Beberapa temenku bilang, kalo dating site itu untuk orang yang putus asa. Ada yang yang bilang di dating site itu pembohong semua. Dan memang, pernah ditipu sama scammers di Malaysia membuatku lebih waspada sama yang namanya scammers. Aku bergabung di mailing list romancescams.yahoogroups untuk lebih ngerti cara kerja scammers.
Ciri-ciri scammers : Kirim pesan langsung minta e-mail. Biasanya majang foto bule ganteng banget,. Soalnya aku bergabung di dating site khusus muslim ada yang ngaku akan pindah ke Islam. Atau ada juga ngaku beragama Islam. Bahasanya sopan banget, soalnya memang dilatih untuk itu. Berani bersumpah demi Allah bahwa mereka orang jujur, baik hati, mencari pasangan, tidak pernah bohong dan mempunyai kepribadian yang mengagumkan. Kalo diajak cam to cam menolak, atau berani tapi hanya seperti film senyam senyum ngeliatin kamera.
Akhir-akhir ini banyak scammers yang pindah dari Nigeria ke Malaysia dengan visa student. Di sana mereka tidak belajar malah cari mangsa. Dan sasarannya banyak orang Indonesia sekarang. Kasus paling tragis yang aku dengar dari orang Indonesia, dia bercerai dengan suaminya, ambil pinjaman di bank sebesar 133k $ (sebesar 1 M rupiah kali ya). Soalnya nanti gantinya nyampe T kalo dirupiahkan. Tapi bukan di Malaysia, tapi United Kingdom (UK). Dia cerita banyak yang jadi pemeran tambahan. Si orang Inggris ini koma, dokternya nelpon ke Indonesia. Anaknya juga nelpon, siapa lagi pokoknya batinnya tersayat-sayat sampai dibela-belain pinjam uang, entah agunannya apa.
Cerita lain banyak dari orang Amerika. Banyak yang dengan mudahnya transfer uang ke scammers. Please jangan diketawain, mereka itu korban. Kenyataan memang mereka sudah berumur, kesepian, dan sukses diporotin scammers.
Pengalamanku sendiri, aku sampe nangis-nangis galau banget pas telpon-telponan ma scammers. Kangen banget ma dia, dan disembunyiin supaya gak ketauan keluarga. Dalam kegalauan yang amat sangat aku ikutan ikutan sholat berjamaah Maghrib dan Isya; dengan imam ustad Yusuf Mansyur di masjid UIN. Soalnya temenku gak ikutan sholat Isya, pulang aku sendirian memutuskan jalan kaki ke rumah sekitar 3 km. Sepanjang jalan pulang aku nangiiiis terus, banyak gambaran diketawain orang-orang.
Kejadian itu September 2012, beberapa hari abis sholat, aku ikutan reuni SMA. Masih ditelpon, kalo ditanya "do you love me" aku jawab "I love God more than you" gitu terus-terusan, sampai dia bosan. Oh ya aku ketemu scammers di twoo. Aku ikutan twoo soalnya ada invitasi e-mail.
Di twoo banyak yang ajak kenalan, cuman aku rasa orang iseng semua. Terus twoo aku tutup, dapat invitasi ke badoo, ikutan bentar ditutup lagi. Ngeliat iklan indonesiancupid.com iseng ikutan. Di situ di bawah pasti ada warning dari team admin tentang ciri-ciri scammers. Cuman tiap kali kirim message gak ada yang bales. Aku perhatiin, cewek di situ banyakan bajunya sexy banget, trus di profil banyak bule nulis... "hello aku mau ke Bali, mau kenalan ma cewek Indonesia". Aku yang pake kerudung fotonya gak dianggap.
Terus dapat pemberitahuan dari team admin, bergabung di muslima.com. Account di indonesiancupid.com kututup pindah ke muslima.com. Profile tentang aku yang kutulis gonta-ganti. Setelah beberapa minggu ada kejadian account di suspended gak bisa dibuka. Masih gak hunting atau searching, nunggu pesan datang. Ah... banyak muslim di luar negri iseng cuman cari kepuasan seksual lewat internet ternyata. Biasanya langsung aku block. Dan walau banyak warning tentang scammers, message dari scammers tetep ada.
Tapi ada yang nyelip juga orang-orang baik dan serius cari pasangan. Cuman butuh kesabaran, soalnya bisa jadi awalnya tertarik, terus ada sesuatu, gak jadi. Misalnya ada laki-laki Srilangka duda, manajer bank di California, US. Masalahnya dia meninggalkan sholat, dan aku liat di Facebooknya dia merayakan Natal tukar-tukaran kado. Masih pengen menikah dengan wanita muslim yang satu pemahaman, agama Islam tapi beranggapan semua agama sama baik. Sempet bilang mau ke Indonesia, cuman akhirnya gak jadi, soalnya beda dalam menjalankan agama Islam.
Lalu ada laki-laki Malaysia, yang di Facebooknya anak-anaknya 3 perempuan pakai kerudung, banyak foto-fotonya. Kerja di bank juga. Entahlah, orang ini kok gak fokus amat kalo dikontak, jawabnya gak jelas. Kalo malem banget dia kirim pesan... "aku kesepian tapi belum siap menikah, banyak masalah".
Ada lagi orang Syria di US. Sempet YMan, tapi dia bilang, "duh aku suka banget sama kamu cuman aku gak mampu membiayai kamu ke sini". Aku liat di profilnya emang dia menulis mencari hanya wanita muslim di US.
Atau orang bule, yang kirim e-mail dan aku sempat check IP Addressnya. Seru chatnya tadinya, cuman akhirnya ngilang tanpa pesan, aku rasa dia dapetin teman chat lain dan gak peduli lagi ma aku.
Sama seorang temenku dikasih tau ada dating site lain singlemuslim.com . Ini pusatnya di Inggris, dan kebanyakan membernya memang orang Inggris. Tapi bukan bule, banyakan Pakistan atau India. Ada sih yang bule tapi jarang. Soalnya muslima pusatnya di Australia, gak terlalu Islami banget, kalo di singlemuslim e-mailnya pake di doa-doain loh... baguslah. Tapi lebih menarik di muslima sih situsnya, ini pendapatku pribadi aja. Di singlemuslim ada petunjuk fotonya mesti sopan begini begitu.
Di singlemuslim dapat message jaraaang banget, soalnya aku gak searching. Dapat message, sepintas juga udah tau itu scammer. Akhirnya ada yang serius, seorang Pakistan yang tinggal di Kanada. Katanya dia cocok dengan Islam model salafy. Sempet sebulan video call intensif, dia ngajarin wanita bajunya mesti begini begitu pake abaya, gak bergaul dengan laki-laki dan seterusnya. Akhirnya dia bilang "aku gak akan ngilang seperti orang yang kamu kenal di dating site, soalnya aku berusaha jadi muslim yang baik gak mutusin silaturahmi". Tapi apa yang terjadi, dia ngilang juga. Aku liat di Facebooknya banyak temannya aku add semua, beberapa approve. Aku kontak tanyain, "kamu tau ***, apa dia masih hidup?", jawabnya "aku saudara laki-lakinya yang tinggal di pakistan, dia baik-baik aja kok", terus abis itu aku yang request friend di account facebooknya malah di block.
Ada orang Indonesia ngontak aku di singlemuslim. Katanya dibela-belain bayar keanggotaan biar bisa baca message dari aku. Begitu ngobrol, dia cerita nikah demi anak-anaknya, kasian, katanya anak-anaknya yang ABG sendirian di rumah. Tadinya mau ketemuan, cuman bentar-bentar cerita soal almarhum istrinya begini begitu. Foto-foto di G Plus, atau BB masih ada almarhum istrinya yang di pic profil. Akhirnya aku posting nulis harusnya dia memulai hidup baru tanpa bayang-banyang istrinya, aku kasih tau ke dia soal postinganku, eh... dia tersinggung ngilang juga.
Beberapa orang Arab yang ngontak aku malah ajaib banget ceritanya. Ada yang ngajak nikah di hari pertama chat, tapi terus ngilang padahal udah sumpah dia serius, sampai aku jadi stalker membuktikan dia beneran atau enggak, eh beneran. Aku tanya, "kamu relijius" jawabnya "I pray five times, fast in Ramadhan, I don't lie". Ah ngaco.
Atau Arab lain nelpon aku, awalnya nanyain panti asuhan di dekat tempatku. Belakangan nyuruh aku nyiapin pernikahan aku sama dia, jadi "secret life". Aku ngomong, kalo ngikutin sunnah, ya antara istri pertama dan istri kedua mesti adil. Dia bilang di Arab gak gitu, terus ngilang. Ngawur aja, lah aku baca juga di Qur'an laki-laki sulit untuk adil dengan semua istrinya. Dari hadits, kalo gak adil jalannya pincang di padang mahsyar, emang enak, manusia beriman lain berjalan dengan ringan beristirahat di mata air dari surga untuk peristirahatan. Yang gak adil dengan istri-istrinya bakal jalan terseok-seok, kapan nyampenya.
Ada orang Pakistan 60 tahun di Australia otaknya ngeres banget, walau sholat lima waktu hobinya nonton film sexy, favoritnya dari Norwegia, habis nonton begituan dia banyak bersyukur pada Allah katanya. Waktu aku bilang bapakku belajar Islam intensif semenjak pensiun, eh dia bilang spiritualnya menguat sejak 35 tahun. Tapi ya gitu deh, spiritual kuat tapi hobby nonton film porno terus banyak bersyukur, gak jelas spiritual model apa.
Ada juga 2 orang Mesir, yang keduanya tadinya semangat chat ma aku. Yang satu mau ke Indonesia, aku bilang, wah ketemu di kotaku aja tempat rame. Gak jadi datang, ngilang gak jelas. Satunya bilang dia sangat percaya dan takut pada Allah. Tapi idenya ajak seminggu piknik di Mesir untuk kencan aku tolak, dia ngilang lagi akhirnya.
Yang terakhir ketemu orang India di UK, sudah warga negara Inggris. Soalnya kalo baru sebentar di Inggris masih warga negara India sulit untuk kasih visa ke sana. Tapi cenderung workaholik. Hatinya pengen nikah, di kehidupan nyata disibukkan dengan pekerjaannya di bidang IT.
Ada lagi orang di Reunion Island, dia bilang minta bantuanku untuk bikin site untuk memajukan pariwisata di sana. Masih bincang-bincang sih... belum tau jadinya gimana.
Aku anggap semuanya pengalaman unik, lucu, mengesalkan, dan terakhir malah jadi bisnis. Gak tau apa cerita ini menarik, berlebihan, ngaco atau apa. Tapi ini pengalamanku di dating site... masih berlanjut loh...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar