Rabu, 24 Juli 2013

Devil family

Aku dapat komentar menarik dari seseorang yang mengaku bernama Putri dari tulisanku berjudul Bahagia Dunia Dan Akherat. Begini komentarnya

Dear mbak Ami.... 
I have read your story about your "Devil Family" several time from your last story..... 
Please, I suggest : Forgive them...Ikhlaskan...lepaskan "Duri" yang menusuk jantungmu.....Ikhlas..ikhlas...ikhlas...lahir dan batin..Insyallah hati mbak Amie jadi lebih nyaman. 
Memang mudah bagi kita menasehati untuk ikhlas....tapi percayalah..itu satu satunya obat dari ALLAH SWT....

Terus terang aku itu speechless... gak tau mesti ngomong apa. Aku pernah menulis makna ikhlas, yaitu artinya memurnikan tujuan kita hanya pada Allah semata. Arti ikhlas bukan merelakan, tapi ibadah ikhlas artinya ibadah kita ditujukan pada Allah.



Barangkali ayat di bawah ini lebih menggambarkan tentang ikhlas

Allah berfirman
قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ 
"Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Pemelihara alam semesta." (QS. Al-An‘âm[6: 162])

Menurutku pribadi sih, aku dalam posisi terzalimi. Ada ceritanya di tulisanku itu. Termasuk aku sebagai perempuan menggunakan uang untuk keperluan renovasi rumah mantan suami. Setiap bulan masih dikirimi uang dari keluargaku untuk keperluan sehari-hari. Paling parah adalah mantan alergi dengan masjid, tiap Jum'at siang bukannya ke masjid, malah nongkrong di dapur rumah sambil ngobrol dengan makhluk yang tidak kelihatan.

Menurut Islam, orang terzalimi itu, dari segi akhirat, mendapat keuntungan dosanya diambil oleh yang menzalimi. Kedua, orang terzalimi do'anya tanpa hijab dengan Allah, akan terkabul. Kalaupun tidak dikabulkan di dunia, akan membantu saat di akherat nanti.

Tapi siapa sih mau dizalimi, rasanya gak enak banget. Tertekan, pengen nangis tiap hari, dan rasanya tidak ada semangat untuk hidup. Kayak slogan hidup segan mati tak mau. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memutuskan untuk hijrah dari Mekah ke Madinah saat tekanan dari bangsa Quraisy begitu hebatnya. Kita berhak membela diri dan meninggalkan tempat kita dizalimi.

Memang betul seorang istri mesti menuruti suami, tapi suami yang model bagaimana dulu. Bagaimana kalau dia mengajarkan syrik, di keluarga yang punya guru spiritual untuk melariskan usahanya. Mata hati keluarga ini tertutup sudah.

Yang jelas hikmah dari semua ini aku jadi belajar Islam. Walau sedikit-sedikit. Pelan-pelan mencoba mencairkan rasa sakit yang ada di hati ini.

Terima kasih atas sarannya untuk Putri...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar