Kamis, 24 April 2014

TIPS PERLAKUAN TERHADAP PADI : PERAN PENTINGNYA PENYIANGAN SEMBARI PENGAMATAN TANAMAN


Musim hujan, dengan intensitas yang cukup semacam sekarang hampir sebagian tanah tegal, tanah-tanah tanpa pengairan, tanah-tanah tadah hujan - begitu sebagian orang menyebutkan akan banyak ditanami oleh Padi. Dan tentu saja pada tanah-tanah sawah kita. Sebagaimana tips yang saya pernah saya coba sampaikan kembali dari hasil diskusi dan pemaparan dalam sebuah forum belajar bersama- klik disini untuk menyimaknya, belum disampaikan bahwa Pengamatan Organisme Pengganggu Tanaman biasanya dilakukan bersamaan dengan kegiatan Matun, Arao, Penyiangan atau Pengendalian Gulma. Betapa pentingnya pengamatan sekaligus Penyiangan itu dalam Berbudidaya Padi, betapa kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat disarankan dalam Berbudidaya Padi kita. Jangan lupakan kegiatan ini untuk Usaha Penyediaan Pangan bagi kita semua.

Peran pentingnya Pengamatan itu terutama untuk mengetahui lebih dini sekaligus pengendalian yang efektif terhadap Gulma, Organisme Pengganggu Tanaman lainnya semisal wereng hijau dan wereng batang coklat. Karena hama-hama semacam ini masih bisa dikendalikan pada umur kurang dari 20 harian, lepas dari itu - pengendalian yang kita lakukan seperti halnya menantikan arus besar kegagalan panen. Fase pertumbuhan hewan-hewan kecil ini sangat cepat dan berbahaya. 

Ya, lakukanlah pengamatan sejak dini terhadap hama Wereng. Kita ketahui bersama serangan wereng hijau membahayakan, hama ini bisa membawa virus tungro bagi pertanaman kita. Sedangkan hama wereng batang coklat, hama ini bisa menghisap habis tanaman padi kita hingga tak tersisa.

Penyiangan dapat dilakukan dengan manual, silahkan melakukan Cabut - Injak/Penyiangan pada rumput dan gulma lainnya. Jika Pertanaman Padi kita sudah lebih tinggi dari Rumput dan Gulma, kita sudah bisa bernafas lega-tetapi pengamatan dan penyiangan tetap harus terus dilaksanakan sampai tanaman sudah siap panen.

Pada pertengahan bulan Desember 2013 ini kelembaban cukup tinggi, akibat hujan yang mulai lebat. Aktifitas Evapotranspirasi daun akan mengalami perubahan mendasar dalam  keadaan seperti ini, dan bisa kita manfaatkan sampai pada satu periode tanam. Penyerapan unsur-unsur langit oleh daun juga cukup tinggi, ini peluang bagi kita untuk menempatkan unsur-unsur pendukung tumbuh lainnya pada tanaman, yakni penyemprotan pengendali Organisme Pengganggu Tanaman yang dicampur dengan pupuk organik cair. Waktu paling tepat adalah ketika panas mentari sudah menguapkan sisa-sisa air hujan atau embun- pada siang hari, diatas jam 10.00.



Tingkat kelembaban udara yang tinggi di seputaran wilayah kita dan  beberapa wilayah lainnya, bisa mencapai angka 80-95%, maka tips-tips berikut bisa Anda pahami dan bisa dilaksanakan. 
Anda sebaiknya berhati-hati  : 



  1. Yang mempunyai tanaman budidaya tanaman hortikultura dan pangan karena populasi cendawan / jamur merugikan akan meningkat ; terutama pada tanaman hortikultura semisal Cabe;
  2. Untuk yang mau tanam- dimohon bijak dalam pengaturan airnya ;
  3. Perendaman/penggenangan harian tanaman muda pada padi bisa mengatasi menyebarnya.
  4. Untuk mengantisipasi serangan wereng - sebaiknya tanaman padi sering-sering diawasi, sembari melakukan penyiangan. 
  5. Kegiatan penyiangan dilakukan sampai gulma tidak jauh lebih tinggi dari Tanaman Padi kita. 
  6. Jika ditemukan populasi Wereng Hijau atau Wereng Batang Coklat sedikit saja, Anda bisa melakukan penyemprotan.
  7. Perlakuan yang paling mutakhir dan lagi mode sekarang adalah dengan pemanfaatan trichodherma, beauvaria bassiana, pestina (pestisida nabati) dari bahan urine/kencing sapi/ruminansia lain (kambing, kelinci, dsb). 
  8. Anda dapat menyemprotkan formula yang menggunakan  bahan-bahan dari tumbuh-tumbuhan lain yang berefek racun atau mengendalikan hama lain yang sudah difermentasi, 
  9. Atau Anda dapat pula  menggunakan racun sistemik - ; Anda dapat mengkonsultasikan penggunaan RACUN pada pertanaman Anda kepada POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman) bisa dihubungi di Kantor-kantor Kecamatan atau bertanya pada Kontak-kontak Tani di sekitar kediaman Anda. Bisa pula berkonsultasi pada Penyuluh Pertanian di Balai-balai Penyuluhan Pertanian terdekat.
  10. Waktu Penyemprotan yang baik jam 10 pagi, atau ketika embun sudah menguap. Prinsipnya adalah ketika terik mentari telah mengurangi jumlah air yang melekat pada daun.
  11. Waktu pengendalian Gulma dan OPT lain yang tepat, bisa dilakukan sampai dengan  likuran (up 20) hst (hari setelah tanam) pada tanaman padi.
Demikian, selamat mencoba dan semoga sukses berbudidaya 

http://www.herdinbisnis.com/2013/12/tips-perlakuan-terhadap-padi-peran.html#.U1n3g6Lngwo

Tips Mengatasi Tungro, dengan Mengelola Pengairan

Tips Mengatasi Tungro, dengan Mengelola Pengairan

Wereng hijau Sebagai
Agen Pembawa
Tungro merupakan virus yang akan mengakibatkan tanaman padi kita tumbuh tidak normal.  

Dari sumber ini disebutkan, Ciri-ciri tanaman padi yang terserang tungro yaitu :

  • tanaman menjadi kerdil, 
  • malai yang terbentuk lebih pendek dari malai normal. 
  • selain itu banyak malai yang tidak berisi (hampa) sehingga tidak bisa menghasilkan.

Tanda-tanda serangan tungro terjadi :

"daun†padi yang terserang virus tungro mula-mula berwarna kuning oranye, dimulai dari ujung-ujung, kemudian lama-kelamaan berkembang ke bagian bawah dan tampak bintik-bintik karat berwarna hitam" 





Pada prinsipnya penyakit tungro tidak dapat dikendalikan secara langsung artinya, tanaman yang telah terserang tidak dapat disembuhkan. 


Pengendalian bertujuan untuk mencegah dan meluasnya serangan serta menekan populasi wereng hijau yang menularkan penyakit. 

Tungro bisa menyebar, jika ada agen pembawanya. Agen pembawanya adalah Wereng Hijau. Dari sinilah kita bisa mencegah dan mengendalikan serangan tungro sejak dini. Sebetulnya wereng hijau tidak seberbahaya wereng coklat yang bisa menghisap saripati tanaman padi hingga tak bersisa. Wereng hijau menjadi agen pembawa virus tungro, virus tungro inilah yang akan menghabiskan seluruh tanaman kita tak bersisa. Susah sekali diatasi.

Maka, ada beberapa tips yang kami anjurkan untuk mencegah serangan tungro diantaranya :
  1. Pengamatan mulai sejak dari pendederan benih padi hingga muncul bibit. Kami mengamati bahwa populasi wereng hijau ada terdapat pada sejak tanaman masih berada di pendederan. Lakukan perendaman yang ketat dan teratur jika benih dideder dengan menggunakan lahan sawah. 
  2. Disarankan melakukan pendederan dengan menggunakan besek, benih yang ditumbuhkan diluar jangkauan wereng. Misalnya di rumah, dan jangan didekat sawah yang pernah bersemayam wereng hijau.
  3. Gunakanlah bibit muda, berumur paling tua 21 hari sebagai calon bakal tanaman padi Anda.
  4. Lakukanlah perendaman berkala pada tanaman padi jika sudah ditanam dilahan. Penggenangan tanaman padi pada bibit muda bertujuan agar wereng hijau pergi dari tanaman, dengan penggenangan kesempatan wereng hijau tumbuh baik dan menambah populasi semakin kecil.
  5. Gunakan sistem pengairan berselang. Yakni setiap 6 s.d. 10 hari sekali. Dan setiap kali tanaman akan diairi, lakukan perendaman hingga tanaman tergenang.  Jika tanaman padi sudah tinggi, metode ini tidak bisa dilaksanakan. Hati-hati dengan aliran air yang terlalu deras, hentikan pengairan hingga tanah macak-macak untuk memberi kesempatan bibit muda menumbuhkan anakan.
  6. Patuhi beberapa petunjuk berikut ini :

Mengingat banyaknya faktor yang berpengaruh pada terjadinya serangan dan intensitas serangan, serta untuk mencapai efektivitas dan efisiensi, upaya pengedalian harus dilakukan secara terpadu yang meliputi :


  • Penggunaan pestisida

Penggunaan pestisida dalam mengendalikan tungro bertujuan untuk eradikasi wereng hijau pada pertanaman yang telah tertular tungro agar tidak menyebar ke pertanaman lain dan mencegah terjadinya infeksi virus pada tanaman sehat. Penggunaan insektisida sistemik butiran (carbofuran) lebih efektif mencegah penularan tungro. Mengingat infeksi virus dapat terjadi sejak di pesemaian, sebaiknya pencegahan dilakukan denganmenggunakan insektisida confidor. Setelah beberapa ilmuan melakukan penelitian ternyata penggunaan insektisida confidor ini cukup efektif dalam pemberantasan hama wereng hijau. Insesektisida hanya efektif menekan populasi wereng hijau pada pertanaman padi yang menerapkan pola tanam serempak. Karena itu pengendalian penyakit tungro yang sangat berbahaya akan berhasil apabila dilakukan secara bersama-sama dalam hamparan relatif luas, utamakan pencegahan melalui pengelolaan tanaman yang tepat (PTT) untuk memperoleh tanaman yang sehat sehinga mampu bertahan dari ancaman hama dan penyakit.


  • Pemupukan N yang tepat
Pemupukan N berlebihan menyebab-kan tanaman menjadi lemah, mudah terserang wereng hijau sehingga memudahkan terjadi inveksi tungro, oleh karena itu penggunaan pupuk N harus berdasarkan pengamatan dengan Bagan Warna Daun (BWD) untuk mengetahui waktu pemupukan yang paling tepat. Dengan BWD, pemberian pupuk N secara berangsur-angsur sesuai kebutuhan tanaman sehingga tanaman tidak akan menyerap N secara berlebihan.
  • Menanam varietas tahan
Menanam varietas tahan merupakan komponen penting dalam pengendalian penyakit tungro.Varietas tahan artinya mampu mempertahankan diri dari infeksi virus dan atau penularan virus oleh wereng hijau.Walaupun terserang, varietas tahan tidak menunjukkan kerusakan fatal, sehingga dapat menghasilkan secara normal. Ada beberapa jenis varietas yang mampu tahan terhadap serangan hama wereng hijau, jenis  varietas yang mampu tahan terhadap serangan hama wereng hijau tersebut adalah Tukad Petanu , Tukad Unda , Tukad Balian , Bondoyudo, Kalimas.
  • Penanaman serempak
Penanaman serempak merupakan salah satu cara pengendalian hama wereng hijau secara efektif, hal itu disebabkan oleh penanaman tidak serempak menjamin ketersediaan inang dalam rentang waktu yang panjang bagi perkembangan virus tungro, sedangkan bertanam serempak akan memutus siklus hidup wereng hijau dan keberadaan sumber inokulum. Penularan tungro tidak akan terjadi apabila tidak tersedia sumber inokulum walaupun ditemukan wereng hijau, sebaliknya walaupun populasi wereng hijau rendah akan terjadi penularan apabila tersedia sumber inokulum. Penanaman serempak dapat dilaksanakan dengan pertemuan kelompok-kelompok tani dalam 1 areal yang sama dan luas. Penanaman serempak banyak manfaatnya, selain dari pengawalan Organisme Pengganggu Tanaman, sistem budidaya Tanaman Padi yang dilaksanakan secara serempak dapat menghemat penggunaan Pestisida dan menghindari berpindah-pindahnya Organisme Pengganggu Tanaman dari Petak satu ke Petak lainnya.  
(sumber:http://www.herdinbisnis.com/2012/12/tips-mengatasi-tungro-dengan-mengelola.html#.U1n3DaLngwo