Virgin Coconut Oil (VCO) bukan sembarang minyak kelapa biasa. Bila minyak kelapa tradisional yang dibuat di kampung itu dibuat dengan cara santan dipanaskan sampai keluar minyaknya, maka VCO dibuat dari santan kelapa diambil minyaknya tanpa mnggunakan panas tinggi.
Di Jogja, VCO ini sempet jadi booming lalu reda lagi. Barangkali karena orang memang lebih suka menggunakan produk pabrik secara massal, untuk suplemen orang lebih suka yang iklannya bertubi-tubi di media massa. Bila minyak zaitun disebut di Al Qur'an sangat bermanfaat, sayangnya tidak ada pohon zaitun di daerah tropis, tapi di daerah tropis punya minyak yang sangat kaya manfaat yaitu VCO. Minyak goreng dari kelapa sendiri sudah tergerus oleh minyak goreng dari kelapa sawit.
Ada beberapa resep rahasia di beberapa rumah makan untuk mendapatkan masakan lezat dengan menggunakan minyak kelapa, dan itu tidak bisa diganggu gugat, tapi minyak kelapa dari hasil pemanasan. VCO bisa digunakan untuk memasak, lebih sehat daripada minyak kelapa sawit, tapi butuh penyesuaian lidah (dan kantong tentu saja, karena harganya lebih mahal).
Aku sudah tertarik dengan VCO sejak lama, tadinya aku suka membuat minyak kelapa sendiri untuk menggoreng telur ceplok. Tapi bila melihat tabel daftar minyak yang sehat untuk dikonsumsi, maka minyak kelapa termasuk minyak yang kurang sehat, lebih sehat minyak jagung atau minyak zaitun. Tapi dengan munculnya VCO, maka VCO bisa masuk ke deretan minyak goreng yang sehat untuk tubuh bila digunakan untuk memasak. Rasa VCO bila digunakan untuk memasak memang beda dibandingkan dengan minyak kelapa tradisional.
Sekarang aku sudah tidak ke dapur lagi karena faktor S yaitu Sibuk, hehehe... kerja dari pagi sampai sore hari, mendapat jatah makan siang di kantor, pagi sarapan buah, malam makan sereal. Tapi kalo aku masak tidak jauh dari tumis dan berkuah, soalnya mengurangi menggoreng. Apalagi bila memasak untuk anak-anak balita sudah pasti yang berkuah. Soal selera, bukan tipe petualang makanan, termasuk cinta #ehgaknyambung, makanan apa saja dimakan dan disyukuri tapi lebih memilih banyak sayurannya.
Ada seorang dokter menulis buku resep yang menggunakan VCO dalam semua resepnya, dan gula darahnya yang tadinya tinggi jadi turun. Bila ingin melihat review bukunya ini dia linknya Informasi Lengkap Virgin Coconut Oil. Bagi yang suka masak apalagi masakan sehat tidak hanya sekedar enak tentu resep masakan dengan VCO perlu dipelajari.
Selain untuk masakan, VCO juga sangat baik untuk kulit. Walaupun minyak zaitun sangat bermanfaat bagi kulit, tapi bila dioleskan minyak zaitun membuat kulit nampak berminyak. VCO bila dioleskan pada kulit akan menjadikan kulit sehat tapi langsung diserap dan tidak nampak berminyak. Bedanya pelembab yang dibuat oleh pabrik denganVCO, maka pelembab dari pabrik hanya bersifat sementara dalam melembabkan, sedang VCO selain melembabkan juga menutrisi kulit.
Sekarang ini VCO dipasarkan untuk produk perawatan kulit tidak hanya dalam bentuk minyak cair, selain mudah tumpah juga kurang menarik. Di Jogja ada perusahaan membuat formula produk perawatan kulit dengan kandungan VCO. VCO didapatkan dari pemberdayaan para petani kelapa. Tidak dijual di supermarket besar, biasanya di apotik atau agen khusus atau dijual secara online. Biasalah, supermarket memang tempatnya untuk produk massal dari pabrik besar.
Ke depannya aku ingin selain menggunakan produk perawatan VCO untuk diriku sendiri juga akan ditawarkan bagi yang berminat secara online. Sampe perlu beberapa kali curhat sama seorang sahabatku sambil minum es buah untuk mendinginkan otak (seharusnya esnya tempelin ke kepala ya, hahaha), banyak ide hanya karena masalah waktu belum kesampaian. Agenda ke depan juga masih banyak keinginan. Pengen ikutan nonton tim baseball tanding ke luar negeri (masih di ASEAN sih), nabung buat umroh dengan kelompok pengajian, kalo lagi libur panjang sekolah. Enaknya jadi guru kalo sekolah libur panjang ikutan libur deh.
Setiap hari rasa syukurku pada Allah semakin bertambah. Tambah ilmu baru, pengalaman baru, teman baru, barusan malah dapat kenalan di twitter seorang hipnoterapis. Bukan untuk dihipnotis, tapi soalnya kenalan baru ini yang followernya sampe belasan ribu ingin membahas fenomena indigo. Semenjak aku pulang ke Jogja Juni 2009 aku banyak mengamati fenomena ini, apalagi banyak mereka membahas tentang firasat akan adanya kiamat kecil di 2012. Menurutku fenomena memang jadi menguat munculnya di akhir zaman, sekelompok manusia yang mempunyai God Spot untuk mengingatkan supaya manusia kembali saling berbuat baik pada sesama, tidak sibuk memperkaya diri sendiri, juga kembali untuk mempercayai tentang kebesaran Tuhan karena banyak manusia menjadi sekuler. Sekelompok manusia yang akan melawan kekuatan jahat, karena perkembangan jaman banyak manusia sibuk hanya ngurusin cari duit melulu. Bedanya apa, apakah sekelompok manusia ini spesial, ah enggak juga, manusia biasa tapi diberi titipan bisa merasakan kebesaran Tuhan, bisa saja tidak tahan untuk memilikinya lalu dilepas atau tidak kuat untuk menyandangnya.
Sedikit OOT, VCO ditambah dengan curhat... namanya juga blogku ini blog curhat untuk mengungkapkan semua rasa syukurku sebagai manusia yang diberi kesempatan hidup oleh Allah dan tidak ingin mensia-siakannya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar