Jumat, 14 Oktober 2011

Mupeng melihat orang pacaran?

Orang yang meraih kemenangan di mata Allah adalah orang yang bisa memerangi hawa nafsu. Tidak hanya sekedar bisa menahan, tapi bisa memalingkan hatinya bila tidak sengaja melihat hal berbau maksiat. Hati itu seharusnya diisi dengan berdzikir setiap saat dan tidak mudah tergoda oleh maksiat. Saat roh akan dicabut oleh malaikat, maka akhir yang baik adalah bagi yang bisa mengucap kalimat syahadat. Apakah semudah itu mengucapkan kalimat syahadat, hanya hati yang sering berdzikir dan lembut akan mudah mengucapkan kalimat syahadat saat menjelang ajal. Hati yang keras, sering marah, penuh dendam, suka bermusuhan, sering membayangkan hal-hal yang porno akan sulit mengucap kalimat syahadat di akhir hidupnya.

Manusia suka menawar, sudah tau tidak boleh berzina tetap saja melakukan pacaran. Nyerempet-nyerempet, berpelukan, berciuman, mojok entah dimana. Yang penting kan tidak berzina, alesannya. Yang hatinya mati santai saja melakukan zina tanpa merasa bersalah. Kebetulan sih rumahku deket kampus, jadi banyak rumah kost sekitar sini. Tiap malam minggu, sering melewati yang lagi pacaran di teras yang cewek dipangku yang cowok. Belum lagi suatu ketika pernah melewati jembatan dekat fakultas Teknik UGM, kebetulan gelap dan sepanjang jembatan banyak pasangan berpelukan. Wajah mereka menunjukkan ekspresi sangat menikmati, barangkali bila pake stetoskop suaranya bergemuruh, ahhhh...

Masalahnya bila sudah pacaran, nyerempet ke zina, walaupun ni'mat akan membuat hati semakin keras dan mengeras. Tadinya pegangan tangan, lalu merambah ke tempat lain. Susah berhentinya. Makanya ajaran Islam mengajarkan agar bila nafsu mulai menyergap, berpuasalah. Berpuasalah karena Allah, dan Allah akan memberikan ketenangan, kekuatan agar bisa menahan diri dari perbuatan maksiat.

Perlu untuk saling mengenal tapi dengan cara yang Islami, bertemu di tempat yang ramai dan terang. Malah ada yang menikah tanpa mengenal dulu. Dijodohkan dengan latar belakang kekuatan iman karena ingin menjadikan pernikahan ini ibadah. Biasanya yang menikah tanpa sebelumnya saling mengenal karena yakin pasangannya adalah orang yang beriman jadi tidak akan menyakiti hati. Yakin bahwa rejeki akan ada bagi manusia yang bertaqwa, Allah akan selalu mencukupkan keperluannya. Yakin pihak laki-laki yang beriman akan berjuang mencari nafkah dengan halal, dan sang wanita akan mengabdi pada suami dengan sepenuh hati.

Perlu melatih diri untuk menjadi manusia beriman, karena pada dasarnya manusia lebih mudah untuk marah dibanding bersabar, mudah mupeng bila melihat pornografi dibanding menjaga pandangan, lebih mudah untuk memuaskan hawa nafsu dibanding menahan diri. Dan Allah akan mengganti semua pengorbanan itu dengan pahala di akhirat dan ketenangan hidup di dunia. Sederhana saja, kebaikan melawan kejahatan. Bila yang menang kebaikan dia akan berhak masuk surga, itu saja. Biarpun ilmu tentang Islam tinggi, tanpa menjalankan kebaikan dan menghindari maksiat malah percuma, termasuk golongan munafik, bersama para kafir masuk ke neraka saat di akhirat nanti...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar