Rabu, 14 Agustus 2013

Beda spiritual dan relijius

Kali ini aku mengutip tulisan resensi suatu buku berjudul ORANG RELIJIUS ATAU ORANG SPIRITUAL? Karangan Arvan Pradiansyah.

Linknya dari sini http://ilm.co.id/smart/13/02/orang-religius-atau-orang-spiritual

“Masyarakat kita sering dikatakan masyarakat yang religius, tetapi masih banyak hal yang tidak menggambarkan sikap orang religius seperti halnya, kasus korupsi yang marak terjadi. Ini yang membedakan orang religius dan orang spiritual.” Demikian yang diungkapkan oleh Arvan Pradiansyah, Happiness Inspirer Indonesia di awal talkshow Smart Happiness yang berjudul “Orang Religius atau Orang Spiritual?” pada tanggal 8 Februari 2013 di Smart FM Network.

Managing Director Institute for Leadership and Life Management (ILM) ini juga mengungkapkan, “Ada 5 perbedaan antara orang religius dengan orang spiritual, yaitu Pertama, orang religius mengangap Tuhan itu ada, sedangkan orang spiritual menganggap Tuhan itu hadir. Kedua, orang religius merasa lebih suci daripada orang lain, sedangkan orang spiritual menganggap semua orang setara, serta mengakui kelebihan & kekurangan orang lain. Ketiga, orang yang religius mudah melihat perbedaan, sedangkan orang spiritual mudah melihat persamaan. Keempat, orang yang religius hanya mementingkan simbol-simbol, pakaian, dan lain sebagainya, sedangkan orang yang spiritual mementingkan esensi, hakekat dan makna. Kelima, orang religius baik dalam urusan ibadah saja, sedangkan orang spiritual baik dalam semua urusan.”

Penulis buku You Are Not Alone ini menambahkan, “Pada dasarnya semua agama mengajarkan kebaikan. Kalau ada ajaran agama mengajarkan ketidakbaikan, itu adalah agama palsu. Orang yang spiritual sadar bahwa diutus Tuhan di dunia ini karena sebuah maksud. Apakah Anda sudah menjadi orang yang spiritual?, karena dengan menjadi orang yang spiritual akan membuat kita menjadi bahagia.”

Beruntunglah orang-orang yang bisa merasakan spiritual itu, karena berarti hubungan manusia dan Allah sudah terkoneksi. Sebagai muslim, terus bagaimana kita mensikapi Tuhan orang yang bukan beragama Islam? Selama mereka berbuat baik, kita tidak perlu melawan mereka, mereka makhluk spiritual dengan Tuhan mereka sendiri, dan semua agama mengajarkan berbuat kebaikan. Seorang muslim harusnya meyakini bahwa hari akhir dan pembalasan itu ada. Toh semua akan mendapat ganjaran masing-masing dari perbuatannya.

Ada komentar di postinganku yang lama, waktu itu aku membahas UFO. Abis gimana ya, waktu ada 2 crop circle di Jogja aku merasa pesannya buatku, untuk nengok 2 anak di Bogor... lucunya banyak yang merasa itu pesan buat mereka juga. Kesimpulan tanpa bukti, UFO itu ada, teknologi canggih, bisa jadi saat Nabi Sulaiman dulu ada yang sempat terbang ke luar angkasa. Tapi ini sekedar teori ngasal dariku, tanpa bukti soalnya :D. Ini linknya http://amiratnawatiutami.blogspot.com/2011/05/pertanyaan-yang-belum-terjawab.html

Kiamat kecil : apabila ingatan sudah trganggu (mis : hilang ingatan, depresi dll) Kiamat Besar : Meninggal Dunia (diri kita sndiri). Bukan bumi, langit, bulan bintang scara lahiriah. Mustahil smua itu kan hancur krn itu tdk dketahui awal & akhirnya. Beda dengan manusia, krn manusi dketahui awalx tpi tdk dtketahui akhirx. Maaf klu penjelasan kurang... Tpi sy dan paham Al Kalam di Sulawesi memiliki dasar tersebut. 

Kan sudah dijelaskan nanti matahari terbit dari barat, lalu gunung tercabut. Anehnya penjelasan sudah jelas kayak gitu masih aja ada yang bikin teori baru. Idenya darimana coba, kalo bukan ada makhluk lain kasih penampakan untuk menyesatkan pemahaman Al Qur'an.

Beberapa kali aku didekati orang untuk membuat pemahamanku tentang Al Qur'an berubah. Seperti misalnya, orang di Bogor yang mengajakku percaya dengan mursyidnya yang gak keliatan atau gaib. Lalu ada orang di India yang kirim e-mail ke pelatihan yoga supaya aku pindah ke Bali dan belajar yoga di sana, untuk menguatkan spiritualku katanya. Atau juga ada orang yang ikut Jamaah Tabligh di India, ngajakin aku pindah dan mau aku ikutan itu.

Aku hanya akan mengatakan bahwa cara meraih spiritual itu berbeda-beda. Tapi aku gak mau kalo mursyidnya gak keliatan atau gaib, belakangan orangnya kesurupan ampe kayak dibanting-banting ke tembok. Aku juga gak akan ikut yoga yang ada acara berdoa menghadap figur seseorang. Kalo mau ikutan Jamaah Tabligh silakan, tapi aku tidak tertarik semalaman membaca Fadail Amal bukannya Al Qur'an. Apalagi syiah, yang mengaku dapat spiritual kuat setelah kawin mut'ah berkali-kali.

Kita pertanggungjawabkan cara meraih peningkatan spiritual kita masing-masing, dan aku sudah cukup dengan aliran Sunni, Muhammadiyah....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar