Dengan membaca tentang pertaubatan bahwa Allah mengampuni semua perbuatan dosa kecuali perbuatan syirik, rasanya membuatku bergetar hebat. Bertanya-tanya, bagaimana bila syirik itu karena dipengaruhi orang lain. Menurut ustad yang aku dengar di pengajian, katakanlan percaya bahwa seorang dokter yang menyembuhkan penyakit itu juga termasuk syirik, karena yang menyembuhkan adalah Allah, dokter hanyalah perantara.
Aku pernah percaya banget pada seseorang yang mau menyembuhkan depresiku, katanya dia punya kemampuan untuk menyembuhkan orang lain. Tapi akhirnya kejadian aneh-aneh membuatku sadar, walaupun orang ini rajin shalat, rajin berdzikir, akhirnya terbongkar juga saat dia kesurupan semalaman. Muntah-muntah dari ruang tamu sampai dapur. Masih juga mencoba meyakinkan aku, bahwa itu proses pembersihan dirinya dari hal negatif. Tapi akhirnya aku ingat kalo hari Jum'at dia ngumpet di dapur gak mau shalat Jum'at. Ingatan-ingatan banyak yang muncul akhirnya aku paham bahwa kemampuan menyembuhkan orang lain (katanya sih) karena ada gaib negatif di tubuhnya.
Ada beberapa definisi tentang hati, hati yang sehat, rajin beribadah dengan berusaha khusuk dan selalu menjaga sikap sesuai ajaran Islam. Hati yang sakit, sepertinya rajin shalat tetapi sikapnya tidak seperti yang dicontohkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Masih suka bohong, menipu, berkata kasar, pikiran porno gak bisa ditahan, suka marah, dan seterusnya.
Ada orang yang aku kenal suka ngomong Islami, bahwa dia rajin baca surat ini itu dari Al Qur'an. Tapi ada hal yang gak pas, dia beranggapan bahwa shalat itu adalah pelebur dosa. Waktu dia cerita petualangan sexnya dengan wanita bukan istrinya, dan gak cuman sekali, saat itulah aku bisa merasakan hatinya sakit. Tanpa merasa bersalah, karena seperti ceritanya tadi, kalo shalat dia merasa sangat dekat dengan Tuhan, dan meyakini Tuhan akan mengampuni dosa-dosanya.
Setelah hati yang sakit ada hati yang mati. Orang model seperti ini tidak merasa bersalah bila tidak ingat Tuhan. Selain itu dia merasa bangga bisa lolos dari melakukan kejahatan. Semoga kita semua terhindar dari sikap baik menzalimi diri sendiri (emosi) ataupun menzalimi orang lain.
Taubat sendiri ada aturannya, tiga syarat taubat adalah:
- menghentikan perbuatan dosa yang dilakukan.
- menyesal atas perbuatan dosa yang telah dilakukan.
- bertekat kuat (‘azam) untuk tidak mengulangi lagi perbuatan dosa itu di masa datang untuk selama-lamanya
Ini komentarku tentang Afriyani di blog Catatan R10

Tidak ada komentar:
Posting Komentar