Jumat, 14 Oktober 2011

Ujian adalah dari hal paling dicintai

Ada temenku yang orangnya suka menolong orang lain pernah mencari kebenaran kemana-mana. Mencoba mencari ustad yang bisa menjawab pertanyaan kenapa aku sering dibohongi orang padahal aku suka menolong orang. Dibohongi orang yang kita percayai sangat menyakitkan katanya. Dia berharap andai dia punya kemampuan bisa tau mana yang perlu ditolong mana yang tidak. Tapi semua kejadian itu ada hikmahnya, dia jadi lebih tekun belajar Islam. Andai dia hidupnya mulus, tidak sering ditipu lawan bisnis sampai milyaran rupiah barangkali dia malah mengarah ke kufur ni'mat.

Pernah ada cerita seorang hamba Allah yang shaleh, walaupun kaya raya rajin sedekah dan beribadah pada Allah dialah Nabi Ayyub 'alaihi sallam. Iblis merasa tidak nyaman dengan keadaan ini, akhirnya minta ijin pada Allah untuk menguji Nabi Ayyub 'alaihi sallam, dan diijinkan oleh Allah. Lalu mulailah penderitaan luar biasa yang diterima oleh Nabi Ayyub 'alaihi sallam. Hartanya habis, anak-anaknya meninggal, tubuhnya digerogoti penyakit yang membuatnya berbau busuk. Karena kesabaran luar biasa tidak pernah mengeluh tetap taat beribadah akhirnya semua harta miliknya, kesehatannya dikembalikan oleh Allah padanya.

Semua yang kita miliki adalah titipan dari Allah, dan kita diberi amanah oleh Allah untuk menjaganya. Kadang kita lupa, kecintaan yang dititipkan pada kita membuat kita begitu terpana, jatuh cinta yang berlebihan melebihi cinta kita pada Allah. Aku pernah merasakan diuji dari kehilangan semua barang milikku, mulai dari minus saat balik ke Jogja, Juni 2009. Saat ini aku sangat menyayangi teman-teman bloggerku, semuanya terutama yang pernah chatting bertukar pikiran padaku. Dan mulailah ujian demi ujian timbul di dunia maya.

Bila aku mengkritik seorang blogger, itu karena blogger ini aku anggap membawa pengaruh buruk berenergi negatif dan berharap dia lebih banyak menulis untuk menebarkan perdamaian bukan permusuhan, kebencian. Lucunya kebencian itu malah dilakukan sesama muslim, membenci sesuatu berarti ada celah maksiat dan itu mudah dirasuki setan untuk menyetirnya. Bila ingin mengajak ke arah kebaikan, lakukan dengan lembut. Misalnya bukannya melarang membaca buku ini itu, tapi diajak membaca buku yang bermanfaat. Larangan malah kadang membuat orang tertarik dan penasaran untuk mencobanya.

Dan bukankan masih ada topik yang lebih baik seperti menyantuni anak yatim, ritual ibadah haji, atau qurban yang sebentar lagi akan dirayakan? Dari sekian banyak topik kenapa memilih kebencian bukan perdamaian? Akhirnya beberapa temen bloggerku mulai terlibat konflik menjauh dariku karena perbedaan pendapat. Itu aku anggap ujian untukku yang sangat menyayangi sobat-sobat bloggerku. Memang membuatku terpukul, tapi ya sudahlah. Toh mereka memilih jalan masing-masing.

Tapi aku yakin, tiap kali ada sobat yang ada konflik lalu menjauh, pasti ada ganti yang lebih baik, ngapain mikirin yang lama. Yang lebih istiqomah dan menyejukkan, mengajak untuk saling menyayangi sesama...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar