Rabu, 29 Februari 2012

Mendukung #IndonesiaTanpaJIL mumpung masih hangat

Dunia itu terus berputar. Kebaikan akan terus melawan kejahatan. Kejahatan akan selalu bertransformasi dengan bentuk yang berbeda. Dulu ada Lia Eden yang mengaku Rasul karena merasa yakin didatangi oleh malaikat Jibril. Sekarang ada pemahaman baru Jaringan Islam Liberal ((JIL) berwujud LSM yang didanai Foundation dari luar negeri ingin menegakkan hak azasi manusia apapun bentuknya.

Ahmadiyah yang mengaku punya Nabi baru Mirza Ghulam Ahmad didukung oleh JIL agar dihargai ibadahnya. Orang berbeda agama yang saling "mencintai" (dalam tanda petik) dinikahkan. Karena dianggap semua agama itu baik, semua berhak untuk masuk surga. Terakhir kaum marjinal homo, lesbian, waria juga didukung untuk dihargai juga.

Untuk masuk surga emangnya mudah. Kata Nurcholish Madjid pendiri JIL mengatakan tidak ada yang gratis di dunia ini termasuk untuk masuk surga. Tapi coba deh liat Google Insight sekarang, tidak banyak yang mencari informasi Indonesia Tanpa JIL, lebih banyak yang nyari "polisi ganteng".

Manusia diciptakan oleh Allah punya akal agar berpikir. Berpikir yang benar menurut Islam adalah berpikir tentang kekuasaan Allah. Bagaimana kapal bisa berlayar karena angin di lautan. Lalu kapal itu bisa menangkap ikan untuk dikonsumsi manusia.

Tapi kebanyakan manusia sukanya berpikir tentang duniawi saja. Paling banyak mikirnya agar punya uang banyak. Kalo bukan tentang uang ya mikirnya gimana dapat pasangan cantik atau ganteng. Jadi kalo gak punya uang dan gak punya pasangan bawaannya GALAU...

Saat ini Ulil tidak banyak muncul gara-gara skandal seksnya kebongkar. Percakapan BBM Ulil dengan seorang cewek tersebar luas. Satu pimpinan menghilang, nanti akan muncul lagi yang lainnya.

JIL dan FPI nanti juga akan terus muncul dalam bentuk berbeda. JIL menghilang, akan muncul dalam bentuk lain. Sama saja, andai FPI dibubarkan juga akan muncul dalam bentuk lain.

Sekarang ini sudah banyak tanda-tanda kiamat. Kita tinggal menunggu dajjal yang muncul bermata satu, apa yang dibawanya seindah surga ternyata neraka, apa yang disebutnya neraka ternyata surga. Tapi nanti juga akan muncul seorang pemimpin yang bernama Imam Mahdi yang akan membunuh dajjal. Saat ini sudah bermunculan para pendukung dajjal. Tentunya ada lawannya para pendukung Imam Mahdi.

Teori siapa sebetulnya dajjal berbeda-beda, ada yang menyatakan itu konspirasi, ada yang menyatakan sosok manusia yang benar nyata. Para pendukung Imam Mahdi akan melawan pendukung dajjal. Dan saat ini hanya kesenangan sesaat sajalah para pendukung ini. Pokoknya yang keliatan rame, keren, itulah yang diikuti. Tapi jadi pendukung #IndonesiaTanpaJIL lebih baik daripada ikut-ikutan kelompok yang salah.

Yah, mumpung masih hangat aku menyatakan diri sebagai pendukung Indonesia Tanpa JIL. Ada saatnya dunia bergolak, berubah, pendukung dajjal akan bertransformasi lagi. Aku memilih untuk lebih memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah, bertaubat secara benar, dan menyebarkan pemahaman tentang Islam. Walau tulisanku tidak akurat selalu benar... karena kebenaran hanya milik Allah, kesalahan dari aku sepenuhnya. Hidup itu pilihan, mau pilih jadi pendukung Imam Mahdi seorang pemimpin Islam di jalan Allah, atau jadi pendukung dajjal yang menawarkan surga padahal sebetulnya neraka...

Selasa, 28 Februari 2012

Ke alam gaib itu bisa menyesatkan

Pernah aku bergabung di grup metafisika Facebook. Adminnya sepintas kayak jenius banget, apa-apa ngerti. Dia mengaku beragama Islam tapi tidak melakukan ibadah. Dari mana ilmunya? Konon dengan ngrogoh sukmo atau bahasa Jawanya Astral Projection. Saat ngrogoh sukmo, batin terpisah dengan raga, lalu belajar dengan bertanya pada gaib yang ditemui. Yang kubaca dari tulisan-tulisannya, dia mengaku Islam tapi ternyata  beranggapan bahwa shalat itu tidak perlu. Alasannya, tanpa berdoa, tanpa ibadah, semua keinginan sudah terpenuhi. Bahkan tanpa belajar secara konvesional ilmu-ilmunya juga sangat luas.

Aku pernah cerita tentang seorang di Bogor yang mengaku padaku dia itu Google manusia, ditanyain apa aja bisa jawab. Parah banget, akhirnya aku tahu sebetulnya dia hanyalah portal jin. Jin keluar masuk dari tubuhnya lalu menjawab semua pertanyaan yang ditujukan padanya. Makanya kalo ada cerita katakan Gus Dur itu punya ilmu Laduni, jenius tanpa belajar karena dari Allah aku gak langsung percaya. Banyak manusia underground tidak muncul di permukaan yang bisa menjawab apa saja karena bantuan jin. Aku tidak terlalu mengenal Gus Dur, jadi tidak tau persis soal Gus Dur itu berilmu Laduni atau enggak. Hanya saja karena Gus Dur pernah jadi Presiden, terkenal, orang-orang awam yang terkesan dengan ke"jenius"an beliau (dengan tanda petik), banyak yang memuja sampai mengkultuskan. Makam Gus Dur banyak dikunjungi orang, kita tidak akan tau, apa karena mendoakan saja atau minta sesuatu yang akhirnya mengarah ke syirik.

Kelompok Wahabi adalah kelompok yang sangat hati-hati dalam menjalankan Islam. Mereka ini ada di Arab. Saking hati-hatinya, mereka tidak mau melakukan bid'ah. Tidak mau merayakan Maulid Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam  dan juga tidak mau melakukan ziarah kubur. Sedangkan salafy juga sampai menerapkan gaya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam kehidupan sehari-hari. Bisa kita lihat, penampilan mereka khas. Laki-laki dengan kemeja longgar, celana congklang. Wanitanya pakai baju hitam seringnya dengan kerudung lebar, kadang menggunakan cadar. Sampai-sampai mereka berpendapat hijaber dengan kerudung warna-warni tidak akan masuk surga.

Wahabi tidak usah dibahas karena di Arab sana. Sedangkan Salafy adalah kelompok yang sangat berhati-hati dalam hal menjalankan syariat Islam. Sehingga di lingkungan budaya Indonesia ini terkesan eksklusif, menutup diri hanya mau berinteraksi dengan kelompoknya saja. Seperti takut tercemari pemahaman oleh hal luar. Waktu aku ikut pesantren saat kuliah dulu dengan pengasuh mbak-mbak yang mengikuti gaya salafy, pembicaraan mereka gak jauh-jauh dari takut. Takut nonton tivi, marah dengan pemerintah, takut berdosa, ingin berada di daerah yang pemerintahnya menjalankan syariat Islam saja. Menikah dengan orang yang sebelumnya tidak dikenal karena benar-benar menuruti pemahaman Islam untuk mendapat ridho Allah. Selain itu mereka ini tidak peduli dengan program pemerintah keluarga berencana, sangat produktif punya anak. Bahkan beberapa yang aku kenal, selisih anaknya tidak sampai 2 tahun, sehingga tentunya anaknya.minum ASI tidak tuntas sampai 2 tahun. Ada yang aku kenal baik yang salafy ini punya istri lebih dari satu. Ini masalah pilihan hidup saja, mereka di kelompok salafy nyaman berlindung dengan aturan ini, dan rajin belajar ilmu tentang Islam.

Aku sendiri gimana... aku juga punya guru sendiri yang berilmu karena mereka belajar Islam sudah cukup lama. Dan aku nyaman dengan pemahaman ini karena punya toleransi tinggi pada lingkungan. Masih berprasangka baik dengan para hijaber yang bajunya warna-warni mencolok, toh mereka lebih baik dibandingkan yang tidak menggunakan kerudung. Masih berprasangka baik pada yang belum menggunakan kerudung tapi sikapnya sangat sopan. Masih nonton tivi tapi diri berusaha memfilter tayangan yang ditonton. Aku sendiri karena kerja sampe sore jarang nonton tivi.

Tapi tentunya tetap waspada dengan orang yang gayanya tidak Islami. Kayak waktu di Bali aku menunggu taksi Blue Bird, didekati orang yang membujuk aku ikut mobil carteran. Akhirnya aku naik sembarang taksi yang lewat. Atau di Bali memilih rumah makan yang bertuliskan pemiliknya seorang muslim.

Belajar dengan ilham itu sangat beresiko. Seperti halnya kelompok Islam Liberal, mereka mempunyai kepandaian di atas rata-rata orang awam. Makanya hati-hati berdebat dengan mereka. Ada sesuatu kekuatan besar di belakang mereka sehingga mereka bisa cerdas sekaligus menyesatkan. Aku memilih untuk tidak berdebat saja.

Aku jadi ingat dengan Madonna yang mengikuti ajaran Kabbalah, ngakunya spiritual tinggi tapi ritualnya dengan cara mengumbar seksualitas. Seksualitas adalah ritual pemujaan pada setan. Kenapa mereka mencandu ritual ini, karena tiap saat mereka menjalankan ritual mereka akan merasa semakin cerdas, jenius dan makin kuat. Jangan berpikir bahwa pengikut aliran setan itu orang bajunya hitam, matanya berpandangan menakutkan, mereka-mereka ini bisa muncul dengan kalimat bijak. Mengentertain orang lain dengan warna-warni cerah dan nyerempet-nyerempet ke arah seks. Sangat halus tanpa kita sadari semua itu penyesatan ke arah ritual pemujaan setan.

Bila belajar Islam dan hanya untuk kelompoknya sendiri seperti salafy, lalu siapa yang akan menyebarkan pada orang-orang non salafy? Aku sendiri sering membaca situs dari salafy, karena memang ilmunya tinggi, walau tidak sepaham dalam penerapannya. Memilih untuk membaur sajalah, beranggapan aku hanya manusia biasa dengan ilmu yang masih rendah, karena semua yang aku pahami hanya karena Allah berbaik hati memberikan aku semua pemahaman ini. Bisa jadi aku jadi pikun tidak tau apa-apa lagi, karena aku sombong menganggap lebih pintar.

Para indigo dikaitkan dengan hal-hal mistis, karena mereka bisa melihat alam gaib. Tapi coba dicermati, di sisi kemampuan mistis mereka, pasti mereka sering berkata hal-hal bijak lebih dibanding yang bukan indigo. Bahwa mereka ini ingin dunia lebih baik, lebih banyak menolong orang lain walaupun sampai kehabisan energi sekalipun. Mereka mengedepankan orang lain dibandingkan diri sendiri. Dan pemahaman itu sudah nampak sejak mereka lahir. Ada indigo yang tampilannya Islami, ada yang non muslim, ada yang suka baju seksi kayak pake kemben. Aku maklum dengan yang suka menggunakan kemben, terpengaruh leluhur jaman dulu yang juga sering pakai kemben. Banyak indigo bisa kontak dengan leluhur yang punya spiritual tinggi. Walaupun Islam mengajarkan itu hanya khodam yang menemani leluhur itu. Pendapatku pribadi, ilmu yang pernah diajarkan, dicontohkan leluhur dengan spiritual tinggi tidak akan hilang. Walau tidak ditulis dalam buku, ilmu itu tersimpan dalam arsip dan sewaktu-waktu bila dibutuhkan bisa dibaca lagi oleh para indigo ini. Seperti hadis Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa semua amalan terputus setelah orang meninggal, kecuali amal jariyah, do'a anak sholeh dan ilmu yang bermanfaat. Orang-orang indigo bisa bicara apa saja yang jarang dibicarakan oleh orang awam karena mereka bisa belajar dari apapun. Apakah itu ilmu dari ajaran leluhur, atau jin muslim yang ilmunya tinggi. Hanya saja tetap ada hal yang tidak boleh diceritakan dan perlunya memfilter mana dari jin jahat mana dari jin muslim.

Aku lebih suka belajar dari hikmah para Nabi-Nabi. Membaca kisah mereka selalu membuatku menangis. Paling sering tentunya dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu Nabi Ayyub 'alaihi sallam yang sabar walaupun kehilangan putra-putranya karena godaan iblis, lalu dari Nabi Yunus 'alaihi sallam yang pernah memendam amarah lalu bertaubat di perut ikan. Jadi seorang yang sabar itu bahkan tidak menyimpan kemarahan dalam hati, tidak menyimpan dendam, semua karena keinginan untuk mebersihkan hati dan mensucikan jiwa.

Beberapa blogger yang memblokir dan meremove aku dari Facebook, justru adalah blogger-bloger yang tulisannya sarat dengan Islam. Walau aku minta maaf pada mereka tidak ditanggapi, karena mereka telanjur sakit hati padaku. Beneran, aku kasihan pada mereka, menyimpan dendam hanya akan membuat hati mereka menghitam. Makanya tidak heran mereka ini akhirnya hiatus, karena sering bentrok hati nuraninya sendiri. Karena sulit untuk memaafkan, hanya pada kejadian sepele keributan bukan hal prinsip dalam hidup. Sudah jelas kelihatan kok, mereka-mereka yang meremove, memblokir aku sulit untuk bahagia. Ada yang sulit mendapat pasangan, ada yang sulit untuk keluar dari kotanya. Yang ingin menikah pake alesan selesaikan thesis dulu, yang sebetulnya pengen bisa jalan-jalan keluar kota tapi uangnya habis untuk dibakar jadi rokok dan tidak ada usaha melakukan hal lebih dari pekerjaannya sekarang ngakunya terlalu cinta pada kotanya sehingga malas keluar kota. Alasan gak jelas... pembenaran muter-muter untuk nutupi kelemahan. Sederhana saja, karena mereka-mereka ini memelihara dendam padaku jadi hidupnya muter-muter tidak ada jalan keluar. Aku memaafkan kalian dan berkali-kali nulis tentang permintaan maaf di blogku. Maaf ya coy, aku udah kasih tau tapi kalian gak mau ngerti-ngerti...

Senin, 27 Februari 2012

Ngapain aku ngeblog

Cerita soal kopdar di Bandung ngobrolin apa aja yah... Duh, gak enak banget nulisnya. Yah, aku cuman bilang kalo aku dikasih tau supaya gak nulis yang berat-berat gitu aja di suatu komunitas blogger.

Terus aku sempet beberapa kali melontarkan pertanyaan. Kenapa ngeblog, tentunya yang Ibu-Ibu karena ingin mendokumentasi perkembangan anaknya. Terus ada yang ngeblog cari uang. Sebetulnya motivasiku aneh sendiri, aku ingin menterjemahkan pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan kejadian-kejadian yang menimpa hidupku trus aku cari bagaimana menurut Islam.

Emang hidupku tragis, ah, enggak juga. Tadinya aku beranggapan begitu tapi lama-lama menganggap biasa-biasa aja. Tapi wajar kalo awalnya pake kaget.

Orang-orang lain sih menganggap hidupku ekstrim, menurutku enggak. Daripada kasus di Surabaya yang disiram air keras, aku gak ada apa-apanya. Atau TKW yang diperkosa di Arab, bekerja mati-matian gak di bayar malah disiksa majikan, tentunya hidupku jauh lebih beruntung daripada mereka.

Setiap saat ada perkembangan baru dari pemikiran-pemikiranku. Terakhir aku membahas masalah sabar. Yah, tentunya ada kejadian-kejadian di sekitarku, yang sepertinya taat beragama tapi suka marah-marah yang menginspirasi itu.

Hal yang aku pelajari dari ke Bandung adalah lebih memperhatikan detail. Mosok peniti gak kebawa. Dari dulu aku berniat mau beli peniti banyak sekotak gak jadi-jadi. Jadinya sibuk melulu ngurusin kerudung yang melorot.

Sedikit kecelakaan di kamar mandi. Celana jinsku kotor waktu buang air kecil, padahal mau shalat. Jadinya aku pake legging yang aku beli di Rumah Mode untuk bawahan. Tadinya sempet nyesel kok beli agak tebel, toh untuk daleman. Untung duduknya lesehan jadi gak kelihatan kakinya. Waktu pulang aku ganti baju kaos bahan tebel sedikit lebih panjang dibandingin blus yang untuk acara kopdar.

Waktu di Rumah Mode sempet pegang-pegang celana jins dari bahan soft jeans. Kayaknya bisa bikin bahan lebih ringan kalo untuk travelling. Tapi belum dibeli, duit sudah menipis, lagian gak enak kalo terlambat ke tempat kopdar.

Kalo diturutin sih aku pengen punya ransel yang bahannya bagus dengan troly, dulu waktu kopdar di Surabaya sempet pegang di Sports Warehouse tapi ragu untuk belinya. Terus sepatuku yang aku pake di Bandung walau dari kulit asli, merknya Rohde, kurang bersahabat dengan jari kelingking, maklum bentuk kakiku gak bagus. Cocoknya pake model sendal jepit. Barusan coba liat-liat sandal Crocs yang dijual online model sandal jepit tapi ragu-ragu kalo palsu. Ada beberapa keluhan beli Crocs online dapetnya palsu. Waktu di counter aku liat harganya 400 ribu. Kakiku nyaman dengan bahan kulit asli, aku suka nyari sandal di Buccheri yang dibuat dari kulit asli kalo bisa yang separo harga. Aku juga pengen punya hape yang kameranya cukup bagus pake blitz. Blitz kecil gak papa asal bisa untuk motret makanan kalo candlelight dinner kayak di Jimbaran Bali dulu bareng temen-temen. Emang ada yang mau ajak aku candlelight dinner berdua, hahahaha... Aku sering candle light sama netbookku malem-malem kayak sekarang ini.

Kalo ragu-ragu terhadap suatu barang aku pilih gak beli. Gak mau terikat dengan suatu barang, atau merk. Kalaupun beli barang bermerk bukan untuk gaya-gayaan tapi karena bahannya nyaman dan awet. Selama bisa dibeli dengan harga diskon kenapa enggak.

Baju renangku aku juga mulai mikir pengen beli yang ada roknya. Tapi sebetulnya baju renang lengan panjang celana panjang juga gak papa kalo berenangnya di kolam renang khusus wanita.

Di Bandung kemarin aku sempet kesel dengan temenku yang ajak makan siang deket bandara, trus meyakinkan aku nyegat Damri di jalanan. Katanya dia sering begitu. Di bis aku dimarahin supirnya. Males berurusan dengan dia lagi, sama sekali gak bijak, ambil keputusan sembarangan. Aku yang jadi korban disemprot supir dan kondektur bis Damri.

Tapi akhirnya keselnya ketutupan dengan acara di Bandung yang menyenangkan. Kalo travelling gitu deh, kadang ada kejadian yang menegangkan, bikin kesel, sudah mencoba ngomong gak ngerti-ngerti. Alhamdulillah bisa teratasi.

Kadang suka mikir apa ya perkembangan pemahaman ke depan, apa sudah stuck? Gak ada yang heboh? Solanya mikir, wah ini tulisanku paling dalem... eh nanti ternyata ada kasus menghebohkan lagi dan mesti nulis berderet-deret. Tulisan tentang kesabaran Insya Allah aku amalkan. Memaafkan iya, tapi akrab belum tentu pada orang-orang gak sadar diri. Misalnya tega menyakiti hati, tega memusuhi, tega memanfaatkan. Apa untungnya bersahabat dengan orang gaje begitu. Sudah jelas-jelas Allah memerintahkan manusia menjalin silaturahmi, ukhuwah, jadi yang ngajak musuhan dia yang rugi...

Kamis, 23 Februari 2012

Mau ke Bandung 25 Feb

Maleeeees banget posting di blogku yang ada followernya. Juga males blogwalking. Untungnya blogku bukan yang adsense.

Sebetulnya banyak sekali masukan, tapi tentunya gak semua diceritain kan. Pokoknya temenku yang bijak ngomong supaya bicara hikmah gak ngomongin orang sarannya gitu.

Masih banyak yang perlu dikerjakan. Ngeprint email booking untuk Air Asia. Dulu pernah nitip tiket ke temen cuman kasih kode doang boleh terbang. Rencana mau ke Jakarta trus ke Bandung. Temen-temen berangkat Jum'at malem, berhubung Sabtu aku masuk kerja jadinya aku berangkat Sabtu siang.

Ngepack baju... duh yang mana ya. Maklum baju gak banyak siiih... jadi mesti mikir enaknya yang pantes yang mana. Kalo acara klub olahraga gitu cocoknya yang sportif, celana panjang plus kaos ato hem.

Jadi ingat aku beberapa kali nulis tentang JANGAN MARAH. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya agar masuk surga menjawab JANGAN MARAH sampai tiga kali. Bisa menahan amarah adalah akhlak yang mulia. Menurut Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, orang kuat bukan yang pandai bergulat tapi bisa menahan amarah. Tidak marah juga merupakan bentuk kesabaran, Allah bersama orang-orang yang sabar "inna allaaha ma'a alshshaabiriina".

Seandainya ada orang taat beribadah, shalat, sedekah, puasa tapi masih suka marah-marah gimana ya, katanya demi kebaikan orang lain. Menurut Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam berarti masih bukan manusia yang kuat imannya, bukan mukmin sejati. Tindakan marah-marah berarti tindakan dzalim dan itu termasuk perbuatan yang dipecepat siksa dunia dan akhirat selain perbuatan memutus silaturahmi oleh Allah.

Tepatnya walau rajin ibadah masih suka marah-marah masih belum sepenuhnya mengikuti ajaran Islam, dan termasuk yang akan mendapat teguran dari Allah. Teguran itu bukan karena Allah membenci, tapi karena kasih sayang Allah supaya bisa segera intropeksi diri. Malah sangat rugi orang yang hidupnya dimudahkan, terlena dengan kesenangan duniawi akhirnya teguran Allah tambah keras lagi. Bila di dunia tidak mau bertaubat, ya siksanya didapat di neraka dengan lebih sangat menyakitkan...

Moga-moga selamat bisa ke Bandung dan pulang lagi ke Jogja. Soal males ngeblog... hmmm... beberapa hari ini sibuk ngobrol sih dengan temen-temen spiritual. Juga ngebahas metafisika juga. Proyeksi astral, aulia Allah, berserah diri pada Allah, dan banyak lagi. Kalo udah banyak pemahaman ntar ditulis satu-satu...

Rabu, 22 Februari 2012

Psikopat

Tadi  ngobrol-ngobrol dengan seorang teman ngebahas psikopat. Psikopat itu bisa kelihatannya dingin, terpelajar, dan sangat pandai seperti Hannibal Lecter di film Silence of the Lamb. Dari luar sama sekali tidak kelihatan, tapi bila dicermati, tega membunuh manusia lain untuk kesenangan pribadi.

Bagaimana seseorang bisa dilahirkan dengan bakat psikopat? Masih mending kalo hanya sekedar emosional, suka marah. Atau seorang anak lahir dengan gen yang tidak jelas, punya bakat homo, lesbian, atau malah banci. Yang tidak diketahui oleh manusia pada umumnya, bahwa setan terlibat di situ. Hubungan terlarang atau hubungan dari suami istri yang sah tanpa berdoa rawan dimasuki setan sehingga menghasilkan anak dengan bakat negatif yang kuat.

Bila menyadari bahwa dalam diri sendiri ada bakat psikopat, apa yang perlu dilakukan. Yah... kayaknya perlu diserahkan pada ahlinya, psikiater atau pakar hipnoterapi. Berusaha shalat dengan baik dan benar minta pada Allah dimudahkan semuanya. Berupaya melakukan pertaubatan secara benar.

Kenapa sih aku nulis psikopat, soalnya ada temenku bilang bahwa aku mesti mewaspadai seorang temenku ternyata punya bakat psikopat. Gak tau bener atau tidak, kuserahkan semuanya pada Allah sajalah...

Selasa, 21 Februari 2012

#IndonesiaTanpaFPI vs #IndonesiaTanpaJIL

Tentang FPI

Mencoba membaca pendapat di internet tentang FPI yang sumbernya macem-macem, Wallahu a'lam bisshowab, FPI digambarkan kelompok anarkis. Kalo demo bergerombol apa-apa dirusak. Salah satu kasus paling heboh penyiksaan terhadap manusia sampai berdarah-darah saat demo pembubaran Ahmadiyah. Fim ini sempet ada di youtube, walau sekarang tidak ada lagi. Gambaran bahwa FPI anarkis sudah melekat di benak banyak orang.

Ada beberapa cerita lain, berita dari WIKILEAKS bocoran telegram rahasia bahwa FPI didanai POLRI dan BIN. Karena FPI berubah jadi monster akhirnya POLRI melepas tanggungjawab. Bahkan ada yang menuduh FPI yang memperkosa amoy-amoy saat kerusuhan Mei 1998, yang mana FPI didanai oleh Prabowo Subiyanto.

Seorang wanita muda berumur 21 tahun nekat mewawancarai Habib Rizieq ke Petamburan untuk skripsinya. Di foto profil dia menggunakan kaos ketat putih tanpa lengan, tapi waktu ke Petamburan katanya mencoba menggunakan baju muslim longgar. Dituliskan rumah Habib Rizieq yang menjadi markas FPI sangat luas seperti di sinetron-sinetron malah waktu dia kesana ada pembangunan. Habib Rizieq menyatakan dana sepenuhnya dari donasi anggota, walau tidak dipungkiri banyak anggota FPI orang yang sedang berjuang di belantara Jakarta dengan hidup pas-pasan. Wanita ini nulis bahwa ada selentingan FPI malak, bahkan ada yang mau ke Bali minta disediakan hotel dan wanita.

Selama semua itu tidak ada bukti, aku memilih tidak mempercayainya. Aku sendiri secara pribadi yang pernah melihat perjuangan pendirian sebuah partai yang lambangnya berwarna biru, ada saja simpatisan yang menyumbang. Dimulai dari kantor kecil satu halaman dengan rumahku, saat kampanye bisa menyewa pesawat terbang untuk keperluan partai.

Bagaimanapun juga dalam suatu organisasi besar pasti ada oknum-oknum. Kadang timbul perbedaan pendapat, perpecahan. Ada juga orang mengatasnamakan organisasi untuk nyari duit. Aku sendiri sering dimintain pulsa oleh Mama (padahal aku panggilnya Ibu). Atau ada yang SMS ngaku chayank ma aku, kangen banget minta dikirimin pulsa juga, ckckckck... ngaku sayang kok gak punya modal.

FPI sebetulnya mencoba untuk mengingatkan pemerintah agar pemerintah bertindak tegas terhadap pemberantasan kemaksiatan di negeri ini. Awalnya kirim surat, gak ditanggapi. Mendatangi kepolisian, malah dimintain bukti. Akhirnya mencoba bersikap sebagai detektif mengumpulkan bukti-bukti, setelah cukup bukti dilaporkan masih dianggap sepi. Akhirnya ya demo, rencananya damai, tapi dihadang preman-preman tempat maksiat. Yang muncul di pemberitaan luas malahan FPI melawan rakyat kecil yang tidak bersalah.

Itu di atas sepintas mengenai FPI. Kesan anarkis membuat banyak yang antipati dengan FPI. Herannya simpatisan jalan terus. Perekrutan banyak dari ustad di suatu pesantren yang mengajak santrinya untuk berjuang bersama FPI. Intinya FPI akan jalan terus, bila dibubarkan akan muncul lagi dengan nama lain. Orangnya sih gak jauh beda, ini penjelasan Habib Rizieq.

Tentang JIL

Membaca tulisan di situs resmi JIL bahasanya memang benar-benar tinggi. Otakku gak nyampe, hahahaha... Konon orang terpelajar semua di sini yang sering berdiskusi di JIL.

Ada satu tulisan yang menarik perhatianku, ada tulisan menyatakan bahwa alam itu berjalan apa adanya. Tidak ada azab mirip Nabi Luth atau Nabi Nuh di jaman ini.

Cuplikan tulisan Abd. Moqsith Ghazali dari JIL
Azab dalam konteks sekarang tidak bisa dimaknai sesuatu yang langsung turun dari Allah, benar-benar campur tangan Tuhan yang sedang marah. Azab misalnya bisa dimaknai sebagai akibat ulah tangan manusia. Disebutkan dalam al-Quran, ar-Rum 41, zhaharal fasadu fil barri wal bahri bima kasabat aidinnas (kerusakan di bumi dan di laut ini disebabkan oleh ulah tangan manusia). Karena itu banjir di Jakarta, misalnya, pasti bukan karena azab yang turun langsung dari Tuhan. Tapi karena kelalaian manusia, misalnya karena ada pendangkalan sungai, rawa-rawa dibangun perumahan. Jadi ini soal tata kelola kota. Jangan cepat-cepat menghadirkan Tuhan di dalam peristiwa-peristiwa yang sebenarnya akibat ulah tangan manusia. Justru ketika kita katakan itu azab dari Tuhan, kita jadi tidak pernah belajar manajemen bencana, ilmu pengetahuan tentang alam, bagaimana cara kerja alam dan lain-lain.

Aku yang menulis beberapa kali tentang misteri 2012 di blog ini menyatakan bahwa akan ada banyak bencana di 2012 karena kesalahan manusia itu sendiri. Banyak kebencian, banyak kemaksiatan, banyak perusakan alam. Visi 2012 akan banyak bencana banyak muncul pada orang dengan indra ke6. Mangagumkan sekali, gambarannya begitu jelas. Ada banjir rob di daerah ini itu, gempa, tsunami, badai, angin puting beliung dan seterusnya. Kota Jakarta terendam air (emang langganan, tapi kali ini cukup dahsyat). Gunung berapi meletus bergantian. Dan semua karena teguran dari Allah pada manusia. Tidak persis pada tempat yang penuh maksiat, karena tempat yang banyak maksiat teguran semakin keras ditunda untuk kemudian hari.

Coba kita liat tanda-tanda kiamat. Terhapusnya ilmu agama, banyak perbuatan zina dan minuman keras. Sebelum manusia diciptakan, Iblis adalah makhluk taat pada Allah dan beriman. Karena kesombongannya menganggap dirinya lebih baik dari manusia, diperintah Allah untuk menghormat pada Nabi Adam 'alaihi sallam menolak. Akhirnya dilaknat oleh Allah akan masuk neraka dan Iblis berjanji akan menyesatkan manusia kecuali hamba Allah yang muchlis (diberi petunjuk dan hidayah oleh Allah). Iblis ini pinter banget loh... bahkan sempet membujuk Nabi Ibrahim 'alaihi sallam agar tidak menyembelih Nabi Ismail 'alaihi sallam. Ilmunya luar biasa, kelicikannya tiada duanya. Iblis paling senang melihat pasangan suami istri bercerai, orang saling berperang apalagi membunuh. Penyesatan Iblis adalah membuat maksiat menjadi baik di mata manusia.

Cuplikan tulisan Ulil Abshar-Abdalla dari JIL
Kita semua tahu, Tuhan memerintahkan orang-orang kafir untuk beriman, salat, puasa, dan sebagainya. Tetapi Tuhan tak menghendaki mereka untuk melakukan itu semua. Sebab, jika Tuhan menghendaki, maka kehendakNya sudah pasti terjadi. Karena orang-orang itu tetap saja kafir, tak salat, tak puasa, walaupun sudah menerimah perintah dari Tuhan, maka, demikian nalar yang dipakai oleh Al-Razi dan kubu Sunni, perintah dan kehendak tak identik, tetapi dua hal yang berbeda. Jika keduanya identik, maka begitu mendapatkan perintah beriman dari Tuhan, orang-orang kafir itu akan dengan sendirinya langsung berubah sikap, dari kekafiran menuju kepada keimanan. Tapi yang terjadi toh tidaklah demikian. Ini memperlihatkan bahwa kehendak dan perintah bukanlah dua hal yang sama.

Bisa dipahami tidak tulisan di atas? Aku gak ngerti tuh, sampai aku ndlongop, apa pula itu maksudnya.Yang aku tahu Allah memberi petunjuk dari firman Allah melalui ayat Al Qur'an. Pada dasarnya manusia itu dilahirkan suci tanpa dosa, lalu karena bujukan setan mulai beranjak dewasa akhirnya banyak melakukan dosa. Sederhana saja, yang bisa mengucap syahadat saat kematiannya akan meninggal dengan khusnul khotimah. Yang sulit adalah, agar bisa mengucap syahadat saat kematian saat hidupnya mesti selalu berusaha bertaubat, intropeksi memperbaiki hubungan vertikal dan horizontal. Orang kafir yang mata hatinya tertutup tidak akan bisa memahami apalagi mengamalkan makna dari firman Allah. Kecuali orang kafir ini mau bertaubat dengan benar, bukan TOMAT atau STMJ alias tobat maksiat atau shalat terus maksiat jalan. Dua hal terakhir berarti bermain-main dengan pertaubatan atau ibadahnya. Karena pertaubatan dan ibadah yang keliru tidak diterima oleh Allah.

Soal pluralisme yang digembar-gemborkan oleh JIL, pluralisme itu mengakui semua agama sama baiknya berhak masuk berdampingan di surga. Sedang pluralitas agama saling berdampingan dengan keyakinan masing-masing.

Bagi penganut pluralitas yang mengaku beragama Islam, hendaknya mati sebagai Islam dan mengakui hanya Islam yang diridhoi oleh Allah. Agama yang lain gak usah dipikirin, terserah mereka melakukan ibadahnya selama mereka menghargai kebebasan beragama. Kita menghargai mereka walaupun tidak terlibat dalam ritual keagamaan mereka. Itu yang aku pahami...

Sejauh mana kita mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

Banyak orang mencandai tentang Sunnah Rasul. Ada yang bilang hari Kamis mesti menggauli istri karena ibarat membunuh yahudi sekian banyak. Padahal musuh muslim bukan yahudi tapi zionis. Banyak orang Yahudi yang masih bersikap baik pada kaum muslim. Tentang perbedaan keyakinan, biar nanti saat di akhirat ketahuan siapa yang paling benar.

Atau Sunnah Rasul tentang poligami, orang-orang yang beristri lebih dari satu katanya mengikuti Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Padahal seperti tulisanku tentang poligami, linknya di sini , hindari poligami bila tidak bisa adil. Bisa gak istri kedua lebih tua dan tidak lebih cantik daripada istri pertama? Menikah lagi semata-mata karena ingin memuliakan seorang wanita yang sedang kesulitan? Dan direstui oleh istri pertama tentu saja.

Ada lagi, tentang jenggot. Sebetulnya ada kisah di belakang sunnah jenggot ini. Waktu perang baju kaum muslim dan quraisy sama, agar memudahkan makanya supaya kaum muslim yang berperang menggunakan jenggot. Ini kisah aku dengar dari pak Munichi, saat pengajian di rumahku. Yang namanya sunnah itu dilakukan berpahala, tidak dilakukan tidak apa-apa.

Pak Munichi menambahkan, bahwa sebetulnya yang paling penting dicontoh dari sunnah Rasul adalah akhlak beliau yang mulia. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam tidak suka dikultuskan, dicontoh hingga sedetil-detilnya. Tentang beliau makan dengan 3 jari, itu adalah saat makan kurma. Atau tidur di atas anyaman pelepah kurma. Menurut pak Munichi masih kurang jelas jenggotnya sepanjang apa, tapi rambut Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyentuh pundak. Jadi nanggung banget kalo cuman pake gamis, celana congklang, mencukur kumis, memanjangkan jenggot, harusnya sekalian memanjangkan rambut sampai pundak. Yuk saingan sama rambutku yuuuk.

Akhlak yang mulia salah satunya adalah TIDAK MARAH. Tentang FPI... sebetulnya yang terbawa emosi adalah yang masih muda-muda. Darah muda... masih sulit mengontrol emosi. Seharusnya, seharusnya semakin tua memang semakin bijak, tenang, tidak mudah marah. Tapi kayaknya selain hawa nafsu kemarahan, yang tua-tua ini malah jadi sulit mengendalikan nafsu syahwat. Gimana caranya supaya tidak bosen dengan istri sendiri dan mengendalikan pandangan menggoda dari cewek yang bajunya kurang bahan. Hmm... aku bukan laki-laki sih, kurang paham... tapi setauku dengan rajin puasa sunnah di luar puasa wajib di bulan Ramadhan. Bila anggota FPI yang masih muda itu mau bertaubat, intropeksi diri lalu tidak diulangi, tentunya mesti dimaafkan.

Belajar Islam mesti cerdas. Karena waktu kita terbatas, uang kita terbatas, kemampuan kita juga terbatas, mesti memprioritaskan mana yang bisa kita lakukan. Cerdas dalam arti, dalam hal mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, mulailah dari mengikuti akhlak beliau. Hampir tidak pernah marah, karena merengut sedikit turun firman Allah berupa ayat Al Qur'an. Wajah yang selalu berseri-seri membuat yang lain merasa nyaman. Selalu memaafkan, membantu yang membutuhkan diutamakan pada keluarga lalu teman dekat. Setelah tengah malam waktunya digunakan untuk shalat malam.

Hidup itu hanya sebentar sekali, dan semua hanya untuk mencari bekal untuk ke kehidupan setelah kiamat. Bila mengaku muslim mesti mempercayai hari akhir kan. Kalo masih muter-muter dunia terus, nurutin hawa nafsu, nafsu syahwat, berniat bertaubat kalo sudah tua, karena masih ingin menikmati dunia mumpung masih punya uang, berarti jiwa masih kacau karena hati nurani dan yang dilakukan berbeda. Mau mengamalkan Islam secara benar itu dengan berjiwa besar dan berakhlak baik akan membuat kita tenang tak mudah goyah akan segala cobaan. Belum lagi janji Allah akan memberi jalan keluar tak disangka dan dicukupi hidupnya bagi yang tawakkal dan bertakwa...

Allah berfirman
"Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. "(QS. Ash Shaad : 46)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Sesunggunya orang yang paling aku cintai dan paling dekat kedudukannya denganku pada hari qiyamat adalah yang paling baik akhlaknya". (HR. Tirmidzi: 4/370 dan lihat Shohihul Jami': 15350)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Orang-orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya". (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Tidak ada sesuatu yang dapat memperberat timbangan (kebaikan) seorang mukmin pada hari qiyamat selain kebaikan akhlaknya". (HR. Tirmidzi)

Minggu, 19 Februari 2012

Kisah kita berakhir di Januari

Seorang blogger telah masuk dalam mimpiku. Dia mengajakku jalan-jalan di dalam mimpi itu dan menunjukkan anak-anak asuh yang sering dikunjunginya. Hanya mimpi, tidak seperti kenyataannya, di dunia nyata dia memalingkan muka karena perbedaan pendapat. Salahku, aku terlalu banyak kalimat untuknya saat menyampaikan uneg-unegku.

Beberapa kali ganti blog, karena entahlah, sepertinya ingin membuat imej baru yang lebih nyaman untuknya. Beberapa kali ganti nama, sepertinya nama baru lebih menunjukkan jati dirinya.

Beberapa sobat blogger tau tentang keributan aku dengannya, tapi lebih banyak yang tidak tau. Lebih parah lagi, seorang yang mengaku sahabatnya di dunia maya memblokirku di facebook gara-gara pertikaian ini. Dia tidak mau namanya tercemar, karena dianggap terlibat. Padahal sebelumnya dia sudah mengatakan padaku "waaah, dia itu gak romantis". Gak rokok makan gratis kali, iya, soalnya kalo ngerokok beli sendiri gak minta pada orang lain. Tapi aku lebih suka orang yang tidak merokok, rumahku di Jogja ini daerah bebas rokok. Walaupun aku pernah punya hubungan dengan orang yang merokok seperti kereta api, dan kalo lagi merokok aku tidak mau dekat-dekat.

Cerita yang muter-muter aja... aku ulang lagi, ulang lagi. Dia tidak tau bahwa aku pernah hampir pingsan merasakan kepedihan hatinya. Itu yang dinamakan empati. Kata temenku yang bijak, frekuensinya sama karena sama-sama merasa kehilangan. Orang yang paling disayangi sepertinya direnggut paksa oleh orang lain. Sama... dia kehilangan sesuatu, aku juga...

Hanya saja aku lebih bandel dibandingin dia. Aku aktif lagi ikutan klub olahraga, sering jalan-jalan ke luar kota, menginap di hotel berbintang dan makan-makan enak. Aku juga sempet rajin reuni, ikut makan-makan enak, karaokean sampai malam hari. Ribut dengan ibuku, yang menganggapku sudah bikin masalah tambah bandel.

Sempat beberapa kali kencan dengan lawan jenis, seumuranku yang masih jomblo, tapi tidak pernah lama. Terbentur dengan ribut-ribut gak jelas. Mereka orang-orang pintar bicara yang berencana taubat di hari tua, sedangkan aku sudah ingin meluruskan jalanku saat ini.

Akhirnya saat Merapi meletus di akhir 2010, aku memutuskan berhenti dari hal-hal yang lebih banyak mudharatnya dibanding manfaatnya. Terkurung di rumah, aku banyak menangis. Bahkan aku seperti mendengar gunung Merapi berbicara padaku samar-samar. Benarkah gunung Merapi bisa berbicara. Setelah aku ketemu dengan bintang tamu Indigo Trans TV yang bernama Dody, ternyata dia mengatakan bahwa gunung Merapi adalah makhluk Allah yang kadang menyapa orang-orang dengan bakat tertentu, biasanya karena keturunan.

Lalu aku mulai membuat beberapa blog untuk menulis semua simpang siur di kepalaku. Dari Al Qur'an aku mendapat pemahaman hidup. Dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, aku belajar tentang akhlak beliau yang mulia. Kesabaran tanpa batas, mudah memaafkan, membantu teman lain tanpa mengharap balasan hanya ditujukan pada Allah, banyak-banyak bersyukur atas semua nikmat dan anugerah dari Allah. Itu baru sebagian, masih banyak lagi.

Sobat bloggerku, saat ini blogmu telah berganti url lagi. Taukah kamu, bahwa ada bugs yang membuat followermu tidak bisa membaca postinganmu di dashboard. Selain itu, berganti url menyebabkan statistik pembaca menurun drastis, tulisan-tulisan lamamu yang di url lama walau muncul di google tidak bisa dibaca lagi. Sedangkan postingan lama di url baru sudah tidak bisa terindeks google soalnya link mengarah ke url lama.

Tentunya kamu tau, agar ada yang membaca mesti rajin melakukan blogwalking. Atau cara lain, tulislah dengan kalimat yang memukau lalu rajin interaksi di milis penulis yang sudah atau berniat menerbitkan buku, juga menyapa di twitter. Sudah pasti aku bukan level kamu lagi, tulisanku tidak ada indah-indahnya. Hanya sekedar curhatan gak jelas semata, bukan rangkaian kata-kata indah.

Aku sudah memutuskan tidak berkomentar di blogmu, tapi aku ingin menyampaikan tentang bugs di blogmu, karena itu aku tulis di sini. Aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu, karena ada hal yang membuat kita berada di frekuensi sama sehingga kadang aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan. Semoga kamu mendapat apa yang kamu harapkan selama ini...

Sabtu, 18 Februari 2012

Catatan gak penting lainnya

Beberapa komentar di postinganku tentang FPI kok jawabannya gak jauh dari kalimat gak ngerti. Duuuuh, apa pula ini. Temen-temenku mengaku Islam tapi ternyata sejauh ini memang mereka gak ngerti bener tentang ajaran Islam. Ahhh... sama kayak aku 3 tahun yang lalu, dibodohin orang di Bogor katanya mau diajarin Islam, gak taunya Islam versi leluhur, mursyid atau guru kok gak kelihatan, gaib.

Berarti 2 tahun terakhir ini ngebut dong ya aku belajar Islamnya. Walau pemahamannya masih perlu dibenahi sana-sini. Tapi tentunya beda dengan yang jebolan pesantren, tiap hari belajar Islam, jadi seharusnya banyak tau tentang Islam. Jadi pengen segera nonton film 5 Menara yang latar belakangnya tentang pesantren.

Bicara tentang gaib, aku banyak diceritain tentang gaib dari teman-temanku yang punya bakat lebih dong. Apalagi kemarin waktu kopdar dengan Dody Setyaji yang sempet jadi bintang di Indigo TransTV, juga dengan sobatku di komunitas Indigo. Kita ngobrolin sejarah pengIslaman di pulau Jawa. Tentang para Wali yang mendapat karomah. Konon orang NU yang sudah tinggi spiritualnya bisa mengontak Wali. Tentunya ini pro dan kontra, ada yang percaya ada yang tidak. Waktu peringatan setahun meninggalnya GD mantan Presiden di pesantren Tebu Ireng dinyatakan bahwa GD adalah Wali ke 10. Aku terus terang agak susah ngebahas GD, subyektif banget. Soalnya pak Amien Rais yang sahabat keluargaku kontra dengan GD. Sewaktu jadi Presiden, sikapnya tidak menenteramkan rakyat, gonta-ganti menteri, kerjasama dengan negara Israel, terus ada di gereja didoakan oleh non muslim. Karena sikap yang meresahkan akhirnya GD diturunkan MPR, pak Amien Rais jadi ketua MPR saat itu.

Mencoba bincang-bincang dengan kakak ipar yang rajin mengikuti pengajian dari pak Munichi cucu KH Ahmad Dahlan (sosok yang bikin aku nangis hebat saat nonton film Sang Pencerah, kayak ada di depanku benaran waktu itu), disarankan bencilah dengan perbuatan seseorang jangan membenci orangnya. Apalagi beliau sudah meninggal. Bagaimanapun juga kita mesti menyayangi semua manusia, dan hanya membenci perbuatannya. Dengan berpikir seperti itu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam mudah untuk memaafkan orang-orang yang menjahatinya.

Bila para Nabi mendapat mukjizat, maka para Wali mendapat karomah. Bila mencoba membaca tentang aulia Allah, ada yang berpendapat Ibnu Arabi adalah seorang Wali Allah. Sedang di Jawa selain Wali Songo juga ada aulia-aulia Allah lain yang menjaga bumi Jawa ini. Seorang Wali hanya diketahui bahwa dia Wali oleh Wali juga.

Aku pernah posting di salah satu blogku, bahwa ada pendapat Wali di jaman sekarang itu tidak selalu manusia yang menunjukkan kesaktian. Wali Allah adalah seseorang yang berusaha menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan Allah, bahkan hal yang makruh ditinggalkan. Efek dari peningkatan spiritual akan memudahkan mengerti tentang pemahaman kehidupan ini. Tentang apa makna dari firman Allah.

Soal pluralisme, pluralitas, atau apalah... sebetulnya siapa saja sih yang berhak masuk surga? Mereka-mereka yang bisa memahami dan mengamalkan ajaran luhur dari Sang Maha Pencipta, Allah subhanahu wa ta'ala. Di kepercayaan Islam, maka saat hisab di akhirat, umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam berada di depan. Mempunyai kesabaran tanpa batas, karena Allah bersama orang sabar. Mudah tersentuh dan membantu orang dalam kesulitan, diprioritaskan keluarga atau orang terdekat dahulu. Aku pribadi memberi bantuan pada pengemis ala kadarnya, tapi pada sahabat, semua yang ada di dompet atau rekening bisa aku kosongkan untuknya. Lagian uang dan rekeningku memang gak banyak isinya. Meyakini Allah yang akan mengganti semua dengan rejeki berlipat-lipat.

Bagaimana dengan orang di pedalaman Afrika, aku pernah baca, mereka akan dihisab darimana kalo bajunya hanya punya beberapa lembar. Sedangkan di Indonesia, setiap hari ada pengajian di TV, informasi sudah sedemikian banyak, tapi hanya segelintir yang mau memahami dan MENGAMALKAN. Sueeer, aku banyak ketemu keong racun yang pinter ngomong Islam, banyak ngerti tentang Islam, begitu tau aku gak punya suami, kayak lagu keong racun itu... baru kenal, eh ngajak tidur. Di depan forum pengajian khusyuk, gak taunya di belakang istri yang suka main golf suka nyolekin caddy-caddy yang celana pendeknya kehabisan bahan itu. Pantes yah, laki-laki banyak duit kecanduan main golf, katanya bicara bisnis, plus colak colek, dan gak tau plus plus yang lain.

Hanya yang mendapat hidayah akan tertarik dengan Islam, mau belajar, memahami dan mengamalkan. Yang Islam ilmunya masih cetek gimana, yaaaa... sama aku juga masih cetek, ini belajar terus. Tentunya dari pemahaman sedikit itu bagaimana pengamalannya, apa sering bertaubat, intropeksi diri, sabar, selalu bersyukur, dan seterusnya. Bila pengamalannya menyimpang ya masuk neraka sebelum bisa masuk ke surga.

Itulaaah... masuk surga itu tidak mudah, mesti diperjuangkan. Tapi kok kayaknya banyak mengaku Islam tapi bersikap kayak setan. Yang cowok punya pacar banyak, ditiduri semua, alasannya pejantan tangguh (halah, paling juga klepek-klepek sama penyakit kelamin). Yang cewek menggoda iman memamerkan auratnya, merasa keren padahal gak akan mencium bau surga. Emang banyak yang mengaku Islam tapi gak ngerti Islam itu apa. Mencoba nulisnya lebih mudah dipahami, tapi sekali-sekali nulis uneg-uneg, catatan yang gak penting kayak sekarang ini ahhhh...

Jumat, 17 Februari 2012

Galau kenapa mesti dipelihara

Kegalauan ternyata berbeda-beda tingkatannya. Ada keponakanku perempuan yang dulu suka SMS aku isi SMSnya gak jauh dari kalimat "tanteeee... aku bingung mesti ngapain", gak mau cerita masalahnya apa. Aku udah tau sih biarpun dia gak cerita juga, awalnya dia lama cari kerja gak diterima-terima. Terus, merasa kesepian banget, ada cowok yang deketin tapi gak ada yang serius. Seneng sama orang tapi kok cowoknya tipe susah. Pengen banget dapat cowok yang dia suka dan care. Akhirnya aku dengar kabar dia nikah tahun ini Insya Allah, dan hatinya sangat berbunga-bunga, Alhamdulillah.

Keponakanku yang lain gak jauh beda. Keluar masuk dari pekerjaannya. Duh, kasusnya karena dulu pernah depresi sehingga kecanduan obat anti depresan. Akhirnya menyepi ke kampungnya, ngajar Iqro'. Dari ngajar ini ternyata orang tua murid yang dia ajarin orang penting di salah satu perusahaan minyak di Kalimantan, dan dia ditawari kerja di sana. Setelah dapat penghasilan lebih baik dia mulai ingin mencari istri. Pengen banget rasanya menikah, keinginan itu bikin dia galau. Akhirnya dia memutuskan akan bergabung dengan pesantren supaya bisa mengenal santri-santri perempuan di situ. Semua ada proses tentunya, setelah ada percaya diri karena punya penghasilan yang lebih baik.

Aku kemarin ngobrol dengan teman lama, dia dengan pasangannya. Masih proses bikin usaha bareng, aku berprasangka baik dengan pasangan ini. Soal pacaran itu haram atau enggak, tergantung hubungannya gimana. Dulu waktu aku ketemu dengan temanku yang spiritualnya kuat ini aku lagi patah hati. Aku kebayang-bayang seseorang yang aku sudah berjanji mau membantu dia, karena dia pernah curhat sama aku sebel dengan keluarganya sendiri. Tepatnya gak dianggep keluarganya sendiri. Cowok jomblo yang takut dengan cewek. Dulu sih saran temenku sesama spiritualis bilang supaya hipnoterapi soalnya takut cewek karena ada trauma tertentu (dugaanku karena ada ilmu dari almarhum bapaknya yang sakratul mautnya lama). Karena sesuatu hal, dugaanku karena aku pernah menikah, dan dia masih bujangan hingga kepala 4, dia gak sanggup hadapi masalah-masalah yang aku hadapi. Apalagi aku pernah nunjukkin teror SMS dari mantan ke dia. Menyakitkan banget saat itu, dia ngilang begitu saja tanpa kabar. Dalam keadaan aku diteror mantan, eh masih ada yang tega nyakitin hati aku. Karena rasa sakit hati gak berhenti-berhenti aku memutuskan banyak mendoakan dia supaya segera dapat jodoh. Aku dengar kabar dia menikah tahun lalu dan aku merasa lebih baik.

Galau itu bisa jadi menjadi perasaan tertekan atau stres, lebih parah menjadi depresi. Ada yang bisa mengatasi ada yang tidak. Dan sebetulnya orang lain itu lebih banyak yang tidak peduli dibandingkan yang peduli. Orang-orang yang mempunyai empati, dekat dengan seseorang yang lagi galau atau depresi, maka empati itu akan sangat menyakitkan. Maka dia akan berusaha untuk membantu orang galau itu. Please deh jangan galau, ngeliat kamu galau, aku lebih galau lagi tau. Jadi dia akan berusaha membantu gimana caranya demi kebaikan semuanya. Saran kalo yang galau mau dengerin, kalo gak mau dengerin mendoakan mati-matian.

Setauku sih lebih banyak orang mengatasi galau secara negatif. Itu karena galau dekat dengan setan. Misalnya bergaul dengan orang yang sepertinya baik banget gak taunya ngasih paket gratis narkoba. Setelah paket gratis, paket hemat. Abis paket hemat, paket harga mahal, dan karena kecanduan dibela-belain nyolong duit keluarganya untuk bisa beli narkoba.

Sedang galau versi cowok keong racun itu, mereka akan cari korban cewek untuk dipacari. Bedanya dengan narkoba, kalo narkoba ngerusak tubuh sendiri, sedangkan cowok keong racun ngerusak cewek yang dipacari. Biasanya tipe cowok yang pejantan tangguh dan pinter ngerayu. Kadang bukan pejantan tangguh asal punya uang juga mudah untuk ngerayu cewek. Emang susah juga, salahnya sendiri ceweknya juga mau dirusak. Kasiannya, kadang cewek ini hanya suka diperhatikan, gak taunya pembuktian kasih sayang yang mesti pake acara tidur bersama ini malah bikin kehamilan. Begitu hamil kalang kabut semuanya, dan cowok banyak nunjukin sikap belum siap nikah dengan alasan begini begono. Jalan keluar... aborsi... pihak paling dirugikan adalah yang cewek, karena aborsi akan membuat trauma mendalam.

Galau kenapa mesti dipelihara sih... ada kisah lagi pencerahan versi Islami malah masuk ke Islam versi sesat. Merasa mendapat pencerahan dari aliran tertentu malah disuruh nyolong uang keluarganya sendiri karena orang di luar aliran ini dianggap kafir, uangnya halal untuk dicolong.

Please deh... galau itu bukan untuk dipelihara. Kalau galau untuk bahan lelucon bolehlah, jadi nyengir. Tapi galau tersesat di situ dengan alasan-alasan macem-macem. Abis yang ngeselin ortuku sendiri. Atau pacarku udah janji nikahin aku udah bikin konsep nikah ninggalin aku. Lebih banyak lagi yang susah dapat kerjaan menggugat pada Allah bertanya kok diberi nasib jelek. Semua itu adalah manusia kufur nikmat... Biarpun rajin shalat, ibadah, kalau masih galau merasa diperlakukan tidak adil oleh Allah tetap saja tempatnya di neraka karena kufur nikmat. Dari sekian banyak anugerah Allah, kenapa yang nyangkut malah bagian galaunya.

Tulisan ngebut sebelum berangkat kerja... ngeluarin uneg-uneg gak jelas. Say no to GALAU...

Selasa, 14 Februari 2012

Ngobrol di alun-alun utara Jogja depan keraton

Tadi ngobrol di alun-alun utara. Seruuu. Bertiga, Dody, aku dan temenku admin sebuah komunitas indigo. Beneran aku paling oon paling gak ngerti. Maklum, mereka ini punya bakat memang kuat banget.

Biasanya kalo pas acara Indigo yang tengah malam jam 1 aku bobok. Entah kenapa kok aku terbangun, dan pengen nonton acara Indigo ini, malem minggu kemarin.

Terus aku search di fesbuk nama pemerannya, langsung ketemu. Aku kirim inbox, besoknya dia balas nanya nopeku berapa. Ini orang ngetop banget, banyak fansnya. FBnya ada tiga, dua udah full malah.

Setelah di alun-alun akhirnya Dody cerita kenapa dia mau ketemu aku soalnya jauh-jauh hari dia punya firasat akan ketemu dengan orang dengan ciri-ciri seperti aku. Padahal rumahnya di Imogiri dan janjiannya di Malioboro. Aku sempet dites segala pake kartu 3x3 dengan sisi warna berlainan, nyusun sekali langsung jadi nyambung semua. Entah ya, aku asal masang kok bisa jadi. Kayaknya kalo diulangi juga belum tentu bisa, hehehe...

Soal ngobrolin apa, yah, gak jauh-jauh tentang shootingnya di TransTV selama 5 hari itu. Dan tentunya aku juga cerita bahwa aku mimpi akan kehilangan temen blogger saat awal ngeblog. Dan bener, kehilangan banget kalo yang ngejauhin tadinya sering chatting tiba-tiba diajak kontak gak mau, atau ada yang ngeblokir aku di FB padahal dia admin komunitas blogger di FB. Tapi itu belum apa-apa masih mending dibandingkan ada indigo di Bandung yang cantik jadi model tapi paranoid. Kalo di luar rumah dia populer, di rumah dia tersiksa sampe pengen bunuh diri, pernah minum obat tidur melebihi dosis juga memutus urat nadi.

Indigo juga manusia, punya rasa galau. Dan tanpa ketenangan batin yang lebih maka penampakan-penampakan akan membuat parno gitu. Di ajaran Islam, surat Al Fatihah kita berdoa agar ditunjukkan jalan yang lurus, yaitu jalan yang Allah beri nikmat bukan jalan mereka yang tersesat. Kenyataannya jalan lurus ini mendaki dan terjal. Tidak mudah untuk mencapai ke sana. Dengan menekan ego, emosi, terus merendahkan diri di hadapan Allah, rendah hati, sabar, mudah memaafkan, mudah tersentuh dengan orang yang dalam kesulitan, dan yang lainnya. Kenyataannya lebih mudah manusia itu meluapkan emosi, mengumbar hawa nafsu, kikir, sombong, egois, ingin dipuja-puja oleh manusia dan uang banyak sehingga menghalalkan segala cara. Padahal surga hanya bisa diraih dengan hati yang bersih, selalu mendekatkan diri pada Allah, dan membantu orang lain yang dalam kesulitan.

Ok, ini beberapa videonya Dody...





Senin, 13 Februari 2012

Kenalan dengan beberapa orang berkaitan dengan tulisanku tentang Indigo

Tulisan pendek saja ya... buru-buru soalnya. Wah, susah juga ceritanya mulai dari mana. Pertama ada komentar tentang tulisanku mengenai Indigo oleh Ferdhy Febryan. Beliau ini membuat pelatihan di Bandung, ini linknya HatiIndonesia . Kebetulan aku juga mau ke Bandung 25 Februari. Curiga nih, bapak satu ini ultahnya bulan Februari.

Yang kedua kenalan dengan Dody Setyaji, indigo yang muncul di Trans TV. Sedikit bertolak belakang pemikiran bapak Ferdhy dan tim kreatif Trans TV. Tapi toh, hidup itu berproses. Semua pemahaman mesti bertahap tidak bisa memaksakan pendapat kita pada orang lain. Itu wejangan dari Sunan Kalijaga. Sedangkan Sunan Giri sangat strict untuk berdakwah dengan Islam secara lurus, tanpa menyesuaikan adat budaya. Tapi Sunan Kalijaga dan Sunan Giri tetap bersahabat walau pemahaman mereka berbeda tentang dakwah. Masih belum bisa membahas tentang Sheikh Siti Jenar ah... tokoh kontroversial di jaman Wali Songo menyebarkan Islam ini. Kayaknya aku mesti pingsan dulu, wkwkwkwk...

Moga-moga nanti sore jadi ya bisa ketemuan dengan Dody Setyaji. Mau ke Malioboro. Ada yang mau ikutaaaan? Terus bapak Ferdhy sedang melakukan pelatihan dengan polda Jabar. Aku ingin sedikit berbincang-bincang tentang prosedur kepolisian agar bisa ketemu anakku yang di Bogor. Belum tau apa bisa ketemu atau tidak, tapi bila berkaitan dengan anak-anakku aku bisa minta ijin libur kerja, minta ijin ke Ibuku sebagai pemilik sekolahan tempat aku mengajar agar disampaikan pada Kepala Sekolah.

Aku belum punya firasat kuat tentang anak-anakku. Yang penting dijalani saja semuanya. Memang aneh banget, sudah kayak penculikan saja. Masak liburan sekolah aku ajak ketemuan dengan anak-anakku sendiri gak boleh sama ayahnya. belum lagi nenek dan keluarga besar ikut nutupin kejadian ini, nyalah-nyalahin aku. Kalo mereka punya hati nurani dan berpegang pada Islam yang lurus sesuai Al Qur'an dan hadits pasti anak-anakku diasuh oleh ibu kandungnya dan dibiayai ayahnya.

Rasanya lupa caranya ngurus anak... malah sibuk ngurus anak orang lain. Juga lupa rasanya punya suami itu gimana, wah kok amnesia gitu ya, oon banget... jadi malu... udah ah ntar kebablasan ceritanya...

Minggu, 12 Februari 2012

Whitney Houston meninggal karena narkoba (populer, banyak uang tidak menjamin kebahagiaan)

Waktu aku SD pengen banget punya suara indah. Bisa ikutan festival, kontes ini itu. Walaupun akhirnya ikutan paduan suara, dan itu sejak TK sampai kuliah gak bosen-bosen. Prestasinya lumayan, waktu SD pernah menang, SMP menang tingkat nasional di Jakarta, SMA menang tingkat DIY, pas kuliah pernah ikutan beberapa kali ke luar kota. Cuman waktu kuliah mesti bagi waktu ekstra kurikulernya paduan suara dengan softball.

Tentunya aku pernah pengeeen banget punya suara indah kalo lagi latihan vokal bareng temen-temen paduan suara. Kalo lagi di lapangan pengen punya badan lebih tinggi, fisik lebih kuat jadi main softball bisa jagoan. Kenyataan kemampuanku standar aja, gak pernah kepilih jadi solis di paduan suara, dan gak pernah kepanggil untuk seleknas lalu ikut pelatnas di softball.

Setelah itu aku jadi seorang ibu, melahirkan dan mengasuh anak-anak. Lamaaa gak nyanyi dan gak latihan softball lagi. Belum lama ini aku mencoba nyanyi lagi, diupload di youtube dan mulai ke lapangan, main dengan anak-anak muda belasan tahun yang masih belajar softball. Kemampuannya kembali kayak jaman yunior dulu, takut nangkep bola yang dipukul mengarah ke aku.

Tentunya ada suatu saat membayangkan dipuja-puja orang, banyak uang itu menyenangkan. Ternyata dalam kehidupan itu tidak ada jaminan kebahagiaan dengan popularitas dan banyak uang.

Whitney Houston, salah satu penyanyi idolaku dengan suara emas setinggi 5 oktaf diketemukan meninggal dunia secara tragis di kamar mandi sebuah hotel. Sudah memutuskan untuk berhenti menggunakan narkoba sejak belasan tahun yang lalu, tapi sepertinya keluar masuk panti rehabilitasi narkoba.

Mantan suaminya Bobby Brown yang juga penyanyi, pernah masuk penjara karena sering mabuk dan melakukan KDRT. Whitney Houston pernah ketauan lebam dan bibir pecah habis dijotos suaminya sebelum bercerai.

Jadi jangan beranggapan terkenal dan banyak uang jaminan kebahagiaan, sebetulnya semua itu hanya semu saja. Seandainya terkenalpun, sebaiknya terkenal karena menyebarkan kebaikan. Kalo tidak terkenal, juga bukan masalah, toh masih punya orang-orang di sekitar kita yang mencintai kita. Soal uang, bila uang itu dari rejeki yang halal dan barokah, maka sebagian disalurkan pada yang lebih membutuhkan. Sedangkan bila hidup dalam kondisi kemampuan finansial tidak seperti yang diharapkan, memang mesti intropeksi diri. Islam mengajarkan untuk qona'ah atau merasa cukup.

Aku pribadi, sering mendapat rejeki di luar gaji uang yang aku terima. Misalnya bisa jalan-jalan keluar kota bergabung dengan klub softball, dananya sumbangan dari senior yang sukses secara materi. Atau jalan-jalan dengan keinginan pribadi, ada teman lama yang membayari makan di luar atau transportasi.

Jadi sebetulnya kebahagiaan itu ada dimana? Bagaimana bila punya suami yang ringan tangan (bukan membantu tapi memukul)? Menyerahkan semua pada Allah, sering-sering istighfar mohon ampun atas kesalahan kita, banyak melakukan sedekah (mudah loh, senyum yang tulus juga merupakan sedekah), meningkatkan ibadah, dan banyak-banyak bersyukur atas anugerah dan ni'mat yang kita dapatkan.

Yah, aku juga masih belajar untuk melakukan hal yang diajarkan Islam untuk menemukan kebahagiaan sejati. Kadang masih sedih kalo ingat anak-anakku yang jauh dari aku. Pernah depresi juga, dan sekarang sedang giat belajar tentang hidup dan Islam agar bisa menjalankan hidupku dengan lebih baik...

(tulisan yang sangat emosional dan kacau kali ini ya... bisa merasakan kepedihan yang amat sangat seperti yang dirasakan Whitney Houston bila dalam kondisi disakiti hati oleh suami sendiri, yang seharusnya melindungi)

Sabtu, 11 Februari 2012

Anggota FPI ditolak turun dari pesawat di Palangkaraya

Menolak anggota FPI di Palangkaraya adalah anarkis melawan anarkis. Gak setuju dengan tindakan anarkis, berarti pro damai. Tapi kenapa yang mengaku pro damai itu ternyata melakukan dengan anarkis juga? Aneh...

Tadinya aku mau nulis tentang tasawuf. Apa hubungan FPI dengan tasawuf? Karena FPI menyatakan berseberangan dengan Islam Liberal. Sedangkan Islam Liberal ini ternyata dimulai dari perkumpulan tasawuf nontarekat.

Beberapa waktu yang lalu aku nanya ke ustadz di Jogja waktu aku belajar tasawuf di Bogor, penjelasannya tasawuf adalah pembersihan hati intinya itu. Tapi ternyata ada istilah tasawuf tarekat dan tasawuf nontarekat. Cendekiawan muslim yaitu Nurcholis Madjid pernah membuat perkumpulan tasawuf nontarekat di daerah elit Jakarta. Inilah cikal bakal dari yang disebut Islam Liberal.

Bila membaca situs resmi Islam Liberal, maka ada tulisan berkaitan dengan meneruskan perjuangan Gus Dur. Karena Gus Dur juga termasuk pendukung Islam Liberal. Islam Liberal mengedepankan pemahaman bahwa semua agama itu baik dan benar termasuk Ahmadiyah. Padahal Ahmadiyah telah mengaku punya Nabi baru yaitu Mirza Ghulam Ahmad.

Syariat - tarekat - hakekat - ma'rifat dalam Islam adalah proses pencarian kedekatan dengan Allah. Manusia yang mendekatkan diri dengan Allah, dunia seperti tidak penting lagi, merasakan betapa nikmatnya bermesraan dengan Allah. Karena nikmatnya kedekatan itu sering menyebut Allah adalah kekasihku.

Ada yang berpendapat bahwa tasawuf itu sesat, itu karena ada beberapa tarekat yang menyimpang amalannya. Seorang guru yang disebut mursyid, berhak untuk menyuruh muridnya untuk melakukan apapun agar hijab antara manusia dan Allah terbuka. Seperti misalnya berdzikir dengan keras untuk memecahkan kekerasan hati, atau malah shalat sunat sesudah shalat Shubuh atau sesudah shalat Ashar. Aku pernah dikasih tau, kenapa shalat sunat menjelang matahari tenggelam atau terbit dilarang, itu karena shalat di saat itu seperti shalatnya penyembah matahari, pada saat itulah Iblis akan mudah merasuki orang yang shalat yang tidak ada tuntunannya sesuai Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Tapi seorang mursyid yang punya hak untuk total dipatuhi oleh muridnya akan mengatakan bahwa itu rahasia Allah untuk membuka hijab yang hanya diketahui oleh manusia tertentu. Dengan amalan yang aneh-aneh (termasuk yang lain-lain, aku tidak hapal) tidak sesuai Al Qur'an dan hadits untuk menyibak rahasia kedekatan manusia dengan Allah, tiba-tiba murid ini akan merasakan ketenangan luar biasa dan kadang-kadang bisa mendapatkan keajaiban.

Pencarian untuk mendekatkan diri dengan Allah memang sangat beresiko, begitu ada salah satu amalan yang tidak sesuai Al Qur'an dan hadits, maka menurut pendapatku pribadi, sangat meragukan apakah yang memberi keajaiban itu apa benar Allah, apa ketenangan dan kebahagiaan itu benar dari Allah.

Orang-orang yang merasa begitu dekat dengan Allah, mulai membuat aturan sendiri, kadang aliran sendiri. Tiba-tiba mereka merasakan bahwa terbuka pemahaman mereka tentang alam semesta, mudah membaca pikiran orang lain, mulai membuat aturan baru, bahkan membuat pemahaman baru tentang sejarah Islam. Sementara itu orang-orang yang bertahan dengan aturan lama akhirnya merasa risih. Islam itu sudah jelas kok tentang ajarannya, kenapa mesti disesuaikan lagi, dengan pemahaman baru.

Soal FPI, aku bisa memahami, karena mereka begitu gemasnya dengan Islam Liberal ini. Islam yang mengajarkan kedamaian, malah dibelokkan Islam Liberal yang mengaku cinta damai dengan mementahkan perjuangan FPI.

Aku pribadi pengen ngebom sebuah rumah di jalan protokol Bogor, kalo tidak ingat ada anakku di sana yang diasuh sebuah keluarga besar. Ini sudah berusaha mati-matian supaya bersabar, menyerahkan semua pada Allah. Apalagi semakin sadar bahwa keluarga di Bogor tidak lebih dari penganut Islam warisan leluhur, ibadahnya ditujukan untuk leluhur makanya diingatkan tentang Al Qur'an gak ngerti-ngerti, mata hati mereka sudah tertutup. Udah ya intermezzonya...

Begitu FPI ditolak di Palangkaraya, langsung disambut oleh pembenci Islam, FPI dituding melakukan hal anarkis supaya dibubarkan. Tuduhan-tuduhan miring bahwa FPI pembenci agama lain. Aku mencoba memmpelajari FPI dari blog resminya, dinyatakan bahwa agama lain tidak dilawan oleh FPI, FPI hanya berjuang agar pemerintah bertindak tegas bersikap terhadap Ahmadiyah.

Dulu ada rencana demo secara damai terhadap Ahmadiyah, tapi ada seorang jurnalis dikirimi video dengan gambar dibuat begitu profesional bahkan ada testingnya segala sebelum merekam serangan FPI dengan Ahmadiyah. Ada skenario dibuat, dengan tumbal manusia agar diamuki FPI, lalu direkam secara profesional oleh Ahmadiyah kemudian dikirim ke jurnalis, akhirnya dimuat di Youtube. Aku baca banyak ulasannya tapi males ngeliat videonya. Aku malah membaca berita tentang jurnalis yang memuat video di youtube itu.

FPI bukanlah organisasi yang menentang kebebasan beragama. FPI hanyalah berusaha menyampaikan kebenaran ajaran Islam, tapi ada pihak-pihak pembenci ajaran Islam yang benar akhirnya menghina FPI. Seandainya Indonesia itu dikuasai oleh paham sekuler akan banyak wanita muslim yang menggunakan celana pendek di jalanan. Merayakan Valentine's Day sebagai hari kasih sayang dimana kekasih yang pria memberikan coklat pada pacarnya dan mengantongi kondom di kantongnya siapa tau pacarnya mau memberikan keperawanannya dengan alasan kasih sayang.

Efek Valentine's Day yang bubrah salah kaprah akhirnya akan memberi keuntungan bagi dokter yang menawarkan aborsi, bayi dibuang di pinggir jalan, wanita frustrasi yang akhirnya mencari nafkah di pelacuran karena merasa sudah kadung rusak.

Banyaknya perzinaan dimana-mana itu salah satu tanda kiamat. Kalo bener visi orang-orang dengan indra ke-6 itu akan ada kiamat di bulan Desember 2012 siap hadapi gak? Sudah merasa selamat dari kiamat... terus terang aku masih ngumpulin bekal untuk akhirat, aku juga belum siap...

Ah... belok ke sana-sini, dari FPI, tasawuf, sekuler, pengen ngebom rumah di Bogor, Valentine's day, aborsi, kiamat 2012... biarin juga ini blog aku, aku nulis pendapatku. Jadi mohon maaf kalo ada komentar OOT gak dimuat di blog ini...

Jumat, 10 Februari 2012

Membela yang dalam kesulitan

Sebetulnya Islam itu mengajarkan untuk membela orang-orang yang dalam kesulitan. Tapi kenyataannya waktu aku dalam kesulitan dulu bukannya dikasih solusi malah diajak hura-hura gak jelas oleh komunitas tertentu. Bukannya tambah bener, perasaan tambah "tersesat", hehehe... Tapi anehnya, dari belajar teman-teman penganut hedonisme (semoga Allah menunjukkan mereka ke jalan yang benar), aku malah banyak belajar. Oh begini toh cara berpikir mereka. Termasuk orang yang bisa menceramahi aku tentang Islam berjam-jam tapi ketahuan punya pacar padahal dia punya istri.

Orang dalam kesulitan yang dibantu sebaiknya adalah yang mau berusaha, bukan peminta-minta. Apalagi dia peminta-minta profesional, ada "manajernya" segala. Membantu orang non muslim juga dapat pahala, tapi bila ada pilihan prioritaskan yang muslim dan keluarga sendiri.

Miris memang kalo sering terdengar lagu kalo nonton ribut-ribut di TV apalagi yang make pengacara "Maju tak gentar membela yang bayar". Soalnya waktu aku ke LSM nanya soal pengen ketemu anakku yang dilarang ayahnya ketemu aku, cuman mau ngajak pas libur, ada oknum polisi yang akan selalu minta duit, dan bukannya masalah cepet tuntas, malah dilempar sana-sini.

Keluargaku sendiri mencemaskan aku kalo aku berhubungan dengan keluarga sana. Soalnya keluarga sana punya semacam "pegangan" ilmu warisan turun-temurun dari leluhur. Pantesan, kalo Idul Adha uangnya gak ada, padahal hukumnya sunnah muakkad, sunnah mendekati wajib. Tapi kalo hadiahan (jawa = selamatan) mendoakan leluhur pasti diada-adain besar-besaran ngundang orang banyak, bermewah-mewah. Dan ayahnya anak-anakku sendiri menurutku pikirannya emang sudah gaje banget, tubuhnya banyak jinnya, kebanyakan nongkrong di kebun raya Bogor malem-malem dengan kelompoknya pencari ilmu kedigdayaan dengan gaib. Kenapa dulu aku mau nikah sama dia, dulu aku gak tau, katanya hidupnya lurus untuk membantu orang lain rajin shalat segala. Akhirnya ketauan banyak bercokol jin di tubuhnya makanya aku sampe sakit dan pulang ke Jogja. Alhamdulillah masih diselamatkan Allah. Keluarganya sendiri gak terlalu mempermasalahkan soal jin ini, gak peduli kali ya, malah tambah dijadiin konsultan keluarga soalnya bisa jawab hal aneh-aneh soal gaib.

Yah, pelajaran berharga berada di keluarga besar yang sibuk dengan "pegangan-pegangan" ilmu warisan leluhur agar selamat dunia akhirat (katanya sih). Setauku sih pegangan itu kalo lagi bingung sambil jongkok...

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Seorang muslim dengan muslim yang lain adalah bersaudara, ia tidak boleh berbuat dzalim dan aniaya kepada saudaranya yang muslim. Barangsiapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa yang melepaskan seorang muslim dari suatu kesulitan, maka Allah akan melepaskannya dari kesulitan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat kelak."(HR Al-Bukhari no. 2442 dan Muslim no. 2580)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Sedekah terhadap orang miskin adalah sedekah dan terhadap keluarga sendiri mendapat dua pahala: pahala sedekah dan silaturrahim." (HR. at-Tirmidzi 658 dan ia berkata: Hadits hasan, Abu Daud 2355, an-Nasa`i 5/92, Ibnu Majah 1844, dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban no. 892)

Kamis, 09 Februari 2012

Tidak merayakan Valentine's Day

Postingan singkat saja. Soal kenapa tidak merayakan sudah banyak di blog lain. Kalo ada yang merayakan silakan, tapi jagalah batas definisi kasih sayang, bukan alasan untuk mojok. Karena saat berduaan di tempat sepi maka yang ketiga adalah setan (jadi ingat blogger yang memblokir aku di fesbuk gara-gara aku ingatin marah-marah itu karena terpengaruh bisikan setan).

Banyak uneg-uneg tapi masih rumit untuk menyampaikan, karena sulit diterjemahkan dengan kata-kata kali ini. Kepasrahan pada Allah kadang bisa begitu mudah kadang bisa begitu sulit.

Islam adalah agama yang penuh kasih sayang setiap hari, tanpa khusus merayakan Valentine's Day. Ada beberapa definisi tentang silaturahmi, salah satunya adalah berarti hubungan kasih sayang. Allah Maha Penyayang, jadi manusia juga seharusnya saling menyayangi sesama, walau sesuai aturannya, bukan menyayangi istri/suami orang misalnya. Dengan saling membantu, saling memberi, saling memahami. Karena itu orang yang tidak menyayangi sesama, cenderung pilih membenci, memusuhi, membeda-bedakan, merendahkan, menghina, dan seterusnya pahala yang dimilikinya akan diberikan pada korbannya. Bila tidak punya pahala maka dosa orang lain yang disakiti hatinya akan diambil. Sampai bisa saling memaafkan masalah dosa ini baru terputus dan diampuni Allah.

Masih berusaha untuk selalu menyerahkan semua pada Allah atau tawakkal...

Rabu, 08 Februari 2012

Orang zalim terkuras pahalanya

Orang yang berusaha membersihkan hati tidak hanya sekedar menghindari dosa-dosa besar, tapi juga menghindari dosa-dosa kecil. Banyak hal yang sering kita lakukan tanpa kita sadari bahwa itu dosa misalnya marah tidak pada tempatnya, dendam, menuruti hawa nafsu, sombong termasuk riya atau ujub, memutuskan hubungan dari keluarga, tetangga, atau pertemanan dengan orang baik, menuduh atau menghina orang baik yang tidak bersalah (ghibah). Istilah ghibah tidak berlaku bila orang ini memang benar perlu diluruskan akhlaknya.

Pelaku hedonisme akan bilang, hidup hanya sekali kenapa tidak digunakan untuk bersenang-senang. Sedang orang yang membersihkan hati dan menyucikan jiwa bilang, hidup hanya sekali dan hanya sebentar saja, banyak beribadah dan berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk bekal akhirat.

Postingan di blog ini memang sepi komentar, tapi bagaimana dengan Nabi Nuh 'alaihi sallam berumur hingga 950 tahun yang mau mempercayai ucapannya hanya sedikit sekali. Atau Nabi Yunus 'alaihi sallam sampai memendam amarah karena mencoba mengingatkan tentang kebenaran tentang ajaran Tauhid malah diketawakan orang lain.

Tidak mementingkan kuantitas pertemanan, tapi kualitasnya. Bergaul dengan orang-orang shalih agar selalu diingatkan tentang kebenaran bila kita melakukan kesalahan. Berteman sebanyak-banyaknya sih gak masalah, tapi selalu dijaga hubungan baik denga teman-teman yang shalih.

Sangat berhati-hati agar tidak menyakiti hati orang lain, berusaha selalu tenang, bersikap baik walaupun orang lain menjahati kita. Tapi tetap waspada dengan orang yang kurang baik, sebaiknya tidak akrab dengan orang seperti itu, basa-basi sajalah, dianggap lelucon saja kalo ngobrol gak ada bekasnya dalam hati. Karena marah dengan orang yang jahat tidak ada gunanya, bahkan seorang Nabi Yunus 'alaihi sallam mesti bertaubat dalam perut ikan minta ampun pada Allah telah menzalimi diri sendiri karena marah dengan orang-orang yang menghinanya saat beliau berdakwah.

Orang yang telah tega menyakiti hati orang lain, memusuhi, suka dendam, mengambil hak orang lain, mencaci maki, menuduh tanpa dasar, tidak mau memaafkan pada orang yang meminta maaf, dan masih banyak lagi masih termasuk orang yang tidak beriman. Walaupun rajin shalatnya, taat ibadahnya, bila berbuat zalim, memusuhi orang lain atau melakukan maksiat berarti tidak ada iman dalam hatinya. Karena orang beriman merasa selalu diawasi oleh Allah sehingga bila ada keinginan berbuat zalim, permusuhan atau maksiat, akan berusaha mengurungkan niatnya dengan cara apapun.

Beneran, aku tetap heran dengan beberapa laki-laki beristri seumurku, mereka pernah menceramahiku berjam-jam tentang pemahaman Islam yang mereka miliki. Tapi entah kenapa mereka tidak sanggup bila berkaitan dengan nafsu syahwat. Ada yang nonton Bukan Empat Mata, ngeliat paha mulus, dada tumpah, katanya kelelakiannya bangun tapi hasratnya bukan pada istrinya. Sampai mesti diam-diam berlangganan dengan telepon sex 0899... untuk memuaskan diri. Mendengar desahan wanita yang tidak dikenal lebih memuaskan hasrat dibanding dengan istri sahnya. Atau ada yang suka gelisah terbangun malam-malam, lalu iseng mencari gambar-gambar video porno di internet. Lagi-lagi sudah tidak berhasrat dengan istrinya sendiri. Makanya aku sering ketemu laki-laki beristri yang juga punya pacar, kadang pacarnya gak cuman satu bila uangnya banyak. Para laki-laki petualang cinta, walau banyak belajar tentang Islam, bikin pembenaran, kalo cuman nyerempet-nyerempet gak dosa. Allah melihat semuanya tentu saja, walau ngumpet gak keliatan oleh istrinya. Soalnya aku perempuan, sampai sekarang aku masih geleng-geleng kepala gak faham dengan fenomena yang satu ini, laki-laki yang sudah tidak berhasrat dengan istri sendiri.

Manusia beriman akan berusaha menghindari berbuat zalim pada orang lain, karena zalim itu akan menguras pahala yang dimilikinya. Tidak semua ibadah diterima Allah, orang yang bermaksud mempermainkan Allah dengan STMJ (Shalat Terus Maksiat Jalan) atau Tomat (Tobat Maksiat), karena sombong termasuk riya', dan seterusnya. Ibadah belum tentu diterima Allah masih berbuat zalim pada orang lain, yang mengakibatkan pahalanya diberikan pada orang yang dizaliminya. Saat pahalanya habis, maka dosa orang yang dizaliminya akan diambil. Dan itu akan terus terjadi sampai mereka bermaaf-maafan.

Sedemikian sulitkan untuk masuk surga? Sederhana sebetulnya, ciri-ciri orang masuk surga adalah saat meninggal dunia bisa menyebutkan syahadat. Hanya saja, walau rajin melatih mengucap syahadat, bila hati kita gelap tertutup dosa tanpa mau sering minta maaf, memaafkan, bertaubat pada Allah, maka proses kematian kita akan sulit. Didatangi malaikat pencabut nyawa dalam kelihatan seram, lalu kita akan mengucap hal yang paling membuat hati kita bergetar. Bila hatinya hanya tergetar karena Blackberry kesayangan kemungkinan besar matinya dengan menyebut Blackberry juga. Atau getaran karena selalu ingat pacar, menjelang mati tidak bisa mengucap syahadat malah nyebutin nama pacarnya yang sangat disayanginya.

Berhati-hatilah menyakiti hati orang lain, supaya pahala kita tidak terkuras habis, walaupun banyak beribadah ternyata pahalanya malah untuk orang lain yang disakiti hatinya. Bergetarlah hanya karena Allah, bergetar karena gadget baru disetel vibratornya malah hanya membuat hati kita tertutup dosa oleh gadget benda mati yang sudah menjadi berhala...

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Tahukah kalian siapa sebenarnya orang yang bangkrut?" Para sahabat menjawab, "Orang yang bangkrut menurut pandangan kami adalah seorang yang tidak memiliki dirham (uang) dan tidak memiliki harta benda". Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, "Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari Kiamat membawa pahala shalat, pahala puasa dan zakatnya, (tapi ketika hidup di dunia) dia mencaci orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain (secara bathil), menumpah kan darah orang lain (secara bathil) dan dia memukul orang lain, lalu dia diadili dengan cara kebaikannya dibagi-bagikan kepada orang ini dan kepada orang itu (yang pernah dia zalimi). Sehingga apabila seluruh pahala amal kebaikan nya telah habis, tapi masih ada orang yang menuntut kepadanya, maka dosa-dosa mereka (yang pernah dia zalimi) ditimpakan kepadanya dan (pada akhirnya) dia dilemparkan ke dalam neraka." (HR. Ibnu Hibban, Muslim, at-Tirmidzi, Ahmad)

Allah berfirman
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia." (QS. Al Anfaal : 2-4)

Senin, 06 Februari 2012

Berdo'a minta yang terbaik

Kemarin aku main ke tempat temen, mereka berdua pemahaman Islamnya cukup dalam. Aku banyak nanya ke mereka-mereka ini.

Waktu aku cerita soal kejadian anak-anakku, sampe mau nangis temenku yang perempuan ini. Empatinya sangat besar sampe aku bilang, udah gak usah nangis, aku aja gak nangis kok.Sebetulnya dulu sih aku pernah banyak nangis tapi sudah bisa mengatasinya.

Aku bercerita padanya bahwa seorang psikolog pernah komentar ke aku, orang lain bila mendapatkan kejadian kayak aku bisa terganggu jiwanya. Bukannya apa-apa, anak itu bagian hidup dari seorang Ibu, jadi bila ada yang mengambil secara paksa, jiwanya terganggu. Apalagi memang niat dari pengambilan ini karena maksud dendam, ingin menyiksa secara batin. Seorang yang punya perasaan, memahami ajaran Islam secara benar pasti berpikir berkali-kali sebelum melakukan pemutusan hubungan silaturahmi. Anak berumur 4 tahun masih terikat hubungan batin dengan ibunya, jadi bila dia paham Islam, walaupun terjadi perceraian akan membiarkan anaknya dirawat Ibunya, ayahnya memberinya nafkah secara materi. Kejadian pengambilan anak -anakku kembar berumur 4 tahun yang menimpaku murni niatnya hanya karena dendam semata, didukung oleh keluarga besarnya dari Ibunya (neneknya anak-anakku), kakak-kakaknya dan adik-adiknya juga.

Tidak main-main, pelaku pemutusan silaturahmi akan mendapatkan siksa dunia dan akhirat

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Tidak ada dosa yang Allah percepat siksa pada pelakunya di dunia, serta tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan silaturrahim" (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, At-Tirmidzi)

Allah berfirman
"Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?" (QS. Muhammad : 22-24)

Panjang sekali ceritanya diawali latar belakangnya. Dan sejauh ini walau aku sudah menghubungi LSM, LPA (lembaga perlindungan anak), tidak ada solusi yang berarti. Keluarga yang mengasuh anak-anakku yang diambil secara paksa dariku ini kompak banget menutupi kesalahan ayahnya anak-anakku dan mencari-cari salahku. Entah ngomong apa kalo nyekolahin mereka terus cerita kenapa tidak ada ibunya malah diurus neneknya.

Ada hal yang menguatkan aku tentu saja, karena dengan belajar Islam aku jadi selalu berusaha menyerahkan semuanya pada Allah. Kira-kira aku bercerita gitu pada mereka. Temenku ini menimpali memang, banyak orang mendapat pencerahan setelah sebelumnya kehilangan titipan dari Allah, bila berusaha menjalani ajaran Islam secara benar maka Insya Allah semua akan kembali. Yang melakukan tindakan penzaliman dan pemutusan hubungan silaturahmi akan dapat teguran dari Allah, siksa dunia dan akhirat.

Aku juga bercerita banyak hal, termasuk pemahaman-pemahaman Islam semuanya melalui pencarian yang pas tentunya. Kadang Islam bisa diterjemahkan lain oleh guru-guru yang berbeda-beda. Barangkali ada guru yang sibuk menjelaskan dengan surga neraka, pahala dosa, tapi aku pribadi sangat tertarik dengan ajaran Wali Songo. Wali Songo yang menyebarkan Islam di pulau Jawa ini menyebarkan Islam melalui kesenian. Bahwa Islam itu indah, bisa dinikmati. Dan tetap mengikuti budaya dari daerah tersebut. Berusaha membaur ke masyarakat, tidak usah menggunakan baju gamis lebar bercadar untuk menunjukkan identitas sebagai muslimah yang baik. Aku sendiri sangat setuju dengan pendapat Wali Songo ini untuk membaur dan menggunakan baju yang sewajarnya sesuai lingkungan. Karena ada yang berpendapat bagi wanita menggunakan celana panjang itu seperti laki-laki, haram hukumnya. Aku yang kemana-mana naik sepeda di Jogja ini cenderung menggunakan celana panjang bila pergi keluar rumah, aku memilih untuk fleksibel sajalah menggunakan baju, menggunakan celana panjang asal bukan menjadi bersikap maskulin dari hubungan lesbian. Maaf ya, masih straight soal begituan...

Pembicaraan yang sangat menarik pada mereka berdua ini. Walau aku yang banyak cerita, soalnya terus terang sih aku masih orang baru dalam hal spiritual, sekitar setahun yang lalu pemahaman mulai muncul. Jadi walau secara umur aku lebih tua dari mereka, tapi soal pemahaman Islam mereka lebih matang.

Sarannya dari temanku saat berdoa minta yang terbaik dari Allah sajalah, tidak usah detil mengucapkan mesti begini begitu. Minta dimudahkan semuanya karena suratan takdir kita sudah tertulis sejak zaman azali, 50 ribu tahun yang lalu. Kita tidak bisa mengelak dari semuanya kan. Tapi nasib seseorang bisa berubah dengan do'a dan ikhtiar serta berprasangka baik pada Allah bahwa semua yang menimpa pada manusia adalah demi kebaikan manusia itu sendiri...

Minggu, 05 Februari 2012

Pilih diam

Suatu ketika aku ketemu temen. Dia ini sukses secara materi, rumah besar, mobil banyak. Sama-sama beragama Islam, hanya saja dia penganut Islam Progresif. Waduuuuh... aliran apalagi ini...

Islam model seperti ini sangat menyanjung Amerika, keyword Google "Allah bless America and his people hanya muslim". Penulisnya banyak sekali mengutip kutipan-kutipan dari Al Qur'an, lalu memutuskan bahwa hanya hadits yang sesuai dengan Al Qur'an yang dia jalankan. Yang tidak sesuai dengan Al Qur'an ditinggalkan. Jelas penulis ini orang pintar, soalnya menulis dengan banyak referensi. Tapi sepertinya dia menjelek-jelekkan Indonesia, mengagung-agungkan Amerika. Emangnya Amerika bayar berapa buat dia?

Ada orang bikin teori sendiri, bikin aliran sendiri, ngajak berdebat, sesuai dengan akal mereka. Yang membuat Islam versi baru itu juga bukan orang bodoh, bukan orang miskin. Malah orang yang sederhana, secara materi tidak berlebihan barangkali sibuk mencari nafkah yang halal jadi gak mikir macem-macem. Sedangkan yang merasa di atas angin, materi berlebih, punya pangkat, dihormati banyak orang, otaknya encer, malah sibuk bikin Islam aliran baru versinya. Ada-ada saja.

Selama ngobrol dengan orang ini aku diam aja. Males. Kenapa sih mesti ngotot untuk bikin Islam versi baru, yang menggunakan hadits shahih sangat menyejukkan hati kok. Kayaknya memang berkaitan dengan UUD, ujung-ujungnya duit. Soalnya Islam model seperti ini pengen mengamrikkan Islam. Seperti tulisan di blognya, kenapa orang Amerika makmur, pemimpinnya terpilih secara demokrasi, banyak beasiswa bagi orang luar negri yang dikirim ke sana.

Menurut Al Qur'an keimanan yang sebenar-benarnya adalah bila mendengar ayat-ayat Al Qur'an hatinya akan bergetar. Selalu mendekatkan diri pada Allah dengan menjalankan perintahNya, dan menjauhi laranganNya. Bila hatinya bergetar karena sangat memuja Amerika? Jadi sebetulnya Tuhannya itu siapa? Menuhankan pada siapapun yang memberi beasiswa dan pekerjaan?

Ternyata memang uang bisa membuat seseorang membuat aturan sendiri, bahkan membuat aliran Islam versinya sendiri. Lalu bagaimana dengan pengikut-pengikutnya? Ah... entahlah, semoga Allah menunjukkan pada mereka jalan yang lurus.

Males banget ngobrol dengan orang tentang Islam, padahal dia gak ngerti sama sekali. Sok ngerti padahal sebetulnya gak ngerti. Mirip kasus aku mencoba menjelaskan tentang indra ke-6 pada seseorang malah dimarahin, diamuk-amukin, ujung-ujungnya ditendang dari suatu komunitas blogger, mengatakan gak paham tentang maqom segala. Aku gak marah kok biarpun diamuk-amukin, ditendang, diblokir dari FB. Banyak yang aku pelajari dari situ. Cuman gini loh, semua perbuatan yang menyakiti hati orang lain akan ditegur oleh Allah. Bila merasa sebagai muslim, lebih baik saling berbicara yang baik, saling memaafkan. Kalo milih ngikutin ego dan bikin Islam versi sendiri, yang penting sudah diingatkan, jadi sudah gugur kewajiban bagi lebih paham. Selebihnya pikir sendiri dan tanggung resikonya sendiri.

UUD  memang bisa merubah semuanya. Perempuan bisa jadi pelacur karena "terpaksa" butuh duit. Laki-laki bisa jadi koruptor karena haus duit. Bahkan Islam saja bisa ada aliran baru karena masalah duit. Duit sudah jadi berhala akhir-akhir ini...

Aku memang berbeda, tapi aku masih manusia

Suatu ketika aku pernah kenalan dengan seorang blogger, laki-laki single. Dia menyarankan agar aku lebih dekat dengan ibu-ibu, alasannya dia sendiri juga akrab dengan mereka. Aku mencoba masuk ke grup obrolan ibu-ibu ini dan aku dicuekin, tentunya aku maklum karena aku orang baru.

Ibu-ibu ini sibuk bicara tentang masak apa. Oke, aku gak nyambung sejak 2 tahun terakhir ini aku gak pernah masak, tadinya sih sering masak. Lalu mereka cerita tentang anak-anaknya, gak nyambung lagi soalnya anak-anakku ikut dengan bapaknya, tadinya sempet aku rawat tapi karena aku depresi, sorot mata kosong, ikutan bisnis gak jelas sampe kehilangan banyak uang, anak-anakku diambil bapaknya ke Jakarta. Lalu ibu-ibu ini cerita soal suami, dan aku gak punya suami.

Kalo aku memang gak nyambung dengan ibu-ibu yang "normal" terus masak dipaksain sih. Terus aku dikritik jangan suka komen di blognya laki-laki muda. Apalagi ini? Baru sekedar chatting udah ngatur-ngatur gak jelas. Waktu aku nanya ke dia soal sobat chattingnya di YM, dia bilang gak usah mikirin dia. Apalagi dia kasih tau pendapatnya blogger yang ngilang itu sama sekali gak romantis.

Terakhir waktu aku mencoba jelasin bahwa blogger ngilang itu punya bakat indra ke-6, orang ini dengan entengnya bilang, wah, blogger yang ngilang ini gak ngerti makna maqom. Terus waktu jelasin fenomena soal indra ke-6, dia malah marah-marah, gak usah ngomong gituan, gak ngerti.

Sebetulnya ada kaitan antara maqom dan indra ke-6. Ada mantan presiden yang suka tidur saat rapat dibikinin blog yang menyatakan bahwa maqomnya sudah tinggi setara Wali. Karena itu sebagai Wali, mendapat karomah dari Allah termasuk indra ke-6. Keilmuan sudah tinggi, pemikirannya melebihi manusia "normal". Aku gak akan membahas masalah apa mantan presiden ini Wali atau bukan, hanya menyatakan bahwa bila membahas maqom, sederajat Wali dapat karomah, termasuk punya kemampuan indra ke-6.

Aku pernah nulis juga, apa perlu kita mengagung-agungkan seorang Wali, bila memang mensejahterakan masyarakat saat jadi Presiden, barangkali tidak akan diributkan. Banyak tindakannya yang kontroversial dan meresahkan. Bahkan masih pro dan kontra sampai sekarang, soalnya di blog Jaringan Islam Liberal banyak tulisan mari meneruskan perjuangan bapak titik titik ini.

Jadi karena aku sudah mencoba menilik grup ibu-ibu yang sibuk dengan masakan, anak, dan suaminya, aku tidak bisa bergabung dengan mereka. Aku gak bisa cerita, anakku sudah begini begitu loh, suamiku beliin aku apa atau ajak kemana. Aku nyambung bila bergabung dengan komunitas softball, karena di sana bicara teknik bermain softball, plus main game. Juga komunitas Paduan Suara, atau komunitas Ibu-Ibu pengajian, karena bicara tentang ilmu agama. Kadang juga ikutan nyanyi bareng apa di kafe atau ngundang organ tunggal dengan ibu-ibu pengajian ini, soalnya mereka paham bahwa manusia bukan dilihat dari punya anak lucu gak, suaminya kaya gak atau pinter masak apa. Kita sama-sama mencari ilmu, membahas tafsir Al Qur'an, hadits, saling menghargai sebagai sesama pencari ilmu.

Dan muncullah tulisanku ini gara-gara di komunitas blogger namaku disebut karena aku kontak seseorang member komunitas mau datang ke kotanya. Aku mengalah sajalah, aku gak akan posting lagi ke sana. Aku sudah disindir oleh co admin agar gak posting ke sana lagi, solidaritas dengan admin utamanya. Aku masih bisa berteman dengan blogger-blogger member komunitas ini tanpa aku mesti posting di sana.

Sebetulnya aku masih merasa sebagai manusia, sedang belajar untuk lebih mendekatkan diri pada Allah. Pemahaman agama Islam yang berbeda bisa bikin orang gak nyaman dengan aku. Anehnya, ketemunya kok pentolan-pentolan suatu komunitas ya... hahaha... Biarlah, kalo aku bikin suasana di komunitas itu jadi gak nyaman menurut pendapat admin dan co admin, mosok mau memaksakan diri nulis di sana.

Jadinya pengen nyanyi "aku juga manusia, punya rasa punya hati, jangan samakan dengan pisau belati..."

Sabtu, 04 Februari 2012

Dilema, laper tapi ngantuk

Ceritanya dimulai saat keponakanku mendadak sakit panas. Periksa di lab ternyata sakit ada peradangan usus. Terus googling nyari pengobatan herbal untuk peradangan usus, nemu gamat atau teripang. Jadi ingat kemarin waktu ke pameran aku beli buku kisah-kisah Islami edisi sampul tebal dari 70 ribu menjadi 20 ribu. Di sana aku sempet memegang obat yang disebut gamat atau teripang ini.

Aku balik lagi ke pameran yang tempatnya gak jauh dari rumahku beli lagi gamat, dapat brosur. Dari brosur ini ada penawaran madu pahit dengan khasiat lebih dari sekedar madu yang manis. Di internet ada beberapa dijual dengan beberapa merk. Tapi tentunya madu yang manis lebih disukai daripada madu pahit. Aku sendiri tadinya sukanya beli madu dari buah kelengkeng. Kadang jus madu yang udah jadi, atau madu dari toko yang khusus menjual produk organik.

Pagi ini pulang dari latihan softball, setelah sekian lama gak latihan, aku pulang dengan tangan cedera, nyeri. Mencoba menghubungi tukang pijit langganan, sedang tidak bisa, bisanya besok. Jadinya mencoba menggosok sendiri pelan-pelan dengan minyak zaitun, tapi kali ini dicampur gamat, yang kapsulnya kubuka. Alhamdulillah membaik. Sambil minum madu pahit beberapa sendok barusan dibuka segelnya. Aku rasa bukan pahit kayak brotowali, intinya lidahku masih menerima dengan baik-baik saja.

Sekarang sedikit dilema, tanganku Alhamdulillah membaik, jadi ngantuk, tapi laper, maklum di lapangan kayak setrikaan main game lari ke sana lari ke sini. Menguatkan diri berjalan ke kaki ke resto dekat rumah yang menjual makanan favoritku, nasi bakar dan pepes ati ampela. Besok puasa, biasanya sih sahurnya pake oatmeal alias havermut yang quick cooking bukan yang instan.

Dulu aku sering masak, sekarang jarang. Menu makanku dianggap aneh oleh orang-orang. Aku menghindari gorengan, mi  instan, sayur bersantan. Aku sering beli sardin, yang tidak ada pengawet di di komposisinya. Kemarin melihat di reportase, ada ikan segar dicelupin ke tawas biar tahan hingga 3 hari tanpa di es.

Kalo aku cerita menu makanku, orang bilang aku menyiksa diri. Ah enggak juga, masih makan gorengan, asal  goreng sendiri dengan minyak yang baru. Masih makan di luar, tapi cari menu yang banyak sayurnya. Sampe dikatain kayak kambing atau codot, biarin aja. Kalo sukanya sayur dan udah males makan daging emang kenapa. Udah gak tergiur dengan fried chicken, sampe lupa kapan terakhir makan fried chicken.

Aku punya sahabat di Bandung, saat ke rumahnya full dengan makanan organik. Dan temen sebangkuku saat SMA ini masih kelihatan awet muda, rajin nemenin anak-anaknya berenang, belum lagi makanan sehat. Sebetulnya semua juga tau makan makanan sehat dan rajin olahraga itu membuat tubuh lebih fit. Masalahnya memang, karena nyari praktis masak, ujung-ujungnya main menggoreng aja. Biar hemat, minyak gorengnya dipake sampe berkali-kali.

Ada seorang  seorang anak kecil dari kenalanku yang tidak pernah dikenalkan dengan sayuran. Karena orang tuanya bekerja, dititipkan pada kakek dan neneknya. Kakek dan neneknya sukanya masak sayur yang bersantan yang pedas, jadinya anak ini diberi mi instan tiap harinya supaya praktis. Coba anak ini diajak ngomong, cuman jawab "haaa", padahal cantik, berumur 4 tahun tapi gak nyambung kalo diajak ngobrol.

Parno banget, makanan sekarang isinya racun semua. Ikan dan ayam dicelupin ada yang di formalin atau ada pake tawas, makanya beli ikan air tawar dari kolam minta dibersihin. Ayam mesti milih yang jualannya cepet habis, bukan sembarang penjual ayam. Sayuran dan buah mengandung banyak pestisida, apalagi nih... padahal gak semua berlabel organik, kalopun ada harganya mahal banget.

Tentunya tetap mencoba survive hidup semampunya, kalo gak mampu beli organik beli yang biasa sambil membaca basmalah dan dibeli dengan uang halal... gitu deh...

Menjadi terasing

Sekitar pertengahan 2009 aku aktifis di Facebook, maksudnya sering nulis status dan notes. Tulisannya kebanyakan gak jauh dari ayat Al Qur'an dan hadits. Karena aku bersekolah umum dari sejak TK, tulisan tentang Islam malah membuat teman-temanku tidak nyaman. Pernah aku ikut rapat mau membahas reuni, dari sekian banyak muslim yang ikutan di situ hanya segelintir yang shalat Maghrib.

Aku hanya berusaha menjadi seorang mukmin di jalan yang benar. Itu istilah beriman juga masih dipermasalahkan bahwa iman saja belum cukup untuk masuk surga, iman artinya baru percaya belum mengamalkan. Maleeeees berdebat, padahal iman yang sebenar-benarnya menurut Al Qur'an termasuk golongan yang masuk surga. 

Masalah tasawuf juga jadi perdebatan. Temenku bilang bahwa tasawuf itu sesat. Sampe aku perlu baca-baca banyak di dunia maya dan bertanya pada ustadz. Kalo misalnya uangku berlebih aku barangkali ingin punya koleksi buku. Karena keterbatasan cukuplah nanya ke om Gugel dan pembicara pengajian di rumahku.

Waktu aku tinggal di Bogor sekitar 2008-2009 aku sempet belajar tasawuf. Dari penjelasan ustadznya tasawuf ini adalah pembersihan hati. Sudah bukan lagi menghindari dosa-dosa besar, tapi juga dosa-dosa kecil. Setelah pertengahan tahun 2009 karena ingin menulis di blog, dengan membuka referensi aku baru tau ada ritual tasawuf melalui tarekat dengan guru yang dinamakan mursyid. Jadi bila ingin menjadi seorang sufi harus nurut total pada mursyid. Aku sering menulis tentang sufi-sufi yang ingin mendekatkan diri dengan Allah melalui pembersihan hati dan pensucian jiwa sesuai Al Qur'an dan hadits. 

Sufi dan hedonis sangat bertolak belakang. Seorang sufi adalah orang yang berusaha membersihkan hati untuk mendekatkan diri pada Allah, dan beramal sholeh. Dengan mendekatkan diri pada Allah para sufi hidupnya merasa tenteram. Sedangkan hedonis adalah pecinta kehidupan dunia, seks bebas, minuman keras, drugs, konsumtif, tanpa itu hidup mereka hampa tidak punya rasa senang.

Ada pendapat lagi bahwa tidak semua beragama Islam adalah muslim. Hmmm... yang beragama Islam itu muslim, tapi tidak semua muslim itu mukmin. Banyak orang yang di katepenya tulisannya beragama Islam, tapi mereka ini merasa tidak nyaman dengan mendengarkan ayat-ayat Al Qur'an. Hidupnya lebih banyak sibuk mikir cari uang banyak untuk makan enak pake baju bagus, rekreasi. Bila diajak diskusi soal agama hanya cengar-cengir gak ngerti dan mencoba mengalihkan perhatian pada hal duniawi yang menurutnya menyenangkan. Barangkali mereka ini juga shalat 5 waktu, hanya saja diajak berdiskusi soal tafsir Al Qur'an pilih menghindar karena sibuk, tentu saja karena sibuk ngurusin hal-hal duniawi.

Menjadi seorang sufi hanyalah label saja. Hanya sekedar suatu komunitas yang ingin lebih meluruskan jalan, membersihkan hati dan mensucikan jiwa agar lebih dekat dengan Allah. Tapi memang perlu dilihat, model tasawuf seperti apa yang dipelajari, selama masih berpatokan pada Al Qur'an dan hadits berarti sufi di jalan lurus sesuai ajaran Islam.

Di akhir jaman, Islam akan menjadi kembali terasing. Hanya sekelompok kecil saja yang menjalankan Islam secara lurus. Banyak yang belajar ilmu begitu tingginya di luar negri malah mencoba membelokkan pemahaman Al Qur'an dan hadits yang shahih dengan rasio. Menjadi kelompok Islam pecinta kebebasan seperti kelompok tahun 70an di Amerika yang disebut hippies. Hippies itu kelompok yang merdeka, terlalu cinta pada alam, cinta pada sesama, ujung-ujung malah sibuk dengan gaya seks bebas. Segala sesuatu kalo bebas tanpa aturan jadinya malah gak bener, gak ada pager dan remnya soalnya.

Ada yang menutup diri tidak mau bergaul dengan dunia luar karena terlalu takut dosa, mereka sibuk beribadah di komunitasnya sendiri tidak mau menyebarkan Islam ke yang pemahamannya mereka anggap berbeda. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa mereka ini ilmu tentang ajaran Islam tinggi, jadi aku suka membaca referensi dari mereka, walau ada beberapa yang tidak sepaham. 

Karena profesiku sebagai pendidik, mesti belajar menyesuaikan diri dengan berbagai macam karakter anak, juga orang tua. Saat berusaha mengatasi masalah di sekolah Islami ini, selalu berusaha bersikap baik dan sabar walaupun ada orang tua yang pernah komplen dan  marah-marah, kalo soal anak ngambeg dan bandel sih sudah makanan sehari-hari. 

Sebetulnya siapa sih yang terasing? Aku tidak merasa terasing, Alhamdulillah masih banyak temannya. Islam yang lurus itulah yang terasing. Banyak sekali aliran di Islam. Ada yang dapat beasiswa sekolah di Iran pulang-pulang mencoba menyebarkan paham Syiah. Ada yang lulusan pesantren kolot, memutuskan untuk hidup sebagai salafy. Atau sekolah tinggi di dunia barat lalu setelah pulang bergabung dengan paham liberal. Tentang Ahmadiyah aku masih gak ngerti, kenapa mereka mengakui Nabi baru, konon soalnya ada dananya dari luar negeri. Aku sampe mikir apa dana dari luar indikasi proyek memecah belahkan umat Islam, wallahu a'lam. Apa yang membuat mereka tenteram dengan yang diyakininya masing-masing? 

Gak usah jauh-jauh, jadi blogger aja pernah bermasalah dengan blogger lain, hehehe... Tapi udah males cerita lagi, semua malah menjadikanku belajar lebih ngerti tentang Islam dan belajar lebih sabar lagi.

Mencoba menjalani Islam yang lurus, sesuai Al Qur'an dan hadits, mengingatkan kebenaran tanpa emosi, toh Allah nanti sudah akan memberi ganjaran, masak sih kita ragu malah merasa nyaman meluapkan emosi dengan menyebarkan kesesatan mereka. Bahkan memendam emosi adalah perbuatan menzalimi diri sendiri... (jadi ingat Nabi Yunus 'alaihi sallam yang emosi pergi meninggalkan kaumnya lalu masuk ke perut ikan).

Berprasangka baik itu ditujukan total pada Allah. Sedang pada manusia, tetap perlu seperti kata bang Napi "waspada, waspadalah". Karena ajaran Islam yang lurus menjadi terasing di akhir zaman... 

Jumat, 03 Februari 2012

Mencari tau kandungan pasta gigi

Akhir-akhir ini aku suka cari referensi tentang obat herbal. Ujung-ujungnya kok mengarah ke pasta gigi. Aku biasanya beli yang agak mahal tadinya depannya E, lalu akhir-akhir ini yang depannya S. Ternyata pasta gigi yang baik adalah yang sedikit kandungan fluoride dan deterjennya. Berbeda dengan anggapan selama ini fluoride akan membuat gigi sehat.

Cukup parno juga. Perkembangan jaman, industrialisasi memang membuat tubuh kita hanya semakin hancur saja. Belum lagi obat-obatan kimia. Sesakit-sakitnya aku, aku menghindari obat kimia. Makanya aku akrab dengan yang namanya madu, propolis, habbatussauda, minyak zaitun, terakhir ini beli gamat, juga lagi menimbang-nimbang beli suplemen spirulina soalnya kalo darah rendah kumat  malem-malem kena air dingin suka menggigil.

Kalo ngerti apa yang terjadi dengan industrialisasi kita akan ngeri. Cara mengatasi antara lain membeli dengan uang halal berharap yang kita konsumsi bermanfaat bagi tubuh kita. Ada faktor yang membuat kita sehat yaitu kebahagiaan akan menghilangkan racun dalam tubuh kita. Itu faktor alami dalam tubuh. Pikiran yang tenang juga akan membuat darah selalu mengalir lancar dibanding yang bawaannya stres melulu.

Walau secara industri kita digempur dengan begitu banyaknya pengawet, penyedap rasa, pewarna tidak alami, pasti ada yang survive yaitu yang menerapkan hidup sehat secara lahir dan batin. Belanja tentunya sesuai kemampuan kita sajalah, Insya Allah segala hal yang halal dan barokah akan membuat kesehatan kita terjaga...