Ada email masuk yang menanyakan soal takdir yang buruk. Dia nanya apakah doa bisa merubah takdir buruk menjadi baik. Penjelasan takdir tentunya berkaitan dengan qadha dan qadhar. Qadha dan qadar adalah termasuk rukun iman yang ke-enam, dan seorang muslim mesti mempercayainya. Qadha adalah ketetapan Allah sejak zaman azali, dan qadar adalah kejadian yang terjadi. Qadha dan qadar merupakan takdir, jadi karena sudah terjadi, tidak mungkin manusia merubah takdir.
Jawabanku sederhana saja, tanpa penjelasan tentang qadha dan qadar. Seperti ini
Mukmin sejati tidak pernah protes dan mengeluh dengan semua yang menimpanya. Semua ada sebab akibat yang di Hindu disebut karma. Aku sendiri gak pernah mikir takdirku menyedihkan atau tidak. Mukmin selalu husnuzon berprasangka baik bahwa semua yang diberikan Allah adalah kebaikan bagi dirinya.
Jadi gak usah mikirin kok takdirku muka jelek, miskin lagi. Kita terima semua dengan penuh syukur. Kalo mengeluh namanya kufur nikmat dan itu tidak disukai Allah. Sedangkan banyak bersyukur dan banyak sedekah hidup akan bahagia dan dimudahkan.
Gak usah mikir soal takdir, itu urusan Allah dengan kitab Lauh Mahfudz. Tugas kita hanyalah ikhtiar dan banyak berbuat kebaikan. Karena itulah tugas manusia di dunia ini...
(Mohon dikoreksi bila ada kesalahan pemahaman, atau ditambah. Terima kasih)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar