Selasa, 17 Januari 2012

Diblock di FB oleh blogger

Barangkali memang blokir-blokiran di Facebook menunjukkan seseorang itu bermusuhan dengan orang lain. Wajar kalo yang diblokir itu gak dikenal, statusnya suka aneh gak ngenakin kalo dibaca. Tapi kalo tadinya temenan, suka jalan bareng, suka chatting, itu berarti angkat senjata, hahaha...

Aku udah beberapa kali cerita bahwa salah satu hal paling #jleb saat aku memulai membuat blog gara-gara aku diblock sekelompok teman yang tadinya lumayan akrab. Sedih banget waktu itu, tapi lama-lama terbiasa. Apalagi kalo teman yang memblokir sama sekali tidak ada input yang baik, tidak inspiratif sama sekali. Barangkali dia orang populer, tapi populer di mata manusia berbeda dengan baik di hadapan Allah.

Mengajak bermusuhan itu sama sekali bukan ajaran Islam. Apalagi masalah sepele. Tapi pada umumnya manusia jaman sekarang mudah banget bermusuhan. Perbedaan pendapat dikit, langsung gak kenal lagi, dijauhin. Di dunia yang fana ini, paling mudah untuk mencari teman adalah diajakin makan gratis, diajak menghibur diri, enak lagi kalo sedikit-sedikit nyerempet. Kalo cewek urusannya shopping, kalo cowok urusannya yang porno-porno langsung semangat.

Sudah tau bahwa maksiat itu haram, tetap saja bikin alesan kalo nyerempet gak papa. Atau malahan beranggapan bahwa umurnya masih muda jadi bebas melakukan apa saja, taubatnya kalo sudah tua. Ada seorang artis muda berusia 26 tahun baru saja meninggal namanya Valia Rahma. Kita tidak akan pernah tahu kapan akan meninggal, masih untung langsung meninggal, kalo pake diuji kesabaran tersiksa sakit lama gimana.

Okelah, terima kasih untuk beberapa blogger yang telah memblokirku di FB. Barangkali ada pernyataan aku yang menyinggung perasaan kalian. Kalo aku pribadi sih, memilih untuk minta maaf, walaupun tidak dianggap juga. Soalnya berkaitan dengan saling membicarakan orang lain atau ghibah, itu dosa akan terus ada sampai seseorang itu bersikap ksatria mau minta maaf dan saling memaafkan. Soal karena akhirnya pembahasan sama sekali gak nyambung, perbedaan pendapat, perbedaan prinsip, merasa amat sangat tersinggung, toh dunia ini sebetulnya hanya semu belaka. Tujuan hidup hanyalah mencari keridhoan Allah. Kalo Allah memerintahkan bahwa meminta maaf itu akan memutus dosa terkait kesalahan tanpa sengaja, aku akan minta maaf, soal gak ngobrol lagi urusan belakang.

Menurutku dunia ini hanya semu, senda gurau, asal jangan mempermainkan agama, itu saja. Masalah masa lalu gak ada gunanya dijadiin dendam, malah bikin penyakit. Kehilangan teman satu, Insya Allah akan mendapat teman baru yang lebih baik. Lebih baik punya sahabat sedikit asalkan mereka yang baik, perhatian, mengingatkan akan kebaikan, selalu bisa dihubungi. Daripada banyak teman isinya ngomongnya gak ada manfaat, pas butuh dikontak selalu sibuk. Jadi ingat Michael Jackson yang banyak penggemarnya tapi mengaku kesepian #tragis.

Kenapa Islam mengajarkan berteman dengan orang shaleh, karena orang-orang shaleh akan selalu jujur, menepati janji, menjalankan amanah, merasa sungkan bila menyakiti hati orang lain. Sedangkan orang yang otaknya hanya ingin bersenang-senang cenderung sibuk mikirin diri sendiri, dan hanya senangnya kalo diajakin mikirin hal-hal yang nyenengin, males diajak mikir yang susah-susah.

Terima kasih untuk semua yang mau membaca tulisanku ala kadarnya ini. Nanti pada saatnya di padang mahsyar manusia akan berjalan sendiri-sendiri, telanjang, tapi bukan porno, karena saat itu pikirannya terlalu resah dengan perbuatan yang telah dilakukan selama di dunia. Ada yang berjalan dengan kepalanya, ada yang mencucurkan keringatnya kepanasan kehausan. Hanya yang selalu berusaha mengikuti ajaran Allah yang mendapat naungan dan minuman. Bukan berarti aku sudah cukup beriman, aku sendiri masih banyak melakukan kesalahan. Selalu mencoba memperbaiki diri dengan Iman, Ilmu dan Amal. Semoga kita dimudahkan dalam urusan dunia dan akhirat. Aaamiiin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar