Lagi-lagi trending topic di twitter muncul tokoh wanita yang berbaju muslim. Akhirnya kembali ke niat para wanita ini menggunakan baju muslim untuk apa.
Tokoh sebelum ini yang jadi trending topic di twitter berbaju muslimbergelar doktor ternyata suka mengintimidasi orang lain. Dari lawan politik diserang, mantan pacar suami, rival pencalonan menjadi kepala daerah, terakhir menyerang keluarga yang tidak ada sangkut pautnya. Melakukan twitwar dengan nada kasar merendahkan gara-gara diragukan gelarnya. Padahal yang meragukan gelar bukan dari keluarga ini, teman dari anggota keluarga yang pernah menyanyi bareng di album religi.
Lalu tokoh terbaru, seorang wanita berumur 29 tahun saat keluar dari mobil menggunakan baju lengan panjang dan rok panjang. Ada fotonya dengan selendang hitam yang ditutupkan ke kepalanya. Ternyata malamnya berpesta dengan narkoba dan minuman keras. Seorang muslimah berbaju tertutup dengan kerudung tapi hatinya sakit.
Banyak situs meluapkan caci maki. Kebetulan tubuhnya tambun, tubuhnya ini diledekin juga habis-habisan. Kalo cantik dan langsing, paling ledekannya "cantik-cantik kok mbunuh orang". Dengan fisik apapun bila orang tidak suka semua jadi caci maki.
Kejadian persis terjadi setelah kasus Perda Miras dibatalkan pertengahan bulan ini. Biarlah menohok para petinggi negara ini, kita semua juga tahu kok, larangan minuman keras hanya di permukaan. Kenyataannya yang duitnya banyak tetap mudah untuk mendapatkannya.
Enaknya narkoba dan minuman keras apa sih, semua juga tahu bahwa itu haram menurut Islam dan berbahaya. Bagi pecinta hedonisme, larangan adalah untuk dilanggar, agar adrenalin terus terpacu. Hidup kalo gak nyrempet-nyrempet bahaya gak asyik, kata mereka. Hidup lurus, gak boleh pacaran, mesti rajin ibadah itu enaknya dimana tambahnya lagi. Semakin banyak uang, katanya karena tingkat stres untuk dapat uang tinggi berhak bersenang-senang menentang bahaya, toh tidak merugikan orang lain kata mereka. Sekarang buktinya, kata siapa mabuk minuman keras dan narkoba tidak merugikan orang lain.
Menjalani hidup lurus sesuai ajaran agama, akan membuat hati damai, tenang, tenteram. Beda kesenangannya dengan kaum hedonisme yang senengnya ibarat minum air laut, bukannya tambah terobati hausnya malah setelah minum tambah tersiksa kehausan. Belum lagi hubungan yang harmonis dengan keluarga, saling menyayangi, kurangnya dimana sih kalo kita mau belajar agama dan mengamalkan? Sebetulnya para pelaku hedonis tahu bahwa yang bener adalah hidup sesuai koridor agama, tapi karena tidak sanggup mengatasi hati yang sakit, membuat alasan sana sini untuk pembenaran akan semua yang dilakukan.
Semoga Allah subhanahu wata'ala memberi kekuatan pada kita, keturunan kita, orang-orang terdekat kita menghindari hal-hal yang diharamkan oleh agama, selalu berada di jalan lurus sesuai ajaran Islam. Semoga...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar