Definisi sulit dan mudah itu sangat relatif. Bila melihat kehidupan orang-orang di desa, berpakaian sederhana, bekerja keras, maka orang-orang di kota akan kelihatan mencolok. Berpakaian begitu mewah dengan baju bermerk, rambut dan kulit sangat terawat. Tapi kata temenku orang desa sekarang yang remaja sudah pintar berdandan ala kota. Liat aja para pengasuh anak (yang sering dipanggil mbak) atau baby sitter kalo pulang kampung, bawa hape terbaru, baju bermerk, dan rambut dengan sentuhan salon. Maklum, jadi guru PAUD di pusat kota Jogja, kadang suka ngeliat para mbak-mbak ini yang umurnya belasan tahun gak kalah keren dengan majikannya.
Allah sudah menetapkan derajat seseorang di akhirat, bila belum mampu mencapainya maka akan diberi ujian kesabaran. Kasus berbeda bila dibandingkan dengan Nabi Ayyub 'alaihi sallam, beliau sangat shaleh dan termasuk kekasih Allah. Kaya raya tapi tetap rajin ibadah dan sangat dermawan. Iblis sendiri yang langsung menghadap ke Allah untuk menguji Nabi Ayyub 'alaihi sallam dan dikabulkan Allah. Semua harta habis, anak kesayangan meninggal dunia, sahabat-sahabat menjauhi hanya tinggal seorang istri yang sangat perhatian. Setelah ujian berakhir, semua harta dan kesehatan dikembalikan pada Nabi Ayyub 'alaihi sallam. Salah satu kegelisahan Nabi Ayyub 'alaihi sallam adalah waktu marah pernah berjanji akan mencambuk istrinya. Akhirnya Nabi Ayyub 'alaihi sallam mencambuknya dengan jerami, hanya sekedar untuk menepati janji yang pernah diucapkannya.
Orang-orang tertentu yang hidupnya dimudahkan oleh Allah, diberi kebahagiaan pada batinnya, bisa fokus untuk mencari bekal akhirat, adalah manusia yang sungguh-sungguh mau bertaubat. Tapi ada sekelompok manusia yang ikut semacam aliran kebatinan tidak menjalankan shalat padahal agamanya Islam, juga mengaku bisa berbahagia. Pada akhirnya bila ada orang yang mengaku Islam, banyak membantu orang lain, tapi meninggalkan ibadah dengan berbagai alasan, kebahagiaannya hanya sampai di dunia saja tidak sampai akhirat.
Sedangkan orang-orang yang merasa hidupnya begitu sulit, penuh kepedihan, orang yang dicintai meninggalkan, usaha bangkrut, sampai ingin bunuh diri (dan aku pernah dalam posisi seperti itu) awalnya mesti memberanikan diri minta bantuan pada orang terdekat. Bila akhirnya memberanikan diri menyerahkan semua harta dan jiwanya kepada Allah (masuk kategori berjihad), biasanya proses yang dijalani adalah bertaubat nasuha atau bertaubat secara benar ditambah sedekah maka hidupnya akan pelan-pelan dimudahkan oleh Allah.
Yang jadi masalah adalah, dimana-mana berkeliaran setan berwujud manusia yang ingin mencari pengikut. Para bandar narkoba akan memberi paket gretongan untuk memberi kebahagiaan semu, lalu paket hemat, dan saat sudah kecanduan memberi paket mahal.
Aku sulit untuk tidak memberikan contoh selain narkoba dan hawa nafsu, karena menurutku kedua hal itu adalah kebahagiaan semu. Dulu aku sempet mau berpikir, enak banget orang yang hidup semau gue tanpa batasan, tinggal pake baju seksi, ke diskotik, mengkonsumsi ekstasi, lirik sana-lirik sini pulang nyempetin dapetin cinta satu malam. Kadang pengen tau, tapi gak berani, sekarang aku sudah gak minat blas, soalnya bisa ngerasain aura gelap penuh kemaksiatan di sana, dan membayangkan saja seperti tersedot ke jurang kehancuran.
Orang yang merasa hidupnya sulit, biasanya karena kikir. Karena kikir sedekah, kikir waktu untuk ibadah. Saat mulai belajar untuk dermawan barulah sadar, ternyata banyak pengembalian berlipat-lipat saat sedekah. Sedekah sendiri ditujukan pada apa atau siapa, bila ditujukan agar mendapat rejeki tanpa keikhlasan, rejeki dan kebahagiaannya hanya di dunia saja tidak sampai ke akhirat.
Yang aku masih heran itu, aku mencermati kasus percintaan beberapa temanku sesama blogger yang masih remaja, ada juga dewasa. Mereka memendam cinta pada lawan jenis, dan sulit pindah ke lain hati. Padahal aku pernah mengingatkan, pada mereka mereka ini rugi memikirkan orang yang tidak menghargai kita. Kenapa gak mencoba jadi POWER RANGER, berubah!!! Walau tulisan-tulisannya sepertinya inspiratif, tapi hatinya masih galau dengan namanya memendam cinta, gak cowok gak cewek. Minta pada Allah, lalu serahkan jiwa pada Allah, banyak-banyak membantu orang lain. Sudah mengingatkan seperti itu tetap saja, keliatan aura cinta terpendamnya ngetweet aja kerasa getarannya.
Jangan tanya aku tentang cinta... aku sudah teracuni kisah Ainul Mardihiyah, saat aku posting di blogku yang lain dengan judul KISAH SEORANG PEMUDA YANG BERMIMPI BERTEMU WANITA LEBIH CANTIK DARIPADA BIDADARI SURGA, AINUL MARDHIYAH. Gak kayak tulisanku di blog ini yang aku lebih suka pembacanya kurang dari 20 orang (masih ngerasa jadi curhatan gak jelas soalnya, hihihi), postingan itu trafficnya kenceng banget dengan keyword BIDADARI. Aku sering mimpi bertemu dengan orang yang menyayangiku dan tersenyum padaku sampai jantungku rontok rasanya, jadi aku memilih berjuang dengan harta dan jiwaku di jalan Allah daripada sibuk menggalau karena jadi jomblo.
Aku beranggapan wanita sholehah saat di akhirat lebih cantik daripada bidadari surga. Dari postinganku di blog lain WANITA BUMI YANG SHOLEHAH LEBIH CANTIK DARIPADA BIDADARI SURGA. Jadi wanita yang ngerasa tidak beruntung wajahnya kurang cantik, masih bisa merasakan jadi cantik saat di akhirat dengan menjadi wanita sholehah saat di bumi.
Maksud dari uneg-uneg ini adalah bila sulit dengan masalah cinta, masalah gak ngerasa cantik, gak ngerasa kaya, hidupnya serasa sulit. Di surga tidak ada hal yang sulit, semua manusia penuh cinta, hanya tertuju pada pasangannya, semua wanita cantik jelita, mau menggunakan perhiasan apa saja bisa.
Bila kesulitan hidup diterima dengan ridho, sabar, bisa mengambil hikmah dengan mensyukurinya (susah ya, kehilangan pasangan yang dicintai masih bisa nyebut "untungnya gak jadi sama dia") Insya Allah kehidupan jadi mudah. Aku masih merasa disayangi oleh banyak orang, dijauhi banyak orang juga (untungnya dijauhi, takut ikutan gosong kalo bergaul dengan tipe tukang pandai besi, bukan penjual minyak wangi). Bila kehilangan uang didoakan semoga bermanfaat bagi yang nyolong, cari lagi uangnya dengan bekerja, hati-hati menyimpannya dan disedekahkan supaya tidak hilang lagi. Aku juga pernah kehilangan uang, tapi dalam kasus ini aku pikir, setelah aku ikhlaskan, aku dapat jauh lebih banyak lagi. Dan lebih sering sedekah ikhlas supaya selain tidak hilang, juga mendapat ganti untuk dunia dan akhirat.
Kesimpulan apa nih tulisan kali ini... yang merasa sulit karena materi, mulailah bertaubat dan perbanyak sedekah. Yang merasa sulit dengan cinta, apakah cinta terpendam atau ditinggalkan, masih bisa gak menswitch jadi penuh rasa syukur, untung aku gak jadi sama dia, pasti ada skenario Allah untukku yang lebih baik...
Ini hanya pendapatku loh... setelah pernah depresi memendam cinta, menikah dengan orang tanpa cinta, lalu kehilangan anak-anak yang pernah kurawat dengan penuh cinta. Aku berusaha bertaubat, banyak bersyukur, mengambil hikmah, lalu banyak sedekah (semampuku terutama pada sahabat-sahabatku terdekat yang sangat membutuhkan). Dan rasa cinta pada kehidupan kurasakan kembali. Menurutku cinta tidak selalu pada lawan jenis, cinta juga bisa pada kehidupan. Cinta hidup memberi semangat untuk berjuang. Semua kejadian pahit atau manis aku selalu bilang "untungnya...". That's it...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar