Bagaimana bila seorang ibu yang dipisahkan tidak boleh ketemu anak kandungnya, oleh mantan suami. Mencoba mendatangi, anak dibawa pergi. Mengirim handphone, handphonenya tidak boleh digunakan. Mengirim surat, dikembalikan dengan catatan tidak dikenal.
Rindu kepada anak itu bisa sangat menyakitkan. Apalagi saat teringat waktu melahirkan, merawat bertahun-tahun, mengajari membaca dan menulis, mengerti warna, binatang, juga iqro selama 5 tahun. Tiba-tiba direnggut begitu saja. Tidak hanya mantan suami, bahkan keluarga besarnya juga melindunginya.
Suatu ketika aku melihat foto anakku diupload di facebook. Setelah 2 tahun tidak bertemu aku melihat anakku tambah tinggi, sekarang mereka berumur 9 tahun.
Aku sudah mencoba konsultasi ke LSM, LPA, temenku yang polisi, pengacara, belum ada hasil. Dari semua pembicaraan ujung-ujungnya pengacara dan polisi minta duit.
Menurut Islam, do'a orang teraniaya itu dahsyat, pasti dikabulkan Allah, hanya saja mesti bersabar. Boleh mendo'akan keburukan agar yang menganiaya itu celaka, tapi memaafkan dan bersabar itu lebih baik.
"Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Nisa': 148)
"Maka Barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah." (QS. Al-Syuura: 40)
"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar." (QS. Fushshilat: 34-35)
Hanya orang-orang beriman, dan mencoba meraih akhirat akan berusaha bersabar, memaafkan dan mendo'akan kebaikan bagi menganiayanya.
Terus terang memang hal yang sangat tidak mudah. Saat emosi memuncak, menangis tersedu-sedu tanpa bisa ditahan, tetap berusaha mendo'akan hal yang baik bagi yang benar-benar telah menyakiti hati.
Dan yang disebut hikmah, mencoba mengambil pelajaran dari semua kejadian ini. Pertama, saat dijauhkan oleh anak-anakku aku belajar Islam. Lalu belajar kesabaran. Juga belajar tauhid. Konon orang yang beriman mesti tetap tenang dalam hal menghadapi semua cobaan. Saat anak diambil malah bersyukur "terima kasih sudah merawat anak-anakku dengan baik, aku jadi punya kesempatan belajar Islam". Saat teror SMS bertubi-tubi salah satunya "aku berhak memenggal lehermu" sampai ketakutan setengah mati tetap bersyukur karena mengurangi dosa kita, karena dosa kita diambil oleh yang meneror.
Terus aku mendo'akan apa... aku mendo'akan agar anak-anakku selalu sehat, menjadi anak-anak sholehah. Aku berdo'a bisa bertemu pada saat yang terbaik menurut Allah sajalah.
Yang kita bawa mati adalah amal ibadah kita, bukan gadget terbaru, bukan rumah mewah, mobil keren. Kebahagiaan karena mendekatkan diri pada Allah dan suka menolong orang lain yang membutuhkan itulah kebahagiaan yang terbaik bagi orang beriman.
Masih menangiskah aku? Sekali-sekali menangis juga tidak apa-apa, tapi air mata mesti dihapus, lalu menikmati rahmat dan karunia Allah. Melihat banyak orang lain yang lebih kesulitan, dan berusaha membantu mereka semampunya...
Pemesanan skin care yang mengandung VCO dari Virgin Natural Cosmetics
klik gambar di bawah ini
juga tersedia paket skin care non alkohol non parfum untuk haji/umrah
juga tersedia paket skin care non alkohol non parfum untuk haji/umrah
br />

Tidak ada komentar:
Posting Komentar