Minggu, 05 Februari 2012

Pilih diam

Suatu ketika aku ketemu temen. Dia ini sukses secara materi, rumah besar, mobil banyak. Sama-sama beragama Islam, hanya saja dia penganut Islam Progresif. Waduuuuh... aliran apalagi ini...

Islam model seperti ini sangat menyanjung Amerika, keyword Google "Allah bless America and his people hanya muslim". Penulisnya banyak sekali mengutip kutipan-kutipan dari Al Qur'an, lalu memutuskan bahwa hanya hadits yang sesuai dengan Al Qur'an yang dia jalankan. Yang tidak sesuai dengan Al Qur'an ditinggalkan. Jelas penulis ini orang pintar, soalnya menulis dengan banyak referensi. Tapi sepertinya dia menjelek-jelekkan Indonesia, mengagung-agungkan Amerika. Emangnya Amerika bayar berapa buat dia?

Ada orang bikin teori sendiri, bikin aliran sendiri, ngajak berdebat, sesuai dengan akal mereka. Yang membuat Islam versi baru itu juga bukan orang bodoh, bukan orang miskin. Malah orang yang sederhana, secara materi tidak berlebihan barangkali sibuk mencari nafkah yang halal jadi gak mikir macem-macem. Sedangkan yang merasa di atas angin, materi berlebih, punya pangkat, dihormati banyak orang, otaknya encer, malah sibuk bikin Islam aliran baru versinya. Ada-ada saja.

Selama ngobrol dengan orang ini aku diam aja. Males. Kenapa sih mesti ngotot untuk bikin Islam versi baru, yang menggunakan hadits shahih sangat menyejukkan hati kok. Kayaknya memang berkaitan dengan UUD, ujung-ujungnya duit. Soalnya Islam model seperti ini pengen mengamrikkan Islam. Seperti tulisan di blognya, kenapa orang Amerika makmur, pemimpinnya terpilih secara demokrasi, banyak beasiswa bagi orang luar negri yang dikirim ke sana.

Menurut Al Qur'an keimanan yang sebenar-benarnya adalah bila mendengar ayat-ayat Al Qur'an hatinya akan bergetar. Selalu mendekatkan diri pada Allah dengan menjalankan perintahNya, dan menjauhi laranganNya. Bila hatinya bergetar karena sangat memuja Amerika? Jadi sebetulnya Tuhannya itu siapa? Menuhankan pada siapapun yang memberi beasiswa dan pekerjaan?

Ternyata memang uang bisa membuat seseorang membuat aturan sendiri, bahkan membuat aliran Islam versinya sendiri. Lalu bagaimana dengan pengikut-pengikutnya? Ah... entahlah, semoga Allah menunjukkan pada mereka jalan yang lurus.

Males banget ngobrol dengan orang tentang Islam, padahal dia gak ngerti sama sekali. Sok ngerti padahal sebetulnya gak ngerti. Mirip kasus aku mencoba menjelaskan tentang indra ke-6 pada seseorang malah dimarahin, diamuk-amukin, ujung-ujungnya ditendang dari suatu komunitas blogger, mengatakan gak paham tentang maqom segala. Aku gak marah kok biarpun diamuk-amukin, ditendang, diblokir dari FB. Banyak yang aku pelajari dari situ. Cuman gini loh, semua perbuatan yang menyakiti hati orang lain akan ditegur oleh Allah. Bila merasa sebagai muslim, lebih baik saling berbicara yang baik, saling memaafkan. Kalo milih ngikutin ego dan bikin Islam versi sendiri, yang penting sudah diingatkan, jadi sudah gugur kewajiban bagi lebih paham. Selebihnya pikir sendiri dan tanggung resikonya sendiri.

UUD  memang bisa merubah semuanya. Perempuan bisa jadi pelacur karena "terpaksa" butuh duit. Laki-laki bisa jadi koruptor karena haus duit. Bahkan Islam saja bisa ada aliran baru karena masalah duit. Duit sudah jadi berhala akhir-akhir ini...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar