Jumat, 16 Maret 2012

Bekal akhirat

Pernah aku membaca tulisan di majalah Intisari tentang seorang non muslim yang bercerita bahwa beliau ingin menghadap Tuhan dalam keadaan membawa banyak bekal. Akhirnya beliau membuat yayasan untuk membantu orang-orang dalam kesulitan. Tidak memandang suku dan agama. Bahkan orang yang beragama Islampun dibantu. Membaca kisah ini tentunya akan menginspirasi kita sebagai muslim, Islam mengajarkan berhati lembut, mudah untuk menolong orang yang sudah kesusahan, kok kalah dengan kegiatan non muslim.

Sebuah situs yang menyatakan beliau adalah MANTAN KYAI NU dengan inisial MA (tapi mencurigakan pernah jadi kyai) menulis hadits pelacur masuk surga karena memberi minum anjing sepertinya tidak pas. Seorang pelacur tidak mungkin masuk surga hanya karena memberi minum pada anjing, demikian pendapat mantan kyai dalam tanda petik ini.

Tapi menurut ustadz Yusuf Mansyur, ada tulisan beliau menyatakan bahwa ada cerita di balik hadits itu. Seorang pelacur yang karena ketidak tauan dan kemiskinan memutuskan bertaubat. Setelah pertaubatannya itu hatinya mudah tersentuh bila melihat makhluk hidup yang kesusahan. Salah satu tindakannya adalah dengan memberi minum anjing. Bahkan makhluk yang najis air liurnya bila diselamatkan nyawanya adalah perbuatan yang membuat Allah ridho sehingga membuatnya masuk surga. Ada hadits menyatakan bahwa jangan membiarkan anjing masuk ke dalam rumah, karena malaikat pembawa rahmat tidak akan masuk ke rumah tersebut. Boleh saja memelihara anjing bila digunakan sebagai anjing penjaga.

Setiap manusia punya obsesi dalam hidupnya, dan Alhamdulillah aku merasa sangat beruntung mempunyai bapak yang sering mengajarkan tentang bekal akhirat. Rumahku sekarang digunakan untuk pengajian, Taman Pengajian Al Qur'an dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Islami.

Tentunya masih jauh aku bisa seperti almarhum Bapakku, yang menolak saat ditawari menjadi anggota salah satu partai yang pendirinya sahabat beliau pak Amien Rais. Aku hanya bisa meneruskan saja sekarang menjadi pendidik di PAUD ini. Emosiku masih sering kacau balau, belum bisa seperti almarhum Bapak yang sedemikian sabar. Bapak tetap tenang, selalu membantuku mentransfer uang walau aku sempat kabur dari rumah 2003 dan pertengahan Juni 2009 aku kembali lagi ke rumah dalam kondisi minus. Kabur karena ada seorang laki-laki mengaku akan mengajariku untuk meraih surga. Tidak taunya surganya adalah surga palsu. Tubuhnya dirasuki jin jahat yang mengajari bicara bijak, mengetahui rahasia dunia, masa lalu dan masa yang akan datang. Bahkan dia sering membongkar masa laluku waktu aku masih bandel, katanya seperti nonton film saja. Aku dulu memang sering bicara ceplas ceplos tanpa mikir karena aku yakin itu benar, gak peduli situasi, biarpun itu menyakiti hati. Sekarang walau aku mulai bertambah kepekaan dan merasakan ini salah itu salah aku lebih suka diam dan bicara lebih hati-hati.

Saat ini gaji sebagai pendidik tidak terlalu banyak dibanding penghasilan yang didapat kakak-kakakku dan adikku. Rekeningku di bank sering tidak lebih dari 100 ribu rupiah. Tapi entah ada saja uang untukku saat aku membutuhkan. Misalnya waktu aku mau ke Bali, ada subsidi dari senior softball untuk penginapan sehingga aku hanya membayar transport. Lalu kakakku mentransfer uang untuk membeli oleh-oleh. Waktu aku ke Bandung, tiba-tiba ada kamar di hotel Horison yang kosong, soalnya ada penghuni kamar cek out ke Jakarta. Lalu ada senior softball yang hatinya lagi senang, ngasih tambahan untuk uang saku. Waktu ke Bandung dulu 2010, aku memutuskan menginap di rumah teman sebangkuku waktu SMA, aku full ditraktir sampai dibeliin tiket pulang. Disediain mobil dengan supir untuk ke Bogor menjenguk anak-anakku yang diambil mantan tanpa ijin saat aku balik ke Jogja dengan anak-anakku.

Tidak mudah untuk memulai hidup baru, dari tadinya hidup cukup mapan, beli baju bermerk di mall, punya mobil, akhirnya memutuskan naik sepeda kemana-mana. Tapi naik sepeda bukan hal memberatkan karena aku cinta sepeda. Paling berat adalah dilecehkan sana sini dan difitnah. Aku beberapa kali mendengar kisah orang difitnah akhirnya ada yang meluruskan. Sampai sekarang fitnah ini belum diluruskan, dan ada komunitas yang pentolan-pentolannya memblokir aku di FB.

Dengan membaca hadits aku baru paham bahwa caci maki, fitnah malah menguntungkan orang yang sedang melakukan pertaubatan dengan sungguh-sungguh. Karena pahala orang yang mencaci maki dan memfitnah akan berpindah ke orang yang didzalimi. Bila orang itu sudah habis pahalanya, dosa orang yang didzalimi diambil. Aku kasihan dengan orang-orang yang suka mencaci maki dan memfitnah itu, mereka tidak sadar bahwa mereka minus bekal akhirat. Saat menghadap Allah, dan mereka sadar pahala kebaikan mereka berpindah ke orang yang didzalimi, mengangkat derajat musuhnya, menjatuhkan mereka sendiri ke neraka jahannam, itu namanya penyesalan yang terlambat. Jangan sampai menyesal saat di akhirat, duuuuh... mulut sudah tidak bisa bicara lagi, anggota tubuh kita yang akan bicara.

Berusaha mencari bekal akhirat, karena uangku tidak banyak, masih sering mendapat bantuan tak terduga saat membutuhkan, aku mulai dengan senyuman. Senyuman tulus itu juga ibadah, bahkan senyuman yang mencerahkan orang lain juga sedekah. Mengajari anak-anak orang lain... (kadang aku ingin mengajari anak-anakku sendiri, keinginan yang belum terwujud, masih membutuhkan kesabaran) dengan mengucap kalimat thoyyibah, membaca Iqro', surat-surat pendek aku harap bisa menambah bekal akhiratku. Walau aku masih kadang menangis, masih belum cukup sabar bila kaget dengan sikap orang yang kasar terhadapku. Aku tau arti sabar dari almarhum Bapak, sabar itu tetap tenang, berikhtiar, tawakkal, karena meyakini ujian hidup itu karena disayang Allah. Hanya saja ada yang bisa mengambil hikmah dari ujian hidup untuk intropeksi diri, ada yang memilih untuk menceburkan ke kesyirikan dengan minta bantuan dukun. Atau lebih parah lagi, dapat ujian malah jadi provokator, mencari orang untuk mendukung kejahatannya.

Dengan segenap kelemahanku dan kekuatanku, tangisanku yang kata sahabatku air mata adalah untuk mengeluarkan energi negatif, aku berusaha menjalankan hidup ini untuk mencari bekal akhirat, melakukan hal-hal yang Allah ridhoi...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar