Tips Mengatasi Tungro, dengan Mengelola Pengairan
PADI
| Wereng hijau Sebagai Agen Pembawa |
Tungro merupakan virus yang akan mengakibatkan tanaman padi kita tumbuh tidak normal.
Dari sumber ini disebutkan, Ciri-ciri tanaman padi yang terserang tungro yaitu :
- tanaman menjadi kerdil,
- malai yang terbentuk lebih pendek dari malai normal.
- selain itu banyak malai yang tidak berisi (hampa) sehingga tidak bisa menghasilkan.
Tanda-tanda serangan tungro terjadi :
"daun†padi
yang terserang virus tungro mula-mula berwarna kuning oranye, dimulai
dari ujung-ujung, kemudian lama-kelamaan berkembang ke bagian bawah dan
tampak bintik-bintik karat berwarna hitam"
Pada prinsipnya
penyakit tungro tidak dapat dikendalikan secara langsung artinya,
tanaman yang telah terserang tidak dapat disembuhkan.
Pengendalian bertujuan untuk mencegah dan meluasnya serangan serta menekan populasi wereng hijau yang menularkan penyakit.
Tungro bisa
menyebar, jika ada agen pembawanya. Agen pembawanya adalah Wereng Hijau.
Dari sinilah kita bisa mencegah dan mengendalikan serangan tungro sejak
dini. Sebetulnya wereng hijau tidak seberbahaya wereng coklat yang bisa
menghisap saripati tanaman padi hingga tak bersisa. Wereng hijau
menjadi agen pembawa virus tungro, virus tungro inilah yang akan
menghabiskan seluruh tanaman kita tak bersisa. Susah sekali diatasi.
Maka, ada beberapa tips yang kami anjurkan untuk mencegah serangan tungro diantaranya :
- Pengamatan mulai sejak dari pendederan benih padi hingga muncul bibit. Kami mengamati bahwa populasi wereng hijau ada terdapat pada sejak tanaman masih berada di pendederan. Lakukan perendaman yang ketat dan teratur jika benih dideder dengan menggunakan lahan sawah.
- Disarankan melakukan pendederan dengan menggunakan besek, benih yang ditumbuhkan diluar jangkauan wereng. Misalnya di rumah, dan jangan didekat sawah yang pernah bersemayam wereng hijau.
- Gunakanlah bibit muda, berumur paling tua 21 hari sebagai calon bakal tanaman padi Anda.
- Lakukanlah perendaman berkala pada tanaman padi jika sudah ditanam dilahan. Penggenangan tanaman padi pada bibit muda bertujuan agar wereng hijau pergi dari tanaman, dengan penggenangan kesempatan wereng hijau tumbuh baik dan menambah populasi semakin kecil.
- Gunakan sistem pengairan berselang. Yakni setiap 6 s.d. 10 hari sekali. Dan setiap kali tanaman akan diairi, lakukan perendaman hingga tanaman tergenang. Jika tanaman padi sudah tinggi, metode ini tidak bisa dilaksanakan. Hati-hati dengan aliran air yang terlalu deras, hentikan pengairan hingga tanah macak-macak untuk memberi kesempatan bibit muda menumbuhkan anakan.
- Patuhi beberapa petunjuk berikut ini :
Mengingat
banyaknya faktor yang berpengaruh pada terjadinya serangan dan
intensitas serangan, serta untuk mencapai efektivitas dan efisiensi,
upaya pengedalian harus dilakukan secara terpadu yang meliputi :
- Penggunaan pestisida
Penggunaan
pestisida dalam mengendalikan tungro bertujuan untuk eradikasi wereng
hijau pada pertanaman yang telah tertular tungro agar tidak menyebar ke
pertanaman lain dan mencegah terjadinya infeksi virus pada tanaman
sehat. Penggunaan insektisida sistemik butiran (carbofuran) lebih
efektif mencegah penularan tungro. Mengingat infeksi virus dapat terjadi
sejak di pesemaian, sebaiknya pencegahan dilakukan denganmenggunakan
insektisida confidor. Setelah beberapa ilmuan melakukan penelitian
ternyata penggunaan insektisida confidor ini cukup efektif dalam
pemberantasan hama wereng hijau. Insesektisida hanya efektif menekan
populasi wereng hijau pada pertanaman padi yang menerapkan pola tanam
serempak. Karena itu pengendalian penyakit tungro yang sangat berbahaya
akan berhasil apabila dilakukan secara bersama-sama dalam hamparan
relatif luas, utamakan pencegahan melalui pengelolaan tanaman yang tepat
(PTT) untuk memperoleh tanaman yang sehat sehinga mampu bertahan dari
ancaman hama dan penyakit.
- Pemupukan N yang tepat
Pemupukan N berlebihan menyebab-kan tanaman menjadi lemah, mudah
terserang wereng hijau sehingga memudahkan terjadi inveksi tungro, oleh
karena itu penggunaan pupuk N harus berdasarkan pengamatan dengan Bagan
Warna Daun (BWD) untuk mengetahui waktu pemupukan yang paling tepat.
Dengan BWD, pemberian pupuk N secara berangsur-angsur sesuai kebutuhan
tanaman sehingga tanaman tidak akan menyerap N secara berlebihan.
- Menanam varietas tahan
Menanam varietas tahan merupakan komponen penting dalam pengendalian
penyakit tungro.Varietas tahan artinya mampu mempertahankan diri dari
infeksi virus dan atau penularan virus oleh wereng hijau.Walaupun
terserang, varietas tahan tidak menunjukkan kerusakan fatal, sehingga
dapat menghasilkan secara normal. Ada beberapa jenis varietas yang mampu
tahan terhadap serangan hama wereng hijau, jenis varietas yang mampu
tahan terhadap serangan hama wereng hijau tersebut adalah Tukad Petanu ,
Tukad Unda , Tukad Balian , Bondoyudo, Kalimas.
- Penanaman serempak
Penanaman serempak merupakan salah satu cara pengendalian hama wereng
hijau secara efektif, hal itu disebabkan oleh penanaman tidak serempak
menjamin ketersediaan inang dalam rentang waktu yang panjang bagi
perkembangan virus tungro, sedangkan bertanam serempak akan memutus
siklus hidup wereng hijau dan keberadaan sumber inokulum. Penularan
tungro tidak akan terjadi apabila tidak tersedia sumber inokulum
walaupun ditemukan wereng hijau, sebaliknya walaupun populasi wereng
hijau rendah akan terjadi penularan apabila tersedia sumber inokulum.
Penanaman serempak dapat dilaksanakan dengan pertemuan kelompok-kelompok
tani dalam 1 areal yang sama dan luas. Penanaman serempak banyak
manfaatnya, selain dari pengawalan Organisme Pengganggu Tanaman, sistem
budidaya Tanaman Padi yang dilaksanakan secara serempak dapat menghemat
penggunaan Pestisida dan menghindari berpindah-pindahnya Organisme
Pengganggu Tanaman dari Petak satu ke Petak lainnya.
(sumber:http://www.herdinbisnis.com/2012/12/tips-mengatasi-tungro-dengan-mengelola.html#.U1n3DaLngwo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar