Sebelumnya aku berterima kasih pada semuanya yang komentar dengan bahasa sopan dan gak usah menegangkan otot. Kalo ada yang berbeda pendapat, mohon diterapkan UNITY IN DIVERSITY. Termasuk beda paham dalam Islam. Kalo ada yang suka shalat Ied bareng rombongan NU, ya tetap menghargai yang merayakan dengan berbeda hari saat Muhammadiyah.
Ada pertanyaan, apakah boleh muslim belajar gaib, dari segi hadits dan ayat mana di Al Qur'an? Bila membaca kisah Nabi Sulaiman 'alaihi sallam di Al Qur'an maka Nabi Sulaiman 'alaihi sallam diberi anugerah Allah menguasai bangsa jin.
"Kemudian Kami tundukkan kepada angin yang berhembus dengan baik menurut kemana saja yang dikehendakinya, dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu. Inilah anugerah Kami;, maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertanggungan jawab. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik." (QS. Shad: 36-40)
Setelah Nabi Sulaiman 'alaihi sallam, maka manusia tidak bisa menguasai jin lagi, termasuk nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Tapi manusia masih bisa punya firasat, dan kadang mimpi. Kayak beberapa mimpiku yang benar-benar menjadi kenyataan, walau butuh proses untuk memahaminya. Berusaha tidak mempercayai mimpi, tapi kadang muncul berulang-ulang sampai seperti penegasan bahwa maknanya sangat jelas.
Soal firasat, Siti Khadijah ra yang pandai berdagang firasatnya sangat kuat saat memilih pegawai untuk usaha beliau. Manusia punya naluri, intuisi, insting, gerak reflek, hubungan batin, telepati, dan yang lainnya. Apa itu bisa disebut gaib?
Gaib yang tidak boleh dipelajari adalah sihir. Manusia bersekutu dengan setan berwujud jin (karena ada setan berwujud manusia) disebut SIHIR. Melakukan sihir adalah perbuatan syirik atau menyekutukan Allah. Dosa terbesar yang tidak diampuni oleh Allah kecuali bertaubat yang benar sebelum ajal berada di tenggorokan.
Kalo aku jadi tau tentang Mak Erot, macam-macam pesugihan, masuk ke portal gaib istana Pajajaran di Kebun Raya Bogor, dan banyak lagi saat aku menetap di Bogor dulu diceritain banyak hal-hal seperti itu.
Aku pindah ke Jogja saat orang yang suka cerita gaib itu sering kesurupan. Aku ketakutan setengah mati, plus ditambah teror macem-macem kayak aku mau dibunuh dan mukaku disiram air aki. Saat di Jogja aku meluruskan pemahamanku tentang gaib, mencoba mengerti saja hal-hal seperti itu tapi tidak untuk dipraktekkan. Aku pernah berkenalan dengan penyembuh untuk membantu orang kesurupan, ngobrol saja, dari rekomendasi sahabat-sahabatku. Tapi tidak semua orang yang tubuhnya ada jinnya mau dibantu, karena mereka malah merasa lebih kuat dan mengerti banyak hal rahasia kehidupan.
Manusia beriman Insya Allah akan diselamatkan Allah. Manusia yang beribadah ikhlas tidak akan tergoda oleh bujukan syaitan yang membuat maksiat sepertinya baik dan kebaikan sepertinya buruk. Manusia beriman juga Insya Allah tidak akan tertipu oleh dajjal yang menunjukkan surga padahal neraka. Tapi semuanya ada proses yang perlu dijalani. Karena itu manusia mesti mau membuka hati atas petunjuk-petunjuk dari Allah melalui manusia-manusia yang shaleh.
Pemahamanku semua ini juga tidak muncul begitu saja, aku sudah sering patah hati merasa dikhianati orang-orang yang mengaku mau bertaubat dan mendekati aku. Sering nelpon aku, diskusi, akhirnya ketahuan bahwa niat taubatnya tidak sungguh-sungguh. Yah, memang semuanya laki-laki. Aku memutuskan untuk bersahabat dengan yang baik-baik saja, kalo berteman sih dengan semuanya. Tapi biasanya akhirnya tersaring juga, ngobrolnya hanya dengan sahabat-sahabat yang satu pemahaman.
Jadi apakah aku belajar gaib? Aku hanya bisa mengatakan aku tidak mempraktekkan tentang sihir yang aku ketahui, bahkan seumur hidupku aku belum pernah melihat dan memegang apa itu kemenyan. Juga ganja, ekstasi, heroin, aku belum pernah pegang. Kebahagiaan yang aku dapatkan adalah total dari rasa syukur... minum paling nikmat adalah saat berbuka puasa. Juga aku sangat bahagia bila melihat orang terdekatku dan sahabatku bahagia. Kalo ada yang sedih aku akan mencoba mendengar apa masalahnya dan mencoba memberi solusi.
Semua membutuhkan proses tentu saja... aku menyibukkan diriku untuk bisa berbuat baik semampu aku, dan aku merasa masih banyak melakukan kesalahan, karena itu aku juga berusaha selalu istighfar dan memperbaiki diri.
Kesimpulan... seperti biasa... ini curhatan spontan membahas BELAJAR TENTANG GAIB. Tentunya kita meyakini bahwa jin itu ada, tapi tidak usah bekerja sama dengan jin apapun alasannya, karena akhirnya itu disebut sihir dan termasuk perbuatan syirik, menyekutukan Allah, dosa yang tidak diampuni Allah... Naudzubillah mindzalik...
Senin, 30 April 2012
Minggu, 29 April 2012
Mendapat limpahan komen
Aku pernah baca tulisan mbak Dhana Arsega, yang followernya ribuan itu. Mbak Dhana menuliskan prihatin karena teman-temannya dihack oleh hackers tidak bertanggungjawab. Selain itu mbak Dhana berharap kalo ngasih komen tunjukin jati diri jangan anonim, kok kesannya pengecut gitu. Itu pendapat mbak Dhana yang aku anggap senior tentunya, sudah lebih lama ngeblog dibandingin aku.
Sedangkan blog ini emang sengaja tanpa follower. Curhatan gak jelas, aku mendefinisikan begitu. Walau bikin aku terheran-heran dijadikan referensi oleh beberapa orang, sampe masuk thread di kaskus segala. Kan keliatan tuh dari traffic source.
Tapi tanggapannya positif loh, kalo ada yang negatif maklumlah, soalnya kan keimanan, pemahaman orang lain-lain. Kalo orangnya beriman, berakhlak baik pasti bicaranya sopan walau berbeda pendapat sekalipun.
Misalnya ada yang kalut terus ngontak lewat e-mail, curhat masalah begini begitu, alasannya apa, karena aku survive melewati saat-saat berat. Tadinya sih aku menganggap berat, lama-lama aku pilih bersyukur aja karena beranggapan semua yang kualami pasti bisa diambil hikmahnya.
Soal aku sepaham dengan Quraish Shihab yang beranggapan jilbab itu tidak wajib, itu kan pendapat aku pribadi. Kalo ada yang berbeda pemahaman ya itu masalah perbedaan cara memahami tafsir Al Qur'an. Apalagi didukung ibu mertua kakakku yang meninggal dunia di Mekkah dengan tenang, padahal seumur hidup beliau jarang menggunakan jilbab. Beliau sibuk mencari nafkah karena kondisi suaminya yang sakit-sakitan. Aku sependapat dengan guruku, jihad itu mengorbankan harta dan nyawa, maksudnya dengan mencari harta halal lalu diberikan sebagian pada yang membutuhkan.
Soal gaib apa gak perlu dipikirin, ya, kan dalam rukun Iman dinyatakan percaya pada 6 hal. Dan hal-hal yang kita percayai ada yang tidak bisa kita lihat, tapi kita mesti percaya. Kecuali bagi aliran sesat kali yang bikin aturan sendiri supaya gak ngikutin rukun Iman itu.
Aku punya alasan sendiri kenapa belajar tentang gaib terutama jin dari alam lain, karena waktu aku ke Bogor, aku yang sama sekali gak paham gaib waktu itu dicekoki gambaran tentang alam lain. Dan sekarang aku berusaha meluruskan semuanya. Misalnya tentang masa depan aku gak mau tau, yang penting kita ikhtiar sajalah. Tapi ada loh yang ngatain aku dukun. Hihihi... kalo ke rumahku terus tanya-tanya sama guru rekan kerjaku, teman sofbolku, keluargaku, nanya dukun dengan namaku pasti mereka bingung. Kucing yang berkeliaran di rumahku aja bakalan ketawa. Dari sisi mana kok aku bisa dikatain dukun kalo sudah mengenal aku secara langsung. Ketawa dulu ah... hahahaha....
Dalam sehari ini aku dapat banyak komentar, bongkar-bongkar postingan lamaku. Ya sudahlah, bahagia merasa diperhatikan. Biarpun gak sepaham juga. Ada yang komentar tentang jilbab gak wajib terus menentang... ah, aku juga sudah bilang pasti ada pro kontra. Soal gaib katanya gak usah pikirin. Eh, kalo ada sahabat yang berniat gedhein dan manjangin anu di Mak Erot ya mesti dikasih tau supaya mengurungkan niat, soalnya itu pake mantra syirik. Kalo nekat juga ke Mak Erot yang penting sudah ingatkan sajalah, toh di padang mahsyar manusia berjalan sendiri-sendiri mempertanggungjawabkan semua kelakuannya. Udah capek-capek mengurung diri di rumah berharap surga, eh, di padang mahsyar suaminya gak bisa bantu menyelamatkan dirinya lagi.
Siti Khadijah ra itu berdagang, Aisah ra itu mengajarkan fiqh punya banyak murid. Masak sebagai wanita cuman diam saja mengurung diri di rumah. Macak, manak, masak dan siap jadi (maaf) pelacur bagi suaminya. Kalo itu pilihan hidupnya ya silakan saja. Soalnya kalo aku sih memilih untuk mencari nafkah. Bukannya apa-apa, jalan hidupku membuatku mesti menjalani hidup sendirian tanpa suami. Kasusnya rumit, yang jelas endingnya aku diancam akan dipenggal leher oleh mantan suami. Walau keluarganya mengatakan itu emosi sesaat aku gak mau ambil resiko. Soalnya salah satu anggota keluarga besar itu punya guru spiritual yang banyak memasang jimat-jimat gak jelas. Tapi sepertinya mereka berpikir yang penting usahanya menghasilkan uang, gak peduli dengan efek samping kayak salah satu keluarga kesurupan atau resiko saat meninggal kalo belum bertaubat dalam keadaan syirik.
Pro kontra limpahan komentar aku syukurin sajalah, berarti tulisanku ada yang membaca dan menghargai. Ini blog memang curhatan spontan, tanpa follower, kalo gak sepaham dan gak direply komennya gak usah tersinggung. Ada yang ngomong kasar aku juga terima kasih walau itu nunjukin akhlak yang kurang baik.
Setelah limpahan komen trus apalagi ya, limpahan rejeki deh semoga. Supaya bisa lebih banyak membantu orang lain kalo punya banyak rejeki sih. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, serta kalo bisa tangan kiri tidak bisa melihat tangan kanan saat memberi...
Sedangkan blog ini emang sengaja tanpa follower. Curhatan gak jelas, aku mendefinisikan begitu. Walau bikin aku terheran-heran dijadikan referensi oleh beberapa orang, sampe masuk thread di kaskus segala. Kan keliatan tuh dari traffic source.
Tapi tanggapannya positif loh, kalo ada yang negatif maklumlah, soalnya kan keimanan, pemahaman orang lain-lain. Kalo orangnya beriman, berakhlak baik pasti bicaranya sopan walau berbeda pendapat sekalipun.
Misalnya ada yang kalut terus ngontak lewat e-mail, curhat masalah begini begitu, alasannya apa, karena aku survive melewati saat-saat berat. Tadinya sih aku menganggap berat, lama-lama aku pilih bersyukur aja karena beranggapan semua yang kualami pasti bisa diambil hikmahnya.
Soal aku sepaham dengan Quraish Shihab yang beranggapan jilbab itu tidak wajib, itu kan pendapat aku pribadi. Kalo ada yang berbeda pemahaman ya itu masalah perbedaan cara memahami tafsir Al Qur'an. Apalagi didukung ibu mertua kakakku yang meninggal dunia di Mekkah dengan tenang, padahal seumur hidup beliau jarang menggunakan jilbab. Beliau sibuk mencari nafkah karena kondisi suaminya yang sakit-sakitan. Aku sependapat dengan guruku, jihad itu mengorbankan harta dan nyawa, maksudnya dengan mencari harta halal lalu diberikan sebagian pada yang membutuhkan.
Soal gaib apa gak perlu dipikirin, ya, kan dalam rukun Iman dinyatakan percaya pada 6 hal. Dan hal-hal yang kita percayai ada yang tidak bisa kita lihat, tapi kita mesti percaya. Kecuali bagi aliran sesat kali yang bikin aturan sendiri supaya gak ngikutin rukun Iman itu.
Aku punya alasan sendiri kenapa belajar tentang gaib terutama jin dari alam lain, karena waktu aku ke Bogor, aku yang sama sekali gak paham gaib waktu itu dicekoki gambaran tentang alam lain. Dan sekarang aku berusaha meluruskan semuanya. Misalnya tentang masa depan aku gak mau tau, yang penting kita ikhtiar sajalah. Tapi ada loh yang ngatain aku dukun. Hihihi... kalo ke rumahku terus tanya-tanya sama guru rekan kerjaku, teman sofbolku, keluargaku, nanya dukun dengan namaku pasti mereka bingung. Kucing yang berkeliaran di rumahku aja bakalan ketawa. Dari sisi mana kok aku bisa dikatain dukun kalo sudah mengenal aku secara langsung. Ketawa dulu ah... hahahaha....
Dalam sehari ini aku dapat banyak komentar, bongkar-bongkar postingan lamaku. Ya sudahlah, bahagia merasa diperhatikan. Biarpun gak sepaham juga. Ada yang komentar tentang jilbab gak wajib terus menentang... ah, aku juga sudah bilang pasti ada pro kontra. Soal gaib katanya gak usah pikirin. Eh, kalo ada sahabat yang berniat gedhein dan manjangin anu di Mak Erot ya mesti dikasih tau supaya mengurungkan niat, soalnya itu pake mantra syirik. Kalo nekat juga ke Mak Erot yang penting sudah ingatkan sajalah, toh di padang mahsyar manusia berjalan sendiri-sendiri mempertanggungjawabkan semua kelakuannya. Udah capek-capek mengurung diri di rumah berharap surga, eh, di padang mahsyar suaminya gak bisa bantu menyelamatkan dirinya lagi.
Siti Khadijah ra itu berdagang, Aisah ra itu mengajarkan fiqh punya banyak murid. Masak sebagai wanita cuman diam saja mengurung diri di rumah. Macak, manak, masak dan siap jadi (maaf) pelacur bagi suaminya. Kalo itu pilihan hidupnya ya silakan saja. Soalnya kalo aku sih memilih untuk mencari nafkah. Bukannya apa-apa, jalan hidupku membuatku mesti menjalani hidup sendirian tanpa suami. Kasusnya rumit, yang jelas endingnya aku diancam akan dipenggal leher oleh mantan suami. Walau keluarganya mengatakan itu emosi sesaat aku gak mau ambil resiko. Soalnya salah satu anggota keluarga besar itu punya guru spiritual yang banyak memasang jimat-jimat gak jelas. Tapi sepertinya mereka berpikir yang penting usahanya menghasilkan uang, gak peduli dengan efek samping kayak salah satu keluarga kesurupan atau resiko saat meninggal kalo belum bertaubat dalam keadaan syirik.
Pro kontra limpahan komentar aku syukurin sajalah, berarti tulisanku ada yang membaca dan menghargai. Ini blog memang curhatan spontan, tanpa follower, kalo gak sepaham dan gak direply komennya gak usah tersinggung. Ada yang ngomong kasar aku juga terima kasih walau itu nunjukin akhlak yang kurang baik.
Setelah limpahan komen trus apalagi ya, limpahan rejeki deh semoga. Supaya bisa lebih banyak membantu orang lain kalo punya banyak rejeki sih. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, serta kalo bisa tangan kiri tidak bisa melihat tangan kanan saat memberi...
Rabu, 25 April 2012
Semoga aku dihindarkan dari sikap sombong
Salah satu hal yang perlu diwaspadai di akhir zaman adalah fitnah dajjal, yaitu menawarkan surga tapi sebetulnya neraka. Hanya manusia beriman yang tau mana surga dan neraka sesungguhnya, tidak akan tertipu.
Selain itu semoga kita bisa terhindar dari sikap sombong. Karena kesombongan akan mengakibatkan tertolaknya ibadah kita. Iblis dilaknat Allah karena merasa lebih baik daripada manusia. Maka Iblis berjanji akan menyesatkan manusia, maksiat akan dianggap sepertinya baik oleh manusia. Hanya manusia yang beribadah dengan ikhlas tidak akan bisa disesatkan oleh godaan iblis dan anak buahnya, setan. Baik setan berwujud jin maupun setan berwujud manusia. Termasuk manusia yang nampak jahat atau berucap ayat-ayat Al Qur'an sepotong-sepotong perlu diwaspadai.
Sedang tidak bisa banyak berkata-kata, karena kenyataannya kita tau pepatah, ikutilah ilmu padi semakin merunduk semakin berisi. Bahkan seorang yang banyak beramal shaleh bisa tergoda untuk sombong merasa lebih shaleh daripada yang lain. Dan rasa sombong itu akan menghancurkan dirinya. Tidak ubahnya seperti Fir'aun atau Namrudz yang menuhankan dirinya sendiri karena kejeniusannya. Atau Qarun yang tenggelam bersama hartanya karena beranggapan kekayaannya yang begitu banyaknya adalah hasil pemikiran sendiri, padahal saat dia miskin, dia rajin berdo'a pada Allah.
Ya Allah, semoga aku selalu dihindarkan dari sikap sombong...
Selain itu semoga kita bisa terhindar dari sikap sombong. Karena kesombongan akan mengakibatkan tertolaknya ibadah kita. Iblis dilaknat Allah karena merasa lebih baik daripada manusia. Maka Iblis berjanji akan menyesatkan manusia, maksiat akan dianggap sepertinya baik oleh manusia. Hanya manusia yang beribadah dengan ikhlas tidak akan bisa disesatkan oleh godaan iblis dan anak buahnya, setan. Baik setan berwujud jin maupun setan berwujud manusia. Termasuk manusia yang nampak jahat atau berucap ayat-ayat Al Qur'an sepotong-sepotong perlu diwaspadai.
Sedang tidak bisa banyak berkata-kata, karena kenyataannya kita tau pepatah, ikutilah ilmu padi semakin merunduk semakin berisi. Bahkan seorang yang banyak beramal shaleh bisa tergoda untuk sombong merasa lebih shaleh daripada yang lain. Dan rasa sombong itu akan menghancurkan dirinya. Tidak ubahnya seperti Fir'aun atau Namrudz yang menuhankan dirinya sendiri karena kejeniusannya. Atau Qarun yang tenggelam bersama hartanya karena beranggapan kekayaannya yang begitu banyaknya adalah hasil pemikiran sendiri, padahal saat dia miskin, dia rajin berdo'a pada Allah.
Ya Allah, semoga aku selalu dihindarkan dari sikap sombong...
Selasa, 24 April 2012
Banyak kejadian heboh hari ini, termasuk rejeki
Kemarin aku cerita beli BB baru yang akan aku bayar 2 kali, kemarin dan besok. Alhamdulillah, ada yang mau membayari sisa pembayaran sehingga gajiku utuh. Berita sangat membahagiakan setelah tadi pagi aku terbangun dan ternyata di pagi buta ada orang ngetweet membahas tentang aku.
Banyak sudah kisah yang kualami sejak aku tinggal di Jogja sejak pertengahan 2009. Tiap kali aku posting dan berpikir, sepertinya tidak ada tulisan yang lebih heboh lagi, ternyata ada. Termasuk akhirnya menuntaskan mimpi-mimpi burukku berkaitan dengan seorang blogger. Biasa... blogger yang tadinya sempet curhat tapi akhirnya memutuskan mencari jalannya sendiri dengan istilah mentalaq dunia. Jadi dia akan menjadi zuhud, tidak bergantung dengan duniawi, sepenuhnya mencari pahala dan beramal sholeh. Hanya saja ternyata dia masih memelihara sisi gelapnya dengan ngomong bahasa kasar di tweet mengaku sebagai aliran keras di Islam.
Aku mau fokus lagi ke usaha baruku dengan sahabat-sahabatku offline. Teman online memang sangat menyenangkan, tapi tentunya yang pembahasannya cocok. Aku sendiri paling suka membahas tentang hidup itu sebetulnya anugerah, rubahlah perspektif tentang hidup itu.
Jadi ketawa ingat ada tulisan besar "Hidup itu tidak semudah (maaf) cocote Mario Teguh" yang temanku ditag di Facebook.
Orang-orang dengan bakat indra ke-6 dari lahir (coba lihat acara Indigo Trans TV Sabtu malam) memang digambarkan mempunyai hidup yang sulit. Tidak bisa diterima oleh lingkungan, keluarga, atau malah dimanfaatkan berlebihan.
Apakah aku punya indra ke-6? Entahlah, aku sendiri ngerasa hidupku biasa-biasa saja, tidak bisa berjalan di atas air kayak Wali dulu... hehehe... aku hanya suka menulis mengikuti naluriku saja. Sampai aku pernah nulis apa bedanya intuition, feeling dan instinct. Intuisi itu mengalir, insting itu semacam sinyal, dan feeling itu rasa enak atau gak enak.
Kita manusia hanya bisa berikhtiar saja untuk memperbaiki nasib agar lebih baik. Takdir yaitu qada dan qodar diterima saja tidak usah diungkit-ungkit. Terapis hipnoterapi kadang suka menelusuri masa lalu yang penuh trauma untuk dihilangkan, paling tidak dijadikan tidak menyakitkan lagi.
Orang bisa berbahagia di dunia ini dengan banyak berbuat kejahatan, tapi akan mendapat teguran di dunia dan balasan di akhirat. Bisa juga berbahagia dengan banyak kebaikan tanpa ibadah, tapi kebaikannya hanya sebatas di dunia tidak berlanjut di akhirat. Paling berat memang berbuat baik secara ikhlas atau beramal sholeh, serrta beribadah secara ikhlas juga dan Insya Allah akan bahagia dunia dan akhirat.
Ide bahwa seseorang dengan maqom tinggi sudah sampai taraf ma'rifatullah bisa masuk surga tanpa hisab, jadi bebas melakukan sesuatu tanpa akan mendapat teguran Allah menurutku kok tidak mungkin. Para Nabi, Walisongo semua taat beribadah, tapi masih ada juga yang beranggapan ada Wali baru yang mempunyai karomah tertentu sehingga para muridnya percaya begitu saja disuruh apa saja mau. Apa sih yang membuat orang jadi begitu dipuja-puja. Konon yang disebut kharismatik, wibawa dan ilmu yang tinggi. Punya banyak murid yang begitu setia menuruti setiap nasehat. Aku sih pengennya punya mobil matic gak usah kharismatik, hehehe...
Tentang kelompok-kelompok dalam Islam, aku berpendapat, yang bisa hidup dalam damai, bisa memaafkan orang lain, tidak menganggap lebih baik dari orang lain, itulah yang bisa memaknai Al Qur'an. Keributan sesama umat Islam karena mereka lahir dan dididik dengan Islam yang berlainan. Apa itu Islam tradisi penganut kebatinan yang tidak melakukan shalat, atau yang masih kental dengan tradisi atau pembaharu yang menghindari bid'ah. Sekelompok lain menjalani Islam dengan bergaya mirip jaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Tapi aku sangat cocok dengan pemahaman tafsir Al Qur'an dari Quraish Shihab. Beliau sangat mendukung tradisi, asal tidak berlebihan. Seperti halnya Walisongo yang menyebarkan Islam di pulau Jawa ini, menyesuaikan dengan tradisi agar mudah diterima. Kalo datang berdakwah dengan bahasa diselingi bahasa Arab dan gaya ke Arab-Araban, tentunya bikin penduduk desa yang sederhana mikir, apa iya yang bisa masuk surga mesti pake gaya Arab.
Dan lagi, kita butuh pemimpin yang istiqomah, tidak mesti mirip dengan hukum Islam yang potong tangan bagi pencuri. Selama kesejahteraan rakyat sangat diutamakan bukan mengutamakan gendutnya rekening pribadi atau kas partai untuk melanggengkan kekuasaan.
Kok belok ke pemimpin ya... Berharap dan berdoa agar rakyat Indonesia diberi pemimpin yang adil dan memikirkan kesejahteraan rakyat. Soal konspirasi... itu toh memang tanda-tanda kiamat akan penuh pendukung dajjal yang memberikan surga padahal neraka. Gak usah emosi terhadap konspirasi, karena bila memang mau membaca tanda-tanda kiamat maka manusia beriman akan diselamatkan Allah. Dan akan ada pemimpin yang adil di akhir jaman nanti...
Banyak sudah kisah yang kualami sejak aku tinggal di Jogja sejak pertengahan 2009. Tiap kali aku posting dan berpikir, sepertinya tidak ada tulisan yang lebih heboh lagi, ternyata ada. Termasuk akhirnya menuntaskan mimpi-mimpi burukku berkaitan dengan seorang blogger. Biasa... blogger yang tadinya sempet curhat tapi akhirnya memutuskan mencari jalannya sendiri dengan istilah mentalaq dunia. Jadi dia akan menjadi zuhud, tidak bergantung dengan duniawi, sepenuhnya mencari pahala dan beramal sholeh. Hanya saja ternyata dia masih memelihara sisi gelapnya dengan ngomong bahasa kasar di tweet mengaku sebagai aliran keras di Islam.
Aku mau fokus lagi ke usaha baruku dengan sahabat-sahabatku offline. Teman online memang sangat menyenangkan, tapi tentunya yang pembahasannya cocok. Aku sendiri paling suka membahas tentang hidup itu sebetulnya anugerah, rubahlah perspektif tentang hidup itu.
Jadi ketawa ingat ada tulisan besar "Hidup itu tidak semudah (maaf) cocote Mario Teguh" yang temanku ditag di Facebook.
Orang-orang dengan bakat indra ke-6 dari lahir (coba lihat acara Indigo Trans TV Sabtu malam) memang digambarkan mempunyai hidup yang sulit. Tidak bisa diterima oleh lingkungan, keluarga, atau malah dimanfaatkan berlebihan.
Apakah aku punya indra ke-6? Entahlah, aku sendiri ngerasa hidupku biasa-biasa saja, tidak bisa berjalan di atas air kayak Wali dulu... hehehe... aku hanya suka menulis mengikuti naluriku saja. Sampai aku pernah nulis apa bedanya intuition, feeling dan instinct. Intuisi itu mengalir, insting itu semacam sinyal, dan feeling itu rasa enak atau gak enak.
Kita manusia hanya bisa berikhtiar saja untuk memperbaiki nasib agar lebih baik. Takdir yaitu qada dan qodar diterima saja tidak usah diungkit-ungkit. Terapis hipnoterapi kadang suka menelusuri masa lalu yang penuh trauma untuk dihilangkan, paling tidak dijadikan tidak menyakitkan lagi.
Orang bisa berbahagia di dunia ini dengan banyak berbuat kejahatan, tapi akan mendapat teguran di dunia dan balasan di akhirat. Bisa juga berbahagia dengan banyak kebaikan tanpa ibadah, tapi kebaikannya hanya sebatas di dunia tidak berlanjut di akhirat. Paling berat memang berbuat baik secara ikhlas atau beramal sholeh, serrta beribadah secara ikhlas juga dan Insya Allah akan bahagia dunia dan akhirat.
Ide bahwa seseorang dengan maqom tinggi sudah sampai taraf ma'rifatullah bisa masuk surga tanpa hisab, jadi bebas melakukan sesuatu tanpa akan mendapat teguran Allah menurutku kok tidak mungkin. Para Nabi, Walisongo semua taat beribadah, tapi masih ada juga yang beranggapan ada Wali baru yang mempunyai karomah tertentu sehingga para muridnya percaya begitu saja disuruh apa saja mau. Apa sih yang membuat orang jadi begitu dipuja-puja. Konon yang disebut kharismatik, wibawa dan ilmu yang tinggi. Punya banyak murid yang begitu setia menuruti setiap nasehat. Aku sih pengennya punya mobil matic gak usah kharismatik, hehehe...
Tentang kelompok-kelompok dalam Islam, aku berpendapat, yang bisa hidup dalam damai, bisa memaafkan orang lain, tidak menganggap lebih baik dari orang lain, itulah yang bisa memaknai Al Qur'an. Keributan sesama umat Islam karena mereka lahir dan dididik dengan Islam yang berlainan. Apa itu Islam tradisi penganut kebatinan yang tidak melakukan shalat, atau yang masih kental dengan tradisi atau pembaharu yang menghindari bid'ah. Sekelompok lain menjalani Islam dengan bergaya mirip jaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Tapi aku sangat cocok dengan pemahaman tafsir Al Qur'an dari Quraish Shihab. Beliau sangat mendukung tradisi, asal tidak berlebihan. Seperti halnya Walisongo yang menyebarkan Islam di pulau Jawa ini, menyesuaikan dengan tradisi agar mudah diterima. Kalo datang berdakwah dengan bahasa diselingi bahasa Arab dan gaya ke Arab-Araban, tentunya bikin penduduk desa yang sederhana mikir, apa iya yang bisa masuk surga mesti pake gaya Arab.
Dan lagi, kita butuh pemimpin yang istiqomah, tidak mesti mirip dengan hukum Islam yang potong tangan bagi pencuri. Selama kesejahteraan rakyat sangat diutamakan bukan mengutamakan gendutnya rekening pribadi atau kas partai untuk melanggengkan kekuasaan.
Kok belok ke pemimpin ya... Berharap dan berdoa agar rakyat Indonesia diberi pemimpin yang adil dan memikirkan kesejahteraan rakyat. Soal konspirasi... itu toh memang tanda-tanda kiamat akan penuh pendukung dajjal yang memberikan surga padahal neraka. Gak usah emosi terhadap konspirasi, karena bila memang mau membaca tanda-tanda kiamat maka manusia beriman akan diselamatkan Allah. Dan akan ada pemimpin yang adil di akhir jaman nanti...
Senin, 23 April 2012
Maaf aku bukan pecinta buku
Mencoba kasih link tulisanku di salah satu komunitas blogger, aku memperhatikan banyak blogger yang ternyata adalah pecinta buku. Mengkoleksi buku, banyak membaca, menulis buku, dan tergabung dalam komunitas pecinta buku atau penulis.
Maafkan, aku bukan termasuk blogger yang berlebihan menjadi pecinta buku. Bahkan juga bukan pecinta musik, aku tidak punya koleksi lagu-lagu di hapeku. Tapi kalo buka netbookku, ada catatan banyak lagu dengan chordsnya. Mungkin aku memang blogger yang aneh.
Ada seorang temanku cerita, kalo dia mudah sekali untuk tertarik dengan buku, menjadi kolektor buku. Waktu dia pindahan keluar kota baru menyadari kalo buku-bukunya banyak yang masih terbungkus plastik. Menurutku itu jadi mubazir. Aku sendiri bertanya padanya, apa buku-bukunya benar-benar dibaca dan diamalkan?
Sedikit berbeda yang aku terapkan pada anak-anakku. Aku tidak pernah membelikan mereka boneka, atau mainan berlebihan, aku lebih suka membelikan mereka buku. Waktu bayi aku belikan mereka buku-buku tebal. Setelah agak besar aku belikan mereka buku yang isinya pengetahuan seperti aneka hewan, tentang alam dan seterusnya.
Waktu aku di Bogor dalam kondisi kantung sangat tipis, aku membelikan anak-anakku buku seharga seribuan di lapangan sebuah sekolahan. Jadi kalo bukunya hilang aku gak begitu risau. Kadang membeli buku di toko buku diskon berkaitan dengan akhlak untuk anak-anak, dan memang anakku yang waktu itu umurnya 4 tahun dikasih sekardus Barbie asli dengan pernak-perniknya tidak begitu tertarik untuk dimainkan. Tiap habis Maghrib sibuk membaca buku.
Kenangan yang entahlah... aku memutuskan tidak membeli buku lagi setelah aku balik ke Jogja dan tidak punya uang berlebih. Aku hanya bisa menumpang membaca buku-buku inspiratif di mall. Buku Quantum Ikhlas pemberian dari adikku yang pernah menerbitkan sebuah buku berkaitan dengan sejarah Jepang di Indonesia, sedangkan buku-buku dari ustadz Yusuf Mansyur peninggalan dari almarhum Bapak.
Ah... menangis lagi, beberapa hari ini lagi sensi banget. Aku ingin mencetak tulisanku di blogku wordpress Catatan Tanpa Nama (karena tidak menyangkut nama orang) untuk kubagikan pada siapapun yang membutuhkan. Tulisan di blog ini banyak menyangkut orang-orang. Bukan untuk diterbitkan. Sekedar mencurahkan uneg-uneg lalu biarkan sejarah itu berlalu.
Ada keluarga di Bogor yang sering aku bahas, aku tadinya ingin menuliskan uneg-unegku ke mereka, lalu muncul gambaran lengkap apa yang terjadi kenapa mereka sampai begitu. Ada temen-temen komunitas teman lama di Facebook yang memblokirku. Disusul akhirnya diblokir teman-teman bloggerku yang tadinya sering chat. Kejadian itu sangat menyakitkan tadinya, tapi tanpa kejadian itu aku tidak akan terpacu untuk belajar lalu menuliskan pemahaman dari segi Islam.
Seseorang bilang bahwa aku bukan orang yang bijak sampai dijauhi orang. Sekarang aku bertanya, apakah para Nabi itu bukan manusia bijak, kenapa mereka mencoba berdakwah malah dilecehkan orang-orang sekitarnya? Sebut saja beberapa, Nabi Nuh 'alaihi sallam, Nabi Yunus 'alaihi sallam, Nabi Luth 'alaihi sallam. Seorang Nabi yang malah dizalimi oleh saudara-saudaranya sendiri adalah Nabi Yusuf 'alaihi sallam, karena dia begitu rupawan dan sangat disayang ayahnya.
Sepertinya aku memang tidak pernah memikirkan diriku sendiri selama belasan tahun terakhir. Aku suka membaca buku, tapi aku hanya memilih buku yang menurutku sangat bermanfaat, supaya tidak mubazir kalo membelinya. Aku pernah memegang buku Ihya Ulumuddin di toko buku diskon sambil menghitung uang di dompetku tidak cukup. Walau tidak punya buku itu, tapi karena waktu pengajian di Bogor ustadz lulusan Kairo membahas secara bersambung buku itu aku jadi tau sepintas isi bukunya. Termasuk diceritain kisah dari ustadz bahwa imam Al Ghazali masuk surga bukan karena buku-bukunya, tapi karena menyelamatkan jiwa seekor lalat yang kecemplung masuk ke tintanya.
Entahlah, hanya mencoba mengetahui esensi dari sebuah buku bukan kolektor buku apa masih bisa disebut pecinta buku ya. Maaf kalo aku tidak seperti teman-teman blogger lain yang menyatakan sebagai pecinta buku...
Maafkan, aku bukan termasuk blogger yang berlebihan menjadi pecinta buku. Bahkan juga bukan pecinta musik, aku tidak punya koleksi lagu-lagu di hapeku. Tapi kalo buka netbookku, ada catatan banyak lagu dengan chordsnya. Mungkin aku memang blogger yang aneh.
Ada seorang temanku cerita, kalo dia mudah sekali untuk tertarik dengan buku, menjadi kolektor buku. Waktu dia pindahan keluar kota baru menyadari kalo buku-bukunya banyak yang masih terbungkus plastik. Menurutku itu jadi mubazir. Aku sendiri bertanya padanya, apa buku-bukunya benar-benar dibaca dan diamalkan?
Sedikit berbeda yang aku terapkan pada anak-anakku. Aku tidak pernah membelikan mereka boneka, atau mainan berlebihan, aku lebih suka membelikan mereka buku. Waktu bayi aku belikan mereka buku-buku tebal. Setelah agak besar aku belikan mereka buku yang isinya pengetahuan seperti aneka hewan, tentang alam dan seterusnya.
Waktu aku di Bogor dalam kondisi kantung sangat tipis, aku membelikan anak-anakku buku seharga seribuan di lapangan sebuah sekolahan. Jadi kalo bukunya hilang aku gak begitu risau. Kadang membeli buku di toko buku diskon berkaitan dengan akhlak untuk anak-anak, dan memang anakku yang waktu itu umurnya 4 tahun dikasih sekardus Barbie asli dengan pernak-perniknya tidak begitu tertarik untuk dimainkan. Tiap habis Maghrib sibuk membaca buku.
Kenangan yang entahlah... aku memutuskan tidak membeli buku lagi setelah aku balik ke Jogja dan tidak punya uang berlebih. Aku hanya bisa menumpang membaca buku-buku inspiratif di mall. Buku Quantum Ikhlas pemberian dari adikku yang pernah menerbitkan sebuah buku berkaitan dengan sejarah Jepang di Indonesia, sedangkan buku-buku dari ustadz Yusuf Mansyur peninggalan dari almarhum Bapak.
Ah... menangis lagi, beberapa hari ini lagi sensi banget. Aku ingin mencetak tulisanku di blogku wordpress Catatan Tanpa Nama (karena tidak menyangkut nama orang) untuk kubagikan pada siapapun yang membutuhkan. Tulisan di blog ini banyak menyangkut orang-orang. Bukan untuk diterbitkan. Sekedar mencurahkan uneg-uneg lalu biarkan sejarah itu berlalu.
Ada keluarga di Bogor yang sering aku bahas, aku tadinya ingin menuliskan uneg-unegku ke mereka, lalu muncul gambaran lengkap apa yang terjadi kenapa mereka sampai begitu. Ada temen-temen komunitas teman lama di Facebook yang memblokirku. Disusul akhirnya diblokir teman-teman bloggerku yang tadinya sering chat. Kejadian itu sangat menyakitkan tadinya, tapi tanpa kejadian itu aku tidak akan terpacu untuk belajar lalu menuliskan pemahaman dari segi Islam.
Seseorang bilang bahwa aku bukan orang yang bijak sampai dijauhi orang. Sekarang aku bertanya, apakah para Nabi itu bukan manusia bijak, kenapa mereka mencoba berdakwah malah dilecehkan orang-orang sekitarnya? Sebut saja beberapa, Nabi Nuh 'alaihi sallam, Nabi Yunus 'alaihi sallam, Nabi Luth 'alaihi sallam. Seorang Nabi yang malah dizalimi oleh saudara-saudaranya sendiri adalah Nabi Yusuf 'alaihi sallam, karena dia begitu rupawan dan sangat disayang ayahnya.
Sepertinya aku memang tidak pernah memikirkan diriku sendiri selama belasan tahun terakhir. Aku suka membaca buku, tapi aku hanya memilih buku yang menurutku sangat bermanfaat, supaya tidak mubazir kalo membelinya. Aku pernah memegang buku Ihya Ulumuddin di toko buku diskon sambil menghitung uang di dompetku tidak cukup. Walau tidak punya buku itu, tapi karena waktu pengajian di Bogor ustadz lulusan Kairo membahas secara bersambung buku itu aku jadi tau sepintas isi bukunya. Termasuk diceritain kisah dari ustadz bahwa imam Al Ghazali masuk surga bukan karena buku-bukunya, tapi karena menyelamatkan jiwa seekor lalat yang kecemplung masuk ke tintanya.
Entahlah, hanya mencoba mengetahui esensi dari sebuah buku bukan kolektor buku apa masih bisa disebut pecinta buku ya. Maaf kalo aku tidak seperti teman-teman blogger lain yang menyatakan sebagai pecinta buku...
Perjuangan Kartini adalah mencerdaskan wanita agar sesuai kodratnya (tolak RUU KKG)
Aku bukan kolektor buku yang baik. Aku juga bukan pembaca buku yang baik. Membaca buku tebal hanya aku buka-buka sekilas, baca esensinya yang dicetak tebal, menurutku sudah cukup. Perpustakaan bukuku ada di toko buku Mall yang adem. Tapi bila ada buku sangat menarik aku akan beli, bikin resensinya di blogku untuk pengingat lalu aku kasihkan ke orang lain.
Baru saja aku klak klik membuka artikel di internet. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada ide RUU KKG. Darimana sebetulnya ide ini. Aku jadi sadar, bahwa Indonesia memang tergila-gila dengan pemikiran barat. Selama ini anggapannya bahwa ide Barat adalah paling jenius. Iya jenius untuk mengikuti ajaran dajjal yang membawa surga padahal memasukkan ke neraka.
Ibu Kartini bukanlah pencetus ide yang mengusung feminisme. Beliau dulu sangat gelisah karena menganggap darah biru hanyalah memasung pemikiran-pemikiran di kepala beliau. Setelah belajar dari Al Qur'an bahasa Jawa, beliau ingin sekali mencerdaskan wanita-wanita Indonesia agar pintar sesuai kodratnya. Bila dalam keadaan memungkinkan dan seijin suami, wanita perlu cerdas untuk menambah uang belanja. Apalagi jaman sekarang biaya pendidikan dan kesehatan sangat mahal.
Dibutuhkan ibu yang cerdas untuk mengelola keluarga. Sudah sepatutnya para pria mencari nafkah, itu sudah kewajiban. Tanggung jawab mendidik anak memang tugas ibu dan bapak, tapi yang paling sering bertemu dengan anak tentunya sang ibu. Jadi ibulah yang berhubungan langsung dengan anak berkaitan pendidikan, gizi, pertumbuhan dan seterusnya.
Aku sebagai pendidik di PAUD Terpadu, merasakan betul, bahwa untuk menjadi pengganti orang tua dengan dititipi mengasuh anak tidak mudah. Ada faktor tumbuh kembang yang mesti dipahami, juga berusaha meningkatkan tidak hanya dari segi intelegensi tapi juga kecerdasan emosi dan spiritual.
Ibu Kartini yang punya kedudukan di kalangan ningrat, dimanfaatkan untuk membuat sekolahan. Duh... aku jadi malu yah, kayak rumahku sekarang ini jadi sekolahan, tapi sekolahku ini idenya bukan dari aku. Paling tidak aku dan Ibu Kartini berada di jalur yang sama tentang pendidikan. Beliau membuat sekolah bagi para wanita. Tapi sekolahku sekarang menerapkan subsidi silang, kalo pagi untuk kalangan menengah atas, kalo sore ada Taman Pengajian Al Qur'an dengan biaya sangat terjangkau.
Di jaman dulu ibu Kartini mendirikan sekolahan tidak mudah, banyak hal yang mesti didobrak pada masa itu. Masa sekarang sudah berubah apa saja yang perlu didobrak. Bukan lagi tentang menyekolahkan kaum putri, tapi kebablasen dengan apa yang disebut dengan feminisme.
Wanita dibuat dari tulang rusuk pria yang bengkok. Punya tugas yang berbeda. Seharusnya para pria adalah menjaga wanita, bila tulang itu dipaksa lurus maka akan patah. Bila tulang bengkok dibiarkan maka akan tetap bengkok. Bukan berarti wanita tidak punya kemampuan meluruskan sendiri tulang itu. Tapi yang berangkat berperang adalah para pria yang mempunyai fisik lebih kuat. Wanita bertugas menjaga anak-anak saat para pria berperang. Di jaman sudah tidak ada peperangan fisik tapi lebih cenderung ke peperangan melawan ideologi barat maka tugas pria ke medan perang mencari nafkah dan melindungi anak istri dari kejahatan ideologi.
Air mataku mengalir satu satu saat menuliskan ini. Bahwa berat atau tidak perjuangan adalah bergantung dari kekuatan iman, bukan dilihat secara kasat mata. Ketenangan, kekuatan semua berasal dari Allah, manusia sebetulnya hanyalah manusia yang lemah tidak punya apa-apa. Laa haula wala quwwata illa billah...
Baru saja aku klak klik membuka artikel di internet. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada ide RUU KKG. Darimana sebetulnya ide ini. Aku jadi sadar, bahwa Indonesia memang tergila-gila dengan pemikiran barat. Selama ini anggapannya bahwa ide Barat adalah paling jenius. Iya jenius untuk mengikuti ajaran dajjal yang membawa surga padahal memasukkan ke neraka.
Ibu Kartini bukanlah pencetus ide yang mengusung feminisme. Beliau dulu sangat gelisah karena menganggap darah biru hanyalah memasung pemikiran-pemikiran di kepala beliau. Setelah belajar dari Al Qur'an bahasa Jawa, beliau ingin sekali mencerdaskan wanita-wanita Indonesia agar pintar sesuai kodratnya. Bila dalam keadaan memungkinkan dan seijin suami, wanita perlu cerdas untuk menambah uang belanja. Apalagi jaman sekarang biaya pendidikan dan kesehatan sangat mahal.
Dibutuhkan ibu yang cerdas untuk mengelola keluarga. Sudah sepatutnya para pria mencari nafkah, itu sudah kewajiban. Tanggung jawab mendidik anak memang tugas ibu dan bapak, tapi yang paling sering bertemu dengan anak tentunya sang ibu. Jadi ibulah yang berhubungan langsung dengan anak berkaitan pendidikan, gizi, pertumbuhan dan seterusnya.
Aku sebagai pendidik di PAUD Terpadu, merasakan betul, bahwa untuk menjadi pengganti orang tua dengan dititipi mengasuh anak tidak mudah. Ada faktor tumbuh kembang yang mesti dipahami, juga berusaha meningkatkan tidak hanya dari segi intelegensi tapi juga kecerdasan emosi dan spiritual.
Ibu Kartini yang punya kedudukan di kalangan ningrat, dimanfaatkan untuk membuat sekolahan. Duh... aku jadi malu yah, kayak rumahku sekarang ini jadi sekolahan, tapi sekolahku ini idenya bukan dari aku. Paling tidak aku dan Ibu Kartini berada di jalur yang sama tentang pendidikan. Beliau membuat sekolah bagi para wanita. Tapi sekolahku sekarang menerapkan subsidi silang, kalo pagi untuk kalangan menengah atas, kalo sore ada Taman Pengajian Al Qur'an dengan biaya sangat terjangkau.
Di jaman dulu ibu Kartini mendirikan sekolahan tidak mudah, banyak hal yang mesti didobrak pada masa itu. Masa sekarang sudah berubah apa saja yang perlu didobrak. Bukan lagi tentang menyekolahkan kaum putri, tapi kebablasen dengan apa yang disebut dengan feminisme.
Wanita dibuat dari tulang rusuk pria yang bengkok. Punya tugas yang berbeda. Seharusnya para pria adalah menjaga wanita, bila tulang itu dipaksa lurus maka akan patah. Bila tulang bengkok dibiarkan maka akan tetap bengkok. Bukan berarti wanita tidak punya kemampuan meluruskan sendiri tulang itu. Tapi yang berangkat berperang adalah para pria yang mempunyai fisik lebih kuat. Wanita bertugas menjaga anak-anak saat para pria berperang. Di jaman sudah tidak ada peperangan fisik tapi lebih cenderung ke peperangan melawan ideologi barat maka tugas pria ke medan perang mencari nafkah dan melindungi anak istri dari kejahatan ideologi.
Air mataku mengalir satu satu saat menuliskan ini. Bahwa berat atau tidak perjuangan adalah bergantung dari kekuatan iman, bukan dilihat secara kasat mata. Ketenangan, kekuatan semua berasal dari Allah, manusia sebetulnya hanyalah manusia yang lemah tidak punya apa-apa. Laa haula wala quwwata illa billah...
Minggu, 22 April 2012
Akhirnya punya...
Sebetulnya aku tuh gak pernah niat beli yang namanya BB itu. Padahal temen pengajianku punya BB semua. Bukannya apa-apa, aku ngincernya hp dengan kamera yang ada autofocus, min 5 mp, ada flash biarpun gak usah terang-terang amat, yang penting bisa untuk close up makanan enak, hehehe...
Maklum hidupku ini emang pas-pasan banget. Pas lagi bingung soal hp, ada suami rekan kerja jual BB. Bayarnya boleh 2 kali, tapi gak lewat seminggu. Pas netbookku sudah lunas, jadi aku bisa bayar. Pokoknya terlalu banyak kebetulan. Harganya juga gak lebih dari 1,5 jt padahal kondisinya kayak baru, ibarat motor, kilometernya masih dikit banget. Tadinya suami temenku ini punya bisnis sampingan, tapi karena tugasnya dirolling, ngerasa sementara gak butuh BB dulu. Hpnya yang lain sudah ada 3.
Tapi terus terang aku agak bingung juga makenya, menunya gak terlalu user friendly buat yang biasa pake Nokia. Pantes anakku sulung cowok yang SMA udah dibeliin BB bapaknya minta hp simpel Nokia buat SMSan katanya. Sungkan minta ke bapaknya, jadi mintanya ke aku. Aku sih pikir ada gebetan yang kartunya beda dengan yang sekarang. Waaaah... aku harap dia mau terbuka sama aku kalo ada apa-apa jadi mencoba bersikap jadi sahabatnya.
Masih kagok pakenya... dan aku bukan tipe yang suka bercanda-canda gitu lewat macam-macam grup BBM gitu. Pernah mencoba bercanda dikatain garing. Paling isinya gak jauh dari undangan ngaji dan proyek baruku nih. Yah, butuh proses lama... soalnya sejak sekolahku buka TK full day jam kerjanya berubah jadi sore. Ngurus anak-anak orang lain, jadi sangat pengen bisa ngurus anak-anakku sendiri.
Aku beranggapan tangan di atas lebih baik daripada tangan di atas. Kalo membantu orang lain, lebih baik tangan kanan memberi, tangan kiri tidak tau. Sebetulnya diketahui orang lain tidak apa-apa, tapi makin sedikit yang tau lebih baik. Jadi pelan-pelan berusaha merintis usaha baru.
Sedang berusaha mengatasi emosi yang kadang suka meledak-ledak, dan intuisi yang suka kemana-mana. Alhamdulillah karena banyak urusan jadi capek dan lupa dengan kekesalan. Kayak misalnya aku mencoba sok pengen girly ngebayangin beli kerudung pake bunga-bunga. Pas satnite keliling Jogja naik sepeda dari ujung jalan Diponegoro sampai ujung jalan Gejayan. Lumayan, hampir 10 km kali ya. Kerudung dengan bunga yang udah ditempel yang bagus harganya mahal 200 ribuan. Aku jadinya beli kerudung dengan tempelan bunga-bunga kecil tapi masih segiempat, 40 ribuan. Ternyata besoknya pas hari H gak pedhe banget, uring-uringan. Akhirnya kerudungnya tak kasihin temen seprofesi... toh aku gak bakalan make juga. Rejekinya temenku tuh. Aku sih rejekinya dapet BB... hihihi...
Suka masih iseng numpahin uneg-uneg ke e-mail seorang temen. Kalo ada luapan emosi yang agak sensi ceritanya numpahinnya ke temenku itu. Suka ngawur juga nulisnya... soalnya denger ada murid nyanyi Suwe ora jamu aku juga tulis lagunya buat pantun ke e-mailnya dia...
Suwe ora jamu, jamu godhong telo
Suwe ora ketemu, ketemu pisan ojo gelo
(Kalo gelo bahasa Sundanya artinya gila, kalo bahasa Jawa artinya kecewa... tapi pronounciationnya juga beda kok...)
Maklum hidupku ini emang pas-pasan banget. Pas lagi bingung soal hp, ada suami rekan kerja jual BB. Bayarnya boleh 2 kali, tapi gak lewat seminggu. Pas netbookku sudah lunas, jadi aku bisa bayar. Pokoknya terlalu banyak kebetulan. Harganya juga gak lebih dari 1,5 jt padahal kondisinya kayak baru, ibarat motor, kilometernya masih dikit banget. Tadinya suami temenku ini punya bisnis sampingan, tapi karena tugasnya dirolling, ngerasa sementara gak butuh BB dulu. Hpnya yang lain sudah ada 3.
Tapi terus terang aku agak bingung juga makenya, menunya gak terlalu user friendly buat yang biasa pake Nokia. Pantes anakku sulung cowok yang SMA udah dibeliin BB bapaknya minta hp simpel Nokia buat SMSan katanya. Sungkan minta ke bapaknya, jadi mintanya ke aku. Aku sih pikir ada gebetan yang kartunya beda dengan yang sekarang. Waaaah... aku harap dia mau terbuka sama aku kalo ada apa-apa jadi mencoba bersikap jadi sahabatnya.
Masih kagok pakenya... dan aku bukan tipe yang suka bercanda-canda gitu lewat macam-macam grup BBM gitu. Pernah mencoba bercanda dikatain garing. Paling isinya gak jauh dari undangan ngaji dan proyek baruku nih. Yah, butuh proses lama... soalnya sejak sekolahku buka TK full day jam kerjanya berubah jadi sore. Ngurus anak-anak orang lain, jadi sangat pengen bisa ngurus anak-anakku sendiri.
Aku beranggapan tangan di atas lebih baik daripada tangan di atas. Kalo membantu orang lain, lebih baik tangan kanan memberi, tangan kiri tidak tau. Sebetulnya diketahui orang lain tidak apa-apa, tapi makin sedikit yang tau lebih baik. Jadi pelan-pelan berusaha merintis usaha baru.
Sedang berusaha mengatasi emosi yang kadang suka meledak-ledak, dan intuisi yang suka kemana-mana. Alhamdulillah karena banyak urusan jadi capek dan lupa dengan kekesalan. Kayak misalnya aku mencoba sok pengen girly ngebayangin beli kerudung pake bunga-bunga. Pas satnite keliling Jogja naik sepeda dari ujung jalan Diponegoro sampai ujung jalan Gejayan. Lumayan, hampir 10 km kali ya. Kerudung dengan bunga yang udah ditempel yang bagus harganya mahal 200 ribuan. Aku jadinya beli kerudung dengan tempelan bunga-bunga kecil tapi masih segiempat, 40 ribuan. Ternyata besoknya pas hari H gak pedhe banget, uring-uringan. Akhirnya kerudungnya tak kasihin temen seprofesi... toh aku gak bakalan make juga. Rejekinya temenku tuh. Aku sih rejekinya dapet BB... hihihi...
Suka masih iseng numpahin uneg-uneg ke e-mail seorang temen. Kalo ada luapan emosi yang agak sensi ceritanya numpahinnya ke temenku itu. Suka ngawur juga nulisnya... soalnya denger ada murid nyanyi Suwe ora jamu aku juga tulis lagunya buat pantun ke e-mailnya dia...
Suwe ora jamu, jamu godhong telo
Suwe ora ketemu, ketemu pisan ojo gelo
(Kalo gelo bahasa Sundanya artinya gila, kalo bahasa Jawa artinya kecewa... tapi pronounciationnya juga beda kok...)
Jumat, 20 April 2012
Ustad Danu bicara di acara parenting sekolahku
Acara PARENTING di sekolah tempat aku kerja ini sudah banyak menampilkan bahan tulisan untuk blogku. Pernah seperti senam untuk otak kanan, pembahasan Emotional Quotient, dan banyak lainnya lagi. Tapi kali ini di ultah Yayasan ada acara spesial yang menjadi pembicaranya adalah Ustad Danu.
Postinganku tentang ustad Danu adalah postingan paling banyak dibaca orang berkaitan dengan otak tengah. Sebagian orang berpendapat otak tengah bisa diaktifkan, sebagian lagi berpendapat itu hanya omong kosong saja. Sedangkan menurut ustad Danu pengaktifan otak tengah hanyalah ilmu yang "meragukan", bisa-bisa memanfaatkan energi negatif untuk menjadikan anak punya kemampuan ajaib kayak memilih warna dengan mata ditutup. Atau ada Ibu bisa kasih testimoni setelah anaknya diaktifkan otak tengah bisa ngeliat anggota tubuh yang sakit, misalnya batuk ada sesuatu di tenggorokan dan anak ini bisa ngebantu benda itu lepas.
Aku dikontak oleh salah satu sahabatku saat kuliah yang cerita 2 anaknya diaktifkan otak tengah, membayar mahal tapi hanya anak yang besar yang berhasil melakukan sesuatu dengan mata tertutup. Akhirnya ketahuan anak yang besar ini bisa ngeliat alam lain sebelum pengaktifan ini. Adiknya sama sekali tidak ngaruh dalam proses pengaktifan.
Menurutku pribadi, yang pernah mendapat keajaiban saat anak sulungku sempet dikatain terbelakang lalu mendapat NEM terbaik di kelasnya, semua adalah faktor Kun Fayakun. Bila Allah berkehendak semuanya mungkin. Anakku sangat tertarik untuk berenang, tanpa dipaksa dia minta diantar untuk berenang seminggu beberapa kali ditempa pelatihnya untuk mewakili sekolahnya. Alhamdulillah, yang tadinya dia lambat dalam kemampuan menulis dan membaca, saat SD disalip kemampuan adiknya yang masih TK, karena paru-paru mengembang dan syaraf menjadi aktif, mendadak IQnya meningkat drastis setelah menjadi atlit renang.
Aku pribadi, tadinya sempat bingung, tiap hari gemeteran karena diteror, rasanya sudah ada yang mau menarikku ke alam lain yang gelap, karena mencoba berusaha banyak berdzikir dan membaca Al Qur'an dan tafsir. Alhamdulillah sekarang intuisiku berupa kemampuan untuk menulis jadi muncul. Aku bisa mengambil hikmah dari kisah Nabi-Nabi dan iimplementasikan dalam masalah situasi yang aku hadapi.
Wah, ntar ditulis yah materi pembicaraan ustad Danu, siang ini. Sekarang siap-siap dulu... Di blog yang ini aja... belum pedhe nulis di blogku yang ada followernya, jarang blogwalking soalnya. Trus besok mesti pake baju Jawa... begitulah, kalo keliatan gak jelek-jelek amat, kali dipajang di FB atau Twitter. Biasa, pake baju daerah jadi canggung...
Postinganku tentang ustad Danu adalah postingan paling banyak dibaca orang berkaitan dengan otak tengah. Sebagian orang berpendapat otak tengah bisa diaktifkan, sebagian lagi berpendapat itu hanya omong kosong saja. Sedangkan menurut ustad Danu pengaktifan otak tengah hanyalah ilmu yang "meragukan", bisa-bisa memanfaatkan energi negatif untuk menjadikan anak punya kemampuan ajaib kayak memilih warna dengan mata ditutup. Atau ada Ibu bisa kasih testimoni setelah anaknya diaktifkan otak tengah bisa ngeliat anggota tubuh yang sakit, misalnya batuk ada sesuatu di tenggorokan dan anak ini bisa ngebantu benda itu lepas.
Aku dikontak oleh salah satu sahabatku saat kuliah yang cerita 2 anaknya diaktifkan otak tengah, membayar mahal tapi hanya anak yang besar yang berhasil melakukan sesuatu dengan mata tertutup. Akhirnya ketahuan anak yang besar ini bisa ngeliat alam lain sebelum pengaktifan ini. Adiknya sama sekali tidak ngaruh dalam proses pengaktifan.
Menurutku pribadi, yang pernah mendapat keajaiban saat anak sulungku sempet dikatain terbelakang lalu mendapat NEM terbaik di kelasnya, semua adalah faktor Kun Fayakun. Bila Allah berkehendak semuanya mungkin. Anakku sangat tertarik untuk berenang, tanpa dipaksa dia minta diantar untuk berenang seminggu beberapa kali ditempa pelatihnya untuk mewakili sekolahnya. Alhamdulillah, yang tadinya dia lambat dalam kemampuan menulis dan membaca, saat SD disalip kemampuan adiknya yang masih TK, karena paru-paru mengembang dan syaraf menjadi aktif, mendadak IQnya meningkat drastis setelah menjadi atlit renang.
Aku pribadi, tadinya sempat bingung, tiap hari gemeteran karena diteror, rasanya sudah ada yang mau menarikku ke alam lain yang gelap, karena mencoba berusaha banyak berdzikir dan membaca Al Qur'an dan tafsir. Alhamdulillah sekarang intuisiku berupa kemampuan untuk menulis jadi muncul. Aku bisa mengambil hikmah dari kisah Nabi-Nabi dan iimplementasikan dalam masalah situasi yang aku hadapi.
Wah, ntar ditulis yah materi pembicaraan ustad Danu, siang ini. Sekarang siap-siap dulu... Di blog yang ini aja... belum pedhe nulis di blogku yang ada followernya, jarang blogwalking soalnya. Trus besok mesti pake baju Jawa... begitulah, kalo keliatan gak jelek-jelek amat, kali dipajang di FB atau Twitter. Biasa, pake baju daerah jadi canggung...
Gak pedhe banget menjelang Kartinian
Aku nulis catatan ini di mall. Abis belanja korset... iya korset buat pake kain besok Minggu. Kenapa ya kalo menjelang Kartinian bawaannya nervous aja...
Kalo taun-taun sebelumnya persiapan untuk Kartinian asal-asalan, kali ini agak serius. Ngecilin baju dari kakak, dan kain batik tulis dari almarhumah eyang dikasih rit biar gampang makenya. Nyari kerudung pake bunga-bunga yang sudah jadi. Terus itu, nyari daleman putih tulang susah amat yah, banyakan putih banget. Setelah pake pusing, bolak-balik di Amplaz Alhamdulillah akhirnya nemu juga.
Perjuangan nyari korset juga... baru ngeh, korset yang bermerk dan berkualitas harganya mahal 200 rebuan ke atas. Malah ada yang hampir 500 rebu. Udah gitu gak ada yang didiskon lagi. Bukannya sok cari merk, tapi biarpun gak keliatan dipake (wah jujur amat ya ngomongnya), soal daleman nyarinya yang kualitas bagus dan nyaman di kulit. Nemu korset akhirnya, bukan yang mahal hanya sekitar 25 rebu. Gak tau umurnya berapa lama yang penting sukses dipake untuk saat Kartinian.
Ada e-mail masuk... nanya soal yang bener-bener bikin sensi. Nanya apa aku ini single bukan. Aku bukan hanya sekedar jomblo, tapi single fighter. Berjuang untuk memaknai hidup ini... Pernah kepleset beberapa kali sejak balik ke Jogja 2009 lalu. Merasa sangat menyesal.
Waktu aku ke suatu resort di kaki Merapi, aku dapat banyak pemahaman di situ. Aku teringat Bapakku almarhum. Saat aku dalam kesulitan, Bapak adalah yang paling support aku. Ibu dan saudara-saudaraku yang lain juga berusaha support, tapi hanya Bapak yang paling paham tentang proses hidupku, bahwa hidup hanya ujian belaka. Untuk meraih pemahaman kadang ada proses hidup yang sulit dipahami.
Bapakku seorang yang berjiwa besar, tidak banyak bicara, pemaaf, sangat mudah tersentuh untuk menolong orang dan diprioritaskan pada yang paling membutuhkan, sabar, jarang marah. Rasanya sulit untuk menemukan seseorang seperti beliau di jaman seperti ini. Kenapa aku hanya bertemu dengan laki-laki yang lebih cenderung memperturutkan hawa nafsu. Awalnya sepertinya baik, mau diskusi tentang pemahaman hidup, malah tentang agama. Akhirnya ternyata semua itu hanya kamuflase karena belakangan ketauan sikapnya yang suka nyrempet-nyerempet bahaya berkaitan denga hawa nafsu.
Banyak hal yang membuat aku tidak percaya diri akhir-akhir ini. Aku tidak percaya diri untuk berdandan. Aku juga tidak percaya diri saat ditanya tentang statusku. Tapi tentunya tidak membuatku berhenti untuk menjalani hidup. Hidup untuk mencari bekal akhirat. Menjadi seseorang lebih mandiri, tidak selalu bergantung pada orang lain. Kadang menangis juga... kayak seperti sekarang ini, malu-maluin aja, nangis sambil nulis di foodcourt mall. Tapi toh nangis gak boleh lama-lama. Besok mesti sudah bisa merasakan kasih sayang Allah lagi, anugerah Allah. Masih banyak yang bisa kita syukuri di dunia ini...
Kalo taun-taun sebelumnya persiapan untuk Kartinian asal-asalan, kali ini agak serius. Ngecilin baju dari kakak, dan kain batik tulis dari almarhumah eyang dikasih rit biar gampang makenya. Nyari kerudung pake bunga-bunga yang sudah jadi. Terus itu, nyari daleman putih tulang susah amat yah, banyakan putih banget. Setelah pake pusing, bolak-balik di Amplaz Alhamdulillah akhirnya nemu juga.
Perjuangan nyari korset juga... baru ngeh, korset yang bermerk dan berkualitas harganya mahal 200 rebuan ke atas. Malah ada yang hampir 500 rebu. Udah gitu gak ada yang didiskon lagi. Bukannya sok cari merk, tapi biarpun gak keliatan dipake (wah jujur amat ya ngomongnya), soal daleman nyarinya yang kualitas bagus dan nyaman di kulit. Nemu korset akhirnya, bukan yang mahal hanya sekitar 25 rebu. Gak tau umurnya berapa lama yang penting sukses dipake untuk saat Kartinian.
Ada e-mail masuk... nanya soal yang bener-bener bikin sensi. Nanya apa aku ini single bukan. Aku bukan hanya sekedar jomblo, tapi single fighter. Berjuang untuk memaknai hidup ini... Pernah kepleset beberapa kali sejak balik ke Jogja 2009 lalu. Merasa sangat menyesal.
Waktu aku ke suatu resort di kaki Merapi, aku dapat banyak pemahaman di situ. Aku teringat Bapakku almarhum. Saat aku dalam kesulitan, Bapak adalah yang paling support aku. Ibu dan saudara-saudaraku yang lain juga berusaha support, tapi hanya Bapak yang paling paham tentang proses hidupku, bahwa hidup hanya ujian belaka. Untuk meraih pemahaman kadang ada proses hidup yang sulit dipahami.
Bapakku seorang yang berjiwa besar, tidak banyak bicara, pemaaf, sangat mudah tersentuh untuk menolong orang dan diprioritaskan pada yang paling membutuhkan, sabar, jarang marah. Rasanya sulit untuk menemukan seseorang seperti beliau di jaman seperti ini. Kenapa aku hanya bertemu dengan laki-laki yang lebih cenderung memperturutkan hawa nafsu. Awalnya sepertinya baik, mau diskusi tentang pemahaman hidup, malah tentang agama. Akhirnya ternyata semua itu hanya kamuflase karena belakangan ketauan sikapnya yang suka nyrempet-nyerempet bahaya berkaitan denga hawa nafsu.
Banyak hal yang membuat aku tidak percaya diri akhir-akhir ini. Aku tidak percaya diri untuk berdandan. Aku juga tidak percaya diri saat ditanya tentang statusku. Tapi tentunya tidak membuatku berhenti untuk menjalani hidup. Hidup untuk mencari bekal akhirat. Menjadi seseorang lebih mandiri, tidak selalu bergantung pada orang lain. Kadang menangis juga... kayak seperti sekarang ini, malu-maluin aja, nangis sambil nulis di foodcourt mall. Tapi toh nangis gak boleh lama-lama. Besok mesti sudah bisa merasakan kasih sayang Allah lagi, anugerah Allah. Masih banyak yang bisa kita syukuri di dunia ini...
Senin, 16 April 2012
Pas-pasan
Semuanya serba kebetulan untuk hidupku yang pas-pasan. Jadi dulu abis Merapi meletus pas pengen kontak dengan sepasang anak kembar di Bogor, ada yang kasih uang jalan. Dan pas-pas yang lain kayak pas aku pengen ke Bali, ternyata temen-temen klubku ada acara di Bali, cuman bayar transport doang, acara jalan-jalan dan hotel bintang 3 ditanggung klub. Kalo mau nyebutin daftar hidupku yang pas-pasan itu bisa banyak bener, cuman aku lebih suka nulis senengnya doang, yang acara sempet panik karena perubahan acara mendadak gak perlu ditulis deh.
Waktu aku pas ultah tahun kemarin, ternyata ada seseorang kasih award ke aku di tanggal yang sama, cuman aku gak muat soalnya yang bersangkutan sedang sibuk gak sempet blogwalking dan ngabarin. Pas ultah tahun kemarin juga, Darinholic.com (padahal dia gak pernah aku kasih tau tanggal ultahku) besoknya mereview blogku. Kalimat yang dicomot dari blogku adalah "kalo Lucky Luke menembak lebih cepat dari bayangannya, aku menulis lebih cepat dari pikiranku".
Sebetulnya kalimat di kepalaku hanyalah flashback saja. Jadi waktu aku di Bogor, aku banyak belajar tentang pengalaman orang dengan indra ke-6. Di Jogja aku meluruskan pemahaman tentang kemampuan indra ke-6. Ada astral projection (aku gak bisa dan gak tertarik), ada clairyovance (masih belum kuat), bisa ngeliat aura dan gaib (apalagi ini, aku gak bisa). Aku hanya bisa menggambarkan begini, intuisiku lebih terasah, seperti Ippho yang terkenal dengan istilah otak kanannya.
Jadi di kepalaku lewat judul-judul kalimat yang mesti aku bikin artikelnya. Pemahamanku yang lama mesti aku luruskan lagi. Tapi berseliweran kalimat-kalimat masanya sudah lewat, sekarang belajarnya tentang usaha online.
Bicara soal hidup pas-pasan, pas aku sedang ingin belajar tentang situs untuk usaha online, sahabat-sahabat terbaikku bikin usaha webhosting di Jogja, dan itu belum lama. Pas aku kebayang-bayang Ka'bah ada warisan peninggalan Bapak untuk biaya haji. Pas butuh modal untuk usaha online, ada tambahan dana lagi, tidak banyak, tapi lumayan untuk usaha kecil-kecilan. Bener-bener hidupku ini pas-pasan banget ya.
Dengan otak pas-pasan, sekarang mencoba belajar lagi. Dulu gak peduli dengan link exchange, sekarang belajar bikin banner yang linknya menuju situs tertentu. Belajar sampe detil tentang usaha online. Pulang ngajar, aku kadang mampir di kantor web hosting temenku. Capek juga tapi bikin hidup serasa cepat, gak banyak mikir yang aneh-aneh lagi.
Hidup pas-pasan, otak pas-pasan, baju juga pas-pasan gak suka model aneh-aneh. Makan seadanya paling sering gado-gado, lotek atau pecel soalnya pecinta berat makanan berserat dan menghindari gorengan. Bikin usaha baru tambah berusaha pas-pasan lagi, super duper berhemat sampe lupa kapan terakhir beli baju baru (eh iya, waktu aku di Bandung soalnya dikasih sangu sama ibuku, Alhamdulillah). Termasuk lupa kapan terakhir makan mie instan.
Toh dengan kondisi pas-pasan gini selalu bersyukur. Akhirnya definisi pas-pasan emang relatif banget sih ya, hihihi... apapun yang terjadi, semoga pas aku meninggalkan dunia nanti aku dalam keadaan khusnul khotimah... aaamiiin...
Waktu aku pas ultah tahun kemarin, ternyata ada seseorang kasih award ke aku di tanggal yang sama, cuman aku gak muat soalnya yang bersangkutan sedang sibuk gak sempet blogwalking dan ngabarin. Pas ultah tahun kemarin juga, Darinholic.com (padahal dia gak pernah aku kasih tau tanggal ultahku) besoknya mereview blogku. Kalimat yang dicomot dari blogku adalah "kalo Lucky Luke menembak lebih cepat dari bayangannya, aku menulis lebih cepat dari pikiranku".
Sebetulnya kalimat di kepalaku hanyalah flashback saja. Jadi waktu aku di Bogor, aku banyak belajar tentang pengalaman orang dengan indra ke-6. Di Jogja aku meluruskan pemahaman tentang kemampuan indra ke-6. Ada astral projection (aku gak bisa dan gak tertarik), ada clairyovance (masih belum kuat), bisa ngeliat aura dan gaib (apalagi ini, aku gak bisa). Aku hanya bisa menggambarkan begini, intuisiku lebih terasah, seperti Ippho yang terkenal dengan istilah otak kanannya.
Jadi di kepalaku lewat judul-judul kalimat yang mesti aku bikin artikelnya. Pemahamanku yang lama mesti aku luruskan lagi. Tapi berseliweran kalimat-kalimat masanya sudah lewat, sekarang belajarnya tentang usaha online.
Bicara soal hidup pas-pasan, pas aku sedang ingin belajar tentang situs untuk usaha online, sahabat-sahabat terbaikku bikin usaha webhosting di Jogja, dan itu belum lama. Pas aku kebayang-bayang Ka'bah ada warisan peninggalan Bapak untuk biaya haji. Pas butuh modal untuk usaha online, ada tambahan dana lagi, tidak banyak, tapi lumayan untuk usaha kecil-kecilan. Bener-bener hidupku ini pas-pasan banget ya.
Dengan otak pas-pasan, sekarang mencoba belajar lagi. Dulu gak peduli dengan link exchange, sekarang belajar bikin banner yang linknya menuju situs tertentu. Belajar sampe detil tentang usaha online. Pulang ngajar, aku kadang mampir di kantor web hosting temenku. Capek juga tapi bikin hidup serasa cepat, gak banyak mikir yang aneh-aneh lagi.
Hidup pas-pasan, otak pas-pasan, baju juga pas-pasan gak suka model aneh-aneh. Makan seadanya paling sering gado-gado, lotek atau pecel soalnya pecinta berat makanan berserat dan menghindari gorengan. Bikin usaha baru tambah berusaha pas-pasan lagi, super duper berhemat sampe lupa kapan terakhir beli baju baru (eh iya, waktu aku di Bandung soalnya dikasih sangu sama ibuku, Alhamdulillah). Termasuk lupa kapan terakhir makan mie instan.
Toh dengan kondisi pas-pasan gini selalu bersyukur. Akhirnya definisi pas-pasan emang relatif banget sih ya, hihihi... apapun yang terjadi, semoga pas aku meninggalkan dunia nanti aku dalam keadaan khusnul khotimah... aaamiiin...
Minggu, 15 April 2012
Menenangkan batin
Aku beberapa kali upload lagu ke Youtube. Menurutku bisa menenangkan batin dan melupakan hal-hal yang tadinya ngeselin. Prosesnya panjang, dengerin lagu asli, catat teks, cari chordsnya. Mencoba nyanyiin sampai benar ketukan dan nadanya, serta penjiwaan lagunya. Ditambah belajar keybordnya, sering gagal soalnya mikirin main keyboard suara jadi gak fokus. Kalo nyanyi sambil main keyboard mesti dikuasain main keyboardnya sampai gak pake mikir lagi mainnya.
Kalo di sekolahan sedang memutar kaset pas anak-anak pulang aku jadi ingin nyanyiin. Dulu aku pernah nyoba nyanyiin lagunya Chrisye yang dinyanyikan lagi oleh Hadad Alwi judulnya Damai BersamaMu.
Setauku sih, setauku muslim sejati itu seharusnya jiwanya tenang walau banyak ujian hidup. Kalo memendam amarah karena disakiti hatinya, maka termasuk mendzalimi diri sendiri, kayak kisah Nabi Yunus 'alaihi sallam. Karena memendam amarah, saat berdakwah dilecehkan, memutuskan pergi naik kapal. Kapalnya terkena badai dan pemilik kapal memutuskan menceburkan seorang penumpang ke laut. Yang diceburkan adalah Nabi Yunus 'alaihi sallam.
Walau diceburkan ke laut tapi Nabi Yunus 'alaihi sallam masih hidup karena ditelan ikan besar. Di dalam perut ikan Nabi Yunus 'alaihi sallam berdoa
Ada lagu yang pengen aku nyanyikan tapi belum sempat yaitu lagu ciptaan Sunan Bonang yang berjudul Tombo Ati. Tadi aku ngobrol dengan sahabatku, sepakat bahwa para Wali itu melakukan Islamisasi dengan pendekatan tradisi. Suka heran dengan orang-orang yang melakukan dakwah dengan gaya Arabisasi. Soalnya suka nulis dengan mengutip Al Qur'an ada email yang nyebut aku dengan akhwat. Hmmm... soalnya aku orang Jawa lebih nyaman disebut mbak aja deh.
Lagu Tombo Ati tentunya bila benar-benar diamalkan maka bisa menentramkan hati yang sakit, namanya juga obat hati. Tidak mesti semuanya mesti dilakukan, melakukan salah satunya saja dengan sungguh-sungguh sudah bisa membuat batin menjadi lebih tenang dan semoga Allah mengabulkan doa kita.
Keinginanku banyak juga, misalnya ingin segera berangkat haji, tapi mesti bersabar karena waiting list nunggu sampe 2019. Ingin bisa punya usaha sendiri, oke, ini masih merintis dengan beberapa sahabat, semoga dilancarkan Allah. Ingin menyekolahkan anak-anakku di Jogja.
Ada lagi, aku juga berharap salah seorang teman bloggerku yang membuat lirik lagu menyatakan dia dilanda kesedihan dan sesak yang begitu dalam bisa ridho dengan takdir Allah, hatinya bisa sembuh sampai dia bisa ngomong kayak iklan obat sakit kepala "sudah lupa tuh".
Batin yang tenang dan bahagia itu karena rahmat atau kasih sayang Allah bisa sampai serta bisa dirasakan. Rahmat Allah bisa dirasakan bila mudah memaafkan kesalahan orang lain dan selalu menyambung hubungan baik silaturahmi maupun ukhuwah.
Berbeda dengan "bahagia" dalam tanda petik yang karena melanggar ajaran agama, seperti melampiaskan hawa nafsu, itu kesenangan sesaat karena terpengaruh setan. Penyesalan akan dirasakan terutama saat menjelang kematian, di alam kubur, juga di akhirat. Aku sih pilih bahagia dunia akhirat, dengan berusaha selalu bertakwa.
Dengan selalu mengingat Allah, beribadah karena Allah, membantu orang lain karena Allah, mencintai karena Allah bisa membuat batin kita selalu tenang, bahagia baik dunia maupun akhirat...
Kalo di sekolahan sedang memutar kaset pas anak-anak pulang aku jadi ingin nyanyiin. Dulu aku pernah nyoba nyanyiin lagunya Chrisye yang dinyanyikan lagi oleh Hadad Alwi judulnya Damai BersamaMu.
Setauku sih, setauku muslim sejati itu seharusnya jiwanya tenang walau banyak ujian hidup. Kalo memendam amarah karena disakiti hatinya, maka termasuk mendzalimi diri sendiri, kayak kisah Nabi Yunus 'alaihi sallam. Karena memendam amarah, saat berdakwah dilecehkan, memutuskan pergi naik kapal. Kapalnya terkena badai dan pemilik kapal memutuskan menceburkan seorang penumpang ke laut. Yang diceburkan adalah Nabi Yunus 'alaihi sallam.
Walau diceburkan ke laut tapi Nabi Yunus 'alaihi sallam masih hidup karena ditelan ikan besar. Di dalam perut ikan Nabi Yunus 'alaihi sallam berdoa
"Allahumma, la ilaha illa anta. Subhanaka, inni kuntu minazzhalimin" (ya Allah, tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh aku ini termasuk orang-orang yang zalim)
Ada lagu yang pengen aku nyanyikan tapi belum sempat yaitu lagu ciptaan Sunan Bonang yang berjudul Tombo Ati. Tadi aku ngobrol dengan sahabatku, sepakat bahwa para Wali itu melakukan Islamisasi dengan pendekatan tradisi. Suka heran dengan orang-orang yang melakukan dakwah dengan gaya Arabisasi. Soalnya suka nulis dengan mengutip Al Qur'an ada email yang nyebut aku dengan akhwat. Hmmm... soalnya aku orang Jawa lebih nyaman disebut mbak aja deh.
Lagu Tombo Ati tentunya bila benar-benar diamalkan maka bisa menentramkan hati yang sakit, namanya juga obat hati. Tidak mesti semuanya mesti dilakukan, melakukan salah satunya saja dengan sungguh-sungguh sudah bisa membuat batin menjadi lebih tenang dan semoga Allah mengabulkan doa kita.
Keinginanku banyak juga, misalnya ingin segera berangkat haji, tapi mesti bersabar karena waiting list nunggu sampe 2019. Ingin bisa punya usaha sendiri, oke, ini masih merintis dengan beberapa sahabat, semoga dilancarkan Allah. Ingin menyekolahkan anak-anakku di Jogja.
Ada lagi, aku juga berharap salah seorang teman bloggerku yang membuat lirik lagu menyatakan dia dilanda kesedihan dan sesak yang begitu dalam bisa ridho dengan takdir Allah, hatinya bisa sembuh sampai dia bisa ngomong kayak iklan obat sakit kepala "sudah lupa tuh".
Batin yang tenang dan bahagia itu karena rahmat atau kasih sayang Allah bisa sampai serta bisa dirasakan. Rahmat Allah bisa dirasakan bila mudah memaafkan kesalahan orang lain dan selalu menyambung hubungan baik silaturahmi maupun ukhuwah.
Berbeda dengan "bahagia" dalam tanda petik yang karena melanggar ajaran agama, seperti melampiaskan hawa nafsu, itu kesenangan sesaat karena terpengaruh setan. Penyesalan akan dirasakan terutama saat menjelang kematian, di alam kubur, juga di akhirat. Aku sih pilih bahagia dunia akhirat, dengan berusaha selalu bertakwa.
Dengan selalu mengingat Allah, beribadah karena Allah, membantu orang lain karena Allah, mencintai karena Allah bisa membuat batin kita selalu tenang, bahagia baik dunia maupun akhirat...
Sabtu, 14 April 2012
Keajaiban berenang
Aku punya pengalaman tentang bagaimana hobi berenang bisa merubah kecerdasan seseorang. Ada atlit renang yang tadinya asma kondisinya membaik setelah dilatih berenang secara rutin dengan tempaan pelatih renang yang cukup keras. Aku anggap ini keajaiban karena berkaitan dengan proses yang dialami oleh anakku sendiri.
Waktu hamil aku suka berenang. Berenangnya tiap hari tertentu (sekarang kolam renangnya sudah tidak ada) kalo hari Jum'at khusus untuk wanita. Hidupku mondar-mandir Jakarta Jogja. Soalnya aku merasa tidak kerasan di Jakarta. Tapi orang tuaku selalu mengantarkan aku ke Jakarta lagi. Setelah melahirkan aku ke Jakarta cukup lama, tapi lagi-lagi pilih melahirkan di Jogja.
Di Jakarta, seingatku aku tidak pernah memikirkan diri sendiri, tapi selalu memikirkan kebutuhan anak-anak yang masih kecil. Makanan yang dimasak selalu berkuah dengan sayuran, aku juga tidak pernah ingin makanan kayak yang bersantan atau yang pedas. Soalnya aku sendiri berusaha menerapkan untuk makan makanan sehat.
Kalo weekend biasanya ke kolam renang, di dekat kompleks perumahan. Kolam renang yang sama dan anak-anak tidak pernah protes. Aku pernah heran dengan salah satu temanku yang tinggal di Jakarta anak-anaknya pembosan. Tiap minggu bikin status berada di waterboom ini, minggu berikutnya ke waterboom itu, katanya untuk menyenangkan anak-anaknya dan bosan bila di waterboom yang sama tiap minggunya.
Anakku sulung saat balita mengalami keterlambatan bicara dan kurang bisa mengontrol emosi. Oleh almarhum bapakku aku sempat dinasehati supaya tidak kecewa bila anak sulungku jadi anak yang lambat sekolahnya, akan sering tidak naik kelas. Saking lambatnya kemampuan bicara pernah terapi di tumbuh kembang anak rumah sakit Fatmawati. Bayarnya tidak mahal tapi nunggunya... bisa sampai berjam-jam waktu mau dites ini itu. Dari pengecekan oleh dokter anak, THT, EEG, apalagi ya aku lupa. Tapi saat melakukan terapi bicara nunggunya gak terlalu lama.
Yang bikin hati sangat capek adalah bila orang lain atau keluarga mengamati ketidak mampuan mengontrol emosi dan menyarankan untuk diterapi. Aku buta dengan kondisi kota Jakarta, dan bapaknya anak-anak sepertinya tidak mau membantu memikirkan. Mesti kemana, gimana, Akhirnya ada teman lama yang bekerja di RS Fatmawati menyarankan untuk ke tumbuh kembang rumah sakit itu. Akhirnya dengan negoisasi cukup lama bapaknya anak-anak mau mengantarkan anak sulungku dicek di rumah sakit.
Saat anak sulungku mau masuk SD aku memutuskan tinggal di Jogja, alasannya aku hanya mau ke Jakarta lagi bila hubungan perkawinan yang tidak sehat diperbaiki dengan mengunjungi ke psikolog. Sempat ke psikolog beberapa kali, bapaknya anak-anakku tetep ngotot beranggapan bahwa dia tidak bersalah, selama memberikan nafkah materi tugasnya selesai. Sedangkan menurutku ini hubungan yang aneh, bukan miskomunikasi tapi benar-benar tidak ada komunikasi. Kalo pulang ke rumah, bapaknya anak-anak tidak mau diajak ngobrol alasannya capek. Kalo weekend, juga memilih tidur, aku pergi sendiri dengan anak-anak. Seingatku aku banyak menangis saat di Jakarta. Posisiku sepertinya lebih rendah dari pembantu rumah tangga yang masih diajak ngobrol sedangkan aku dikatain bego gak bisa apa-apa dan gak bisa ngertiin suami.
Sampai sekarang aku tidak pernah merasakan apa itu indahnya cinta dengan suami, makanya aku lebih bahagia bisa ngobrol dengan sahabat-sahabatku tentang kehidupan. Sudah tidak tertarik dengan cinta yang berbau romantis gak jelas, sepertinya di bagian hidupku yang itu aku sudah mati. Tidak masalah buatku, aku saat ini bisa lebih fokus untuk bekerja dan ibadah. Berprasangka baik sajalah, dianggap tidak normal juga tidak apa-apa, aku masih punya cinta, cinta pada hidup. Hatiku bergetar bila melihat Ka'bah, aku pengen sekali kesana. Tadi malam melihat Ka'bah di tivi swasta lokal Jogja aku menangis. Gambaran tentang Nabi Ibrahim 'alaihi sallam mengangkat batu-batuan dibantu Nabi Ismail 'alaihi sallam muncul di benakku.
Saat anakku sulung masuk SD, keterlambatan menulis dan membaca kelihatan jelas, karena disalip kemampuannya oleh adiknya yang masih TK. Tapi begitu dia terpilih menjadi atlit renang, kecerdasannya meningkat drastis. Aku sering mengantarkan berenang, bila dia dilatih bolak-balik sekian kali, aku dan adik-adiknya berenang di kolam renang dangkal. Lulus SD, anak sulungku mendapat NEM terbaik di kelasnya, nilai yang menonjol adalah Matematika, dapat angka 10.
Sekarang ini aku di Jogja saatnya untuk mengurus diri sendiri lagi, belajar mencintai diri sendiri setelah bertahun-tahun terabaikan. Dulu hidupku penuh dengan tangisan. Keajaiban setelah aku belajar mencintai hidup, menyerahkan diri pada Allah, adalah baru sadar aku punya kemampuan bisa nyambung ngobrolnya dengan teman-teman baru yang punya bakat indigo. Alhamdulillah, ngobrolnya seputar masalah spiritual, bukan seperti komunitas marjinal lain yang mengedepankan hawa nafsu.
Walaupun sempat mengalami kejadian gak enak kayak waktu blank abis balik Jogja 2009 sempat diketawain temen-temen yang gaul, dimusuhin, tapi saat ini semua hal aku menganggap itu adalah kebaikan untukku yang diberikan oleh Allah. Aku selalu berusaha husnudzon atau berprasangka baik sajalah. Berpisah dengan bapaknya anak-anakku membuatku bisa belajar mencintai diri sendiri. Bisa lebih fokus untuk mengembangkan diri terutama dalam hal spiritual. Soal bakat clairvoyance, telepati, feeling, intuisi hanyalah efek samping dari peningkatan spiritual. Kemampuan itu toh juga nyambung ngobrolnya dengan pada yang punya bakat juga.
Buatku pribadi sih, hidupku penuh dengan keajaiban. Seperti anakku yang tadinya terlambat bicara, sulit mengontrol emosi, terlambat menulis dan membaca, jadi anak dengan nilai terbaik di kelasnya. Adiknya juga, nilainya cukup menonjol di kelasnya. Tidak punya watak pemberontak ingin melakukan hal aneh-aneh (sejauh ini dari pengamatanku), teman-temannya Alhamdulillah cocoknya dengan yang tipe anak baik-baik.
Aku lebih memilih untuk mensyukuri anugerah Allah telah diberi amanat untuk melahirkan anak-anak yang cerdas. Pernah mengasuh anak ABK (anak berkebutuhan khusus) di tempat kerjaku membuatku semakin mensyukuri dikaruniai anak normal
Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan)...
Waktu hamil aku suka berenang. Berenangnya tiap hari tertentu (sekarang kolam renangnya sudah tidak ada) kalo hari Jum'at khusus untuk wanita. Hidupku mondar-mandir Jakarta Jogja. Soalnya aku merasa tidak kerasan di Jakarta. Tapi orang tuaku selalu mengantarkan aku ke Jakarta lagi. Setelah melahirkan aku ke Jakarta cukup lama, tapi lagi-lagi pilih melahirkan di Jogja.
Di Jakarta, seingatku aku tidak pernah memikirkan diri sendiri, tapi selalu memikirkan kebutuhan anak-anak yang masih kecil. Makanan yang dimasak selalu berkuah dengan sayuran, aku juga tidak pernah ingin makanan kayak yang bersantan atau yang pedas. Soalnya aku sendiri berusaha menerapkan untuk makan makanan sehat.
Kalo weekend biasanya ke kolam renang, di dekat kompleks perumahan. Kolam renang yang sama dan anak-anak tidak pernah protes. Aku pernah heran dengan salah satu temanku yang tinggal di Jakarta anak-anaknya pembosan. Tiap minggu bikin status berada di waterboom ini, minggu berikutnya ke waterboom itu, katanya untuk menyenangkan anak-anaknya dan bosan bila di waterboom yang sama tiap minggunya.
Anakku sulung saat balita mengalami keterlambatan bicara dan kurang bisa mengontrol emosi. Oleh almarhum bapakku aku sempat dinasehati supaya tidak kecewa bila anak sulungku jadi anak yang lambat sekolahnya, akan sering tidak naik kelas. Saking lambatnya kemampuan bicara pernah terapi di tumbuh kembang anak rumah sakit Fatmawati. Bayarnya tidak mahal tapi nunggunya... bisa sampai berjam-jam waktu mau dites ini itu. Dari pengecekan oleh dokter anak, THT, EEG, apalagi ya aku lupa. Tapi saat melakukan terapi bicara nunggunya gak terlalu lama.
Yang bikin hati sangat capek adalah bila orang lain atau keluarga mengamati ketidak mampuan mengontrol emosi dan menyarankan untuk diterapi. Aku buta dengan kondisi kota Jakarta, dan bapaknya anak-anak sepertinya tidak mau membantu memikirkan. Mesti kemana, gimana, Akhirnya ada teman lama yang bekerja di RS Fatmawati menyarankan untuk ke tumbuh kembang rumah sakit itu. Akhirnya dengan negoisasi cukup lama bapaknya anak-anak mau mengantarkan anak sulungku dicek di rumah sakit.
Saat anak sulungku mau masuk SD aku memutuskan tinggal di Jogja, alasannya aku hanya mau ke Jakarta lagi bila hubungan perkawinan yang tidak sehat diperbaiki dengan mengunjungi ke psikolog. Sempat ke psikolog beberapa kali, bapaknya anak-anakku tetep ngotot beranggapan bahwa dia tidak bersalah, selama memberikan nafkah materi tugasnya selesai. Sedangkan menurutku ini hubungan yang aneh, bukan miskomunikasi tapi benar-benar tidak ada komunikasi. Kalo pulang ke rumah, bapaknya anak-anak tidak mau diajak ngobrol alasannya capek. Kalo weekend, juga memilih tidur, aku pergi sendiri dengan anak-anak. Seingatku aku banyak menangis saat di Jakarta. Posisiku sepertinya lebih rendah dari pembantu rumah tangga yang masih diajak ngobrol sedangkan aku dikatain bego gak bisa apa-apa dan gak bisa ngertiin suami.
Sampai sekarang aku tidak pernah merasakan apa itu indahnya cinta dengan suami, makanya aku lebih bahagia bisa ngobrol dengan sahabat-sahabatku tentang kehidupan. Sudah tidak tertarik dengan cinta yang berbau romantis gak jelas, sepertinya di bagian hidupku yang itu aku sudah mati. Tidak masalah buatku, aku saat ini bisa lebih fokus untuk bekerja dan ibadah. Berprasangka baik sajalah, dianggap tidak normal juga tidak apa-apa, aku masih punya cinta, cinta pada hidup. Hatiku bergetar bila melihat Ka'bah, aku pengen sekali kesana. Tadi malam melihat Ka'bah di tivi swasta lokal Jogja aku menangis. Gambaran tentang Nabi Ibrahim 'alaihi sallam mengangkat batu-batuan dibantu Nabi Ismail 'alaihi sallam muncul di benakku.
Saat anakku sulung masuk SD, keterlambatan menulis dan membaca kelihatan jelas, karena disalip kemampuannya oleh adiknya yang masih TK. Tapi begitu dia terpilih menjadi atlit renang, kecerdasannya meningkat drastis. Aku sering mengantarkan berenang, bila dia dilatih bolak-balik sekian kali, aku dan adik-adiknya berenang di kolam renang dangkal. Lulus SD, anak sulungku mendapat NEM terbaik di kelasnya, nilai yang menonjol adalah Matematika, dapat angka 10.
Sekarang ini aku di Jogja saatnya untuk mengurus diri sendiri lagi, belajar mencintai diri sendiri setelah bertahun-tahun terabaikan. Dulu hidupku penuh dengan tangisan. Keajaiban setelah aku belajar mencintai hidup, menyerahkan diri pada Allah, adalah baru sadar aku punya kemampuan bisa nyambung ngobrolnya dengan teman-teman baru yang punya bakat indigo. Alhamdulillah, ngobrolnya seputar masalah spiritual, bukan seperti komunitas marjinal lain yang mengedepankan hawa nafsu.
Walaupun sempat mengalami kejadian gak enak kayak waktu blank abis balik Jogja 2009 sempat diketawain temen-temen yang gaul, dimusuhin, tapi saat ini semua hal aku menganggap itu adalah kebaikan untukku yang diberikan oleh Allah. Aku selalu berusaha husnudzon atau berprasangka baik sajalah. Berpisah dengan bapaknya anak-anakku membuatku bisa belajar mencintai diri sendiri. Bisa lebih fokus untuk mengembangkan diri terutama dalam hal spiritual. Soal bakat clairvoyance, telepati, feeling, intuisi hanyalah efek samping dari peningkatan spiritual. Kemampuan itu toh juga nyambung ngobrolnya dengan pada yang punya bakat juga.
Buatku pribadi sih, hidupku penuh dengan keajaiban. Seperti anakku yang tadinya terlambat bicara, sulit mengontrol emosi, terlambat menulis dan membaca, jadi anak dengan nilai terbaik di kelasnya. Adiknya juga, nilainya cukup menonjol di kelasnya. Tidak punya watak pemberontak ingin melakukan hal aneh-aneh (sejauh ini dari pengamatanku), teman-temannya Alhamdulillah cocoknya dengan yang tipe anak baik-baik.
Aku lebih memilih untuk mensyukuri anugerah Allah telah diberi amanat untuk melahirkan anak-anak yang cerdas. Pernah mengasuh anak ABK (anak berkebutuhan khusus) di tempat kerjaku membuatku semakin mensyukuri dikaruniai anak normal
Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan)...
Cinta atau hawa nafsu
Sempet tersesat ke blog dengan warning khusus dewasa. Soalnya aku merasa sudah dewasa tak buka juga. Walah, blognya kaum gay. Aneh rasanya membaca cerita yang kata mereka "romantis". Kaum gay ini sangat aktif dalam berhubungan. Komunitasnya sangat mengagungkan hubungan tanpa pernikahan yang mereka sebut "cinta". Ada foto sepasang laki-laki berpelukan.
Bisa begitu ya, semakin minoritas semakin kuat persaudaraan mereka termasuk saling cinta-cintaan sesama jenis. Sangat mengagungkan hawa nafsu yang mereka sebut cinta. Ternyata mereka ini juga beranggapan hal itu sangat romantis. Aku pernah membaca di suatu artikel, bahwa secara genetis kaum gay itu memang tidak normal, dipengaruhi campur tangan setan saat pertemuan sperma dan ovum. Salah satu penyebabnya adalah karena saat berhubungan, orang tuanya tidak berdoa.
Sangat menyedihkan bila ada suatu kelompok memperbolehkan perkawinan sesama jenis. Kaum dari Nabi Luth 'alaihi sallam hampir seluruhnya di satu daerah benar-benar sangat menyukai hubungan ssesama jenis ini. Suatu kenikmatan yang menular, sampai-sampai seluruh daerah terkontaminasi semua.
Akhirnya turun malaikat jibril yang menjelma menjadi laki-laki sangat tampan. Istri Nabi Luth 'alaihi sallam ternyata berkhianat, dia membocorkan cerita ada tamu berkunjung seorang pria yang sangat tampan. Para gay meminta agar menyerahkan tamu pada mereka, tidak tau pembicaraannya berkaitan dengan akan diturunkan azab ke daerah tersebut karena penduduk daerah tersebut sudah sangat biadab. Nabi Luth 'alaihi sallam berhasil keluar dari daerah tersebut yang lalu luluh lantak hancur terkena azab.
Tentunya para gay ini cenderung memilih untuk menghindar dari kisah Al Qur'an tentang azab yang menimpa Nabi Luth 'alaihi sallam ini. Menjauh dari ajaran agama Islam walaupun ktpnya bertuliskan Islam. Aku yakin di lubuk hati mereka ini mereka tau bahwa perbuatannya dilaknat agama. Tapi karena pemujaan pada hawa nafsu, apa yang mereka sebut dengan "cinta" hal itu tetap dilakukan.
Pada saatnya dunia akan kiamat, salah satu ciri-cirinya adalah banyaknya hubungan seksual yang dilakukan olah pasangan tidak sah secara agama.
Apakah cinta itu haram atau halal? Pacaran itu halal atau haram? Cinta hanyalah sekedar istilah saja, oleh orang tertentu hawa nafsu dibilang cinta. Sedang pacaran sendiri juga bisa sangat relatif, ada model cinta monyet, cuman liat dari jauh udah gemeteran (kayak aku waktu SMA dulu, beraninya ngeliat dari jauh). Kelas yang sudah dewasa model pacaran juga bisa melampiaskan hawa nafsu. Bila benar-benar ingin menjalankan ajaran Islam yang benar, untuk lebih mengenal, harusnya di tempat ramai, ada yang mendampingi tidak hanya berduaan saja. Yang salah bukan kata pacarannya, bahkan anak kecil balita saja sudah bisa ngatain anak kecil cewek dengan anak kecil cowok disebut pacaran. Mereka belajar dari tivi yang sinetronnya banyak acara cinta-cintaan remaja. Apalagi bila ditinggal orang tua kerja, dan pengasuhnya doyan banget nonton acara tivi begituan sambil ngajakin anak asuhnya.
Pendekatan secara agama pada generasi muda, (juga generasi tua sebetulnya sih) tentunya bisa menghindarkan masalah mengumbar hawa nafsu ini. Semakin banyak manusia mengumbar hawa nafsu, semakin dekat dengan hari kiamat. Semoga kita bisa terhindar dari api neraka setelah hari kiamat nanti...
Bisa begitu ya, semakin minoritas semakin kuat persaudaraan mereka termasuk saling cinta-cintaan sesama jenis. Sangat mengagungkan hawa nafsu yang mereka sebut cinta. Ternyata mereka ini juga beranggapan hal itu sangat romantis. Aku pernah membaca di suatu artikel, bahwa secara genetis kaum gay itu memang tidak normal, dipengaruhi campur tangan setan saat pertemuan sperma dan ovum. Salah satu penyebabnya adalah karena saat berhubungan, orang tuanya tidak berdoa.
Sangat menyedihkan bila ada suatu kelompok memperbolehkan perkawinan sesama jenis. Kaum dari Nabi Luth 'alaihi sallam hampir seluruhnya di satu daerah benar-benar sangat menyukai hubungan ssesama jenis ini. Suatu kenikmatan yang menular, sampai-sampai seluruh daerah terkontaminasi semua.
Akhirnya turun malaikat jibril yang menjelma menjadi laki-laki sangat tampan. Istri Nabi Luth 'alaihi sallam ternyata berkhianat, dia membocorkan cerita ada tamu berkunjung seorang pria yang sangat tampan. Para gay meminta agar menyerahkan tamu pada mereka, tidak tau pembicaraannya berkaitan dengan akan diturunkan azab ke daerah tersebut karena penduduk daerah tersebut sudah sangat biadab. Nabi Luth 'alaihi sallam berhasil keluar dari daerah tersebut yang lalu luluh lantak hancur terkena azab.
Tentunya para gay ini cenderung memilih untuk menghindar dari kisah Al Qur'an tentang azab yang menimpa Nabi Luth 'alaihi sallam ini. Menjauh dari ajaran agama Islam walaupun ktpnya bertuliskan Islam. Aku yakin di lubuk hati mereka ini mereka tau bahwa perbuatannya dilaknat agama. Tapi karena pemujaan pada hawa nafsu, apa yang mereka sebut dengan "cinta" hal itu tetap dilakukan.
Pada saatnya dunia akan kiamat, salah satu ciri-cirinya adalah banyaknya hubungan seksual yang dilakukan olah pasangan tidak sah secara agama.
Apakah cinta itu haram atau halal? Pacaran itu halal atau haram? Cinta hanyalah sekedar istilah saja, oleh orang tertentu hawa nafsu dibilang cinta. Sedang pacaran sendiri juga bisa sangat relatif, ada model cinta monyet, cuman liat dari jauh udah gemeteran (kayak aku waktu SMA dulu, beraninya ngeliat dari jauh). Kelas yang sudah dewasa model pacaran juga bisa melampiaskan hawa nafsu. Bila benar-benar ingin menjalankan ajaran Islam yang benar, untuk lebih mengenal, harusnya di tempat ramai, ada yang mendampingi tidak hanya berduaan saja. Yang salah bukan kata pacarannya, bahkan anak kecil balita saja sudah bisa ngatain anak kecil cewek dengan anak kecil cowok disebut pacaran. Mereka belajar dari tivi yang sinetronnya banyak acara cinta-cintaan remaja. Apalagi bila ditinggal orang tua kerja, dan pengasuhnya doyan banget nonton acara tivi begituan sambil ngajakin anak asuhnya.
Pendekatan secara agama pada generasi muda, (juga generasi tua sebetulnya sih) tentunya bisa menghindarkan masalah mengumbar hawa nafsu ini. Semakin banyak manusia mengumbar hawa nafsu, semakin dekat dengan hari kiamat. Semoga kita bisa terhindar dari api neraka setelah hari kiamat nanti...
Nervous dengan proyek baru
Saat memulai sesuatu yang baru, pasti ada unsur nervousnya. Aku sempat tinggal di Jakarta, lalu Bogor, kemudian balik ke Jogja tahun 2009. Waktu itu aku dalam keadaan mental sangat drop. Orang sekitarku bilang aku ngeblank.
Gara-gara Facebook, ada komunitas yang rajin reuni. Pokoknya diada-adain deh acaranya. Ultahnya si A, si B, gantian ngumpul aja. Juga rajin syawalan, buka bersama segala. Ah, itu masih euforia, sekarang udah gak rame. Aku cuman diem dengerin orang-orang ngobrol gak jelas. Penuh dengan kebingungan.
Pernah ada kejadian, aku ngeliat temenku yang punya istri jalan dengan temenku cewek, kemana-mana berdua. Aku yang baru belajar agama crita sama temenku cewek yang baru akrab dari facebook waktu itu, aku ini bego atau gimana, apa mereka udah nikah siri. Eh, temenku itu juga malah waktu ketemu nyelamatin mereka soalnya denger dari aku. Abis itu aku dimaki-maki beneran sama teman lain sahabat dari yang cewek tapi satu profesi. Supaya aku tidak memfitnah katanya...
Beneran, baru pulang ke Jogja, ngerasa bego banget jadi bulan-bulanan teman yang gaul. Dulu waktu masih sekolah orang pikir aku orangnya gaul, banyak kegiatan, banyak teman. Tapi taun 2009 aku jadi orang bego, gak percaya ngeliat teman yang suka upload foto sedang pengajian ternyata bisa TTM juga. Gak cuman satu, ternyata acara reuni bikin beberapa pasangan baru mojok. Udah bego, gak gaul, kuper... aku serasa amnesia, padahal dulu waktu sekolah dan kuliah aku jarang di rumah, keluar rumah mulu, yang main softball, yang ngeband.
Sekarang masih kuper, memutuskan menghindar dari pergaulan yang ngumpul-ngumpul gak jelas. Soalnya kalo aku mencoba nanya kok si A mojok dengan si B diketawain. Malah ada yang mau ngajarin aku mojok juga dengan dia... ealah... Sempet jadi bulan-bulanan tuh.Ada status temenku di Facebook yang nyindir cowok ini ketauan ngajak aku muter-muter malem-malem sambil gak jelas, sebetulnya sih nganterin aku pulang dari suatu acara. Abis itu langsung deh... banyak cerita yang mengisahkan aku tukang fitnah, dan gosip gak jelas lainnya. Ditambah satu deretan yang tadinya teman suka jemput aku dateng ke acara itu memblokir aku di Facebook. Beneran, aku saat itu bego, gak paham, gak gaul, kaget dengan lingkungan baru, ngeblank malah abis diteror abis-abisan oleh seseorang di Bogor. Dalam keadaan bingung dimanfaatin orang-orang yang ngaku berbaik hati mau nolong malah berniat ngemplang. Bahasa Jawanya NULUNG MENTHUNG...
Akhirnya karena kebaikan hati seorang kepala sekolah, aku diterima bekerja di situ jadi pendidik. Ada unsur nepotisme memang. Saat mengajar anak-anak 4 tahun aku sering ngeliat bayang-bayang anak kembar cewek umur 5 tahun. Kadang aku begitu capeknya jadi asisten guru. Bingung, tidak tau urutan doa dan lagu yang mesti disampaikan ke anak-anak. Butuh waktu setaun dua taun menstabilkan emosi.
Waktu ketemu teman lama, aku disarankan bikin blog di Multiply. Blog itu aku hapus soalnya isinya aku marah dengan seseorang tanpa aku samarkan namanya, keluargaku yang mengingatkan. Terus akhirnya suka baca perintah untuk membuat blog di Blogger, akhirnya aku bikin dan isinya banyak yang copas. Pertama ngeblog beruntung dapat teman yang baik dan support tentang bagaimana ngeblog yang baik.
Pertama ngeblog juga gak ngerti blas, tulisannya kacau balau. Penuh tangisan. Kalo inget geli juga, hihihi... Lama-lama mulai belajar meredam emosi di tulisan. Tapi yang paling ajaib (menurutku sih) bersliweran kata-kata gak jelas, semacam bisikan, tulis dengan judul ini. Wah, mulailah mencoba menulis semampunya rangkuman dari banyak blog. Fiuuuuh... Termasuk menulis postingan dengan judul APAKAH AKU INDIGO. Aku masuk ke komunitas-komunitas Indigo nanya, apa maksud dari kalimat-kalimat yang bersliweran di kepalaku yang sepertinya ada instruksi untuk menulis.
Beberapa teman lama mencoba mengontakku, ada yang di Surabaya aku sempet menemuinya sekalian kopdar dengan beberapa blogger, ada yang di Australia. Lalu ada admin komunitas Indigo pas datang ke Jogja mampir menemuiku. Masih belum ngeh indigo itu apa.
Lalu lama-lama mulai paham, bahkan pernah jadi narasumber dari sekelompok mahasiswa yang ingin membahas tentang Indigo. Aku tanya, darimana kok akhirnya menghubungi aku. Katanya dari tulisanku berjudul TELEPATI DENGAN SEORANG INDIGO. Abis aneh sih, kok bisa-bisanya sering kirim inbox dalam Facebook dalam waktu bersamaan. Waktu aku diwawancara aku membayangkan temenku indigo ini kira-kira menjawab apa bila ditanya seperti itu. Seperti misalnya, aku tau-tau jelasin gini "sebetulnya kita gak usah takut dengan kuntilanak atau genderuwo, soalnya mereka makhluk tidak sempurna, malah sebetulnya mereka yang takut pada manusia, apalagi manusia beriman. Kalo indigo interdimensional sih nembusnya langsung ke penguasa alam lain, misalnya penguasa Merapi atau penguasa laut selatan seperti Ratu Kidul". Jadi soal kuntilanak, genderuwo dan teman-temannya sudah gak ngaruh lagi, gak bikin takut. Padahal aku sebelum jelasin gitu aku juga gak tau, asal ngomong aja, kayak ada yang kirim telepati.
Dari 2009 sampe sekarang 2012 bener-bener taun yang sibuk... sibuk nulis, sibuk telepatian, hahaha. Juga sempet merasa sering dikirimin pesan seorang blogger yang punya bakat indigo juga masuk lewat mimpi. Tapi anehnya di dunia nyata gak mau dikontak. Sebetulnya bukan pesan tapi berhubung pernah suka chatting, terkoneksi di gelombang telepati yaitu gelombang alpha, jadi kayak bisa ngerti mikirin apa orang ini. Postingan di blog ini banyak terinspirasi dari jawaban kegelisahan blogger ini. Tapi sekarang sudah enggak lagi, soalnya aku sudah menyampaikan pesan, kamu sudah dewasa, sudah saatnya menjadi kepala keluarga. Masak jadi kepala keluarga masih suka introvert, ngurung diri, marah-marah gak jelas pada sekelompok aliran Islam yang dianggap sesat. Kalo mengaku muslim sejati mesti berani unjuk gigi, menyambung silaturahmi dan ukhuwah, dan hilangkan kebencian mengucap dengan kata-kata kasar. Semua karena muslim sejati punya akhlak yang baik tidak ada kebencian di kata-katanya dan berusaha positif baik tulisan maupun bicaranya.
Sekarang ini kegiatanku kalo siang hari aku ngajar sampe sore, malam hari aku ngantor di temenku yang punya webhosting. Capek memang, tapi aku merasa nyaman dengan semuanya, pulang dari kantor temenku biasanya sekitar jam 9 malem di daerah sekitar Malioboro, bisa langsung tidur enak. Soalnya aku menganut SEGO SEGAWE, sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe (sepeda untuk sekolah dan bekerja) yang dipopulerkan oleh petinggi kota Jogja.
Soalnya punya pekerjaan dari pagi sampai sore, Senin sampai Sabtu (setengah hari) proyek baruku agak lambat jalannya. Tapi diusahakan untuk jalan terus pelan-pelan. Khusus hari Rabu sore ada temenku yang indigo suka mampir ngajak ngobrol abis kuliah. Dia mau belajar dan ngebantu proyek baruku juga, sekalian ngobrol ngalor ngidul. Gara-gara suka keliatan aku lagi ngobrol ma dia di rumah makan atau Galeria lantai 4 aku sempet digosipin jalan sama brondong... hihihi, pengen ketawa. Biasanya sih ngebahas acara Indigo di Trans TV Sabtu malam, diliat dari pembahasan aku dan dia.
Memang iya, sepertinya aku kayak sendirian, tapi kalo lagi punya pertanyaan aku suka bayangin temanku terus mikir kira-kira dia jawab apa. Nanti dimantapin dengan ketemu langsung. Apa itu salah satu bentuk telepati aku juga gak tau...
Yah, minggu-minggu terakhir ini memang sibuk dengan proyek baru. Biasa, memulai sesuatu yang baru kadang bikin nervous, tapi ada sahabat-sahabatku yang bisa dipercaya yang selalu support. Dan tentunya minta kelancaran dan kemudahan dari Allah...
Gara-gara Facebook, ada komunitas yang rajin reuni. Pokoknya diada-adain deh acaranya. Ultahnya si A, si B, gantian ngumpul aja. Juga rajin syawalan, buka bersama segala. Ah, itu masih euforia, sekarang udah gak rame. Aku cuman diem dengerin orang-orang ngobrol gak jelas. Penuh dengan kebingungan.
Pernah ada kejadian, aku ngeliat temenku yang punya istri jalan dengan temenku cewek, kemana-mana berdua. Aku yang baru belajar agama crita sama temenku cewek yang baru akrab dari facebook waktu itu, aku ini bego atau gimana, apa mereka udah nikah siri. Eh, temenku itu juga malah waktu ketemu nyelamatin mereka soalnya denger dari aku. Abis itu aku dimaki-maki beneran sama teman lain sahabat dari yang cewek tapi satu profesi. Supaya aku tidak memfitnah katanya...
Beneran, baru pulang ke Jogja, ngerasa bego banget jadi bulan-bulanan teman yang gaul. Dulu waktu masih sekolah orang pikir aku orangnya gaul, banyak kegiatan, banyak teman. Tapi taun 2009 aku jadi orang bego, gak percaya ngeliat teman yang suka upload foto sedang pengajian ternyata bisa TTM juga. Gak cuman satu, ternyata acara reuni bikin beberapa pasangan baru mojok. Udah bego, gak gaul, kuper... aku serasa amnesia, padahal dulu waktu sekolah dan kuliah aku jarang di rumah, keluar rumah mulu, yang main softball, yang ngeband.
Sekarang masih kuper, memutuskan menghindar dari pergaulan yang ngumpul-ngumpul gak jelas. Soalnya kalo aku mencoba nanya kok si A mojok dengan si B diketawain. Malah ada yang mau ngajarin aku mojok juga dengan dia... ealah... Sempet jadi bulan-bulanan tuh.Ada status temenku di Facebook yang nyindir cowok ini ketauan ngajak aku muter-muter malem-malem sambil gak jelas, sebetulnya sih nganterin aku pulang dari suatu acara. Abis itu langsung deh... banyak cerita yang mengisahkan aku tukang fitnah, dan gosip gak jelas lainnya. Ditambah satu deretan yang tadinya teman suka jemput aku dateng ke acara itu memblokir aku di Facebook. Beneran, aku saat itu bego, gak paham, gak gaul, kaget dengan lingkungan baru, ngeblank malah abis diteror abis-abisan oleh seseorang di Bogor. Dalam keadaan bingung dimanfaatin orang-orang yang ngaku berbaik hati mau nolong malah berniat ngemplang. Bahasa Jawanya NULUNG MENTHUNG...
Akhirnya karena kebaikan hati seorang kepala sekolah, aku diterima bekerja di situ jadi pendidik. Ada unsur nepotisme memang. Saat mengajar anak-anak 4 tahun aku sering ngeliat bayang-bayang anak kembar cewek umur 5 tahun. Kadang aku begitu capeknya jadi asisten guru. Bingung, tidak tau urutan doa dan lagu yang mesti disampaikan ke anak-anak. Butuh waktu setaun dua taun menstabilkan emosi.
Waktu ketemu teman lama, aku disarankan bikin blog di Multiply. Blog itu aku hapus soalnya isinya aku marah dengan seseorang tanpa aku samarkan namanya, keluargaku yang mengingatkan. Terus akhirnya suka baca perintah untuk membuat blog di Blogger, akhirnya aku bikin dan isinya banyak yang copas. Pertama ngeblog beruntung dapat teman yang baik dan support tentang bagaimana ngeblog yang baik.
Pertama ngeblog juga gak ngerti blas, tulisannya kacau balau. Penuh tangisan. Kalo inget geli juga, hihihi... Lama-lama mulai belajar meredam emosi di tulisan. Tapi yang paling ajaib (menurutku sih) bersliweran kata-kata gak jelas, semacam bisikan, tulis dengan judul ini. Wah, mulailah mencoba menulis semampunya rangkuman dari banyak blog. Fiuuuuh... Termasuk menulis postingan dengan judul APAKAH AKU INDIGO. Aku masuk ke komunitas-komunitas Indigo nanya, apa maksud dari kalimat-kalimat yang bersliweran di kepalaku yang sepertinya ada instruksi untuk menulis.
Beberapa teman lama mencoba mengontakku, ada yang di Surabaya aku sempet menemuinya sekalian kopdar dengan beberapa blogger, ada yang di Australia. Lalu ada admin komunitas Indigo pas datang ke Jogja mampir menemuiku. Masih belum ngeh indigo itu apa.
Lalu lama-lama mulai paham, bahkan pernah jadi narasumber dari sekelompok mahasiswa yang ingin membahas tentang Indigo. Aku tanya, darimana kok akhirnya menghubungi aku. Katanya dari tulisanku berjudul TELEPATI DENGAN SEORANG INDIGO. Abis aneh sih, kok bisa-bisanya sering kirim inbox dalam Facebook dalam waktu bersamaan. Waktu aku diwawancara aku membayangkan temenku indigo ini kira-kira menjawab apa bila ditanya seperti itu. Seperti misalnya, aku tau-tau jelasin gini "sebetulnya kita gak usah takut dengan kuntilanak atau genderuwo, soalnya mereka makhluk tidak sempurna, malah sebetulnya mereka yang takut pada manusia, apalagi manusia beriman. Kalo indigo interdimensional sih nembusnya langsung ke penguasa alam lain, misalnya penguasa Merapi atau penguasa laut selatan seperti Ratu Kidul". Jadi soal kuntilanak, genderuwo dan teman-temannya sudah gak ngaruh lagi, gak bikin takut. Padahal aku sebelum jelasin gitu aku juga gak tau, asal ngomong aja, kayak ada yang kirim telepati.
Dari 2009 sampe sekarang 2012 bener-bener taun yang sibuk... sibuk nulis, sibuk telepatian, hahaha. Juga sempet merasa sering dikirimin pesan seorang blogger yang punya bakat indigo juga masuk lewat mimpi. Tapi anehnya di dunia nyata gak mau dikontak. Sebetulnya bukan pesan tapi berhubung pernah suka chatting, terkoneksi di gelombang telepati yaitu gelombang alpha, jadi kayak bisa ngerti mikirin apa orang ini. Postingan di blog ini banyak terinspirasi dari jawaban kegelisahan blogger ini. Tapi sekarang sudah enggak lagi, soalnya aku sudah menyampaikan pesan, kamu sudah dewasa, sudah saatnya menjadi kepala keluarga. Masak jadi kepala keluarga masih suka introvert, ngurung diri, marah-marah gak jelas pada sekelompok aliran Islam yang dianggap sesat. Kalo mengaku muslim sejati mesti berani unjuk gigi, menyambung silaturahmi dan ukhuwah, dan hilangkan kebencian mengucap dengan kata-kata kasar. Semua karena muslim sejati punya akhlak yang baik tidak ada kebencian di kata-katanya dan berusaha positif baik tulisan maupun bicaranya.
Sekarang ini kegiatanku kalo siang hari aku ngajar sampe sore, malam hari aku ngantor di temenku yang punya webhosting. Capek memang, tapi aku merasa nyaman dengan semuanya, pulang dari kantor temenku biasanya sekitar jam 9 malem di daerah sekitar Malioboro, bisa langsung tidur enak. Soalnya aku menganut SEGO SEGAWE, sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe (sepeda untuk sekolah dan bekerja) yang dipopulerkan oleh petinggi kota Jogja.
Soalnya punya pekerjaan dari pagi sampai sore, Senin sampai Sabtu (setengah hari) proyek baruku agak lambat jalannya. Tapi diusahakan untuk jalan terus pelan-pelan. Khusus hari Rabu sore ada temenku yang indigo suka mampir ngajak ngobrol abis kuliah. Dia mau belajar dan ngebantu proyek baruku juga, sekalian ngobrol ngalor ngidul. Gara-gara suka keliatan aku lagi ngobrol ma dia di rumah makan atau Galeria lantai 4 aku sempet digosipin jalan sama brondong... hihihi, pengen ketawa. Biasanya sih ngebahas acara Indigo di Trans TV Sabtu malam, diliat dari pembahasan aku dan dia.
Memang iya, sepertinya aku kayak sendirian, tapi kalo lagi punya pertanyaan aku suka bayangin temanku terus mikir kira-kira dia jawab apa. Nanti dimantapin dengan ketemu langsung. Apa itu salah satu bentuk telepati aku juga gak tau...
Yah, minggu-minggu terakhir ini memang sibuk dengan proyek baru. Biasa, memulai sesuatu yang baru kadang bikin nervous, tapi ada sahabat-sahabatku yang bisa dipercaya yang selalu support. Dan tentunya minta kelancaran dan kemudahan dari Allah...
Jumat, 13 April 2012
Tentang anak
Biarpun aku banyak belajar tentang memotivasi hidupku sendiri, tentunya aku pernah galau juga. Pernah capek. Tapi aku berusaha gak lama-lama memendam rasa emosi itu.
Paling sensi adalah ngebahas anak-anakku. Kalo mendengar cerita-cerita ibu lain yang cerita gimana kedekatannya dengan anaknya, aku cuman bisa bilang anak-anakku kutitipkan pada Allah.
Misalnya ini pembicaraanku dengan seseorang temanku yang mengaku pemerhati anak, mengkoleksi tabloid Nakita dan paham benar bagaimana cara mendidik anak. Sepintas pembicaraanku dengan temanku dengan sedikit perubahan tidak merubah makna.
A (Aku), T (Teman)
T : Jadi begini loh, anak yang aktif itu justru anak yang pintar. Biarpun mereka ngacak-ngacak barang itu tanda mereka pintar
A : Aku punya anak 5, mereka semua gak banyak tingkah tapi pinter kok juara kelas
T : Anak-anakmu itu pasif semua, malah gak menyenangkan
A : Mereka anak yang sopan, bila bertamu bisa duduk manis, bila ingin sesuatu mengucapkan tolong, bila sungkan bicara maaf
T : Anak-anakku aktif semua, dan aku bangga dengan mereka. Biarlah mereka mengeksplorasi lingkungan
A : Di SMS hapeku, anak-anakku selalu pake kata maaf sebelum minta sesuatu. Gak kayak SMS palsu itu kalo SMS anak-anakku pasti kalimatnya "maaf bu, minta pulsa ya"
T : menurutku anak yang pintar adalah anak yang aktif...
A : (diem)
...
Karena emosi sampai ubun-ubun, sensi banget dengan masalah ini. Akhirnya aku sampaikan ke temenku yang lain, juga pemerhati pendidikan anak.
A (Aku), K (Kawan)
A : apa iya anak pinter hanya yang aktif, waktu seminar EQ kemarin, anak sukses anak yang bisa menahan diri dari MARSHMALLOW TEST
K : anak pinter yang aktif itu adalah yang aktifnya terkontrol, bukan merusak. Sudah rahasia umum putra dari ibu T itu aktifnya merusak
...
Hal yang sangat aku syukuri adalah anak-anakku sehat, bahagia, punya teman-teman yang baik, nilai-nilai di sekolah cukup baik walau jauh dari aku. Tentunya punya keinginan untuk dekat dengan mereka, bisa mensupport mereka, apa boleh buat situasi belum sepenuhnya mendukung. Anak-anak yang sudah besar, seperti anak-anakku yang remaja, SMP atau SMA, kenyataannya menurut psikolog anak memang sudah bukan milik orang tua lagi. Mereka sudah punya teman sendiri, keinginan sendiri, selera bajunya sendiri. Berbeda bila saat balita baju dipilihkan orang tua, makan disuapin, waktu bayi ditaruh di kereta bayi, setelah agak besar ditaruh di stroller lipat, dibawa kemana-mana.
Faktor keuangan dan kesibukan kerja membuat aku jarang menengok anak-anakku. Tapi aku masih bisa bahagia melihat mereka ribut di Facebook atau Twitter dengan tingkah polahnya. Dan aku membatin... ibu sedang sekolah kehidupan anak-anakku...
Paling sensi adalah ngebahas anak-anakku. Kalo mendengar cerita-cerita ibu lain yang cerita gimana kedekatannya dengan anaknya, aku cuman bisa bilang anak-anakku kutitipkan pada Allah.
Misalnya ini pembicaraanku dengan seseorang temanku yang mengaku pemerhati anak, mengkoleksi tabloid Nakita dan paham benar bagaimana cara mendidik anak. Sepintas pembicaraanku dengan temanku dengan sedikit perubahan tidak merubah makna.
A (Aku), T (Teman)
T : Jadi begini loh, anak yang aktif itu justru anak yang pintar. Biarpun mereka ngacak-ngacak barang itu tanda mereka pintar
A : Aku punya anak 5, mereka semua gak banyak tingkah tapi pinter kok juara kelas
T : Anak-anakmu itu pasif semua, malah gak menyenangkan
A : Mereka anak yang sopan, bila bertamu bisa duduk manis, bila ingin sesuatu mengucapkan tolong, bila sungkan bicara maaf
T : Anak-anakku aktif semua, dan aku bangga dengan mereka. Biarlah mereka mengeksplorasi lingkungan
A : Di SMS hapeku, anak-anakku selalu pake kata maaf sebelum minta sesuatu. Gak kayak SMS palsu itu kalo SMS anak-anakku pasti kalimatnya "maaf bu, minta pulsa ya"
T : menurutku anak yang pintar adalah anak yang aktif...
A : (diem)
...
Karena emosi sampai ubun-ubun, sensi banget dengan masalah ini. Akhirnya aku sampaikan ke temenku yang lain, juga pemerhati pendidikan anak.
A (Aku), K (Kawan)
A : apa iya anak pinter hanya yang aktif, waktu seminar EQ kemarin, anak sukses anak yang bisa menahan diri dari MARSHMALLOW TEST
K : anak pinter yang aktif itu adalah yang aktifnya terkontrol, bukan merusak. Sudah rahasia umum putra dari ibu T itu aktifnya merusak
...
Hal yang sangat aku syukuri adalah anak-anakku sehat, bahagia, punya teman-teman yang baik, nilai-nilai di sekolah cukup baik walau jauh dari aku. Tentunya punya keinginan untuk dekat dengan mereka, bisa mensupport mereka, apa boleh buat situasi belum sepenuhnya mendukung. Anak-anak yang sudah besar, seperti anak-anakku yang remaja, SMP atau SMA, kenyataannya menurut psikolog anak memang sudah bukan milik orang tua lagi. Mereka sudah punya teman sendiri, keinginan sendiri, selera bajunya sendiri. Berbeda bila saat balita baju dipilihkan orang tua, makan disuapin, waktu bayi ditaruh di kereta bayi, setelah agak besar ditaruh di stroller lipat, dibawa kemana-mana.
Faktor keuangan dan kesibukan kerja membuat aku jarang menengok anak-anakku. Tapi aku masih bisa bahagia melihat mereka ribut di Facebook atau Twitter dengan tingkah polahnya. Dan aku membatin... ibu sedang sekolah kehidupan anak-anakku...
Kenapa ada orang yang hidupnya begitu sulit, ada yang begitu mudah
Definisi sulit dan mudah itu sangat relatif. Bila melihat kehidupan orang-orang di desa, berpakaian sederhana, bekerja keras, maka orang-orang di kota akan kelihatan mencolok. Berpakaian begitu mewah dengan baju bermerk, rambut dan kulit sangat terawat. Tapi kata temenku orang desa sekarang yang remaja sudah pintar berdandan ala kota. Liat aja para pengasuh anak (yang sering dipanggil mbak) atau baby sitter kalo pulang kampung, bawa hape terbaru, baju bermerk, dan rambut dengan sentuhan salon. Maklum, jadi guru PAUD di pusat kota Jogja, kadang suka ngeliat para mbak-mbak ini yang umurnya belasan tahun gak kalah keren dengan majikannya.
Allah sudah menetapkan derajat seseorang di akhirat, bila belum mampu mencapainya maka akan diberi ujian kesabaran. Kasus berbeda bila dibandingkan dengan Nabi Ayyub 'alaihi sallam, beliau sangat shaleh dan termasuk kekasih Allah. Kaya raya tapi tetap rajin ibadah dan sangat dermawan. Iblis sendiri yang langsung menghadap ke Allah untuk menguji Nabi Ayyub 'alaihi sallam dan dikabulkan Allah. Semua harta habis, anak kesayangan meninggal dunia, sahabat-sahabat menjauhi hanya tinggal seorang istri yang sangat perhatian. Setelah ujian berakhir, semua harta dan kesehatan dikembalikan pada Nabi Ayyub 'alaihi sallam. Salah satu kegelisahan Nabi Ayyub 'alaihi sallam adalah waktu marah pernah berjanji akan mencambuk istrinya. Akhirnya Nabi Ayyub 'alaihi sallam mencambuknya dengan jerami, hanya sekedar untuk menepati janji yang pernah diucapkannya.
Orang-orang tertentu yang hidupnya dimudahkan oleh Allah, diberi kebahagiaan pada batinnya, bisa fokus untuk mencari bekal akhirat, adalah manusia yang sungguh-sungguh mau bertaubat. Tapi ada sekelompok manusia yang ikut semacam aliran kebatinan tidak menjalankan shalat padahal agamanya Islam, juga mengaku bisa berbahagia. Pada akhirnya bila ada orang yang mengaku Islam, banyak membantu orang lain, tapi meninggalkan ibadah dengan berbagai alasan, kebahagiaannya hanya sampai di dunia saja tidak sampai akhirat.
Sedangkan orang-orang yang merasa hidupnya begitu sulit, penuh kepedihan, orang yang dicintai meninggalkan, usaha bangkrut, sampai ingin bunuh diri (dan aku pernah dalam posisi seperti itu) awalnya mesti memberanikan diri minta bantuan pada orang terdekat. Bila akhirnya memberanikan diri menyerahkan semua harta dan jiwanya kepada Allah (masuk kategori berjihad), biasanya proses yang dijalani adalah bertaubat nasuha atau bertaubat secara benar ditambah sedekah maka hidupnya akan pelan-pelan dimudahkan oleh Allah.
Yang jadi masalah adalah, dimana-mana berkeliaran setan berwujud manusia yang ingin mencari pengikut. Para bandar narkoba akan memberi paket gretongan untuk memberi kebahagiaan semu, lalu paket hemat, dan saat sudah kecanduan memberi paket mahal.
Aku sulit untuk tidak memberikan contoh selain narkoba dan hawa nafsu, karena menurutku kedua hal itu adalah kebahagiaan semu. Dulu aku sempet mau berpikir, enak banget orang yang hidup semau gue tanpa batasan, tinggal pake baju seksi, ke diskotik, mengkonsumsi ekstasi, lirik sana-lirik sini pulang nyempetin dapetin cinta satu malam. Kadang pengen tau, tapi gak berani, sekarang aku sudah gak minat blas, soalnya bisa ngerasain aura gelap penuh kemaksiatan di sana, dan membayangkan saja seperti tersedot ke jurang kehancuran.
Orang yang merasa hidupnya sulit, biasanya karena kikir. Karena kikir sedekah, kikir waktu untuk ibadah. Saat mulai belajar untuk dermawan barulah sadar, ternyata banyak pengembalian berlipat-lipat saat sedekah. Sedekah sendiri ditujukan pada apa atau siapa, bila ditujukan agar mendapat rejeki tanpa keikhlasan, rejeki dan kebahagiaannya hanya di dunia saja tidak sampai ke akhirat.
Yang aku masih heran itu, aku mencermati kasus percintaan beberapa temanku sesama blogger yang masih remaja, ada juga dewasa. Mereka memendam cinta pada lawan jenis, dan sulit pindah ke lain hati. Padahal aku pernah mengingatkan, pada mereka mereka ini rugi memikirkan orang yang tidak menghargai kita. Kenapa gak mencoba jadi POWER RANGER, berubah!!! Walau tulisan-tulisannya sepertinya inspiratif, tapi hatinya masih galau dengan namanya memendam cinta, gak cowok gak cewek. Minta pada Allah, lalu serahkan jiwa pada Allah, banyak-banyak membantu orang lain. Sudah mengingatkan seperti itu tetap saja, keliatan aura cinta terpendamnya ngetweet aja kerasa getarannya.
Jangan tanya aku tentang cinta... aku sudah teracuni kisah Ainul Mardihiyah, saat aku posting di blogku yang lain dengan judul KISAH SEORANG PEMUDA YANG BERMIMPI BERTEMU WANITA LEBIH CANTIK DARIPADA BIDADARI SURGA, AINUL MARDHIYAH. Gak kayak tulisanku di blog ini yang aku lebih suka pembacanya kurang dari 20 orang (masih ngerasa jadi curhatan gak jelas soalnya, hihihi), postingan itu trafficnya kenceng banget dengan keyword BIDADARI. Aku sering mimpi bertemu dengan orang yang menyayangiku dan tersenyum padaku sampai jantungku rontok rasanya, jadi aku memilih berjuang dengan harta dan jiwaku di jalan Allah daripada sibuk menggalau karena jadi jomblo.
Aku beranggapan wanita sholehah saat di akhirat lebih cantik daripada bidadari surga. Dari postinganku di blog lain WANITA BUMI YANG SHOLEHAH LEBIH CANTIK DARIPADA BIDADARI SURGA. Jadi wanita yang ngerasa tidak beruntung wajahnya kurang cantik, masih bisa merasakan jadi cantik saat di akhirat dengan menjadi wanita sholehah saat di bumi.
Maksud dari uneg-uneg ini adalah bila sulit dengan masalah cinta, masalah gak ngerasa cantik, gak ngerasa kaya, hidupnya serasa sulit. Di surga tidak ada hal yang sulit, semua manusia penuh cinta, hanya tertuju pada pasangannya, semua wanita cantik jelita, mau menggunakan perhiasan apa saja bisa.
Bila kesulitan hidup diterima dengan ridho, sabar, bisa mengambil hikmah dengan mensyukurinya (susah ya, kehilangan pasangan yang dicintai masih bisa nyebut "untungnya gak jadi sama dia") Insya Allah kehidupan jadi mudah. Aku masih merasa disayangi oleh banyak orang, dijauhi banyak orang juga (untungnya dijauhi, takut ikutan gosong kalo bergaul dengan tipe tukang pandai besi, bukan penjual minyak wangi). Bila kehilangan uang didoakan semoga bermanfaat bagi yang nyolong, cari lagi uangnya dengan bekerja, hati-hati menyimpannya dan disedekahkan supaya tidak hilang lagi. Aku juga pernah kehilangan uang, tapi dalam kasus ini aku pikir, setelah aku ikhlaskan, aku dapat jauh lebih banyak lagi. Dan lebih sering sedekah ikhlas supaya selain tidak hilang, juga mendapat ganti untuk dunia dan akhirat.
Kesimpulan apa nih tulisan kali ini... yang merasa sulit karena materi, mulailah bertaubat dan perbanyak sedekah. Yang merasa sulit dengan cinta, apakah cinta terpendam atau ditinggalkan, masih bisa gak menswitch jadi penuh rasa syukur, untung aku gak jadi sama dia, pasti ada skenario Allah untukku yang lebih baik...
Ini hanya pendapatku loh... setelah pernah depresi memendam cinta, menikah dengan orang tanpa cinta, lalu kehilangan anak-anak yang pernah kurawat dengan penuh cinta. Aku berusaha bertaubat, banyak bersyukur, mengambil hikmah, lalu banyak sedekah (semampuku terutama pada sahabat-sahabatku terdekat yang sangat membutuhkan). Dan rasa cinta pada kehidupan kurasakan kembali. Menurutku cinta tidak selalu pada lawan jenis, cinta juga bisa pada kehidupan. Cinta hidup memberi semangat untuk berjuang. Semua kejadian pahit atau manis aku selalu bilang "untungnya...". That's it...
Allah sudah menetapkan derajat seseorang di akhirat, bila belum mampu mencapainya maka akan diberi ujian kesabaran. Kasus berbeda bila dibandingkan dengan Nabi Ayyub 'alaihi sallam, beliau sangat shaleh dan termasuk kekasih Allah. Kaya raya tapi tetap rajin ibadah dan sangat dermawan. Iblis sendiri yang langsung menghadap ke Allah untuk menguji Nabi Ayyub 'alaihi sallam dan dikabulkan Allah. Semua harta habis, anak kesayangan meninggal dunia, sahabat-sahabat menjauhi hanya tinggal seorang istri yang sangat perhatian. Setelah ujian berakhir, semua harta dan kesehatan dikembalikan pada Nabi Ayyub 'alaihi sallam. Salah satu kegelisahan Nabi Ayyub 'alaihi sallam adalah waktu marah pernah berjanji akan mencambuk istrinya. Akhirnya Nabi Ayyub 'alaihi sallam mencambuknya dengan jerami, hanya sekedar untuk menepati janji yang pernah diucapkannya.
Orang-orang tertentu yang hidupnya dimudahkan oleh Allah, diberi kebahagiaan pada batinnya, bisa fokus untuk mencari bekal akhirat, adalah manusia yang sungguh-sungguh mau bertaubat. Tapi ada sekelompok manusia yang ikut semacam aliran kebatinan tidak menjalankan shalat padahal agamanya Islam, juga mengaku bisa berbahagia. Pada akhirnya bila ada orang yang mengaku Islam, banyak membantu orang lain, tapi meninggalkan ibadah dengan berbagai alasan, kebahagiaannya hanya sampai di dunia saja tidak sampai akhirat.
Sedangkan orang-orang yang merasa hidupnya begitu sulit, penuh kepedihan, orang yang dicintai meninggalkan, usaha bangkrut, sampai ingin bunuh diri (dan aku pernah dalam posisi seperti itu) awalnya mesti memberanikan diri minta bantuan pada orang terdekat. Bila akhirnya memberanikan diri menyerahkan semua harta dan jiwanya kepada Allah (masuk kategori berjihad), biasanya proses yang dijalani adalah bertaubat nasuha atau bertaubat secara benar ditambah sedekah maka hidupnya akan pelan-pelan dimudahkan oleh Allah.
Yang jadi masalah adalah, dimana-mana berkeliaran setan berwujud manusia yang ingin mencari pengikut. Para bandar narkoba akan memberi paket gretongan untuk memberi kebahagiaan semu, lalu paket hemat, dan saat sudah kecanduan memberi paket mahal.
Aku sulit untuk tidak memberikan contoh selain narkoba dan hawa nafsu, karena menurutku kedua hal itu adalah kebahagiaan semu. Dulu aku sempet mau berpikir, enak banget orang yang hidup semau gue tanpa batasan, tinggal pake baju seksi, ke diskotik, mengkonsumsi ekstasi, lirik sana-lirik sini pulang nyempetin dapetin cinta satu malam. Kadang pengen tau, tapi gak berani, sekarang aku sudah gak minat blas, soalnya bisa ngerasain aura gelap penuh kemaksiatan di sana, dan membayangkan saja seperti tersedot ke jurang kehancuran.
Orang yang merasa hidupnya sulit, biasanya karena kikir. Karena kikir sedekah, kikir waktu untuk ibadah. Saat mulai belajar untuk dermawan barulah sadar, ternyata banyak pengembalian berlipat-lipat saat sedekah. Sedekah sendiri ditujukan pada apa atau siapa, bila ditujukan agar mendapat rejeki tanpa keikhlasan, rejeki dan kebahagiaannya hanya di dunia saja tidak sampai ke akhirat.
Yang aku masih heran itu, aku mencermati kasus percintaan beberapa temanku sesama blogger yang masih remaja, ada juga dewasa. Mereka memendam cinta pada lawan jenis, dan sulit pindah ke lain hati. Padahal aku pernah mengingatkan, pada mereka mereka ini rugi memikirkan orang yang tidak menghargai kita. Kenapa gak mencoba jadi POWER RANGER, berubah!!! Walau tulisan-tulisannya sepertinya inspiratif, tapi hatinya masih galau dengan namanya memendam cinta, gak cowok gak cewek. Minta pada Allah, lalu serahkan jiwa pada Allah, banyak-banyak membantu orang lain. Sudah mengingatkan seperti itu tetap saja, keliatan aura cinta terpendamnya ngetweet aja kerasa getarannya.
Jangan tanya aku tentang cinta... aku sudah teracuni kisah Ainul Mardihiyah, saat aku posting di blogku yang lain dengan judul KISAH SEORANG PEMUDA YANG BERMIMPI BERTEMU WANITA LEBIH CANTIK DARIPADA BIDADARI SURGA, AINUL MARDHIYAH. Gak kayak tulisanku di blog ini yang aku lebih suka pembacanya kurang dari 20 orang (masih ngerasa jadi curhatan gak jelas soalnya, hihihi), postingan itu trafficnya kenceng banget dengan keyword BIDADARI. Aku sering mimpi bertemu dengan orang yang menyayangiku dan tersenyum padaku sampai jantungku rontok rasanya, jadi aku memilih berjuang dengan harta dan jiwaku di jalan Allah daripada sibuk menggalau karena jadi jomblo.
Aku beranggapan wanita sholehah saat di akhirat lebih cantik daripada bidadari surga. Dari postinganku di blog lain WANITA BUMI YANG SHOLEHAH LEBIH CANTIK DARIPADA BIDADARI SURGA. Jadi wanita yang ngerasa tidak beruntung wajahnya kurang cantik, masih bisa merasakan jadi cantik saat di akhirat dengan menjadi wanita sholehah saat di bumi.
Maksud dari uneg-uneg ini adalah bila sulit dengan masalah cinta, masalah gak ngerasa cantik, gak ngerasa kaya, hidupnya serasa sulit. Di surga tidak ada hal yang sulit, semua manusia penuh cinta, hanya tertuju pada pasangannya, semua wanita cantik jelita, mau menggunakan perhiasan apa saja bisa.
Bila kesulitan hidup diterima dengan ridho, sabar, bisa mengambil hikmah dengan mensyukurinya (susah ya, kehilangan pasangan yang dicintai masih bisa nyebut "untungnya gak jadi sama dia") Insya Allah kehidupan jadi mudah. Aku masih merasa disayangi oleh banyak orang, dijauhi banyak orang juga (untungnya dijauhi, takut ikutan gosong kalo bergaul dengan tipe tukang pandai besi, bukan penjual minyak wangi). Bila kehilangan uang didoakan semoga bermanfaat bagi yang nyolong, cari lagi uangnya dengan bekerja, hati-hati menyimpannya dan disedekahkan supaya tidak hilang lagi. Aku juga pernah kehilangan uang, tapi dalam kasus ini aku pikir, setelah aku ikhlaskan, aku dapat jauh lebih banyak lagi. Dan lebih sering sedekah ikhlas supaya selain tidak hilang, juga mendapat ganti untuk dunia dan akhirat.
Kesimpulan apa nih tulisan kali ini... yang merasa sulit karena materi, mulailah bertaubat dan perbanyak sedekah. Yang merasa sulit dengan cinta, apakah cinta terpendam atau ditinggalkan, masih bisa gak menswitch jadi penuh rasa syukur, untung aku gak jadi sama dia, pasti ada skenario Allah untukku yang lebih baik...
Ini hanya pendapatku loh... setelah pernah depresi memendam cinta, menikah dengan orang tanpa cinta, lalu kehilangan anak-anak yang pernah kurawat dengan penuh cinta. Aku berusaha bertaubat, banyak bersyukur, mengambil hikmah, lalu banyak sedekah (semampuku terutama pada sahabat-sahabatku terdekat yang sangat membutuhkan). Dan rasa cinta pada kehidupan kurasakan kembali. Menurutku cinta tidak selalu pada lawan jenis, cinta juga bisa pada kehidupan. Cinta hidup memberi semangat untuk berjuang. Semua kejadian pahit atau manis aku selalu bilang "untungnya...". That's it...
Kamis, 12 April 2012
Time freedom
Aku pernah ikutan seminar MLM tentang mendapatkan MONEY + TIME FREEDOM. Dulu sih ngebayangin kalo punya duit banyak, waktu luang banyak itu membuat kita bahagia. Bayangkan wanita yang hidup di kalangan sosialita, rumah besar, mobil mewah, baju bagus, mirip di sinetron-sinetron itu. Ditambah lagi punya pasangan yang cinta banget padanya. Menurutku itu pemikiran sekuler.
Kebahagiaan sejati para spiritualis versus kebahagiaan para sekuler. Orang sekuler itu suka nyomot kata-kata bijak dari para spiritualis, hanya supaya kelihatan bijak, aslinya hanya ucapan di mulut saja tidak diamalkan.
Pencapaian kebahagiaan para spiritualis dan sekuler berbeda. Bila para spiritualis suka dengan alam, ketenangan, cinta damai, para sekuler ini orang yang berani nyerempet-nyerempet bahaya. Misalnya, walau sudah tau bahaya narkoba tetep nekad nyicipin, untuk merasakan sensasi bahagia, bahagia semu tentu saja. Awalnya nyicipin, belakangan kecanduan sampai taraf yang mengerikan, entahlah aku cuman mendengar dari cerita-cerita ngeliat aja belum pernah.
Ada juga yang mencari kebahagiaan dengan memuaskan hawa nafsu dengan lawan jenis, bahkan orang yang konon rajin shalat juga banyak yang tergoda. Kok bisa supir truk itu bisa sangat SETIA, setiap tikungan ada? Karena hawa nafsu diumbar begitu saja tidak ada pagarnya. Tipe laki-laki playboy itu, kelebihannya karena punya bakat menggoda wanita, bikin wanita mabuk kepayang dengan rayuannya (apalagi kalo duitnya banyak), dengan mudahnya menaklukkan wanita-wanita untuk diajak begituan, jadi korban nafsu tanpa disadari. Salah satu rekanku guru yang calon psikolog bilang, heran, kok mau-maunya cewek-cewek itu cuman kenalan di facebook bisa sampe dihamilin. Salah siapa sebetulnya, ceweknya apa cowoknya. Ini memang dilema, si cowok bilang abis ceweknya mau aja padahal iseng dan punya pacar lain, sedangkan ceweknya bilang gak bisa pindah ke lain hati.
Money, time freedom tidak berlaku di dunia ini bagi spiritualis. Justru saat hidup di dunia ini sibuk mencari bekal akhirat sebanyak-banyaknya. Kebahagiaan para spiritualis karena rahmat atau kasih sayang Allah sampai padanya. Wajar kalo ababil itu suka galau-galau aja... tapi setelah masuk taraf pendewasaan, konon yang disebut life begins at forty, mulai nampak orang ini akan cenderung ke spiritual atau sekuler. Kata ustadzku, orang bertakwa tidak bisa abu-abu, hanya putih atau tidak. Kadang ada juga keajaiban bertaubat sungguh-sungguh di kepala lima atau seterusnya lalu mendapat hidayah, tapi kepala empat adalah patokan yang nyata. Lebih muda untuk bertaubat lebih baik. Karena bila berdakwah sejak saat usia muda, ilmu yang diberikan pada orang lain akan mengangkat derajatnya saat di akhirat.
Semua orang akan masuk neraka saat di akhirat, ada yang lama ada yang sebentar. Ada yang dirantai tubuhnya ada yang tidak karena keimanan mereka. Setelah proses penebusan dosa bagi semua orang, yang pernah berbuat kebaikan akan diberi kesempatan ke surga. Surga adalah time freedom sejati, hanya para spiritualis yang berjuang sungguh-sungguh untuk mencapai ke sana. Soal surga hanyalah ridho Allah, hanya orang yang sanggup selama hidupnya berjuang untuk mencari sebanyak-banyaknya bekal akhirat agar Allah ridho, akan mendapat tempat terbaik di sisi Allah saat di akhirat nanti.
Jadi sebetulnya dunia adalah tempat bekerja keras untuk mencari bekal akhirat, walau dilecehkan para sekuler, diiming-imingi kebahagiaan dunia, tetap tidak akan menggoyahkan. Kebahagiaan bukan dari materi tapi di dalam batin.
Kenapa sibuk untuk mewujudkan money, time freedom di dunia fana? Buatku pribadi mending sibuk mewujudkan time freedom di akhirat, termasuk mendapat pasangan sejati. Karena dunia memang sudah terlalu banyak keserakahan, kebohongan, kejahatan, penipuan. Dan spiritualis akan berusaha semampunya menghindari itu dimulai dari keluarga lalu lingkungannya. Semampunya sajalah. Bila memang penghasilannya besar, punya perusahaan, termasuk usaha mensejahterakan karyawan. Sedangkan untuk skala pemimpin, sampai pemimpin negara, pertanggung jawabannya luar biasa. Rakyat yang memberinya amanah bila banyak tidak disejahterakan, uang diselewengkan, apa jadinya di akhirat nanti.
Rasanya aku sendiri belum cukup banyak membantu orang lain, tentunya semampu kita saja tidak usah membayangkan berlebihan sampai di awang-awang. Aku lebih suka membantu sahabat-sahabat dekatku saja yang sangat membutuhkan, emang mampunya segitu. Sahabat kadang bisa lebih dekat daripada keluarga karena keturunan, karena proses persamaan pemikiran yang membuat kita bisa sangat percaya pada sahabat. Sedangkan pada saudara sendiri proses pemahaman hidup bisa berbeda-beda. Lagian di usia matang orang cenderung sibuk dengan dirinya sendiri sudah malas mendengarkan masalah orang lain. Berbeda dengan para spiritualis, masalah orang lain adalah tantangan yang untuk dipecahkan, walaupun tetap ada batasan-batasan tertentu. Bantuan hanya pada orang yang mau dibantu. Bekal akhirat dengan semua petunjuk dari Allah untuk mendapatkan time freedom di akhirat dengan banyak membantu orang lain memang perlu diseleksi.
Seminar tentang time freedom? Cari untuk saat di akhirat sajalah...
Kebahagiaan sejati para spiritualis versus kebahagiaan para sekuler. Orang sekuler itu suka nyomot kata-kata bijak dari para spiritualis, hanya supaya kelihatan bijak, aslinya hanya ucapan di mulut saja tidak diamalkan.
Pencapaian kebahagiaan para spiritualis dan sekuler berbeda. Bila para spiritualis suka dengan alam, ketenangan, cinta damai, para sekuler ini orang yang berani nyerempet-nyerempet bahaya. Misalnya, walau sudah tau bahaya narkoba tetep nekad nyicipin, untuk merasakan sensasi bahagia, bahagia semu tentu saja. Awalnya nyicipin, belakangan kecanduan sampai taraf yang mengerikan, entahlah aku cuman mendengar dari cerita-cerita ngeliat aja belum pernah.
Ada juga yang mencari kebahagiaan dengan memuaskan hawa nafsu dengan lawan jenis, bahkan orang yang konon rajin shalat juga banyak yang tergoda. Kok bisa supir truk itu bisa sangat SETIA, setiap tikungan ada? Karena hawa nafsu diumbar begitu saja tidak ada pagarnya. Tipe laki-laki playboy itu, kelebihannya karena punya bakat menggoda wanita, bikin wanita mabuk kepayang dengan rayuannya (apalagi kalo duitnya banyak), dengan mudahnya menaklukkan wanita-wanita untuk diajak begituan, jadi korban nafsu tanpa disadari. Salah satu rekanku guru yang calon psikolog bilang, heran, kok mau-maunya cewek-cewek itu cuman kenalan di facebook bisa sampe dihamilin. Salah siapa sebetulnya, ceweknya apa cowoknya. Ini memang dilema, si cowok bilang abis ceweknya mau aja padahal iseng dan punya pacar lain, sedangkan ceweknya bilang gak bisa pindah ke lain hati.
Money, time freedom tidak berlaku di dunia ini bagi spiritualis. Justru saat hidup di dunia ini sibuk mencari bekal akhirat sebanyak-banyaknya. Kebahagiaan para spiritualis karena rahmat atau kasih sayang Allah sampai padanya. Wajar kalo ababil itu suka galau-galau aja... tapi setelah masuk taraf pendewasaan, konon yang disebut life begins at forty, mulai nampak orang ini akan cenderung ke spiritual atau sekuler. Kata ustadzku, orang bertakwa tidak bisa abu-abu, hanya putih atau tidak. Kadang ada juga keajaiban bertaubat sungguh-sungguh di kepala lima atau seterusnya lalu mendapat hidayah, tapi kepala empat adalah patokan yang nyata. Lebih muda untuk bertaubat lebih baik. Karena bila berdakwah sejak saat usia muda, ilmu yang diberikan pada orang lain akan mengangkat derajatnya saat di akhirat.
Semua orang akan masuk neraka saat di akhirat, ada yang lama ada yang sebentar. Ada yang dirantai tubuhnya ada yang tidak karena keimanan mereka. Setelah proses penebusan dosa bagi semua orang, yang pernah berbuat kebaikan akan diberi kesempatan ke surga. Surga adalah time freedom sejati, hanya para spiritualis yang berjuang sungguh-sungguh untuk mencapai ke sana. Soal surga hanyalah ridho Allah, hanya orang yang sanggup selama hidupnya berjuang untuk mencari sebanyak-banyaknya bekal akhirat agar Allah ridho, akan mendapat tempat terbaik di sisi Allah saat di akhirat nanti.
Jadi sebetulnya dunia adalah tempat bekerja keras untuk mencari bekal akhirat, walau dilecehkan para sekuler, diiming-imingi kebahagiaan dunia, tetap tidak akan menggoyahkan. Kebahagiaan bukan dari materi tapi di dalam batin.
Kenapa sibuk untuk mewujudkan money, time freedom di dunia fana? Buatku pribadi mending sibuk mewujudkan time freedom di akhirat, termasuk mendapat pasangan sejati. Karena dunia memang sudah terlalu banyak keserakahan, kebohongan, kejahatan, penipuan. Dan spiritualis akan berusaha semampunya menghindari itu dimulai dari keluarga lalu lingkungannya. Semampunya sajalah. Bila memang penghasilannya besar, punya perusahaan, termasuk usaha mensejahterakan karyawan. Sedangkan untuk skala pemimpin, sampai pemimpin negara, pertanggung jawabannya luar biasa. Rakyat yang memberinya amanah bila banyak tidak disejahterakan, uang diselewengkan, apa jadinya di akhirat nanti.
Rasanya aku sendiri belum cukup banyak membantu orang lain, tentunya semampu kita saja tidak usah membayangkan berlebihan sampai di awang-awang. Aku lebih suka membantu sahabat-sahabat dekatku saja yang sangat membutuhkan, emang mampunya segitu. Sahabat kadang bisa lebih dekat daripada keluarga karena keturunan, karena proses persamaan pemikiran yang membuat kita bisa sangat percaya pada sahabat. Sedangkan pada saudara sendiri proses pemahaman hidup bisa berbeda-beda. Lagian di usia matang orang cenderung sibuk dengan dirinya sendiri sudah malas mendengarkan masalah orang lain. Berbeda dengan para spiritualis, masalah orang lain adalah tantangan yang untuk dipecahkan, walaupun tetap ada batasan-batasan tertentu. Bantuan hanya pada orang yang mau dibantu. Bekal akhirat dengan semua petunjuk dari Allah untuk mendapatkan time freedom di akhirat dengan banyak membantu orang lain memang perlu diseleksi.
Seminar tentang time freedom? Cari untuk saat di akhirat sajalah...
Rabu, 11 April 2012
Aku dan brondong
Aku emang doyan brondong jagung, biasanya beli di sunmor (sunday morning) UGM, plus air tebu. Soalnya deket lapangan softball UGM. Rasa-rasanya udah mulai nemu gaya yang enak lagi untuk lempar-lemparan dan mukul. Banyak atlit seumurku juga masih latihan untuk just for fun. Namanya hobi sudah merasuk ke bagian hidup sangat memicu adrenalin, darah mengalir lebih lancar dan otot-otot digerakkan.
Namanya gosip itu memang suka keterlaluan... tapi aku milih EGP (emang gue pikirin), yang penting kan enggak. Akhir-akhir ini aku suka ngobrol dengan beberapa teman di keluarga baru (konon suka mikir-mikir dalem buat gali sumur) tentang makna hidup untuk apa, bikin usaha bareng kecil-kecilan. Soalnya bukan tipe yang nyari untung besar dengan jalan pintas, cari rejeki yang barokah, kalo bisa ada unsur bantuin orang. Usaha sekalian mencari bekal akhirat...
Kalo di postinganku ada foto-foto lagi makan di restoran mahal, nginep di hotel berbintang, itu karena ada yang bayarin. Pokoknya pas saat genting ada aja kejadian tiba-tiba ada jalan keluar. Aslinya aku sih uang tabungan benar-benar tidak banyak, baju juga cuman itu-itu aja, kadang saking seadanya kerudung putihku aku pake di banyak kesempatan.
Gosip terakhir aku jalan sama brondong. Hihihi pengen ketawa. Padahal aku cuman janjian ketemu di rumah makan dekat rumahku (PONDOK CABE) atau GALERIA yang ada wi finya, terus dia make netbookku buat fesbukan. Yah itu, soalnya kita ada urusan berkaitan dengan proyek baru yang aku bikin, dan bener-bener cuman temenan doang. Dia masih kuliah, walau bukan blogger tapi di Google namanya rame juga, hihihi... gara-gara pernah jadi bintang tamu di salah satu acara tivi, lalu acaranya diupload di youtube.
Aku udah gak terlalu mikirin soal jalan sama siapa, soalnya suka cape deh kalo ngobrol cuman basa-basi doang. Apalagi yang dibahas cowok-cowok seumurku banyakan proyek bisnis yang suka di lebay-lebayin alias banyak boongnya biar keliatan hebat. Soalnya tujuan hidup sudah lain, aku mencari bekal akhirat, sedangkan banyak temenku untuk obsesi keliatan hebat di mata temen-temennya. Kalo aku dikatain aneh ya biarin. Bukan berarti tidak mencari kepuasan duniawi, sejauh ini hidupku pas-pasan, pokoknya kalo lagi butuh sesuatu pas ada jalan keluar... hihihi. Hidup ini perlu sangat disyukuri.
Kalo ada yang nanya, pengen terlahir sebagai apa... ya, sebagai diri sendiri aja, karena dengan cerita yang menurut teman lain jalan hidupku menghebohkan (katanya sih, menurutku enggak juga) aku belajar untuk ridho dengan takdir. Semua disyukuri, tidak hanya berserah diri, berprasangka baik, tapi juga bersahabat dengan takdir. Takdir itu dijalani dengan kebahagiaan sepenuh hati. Sedangkan nasib kita ke depan masih bisa berubah dengan ikhtiar dan do'a.
Jadi selain bersahabat dengan takdir, merasa senang atau ridho dengan hidup kita karena yakin semua untuk kebaikan kita, juga selalu ikhtiar dan berdo'a agar mendapat nasib lebih baik lagi. Itulah tujuan pemikiran muslim yang sudah matang mengharap ridho Allah dengan bertakwa dan ridho atau merasa nyaman dengan takdir...
Namanya gosip itu memang suka keterlaluan... tapi aku milih EGP (emang gue pikirin), yang penting kan enggak. Akhir-akhir ini aku suka ngobrol dengan beberapa teman di keluarga baru (konon suka mikir-mikir dalem buat gali sumur) tentang makna hidup untuk apa, bikin usaha bareng kecil-kecilan. Soalnya bukan tipe yang nyari untung besar dengan jalan pintas, cari rejeki yang barokah, kalo bisa ada unsur bantuin orang. Usaha sekalian mencari bekal akhirat...
Kalo di postinganku ada foto-foto lagi makan di restoran mahal, nginep di hotel berbintang, itu karena ada yang bayarin. Pokoknya pas saat genting ada aja kejadian tiba-tiba ada jalan keluar. Aslinya aku sih uang tabungan benar-benar tidak banyak, baju juga cuman itu-itu aja, kadang saking seadanya kerudung putihku aku pake di banyak kesempatan.
Gosip terakhir aku jalan sama brondong. Hihihi pengen ketawa. Padahal aku cuman janjian ketemu di rumah makan dekat rumahku (PONDOK CABE) atau GALERIA yang ada wi finya, terus dia make netbookku buat fesbukan. Yah itu, soalnya kita ada urusan berkaitan dengan proyek baru yang aku bikin, dan bener-bener cuman temenan doang. Dia masih kuliah, walau bukan blogger tapi di Google namanya rame juga, hihihi... gara-gara pernah jadi bintang tamu di salah satu acara tivi, lalu acaranya diupload di youtube.
Aku udah gak terlalu mikirin soal jalan sama siapa, soalnya suka cape deh kalo ngobrol cuman basa-basi doang. Apalagi yang dibahas cowok-cowok seumurku banyakan proyek bisnis yang suka di lebay-lebayin alias banyak boongnya biar keliatan hebat. Soalnya tujuan hidup sudah lain, aku mencari bekal akhirat, sedangkan banyak temenku untuk obsesi keliatan hebat di mata temen-temennya. Kalo aku dikatain aneh ya biarin. Bukan berarti tidak mencari kepuasan duniawi, sejauh ini hidupku pas-pasan, pokoknya kalo lagi butuh sesuatu pas ada jalan keluar... hihihi. Hidup ini perlu sangat disyukuri.
Kalo ada yang nanya, pengen terlahir sebagai apa... ya, sebagai diri sendiri aja, karena dengan cerita yang menurut teman lain jalan hidupku menghebohkan (katanya sih, menurutku enggak juga) aku belajar untuk ridho dengan takdir. Semua disyukuri, tidak hanya berserah diri, berprasangka baik, tapi juga bersahabat dengan takdir. Takdir itu dijalani dengan kebahagiaan sepenuh hati. Sedangkan nasib kita ke depan masih bisa berubah dengan ikhtiar dan do'a.
Jadi selain bersahabat dengan takdir, merasa senang atau ridho dengan hidup kita karena yakin semua untuk kebaikan kita, juga selalu ikhtiar dan berdo'a agar mendapat nasib lebih baik lagi. Itulah tujuan pemikiran muslim yang sudah matang mengharap ridho Allah dengan bertakwa dan ridho atau merasa nyaman dengan takdir...
Senin, 09 April 2012
Islam mengajarkan untuk bertakwa
Kata takwa berasal dari rumpun kata waqa (وَقَى), yaqi (يَقِى), wiqayah (وِقايةً), yang berarti takut, menjaga, memelihara dan melindungi. Sesuai dengan makna tersebut, maka taqwa dapat diartikan sikap memelihara keimanan yang diwujudkan dalam pengamalan ajaran agama islam secara utuh, konsisten dan selalu ditingkatkan (istiqomah). Takwa juga bisa diartikan dengan selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah.
Orang yang bertakwa telah mendapat petunjuk dari Allah yaitu Al Qur'an (supaya dipelajari dan diamalkan dalam kehidupannya). Orang yang bertakwa ciri-cirinya adalah yang beriman pada yang Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, mendirikan shalat, menunaikan zakat, membantu kerabat dan orang lain yang dalam kesempitan, sabar bila menghadapi masalah, sanggup menahan amarah, mudah memaafkan orang lain, berusaha selalu menepati janji dan selalu minta ampun pada Allah dengan segera menyadari kesalahannya.
Orang yang bertakwa supaya mengikuti aturan-aturan tentang kehidupan yang ada di Al Qur'an dalam kehidupannya, dan Allah akan memberi jalan keluar dari masalah-masalahnya. Orang yang bertakwa akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah, diampuni dosa-dosanya dan mendapat balasan dari Allah yaitu surga.
Allah berfirman
Allah berfirman
Allah berfirman
Allah berfirman
Allah berfirman
Orang yang bertakwa telah mendapat petunjuk dari Allah yaitu Al Qur'an (supaya dipelajari dan diamalkan dalam kehidupannya). Orang yang bertakwa ciri-cirinya adalah yang beriman pada yang Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, mendirikan shalat, menunaikan zakat, membantu kerabat dan orang lain yang dalam kesempitan, sabar bila menghadapi masalah, sanggup menahan amarah, mudah memaafkan orang lain, berusaha selalu menepati janji dan selalu minta ampun pada Allah dengan segera menyadari kesalahannya.
Orang yang bertakwa supaya mengikuti aturan-aturan tentang kehidupan yang ada di Al Qur'an dalam kehidupannya, dan Allah akan memberi jalan keluar dari masalah-masalahnya. Orang yang bertakwa akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah, diampuni dosa-dosanya dan mendapat balasan dari Allah yaitu surga.
Allah berfirman
ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ ﴿٢﴾ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ ﴿٣﴾ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ ﴿٤﴾ أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿٥﴾ إِ
"Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. " (QS. Al Baqarah[2] : 2-5)Allah berfirman
لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. " (QS. Al Baqarah[2] : 177)Allah berfirman
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ﴿١٣٣﴾الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ ﴿١٣٤﴾ وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ ﴿١٣٥﴾ أُولَئِكَ جَزَاؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ ﴿١٣٦﴾ قَدْ
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. " (QS. Ali Imran[3] : 133-136)Allah berfirman
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS. Ath Thalaaq[65] : 2)Allah berfirman
ذَلِكَ أَمْرُ اللَّهِ أَنزَلَهُ إِلَيْكُمْ وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا
"Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu, dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya. " (QS. Ath Thalaaq[65] : 5)
Minggu, 08 April 2012
Ajaran Islam tidak sekedar ibadah saja tapi juga mempunyai akhlak yang baik
Salah seorang temanku, dengan pemikiran Islam yang kontroversial telah banyak menyumbang inspirasi untuk blog ini. Tapi selain dia banyak sekali orang dengan pemahaman Islam macam-macam yang kukenal. Misalnya blogger yang menceramahi aku, berbuat baik itu sudah cukup tanpa perlu belajar dan menulis tentang hadits dan ayat Al Qur'an di blognya.
Kadang aku juga menulis yang aku pahami tanpa kutulis ayat apa, hadits apa, tapi Insya Allah aku bisa menyebutkan ayat mana dari Al Qur'an yang berkaitan dengan tulisanku. Karena bertentangan pemahaman untuk mengamalkan Islam aku dengan blogger satu itu, tidak heran dia memblokirku di FB dengan alasan pribadi tentu saja, sakit hati sama aku setelah sebelumnya memaki-maki aku ngatain aku menuduh blognya tidak sesuai syariat Islam. Temennya si blogger ini sih masih baik sama aku, tapi blogger itu sendiri dendamnya gak ketulungan, baca statusku dan tulisanku di FB sudah tidak mau lagi sama sekali. Soalnya dia sudah memblokir aku di FB, sudah dipastikan bila aku menulis status "mohon maaf lahir batin" dia tidak akan membaca dan meresponnya.
Jadi ingat postinganku berjudul Tidak masuk surga orang yang tak mau memaafkan si peminta maaf. Sederhana saja berkaitan dengan pemutusan hubungan silaturahmi, Islam mengajarkan untuk berusaha menyambung hubungan, tapi bila dibalas dengan kasar maka pahala yang tidak mau memaafkan diberikan pada yang berusaha meminta maaf. Biarpun rajin ibadah seperti apa juga, apa gunanya amalannya, akhirnya pahalanya defisit diberikan pada orang yang dimusuhinya. Masalah transfer-transferan pahala seperti ini masih belum dipahami orang dengan ego tinggi, dan suka mendendam. Gak sadar, menurutkan ego akan membuat pahalanya defisit dan menjerumuskan ke neraka. Jangan tanya deh, berapa teman tadinya yang suka telpon-telponan atau jalan sama aku akhirnya memblokir aku di FB... banyaaak. Berkaitan mereka yang masih berniat untuk taubat dalam wacana, jadi melihat temennya berusaha rajin shalat dalam setiap kesempatan merasa gak nyaman. Soalnya aku sekolah di sekolah umum, bukan lulusan pesantren, dan banyak temanku yang duitnya lagi banyak-banyaknya menganut hedonisme.
Bagi yang sudah ingin istiqomah memang akan berusaha taat beribadah. Salah seorang blogger temanku menurut sahabatnya mendefinisikan bahwa dia muslim yang taat karena rajin shalat di masjid, dan tulisan-tulisannya banyak tentang memakmurkan masjid. Anehnya, "blogger muslim taat" ini termasuk yang memutuskan silaturahmi sama aku. Aku minta maaf dia tidak merespon, jadi definisi Islam taat yang dipahami temannya hanya yang rajin shalat, rajin sedekah. Belum paham tentang bagaimana seorang muslim mesti mempunyai akhlak yang baik, berusaha tidak menyakiti dan mengecewakan orang lain. Aku rasa karena berbeda paham soal penampilan, dia berpendapat wanita sholehah itu mesti menggunakan baju muslimah syar'i, pake rok, kerudung lebar. Aku dianggapnya bukan wanita sholehah, karena aku masih pake celana panjang, berusaha pake baju tidak ketat, sering aku rangkap malah, dan kerudung pendek. Bila belajar dari Quraish Shihab, maka beliau menjelaskan kerudung tidak wajib tergantung lokasi daerah dan budaya. Selama wanita ini berlaku sopan, tidak berlebihan menonjolkan aurat tentunya dengan menggunakan baju yang tidak ketat, tipis dan transparan. Tulisanku ini yang membahas pendapat Quraish Shihab tentang kerudung tidak wajib banyak diprotes oleh wanita yang sudah pake kerudung, mereka beranggapan yang tidak pake kerudung tidak akan masuk surga.
Surga itu untuk siapa sih sebetulnya? Surga itu ditujukan bagi yang telah berbuat sesuatu yang Allah ridhoi. Pembunuh yang telah membunuh 100 orang, dalam usahanya hijrah ke tempat lebih baik untuk bertaubat padahal belum pernah berbuat amalan kebaikan saat meninggalnya dimasukkan surga. Pelacur yang telah bertaubat memberi minum anjing yang kehausan masuk surga. Bahkan cerita tentang Imam al Ghazali, beliau masuk surga bukan karena buku-bukunya dan kebijaksanaannya tapi karena membantu lalat yang hampir mati kecemplung ke tinta jadi bisa terbang lagi. Cerita tentang Imam al Ghazali ini dari mimpi seorang ulama. Surga itu hak prerogatif Allah, bagi siapapun yang telah melakukan hal yang Allah ridhoi. Tidak ada manusia yang berhak mengatakan bahwa dia sudah pasti masuk surga, hanya bisa dilihat dari ciri-ciri bagaimana beramal dan saat meninggalnya.
Rajin shalat sampai "jengkang jengking" (istilah Jawa yang sulit diterjemahkan, hihihi), belum menjamin seseorang masuk surga. Pak Munichi, pengisi pengajian di rumahku pernah mengatakan, kok bisa ada orang rajin shalat di masjid, dzikir lama sampe nangis, shalat sunat semua dilakukan, masih tega korupsi. Kata beliau, karena keimanannya ditinggal di masjid. Saat keluar dari masjid dia menjadi manusia yng akhlaknya kurang baik, tidak meneladani sifat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam Amanah, Fathonah, Siddiq, Tabligh. Tidak mau memahami bahwa korupsi yang dilakukannya memang membuat hidupnya makmur dengan standar bisa menyekolahkan anaknya di luar negeri misalnya, atau membelikan istrinya berlian besar, tapi lupa bahwa tindakannya menyengsarakan rakyat kecil. Pahala shalatnya bisa jadi akan dibagi-bagikan pada orang yang dirugikan, entah berapa banyak. Jadi percuma kan, shalatnya tidak jadi tabungan atau bekal akhirat. Tapi seorang teman bilang kalo shalatnya benar ditujukan pada Allah, pasti hati nuraninya bisa didengar tidak berani korupsi. Hanya Allah yang tau shalat yang dilakukan ikhlas atau tidak. Shalat yang diusahakan khusyuk dan ikhlas akan membuat orang menghindari perbuatan keji.
Islam mengajarkan tidak hanya hubungan vertikal saja yang diperbaiki, tapi juga hubungan horizontal. Hubungan vertikal yang benar, atau berusaha beribadah dengan ikhlas, akan membuat hati nurani bisikannya lebih terdengar, jadi akan selalu berusaha memperbaiki hubungan horizontal sesulit apapun.
Banyak orang sudah yang sangat menyakiti hatiku selama aku berusaha istiqomah, masih berusaha. Tapi bila ingat mereka-mereka ini memberikan pahala padaku itu membuatku merasa lebih baik. Tentunya aku tetap berusaha mengamalkan ajaran Islam yang benar. Terserah mau dikatakan sholehah atau tidak, itu juga Allah yang mengetahui isi hati manusia. Usahaku untuk belajar dan mengamalkan Islam banyak mendapatkan cobaan, tapi itu semua membuatku jadi lebih mengerti. Semua kejadian yang kita alami, kita mesti ridho, jalani sajalah. Masih belum bisa dicapai di dunia, seperti halnya pembunuh yang berusaha hijrah ke kampung yang lebih baik padahal belum punya amalan, usaha pertaubatan, memperbaiki diri, hijrah sekecil apapun pasti ada maknanya. Memang tidak mudah, tapi itulah, pengorbanan yang dilakukan karena Allah, ikhlas lilahi ta'ala selalu berusaha belajar dan mengamalkan apa saja yang Allah ridho, akan mendekatkan dengan Allah saat di akhirat nanti. Menempatkan di tempat terbaik dekat dengan Allah yaitu di surga. Insya Allah...
Kadang aku juga menulis yang aku pahami tanpa kutulis ayat apa, hadits apa, tapi Insya Allah aku bisa menyebutkan ayat mana dari Al Qur'an yang berkaitan dengan tulisanku. Karena bertentangan pemahaman untuk mengamalkan Islam aku dengan blogger satu itu, tidak heran dia memblokirku di FB dengan alasan pribadi tentu saja, sakit hati sama aku setelah sebelumnya memaki-maki aku ngatain aku menuduh blognya tidak sesuai syariat Islam. Temennya si blogger ini sih masih baik sama aku, tapi blogger itu sendiri dendamnya gak ketulungan, baca statusku dan tulisanku di FB sudah tidak mau lagi sama sekali. Soalnya dia sudah memblokir aku di FB, sudah dipastikan bila aku menulis status "mohon maaf lahir batin" dia tidak akan membaca dan meresponnya.
Jadi ingat postinganku berjudul Tidak masuk surga orang yang tak mau memaafkan si peminta maaf. Sederhana saja berkaitan dengan pemutusan hubungan silaturahmi, Islam mengajarkan untuk berusaha menyambung hubungan, tapi bila dibalas dengan kasar maka pahala yang tidak mau memaafkan diberikan pada yang berusaha meminta maaf. Biarpun rajin ibadah seperti apa juga, apa gunanya amalannya, akhirnya pahalanya defisit diberikan pada orang yang dimusuhinya. Masalah transfer-transferan pahala seperti ini masih belum dipahami orang dengan ego tinggi, dan suka mendendam. Gak sadar, menurutkan ego akan membuat pahalanya defisit dan menjerumuskan ke neraka. Jangan tanya deh, berapa teman tadinya yang suka telpon-telponan atau jalan sama aku akhirnya memblokir aku di FB... banyaaak. Berkaitan mereka yang masih berniat untuk taubat dalam wacana, jadi melihat temennya berusaha rajin shalat dalam setiap kesempatan merasa gak nyaman. Soalnya aku sekolah di sekolah umum, bukan lulusan pesantren, dan banyak temanku yang duitnya lagi banyak-banyaknya menganut hedonisme.
Bagi yang sudah ingin istiqomah memang akan berusaha taat beribadah. Salah seorang blogger temanku menurut sahabatnya mendefinisikan bahwa dia muslim yang taat karena rajin shalat di masjid, dan tulisan-tulisannya banyak tentang memakmurkan masjid. Anehnya, "blogger muslim taat" ini termasuk yang memutuskan silaturahmi sama aku. Aku minta maaf dia tidak merespon, jadi definisi Islam taat yang dipahami temannya hanya yang rajin shalat, rajin sedekah. Belum paham tentang bagaimana seorang muslim mesti mempunyai akhlak yang baik, berusaha tidak menyakiti dan mengecewakan orang lain. Aku rasa karena berbeda paham soal penampilan, dia berpendapat wanita sholehah itu mesti menggunakan baju muslimah syar'i, pake rok, kerudung lebar. Aku dianggapnya bukan wanita sholehah, karena aku masih pake celana panjang, berusaha pake baju tidak ketat, sering aku rangkap malah, dan kerudung pendek. Bila belajar dari Quraish Shihab, maka beliau menjelaskan kerudung tidak wajib tergantung lokasi daerah dan budaya. Selama wanita ini berlaku sopan, tidak berlebihan menonjolkan aurat tentunya dengan menggunakan baju yang tidak ketat, tipis dan transparan. Tulisanku ini yang membahas pendapat Quraish Shihab tentang kerudung tidak wajib banyak diprotes oleh wanita yang sudah pake kerudung, mereka beranggapan yang tidak pake kerudung tidak akan masuk surga.
Surga itu untuk siapa sih sebetulnya? Surga itu ditujukan bagi yang telah berbuat sesuatu yang Allah ridhoi. Pembunuh yang telah membunuh 100 orang, dalam usahanya hijrah ke tempat lebih baik untuk bertaubat padahal belum pernah berbuat amalan kebaikan saat meninggalnya dimasukkan surga. Pelacur yang telah bertaubat memberi minum anjing yang kehausan masuk surga. Bahkan cerita tentang Imam al Ghazali, beliau masuk surga bukan karena buku-bukunya dan kebijaksanaannya tapi karena membantu lalat yang hampir mati kecemplung ke tinta jadi bisa terbang lagi. Cerita tentang Imam al Ghazali ini dari mimpi seorang ulama. Surga itu hak prerogatif Allah, bagi siapapun yang telah melakukan hal yang Allah ridhoi. Tidak ada manusia yang berhak mengatakan bahwa dia sudah pasti masuk surga, hanya bisa dilihat dari ciri-ciri bagaimana beramal dan saat meninggalnya.
Rajin shalat sampai "jengkang jengking" (istilah Jawa yang sulit diterjemahkan, hihihi), belum menjamin seseorang masuk surga. Pak Munichi, pengisi pengajian di rumahku pernah mengatakan, kok bisa ada orang rajin shalat di masjid, dzikir lama sampe nangis, shalat sunat semua dilakukan, masih tega korupsi. Kata beliau, karena keimanannya ditinggal di masjid. Saat keluar dari masjid dia menjadi manusia yng akhlaknya kurang baik, tidak meneladani sifat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam Amanah, Fathonah, Siddiq, Tabligh. Tidak mau memahami bahwa korupsi yang dilakukannya memang membuat hidupnya makmur dengan standar bisa menyekolahkan anaknya di luar negeri misalnya, atau membelikan istrinya berlian besar, tapi lupa bahwa tindakannya menyengsarakan rakyat kecil. Pahala shalatnya bisa jadi akan dibagi-bagikan pada orang yang dirugikan, entah berapa banyak. Jadi percuma kan, shalatnya tidak jadi tabungan atau bekal akhirat. Tapi seorang teman bilang kalo shalatnya benar ditujukan pada Allah, pasti hati nuraninya bisa didengar tidak berani korupsi. Hanya Allah yang tau shalat yang dilakukan ikhlas atau tidak. Shalat yang diusahakan khusyuk dan ikhlas akan membuat orang menghindari perbuatan keji.
Islam mengajarkan tidak hanya hubungan vertikal saja yang diperbaiki, tapi juga hubungan horizontal. Hubungan vertikal yang benar, atau berusaha beribadah dengan ikhlas, akan membuat hati nurani bisikannya lebih terdengar, jadi akan selalu berusaha memperbaiki hubungan horizontal sesulit apapun.
Banyak orang sudah yang sangat menyakiti hatiku selama aku berusaha istiqomah, masih berusaha. Tapi bila ingat mereka-mereka ini memberikan pahala padaku itu membuatku merasa lebih baik. Tentunya aku tetap berusaha mengamalkan ajaran Islam yang benar. Terserah mau dikatakan sholehah atau tidak, itu juga Allah yang mengetahui isi hati manusia. Usahaku untuk belajar dan mengamalkan Islam banyak mendapatkan cobaan, tapi itu semua membuatku jadi lebih mengerti. Semua kejadian yang kita alami, kita mesti ridho, jalani sajalah. Masih belum bisa dicapai di dunia, seperti halnya pembunuh yang berusaha hijrah ke kampung yang lebih baik padahal belum punya amalan, usaha pertaubatan, memperbaiki diri, hijrah sekecil apapun pasti ada maknanya. Memang tidak mudah, tapi itulah, pengorbanan yang dilakukan karena Allah, ikhlas lilahi ta'ala selalu berusaha belajar dan mengamalkan apa saja yang Allah ridho, akan mendekatkan dengan Allah saat di akhirat nanti. Menempatkan di tempat terbaik dekat dengan Allah yaitu di surga. Insya Allah...
Kamis, 05 April 2012
Clairvoyance
Jelek-jelek gini aku lulusan FMIPA UGM jurusan Matematika program studi Ilmu Komputer. Jadi pernah berada di lingkungan yang dosennya banyak berkutat dengan riset.
Tapi bila akhirnya aku belajar tentang Islam, itu karena dorongan jiwa seorang muslim yang ingin belajar agar selamat dunia dan akhirat. Cari guru gak usah jauh-jauh, mudah saja, karena almarhum Bapak sudah merintis pengajian bapak-bapak pensiunan dosen. Belajar Islam di pengajian ini mirip kuliah, disertai catatan tertulis yang dibagikan pada peserta pengajian. Bukan ingin merendahkan ya, tapi kalo ikut pengajian ibu-ibu aku lebih sering ketiduran. Secara kuantitas pengajian ibu-ibu memang banyak, tapi secara kualitas, pengajian bapak-bapak ilmunya lebih mendalam. Pendapat pribadi loh... waktu aku di Bogor, ikut pengajian Ibu-Ibu topiknya berbobot banget, tafsir Al Qur'an per-kata, sayang belum khatam aku sudah "kabur" ke Jogja... Soalnya banyak membaca Al Qur'an di rumah Bogor bukannya bikin rumah tambah adem, mantan suami malah jadi blingsatan pernah semalaman muntah-muntah gak karuan. Cerita lama yang lucu... aku sendiri sudah lupa tentang dia, kayak bangun tidur dari mimpi buruk. Pernah ketemu lagi merasa tidak nyaman dan tidak kenal. Aneh... biarin aja... yang penting seperti ibu dan kakak-kakakku bilang aku selamat masih hidup di Jogja sampai saat ini. Dan belajar hidup lagi memulai hidup baru, yang lama... entahlah, terkubur di mana, nanti aku buka bila sudah saatnya dibutuhkan. Memori yang baik saja yang dibuka...
Pasti deh, ngalor ngidul dulu... clairvoyance adalah kemampuan melihat masa lalu dan masa datang. Biksu Budha yang kuat meditasinya mempunyai kemampuan seperti ini. Bisa melihat masa lalu dan masa yang akan datang. Ternyata kemampuan clairvoyance bisa dipelajari. Kemampuan ini berkaitan dengan cakra di tubuh. Terlalu mendetail, tepatnya aku males ngebahas... hihihi. Yang sulit adalah mesti mempunyai ketenangan tubuh ditambah menjalani hidup damai dan selalu berusaha positif. Kemarahan, dendam, kesal, benci, ditinggalkan semua. Takutnya bila ada energi negatif, kemampuan ini datangnya dari makhluk gaib yang jahat. Kemampuan para biksu ini berasal dari energi alam semesta dan mereka mendapatkannya dengan banyak meditasi dan selalu berperilaku positif.
Waktu aku diwawancarai oleh sekelompok mahasiswa berkaitan dengan tugas mereka yang memilih untuk mengambil topik indigo, walau aku masih sebagai pengamat aku mencoba menjelaskan fenomena indigo ini. Sekarang aku punya beberapa sahabat indigo yang aku kerja sama untuk membuat usaha (ntar aja ceritanya), soalnya kemampuan indigo bukan untuk diperjualbelikan. Seperti halnya jangan memperjualbelikan ayat Al Qur'an, seorang da'i harusnya tidak memasang tarif.
Mahasiswa-mahasiswa ini mengontak aku soalnya search di Google kok nyambungnya ke blogku. Tapi pertanyaannya masih mudah. Misalnya apa bedanya indra ke-6 dengan indigo. Aku jawab, indra ke-6 bisa dilatih, bisa dari transferan, paling menakutkan adalah karena orangnya tidak sadar di tubuhnya ada jin. Sedangkan indigo itu murni karena bakat dan perlu diasah.
Kenapa orang dengan bakat tidak mau disebut indigo. Aku jawab karena indigo hanyalah label, semua orang mempunyai dorongan hati apakah mau bergabung dengan teman indigo atau memilih menjadi tanpa kemampuan saja. Lingkungan sekitarlah yang akan mempengaruhi cara berpikir itu. Terserah sih, toh hidup itu adalah pilihan. Aku sendiri dari kecil sudah sering dianggap hidup di dunia sendiri akhir-akhir ini kok merasa nyaman ngobrol dengan para indigo ini. Bukan yang berkaitan dengan mistik, tapi pemahaman Islam.
Awal untuk mengamati indigo diawali dengan kejadian yang menurutku aneh. Aku terkurung di rumah saat Merapi meletus, menulis blog yang sekarang sudah aku pecah menjadi 5, 3 di blogspot 2 di wordpress. Tapi yang di wordpress jarang diupdate. Lalu mulai shock saat membaca abu Merapi tertiup sampai Bogor, dan ada 2 crop circle di Jogja. Gosip paling santer crop circle itu dibuat oleh mahasiswa Matematika FMIPA UGM, almamaterku. Suatu kebetulan yang aneh di mata aku pribadi, yang mendorongku berniat nekat menemui anak kembar perempuan berumur 6 tahun di Bogor. Kebetulan selanjutnya, rekening tabunganku saat itu kosong, uang pemberian almarhum Bapak habis untuk merenovasi rumah mantan suami plus mengisi. Mantan dapat jatah rumah, itu juga bukan atas namanya, masih nama kakaknya. Soalnya Bapakku kasian melihat kondisi rumah tidak layak, banyak bantuan dari keluargaku untuk merenovasi rumah itu menjadi lebih layak. Rumah itu lantainya diberi keramik, tempat tidur, kursi, dan kamar mandi full keramik dengan kloset duduk. Uang tabunganku sebelum ke Bogor juga habis untuk kehidupan sehari-hari di Bogor, soalnya mantan yang kerja untuk kakaknya di toko jalan protokol Bogor tidak diberi gaji yang layak, toko dalam kondisi banyak hutang penjelasannya begitu. Tapi toh gaya hidup kakak dan ibu mantan masih bermewah-mewah, aku bisa hidup layak karena bantuan keluargaku. Aku rasa ditindas model gitu, pasti Allah yang akan mengatur semuanya, karena Islam mengajarkan membantu keluarga yang kesusahan, bukan malah memanfaatkan dan morotin, apalagi memutus hubungan ibu kandung dan anaknya... pasti akan dapat teguran dari Allah, jadi biarkan saja yang penting aku masih hidup, selamat, dan memperbaiki diri menjadi muslim yang lebih baik.
Tapi setelah aku menulis di blog dengan judul "Bisikan Merapi untuk Safira dan Safitri" tau-tau aku dapat amplop beberapa ratus dolar dari sahabat keluarga khusus buat aku. Jadi aku memutuskan berangkat ke Bogor pas ada tanggal merah. Aku juga seperti mendengar Merapi bicara padaku, tidak usah ngotot untuk mengasuh Safira dan Safitri, yang penting membentuk ikatan batin. Jadi setelah pulang dari Bogor aku mengirim mereka sepasang hp, dan hp itu ternyata disimpan oleh neneknya tidak boleh dipakai.
Apa hubungan semua cerita itu dengan clairvoyance, setelah pulang dari Bogor aku menjadi lebih paham tentang indigo. Merapi tidak selalu menyampaikan pesan padaku hanya pada saat-saat genting saja pas aku kalut. Seorang temanku yang indigo bilang Merapi itu makhluk, jadi juga bisa bicara dan menyampaikan pesan di saat-saat tertentu.
Clairvoyance berhubungan dengan masa lalu dan masa yang akan datang. Setelah aku pulang dari Bogor, aku mulai bisa memahami sejarah dari keluarga di Bogor. Dimulai saat kakek Safira dan Safitri melamar neneknya. Mendapat warisan di jalan protokol kota Bogor dari pihak istri, membuat bengkel kecil dan warung makan. Kakek ini membuat pengajian rutin untuk mengajari istri dan anak-anaknya Islam yang benar, karena istrinya suka bermewah-mewah dan merasa nyaman melakukan Islam secara tradisi. Istrinya lebih suka dijaga oleh leluhur dibanding oleh Allah. Tapi usaha kakek dari Palembang ini tidak sepenuhnya berhasil karena meninggal saat anak bungsunya masih balita. Usaha bengkel kecilnya diteruskan salah satu anaknya, tapi tidak seperti ajaran kakek ini, anaknya malah menggunakan guru spiritual untuk melariskan usahanya, mendapat pemasukan sangat besar bisa membangun gedung berlantai 4. Tapi ajaran dari guru spiritual tidak sepenuhnya langgeng, saat penghasilan menurun drastis guru spiritual ini ditangisi oleh nenek supaya tidak boleh datang lagi (soalnya pemasukan tidak banyak lagi, bukan takut masalah syirik).
Nenek yang berkerudung dan rajin shalat ini, hanya suka membaca surat Yasin saat pengajian. Ajaran Islam lebih diprioritaskan ajaran leluhur. Beranggapan leluhur akan menjaga keluarganya, memberi rejeki lebih dan keselamatan dunia akhirat. Jadi aku beranggapan nenek yang punya anak lulusan sekolah guru agama ini hatinya ketutup sudah gak mau paham soal Islam yang sesuai Al Qur'an dan hadits. Karena keluarganya sangat dijaga, nenek ini bikin aturan sendiri bahwa beliau berhak menjaga dan merawat anak kandungku. Dengan alasan dari pihak ayah yang mestinya memberi nafkah. Padahal menurut Islam anak masih di bawah 7 tahun seharusnya ikut ibu kandungnya dan dibiayai ayahnya. Sekarang aku mengerti, cara berpikir mengikuti leluhur sudah begitu mengakar kuat, bahkan suaminya sudah mencoba meluruskan sulit untuk dirubah. Mengikuti ajaran leluhur bagi sekelompok orang memang bisa membuat hidup tenteram, kecukupan, tapi menurut Islam yang mengikuti Al Qur'an dan hadits ajaran leluhur lebih dari sekedar bid'ah tapi syirik apalagi bila ada jimat warisan yang mesti dijaga, yang mereka sebut dengan "pegangan".
Soal untuk melihat ke masa depan, firasat, aku memilih untuk menutup, tidak mau terobsesi. Dulu sih waktu aku masih bodoh dan bingung aku sering nanya ke mantan, kok kita diperlakukan tidak adil oleh keluargamu, kapan kita bisa hidup layak, jawabnya setelah menerawang dan berargumen panjang taun depan katanya. Sudah 4 kali taun depan tidak ada perbaikan, malah aku membuat keluargaku tambah cemas dengan sikapku yang aneh, ketawaku yang tidak wajar dan penuh dengan tekanan batin. Aku menyebut dengan ketawa palsu, bagi orang depresi bukan hanya alamat yang palsu, ketawa juga bisa gitu. Menurut Al Qur'an masa depan itu tidak untuk dilihat, yang nekat melihat akan dilempari panah api.
Waktu aku ke Borobudur minggu lalu, ternyata aku belum cukup kuat kemampuan clairvoyance untuk memahami sejarah Borobudur. Kontroversi yang menyatakan bahwa Borobudur dibangun oleh Nabi Sulaiman 'alaihi sallam aku masih belum bisa menerima. Seorang Budha, yang mempunyai kemampuan tinggi untuk memahami alam semesta menurutku itulah patung-patung yang ada di Borobudur. Tanpa memahami ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur, para biksu mampu membangun Borobudur dengan belajar dari alam.
Sampai-sampai ada yang berpendapat bahwa Borobudur adalah Masjidil Aqsa. Aku masih beranggapan Masjidil Aqsa ada di Palestina dan akan dirobohkan Yahudi ekstrimis untuk dijadikan tempat turunnya messiah, juru selamat kaum Yahudi di akhir zaman. Berbeda bila ceritanya seperti aku dengar dari Emha Ainun Najib yang bercerita di bawah Borobudur masih ada bangunan lagi, jadi para biksu hanya meneruskan bangunan peribadatan yang sudah ada sebelumnya. Ide seorang Belanda yang beranggapan ada danau luas di sekitar Borobudur mengingatkanku cerita saat Ratu Bilqis menyingkapkan rok panjang karena berpikir ada air di lantai istana Raja Sulaiman. Raja Sulaiman itu juga suka ngerjain ratu dari negeri seberang ternyata, hihihi...
Soal sejarah memang banyak misteri, aku berpendapat tidak usah dijadikan obsesi, sekedar cerita saja. Termasuk cerita indigo di Trans TV waktu menggambarkan pesawat di atas crop circle untuk membuat tanda-tanda. UFO itu tidak bisa dilihat manusia karena teknologi yang begitu tinggi, mempunyai kemampuan untuk menyamarkan bentuk asli. Lalu siapa UFO ini? Menurutku sih mereka ini manusia jaman dulu yang punya teknologi tinggi terbang ke luar angkasa lalu menengok ke bumi lagi. Kita selama ini dicekoki teori Darwin, padahal secara clairvoyance itu sama sekali gak nyambung. Manusia purba bukan manusia, masuk kelompok hewan yang menyerupai manusia. Manusia itu turun ke bumi berwujud sempurna yaitu Nabi Adam 'alaihi sallam dan Siti Hawa. Lalu pernah ada teknologi canggih di jaman dulu, jadi jangan bayangkan jaman dulu manusia tinggal di gua, peradaban sudah tinggi, malah banyak istana megah. Raja Namrudz yang jenius sampai menuhankan dirinya sendiri pernah mencoba membangun bangunan tinggi untuk mencapai surga yang diceritakan Nabi Ibrahim 'alaihi sallam. Hanya saja peradaban tinggi itu hancur karena bencana tidak bersisa.
Bukan hal yang aneh banyak visi menggambarkan 2012 ini akan banyak bencana. Soalnya manusia sudah begitu dzalim pada alam, pada sesama manusia sendiri. Dulu aku merasa didzalimi banyak orang, sekarang sudah tidak lagi. Banyak keajaiban yang bisa kita dapatkan bila selalu berdoa, selalu mengingat Allah, menyibukkan berbuat baik pada orang lain sampai melupakan hal-hal negatif yang bisa dilakukan.
Rencana ke depan aku nabung untuk umroh. Soalnya berangkat haji masih di tahun 2019, jadi aku juga mau bikin usaha kecil-kecilan sambil tetap melanjutkan pekerjaanku agar dapat tambahan penghasilan. Keajaiban muncul bila manusia mau ikhtiar, tidak hanya berdoa saja. Berangkat sendirian juga tidak masalah, aku soalnya akhir-akhir ini lebih suka sendirian, membayangkan menyusun potongan puzzle dari informasi yang aku dapatkan dari mana saja. Bahkan aku bukan kolektor buku yang baik, aku tidak punya banyak buku, baca referensi dari internet, numpang baca di toko buku dan ngobrol dengan sahabat-sahabatku.
Masih level rendah tentang kemampuan clairvoyance juga tidak apa-apa, ini sudah kelabakan dengan pekerjaanku dan pikiran-pikiran yang melintas di otakku. Hidup itu anugerah, luar biasa menakjubkan dan indahnya. Rugi kalo melewatkan hidup dengan kegalauan...
Tapi bila akhirnya aku belajar tentang Islam, itu karena dorongan jiwa seorang muslim yang ingin belajar agar selamat dunia dan akhirat. Cari guru gak usah jauh-jauh, mudah saja, karena almarhum Bapak sudah merintis pengajian bapak-bapak pensiunan dosen. Belajar Islam di pengajian ini mirip kuliah, disertai catatan tertulis yang dibagikan pada peserta pengajian. Bukan ingin merendahkan ya, tapi kalo ikut pengajian ibu-ibu aku lebih sering ketiduran. Secara kuantitas pengajian ibu-ibu memang banyak, tapi secara kualitas, pengajian bapak-bapak ilmunya lebih mendalam. Pendapat pribadi loh... waktu aku di Bogor, ikut pengajian Ibu-Ibu topiknya berbobot banget, tafsir Al Qur'an per-kata, sayang belum khatam aku sudah "kabur" ke Jogja... Soalnya banyak membaca Al Qur'an di rumah Bogor bukannya bikin rumah tambah adem, mantan suami malah jadi blingsatan pernah semalaman muntah-muntah gak karuan. Cerita lama yang lucu... aku sendiri sudah lupa tentang dia, kayak bangun tidur dari mimpi buruk. Pernah ketemu lagi merasa tidak nyaman dan tidak kenal. Aneh... biarin aja... yang penting seperti ibu dan kakak-kakakku bilang aku selamat masih hidup di Jogja sampai saat ini. Dan belajar hidup lagi memulai hidup baru, yang lama... entahlah, terkubur di mana, nanti aku buka bila sudah saatnya dibutuhkan. Memori yang baik saja yang dibuka...
Pasti deh, ngalor ngidul dulu... clairvoyance adalah kemampuan melihat masa lalu dan masa datang. Biksu Budha yang kuat meditasinya mempunyai kemampuan seperti ini. Bisa melihat masa lalu dan masa yang akan datang. Ternyata kemampuan clairvoyance bisa dipelajari. Kemampuan ini berkaitan dengan cakra di tubuh. Terlalu mendetail, tepatnya aku males ngebahas... hihihi. Yang sulit adalah mesti mempunyai ketenangan tubuh ditambah menjalani hidup damai dan selalu berusaha positif. Kemarahan, dendam, kesal, benci, ditinggalkan semua. Takutnya bila ada energi negatif, kemampuan ini datangnya dari makhluk gaib yang jahat. Kemampuan para biksu ini berasal dari energi alam semesta dan mereka mendapatkannya dengan banyak meditasi dan selalu berperilaku positif.
Waktu aku diwawancarai oleh sekelompok mahasiswa berkaitan dengan tugas mereka yang memilih untuk mengambil topik indigo, walau aku masih sebagai pengamat aku mencoba menjelaskan fenomena indigo ini. Sekarang aku punya beberapa sahabat indigo yang aku kerja sama untuk membuat usaha (ntar aja ceritanya), soalnya kemampuan indigo bukan untuk diperjualbelikan. Seperti halnya jangan memperjualbelikan ayat Al Qur'an, seorang da'i harusnya tidak memasang tarif.
Mahasiswa-mahasiswa ini mengontak aku soalnya search di Google kok nyambungnya ke blogku. Tapi pertanyaannya masih mudah. Misalnya apa bedanya indra ke-6 dengan indigo. Aku jawab, indra ke-6 bisa dilatih, bisa dari transferan, paling menakutkan adalah karena orangnya tidak sadar di tubuhnya ada jin. Sedangkan indigo itu murni karena bakat dan perlu diasah.
Kenapa orang dengan bakat tidak mau disebut indigo. Aku jawab karena indigo hanyalah label, semua orang mempunyai dorongan hati apakah mau bergabung dengan teman indigo atau memilih menjadi tanpa kemampuan saja. Lingkungan sekitarlah yang akan mempengaruhi cara berpikir itu. Terserah sih, toh hidup itu adalah pilihan. Aku sendiri dari kecil sudah sering dianggap hidup di dunia sendiri akhir-akhir ini kok merasa nyaman ngobrol dengan para indigo ini. Bukan yang berkaitan dengan mistik, tapi pemahaman Islam.
Awal untuk mengamati indigo diawali dengan kejadian yang menurutku aneh. Aku terkurung di rumah saat Merapi meletus, menulis blog yang sekarang sudah aku pecah menjadi 5, 3 di blogspot 2 di wordpress. Tapi yang di wordpress jarang diupdate. Lalu mulai shock saat membaca abu Merapi tertiup sampai Bogor, dan ada 2 crop circle di Jogja. Gosip paling santer crop circle itu dibuat oleh mahasiswa Matematika FMIPA UGM, almamaterku. Suatu kebetulan yang aneh di mata aku pribadi, yang mendorongku berniat nekat menemui anak kembar perempuan berumur 6 tahun di Bogor. Kebetulan selanjutnya, rekening tabunganku saat itu kosong, uang pemberian almarhum Bapak habis untuk merenovasi rumah mantan suami plus mengisi. Mantan dapat jatah rumah, itu juga bukan atas namanya, masih nama kakaknya. Soalnya Bapakku kasian melihat kondisi rumah tidak layak, banyak bantuan dari keluargaku untuk merenovasi rumah itu menjadi lebih layak. Rumah itu lantainya diberi keramik, tempat tidur, kursi, dan kamar mandi full keramik dengan kloset duduk. Uang tabunganku sebelum ke Bogor juga habis untuk kehidupan sehari-hari di Bogor, soalnya mantan yang kerja untuk kakaknya di toko jalan protokol Bogor tidak diberi gaji yang layak, toko dalam kondisi banyak hutang penjelasannya begitu. Tapi toh gaya hidup kakak dan ibu mantan masih bermewah-mewah, aku bisa hidup layak karena bantuan keluargaku. Aku rasa ditindas model gitu, pasti Allah yang akan mengatur semuanya, karena Islam mengajarkan membantu keluarga yang kesusahan, bukan malah memanfaatkan dan morotin, apalagi memutus hubungan ibu kandung dan anaknya... pasti akan dapat teguran dari Allah, jadi biarkan saja yang penting aku masih hidup, selamat, dan memperbaiki diri menjadi muslim yang lebih baik.
Tapi setelah aku menulis di blog dengan judul "Bisikan Merapi untuk Safira dan Safitri" tau-tau aku dapat amplop beberapa ratus dolar dari sahabat keluarga khusus buat aku. Jadi aku memutuskan berangkat ke Bogor pas ada tanggal merah. Aku juga seperti mendengar Merapi bicara padaku, tidak usah ngotot untuk mengasuh Safira dan Safitri, yang penting membentuk ikatan batin. Jadi setelah pulang dari Bogor aku mengirim mereka sepasang hp, dan hp itu ternyata disimpan oleh neneknya tidak boleh dipakai.
Apa hubungan semua cerita itu dengan clairvoyance, setelah pulang dari Bogor aku menjadi lebih paham tentang indigo. Merapi tidak selalu menyampaikan pesan padaku hanya pada saat-saat genting saja pas aku kalut. Seorang temanku yang indigo bilang Merapi itu makhluk, jadi juga bisa bicara dan menyampaikan pesan di saat-saat tertentu.
Clairvoyance berhubungan dengan masa lalu dan masa yang akan datang. Setelah aku pulang dari Bogor, aku mulai bisa memahami sejarah dari keluarga di Bogor. Dimulai saat kakek Safira dan Safitri melamar neneknya. Mendapat warisan di jalan protokol kota Bogor dari pihak istri, membuat bengkel kecil dan warung makan. Kakek ini membuat pengajian rutin untuk mengajari istri dan anak-anaknya Islam yang benar, karena istrinya suka bermewah-mewah dan merasa nyaman melakukan Islam secara tradisi. Istrinya lebih suka dijaga oleh leluhur dibanding oleh Allah. Tapi usaha kakek dari Palembang ini tidak sepenuhnya berhasil karena meninggal saat anak bungsunya masih balita. Usaha bengkel kecilnya diteruskan salah satu anaknya, tapi tidak seperti ajaran kakek ini, anaknya malah menggunakan guru spiritual untuk melariskan usahanya, mendapat pemasukan sangat besar bisa membangun gedung berlantai 4. Tapi ajaran dari guru spiritual tidak sepenuhnya langgeng, saat penghasilan menurun drastis guru spiritual ini ditangisi oleh nenek supaya tidak boleh datang lagi (soalnya pemasukan tidak banyak lagi, bukan takut masalah syirik).
Nenek yang berkerudung dan rajin shalat ini, hanya suka membaca surat Yasin saat pengajian. Ajaran Islam lebih diprioritaskan ajaran leluhur. Beranggapan leluhur akan menjaga keluarganya, memberi rejeki lebih dan keselamatan dunia akhirat. Jadi aku beranggapan nenek yang punya anak lulusan sekolah guru agama ini hatinya ketutup sudah gak mau paham soal Islam yang sesuai Al Qur'an dan hadits. Karena keluarganya sangat dijaga, nenek ini bikin aturan sendiri bahwa beliau berhak menjaga dan merawat anak kandungku. Dengan alasan dari pihak ayah yang mestinya memberi nafkah. Padahal menurut Islam anak masih di bawah 7 tahun seharusnya ikut ibu kandungnya dan dibiayai ayahnya. Sekarang aku mengerti, cara berpikir mengikuti leluhur sudah begitu mengakar kuat, bahkan suaminya sudah mencoba meluruskan sulit untuk dirubah. Mengikuti ajaran leluhur bagi sekelompok orang memang bisa membuat hidup tenteram, kecukupan, tapi menurut Islam yang mengikuti Al Qur'an dan hadits ajaran leluhur lebih dari sekedar bid'ah tapi syirik apalagi bila ada jimat warisan yang mesti dijaga, yang mereka sebut dengan "pegangan".
Soal untuk melihat ke masa depan, firasat, aku memilih untuk menutup, tidak mau terobsesi. Dulu sih waktu aku masih bodoh dan bingung aku sering nanya ke mantan, kok kita diperlakukan tidak adil oleh keluargamu, kapan kita bisa hidup layak, jawabnya setelah menerawang dan berargumen panjang taun depan katanya. Sudah 4 kali taun depan tidak ada perbaikan, malah aku membuat keluargaku tambah cemas dengan sikapku yang aneh, ketawaku yang tidak wajar dan penuh dengan tekanan batin. Aku menyebut dengan ketawa palsu, bagi orang depresi bukan hanya alamat yang palsu, ketawa juga bisa gitu. Menurut Al Qur'an masa depan itu tidak untuk dilihat, yang nekat melihat akan dilempari panah api.
Waktu aku ke Borobudur minggu lalu, ternyata aku belum cukup kuat kemampuan clairvoyance untuk memahami sejarah Borobudur. Kontroversi yang menyatakan bahwa Borobudur dibangun oleh Nabi Sulaiman 'alaihi sallam aku masih belum bisa menerima. Seorang Budha, yang mempunyai kemampuan tinggi untuk memahami alam semesta menurutku itulah patung-patung yang ada di Borobudur. Tanpa memahami ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur, para biksu mampu membangun Borobudur dengan belajar dari alam.
Sampai-sampai ada yang berpendapat bahwa Borobudur adalah Masjidil Aqsa. Aku masih beranggapan Masjidil Aqsa ada di Palestina dan akan dirobohkan Yahudi ekstrimis untuk dijadikan tempat turunnya messiah, juru selamat kaum Yahudi di akhir zaman. Berbeda bila ceritanya seperti aku dengar dari Emha Ainun Najib yang bercerita di bawah Borobudur masih ada bangunan lagi, jadi para biksu hanya meneruskan bangunan peribadatan yang sudah ada sebelumnya. Ide seorang Belanda yang beranggapan ada danau luas di sekitar Borobudur mengingatkanku cerita saat Ratu Bilqis menyingkapkan rok panjang karena berpikir ada air di lantai istana Raja Sulaiman. Raja Sulaiman itu juga suka ngerjain ratu dari negeri seberang ternyata, hihihi...
Soal sejarah memang banyak misteri, aku berpendapat tidak usah dijadikan obsesi, sekedar cerita saja. Termasuk cerita indigo di Trans TV waktu menggambarkan pesawat di atas crop circle untuk membuat tanda-tanda. UFO itu tidak bisa dilihat manusia karena teknologi yang begitu tinggi, mempunyai kemampuan untuk menyamarkan bentuk asli. Lalu siapa UFO ini? Menurutku sih mereka ini manusia jaman dulu yang punya teknologi tinggi terbang ke luar angkasa lalu menengok ke bumi lagi. Kita selama ini dicekoki teori Darwin, padahal secara clairvoyance itu sama sekali gak nyambung. Manusia purba bukan manusia, masuk kelompok hewan yang menyerupai manusia. Manusia itu turun ke bumi berwujud sempurna yaitu Nabi Adam 'alaihi sallam dan Siti Hawa. Lalu pernah ada teknologi canggih di jaman dulu, jadi jangan bayangkan jaman dulu manusia tinggal di gua, peradaban sudah tinggi, malah banyak istana megah. Raja Namrudz yang jenius sampai menuhankan dirinya sendiri pernah mencoba membangun bangunan tinggi untuk mencapai surga yang diceritakan Nabi Ibrahim 'alaihi sallam. Hanya saja peradaban tinggi itu hancur karena bencana tidak bersisa.
Bukan hal yang aneh banyak visi menggambarkan 2012 ini akan banyak bencana. Soalnya manusia sudah begitu dzalim pada alam, pada sesama manusia sendiri. Dulu aku merasa didzalimi banyak orang, sekarang sudah tidak lagi. Banyak keajaiban yang bisa kita dapatkan bila selalu berdoa, selalu mengingat Allah, menyibukkan berbuat baik pada orang lain sampai melupakan hal-hal negatif yang bisa dilakukan.
Rencana ke depan aku nabung untuk umroh. Soalnya berangkat haji masih di tahun 2019, jadi aku juga mau bikin usaha kecil-kecilan sambil tetap melanjutkan pekerjaanku agar dapat tambahan penghasilan. Keajaiban muncul bila manusia mau ikhtiar, tidak hanya berdoa saja. Berangkat sendirian juga tidak masalah, aku soalnya akhir-akhir ini lebih suka sendirian, membayangkan menyusun potongan puzzle dari informasi yang aku dapatkan dari mana saja. Bahkan aku bukan kolektor buku yang baik, aku tidak punya banyak buku, baca referensi dari internet, numpang baca di toko buku dan ngobrol dengan sahabat-sahabatku.
Masih level rendah tentang kemampuan clairvoyance juga tidak apa-apa, ini sudah kelabakan dengan pekerjaanku dan pikiran-pikiran yang melintas di otakku. Hidup itu anugerah, luar biasa menakjubkan dan indahnya. Rugi kalo melewatkan hidup dengan kegalauan...
Langganan:
Komentar (Atom)