Kamis, 13 Oktober 2011

Inspirasi tulisan karena under pressure

Sebetulnya aku sedih kalo mesti menyinggung seseorang di blog. Blog ini renunganku sendiri dan aku mencoba untuk tiap kali memperbaiki cara menulis, berusaha tidak sebut nama lagi. Tapi selalu saja bila ada tekanan malah inspirasi tulisan yang muncul banyak banget. Waktu ada yang ngatain aku munafik, aku nulis topik tentang pertaubatan. Tentang keikhlasan dengan senyuman. Baru saja ada yang ngatain aku tidak punya adab kasih nasehat, eh... ujung-ujungnya menekan aku ngatain aku naksir sama blogger yang aku kritik, padahal dia belum tentu mikirin aku. Hehehe... jelas-jelas aku bilang bahwa tadinya aku terkesan dengan niat hidupnya yang istiqomah, tapi sekarang enggak lagi.

Belakangan aku mengkritik blogger yang tulisannya cenderung ke arah konflik konspirasi, bersikap misterius, anonim. Blogger ini pernah bilang di blognya bahwa komentar ke tempatnya hanyalah basa-basi saja jadi kolom komentar ditutup. Juga pernah nulis di blognya bahwa dia sudah malas blogwalking ke blog yang tidak ada ilmunya. Dari emailnya aja diberi nama serem kira-kira berarti menyanyikan lagu kematian, sepertinya hidupnya sudah gelap dan tidak ada rasanya lagi.

Ada tulisan blogger ini tentang makanan di suatu resto cepat saji mengandung racun (nama resto yang terkenal ini jelas-jelas disebut), terus kiai-kiai yang tidak sepaham dengannya disebut namanya dengan judul yang menurutku kasar. Sebetulnya masalah makanan di resto cepat saji harusnya pihak berwenang yang patut menuliskan hal ini, apalagi MUI sudah menetapkan halal. Bila ada keresahan berkaitan dengan tulisannya, bisa jadi dia dituntut. Tapi yang aku tangkap, menurutnya dia ingin menyebarkan informasi bermanfaat padahal itu bisa jadi malah meresahkan. Entahlah, aku sampai berpikir apa ini termasuk mengadu domba karena menulis hal yang bukan bidangnya dengan topik yang bisa meresahkan pembacanya. Dan mengadu domba bisa membuatnya mendapatkan azab kubur yang perih.

Perubahahan watak yang tadinya ramah, jadi hampir tidak pernah blogwalking, apalagi menyapa teman-temannya yang tadinya sering dikunjunginya memang mengherankan. Biasa, banyak yang merasakan itu sedangkan yang bersangkutan tidak menyadari sama sekali. Aku liat dia sekarang pilih-pilih teman hanya berkunjung ke blogger yang dianggapnya tulisannya berkualitas, terutama pengarang buku atau puisi dengan bahasa berbobot.

Yang mengherankan lagi adalah temannya malah menekan aku begini begitu, menyuruh aku menghapus postingan kritikan itu, padahal aku mengkritik temannya bukan dia. Katanya netral, ingin mendamaikan, tapi sangat kentara kalo dia berpihak pada blogger yang aku kritik. Tekanan untukku, tapi malah membuatku menemukan beberapa pemahaman baru dan inspirasi tulisan, seperti postingan sebelum ini.

Dan sekarang aku berdoa, aku berharap, ya Allah, semoga lain kali bila ada inspirasi tulisan karena kejadian yang membahagiakan, bukan karena ada kejadian orang ditekan hingga bisa membuat luka. Semoga...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar