Aku barusan dapat telpon dari seorang laki-laki berumur 4 tahun di atasku. Awalnya pembicaraan menarik karena dia tertarik dengan makanan sehat dan mengikuti seminar untuk menghilangkan pikiran negatif. Dan setelah membahas wacana poligami ceritanya begini. Dia duda, dan sedang merencanakan pernikahan, tapi di otaknya melekat erat wacana poligami.
"Aku sekarang sudah hampir setengah abad, dan aku menyesal dulu mengabaikan ayat di Qur'an yang membolehkan poligami. Sekarang aku berniat untuk melakukan poligami."
"Menurutku wanita yang tidak membolehkan suaminya poligami adalah wanita yang tidak mendukung suaminya ke surga".
"Saat mau menikah aku sudah nyatakan bahwa kamu bisa jadi gak akan tahan sama aku, karena aku berencana melakukan poligami. Aku punya perspektif positif tentang poligami".
"Culture Indonesia sangat meremehkan poligami. Kenapa pelaku poligami dihujat".
"Bukankah yang melakukan poligami itu dapat pahala yang banyak karena mensejahterakan lebih banyak wanita".
"Laki-laki itu jenisnya hanya ada dua, homo dan buaya. Dan aku adalah buaya yang beriman dan bertakwa".
Dan lainnya yang membuatku pengen ketawa. Ini orang kepedhean banget dalam menterjemahkan poligami. Pasti orangnya terpusat pada wacana poligami gak mau mikirin ayat lain untuk mengharap ridho Allah. Muter-muter aja mempersulit diri. Kayak terobesi gitu.
Kalau mau poligami ya poligami aja, tapi gak usah nyalahin yang memutuskan gak mau poligami. Gak usah menyalahkan sebagian besar ibu-ibu di Indonesia yang keberatan suaminya poligami. Dan bisa seyakin itu bahwa dirinya beriman dan bertakwa.
Setahuku di Qur'an dinyatakan bahwa laki-laki boleh menikah dengan 2, 3 , 4 tapi kalau tidak bisa adil lebih baik satu saja. Pernah aku mendengarkan pengajian, niatnya apa untuk poligami, dan bagaimana pelaksanaannya, tapi pada dasarnya di padang mahsyar laki-laki yang tidak adil secara lahir batin bila mempunyai istri lebih dari satu jalannya akan miring.
Mau poligami atau tidak itu adalah pilihan. Dan Islam sangat memperhatikan hati. Membahagiakan orang lain, membuat tenteram hati, tidak menyakiti hati orang lain seharusnya muslim bersikap seperti itu. Diupayakan kalopun mau poligami juga berusaha menyejukkan hati, bukan menyalahkan culture, tetangga dan keluarga yang menghujat katanya. Hidup itu pilihan kok, selama pilihan itu bisa dilaksanakan dengan menyejukkan kenapa tidak, hanya memang beresiko tekanan berat dari keluarga dan lingkungan. Tidak usah menyalahkan keluarga besar atau lingkungan lebih baik intropeksi diri.
"Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah (kerabat Abu Jahl) meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka (anak Abu Jahl) dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku terlebih dahulu, Fatimah Bagian dari diriku, apa yang meragukan dirinya meragukan diriku, dan apa yang menyakiti hatinya menyakiti hatiku, aku sangat kwatir kalau-kalau hal itu mengganggu pikirannya (Jâmi' al-Ushûl, juz XII, 162, Hadits: 9026).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang mempunyai dua orang istri lalu lebih cenderung kepada salah seorang dari keduanya, maka pada hari kiamat dalam keadaan miring”. (HR. Abu Dawud 3133, Turmudzi 1141, Nasa’i 7/63, Ibnu Majah 1969, Hakim 2/186)
Allah berfirman
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS. An Nisaa : 3)
Allah berfirman
Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An Nisaa : 129)
Selasa, 26 Februari 2013
Senin, 25 Februari 2013
Menghentikan semua kegilaan ini
Tadinya awalnya aku mau ngecek seseorang yang aku kenal di internet dia scammer, beneran atau palsu. Ternyata orang ini beneran, cuman sekarang udah illfeel ma aku aja. Aku coba jelasin bahwa aku cuman ngecek dia itu criminal atau enggak, kayak stalker malah jadinya diblock di sema social media yang dia ikutin.
Ah... aneh sih orangnya, barusan ketemu langsung ajak nikah... Haaaa... suruh pindah ke tempatnya. Aku tau dia nyata, dia kaya, tapi kalo psikopat gimana coba... Suka menyiksa orang lain, tidak setia, suka bohong.
Masalah terbesarnya adalah tuntutan kerjanya terlalu besar. Profesinya punya perusahaan film dan mengajar di sekolah untuk perfilman membuatnya hampir gak punya waktu untuk bernapas. Tidak punya waktu untuk dirinya sendiri. Uang banyak, kegiatan padat, tapi hati hampa.
Kasihan... aku akhirnya tau dia siapa. Dan mau menghentikan semua kegilaan ini. Yang membuatku menjadi stalker dan mengganggu privacy orang lain. Tapi sebetulnya aku punya cerita kegilaan dia juga, hehehe... tapi sudahlah aku simpan saja...
Maafin aku ya Emir di negara dengan bangunan tertinggi di dunia berbentuk perahu layar...
Ah... aneh sih orangnya, barusan ketemu langsung ajak nikah... Haaaa... suruh pindah ke tempatnya. Aku tau dia nyata, dia kaya, tapi kalo psikopat gimana coba... Suka menyiksa orang lain, tidak setia, suka bohong.
Masalah terbesarnya adalah tuntutan kerjanya terlalu besar. Profesinya punya perusahaan film dan mengajar di sekolah untuk perfilman membuatnya hampir gak punya waktu untuk bernapas. Tidak punya waktu untuk dirinya sendiri. Uang banyak, kegiatan padat, tapi hati hampa.
Kasihan... aku akhirnya tau dia siapa. Dan mau menghentikan semua kegilaan ini. Yang membuatku menjadi stalker dan mengganggu privacy orang lain. Tapi sebetulnya aku punya cerita kegilaan dia juga, hehehe... tapi sudahlah aku simpan saja...
Maafin aku ya Emir di negara dengan bangunan tertinggi di dunia berbentuk perahu layar...
Sabtu, 23 Februari 2013
Stalker
Aku ketemu seseroang yang menjanjikan aku pindah ke United Arab Emirates. Katanya dia asli Emirati. Jadinya aku memutuskan untuk jadi stalker, mencari data-data selengkapnya di internet. Malah aku kaget soalnya namanya cukup dikenal di sana. Lalu aku juga memastikan apa benar dia yang mengontak aku lewat dating site khusus muslim.
Aku di add di Facebooknya, yang temannya banyak, fotonya meyakinkan. Aku kontak nama-nama wanita Indonesia yang ada di friendlistnya. Dan memang sutradara film pendek di UAE ini memang bergabung menjadi member di dating site khusus muslim. Aku pernah video call sama si Emir ini beberapa menit.
Menurutku, janji itu adalah hutang. Dan muslim yang belajar Islam tau, betapa berat pertanggungjawaban bila kita tidak membayar hutang padahal kita mampu. Pertama, uang yang kita hasilkan tidak akan barokah, bermanfaat buat hidup kita bila tidak membayarnya. Ibarat uang panas yang kita belanjakan sebelum kita membayarnya. Kedua, saat meninggal jiwa kita akan digantung.
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Jiwa seseorang digantungkan sebab hutangnya sampai hutang tersebut terbayar." [HR Ar-Tarmidzi]
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham. (HR. Ibnu Majah)".
Digantung gimana coba... ya, yang punya hutang lebih lama akan lebih lama berada di alam kubur... Terus , ketiga, sudah tersiksa di alam kubur, saat di akhirat pahala terkuras... nah loh... Pokoknya gak ada enaknya deh...
Hasilnya apa, si Emir ini memang ngawur, masak semua wanita yang baru dikenalnya diajakin nikah. Kalo obrolan udah gak pas ditinggalin gitu aja. Yah, begitulah dunia nyata, mudah untuk ngilang...
Aku di add di Facebooknya, yang temannya banyak, fotonya meyakinkan. Aku kontak nama-nama wanita Indonesia yang ada di friendlistnya. Dan memang sutradara film pendek di UAE ini memang bergabung menjadi member di dating site khusus muslim. Aku pernah video call sama si Emir ini beberapa menit.
Menurutku, janji itu adalah hutang. Dan muslim yang belajar Islam tau, betapa berat pertanggungjawaban bila kita tidak membayar hutang padahal kita mampu. Pertama, uang yang kita hasilkan tidak akan barokah, bermanfaat buat hidup kita bila tidak membayarnya. Ibarat uang panas yang kita belanjakan sebelum kita membayarnya. Kedua, saat meninggal jiwa kita akan digantung.
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Jiwa seseorang digantungkan sebab hutangnya sampai hutang tersebut terbayar." [HR Ar-Tarmidzi]
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
"Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham. (HR. Ibnu Majah)".
Digantung gimana coba... ya, yang punya hutang lebih lama akan lebih lama berada di alam kubur... Terus , ketiga, sudah tersiksa di alam kubur, saat di akhirat pahala terkuras... nah loh... Pokoknya gak ada enaknya deh...
Hasilnya apa, si Emir ini memang ngawur, masak semua wanita yang baru dikenalnya diajakin nikah. Kalo obrolan udah gak pas ditinggalin gitu aja. Yah, begitulah dunia nyata, mudah untuk ngilang...
Jumat, 22 Februari 2013
Do not hurt others feelings
The Prophet Muhammad (peace be upon him) asked one group of his companions, “Do you know who the bankrupt person is?”
They said, “A bankrupt person amongst us is the one who has neither money nor property.”
The Prophet (pbuh) said, “The bankrupt person of my nation is he who would come on the Day of Resurrection with prayer and fast and giving great amounts in charity. And at the same time, he would come having abused this one, and slandered that one, and consumed the wealth of the other unlawfully, and shed the blood of yet others and having beaten others. Then any person whom he has wronged will be given from his good deeds on that Day. And if his good deeds are exhausted until he clears the account concerning all of the people he has oppressed, the sins of those people whom he has wronged will be thrown unto his account and after that, he will be thrown into the hellfire.” (Muslim)
The Prophet Muhammad (peace be upon him) "Whoever wronged his brother with regard to his honour or any other matter, should seek his forgiveness today, before there are no longer any dinars, or dirhams; and if he has any righteous deeds, they will be taken from him, in accordance with the wrong he did; and if he has no hasanaat, some of the sayi`aat of his counterpart will be taken and added to his burden.” (Bukhari)
Selasa, 19 Februari 2013
Waleed Al-Shehhi a filmmaker from UAE
I really surprised when I got message from Waleed, on Facebook. I like his short films. His films about spiritual. I think he is a nice guy. He sent me 3 pictures. He told me he would go to Gulf Film Festival 11-17 April 2013 in Dubai. I wish I were there, but I can not. Because I will go umrah at that time. Goodluck Waleed.




\
Waleed Al Shehhi has the opportunity to combine his passion with his occupation. The self-taught cinematographer has been given the task of developing a creative media and communication program at Higher College of Technology-Ras Al Khaimah in the United Arab Emirates, where he is the student service coordinator.
To see what such a program could become, Robert Moulton, the new chief administrative officer at the government-supported Higher College of Technolog- Ras Al Khaimah, suggested Shehhi visit New Mexico State University to tour its Creative Media Institute and University Communications and Marketing Department. “Waleed and the United Arab Emirates are about the same age.
Like his country, Waleed is young and blessed with almost unlimited resources. His passion is creative media and communications, and there is no better place to learn about those disciplines than at NMSU,” said Moulton, former NMSU interim executive vice president, provost and dean of the College of Education via email from his new position in the United Arab Emirates.
In the last two weeks of January, Shehhi visited NMSU, where he experienced the friendly atmosphere of a United States university, while visiting deans, faculty and staff of various NMSU colleges and departments. "We screened four of his films during his visit. He is a very talented filmmaker. It was a pleasure to have him meet our staff, and we hope we were able to give him ideas he will be able to use," said Walter Zakahi, department head and director of NMSU’s Creative Media Institute, which is a cross-disciplinary program that prepares students for careers in digital filmmaking, and animation and visual effects.
“Our team enjoyed exchanging ideas and creative energy with another filmmaker, especially one from the Emirates,” said Jeanne Gleason, director of NMSU’s Media Productions, which includes educational video and game production and the Learning Game Lab. “Waleed is starting his department the same way we did – with a little money and tons of enthusiasm. We hope that our two universities can continue exchanging ideas and films and that perhaps, someday soon, Waleed’s group will also expand into animation and games.”
When Shehhi returns to Ras Al Khaimah, Moulton said Shehhi will help the university start the Center for Creative Media, which will contain elements similar to NMSU’s Creative Media Institute and University Communications and Marketing Department. “It has been an honor to meet with the leaders of New Mexico State University.
I have learned so much, and there are so many ideas I want to take home and implement in our school,” Waleed Al Shehhi said. “One thing that impressed me is that the university’s library is open to the public. Our library is only for the students. I would like to implement public access to our collection of books.” Shehhi’s responsibilities at Higher College of Technology-Ras Al Khaimah’s Men’s College include work placement; coordinating student services; tracking academic progress, student counseling and advising; managing student evaluation programs; and conducting community outreach.
Before assuming this position in 2003, he was the university’s audio/video technician and was responsible for managing the college’s audio/video studio and providing marketing and public relations material. His privately owned production company has produced and shown films at film festivals in the Middle East and Japan, where they have received honors and accolades. “Ahmed Suliman” won Best Arab Documentary at the Jordon Short Film Festival and “Aushba’s Wall” took awards at the Muscat Film Festival in Oman and the Baghdad Film Festival. During his visit, Shehhi hosted a showing of four films he helped to create in Ras Al Khaimah, including “Ahmed Suliman” and “Aushba’s Wall.”
“This new assignment will combine my love of cinematography and my desire to encourage students to attend our university,” Shehhi said. “Seeing the Creative Media Institute and Media Productions at NMSU gives me ideas about how to design our new department.” Ras Al Khaimah College, which includes a men’s campus with 1,800 students and a women’s campus with 1,200 students, is part of the government-supported 18-campus Higher College of Technology system of higher education that serves 18,000 UAE national students.
Approximately 10 percent of UAE’s 5 million people are national citizens, those indigenous to the UAE. While there are many private universities from various countries serving the general public, the Higher College of Technology serves only national citizens and provides them with tuition free education. Shehhi said the university began as a community college, but is expanding into bachelor’s degree programs. Courses are offered in applied business and technology, classroom assistant, information technology, and mechatronic engineering technology, with bachelor degrees in education, information technology, mechatronics engineering technology and applied science in information management.
http://newscenter.nmsu.edu/4948/


\Waleed Al Shehhi has the opportunity to combine his passion with his occupation. The self-taught cinematographer has been given the task of developing a creative media and communication program at Higher College of Technology-Ras Al Khaimah in the United Arab Emirates, where he is the student service coordinator.
To see what such a program could become, Robert Moulton, the new chief administrative officer at the government-supported Higher College of Technolog- Ras Al Khaimah, suggested Shehhi visit New Mexico State University to tour its Creative Media Institute and University Communications and Marketing Department. “Waleed and the United Arab Emirates are about the same age.
Like his country, Waleed is young and blessed with almost unlimited resources. His passion is creative media and communications, and there is no better place to learn about those disciplines than at NMSU,” said Moulton, former NMSU interim executive vice president, provost and dean of the College of Education via email from his new position in the United Arab Emirates.
In the last two weeks of January, Shehhi visited NMSU, where he experienced the friendly atmosphere of a United States university, while visiting deans, faculty and staff of various NMSU colleges and departments. "We screened four of his films during his visit. He is a very talented filmmaker. It was a pleasure to have him meet our staff, and we hope we were able to give him ideas he will be able to use," said Walter Zakahi, department head and director of NMSU’s Creative Media Institute, which is a cross-disciplinary program that prepares students for careers in digital filmmaking, and animation and visual effects.
“Our team enjoyed exchanging ideas and creative energy with another filmmaker, especially one from the Emirates,” said Jeanne Gleason, director of NMSU’s Media Productions, which includes educational video and game production and the Learning Game Lab. “Waleed is starting his department the same way we did – with a little money and tons of enthusiasm. We hope that our two universities can continue exchanging ideas and films and that perhaps, someday soon, Waleed’s group will also expand into animation and games.”
When Shehhi returns to Ras Al Khaimah, Moulton said Shehhi will help the university start the Center for Creative Media, which will contain elements similar to NMSU’s Creative Media Institute and University Communications and Marketing Department. “It has been an honor to meet with the leaders of New Mexico State University.
I have learned so much, and there are so many ideas I want to take home and implement in our school,” Waleed Al Shehhi said. “One thing that impressed me is that the university’s library is open to the public. Our library is only for the students. I would like to implement public access to our collection of books.” Shehhi’s responsibilities at Higher College of Technology-Ras Al Khaimah’s Men’s College include work placement; coordinating student services; tracking academic progress, student counseling and advising; managing student evaluation programs; and conducting community outreach.
Before assuming this position in 2003, he was the university’s audio/video technician and was responsible for managing the college’s audio/video studio and providing marketing and public relations material. His privately owned production company has produced and shown films at film festivals in the Middle East and Japan, where they have received honors and accolades. “Ahmed Suliman” won Best Arab Documentary at the Jordon Short Film Festival and “Aushba’s Wall” took awards at the Muscat Film Festival in Oman and the Baghdad Film Festival. During his visit, Shehhi hosted a showing of four films he helped to create in Ras Al Khaimah, including “Ahmed Suliman” and “Aushba’s Wall.”
“This new assignment will combine my love of cinematography and my desire to encourage students to attend our university,” Shehhi said. “Seeing the Creative Media Institute and Media Productions at NMSU gives me ideas about how to design our new department.” Ras Al Khaimah College, which includes a men’s campus with 1,800 students and a women’s campus with 1,200 students, is part of the government-supported 18-campus Higher College of Technology system of higher education that serves 18,000 UAE national students.
Approximately 10 percent of UAE’s 5 million people are national citizens, those indigenous to the UAE. While there are many private universities from various countries serving the general public, the Higher College of Technology serves only national citizens and provides them with tuition free education. Shehhi said the university began as a community college, but is expanding into bachelor’s degree programs. Courses are offered in applied business and technology, classroom assistant, information technology, and mechatronic engineering technology, with bachelor degrees in education, information technology, mechatronics engineering technology and applied science in information management.
http://newscenter.nmsu.edu/4948/
Kamis, 14 Februari 2013
Am I an indigo?
Need process to know about indigo. Every indigo have their ability. Interdimensional, conceptual, humanis, and art. Indigo have special aura color from his body, different with non indigo. For me a mature indigo have strong relationship with God. Because there are childish indigo too, they play with their special ability.
Not easy become an indigo. Many indigos will say "I think that easier become non indigo, I can not laugh freely get bad vision almost all the time". Humanist indigos will cry everytime when they heard about bad news. Indigo have mission from God to remind human being about love and taking care of nature.
Indigo only a label. In Islam, gifted muslims are not called indigo but with this description "their khasyaf has opened". Some muslims learn sufism to reach this. I read sufism from Imam Al Gazaly book, Ihya Ullumuddin, but I choose to practice Islam follow Qur'an and Sunnah, nothing else.
I met a man who said he was a proffesor in Monterey Bay, California. Well... on internet we can be anyone right. He sent me e-mail and wrote this to me..
Khidr is just a legendary / mythical figure in Islamic stories. Not a real historical person. Religious people in every religion see such people in dreams. No one in Islam will tell you when Moses lived. The Jews will say around 1200BCE. All that is fine and ok if you are interested in such things. I deal with modern day life and its problems. I have taught religion and Islam and I know all about its history. But that is not my main interest."
Once again, indigo is only a label. Indigo realize have connection with God, from every religion. Indigo try hard to be normal... can laugh freely, or joking. Some indigos don't like their ability. Some indigos have lost, because of evil. I had ever heard from Indigo Community topic, there were white indigo and black indigo.
White indigo always want to help other who needy, but black indigo only want to destroy. Black indigo feel strong because they have evil power, but white indigo feel the pain and try to heal themselves. Heal with meditation or anything else. But I prefer to say Asmaul Husna.
Sometimes it's hurt become an indigo, but we have to be survive in this world and after the end of the world...
Not easy become an indigo. Many indigos will say "I think that easier become non indigo, I can not laugh freely get bad vision almost all the time". Humanist indigos will cry everytime when they heard about bad news. Indigo have mission from God to remind human being about love and taking care of nature.
Indigo only a label. In Islam, gifted muslims are not called indigo but with this description "their khasyaf has opened". Some muslims learn sufism to reach this. I read sufism from Imam Al Gazaly book, Ihya Ullumuddin, but I choose to practice Islam follow Qur'an and Sunnah, nothing else.
I met a man who said he was a proffesor in Monterey Bay, California. Well... on internet we can be anyone right. He sent me e-mail and wrote this to me..
Khidr is just a legendary / mythical figure in Islamic stories. Not a real historical person. Religious people in every religion see such people in dreams. No one in Islam will tell you when Moses lived. The Jews will say around 1200BCE. All that is fine and ok if you are interested in such things. I deal with modern day life and its problems. I have taught religion and Islam and I know all about its history. But that is not my main interest."
Once again, indigo is only a label. Indigo realize have connection with God, from every religion. Indigo try hard to be normal... can laugh freely, or joking. Some indigos don't like their ability. Some indigos have lost, because of evil. I had ever heard from Indigo Community topic, there were white indigo and black indigo.
White indigo always want to help other who needy, but black indigo only want to destroy. Black indigo feel strong because they have evil power, but white indigo feel the pain and try to heal themselves. Heal with meditation or anything else. But I prefer to say Asmaul Husna.
Sometimes it's hurt become an indigo, but we have to be survive in this world and after the end of the world...
Selasa, 12 Februari 2013
Hati-hati dengan permen karet perangsang wanita
Menjelang hari Valentine yang aku tidak tertarik untuk memperingati, gak jelas banget soalnya, banyak iklan bermunculan menjual permen untuk merangsang wanita. Gak usah banyak nulis deh... Ini salah satu iklannya, udah jelas-jelas ngajari mendzalimi wanita...
Ada hukumannya bagi yang menjual sumber sini
mengedarkan produk permen peningkat gairah (libido) ini telah melanggar ketentuan Undang-Undang No 18 Tahun 2012 tentang Pangan yakni Pasal 140 dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 4.000.000.000,- (empat miliar rupiah). Kemudian pasal 142 tentang izin edar dapat dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 4.000.000.000,- (empat miliar rupiah). Serta pasal 145 dengan ancaman pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp 6.000.000.000,- (enam miliar rupiah).

Ada hukumannya bagi yang menjual sumber sini
mengedarkan produk permen peningkat gairah (libido) ini telah melanggar ketentuan Undang-Undang No 18 Tahun 2012 tentang Pangan yakni Pasal 140 dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 4.000.000.000,- (empat miliar rupiah). Kemudian pasal 142 tentang izin edar dapat dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 4.000.000.000,- (empat miliar rupiah). Serta pasal 145 dengan ancaman pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp 6.000.000.000,- (enam miliar rupiah).

Sabtu, 02 Februari 2013
Amnesia
Aku pernah nulis tentang amnesia dulu itu. Sampe ada yang kirim e-mail terus sms an ke aku. Laki-laki masih muda. Katanya dia di sms trus sama cewek. Cewek itu bilang, aku suka sama kamu, tolonglah kasihani aku, aku amnesia. Kata cowok itu, dia gak suka sama cewek ini, merasa terganggu dan gak tau mesti gimana. Aku bilang kalo kamu jadian sama cewek, jangan karena kasihan dong, pikirkan dirimu sendiri intinya begitu.
Bagaimana rasanya amnesia... yang mungkin berlebihan kali ya, tidak sepenuhnya amnesia, hanya lupa sebagian. Tapi yang jelas BINGUNG... karena personalityku berubah total. Yang ngerasa banget temen SMA kali... Aku gak gitu akrab dengan teman kuliah, aku lebih sering latihan di lapangan softball atau nongkrong di gelanggang mahasiswa UGM latihan paduan suara. Eh, bisa lulus juga... heran aku... banyak keberuntungan di situ.
Waktu kuliah aku gak suka nulis diary, gak suka nulis-nulis apa gitu, sama sekali. Buku catatanku hanya coretan karena aku mudah tertidur. Aku kuliah di fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM dengan program studi Ilmu Komputer. Sekarang masalahku soal ngantukan teratasi sejak punggungku yang scoliasis (cuman ringan sih) diterapi di chiropractice. Kayaknya ada masalah syaraf kejepit di situ.
Kalo misalnya ditanya, dulu punya mobil sekarang enggak, aku jawab, aku benar-benar menikmati naik sepeda. Sudah sejak kuliah aku naik sepeda kemana-mana. Terus ditanya, apa gak kangen sama anak, aku jelasin, jangan samakan aku dengan yang lain, aku sempat blank selama belasan tahun, depresi gak jelas. Aku pengen menikmati hidupku sendirian mencari jati diri.
Waktu di Bogor, aku gak bisa beli baju baru, banyak baju pemberian kakakku. Aku mikir setengah mati sebelum beli baju baru buatku sendiri. Biasanya kalo kakakku main ke Bogor, aku diajak ke factory outlet beli baju. Sekarang walau gajiku tidak sebesar teman-temanku yang berkarir, toh aku bisa main ke Bandung, Jakarta, Bali, Surabaya, naik pesawat dan menginap di hotel berbintang.
Gajiku kayak uang saku, soalnya aku gak perlu bayar kontrak rumah, listrik, air, makan, dan wi fi. Persis banget aku mulai ngeblog keponakanku datang kuliah ke Jogja dan ortunya bayarin langganan internet. Pas menjelang Merapi meletus, Apple Macintosh punya kakakku yang mati hidup lagi. Aku sempet pake beberapa bulan. Setelah aku main ke Bogor napak tilas, tiba-tiba rusak dan gak bisa diselamatkan. Tiba-tiba tanah keluarga terjual, dan aku memutuskan beli netbook ASUS.
Banyak keberuntungan dan kadang kehilangan juga. Tapi semua adalah pembelajaran. Yah, amnesia sebagian memori membuatku mempunyai kepribadian yang lain. Dan aku bahagia dengan semuanya ini. Aku suka naik sepeda, aku suka ngutak-atik komputer, bikin blog dan toko online. Menjawab e-mail, kadang-kadang sih, e-mail terakhir seorang Ibu yang bertanya kapan anak bisa masuk PAUD. Ada yang tanya istrinya suka ketakutan karena melihat penampakan alam lain. Aku bilang mesti dilatih untuk tenang karena manusia derajatnya lebih tinggi dibandingkan jin. Untuk yang sudah bisa mengontrol kemampuan, ada tombol yang bisa di offkan kemampuan penglihatan ini.
Kadang masih emosi, kadang masih kesel... tapi menurutku hidup itu indah. Tadi abis antar paket pesanan toko online aku naik sepeda gerimis, menyenangkan sekali. Ke Galeria, aku mau nyari celana kaos, atau training buat jogging. Nemu tuh, ada 2 harga 139 ribu diskon 75 persen. Banyak keberuntungan deh aku. Alhamdulillah. Dan ni'mat mana yang engkau dustakan?...
Bagaimana rasanya amnesia... yang mungkin berlebihan kali ya, tidak sepenuhnya amnesia, hanya lupa sebagian. Tapi yang jelas BINGUNG... karena personalityku berubah total. Yang ngerasa banget temen SMA kali... Aku gak gitu akrab dengan teman kuliah, aku lebih sering latihan di lapangan softball atau nongkrong di gelanggang mahasiswa UGM latihan paduan suara. Eh, bisa lulus juga... heran aku... banyak keberuntungan di situ.
Waktu kuliah aku gak suka nulis diary, gak suka nulis-nulis apa gitu, sama sekali. Buku catatanku hanya coretan karena aku mudah tertidur. Aku kuliah di fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM dengan program studi Ilmu Komputer. Sekarang masalahku soal ngantukan teratasi sejak punggungku yang scoliasis (cuman ringan sih) diterapi di chiropractice. Kayaknya ada masalah syaraf kejepit di situ.
Kalo misalnya ditanya, dulu punya mobil sekarang enggak, aku jawab, aku benar-benar menikmati naik sepeda. Sudah sejak kuliah aku naik sepeda kemana-mana. Terus ditanya, apa gak kangen sama anak, aku jelasin, jangan samakan aku dengan yang lain, aku sempat blank selama belasan tahun, depresi gak jelas. Aku pengen menikmati hidupku sendirian mencari jati diri.
Waktu di Bogor, aku gak bisa beli baju baru, banyak baju pemberian kakakku. Aku mikir setengah mati sebelum beli baju baru buatku sendiri. Biasanya kalo kakakku main ke Bogor, aku diajak ke factory outlet beli baju. Sekarang walau gajiku tidak sebesar teman-temanku yang berkarir, toh aku bisa main ke Bandung, Jakarta, Bali, Surabaya, naik pesawat dan menginap di hotel berbintang.
Gajiku kayak uang saku, soalnya aku gak perlu bayar kontrak rumah, listrik, air, makan, dan wi fi. Persis banget aku mulai ngeblog keponakanku datang kuliah ke Jogja dan ortunya bayarin langganan internet. Pas menjelang Merapi meletus, Apple Macintosh punya kakakku yang mati hidup lagi. Aku sempet pake beberapa bulan. Setelah aku main ke Bogor napak tilas, tiba-tiba rusak dan gak bisa diselamatkan. Tiba-tiba tanah keluarga terjual, dan aku memutuskan beli netbook ASUS.
Banyak keberuntungan dan kadang kehilangan juga. Tapi semua adalah pembelajaran. Yah, amnesia sebagian memori membuatku mempunyai kepribadian yang lain. Dan aku bahagia dengan semuanya ini. Aku suka naik sepeda, aku suka ngutak-atik komputer, bikin blog dan toko online. Menjawab e-mail, kadang-kadang sih, e-mail terakhir seorang Ibu yang bertanya kapan anak bisa masuk PAUD. Ada yang tanya istrinya suka ketakutan karena melihat penampakan alam lain. Aku bilang mesti dilatih untuk tenang karena manusia derajatnya lebih tinggi dibandingkan jin. Untuk yang sudah bisa mengontrol kemampuan, ada tombol yang bisa di offkan kemampuan penglihatan ini.
Kadang masih emosi, kadang masih kesel... tapi menurutku hidup itu indah. Tadi abis antar paket pesanan toko online aku naik sepeda gerimis, menyenangkan sekali. Ke Galeria, aku mau nyari celana kaos, atau training buat jogging. Nemu tuh, ada 2 harga 139 ribu diskon 75 persen. Banyak keberuntungan deh aku. Alhamdulillah. Dan ni'mat mana yang engkau dustakan?...
Jumat, 01 Februari 2013
Ditujukan hanya pada Allah
Meneruskan tulisanku kemarin, soal pengen mati dan pengen hidup, aku teringat ada kisah seorang pelacur yang memberi minum anjing. Karena pelacur ini menyelamatkan nyawa seekor anjing, Allah ridho pada perbuatannya sehingga masuk surga. Tapi ada penjelasan terusannya, karena tidak sembarang pelacur bisa masuk surga. Terusannya adalah pelacur ini melacur karena ketidak tahuannya, dan dia memberi minum anjing setelah bertaubat.
Bertaubat sendiri ada aturannya, penyesalan mendalam, tidak mengulangi perbuatannya, mengembalikan yang bukan haknya, dan merubah perilakunya secara keseluruhan. Jadi bukan sekedar teriak "Tobat, tobat!!!". Kalau sudah bertaubat lalu mengulang maksiat kata grup band Wali namanya TOMAT atau TObat MAksiaT. TOMAT adalah pertaubatan yang tidak diterima Allah.
Pengorbanan seseorang seharusnya ditujukan pada Allah. Seperti halnya sedekah itu seharusnya ikhlas, diniatkan dengan menyebut nama Allah, semakin sedikit yang tau semakin baik, dan setelah pemberian itu tidak dibahas lagi.
Pengorbanan atas nama cinta...??? Cinta sama siapa...??? Paling mudah itu memang berkorban buat kekasih hati, masalahnya tidak dapat pahala sama sekali bila tidak diniatkan untuk Allah. Malah cenderung pamrih. kalo ada cowok mengorbankan uang kiriman ortu supaya bisa traktir cewek gebetannya, serius itu ikhlas atau ada maunya coba. Coba kalo cewek gebetan gak kasih respon, pasti dia sakit hati sudah sering traktir, kadang suka diitung nraktir kemana aja... hehehe... sama sekali tidak ikhlas.
Berkorban untuk anaknya, misalnya lagi. Ya sudah, ortu gak makan yang penting anak bisa makan. Itu hanya dalam kondisi darurat tentu saja. Alhamdulillah aku belum pernah dalam kondisi seperti itu. Tapi aku pernah dalam keadaan sangat sulit, tinggal di rumah mertua dan ada perubahan tiba-tiba mertua memutuskan tidak membolehkan aku makan di situ, alasannya aku gak nyumbang belanja. Tapi Alhamdulillah, tiba-tiba sepupuku mengajakku untuk belajar tafsir Al Qur'an, walau masih terbata-bata dalam pengertiannya, ada aja yang membantu dari pihak keluargaku. Ya kakakku, almarhum bapak dan omku. Aku masak mencari yang paling terjangkau, aku beli tulang ayam di supermarket Jogja di Bogor sekilonya 6 ribu kalo gak salah untuk bikin sop untuk anakku kembar. Aku gak pernah mikir diriku sendiri, gak punya baju banyak, minta bantuan baju bekas pakai dari kakak-kakakku.
Pemahaman apakah itu membuka aib apabila kita membicarakan kekurangan suami misalnya. Dalam kondisi darurat, kita berdo'a pada Allah, dan meminta bantuan pada yang kita percayai tentunya dimulai pada keluarga sendiri. Karena sahabat, teman biasanya cuman baik kalo kita punya uang, jalan-jalan, makan-makan. Begitu dalam keadaan terpuruk sahabat akan sibuk dan melupakan kita. Lagian siapa sih yang pedhe muncul ke reuni dalam keadaan gembel, gak punya apa-apa yang bisa dibanggakan?
Dalam keadaan terdesak kita perlu meminta bantuan pada orang lain, terutama saudara yang kita percayai. Waktu aku ultah di bulan Mei 2009, aku bilang ke kakakku, bahwa aku sudah sangat depresi, gemetaran, ketakutan, dengan perilaku mantan dan keluarga besarnya. Aku tahu, mereka bersikap aneh karena usaha keluarga menggunakan guru spiritual, masang jimat sana sini. Uang haram lama-lama menutup hati mereka. Gak peduli pakai jilbab dan sholat 5 waktu, kalo yang dikonsumsi uang panas, sama saja mereka menyembah iblis.
Di tulisanku sebelumnya, gimana kalo seorang ibu memutuskan tidak mau berobat karena berkorban demi anaknya. Yang jadi masalah, apakah dia berusaha meminta pertolongan pada Allah atau tidak? Seperti pada surat Al Fathihah "Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan". Bila sholat tanpa memahami bacaan yang kita baca akhirnya memang sholat itu hanya menggugurkan kewajiban, bukan sholat dengan ikhlas. Tidak perlu malu untuk menerima bentuan bila saat membutuhkan, karena bantuan itu datangnya dari Allah. Dan saatnya bila sudah bisa membantu orang, bantulah orang lain.
Pemahaman-pemahaman yang keliru dalam Islam. Seorang suami yang terlalu cinta sama almarhum istrinya sampai selalu cerita dia nangis karena istrinya begitu baik dan sholehah. Menurutku, istri hanya titipan dari Allah, ada saatnya dia mesti melepaskan bayang-bayang istrinya. Atau saat cerita istrinya tidak minum obat demi anak-anaknya. Berobat itu ikhtiar dan itu hukumnya wajib bila bisa membuatnya meninggal, kecuali kalo panuan beda kasusnya. Yang namanya wajib itu kalau tidak dilakukan berdosa. Terus ada komentar sakit kalo sabar menghapus dosa, iya jawabku makna sabar adalah melakukan ikhtiar, bukannya tidak melakukan apa-apa. Terus salahnya dimana... cinta itu jangan melebihi cinta pada Allah dan Rasul. Jadinya ya begitu, entah sampai kapan "hantu istrinya" akan mendampingi. Sebetulnya bukan hantu istrinya, tapi itu tipu daya setan yang selalu menampakkan diri berwujud seperti almarhumah istri supaya lupa untuk lebih mencintai Allah dan Rasul dibanding cinta pada manusia.
Apakah perlu orang tua berkorban demi anak. Aku mati tidak apa-apa yang penting anakku hidup, kenapa tidak berpikir aku pengen hidup lebih lama supaya ada yang merawat anak-anakku. Atau berpikir aku bersedih tidak apa-apa yang penting anakku bahagia, bagaimana kalau berpikirnya dirubah, aku ingin bahagia supaya anakku merasa nyaman bila dekat denganku.
Itulah kalau orang lebih mencintai manusia dibanding mencintai Allah dan Rasul. Siap mati asalkan yang dicintai tetap hidup. Ada cerita seorang berperang gagah berani bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Tapi sabda Rasululluah shallallahu 'alaihi wa sallam orang ini masuk neraka, kenapa, karena berperang hanya ingin mendapat julukan pemberani bukan ditujukan pada Allah.
Sesungguhnya Shalatku, Ibadahku, Hidupku dan Matiku hanya untuk Allah semata (QS. Al An'aam : 162)
Bertaubat sendiri ada aturannya, penyesalan mendalam, tidak mengulangi perbuatannya, mengembalikan yang bukan haknya, dan merubah perilakunya secara keseluruhan. Jadi bukan sekedar teriak "Tobat, tobat!!!". Kalau sudah bertaubat lalu mengulang maksiat kata grup band Wali namanya TOMAT atau TObat MAksiaT. TOMAT adalah pertaubatan yang tidak diterima Allah.
Pengorbanan seseorang seharusnya ditujukan pada Allah. Seperti halnya sedekah itu seharusnya ikhlas, diniatkan dengan menyebut nama Allah, semakin sedikit yang tau semakin baik, dan setelah pemberian itu tidak dibahas lagi.
Pengorbanan atas nama cinta...??? Cinta sama siapa...??? Paling mudah itu memang berkorban buat kekasih hati, masalahnya tidak dapat pahala sama sekali bila tidak diniatkan untuk Allah. Malah cenderung pamrih. kalo ada cowok mengorbankan uang kiriman ortu supaya bisa traktir cewek gebetannya, serius itu ikhlas atau ada maunya coba. Coba kalo cewek gebetan gak kasih respon, pasti dia sakit hati sudah sering traktir, kadang suka diitung nraktir kemana aja... hehehe... sama sekali tidak ikhlas.
Berkorban untuk anaknya, misalnya lagi. Ya sudah, ortu gak makan yang penting anak bisa makan. Itu hanya dalam kondisi darurat tentu saja. Alhamdulillah aku belum pernah dalam kondisi seperti itu. Tapi aku pernah dalam keadaan sangat sulit, tinggal di rumah mertua dan ada perubahan tiba-tiba mertua memutuskan tidak membolehkan aku makan di situ, alasannya aku gak nyumbang belanja. Tapi Alhamdulillah, tiba-tiba sepupuku mengajakku untuk belajar tafsir Al Qur'an, walau masih terbata-bata dalam pengertiannya, ada aja yang membantu dari pihak keluargaku. Ya kakakku, almarhum bapak dan omku. Aku masak mencari yang paling terjangkau, aku beli tulang ayam di supermarket Jogja di Bogor sekilonya 6 ribu kalo gak salah untuk bikin sop untuk anakku kembar. Aku gak pernah mikir diriku sendiri, gak punya baju banyak, minta bantuan baju bekas pakai dari kakak-kakakku.
Pemahaman apakah itu membuka aib apabila kita membicarakan kekurangan suami misalnya. Dalam kondisi darurat, kita berdo'a pada Allah, dan meminta bantuan pada yang kita percayai tentunya dimulai pada keluarga sendiri. Karena sahabat, teman biasanya cuman baik kalo kita punya uang, jalan-jalan, makan-makan. Begitu dalam keadaan terpuruk sahabat akan sibuk dan melupakan kita. Lagian siapa sih yang pedhe muncul ke reuni dalam keadaan gembel, gak punya apa-apa yang bisa dibanggakan?
Dalam keadaan terdesak kita perlu meminta bantuan pada orang lain, terutama saudara yang kita percayai. Waktu aku ultah di bulan Mei 2009, aku bilang ke kakakku, bahwa aku sudah sangat depresi, gemetaran, ketakutan, dengan perilaku mantan dan keluarga besarnya. Aku tahu, mereka bersikap aneh karena usaha keluarga menggunakan guru spiritual, masang jimat sana sini. Uang haram lama-lama menutup hati mereka. Gak peduli pakai jilbab dan sholat 5 waktu, kalo yang dikonsumsi uang panas, sama saja mereka menyembah iblis.
Di tulisanku sebelumnya, gimana kalo seorang ibu memutuskan tidak mau berobat karena berkorban demi anaknya. Yang jadi masalah, apakah dia berusaha meminta pertolongan pada Allah atau tidak? Seperti pada surat Al Fathihah "Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan". Bila sholat tanpa memahami bacaan yang kita baca akhirnya memang sholat itu hanya menggugurkan kewajiban, bukan sholat dengan ikhlas. Tidak perlu malu untuk menerima bentuan bila saat membutuhkan, karena bantuan itu datangnya dari Allah. Dan saatnya bila sudah bisa membantu orang, bantulah orang lain.
Pemahaman-pemahaman yang keliru dalam Islam. Seorang suami yang terlalu cinta sama almarhum istrinya sampai selalu cerita dia nangis karena istrinya begitu baik dan sholehah. Menurutku, istri hanya titipan dari Allah, ada saatnya dia mesti melepaskan bayang-bayang istrinya. Atau saat cerita istrinya tidak minum obat demi anak-anaknya. Berobat itu ikhtiar dan itu hukumnya wajib bila bisa membuatnya meninggal, kecuali kalo panuan beda kasusnya. Yang namanya wajib itu kalau tidak dilakukan berdosa. Terus ada komentar sakit kalo sabar menghapus dosa, iya jawabku makna sabar adalah melakukan ikhtiar, bukannya tidak melakukan apa-apa. Terus salahnya dimana... cinta itu jangan melebihi cinta pada Allah dan Rasul. Jadinya ya begitu, entah sampai kapan "hantu istrinya" akan mendampingi. Sebetulnya bukan hantu istrinya, tapi itu tipu daya setan yang selalu menampakkan diri berwujud seperti almarhumah istri supaya lupa untuk lebih mencintai Allah dan Rasul dibanding cinta pada manusia.
Apakah perlu orang tua berkorban demi anak. Aku mati tidak apa-apa yang penting anakku hidup, kenapa tidak berpikir aku pengen hidup lebih lama supaya ada yang merawat anak-anakku. Atau berpikir aku bersedih tidak apa-apa yang penting anakku bahagia, bagaimana kalau berpikirnya dirubah, aku ingin bahagia supaya anakku merasa nyaman bila dekat denganku.
Itulah kalau orang lebih mencintai manusia dibanding mencintai Allah dan Rasul. Siap mati asalkan yang dicintai tetap hidup. Ada cerita seorang berperang gagah berani bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Tapi sabda Rasululluah shallallahu 'alaihi wa sallam orang ini masuk neraka, kenapa, karena berperang hanya ingin mendapat julukan pemberani bukan ditujukan pada Allah.
Sesungguhnya Shalatku, Ibadahku, Hidupku dan Matiku hanya untuk Allah semata (QS. Al An'aam : 162)
Langganan:
Komentar (Atom)