Minggu, 15 September 2013

Alergi ke masjid

Aku terkesan banget ngobrol sama seorang Saudi. Dulu pernah ditelpon sama seorang Emirati, wah... idenya aku mau dijadiin salah satu "secret wife". Ada Emirati lain, yang aku tertarik nanya soal tasawuf. Waktu video call dia nunjukkin perpustakaan pribadi. Katanya dia udah nulis 8 buku tentang Islam. Idenya itu ngajak aku nikah selama umrah, abis itu cerai lagi. Ah, kok ketemunya ma yang gak bener aja.

Tapi dengam Saudi kali ini pembicaraan dengannya cukup menyenangkan.

Aku : Aku mencintai Nabi Muhammad saw, dan berusaha meneladani beliau
Dia : Aku juga
Aku : Orang Arab pasti diajarkan mengenal Nabi Muhammad saw sejak kecil, tapi lenapa hanya sedikit yang meneladani beliau
Dia : Memang iya
Aku : Apa hobimu, aku suka softball, naik sepeda, berenang, membaca, menulis
Dia : Aku suka unta, ada banyak unta di rumahku, bukan di sini
Aku : Dimana itu?
Dia : Di Abha
Aku : Dinaiki  ya
Dia : iya, diusap-usap, dikasih makan juga. Kalo kamu umrah kesini, tak kasih unta satu
Aku : Teeus aku bawa untanya gimana dong
Dia : Kamu dulu pisah ama mantan kamu gimana?
Aku : aku pergi, takut, dia kesurupan beberapa kali
Dia : Apa itu maksudnya aku gak ngerti
Aku : Dia ngaku bisa ngeliat jinn, bahkan guru spiriualnya gak kelihatan
Dia : Ah.. aku gak percaya ma dia
Aku : Dia neror aku lewat SMS katanya mau motong leherku, atau menyiram wajahku dengan air keras
Dia : Jauhi aja orang kayak gitu
Aku : Lebih parah lagi, dia alergi ke masjid. Hari Jum'at siang dia ngumpet di dapur ngerokok.
Dia : Then stay away from him...

Orang Saudi itu susah ngerti kalo diceritain banyak kasus perdukunan di Indonesia. Ada santet, kerasukan. Mungkin dia belum liat sendiri sih...

Kasus alergi dengan masjid, memang bisa jadi dipengaruhi bisikan jin. Jin itu sudah mengikat dia dengan kuat. Mau dikasih tau pake kalimat apapun tetap gak ngerti-ngerti juga, dipikirnya, punya guru spiritual yang gak keliatan itu hebat, gak sadar kalo itu menyesatkan dan membuatmya semakin jauh dari ajaran Islam yang benar...

Kamis, 12 September 2013

Laki-laki Saudi yang galau

Di Saudi Arabia banyak pendatang lain dari Asia. Kebanyakan Pakistan, India, Srilangka. Tentunya orang Indonesia dan negara lain tapi tidak sebanyak 3 negara yang disebut di atas.

Dalam hal pekerjaan, orang asli Saudi diprioritaskan. Kerja yang levelnya sama dengan orang Asia, orang Saudi dapat gaji lebih besar,

Kalau melihat di Facebook, orang Saudi itu nampaknya misterius banget. Mereka jarang upload foto mereka pribadi. Apalagi upload foto ngumpul-ngumpul ma temen. Kalo ada yang iseng upload video pesta pribadi (wanita dan pria dipisah) wooow... mencengangkan.

Hukum syariat di Saudi sangat ketat. Tidak ada yang boleh pacaran di depan umum. Tapi di pesta pribadi, yang khusus laki-laki suka menyewa penari perut. Bahkan ada wanita yang tidak bergaya penari perut, tangan diletakkan di lantai, pantat digoyang-goyangkan.

Sedang di pesta wanita, mereka banyak pakai baju seksi berkelip-kelip pake payet. Sambil menyewa grup musik, kadang sambil joged-joged.

Menjelang Ramadhan kemarin, ada 2 laki-laki Saudi kontak aku. Nanya apa aku berangkat umrah Ramadhan, kalo iya, mereka mau menemuiku. Aku bilang enggak, ya udah mereka menghilang gitu aja, aku gak mau mikir terlalu jauh maunya apa.

Beberapa hari terakhir ini sekitar jam 5 pagi ada seorang laki-laki Saudi yang tinggal di Jeddah kontak aku, katanya dia jadi Sleepless in Jeddah (ini istilahku nyomot dari judul film). Jam segitu di Jeddah sudah tengah malam.

Dia cerai 6 tahun yang lalu. Sibuk dengan kerjaan, tapi akhir-akhir ini suka merasa kesepiannya cukup mengganggu. Tingkat perceraian tahun-tahun belakangan ini di Jeddah memang tinggi sekali.

Aku tanya kenapa gak nikah. Katanya sih, banyak hal yang jadi pertimbangan. Di Facebook kebanyakan friendlistnya wanita Asia. Faktor budaya, birokrasi, sulit menikah dengan wanita Asia, secara pribadi dia menyukai wanita Asia.

Dia nanya, boleh gak ke kotaku pas Idul Adha mendatang. Aku jawab silakan saja. Umurnya sekitar 35 tahun, jauh lebih muda dari aku. Dari pengalamanku sebelumnya, banyak orang luar yang bilang mau ke Jogja, nyatanya gak jadi.

Tinggal di Saudi bagi wanita Indonesia, apalagi yang gaul tentunya tidak menyenangkan. Tidak boleh keluar sendiri, tidak boleh menyetir mobil. Acara tivi terbatas, koneksi internet juga cuman bisa membuka situs tertentu.

Bersyukur banget bisa tinggal di Indonesia. Bisa punya wawasan lebih luas. Bisa berteman dengan siapa saja, bisa kopdar dengan blogger. Bisa menyalurkan hobi olahraga.

Walau Indonesia banyak kekurangan kayak korupsi merajalela, dan lainnya, toh banyak hal yang bisa bikin kita ketawa akhir-akhir ini dengan populernya kalimat aneh dari seorang yang sekarang diciduk oleh kejaksaan karena kasus penipuan...

Selasa, 10 September 2013

Akibat pergaulan bebas dengan mursyid yang tidak tampak

Banyak orang belajar Islam versi masing-masing punya pemahaman berbeda tentang ke surga. Dan termasuk saling ribut dengan pemahaman masing-masing yang diyakini.

Aku mau cerita ya, Juli 2009, ada seorang laki-laki muncul di rumahku. Posisinya sudah sebagai mantan suami, karena dia sudah menulis surat pernyataan bercerai di atas surat bermaterai.

Siang itu aku ngantuk banget, tiba-tiba dia membawa anakku kembar yang saat itu berumur 5 tahun keduanya perempuan.

Dia balik ke Bogor membawa anakku kembar perempuan, sekaligus nyolong akte kelahiran, dia bongkar lemari pakaian soalnya mau aku sekolahin. Setalah dia nyampe rumahnya di Bogor, dia memberondongku dengan sms mengancam mau memotong leherku dan menyiram mukaku dengan air keras. Menurutku itu bukan bahasa manusia yang punya hati nurani.

Itu dia juga gak malu tinggal di rumahnya yang ongkos renovasi dan perabotan rumah sumbangan dari keluargaku.

Kemarin aku nitip oleh-oleh umrah yang tertunda karena banyak hal ke anakku perempuan kembar. Langsung deh muncul kalimat tingkat tinggi di fesbuknya yang barangkali sulit dicerna manusia biasa karena mursyidnya dulu katanya ke aku gaib alias gak kelihatan.

Terlalu tinggi, sebelas dua belas sama Vicky Prasetyo deh...

"cerita pemahaman Habib Syarif ali al-hiduan.mengatakan sorng janda kufur amanah takan pernah merasakan wangi nya surga walaupun janda itu Ahli Ibadah."

"kelak km akan paham siapa dirimu yg sebenar nya dngn teguran Allah swt.Amanah mu yg kmu sebut anak setan"

"walaupun kmu umbroh itu takan merubah Ahlaq mu dlm pahami Amanah. Rossulullah takan meberi saffaat pd janda yg tlah zolimi Amanah Allah swt."

"se orng ibu yg ingkari Amanah Allah swt.dan ter pisah di dunia.dn kelak di hdpan Allah swt aka jadi kerak api neraka,ini ucapan se orang habib syarif al hinduan."

Wealaah... aku mencoba mengunjungi aja dihalang-halangi gak boleh ketemu. Kirim paket sepasang handphone Nokia diamankan neneknya. Waktu dia kesurupan keluarganya malah bawain paranormal wanita yang merokok bukan peruqyah syariah.

Maunya apa gak jelas... muter-muter seputar amanah, syafaat, janda kufur nikmat, pacaran di facebook. Ya itu, akibat pergaulan bebas punya mursyid kok gak kelihatan. Bahasanya ketinggian gak bisa dimengerti manusia.

Coba mana sih habib yang disebut-sebut itu dicross check yang ditulis di timeline facebook sama gak dengan ajarannya?

Semoga cepat sembuh...

Tetap bersyukur

Quraish Shihab mengajari cara berdo'a salah satunya "Ya Allah, kabulkanlah permohonanku, tapi bila tidak terkabul aku tetap bersyukur".

Untuk selalu bisa bersyukur itu memang tidak mudah. Kalau memang bisa bersyukur sungguh-sungguh pasti hatinya selalu riang.

Gaji kecil tetap disyukuri. Baju sederhana disyukuri. Makanan apa adanya disyukuri.

Kenyataannya tidak mudah untuk selalu bersyukur, termasuk aku. Kadang aku mikir "kalo aku lebih langsing aku akan lebih bahagia". Soalnya aku mudah gendut... heheheh...

Duluuuu, ada cowok yang pernah komentar ke aku "kenapa lengan dan betismu besar". Sensi banget kalo ada yang komen soal fisik. Pasti alasannya begini, aku suka cewek yang betisnya dan lengannya langsing. Padahal yang bersangkutan tubuhnya juga gak ideal.

Soal fisik memang kalo dibahas gak akan habis-habis. Yang terobsesi dengan kecantikan bisa jadi akan nekat operasi plastik untuk memperbaiki wajah.

Walau sudah tahu bahwa Allah tidak melihat seseorang dari harta atau wajah, melainkan hati dan amal perbuatan, tetap deh berusaha untuk mengurangi berat badan, tapi dengam cara yang benar, cara yang sehat. Olahraga di pagi hari, jogging, mengurangi ngemil, makanan manis dan gorengan.

Tiap orang pasti punya keinginan masing-masing. Ada sms datang ke aku, ngajak kenalan lewat email tadinya.Katanya sudah banyak berdoa tapi hidupnya gak maju-maju. Gak punya pqcar dan penghasilannya kecil. Aku sudah mencoba mengingatkan tentang bersyukur, tapi tetap sulit dilakukan. Saat kalimat smsnya sudah mulai gak sopan, ya sudah, aku gak balesin smsnya lagi.

Selalu bersyukur memang perlu dilatih. Kadang iman sendiri juga naik turun. Makanya kita lebih baik punya sahabat-sahabat orang baik yang selalu mengingatkan tentang kebaikan...

Minggu, 08 September 2013

Fear of Allah

A friend of mine, he reverted to Islam a year ago, asked me "Why do muslims fear of Allah? We should love Allah without fear right?". I tried to explain to him, we must understand by context.

Remembering Allah with the heart, it brings to the heart serenity and peace...


The fear of not being accepted because Allah says: Allah only accepts from those who fear.[Maidah: 27]

The fear of showing off, for Allah says: They have been instructed to worship Allah sincerely; religion is for Him alone.[Bayinah: 5]

The fear of preserving the good deed because Allah says: Whoever brings a good deed shall have ten times its reward. [An`am: 161]

The fear of being deserted in performing good deeds, for Allah says: My reconciliation (with good) is only through Allah; it is upon Him that I trust and it is to Him that I resort.[Hud: 88]

Ghazali (rahmatullahi `alayhi) says: Fear rips away desires and muddens luxuries so that cherished sins become reprehensible, just as a honey loveris repelled by it when he learns that it has poison in it. This is how fearburns desires; disciplines the organs; subordinates the heart and gives it tranquility. It also enables the heart to rid itself of pride, hatred, andenvy; and it leaves it absorbed in it (fear). Hence, the heart becomespreoccupied with its own worries and looks towards its best interest in thelong run. It is then engaged in only matters like meditation, self-analysisand struggle. It cherishes its time and moments. [Ihya: 4/160]

Jumat, 06 September 2013

Smsan dengan jin

Tau-tau aku dapat sms dia ngaku kalo dia itu jin. Aku merasa dikerjain. Dukun aja pake menyan ini kok jin bisa smsan.

Anggap aja ini lelucon ya, belum bisa buktiin tapi cukup unik untuk catatanku. Awalnya dia sms aku dengan hpnya merk htc dengan nomor depannya +61... smsan dengan bahasa Inggris belakangan chatting. Ini smsnya, aku gak anggap serius

Dia : hi darling, how are you
Aku: I am fine
Dia: I am jinn
Aku: really
Dia : I am 923 years old
Aku : wow
Dia : I like you, you will be happy with me
Aku: How come?
Dia : I have good job, big salary
Aku : hmmm
Dia :We continue later, I am busy with my work
Aku:ok, bye
Dia : bye

Reaksiku sih, tentunya awalnya penasaran banget, sejak kapan ada jin sukses bisa hidup di lingkungan manusia. Ini kasus baru, biasanya masuk ke manusia yang melakukan amalan syrik.

Aku gak bisa melihat sosok jin selama ini, dan aku malah bersyukur, soalnya te,an-temanku yang bisa liat gak semuanya sanggup tetap tenang melihat makhluk yang banyak bentuknya tidak indah itu.

Oh ya, dia juga menjelaskan kalo dia bisa berubah wujud, gak ada bayangannya, dan merasa dia jin yang baik karena muslim dan sholat walau tidak 5 waktu. Juga tidak berniat mencederai manusia.

Aku berdo'a minta pertolongan dari Allah, karena menurutku sebaiknya jin itu tinggal di alamnya saja. Walau mengaku jin yang baik sekalipun, jin yang baik tidak akan merusuhi manusia. Memang, karena begitu jin yang sakti dan sukses memasuki dunia manusia, dia akan membuat sosok manusia jadi super kuat dan super jenius. Bahaya menjadi orang musyrik apabila kita mendapat kekuatan atau kekayaan dengan bantuan jin...

Selasa, 03 September 2013

Dikendalikan setan

Bila kita dapat masalah, maka seharusnya kita akan mencari solusi. Tapi kadang-kadang solusi belum ada dan butuh waktu bertahun-tahun untuk mengatasinya. Dibutuhkan ketenangan dan kesabaran tentu saja.

Misalnya aku ingin ketemu anakku, sederhana sih sebetulnya. Tinggal ke suatu alamat di Bogor datangi ke sana. Masalahnya banyak yang yang terlibat. Aku mesti ke Jakarta, pinjam mobil dan supir, dan itu butuh uang banyak dari transportasi pesawat atau kereta api, bensin, bayar supir dan seterusnya. Sebanyak 2 juta rupiah bisa habis untuk ketemu anakku hanya selama 1 jam. Dan aku bukan orang kaya. Mesti bikin proposal dan tentunya persetujuan dari yang aku minta bantuan

Hal yang paling bikin masalah adalah, eks suami ini dari info sobat-sobat indigoku di tubuhnya banyak jinnya. Ada pertanyaan kok dulu aku mau sama dia, jawabannya dulu pernah muncul dari dia sendiri "aku memang memagarin kamu supaya pandanganmu hanya tertuju sama aku, tapi ini demi kebaikanmu, kamu sedang sakit, sangat tertekan dan aku ingin menyembuhkan kamu".

Setelah aku balik ke Jogja 2009, aku menemui banyak manusia bersurban, berkerudung, mengaku kiai, ustad atau ustadzah, biarpun fasih berdo'a dalam bahasa Arab ternyata mereka bekerja sama dengan setan. Merasa rekan kerjanya yang tidak kelihatan itu apalah.... jin yang baik atau jin muslim.

Tambah kelihatan begitu mereka sudah buka praktek baik terang-terangan atau hanya teman saja yang bersifat gaib. Kemampuan indra ke-6 itu bila dilakukan dengan lurus, maka orangnya akan berusaha lurus. Tapi bila tujuan salah, akan kelihatan orangnya mulai bohong atau zalim.

Orang yang dikendalikan oleh setan akan jadi sangat keras kepala. Seperti digambarkan di Qur'an, mau dikasih tau atau tidak percuma, mata hati mereka tertutup. Setan yang menutup mata hati mereka dan mulai memberi gambaran penyesatan tentang keajaiban-keajaiabn yang mereka miliki, sehingga mereka merasa lebih dari manusia yang lain, bahkan merasa sudah sangat dekatnya dengan Allah. Berbuat zalimpun jadi sah sah saja buat mereka, alasannya demi kebaikan, padahal itu kebaikan  untuk setan.

Sudah beberapa kali aku mencoba merencanakan ke Bogor, tapi belum jadi karena sesuatu hal. Belum waktunya kayaknya.

Kasihan ya orang-orang seperti itu, tertutup mata hatinya, tidak mau memahami kebenaran dari Allah. Cepat atau lambat kebenaran akan muncul. Berserah diri pada Allah adalah salah satu cara agar mendapatkan kesabaran, Allah bersama orang-orang yang sabar...

Allah berfirman
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman." (Surah Al-Baqarah : 6 dan 7).

Minggu, 01 September 2013

Kursi pijat di Bandung

Kadang kalau pencernaan bermasalah, paling gak enak saat travelling. Bisa diare atau konstipasi/sembelit. Tentunya perlu sedikit improvisasi untuk mengatasinya.

Saat umrah April tahun ini, aku mengalami konstipasi, memutuskan untuk membeli mangga 1 kg dan kukonsumsi semua.  Maklum doyan banget makan buah. Dan akhirnya sukses bisa ke belakang.

Tapi saat weekend di Bandung, ketemu teman SMA, masalahnya pola makan yang kacau perutku kembung, pencernaan terganggu, penuh dengan gas. Menjelang kepulangan naik kereta Lodaya, karena diantar teman sekitar jam 5, memutuskan duduk menikmati kursi pijat. Setelah di kursi pijat punggungnya dipijat secara mekanik, telapak kaki juga direfleksi. Yang pijat mekanik untuk punggung cukup nyaman, tapi pijat refleksi kaki lumayan penyiksaan, kayak ditusuk-tusuk dan disetrum.

Baru 10 dari jatah 15 menit akhirnya berhenti, perut udah mules banget. Beli tisu kering dan basah dulu terus lari ke toilet.

Selesai, lega... Baru  sekali ini aku dipijat secara mekanik, biasanya aku punya langganan tukang pijit buta. Tentunya lebih nyaman dipijit manusia, tapi cukup melegakan mengurangi sedikit pusing dan masalah pencernaan terganggu.

Ini ditulis di stasiun Bnadung sambil menunggu keberangkatan kereta api Lodaya ke Jogja.  Aku dapat promo dapat tiket seharga 50 ribu rupiah saja, Alhamdulillah...