Banyak ulama di Islam, bila berbeda pemahaman, maka akan mengatakan ulama beda aliran sesat. Hanya ulama yang berilmu tinggi akan menghaluskan kalimat, tidak mudah menyatakan kafir atau sesat. Lebih fokus pada penguatan keimanan daripada menyalahkan kelompok lain, mencari solusi atau pendekatan kemanusiaan.
Ulama, ustadz, guru agama Islam, tentunya mengerti tentang Islam, hafal banyak ayat Qur'an, hadits dan do'a do'a. Berdakwah ke sana-sini, dan ujiannya adalah ghurur, riya', menjual ayat Qur'an, atau lainnya.
Walau banyak mengerti ilmu di Islam, beberapa tidak sanggup menahan diri dari godaan ingin pujian, uang, popularitas, bahkan syrik. Masalah Tauhid jadi rusak bila yang kita lakukan bukan karena Allah.
Ini pengalamanku pribadi, Aku mengenal ustadzah yang pembimbing sekaligus mengelola travel umrah/haji/ Katanya sih, bisa berangkat umrah tiap tahun akan menghapuskan dosa dan itu adalah puncak pencapaian spiritual seorang muslim. Bila tiap tahun bisa berangkat umrah di bulan Ramadhan berarti disayang Allah.
Seorang muslim, bisa masuk surga bukan karena ibadahnya, tapi karena ridho Allah. Allah akan memberi ridho apabila kita melakukan amalan yang paling dicintai Allah yaitu membahagiakan orang lain.
Umrah bahkan haji bisa tidak membawa berkah apabila tahun orang sekitarnya masih ada yang kesusahan masih saja memutuskan untuk berangkat.
Sekedar mengingatkan lagi, tentang hadits qudzi berikut ini
Allah 'Azza wajalla berfirman (hadits Qudsi): "Tidak semua orang yang shalat itu bershalat. Aku hanya menerima shalatnya orang yang merendahkan diri kepada keagunganKu, menahan syahwatnya dari perbuatan haram laranganKu dan tidak terus-menerus (ngotot) bermaksiat terhadapKu, memberi makan kepada yang lapar dan memberi pakaian orang yang telanjang, mengasihi orang yang terkena musibah dan menampung orang asing. Semua itu dilakukan karena Aku." "Demi keagungan dan kebesaranKu, sesungguhnya bagiKu cahaya wajahnya lebih bersinar dari matahari dan Aku menjadikan kejahilannya kesabaran (kebijaksanaan) dan menjadikan kegelapan terang, dia berdoa kepada-Ku dan Aku mengabulkannya, dia mohon dan Aku memberikannya dan dia mengikat janji dengan-Ku dan Aku tepati (perkokoh) janjinya. Aku lindungi dia dengan pendekatan kepadanya dan Aku menyuruh para Malaikat menjaganya. BagiKu dia sebagai surga Firdaus yang belum tersentuh buahnya dan tidak berobah keadaannya." (HR. Ad-Dailami)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar