurnya masih muda jadi bebas melakukan apa saja, taubatnya kalo sudah tua. Ada seorang artis muda berusia 26 tahun baru saja meninggal namanya Valia Rahma. Kita tidak akan pernah tahu kapan akan meninggal, masih untung langsung meninggal, kalo pake diuji kesabaran tersiksa sakit lama gimana.
Okelah, terima kasih untuk beberapa blogger yang telah memblokirku di FB. Barangkali ada pernyataan aku yang menyinggung perasaan kalian. Kalo aku pribadi sih, memilih untuk minta maaf, walaupun tidak dianggap juga. Soalnya berkaitan dengan saling membicarakan orang lain atau ghibah, itu dosa akan terus ada sampai seseorang itu bersikap ksatria mau minta maaf dan saling memaafkan. Soal karena akhirnya pembahasan sama sekali gak nyambung, perbedaan pendapat, perbedaan prinsip, merasa amat sangat tersinggung, toh dunia ini sebetulnya hanya semu belaka. Tujuan hidup hanyalah mencari keridhoan Allah. Kalo Allah memerintahkan bahwa meminta maaf itu akan memutus dosa terkait kesalahan tanpa sengaja, aku akan minta maaf, soal gak ngobrol lagi urusan belakang.
Menurutku dunia ini hanya semu, senda gurau, asal jangan mempermainkan agama, itu saja. Masalah masa lalu gak ada gunanya dijadiin dendam, malah bikin penyakit. Kehilangan teman satu, Insya Allah akan mendapat teman baru yang lebih baik. Lebih baik punya sahabat sedikit asalkan mereka yang baik, perhatian, mengingatkan akan kebaikan, selalu bisa dihubungi. Daripada banyak teman isinya ngomongnya gak ada manfaat, pas butuh dikontak selalu sibuk. Jadi ingat Michael Jackson yang banyak penggemarnya tapi mengaku kesepian #tragis.
Kenapa Islam mengajarkan berteman dengan orang shaleh, karena orang-orang shaleh akan selalu jujur, menepati janji, menjalankan amanah, merasa sungkan bila menyakiti hati orang lain. Sedangkan orang yang otaknya hanya ingin bersenang-senang cenderung sibuk mikirin diri sendiri, dan hanya senangnya kalo diajakin mikirin hal-hal yang nyenengin, males diajak mikir yang susah-susah.
Terima kasih untuk semua yang mau membaca tulisanku ala kadarnya ini. Nanti pada saatnya di padang mahsyar manusia akan berjalan sendiri-sendiri, telanjang, tapi bukan porno, karena saat itu pikirannya terlalu resah dengan perbuatan yang telah dilakukan selama di dunia. Ada yang berjalan dengan kepalanya, ada yang mencucurkan keringatnya kepanasan kehausan. Hanya yang selalu berusaha mengikuti ajaran Allah yang mendapat naungan dan minuman. Bukan berarti aku sudah cukup beriman, aku sendiri masih banyak melakukan kesalahan. Selalu mencoba memperbaiki diri dengan Iman, Ilmu dan Amal. Semoga kita dimudahkan dalam urusan dunia dan akhirat. Aaamiiin...
Aku udah beberapa kali cerita bahwa salah satu hal paling #jleb saat aku memulai membuat blog gara-gara aku diblock sekelompok teman yang tadinya lumayan akrab. Sedih banget waktu itu, tapi lama-lama terbiasa. Apalagi kalo teman yang memblokir sama sekali tidak ada input yang baik, tidak inspiratif sama sekali. Barangkali dia orang populer, tapi populer di mata manusia berbeda dengan baik di hadapan Allah.
Mengajak bermusuhan itu sama sekali bukan ajaran Islam. Apalagi masalah sepele. Tapi pada umumnya manusia jaman sekarang mudah banget bermusuhan. Perbedaan pendapat dikit, langsung gak kenal lagi, dijauhin. Di dunia yang fana ini, paling mudah untuk mencari teman adalah diajakin makan gratis, diajak menghibur diri, enak lagi kalo sedikit-sedikit nyerempet. Kalo cewek urusannya shopping, kalo cowok urusannya yang porno-porno langsung semangat.
Sudah tau bahwa maksiat itu haram, tetap saja bikin alesan kalo nyerempet gak papa. Atau malahan beranggapan bahwa umurnya masih muda jadi bebas melakukan apa saja, taubatnya kalo sudah tua. Ada seorang artis muda berusia 26 tahun baru saja meninggal namanya Valia Rahma. Kita tidak akan pernah tahu kapan akan meninggal, masih untung langsung meninggal, kalo pake diuji kesabaran tersiksa sakit lama gimana.
Okelah, terima kasih untuk beberapa blogger yang telah memblokirku di FB. Barangkali ada pernyataan aku yang menyinggung perasaan kalian. Kalo aku pribadi sih, memilih untuk minta maaf, walaupun tidak dianggap juga. Soalnya berkaitan dengan saling membicarakan orang lain atau ghibah, itu dosa akan terus ada sampai seseorang itu bersikap ksatria mau minta maaf dan saling memaafkan. Soal karena akhirnya pembahasan sama sekali gak nyambung, perbedaan pendapat, perbedaan prinsip, merasa amat sangat tersinggung, toh dunia ini sebetulnya hanya semu belaka. Tujuan hidup hanyalah mencari keridhoan Allah. Kalo Allah memerintahkan bahwa meminta maaf itu akan memutus dosa terkait kesalahan tanpa sengaja, aku akan minta maaf, soal gak ngobrol lagi urusan belakang.
Menurutku dunia ini hanya semu, senda gurau, asal jangan mempermainkan agama, itu saja. Masalah masa lalu gak ada gunanya dijadiin dendam, malah bikin penyakit. Kehilangan teman satu, Insya Allah akan mendapat teman baru yang lebih baik. Lebih baik punya sahabat sedikit asalkan mereka yang baik, perhatian, mengingatkan akan kebaikan, selalu bisa dihubungi. Daripada banyak teman isinya ngomongnya gak ada manfaat, pas butuh dikontak selalu sibuk. Jadi ingat Michael Jackson yang banyak penggemarnya tapi mengaku kesepian #tragis.
Kenapa Islam mengajarkan berteman dengan orang shaleh, karena orang-orang shaleh akan selalu jujur, menepati janji, menjalankan amanah, merasa sungkan bila menyakiti hati orang lain. Sedangkan orang yang otaknya hanya ingin bersenang-senang cenderung sibuk mikirin diri sendiri, dan hanya senangnya kalo diajakin mikirin hal-hal yang nyenengin, males diajak mikir yang susah-susah.
Terima kasih untuk semua yang mau membaca tulisanku ala kadarnya ini. Nanti pada saatnya di padang mahsyar manusia akan berjalan sendiri-sendiri, telanjang, tapi bukan porno, karena saat itu pikirannya terlalu resah dengan perbuatan yang telah dilakukan selama di dunia. Ada yang berjalan dengan kepalanya, ada yang mencucurkan keringatnya kepanasan kehausan. Hanya yang selalu berusaha mengikuti ajaran Allah yang mendapat naungan dan minuman. Bukan berarti aku sudah cukup beriman, aku sendiri masih banyak melakukan kesalahan. Selalu mencoba memperbaiki diri dengan Iman, Ilmu dan Amal. Semoga kita dimudahkan dalam urusan dunia dan akhirat. Aaamiiin...
Senin, 16 Januari 2012
Ngomongin orang lain menurut Islam boleh kok, asal...
Mencoba menulis tentang hal Islam, adaaaa aja yang komentar. Misalnya ada temenku komentar "kamu banyak masalah, jadi mendalami Islam hanya untuk kompensasi ya". Atau ada blogger nulis "bicara tentang agama itu harusnya di forum khusus, jangan di pinggir jalan, nanti ajaran luhur jadi murahan". Ada yang pikirannya negatiiiiif banget "dasar lu gatel, sok tau ngomongin Islam, baru ngerti, yang sudah lama paham gak kayak gitu, maklum jomblo" (diperhalus, aslinya nyebut alat kelamin segala).
Orang yang merasa berkuasa dan bahagia (menurutnya sendiri), lebih dari cukup hartanya, ada yang mengatakan "agama itu hanya untuk orang miskin, bodoh, dalam masalah, etc". Mereka yang belum berminat belajar agama, tapi suka mencuplik sebagian bila butuh, risih bila mendengarkan renungan tentang Islam. Aku pernah gak sengaja kenalan dengan seseorang di Facebook, orang dari luar kota. Awalnya dia curhat denganku bertaubat karena selingkuh. Tidak ingin mengulangi lagi. Setelah lama chatting, akhirnya aku nunjukin blogku, komentarnya begini "kapan-kapan aku baca, ngeliat huruf Arab sudah pusing". Belakangan dia bilang kalo kopdar denganku pengen begini begitu (katanya taubat, ternyata keong racunnya kumat).
Misalnya ada tulisan tentang renungan keagamaan, nanti pendapat orang-orang, wah bahasan berat. Kadang kalo ngobrol dengan teman di luar komunitas, misalnya di luar alumni fakultas MIPA, paduan suara, softball, yang sekarang spiritual, milih dieeeeem. Ada acara reuni terus temenku cerita, keponakanku menghamili cewek, padahal pacar keponakannya banyak, si cewek nanya ke aku mesti gimana sambil nangis-nangis. Sarannya ya masih menggantung, keponakannya pengennya kasih uang buat digugurin saja. Saran temenku cari orang buat nikahin, siapa aja deh, asal namanya jangan tercemar aja hamil di luar nikah. Aku diem aja, kalo aku cewek ini aku suruh bertaubat dengan bertaubat yang benar. Yang namanya taubat mesti tidak mengulangi lagi kesalahan. Tapi soalnya gak dimintain saran ya pilih diem aja. Kayaknya si keponakannya ini model pejantan tangguh, tampangnya biasa-biasa aja tapi bisa bikin banyak cewek klepek-klepek. Cewek yang hamil ini kuliah S2 di salah satu universitas Islam swasta di Jogja kalo kuliah pake kerudung. Kerudung cuman untuk atribut kuliah doang, mengaku Islam tapi melakukan maksiat sama saja Islam KTP.
Yang menakutkan menjadi Islam KTP itu adalah saat di alam kubur. Walau waktu di dunia hapal Tuhannya siapa, Rasulnya siapa, tapi nanti saat diwawancarai malaikat Munkar dan Nakir jadi lupa. Gak bisa ngebayangin deh bakalan diapain, yang jelas bakalan remuk karena disempitkan lubang kuburnya.
Aku pernah juga dikomentari blog Islami kok ngomongin orang. Ada ayat di Al Qur'an menyatakan "Apakah kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah jadi bangkai? (QS. Al Hujurat : 12). Maksud dari ayat ini adalah jangan membicarakan saudara seiman, yang sama-sama orang beriman. "Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara". (QS. Al Hujurat : 10). Jadi hukum membicarakan orang lain itu adalah ghibah tidak berlaku bila orang itu tidak seiman. (Terinspirasi dari majalah Swara Qur'an, edisi Oktober 2011).
Bila ada orang mengaku Islam tetapi masih tega melakukan maksiat berarti dia itu Islam KTP. Memang sih, lebih aman bila kita gak ngomongin orang sama sekali. Tapi kadang kan kalo ada orang mendzolimi kita, kita berhak untuk mengklarifikasi, dengan bahasa yang sopan lebih baik. Atau ada melakukan maksiat dengan tampak nyata boleh dibicarakan agar yang lain tidak mencontoh. Lebih baik lagi bila ada solusi dari kejadian itu. Tidak hanya sibuk mengumpat saja. Dan paling baik adalah dengan menyamarkan namanya.
Yang namanya amar ma'ruf nahi munkar itu kadang perlu ada resiko, karena selain mengingatkan kebaikan juga melawan kemungkaran. Semampu kita sajalah, selama tidak membahayakan diri sendiri...
Orang yang merasa berkuasa dan bahagia (menurutnya sendiri), lebih dari cukup hartanya, ada yang mengatakan "agama itu hanya untuk orang miskin, bodoh, dalam masalah, etc". Mereka yang belum berminat belajar agama, tapi suka mencuplik sebagian bila butuh, risih bila mendengarkan renungan tentang Islam. Aku pernah gak sengaja kenalan dengan seseorang di Facebook, orang dari luar kota. Awalnya dia curhat denganku bertaubat karena selingkuh. Tidak ingin mengulangi lagi. Setelah lama chatting, akhirnya aku nunjukin blogku, komentarnya begini "kapan-kapan aku baca, ngeliat huruf Arab sudah pusing". Belakangan dia bilang kalo kopdar denganku pengen begini begitu (katanya taubat, ternyata keong racunnya kumat).
Misalnya ada tulisan tentang renungan keagamaan, nanti pendapat orang-orang, wah bahasan berat. Kadang kalo ngobrol dengan teman di luar komunitas, misalnya di luar alumni fakultas MIPA, paduan suara, softball, yang sekarang spiritual, milih dieeeeem. Ada acara reuni terus temenku cerita, keponakanku menghamili cewek, padahal pacar keponakannya banyak, si cewek nanya ke aku mesti gimana sambil nangis-nangis. Sarannya ya masih menggantung, keponakannya pengennya kasih uang buat digugurin saja. Saran temenku cari orang buat nikahin, siapa aja deh, asal namanya jangan tercemar aja hamil di luar nikah. Aku diem aja, kalo aku cewek ini aku suruh bertaubat dengan bertaubat yang benar. Yang namanya taubat mesti tidak mengulangi lagi kesalahan. Tapi soalnya gak dimintain saran ya pilih diem aja. Kayaknya si keponakannya ini model pejantan tangguh, tampangnya biasa-biasa aja tapi bisa bikin banyak cewek klepek-klepek. Cewek yang hamil ini kuliah S2 di salah satu universitas Islam swasta di Jogja kalo kuliah pake kerudung. Kerudung cuman untuk atribut kuliah doang, mengaku Islam tapi melakukan maksiat sama saja Islam KTP.
Yang menakutkan menjadi Islam KTP itu adalah saat di alam kubur. Walau waktu di dunia hapal Tuhannya siapa, Rasulnya siapa, tapi nanti saat diwawancarai malaikat Munkar dan Nakir jadi lupa. Gak bisa ngebayangin deh bakalan diapain, yang jelas bakalan remuk karena disempitkan lubang kuburnya.
Aku pernah juga dikomentari blog Islami kok ngomongin orang. Ada ayat di Al Qur'an menyatakan "Apakah kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah jadi bangkai? (QS. Al Hujurat : 12). Maksud dari ayat ini adalah jangan membicarakan saudara seiman, yang sama-sama orang beriman. "Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara". (QS. Al Hujurat : 10). Jadi hukum membicarakan orang lain itu adalah ghibah tidak berlaku bila orang itu tidak seiman. (Terinspirasi dari majalah Swara Qur'an, edisi Oktober 2011).
Bila ada orang mengaku Islam tetapi masih tega melakukan maksiat berarti dia itu Islam KTP. Memang sih, lebih aman bila kita gak ngomongin orang sama sekali. Tapi kadang kan kalo ada orang mendzolimi kita, kita berhak untuk mengklarifikasi, dengan bahasa yang sopan lebih baik. Atau ada melakukan maksiat dengan tampak nyata boleh dibicarakan agar yang lain tidak mencontoh. Lebih baik lagi bila ada solusi dari kejadian itu. Tidak hanya sibuk mengumpat saja. Dan paling baik adalah dengan menyamarkan namanya.
Yang namanya amar ma'ruf nahi munkar itu kadang perlu ada resiko, karena selain mengingatkan kebaikan juga melawan kemungkaran. Semampu kita sajalah, selama tidak membahayakan diri sendiri...
Minggu, 15 Januari 2012
Memori yang sempat rusak
Hari ini kok lagi banyak seliweran ide tulisan ya. Berhubung ikut bahagia dengan keponakan yang dapet kerjaan seperti yang diharapkan jadi semangat mencoba menulis hal yang kira-kira bermanfaat bagi yang lain.
Sebetulnya, bagi orang mukmin, tanpa usah ikut-ikutan #gerakanantigalau juga Insya ALlah gak akan galau. Aku duluuu, waktu rajin nulis status FB. pernah bikin status "aku ge-er banget kali ya, diuji dengan banyak hal oleh Allah, apa berarti dianggap cukup mampu menghadapi hal yang kata orang lain cukup berat". Tapi akhirnya baru nyadar, ujian buat aku belum cukup berat. Aku belum jadi tulang punggung keluarga, keluargaku sayang sama aku, banyak dibantu. Kalo ke LSM korban kekerasan pada wanita jauh lebih parah masalahnya.
Sampai aku mikir, emang masalahku dimana sih. Orang sekarang aku malah sibuk bersenang-senang. Kerja dengan teman-teman yang baik-baik. Sebulan sekali ada siraman rohani di tempat kerja. Juga pemahaman tafsir Al Qur'an di rumah, pengajian yang dirintis oleh almarhum Bapak. Walau ini usaha keluarga, aku juga terima kritikan, tapi toh tidak dipungkiri sedikit nepotisme. Kalo laper pulang ke rumah, nyari makan. Beginilah kalo rumah sendiri dijadikan tempat kerja. Sibuk ngurusin diri sendiri.
Seperti yang aku bilang ke teman-temanku, kalian gak tau sih, rasanya 15 tahun kayak gak hidup, tertekan. Jadi saatnya sekarang aku mencari jati diri nyeneng-nyenengin diri sendiri. Tentunya ditambah belajar, soalnya banyak memori yang hilang, tepatnya memori terkait hubungan emosi.
Melewati masa-masa krisis memang tidak mudah. Melewati depresi rasanya ada waktu yang hilang, tapi toh tidak perlu memandang ke belakang, memandang ke depan sajalah. Mencoba melakukan hal yang baik di hadapan Allah. Kadang berat untuk melakukan langkah ke depan, tapi dengan bantuan dan support teman-teman yang baik, Insya Allah semua bisa diatasi.
Tapi liburan semester ini mau kuhabiskan ke Jakarta saja. Melihat buah hati yang tumbuh besar, nunggu kapan mereka menikah... hehehe... masih lama. Ternyata benar, mempunyai anak menjadikan hidup lebih bersemangat. Berharap bisa melihat mereka tumbuh, mandiri, menjadi sosok yang berkarakter. Bisa memeluk mereka lagi, mengingat-ingat masa kecil mereka yang mulai muncul dari memori yang sempet rusak. Berharap ada bayi mungil keturunan dari mereka yang lucu dan menggemaskan...
Sebetulnya, bagi orang mukmin, tanpa usah ikut-ikutan #gerakanantigalau juga Insya ALlah gak akan galau. Aku duluuu, waktu rajin nulis status FB. pernah bikin status "aku ge-er banget kali ya, diuji dengan banyak hal oleh Allah, apa berarti dianggap cukup mampu menghadapi hal yang kata orang lain cukup berat". Tapi akhirnya baru nyadar, ujian buat aku belum cukup berat. Aku belum jadi tulang punggung keluarga, keluargaku sayang sama aku, banyak dibantu. Kalo ke LSM korban kekerasan pada wanita jauh lebih parah masalahnya.
Sampai aku mikir, emang masalahku dimana sih. Orang sekarang aku malah sibuk bersenang-senang. Kerja dengan teman-teman yang baik-baik. Sebulan sekali ada siraman rohani di tempat kerja. Juga pemahaman tafsir Al Qur'an di rumah, pengajian yang dirintis oleh almarhum Bapak. Walau ini usaha keluarga, aku juga terima kritikan, tapi toh tidak dipungkiri sedikit nepotisme. Kalo laper pulang ke rumah, nyari makan. Beginilah kalo rumah sendiri dijadikan tempat kerja. Sibuk ngurusin diri sendiri.
Seperti yang aku bilang ke teman-temanku, kalian gak tau sih, rasanya 15 tahun kayak gak hidup, tertekan. Jadi saatnya sekarang aku mencari jati diri nyeneng-nyenengin diri sendiri. Tentunya ditambah belajar, soalnya banyak memori yang hilang, tepatnya memori terkait hubungan emosi.
Melewati masa-masa krisis memang tidak mudah. Melewati depresi rasanya ada waktu yang hilang, tapi toh tidak perlu memandang ke belakang, memandang ke depan sajalah. Mencoba melakukan hal yang baik di hadapan Allah. Kadang berat untuk melakukan langkah ke depan, tapi dengan bantuan dan support teman-teman yang baik, Insya Allah semua bisa diatasi.
Tapi liburan semester ini mau kuhabiskan ke Jakarta saja. Melihat buah hati yang tumbuh besar, nunggu kapan mereka menikah... hehehe... masih lama. Ternyata benar, mempunyai anak menjadikan hidup lebih bersemangat. Berharap bisa melihat mereka tumbuh, mandiri, menjadi sosok yang berkarakter. Bisa memeluk mereka lagi, mengingat-ingat masa kecil mereka yang mulai muncul dari memori yang sempet rusak. Berharap ada bayi mungil keturunan dari mereka yang lucu dan menggemaskan...
Mencoba meluruskan langkah di jalan Allah
Dikritik menggunakan narasumber tulisan Ibnu Qayyim Al Jauzi dikatakan sesat. Mencoba mencari tahu sesatnya dimana. Ternyata buku-bukunya banyak dan sangat inspiratif, yang jadi masalah berkaitan tentang Allah.
Kenapa orang Islam saling menyesatkan, saling mengkafirkan? Ada yang suka Yasinan, ada yang suka tahlilan, ada yang mengatakan wanita mesti memakai gamis longgar dan kerudung lebar. Yang menggunakan celana panjang berpakaian seperti laki-laki termasuk dilaknat?
Aku sendiri termasuk terkaget-kaget dan menangis saat menonton film sang Pencerah. Seperti mendapat pesan langsung dari KH Ahmad Dahlan. Prioritaskan yang ada di Al Qur'an dan hadits shahih. Tentang tahlilan, bila memang meyakini dan membuat nyaman, ada dananya, silakan, tapi keluargaku memilih tidak melakukan.
Yang aku tahu, cahaya dari Allah akan turun bagi siapapun yang tidak terikat dengan duniawi serta membersihkan hati. Mendoakan kebaikan bagi yang lain.
Masih terlalu awam membahas keberadaan Allah. Yang aku tahu saat ini barulah, jangan menyakiti hati orang lain. Selalu menepati janji. Berkumpul dengan orang-orang saleh. Jujur. Sedekah ikhlas.
Beruntung masih menemukan teman-teman yang berusaha menuju jalan lurus tanpa memperdebatkan hal tentang, celana panjang untuk wanita, kerudung mesti sampai dada, toleran pada yang tahlilan walau tidak melakukan.
Tetap mensyukuri segala anugerah yang Allah berikan. Walau kadang kaget dengan sikap orang-orang di sekeliling yang mencoba menarik berbelok arah dengan halusnya. Aku sendiri masih banyak salah, hanya seorang manusia yang berusaha meluruskan langkah di jalan Allah...
Kenapa orang Islam saling menyesatkan, saling mengkafirkan? Ada yang suka Yasinan, ada yang suka tahlilan, ada yang mengatakan wanita mesti memakai gamis longgar dan kerudung lebar. Yang menggunakan celana panjang berpakaian seperti laki-laki termasuk dilaknat?
Aku sendiri termasuk terkaget-kaget dan menangis saat menonton film sang Pencerah. Seperti mendapat pesan langsung dari KH Ahmad Dahlan. Prioritaskan yang ada di Al Qur'an dan hadits shahih. Tentang tahlilan, bila memang meyakini dan membuat nyaman, ada dananya, silakan, tapi keluargaku memilih tidak melakukan.
Yang aku tahu, cahaya dari Allah akan turun bagi siapapun yang tidak terikat dengan duniawi serta membersihkan hati. Mendoakan kebaikan bagi yang lain.
Masih terlalu awam membahas keberadaan Allah. Yang aku tahu saat ini barulah, jangan menyakiti hati orang lain. Selalu menepati janji. Berkumpul dengan orang-orang saleh. Jujur. Sedekah ikhlas.
Beruntung masih menemukan teman-teman yang berusaha menuju jalan lurus tanpa memperdebatkan hal tentang, celana panjang untuk wanita, kerudung mesti sampai dada, toleran pada yang tahlilan walau tidak melakukan.
Tetap mensyukuri segala anugerah yang Allah berikan. Walau kadang kaget dengan sikap orang-orang di sekeliling yang mencoba menarik berbelok arah dengan halusnya. Aku sendiri masih banyak salah, hanya seorang manusia yang berusaha meluruskan langkah di jalan Allah...
Sabtu, 14 Januari 2012
Islam mengajarkan untuk berprasangka baik pada Allah
Orang yang dalam kondisi kurang beruntung akan mudah terseret berprasangka buruk pada Allah, atau suudzon. Misalnya kehilangan barang, tubuhnya sakit, sepertinya menggugat pada Allah kenapa diberi kejadian yang tidak mengenakkan. Bagi manusia yang beriman dan bertakwa akan selalu berusaha berprasangka baik pada Allah, walaupun mendapat kejadian yang tidak mengenakkan sekalipun. Pasti ada hikmah di balik setiap musibah.
Musibah bagi orang mukmin dikarenakan tiga hal yaitu:
Berprasangka baik pada Allah akan membuat hati tenang karena yakin ada hikmah yang dipelajari dari semua kejadian. Berprasangka baik pada Allah akan dikabulkan do'a-do'anya oleh Allah...
Allah berfirman
Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa. (QS. Al Fath : 12)
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa Allah berfirman
Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah berfirman
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al A'raf : 56)
Musibah bagi orang mukmin dikarenakan tiga hal yaitu:
- Mengangkat derajat bagi orang yang tertimpa musibah, karena kesabarannya terhadap musibah yang telah Alloh tetapkan.
- Sebagai cobaan bagi dirinya.
- Sebagai pelebur dosa, atas dosanya yang telah lalu.
Allah akan sesuai dengan prasangka hambaNya. Bila manusia berdo'a dan meyakini dikabulkan do'anya maka do'a itu akan terkabul, walaupun butuh kesabaran.
Berprasangka baik pada Allah akan membuat hati tenang karena yakin ada hikmah yang dipelajari dari semua kejadian. Berprasangka baik pada Allah akan dikabulkan do'a-do'anya oleh Allah...
Allah berfirman
Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa. (QS. Al Fath : 12)
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa Allah berfirman
Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah berfirman
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al A'raf : 56)
Langganan:
Komentar (Atom)

